.

Tampilkan postingan dengan label @P25-BAGAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @P25-BAGAS. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Desember 2019

Wujud Gas



Abstrak
Gas merupakan kumpulan molekul-molekul dengan gerakan kacau balau, acak tapi berkesinambungan kecepatannya bertambah jika temperatur dinaikkan. Molekul-molekul gas terpisah jauh satu sama lain, kecuali selama tabrakan dan bergerak tak bergantungan satu sama lain. Daerah gas bermuatan sejenis dengan partikel gas yang berbeda saling tolak-menolak, sementara daerah yang bermuatan berbeda saling tarik menarik satu sama lain; gas yang mengandung ion bermuatan permanen dikenal sebagai plasma. Senyawa gas dengan ikatan kovalen polar mengandung ketidakseimbangan muatan permanen dan dengan demikian mengalami gaya antarmolekul yang relatif kuat, walaupun muatan bersih senyawanya tetap netral



Kata Kunci : wujud gas, interaksi molekular gas

I. Pendahuluan
Berbagai jenis gas berperilaku sangat mirip bila tekanan dantemperatur diubah. Perilaku gas-gas tersebut dapat dijelaskan melaluihukumhukum gas. Hukumhukum ini bermaksud untuk menunjukkan bagaimana melakukan sejumlah perhitungan dalam memperlakukan pereaksi gas serta menghubungkan perilaku gas dengan teori molekuldengan reaksi kimia. (Keenan,1980:246). Biasanya banyaknya zat gas ditetapkan dengan mengukur . Namun, karena volume gas berubahmenurut tekanan dan temperature, maka kedua kondisi ini juga harusdiukur.

II. Permasalahan

1. Apa saja sifat dasar untuk mempelajari gas ?
2. Apa itu Interaksi Molekular Gas ?

III. Pembahasan

            4 sifat Dasar Untuk mempelajari gas
1. Volume ( V )
2. Jumlah zat / jumlah mol ( n )
3. Tekanan ( p )
4.  Temperatur ( T )

*Nilai V, n, p dan T diketahui maka keadaan gas dapat diketahui
*Kapanpun dalam keadaan tersebut akan memiliki sifat yang tetap sama ( rapatan kapasitas kalor, warna )

Tekanan
            Tekanan adalah Gaya per satuan Luas. Makin besar gaya yang bekerja pada permukaan tertentu, makin besar tekanannya. Satuan SI tekanan adalah pascal (Pa), namun adapula satuan lainnya, yaitu bar dan atmosfer (atm).

Temperatur
            Temperatur ialah sifat yang menunjukan Arah Energi.

Interaksi Molekular Gas
Gas nyata menunjukan menunjukan penyimpangan dari hukum gas ideal karena molekul-molekulnya berinteraksi. Gaya tolak-menolak antar molekul membantu ekspansi dan kompresi. Interaksi molekular :
a. Faktor pemampatan
b. Koefisien virial
c. Pengembunan
d. Konstanta kritis

A. Faktor Pemampatan
            Gas nyata yang memperlihatkan ketergantungan gaya terhadap jarak dapat diperagakan antara faktor pemampatan Z, dengan :

Z = P.Vm/RT

Pada tekanan tinggi semua gas mempunyai Z>1 menunjukkan gas-gas itu sulit dimampatkan dari pada gas sempurna.


B. Koefisien Virial




Rumus diatas adalah persamaan keadaan virial (nama ini berasal dari bahasa latin untuk gaya).

Persamaan virial dapat digunakan memeragakan persamaan keadaan gas nyata dapat sama dengan gas sempurna sewaktu P, semua sifat-sifatnya tidak perlu sama dengan sifat-sifat gas sempurna.

Faktor pemampatan, untuk gas nyata: dz/dp = B + 2pC + . . .

B’ tidak pernah nol oleh karena itu untuk gas nyata Z ketika P kemiringan kurva Z terhadap p tidak mendekati nol. Karena koefisien virial bergantung pada temperature, mungkin ada temperatur dimana Z mendekati 1 dengan kemiringan kurva nol adalah tekanan rendah / volume molar tinggi.



C. Pengembunan
            Apabila keadaan tekanan, suhu, dan volume gas dapat diatur sehingga gaya tarik-menarik maksimum ini dapat dicapai, gas akan mulai berubah menjadi cairan.

Persamaan Van Der Walls
Interaksi tolak-menolak molekuler diasumsikan bahwa interaksi itu menyebabkan molekul-molekul berprilaku sebagai bola kecil tetapi tidak dapat ditembus.
Volume bukan-nol molekul menyiratkan bahwa partikel itu tidak bergerak dalam volume V, tetapi terkekang di dalam volume yang lebih kecil yaitu V-nb. Dengan nb adalah perkiraan volume 
total yang ditempati molekul-molekul itu sendiri.

