.

Tampilkan postingan dengan label @X07-Putri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @X07-Putri. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 November 2022

Teknologi Hijau Menjaga Keberlanjutan Kehidupan Manusia dan Lingkungan

 Oleh : Putri Arini Cahya Utami (@X07-Putri)

Abstrak

Kelestarian lingkungan hidup semakin menjadi masalah serius, semakin padatnya penduduk mengakibatkan masalah yang berkaitan dengan pencemaran dan perusakan lingkungan yang disebabkan aktivitas manusia. Negara-negara maju telah berupaya untuk memaksimalkan peran dalam keselamatan bumi di masa depan. Sebuah teknologi ramah lingkungan yang dikembangkan merujuk pada program teknologi hijau.

Kata Kunci : Lingkungan hidup, pencemaran, bumi, teknologi hijau.


Abstract

Environmental sustainability is increasingly becoming a serious problem, the increasing density of population results in problems related to pollution and environmental damage caused by human activities. Developed countries have tried to maximize their role in saving the earth in the future. An environmentally friendly technology developed refers to the green technology program.

Keywords: Environment, pollution, earth, green technology.


Pendahuluan

Teknologi hijau mengacu pada produk, peralatan atau sistem yang memenuhi kriteria seperti meminimalkan degradasi kualitas lingkungan, memiliki emisi gas rumah kaca yang rendah atau nol, aman digunakan dan menyediakan lingkungan yang sehat dan lebih baik untuk semua makhluk hidup, menghemat energi dan sumber daya alam dan mempromosikan sumber daya terbarukan. Ini adalah teknologi rendah karbon dan lebih ramah lingkungan daripada teknologi yang ada. Ketika kita menggunakan teknologi hijau, kita menggunakan sumber daya seperti energi, air, dan sebagainya seminimal mungkin untuk menghasilkan suatu produk.


Rumusan Masalah

  1. Apa yang dimaksud teknologi hijau ?
  2. Jelaskan konsep teknologi hijau
  3. Jelaskan prinsip teknologi hijau
  4. Jelaskan ruang lingkup teknologi hijau
  5. Apa saja peran teknologi hijau ?


Tujuan

Memahami secara keseluruhan tentang teknologi hijau.


Pembahasan












Ilustrasi Gambar : Hong Kong Online Platform


Definisi Teknologi Hijau
Teknologi Hijau (Green Technology), disebut sebagai suatu ilmu pengetahuan praktis atau suatu teknologi yang  dapat digunakan untuk melaksanakan pembangunan yang dapat mewujudkan tatanan infrastuktur untuk memenuhi kebutuhan manusia secara berkelanjutan (sustainable development), tanpa mengganggu atau merusak sumber daya alam. Secara singkat, teknologi hijau yaitu teknologi yang dapat digunakan untuk memenuhi  kebutuhan generasi saat ini dan tidak mengganggu ketersediaan kebutuhan generasi mendatang.
Teknologi hijau disebut juga teknologi ramah lingkungan. Menurut Kardono (2010) mengungkapkan, bahwa teknologi ramah lingkungan tidak hanya teknologi secara individu tetapi juga secara sistem termasuk pengetahuan, prosedur, barang dan pelayanan, dan peralatan serta prosedur organisasi dan manaiemen untuk mempromosikan kelestarian lingkungan.

Konsep Teknologi Hijau
Teknologi ramah lingkungan adalah sebuah konsep atau metode untuk mencapai tujuan tertentu, dimana dalam penerapannya mengacu pada wawasan lingkungan atau memperhatikan aturan-aturan lingkungan di sekitarnya. Dari pengertian tersebut telah menginspirasi lahirnya bermacam-macam teknologi terapan, yang aman sekaligus bersahabat dengan makhluk hidup di Bumi ataupun dengan lingkungan alam di sekitarnya. Perkembangan teknologi hijau semakin pesat, antara lain dengan mengacu pada beberapa konsep yang menjadi tujuan aplikasinya:
  1. Konsep keberlanjutan, di mana kebutuhan masyarakat secara terus-menerus dapat dipenuhi tanpa merusak atau menghabiskan sumber daya alam.
  2. Konsep daur ulang, di mana dalam proses produksi manufaktur dirancang sedemikian rupa supaya dapat didaur-ulang atau digunakan kembali.
  3. Konsep pengurangan limbah dan polusi, di mana pola produksi dan konsumsi diubah sedemikian rupa sehingga hanya menghasilkan seminimal mungkin limbah dan polusi.
  4. Konsep inovasi, dalam hal selalu berupaya mengembangkan teknologi alternatif.
  5. Konsep Viabilitas, intinya ialah bagaimana kegiatan produksi dan konsumsi ramah lingkungan senantiasa terpelihara keberadaannya.
  6. Konsep Edukasi, upaya untuk meningkatkan pemahaman masyakat secara keseluruhan melalui pendidikan dan pelatihan.
Prinsip Teknologi Hijau
Ada 6 prinsip yang diterapkan pada konsep teknologi ramah lingkungan, yaitu:
  1. Refine (menyaring), yang artinya menggunakan bahan yang ramah lingkungan dan melalui proses yang lebih aman dari teknologi sebelumnya.
  2. Reduce (mengurangi), yang artinya mengurangi jumlah limbah dengan cara mengoptimalkan penggunaan bahan.
  3. Reuse (penggunaan kembali), yang artinya menggunakan kembali bahan-bahan yang tidak terpakai atau sudah berupa limbah dan diproses dengan cara yang berbeda.
  4. Recycle (daur ulang), yang artinya hampir sama dengan reuse, hanya saja recycle menggunakan kembali bahan-bahan atau limbah dan diproses dengan cara yang sama.
  5. Recovery (pemulihan), yang artinya memanfaatkan material tertentu dari limbah untuk diproses demi keperluan yang lain.
  6. Retrieve Energy (mengambil kembali energi), yang berarti penghematan energi dalam suatu proses produksi.
Ruang Lingkup Teknologi Hijau
  1. Energi hijau, masalah yang paling mendesak untuk teknologi hijau adalah energi, termasuk pengembangan bahan bakar alternatif, serta dikembangkannya cara baru untuk menghasilkan energi, termasuk efisiensi energi.
  2. Bangunan hijau (green building), dikenal juga sebagai bangunan ramah lingkungan atau bangunan berkelanjutan, ada keterkaitan yang erat dengan arsitektur hijau, konstruksi hijau, desain berkelanjutan dan bangunan alami.
  3. Kimia hijau (Green chemistry), dalam proses penemuan, desain dan aplikasi proses dan produk kimia semaksimal mungkin menghilangkan penggunaan bahan berbahaya beracun beserta turunannya.
  4. Nanoteknologi hijau (Green nanotechnology), merupakan manipulasi bahan pada skala nanometer. Banyak ilmuwan yang mempercayai bahwa melalui penguasaan nanotekno|ogi, pada masa yang akan datang banyak hal yang dapat diproduksi.
Peran Teknologi Hijau
Teknologi Hijau merupakan salah satu upaya adaptasi dan mitigasi dampak Pemanasan Global yang sejalan dengan prinsip pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development). Berbagai teknologi hijau di bidang pelestarian sumber air dan pengolahan air limbah telah tersedia untuk diterapkan dalam pembangunan.
Ketua Departemen Teknik Industri Pertanian IPB, Suprihatin mengatakan, ekonomi dan teknologi hijau mempunyai peran yang sangat penting dalam mengurangi emisi karbon sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.


Kesimpulan
Adanya teknologi hijau diharapkan dapat menjadi inovasi bagi manusia untuk merobah gaya hidupnya seperti kegandrungan manusia saat ini akan information technology (IT). Beberapa ciri Teknologi Hijau antara lain; berkelanjutan (sustainable), menggunakan sumber alam yang terbarui (reclaimed), menghasilkan produk yang bermanfaat kembali (re-used), mengurangi produk limbah dan bahan pencemar, menggunakan proses terdaur ulang (recycle), inovatif tidak berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan, menciptakan kegiatan dan produk yang bermanfaat bagi lingkungan atau dapat melindungi bumi.
Pengembangan konsep teknologi hijau sangat membutuhkan peran penting seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di masa depan. Bumi perlu memiliki masa depan dengan hadirnya teknologi hijau yang ramah lingkungan sebagai upaya menciptakan generasi unggul bagi bangsa.

Daftar Pustaka
Hidayat, Atep Afia. 2022. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Teknologi Hijau (Modul  13). Universitas Mercu Buana, Jakarta.

Nefilinda. 2014. Teknologi Hijau : Solusi untuk Pelestarian Sumber Air. STKIP PGRI Sumatera Barat.

Ginting, Nana Terangna. 2008. Mitigasi dan Adaptasi Dampak Perubahan Iklim Melalui Penerapan Teknologi Hijau. Cileunyi Wetan, Bandung.









Senin, 21 November 2022

Industri Hijau dan Kontribusinya terhadap Lingkungan

 Oleh : Putri Arini Cahya Utami (@X07-Putri)

Abstrak
Perkembangan teknologi dalam industri membawa dampak baik maupun buruk. Dengan perkembangan industri ke arah yang lebih maju, membuat semakin meningkatnya jumlah industri yang menghasilkan berbagai polusi ataupun limbah yang berdampak buruk bagi manusia dan lingkungan. Dengan begitu, perlunya solusi agar terciptanya pembangunan industri agar tetap berjalannya fungsi lingkungan dengan industri hijau.
Kata Kunci : teknologi, industri hijau, manusia, lingkungan.

Abstract
Technological developments in the industry have both good and bad impacts. With the development of industry in a more advanced direction, the number of industries that produce various kinds of pollution or waste that has a bad impact on humans and the environment is increasing. That way, a solution is needed to create industrial development so that environmental functions with a green industry continue.
Keywords: technology, green industry, people, environment.


