.

Tampilkan postingan dengan label @T13-Nanda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @T13-Nanda. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Desember 2021

Pengertian, Sumber Energi, Kelebihan, Kekurangan, dan Tantangan dalam Penerapan Energi Hijau

Oleh : Nanda Putri Utami (@T13-Nanda) 

Abstrak

            Energi merupakan kebutuhan dasar manusia, yang terus meningkat sejalan dengan tingkat kehidupannya. Perlu adanya energi terbarukan untuk kelestarian lingkungan. Ada beberapa sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan yang biasa digunakan seperti biomassa, energi matahari, angin, air, panas bumi, energi hijau atau energi alternatif ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Di Indonesia sendiri memiliki beberapa tantangan dalam penerapan energi hijau. Namun begitu, pemerintah tetap berupaya keras untuk memanfaatkan energi hijau dengan pengembangan tenaga energi terbarukan.

Kata kunci: energi hijau, pengertian, sumber energi, kelebihan, kekurangan,  tantangan 

 

Abstact

            Energy is a basic human need, which continues to increase in line with the level of life. Renewable energy is needed for environmental sustainability. There are several environmentally friendly renewable energy sources that are commonly used such as biomass, solar energy, wind, water, geothermal, green energy or alternative energy. Indonesia itself has several challenges in implementing green energy. However, the government is still working hard to utilize green energy by developing renewable energy.

Keywords: green energy, understanding, energy sources, advantages, disadvantages, challenges.

Sabtu, 27 November 2021

Teknologi Ramah Lingkungan

 Oleh : Nanda Putri Utami (@T13-Nanda)

Abstrak

    Teknologi hijau merupakan proses yang menghasilkan produk dengan meminimalkan hasil limbah yang berbahaya bagi kehidupan makhluk hidup. Teknologi hijau juga disebut dengan teknologi ramah lingkungan. Dalam materi kali ini akan dibahas tentang konsep pengembangan teknologi hijau dan 3 aspek yang meliputi prinsip utama dari teknologi hijau.

Kata kunci :  teknologi hijau, konsep perkembangan, prinsip utama

 

Abstact

    Green technology is a process that produces products by minimizing the results of waste that are harmful to living things. Green technology is also known as environmentally friendly technology. In this material, we will discuss the concept of green technology development and 3 aspects that cover the main principles of green technology.

Keywords: green technology, development concept, main principle

Senin, 22 November 2021

Penerapan Industri Hijau dalam Kawasan Industri

 Oleh : Nanda Putri Utami 

Abstrak

            Kawasan industri merupakan suatu kawasan tempat pemusatan kegiatan industri yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang dikembangkan dan dikelola oleh perusahaan kawasan industri (Hariz dkk, 2018). Dalam proses industri tentunya harus dibarengi oleh industri hijau agar dalam proses produksi kelestarian lingkungan terus terjaga dan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan. Dalam menerapkan industri hijau, perlu mengetahui prinsip – prinsip industri hijau, strategi, manfaat, serta tantangan yang akan dihadapi dalam penerapannya.  

Kata kunci: industri hijau, prinsip, strategi, manfaat, tantangan

 

Abstract

            An industrial area is an area where industrial activities are concentrated, equipped with supporting facilities and infrastructure developed and managed by industrial estate companies (Hariz et al, 2018). In the industrial process, of course, it must be accompanied by a green industry so that in the production process environmental sustainability is maintained and can provide benefits for the environment. In implementing the green industry, it is necessary to know the principles of the green industry, strategies, benefits, and challenges that will be faced in its implementation.

Keywords: green industry, principles, strategies, benefits, challenges.

Senin, 15 November 2021

Meminimalisir Limbah Dengan Kimia Hijau

 Oleh : Nanda Putri Utami (@T13-Nanda)

Abstrak

            Menurut EPA (2015), Kimia Hijau (Green Chemistry) adalah desain produk dan proses kimia yang berupaya mengurangi atau menghilangkan penggunaan zat berbahaya. Dalam meminimalisir limbah suatu proses kimia maka perlu pertimbangan aspek seperti faktor lingkungan, utilisasi atom dan peran katalisis. Kimia hijau (Green chemistry) mempunyai 12 prinsip yang dapat diadaptasi untuk diaplikasikan dalam sikap dan tindakan manusia dalam upaya penyelamatan lingkungan.

Kata kunci : kimia hijau, aspek meminimalisir limbah, prinsip kimia hijau.

 

Abstact

            According to the EPA (2015), Green Chemistry is the design of chemical products and processes that seek to reduce or eliminate the use of hazardous substances. In minimizing the waste of a chemical process, it is necessary to consider aspects such as environmental factors, atom utilization and the role of catalysis. Green chemistry has 12 principles that can be adapted to be applied in human attitudes and actions in an effort to save the environment.

Keywords: green chemistry, aspects of minimizing waste, principles of green chemistry.

