.

Tampilkan postingan dengan label @ProyekN04. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @ProyekN04. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 September 2019

Indutri Keramik





Pendahuluan
Keramik adalah sejenis bahan yang telah lama di gunakan, yaitu sejak 4000 SM. Pada masa kini keramik tidak lagi hanya terbatas penggunaanya untuk keperluan tradisional seperti tersebut di atas, malah sekarang keramik telah mengalami kemajuan dan di kenal dengan bahan keramik termaju. Bahan keramik sudah di gunakan dalam bidang Teknik Elektro, Sipil, Mekanik, Nuklir bahkan bahan keramik ini di gunakan juga dalam bidang Kedokteran. Bahan keramik sebagian sudah di gunakan dalam motor bakar seperti untuk komponen-komponen mesin diesel misalnya untuk turbo charge, klep dan kepala piston.

Pembahasan
A. Pengertian dan Sejarah Keramik
        Keramik berasal dari perkataan greek yaitu keramos, yang bermaksud lempung yang di bakar pada temperatur tinggi (lebih 1500oC). Ada pendapat lainnya menyatakan bahwa keramik berasal dari perkataan keramikos yaitu segala hasil yang di perbuat dari lempung (tanah liat).
          Sedangkan sejarah pembuatan keramik merupakan salah satu proses industri yang paling tua dalam sejarah manusia. Barang – barang yang ditemukan ada yang berasal dari tahun 15.000 sebelum Masehi, dan cukup maju di masa 10 abad kemudian. 

B. Sifat Fisik Keramik
        Sifat termal penting bahan keramik adalah
- kapasitas panas
- koefisien ekspansi termal
- konduktivitas termal
         Kapasitas panas bahan adalah kemampuan bahan untuk mengabsorbsi panas dari lingkungan. Panas yang diserap disimpan oleh padatan antara lain dalam bentuk vibrasi (getaran) atom/ion penyusun padatan tersebut. 
          Keramik biasanya material yang kuat, dan keras dan juga tahan korosi. Sifat-sifat ini bersama dengan kerapatan yang rendah dan juga titik lelehnya yang tinggi, membuat keramik merupakan material struktural yang menarik. 
           Keterbatasan utama keramik adalah kerapuhannya, yakni kecenderungan untuk patah tiba-tiba dengan deformasi plastik yang sedikit. 
Perbedaan dan kelebihan diantara keramik dengan logam dan bahan polimer:
- Keramik: Bahan bukan organic (bukan
  metalik), keras, kuat, tidak bertindak balas
  dengan bahan kimia, titik cair tinggi.
- Logam: Bahan-bahan organic (metalik),
  kekerasan dan kekuatan berbeda-beda, tidak
  stabil terhadap bahan kimia, Titik cair
  berbeda-beda.
- Polimer: Bahan organic, kebiasaan lembut
  dan lemah, tidak stabil terhadap bahan kimia,
  temperatur cair rendah. 

C. Bahan Baku Keramik
        Ada tiga bahan utama yang digunakan untuk membuat produk keramik klasik, yaitu lempung, feldspar, dan pasir. Lempung adalah aluminium silikat hidrat yang tidak terlalu murni yang terbentuk sebagai hasil pelapukan dari bahan beku yang mengandung feldspar sebagai salah satu mineral asli yang penting.
Terdapat tiga jenis lempung/tanah liat utama yang di bedakan oleh warna, ukuran partikel, sifat keliatan dan komposisi kimianya yaitu :
- Tanah liat kaolin berwarna putih, berukuran
   partikel sederhana, kurang keliatannya/sifat
   plastis. Dan mengandungi komposisi besi
   yang kurang dari 1%.
- Tanah liat bola (ball clay) berwarna hitam atau
   kelabu, berukuran partikel halus, keliatan
   yang tinggi, dan kandungan besi oksida
   diantara 0 – 2 %.
- Tanah liat api (fire clay) berwarna kemerahan,
   berukuran partikel antara sederhana dan
   besar dan komposisi besi oksida yang tinggi
Ada tiga jenis feldspar yang umum, yaitu :
- potas (K2O. Al2O3.SiO2)
- soda (NaO. Al2O3.6SiO2)
- gamping (CaO. Al2O3.6SiO2)
      yang kesemuanya dipakai dalam produk keramik. Feldspar sendiri berfungsi sebagai pemberi sifat fluks dalam formulasi keramik.
      Bahan – bahan ini termasuk bahan mentah yang di gunakan dalam pembuatan barang keramik konvensional seperti, feldspar, silicon, kalsium karbonat. Selain dari pada bahan di atas, berbagai mineral lain, seperti garam dan oksida juga digunakan sebagai bahan fluks dan perawis refraktori.