Pendahuluan
Pertumbuhan penduduk yang semakin pesat di Indonesia menyebabkan penggunaan bahan-bahan kimia menjadi semakin berkembang untuk menunjang kualitas hidup yang lebih baik. Hal ini menyebabkan jumlah limbah yang dihasilkan juga meningkat. Dalam bidang industri, limbah berasal dari bahan kimia yang digunakan dalam proses produksi, dan gas yang dihasilkan dari proses pembakaran. Implementasi kimia hijau dalam bidang industri dapat dilakukan dengan menggunakan pelarut atau pereaksi yang ramah lingkungan, mendaur ulang pelarut organik, menggunakan cairan super kritik, atau menggunakan ion cair. Industri hijau di Indonesia telah menjadi bahasan penting pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian. Pembahasannya mencakup cara mewujudkan industri hijau, standardisasi, serta penyusunan standar.

Rumusan Masalah
  1. Apa yang dimaksud industri hijau?
  2. Apa saja manfaat industri hijau bagi lingkungan?
  3. Jelaskan mengenai industri hijau di Indonesia.
Tujuan
  1. Mengetahui apa itu industri hijau.
  2. Mengetahui manfaat industri hijau bagi lingkungan.
  3. Memahami tentang industri hijau di Indonesia.

Pembahasan





Ilustrasi gambar oleh medcom.id


Pengertian Industri Hijau
Pengembangan industri hijau sendiri telah diatur dalam Undang-Undang No 3 tahun 2014 tentang Perindustrian. Dalam undang-undang tersebut dijelaskan bahwa industri hijau adalah industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan Industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) Industri Hijau berarti ekonomi berjuang untuk jalur pertumbuhan yang lebih berkelanjutan, dengan melakukan investasi publik hijau dan menerapkan inisiatif kebijakan publik yang mendorong investasi swasta yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Industri hijau dapat didefinisikan sebagai industri ramah lingkungan yang mengutamakan efektivitas dan efisiensi dalam produksinya sehingga mampu memanfaatkan penggunaan sumber daya serta pengelolaan limbah dengan baik, demi melestarikan lingkungan hidup yang sesuai dengan kehidupan manusia.

Manfaat Industri Hijau
Penerapan industri hijau merupakan upaya pencegahan terhadap emisi dan limbah dengan menerapkan sistem industri yang lebih efisien dalam mengubah bahan baku menjadi produk, serta limbah menjadi produk yang lebih berguna.
  • Meningkatkan profltabilitas (keuntungan) melalui peningkatan efisiensi sehingga dapat mengurangi biaya operasi
  • Pengurangan biaya pengelolaan limbah dan tambahan pendapatan dari produk hasil samping
  • Menjaga kelestarian fungsi lingkungan
Penerapan industri hijau dilakukan melalui konsep produksi bersih (cleaner production) melalui aplikasi 4R, yaitu Reduce (pengurangan limbah pada sumbernya), Reuse (penggunaan kembali limbah), dan Recycle (daur ulang limbah), dan Recovery (pemisahan suatu bahan atau energi dari suatu limbah). Secara singkat, produksi bersih memberikan dua keuntungan, pertama efisiensi dalam proses produksi; dan kedua adalah meminimalisir terbentuknya limbah, sehingga dapat melindungi kelestarian lingkungan hidup.

"Melalui upaya penerapan industri hijau juga kami mencatat telah menghemat energi sebesar Rpp3,2 triliun, dan penghematan air sebesar Rp169 miliar. Pencapaian ini memperkuat komitmen industri untuk memastikan keberlanjutan bisnis perusahaan dalam jangka panjang," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat memberikan sambutan pada acara Penganugerahan Penghargaan Industri Hijau di Jakarta, Selasa (30/11).

Industri Hijau di Indonesia
Di Indonesia kehadiran industri telah mampu menggeser sektor pertanian dan mampu berperan dalam pengembangan ekonomi negara, hal ini dapat dilihat pada sumbangan sektor industri pada Produk Domestic Bruto (PDB), karena PDB merupakan salah satu indikator kemajuan ekonomi suatu bangsa, hal ini dapat terlihat pada tahun 2011 yaitu kontribusi sektor industri terhadap PDB mencapai. 20,92%, merupakan yang tertinggi jika dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. Berdasarkan data terakhir memberikan kontribusi pada PDB yang terbesar yaitu 22 % pada tahun 2017.

“Melalui Penghargaan Industri Hijau, Kemenperin mengharapkan tercapainya tujuan target pengembangan industri hijau di 2030, yang pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing industri, efisiensi sumber daya alam, penurunan tingkat pencemaran, serta pemenuhan target program nasional,” papar Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita.

Menperin mengemukakan, implementasi ekonomi hijau sejalan dengan salah satu isu utama yang diangkat dalam agenda Presidensi G20 Indonesia, yaitu transisi energi berkelanjutan. “Para delegasi dan perwakilan lembaga internasional menerima usulan yang disampaikan oleh Indonesia dalam Trade, Investment, and Industry Working Group (TIIWG), termasuk mengenai lingkungan,” ungkapnya.


Kesimpulan
Semakin padatnya penduduk harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang semakin meningkat. Oleh karena itu, industri hijau ada dengan fungsi melestarikan lingkungan dan sumber daya alam, demi meningkatnya kualitas hidup manusia dan juga lingkungan hidup.


Daftar Pustaka

Hidayat, Atep Afia. 2022. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Industri Hijau (Modul  12). Universitas Mercu Buana, Jakarta.

Yusriyadi, Aminah. 2018. Implementasi Program Industri Hijau dalam Rangka Kebijakan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca. Bina Hukum Lingkungan.

Senin, 14 November 2022

Peran Kimia Hijau Terhadap Lingkungan Khususnya Pengelolaan Limbah

 Oleh : Putri Arini Cahya Utami (@X07-Putri)

Abstrak
Bumi adalah tempat berlangsungnya kehidupan seluruh makhluk hidup, seperti manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Setiap manusia di bumi memiliki tanggung jawab untuk menjaga bumi untuk kelanjutan generasi mendatang. Kimia hijau yang dapat disebut kimia berkelanjutan memiliki peran terhadap lingkungan. Kimia hijau mengacu pada siklus hidup suatu produk, yaitu termasuk desain, pembuatan, penggunaan dan pembuangan. Salah satu dari dua belas prinsip kimia hijau adalah pecegahan limbah. Limbah menjadi masalah serius yang menyebabkan dampak negatif bagi manusia dan lingkungan. Oleh karena itu kimia hijau memiliki peran dalam pengelolaan limbah yang dihasilkan oleh proses industri.
Kata Kunci : bumi, kimia, hijau, prinsip, limbah, lingkungan, industri.

Abstract
Earth is the place for the life of all living things, such as humans, animals and plants. Every human being on earth has the responsibility to look after the earth for the continuation of future generations. Green chemistry which can be called sustainable chemistry has a role to play in the environment. Green chemistry refers to the life cycle of a product, which includes design, manufacture, use and disposal. One of the twelve principles of green chemistry is waste prevention. Waste is a serious problem that has a negative impact on humans and the environment. Therefore green chemistry has a role in the management of waste generated by industrial processes.
Keywords: earth, chemistry, green, principles, waste, environment, industry.


Pendahuluan
Prinsip kimia hijau memiliki tujuan untuk menghilangkan dan mengurangi penggunaan bahan-bahan kimia berbahaya dengan mendesain dari produk-produk kimia dan prosesnya. Sebagai efek samping dari penggunaan bahan kimia di laboratorium, tentu saja akan ada sejumlah bahan buangan atau limbah. Sebagian limbah tersebut bersifat pencemar dan bahkan tergolong limbah bahan beracun berbahaya (B3) yang memerlukan penanganan khusus. Jika tidak ditangani dengan baik, maka dapat membahayakan makhluk hidup dan merusak lingkungan sekitar. 
Konsep kimia hijau adalah mencegah polusi mulai dari tingkat molekuler melalui desain sintesis dan mendukung lebih lanjut penemuan proses kimia yang lebih ramah lingkungan yang tidak hanya dapat mengurangi sisa bahan beracun tapi menghilangkan sama sekali subtansi-substansi yang berpotensi racun dan berbahaya (Ulfah, 2013).


Rumusan Masalah
  1. Jelaskan pengertian kimia hijau.
  2. Bagaimana peran kimia hijau dalam mejaga lingkungan?
  3. Jelaskan peran kimia hijau dalam pengelolaan limbah.

Tujuan
  1. Mengetahui apa itu kimia hijau.
  2. Memahami peran kimia hijau dalam pelestarian lingkungan dan pengelolaan limbah.


Pembahasan








Foto: york. ac. uk

Kimia hijau atau juga disebut kimia berkelanjutan, merupakan suatu pendekatan kimia yang berupaya mencegah atau mengurangi polusi. Kimia hijau juga berusaha untuk meningkatkan efisiensi hasil produk kimia dengan memodifikasi cara bahan kimia dirancang, diproduksi, dan digunakan serta dibuang.

Menurut Ismail Marzuki dan Sattar dalam buku Aplikasi Mikrosimbion Spons dalam Bioremediasi Lingkungan oleh, kimia hijau adalah suatu filosofi yang senantiasa mendorong untuk mencari cara penerapan teknologi atau metode tertentu dalam pemenuhan kebutuhan manusia. Kimia hijau dimaksudkan untuk membuat banyak kemudahan dalam kelangsungan kehidupan dengan mencegah dan mengurangi terjadinya potensi pencemaran pada lingkungan ataupun pada area sekitarnya, baik yang sifatnya jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian kimia hijau adalah suatu ide untuk membuat produk atau proses kimia untuk menghilangkan dan mengurangi penggunaan dan pembentukan beragam senyawa yang berbahaya bagi kehidupan manusia maupun lingkungan.