P  = nRT/V –> P = (nRT)/(V-nb)

Tekanan bergantung baik pada frekuensi tabrakan dengan dinding maupun pada gaya setiap tabrakan berkurang akibat gaya tarik. Akibatnya persamaan vand er wallsnya:



Persamaan ini sering ditulis dalam istilah volume molar Vm2= V/n sebagai


Istilah a/Vm disebut tekanan internal gas. Persamaan Van der Waals ditulis dalam bentuk persamaan gas akan menjadi :


Ciri-ciri utama persamaan Van der Waals:

Isoterm gas sempurna diperoleh pada temperature tinggi dan volume molar besar. Cairan dengan gas berada bersama-sama jika efek kohesi dan disperse berada dalam keseimbangan

D. Konstanta Kritis
Konstanta kritis berhubungan dengan koefisien-koefisien Van der Waals

Temperatur Boyle berhubungan dengan temperature kritis

Gas nyata berbeda dengan gas sempurna dimana gas nyata tidak mematuhi hukum gas ideal. Deviasi yang terjadi di dalam gas nyata akan mempengaruhi mudah atau sulitnya gas tersebut untuk digunakan. Di dalam gas nyata terdapat interaksi molekuler yang terdiri atas gaya repulsif dan gaya atraktif

Gaya repulsif merupakan gaya yang ada ketika gas mengalami kompresi dimana pada saat pengompresian volume akan berkurang dan atom atom akan saling tolak menolak , semakin besar gaya repulsif suatu senyawa gas maka akan sulit untuk ditekan.

Gaya atraktif merupakan kebalikan dari gaya repulsif dimana semakin banyak elekton yang berinteraksi akan menyebabkan substansi tetap dalam fase gas, dimana atom atom akan saling tarik menarik.

IV. Kesimpulan
Gas merupakan kumpulan molekul-molekul dengan gerakan kacau balau, acak tapi berkesinambungan kecepatannya bertambah jika temperatur dinaikkan. Biasanya banyaknya zat gas ditetapkan dengan mengukur . Namun, karena volume gas berubah menurut tekanan dan temperature, maka kedua kondisi ini juga harus diukur. Sifat dasar untuk mempelajari gas yaitu Volume, jumlah zat / jumlah mol, Temperatur, dan Tekanan. Interaksi Molekular Gas yaitu Faktor pemampatan, Koefisien virial, Pengembunan, Konstanta kritis



DAFTAR PUSTAKA

Hastuti, Dwi dkk. 2013. Hukum-Hukum Gas. https://www.academia.edu/5683270/Makalah_Kimia_Dasar_I. Diakses pada 1 Desember 2019

Krisnadwi. 2015. Hukum dan Sifat Sifat Gas. https://bisakimia.com/2015/05/28/hukum-dan-sifat-sifat-gas/. Diakses pada 1 Desember 2019

Mindayula, Efry. Pembahasan Gas Nyata. https://www.academia.edu/11348286/Pembahasan_Gas_Nyata. Diakses pada 1 Desember 2019

Senin, 25 November 2019

Kimia Hijau



Oleh : Bagas Fadhlullah Akmal ( @P25-BAGAS )

Abstrak
Kimia Hijau berupaya membuat langkah-langkah kreatif dan inovatif beragam proses kimia, baik dengan menggeser, menambah ( atau mengurangi), dan memperbaharui proses kimia tradisional-konvensional menjadi lebih ramah terhadap kelangsungan hidup umat manusia dan lingkungan sekitar, dengan tetap mengedepankan prinsip optimasi dalam proses produksi. Kimia hiijau berupaya semaksimal mungkin mengurangi dampak negative dari berbagai proses kimia terhadap kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan

Kata Kunci : Kimia Hijau

I. Pendahuluan
Menurut EPA (2015), Kimia Hijau (Green Chemistry) adalah desain produk dan proses kimia yang berupaya mengurangi atau menghilangkan penggunaan zat berbahaya. Kimia Hijau dikenal juga sebagai Kimia Berkelanjutan (Sustainable Chemistry). Dalam hal ini Kimia Hijau merupakan konsep dan pemikiran mengenai kimia untuk menyelamatkan lingkungan dari pencemaran

