.

Tampilkan postingan dengan label @X04-Anugrah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @X04-Anugrah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 November 2022

TEKNOLOGI HIJAU DI SEKTOR ENERGI

 

Oleh: Anugrah Riyadi (X04-Anugrah)

ABSTRAK

 

Perkembangan teknologi negara-negara di dunia semakin meningkat. Hal ini ditunjukkandengan diproduksinya berbagai macam peralatan yang dapat mempermudah manusia dalammenunjang kehidupannya, baik dalam sektor industri maupun transportasi, Namun terkadang kemajuan teknologi tersebut tidak diiringi dengan kepedulian kita sebagai pengguna teknologi untuk peduli terhadap lingkungan sekitar. Salah satu dampak tidak langsung yang diakibatkan oleh perkembangan teknologi adalah masalah pencemaran udara dan kemacetan.

Kata kunci : Teknologi Hijau

 

ABSTRACT

 

Technological developments around the world are increasing. This indicates the production of a wide range of tools that can make it easier for humans to sustain their lives, both in the industrial sector and in transport, but sometimes that technological advancement is not accompanied by our sense of civic concern. One indirect effect of technological development is that of air pollution and congestion.

 

 Keywords: green technology

 

 

PENDAHULUAN

 

Teknologi hijau atau teknologi ramah lingkungan semakin serius dikembangkan oleh negara-negara di dunia saat ini, menjadikan suatu tantangan yang terus diteliti oleh para pakar untuk dapat mendukung kemajuan teknologi ini. Salah satunya adalah teknologi komposit dengan material serat alam (Natural Fiber). Tuntutan teknologi ini disesuaikan juga dengan keadaan alam yang mendukung untuk pemanfaatannya secara langsung.

 

RUMUSAN MASALAH

1. Apa definisi teknologi hijau.

2. Contoh teknologi hijau di sektor energi.

3. Apa saja yang termasuk ke dalam konsep teknologi hijau.

 

TUJUAN

1. Untuk mengetahui definisi teknologi hijau.

2. Memahami teknologi hijau di sektor energi.

3. Mengetahui apa saja konsep teknologi hijau.

 

PEMBAHASAN

1. Teknologi hijau adalah aplikasi sains alam sekitar untuk memelihara sumberdaya alam serta mengelola dampak negatif akibat akitivitas manusia. Teknologi hijau adalah teknologi rendah karbon dan lebih ramah lingkungan.

2. Di sektor energi, dibutuhkan teknologi untuk memproduksi bahan bakar yang tidak atau secara nyata lebih rendah emisi gas-gas pencemar atmosfer per satuan kalori yang disediakan dengan harga yang paling tidak setara dengan bahan-bahan bakar konvensional. Dapat juga merupakan teknologi yang mampu meningkatkan efisiensi penggunaan sumber energi.

3. Konsep Teknologi Hijau

Perkembangan teknologi hijau semakin pesat, antara lain dengan mengacu pada beberapa konsep yang menjadi tujuan aplikasi :

1.  Konsep keberlanjutan. Kebutuhan saat ini dapat terpenuhi tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhannya sendiri.

2.   Konsep daur ulang. Kegiatan daur ulang dimaksudkan untuk menghemat sumberdaya alam dan energi, salah satu caranya ialah penerapan teknologi hijau.

3.      Konsep pengurangan limbah dan polusi. Di mana pola produksi dan konsumsi diubah sedemikian rupa sehingga hanya menghasilkan seminimal mungkin limbah dan polusi.

4.      Konsep Inovasi. Dalam hal ini selalu berupaya dalam mengembangkan teknologi alternaif.

5.    Konsep Visabilitas. Intinya bagaimana kegiatan produksi dan konsumsi ramah lingkungan senantiasa terpelihara keberadaannya.

6.   Konsep edukasi. Upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat secara keseluruhan melalui pendidikan dan pelatihan.