Salah satu prinsip kimia hijau adalah memprioritaskan penggunaan bahan alternatif terbarukan, termasuk penggunaan limbah pertanian, biomassa, atau produk biologis terkait non-pangan. Secara umum, bahan kimia alternatif ini jauh lebih aman daripada menggunakan minyak bumi.

Prinsip berikutnya adalah pencegahan limbah, sintesis bahan kimia yang kurang atau kurang berbahaya, dan pengembangan bahan kimia yang kurang atau kurang berbahaya, termasuk pelarut yang lebih aman. Prinsip-prinsip lain fokus pada desain produk kimia yang mudah terurai secara hayati di lingkungan, dan efisiensi serta kesederhanaan proses kimia. Proses kimia hijau juga jauh lebih efisien, memungkinkan perusahaan menggunakan lebih sedikit bahan baku dan energi serta menghemat uang untuk pembuangan limbah.

Dina Mustafa turut menjelaskan dalam jurnal berjudul Kimia Hijau dan Pembangunan Kesehatan yang Berkelanjutan di Perkotaan, manfaat kimia hijau adalah untuk mengusahakan proses-proses kimia yang lebih ekonomis. Sebab dengan kimia hijau, biaya produksi dan regulasi akan lebih rendah. Selain itu, ada pun beberapa manfaat kimia hijau lainnya, yakni sebagai berikut:
  • Mengurangi penggunaan energi.
  • Pengurangan limbah produksi.
  • Pengurangan kecelakaan.
  • Produk yang lebih aman.
  • Tempat kerja dan komunitas yang lebih sehat.
  • Perlindungan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.
  • Mendapatkan keunggulan yang kompetitif atas produk yang dihasilkan.
Lebih baik mencegah timbulan limbah daripada mengolahnya. Berbagai teknologi pengelolaan limbah sudah diterapkan, mulai dari sanitary landfill, incinerator dan land treatment (land farming). Pembuangan sampah di sanitary landfill dilakukan dengan cara ditimbun. Sebelum ditimbun, permukaan dasar sanitary landfill dilapisi terlebih dahulu dengan tanah lempung dan geomembran. Tujuannya agar air sampah atau yang biasa disebut dengan air lindi tidak merembes ke bawah tanah dan dapat mencemari air tanah. Keuntungan yang didapatkan dari sanitary landfill ini adalah dapat meminimisasi dampak negatif yang ditimbulkan sampah serta dapat memanfaatkan gas metan yang dihasilkan dari proses penguraian sampah. Adapun teknologi land treatment ialah dengan cara menebar limbah (termasuk limbah bahan beracun berbahaya) ke permukaan tanah, dengan maksud supaya mengalami proses dekomposisi oleh mikroorganisme tanah.

Dikutip dari salah satu portal berita, Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) di Semarang menciptakan teknologi pengolahan limbah cair berbasis biologi yang diberi nama Pollution Prevention based on Anaerobic-Aerobic-Wetland Integrated Technology 2020 (Planet-2020).
Inti teknologi dari PLANET-2020 adalah penggunaan mikroorganisme (bakteri) untuk menguraikan air limbah. Sehingga limbah yang sudah diuraikan oleh bakteri akan mengalami penurunan kadar pencemar sehingga memenuhi baku mutu lingkungan dan aman dikembalikan ke lingkungan.


Kesimpulan
Kimia hijau memiliki tujuan untuk meminimalkan limbah dan penggunaan bahan berbahaya. Oleh karena itu manusia memiliki peran tidak hanya dalam penerapan aplikasi kimia hijau, namun juga memiliki peran meminimalisir penggunaan produk yang menjadi limbah ataupun bahan berbahaya. Hal tersebut berdampak baik pada lingkungan karena bisa mengurangi polusi ataupun pencemaran yang berdampak buruk pada makhluk hidup.


Daftar Pustaka
Hidayat, Atep Afia. 2022. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Kimia Hijau (Modul  11). Universitas Mercu Buana, Jakarta.

Putri, Adhina Choiri. 2019. Pengaplikasian Prinsip-Prinsip Green Chemistry dalam Pelaksanaan Pembelajaran Kimia sebagai Pendekatan untuk Pencegahan Pencemaran Akibat Bahan-Bahan Kimia dalam Kegiatan Praktikum di Laboratorium. Universitas Negri Semarang, Jawa Tengah.

Mustafa, Dina. 2016. Kimia Hijau dan Pembangunan Kesehatan yang Berkelanjutan di Perkotaan. Universitas Terbuka.

Sidjabat, Oberlin. 2008. Pengembangan Teknologi Bersih dan Kimia Hijau dalam Meminimalisir Limbah Industri. Lembaran publikasi minyak dan gas bumi 42 (1), 45-50, 2008.

Senin, 07 November 2022

Peranan Tanaman dalam Mengatasi Pencemaran Udara

 Oleh : Putri Arini Cahya Utami (@X07-Putri)

Abstrak

Pencemaran udara menjadi masalah yang dihadapi seluruh makhluk hidup saat ini. Karena masalah ini udara yang benar-benar bersih sangat sulit didapatkan terutama di kota-kota besar tempat banyaknya aktivitas industri dan padatnya kendaraan. Oleh karena itu pencemaran udara menjadi suatu masalah serius karena tidak hanya memiliki dampak bagi manusia, namun juga lingkungan hidup. Dalam hal ini kehadiran tanaman dan pepohonan memainkan peran penting sebagai pemasok oksigen serta mengatasi masalah polusi yang ada di kota- kota besar. Dan dengan pertambahan penduduk yang semakin meningkat, tanaman bisa menjadi solusi penting dalam meminimalisir pencemaran udara yang terjadi dan juga memperbaiki kualitas udara bagi manusia dan lingkungan.

Kata Kunci : pencemaran, udara, hidup, masalah, lingkungan, tanaman.


Abstract

Air pollution is a problem faced by all living things today. Because of this problem, really clean air is very difficult to obtain, especially in big cities where there is a lot of industrial activity and dense vehicles. Therefore, air pollution becomes a serious problem because it not only has an impact on humans, but also the environment. In this case the presence of plants and trees plays an important role as a supplier of oxygen and overcomes the pollution problem that exists in big cities. And with increasing population growth, plants can be an important solution in minimizing air pollution that occurs and also improving air quality for humans and the environment.

Keywords: pollution, air, life, problems, environment, plants.


Pendahuluan

Perkembangan teknologi yang semakin maju memiliki dampak buruk bagi lingkungan, salah satunya pencemaran udara yang diakibatkan oleh industri dan transportasi. Pencemaran udara adalah proses rusaknya kualitas udara yang tercemar oleh zat-zat dan polutan yang mengubah susunan udara sehingga dapat membahayakan manusia, hewan dan tumbuhan. 

Pencemaran udara disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah kendaraan bermotor. Kementrian Lingkungan Hidup menyebutkan, polusi udara dari kendaraan bermotor bensin telah menyumbang 70 persen karbon monoksida (CO), 100 persen plumbum (Pb), 60 persen hidrokarbon (HC), dan 60 persen oksida nitrogen (NOx). Bahkan di beberapa daerah yang lalu lintasnya cukup padat, menunjukkan bahan pencemar seperti Pb, Ozon (O), dan CO telah melampaui batas yang ditetapkan dalam PP nomor 41 Tahun 1999 tentang pengendalian pencemaran udara. 

Untuk mengurangi tingginya pencemaran udara, perlu adanya upaya yang dilakukan tidak hanya oleh pemerintah, namun juga perlunya peran masyarakat dalam memperbaiki kualitas udara. salah satu cara yang bisa diterapkan adalah membuat lingkungan hidup yang hijau, karena tumbuhan adalah penghasil oksigen untuk makhluk hidup.


Rumusan Masalah

  1. Apa saja penyebab pencemaran udara ?
  2. Apa saja dampak pencemaran udara bagi tanaman dan lingkungan hidup?
  3. Jelaskan peranan tanaman dalam mengatasi pencemaran udara?
  4. Bagaimana cara mengatasi pencemaran udara?
Tujuan
  1. Mengetahui penyebab dan dampak pencemaran udara.
  2. Memahami peran tanaman dalam mengatasi pencemaran udara.
  3. Mengetahui cara mengatasi pencemaran udara.

