.

Tampilkan postingan dengan label @Z03-IBNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @Z03-IBNU. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Desember 2023

KIMIA NUKLIR : REAKSI NUKLIR

 


IBNU SABIL

41623010006

(Z03-IBNU)

PENDAHULUAN

Reaksi nuklir adalah fenomena yang melibatkan perubahan inti atom melalui proses fisika atau kimia yang melibatkan pemecahan atau penggabungan inti atom. Reaksi nuklir memiliki potensi besar dalam berbagai bidang, termasuk energi, kedokteran, dan penelitian ilmiah. Dalam abstrak ini, kami akan membahas dasar-dasar reaksi nuklir, jenis-jenis reaksi nuklir, dan aplikasi praktisnya.


ABSTRAK 

Reaksi nuklir adalah proses di mana inti atom mengalami perubahan melalui pemecahan atau penggabungan inti atom. Reaksi ini melibatkan perubahan jumlah proton dan neutron dalam inti atom, yang pada gilirannya menghasilkan perubahan massa dan energi. Reaksi nuklir dapat terjadi secara alami, seperti dalam proses peluruhan radioaktif, atau dapat diinduksi oleh manusia dalam reaktor nuklir atau percobaan laboratorium.


RUMUSAN MASALAH 

1. Apa itu reaksi nuklir?

2. Apa perbedaan antara fisi nuklir dan fusi nuklir?

TUJUAN 

Tujuan dari artikel ini adalah untuk menjelaskan konsep dasar reaksi nuklir, serta menggambarkan perbedaan antara fisi nuklir dan fusi nuklir. 

PEMBAHASAN 

REAKSI NUKLIR

Reaksi nuklir adalah perubahan dalam inti atom yang melibatkan pemecahan atau penyatuan inti. Reaksi nuklir terjadi secara alami di alam semesta, seperti dalam proses pembentukan bintang dan ledakan supernova. Namun, manusia juga dapat memanfaatkan reaksi nuklir untuk menghasilkan energi dalam pembangkit listrik tenaga nuklir.

FISI NUKLIR 

Fisi nuklir adalah proses pemecahan inti atom besar menjadi inti atom yang lebih kecil untuk melepaskan sejumlah energi besar. Proses ini biasanya dilakukan dengan memaksa inti atom menyerap neutron, partikel yang terdapat di dalam inti atom, dengan proton. Fisi nuklir dapat terjadi secara alami di alam semesta, namun juga dapat dipicu oleh manusia dalam reaktor nuklir atau senjata nuklir. Ketika proses fisi nuklir dibiarkan berjalan tanpa kendali, ia dapat menimbulkan kekuatan yang kuat dan merusak, seperti ledakan bom atom. Namun, ketika dikendalikan dengan baik, fisi nuklir dapat menjadi sumber energi listrik yang efisien dan ramah lingkungan.

Perbedaan utama antara reaksi fusi dan reaksi fisi adalah perbedaan dalam massa dan energi yang dihasilkan. Reaksi fusi menghasilkan energi yang lebih besar karena menggabungkan inti atom yang lebih ringan, sedangkan reaksi fisi menghasilkan energi yang lebih kecil karena menggabungkan inti atom yang lebih besar. Selain itu, reaksi fusi sering terjadi di alam, seperti dalam bintang, sedangkan reaksi fisi tidak umum terjadi di alam.

FUSI NUKLIR

Fusi nuklir adalah reaksi di mana dua inti atom bergabung membentuk satu atau lebih inti atom yang lebih besar dan melepaskan energi. Proses fusi membutuhkan energi yang besar untuk menggabungkan inti nuklir, bahkan elemen paling ringan, hidrogen. Namun peleburan inti atom yang membentuk inti atom yang lebih berat dan bebas neutron, akan menghasilkan energi yang lebih besar lagi dari energi yang dibutuhkan untuk menyatukannya. Fusi nuklir memberikan daya bagi bintang untuk bersinar dan merupakan sumber energi yang sangat potensial. Perbedaan antara reaksi fusi dan reaksi fisi adalah bahwa reaksi fusi adalah penggabungan dua inti atom menjadi satu inti atom yang lebih besar, sedangkan reaksi fisi adalah pemecahan satu atom menjadi dua inti atom yang lebih ringan.


 DAFTAR PUSTAKA 

1. "Nuclear Reactions." HyperPhysics Concepts, Georgia State University, hyperphysics.phy-astr.gsu.edu/hbase/nucene/nucbin.html.

2. "Nuclear Fission." World Nuclear Association, www.world-nuclear.org/information-library/nuclear-fuel-cycle/nuclear-power-reactors/nuclear-fission.aspx.

3. "Nuclear Fusion." World Nuclear Association, www.world-nuclear.org/information-library/current-and-future-generation/nuclear-fusion-power.aspx.

4. "Uses of Radioisotopes." World Nuclear Association, www.world-nuclear.org/information-library/non-power-nuclear-applications/radioisotopes-research/radioisotopes-in-medicine.aspx.

HUKUM LAJU REAKSI

 


IBNU SABIL

41623010006

(Z03-IBNU)

PENDAHULUAN

Hukum laju reaksi adalah persamaan matematis yang menggambarkan hubungan antara konsentrasi reaktan dan laju reaksi. Hukum laju orde satu, orde dua, dan orde nol adalah konsep penting dalam kimia yang digunakan untuk memahami bagaimana laju reaksi dipengaruhi oleh konsentrasi reaktan. Artikel ini akan membahas hukum laju orde satu, orde dua, dan orde nol, serta hukum laju total yang mencakup semua reaktan yang terlibat dalam reaksi.

ABSTRAK

Hukum laju reaksi adalah konsep penting dalam kimia yang memungkinkan kita untuk memprediksi bagaimana laju reaksi akan berubah seiring perubahan konsentrasi reaktan. Hukum laju orde satu, orde dua, dan orde nol masing-masing menggambarkan hubungan antara konsentrasi reaktan dan laju reaksi. Hukum laju total mencakup semua reaktan yang terlibat dalam reaksi. Pemahaman yang baik tentang hukum-hukum ini penting dalam mempelajari kinetika kimia.

RUMUSAN MASALAH

1. Apa yang dimaksud dengan hukum laju orde satu, orde dua, dan orde nol?
2. Bagaimana hubungan antara konsentrasi reaktan dan laju reaksi dalam hukum laju orde satu, orde dua, dan orde nol?
3. Apa yang dimaksud dengan hukum laju total dan bagaimana penerapannya dalam memahami laju reaksi?

TUJUAN

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan konsep hukum laju orde satu, orde dua, dan orde nol, serta hukum laju total, sehingga pembaca dapat memahami hubungan antara konsentrasi reaktan dan laju reaksi.

PEMBAHASAN

1. Hukum laju reaksi menggambarkan hubungan antara laju reaksi suatu reaksi kimia dengan konsentrasi reaktan. Terdapat tiga jenis hukum laju, yaitu hukum laju orde nol, orde satu, dan orde dua.
• Hukum laju orde nol: Reaksi dikatakan berorde nol terhadap suatu reaktan jika perubahan konsentrasi reaktan tersebut tidak mempengaruhi laju reaksi. Artinya, laju reaksi tetap konstan terhadap perubahan konsentrasi reaktan tersebut.
• Hukum laju orde satu: Suatu reaksi dikatakan berorde satu terhadap suatu reaktan jika laju reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi reaktan tersebut. Artinya, jika konsentrasi reaktan tersebut dilipatgandakan, maka laju reaksi juga akan dilipatgandakan.
• Hukum laju orde dua: Suatu reaksi dikatakan berorde dua terhadap suatu reaktan jika laju reaksi merupakan pangkat dua dari konsentrasi reaktan tersebut. Artinya, jika konsentrasi reaktan tersebut dilipatgandakan, maka laju reaksi akan menjadi empat kali lipat.

2.Hubungan antara konsentrasi reaktan dan laju reaksi terdapat dalam hukum laju reaksi, yang menghubungkan antara laju reaksi dengan konstanta laju dan konsentrasi reaktan.
• Orde nol : Laju reaksi tidak bergantung pada konsentrasi reaktan dan konstanta laju.
• Orde satu : Laju reaksi bergantung pada konsentrasi reaktan satu.
• Orde dua : Laju reaksi bergantung pada konsentrasi reaktan kedua.
Dalam kasus orde reaksi nol, laju reaksi tidak akan dipengaruhi oleh konsentrasi zat atau konstan. Laju reaksi akan sama dengan tetapan laju reaksi atau k.
Dalam kasus satu, laju reaksi akan bergantung pada konsentrasi reaktan satu, dan perubahan laju reaksi akan sama dengan perubahan konsentrasi zat. Ketika konsentrasi reaktan reaksi orde satu akan dikalikan dengan faktor n, maka nilai laju reaksi akan menjadi n1 lebih besar.
Dalam kasus orde dua, laju reaksi bergantung pada konsentrasi reaktan kedua. Orde dua menunjukkan bahwa laju reaksi dipengaruhi oleh konsentrasi kedua reaktannya (v = k [A] [B])
Dalam konteks kinetika kimia, laju reaksi dapat dinyatakan sebagai laju penurunan konsentrasi suatu pereaksi atau laju peningkatan konsentrasi suatu produk kesatuan waktu.
Hukum laju reaksi membantu menentukan bagaimana laju reaksi berubah terhadap konsentrasi reaktan dan produk dalam suatu satuan waktu

3. Hukum laju total adalah hukum yang menyatakan bahwa laju reaksi total suatu reaksi kimia adalah jumlah laju reaksi masing-masing reaktan yang terlibat dalam reaksi tersebut.
Hukum ini diterapkan dalam memahami laju reaksi dengan menghitung laju reaksi masing-masing reaktan dan menjumlahkannya untuk mendapatkan total laju reaksi.
Dalam penerapannya, hukum laju laju total dapat membantu dalam memprediksi laju reaksi dan mengoptimalkan kondisi reaksi untuk mencapai laju reaksi yang diinginkan.