Senin, 08 November 2021

Pencemaran Air Akibat Limbah Industri

 Oleh : Nanda Putri Utami (@T13-Nanda)

ABSTRAK

            Perkembangan ilmu dan teknologi mengakibatkan terjadinya peningkatan aktivitas manusia. Tidak jarang aktivitas manusia juga dapat menyebabkan penurunan kualitas (mutu) air. Seperti contoh kegiatan industri yang menghasilkan limbah industri. Dalam pembahasan kali ini, akan membahas tentang penyebab dan dampak negatif yang ditimbulkan dari limbah industri.

Kata kunci : pencemaran air, dampak, penyebab, limbah industri

 

ABSTRACK

            The development of science and technology has resulted in an increase in human activity. Not infrequently human activities can also cause a decrease in water quality. For example, industrial activities that produce industrial waste. In this discussion, we will discuss the causes and negative impacts of industrial waste.

Keyword : water pollution, impact, causes, industrial waste.

Senin, 01 November 2021

Kimia Lingkungan : Pencemaran Air

 Oleh : Nanda Putri Utami (@T13-Nanda)

ABSTRAK
    Polusi sudah pasti dapat mengganggu ekosistem dan keseimbangan lingkungan. Industrialisasi dan modernisasi di berbagai bidang kehidupan menyebabkan dampak polusi mencapai puncaknya, seperti menyebabkan pemanasan global dan berbagai penyakit manusia. Polusi terjadi dalam beragam bentuk, mulai dari polusi udara, air, tanah, radioaktif, kebisingan, panas (termal) dan cahaya. Pada kali ini aka membahas tentang pencemaran air. Mulai dari pengertian pencemaran air, penyebab pencemaran air, dampak pencemaran air bagi kesehatan dan upaya pencegahan pencemaran air.

Kata kunci : air, pencemaran, dampak, upaya pencegahan

 

ABSTRACK

    Pollution can certainly disrupt ecosystems and environmental balance. Industrialization and modernization in various fields of life causes the impact of pollution to reach its peak, such as causing global warming and various human diseases. Pollution occurs in various forms, ranging from air, water, soil, radioactive, noise, heat (thermal) and light pollution. This time we will discuss about water pollution. Starting from the understanding of water pollution, the causes of water pollution, the impact of water pollution on health and efforts to prevent water pollution.

Keyword : water, pollution, impact, prevention

Senin, 25 Oktober 2021

Tantangan dan Manfaat Industri 4.0

 Oleh : Nanda Putri Utami (@T13-Nanda) 

Abstrak

    Menurut Natasuwarna (2019), era industri 4.0 memberi tantangan bagi masyarakat dan pemerintah dengan akan banyaknya pekerjaan lama yang hilang. Ketidaksiapan pemuda beradaptasi, dapat menyebabkan pengangguran yang lebih besar di negeri ini pada masa yang akan datang. Permasalahan pengangguran dan daya saing sumber daya manusia menjadi tantangan yang nyata bagi Indonesia. Tantangan yang dihadapi Indonesia juga ditambah oleh tuntutan perusahaan dan industri. Tetapi, dibalik semua tantangan terdapat manfaat industri 4.0 bagi industri kimia.

Kata Kunci : industri 4.0, tantangan, manfaat

Senin, 18 Oktober 2021

Kimia Industri "Industri Keramik"

 Oleh : Nanda Putri Utami (@T13-Nanda) 

Abstrak

    Menurut Hidayat (2008), Industri proses kimia adalah industri yang mengolah bahan baku (bahan mentah) menjadi suatu hasil (produk) dengan memanfaatkan proses-proses kimia. Proses-proses kimia yang dilakukan dalam Industri proses kimia adalah reaksi kimia dan peristiwa kimia fisik. Dalam hal ini peristiwa kimia fisik, meliputi: Pencampuran molekuler bahan-bahan dengan rumus dan stmktur molekul yang berlainan; Pengubahan fase. antara lain: penguapan. pangembunan, pengkristalan; Pemisahan campuran menjadi zat-zat penyusunnya yang lebih murni.

Kata kunci : keramik, proses produksi, cara menanggulangi pencemaran

 

Abstrack

    According to Hidayat (2008), the chemical process industry is an industry that processes raw materials (raw materials) into a product (product) by utilizing chemical processes. Chemical processes carried out in the chemical process industry are chemical reactions and physical chemical events. In this case, physical chemical events, including: The molecular mixing of materials with different molecular formulas and structures; Phase change. including: evaporation. condensation, crystallization; Separation of a mixture into its constituent substances which are purer.

Keyword : ceramics, production processes, ways to deal with pollution

 

Pendahuluan

    Wati dkk, menyatakan bahwa keramik merupakan bahan yang mencakup semua benda atau sesuatu yang dapat di buat biasanya dari tanah liat atau biasa disebut tanah lempung yang melalui beberapa tahapan-tahapan seperti menggunakan energi panas atau proses pembakaran sampai bentuknya mengeras. Ada berbagai macam teknik yang bisa di buat menjadi bentuk prototype misalnya dapat di buat dengan berbagai cara yang berbeda-beda misalnya : cara pilin, cetak cor, sleb, dan dapat di lakukan dengan cara yang biasa yaitu dengan teknik putar.