Pembahasan














1. Penyebab Pencemaran Udara

Penyebab pencemaran udara paling besar berasal dari transportasi yang utama berasal dari kendaraan bermotor yang menggunakan kendaraan dengan bahan bakar yang mengandung pencemar. Berdasarkan buku Aspek Kesehatan Pencemaran Udara halaman 18, dijelaskan bahwa penyebab pencemaran udara dibagi menjadi dua faktor, sebagai berikut.
a). Faktor Manusia
Faktor pertama yang menjadi penyebab pencemaran udara adalah faktor manusia yang merupakan faktor dominan yang menghasilkan udara tercemar melalui berbagai kegiatannya, seperti asap kendaraan bermotor maupun asap pabrik industri bahkan kegiatan rumah tangga juga dapat menghasilkan pencemaran udara.
Berikut ini contoh kegiatan manusia yang menyebabkan pencemaran udara.
  • Proses pemanasan yang dihasilkan dari adanya pengolahan bahan makanan seperti daging maupun ikan yang dapat menghasilkan asap, debu, dan juga bau yang jika dilakukan terus menerus dapat mencemari lingkungan.
  • Proses pembangunan ataupun infrastruktur dimana dapat menghasilkan asap dan juga debu di suatu kawasan. 
  • Proses kimia seperti halnya dapat kita lihat pada proses fertilisasi atau pembuahan yang merupakan proses peleburan dua gamet. 
  • Asap transportasi sebagai salah satu penyebab terbesar dari polusi udara. Hal ini paling sering kita temui, dimana banyak pengendara motor yang menghasilkan asap setiap harinya yang membuat terciptanya polusi udara.
  • Penggunaan bahan radioaktif dimana digunakan sebagai salah satu bahan untuk percobaan bom nuklir. 
  • Berbagai aktivitas pertambangan dan juga penggalian yang dilakukan dapat menghasilkan debu serta emisi yang menimbulkan polusi udara.
  • Aktivitas pembakaran. Berbagai aktivitas pembakaran, seperti pembakaran sampah, terjadinya kebakaran pada hutan, maupun peleburan baja yang berhubungan dengan penggunaan api dapat menghasilkan asap, gas, serta uap yang dapat menimbulkan terjadinya polusi udara
b). Faktor Alam
Faktor alam merupakan suatu kegiatan yang terjadi secara alamiah yaitu tanpa adanya campur tangan manusia maupun kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan yang dilakukan manusia. Contoh faktor alam adalah meletusnya gunung berapi. Meletusnya gunung berapi menghasilkan berbagai partikel abu vulkanik dan juga gas yang sifatnya mencemari lingkungan dan mengakibatkan pencemaran udara.

2. Dampak Pencemaran Udara
    a) Pengaruh terhadap Kesehatan Tumbuhan 
Tumbuhan sangat peka terhadap pengaruh perubahan dan gangguan yang disebabkan oleh pencemaran udara dan perubahan lingkungan. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor yang mempengaruhi seperti jenis tanaman, umur dan keseimbangan nutrisi. Contoh kerusakan yang terjadi pada malnutrisi dan gangguan daya tarik biologis meliputi penurunan kadar enzim, gangguan respons fisiologis, dan perubahan  sistem fotosintesis. 
     b) Efek Kesehatan Fauna 
Efek buruk polutan udara terhadap fauna (hewan) tidak berbeda nyata dengan efek lain pada manusia, tumbuhan, dan lain lain. Efek pada hewan dapat  langsung dan tidak  langsung melalui interaksi melalui sistem pernapasan, seperti pada manusia. Efek tidak langsung terjadi baik melalui air yang digunakan sebagai pakan tanaman atau hewan. 
     c) Pengaruh terhadap bahan 
Pengaruh pencemaran udara terhadap bangunan, bahan seperti logam, batu, kulit, dll adalah pengaruh pencemaran udara terhadap lingkungan alam sekitar, pembentukan karat pada permukaan logam, pengelupasan dan delaminasi bahan dari permukaan, kehilangan, dan perubahan kapasitas listrik logam adalah contoh efek polusi udara yang sangat penting. 
    d) Pengaruh hujan asam 
Dampak lingkungan dari hujan asam  sangat penting dan memerlukan perhatian serius. Karena hujan asam memiliki efek negatif berikut pada lingkungan. Seperti kerusakan pada bangunan dan benda logam, dan  pengasaman danau dan sungai.















3. Peranan Tanaman dalam Mengatasi Pencemaran Udara
Pencemaran udara menjadi salah satu masalah dari banyaknya masalah lingkungan hidup yang ada saat ini. Upaya harus dilakukan untuk menciptakan lingkungan hidup yang baik untuk saat ini dan untuk generasi yang akan datang. Dalam hal ini upaya yang bisa dilakukan setiap manusia adalah menanam tumbuhan, baik itu tanaman hias ataupun pohon.

Pohon sering disebut sebagai paru-paru kota. Mengutip dari lingkunganhidup.co, sebuah penelitian dari Davey Institute dan Departemen Kehutanan Amerika Serikat menemukan, pohon di perkotaan mampu menyelamatkan satu kehidupan setiap tahunnya. Pohon akan membersihkan udara dari polutan-polutan dan menghasilkan oksigen yang nantinya akan kita hirup saat bernapas.

Tanaman menyerap karbon dioksida di udara, dalam hal ini penanaman tumbuhan seperti pohon, tanaman hias, maupun tumbuhan lainnya bisa menjadi solusi. Karena tumbuhan menyerap karbon dioksida dari udara. Akibatnya, penanaman tumbuhan dapat mengurangi efek rumah kaca. Pohon adalah filter air alami. Air bersih yang kita gunakan juga merupakan salah satu manfaat pohon. Selain menyaring air, pohon dapat menyimpan air tanah, dan sebagian besar air bersih yang digunakan saat ini berasal dari tumbuhan yang ada di pegunungan.


Kesimpulan
Pencemaran udara dapat berbahaya jika dibiarkan begitu saja. Hal ini merupakan tugas manusia untuk meminimalisir penggunaan kendaraan, alat, ataupun kegiatan yang mengakibatkan pencemaran udara. Dan juga salah satunya adalah menanam tanaman seperti pohon, tanaman hias, ataupun sayuran. Dengan begitu tanaman tersebut akan melakukan tugasnya untuk membantu manusia menjaga kualitas udara di bumi.


Daftar Pustaka
Hidayat, Atep Afia. 2022. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Pencemaran Udara dan Pencemaran Air (Modul  10). Universitas Mercu Buana, Jakarta.

Tri M, Nana Kariada. 2013. Peranan Tanaman terhadap Pencemaran Udara di Jalan Protokol Kota Semarang. Universitas Negeri Semarang.

Raharjo Mursyid. 2009. Dampak pencemaran udara pada lingkungan dan kesehatan manusia. Universitas Diponegoro.



 



Senin, 24 Oktober 2022

Industri Pangan yang Semakin Berkembang

 Oleh : Putri Arini Cahya Utami (@X07-Putri)


Abstrak
Makanan adalah kebutuhan pokok yang dibutuhkan setiap manusia, artinya industri pangan berperan penting dalam mencukupi kebutuhan manusia. Industri pangan mencakup semua aspek produksi dan penjualan makanan. Industri ini mencakup bidang-bidang seperti pengolahan makanan, pengemasan dan pelabelan, penyimpanan, distribusi, kerangka peraturan, pembiayaan, pemasaran, ritel, katering, penelitian dan pengembangan. Industri pangan yang sampai saat ini masih memenuhi kebutuhan manusia tanpa henti, di era industri 4.0 industri pangan terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan produksinya. 
Kata Kunci : industri, pangan, manusia, makanan, berkembang.

Senin, 17 Oktober 2022

Industri Kimia Dasar

Oleh : Putri Arini Cahya Utami (@X07-Putri)



Abstrak

Filosofi yang mendasari adanya studi kimia industri yaitu kimia adalah indeks perkembangan industri. Produk-produk yang digunakan dalam berbagai bentuk dalam setiap industri sebelum akhirnya muncul sebagai bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Industri kimia menciptakan berbagai macam produk yang mempengaruhi hampir setiap aspek kehidupan kita dan menggunakan berbagai bahan mentah, dari udara dan mineral hingga minyak. Dengan meningkatnya persaingan di seluruh dunia, inovasi tetap penting dalam menemukan cara baru bagi industri ini untuk memuaskan konsumennya yang semakin canggih, menuntut, dan sadar lingkungan. Dalam Industri kimia dasar, Bahan kimia dasar yang diproduksi dalam jumlah besar sebagian besar dijual dalam industri kimia dan industri lain sebelum menjadi produk untuk konsumen umum.

Kata Kunci : kimia, industri, lingkungan, bahan, dasar, konsumen.


Abstract

The philosophy that underlies the study of industrial chemistry is that chemistry is an index of industrial development. Products used in various forms in every industry before finally appearing as a part of our daily life. The chemical industry creates a wide variety of products that affect almost every aspect of our lives and uses a wide range of raw materials, from air and minerals to oil. With increasing competition worldwide, innovation remains critical in finding new ways for the industry to satisfy its increasingly sophisticated, demanding and environmentally conscious consumers. In the basic chemical industry, basic chemicals that are produced in large quantities are mostly sold in the chemical industry and other industries before becoming products for the general consumer.

Keywords: chemical, industry, environment, material, basic, consumer.


Pendahuluan

Industri kimia merujuk pada suatu industri yang terlibat dalam produksi zat kimia. Industri ini mencakup petrokimia, agrokimia, farmasi, polimer, cat dan oleokimia. Industri ini menggunakan proses kimia termasuk reaksi kimia yang membentuk zat baru, pemisahan berdasaekan sifat seperti kelarutan, titik didih, kesetimbangan, pengaruh panas, serta metode lain. Industri kimia berhubungan dengan pemrosesan bahan mentah yang diperoleh melalui pertambangan, pertanian dan sumber-sumber lain. Menjadi material, zat kimia, serta senyawa kimia yang dapat berupa produk antara yang akan digunakan di industri lain atau produk akhir yang siap dikonsumsi masyarakat.

Pengelompokan industri kimia meliputi banyak versi, The Essential Chemical industry dan The University of York, dalam situs web ECl (2013) menjeiaskan, bahwa produk industri kimia meliputi empat kelompok, yaitu: Kimia Dasar, Kimia Khusus, Kimia Konsumen, dan Kimia yang Berkaitan dengan Ilmu Kehidupan (Biologi).


 Rumusan Masalah

  1. Apa yang dimaksud dengan industri kimia dasar?
  2. Apa yang dimaksud industri kimia dasar berdasarkan bahan petrokimia?
  3. Apa yang dimaksud industri kimia dasar berdasarkan bahan polimer?
  4. Apa yang dimaksud industri kimia dasar berdasarkan bahan anorganik?