 

KESIMPULAN

Dari pembahasan tersebut dapat di simpulkan bahwa lingkungan harus dijaga dengan baik dan alangkah baiknya menjaga lingkungan dengan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan, sehingga tidak ada salah satu dari makhluk hidup yang merasa di rugikan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Hidayat, Atep Afia. 2022. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Teknologi Hijau (Modul 13). Universita Mercu Buana, Jakarta.

Sastriawan, 2017. Teknologi Hijau. Eprints. Unram.


Kamis, 17 November 2022

DEFINISI DAN KONSEP INDUSTRI HIJAU

 


Oleh: Anugrah Riyadi (X04-Anugrah)

ABSTRAK

Pembangunan Industri Hijau (green industry) bertujuan untuk mewujudkan Industri yang  berkelanjutan dalam rangka efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelangsungan dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat. I ndustri hijau disamping dapat menunjang pengembangan Industri juga bisa dijadikan sebagai salah satu upaya pemenuhan komitmen penurunan gas Rumah Kaca. Permasalahan yang dikaji bagaimana pelaksanaan program industri hijau sebagai upaya pemenuhan komitmen penurunan gas rumah kaca dan Faktor-faktor apakah yang menjadi penghambat pelaksanaan program industri hijau. Metode pendekatan yang digunakan Yuridis empiris dengan spesifikasi deskriptif analitis, dengan primer dan sekunder serta analisisnya analisis kualitatif.

Kata Kunci: Industri hijau, gas rumah kaca

 

ABSTRACT

Green industry development aims to bring about a sustainable industry in terms of the efficiency and effectiveness of sustainable use of natural resources, enabling industry to align with the continued existence and sustainability of environmental function and benefit communities. The green industry, in addition to supporting the growth of industry, can also be one of the many efforts to achieve a greenhouse-reduction commitment. The question is whether green industrial programs are performing asa glass-gas reduction commitment effort and what factors are a deterrent to executing green industrial programs. An empirical jurisdictional approach with analytic specifications, with the primary and secondary and its analysis of qualitative analysis.

 Keywords: green industry, greenhouse gases

 

PENDAHULUAN

Industri Hijau adalah Industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan Industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Program ini dikembangkan dengan dua strategi meliputi : pengembangan industri yang sudah ada menjadi industri hijau dan membangun industri baru dengan prinsip industri hijau. Program industri hijau bersifat sukarela dan diberikan 5 penghargaan bagi industri yang telah mencapai tingkat beyond compliance dalam proses produksinya. Pada tahun 2010 – 2015, tercatat sebanyak 458 perusahaan industri yang secara sukarela mengikuti penghargaan industri hijau dan 358 yang memperoleh penghargaan industri hijau. Penghargaan ini merupakan salah satu bentuk insentif yang diharapkan dapat mendorong pelaku industri dalam mewujudkan industri hijau. Pengembangan industri hijau merupakan salah satu upaya efisiensi proses produksi dan merupakan salah satu upaya untuk menurunkan gas Rumah kaca. Industri hijau sebagaimana dilakukan melalui berbagai upaya, antara lain: penerapan produksi bersih, konsenrvasi energi, efisiensi sumber daya, eco-design, proses daur ulang dan low carbon technology, maka akan terjadi efisiensi pemakaian bahan baku, energi dan air, sehingga limbah maupun emisi yang dihasilkan menjadi minimal. Dengan demikian, maka proses produksi akan menjadi lebih efisien yang tentunya akan meningkatkan daya saing produk industri.

 

RUMUSAN MASALAH

1. Apa definisi industri hijau.

2. Bagaimana Pengembangan industri yang sudah ada menuju industri hijau.

3. Bagaimana konsep industri hijau.

 

TUJUAN

1. Memahami arti industri hijau.

2. Mengetahui cara pengembangan nya.

3. Mengetahui konsep industri hijau.

 

PEMBAHASAN

1. Industri hijau atau industri ramah lingkungan merupakan industri yang dalam proses produksinya mengutamakan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan, sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberi manfaat bagi masyarakat. Industri hijau merupakan salah satu jawaban terwujudnya bumi yang sehat, karena industri hijau merupakan suatu gerakan industri yang berwawasan lingkungan, menselaraskan pembangunan dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup, serta mengutamakan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan.


