.

Tampilkan postingan dengan label @N09-SAHLEVI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @N09-SAHLEVI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Desember 2019

Industri Hijau


Industri Hijau



Definisi.
Industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberi manfaat bagi masyarakat” (UU No. 3/2014 tentang Perindustrian).

Prinsip Prinsip Penerapan Industri Hijau.
·         Efisiensi energi dan energi terbarukan.
Konsep Hijau dilakukan dengan memanfaatkan energi terbarukan yang tersedia di alam. Selanjutnya pemanfaatan energi terbarukan yang semakin banyak akan mendorong pengurangan penggunaan bahan bakar fosil. Sumber energi terbarukan yang ada di alam yang paling utama dan berlimpah adalah energi yang disediakan oleh sinar matahari. Sumber energi terbarukan lainnya meliputi angin, energi potensial air, panas bumi dan biomassa.
·         Efisiensi pemanfaatan sumber daya.
Sumber daya yang pada umumnya tersedia dalam jumlah terbatas harus dimanfaatkan secara efisien. Teknologi Hijau adalah teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya sehingga mengurangi limbah yang dihasilkan atau yang dikenal sebagai zero-waste. Konsep zero-waste production tidak hanya berhubungan dengan efisiensi pemanfaatan sumber daya, tetapi juga dengan penerapan siklus materi di dalamsistem. Limbah yang dihasilkan oleh satu subsistem harus dapat dijadikan sebagai sumber daya bagi subsistem lainnya. Konsep seperti Recycle dan Reuse adalah penerapan dari siklus materi dan efisiensi pemanfaatan sumber daya dalam Konsep Hijau.
·         Keterkaitan system alam-Manusia.
Green development tidak dapat dilepaskan dari pembangunan masyarakat. Konsep Sistem Ekologi Sosial (SES) memperhatikan masyarakat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sistem alam (ekosistem). Alam memberikan sumberdaya bagi manusia, tetapi manusia juga memberikan masukan bagi siklus materi di dalam ekosistem.

Sasaran Pengembangan Industri Hijau
·         Tersusunnya standar industri hijau (jenis industri).
·         Terakreditasinya lembaga sertifikasi (unit).
·         Tersertifikasi auditor industri hijau (orang).
·         Bantuan prasarana industri hijau pada sentra IKM (unit).
·         Bantuan fasilitasi untuk sertifikasi industri hijau (kegiatan).

Manfaat Penerapan Industri Hijau
1.      Meningkatkan profitabilitas (keuntungan) melalui peningkatan efisiensi sehingga dapat mengurangi biaya operasi, pengurangan biaya pengelolaan limbah dan tambahan pendapatan dari produk hasil samping.
2.      Meningkatkan image perusahaan.
3.      Meningkatkan kinerja perusahaan.
4.      Mempermudah akses pendanaan.
5.      Flexsibelitas dalam regulasi.
6.      Terbukanya peluang pasar baru.
7.      Menjaga kelestarian fungsi lingkungan.

DAFTAR PUSTAKA
Hutahaean, Lintong Supandi. Jakarta,5 April 2017. Pengembangan Industri Hijau Nasional. http://apki.net/wp-content/uploads/2017/04/Industri-Hijau-Pak-Lintong-1.pdf
ANDIANTO, JACINTA AVENIA. 18 Desember 2018. Makalah Industri Hijau.