KESIMPULAN 

Hukum laju orde satu, orde dua, dan orde nol masing-masing menggambarkan hubungan antara konsentrasi reaktan dan laju reaksi. Hukum laju total mencakup semua reaktan yang terlibat dalam reaksi. Memahami konsep-konsep ini penting dalam mempelajari kinetika kimia dan memprediksi laju reaksi.

DAFTAR PUSTAKA 

1. "Chemical Kinetics." Chemistry LibreTexts, 21 Nov. 2023, https://chem.libretexts.org/Bookshelves/Physical_and_Theoretical_Chemistry_Textbook_Maps/Supplemental_Modules_(Physical_and_Theoretical_Chemistry)/Kinetics/Reaction_Rates/Chemical_Kinetics.
2. "Rate of Reaction." BBC Bitesize, https://www.bbc.co.uk/bitesize/guides/zq6g87h/revision/1.

3.https://staffnew.uny.ac.id/upload/132309678/pendidikan/bab-iv-kinetika-kimia-kimia-umum.pdf

4.https://www.studocu.com/id/document/universitas-andalas/kinetika-dan-katlisis/kecepatan-dan-orde-reaksi/45764552

5. Hukum Laju Dan Konstanta Laju Reaksi. https://id.scribd.com/doc/241037246/Hukum-Laju-Dan-Konstanta-Laju-Reaksi . Diakses pada 4 Desember 2023.


Sabtu, 02 Desember 2023

ENERGI INTERNAL DAN UJI PERTAMA

 


IBNU SABIL

41623010006

(ZO3-IBNU)


PENDAHULUAN

Energi internal suatu sistem merupakan segala bentuk energi yang dimiliki oleh sistem tersebut, yang tidak termasuk energi kinetik pergerakan sistem sebagai satu kesatuan dan energi potensial sistem akibat gaya-gaya dari luar. Konsep energi internal ini berkaitan erat dengan perubahan energi internal, panas, dan kerja dalam suatu sistem. Uji pertama termodinamika, yang merupakan salah satu hukum termodinamika, menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, namun hanya dapat berubah bentuk.

ABSTRAK

Artikel ini membahas konsep energi internal suatu sistem, hubungan antara perubahan energi internal, panas, dan kerja, serta uji pertama termodinamika dan aplikasinya. Pembahasan meliputi definisi energi internal, perubahan energi internal, serta hubungannya dengan panas dan kerja. Selain itu, artikel ini juga menjelaskan hukum pertama termodinamika dan penerapannya dalam konteks sistem energi.

RUMUSAN MASALAH

1. Apa konsep energi internal suatu sistem?
2. Bagaimana hubungan antara perubahan energi internal, panas, dan kerja?
3. Apa yang dimaksud dengan uji pertama termodinamika dan bagaimana aplikasinya dalam konteks sistem energi?

TUJUAN

Tujuan dari artikel ini adalah untuk menjelaskan konsep energi internal suatu sistem, hubungan antara perubahan energi internal, panas, dan kerja, serta uji pertama termodinamika beserta aplikasinya dalam konteks sistem energi.

PEMBAHASAN
1. Energi internal suatu sistem adalah energi total yang terkandung dalam sistem tersebut, yang mencakup energi kinetik dan energi potensial. Energi kinetik yang dimaksud adalah energi gerakan sistem sebagai satu kesatuan, sedangkan energi potensial adalah energi yang terhubung dengan konfigurasi ruang dari komponen-komponen sistem dan interaksi mereka satu sama lain. Besarnya energi dalam suatu sistem tidak dapat diukur, namun perubahan energi dalam dapat diketahui dengan ukuran kalor dan kerja yang timbul bila suatu sistem bereaksi. Perubahan energi dalam dirumuskan dengan persamaan E = q - w, di mana q adalah kalor yang masuk atau keluar dari sistem, dan w adalah kerja yang dilakukan pada atau oleh sistem.

2. Energi internal, panas, dan kerja memiliki hubungan yang erat dalam termodinamika. Menurut Hukum I Termodinamika, perubahan energi internal suatu sistem termodinamika terkait dengan perpindahan panas (Q) dan kerja yang dilakukan oleh sistem (W). Persamaan yang menggambarkan hubungan ini adalah ΔU = Q - W. Ketika panas ditambahkan ke sistem, energi internalnya bertambah, sedangkan jika sistem melakukan kerja pada lingkungannya, energi internalnya berkurang. Ini menunjukkan bahwa panas dan kerja merupakan cara untuk mentransfer energi ke dan dari sistem, yang pada akhirnya mempengaruhi energi internalnya.
Entalpi juga merupakan konsep termodinamika yang berkaitan dengan energi internal suatu sistem. Entalpi adalah jumlah energi internal dalam suatu sistem ditambah dengan produk dari tekanan sistem dan volumenya. Hubungan antara energi, entalpi, panas, dan kerja menjadi penting dalam memahami perubahan energi dalam sistem termodinamika.
Dengan demikian, hubungan antara perubahan energi internal, panas, dan kerja dapat dijelaskan melalui Hukum I Termodinamika, yang menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dihancurkan, melainkan hanya dapat mengubah bentuknya. Perubahan energi internal suatu sistem termodinamika terjadi melalui perpindahan panas dan kerja yang dilakukan oleh sistem

3.Termodinamika adalah cabang ilmu fisika yang mempelajari perubahan energi, termasuk aliran energi dan akibat yang dihasilkan. Hukum pertama termodinamika menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dihancurkan, namun hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Dalam konteks sistem energi, hukum ini memiliki aplikasi yang luas, seperti pada sistem pendingin udara (AC) dan termos. Pada sistem biologi, hukum pertama termodinamika berlaku dalam perubahan energi, misalnya pada proses fotosintesis tanaman dan metabolisme tubuh manusia. Aplikasi lainnya termasuk pada proses melalui gas dalam sistem tertentu.

KESIMPULAN
Energi internal suatu sistem merupakan total energi yang dikandung dalam sistem tersebut, tidak termasuk energi kinetik pergerakan sistem dan energi potensial sistem akibat gaya-gaya dari luar. Perubahan energi internal dalam suatu sistem dapat diukur melalui perubahan panas dan kerja yang terjadi pada sistem tersebut. Hukum pertama termodinamika menyatakan bahwa energi dalam suatu sistem tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, namun hanya dapat berubah bentuk.

DAFTAR PUSTAKA

Wikipedia bahasa Indonesia. "Energi dalam - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas."  https://id.wikipedia.org/wiki/Energi_dalam.

"Energi Dalam Kaidah Ilmu Termodinamika - Indonesia Re." https://indonesiare.co.id/id/article/energi-dalam-kaidah-ilmu-termodinamika.
"Concept dasar termodinamika."  https://staffnew.uny.ac.id/upload/131126240/pendidikan/bab-i-thermodinamika.pdf.

Indonesia Re. Energi Dalam Kaidah Ilmu Termodinamika. Diakses pada 27 November 2023, dari https://indonesiare.co.id/id/article/energi-dalam-kaidah-ilmu-termodinamika

"Beberapa Aplikasi Hukum Pertama Termodinamika" di http://larasania-termodinamika.blogspot.com/2015/03/beberapa-aplikasi-hukum-pertama.html?m=1


Senin, 13 November 2023

PERHITUNGAN PH

 


Ibnu sabil

41623010006

(Z03-IBNU)

PENGERTIAN PH

pH adalah jumlah konsentrasi ion hidrogen (H+) pada larutan yang menyatakan tingkat keasaman dan kebebasan yang dimiliki. pH merupakan besaran fisis dan diukur pada skala 0 sampai 14. Bila pH <7 larutan bersifat asam, pH > 7 larutan bersifat basa dan pH = 7 larutannya bersifat netral. Pengukuran pH biasanya dilakukan dengan menggunakan pH meter. 

Sistem pengukuran dalam pH meter menggunakan sistem pengukuran secara potensimetri. pH meter berisi elektroda kerja dan elektroda referensi. Perbedaan potensial antara dua elektroda tersebut sebagai fungsi dari pH dalam larutan yang diukur. 

Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang jika dilarutkan dalam air akan terurai menjadi ion H, sedangkan basa akan terurai menjadi ion OH. Menurut Brownsted Lowry asam adalah senyawa yang memberikan proton, sementara basa adalah senyawa yang menerima proton. Selanjutnya, Lewis mengemukakan bahwa asam adalah senyawa yang menerima pasangan elektron, sedangkan basa adalah senyawa yang memberikan pasangan elektron.


A. RUMUS DASAR PH

Keterangan : 

[H+] = konsentrasi molar ion H+ (M)

[OH-] = konsentrasi molar ion OH- (M)

Kw = Tetapan kesetimbangan air/water.

pH = tingkat keasaman (harga -log molaritas ion H+)

pOH = tingkat kebasaan (harga -log molaritas ion OH-)

pKw = harga -log molaritas tetapan kesetimbangan air (-log Kw)

1. Rumus pH

pH = -log[H+]

Rumus asam basa ini digunakan untuk menghitung tingkat keasaman suatu larutan. Semakin rendah nilai pH, semakin asam larutan tersebut.

2. Rumus pOH

pOH = -log[OH-]

Rumus asam basa ini digunakan untuk menghitung tingkat kebasaan suatu larutan. Semakin rendah nilai pOH, semakin basa larutan tersebut.