2. Pengembangan industri hijau dapat dilakukan melalui beberapa penerapan seperti produksi bersih (cleaner production), konservasi energi (energy efficiency), efisiensi sumberdaya (resource efficiency eco-design), proses daur ulang, dan low-carbon technology.

Dilakukan melalui berbagai upaya antara lain:
(1) Rencana penerapan 5 standar industri hijau yaitu industri tekstil, ubin keramik, semen, baja, serta pulp dan kertas;
(2) Katalog bahan baku ramah lingkungan untuk industri tekstil, ubin keramik, dan makanan;
(3) Pedoman umum dan teknis konservasi energi dan pengurangan emisi gas CO2;
(4) Panduan teknis untuk studi kelayakan untuk implementasi Konservasi Energi dan Pengurangan Emisi CO2;
(5) Panduan pengolahan limbah cair, bahan berbahaya dan beracun (B3);

Selanjutnya,
(6) Panduan produksi bersih;
(7) Program restukturasi mesin untuk industri gula, industri tekstil dan produk tekstil serta industri kulit dan alas kaki yang telah dilakukan sejak tahun 2007; serta
(8) Pemberian penghargaan Industri Hijau sejak tahun 2010 dan pada tahun 2014 telah diberikan penghargaan kepada 256 perusahaan.

 

3. Konsep Industri Hijau menekankan kepada efisiensi serta efektifitas penggunaan bahan baku, jangan sampai terlalu banyak bahan baku yag terbuang percuma. efisien dan efektifitas merupakan salah satukunci utama di konsep hijau. bayangkan betapa banyaknya bahan yang bisa digunakan kalau ternyata bahan tersebut tidak terpakai karena penggunaan bahan baku yang tidak efisien.Input masuk sama dengan output adalah hal minimal yang harus dicapai oleh setiap perusahaan bayangkan betapa sayangnya bahan terbuang, dan dampaknya sangat terasa bagi alam. bahan mentahdiproduksi dengan energi yang berasal dari minyak bumi atau fosil, karena di Indonesia masihdidominasi energi fosil sebesar 37% berdasarkan data dari WWF. berapa banyak karbon yang keluar dan terbuang sia-sia jika kita membuang bahan baku.

 KESIMPULAN

Bahwa program industri hijau telah dilaksanakan sejak tahun 2010 tetapi belum signifact menurunkan konsentrasi gas rumah kaca, karena terdapat berbagai faktor penghambat antara lain: substansi hukumnya masih bersifat sukarela, belum ada sanksinya, masih banyak terjadi pembiaran pada industri yang belum menerapkan program industri hijau, terbatasnya industri permesinan nasional untuk mendukung pengembangan industri hijau, masih dominannya profit oriented di kalangan produsen dan konsumen belum banyak yang sadar lingkungan (green consument). Rekomendasi antara perlu mengubah menjadi mandatori, pemberian insentif, peningkatan kepedulian lingkungan baik pada produsen maupun konsumen.




DAFTAR PUSTAKA

Hidayat, Atep Afia. 2022. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Modull 12 KPLI : Industri Hijau. Universitas Mercu Buana, Jakarta.

(Diakses Pada 17 November 2022)

 Anonim. 2016. Kemenperin Dorong Pengembangan Industri Hijau. Indonesia: Kemenperin

(Diakses pada 17 November 2022)


Kamis, 10 November 2022

PENTINGNYA PRINSIP KIMIA HIJAU

 


oleh: Anugrah Riyadi (@X04-Anugrah)

