.

Tampilkan postingan dengan label @j20-Fadilah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @j20-Fadilah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Januari 2019

Wujud Gas

Oleh : Aldian Aris Fandani @J19-Aldian, Ivan Bandotama @J18-Ivan, Muhammad Fadilah @J20-Fadilah


Abstrak:

Seperti yang kita ketahui, wujud zat terdapat pada benda yang ada di sekitar kita dalam berbagai bentuk, baik berbentuk padat, gas, maupun cair. Karena pada artikel ini kita akan membahas tentang Wujud Gas, maka mari kita membahas tentang wujud gas tersebut

Ikatan Valensi dan Molekul

Oleh : Aldian Aris Fandani @J19-Aldian, Ivan Bandotama @J18-Ivan, Muhammad Fadilah @J20-Fadilah

STRUKTUR MOLEKUL

Molekul didefinisikan sebagai sekelompok atom (paling sedikit dua) yang saling berikatan dengan sangat kuat (kovalen) dalam susunan tertentu dan bermuatan netral serta cukup stabil. Menurut definisi ini, molekul berbeda dengan ion poliatomik.

Mengenal Ikatan Kimia

Oleh : Aldian Aris Fandani @J19-Aldian, Ivan Bandotama @J18-Ivan, Muhammad Fadillah @J20-Fadilah




Abstrak: 

Penjelasan mengenai gaya tarik menarik ini sangatlah rumit dan dijelaskan oleh elektrodinamika kuantum.

Senin, 17 Desember 2018

teknologi ramah lingkungan(teknologi hijau)

(@J20-Fadilah)
Abstrak: Teknologi ramah lingkungan atau teknologi hijau adalah sebuah metode atau sistem untuk mencapai tujuan tertentu yang mana dalam pelaksanaannya mengacu pada wawasan lingkungan dan atau memperhatikan kaidah-kaidah lingkungan di sekitarnya. 



Ada 6 prinsip yang diterapkan pada konsep teknologi ramah lingkungan, yaitu:
  1. Refine, yang berarti menggunakan bahan yang ramah lingkungan serta melalui proses yang lebih aman dari teknologi sebelumnya.
  2. Reduce, yang berarti mengurangi jumlah limbah dengan cara mengoptimalkan penggunaan bahan.
  3. Reuse, yang berarti memakai kembali bahan-bahan yang tidak terpakai atau sudah berupa limbah dan diproses dengan cara yang berbeda.
  4. Recycle, yang berarti hampir sama dengan reuse, hanya saja recycle menggunakan kembali bahan-bahan atau limbah dan diproses dengan cara yang sama.
  5. Recovery, yang berarti pemanfaatan material tertentu dari limbah untuk diproses demi keperluan yang lain.
  6. Retrieve Energy, yang berarti penghematan energi dalam suatu proses produksi.

Bidang-bidang Teknologi Hijau
Renewable Energy
Mengingat keterbatasan sumber energi berbahan baku fosil (minyak, gas dan batubara), maka energi menjadi masalah yang paling mendesak dalam bidang teknologi hijau, termasuk didalamnya pengembangan bahan bakar alternatif atau energi terbarukan yang efisien.
Green Building
Bangunan hijau (green building) juga mendapat perhatian penting di bidang teknologi hijau, segala sesuatu yang berkaitan dengan pembangunan rumah atau infrastruktur yang ramah lingkungan. Penerapannya mulai sejak pemilihan bahan bangunan hingga lokasi tempat bangunan akan didirikan diharapkan telah mempertimbangan kelestarian lingkungan hidup.
Green Chemistry
Hampir seluruh produk untuk keperluan sehari-hari adalah produk kimiawi. Oleh karena itu kimia hijau (green chemistry) mulai mendapat perhatian berbagai negara maju dalam hal penemuan, rancangan dan aplikasi produknya termasuk proses yang dijaga dari penggunaan bahan beracun atau zat yang berbahaya bagi kehidupan.
Green Nanotechnology
Yang paling terkini adalah studi tentang Green nanotechnology (teknologi nano hijau) yang melibatkan manipulasi bahan pada skala nanometer (satu miliar meter). Beberapa ilmuwan percaya bahwa penguasaan subjek ini di masa datang akan mengubah cara bagaimana segala sesuatu di dunia ini dibuat. “Green nanoteknologi” adalah penerapan kimia hijau tingkat lanjut dengan prinsip-prinsip rekayasa teknologi yang ramah lingkungan.