 

 

Rumusan masalah

1. Apa saja proses pruduksi dalam pembuatan keramik ?

2. Bagaimana cara menanggulangi pencemaran lingkungan dalam industri kimia?

Tujuan

1. Mengetahui proses produksi dalam pembuatan keramik

2. Mengetahui bagaimana cara menanggulangi pencemaran lingkungan dalam industri kimia

 

                           

Solusi dan Pembahasan

1. Proses Produksi Industri Keramik

 

1.) Unit Persiapan Bahan Baku

Industri keramik memiliki tiga bahan baku utama yang terdiri dari :

a. Lempung (Clay Mineral)

    Lempung merupakan hasil pelapukan dari suatu batuan beku yang berupa aluminium silika anhidrat yang tidak terlalu murni. Dalam hal ini, dihasilkan suatu reaksi, yaitu :

K2O.Al2SO3.6SiO2  + 2H2O + CO2 => K2CO3 +Al2O3.2SiO2.2H2O+4SiO2

    Ciri khas yang dimiliki daru material lempung ini ialah mudah dibentuk jika dalam keadaan basah dan cukup halus, dan akan kaku bila dalam keadaan kering serta akan berubah menjadi kaca (vitreous) apabila dibakar pada suhu tinggi. 

b. Pasir

    Pasir merupakan bahan non plastik yang ditambahkan kedalam komposisi material olahan keramik yang memiliki fungsi untuk mengurangi penyusutan dan mengatur plastisitas serta menaikkan temperatur sintering. 

c. Feldpar

    Feldspar merupakan bagian dari mineral-mineral yang diperoleh dari batuan-batuan karang, ditumbuk serta (dihaluskan).Feldspar memiliki sifat seperti tidak dapat larut didalam air, terkandung didalamnya silica, serta memiliki fluk dan kandungan alumina sebagaimana bahan-bahan itu dapat berfungsi sebagai memproduksi gelasir pada suhu yan tinggi.

 

2.) Unit Pengolahan Sintesa

Pada proses pengolahan ada bagian tahapan, antara lain sebagai berikut.

1. Proses pembentukan

    Material yang digunakan untuk membuat keramik ini biasanya digali dari perut bumi dan dihancurkan hingga menjadi bubuk. Setelah pemurnian, sedikit wax (lilin) biasanya ditambahkan untuk melekatkan bubuk keramik dan menjadikannya mudah dibentuk. Bubuk tersebut dapat menjadi bentuk yang berbeda-beda dengan beragam proses pembentukan (molding). Proses pembentukan ini diantaranya :

1. Slip casting, proses untuk membuat keramik yang berlubang. Proses ini menggunakan cetakan dengan dinding yang berlubang-lunagng kecil dan memanfaatkan daya kapilaritas air.

2. Pressure casting, bubuk keramik dituangkan pada cetakan dan diberi tekanan. Tekanan tersebut membuat bubuk keramik menjadi lapisan solid keramik yang berbentuk seperti cetakan.

3. Injection molding, Proses ini digunakan untuk membuat objek yang kecil dan rumit. Metode ini menggunaan piston untuk menekan bubuk keramik melalui pipa panas masuk ke cetakan.

4. Extruction, proses kontinu yang manama bubuk keramik dipanaskan didalam sebuah tong yang panjang. Proses ini digunakan untuk membuat pipa keramik, ubin dan bata modern. 


2. Densifikasi

    Proses densifikasi menggunakan panas yang tinggi untuk menjadikan sebuah keramik menjadi produk yang keras dan padat. Setelah dibentuk, keramik dipanaskan pada tungku (furnace) dengan temperatur antara 1000 sampai 1700 C. Tujuan dari proses pemanasan ini adalah untuk memaksimalkan kekerasan keramik dengan mendapatkan struktur internal yang tersusun rapih dan sangat padat.

 

3. Hasil Olahan Produk Keramik.

    Semakin berkembangnya dunia teknologi, industri keramik juga ikut berkembang.Bahkan saat ini, hasil olahan keramik telah digunakan pada berbagai bidang ilmu seperti keperluan ilmu science dalam pembuatan bio cramics.Yang  mana bio cramics ini digunakan untuk menggantikan organ tubuh manusia yang telah mengalami kerusakan seperti pada bagian tulang dan gigi.

    Hasil olahan dari keramik juga dapat digunakan dalam berbagai industri lainnya misalnya dalam teknologi nuklir. Karena sifat keramik adalah tidak rentan terhadap suhu tinggi, kuat, dan merupakan isolator

 

2. Cara Menanggulangi Pencemaran Lingkungan dari Buangan Limbah Industri

    Pencemaran lingkungan hidup akibat buangan limbah industri menjadi perhatian yang tidak pernah surut. Semakin banyak kasus pencemaran lingkungan hidup akibat buangan limbah industri, hal tersebut sangat mengganggu dan meresahkan kehidupan masyarakat serta mengancam kelestarian fungsi lingkungan hidup. Dengan begitu, harus dilakukan upaya untuk penanggulangan masalah tersebut.

