.

Tampilkan postingan dengan label @x43-Rafie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @x43-Rafie. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 November 2022

INDUSTRI HIJAU UNTUK KITA

 


Abstrak

Industri Hijau merupakan industri yang mengutamakan efisiensi dan efektivitas dalam menggunakan sumber daya secara berkelanjutan dalam proses produksi. Tujuan dari penerapan industri hijau adalah untuk mencegah emisi dan limbah akibat dari proses produksi. Industri hijau dilakukan dengan penggunaan bahan baku atau proses yang ramah lingkungan, penggunaan kembali material atau limbah dalam proses lain, penggunaan kembali bahan atau sumber daya alam proses yang sama, pengumpulan limbah untuk digunakan sebagai bahan bakar dan penggunaan teknologi yang ramah lingkungan. 

Kata Kunci : Industri Hijau, Lingkungan

 

Abstract 

The green industry is an industry that prioritizes efficiency and effectiveness in using resources in a sustainable manner in the production process. The aim of implementing a green industry is to prevent emissions and waste resulting from the production process. The green industry is carried out by using environmentally friendly raw materials or processes, reusing materials or waste in other processes, reusing materials or natural resources from the same process, collecting waste for use as fuel and using environmentally friendly technologies.

Keywords : Green Industry, Environment

Pendahuluan

Pesatnya pertumbuhan sektor ekonomi berbasis industri selalu diimbangi dengan cepatnya penurunan kualitas lingkungan. Pesatnya perkembangan sektor industri hampir selalu mengarah pada penurunan kualitas lingkungan. Dalam hal ini, UNIDO (2011) berpendapat bahwa negara berkembang harus terus mengembangkan sektor industri bersama dengan sektor lainnya untuk mengurangi kemiskinan, mengatasi kecukupan barang dan jasa, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Di samping itu. banyak negara menghadapi degradasi lingkungan yang parah dan penipisan sumber daya, mengancam peluang untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,Menurut Kementerian Perindustrian (2012), perkembangan industri di Indonesia yang berlangsung sekitar 50 (lima puluh) tahun tidak hanya memberikan dampak positif bagi negara, tetapi juga berdampak negatif terhadap permasalahan lingkungan. , termasuk pencemaran lingkungan akibat limbah industri dan penggunaan sumber daya alam yang tidak efisien. Dengan semakin terbatasnya sumber daya alam, krisis energi dan semakin berkurangnya daya dukung lingkungan, maka kebutuhan untuk mengembangkan industri yang ramah lingkungan atau disebut juga dengan industri hijau menjadi isu penting. Meskipun ada juga yang menerapkan istilah green industry pada hortikultura dan pertamanan yang erat kaitannya dengan penghijauan lingkungan.

Rumus masalah

1. Apa yang dimaksud dengan industri hijau? 

2. Bagaimana pengaplikasian Industri Hijau?

3. Bagaimana upaya peningkatan industri Hijau?

4.  manfaat dari  Industri Hijau.

 