D. Pembuatan Keramik

1. Pengolahan Bahan
         Pengolahan bahan dapat dilakukan dengan metode basah maupun kering, dengan cara manual ataupun masinal. Didalam pengolahan bahan ini ada proses-proses tertentu yang harus dilakukan antara lain: pengurangan ukuran butir, penyaringan, pencampuran, pengadukan (mixing), dan pengurangan kadar air. Tahap terakhir adalah pengulian, dimaksudkan untuk menghomogenkan massa badan tanah liat dan membebaskan gelembung-gelembung udara yang mungkin terjebak. Massa badan keramik yang telah diuli, disimpan dalam wadah tertutup, kemudian diperam agar didapatkan keplastisan yang maksimal.

2. Pembentukan
       Ada tiga keteknikan utama dalam membentuk benda keramik:
a. Pembetukan Tangan Langsung
         Dalam membuat keramik dengan teknik
    pembentukan tangan langsung, ada
    beberapa metode yang dikenal selama ini:
    teknik pijit (pinching), teknik pilin (coiling),
    dan teknik lempeng (slabbing).
b. Pembentukan dengan Teknik Putar
         Secara singkat tahap-tahap pembentukan
     dalam teknik putar adalah: centering
    (pemusatan), coning (pengerucutan),
    forming (pembentukan), rising (membuat
    ketinggian benda), refining the contour
   (merapikan).
c. Pembentukan dengan Teknik Cetak
         menggunakan bantuan cetakan/mold
     yang dibuat dari gipsum. Teknik cetak dapat
     dilakukan dengan 2 cara: cetak padat dan
     cetak tuang (slip). Pada teknik cetak padat
     bahan baku yang digunakan adalah badan
     tanah liat plastis sedangkan pada teknik
     cetak tuang bahan yang digunakan berupa
     badan tanah liat slip/lumpur. 

3. Pengeringan
         Tujuan utama dari tahap ini adalah untuk menghilangkan air plastis yang terikat pada badan keramik.

4. Pembakaran
         Pembakaran biskuit merupakan tahap yang sangat penting karena melalui pembakaran ini suatu benda dapat disebut sebagai keramik. Biskuit (bisque) merupakan suatu istilah untuk menyebut benda keramik yang telah dibakar pada kisaran suhu 700 – 1000oC. Pembakaran biskuit sudah cukup membuat suatu benda menjadi kuat, keras, kedap air.
      Untuk benda-benda keramik berglasir, pembakaran biskuit merupakan tahap awal agar benda yang akan diglasir cukup kuat dan mampu menyerap glasir secara optimal.

5. Pengglasiran
         Tahap yang dilakukan sebelum dilakukan pembakaran glasir, benda keramik biskuit dilapisi glasir dengan cara: dicelup, dituang, disemprot, atau dikuas.
          Untuk benda kecil-sedang pelapisan glasir dilakukan dengan cara dicelup dan dituang; untuk benda-benda yang besar pelapisan dilakukan dengan penyemprotan.
          Fungsi glasir pada produk keramik adalah untuk menambah keindahan, supaya lebih kedap air, dan menambahkan efek-efek tertentu sesuai keinginan.

E. Klasifikasi Keramik

1. Keramik Konvensional
       Bahan yang termasuk di dalam golongan ini ialah alumina, silicon karbida, silicon nitrida, komposite dan bahan yang di lapisi dengan keramik.
b. Keramik Putih
        Keramik ini dibuat dari bahan dasar lempung kualitas terpilih dan fluks dalam jumlah bervariasi yang dipanaskan pada suhu 1200-1500oC di dalam tanur (kiln). Contohnya keraamik tanah, porselin, keramik china, ubin keramik putih, dsb
c. Keramik Refraktori
       Yakni keramik yang mencakup bahan – bahan yang digunakan untuk menahan pengaruh termal, kimia dan fisik. Refraktori dijual dalaam bentuk bata tahan api, bata silica, magnesit,dsb.
d. Keramik Listrik
        Yang termasuk dalam kategori keramik ini mempunyai fungsi electromagnet dan optic dan juga fungsi kimia yang berkaitan dengan penggunaannya secara langsung. Keramik ini digunakan sebagai bahan penyekat, magnet, tranducer, dan pensemikonduksi.