II. Permasalahan
Mengapa kita harus menerapkan Kimia Hijau terhadap lingkungan sekitar ?

III. Pembahasan
Kimia Hijau merupakan paradigma yang relative baru, dengan focus pada upaya mengoptimalkan kegiatan perancangan proses, produk dan pasca produk yang bisa memperkecil bahkan menihilkan pemakaian dan pembentukan bahan kimia beracun dan berbahaya.
Sebernarnya kesadaran akan pentingnya ilmu Kimia sebagai ilmu dasar yang sangat diperlukan untuk mengatasi bahkan menghentikan timbulnya beragam persoalan lingkungan, baru muncul dalam beberapa decade terakhir. Kimia Hijau dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan lestari dan berkelanjutan, setidaknya untuk tiga bidang utama. Pertama, teknologi energi terbarukan yang menjadi pilar utama dari peradaban teknologi tinggi berkelanjutan (Collins, 2001). Kedua, reagen yang digunakan oleh industry kimia, yang sebagian besar bersumber dari minyak bumi, harus mulai digantikan oleh sumber yang terbarukan. Ketiga, perlu ada teknologi alternative pengendalian polusi yang lebih mumpuni
Anastas dan Warner (1998) mengusulkan konsep“The Twelve Principles of Green Chemistry” yang digunakan sebagai acuan oleh para peneliti untuk melakukan penelitian yang ramah lingkungan. Berikut adalah ke-12 prinsip kimia hijau yang diusulkan oleh Anastas dan Warner :

1. Mencegah timbulnya limbah dalam proses
            Lebih baik mencegah daripada menanggulangi atau membersihkan limbah yang timbul setelah proses sintesis, karena biaya untuk menganggulangi limbah sangat besar.

2. Mendesain produk bahan kimia yang aman
            Pengetahuan mengenai struktur kimia memungkinkan seorang kimiawan untuk mengkarakterisasi toksisitas dari suatu molekul serta mampu mendesain bahan kimia yang aman. Target utamanya adalah mencari nilai optimum agar produk bahan kimia memiliki kemampuan dan fungsi yang baik akan tetapi juga aman (toksisitas rendah). Caranya adalah dengan mengganti gugus fungsi atau dengan cara menurunkan nilai bioavailability.

3. Mendesain proses sintesis yang aman
            Metode sintesis yang digunakan harus didesain dengan menggunakan dan menghasilkan bahan kimia yang tidak beracun terhadap manusia dan lingkungan. Hal itu dapat dilakukan dengan du acara yaitu meminimalkan paparan atau meminimalkan bahaya terhadap orang yang menggunakan bahan kimia tersebut. 

4. Menggunakan bahan baku yang dapat terbarukan
             Penggunaan bahan baku yang dapat diperbarui lebih disarankan daripada menggunakan bahan baku yang tak terbarukan didasarkan pada alasan ekonomi. 

5. Menggunakan katalis       

Penggunaan katalis memberikan selektifitas yang lebih baik, rendemen hasil yang meningkat, serta mampu mengurangi produk samping.Peran katalis sangat penting karena diperlukan untuk mengkonversi menjadi produk yang diinginkan.

6. Menghindari derivatisasi dan modifikasi sementara dalam reaksi kimia
            Derivatisasi yang tidak diperlukan seperti penggunaan gugus pelindung, proteksi/deproteksi, dan modifikasi sementara pada proses fisika ataupun kimia harus diminimalkan atau sebisa mungkin dihindari karena pada setiap tahapan derivatisasi memerlukan tambahan reagen yang nantinya memperbanyak limbah.
7. Memaksimalkan atom ekonomi
            Perancangan sintesis sedemikian rupa sehingga produk akhir mengandung proporsi maksimum dari bahan awal. Dalam hal ini hanya sedikit atom yang terbuang, dan kalua bisa nihil.
8. Perancangan bahan dan produk kimia yang aman
            Produk kimia seharusnya dirancang sesuai fungsi yang diinginkan, dan mememinimalkan terjadinya toksisitas bagi manusia dan lingkungan.
9. Perancangan untuk efisiensi energi
            Penggunaan energi dalam proses kimia perlu senantiasa memperhatikan dampak lingkungan dan nilai ekonominya, dalam hal ini jumlahnya harus diminimalisir.

10. Rancangan untuk degradasi ( peruaraian )
            Bahan kimia harus didesain dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, oleh karena itu suatu bahan kimia harus mudah terdegradasi dan tidak terakumulasi di lingkungan.
11. Analisis secara langsung ( real time ) untuk pencegahan polusi
Metode analisis yang dilakukan secara real-time dapat mengurangi pembentukan produk samping yang tidak diinginkan. Ruang lingkup ini berfokus pada pengembangan metode dan teknologi analisis yang dapat mengurangi penggunaan bahan kimia yang berbahaya dalam prosesnya.
12. Meminimalisir potensi kecelakaan
            Bahan kimia yang digunakan dalam reaksi kimia harus dipilih sedemikian rupa sehingga potensi kecelakaan yang dapat mengakibatkan masuknya bahan kimia ke lingkungan, ledakan dan api dapat dihindari.