3. Konstanta disosiasi asam (Ka)

Ka = [H+][A-]/[HA]

Rumus asam basa yang tak kalah populer ini digunakan untuk menghitung konstanta disosiasi suatu asam. Semakin besar nilai Ka, semakin besar kemampuan asam untuk melepaskan ion H+.

4. Konstanta disosiasi basa (Kb)

Kb = [BH+][OH-]/[B]

Rumus asam basa ini digunakan untuk menghitung konstanta disosiasi suatu basa. Semakin besar nilai Kb, semakin besar kemampuan basa untuk menerima ion H+.

5. Konstanta ionisasi air (Kw)

Kw = [H+][OH-]

Rumus asam basa ini digunakan untuk menghitung konstanta ionisasi air. Nilai Kw selalu konstan pada suhu tertentu, yaitu 1,0 x 10^-14 pada suhu 25°C

B. Rumus pH Asam Kuat dan Basa Kuat

• Asam kuat

Asam kuat adalah zat yang dalam air terionisasi sempurna dan melepaskan ion H+.

Karena terionisasi sempurna (α = 1), maka larutan asam kuat juga merupakan larutan elektrolit kuat.

Contoh asam kuat adalah HCl.

Dalam air, HCl akan terionisasi sempurna dengan persamaan reaksi sebagai berikut:

HCl (l)  H+ (aq) + Cl- (aq)

Rumus perhitungan pH untuk asam kuat adalah:

[H+] = a . Ma

dimana:

[H+] = molaritas ion H+ (M)

a = valensi asam

Ma = molaritas asam (M)

• Basa Kuat

Basa kuat adalah zat yang dalam air terionisasi sempurna dan melepaskan ion OH-.

Karena terionisasi sempurna (α = 1), maka larutan basa kuat juga merupakan larutan elektrolit kuat.

Contoh basa kuat adalah NaOH.

Dalam air, NaOH akan terionisasi sempurna dengan persamaan reaksi sebagai berikut:

NaOH (s)  ===>  Na+ (aq) + OH- (aq)

Rumus perhitungan pH untuk basa kuat adalah:

[OH-] = b . Mb

dimana:

[OH-] = molaritas ion OH- (M)

b = valensi basa

Mb = molaritas basa (M)


C. Rumus pH Asam Lemah dan Basa Lemah

• Asam Lemah

Asam lemah adalah zat yang dalam air terionisasi sebagian dan melepaskan ion H+. Karena terionisasi sebagian (0 < α < 1), maka larutan asam lemah juga merupakan larutan elektrolit lemah.

Contoh asam lemah adalah CH3COOH. Dalam air, CH3COOH akan terionisasi sebagian dengan persamaan reaksi sebagai berikut :

CH3COOH (aq) ==> CH3COO- (aq) + H+ (aq)

Karena reaksinya merupakan reaksi kesetimbangan, maka reaksi ionisasi asam lemah memiliki tetapan kesetimbangan yang disebut Ka.

(a merupakan singkatan dari acid/asam)

Rumus perhitungan pH untuk asam lemah adalah:

dimana:

[H+] = molaritas ion H+ (M)

Ka = tetapan kesetimbangan asam lemah

Ma = molaritas asam (M)

• Basa Lemah

Basa lemah adalah zat yang dalam air terionisasi sebagian dan melepaskan ion OH-.

Karena terionisasi sebagian (0 < α < 1), maka larutan asam lemah juga merupakan larutan elektrolit lemah.

Contoh basa lemah adalah NH4OH.

Dalam air, NH4OH akan terionisasi sebagian dengan persamaan reaksi sebagai berikut:

NH4OH (aq)  ===>  NH4+ (aq) + OH- (aq)

Karena reaksinya merupakan reaksi kesetimbangan, maka reaksi ionisasi basa lemah memiliki tetapan kesetimbangan yang disebut Kb.

(b merupakan singkatan dari base/basa)

Rumus perhitungan pH untuk basa lemah adalah:

dimana:

[OH-] = molaritas ion OH- (M)

Kb = tetapan kesetimbangan basa lemah

Mb = molaritas basa (M)


DAFTAR PUSTAKA

Perhitungan pH - Tutorial https://www.lagonlon.com/tutorial.php?halogen=57neon

(DOC) Pengukuran pH Larutan - Academia.edu https://www.academia.edu/44790474/Pengukuran_pH_Larutan

Rumus Asam Basa, PH Asam dan Contoh Soalnya - Edumaster privat https://edumasterprivat.com/rumus-asam-basa/

Senin, 06 November 2023

KEKERASAN DAN KEKAKUAN ZAT PADAT

 


IBNU SABIL

41623010006

(Z03-IBNU)


PENDAHULUAN 

Padat adalah salah satu bentuk dari suatu benda/zat. Zat padat ditandai dengan kekakuan struktural dan ketahanan terhadap perubahan bentuk atau volume. Tidak seperti zat cair, benda padat tidak mengalir dan berbentuk seperti wadahnya, juga tidak memperluas untuk mengisi seluruh volume yang tersedia seperti gas. Atom-atom dalam zat padat terikat erat satu sama lain, baik dalam kisi geometris biasa. Dalam benda padat, atom/molekul berdekatan atau "keras"; tetapi, tidak mencegah benda padat berubah bentuk atau terkompresi.

ABSTRAK

Zat padat adalah benda dengan bentuk dan volume yang tetap. Kekerasan dan kekakuan adalah sifat fisik yang mempengaruhi kemampuan zat padat dalam menahan keseimbangan. Skala kekerasan Mohs dan Vickers digunakan untuk mengukur kekerasan. Faktor-faktor seperti ikatan kimia dan struktur kristal mempengaruhi kekerasan. Aplikasi kekerasan ada di industri perkakas dan perhiasan. Modulus kekakuan sejauh mana bahan dapat mengalami elastisitas. Bahan elastis dapat mengembalikan bentuk asli, sedangkan yang plastik mengalami kerusakan permanen. Kekakuan bahan penting dalam desain struktur seperti bangunan dan jembatan.

RUMUSAN MASALAH
1.Apa yang dimaksud dengan zat padat?

2. Apa yang dimaksud kekerasan dan kekakuan pada zat padat?


TUJUAN

Agar mahasiswa mengetahui apa itu zat padat dan kekerasan, kekakuan pada zat padat.

PENGERTIAN ZAT PADAT

Zat padat adalah zat atau benda yang memiliki bentuk dan volume yang tetap, kokoh, dan mudah ditempa. Selain itu zat padat mampu untuk menyerap panas.
Zat padat memiliki sifat bentuk dan ukuran yang selalu tetap. Selain itu, daya tarik antar molekulnya sangat kuat sehingga benda padat memiliki volume yang tetap dan molekul yang rapat. Ketika zat padat dimasukkan ke suatu tempat, bentuknya akan tetap, tidak mengikuti bentuk wadah. Berbeda dengan zat cair dan gas yang apabila dimasukkan ke dalam sebuah wadah, maka bentuknya akan mengikuti bentuk wadah tersebut.
Ada dua cara utama penyusunan partikel padat, yaitu dalam barisan yang tersusun beraturan atau susunan yang tidak beraturan. Zat padat yang partikel nya beraturan disebut kristal. Contohnya adalah sebagian besar logam, berlian, es, dan kristal garam. Zat padat yang partikel nya tidak tersusun secara beraturan disebut dengan amorf. Padatan amorf biasanya memiliki tekstur mengkilap atau elastis. Contohnya lilin, kaca, karet, dan plastik. Karena partikel-partikel tersusun berdekatan padatan tidak dapat dikompresi dengan
mudah.


PENGERTIAN KEKERASAN ZAT PADAT

Kekerasan pada zat padat adalah sifat fisik yang menggambarkan kemampuan suatu zat padat untuk mengatasi deformasi atau perubahan bentuk saat dikenai tekanan atau gaya eksternal. Kekerasan sering diukur dengan menggunakan skala kekerasan Mohs atau skala Vickers.

• Skala kekerasan Mohs ini adalah salah satu metode yang umum digunakan untuk mengukur kekerasan mineral dan batuan. Skala ini mengklasifikasi kan mineral berdasarkan sejauh mana mereka dapat menggores satu sama lain. Misalnya, berlian adalah mineral yang paling keras dengan peringkat 10, sementara gipsum adalah mineral yang sangat lunak dengan peringkat 2.

• Skala kekerasan Vickers adalah salah satu pengujian kekerasan material yang digunakan untuk mengukur kekerasan material, terutama logam. Skala Vickers menggunakan inti pengujian berbentuk piramida bersegi empat dengan sudut runcing 136°. Nilai kekerasan dinyatakan dalam angka yang disebut "Nilai Vickers", yang merupakan rasio antara beban uji yang diterapkan dan luas permukaan lecet yang berbentuk pada benda uji. Semakin tinggi nilai Vickers, semakin keras material tersebut. metode ini sering digunakan dalam industri untuk mengukur kekerasan bahan logam.


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEKERASAN ZAT PADAT

Kekerasan zat padat dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk ikatan kimia, struktur kristal, dan suhu. Material yang memiliki ikatan kovalen yang kuat atau struktur kristal yang padat cenderung lebih keras.


APLIKASI KEKERASAN ZAT PADAT

Kekerasan zat padat memiliki banyak aplikasi dalam berbagai industri, seperti pembuatan perkakas, perhiasan, dan lapisan pelindung. Logam seperti baja digunakan dalam pembuatan perkakas karena memiliki kekerasan yang tinggi.


KEKAKUAN ZAT PADAT

Pengertian Kekakuan: Kekakuan adalah sifat fisik yang menggambarkan sejauh mana suatu zat padat dapat menahan tekanan sebelum mengalami deformasi atau perubahan bentuk. Ini berkaitan dengan modulus kekakuan bahan.