Contoh Penerapan Teknologi Ramah Lingkungan Dalam Kehidupan
  • Mesin Tenaga Angin (Wind Power) 
  • Mesin Tenaga Surya (Solar Power) 
  • Hidroelektrik (Hydroelectricity)
  • Mobil Tenaga Listrik (Electric Car)
  • Sel Bahan Bakar (Fuel Cell)
  • Toilet Pengomposan (Composting Toilet)
  • Kulkas atau lemari pendingin Non Freon
  • Pendingin ruangan (AC) Non Freon
  • Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN)
  • Pembangkit listrik tenaga panas bumi (Enhanced Geolhermal System)
Teknologi yang ramah lingkungan ini tentunya memberikan sejumlah manfaat yang begitu besar bagi kehidupan. Adapun beberapa manfaat sekaligus keuntungan dari teknologi ramah lingkungan ini diantaranya:
  1. Meminimalkan jumlah limbah agar jumlahnya tidak berlebihan. Dengan begitu bisa mencegah terjadinya pencemaran lingkungan.
  2. Teknologi yang ramah lingkungan sendiri merupakan benar-benar efektif dan efisien untuk penggunaan sumber daya alam. Dengan begitu, lingkungan pun dapat tetap terjaga baik.
  3. Meminimalisir resiko terhadap penurunan kondisi pada kesehatan makhluk hidup, khususnya manusia.
  4. Bisa menekan anggaran atau biaya produksi menjadi lebih hemat. Menggunakan sumber daya alam agar menjadi sebuah teknologi tentunya bisa menghemat biaya, contohnya saja pembangkit listrik tenaga surya memanfaatkan energi suara atau matahari untuk menghasilkan energi listrik tanpa menggunakan anggaran atau biaya sepeserpun. Jadi, teknologi ini lebih ditekankan pada pemanfaatan sumber daya yang telah ada yang sifatnya bisa diperbarui.



Daftar pustaka

Minggu, 16 Desember 2018

kimia hijau (Green Chemistry)


dibuat oleh ; Muhamad Fadilah (J20-Fadilah)

Green chemistry atau “kimia hijau” merupakan bidang kimia yang berfokus pada pencegahan polusi. Pada awal 1990-an, green chemistry mulai dikenal secara global setelah Environmental Protection Agency (EPA) mengeluarkan Pollution Prevention Act yang merupakan kebijakan nasional untuk mencegah atau mengurangi polusi.

12 prinsip-Prinsip dalam Green Chemistry menurut Anastas dan Warner (1998) mengusulkan konsep “The Twelve Principles of Green Chemistry” yaitu:
·         Mencegah timbul limbah
Lebih baik mencegah daripada menanggulangi limbah
·         Desain produk bahan kimia aman
Mampu mendesain bahan kimia yang aman dengan target utama mencari nilai optimum agar produk bahan kimia memiliki kemampuan dan fungsi yang baik akan tetapi juga aman (toksisitas rendah). Caranya adalah dengan mengganti gugus fungsi atau dengan cara menurunkan nilai bioavailability.
·         Desain proses sintesis aman
Metode sintesis didesain untuk menggunakan dan menghasilkan zat dengan toksisitas rendah atau tidak berbahaya bagi kesehatan manusia dengan meminimalkan paparan atau bahaya penggunaan bahan kimia tersebut.
·         Bahan baku terbarukan
Bahan mentah atau bahan baku harus bersifat terbarukan bukan bahan habis pakai yang akan terus menipis dan mahal secara ekonomis
·         Katalis
katalis berperan pada peningkatan selektifitas, mampu mengurangi penggunaan reagen, dan mampu meminimalkan penggunaan energi dalam suatu reaksi.
·         Mengurangi proses derivitasi
Derivatisasi yang tidak diperlu (gugus pelindung, proteksi/deproteksi, dan modifikasi sementara) pada proses fisika ataupun kimia harus diminimalkan atau sebisa mungkin dihindari karena pada setiap tahapan derivatisasi memerlukan tambahan reagen yang nantinya memperbanyak limbah.
·         Efisiensi atom
Metode sintesis harus didesain untuk memaksimalkan penggabungan semua bahan yang digunakan dalam proses untuk menjadi produk akhir
·         Pelarut dan zat tambahan aman
Penggunaan zat zat tambahan (pelarut, agen pemisah dan sebagainya) dibuat sedapat mungkin tidak berbahaya bila digunakan
·         Efisiensi Energi
Energi untuk proses kimia harus aman dan dampak lingkungan dengan ekonomisnya diminimalkan
·         Desain untuk mudah degradasi
Bahan kimia harus didesain dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, sehingga  bahan kimia harus mudah terdegradasi dan tidak terakumulasi di lingkungan (sintesis biodegradable plastik, bioderadable polimer, serta bahan kimia lainya).
·         Analisis langsung untuk mengurangi pencemaran
Metode analisis yang dilakukan secara real-time dapat mengurangi pembentukan produk samping yang tidak diinginkan.Ruang lingkup ini berfokus pada pengembangan metode dan teknologi analisis yang dapat mengurangi penggunaan bahan kimia yang berbahaya dalam prosesnya.
·         Meminimalisasi potensi kecelakaan
Bahan kimia yang digunakan dalam reaksi kimia harus dipilih sedemikian rupa sehingga potensi kecelakaan yang dapat mengakibatkan masuknya bahan kimia ke lingkungan, ledakan dan api dapat dihindari.