    Menurut Anjarsari dan Rochmani, upaya yang dapat dilakukan dalam meminimalisasi limbah pabrik adalah :

 1. Mengupayakan pengelolaan limbah sebaik mungkin.

    Limbah yang dihasilkan dari proses produksi pabrik merupakan limbah yang berbahaya, karena sebagian pabrik menggunakan bahan-bahan kimia dalam operasional produksi pabrik mereka. Maka dari itulah harus diupayakan langkah-langkah untuk membuat limbah menjadi ramah lingkungan dan tidak mengandung zat-zat yang berbahaya, setelah limbah-limbah yang dihasilkan ini menjadi ramah lingkungan, maka membuangnya langsung ke lingkungan tidak akan menyebabkan pencemaran.

2. Tidak membuang limbah cair langsung ke sumber air.

    Cara bijak yang lainnya adalah tidak membuang limbah pabrik yang cair ke dalam sumber air secara langsung, terlebih tanpa adanya penyaringan dan pengolahan terlebih dahulu. Limbah cair yang langsung berasal dari pabrik, tanpa diolah biasanya akan menyebabkan lingkungan menjadi tercemar. Hal ini karena belum adanya pemisahan antara zat yang berbahaya maupun tidak.

3. Mengubur limbah-limbah yang bersifat organik.

    Untuk limbah pabrik padat, maka perlu adanya tindakan yang berbeda antara limbah-limbah organik dan non organik. Limbah-limbah yang bersifat organik bisa dikubur karena limbah tersebut dapat terurai dengan baik apabila dikubur di dalam tanah. Dengan mengubur limbah-limbah organik maka kita hanya mengatasi keberadaan limbah organik saja, namun juga kita akan mendapatkan tanah yang lebih subur dan dapat digunakan untuk berbagai kepentingan tertentu yang pastinya akan bermanfaat.

4. Menggunakan kembali limbah-limbah pabrik yang masih bisa di daur ulang.

    Limbah anorganik yang masih bisa untuk didaur ulang sebaiknya didaur ulang saja. Disamping kita membantu menangani persoalan limbah padat pabrik, kita juga dapat menghemat bahan baku.

5. Menanam banyak pepohonan

    Limbah pabrik yang bersifat gas biasanya dibuang melalui cerobong asap dan selanjutnya akan mencemari udara. Udara yang tercemar ini akan menyebabkan penipisan pada lapisan ozon pada akhirnya apabila tidak ditangani dengan baik. Maka dari itulah, dianjurkan untuk menanam pepohonan untuk dapat menetralisir udara yang telah tercemar tersebut agar tidak terlalu berbahaya.


  

Kesimpulan

    Seiring berkembangnya zaman, dapat diketahui bahwa produk utama keramik bukan hanya dari tanah liat saja, Bahan baku yang sangat utama yang di pakai dalam pembuatan serta umumnya dapat kita ketahui sendiri yaitu kaolin, ball clay, dan felspard. Industri kimia tidak lepas dari pencemaran lingkungan. Dampaknya sudah pasti akan mengganggu kualitas hidup makhluk hidup terlebih lagi yang memang tinggal di sekitar industri. Maka dari itu, perlu adanya tindakan dalam mengendalikan pencemaran lingkungan oleh industri kimia.

 

 

 

Daftar pustaka

 

Anjarsari, Siska Ratna,. Rochmani. (Tahun tidak diketahui). Upaya Pencegahan Dan Solusi Terhadap Timbulnya Pencemaran Lingkungan Hidup Dari Buangan Limbah Industri. Semarang : Universitas Stikubank. Dalam file:///C:/Users/user/AppData/Local/Temp/8323-Article%20Text-7627-1-10-20201218.pdf  (diakses pada 18 Oktober 2021)

 

Hidayat, Atep Afia. 2021. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri : Kimia dan Lingkungan Industri. Jakarta : Universitas Mercu Buana. (Diakses pada 17 Oktober 2021)

 

Keramika_exported. 2020. Pembuatan Keramik Industri. Mega Build Indonesia. Dalam https://megabuild.co.id/pembuatan-keramik-industri/ (diakses pada 18 Oktober 2021)

 

Wati, Andriati Fitria., Erwan, Elvina Yulistia., Azizzah Nur, dan Jurdillah, Pamela. (Tahun tidak diketahui). Analisis Industri Keramik di Indonesia. Padang : Universitas Negeri Padang. Dalam file:///C:/Users/user/AppData/Local/Temp/Analisis%20Industri%20Keramik%20di%20Indonesia.pdf (diakses pada 18 Oktober 2021)

 

Senin, 11 Oktober 2021

Kimia Kontekstual : Proses Pengolahan Minyak Bumi

Oleh : Nanda Putri Utami (@T13-Nanda)

Abstrak

        Menurut Evitasari (2021), minyak bumi masih menjadi sumber energi di dunia. Selain itu, manusia juga tergantung dengan minyak bumi baik sebagai sumber energi dan juga produk turunannya. Kebutuhan minya bumi semakin meningkat setiap tahunnya. Namun sumbernya masih terbatas. Minyak sumber energi yang tidak terbarukan. Proses terbentuknya minyak bumi memiliki beberapa teori. Di dalam kilang minyak mentah dipisahkan menjadi beberapa fraksi dengan berbagai manfaat yang memisahkan beragam senyawa dengan menggunakan perbedaan titik didih.