            Mengacu pada paparan mengenai Prinsip Kimia Hijau, maka produk kimia yang dianggap ideal ialah memiliki sifat: Dapat terurai oleh mikroorganisme (biodegradable), Mampu beradaptasi dan sejalan dengan siklus 3R ( reuse, recycle, and reduce), serta produk dan proses produksinya tidak menimbulkan bahaya

IV. Kesimpulan
Kimia Hijau merupakan paradigma yang relative baru, dengan focus pada upaya mengoptimalkan kegiatan perancangan proses, produk dan pasca produk yang bisa memperkecil bahkan menihilkan pemakaian dan pembentukan bahan kimia beracun dan berbahaya. Kimia Hijau berupaya membuat langkah-langkah kreatif dan inovatif beragam proses kimia, baik dengan menggeser, menambah ( atau mengurangi), dan memperbaharui proses kimia tradisional-konvensional menjadi lebih ramah terhadap kelangsungan hidup umat manusia dan lingkungan sekitar, dengan tetap mengedepankan prinsip optimasi dalam proses produksi. Kimia Hijau dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan lestari dan berkelanjutan, setidaknya untuk tiga bidang utama.
 Daftar Pustaka
Anwar, Muslih. 2015. Kimia Hijau / Green Chesmitry. http://bptba.lipi.go.id/bptba3.1/?u=blog-single&p=343&lang=id. Diakses pada 24 November 2019
Hidayat, A.A. Kholil, Muhammad. 2018. Kimia dan Pengetahuan Lingkaran Industri.
Mustafa, Dina. PERANAN KIMIA HIJAU (GREEN CHESMITRY) DALAM MENDUKUNG TERCAPAINYA KOTA CERDAS (SMART CITY) SUATU TINJAUAN PUSTAKA. http://repository.ut.ac.id/7076/1/UTFMIPA2017-07-dina.pdf. Diakses pada 24 November 2019

Struktur Molekul dan Ikatan Valensi


Oleh : @P21-WIDY, @P22-IVAN, @P25-BAGAS,
Abstrak
Sebuah atom terdiri dari orbital tempat electron berada. Orbital atom ini dapata ditemukan dalam berbagai bentuk dan tingkat energy yang berbeda. Ketika sebuah atom berada dalam sebuah molekul dalam kombinasi dengan atom-atom lain, orbital-orbital ini disusun dengan cara yang berbeda. Susunan orbital ini akan menentukan ikatan kimia dan bentuk atau geometri molekul.

Kata kunci : ikatan valensi, struktur molekul

I. Pendahuluan
            Molekul terdiri dari sejumlah atom yang bergabung melalui ikatan kovalen, dan atom tersebut berkisar dari jumlah yang sangat sedikit(dari atom tunggal, seperti gas mulia) sampai jumlah yang sangat banyak (seperti pada polimer, protein atau bahkan DNA). Bentuk molekul, yang berarti cara atom tersusun di dalam ruang, mempengaruhi banyak sifat-sifat fisika dan kimia molekul tersebut. Kebanyakan molekul mempunyai bentuk yang didasarkan kepada lima bentuk geometri yang berbeda.

II.Permasalahan
            1. Apa itu struktur molekul ?
            2. Apa itu ikatan valensi ?
            3. Perbedaan Teori Ikatan Valensi dan Orbital Molekul

III. Pembahasan

A. Struktur Molekul
            Struktur molekul adalah penggambaran ikatan-ikatan unsur atau atom yang membentuk molekul. Bentuk molekul, yang berarti cara atom tersusun di dalam ruang, mempengaruhi banyak sifat-sifat fisika dan kimia molekul tersebut. Kebanyakan molekul mempunyai bentuk yang didasarkan kepada lima bentuk geometri yang berbeda.
            Molekul didefinisikan sebagai sekelompok atom (paling sedikit dua) yang saling berikatan dengan sangat kuat (kovalen) dalam susunan tertentu dan bermuatan netral serta cukup stabil. Sebuah molekul dapat terdiri atom-atom yang berunsur sama (misalnya oksigen O2), ataupun terdiri dari unsur-unsur berbeda (misalnya air H2O). Atom-atom dan kompleks yang berhubungan secara non-kovalen (misalnya terikat oleh ikatan hidrogen dan ikatan ion) secara umum tidak dianggap sebagai satu molekul tunggal.