ABSTRAK

Green chemistry atau “kimia hijau” adalah bidang kimia yang berfokus dalam bidang global industri penerapan pencegahan polusi. Pada awal 1990-an, green chemistry mulai dikenal secara dunia setelah Environmental Protection Agency (EPA) mengeluarkan Pollution Prevention Act yg adalah kebijakan nasional buat mencegah atau mengurangi polusi. Green chemistry adalah pendekatan buat mengatasi perkara lingkungan baik itu berdasarkan segi bahan kimia yang dihasilkan, proses ataupun tahapan reaksi yang digunakan. Konsep ini menegaskan mengenai suatu metode yg berdasarkan dalam pengurangan penggunaan & pembuatan bahan kimia berbahaya baik itu berdasarkan sisi perancangan juga proses. Bahaya bahan kimia yang dimaksudkan pada konsep green chemistry ini mencakup aneka macam ancaman terhadap kesehatan insan & lingkungan, termasuk toksisitas, bahaya fisik, perubahan iklim dunia, & penipisan sumber daya alam.

Kata kunci: Kimia hijau, mencegah, chesmitry

 

ABSTRACT

  Green chemistry or “green chemistry” is a field of chemistry that focuses on the global field of industrial pollution prevention applications. In the early 1990s, green chemistry became known to the world after the Environmental Protection Agency (EPA) issued the Pollution Prevention Act which is a national policy to prevent or reduce pollution. Green chemistry is an approach to solving environmental problems, both in terms of the chemicals produced, the process or the reaction steps used. This concept states about a method based on reducing the use and manufacture of chemicals both by design and process. Chemical hazards seen in the green chemistry concept cover a wide range of threats to human health and the environment, including toxicity, physical hazards, global climate change, and depletion of natural resources 

Keywords: Green chemistry, prevent, chesmitry

 

PENDAHULUAN

Kimia Hijau (Green Chemistry) adalah desain produk dan proses kimia yang berupaya mengurangi atau menghilangkan penggunaan zat berbahaya. Kimia hijau berlaku untuk seluruh siklus hidup produk kimia, termasuk desain, manufaktur, penggunaan dan pembuangan akhir. Dalam hal ini kimia hijau merupakan konsep dan pemikiran mengenai kimia untuk menyelamatkan lingkungan dari pencemaran.

Menurut Sudarmin (2013) Penerapan  proses  industri    berbasis   green chemistry akan memberikan keuntungan keseimbangan antara aspek lingkungan,  ekonomi, dan sosial. Jika suatu proses industri berbasis green chemistry.

 

RUMUSAN MASALAH

1.  Apa itu kimia hijau.

2. Bagaimana untuk mengaplikasi prinsip green chemistry.

3. Penerapan 12 prinsip kimia hijau.

 

TUJUAN

1. Memahami arti kimia hijau

2. Mengetahui cara mengaplikasi prinsip green chemistry

3. Mengetahui Penerapannya 12 prinsip.

 

PEMBAHASAN

1.  Istilah kimia digunakan dalam “green chemistry” dimaksudkan alasannya melibatkan struktur dan perubahan sebuah materi.Perubahan tersebut pasti melibatkan energi selaku sumbernya. Oleh alasannya itu rancangan green chemistry ini juga bersahabat kaitannya dengan energi dan penggunaannya baik itu secara langsung maupun yang tidak pribadi seperti penggunaan suatu material dalam hal pengerjaan, penyimpanan dan proses penyalurannya. Green chemistry merupakan pendekatan yang sungguh efektif untuk mencegah terjadinya polusi alasannya mampu digunakan secara eksklusif oleh para ilmuwan dalam situasi kini. Konsep ini lebih memfokuskan pada cara pandang seorang peneliti untuk menempatkan faktor lingkungan pada prioritas utama.

2. Untuk aplikasi prinsip green chemistry menurut Anggraeni (2012) yaitu pada ibu-ibu rumah tangga. Ibu rumah tangga biasanya membiarkan limbah organik menumpuk di suatu tempat, sampai membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap, dan membiarkan limbah organik dan limbah anorganik bersatu. Untuk itu, perlu ditingkatkan kesadaran untuk dapat memilah-milah limbah organik yang dapat lapuk dan limbah anorganik yang sulit lapuk, serta perlu dimotivasi pemikiran dengan gaya hidup 5 R (Reuse, Reduce, Recycling, Replace, Refill).