Bahan-bahan keramik dapat digunakan membuat berbagai komponen/produk seperti dibawah ini
1. Keramik Konvensional
a. Keramik berstruktur
• Penggunaan : batu bata, riol , pot bunga, lantai dan dinding.
b. Keramik putih
• Penggunaan: peralatan meja makan (seperti piring, teko, mangkuk), peralatan kamar mandi, perhiasan rumah.
c. Keramik refraktori
• Di gunakan sebagai batu untuk tanur kupola, serabut keramik, semen mortar, liner yang di gunakan pada temperatur tinggi seperti di tanur peleburan besi, aluminium dan sebagainya.
d. Keramik listrik
• Contohnya insulator, switch dan kepingan penyekat

2. Keramik Termaju
- Keramik Oksida
  Contohnya: Abrasif, Substrat elektronik, Mata
  pahat, Komponen mesin.
- Keramik Bukan Oksida
  Contohnya ialah Turbin gas, Komponen
  mesin, Abrasif, Mata pahat, Nozel roket dll.
- Keramik Komposit
  Contohnya ialah rotor dan komponen mesin,
  mata pahat, komponen untuk industri.
- Keramik Kaca
  Contohnya ialah recrystallized glasses for instrument bagian-bagian mekanik dalam kapal terbang. Bahan keramik kemungkinan merupakan timbunan bahan yang terbesar di gunakan oleh manusia. Di sekeliling kita jika kita perhatikan penggunaan harian banyak

Berikut ini contoh aplikasi keramik dalam bidang teknik : 
1. Keramik Bangunan : Atap, lantai, Kaca
     jendela, Semen dan Beton, Gelas keramik,
    Terakota, Gerabah, Batu bata
2. Biokeramik: Pengganti tulang, Pengganti gigi,
     Katup jantung, Porselin gigi
3. Saringan dan Selaput Keramik : Selaput
     pemisah cairan, Selaput pemisah gas,
     Saringan logam cair
4.  Keramik Nuklir : Bahan bakar nuklir,
     Moderator, Pelindung, Kapsul gelas,
     Pembungkus bahan bakar nuklir.


KESIMPULAN
- Keramik merupakan suatu kesenian dan sains membuat dan menggunakan hasil padat yang terdiri daripada atau sebahagian besar komponennya adalah bahan tak organik (porselin, lempung, semen, kaca, feroelektrik, superkonduktor dan sebagainya).
- Keramik tradisional adalah keramik yang berdasarkan lempung.
- Keramik modern adalah keramik yang mempunyai sifat-sifat fisik, mekanik, kimia dan listrik yang istimewa.
- Bahan keramik tradisional adalah tembikar, lempung, semen, refraktori dan berbagai hasil berkaitan dengan silikat.

DAFTAR PUSTAKA
George T. Austin, Industri Proses Kimia,, jilid 1,edisi 5, Jakarta : Erlangga.
http://ellyawan.dosen.akprind.ac.id/?p=10
http://www.kimianet.lipi.go.id/utama.cgi?cetakartikel&1100398016
http://studiokeramik.blogspot.com/2007/10/membuat-keramik.html
http://www.umsu.ac.id/index.php?option=com_content&task=view&id=80&Itemid=50&limit=1&limitstart=1
http://www.umsu.ac.id/index.php?option=com_content&task=view&id=80&Itemid=50


Industri Barang Plastik Lembaran

Oleh @N12-ALFINA, Alfina Septiyadevi


Abstrak :
Plastik secara bertahap sudah mulai menggantikan bahan material lain seperti kayu, besi, kertas, kain, kulit, dan lain-lain. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya jenis barang yang diproduksi menggunakan plastik sebagai bahan dasarnya. Salah satu penyebabnya karena plastik memiliki banyak kelebihan dibandingkan material lain yaitu kuat, tekstur mengkilat, licin, anti air,anti karat, tahan terhadap bahan kimia , dan juga biaya produksi yang relatif murah.

Kata Kunci : plastik lembaran, thermoplastik, industri plastik

Pendahuluan :
Industri plastik saat ini mendominasi di Indonesia dibandingkan dengan industri logam dan industri besi. Hal ini disebabkan karena plastik memiliki beberapa kelebihan diantaranya ialah bahannya ringan, fleksibel, kuat multiguna, tidak berkarat dan bersifat termoplastis (heat seal).
Plastik  terbuat dari karbon, hidrogen dan atom – atom lainnya yang terikat dalam rantai molekul panjang yang disebut polimer. Komponen utama plastik sebelum membentuk polimer adalah monomer, yakni rantai yang paling pendek. Plastik lembaran merupakan salah satu produk bahan kimia yang masih berupa lembaran-lembaran tipis dan menjadi bahan dasar utama untuk membuat macam-macam produk dari plastik, seperti kemasan plastik pada makanan.