B. Teori Ikatan Valensi
            Teori ikatan valensi mengasumsikan bahwa sebuah ikatan kimia terbentuk ketika dua valensi elektron bekerja dan menjaga dua inti atom bersama oleh karena efek penurunan energi sistem, teori ini berlaku dengan baik pada molekul diatomik. Pada teori ikatan valensi ini, elektron-elektron dalam molekul menempati orbital-orbital atom dari masing-masing atom. Molekul sederhana seperti H 2 membentuk ikatan sigma hanya dengan tumpang tindih orbital karena atom hidrogen (H) hanya terdiri dari orbital s. Tetapi untuk atom yang terdiri dari orbital s dan p memiliki elektron tidak berpasangan, teori ikatan valensi memiliki konsep yang dikenal sebagai “hibridisasi”. Hibridisasi orbital menghasilkan orbital hibrid. Orbital hibrid ini diatur sedemikian rupa sehingga tolakan antara orbital ini diminimalkan. Berikut ini adalah beberapa orbital hibrid.

Orbital sp
Orbital hibrid ini terbentuk ketika orbital hibridisasi dengan orbital ap. Oleh karena itu, orbital sp memiliki karakteristik orbital 50% dan 50% karakteristik orbital. Sebuah atom yang terdiri dari orbital sp hibrid memiliki dua orbital p un-hibridisasi. Oleh karena itu, kedua orbital p tersebut dapat tumpang tindih secara paralel membentuk dua ikatan pi. Pengaturan terakhir dari orbital hibridisasi adalah linear.
Orbital sp2
Orbital hibrid ini terbentuk dari hibridisasi orbital s dengan dua orbital p. Oleh karena itu, orbital hibrida sp2 ini terdiri dari sekitar 33% dari sifat orbital s dan sekitar 67% dari sifat orbital p. Atom-atom yang mengalami hibridisasi jenis ini terdiri dari satu orbital p un-hibridisasi. Pengaturan terakhir dari orbital hybrid adalah trigonal planar.
Orbital sp3
Orbital hibrid ini terbentuk dari hibridisasi orbital s dengan orbital p tiga. Oleh karena itu, orbital hibrida sp 3 ini terdiri dari sekitar 25% dari sifat orbital s dan sekitar 75% dari sifat orbital p. Atom yang mengalami hibridisasi jenis ini tidak memiliki orbital un-hibridisasi. Pengaturan terakhir dari orbital hibrid adalah tetrahedral.
C. Teori Orbital Molekul
Teori orbital molekul menjelaskan ikatan kimia suatu molekul menggunakan orbital molekul hipotetis. Ini juga menjelaskan bagaimana orbital molekul terbentuk ketika orbital atom tumpang tindih (campuran). Menurut teori ini, orbital molekul dapat menampung maksimum dua elektron. Elektron ini memiliki putaran berlawanan untuk meminimalkan tolakan di antara mereka. Elektron ini disebut pasangan elektron ikatan. Sebagaimana dijelaskan dalam teori ini, orbital molekul dapat terdiri dari dua jenis: orbital molekul ikatan dan orbital molekul anti ikatan.
Orbit Molekul Ikatan
Orbital molekul ikatan memiliki energi yang lebih rendah daripada orbital atom (orbital atom yang berpartisipasi dalam pembentukan orbital molekul ini). Karena itu, orbital ikatan stabil. Orbital molekul pengikat diberi simbol σ.
Orbital Molekul Anti-Ikatan
Orbital molekul anti-ikatan memiliki energi yang lebih tinggi daripada orbital atom. Karena itu, orbital anti ikatan ini tidak stabil dibandingkan dengan orbital ikatan dan orbital. Orbital molekul antibonding diberi simbol σ *.

Orbital molekul ikatan menyebabkan pembentukan ikatan kimia. Ikatan kimia ini bisa berupa ikatan sigma atau ikatan pi. Orbital antibonding tidak terlibat dalam pembentukan ikatan kimia. Mereka tinggal di luar ikatan. Ikatan sigma terbentuk ketika tumpang tindih head-to-head terjadi. Ikatan pi terbentuk di dalam orbital yang tumpang tindih.


IV. Kesimpulan
Teori ikatan valensi dan teori orbital molekul digunakan untuk menjelaskan ikatan kimia antara atom dalam molekul. Namun, teori ikatan kelambu tidak dapat digunakan untuk menjelaskan ikatan dalam molekul kompleks. Ini sangat cocok untuk molekul diatomik. Tetapi teori orbital molekul dapat digunakan untuk menjelaskan ikatan dalam molekul apa pun. Oleh karena itu ia memiliki banyak aplikasi canggih daripada teori ikatan valensi. Ini adalah perbedaan antara teori ikatan valensi dan teori orbital molekul.