Senin, 16 Desember 2019

TEKNOLOGI HIJAU


TEKNOLOGI HIJAU



Definisi

“Teknologi hijau” adalah teknik untuk menghasilkan energi dan/atau produk yang tidak mencemari atau meracuni lingkungan hidup. Teknologi hijau masih terus dikembangkan hingga saat ini. Untuk masa datang, “teknologi hijau” merupakan suatu bidang yang akan melahirkan banyak inovasi dan perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi hijau merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelestarian atau keberlanjutan kehidupan di planet bumi ini. Kelestarian atau keberlanjutan (sustainabilitas) yang dapat diartikan sebagai perihal pemenuhan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan di masa depan tanpa merusak sumber daya alam, atau pemenuhan kebutuhan saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

Bidang-Bidang Teknologi Hijau
·         Renewable Energy (energi terbarukan).
Mengingat keterbatasan sumber energi berbahan baku fosil (minyak, gas dan batubara), maka energi menjadi masalah yang paling mendesak dalam bidang teknologi hijau, termasuk didalamnya pengembangan bahan bakar alternatif atau energi terbarukan yang efisien.
·         Green Building (Bangunan Hijau dan Arsitektur Hijau).
      Bangunan hijau (green building) juga mendapat perhatian penting di bidang teknologi hijau, segala sesuatu yang berkaitan dengan pembangunan rumah atau infrastruktur yang ramah lingkungan. Penerapannya mulai sejak pemilihan bahan bangunan hingga lokasi tempat bangunan akan didirikan diharapkan telah mempertimbangan kelestarian lingkungan hidup. Green buildings, yaitu efisiensi energi, konsep keberlanjutan dan pendekatan secara holistik terhadap lingkungan.
      Green architecture (arsitektur hijau) adalah sebuah kesadaran lingkungan arsitektur yang tidak hanya memasukkan aspek utama arsitektur (kuat, fungsi, nyaman, rendah biaya, estetika). Green architecture memiliki pengertian sebagai sebuah istilah yang menggambarkan tentang ekonomi, hemat energi, ramah lingkungan, dan dapat dikembangkan menjadi pembangunan berkesinambungan.
·         Green Chemistry (Kimia Hijau).
Hampir seluruh produk untuk keperluan sehari-hari adalah produk kimiawi. Oleh karena itu kimia hijau (green chemistry) mulai mendapat perhatian berbagai negara maju dalam hal penemuan, rancangan dan aplikasi produknya termasuk proses yang dijaga dari penggunaan bahan beracun atau zat yang berbahaya bagi kehidupan.
·         Green Nanotechnology (Nanoteknologi Hijau).
“Green nanoteknologi” adalah penerapan kimia hijau tingkat lanjut dengan prinsip-prinsip rekayasa teknologi yang ramah lingkungan. Teknologi nano hijau : melibatkan manipulasi bahan pada skala nanometer (per satu miliar meter).

Prinsip Teknologi Hijau
1.      Keberlanjutan (Sustainabilty).
Sebuah teknologi hijau bukan hanya harus bisa memperbaiki dan mempermudah kesejahteraan umat manusia saja, tetapi juga harus memikirkan tentang keberlanjutannya di masa depan, tidak menghabiskan/merusak sumber daya alam yang berguna bagi generasi mendatang.
2.      Cradle to cradle.
3.      Source Reduction.
Cara pencegahan terbaik dari sebuah usaha pencegahan polusi adalah dengan mencegah polutan dihasilkan atau menutup sumbernya. Bukan menguranginya. Limbah yang sudah dilepaskan ke alam pasti akan tetap menimbulkan kerusakan dan sangat sulit untuk memperbaikinya. Oleh karena itu, sebuah teknologi hijau haruslah berdasar pada pemikiran bahwa tidak boleh ada limbah yang dihasilkan.
4.      Inovasi (Inovation).
5.      Kelestarian (Viabilty).
Perubahan pola pengembangan kehidupan di masa depan haruslah berlandaskan pada prinsip kelestarian, yang artinya pertumbuhan ekonomi dan aktivitas ekonomi harus berpusat pada teknologi dan produk yang ramah lingkungan. Produk-produk itu bukan hanya harus bisa memenuhi kebutuhan manusia, tetapi juga harus memberikan dampak positif kepada lingkungan. Dengan begitu, kelestarian alam dan lingkungan bisa terus berlanjut dan dinikmati oleh generasi berikutnya.