Tujuan

1. Untuk mengetahui apa itu industri hijau

2. Tahu bagaimana mencapai industri hijau

3. Temukan manfaat industri hijau

Penjelasan 

1. Definisi Industri Hijau

Industri hijau dapat didefinisikan sebagai industri ramah lingkungan yang menyelaraskan pertumbuhan dengan kelestarian lingkungan, mengutamakan efisiensi dan efisiensi dalam penggunaan sumber daya alam serta membawa manfaat bagi lingkungan, bermanfaat bagi masyarakat (Permenperin, 2011). Industri hijau yang terkait dengan kegiatan perusahaan industri adalah perusahaan yang melakukan kegiatan di bidang usaha industri yang berbentuk perseorangan, organisasi usaha, atau badan hukum dan berkantor pusat di Indonesia.
Industri hijau adalah industri yang berkomitmen untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan dengan berfokus pada pengembangan dan perbaikan berkelanjutan praktik bisnis yang bertanggung jawab secara sosial di dalam dan di luar organisasi, dan hanya dengan tertarik pada rantai pasokan untuk pembangunan berkelanjutan. Industri hijau didasarkan pada dua prinsip yaitu continuous improvement dan sustainable development (Simachokedee dalam GIM, 2013). Dalam setiap proses produksi selalu terdapat pemborosan, hal ini berlaku untuk setiap jenis industri. Oleh karena itu, perlu penanganan yang hati-hati. Limbah industri tidak bisa dibiarkan begitu saja atau dibuang begitu saja. Jika demikian, industrialis terkesan tidak bertanggung jawab, juga mencari keuntungan, bahkan kurang etis (Hidayat, 2013).
Industri hijau mencakup banyak jenis bisnis, termasuk produsen pembibitan dan rumah kaca, pemasok sekutu, distributor grosir dan eceran, serta layanan pertamanan dan konstruksi, serta pemeliharaan. Industri hijau telah dicirikan oleh pertumbuhan yang cepat, inovasi dan perubahan selama tiga dekade terakhir, namun, pertumbuhan permintaan yang melambat dan margin keuntungan operasi yang semakin ketat menunjukkan bahwa industri tersebut sedang berjuang menuju kedewasaan (Hodges et al, 2015).

2.  Aplikasi Industri Hijau di Indonesia

Untuk mengantisipasi semakin meningkatnya eksploitasi sumber daya alam sebagai bahan baku industry, pemerintah mendorong kepada dunia usaha untuk melakukan penghematan dan melakukan subsitusi bahan baku yang mudah diperbarui. Efisiensi dalam penggunaan energi, salah satu tolak ukur untuk mendapatkan predikat indutsri hijau. Tahun 2011 PT Holcim Indonesia Tbk, Cilacap, menerima penghargaan peringkat pertama Industri Hijau yang diserahkan secara langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Penghargaan Industri Hijau diberikan kepada PT. Holcim Indonesia Tbk Cilacap karena perusahaan ini telah melakukan secara terus menerus dan berkesinambungan berinovasi dalam menerapkan prinsip-prinsip Industri Hijau. Upaya penghematan sumber daya alam secara riil juga terus dilakukan dan menghasilkan sebagian penggantian bahan baku sumber daya alam menggunakan material sisa industri. 

3. Upaya Peningkatan Industri Hijau

Menurut Hutahean L.S upaya peningkatan Industri Hijau adalah :

• Pemberian penghargaan Industri Hijau.

• Penyusunan standar Industri Hijau.

• Pengembangan Infrastruktur Industri Hijau, Lembaga sertifikasi, dan Auditor Industri Hijau.

• Pelatihan Industri Hijau.

• Promosi Perusahaan Hijau.

• Sertifikasi Industri Hijau untuk Industri.

• Penyusunan regulasi pendukung Industri Hijau.

 

4. Manfaat Industri Hijau

Dengan menerapakn industri hijau akan didapatkan berbagai manfaat. Berikut beberapa manfaat dari penerapan industry hijau.

·     Meningkatkan profitabilitas (keuntungan) melalui peningkatan efisiensi sehingga dapat mengurangi biaya operasi, pengurangan biaya pengelolaan limbah dan tambahan pendapatan dari produk hasil samping

·     Meningkatkan image perusahaan

·     Meningkatkan kinerja perusahaan

·     Mempermudah akses pendanaan

·     Flexibilitas dalam regulasi

·     Menjaga kelestarian fungsi lingkungan

·     Terbukanya peluang pasar baru

Kesimpulan

    Industri Hijau sendiri yang merupakan salah satu upaya efisiensi proses produksi dan merupakan salah satu upaya untuk menurunkan gas rumah kaca. Dengan penggunaan teknologi yang rendah karbon menjadi salah satu prinsip dari Industri Hijau sendiri dengan adanya cara dalam penerapan Industri Hijau ini dapat mengantisipasi tantangan yang ada.

 

 

Daftar Pustaka

Hidayat, Atep Afia. 2022. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Industri Hijau      (Modul 12). Universitas Mercu Buana, Jakarta.

https://id.wikipedia.org/wiki/Gas_rumah_kaca

Andi Nurwahidah dan Maria Anityasari, Evaluasi Penerapan program industri hijau di      PT X, sebuah industri semen di Indonesia Timur, Prosiding Seminar Nasional     Manajemen Teknologi XXIII Program Studi MMT-ITS, Surabaya, 2015.