Daftar Pustaka
Anonim. 2013. Struktur Molekul. http://chaliq-chemistry.blogspot.com/2012/03/struktur-molekul.html. Diakses pada 24 November 2019
Anonim. 2019. Perbedaan Teori Ikatan Valensi dan Teori Orbital Molekul. https://perbedaan.budisma.net/perbedaan-teori-ikatan-valensi-dan-teori-orbital-molekul.html. Diakses pada 24 November 2019
Cahyadi, Agung. 2017. Bab II Struktur Molekul. https://docplayer.info/29950747-Bab-ii-struktur-molekul.html. Diakses pada 24 November 2019

Senin, 18 November 2019

IKATAN KIMIA

IKATAN KIMIA


Disusun oleh @KEL-P06 (@P21-WIDY,@P22-IVAN,@P25-BAGAS

ABSTRAK
Pada umumnya unsur-unsur dijumpai tidak dalam keadaan bebas (kecuali pada suhu tinggi), melainkan sebagai suatu kelompok-kelompok atom yang disebut sebagai molekul. Dari fakta ini dapat disimpulkan bahwa secara energi, kelompok-kelompok atom atau molekul merupakan keadaan yang lebih stabil dibanding unsur-unsur dalam keadaan bebas.
Kata kunci : Ikatan ION, ikatan Kovalen dan ikatan logam

I.PENDAHULUAN    
    
Sistem periodik kimia adalah tampilan unsur-unsur kimia yang tertera dalam tabel. Jumlah unsur yang terdapat pada tabel sistem periodik adalah sebanyak 118 unsur. Hal ini disebabkan karena atom-atom dapat bereaksi antara satu atom dengan atom yang lain membentuk substansi baru yang disebut dengan senyawa.

II.PERMASALAHAN

1.Apa yang dimaksud dengan ikatan kimia?
2.Ikatan kimia terdiri dari apa saja?
3.Sifat ikatan imia apa saja?

III.PEMBAHASAN

Pengertian Ikatan Kimia Menurut Para Ahli
  • dikemukakan pada tahun 1916 oleh Gilbert Newton Lewis (1875-1946) dari Amerika dan Albrecht Kossel (1853-1927) dari Jerman (Martin S. Silberberg, 2000) Ikatan Kimia Adalah gaya yang mengikat atom-atom dalam molekul atau gabungan ion dalam setiap senyawa.
  • Ikatan kimia adalah gaya tarik-menarik antara atom-atom sehingga atom-atom tersebut tetap berada bersama-sama dan terkombinasi dalam senyawaan. Gagasan tentang pembentukan ikatan kimia dikemukakan oleh Lewis dan Langmuir (Amerika) serta Kossel (Jerman). Dalam pembentukan ikatan kimia, golongan gas mulia (VIII A) sangat sulit membentuk ikatan kimia.
  • Diduga bila gas mulia bersenyawa dengan unsur lain, tentunya ada suatu keunikan dalam konfigurasi elektronnya yang mencegah persenyawaan dengan unsur lain. (Elida, 1996).  Menurut Elida (1996) mengatatakan bahwa, berdasarkan gagasan tersebut, kemudian dikembangkan suatu teori yang disebut Teori Lewis :
  1. Pembentukan ikatan kimia mungkin terjadi dengan 2 cara :
  2. Karena adanya satu atau lebih elektron dari satu atom ke atom yang lain sedemikian rupa sehingga terdapat ion positif dan ion negatif yang keduanya saling tarik-menarik karena muatannya berlawanan, membentuk ikatan ion.
  3. Karena adanya pemakaian bersama pasangan elektron di antara atom-atom yang berikatan. Jenis ikatan yang terbentuk disebut ikatan kovalen.
  4. Perpindahan elektron atau pemakaian bersama pasangan elektron berlangsung sedemikian rupa sehingga setiap atom yang diberikan mempunyai suatu konfigurasi elektron mantap, yaitu konfigurasi dengan 8 elektron valensi.
Melalui ikatan kimia unsur-unsur kemudian membentuk molekul ataupun benda-benda yang selanjutnya menyusun dan menjadi bagian dari alam semesta. Ikatan kimia dapat terjadi karena adanya interaksi elektronik, dalam berbagai wujud dan mekanisme.
Contoh model titik Lewis yang menggambarkan ikatan kimia anatara karbon C, hidrogen H, dan oksigen O. Penggambaran titik lewis adalah salah satu dari usaha awal kimiawan dalam menjelaskan ikatan kimia dan masih digunakan secara luas sampai sekarang.

