.

Sabtu, 03 Februari 2018

“ KIMIA” MENGAWALI, MENDAMPINGI DAN MENGAKHIRI KEHIDUPAN MANUSIA


Oleh : Dede Abdulah (@F28-Komaludin)

Abstrak
Perkembangan ilmu dan teknologi kimia semakin pesat, dan telah menyentuh berbagai aspek kehidupan manusia. Kimia tidak hanya berkonotasi dengan laboratorium, kelas perkuliahan atau dunia industry, tetapi mencakup semua sisi kehidupan manusia. Tak dapat dipungkiri kimia menjadi solusi untuk berbagai persoalan yang dihadapi manusia, sehingga menjadikan kehidupan lebih sejahtera dan lebih mudah. Namun disisi lain kimia menimbulkan beragam persoalan termasuk penurunan kualitas manusia dan dapat membinasakan manusia.
Kata kunci : Bahaya kimia, Pencemaran, B3
Pendahuluan
Interaksi diantara ilmu atau sains, masyarakat dan industry menyebabkan riset dasar (Fundamental) dan riset terapan (engineering) semakin berbaur, begitu pula disiplin ilmu lainnya semakin meluas. Dalam kehidupan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung selalu ada keterkaitan dengan ilmu kimia. Semua aspek dalam kehidupan manusia tidak bisa terlepaskan dari ilmu kimia, mulai dari industri, pertanian, kedokteran, konstruksi dan sebagainya semua menggunakan dasar keilmuan dari kimia. Kimia ada dan terus berkembang sejalan dengan peradaban manusia.
Pembahasan
            Kimia konstektual atau kimia kekinian berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan manusia. Fenomena dari proses kimia yang ditemukan dalam kehidupan sehari – hari seperti pencemaran yang diakibatkan oleh zat kimia, hujan asam, kimia proses industri. Dengan adanya kimia di kehidupan manusia dapat memperbaiki kehidupan manusia sekaligus mengancam kehidupan manusia karena efek dari penggunaaan berbagai zat kimia dapat memperburuk kehidupan manusia dan alam semesta.
            Manfaat yang pertama dari ilmu kimia adalah energi. Energi adalah sumber utama dari kehidupan manusia, tanpa energi manusia akan sulit menjalankan kehidupan. Bahan bakar minyak dari fosil contohnya batubara dan minyak bumi. Minyak bumi dan batubara merupakan sumber energi bagi manusia yang menggukana prinsip - prinsip ilmu kimia dalam aplikasinya. Minyak mentah yang dikenal sebagai emas hitam keluar dari tanah berupa campuran kompleks hidrokarbon dan beragam bobot molekul.
            Selanjutnya yaitu Polimer, sumberdaya alam banyak menyediakan beragam jenis polimer seperti protein, selulosa, katun dan wol. Berbagai hasil penelitian mengenail polimer telah terbukti dapat memperbaiki kesejahteraan hidup manusia, terutama aplikasinya untuk bidang pertanian,kedokteran dan industry.
            Terdapat enam jenis polimer yang paling banyak digunakan dalam kehidupan sehari – hari yaitu polyethylene, polypropylene, polyvinyl chloride, polyethylene terephthalate, polystyrene, dan polycarbonate. Meskipun polimer berguna bagi kehidupan manusia namun polimer tidak mengalami dekomposisi di dalam tanah, meskipun telah terkubur hingga ratusan tahun.
            Ilmu kimia juga bermanfaat dalam ilmu pangan dalam hal produksi, pengolahan distribusi, persiapan evaluasi dan pemanfaatan pangan. Para ahli kimia bekerja dengan tanaman yang telah dipanen untuk makanan, dan hewan yang telah disembelih untuk makanan. Ahli kimia mengkaji bagaimana produk makanan ini diproses, disiapkan dan didistribusikan. Menurut (Domel, 2014) dalam (Atep, 2017) ada tiga komponen utama dalam makanan yang menjadi perhatian para ahli kimia pangan yaitu : karbohidrat, lemak, dan protein. Penggunaan kimia juga berdampap buruk bagi kehidupan manusia, seperti terjadi pencemaran baik pencemaran udara, pencemaran air maupun pencemaran tanah dan hujan asam.