Tujuan
  1. Untuk memahami industri kimia dasar.
  2. Untuk memahami sub-kelompok industri kimia dasar berdasarkan bahan petrokimia, bahan polimer, dan bahan anorganik.

Pembahasan
Kimia Industri (Proses Industri Kimia) merupakan proses yg terjadi dalam industri kimia, perhitungan yang menyertai proses-proses berhubungan dengan banyaknya zat yang terlibat (stoikiometri), maupun dengan jumlah panas yang dibebaskan maupun diperlukan dalam suatu proses tertentu.

Industri kimia dasar. yaitu industri proses kimia yang menghasilkan produk zat kimia dasar, seperti Asam Sulfat (H2S04) dan Ammonia (NH3). Secara umum industri kimia dasar adalah adalah industri yang menghasilkan bahan baku dasar pembuatan produk-produk kimia dalam kehidupan sehari-hari. 
Berdasarkan bahannya industri kimia dasar di-subkelompokkan menjadi:

1. Bahan Petrokimia

Industri petrokimia adalah industri yang menghasilkan produk-produk industri kimia organik yang merupakan bahan baku industri polymer, dengan bahan baku dasar bersumber dari hasil pengolahan 
minyak dan gas bumi (gas alam), produk pencairan batubara, bahkan sekarang sedang dikembangkan oleokimia berbasis biomassa. 

Basis bahan baku dari industri petrokimia adalah kandungan senyawa hidrokarbon yang didapat dari hasil pengolahan minyak dan gas bumi, maupun pencairan batu bara, dengan kandungan utama unsur kimia atom C dan H beserta turunannya, termasuk senyawa hidrokarbon dengan ikatan gugus fungsional senyawa tersebut.

Berbagai produk bahan yang dihasilkan dari produk petrokimia dewasa ini banyak ditemukan. Petrokimia adalah bahan-bahan atau produk yang dihasilkan dari minyak dan gas bumi. Bahan-bahan petrokimia tersebut dapat digolongkan ke dalam plastik, serat sintetis, karet sintetis, pestisida, detergen, pelarut, pupuk, berbagai jenis obat maupun vitamin.

Terdapat tiga bahan dasar yang digunakan dalam industri petrokimia, yaitu olefin, aromatika, dan gas sintetis (syn-gas). Untuk memperoleh produk petrokimia dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu: 
  • Mengubah minyak dan gas bumi menjadi bahan dasar petrokimia. 
  • Mengubah bahan dasar menjadi produk antara. 
  • Mengubah produk antara menjadi produk akhir  

2. Bahan Polimer
Polimer adalah molekul panjang yang mengandung rantai atom yang dihubungkan oleh ikatan kovalen yang terbentuk selama polimerisasi. Polimer umumnya dikenal sebagai bahan non-konduktor atau isolator.

Kemajuan dalam penelitian polimer telah menyebabkan penemuan berbagai macam polimer konduktor dan semikonduktor. Salah satu cara untuk membuat polimer menjadi konduktor adalah dengan menambahkan karbon aktif sebagai bahan doping, sehingga terbentuk komposit polimer karbon.

Komposit polimer karbon yang dihasilkan memiliki hambatan listrik yang bervariasi ketika terkena gas karena dapat berikatan dengan molekul gas yang dirasakan memengaruhi sifat konduksinya. Karena sifat-sifat tersebut, komposit polimer dapat digunakan sebagai bahan pengindraan gas.

Jenis-jenis polimer berdasarkan asal
  • Polimer Alam (Polimer alam adalah polimer yang ditemukan di alam dan berasal dari organisme hidup. Sifat-sifat polimer alam kurang menguntungkan. Misalnya, karet alam terkadang cepat rusak, tidak elastis, dan beriak.) 
  • Polimer Sintetis (Polimer sintetis atau polimer buatan adalah polimer yang tidak ada di alam dan harus dibuat oleh manusia. Sampai saat ini, para ahli kimia polimer telah melakukan penelitian terhadap struktur molekul alami untuk mengembangkan polimer sintetis. Contoh polimer sintetik adalah selulosa asetat.)
Jenis-jenis pilimer berdasarkan sifat terhadap panas
  • Termoplastik (Termoplastik adalah polimer yang lunak jika dipanaskan dan dapat berubah bentuk. Contoh polimer jenis ini adalah plastik seperti polietilena PE, plastik poliproilena PP, plastik polietilen tereftalat, dan plastik polivinil chloride PVC.) 
  • Termosetting (Termosetting adalah jenis polimer yang tetap keras dan tidak lunak jika terkena panas. Polimer ini hanya dapat dipanaskan satu kali, yaitu pada saat pembuatannya. Jadi jika setelah putus tidak bisa di sambung kembali. Contoh dari polimer ini adalah bakelit.)
Jenis-jenis polimer berdasarkan pembentukan
  • Bahan Dasar AnorganikPolimer Adisi (Reaksi adisi adalah reaksi di mana ikatan rangkap diurai menjadi ikatan tunggal dan atom ditambahkan ke senyawa yang terbentuk. Hampir semua plastik dibuat dengan polimerisasi adisi, sehingga polimer adisi ini biasanya sama dengan plastik. Misalnya polietena, polipropena, polivinil klorida, teflon, dan poliisoprena.)
  • Polimer Kondensasi (Polimer kondensasi adalah gabungan dari gugus fungsi antara dua monomer. Misalnya, polipeptida atau senyawa protein dan polisakarida adalah senyawa bio molekuler yang dibentuk oleh polimerisasi kondensasi.) 

3. Bahan Dasar Anorganik
Industri kimia dasar dengan bahan dasar senyawa anorganik digunakan untuk manufaktur dan pertanian, diproduksi dalam jumlah yang sangat besar (dapat mencapai jutaan ton per tahun) (ECI, 2013). Sebagai contoh bahan dasar klorin, natrium hidroksida, sulfat dan asam nitrat, serta dan bahan kimia lainnya untuk pupuk.


Kesimpulan
Kimia industri akan senantisa meningkatkan kenyamanan, pengetahuan, dan kesejahteraan. Sehingga nampak tidaklah salah jika terdapat penelitian dan pengembangan dalam industri kimia menjadi bagian penting untuk mengamankan dan mengembangkan standar sosial kehidupan masyarakat dalam keseharian. Pembahasan tentang industri kimia dasar yang hasil produksinya dapat kita gunakan, adalah salah satu contoh industri kimia yang memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari.


Daftar Pustaka
Hidayat, Atep Afia. 2022. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Termodinamika dalam Ilmu Kimia (Modul 7). Universitas Mercu Buana, Jakarta.

Sulaiman, Fatah. 2016. Mengenal Industri Petrokimia. Jakarta.

Mahfud, Mahfud & Zakir Sabara. 2018. Industri Kimia Indonesia. Sleman.

Empowering Pumps & Equipment Staff. 2018. Basic Chemicals, Petrochemicals & Polymers, and Inorganics. Diakses 17 Oktober 2022. https://empoweringpumps.com/triangle-fluid-controls-chemical-industry/

Ilmu Kimia. 2022. Pengertian, Jenis, Rumus, Tujuan, dan Contohnya. Diakses 17 Oktober 2022. https://www.pakarkimia.com/kimia-industri/ 

Ricky. Polimer: Contoh, Jenis, dan Kegunaan. Diakses 17 Oktober 2022. https://www.gramedia.com/literasi/polimer/ 


Minggu, 02 Oktober 2022

SENYAWA IONIK PADA IKATAN KIMIA

Oleh : Putri Arini Cahya Utami (@X07-Putri)


Abstrak

Ikatan Kimia, salah satu interaksi yang menjelaskan asosiasi atom menjadi molekul, ion, kristal, dan spesies stabil lainnya yang membentuk zat yang dikenal di dunia sehari-hari. Senyawa yang tebentuk dalam ikatan ionik disebut “Senyawa Ionik”. Dengan kata lain, senyawa ionik yang disatukan oleh ikatan ion diklasifikasikan sebagai senyawa ionik. Ion biasanya tersusun dalam struktur kristal reguler, dengan bentuk bangun yang meminimalkan energi kisi (memaksimalkan daya tarik dan meminimalkan tolakan). Dalam kimia, senyawa ionik sering digunakan sebagai prekursor (senyawa yang berpartisipasi dalam reaksi kimia yang menghasilkan senyawa lain) untuk sintesis zat padat suhu tinggi.

Kata Kunci : Ikatan, Kimia, Ion, Senyawa, Ionik, Reaksi, Zat, Suhu.


Abstract

Chemical Bonding, any of the interactions that explain the association of atoms into molecules, ions, crystals, and other stable species that make up substances known in the everyday world. Compounds that form in ionic bonds are called "ionic compounds". In other words, ionic compounds held together by ionic bonds are classified as ionic compounds. Ions are usually arranged in a regular crystalline structure, with a shape that minimizes lattice energy (maximizing attraction and minimizing repulsion). In chemistry, ionic compounds are often used as precursors (compounds that participate in chemical reactions that produce other compounds) for the synthesis of high-temperature solids.

Keywords : Bonds, Chemistry, Ions, Compounds, Ionic, Reactions, Substances, Temperature.


Pendahuluan

Senyawa ionik adalah senyawa kimia yang terbentuk oleh muatan listrik yang dimiliki oleh masing-masing ion atom penyusunnya.

Biasanya, senyawa ionik terdiri dari unsur logam bermuatan positif dan non logam bermuatan negatif dan membentuk struktur kristal. Senyawa ion mudah larut dalam air dan terdisosiasi menghasilkan ion-ion, sehingga larutannya bisa memiliki daya hantar listrik yang tinggi dalam keadaan terlarut dalam pelarut polar, dan rendah dalam keadaan padat.