Manfaat Teknologi hijau
·         Teknologi ramah lingkungan sangat efektif dan efisien dalam hal pemanfaatan sumber daya alam, sehingga lingkungan pun dapat tetap terjaga dengan baik.
·         Teknologi ramah lingkungan dapat mengurangi jumlah limbah agar tidak berlebihan, sehingga bisa mencegah pencemaran lingkungan.
·         Teknologi ramah lingkungan mengurangi risiko penurunan kondisi kesehatan makhluk hidup, khususnya manusia.
·         Teknologi ramah lingkungan dapat menekan biaya produksi (hemat) dengan memanfaatkan sumber daya alam sebagai bagian dari teknologi yang mampu menghemat biaya. Contohnya adalah pemanfaatan listrik tenaga surya yang hanya mengandalkan energi matahari tanpa dipungut biaya.

Daftar Pustaka
http://dinus.ac.id/repository/docs/ajar/TM-6-TEKNOLOGI_HIJAU.pptx

Minggu, 01 Desember 2019

Zat Gas


Zat Gas


PENGERTIAN
Zat gas adalah zat atau benda yang memiliki volume dan bentuk yang selalu berubah-ubah sesuai dengan tempat (wadahnya). Contohnya; balon, ban sepeda dan ban motor, gelas kosong, botol kosong, dan lain-lain.

SIFAT-SIFAT ZAT GAS
1.      Bentuk dan volumenya berubah sesuai tempatnya.
2.      Susunan partikelnya sangat tidak teratur.
3.      Jarak antarpartikel sangat berjauhan.
4.      Gaya tarik antarpartikel sangat lemah.
5.      Gerak partikel sangat bebas.

SIFAT-SIFAT BENDA GAS
1.      Benda gas mengisi seluruh ruangan yang di tempatinya.
2.      Benda gas menekan ke segala arah.
3.      Benda gas terdapat di segala tempat.

PARTIKEL
Zat gas mempunyai sifat bentuk berubah-ubah dan volume berubah-ubah. Bentuknya berubah-ubah dikarenakan partikel-partikel pada zat gas berjauhan, tersusun tidak teratur, gaya tarik antar partikel sangat lemah. Volumenya berubah-ubah dikarenakan partikel pada zat gas dapat bergerak bebas meninggalkan kelompoknya.

HUKUM ZAT GAS
1.      Hukum Boyle
Hukum Boyle dikemukakan oleh fisikawan Inggris yang bernama Robert Boyle  pada tahun 1662. Hasil percobaan Boyle menyatakan bahwa apabila suhu gas yang berada dalam bejana tertutup dipertahankan konstan, maka tekanan gas berbanding terbalik dengan volumenya. Untuk gas yang berada dalam dua keadaan keseimbangan yang berbeda pada suhu konstan, diperoleh persamaan sebagai berikut.
p1V1 = p2V2
Keterangan:
p1 : tekanan gas pada keadaan 1 (N/m2).
p2 : tekanan gas pada keadaan 2 (N/m2).
V1 : volume gas pada keadaan 1 (m3).
V2 : volume gas pada keadaan 2 (m3).
2.      Hukum Gay Lussac
Hukum Gay Lussac dikemukakan oleh kimiawan Perancis bernama Joseph Gay Iussac. Gay Lussac menyatakan bahwa jika volume gas yang berada dalam bejana tertutup dipertahankan konstan, maka tekanan gas sebanding dengan suhu mutlaknya. Untuk gas yang berada dalam dua keadaan seimbang yang berbeda pada volume konstan, diperoleh persamaan sebagai berikut.
Keterangan:
T1 : suhu mutlak gas pada keadaan 1 (K).
T2 : suhu mutlak gas pada keadaan 2 (K).
p1 : tekanan gas pada keadaan 1 (N/m2).
p2 : tekanan gas pada keadaan 2 (N/m2).
3.      Hukum Charles
Hukum Charles dikemukakan oleh fisikawan Prancis bernama Jacques Charles. Charles menyatakan bahwa jika tekanan gas yang berada dalam bejana tertutup dipertahankan konstan, maka volume gas sebanding dengan suhu mutlaknya. Untuk gas yang berada dalam dua keadaan seimbang yang berbeda pada tekanan konstan, diperoleh persamaan sebagai berikut.
Keterangan:
V1 : volume gas pada keadaan 1 (m3).
V2 : volume gas pada keadaan 2 (m3).
T1 : suhu mutlak gas pada keadaan 1 (K).
T2 : suhu mutlak gas pada keadaan 2 (K).