MODULUS KEKAKUAN

Modulus kekakuan adalah parameter yang mengukur kekakuan suatu bahan. Ini menggambarkan sejauh mana bahan dapat mengalami deformasi elastis (kembali ke bentuk semula setelah beban dihilangkan) tanpa mengalami deformasi plastis (perubahan bentuk permanen).


ELASTISITAS DAN PLASTISITAS

Bahan yang memiliki modulus kekakuan tinggi cenderung elastis, artinya mereka dapat mengembalikan bentuk asli setelah tekanan dihilangkan. Sebaliknya, bahan dengan modulus kekakuan rendah lebih cenderung plastis dan mengalami deformasi permanen.


APLIKASI KEKAKUAN

Kekakuan bahan adalah faktor penting dalam desain struktur, seperti bangunan dan jembatan. Bahan-bahan seperti beton dan baja yang memiliki kekakuan yang baik digunakan dalam konstruksi karena mereka dapat menahan beban dengan baik.

Sifat kekerasan dan kekakuan zat padat merupakan hal yang sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan kita, termasuk dalam ilmu material dan teknik. Pemahaman mendalam tentang sifat-sifat ini membantu dalam pemilihan material yang tepat untuk berbagai aplikasi.


DAFTAR PUSTAKA

MODUL PENGETAHUAN BAHAN - Universitas Udayana https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_pendidikan_dir/38a4180e3957b2665835fbe6ddaf7bf1.pdf

Mengenal Sifat Zat Padat - JurnalPost https://jurnalpost.com/mengenal-sifat-zat-padat/13566/

https://id.scribd.com/doc/129737293/Makalah-Zat-Padat

Apa itu Kekakuan? – Periksa Definisi, Contoh & Penjelasan Lengkap - Testbook https://g.co/kgs/NJMBrE


Senin, 23 Oktober 2023

TEKANAN GAS


 IBNU SABIL

41623010006

(Z03-IBNU)


ABSTRAK

Tekanan gas adalah gaya per unit luas yang dihasilkan oleh partikel-partikel gas yang bertabrakan dengan dinding wadahnya. Konsep tekanan gas sangat penting dalam memahami perilaku gas dan diterapkan dalam berbagai bidang seperti fisika, kimia, dan teknik. Dalam kalimat abstrak, tekanan gas dapat dijelaskan sebagai fenomena fisik yang timbul akibat tumbukan partikel-partikel gas dengan dinding wadahnya, yang menghasilkan gaya per unit luas yang dapat diukur dan memiliki pengaruh signifikan dalam berbagai aspek kehidupan dan ilmu pengetahuan.


PENDAHULUAN

Tekanan gas adalah salah satu konsep yang penting dalam studi fisika dan kimia. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali berinteraksi dengan gas dan mengalami efek tekanan gas, meskipun mungkin kita tidak menyadarinya. Dari ban mobil yang menggembung, balon yang mengembang, hingga tabung gas yang mengeluarkan api, semuanya berhubungan dengan tekanan gas. Mari kita mulai dengan memahami konsep dasar tekanan gas dan aplikasinya.

RUMUSAN MASALAH

1. Apa yang dimaksud dengan tekanan gas?

2. dalam materi tekanan gas ada apa saja yang dijelaskan?

TUJUAN

Agar mahasiswa tahu apa yang dimaksud tekanan gas dan apa saja yang ada didalam materi tekanan gas


PENGERTIAN

tekanan zat gas adalah gaya tegak lurus yang dihasilkan momentum molekul gas ketika bertabrakan dengan suatu bidang. Tekanan gas dihasilkan karena molekul gas memiliki energi kinetik. Energi kinetik tersebut menggerakkan molekuk, menghasilkan momentum, membuatnya menabrak wadahnya, dan terpental. Makin besar energi kinetik molekul gas, maka makin besar juga tekanan yang dihasilkan.


Pt = (P0 – t/100) cmHg
Pada rumus di atas digunakan untuk menghitung nilai tekanan gas yang ada pada suatu ketinggian di permukaan bumi. Pt adalah tekanan udara pada ketinggian tertentu di atas permukaan bumi.
P0 adalah tekanan udara yang ada di titik acuan. Titik acuan yang diambil adalah permukaan udara laut sebesar 76 cmHg.
Variabel t adalah ketinggian yang dicari tekanan udaranya. Apabila diketahui besar tekanan udara yang ada di suatu tempat, maka untuk mencari ketinggian pada tempat tersebut dapat digunakan rumus berikut:

t = (P0 – Pt) x 100 m


Satuan standar untuk menunjukkan tekanan gas adalah Bar. Selain Bar, satuan yang bisa digunakan adalah mb atau milibar. Terkadang, satuan Pascal atau Pa juga digunakan. Untuk setiap 1 cmHg bernilai 1,103 x 105  Pascal (Pa).


HUKUM TEKANAN GAS

Pada tahun 1662, Robert Boyle mempelajari hubungan antara volume dan tekanan gas pada suhu konstan. Dia mengamati bahwa volume massa gas yang diberikan berbanding terbalik dengan tekanannya asalkan suhu tetap konstan.
Hukum Boyle, dipublikasikan pada tahun 1662, menyatakan bahwa, pada suhu konstan, produk dari tekanan dan volume massa tertentu dari gas ideal dalam sistem tertutup selalu konstan. Hukum ini dapat diverifikasi secara eksperimental menggunakan pengukur tekanan dan wadah volume variabel. Persamaan ini juga dapat berasal dari teori kinetik gas: jika wadah, dengan jumlah molekul tetap di dalam, berkurang volumenya, lebih banyak molekul akan menyerang area tertentu dari sisi wadah per satuan waktu, menyebabkan tekanan yang lebih besar.


SIFAT TEKANAN GAS

Tiga fase (atau keadaan) materi yang umum adalah gas, cairan, dan padatan. Gas mempunyai kepadatan paling rendah di antara ketiganya, sangat mudah dimampatkan, dan memenuhi wadah mana pun di mana gas tersebut ditempatkan. Gas berperilaku seperti ini karena gaya antarmolekulnya relatif lemah, sehingga molekulnya terus bergerak secara independen dari molekul lain yang ada. Sebaliknya padatan relatif padat, kaku, dan tidak dapat dimampatkan karena gaya antarmolekulnya begitu kuat sehingga molekul-molekulnya terkunci pada tempatnya. Cairan relatif padat dan tidak dapat dimampatkan, seperti padatan, namun mudah mengalir untuk beradaptasi dengan bentuk wadahnya, seperti gas. Oleh karena itu kita dapat menyimpulkan bahwa jumlah gaya antarmolekul dalam cairan adalah antara gas dan padatan.


TEKANAN GAS DALAM RUANG TERTUTUP

Hukum Boyle

Hukum Boyle berkaitan dengan tekanan gas dalam ruang tertutup. Hukum Boyle menyatakan perkalian antara tekanan ( p ) dan volume gas ( V) dalam ruang tertutup bernilai konstan selama tidak mengalami perubahan suhu. Hukum Boyle jika dituliskan dalam persamaan matematis seperti berikut

keterangan :

V1 = volume awal ( m3)
p1 = tekanan gas mula – mula ( Pascal)
p2 = tekanan akhir ( pascal)
V2 = volume akhir ( m3)

contohnya
• Balon Udara
Contoh penerapan tekanan udara di ruang tertutup adalah pada fenomena balon udara. Balon udara merupakan balon yang di dalamnya diisi udara yang diatur suhunya dengan cara dipanaskan.
Agar balon udara dapat mengangkasa, maka udara di dalam balon akan dipanaskan agar volumenya meningkat.
Semakin tinggi volume, maka tekanan udara menurun. Sehingga balon pun dapat terangkat ke angkasa.


ALAT-ALAT PENGUKURAN TEKANAN GAS

Alat ukur tekanan dalam ruang tertutup dinamakan manometer. Ada beberapa manometer yang digunakan antara lain manometer raksa terbuka, manometer raksa tertutup, dan manometer logam. Adapun penjelasan tentang manometer seperti berikut:
- Manometer raksa terbuka
Manometer raksa terbuka bekerja berdasarkan prinsip hukum utama hidrostatis.


- Manometer raksa tertutup
Manometer raksa tertutup bekerja berdasarkan hukum Boyle dan hukum utama hidrostatis


DAFTAR PUSTAKA

1.1. Sifat-sifat Gas 1.2. Konsep Tekanan 1.3. Hukum-hukum Gas ... http://ebook.itenas.ac.id/repository/1ed36ac7ea814c1e5c4ab56434238220.pdf

https://chem-libretexts-org.translate.goog/Bookshelves/General_Chemistry/Map%3A_General_Chemistry_(Petrucci_et_al.)/06%3A_Gases/6.1%3A_Properties_of_Gases%3A_Gas_Pressure?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc

BAB II LANDASAN TEORI LANDASAN TEORI http://repository.unsada.ac.id/2308/3/BAB%20II.pdf

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Pelajaran IPA Ilmu pengetahuan ... https://digilib.iainkendari.ac.id/3951/3/3%20BAB%20II.pdf


Minggu, 08 Oktober 2023

IKATAN LOGAM

 

Nama : Ibnu Sabil

Nim    : 41623010006

( Z03-IBNU )


ABSTRAK 

Ikatan logam adalah konsep fundamental dalam kimia yang menjelaskan bagaimana atom-atom logam membentuk struktur kristal dengan elektron-elektron valensi yang bergerak bebas. Dalam ikatan logam, elektron-elektron ini menciptakan kemampuan unik seperti konduktivitas listrik dan panas yang tinggi. Artikel ini menjelaskan prinsip-prinsip dasar ikatan logam, sifat-sifat fisik yang muncul dari ikatan ini. Pemahaman tentang ikatan logam penting untuk pengembangan bahan baru dan pemecahan masalah teknik dalam berbagai sektor industri."