Kementrian Perindustrian. 2017. Seminar Nasional Teknologi Industri Hijau. Siaran         Pers. Media Kemenperin.go.id

Barber, P. S., Shamshina, J. L., & Rogers, R. D. 2013. A “green” industrial revolution: using chitin towards transformative technologies. Pure and Applied Chemistry, 85(8), 1693-1701. Dalam https://www.degruyter.com/document/doi/10.1351/PAC-CON-12-10-14/html (Diakses pada 11 November 2022).

Calza, F., Parmentola, A., & Tutore, I. 2017. Types of green innovations: Ways of implementation in a non-green industry. Sustainability, 9(8), 1301. Dalam https://www.mdpi.com/2071-1050/9/8/1301/htm (Diakses pada 11 November 2022).  

Heong, Y. M., Sern, L. C., Kiong, T. T., & Mohamad, M. M. B. 2016. The role of higher order thinking skills in green skill development. In MATEC Web of Conferences, 70(5), 9-25. Dalam https://www.matecconferences.org/articles/matecconf/abs/2016/33/matecconf_icmit2016_05001/matecconf_icmit2016_05001.html (Diakses pada 11 November 2022).

Indah. 2013. Penerapan Industri Hijau “ Green Industry “. https://disperindag.jatimprov.go.id/post/detail?content=penerapan-industri-hijau-green-industry 

Syahputra, Eqqi. 2022. Ini Tantangan Utama Mendorong Transformasi Industri Hijau. https://www.cnbcindonesia.com/news/20220629135723-4-351412/ini-tantangan-utama-mendorong-transformasi-industri-hijau 

2012. Kebijakan Pengembangan Industri Hijau. https://iesr.or.id/files/2apr_WORKSHOP_ENERGI.pdf

 

 


Kamis, 10 November 2022

PENCEMARAN UDARA DAN AIR

Abstrak

    Pencemaran air berada di dalam air seperti dari limbah yang dibuang ke sungai - sungai. Pencemaran udara berada di udara seperti gas knalpot yang tidak ramah lingkungan sehingga menguap di udara. pencemaran air dapat menyebabkan memburuknya kesehatan tubuh manusia. karena air merupakan sumber utama hidup manusia, jika air tercemar maka manusia akan mati.dan pencemaran udara dapat menyebabkan penyakit  saluran  pernapasan bagi manusia. yang disebabkan oleh asap knalpot kendaraan bermotor.

kata kunci : pencemaran, air, udara

 

Abstract


    Water pollution is in the water such as from waste dumped into rivers. Air pollution is in the air such as exhaust gas which is not environmentally friendly so that it evaporates in the air. Water pollution can 
cause deteriorating human health. because water is the main source of human life, if water is polluted then humans will die. And air pollution can cause respiratory disease for humans. caused by exhaust fumes from motor vehicles.

keywords: pollution, water, air

 

Pendahuluan

    Pencemaran udara dan air merupakan hal buruk untuk peradaban manusia, oleh karena itu kita sebagai manusia harus menjaga alam kita jangan membiarkannya alam kita tercemar apalagi air, karena air Merupakan sumber hidup bagi manusia dan udara pun merupakan pusat hidup untuk manusia karena manusia jika tidak ada air maka tidak akan lancar kelangsungan hidupnya dan jika udara tercemar maka oksigen manusia akan gerganggu, maka manusia tidak akan mendapatkan  oksigen atau udara yang bersih. 

 
Rumusan Masalah  
1. Bagaimana pencemaran udara dan air bisa terjadi?
2. Bagaimana dampaknya untuk manusia?
3. Bagaimana cara menanggulanginya?

4.Apa dampak dari pencemaran udara?

5.Apakah pencemaran udara berpengaruh terhdapat lingkungan?