Contoh Zat Gas
·         Udara
·         Ozon
·         Atmosfer
·         Xenon
·         Radon
·         Propana
·         Pentana
·         Benzena
·         Nitrogen

DAFTAR PUSTAKA

Minggu, 24 November 2019

Struktur Molekul dan Ikatan Valensi

Struktur Molekul dan Ikatan Valensi

Oky Maulana (@N07-Oky)
Ardy Triananda (@N08-Ardy)
Sahlevi Ariputra (@N09-Sahlevi)

Beberapa teori memberikan dasar-dasar tentang bentuk dari suatu senyawa, antara lain yaitu teori Valence-Shell Electron Pair Repulsion (VSEPR), Teori Ikatan Valensi, Teori Orbital Molekul, Teori Lewis, dan lain sebagainya. Teori Ikatan Valensi mampu secara kualitatif menjelaskan tentang kestabilan ikatan kovalen sebagai akibat tumpang tindih orbital-orbital atom, dan juga dapat menjelaskan tentang geometri molekul dengan konsep hibridisasi seperti yang diramalkan dalam teori VSEPR. Tetapi dalam beberapa kasus, teori ikatan valensi tidak dapat menjelaskan sifat-sifat molekul yang teramati dengan baik. Misalnya pada molekul karbon dioksida, dimana berdasarkan struktur Lewis, semua elektron pada atom oksigen berpasangan dan molekulnya seharusnya bersifat diamagnetik, namun pada kenyataanya menurut hasil percobaan diketahui bahwa oksigen bersifat paramagnetik dengan dua elektron tidak berpasangan. Hal ini membuktikan adanya kekurangan mendasar dalam teori ikatan valensi. Sifat magnet dan sifat-sifat molekul yang lain dapat dijelaskan lebih baik dengan menggunakan pendekatan mekanika kuantum yang lain yang disebut sebagai teori orbital molekul (TOM), yaitu yang menggambarkan ikatan kovalen melalui orbital molekul yang dihasilkan dari interaksi orbital-orbital atom dari atom-atom yang berikatan dan yang terkait dengan molekul secara keseluruhan.

1.     Struktur Molekul
Struktur molekul adalah penggambaran ikatan-ikatan unsur atau atom yang membentuk molekul. Molekul terdiri dari sejumlah atom yang bergabung melalui ikatan kimia, baik itu ikatan kovalen, ikatan hidrogen dan ikatan ion, serta ikatan-ikatan kimia lainnya. Dan atom tersebut berkisar dari jumlah yang sangat sedikit(dari atom tunggal, seperti gas mulia) sampai jumlah yang sangat banyak (seperti pada polimer, protein atau bahkan DNA).