 Kata kunci : asal – usul minyak bumi, eksplorasi, proses penyulingan.

Senin, 04 Oktober 2021

Ikatan Kimia : Jenis-Jenis Ikatan Kimia dan Sifat-Sifat Senyawa Ion Dan Senyawa Kovalen

 Oleh : Nanda Putri Utami (@T13-Nanda)

Abstrak
        Pada umumnya, atom – atom berada dalam bentuk senyawanya melalui ikatan kimia. Unsur – unsur di alam bukan dalam bentuk atom tunggal, melainkan membentuk molekul – molekul yang berasal dari gabungan atom sejenis (molekul unsur) atau dari atom berbeda jenis (molekul senyawa). Pada kesempatan kali ini, membahas tentang jenis – jenis ikatan kimia yang terdiri dari ikatan ion dan ikatan kovalen. Ikatan kimia juga terdapat sifat – sifat senyawa kimia yang terdiri dari sifat senyawa ion dan sifat senyawa kovalen.

 

Kata kunci : ikatan kimia, ikatan ion, ikatan kovalen, sifat – sifat senyawa.

 

Abstrack

        In general, the atoms are in their compound form through chemical bonds. The elements in nature are not in the form of single atoms, but form molecules that come from a combination of similar atoms (element molecules) or from different types of atoms (compound molecules). On this occasion, we will discuss the types of chemical bonds consisting of ionic bonds and covalent bonds. Chemical bonds also have the properties of chemical compounds consisting of the properties of ionic compounds and the properties of covalent compounds.

 

Keyword : chemical bonds, ionic bonds, covalent bonds, properties of compounds.

 

Pendahuluan

        Ikatan kimia adalah gaya tarik menarik yang kuat antara atom – atom tertentu bergabung membentuk molekul atau gabungan ion – ion sehingga keadaannya menjadi lebih stabil. Atom – atom yang terikat menimbulkan dampak terhadap sifat fisika dan kimia. Pada artikel tahun 1916 mengenai The atom and the molecules, Lewis melakukan penelitian mengenai kesulitan membentuk ikatan kimia bagi golongan gas mulia atau golongan VIIA. Lewis mengatakan bahwa ada suatu senyawa dengan unsur yang lain. Jika ada gabungan yang terjadi antara suatu atom atau unsur dengan unsur yang lain dan kemudian menghasilkan suatu senyawa, hal tersebut akan menyebabkan perubahan pada konfigurasi elektron sehingga senyawa yang dihasilkan akan menyerupai gas mulia.

 

Rumusan masalah

1. Apa itu ikatan ion?

2. Apa saja sifat – sifat dari senyawa ion?

3. Apa itu ikatan kovalen?

4. Apa saja sifat – sifat senyawa kovalen?

Tujuan

1. Untuk mengetahui pengertian ikatan ion

2. Untuk mengetahui sifat – sifat senyawa ion

3. Untuk mengetahui pengertian ikatan kovalen

4. Untuk mengetahui sifat – sifat senyawa kovalen  

                           

Solusi dan Pembahasan

1. Ikatan Ion

        Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi karena adanya gaya tarik menarik elekrostatik antara ion positif dengan ion negatif. Ikatan ion terjadi antara atom – atom yang mempunyai energi ionisasi yang rendah dengan atom – atom yang mempunyai afinitas elektron yang besar. Ikatan ion dapat terjadi antara unsur – unsur logam dan unsur non logam.

Contoh :

19K  : 2  8  8    1

35Br : 2  8  18  7

Supaya stabil, K melepas 1 elektron dan Br menangkap 1 elektron K

19K  : 2  8  8    1      =>  K+

35Br : 2  8  18  7      =>  Br-

K+  +  Br => KBr (kalium Bromida)

 

2. Sifat – sifat Senyawa Ion

a. Senyawa ion berwujud padat pada temperatur kamar

b. Kristal senyawa ion keras tetapi rapuh. Apabila senyawa ion dipukul, akan terjadi pergeseran posisi ion positif dan negatif menjadi berhadapan langsung. Hal ini menyebabkan ion positif bertemu dengan ion positif dan terjadi gaya tolak menolak dan menyebabkan senyawa ion rapuh.

c. Senyawa ion larut dalam pelarut polar (seperti air dan amonia)

d. Senyawa ion dapat mengehantarkan arus listrik dalam bentuk cairan atau lelehan karena terionisasi

e. Senyawa ion memiliki titik lebur dan titik didih yang tinggi.

 

3. Ikatan kovalen

        Ikatan kovalen terjadi karena pemakaian elektron secara bersama – sama. Pada umumnya, ikatan kovalen terjadi antara atom non logam dengan non logam. Setiap atom berusaha untuk saling memasangkan elektron sehingga terbentuk konfigurasi elektron gas mulia.           