 


Tujuan 

1.            Mengetahui penyebab terjadinya pencemaran udara?

2.            Mengetahui dampak dari pencemaran udara.

3.            Mengetahui apakah pencemaran udara berpengaruh terhadap efek lingkungan.

4.            Mengetahui cara menanggulangi pencemaran udara.

 

Pembahasan

 

    Udara menjadi salah satu sumber kita untuk tetap bisa bernapas. Akan tetapi bagaimana jika udara tercemar. Perlu kita ketahui dampak dari akibat pencemaran udara dan pengaruh pencemaran udara terhadap lingkungan hingga bagaimana cara menanggulangi  pencemaran udara tersebut. Udara yang tercemar akan sangat mengganggu kesehatan. Oleh karena itu kita harus menjaganya dan kita harus mengetahui penyebab dari pencemaran udara tersebuh. Ada beberapa penyebab dari pencemaran udara.

 

    Asap pabrik sangat berpengaruh terhadap pencemaran udara dikarenakan asap yang dikeluarkan melalui cerobong-cerobong asap pabrik mengandung zat polutan yang sangat berbahaya, seperti hidrokarbon dan karbondioksida. Ada juga penebangan pohon secara liar, saat ini penebangan pohon secara liar semakin marak terajdi membuat hutan menjadi rusak dan gundul. Sisa dari penebangan hutan berupa daun dan ranting kering menjadi benda yang mudah terbakar sehingga dapat menimbulkan asap yang mencemari udara. Selain itu hutan mempunya fungsi sebagai paru-paru dunia, sehingga jika banyak penebangan secara liar dapat mengakibatkan paru-paru dunia tidak bekerja dengan baik. Polusi dari asap kendaraan juga sangat berpengaruh terhadap penyebabnya pencemaran lingkungan karena zat-zat yang dihasilkan dari pembakaran kendaraan tersebut seperti karbonmonoksida, nitrogenoksida, dan valotin, dapat mencemari udara dan merusak lapisan ozan. 

 

 

A. Pencemaran air dan udara

    Pencemaran udara disebabkan oleh asap kendaraan knalpot yang ada dijalanan. semakin banyak kendaraan maka akan semakin banyak udara yang tercemar oleh asap knalpot kendaraan, ditambah dengan udara yang  panas membuat udara semakin rentan untuk tercemar. Hal ini lebih banyak  didaerah perkotaan karena banyak kendaraan yang berlalulalang dijalanan perkotaan sehingga lebih baik tinggal diperkampungan dari  pada diperkotaan.Pencemaran air disebabkan oleh limbah pabrik ulah manusia yang membuang limbah pabrik sembarangan.bisa juga disebabkan oleh manusia yang membuang sampah sembarangan. Hal ini dapat menyebabkan buruknya kesehatan manusia. karena air merupakan sumber utama untuk manusia bertahan hidup. Pencemaran air yang sangat lama akan menyebabkan umat manusia punah. Oleh karena itu, kita sebagai manusia harus menjaga kebersihan air dan jika membuang limbah kimia atau industri jangan membuangnya kedalam air.

 

B. Dampak pencemaran udara dan air

    Dampak pencemaran udara untuk manusia yaitu bisa menyebabkan penyakit pada saluran pernafasan. Apalagi

untuk kesehatan paru-paru kita. Dan dampak pencemaran air bagi manusia yaitu dapat menyembabkan gangguan

pada saluran pencernaan dan mungkin bagi tubuh kita juga , karena didalam aiir yang sudah tercemar itu banyak 

sekali bakteri yang berbahaya, apalagi banyak limbah industri dan kimia yang sangat berbahayajika masuk kedalam 

tubuh akan merusak tubuh kita dan bisa jadi menyebabkan kematian.

 

C. Penanggulangan pencemaran air dan udara

Cara Mencegah Pencemaran Air

1.             Melakukan pengolahan limbah dengan benar.

2.             Menggunakan bahan - bahan yang ramah lingkungan.

3.             Tidak membuang sampah di sungai atau sumber air lainnya.

4.             Menggunakan detergen yang ramah lingkungan.

5.             Rutin melakukan upaya pembersihan sumber air.

6.             Menanam pohon di setiap lahan yang tersedia 

 

Cara Mengurangi & Mencegah Polusi Udara

1.             Mengurangi Penggunaan Kendaraan Bermotor.

2.             2. Hemat Energi.