2.     Ikatan valensi
Pembentukan ikatan kovalen dapat dijelaskan menggunakan dua teori yaitu teori ikatan valensi dan teori orbital molekul. Berdasarkan teori ikatan valensi, ikatan kovalen dapat terbentuk jika terjadi tumpang tindih orbital valensi dari atom yang berikatan. Orbital valensi merupakan orbital terluar dari suatu atom dan merupakan tempat terletaknya elektron valensi. Orbital valensi inilah yang digunakan pada pembentukan ikatan kimia. Dua atom yang saling mendekati masing-masing memiliki orbital valensi dan satu elektron. Orbital valensi ini saling tumpang tindih sehingga elektron yang terletak pada masing-masing orbital valensi saling berpasangan. Teori ikatan valensi merupakan teori mekanika kuantum pertama yang muncul pada masa awal penelitian ikatan kimia yang didasarkan pada percobaan W. Heitler dan F. London pada tahun 1927 mengenai pembentukkan ikatan pada molekul hidrogen. Selanjutnya, teori ini kembali diteliti dan dikembangkan oleh Linus Pauling pada tahun 1931 sehingga dipublikasikan dalam jurnal ilmiahnya yang berjudul “On the Nature of the Chemical Bond”. Hasil kerja Lewis dan teori ikatan valensi oleh Heitler dan London sehingga menghasilkan teori ikatan valensi yang lebih sempurna dengan beberapa postulat dasarnya, sebagai berikut:
·         Ikatan valensi terjadi karena adanya gaya tarik pada elektron-elektron yangtidak berpasangan pada atom-atom.
·         Elektron - elektron yang berpasangan memiliki arah spin yang berlawanan.
·         Elektron-elektron yang telah berpasangan tidak dapat membentuk ikatan lagi dengan elektron-elektron yang lain.
·         Kombinasi elektron dalam ikatan hanya dapat diwakili oleh satu persamaan gelombang untuk setiap atomnya.
·         Elektron-elektron yang berada pada tingkat energi paling rendah akanmembuat pasangan ikatan-ikatan yang paling kuat.
·         Pada dua orbital dari sebuah atom, orbital dengan kemampuan bertumpangtindih paling banyaklah yang akan membentuk ikatan paling kuat dancenderung berada pada orbital yang terkonsentrasi itu.


A.     Ikatan Kovalen orbital asli
Dua jenis orbital yang digunakan dalam pembentukan ikatan kovalen yaitu orbital asli dan orbital hibridisai. jenis orbital yang digunakan dalam pembentukan ikatan kovalen dapat diramalkan berdasarkan geometri, terutama besar sudut ikatan yang ada disekitar atom pusat.

B.      Ikatan Kovalen orbital hibrida
Sebagaian besar molekul dalam pembentukan ikatan kovalen, menggunakan orbital-orbital hibrida yang terbentuk melalui proses hibridisasi yang pertama kali dijelaskan oleh Lewis dan Langmuir. Proses hibridisasi merupakan suatu proses penggabungan orbital-orbital asli yang tingkat energinya berbeda menjadi orbital-orbital baru yang tingkat energinya sama. Orbital-orbital baru yang terbentuk disebut orbital hibrida. Sebelum terjadi hibridisasi, didahului dengan terjadinya eksitasi elektron dari keadaan dasar ke keadaan terksitasi, sehingga diperlukan sejumlah energi agar terjadinya eksitasi. Tingkat elektronik pada keadaan tereksitasi lebih tinggi dibandingkan tingkat energi elektronik pada keadaan dasar.

DAFTAR PUSTAKA


Sabtu, 23 November 2019

Kimia Hijau


KIMIA HIJAU (GREEN CHEMISTRY)
Disusun oleh : Sahlevi Ariputra (@N09-SAHLEVI)

ABSTRAK
Green Chemistry adalah paradigma yang menggiatkan rancangan proses dan produk yang bisa memperkecil bahkan menghilangkan penggunaan maupun pembentukan bahan kimia beracun dan berbahaya. Green Chemistry mengembangkan inovasi proses kimia yang menggeser, menambah/mengurangi atau memperbaharui proses kimia tradisional-konvensional menjadi lebih ramah terhadap lingkungan maupun manusia tanpa meninggalkan prinsip-prinsip optimasi proses produksi. Penerapan Green Chemistry adalah langkah penting menuju pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