Pembahasan :
a. Klarifikasi plastik
Menurut Eden dalam Davidson (1970), klasifikasi plastik menurut struktur kimianya terbagi atas dua macam yaitu:
1. Linear 
Apabila monomer membentuk rantai polimer yang lurus (linear) maka akan terbentuk plastik thermoplastik.
2. Jaringan tiga dimensi
Apabila monomer berbentuk tiga dimensi akibat polimerisasi berantai, akan terbentuk plastik thermosetting.


b. Proses Pembuatan Plastik

Agar plastik bisa menjadi barang jadi, maka membutuhkan proses pembuatan plastik yang lumayan panjang. Secara garis besarnya proses pembuatan plastik bisa dijelaskan dalam beberapa tahap berikut ini :
            1. Injection Molding
Pada tahapan pertama awalnya masih berupa pellet atau biji plastik. Kemudin dimasukkan ke dalam sebuah tabung yang memiliki pemanas, akan terjadi proses pelelehan biji plastik. Setelah dilelehkan maka lelehan plastik itu akan dibawa masuk ke dalam cetakannya.
2.   Ekstrusi
Proses dimana lelehan biji plastik itu kemudian ditekan secara terus menerus sehingga dengan demikian bisa lebih lebur dan halus.
3.   Thermoforming
Pada tahapan ini maka lelehan biji plastik tadi telah berubah menjadi lempengan atau lembaran yang kemudian nantinya akan dipanaskan kembali dan dimasukkan ke dalam sebuah cetakan lainnya.
4.      Blow Molding
Pada tahap yang terakhir ini, lelehan biji plastik yang telah membentuk bentuk lain yaitu pipa ini akan ditiup secara terus menerus ke cetakan selanjutnya yang kemudian terbentuklah plastik yang siap dibentuk untuk membuat produk lainnya.

      c. Perusahaan Plastik di Indonesia
Menurut Kementrian Perindustrian (Kemenperin) terdapat beberapa perusahaan plastik  di Indonesia yang berfokus menghasilkan jenis komoditi plastik lembaran, diantaranya sebagai berikut :
1.      Bhineka Tata Mulya Indonesia, PT (Desa Cikuwul, Bekasi, Jawa Barat)
2.      Cahaya Buana ( Jl Cigondewah No 3 Kota Cimahi, Jawa Barat)
3.      SBP Indonesia, PT (Kawasan Industri Mm 2100 Jl Inan Blon Bekasi, Jawa Barat)

Kesimpulan :
Plastik merupakan bahan elastomer yang secara komersial digunakan oleh masyarakat dan industri untuk membuat suatu produk, salah satu yaitu plastik lembaran. Jenis plastik yang paling umum digunakan adalah thermoplastik. Karena memiliki sifat reversible yaitu dapat mengikuti perubahan suhu.

Daftar Pustaka :

Industri Plastik Barang Rumah Tangga


Abstrak
Seiring berkembangnya jaman menyebabkan kondisi lingkungan bisnis semakin ketat dan untuk mengatasinya diperlukan orang-orang yang memiliki keterampilan dalam mengelola bisnis. Munculnya banyak perusahaan manufaktur menuntut para pengusaha untuk menerapkan strategi-strategi untuk menghadapi persaingan bisnis. Seperti yang diketahui dalam dunia bisnsis saat ini peranan sumber daya manusia dan fungsi sumber daya manusia mengalami perubahan menjadi fungsi manajemen yang penting. Memiliki sumber daya manusia yang ahli dapat menjadi sumber keunggulan kompetitif yang berkelanjutan karena manusia tersebut mempunyai pengetahuan. Dalam hal ini dilakukan penelitian pada perusahaan manufaktur yang bergerak pada industri alat-alat rumah tangga dari plastik yang memiliki banyak pesaing sehingga menyebabkan banyaknya jenis produk yang beredar dipasaran dan berpengaruh pada tingginya daya tawar pembeli.
Kata Kunci : jenis plastic untuk barang rumah tangga

I. Pendahuluan
Industri pembuatan alat rumah tangga pada saat ini lebih banyak membuat produk nya menggunakan bahan dasar plastik. Hal ini disebabkan oleh bahan dasar plastik yang lebih murah, tahan pecah dan tahan banting dibandingkan dengan bahan lainnya. Produk plastik rumah tangga yang biasanya digunakan untuk kegiatan sehari-hari yang memiliki fungsi yang berbeda yaitu berupa peralatan kebersihan, peralatan masak dan dapur dan sebagainya. Sehingga mendorong pelaku industri khususnya industri houseware untuk dapat menyediakan berbagai macam produk alat rumah tangga berbahan dasar plastik yang aman untuk keperluan sehari-hari. Maka, seiring dengan pemakaian alat rumah tangga yang digunakan sehari-hari maka menjadikan produk ini memiliki potensi yang cukup tinggi akan permintaannya. Dengan adanya permintaan yang tidak sedikit jumlahnya maka perusahaan harus dapat mengatur adanya persediaan dengan baik. Keberadaan persediaan (inventory) dalam suatu unit usaha perlu diatur sedemikian rupa sehingga tetap menjamin kelancaran pemenuhan permintaan pemakainya (Bahagia, 2006).
II. Permasalahan
Saat ini banyak bahan plastic untuk membuat barang rumah tangga, ada yang aman untuk pakai dan ada juga yang tidak aman. Dikarenakan memiliki zat berbahaya yang dikandung didalamnya. Jadi apa saja jenis jenis plastic yang dibutuhkan untuk peralatan rumah tangga ?