3.             Membeli Produk Daur Ulang.

4.             Menggunakan Produk yang Sustainable.

5.             Menanam Pohon.

6.             6. Berjalan, Bersepeda atau Memanfaatkan Transportasi Umum.

7.             7. Makan Produk Lokal dan Organik.

8.             Mengurangi Makan Daging.

 

 

Dari penyebab tersebut kita harus mengetahui dampaknya. Banyak sekali dampak akibat dari penyebab pencemaran udara.

 

1. Gangguan pada pernapasan

            udara kotor yang mengandung karbondioksida dan gas beracun lainnya memang sangat berbahaya bagi sistem pernapasan pada manusia. Udara kotor yang masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan ini juga bisa menyebabkan terjadinya infeksi saluran pernapasan akut, seperti contohnya asma dan juga bronkitis. Tidak menutup kemungkinan, apabila kita terkena udara yang tercemar secara terus-menerus, maka bisa berakibat sangat fatal, hingga ke kanker paru-paru.

 

2. Iritasi pada saluran pernapasan

            Dengan banyaknya debu-debu yang kotor dan kita hirup, tentu ini sangat tidak baik untuk kesehatan manusia. Jika hal ini terjadi secara terus-menerus, maka bisa menyebabkan pergerakan silia yang berubah menjadi lambat, bahkan tidak menutup kemungkinan bisa terhenti, sehingga tidak bisa membersihkan saluran pernapasan.

 

3. Menimbulkan penyakit 

            Udara kotor yang dihasilkan itu ternyata mengandung zat-zat yang berbahaya, mulai dari zat-zat kimia, debu hingga membawa bibit-bibit penyakit. Penyakit yang dihasilkan atau disebabkan oleh adanya pencemaran udara ini, antara lain seperti sesak napas, asma, atau tidak menutup kemungkinan juga bisa menyebabkan terjadinya kanker.


4. Penyebab utama terjadinya pemanasan global 

            Pemanasan global atau akrab kita kenal dengan nama global warming ini bisa mengakibatkan terjadinya peningkatan suhu bumi, yang juga menimbulkan air laut yang ikut naik. Suhu bumi yang naik ini terjadi dikarenakan lapisan ozon bumi sudah rusak. Padahal, fungsi dari lapisan ozon ini berguna untuk menjaga suhu bumi, agar nantinya suhu bumi tidak terlalu panas dan juga tidak terlalu dingin. Lapisan ozon bisa dengan mudah rusak akibat pencemaran udara yang dihasilkan dari zat CFC atau klorofluorkarbon. Zat ini sendiri bisa dengan mudah kita temukan di kulkas, AC (air conditioner) hingga aerosol.

 

5. Tanaman tergangu hingga mati 

            Tanaman atau tumbuhan memang sangat baik bagi kelangsungan makhluk hidup yang lain. Tanaman bisa menghasilkan oksigen, sehingga jika kita hidup di dataran tinggi atau pegunungan, akan terasa sejuknya karena polusi udara di sana juga belum begitu banyak. Akan tetapi, dengan adanya polusi udara atau pencemaran udara, tanaman juga bisa terserang penyakit. Penyakit itu mulai dari bintik hitam, klorosis, nekrosis dan beberapa penyakit lain. 

Selain merugikan kesehatan manusia, pencemaran udara juga sangat mempengaruhi berbagai efek terhadap lingkungan yaitu :

 

1. Hujan asam 

            Hujan asam adalah hujan yang mengandung asam nitrat dan asam sulfatyang berbahaya. Asam ini dibentuk terutama oleh nitrogen oksida dan sulfur oksida yang dilepaskan ke atmosfer ketika bahan bakar fosil dibakar. Asam jatuh ke bumi baik sebagai curah hujan basah (hujan, salju, atau kabut) atau curah hujan kering (gas dan partikulat). Beberapa dibawa oleh angin, kadang-kadang hingga ratusan mil. Di lingkungan, hujan asam merusak pohon dan menyebabkan tanah dan badan air menjadi asam, membuat air tidak cocok untuk beberapa ikan dan satwa liar lainnya. Hal ini juga mempercepat peluruhan bangunan dan patung.