ABSTRACT 

Metal bonding is a fundamental concept in chemistry that explains how metal atoms form crystal structures with freely moving valence electrons. In metallic bonds, these electrons create unique capabilities such as high electrical and thermal conductivity. This article explains the basic principles of metallic bonding, the physical properties that arise from these bonds. An understanding of metallic bonding is important for the development of new materials and engineering problem solving in various industrial sectors.


PENDAHULUAN

Ikatan logam adalah fenomena kimia yang melibatkan interaksi khusus antara atom-atom logam dalam suatu senyawa atau benda padat. Ikatan logam ini banyak kita temui dimana pun dan kapan pun. Kehadiran ikatan logam membentuk dasar bagi banyak material dan benda yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari, memainkan peran vital dalam keberlanjutan teknologi modern dan kehidupan manusia.


RUMUSAN MASALAH

1. Apa yang dimaksud dengan ikatan logam

2. Bagaimana cara pembentukan ikatan logam


TUJUAN

Untuk mengetahui dan memahami apa itu ikatan logam dan bagaimana proses pembentukannya.


PENGERTIAN IKATAN LOGAM 

Ikatan logam adalah jenis ikatan kimia yang terjadi ketika adanya gaya tarik menarik antara ion-ion yang bermuatan positif dengan elektron valensi yang terdelokalisasi (bergerak bebas). Ikatan logam ini dijelaskan dalam salah satu teori, yakni teori awan elektron atau lautan elektron yang ditemukan oleh Drude dan Lorentz.

• Teori awan elektron (lautan elektron)

Teori awan elektron atau lautan elektron pertama kali dicetuskan oleh Drude-Lorentz. Dalam teori ini atom logam digambarkan sebagai bola pejal yang kehilangan elektron valensi membentuk kation logam. Namun, elektron-elektron valensi ion logam masih bergerak bebas di sekitar atom logam atau dapat dikatakan elektron terdelokalisasi dan bertumpuk membentuk awan elektron atau lautan elektron. Elektron yang terdelokalisasi inilah yang mampu membawa muatan listrik sehingga logam memiliki sifat mampu menghantarkan listrik. Teori yang serupa juga menjelaskan mengenai sifat logam yang mampu menghantarkan panas.


PROSES PEMBENTUKAN IKATAN LOGAM

Pada dasarnya salah satu penyebab terbentuknya ikatan logam adalah akibat adanya delokalisasi elektron yang senantiasa berpindah-pindah, kemudian terjadilah proses saling meminjamkan elektron atau juga sering disebut sebagai model lautan elektron. 

Jadi, menurut teori lautan elektron ikatan pada logam terjadi akibat gaya tarik menarik antara muatan positif ion logam dengan elektron bermuatan negatif yang dapat bergerak dengan bebas.

Mudahnya elektron bergerak bebas disebabkan oleh 2 hal yaitu energi ionisasi yang rendah, serta orbital yang kosong. Pada umumnya unsur logam memiliki energi ionisasi yang rendah, hal ini menyebabkan elektron valensinya tidak secara kuat menarik elektron ke inti atomnya, sehingga energi ionisasinya rendah dan elektron bergerak bebas.

Selain itu, adanya orbital yang kosong pada unsur logam menyebabkan mungkinnya terjadi perpindahan elektron antara orbital secara bebas. Itulah kenapa, karena elektron bergerak bebas dan saling meminjamkan elektron satu sama lain, seakan-akan membentuk kabut elektron dan terjadi delokalisasi. 

Atom logam kemudian akan saling membentuk ikatan, bahkan menjadi molekul yang besar sekali, itulah mengapa logam yang berupa padatan (kecuali Hg atau merkuri) sifatnya keras


CIRI-CIRI IKATAN LOGAM 

• Terbentuk antara atom logam.

• Dalam ikatan logam, elektron valensi bebas bergerak di seluruh struktur logam sehingga membentuk lautan elektron.

• Kekuatan ikatan logam ditentukan oleh banyaknya jumlah elektron yang terdapat di dalam ikatan logam. 

• Memiliki struktur yang berbeda dengan ikatan ion maupun ikatan kovalen. 

• Hasil dari ikatan logam sering digunakan dalam bidang teknik, industri, dan perhiasan.

• Ikatan logam dapat menjelaskan berbagai sifat logam.


SIFAT-SIFAT LOGAM

a. Penghantar listrik atau panas yang baik (konduktor).

Arus listrik adalah arus elektron. Jika sebatang logam diberi beda potensial akan terjadi aliran listrik, tetapi atom-atom logam tidak berpindah. Hal ini menunjukkan bahwa elektron-elektron pada logam sangat mudah berpindah atau bergerak.Saat arus listrik dialirkan ke logam, elektron akan berpindah sekaligus menghantarkan listrik darikutub negatif ke kutub positif.

Energi panas menyebabkan elektron bergerak lebih cepat serta tumbukan antara elektron dan proton semakin banyak sehingga panas dapat dihantarkan.


b. Mempunyai kemampuan mengubah bentuk tanpa retak (dapat ditempa) dan dapat diulur.

Beberapa logam juga mempunyai sifat dapat ditempa dan diulur tanpa harus menghancurkannya terlebih dahulu. Contoh logam yang dapat ditempa, diantaranya aluminium, tembaga, timbal, emas, dan perak. Adapun logam yang dapat diulur adalah nikel,krom, dan besi.

c. Pada suhu kamar berwujud padat, kuat, keras, kecuali (Hg) berwujud cair.

d. Mengilap jika digosok (terkena sinar)

Logam mengilap karena cahaya yang mengenai permukaan logam dipantulkan oleh elektron.

e. Mempunyai titik didih dan titik leleh yang tinggi.

Gaya tarik-menarik yang terjadi antara kation logam dan elektron valensi cukup kuat. Untuk memutuskan ikatan tersebut diperlukan energi yang sangat besar pula. Itulah yang menyebabkan titik didih dan titik leleh suatu logam sangat tinggi.


CONTOH IKATAN LOGAM

• Logam Natrium (Na)

• Magnesium (Mg)

• Emas (Au)

• Nikel (Ni)

• Perak (Ag)

• Besi (Fe)

• Alumunium (Al)

• Seng (Zn)

• Kromium (Cr)

• Galium (Ga)


PERTANYAAN 

1. Jelaskan hubungan antara ikatan yang terjadi pada logam dengan sifat logam sebagai penghantar listrik yang baik

2. Jelaskan hubungan antara proses pembentukan ikatan logam dengan sifat logam


JAWABAN 

1. Gaya tarikan inti atom-atom logam dengan lautan elektron mengakibatkan terjadinya ikatan logam. Adanya elektron yang dapat bergerak bebas dari satu atom ke atom yang lain menjadikan logam sebagai penghantar listrik dan kalor yang baik


2. Unsur-unsur logam mempunyai energi ionisasi yang rendah dan elektron valensi yang kecil, maka unsur logam mempunyai kecenderungan menjadi ion positif. Elektron valensi dari atom-atom logam yang berdekatan akan terdelokalisasi membentuk lautan elektron di sekitar ion-ion positif. Selanjutnya, lautan elektron bergerak dari satu atom ke atom lainnya dan saling berikatan membentuk ikatan logam.

Lautan elektron pada kristal logam memegang erat ion-ion positif pada logam sehingga bila dipukul atau ditempa, logam tidak akan pecah atau tercerai berai, tetapi akan bergeser. Hal inilah yang menyebabkan sifat logam yang ulet dan dapat ditempa maupun diulur menjadi kawat.


DAFTAR PUSTAKA

Buku Panduan Pendidik - IKATAN KIMIA - Jurnal Unimus https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/JPKIMIA/article/downloadSuppFile/4366/221

Chemical Bonds: An Integration with Islamic Brotherhood Values https://journal.unimma.ac.id/index.php/cakrawala/article/download/5103/3298/

PENGEMBANGAN VIDEO ANIMASI KIMIA TERINTEGRASI ... https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/66567/1/11180162000006_Aida%20Rahmawati.pdf



Senin, 02 Oktober 2023

KONSEP MOL DAN PERHITUNGAN MOL

 

Nama : Ibnu Sabil

Nim : 41623010006

(Z03-IBNU)


PENDAHULUAN 

Pada bidang kimia, salah satu konsep yang sangat penting adalah perhitungan mol. Perhitungan mol memungkinkan kita untuk menghubungkan antara masa, jumlah partikel, dan hubungan stoikiometri dalam suatu reaksi kimia. Dalam konteks ini, penting untuk memahami konsep dasar mol dan bagaimana menghitung jumlah partikel menggunakan bilangan Avogadro.

Satu contoh penerapan perhitungan mol adalah dalam penentuan komposisi kimia suatu senyawa. Dengan menggunakan perhitungan mol, kita dapat menentukan perbandingan jumlah partikel dari unsur-unsur yang membentuk senyawa tersebut, serta massa masing-masing unsur. Misalnya, dalam senyawa air (H2O), kita dapat menggunakan perhitungan mol untuk mengetahui bahwa terdapat 2 mol atom hidrogen (H) dan 1 mol atom oksigen (O) dalam setiap mol senyawa air.


ABSTRAK

Konsep mol dan perhitungan mol adalah dasar yang mendasari pemahaman kimia modern. Mol, yang setara dengan sekitar 6.022×10²³ partikel, memberikan cara untuk mengukur dan menghubungkan antara jumlah partikel, massa, dan komposisi zat dalam kimia. Perhitungan mol memungkinkan peneliti untuk menentukan jumlah mol, massa zat, dan jumlah partikel dalam berbagai konteks kimia, membantu dalam perencanaan eksperimen, analisis reaksi kimia, dan pemahaman sifat-sifat zat. Melalui contoh-contoh perhitungan mol, konsep ini menjadi landasan yang tak terpisahkan dalam ilmu kimia, memungkinkan kita untuk memecahkan masalah kimia yang kompleks dan mendalam.