Ikatan kovalen dibedakan menjadi 3 bagian yaitu :

 

1.) Ikatan Kovalen Polar

Ikatan kovalen polar adalah ikatan atom unsur non logam dengan atom unsur non logam. Ikatan polar terbentuk jika pasangan elektron ikat tertarik ke salah satu atom yang memiliki keelektronegatifan lebih kuat. Ada perbedaan keelektronegatifan yang sangat besar antara unsur – unsur penyusun, seingga unsur yang mempunyai keelektronegatifan lebih kecil.

Ciri – cirinya  :

1. Heteroatomik

2. Terdapat perbedaan keelektronegatifan

3. Momen dipol > 0

4. Dispersi elektron tidak simetris

5. Terdapat pasangan elektron bebas (PEB) di atom pusat.

 

2.) Ikatan Kovalen Rangkap

        Ikatan kovalen rangkap ikatan atom unsur non logam dengan non logam yang pemakaian elektronnya terdapat lebih besar dari satu pasangan elektron. Ikatan nonpolar terbentuk jika pasangan elektron ikat tertarik sama kuat ke semua atom.

Ciri – cirinya :

1. Homoatomik

2. Momen dipol = 0

3. Dispersi elektron simetris

4. Tidak terdapat pasangan elektron bebas (PEB) di atom pusat.

 

3.) Ikatan Kovalen Koordinasi

        Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan unsur non logam dengan unsur non logam yang pemakaian elektronnya dari salah satu unsur. Ikatan kovalen koordinasi terbentuk jika hanya satu atom saja yang menyumbangkan pasangan elektron.

 

4. Sifat – sifat senyawa kovalen

a. Senyawa kovalen dapat berwujud padat (SiO2), cair (H2O), dan gas (O2) pada temperatur kamar

b. Senyawa kovalen sederhana cenderung memiliki titik didih rendah sehingga larutannya bersifat mudah menguap karena gaya tarik menarik antar atom lemah.

c. Melarut dalam pelarut nonpolar

d. Umumnya merupakan pengantar listrik dan panas yang kurang baik.

  

Kesimpulan

        Ikatan kimia adalah gaya tarik menarik yang kuat antara atom – atom tertentu bergabung membentuk molekul atau gabungan ion – ion sehingga keadaannya menjadi lebih stabil. Perbedaan ikatan ion dengan ikatan senyawa terletak pada cara pembetukan suatu atom. Ikatan kimia mengikat antar unsur atom logam dengan unsur atom non logam. Sedangkan, ikatan kovalen mengikat unsur non logam dengan unsur atom non logam. Perbedaannya juga dapat dilihat berdasakan sifat senyawanya. Karena sifat senyawanya saling bertolak belakangan.

 


Daftar pustaka

Doddy AB, Muhammad. 2013. Menguasai IPA Sistem Kebut Semalam. Depok : Pustaka Gema Media (Diakses pada tanggal 4 Oktober 2021)

Hidayat, Atep Afia. 2021. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri : Ikatan Kimia. Jakarta : Universitas Mercu Buana. (Diakses pada 28 September 2021)

Jamilah, Siti. 2018. Buku Panduan Pendidik Ikatan Kimia Berorientasi Chemo-Entrepreneurship. Yogyakarta : Universitas Islam Negeri Sunan Kaligaja. Dalam file:///C:/Users/user/AppData/Local/Temp/4366-9218-2-SP.pdf (Diakses pada 3 Oktober 2021)

Komarudin, Omang. 2015. Big Book Kimia SMA Kelas 1, 2, & 3. Jakarta : Cmedia. Dalam https://pdf.zlibcdn.com/dtoken/b23228bce4892bfe5f277de89e748119/Big_Book_Kimia_SMA_Kelas_1,_2,__3_by_Ir._Omang_Ko_5586072_(z-lib.org).pdf (Diakses pada tanggal 4 Oktober 2021)

Rauf, Fathi. 2020. Yuk Belajar Lebih Dalam Mengenai Ikatan Kimia. Indonesia. Dalam https://blog.edukasystem.com/ikatan-kimia/ (Diakses pada tanggal 4 Oktober 2021)


Senin, 27 September 2021

Perkembangan Model Atom dan Sistem Henry G. Moseley

 Oleh : Nanda Putri Utami (@T13- Nanda) 

ABSTRAK

    Atom merupakan suatu partikel terkecil dari suatu materi. Dari awal atom ditemukan, model atom sudah mengalami perkembangan. Dimulai dari model atom Dalton (1803) sampai pada model de Broglie / Mekanika Kuantum (1923). Dalam sejarahnya, sistem periodik unsur juga mengalami perkembangan. Dimulai dari Triade Dobereiner (1829), Oktaf Newlands (1863), Meyer & Mendeleyev (1869) sampai pada Henry G. Moseley atau sering disebut sistem periodik modern (1914). Pada pembahasan kali ini, membahas tentang sistem periodik modern atau sistem Henry G. Moseley.

 

Kata Kunci : perkembangan model atom, golongan, periode, sifat periodik unsur.