III. Pembahasan
Plastik, sudah tentu kita pernah menggunakannya. Saat ini plastik sudah tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Penggunaannya sangat luas mulai dari pembungkus hingga wadah makanan minuman. Banyak yang belum mengetahui bahwa plastik terbagi menjadi beberapa golongan sesuai dengan bahan maupun penggunaannya. Ada baiknya kita dapat mengenali beberapa golongan tersebut agar terhindar dari bahaya penggunaan plastik yang tidak tepat.
 1. Polyethylene terephthalate (PET atau PETE)
PET adalah bahan yang tidak tembus air dan gas, berwarna bening / transparan, banyak digunakan untuk botol minuman dan beberapa kemasan makanan. Mungkin jenis polimer ini yang paling sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Namun hati-hati, bahan dengan polimer PET ini disarankan hanya untuk 1 kali pemakaian. Bila digunakan berulang, apalagi jika terpapar air panas/hangat akan menyebabkan lapisan polimer ini meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik jika terpapar pada tubuh manusia.
Terlalu sering terpapar polimer PET ini dapat mengakibatkan iritasi kulit dan gangguan saluran pernafasan. Bagi wanita, PET dapat menimbulkan masalah pada siklus menstruasi serta meningkatkan resiko terjadinya keguguran pada wanita hamil. Selain untuk kemasan makanan dan minuman, PET ini juga sering digunakan untuk bahan baku tekstil, dan dikenal dengan istilah polyester.
2. High Density Polyethylene (HDPE)
 Memiliki kerapatan molekul yang lebih tinggi dibanding PET, memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap pelarut, serta tahan suhu tinggi. Termasuk jenis polimer yang cukup aman digunakan karena kemampuan nya untuk menahan reaksi kimia yang biasa terjadi antara kemasan dengan bahan HDPE dan bahan yang dikemas nya.
Biasanya digunakan sebagai kemasan galon air, kemasan untuk bahan kimia rumah tangga seperti pembersih, deterjen, pemutih, dan kosmetik. Penggunaan polimer HDPE ini sebagai wadah, tidak disarankan berulang, karena memiliki kecenderungan melepaskan bahan pelarutnya, antimoni trioksida, seiring berjalan nya waktu.
3. Polyvinyl Chloride (PVC)
 PVC memiliki daya tahan sangat tinggi terhadap pelarut kimia, dan paling sulit untuk di daur ulang. Umum digunakan untuk industri konstruksi sebagai material pipa, pintu, jendela, pagar, kabel, dll. Jarang digunakan untuk industri makanan, namun jika Sahabat menemui makanan yang dikemas oleh material PVC, maka hindari untuk mengonsumsi nya. Karena PVC jika bercampur dengan makanan yang dikonsumsi manusia, akan mengakibatkan kerusakan hati dan ginjal.
PVC mengandung DEHA (diethylhydroxylamine) sebagai bahan pelarut yang menjadikannya bahan polimer yang paling sulit untuk didaur ulang.