RUMUSAN MASALAH :

a. Apa yang dimaksud konsep mol

b. Apa saja yang ada dalam perhitungan mol


TUJUAN :

Agar mahasiswa tahu apa itu konsep mol dan bagaimana perhitungan nya


A. PENGERTIAN KONSEP MOL

Dalam kimia, mol adalah unit dasar yang digunakan dalam sistem satuan internasional (SI) sehingga secara internasional perhitungan untuk mengukur jumlah zat menggunakan satuan mol. Kuantitas ini juga terkadang disebut sebagai jumlah bahan kimia.

Mol berupa sebuah angka yang nilainya sama dengan bilangan Avogadro yaitu 6.022×10²³ yang menyatakan jumlah partikel. Jadi, ketika seseorang menyatakan suatu materi jumlah molnya adalah 1, maka materi tersebut mengandung sebanyak 6.022×10²³ jumlah partikel. Dalam hal ini jumlah partikel dapat berarti atom, molekul, ion, elektron, atau elemen lainnya.

Identitas suatu zat tidak hanya didefinisikan oleh jenis atom atau ion yang dikandungnya, namun juga oleh jumlah dari masing-masing jenis atom atau ion.

Sebagai contoh, air (H2O) dan hidrogen peroksida (H2O2) keduanya sama-sama mengandung atom hidrogen dan oksigen, yang membedakan yaitu pada jumlah atom yang dimilikinya dimana pada air hanya mengandung satu oksigen sedang pada ikatan hidrogen peroksida mengandung dua buah atom oksigen.

Konsep mol memberikan ukuran spesifik jumlah atom atau molekul dalam suatu sampel materi yang besar. Satu mol didefinisikan sebagai jumlah zat yang mengandung entitas diskrit yang sama. Mol menyediakan hubungan antara sifat makroskopik yang mudah diukur, massa, dan sifat dasar lain yang sangat penting seperti jumlah atom, jumlah molekul, dan jumlah partikel.


B. BILANGAN AVOGADRO 

Bilangan Avogadro konstanta yang digunakan dalam kimia untuk menghubungkan antara jumlah partikel (seperti atom, molekul, atau ion) dengan massa dalam satuan mol. 

Bilangan Avogadro secara resmi dinyatakan dengan nilai 6.022 x 10^23 partikel per mol. Jadi, satu mol partikel dari suatu zat, apapun itu (atom, molekul, ion, dll), mengandung sekitar 6.022 x 10^23 partikel.

Konsep bilangan Avogadro penting dalam kimia karena ia menyediakan hubungan antara skala makroskopik (massa) dan skala mikroskopik (partikel).

Contohnya, ketika kita mengatakan bahwa satu mol atom karbon memiliki massa molar 12 gram, kita tahu bahwa satu mol atom karbon mengandung 6.022 x 10^23 atom karbon. Selain itu, kita dapat menghitung jumlah partikel dalam satuan mol dari suatu zat dan menghubungkannya dengan massa menggunakan bilangan Avogadro.

Bilangan Avogadro juga penting dalam perhitungan kimia seperti perbandingan stoikiometri, penentuan rumus molekul, dan dalam menghitung massa molekul suatu senyawa.

Dalam praktisnya, bilangan Avogadro sering digunakan sebagai konversi antara partikel dan satuan mol dalam perhitungan kimia.


C. HUBUNGAN MOL DENGAN JUMLAH PARTIKEL 

Hubungan antara mol dengan jumlah partikel dapat dinyatakan melalui bilangan Avogadro (konstanta Avogadro). Satu mol dari suatu zat itu setara dengan jumlah partikel yang sama dengan bilangan Avogadro (yaitu sekitar 6.022x 10^23 partikel) dalam zat tersebut.

Dengan menggunakan konsep mol, kita dapat menghitung jumlah partikel dalam suatu zat menggunakan rumus:

Jumlah partikel = jumlah mol x bilangan Avogadro

Sebagai contoh, jika kita memiliki 2 mol atom oksigen, maka jumlah partikel oksigen yang dimiliki adalah:

Jumlah partikel oksigen = 2 mol x 6.022 x 10^23 partikel/mol 

jadi, jumlah partikel oksigen yang dimiliki adalah sekitar 1.204 x 10^24 partikel.

Dengan demikian, mol memberikan hubungan antara jumlah partikel dalam suatu zat dan bilangan Avogadro sebagai konversi antara partikel dan mol. Ini memungkinkan kita untuk menghubungkan massa dan jumlah partikel dalam suatu zat dalam perhitungan kimia.

Hubungan mol dengan jumlah partikel dapat dirumuskan:



Contoh soal:

Suatu sampel mengandung 1,505 x 1023 molekul Cl2, berapa mol kandungan Cl2 tersebut?

Jawab:


D. HUBUNGAN MOL DENGAN MASSA

Sebelum membahas hubungan mol dengan massa terlebih dahulu akan diperkenalkan Massa Atom Relatif dan Massa Molekul Relatif.

a. Massa Atom Relatif (Ar)

Massa atom relatif, juga dikenal sebagai massa molar relatif, adalah perbandingan massa atom suatu unsur terhadap massa atom karbon-12 yang diambil sebagai standar. Massa atom karbon-12 didefinisikan sebagai 12 unit massa atom (u). Oleh karena itu, massa atom relatif adalah angka tanpa satuan yang menunjukkan berapa kali massa atom suatu unsur lebih berat atau lebih ringan dibandingkan dengan massa atom karbon-12.

Massa atom relatif biasanya digunakan dalam kimia untuk mengukur dan membandingkan massa atom unsur-unsur. Massa atom relatif suatu unsur dapat ditemukan pada tabel periodik, di mana setiap unsur memiliki nilai massa atom relatif yang ditunjukkan oleh angka di bawah simbol unsur tersebut. Massa atom relatif memainkan peran penting dalam perhitungan massa molar dan dalam menjalankan berbagai perhitungan kimia seperti perbandingan stoikiometri dan penentuan rumus empiris dan molekuler.

 Massa Atom Relatif (Ar) adalah perbandingan massa rata-rata suatu atom unsur terhadap 1/12 massa satu atom isotop C-12.


Di alam umumnya unsur terdiri atas campuran isotop, sehingga massa atomnya diambil rata-rata dari campuran isotopnya.

Contoh: Di alam terdapat campuran 35Cl dan 37Cl dengan perbandingan 75% dan 25%. Ar Cl = (75% x 35) + (25% x 37) = 35,5.


b. Massa Molekul Relatif 

Massa molekul relatif adalah gabungan penjumlahan nilai massa atom relatif (Ar) dari atom-atom pembentuk molekul tersebut. Massa molekul relatif juga dapat didefinisikan sebagai perbandingan massa antara 1 molekul atau 1 satuan dari suatu zat terhadap 112 massa satu atom isotop karbon 12.

Dengan ditemukannya cara menghitung massa molekul relatif ini, memudahkan para ilmuwan untuk mengetahui massa suatu molekul karena ukurannya yang sangat kecil sehingga tidak memungkinkan untuk dihitung menggunakan timbangan atau neraca.

Selain massa atom relatif (Ar), kamu juga perlu memahami massa molekul relatif (Mr). Sebab, keduanya sering digunakan dalam perhitungan kimia.

 Mr = Σ Ar

Contoh soal:

Hitung Mr H2SO4 (Ar H = 1, S = 32, dan O = 16)!

Jawab:

Mr H2SO4 = (2 x Ar H) + (1 x Ar S + 4 x Ar O)

                  = (2 x 1) + (1 x 32) + (4 x 16)

                  = 2 + 32 + 64

                  = 98


c. Massa Molar

Massa molar adalah massa suatu zat dalam satuan gram per mol, dengan satuan g/mol. Massa molar merupakan jumlah massa dari semua atom dalam sebuah molekul. Massa molar digunakan untuk menghitung jumlah zat dalam satuan mol dengan menggunakan hukum Avogadro.


Untuk unsur:

1 mol unsur = Ar gram, maka dapat dirumuskan:

 Massa 1 mol zat = Ar zat dinyatakan dalam gram

Untuk senyawa:

1 mol senyawa = Mr gram, maka dapat dirumuskan:

 Massa 1 mol zat = Mr zat dinyatakan dalam gram

Contoh soal:

1) Hitung kuantitas dalam mol dari 240 gram Ca, jika diketahui Ar Ca = 40!

Jawab:


E. HUBUNGAN MOL DENGAN VOLUME 

a. Gas pada keadaan standar

Pengukuran kuantitas gas tergantung suhu dan tekanan gas. Jika gas diukur pada keadaan standar, maka volumenya disebut volume molar. Volume molar adalah volume 1 mol gas yang diukur pada keadaan standar. Keadaan standar yaitu keadaan pada suhu 0 °C (atau 273 K) dan tekanan 1 atmosfer (atau 76 cmHg atau 760 mmHg) atau disingkat STP (Standard Temperature and Pressure).


Besarnya volume molar gas dapat ditentukan dengan persamaan gas ideal:

 PV = nRT

P = tekanan = 1 atm

n = mol = 1 mol gas

T = suhu dalam Kelvin = 273 K

R = tetapan gas = 0,082 liter atm/mol K


Maka:

P V = nRT

1 x V = 1 x 0,082 x 273

V = 22,389

V = 22,4 liter

Jadi, volume standar = VSTP = 22,4 liter.