Senin, 20 September 2021

Jenis - Jenis, Tetapan dan Pergeseran Kesetimbangan Kimia


 Oleh : Nanda Putri Utami (@T13-Nanda)

ABSTRAK

        Dalam ilmu kimia, kita mempelajari kesetimbangan kimia. Menurut Doddy AB (2013), Kesetimbangan kimia adalah keadaan yang terjadi jika laju reaksi ke kanan (maju) sama dengan reaksi ke kiri (balik). Kesetimbangan kimia memiliki jenis – jenis kesetimbangan diantaranya kesetimbangan homogen, heterogen dan disosiasi. Dalam kesetimbangan ini juga mempelajari tentang tetapan kesetimbangan berdasarkan konsentrasi, tetapan kesetimbangan berdasarkan tekanan, hubungan Kc dengan Kp dan tetapan kesetimbangan dengan reaksi yang berkaitan. Kesetimbangan kimia dapat mengalami pergeseran kesetimbangan menggunakan asas Le Chatelier. Juga, dalam bab ini, kita akan mempelajari tentang pemecahan masalah kesetimbangan.

Kata Kunci : jenis kesetimbangan, tetapan kesetimbangan, pergeseran kesetimbangan, pemecahan masalah kesetimbangan.

 

ABSTRACT

        In chemistry, we study chemical equilibrium. According to Doddy AB (2013), chemical equilibrium is a condition that occurs if the rate of the reaction to the right (forward) is the same as the reaction to the left (back). Chemical equilibrium has the types of equilibrium including homogeneous, heterogeneous and dissociative equilibrium. In this equilibrium, we also learn about the equilibrium constant based on concentration, the equilibrium constant based on pressure, the relationship between Kc and Kp and the equilibrium constant with related reactions. Chemical equilibrium can undergo a shift in equilibrium using Le Chatelier's principle. Also, in this chapter, we will learn about solving equilibrium problems.

Keyword : types of equilibrium, equilibrium constant, equilibrium shift, equilibrium problem solving.

 

PENDAHULUAN  

        Menurut Igor (2017), Kesetimbangan kimia adalah salah satu konsep terpenting dalam kimia. Perubahan sifat sistem kimia pada kesetimbangan yang disebabkan oleh variasi tekanan, volume, suhu, dan konsentrasi. Menurut Komarudin (2015), Kesetimbangan kimia adalah suatu keadaan dimana laju reaksi ke arah kanan sama dengan ke arah kiri. Dalam bab ini, kita membahas tentang jenis – jenis kesetimbangan, tetapan kesetimbangan, Asas Le Chatelier dan pemecahan masalah kesetimbangan.

 

PERMASALAHAN

1. Apa yang dimaksud dengan kesetimbangan kimia?

2. Apa jenis-jenis kesetimbangan kimia?

3. Apa saja tetapan kesetimbangan kimia?

4. Apa faktor-faktor pergeseran menggunakan prinsip Le Chatelier?

5. Apa saja pemecahan masalah kesetimbangan?


TUJUAN PERMASALAHAN  

1. Untuk mengetahui apa itu kesetimbangan kimia

2. Untuk mengetahui jenis – jenis kesetimbangan kimia

3. Untuk mengetahui apa saja tetapan kesetimbangan kimia

4. Untuk mengetahui prinsip Le Chatelier

5. Untuk mengetahui pemecahan masalah kesetimbangan

 

 

PEMBAHASAN

1. Jenis – jenis kesetimbangan kimia

    Kesetimbangan kimia memiliki beberapa jenis antara lain, sebagai berikut.

a.) Kesetimbangan Homogen

Kesetimbangan homogen merupakan satu fase dimana keadaan setimbang dicapai apabila reaksi ke kanan sama dengan reaksi ke kiri.

Vkanan  = Vkiri

Contoh : N2(g) + 3H2(g) รณ 2NH3(g)

 

b.) Kesetimbangan Heterogen

Kesetimbangan heterogen merupakan lebih dari satu fase, dimana dalam hitungan K, yang masif (mampat) diabaikan.

Contoh : CaCO3(s) รณ CaCO(s) + CO2(g)

 

c.) Kesetimbangan Disosiasi

Kesetimbangan disosiasi merupakan lebih dari satu fase, dimana yang terurai atau mula – mula sama dengan derajat disosiasi.

ฮฑ = x/a

  

2. Tetapan Kesetimbangan Kimia

a.) Tetapan Kesetimbangan Konsentrasi (Kc)

    Tetapan kesetimbangan berdasar konsentrasi zat, berlaku untuk zat – zat yang berfasa gas (g) dan aqueous (aq). Zat yang berfasa solid/padat (s) dan liquid/cair (l).

Misal :

2 SO2(g) + O(g) รณ 2 SO3(g)      =>   Kc = [SO3]2 / [SO2][O2]    

b.) Tetapan Kesetimbangan Tekanan (Kp)

    Dalam reaksi yang melibatkan gas, tekanan parsial dan produk berbanding lurus dengan konsentrasi molar. Tetapan kesetimbagan berdasarkan tekanan ini hanya berlaku untuk gas.