Rumusan Masalah

  1. Bagaimana sejarah penemuan senyawa ionik?
  2. Bagaimana proses pembentukan senyawa ionik?
  3. Apa saja sifat-sifat senyawa ionik?
  4. Jelaskan kegunaan senyawa ionik.

Tujuan

  1. Memahami sejarah penemuan senyawa ionik
  2. Mengetahui proses pembentukan senyawa ionik
  3. Mengetahui sifat-sifat senyawa ionik
  4. Menjelaskan kegunaan senyawa ionik

Pembahasan

A. Pengertian Senyawa Ionik






Dalam kimia, senyawa ionik adalah senyawa kimia yang tersusun dari ion-ion yang disatukan oleh gaya elektrostatik yang disebut ikatan ionik. Senyawa ini netral secara keseluruhan, tetapi terdiri dari ion bermuatan positif yang disebut kation dan ion bermuatan negatif yang disebut anion. Masing-masing ion bisa berupa ion sederhana seperti natrium (Na+) dan klorida (Cl−) dalam natrium klorida, atau spesies poliatomik seperti ion amonium (NH_4^+) dan karbonat (CO_3^(2-)) dalam amonium karbonat. Masing-masing ion dalam senyawa ionik biasanya memiliki beberapa tetangga terdekat; dengan kata lain bukan tersusun dalam molekul, tetapi tersusun dalam sebuah jaringan tiga dimensi kontinu; ini biasanya dalam struktur kristal.


B. Sejarah Penemuan Senyawa Ionik

Kata ion berasal dari istilah Yunani ἰόν (ion) (bahasa Indonesia: "sedang pergi"), bentuk neuter kata kerja partisipel kala kini (setara dengan makna "sedang mengerjakan") dari kata ἰέναι (ienai) "pergi". Istilah ini diperkenalkan oleh fisikawan dan kimiawan Michael Faraday pada tahun 1834 untuk spesies yang tidak dikenal yang berpindah dari satu elektrode ke elektrode lainnya melalui media berair.

Pada tahun 1913, struktur kristal natrium klorida ditemukan oleh William Henry Bragg dan William Lawrence Bragg. Penemuan ini mengungkapkan bahwa terdapat enam tetangga terdekat yang sama untuk masing-masing atom. Hal ini menunjukkan bahwa unsur-unsur tersebut tidak tersusun sebagai molekul atau agregat terbatas, melainkan sebagai jaringan kristal dengan tatanan jarak jauh. Banyak senyawa anorganik lainnya juga dijumpai memiliki ciri struktural yang serupa. Senyawa ini segera digambarkan tersusun dari ion-ion, dan bukan dari atom-atom netral, tetapi hipotesis ini tidak dapat dibuktikan sampai pertengahan 1920-an, yaitu saat dilakukan percobaan refleksi sinar-X (yang mendeteksi kerapatan elektron).

Ilmuwan utama yang berperan mengembangkan pengetahuan teoretis tentang struktur kristal ion adalah Max Born, Fritz Haber, Alfred Landé, Erwin Madelung, Paul Peter Ewald, dan Kazimierz Fajans. Born memprediksi energi kristal berdasarkan asumsi bahwa konstituennya adalah ion; hasil prediksi ini cukup cocok dengan pengukuran-pengukuran termokimia, sehingga mendukung asumsi tersebut.


C. Proses Pembentukan Senyawa Ionik

Senyawa ionik dapat dibuat dari ion konstituennya dengan penguapan, presipitasi, atau pembekuan. Logam reaktif seperti logam alkali dapat bereaksi langsung dengan gas halogen yang sangat elektronegatif membentuk produk ionik. Senyawa-senyawa ini juga dapat disintesis sebagai hasil reaksi antar padatan dalam suhu tinggi.

Agar mencapai keadaan stabil, atom melakukan pelepasan dan penarikan elektron untuk membentuk ikatan ion. Kestabilan ini ada hubungannya dengan konfigurasi elektron.

Ikatan ionik terbentuk dari tarikan antara muatan ion yang berlawanan. Adapun ikatan kovalen terbentuk karena tarikan dua atau lebih unsur non logam oleh elektron.

Berdasarkan penjelasan itu, senyawa ion dibentuk dari ikatan ion pada 2 unsur atau lebih yang bermuatan positif dan negatif. Senyawa tersebut dihasilkan oleh reaksi logam dengan nonlogam.

Umumnya unsur logam melepaskan elektron dan membentuk kation. Sebaliknya, unsur nonlogam akan menerima elektron sehingga membentuk anion.

Proses penstabilan atom dapat diketahui dari jumlah elektron terluar. Atom yang mempunyai elektron lebih dari 5 akan menerima elektron. Sebaliknya, atom dengan elektron kurang dari 4 cenderung melepaskan elektron.

Transfer elektron ini dapat mengubah susunan atom. Misalnya, saat atom menerima elektron, maka akan menjadi atom bermuatan negatif atau anion seperti Cl- dan OH-. Apabila atom melepaskan elektron, atom akan bermuatan positif atau kation, seperti Na+ dan Ca+.

Seperti yang sudah dijelaskan, proses pembentukan ikatan senyawa ion membutuhkan pelepasan dan penarikan elektron dari unsur logam dan nonlogam.

Sebagai contoh, merujuk buku Kimia 1 (2009), adalah proses pembentukan senyawa natrium klorida (NaCl) yang tersusun dari atom natrium (Na) dan klorin (Cl).

Agar mencapai konfigurasi elektron stabil, atom natrium melepaskan elektron untuk membentuk kation Na+. Lalu, Cl akan menerima satu elektron dari Na membentuk anion Cl-. Na ditambah Cl menjadi Na+Cl-.


D. Sifat-sifat Senyawa Ionik







Berikut adalah sifat-sifat senyawa ionik.

  1. Berbentuk kristal yang keras namun juga rapuh.
  2. Dapat menghantarkan listrik.
  3. Memiliki titik didih dan titik lebur tinggi.
  4. Mudah larut dalam air.
  5. Mengandung ion-ion yang diklasifikasikan sebagai asam dan basa.
  6. Kompresibilitas (ketermampatan) senyawa ion sangat ditentukan oleh strukturnya, dan khususnya bilangan koordinasinya.
  7. Warna senyawa ionik sering kali berbeda dengan warna larutan berair yang mengandung ion-ion yang sama atau dengan bentuk hidrat dari senyawa yang sama.

D. Kegunaan Senyawa Ionik

Senyawa-senyawa ionik telah lama memiliki beragam kegunaan dan aplikasi. Banyak mineral adalah senyawa ionik. Manusia telah mengolah garam dapur (natrium klorida, sebuah senyawa ionik) selama lebih dari 8000 tahun, awalnya sebagai bumbu makanan dan pengawet, dan sekarang juga digunakan di pabrik-pabrik, di bidang pertanian, pengkondisian air, untuk mencairkan es di jalan saat musim dingin, dan banyak kegunaan lainnya. Banyak senyawa ionik begitu umum digunakan oleh masyarakat sehingga dikenal dengan nama-nama umum yang tidak terkait dengan identitas kimia mereka. Contohnya termasuk boraks, kalomel, susu magnesia, asam muriatat, minyak vitriol, sendawa, dan kapur mati.

Identitas kimia dari ion yang ditambahkan juga penting dalam banyak kegunaan. Misalnya, senyawa yang mengandung fluorida dilarutkan untuk memasok ion fluorida pada fluoridasi air.

Senyawa ion padat telah lama digunakan sebagai pigmen cat, dan tahan terhadap pelarut organik, tetapi peka terhadap keasaman atau kebasaan. Sejak 1801 para piroteknisi telah menggambarkan dan banyak menggunakan senyawa ionik yang mengandung logam sebagai sumber warna dalam kembang api. Di bawah panas yang hebat, elektron dalam ion logam atau molekul kecil dapat tereksitasi. Elektron ini kemudian kembali ke keadaan berenergi lebih rendah, sehingga melepaskan cahaya dengan spektrum warna yang merupakan ciri khas spesies yang dikandungnya.

Dalam kimia, senyawa ionik sering digunakan sebagai prekursor untuk sintesis zat padat suhu tinggi.

Di antara logam-logam yang paling melimpah di kerak bumi, banyak yang ditemukan dalam bijih yang merupakan senyawa ionik. Untuk mendapatkan unsurnya, bijih ini diproses dengan peleburan atau elektrolisis, yang melibatkan reaksi redoks (sering kali dengan reduktor seperti karbon) sehingga ion logam mendapatkan elektron menjadi atom netral.



Daftar Isi

Hidayat, Atep Afia. 2022. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Termodinamika dalam Ilmu Kimia (Modul 5). Universitas Mercu Buana, Jakarta.

Kimia Unair. 2020. Ikatan Kimia (Video Youtube). Universitas Airlangga, Surabaya.

Para Kontributor wikipedia. “Senyawa Ionik”. Wikipedia. Ensiklopedia Bebas. Diakses 2 Oktober 2022. Dalam https://id.m.wikipedia.org/wiki/Senyawa_ionik#:~:text=Dalam%20kimia%2C%20senyawa%20ionik%20adalah,bermuatan%20negatif%20yang%20disebut%20anion

Atkins, Peter W. 2022. Chemical Bonding (Web Britannica). Diakses 2 Oktober 2022. Dalam https://www.britannica.com/science/chemical-bonding

Nabilah, Khansa. 2022. Proses Pembentukan Ion dan Senyawa Ion Beserta Contohnya. Diakses 2 Oktober 2022. Dalam https://tirto.id/proses-pembentukan-ion-dan-senyawa-ion-beserta-contohnya-gonY


Senin, 12 September 2022

MEMAHAMI PENGUKURAN KALOR REAKSI DALAM TERMOKIMIA

Oleh : Putri Arini Cahya Utami (@X07-Putri)


Abstrak

     Kalor didefinisikan sebagai energi panas yang dimiliki oleh suatu zat. Secara umum untuk mendeteksi adanya kalor yang dimiliki oleh suatu benda yaitu dengan mengukur suhu benda tersebut. Besar kecilnya kalor yang dibutuhkan suatu benda (zat) bergantung pada 3 faktor yaitu : massa zat, jenis zat (kalor jenis), dan perubahan suhu. Termokimia adalah cabangilmu kimia yang mempelajari kalor dalam suatu reaksi kimia kalor adalah berbentuk energi yang menyebabkan suatu zat memiliki suhu kalor pada suatu reaksi kimia dalam sistem terbagi atas dua, yaitu kalor yang dapat dilepaskan(eksoterm) dan kalor reaksi yang dapat diserap (endoterm).