1)        Ikatan ION
Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi akibat perpindahan elektron dari satu atom ke atom lain (James E. Brady, 1990). Ikatan ion terbentuk antara atom yang melepaskan electron (logam) dengan atom yang menangkap elektron (bukan logam). Atom logam, setelah melepaskan elektron berubah menjadi ion positif.
Sedangkan atom bukan logam, setelah menerima elektron berubah menjadi ion negatif. Antara ion-ion yang berlawanan muatan ini terjadi tarik-menarik (gaya elektrostastis) yang disebut ikatan ion (ikatan elektrovalen). Senyawa yang memiliki ikatan ion disebut senyawa ionik. Senyawa ionik biasanya terbentuk antara atom-atom unsur logam dan nonlogam.
Ikatan ion terbentuk antara:
  1. ion positif dengan ion negatif,
2.      atom-atom berenergi potensial ionisasi kecil dengan atom-atom berafinitas elektron besar (Atom-atom unsur golongan IA, IIA dengan atom-atom unsur golongan VIA, VIIA),
  1. atom-atom dengan keelektronegatifan kecil dengan atom-atom yang mempunyai keelectronegatifan besar
Sifat-sifat senyawa ion sebagai berikut.
  1. Dalam bentuk padatan tidak menghantar listrik karena partikel-partikel ionnya terikat kuat pada kisi, sehingga tidak ada elektron yang bebas bergerak.
  2. Leburan dan larutannya menghantarkan listrik.
  3. Umumnya berupa zat padat kristal yang permukaannya keras dan sukar digores.
  4. Titik leleh dan titik didihnya tinggi.
  5. Larut dalam pelarut polar dan tidak larut dalam pelarut nonpolar.
Ikatan ion terjadi karena adanya gaya tarik-menarik antar ion yang bermuatan positif dan ion yang bermuatan negative.

Contoh ikatan kimia dalam kehidupan sehari-hari :

Air merupakan materi yang penting bagi kehidupan. Sebagian besar kebutuhan pokok kita menggunakan air. Bahkan dalam tubuh, air penting untuk menjaga DNA dari kerusakan, mengantarkan nutrisi ke seluruh bagian tunuh, dan menjaga keseimbangan suhu tubuh. Kita mengetahui air memiliki rumus senyawa H2O. Air tersusun dari unsur-unsur hidrogen dan oksigen.

Rumus Kimia Senyawa Kovalen


Contohnya adalah ikatan antara H dan O dalam H2O. Konfigurasi elektron H dan O adalah H memerlukan 1 elektron dan O memerlukan 2 elektron. Agar atom O dan H mengikuti kaidah oktet, jumlah atom H yang diberikan harus menjadi dua, sedangkan atom O satu, sehingga rumus molekul senyawa adalah H2O.

Ikatan kovalen terdiri dari :
·         Ikatan Kovalen Nonpolar
Ikatan kovalen nonpolar yaitu ikatan kovalen yang PEInya tertarik sama kuat ke arah atom-atom yang berikatan. Senyawa kovalen nonpolar terbentuk antara atom-atom unsur yang mempunyai beda keelektronegatifan nol atau mempunyai momen dipol = 0 (nol) atau mempunyai bentuk molekul simetri. Titik muatan negative electron persekutuan berhimpit, sehingga pada molekul pembentuknya tidak terjadi momen dipol, dengan perkataan lain bahwa elektron persekutuan mendapat gaya tarik yang sama.

Ikatan kovalen nonpolar terdiri dari:

·         Ikatan kovalen tunggal
Ikatan kovalen tunggal yaitu ikatan kovalen yang memiliki 1 pasang PEI.
Contoh: H2, H2O (konfigurasi elektron H = 1; O = 2, 6).

Ikatan kovalen rangkap 2 yaitu ikatan kovalen yang memiliki 2 pasang PEI.

Contoh: O2, CO2 (konfigurasi elektron O = 2, 6; C = 2, 4)
\
·         Ikatan kovalen rangkap tiga

Ikatan kovalen rangkap 3 yaitu ikatan kovalen yang memiliki 3 pasang PEI.
Contoh: N2 (Konfigurasi elektron N = 2, 5)

·         Ikatan Kovalen Polar

Ikatan kovalen polar adalah ikatan kovalen yang PEInya cenderung tertarik ke salah satu atom yang berikatan. Ikatan kovalen yang terjadi antara dua atom yang berbeda disebut ikatan kovalen polar. Ikatan kovalen polar dapat juga terjadi antara dua atom yang sama tetapi memiliki keelektronegatifan yang berbeda.
  • Ikatan Kovalen Koordinasi
Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan kovalen di mana pasangan electron yang dipakai bersama hanya disumbangkan oleh satu atom, sedangkan atom yang satu lagi tidak menyumbangkan elektron.Jadi disini terdapat satu atom pemberi pasangan electron bebas, sedangkan atom lain sebagai penerimanya.
Contoh Ikatan Kovalen Koordinasi:  BF3NH3
5B = 1s2 2s2 2p1
9F = 1s2 2s2 2p5
7N = 1s2 2s2 2p3

Sifat-sifat Senyawa Kovalen :

1.      Titik didih

2.      Volatitilitas (kemampuan untuk menguap)

3.      Kelarutan

4.      Daya hantar Listrik


3) IKATAN LOGAM
Ikatan logam adalah ikatan kimia yang terbentuk akibat penggunaan bersama elektron-elektron valensi antaratomatom logam. Contoh: logam besi, seng, dan perak. Ikatan logam bukanlah ikatan ion atau ikatan kovalen. Salah satu teori yang dikemukakan untuk menjelaskan ikatan logam adalah teori lautan elektron.