Dapat dirumuskan:

 V = n x Vm

n = jumlah mol

Vm = VSTP = volume molar


Contoh soal:

1) Berapa kuantitas (dalam mol) gas hidrogen yang volumenya 6,72 liter, jika diukur pada suhu 0 °C dan tekanan 1 atm?

Jawab:


b. Gas pada keadaan nonstandar

Jika volume gas diukur pada keadaan ATP (Ambient Temperature and Pressure) atau lebih dikenal keadaan non–STP maka menggunakan rumus:

 PV = nRT

P = tekanan, satuan P adalah atmosfer (atm)

V = volume, satuan V adalah liter

n = mol, satuan n adalah mol

R = tetapan gas = 0,082 liter atm mol–1 K–1

T = suhu, satuan T adalah Kelvin (K)


Contoh soal:

Tentukan volume 1,7 gram gas amonia yang diukur pada suhu 27 °C dan tekanan 76 cmHg!

Jawab:




DAFTAR PUSTAKA

https://fatek.umsu.ac.id/2023/06/19/hukum-avogadro-pengertian-sejarah-dan-contoh-penerapan/

https://www.wardayacollege.com/belajar-kimia/perhitungan-kimia/mol-stoikiometri/perhitungan-massa-volume/

https://www.quipper.com/id/blog/mapel/kimia/massa-molekul-relatif/

https://www.rumuskimia.net/2017/03/hubungan-mol-dengan-jumlah-partikel.html

https://www.pakarkimia.com/konsep-mol/

Senin, 25 September 2023

KONFIGURASI ELEKTRON PRINSIP PAULI


NAMA : IBNU SABIL

NIM  : 41623010006

(Z03-IBNU)


ABSTRAK

Konfigurasi elektron mengacu pada tata letak elektron dalam kulit-kulit terluar suatu atom. Prinsip Pauli, yang ditemukan oleh Wolfgang Pauli, adalah prinsip dasar dalam fisika kuantum yang mempengaruhi konfigurasi elektron. Prinsip Pauli menyatakan bahwa tidak mungkin ada dua elektron dalam keadaan kuantum yang sama.

Prinsip Pauli berarti bahwa dua elektron yang berbeda dalam suatu atom harus memiliki keadaan kuantum yang berbeda. Ini mencakup parameter seperti spin, energi, dan status kuantum lainnya. Oleh karena itu, konfigurasi elektron suatu atom harus memenuhi persyaratan bahwa setiap elektron memiliki keadaan kuantum yang berbeda.

Prinsip ini berarti bahwa elektron dalam suatu atom akan menempati orbital-otbital yang berbeda dan tidak saling bertabrakan. Pertimbangan ini menjadi penting dalam memahami pengelompokan dan pengurutan elektron dalam kulit-kulit elektron.

Konfigurasi elektron suatu atom dapat ditentukan dengan menggunakan prinsip Pauli, bersama dengan prinsip larangan eksklusi Pauli lainnya. Prinsip ini memainkan peranan penting dalam penentuan sifat kimia unsur-unsur, reaktivitas atom, dan struktur tabel periodik.

Dalam fisika kuantum, konfigurasi elektron dengan memperhatikan prinsip Pauli membantu dalam pemodelan sistem atom kompleks dan dalam memahami sifat-sifat elektronik materi. Prinsip Pauli menjadi dasar penting dalam pemahaman konfigurasi elektron dalam konteks kimia, fisika, dan ilmu material.

kata kunci : elektron, prinsip pauli, kuantum


PENDAHULUAN 

Keberadaan konfigurasi elektron sangat berfungsi untuk berbagai macam hal. Salah satunya adalah untuk mengetahui golongan dan periode dari suatu atom.

Pada dasarnya, pada materi ini kamu akan belajar untuk menampilkan jumlah elektron pada setiap sub level.

Sebagai contoh, sub level pertama berawal dengan 1s, maka selanjutnya akan 2s, 2p, 3s dan seterusnya. Semua elektron di dalam orbital tersebut juga dapat berpindah sendiri. 

Prinsip Pengecualian Pauli adalah salah satu prinsip penting, bersama dengan Prinsip Aufbau dan Aturan Hund dalam Kimia. Mempelajarinya sangat penting bagi siswa, terutama ketika mempelajari elektron. Prinsip eksklusi Pauli pada dasarnya membantu kita memahami susunan elektron dalam atom dan molekul , serta memberikan penjelasan mengenai klasifikasi unsur dalam tabel periodik


RUMUSAN MASALAH :

1. apa yang dimaksud dengan konfigurasi elektron 

2. Jelaskan makna tentang larangan pauli

3. sebutkan contoh penerapan larangan pauli 


TUJUAN

Agar mahasiswa mengetahui apa itu konfigurasi elektron dan prinsip pauli


1. PENGERTIAN KONFIGURASI ELEKTRON 

 konfigurasi elektron adalah susunan elektron-elektron pada sebuah atom, molekul, atau struktur fisik lainnya. Sama seperti partikel elementer lainnya, elektron patuh pada hukum mekanika kuantum dan menampilkan sifat-sifat bak-partikel maupun bak-gelombang. Secara formal, keadaan kuantum elektron tertentu ditentukan oleh fungsi gelombangnya, yaitu sebuah fungsi ruang dan waktu yang bernilai kompleks. Menurut interpretasi mekanika kuantum Copenhagen, posisi sebuah elektron tidak bisa ditentukan kecuali setelah adanya aksi pengukuran yang menyebabkannya untuk bisa dideteksi. Probabilitas aksi pengukuran akan mendeteksi sebuah elektron pada titik tertentu pada ruang adalah proporsional terhadap kuadrat nilai absolut fungsi gelombang pada titik tersebut.

Elektron-elektron dapat berpindah dari satu aras energi ke aras energi yang lainnya dengan emisi atau absorpsi kuantum energi dalam bentuk foton. Oleh karena asas larangan Pauli, tidak boleh ada lebih dari dua elektron yang dapat menempati sebuah orbital atom, sehingga elektron hanya akan meloncat dari satu orbital ke orbital yang lainnya hanya jika terdapat kekosongan di dalamnya.


Pengetahuan atas konfigurasi elektron atom-atom sangat berguna dalam membantu pemahaman struktur tabel periodik unsur-unsur. Konsep ini juga berguna dalam menjelaskan ikatan kimia yang menjaga atom-atom tetap bersama.


2. KONFIGURASI ELEKTRON MENURUT LARANGAN PAULI


 Pada tahun 1928, Wolfgang Pauli (1900 – 1958) mengemukakan bahwa tidak ada dua elektron dalam satu atom yang boleh mempunyai keempat bilangan kuantum yang sama. Dua elektron yang mempunyai bilangan kuantum utama, azimuth, dan magnetik yang sama dalam satu orbital, harus mempunyai spin yang berbeda. Kedua elektron tersebut berpasangan.

Setiap orbital mampu menampung maksimum dua elektron. Untuk mengimbangi gaya tolak-menolak di antara elektron-elektron tersebut, dua elektron dalam satu orbital selalu berotasi dalam arah yang berlawanan. Dengan ketentuan:


● Subkulit s (1 orbital) maksimum 2 elektron

● Subkulit p (3 orbital) maksimum 6 elektron

● Subkulit d (5 orbital) maksimum 10 elektron

● Subkulit f (7 orbital) maksimum 14 elektron


Larangan Pauli menyatakan bahwa tidak ada dua elektron dapat memiliki empat bilangan kuantum yang sama. Dalam satu orbital maksimal dapat ditemukan dua elektron dan dua elektron harus memiliki spin yang berlawanan. Itu berarti satu elektron mempunyai spin ke atas (+1/2) dan yang lain akan mempunyai spin ke bawah (-1/2).

Tiga bilangan kuantum pertama adalah n=1, l=0, m=0. Hanya dua elektron yang sesuai, yang akan berupa s=-1/2 atau s =+1/2.


Prinsip Asas Larangan Pauli 

Asas larangan Pauli adalah prinsip mekanika kuantum yang dirumuskan oleh fisikawan Austria Wolfgang Pauli. Dalam bentuk yang paling sederhana untuk elektron pada atom tunggal, aturan ini menyatakan bahwa tidak ada dua elektron yang memiliki bilangan kuantum yang sama.

Jadi bila n, l, dan ml kedua elektron semuanya sama, ms haruslah berbeda, sehingga kedua elektron tersebut memiliki spin berlawanan. Secara lebih umum, tidak ada dua fermion identik (partikel dengan spin pecahan) boleh menduduki keadaan kuantum yang sama secara bersamaan.

Aturan ini dikemukakan oleh Wolfgang Pauli yang menyatakan “Tidak boleh terdapat dua elektron dalam satu atom dengan empat bilangan kuantum yang sama”. Orbital yang sama akan mempunyai bilangan kuantum n, l, m, yang sama tetapi yang membedakan hanya bilangan kuantum spin (s).


Dengan demikian, setiap orbital hanya dapat berisi 2 elektron dengan spin (arah putar) yang berlawanan. Jadi, satu orbital dapat ditempati maksimum oleh dua elektron, karena jika elektron ketiga dimasukkan maka akan memiliki spin yang sama dengan salah satu elektron sebelumnya.


3. CONTOH-CONTOH PENERAPANNYA

• Prinsip larangan Pauli membantu menjelaskan berbagai fenomena fisik, seperti struktur kulit elektron atom dan cara atom berbagi elektron.


• Ini membantu dalam menjelaskan berbagai unsur kimia dan bagaimana mereka berpartisipasi dalam pembentukan ikatan kimia .


• Tabel periodik juga dapat didefinisikan dengan bantuan prinsip ini.


• Sifat benda padat: Banyak sifat listrik, optik, magnet, mekanik, dan kimia benda padat merupakan konsekuensi langsung dari prinsip larangan Pauli.