Misal :

2 SO2(g) + O(g) รณ 2 SO3(g)      =>   Kp = (Pso3)2 / (Pso2)2(PO2)  

c.) Hubungan Kc dengan Kp

Rumus :

Kp = Kc (RT)ฮ”n

 Dimana,

ฮ”n = jumlah koefisien kanan – jumlah koefisien kiri         

R = tetapan gas universal = 0,0821 liter.atm/mol K

T = suhu mutlak (K)


d.) Tetapan Kesetimbangan dengan Reaksi yang Berkaitan

Jika : aA + bB รณ cAB  =>  Kc = K1 , maka berlaku :

cAB รณ aA + bB    =>   Kc = 1/K1

2aA + 2bB รณ 2cAB   =>   Kc = K12

  

3. Pergeseran Kesetimbangan Le Chatelier

        Menurut Le Chatelier (1884) bahwa bila terhadap suatu kesetimbangan dilakukan suatu tindakan (aksi), maka sistem itu akan mengadakan reaksi yang cenderung mengurangi pengaruh aksi tertentu. Cara sistem mengadakan reaksi adalah dengan melakukan pergeseran ke kiri atau ke kanan. Menurut Doddy AB (2013) dalam suatu sistem kesetimbangan apabila diadakan gangguan, maka sistem akan menata diri sedemikian rupa sehingga pengaruh gangguan jadi seminimal mungkin. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pergeseran kesetimbangan, antara lain sebagai berikut.

1.) Pengaruh Konsentrasi

    Bila salah satu konsentrasi zat diperbesar, maka kesetimbangan mengalami pergeseran yang berlawanan arah dengan zat tersebut. Dengan kata lain,

Bila konsentrasi diperkecil รณ kesetimbangan akan bergeser ke arahnya.

2.) Pengaruh Tekanan

    Bila tekanan dalam sistem kesetimbangan tersebut diperbesar, maka kesetimbangan bergeser ke arah zat – zat yang mempunyai koefisien kecil. Dengan kata lain,

Bila tekanan diperkecil รณ kesetimbangan bergeser ke arah zat – zat yang memiliki koefisien besar.

3.) Pengaruh Volume

    Bila volume dalam sistem kesetimbangan tersebut diperbesar, maka kesetimbangan bergeser ke arah zat – zat yang mempunyai koefisien besar. Dengan kata lain,

Bila volume dalam sistem diperkecil รณ kesetimbangan bergeser ke arah zat – zat yang memiliki koefisien kecil.

4.) Pengaruh Suhu

    Bila suhu reaksi dinaikkan atau diperbesar, maka kesetimbangan akan bergeser ke zat – zat yang membutuhkan panas (endoterm). Sebaliknya, suhu reaksi diturunkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke zat – zat yang melepaskan panas (eksoterm).

 

4. Pemecahan masalah kesetimbangan

        Menurut Hidayat(2018) bahwa, reaksi – reaksi kimia yang membentuk kesetimbangan dapat dipelajari berdasarkan hukum aksi massa yang menghasilkan tetapan kesetimbangan. Nilai tetapan kesetimbangan dapat digunakan untuk :

1. Menafsirkan komposisi molar zat secara kualitatif. Dari nilai tetapan kesetimbangan dapat diketahui komposisi molar zat – zat dalam sistem kesetimbangan kualitatif. Hali ini perting artinya dalam industri kimia guna meningkatkan produksi.

2. Meramalkan arah reaksi. Dengan menggunakan besaran Q (hasil kali konsentrasi), reaksi dapat ditafsirkan apakah reaksi sudah mencapai keadaan setimbang atau sedang menuju kesetimbangan.

3. Menghitung konsentrasi kesetimbangan. Dengan diketahuinya nilai tetapan kesetimbangan pada suhu tertentu, dapat ditentukan komposisi masing – masing zat yang terlibat dalam sistem kesetimbangan.

 

KESIMPULAN

        Kesetimbangan kimia merupakan ilmu kimia yang terpenting dalam kimia dasar. Pergeseran kesetimbangan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu konsentrasi, tekanan, volume dan suhu. Kesetimbangan kimia memiliki beberapa jenis diantaranya kesetimbangan homogen yang memiliki satu fase, kesetimbangan heterogen yang memiliki lebih dari satu fase, dan kesetimbangan disosiasi. Banyak proses – proses kimia yang merupakan reaksi kesetimbangan. Oleh karena itu, diperlukan teknik atau rekayasa agar proses yang secara alami berkesetimbangan dapat bergeser ke arah sistem yang sebesar – besarnya.  

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Doddy AB, Muhammad . 2013. Menguasai IPA Sistem Kebut Semalam. Depok: Pustaka Gema Media

 

Hidayat, Atep Afia. 2018. Kesetimbangan Kimia. Dalam Modul 3 Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Jakarta: Universitas Mercu Buana. (Diunduh pada 14 September 2021)

 

Komarudin, Omang. 2015. Big Book Kimia SMA Kelas 1,2,& 3. Jakarta: Cmedia.

Dalam https://pdf.zlibcdn.com/dtoken/b23228bce4892bfe5f277de89e748119/Big_Book_Kimia_SMA_Kelas_1,_2,__3_by_Ir._Omang_Ko_5586072_(z-lib.org).pdf

(Diunduh pada 19 September 2021)