Green chemistry sendiri didefinisikan sebagai suatu upaya untuk merancang proses kimia dan produk yang dihasilkan dengan tujuan mengeliminasi timbulnya substansi yang lebih berbahaya. Beberapa contoh pemanfaatan yang saat ini sedang dikembangkan adalah penggunaan protein dari bakteri yang termodifikasi secara genetik ke daun tanaman sebagai pengganti pestisida dan herbisida dalam memproteksi tanaman, pakaian yang saat ini digunakan dapat dibuat dari bahan spandek jenis terbaru, dimana 70 persen terbuat dari glukosa yang berasal dari jagung
Saat ini ada lebih dari 80 ribu senyawa kimia produk yang beredar di pasar-pasar tertentu, banyak diantaranya yang diketahui atau diduga memiliki efek negatif terhadap kesehatan. Data ini diperoleh dari EPA (Environmental Protection Agency) yang merupakan institusi yang bertanggungjawab untuk meregulasi senyawa kimia komersil. Dari data tersebut, 20 ribu diantaranya bersifat toksik dan ditarik dari pasar.
Pabrik produksi seharusnya memberitahukan kepada (pemegang kebijakan dan pengawasan) ketika mengenalkan beberapa senyawa kimia baru yang siap untuk dipasarkan. Dan peran institusi tersebut adalah membuktikan bahwa senyawa kimia tersebut memiliki resiko buruk terhadap kesehatan publik. Selain itu, Pabrik produksi seharusnya memberikan suplai pada institusi tersebut yang berkaitan tentang volum produksi dan nilai toksisitas selama kurang lebih 90 hari sebelum diproduksi secara komersil. Dengan mengimplementasikan hal ini, maka beberapa senyawa-senyawa neurotoksin, karsinogen dan sekalipun yang belum diketahui dampak kesehatannya dapat diminimalisir.





Daftar pustaka

Senin, 03 Desember 2018

Pencemaran air


Abstrak: Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah  akibat aktivitas manusia. Pencemaran air di Indonesia saat ini semakin memprihatinkan.
Dimana kita ketahui bahwa pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau,sungai,larutan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Hal tersebut merupakan bagian penting dalam siklus kehidupan manusia.

Dampak dari pencemaran air :

1.      Mematikan ekosistem air
Terdapat makhluk hidup yang berada didalam air dan beraneka ragam. Pencemaran air yang  terjadi akan mematikan kehidupan makhluk hidup yang berada disana. Banyaknya limbah industri seperti pabrik, rumah sakit, limbah logam berat membuat sungai yang dulunya menjadi tempat tinggal ikan menjadi tercemat dan membuat ikan-ikan tersebut mati. Selain itu populasi fitoplankton yang menjadi dasar utama kehidupan perairan lama-kelamaan akan punah, ini dapat berakibat buruk bagi ekosistem di air.

2.      Berkurangnya air bersih untuk dikonsumsi
Air minum atau Air bersih merupakan kebutuhan primer bagi makhluk hidup untuk dikonsumsi. Tanpa air bersih, makhluk hidup akan merasa dehidrasi atau kehausan sehingga dapat berdampak kematian. Berkurangnya air bersih adalah dampak yang ditimbulkan oleh manusia yang belum memahami dan mengerti akan pentingnya menjaga air terhadap lingkungan sekitar.