Kata Kunci : kalor, zat, suhu, termokimia, reaksi, eksoterm, endoterm

Abstract

      Heat is defined as the heat energy possessed by a substance. In general, to detect the presence of heat possessed by an object is to measure the temperature of the object. The amount of heat needed by an object (substance) depends on 3 factors, namely: the mass of the substance, the type of substance (specific heat), and changes in temperature. Thermochemistry is a branch of chemistry that studies heat in a chemical reaction, heat is in the form of energy that causes a substance to have a heat temperature in a chemical reaction in a system that is divided into two, namely heat that can be released (exothermic) and heat of reaction that can be absorbed (endothermic).

Keywords: heat, substance, temperature, thermochemistry, reaction, exothermic, endothermic


Pendahuluan

     Termodinamika merupakan salah satu alat konseptual yang berguna dalam memahami sains titik paradigma utama termodinamika adalah kesemestaan hukum-hukumnya sehingga banyak kesimpulan fisik dapat di edukasi dari beberapa hukum termodinamika. Serta, studi perubahan kalor yang menyertai reaksi kimia dinamakan termokimia.

     Pengukuran jumlah kalor reaksi yang diserap atau dilepaskan pada suatu reaksi kimia dengan eksperimen disebut kalorimetri. Sedangkan alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor (nilai kalori) yang dibebaskan adalah kalorimeter. Prediksi dan pengukuran efek panas yang menyertai perubahan kimia penting untuk memahami dan menggunakan reaksi kimia. Jika bejana yang berisi sistem reaksi diisolasi sedemikian rupa sehingga tidak ada panas yang mengalir masuk atau keluar dari sistem (kondisi adiabatik), efek panas yang menyertai transformasi dapat dimanifestasikan oleh kenaikan atau penurunan suhu, seperti yang terjadi, dari zat-zat yang ada. Nilai panas reaksi yang akurat diperlukan untuk desain peralatan yang tepat untuk digunakan dalam proses kimia.Karena tidak praktis untuk membuat pengukuran panas untuk setiap reaksi yang terjadi dan karena untuk reaksi tertentu pengukuran seperti itu bahkan mungkin tidak layak , biasanya untuk memperkirakan panas reaksi dari kombinasi yang sesuai dari data termal standar yang dikompilasi.


Rumusan Masalah

  1. Apa itu pengukuran kalor reaksi?
  2. Bagaimana penjelasan tentang kapasitas kalor dan kalor jenis?
  3. Bagaimana pengertian dan prinsip kerja alat kalorimeter?
  4. Apa saja jenis-jenis kalorimeter?

Tujuan

  1. Memahami pengukuran kalor reaksi.
  2. Mengetahui lebih jelas tentang kapasitas kalor dan kalor jenis.
  3. Memahami pengertian dan prinsip kerja alat kalorimeter.
  4. Mengetahui jenis-jenis alat kalorimeter.

Pembahasan

  1. Pengukuran Kalor Reaksi

Pengukuran kalor suatu reaksi lebih disukai pada keadaan tekanan tetap daripada volume tetap, sebab banyak reaksi kimia membutuhkan pengadukan, juga pengamatan secara langsung terhadap sistem reaksi.

      2. Kapasitas Kalor dan Kalor Jenis

Kapasitas kalor adalah jumlah kalor yang diserap oleh benda bermassa tertentu untuk menaikkan suhu sebesar 1⁰C. Sedangkan kalor jenis adalah banyaknya kalor yang diserap atau diperlukan oleh 1 kg zat untuk menaikkan suhu sebesar 1⁰C, atau bisa juga diartikan sebagai kemampuan suatu benda untuk melepas atau menerima kalor. Masing-masing benda mempunyai kalor jenis yang berbeda-beda.

     Kapasitas kalor molar zat adalah jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu satu mol zat sebesar satu derajat (Celsius atau Kelvin). Oleh karena kalor bukan fungsi keadaan, maka jumlah kalor yang diperlukan untuk menghasilkan perubahan suhu bergantung pada jalannya proses, sehingga dikenal ada dua jenis kapasitas kalor, yaitu kapasitas kalor pada tekanan tetap (dilambangkan dengan Cp) dan kapasitas kalor pada volume tetap (dilambangkan dengan CV). Secara matematis kedua besaran itu diungkapkan sebagai berikut.

Rumus kapasitas kalor:

Harga Kapasitas kalor beberapa zat :

Kapasitas kalor molar dapat juga dinyatakan dalam satuan gram zat, dan namanya menjadi kalor jenis (specific heat). Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu satu gram zat sebesar satu derajat pada tekanan tetap. Kalor jenis dilambangkan dengan huruf 'c'.

     Kalor jenis (c) adalah kapasitas kalor per satuan massa zat (merupakan karakteristik dari bahan zat tersebut) dan dinyatakan dalam persamaan berikut

Rumus kalor jenis:

q = mc∆t

dengan:

Q = banyaknya kalor yang diperlukan (J)

m = massa suatu zat yang diberi kalor (kg)

c = kalor jenis zat (J/kgoC)

ΔT = kenaikan/perubahan suhu zat (oC)

Contoh Soal

Air sebanyak 3 kg bersuhu 10oC dipanaskan hingga bersuhu 35oC. Jika kalor jenis air 4.186 J/kgoC, tentukan kalor yang diserap air tersebut?

Penyelesaian:

Diketahui:

m = 3 kg

c = 4.186 J/kgoC

∆T = (35 – 10)oC = 25oC

Ditanyakan: Q = …?

Jawab:

q = mc∆T

q = 3 kg × 4.186 J/kgoC × 25oC

q = 313.950 J


      3. Alat Kalorimeter

Pengertian Kalorimeter

     Kalorimeter adalah alat untuk mengukur jumlah kalor yang terlibat pada suatu perubahan atau reaksi kimia. Proses dalam kalorimeter berlangsung secara adiabatik, yaitu tidak ada kalor yang keluar atau masuk dari kalorimeter. Kalorimetri adalah proses pengukuran jumlah kalor reaksi yang diserap atau dilepaskan pada suatu reaksi kimia dalam suatu eksperimen.

     Data-data perubahan entalpi reaksi yang terdapat pada tabel merupakan hasil perhitungan kalorimetri. Dengan menggunakan kalorimetri kita dapat menentukan apa jenis reaksi yang terjadi, apakah reaksi tersebut endoterm ataupun eksoterm. Kalorimetri yang sederhana ialah proses mengukur perubahan suhu air atau larutan sebagai akibat dari suatu reaksi kimia dalam suatu wadah terisolasi.


Prinsip Kerja Kalorimeter

     Prinsip kerja kalorimeter berdasarkan azas black yang berbunyi “kalor yang dilepas oleh benda panas sama dengan kalor yang diterima oleh benda dingin”. Jadi ketika dua buah benda didekatkan satu sama lainnya maka akan terjadi perpindahan kalor dari benda panas ke benda dingin hingga mencapai suatu kesetimbangan termal atau mencapai suhu setimbang.

     Dalam kasus kalorimeter, bagian benda yang panas adalah wadah penampung sampel yang akan memberikan panas, sedangkan bagian benda dingin adalah benda yang akan menerima panas tersebut, biasanya berupa air.

     Pada sistem tertutup kekekalan energi panas dapat dituliskan sebagai berikut:

Qlepas = Qterima

Dengan Q = m.c.ΔT

Besaran-besaran yang biasanya digunakan pada persamaan atas adalah:

Q = banyaknya kalor (J)

m = massa zat (kg)

c = kalor jenis zat (J/kgoC)

∆T = perubahan suhu (oC)

C = kapasitas kalor suatu zat (J/oC)


Jenis-Jenis Alat Kalorimeter

a. Kalorimeter Larutan

     Kalorimeter larutan adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor yang terlibat pada reaksi kimia dalam sistem larutan. Pada dasarnya, kalor yang dibebaskan/diserap menyebabkan perubahan suhu pada kalorimeter. Berdasarkan perubahan suhu per kuantitas pereaksi kemudian dihitung kalor reaksi dari reaksi sistem larutan tersebut. Kini kalorimeter larutan dengan ketelitian cukup tinggi dapat diperoleh di pasaran.

     Kalor yang timbul pada reaksi akan diterima ataupun diserap oleh sekeliling (lingkungan). Jadi terjadi perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan atau sebaliknya.

     Jadi tidak seluruhnya kalor yang terlibat dipindahkan dari larutan ke air atau penerima panas, akan tetapi juga akan dipindahkan ke tempat kalorimeter tersebut.

b. Kalorimeter Bom

     Kalorimeter bom adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor (nilai kalori) yang dibebaskan pada pembakaran sempurna (dalam O2 berlebih) suatu senyawa, bahan makanan, bahan bakar. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam kalorimeter bom adalah kalorimeter bom adalah jenis kalorimeter volume tetap. Sehingga dalam perhitungan tidak ada perubahan volume (usaha termodinamika = 0).