 

2. Penipisan ozon 

            Ozon adalah gas yang terjadi baik di dasar- dan di bagian atas atmosfer bumi, yang dikenal sebagai stratosfer. Pada tingkat dasar, ozon merupakan pencemar yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Di stratosfer, ozon membentuk lapisan yang melindungi kehidupan di bumi dari sinar ultraviolet matahari yang berbahaya . Namun ozon “baik” ini "baik" secara bertahap dihancurkan oleh bahan kimia buatan manusia yang disebut sebagai perusak ozon, termasuk chlorofluorocarbon, hydrochlorofluorocarbons, dan halons. Zat-zat ini sebelumnya digunakan dan kadangkadang masih digunakan dalam pendingin, agenfoaming, alat pemadam kebakaran, pelarut, pestisida, dan propelan aerosol. Penipisan lapisan ozon pelindung dapat menyebabkan peningkatan jumlah radiasi UV mencapai bumi, yang dapat menyebabkan lebih banyak kasus kanker kulit, katarak, dan sistem kekebalan tubuh terganggu. UV juga dapat merusak tanaman sensitif, seperti kacang kedelai, dan mengurangi hasil panen.

 

3. Perubahan iklim global 

            Atmosfer bumi mengandung keseimbangan alami gas yang menahan sebagian panas matahari dekat permukaan bumi. "efek rumah kaca"ini menjaga kestabilan temperatur bumi. Sayangnya, bukti menunjukkan bahwa bahwa manusia telah mengganggu keseimbangan alami dengan memproduksi beberapa gas rumah kaca dalam jumlah besar dari, termasuk karbon dioksida dan metana. Akibatnya, atmosfer bumi menahan lebih banyak panas matahari, menyebabkan temperatur rata-rata bumi meningkat - sebuah fenomena yang dikenal sebagai pemanasan global. Banyak ilmuwan percaya bahwa pemanasan global dapat memiliki dampak signifikan pada kesehatan manusia, pertanian, sumber daya air, hutan, satwa liar, dan daerah pesisir.

 

Dari hal tersebut kita masih bisa menanggulanginya melalui beberapa cara yaitu :

·                     Mengganti bahan bakar kendaraan bermotor dengan bahan bakar yang tidak menghasilkan gas karbon monoksida.

·                     Pengolahan atau daur ulang limbah asap industri 

·                     Penghijauan dan reboisasi atau penanaman kembali pohon-pohon pengganti

·                     Menghentikan pembakaran hutan.

·                     Membeli produk daur ulang 

·                     Hemat energi 

·                     Berjalan, bersepeda atau memanfaatkan transportasi umum 

·                     Memakan produk lokal atau organik 

·                     Meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan 

·                     Hindari penggunaan kantong plastik 

 

Kesimpulan

 Kita harus menjaga lingkungan air dan udara kita, agar hidup kita selalu sehat. dan jika ada yang tidak bisa menjaga lingkungan udara dan air sebaiknya ditegur.  karena jika sudah tercemar maka bumi kita akan cepat rusak. 

 

Daftar pustaka 

 

Hidayat, Atep Afia. 2021. Termodinamika dan Perubahan Energi. Modul Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Indusrti. Jakarta. Universitas Mercu Buana.

Triana. “Dampak Pencemaran Udara”. https://dlhk.bantenprov.go.id/upload/article/Dampak_Pencemaran_Udara.pdf. Diakses pada tanggal 10 November 2022 pada pukul 10.00 WIB.

 

 


 

PRINSIP KIMIA HIJAU

 



Abstrak 

    Kimia berkelanjutan sering juga disebut dengan Kimia Hijau, hal ini membahas desain proses dan produk kimia yang tujuannya untuk mengurangi dan bisa jadi menghilangkan zat-zat yang berbahaya. Kimia berkelanjutan juga berlaku untuk kimia organik, kimia anorganik,  kimia analitik, biokimia, kimia teknik, dan kimia fisik. Kimia berkelanjutan atau Kimia hijau tertuju pada siklus hidup suatu produk termasuk desain,  pembuatan penggunaan dan pembuangannya.