3.      Menimbulkan berbagai macam penyakit
Adapun penyakit yang ditimbulkan dari pencemaran air tersebut beraneka ragam. Tak jarang karena sulitnya air bersih yang didapat, banyak orang terpaksa mengkonsumsi air yang telah tercemar limbah pabrik dan logam berat. Ini akan menimbulkan penyakit dan kerusakan organ-organ tubuh khususnya organ pencernaan. Walaupun air tersebut telah di masak dengan baik, tapi tidak mengurangi kandungan yang terdapat pada air tersebut. Selain itu air digunakan sebagai media untuk mandi dan mencuci. Hal ini juga akan menimbulkan penyakit kulit akibat menggunakan air yang tercemar tersebut.

Air yang tercemar disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor penyebab pencemaran air ini bisa berasal dari manusia maupun dari alam itu sendiri. Faktor- faktor yang menyebabkan tercemarnya air dibagi menjadi beberapa kelompok, faktor- faktor tersebut antara lain yaitu:

SAMPAH
Faktor pencemaran air yang pertama adalah sampah. Sampah adalah bahan- bahan yang sudah diambil manfaatnya oleh manusia sehingga tersisa yang tidak ada manfaatnya. Sampah dibedakan menjadi dua yaitu sampah organik dan non organik. Sampah organik adalah sampah hijau yang mudah untuk diuraikan, sementara sampah non organik biasanya berupa sampah plastik yang sulit untuk diuraikan. Sampah jumlahnya ada banyak sekali di dunia. Setiap hari manusia memproduksi sampah. Apabila satu rumah dalam satu hari memproduksi satu keranjang sampah, bisa kita bayangkan sendiri berapa banyak sampah yang diproduksi manusia di dunia dalam satu hari. Sampah yang mencemari air tidak hanya sampah- sampah yang dibuang ke saluran air saja, namun juga sampah- sampah yang dibuang ke tanah, bertumpuk sehingga air dari sampah tersebut akan meresap ke tanah kemudian mencemari sumber air tanah atau sumber air di daerah tersebut.

DETERGEN
Penggunaan detergen dan pembuangan limbah detergen langsung ke dalam air akan menyebabkan banyak sekali permasalahan tanah, seperti matinya ikan- ikan dan organisme air lainnya.

LIMBAH INDUSTRI
Pencemaran air tingkat besar disebabkan oleh limbah perindustrian. Perusahaan yang mengolah atau memproduksi suatu produk biasanya juga menghasilkan limbah. limbah cair yang dibuang ke laut atau sungai secara langsung tanpa mengolahnya terlebih dahulu akan menyebabkan pencemaran air sungai atau laut sehingga menyebabkan seluruh sumber air masyarakat menjadi tercemar.

PERTAMBANGAN
Pertambangan juga merupakan salah satu faktor yang menyebabkan pencemaran air. Bagaimanapun pengolahan berbagai barang tambang akan berdampak bagi kualitas air baik secara langsung (ke air) maupun secara tidak langsung (melalui udara yang kemudian akan turun ke tanah dan juga ke perairan).

Air merupakan salah satu komponen yang dibutuhkan kehidupan manusia. Menurut Kodoatie (2008) “air merupakan sumber kehidupan. Semua makhluk membutuhkan air. Berikut ini beberapa tindakan yang dapat kita lakukan oleh masyarakat sebagai Cara mengatasi pencemaran air , yaitu:
  • Gunakan air dengan bijaksana. Kurangi penggunaan air untuk kegiatan yang kurang berguna dan gunakan dalam jumlah yang tepat.
  • Kurangi penggunaan detergen. Sebisa mungkin pilihlah detergen yang ramah lingkungan dan dapat terurai di alam secara cepat.
  • Kurangi konsumsi obat-obatan kimia berbahaya. Obat-obatan kimia yang berbahaya seperti pestisida, dan obat nyamuk cair merupakan salah satu penyebab rusaknya ekosistem air
  • Tidak menggunakan sungai untuk mencuci mobil, truk, dan sepeda motor.
  • Tidak menggunakan sungai untuk wahana memandikan hewan ternak dan sebagai tempat kakus/buang air besar.
  • Jangan membuang sampah rumah tangga di sungai/danau. Kelola sampah rumah tangga dengan baik dan usahakan menanam pohon di pinggiran sungai/danau.
  • Sadar akan kelangsungan ketersediaan air dengan tidak merusak atau mengeksploitasi sumber mata air agar tidak tercemar. 
.
DAFTAR PUSKATA
https://ilmugeografi.com/bencana-alam/faktor-penyebab-pencemaran-air