Kata Kunci : Kimia Hijau

Pendahuluan
Pengertian secara umum green chemistry adalah suatu metode baru untuk mengurangi bahaya bahan kimia, disamping memproduksi produk dengan cara yang lebih efisien dan lebih hemat. (Kenneth & James,2004). Menurut Anastas dan Tracy C (1996), green chemistry adalah penggunaan teknik dan metode secara kimia untuk mengurangi atau mengeliminasi penggunaan bahan dasar, produk, produk samping, pelarut, pereaksi, yang berbahaya bagi kesehatan manusia masalah lingkungan. Dengan demikian tujuan green chemistry adalah untuk mencegah atau mengurangi atau lingkungan.Sedangkan Menurut Rashmi Sanghi (2003), green chemistry merupakan bagian yang esensial dalam program yang kompre-hensif untuk melindungi kesehatan manusia dan lingkungan.

Prinsip – Prinsip
Buku inovatif Green Chemistry: Theory and Practice, menghadirkan Paul Anastas dan John C. Warner sebagai penulis bersama di tahun 1998, adalah perkembangan penting lainnya untuk Green Chemistry. Dalam buku tersebut, 12 Prinsip Green Chemistry secara jelas diuraikan dengan filosofi yang selalu mendorong ilmuwan akademis dan industri untuk mengejar tindakan yang ramah lingkungan (ACS Chemistry, 2017).  Pada kali ini kita akan membahas 6 prinsip kimia hijau, yaitu:
1.      Pencegahan terbentuknya bahan buangan beracun akan lebih baik dari pada menangani atau membersihkan bahan buangan tersebut. Pencegahan Lebih baik untuk menghindari daripada mengobatinya setelah generasi.
2.      Mengekonomiskan atom dalam merancang metode sintesik. Metode sintetik harus direncanakan, dimana produk akhir digabungkan sebagai banyak reagen yang digunakan semaksimal mungkin selama proses. Jadi, buang generasi akan diminimalkan.
3.      Sintesis bahan kimia yang tidak atau kurang berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungannya.
4.      Merancang produk bahan kimia yang lebih aman, walaupaun sifat racunnya dikurangi tetapi fungsi-nya tetap efektif.
5.      Menggunakan pelarut dan bahanbahan pendukung yang lebih aman dan tidak berbahaya.
6.      Rancangan untuk efisiensi energi.

Kesimpulan
Penerapan Green Chemistry pada aktivitas dan proses produksi yang dilakukan secara konsisten dan tepat, dapat mengurangi bahkan menghilangkan senyawa beracun yang berdampak manusia, biosfir, dan lingkungan sekitar. Pentingnya gerakan ini didukung semua pihak terutama kalangan industri dan pemerintah. Green Chemistry memang tidak akan menyelesaikan semua masalah polusi, energi dan pangan. Tetapi peranannya mampu memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kelestarian hidup jangka panjang (sustainable development).

DAFTAR PUSTAKA
Hidayat, A A., Muhammad Kholil. 2018. Kimia dan Pengetahuan Lingkaran Industri. Yogyakarta: Penerbit Wahana Resolusi.

Senin, 18 November 2019

Ikatan Kimia

IKATAN KIMIA
Oky Maulana (N07-Oky)
Ardy Triananda (N08-Ardy)
Sahlevi Ariputra (N09-Sahlevi)

ABSTRAK
Ikatan kimia merupakan interaksi gaya Tarik menarik antara 2 atom atau molekul yang menyebabkan suatu senyawa diatomic  atau poliatomik menjadi stabil. Dalam percobaan ini, larutan NaCl direaksikan dengan larutan AgNO3 menghasilkan endapan AgCl dan senyawa baru Na(NO)3.