Contoh terjadinya ikatan logam. Tempat kedudukan elektron valensi dari suatu atom besi (Fe) dapat saling tumpang tindih dengan tempat kedudukan elektron valensi dari atom-atom Fe yang lain. Tumpang tindih antarelektron valensi ini memungkinkan elektron valensi dari setiap atom Fe bergerak bebas dalam ruang di antara ion-ion Fe+ membentuk lautan elektron. Karena muatannya berlawanan (Fe2+ dan 2 e–), maka terjadi gaya tarik-menarik antara ion-ion Fe+ dan elektron-elektron bebas ini. Akibatnya terbentuk ikatan yang disebut ikatan logam.
Adanya ikatan logam menyebabkan logam bersifat:
1.      Pada suhu kamar berwujud padat, kecuali Hg;
2.      Keras tapi lentur/dapat ditempa;
3.      Mempunyai titik didih dan titik leleh yang tinggi;
4.      Penghantar listrik dan panas yang baik;
5.      Mengilap.


SOAL-SOAL TENTANG IKATAN KIMIA DAN JAWABANNYA

1.      Pasangan senyawa di bawah ini yang merupakan senyawa ion adalah …
a.        NaCl dan KBr
b.      CH4 dan NH3
c.       SO2 dan HCl
d.       H2O dan KBr
e.        KCl dan HCl

Jawab: a 
Syarat ikatan ion: golongan I A / II A berikatan dengan VI A / VII A
Na dan K golongan I A
Cl dan Br golongan VII A

2. Unsur X mempunyai nomor atom 20. Senyawa garamnya bila dipanaskan akan menghasilkan
gas yang dapat mengeruhkan air barit. Rumus senyawa tersebut adalah …

a. X2SO4             b. XSO4             c. X2CO3          d. XCO3          e. XCl2

Jawab : d
Unsur X yang mempunyai nomor atom 20, berarti unsur Ca.
Senyawa yang dipanaskan dan menghasilkan gas adalah CaCO3.
Reaksinya : CaCO3(s) → CaO(s) + CO2(g)
CO2(g) + Ba(OH)2(aq) → BaCO3(s) + H2O(l)
Air barit (barium hidroksida)
IV.KESIMPULAN
atom-atom saling mengikatkan diri satu sama lain karena ingin menyetarakan kestabilan mereka, sesuai dengan kaidah oktet atau seperti halnya golongan gas mulia yang telah memiliki kestabilan yang tidak dapat terelakkan lagi (hukum alam).            Adapun jenis-jenis ikatan kimia terdiri atas 3 macam, yang pertama adalah ikatan ion yang merupakan ikatan antara unsur-unsur logam dan non-logam, kedua adalah ikatan kovalen yaitu pemakaian elektron secara bersama-sama oleh unsur non-logam dan unsur non-logam, serta ikatan logam yang merupakan pemakaian elektron secara bersama-sama oleh atom-atom logam.

DAFTAR PUSTAKA
_____.Ikatan Kimia : Pengertian, Jenis Ikatan Beserta Contohnya. https://www.utakatikotak.com/kongkow/detail/10121/Ikatan-Kimia-Pengertian-Jenis-Ikatan-Beserta-Contohnya. Dikutip pada tanggal (18 November 2019)
Andella. 2014. Tugas makalah ikatan kimia. http://andellaforester.blogspot.com/2014/04/makalah-ikatan-kimia.html. Dikutip pada tanggal (18 November 2019).

Gurupendidikan. 2014. Makalah Ikatan Kimia : Pengertian, Jenis Beserta Gambarnya Lengkap. https://www.gurupendidikan.co.id/ikatan-kimia/. Dikutip pada tanggal (18 November 2019).

Pratama Rian Agus. 2016. Contoh makalah kimia tentang ikatan kimia. http://rianaguspratama07.blogspot.com/2016/09/contoh-makalah-kimia-tentang-ikatan.html. Dikutip pada tanggal (18 November 2019).
The Alchemist. 2012. Soal-soal tentang ikatan kimia dan jawabannya. http://mazzaziz-the-alchemist.blogspot.com/2012/06/soal-soal-tentang-ikatan-kimia-dan.html. Dikutip pada tanggal (18 November 2019).