Kata kunci : Kimia, hijau, prinsip

Abstract

    Sustainable chemistry is often referred to as Green Chemistry, it discusses the design of chemical processes and products with the aim of reducing and possibly eliminating harmful substances. Sustainable chemistry also applies to organic chemistry, inorganic chemistry, analytical chemistry, biochemistry, engineering chemistry, and physical chemistry. Sustainable chemistry or green chemistry is concerned with the life cycle of a product including its design, manufacture, use and disposal.

Keywords: Chemistry, green, principle 

Pendahuluan

    Definisi kimia hijau (green chemistry), menurut US EPA (Environmental Protection Agency), adalah menggunakan ilmu kimia dan prosesnya untuk pencegahan polusi (pencemaran), dan merancang produk kimia dan proses-prosesnya yang lebih akrab lingkunga. Menurut Anastas & Warner hal yang penting dalam green chemistry adalah: 1) Mencegah terjadinya limbah di tempat pertama 2) Menggunakan pereaksi dan pelarut yang aman 3) Melakukan perobahan reaksi secara selektif dan efisien 4) Menghindari produk dan reaksi kimia yang tidak perlu. 

    Sebagian besar umat manusia untuk melanjutkan kehidupannya agar sejahtera makin memacu perkembangan industri dan teknologi. namun disisi lain ternyata beragam kegiatan teknologi dan industri menyisakan pembuangan atau limbah yang menyebabkan umat manusia tidak nyaman.

Rumusan Masalah

1. Apa itu kimia hijau?

2. Ada berapa prinsip kimia hijau?

3. Penerapan 12 prinsip kimia hijau.

4,Bagaimana untuk mengaplikasi prinsip green chemistry

 

Tujuan

  Agar  manusia sadar bahwa kimia hijau itu harus dipertahankan agar tidak merusak bumi dan akan terus memenuhi kebutuhan manusia dan manusia akan hidup sejahtera.

Pembahasan

A. Definisi Kimia Hijau

    Kimia Hijau sering juga disebut sebagai kimia berkelanjutan , hal ini membahas desain proses dan produk kimia yang tujuannya untuk mengurangi dan bisa jadi menghilangkan zat-zat yang berbahaya. Kimia berkelanjutan juga berlaku untuk kimia organik, kimia anorganik,  kimia analitik, biokimia, kimia teknik, dan kimia fisik. Kimia berkelanjutan atau Kimia hijau tertuju pada siklus hidup suatu produk termasuk desain,  pembuatan penggunaan dan pembuangannya. Bidang kimia ini tidak bisa disamakan dengan kimia lingkungan. Sebab kimia hijau lebih berfokus pada dampak lingkungan dari kimia, serta pengembangan praktik berkelanjutan yang lebih ramah lingkungan. Misalnya strategi pengendalian pencemaran lingkungan. Manfaat kimia hijau mengurangi penggunaan energi, pengurangan limbah produksi, pengurangan kecelakaan, produk yang lebih aman.

B. 12 Prinsip Kimia Hijau

·                     Prevention (Pencegahan). Lebih baik mencegah timbulan limbah daripada mengolahnya.

·                     Atom Economy (Ekonomi Atom). Metode sintetis harus dirancang untuk memaksimalkan penggabungan semua bahan baku yang digunakan dalam proses menjadi produk akhir.

·                     Less Hazardous Chemical Syntheses (Sintesis Bahan Kimia Kurang Berbahaya). Jika memungkinkan, metode sintetis harus dirancang untuk menggunakan dan menghasilkan zat yang memiliki sedikit atau tidak ada toksisitas/ potensi bahaya terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.

·                     Designing Safer Chemicals (Merancang Bahan Kimia Yang Lebih Aman). Produk kimia harus dirancang untuk mempengaruhi fungsi yang diinginkan sambil meminimalkan toksisitasnya.

·                     Safer Solvents and Auxiliaries (Pelarut dan Auxiliaries yang Lebih Aman). Penggunaan zat tambahan (misalnya, pelarut, zat pemisah, dll.) bilamana mungkin ditiadakan dan tidak berbahaya bila digunakan.

·                     Design for Energy Efficiency (Merancang untuk Efisiensi Energi). Penggunaan energi dari proses kimia harus harus diminimalkan. Jika memungkinkan, metode sintetis harus dilakukan pada suhu dan tekanan rendah.