Pengertian
Antara dua atom atau lebih dapat saling berinteraksi dan membentuk molekul. Interaksi ini selalu disertai dengan pelepasan energi. Adapun gaya-gaya yang menahan atom-atom dalam molekul merupakan suatu ikatan yang dinamakan ikatan kimia. Ikatan kimia terbentuk karena unsur-unsur cenderung membentuk struktur elektron stabil. Walter Kossel dan Gilbert Lewis pada tahun 1916 menyatakan bahwa terdapat hubungan antara stabilnya gas mulia dengan cara atom berikatan. Mereka mengemukakan bahwa jumlah elektron terluar dari dua atom yang berikatan, akan berubah sedemikian rupa sehingga susunan kedua elektron kedua atom tersebut sama dengan susunan gas mulia. Kecenderungan atom-atom untuk memiliki struktur atau konfigurasi elektron gas mulia atau 8 elektron pada kulit terluar disebut kaidah oktet. Elektron yang berperan dalam reaksi kimia yaitu elektron pada kulit terluar atau elektron valensi. Elektron valensi menunjukan kemampuan suatu atom untuk berikan dengan atom lain.

Jenis – Jenis
·         Ikatan Elektrovalen atau Ion
Ikatan ion terbentuk akibat adanya melepas atau menerima electron oleh atom-atom yang berikatan. Atom-atom yang melepas electron menjadi ion positif (kation) sedang atom-atom yang menerima elektron menjadi ion negatif (anion). Ikatan ion biasanya disebut ikatan elektrovalen. Senyawa yang memiliki ikatan ion disebut senyawa ionik. Senyawa ionik biasanya terbentuk antara atom-atom unsur logam dan nonlogam. Atom unsur logam cenderung melepas elektron membentuk ion positif, dan atom unsur nonlogam cenderung menangkap elektron membentuk ion negative.
Sifat-Sifat ikatan ionik adalah:
1.      Senyawa ion berupa elektrolit.
2.      Biasanya zat padat memiliki titik leleh yang tinggi.
3.      Tidak larut dalam pelarut organik tetapi larut dalam pelarut air.
·         Ikatan Kovalen
Ikatan kovalen merupakan ikatan kimia yang terbentuk dari pemakaian electron bersama oleh atom-atom pembentuk ikatan. Ikatan kovalen biasanya terbentuk dari unsur-unsur nonlogam. Dalam ikatan kovalen, setiap elektron dalam pasangan tertarik kedalam nucleus kedua atom. Tarik menarik elektron inilah yangmenyebabkan kedua atom terikat bersama.
·         Ikatan Kovalen Koordinat
Ikatan kovalen koordinat merupakan ikatan kimia yang terjadi apabila pasangan elektron bersama yang dipakai oleh kedua atom disumbangkan oleh salah satu atom saja. Sementara itu atom yang lain hanya berfungsi sebagai penerima elektron berpasangan saja. Syarat-Syarat terbentuknya ikatan kovalen koordinat.
1.      Salah satu atom memiliki pasangan elektron bebas
2.      Atom yang lainnya memiliki orbital kosong.
3.      Susunan ikatan kovalen koordinat sepintas mirip dengan ikatan ion,namun kedua ikatan ini berbeda oleh karena beda ke elektro negatifan yang kecil pada ikatan kovalen koordinat sehingga menghasilkan ikatan yang cenderung mirip kovalen.
·         Ikatan Logam
Ikatan logam merupakan salah satu ciri khusus dari logam, padaikatan logam ini elektron tidak hanya menjadi milik satu atau duaatom saja, melainkan menjadi milik dari semua atom yang ada dalamikatan logam tersebut. Elektron-elektron dapat terdelokalisasisehingga dapat bergerak bebas dalam awan elektron yangmengelilingi atom-atom logam. Akibat dari elektron yang dapat bergerak bebas ini adalah sifat logam yang dapat menghantarkanlistrik dengan mudah. Ikatan logam ini hanya ditemui pada ikatanyang seluruhnya terdiri dari atom unsur-unsur logam semata. Sifat Sifat umum sebagai berikut:
1.      Penghantar listrik dan panas yang baik.
2.      Keras,mudah ditempa dan ditarik.
3.      Titik lebur dan titik didih tinggi.
4.      Mengkristal dengan bilangan koordinasi.

Daftar Pustaka