4. Low Density Polyethylene (LDPE)
 LDPE memiliki sifat mekanis yang tembus pandang, kuat, fleksibel, dan memiliki daya tahan yang baik terhadap pelarut kimia. Karena sifat-sifatnya tadi, yang kuat, fleksibel, dan tahan terhadap pelarut kimia, bahan polimer LDPE ini termasuk aman untuk digunakan sebagai wadah makanan yang akan dikonsumsi oleh kita. Tempat makan, plastik pembungkus, dan kemasan makanan di supermarket biasanya menggunakan polimer LDPE ini sebagai wadah.
Untuk wadah makan dan minum anak-anak di rumah, paling aman menggunakan wadah dengan bahan dasar polimer LDPE ini. Jadi, jika kita akan membeli wadah makan, Sahabat cukup cek tanda yang biasanya tertera di bawah atau belakang produk dengan tanda 4 (LDPE) ini.
5. Polypropylene (PP)
Memiliki sifat mekanis yang mirip dengan LDPE, namun tidak tembus pandang dan relatif lebih tahan panas dan bahan kimia. Banyak digunakan sebagai bahan wadah makanan, terutama peralatan makan bayi seperti piring, mangkok, dan gelas.
6. Polystyrene (PS)
 Lebih kita kenal dengan nama styrofoam, biasa digunakan untuk box penyimpanan, shipping box produk elektronik, cooler box, insulasi suara, listrik, atau panas, dll. Namun ada beberapa produsen makanan instan masih menggunakan PS ini sebagai wadah pembungkus makanan yang mereka jual. Jika Sahabat tidak bisa menghindari penggunaan nya sebagai wadah makanan, diharapkan jangan terlalu sering mengonsumsi makanan instan tersebut.
Pelarut styrene dapat ditemui pada asap rokok, asap kendaraan bermotor, atau bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari, karena jika terakumulasi dalam tubuh dapat mengganggu kesehatan otak, keseimbangan hormon estrogen, mengganggu sistem reproduksi, dan sistem syaraf. Selain itu, polystyrene juga sangat sulit untuk didaur ulang, membutuhkan waktu lama dan proses yang panjang untuk mendaur ulang nya.
7. OthersGolongan lainnya.
 Plastik atau polimer yang terbuat selain dari bahan-bahan pelarut/campuran diatas, akan dikategorikan kepada plastik golongan 7. Ada beberapa jenis plastik yang masuk dalam golongan 7 ini, diantaranya adalah : Styrene acrylonitrile (SAN), Acrylonitrile butadiene styrene (ABS), Polycarbonate (PC), dan Nylon.
SAN dan ABS memiliki daya tahan tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu tinggi. Memiliki kekuatan dan kekakuan yang tinggi, sehingga biasanya digunakan sebagai bahan dasar untuk suku cadang kendaraan, alat elektronik rumah tangga, computer, alat rumah tangga, peralatan makan, sikat gigi, mainan anak, dll. Kedua polimer ini termasuk polimer yang aman untuk digunakan sebagai peralatan sehari-hari.
Demikian uraian beberapa golongan plastik untuk dapat kita ketahui. Namun dibalik manfaatnya, ternyata plastik merupakan salah satu sumber sampah anorganik terbesar. Karakteristik plastik yang sulit terurai menjadi salah satu penyebab pencemaran lingkungan oleh sampah plastik. Kita harus memulai dari diri sendiri untuk mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, minuman kemasan, atau apapun yang dapat menyebabkan sampah plastik.
Kita mulai dengan penggunaan barang-barang yang dapat dipergunakan berulang-ulang seperti tas belanjaan, membawa botol minuman sendiri, wadah makanan ataupun langkah-langkah yang lain. Ingat!! Kurangi sampah plastik mulai dari diri sendiri dan mulai hari ini!!. Semua demi menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman serta berkelanjutan.
IV. Kesimpulan
Karena peralatan rumah tangga mayoritas berbahan plastic dan setiap hari dipakai sehari hari, alangkah baik nya mengetahui bahan dasar nya untuk memastikan barang yang kita pakai bahan bahan nya aman untuk digunakan, dan tidak menimbulkan efek samping atau hal hal lainnya.

Sumber Referensi
Nukti, Yuniarni. 2018. Peralatan Rumah Tangga berbahan Plastik yang Aman
Marwati, Siti. 2010. Pemilihan Kemasan dan Peralatan makan Berbahan Plastik yang Aman Bagi Kesehatan : http://staffnew.uny.ac.id/upload/132318568/pengabdian/c3.pdf

Pengenalan Industri Ban

Oleh : Oky Maulana (@N07-Oky)


Ban yang sudah selama ini kita ketahui merupakan salah satu komponen dari kendaraan yang penting  mengingat tanpa ban mustahil kendaraan dapat berjalan dengan nyaman, oleh sebab itu ban sangatlah penting untuk menyerap getaran dari jalan sehingga getaran tidak sampai ke pengemudi.

Kata kunci : Industri ban, ban dalam dan ban luar

I.Pendahuluan

Pada tahun 1839, Charles Goodyear berhasil menemukan teknik vulkanisasi karet. Vulkanisasi sendiri berasal dari kata Vulkan yang merupakan dewa api dalam agama orang romawi. Pada mulanya Goodyear tidak menamakan penemuannya itu dengan nama vulkanisasi melainkan karet tahan api. Pada tahun 1845 Thomson dan Dunlop menciptakan ban atau pada waktu itu disebut ban hidup alias ban berongga udara. Sehingga Thomson dan Dunlop disebut Bapak Ban. Dengan perkembangan teknologi Charles Kingston Welch menemukan ban dalam, sementara William Erskine Bartlett menemukan ban luar.

II.Pembahasan

Pengertian
Ban adalah peranti yang menutupi velg suatu roda. Ban adalah bagian penting dari kendaraan darat, dan digunakan untuk mengurangi getaran yang disebabkan ketidakteraturan permukaan jalan, melindungi roda dari aus dan kerusakan, serta memberikan kestabilan antara kendaraan dan tanah untuk meningkatkan percepatan dan mempermudah pergerakan.