·                     Use of Renewable Feedstocks (Penggunaan Bahan Baku Terbarukan). Bahan mentah atau bahan baku harus dapat diperbarui daripada menghabiskan bahan yang tak dapat diperbarui, yang secara teknis dan ekonomis dapat dilakukan. 

·                     Reduce Derivatives (Mengurangi Derivatif). Derivatisasi yang tidak perlu (penggunaan gugus pemblokiran, perlindungan / deproteksi, modifikasi sementara proses fisik / kimia) harus diminimalkan atau dihindari jika mungkin, karena langkah-langkah tersebut memerlukan reagen tambahan dan mengakibatkan pemborosan. 

·                     Catalysis (Katalisis). Reagen katalitik (seselektif mungkin) lebih unggul daripada reagen stoikiometri.

·                     Design for Degradation (Desain untuk Degradasi). Produk-produk kimia harus dirancang sedemikian rupa sehingga pada akhir fungsi mereka akan terurai menjadi produk degradasi yang tidak berbahaya dan tidak persisten di lingkungan.

·                     Real-time analysis for Pollution Prevention (Analisis real-time untuk Pencegahan Polusi). Metodologi analitis perlu dikembangkan lebih lanjut untuk memungkinkan pemantauan dan pengendalian proses secara real- time.

·                     Inherently Safer Chemistry for Accident Prevention (Bahan Kimia yang bersifat Lebih Aman untuk Pencegahan Kecelakaan). Zat dan bentuk zat yang digunakan dalam proses kimia harus dipilih untuk meminimalkan potensi kecelakaan kimia, termasuk pelepasan ke lingkungan, ledakan, dan kebakaran.

C. Untuk aplikasi prinsip green chemistry menurut Anggraeni (2012) yaitu pada ibu-ibu rumah tangga. Ibu rumah tangga biasanya membiarkan limbah organik menumpuk di suatu tempat, sampai membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap, dan membiarkan limbah organik dan limbah anorganik bersatu. Untuk itu, perlu ditingkatkan kesadaran untuk dapat memilah-milah limbah organik yang dapat lapuk dan limbah anorganik yang sulit lapuk, serta perlu dimotivasi pemikiran dengan gaya hidup 5 R (Reuse, Reduce, Recycling, Replace, Refill).

 D.Penerapan menjalankan 12 prinsip berikut:

·         Pencegahan  terbentuknya limbah.

·         Ekonomi atom.

·         Sintesis kimia yang tidak berbahaya.

·         Perancangan produk kimia yang  aman.

·         Pemakaian bahan pelarut dan pembantu yang aman.

·         Perancangan efisiensi energi.

·         Penggunaan bahan baku terbarukan.

·         Pengurangan langkah proses.

·         Penggunaan katalis untuk mempercepat proses.

·         Perancangan produk terbarukan yang ramah lingkungan.

·         Analisis real time untuk pencegahan polusi.

·         Menghindari penggunaan bahan kimia yang berbahaya, toksis,                dan  tak  ramah  lingkungan.

 

KESIMPULAN

istilah kimia digunakan dalam green chemistry dimaksudkan alasannya melibatkan struktur dan perubahan sebuah materi. Area penelitian dalam bidang green chemistry ini meliputi pengembangan cara sintesis yang lebih ramah lingkungan, penggunaan bahan baku yang terbarukan, mendesain materi kimia yang green, serta penggunaan bioteknologi sebagai alternatif dalam industri.

 

DAFTAR PUSTAKA

·         Hidayat, Atep Afia. 2022. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Modul 11 KPLI : Kimia Hijau. Universitas Mercu Buana, Jakarta.

·         (Diakses Pada 10 November 2022)

·         Anggraeni dkk, 2012, Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat. Vol 1, No. 1

·         (Diakses Pada 10 November 2022)

·         Sudarmin, 2013, Kemampuan Generik Sains Kesadaran Tentang Skala Sebagai Wahana Mengembangkan Praktikum Kimia Organik Berbasis Green Chemistry. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran. Vol. 20. No.1

·         (Diakses Pada 10 November 2022)