     Sejumlah sampel ditempatkan sebuah tabung di dalam kalorimeter, lalu pada tabung tersebut dialirkan oksigen dengan tekanan tinggi (25 atm). Untuk melakukan pembakaran (ignition), digunakan aliran listrik. Aliran listrik akan membakar sampel dengan oksigen berlebih. Kalor yang dilepas akan diserap oleh air sekitar sekaligus dengan wadahnya.

     Tentu saja dalam perhitungan akan dilakukan koreksi, sehingga dilakukan kalibrasi kalorimeter. Koreksi tersebut meliputi input energi listrik, penyusutan kawat, pembentukan asam akibat oksidasi. Jadi pembakaran sempurna untuk senyawa yang mengandung S dan N biasanya akan terjadi perubahan pH.



Daftar Pustaka

Hidayat, Atep Afia. 2022. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Dasar-dasar Ilmu Kimia (Modul 1). Universitas Mercu Buana.

Ismunandar. 2013. Kimia Dasar I: Pengenalan Kimia Dasar (Video Youtube). Institut Teknologi Bandung.

https://youtu.be/NilKh3R9Ayk  

Britannica. 2022. “Heart of Reaction”.

https://www.britannica.com/science/heat-of-reaction

Blog MIPA, Supervisor. 2018. “Contoh Soal Kalor Jenis & Kapasitas Kalor Beserta Jawabannya”.

https://www.fisikabc.com/2018/05/contoh-soal-kalor-jenis-kapasitas-kalor.html

Dosenpendidikan. 2022. “Kalorimeter”.

https://www.dosenpendidikan.co.id/kalorimeter/


Senin, 05 September 2022

Manfaat Perubahan Materi

Oleh : Putri Arini Cahya Utami (@X07-Putri)


Abstrak
     Dalam kehidupan sehari-hari sering kita temukan adanya perubahan-perubahan yang terjadi pada benda. Misalnya air menjadi es dan kayu yang dibakar menjadi arang. Perubahan-perubahan yang terjadi di alam dapat digolongkan menjadi perubahan fisika dan kimia. Perubahan tersebut disebabkan beberapa faktor yaitu suhu dan kelembapan. Beberapa faktor tersebut berkaitan dengan perubahan materi yang disebabkan oleh adanya pembakaran, pengkaratan oleh oksigen dan air, pemanasan, pembusukan dan pendinginan. Dalam mempelajari ilmu kimia diawali dengan memahami hakekat dari materi tersebut. Dalam proses perubahan materi kita akan mengenal lebih jauh tentang manfaat nya tidak hanya dalam kehidupan sehari hari tapi juga bagi lingkungan industri.

Kata Kunci: Perubahan, Kimia, Materi, Manfaat, Kehidupan.


Abstract
     In everyday life we often find changes that occur in objects. For example, water becomes ice and wood is burned into charcoal. Changes that occur in nature can be classified into physical and chemical changes. These changes are caused by several factors, namely temperature and humidity. Some of these factors are related to material changes caused by combustion, rusting by oxygen and water, heating, decay and cooling. In studying chemistry begins with understanding the nature of the material. In the process of changing material, we will know more about its benefits not only in daily life but also for the industrial environment.

Keywords: Change, Chemistry, Material, Benefits, Life.


Pendahuluan
     Materi adalah semua zat yang mempunyai masa dan menempati ruang. Materi dan perubahannya merupakan objek kajian dari ilmu kimia. Ilmu kimia adalah ilmu yang mempelajari tentang materi dan perubahannya. Ilmu kimia juga merupakan ilmu yang mempelajari tentang susunan (komposisi dan struktur) zat, sifat zat, perubahan susunan atau sifat zat dan perubahan energi yang menyertainya. Jadi, yang menjadi objek ilmu kimia adalah zat atau materi. Secara garis besar wujud materi dikelompokkan menjadi padat, air dan gas. Semua bahan kimia yang ada di sekitar kita merupakan contoh materi atau zat. Benda-benda disekitar kita yang tergolong materi contohnya yaitu kursi, buku, air, awan dan udara. Benda-benda tersebut tergolong materi karena selain menempati ruang juga mempunyai massa.


Permasalahan
  1. Apa manfaat perubahan materi bagi kehidupan?
  2. Apa macam-macam perubahan materi?
  3. Apa manfaat perubahan materi dalam dunia industri?

Tujuan
  1. Untuk memahami manfaat perubahan materi di kehidupan sehari-hari.
  2. Untuk mengetahui apa saja perubahan materi.
  3. Untuk mengetahui penerapan dan dampak perubahan materi.


Pembahasan
     Menurut Ali Nugraha dan Dina Dwiyana (2008:6.43) materi adalah segala sesuatu yang memiliki massa, menempati ruang, dan memiliki sifat dapat dilihat, dicium, didengar, dirasa atau diraba.
     Pada prinsipnya, semua materi dapat berada dalam tiga wujud yaitu padat, cair, dan gas. Padatan adalah benda yang rigid ( kaku ) dengan bentuk yang pasti. Cairan tidak serigid padatan dan bersifat fluida, yaitu dapat mengalir dan mengambil bentuk sesuai wadahnya. Seperti cairan, gas bersifat fluida, tetapi tidak seperti caira , gas dapat mengembang tanpa batas. Ketiga wujud materi ini dapat berubah dari wujud yang satu menjadi wujud yang lain. Dengan pemanasan , suatu padatan akan meleleh dan menjadi cairan. Pendinginan lebih lanjut akan membuatnya menjadi padat.
Perubahan Materi atau zat di sekitar kita dapat berubah. Perubahan tersebut dapat tejadi secara alami ; misalnya berkaratnya besi, namun juga dapat terjadi karena intervensi manusia, seperti reaksi kimia yang dikerjakan di laboratorium. Perubahan materi dapat menjadi perubahan fisika dan perubahan kimia. Perubahan fisik adalah suatu proses perubahan penampilan fisis dari suatu objek dengan identitas dasar tak berubah. Dalam perubahan fisika, sifat - sifat kimia zat tersebut masih tetap sama, yang terjadi adalah perubahan wujud dari zat tersebut. Contohnya adalah air bersih, dalam suhu kamar berbentuk cair dapat diminum dan tidak beracun. Jika akan mengalami perubahan fisik sehingga bentuknya menjadi padat yang disebut es. Es dapat diminum, tidak beracun dan jika mencair akan kembali menjadi air yang wujudnya cair.
     Perubahan kimia adalah perubahan materi yang tidak hanya mencakup keadaan fisis, tetapi juga identitas dasarnya. Perubahan kimia disebut juga disebut reaksi kimia. Perubahan materi ada yang dikehendaki (menguntungkan) ada pula yang tidak dikehendaki ( merugikan ) manusia. Pada peristiwa perubahan kimia disertai terjadinya perubahan warna, tejadinya endapan, timbulnya gas, tejadinya perubahan kalor. Tanda tanda perubahan itu merupakan gejala fisis yang dapat diamati yang menunjukkan berlangsungnya perubahan kimia.
Manfaat Perubahan fisika berperan penting dalam industri obatobatan atau farmasi, yaitu dalam proses ekstrasi zat-zat aktif yang terkandung dalam bahan alam. Zat-zat aktif ini berguna untuk bahan baku obat. Senyawa yang terkandung dalam dedaunan atau akar-akaran dikeluarkan menggunakan pelarut tertentu dalam alat khusus. Menyeduh kopi dengan air panas, merupakan ekstraksi kafein dari kopi agar larut dalam air. Kafein bersifat larut dalam air panas.
     Seperti halnya perubahan fisika, perubahan kimia pun banyak manfaatnya. Hampir semua industri yang memproduksi bahan baku menggunakan prinsip-prinsip perubahan kimia atau reaksi kimia. Dalam industri plastik, zat-zat organik yang bersumber dari gas alam dan minyak bumi diubah melalui reaksi dan proses kimia menjadi plastik, misalnya polietilen (PE), polipropilen (PP), dan polivinilklorida (PVC). Hampir semua industri, mulai dari yang berteknologi sederhana (misalnya industri tahu) hingga yang berteknologi tinggi (misalnya pembuatan pesawat terbang) menerapkan prinsip-prinsip perubahan fisika dan perubahan kimia.


Kesimpulan
     Kimia adalah Ilmu yang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan. Materi atau zat yang ada di sekitar kita dapat berubah baik secara alami maupun buatan. Perubahan kimia dan perubahan fisika terkadang terjadi secara bersamaan, misalnya pada pembakaran lilin. Lilin terbakar menghasilkan nyala dan asap hitam (karbon). Hal ini menunjukkan terjadinya reaksi kimia. Di sisi lain, terjadi pula perubahan fisika yaitu lilin meleleh menjadi cair. Dalam industri plastik, bahan baku diolah secara kimiawi dan juga fisik untuk menghasilkan plastik.


Daftar Pustaka
Hidayat, Atep Afia. 2022. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Dasar-dasar Ilmu Kimia (Modul 1). Universitas Mercu Buana.
Ismunandar. 2013. Kimia Dasar I: Pengenalan Kimia Dasar (Video Youtube). Institut Teknologi Bandung.
https://www.youtube.com/watch?v=uTQuf-Wqguk&t=1497s
Ageceh, Blogger. 2016. Contoh Manfaat Perubahan Fisika dan Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari.
https://bloggerageceh.blogspot.com/2016/09/contoh-manfaat-perubahan-fisika-dan.html
Bayu Rizky, Dewi Ariani, dkk. 2019. Materi dan Perubahannya. Deli Serdang.
https://www.academia.edu/41791290/MAKALAH_MATERI_DAN_PERUBAHANNYA