Jenis jenis ban

Ban Bias
Untuk ban bias, ban jenis ini terbuat dari lapisan serat yang dibuat dengan arah yang miring. Selain itu, ban jenis bias ini memiliki tapak atau juga disebut dengan tread yang memiliki daya serap terhadap benturan yang baik sehingga akan memberikan kenyamanan pada pengemudi saat berkendara. Tetapi kelemahan dari ban bias ini untuk ketahanan terhadap keausan dan guncangan kurang baik dan tidak sebaik ban jenis radial.
Ban Radial
Untuk ban radial, ban jenis ini terbuat dari lapisan serat dan lapisan serat tersebut dibuat menyilang pada lingkar ban. Selain itu, pada ban jenis radial ini lapisan seratnya ditambah dengan lapisan sabuk dengan arahnya yang searah lingkar ban.
Untuk ban radial yang sabuknya terbuat dari bahan serat baja, ban ini disebut dengan ban radial baja. Untuk kelebihan ban radial baja ini adalah untuk ketahanan terhadap guncangan serta keausan lebih baik dibandingkan dengan tipe bias. Sedangkan kelemahan ban radial baja ini sendiri adalah untuk tapaknya lebih kaku sehingga kurang nyaman saat dikendarai pada jalan bergelombang atau tidak rata.
Ban Tubeless
Untuk ban tubeless, ban jenis tubeless ini dirancang agar memungkinkan ban dapat menahan udara langsung didalamnya tanpa adanya ban dalam didalam ban luarnya.
Ban jenis tubeless ini dibuat dengan lapisan serat dan didalamnya juga dilengkapi dengan lapisan dalam yang berfungsi berfungsi untuk menghambat tekanan udara yang keluar pada saat ban tertusuk oleh benda tajam, sehingga ketika ban tertusuk ban tidak langsung kempes. Ban jenis tubeless ini memiliki tingkat keamanan yang cukup baik.
Cara kerja ban tubeless ini ketika tertusuk benda tajam yaitu saat ban tertusuk benda tajam, maks tread dan liner akan mencengkeram dengan kuat pada benda tajam yang menusuk ban. Karena tread dan liner mencengkram rapat benda tajam tersebut sehingga tekanan udara dalam ban tersebut tidak akan langsung keluar. Oleh sebab itu ban jenis tubeless ini tidak akan langsung kempes ketika tertusuk benda tajam dengan catatan benda tajam tersebut tidak dicabut dari ban.
Kelebihan ban jenis tubeless lainnya adalah proses radiasi panas akan lebih baik dikarenakan udara langsung berhubungan dengan rim karena ban jenis tubeless tidak memakai ban dalam. Selain itu, dengan tidak memakai ban dalam maka flap dan side ring pada ban akan menjadi lebih ringan.

Bagian bagian ban

Carcass
Carcass ada didalam ban.Fungsinya menahan berat,goncangan,tumbukan dan tekanan angin.Carcass dibuat dari lembaran-lembaran ply cord.
Tread
Tread merupakan kulit luar dari ban,melindungi Carcass dari keausan dan kerusakan lain.Bagian tread yang berhubungan langsung dengan permukaan jalan disebut “Crown”.
Bagian samping dari ban disebut “Side Wall” dan daerah pertemuannya dengan tread disebut “Shoulder”.
Breaker
Cord yang digunakan didalam Carcass dapat menjadi rusak karena tumbukan-tumbukan dijalan,seperti lubang-lubang,batu dan lain-lain.
Jadi yang dinamakan “Breaker” ditempatkan diantara Trad dan Carcass dengan maksud sebagai peredam goncangan/tumbukan.
Bead
Bead berfungsi untuk menahan kedua ujung daricord,menjamin pemasangan yang kuat dari ban ke rim(pelek).