            Udara adalah campuran gas yang terdapat di permukaan bumi sebagai habitat manusia dan beragam mahluk lainnya. Udara terdiri dari udara kering , uap air, dan aerosol Pencemaran udara dapat disebabkan oleh Faktor internal seperti adanya debu yang beterbangan akibat tiupan angina: abu dan gas vulkanik dari letusan gunung berapi: serta proses dekomposisi bahan organic dan Faktor Eksternal atau dari dampak perbuatan manusia seperti adanya aktivitas pembakaran bahan bakar fosil, berbagai pulutan dari kegiatan industry. Serta semakin maraknya penggunaan bahan kimia yang disemprotkan ke atmosfir seperti pestisida, parfum dan sebagainya.
            Pencemaran udara membahayakan kelangsungan hidup manusia, hewan dan tumbuhan. Pencemaran udara dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan beragam penyakit lainnya.Akibat dari kimia selanjutnya dalah terjadi hujan asam, hujan asam secara alami terjadi akibat adanya kerusakan vegetasi dan letusan gunung berapi, manusia pun secara langsung berkontribusu terhadap hujan asam, yaitu melalui kegiatan industry, pembangkit tenaga listrik (minyak dan batubara), knalpot kendaraan bermotor dan areal pertanian yang mengeluarkan ammonia (seperti sawah).
Selain daripada yang disebutkan diatas bahaya dari kimia adalah berasal dari limbah B3, Bahan kimia berbahaya dan beracun (B3) tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Dampak tersebut dapat berupa keracunan, kerusakan/pencemaran lingkungan, korban materi dan juga mungkin bisa menimbulkan korban jiwa. Secara umum B3 terdiri dari bahan beracun, korosif, mudah terbakar, mudah meledak, reaktif terhadap air/asam, dan gas bertekanan. Faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan antara lain dari manusia/pekerja, prosedur/metode, dan peralatan/bahan. Faktor manusia merupakan faktor terbesar penyebab terjadinya kecelakaan diantaranya adalah ketidak-tahuan akan bahaya yang akan terjadi.
Sistem managemen bahan kimia berbahaya dan beracun (B3) melalui beberapa tahapan (Nur, tri harjanto. 2011) diantaranya :
1.      Perencanaan
Perencanaan dilakukan untuk kurunwaktu tertentu (1 tahun) mulai dari perencanaan pengadaan, penyimpanan / penggudangan, dan penggunaannya.
2.      Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasian untuk mengelola B3 meliputi penetapan tugas dan wewenang personil pengelola, pemakai, dan pengawas. Dalam pengorganisasian perlu adanya koordinasi antar berbagai pihak yang berkepentingan dengan B3 tersebut
3.      Pelaksanaan (Actuating)
Pelaksanaan setiap kegiatan mulai dari pengelolaan (penyimpanan), pemakaian dan pengawasan harus sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Prosedur harus digunakan untuk setiap kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan B3 oleh semua personil, baik sebagai pengelola, pemakai maupun pengawas.

4.      Pengendalian (Controling)
Pengendalian dalam manajemen B3 dapat dilakukan dengan inspeksi, audit maupun pengujian mulai dari perencanaan, hingga pelaksanaan.
Kesimpulan
            Ilmu kimia hadir diantara kehidupan manusia dan melekat erat di segala aspek kehidupan, kimia memiliki banyak manfaat bagi manusia namun dari sisi lain, ternyata memiliki segudang bahaya yang dapat mengancam kehidupan manusia.
            Dengan melakukan mengetahui dan memahami akan resiko dari penggunaan kimia, kita dapat menangani dan meminimalisir potensi- potensi dari bahaya kimia itu sendiri.
Daftar Pustaka
Hidayat, Atep Afia dan M. Kholil.2017.kimia,industry dan teknologi hijau. Jakarta : Pantona Media
Nur Tri Harjanti, Suliyanti, Endang sukesi I, Management bahan Kimia Berbahaya dan Beracun sebagai upaya Keselamatan dan Kesehatan kerja serta perlindungan lingkungan, Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir – BATAN, Tahun 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.