• Prinsip ini membantu dalam menggambarkan stabilitas sistem besar dengan banyak elektron dan banyak nukleon.


• Selain Kimia, prinsip tersebut merupakan prinsip dasar dalam mekanika kuantum yang terutama dipelajari dalam Fisika.


• Ini juga digunakan dalam astrofisika.


PERTANYAAN 

1. Jelaskan bagaimana Prinsip Pauli berkaitan dengan distribusi elektron dalam atom

2. Bagaimana Prinsip Pauli berperan dalam menentukan ikatan kimia antara atom?

JAWABAN 

1. Prinsip ini menyatakan bahwa dalam suatu atom, tidak mungkin ada dua elektron yang memiliki keadaan kuantum yang identik secara keseluruhan. Ini berarti bahwa setiap orbital dalam atom hanya dapat diisi oleh paling banyak dua elektron dengan spin yang berlawanan

2. Prinsip ini memastikan bahwa setiap orbital yang terlibat dalam pembentukan ikatan hanya dapat diisi oleh maksimal dua elektron dengan spin yang berlawanan. Hal ini memiliki pengaruh langsung terhadap interaksi antara elektron-elektron dari atom yang berbeda saat terjadi ikatan kimia.

Dalam pembentukan ikatan kimia, elektron valensi dari atom-atom yang bersinggungan akan berinteraksi untuk mencapai keadaan yang lebih stabil. Prinsip Pauli membatasi kemungkinan pengisian orbital yang terlibat dalam ikatan sehingga memungkinkan elektron-elektron valensi untuk berinteraksi dengan cara tertentu.


DAFTAR PUSTAKA 

https://www.harapanrakyat.com/2022/02/pengertian-konfigurasi-elektron/

https://www.rumuskimia.net/2016/04/konfigurasi-elektron-menurut-larangan-pauli.html

https://byjus.com/jee/pauli-exclusion-principle/

https://id.wikipedia.org/wiki/Konfigurasi_elektron


Sabtu, 16 September 2023

PERKEMBANGAN MODEL ATOM THOMSON



NAMA : IBNU SABIL

NIM : 41623010006

@Z03-IBNU


ABSTRAK

Pada tahun 1897, Joseph John Thomson (J.J.Thomson) menemukan elektron. Penemuan elektron ini diawali dengan ditemukannya tabung katode oleh William Crookes. Kemudian sinar katode itu diteliti lebih lanjut oleh J.J.Thomson dan dapat dipastikan bahwa sinar katode ini merupakan partikel, sebab dapat memutar baling-baling yang dapat diletakkan diantara katode dan anode.

Dan berdasarkan hasil percobaan ini, J.J.Thomson menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom ( partikel subatom ) yang bermuatan negatif, yang disebut dengan elektron. Karena pada saat itu, J.J.Thomson melihat bahwa jika arus listrik melewati tabung vakum, ada semacam aliran berkilau yang terbentuk. J.J.Thomson menemukan bahwa aliran yang berkilau tersebut dibelokkan ke arah plat kutub positif. Teori atom J.J.Thomson membuktikan bahwa aliran tersebut terbentuk dari partikel kecil dari atom dan partikel tersebut bermuatan negatif. Atom merupakan partikel yang bersifat netral, karena elektron bermuatan negatif, maka harus ada partikel yang bermuatan positif untuk menetralkan muatan negatif elektron tersebut. Dari penemuannya tersebut J.J.Thomson memperbaiki kelemahan dari teori atom Dalton dan mengemukakan teori atomnya yang lebih dikenal dengan Teori Atom Thomson.


RUMUSAN MASALAH :

1. Bagaimana perkembangan model atom Thomson?

2. Bagaimana sifat-sifat sinar katode yang diteliti oleh Thomson?

3. Apa kelebihan dan kekurangan dari atom Thomson?


TUJUAN :

1. Mengetahui perkembangan model atom Thomson

2. Mengetahui sifat-sifat sinar katode yang diteliti oleh Thomson

3. Mengetahui kelebihan dan kekurangan dari model atom Thomson 


A. PERKEMBANGAN 

Joseph John Thomson adalah seorang ilmuwan Inggris yang lahir pada tahun 1856. Thomson menjadi tokoh kedua yang menemukan perkembangan model atom setelah Dalton.

Dalam perkembangannya, Thomson memperbaiki kekurangan yang ada pada teori atom John Dalton sebelumnya. Pada tahun 1897, Thomson berhasil menemukan partikel yang memiliki muatan negatif dan disebut dengan elektron.

Elektron adalah suatu penemuan yang memiliki tujuan untuk memperbaiki kekurangan dari perkembangan model atom sebelumnya. Model atom menurut Thomson berawal dari penemuan tabung katode oleh William Crookes. Dari penelitian yang telah dilakukan oleh Crookes tersebut, Thomson kemudian mengembangkan penelitiannya mengenai sinar katode pada Laboratorium Cavendish.

Setelah berhasil mengetahui hal tersebut, Thomson kemudian menyatakan bahwa sinar dari katode termasuk dalam partikel penyusun atom atau partikel sub atom yang memiliki muatan negatif dan saat ini disebut sebagai elektron

Partikel yang memiliki muatan negatif atau disebut sebagai elektron tersebut yang akan memuat isi dari model atom menurut Thomson. Isi dari model atom yang dikemukakan oleh Thomson ialah suatu bola pejal atau bola biliar yang memiliki muatan positif dan memuat beberapa partikel dengan muatan negatif atau elektron. Elektron tersebut kemudian akan tersebar pada sebuah bola seperti kismis yang ada pada roti.



Model atom Thomson dapat disebut sebagai sebutan model roti kismis. Dinamakan sebagai model roti kismis dikarenakan muatan negatif atau elektron yang seperti kismis mengelilingi atom yang memiliki muatan positif atau diibaratkan seperti roti. Secara garis besar, model atom menurut Joseph John Thomson dapat disimpulkan menjadi beberapa garis besar, berikut inti dari model atom menurut Thomson :

• Atom bukan bagian paling kecil dari suatu zat.

• Massa elektron dari atom lebih kecil dibandingkan massa atom.

• Secara keseluruhan, atom memiliki sifat netral. Hal ini karenakan muatan dari atom adalah positif dan negatif yang ada pada atom sama dan suatu atom tak memiliki muatan positif maupun negatif secara berlebihan.

• Atom yang memiliki muatan positif akan tersebar dengan merata ke seluruh bagian dari atom, lalu atom tersebut akan dinetralkan oleh elektron yang tersebar di antara muatan atom positif.

Perkembangan model atom oleh Thomson sayangnya, tidak dikembangkan kembali. Penyebab dari model ini tidak dikembangkan ialah karena adalah adanya ketidakcocokan dengan hasil percobaan yang dilakukan oleh Ernest Rutherford.

Penelitian yang dilakukan oleh Rutherford mengungkapkan bahwa seluruh bagian atom, muatan positif atom tidak tersebar dengan merata. Menurut penelitian tersebut pula, diungkapkan bahwa atom dengan muatan positif yang tidak tersebar secara merata berpusat pada bagian tengah dan disebut sebagai inti atom.


B. SIFAT-SIFAT SINAR KATODE

Elektron merupakan partikel subatomik bermuatan negatif dengan massa sangat kecil. Elektron ditemukan oleh J.J. Thomson pada tahun 1897 melalui eksperimen dengan tabung sinar katode.



Sifat-sifat sinar katode :

1.Merupakan partikel kecil yang tidak dapat dilihat.

2. Memiliki sifat cahaya dan sifat materi.

3. Merambat tegak lurus dari permukaan katode menuju anode.

4. Tidak tergantung pada jenis gas dan jenis elektrode.

5. Bermuatan negatif sehingga dalam medan magnet dan medan listrik dibelokkan ke kutub positif.


C. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

 Kelebihan atom thompson :

Teori Thomson ini mempunyai kelebihan yakni bisa mampu membuktikan adanya partikel lain yang memiliki muatan negatif dalam atom. Berarti atom tersebut bukan merupakan bagian yang terkecil dari suatu unsur namun teori ini juga tidak dapat menjelaskan bahwa susunan muatan positif serta juga negatif dalam bola atom tersebut.


Kekurangan atom thompson :

• Model yang dikemukakan oleh Thomson tidak mampu menjelaskan mengenai bagaimana susunan muatan positif serta berapa jumlah elektron yang ada dalam bola.

• Inti dari atom tidak dapat dijelaskan dengan menggunakan model atom Thomson.


PERTANYAAN :

1. Apa pendapat JJ Thomson mengenai sinar katode? 

2. Bagaimana bunyi teori atom JJ Thomson? 


JAWABAN

1. Menurut JJ Thomson sinar katode merupakan partikel penyusun atom yang bermuatan negatif dan selanjutnya disebut elektron.

2. Bunyi teori atom JJ Thomson yaitu atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan di dalamnya tersebar muatan negatif elektron.


KESIMPULAN 

meski model atom Thomson memberikan pemahaman awal tentang struktur atom, kelemahan model ini mengarah pada pengembangan model atom yang lebih akurat, seperti model atom Rutherford. Namun, kontribusi model atom Thomson dalam membuka jalan untuk eksplorasi lebih lanjut terhadap struktur atom tidak dapat diabaikan.


DAFTAR PUSTAKA


https://www.academia.edu/28254803/TEORI_ATOM_THOMSON


https://www.gramedia.com/literasi/perkembangan-model-atom/


https://enjiner.com/struktur-atom/


https://akupintar.id/belajar/-/online/materi/modul/12-mia/kimia/struktur-atom-dan-sistem-periodik-unsur/partikel-penyusun-atom/417120


https://pendidikan.co.id/pengertian-atom-jj-thomson-teori-kelebihan-dan-kekurangan/