Produksi ban

Mixing / Banbury
Pada tahap awal, proses yang dilakukan adalah pencampuran Natural &Synthetic Rubber dengan Ingredient yang sebelumnya sudah ditimbang sesuai dengan berat yang ditentukan pada spesikasi produk yang ingin dibentuk. Kemudian diberikan tambahan Carbon dan Oli pada saat material tersebut masuk
kedalam mesin Banburry. Dalam mesin tersebut terdapat alat yang berfungsi untuk menggiling campuran menjadi lapisan yang disebut compound. Sebelum compound tersebut disusun pada rak, terlebih dahulu melewati proses pendinginan dan diberi cairan adhesive agar compound tersebut tidak lengket setelah tersusun.
Extruding
Adonan hasil mixing  tadi dibuat menjadi tread  dan sidewall.  Prosesnya adalah injeksi dan extruding hingga terbentuk profil.
Calender
Proses aplikasi lain adalah untuk pembuatan material ply & steel belt, JLB & cap ply. Aplikasi tersebut dibentuk oleh mesin Calender dengan bahan dasar benang (polyester dan nylon) juga steel cord. Polyester maupun nylon yang akan diproses, sebelumnya harus melalui proses pelebaran terlebih dahulu agar material tersebut terbuka untuk kemudian di masukan ke dalam oven dengan suhu 160°C agar pada saat diberikan compound dan bahan-bahan seperti polyester, nylon, dan steel cord dapat merekat dengan sempurna.
Bead
Sementara proses calender  berjalan, di bagian lain ada pembuatan bead wire  yaitu melapisi kawat baja dengan karet. Proses ini berjalan otomatis dan begitu keluar dari mesin, bead wire  sudah berbentuk lingkaran sesuai dengan ukuran rim.
Cutting
Proses cutting ini merupakan proses lanjutan dari mesin Callender, hasill akhir  dari proses ini biasa disebut dengan Ply dan Cap Ply.
Building
Kemudian sampailah pada tahap perakitan semua komponen-komponen  aplikasi yang telah dibuat pada proses semi manufaktur. Akan menjadi GT.
Curing
Proses selanjutnya adalah tahap akhir dari proses pembentukan ban. Proses curing sendiri merupakan pemasakan atau vulkanisasi yaitu penyatuan polimer (rubber) dengan carbon black dan sulphur dengan dibantu oleh persenyawaan bahan kimia untuk mendapatkan beberapa karakteristik compound yang diperlukan dari bagian-bagian ban. Proses curing (pemasakan) ini membutuhkan suhu panas dan sejumlah tekanan steam yang sangat tinggi, GT akan ditempatkan pada cetakan (mold) dengan temperatur sesuai dengan yang diinginkan untuk produksi. Setelah cetakan tertutup, GT akan melebur ke dalam cetakan tread dan side wall. Cetakan tersebut tidak dapat dibuka sampai proses curing selesai secara keseluruhan. Setelah proses pemasakan selesai, mold akan terbuka secara otomatis. Ban yang sudah jadi akan jatuh dan masuk ke dalam conveyor untuk kemudian sampai di bagian Pemeriksaan (Finishing).
Finishing / quality control
Setelah selesai, ban diperiksa secara visual apakah ada cacat atau tidak. Proses ini tentu saja tidak menggunakan mesin, jadi ketelitian pekerja sangat dibutuhkan. Selain visual, kontrol juga dilakukan dengan pemeriksaan balance  dan menggunakan sinar X.
Ban tidak mungkin bisa 100% balance  seperti pelek, namun ada batasannya. Jika melebihi batas, berarti ada kesalahan pada proses produksi. Selain itu, kami juga memiliki laboratorium untuk memeriksa sampel ban yang diambil secara acak demi menjaga kualitas.

Kode Ban

Ukuran ban
Dimensi atau ukuran sebuah ban dapat dinyatakan sebagai berikut: " 205 / 55 /R16 92H"
Keterangan dimensi atau ukuran ban tersebut dapat dinyatakan sebagai berikut:
205: Lebar telapak ban (mm)
55: aspek ratio untuk ketebalan ban (%) dari lebar telapak ban
H: kode limit kecepatan
R16: diameter velg ( inch )     
92 : kode beban maksimum     

Kode kecepatan ban

Kode                                            Kecepatan (Km/Jam)
B                                                  50
C                                                  60
D                                                  65
E                                                  70
F                                                  80
G                                                  90
J                                                   100
K                                                  110
L                                                  120
M                                                 130
N                                                  140
P                                                  150
Q                                                  160
R                                                  170
S                                                  180
T                                                  190
H                                                  210
U                                                  200
V                                                  240
W                                                 270
Y                                                  >300

Indeks Beban

Kode                                            Beban Maksimum (Kg)
30                                                106
31                                                109
32                                                112
33                                                115
34                                                118
35                                                121
36                                                125
37                                                128
38                                                132
39                                                136
40                                                140
41                                                145
42                                                150
43                                                155
44                                                160
45                                                165
46                                                170
47                                                175
48                                                180
62                                                265
63                                                272
64                                                280
66                                                300
68                                                315
70                                                335
73                                                365
75                                                387
80-89                                           450-580
90-100                                         600-800

Daftar Pustaka
Anonim. 2012. Industri Produksi ban. Sumber : http://silvia-rizky1.blogspot.com/2012/11/cara-produksi-ban.html
Erni, Novi. 2006. Kinerja dan Potensi industry Ban.