3. Penerapan menjalankan 12 prinsip berikut:

1.                  Pencegahan  terbentuknya limbah.

2.                  Ekonomi atom.

3.                  Sintesis kimia yang tidak berbahaya.

4.                  Perancangan produk kimia yang  aman.

5.                  Pemakaian bahan pelarut dan pembantu yang aman.

6.                  Perancangan efisiensi energi.

7.                  Penggunaan bahan baku terbarukan.

8.                  Pengurangan langkah proses.

9.                  Penggunaan katalis untuk mempercepat proses.

10.              Perancangan produk terbarukan yang ramah lingkungan.

11.              Analisis real time untuk pencegahan polusi.

12.              Menghindari penggunaan bahan kimia yang berbahaya, toksis, dan  tak  ramah  lingkungan.

 

KESIMPULAN

istilah kimia digunakan dalam green chemistry dimaksudkan alasannya melibatkan struktur dan perubahan sebuah materi. Area penelitian dalam bidang green chemistry ini meliputi pengembangan cara sintesis yang lebih ramah lingkungan, penggunaan bahan baku yang terbarukan, mendesain materi kimia yang green, serta penggunaan bioteknologi sebagai alternatif dalam industri.

 

DAFTAR PUSTAKA

Hidayat, Atep Afia. 2022. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Modul 11 KPLI : Kimia Hijau. Universitas Mercu Buana, Jakarta.

(Diakses Pada 10 November 2022)

Anggraeni dkk, 2012, Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat. Vol 1, No. 1

(Diakses Pada 10 November 2022)

Sudarmin, 2013, Kemampuan Generik Sains Kesadaran Tentang Skala Sebagai Wahana Mengembangkan Praktikum Kimia Organik Berbasis Green Chemistry. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran. Vol. 20. No.1

(Diakses Pada 10 November 2022)


Sabtu, 05 November 2022

DAMPAK PENCEMARAN UDARA TERHADAP LINGKUNGAN

 


oleh: Anugrah Riyadi (@X04-Anugrah)

ABSTRAK

Masalah pencemaran udara pada era teknologi pada masa ini telah sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan.Hal ini dengan semakin banyaknya zat-zat polutan yang dihasilkan dari kegiatan sehari-hari. Banyaknya pabrik-pabrik industri, pembangkit listrik, dan kendaraan bermotor yang setiap harinya selalu menghasilkan polutan serta kebakaran hutan yang mencemari udara bersih. Hal ini menjadi sumber masalah bagi keberlangsungan makhluk hidup di muka bumi ini. Udara yang telah tercemar oleh zat-zat polutan bukan saja mempengaruhi kesehatan manusia tetapi seluruh makhluk hidup dan lingkungan juga akan terkena efek dari pencamaran udara tersebut. Pada manusia akan mengakibatkan penyakit berbahaya seperti gangguan pernapasan yang bisa mengakibatkan kematian. Pencemaran udara ada yang dapat dilihat secara langsung, ada juga yang tidak dapat dilihat, ada yang memiliki bau dan ada juga yang tak berbau. Banyak masyarakat awam yang belum paham akan pentingnya menjaga udara bersih dan resiko akan diakibatkan oleh pencemaran udara. Dalam pengenalan proses terjadinya penyebaran pencemaran udara kepada masyarakat umum bisa dilakukan dengan memberikan contoh secara langsung proses pencemaran udara seperti asap polutan yang keluar dari cerobong asap pabrik. Selain secara langsung proses penyebaran pencemaran udara juga bisa dijelaskan dengan melakukan simulasi atau sebuah pemodelan untuk melihat sebaran polutan. Simulasi atau pemodelan yang dilakukan dapat dilakukan dengan menggunakan model dispersi Gauss untuk memodelkan proses sebaran dari konsentrasi polutan.

Kata kunci: Pencemaran Udara, Polutan, Kesehatan, Dispersi Gauss

 

ABSTRACT

The problem of air pollution in this era of technology has reached an alarming rate. This is with the increasing number of pollutants produced from daily activities. The number of industrial factories, power plants, and motor vehicles that every day always produce dangerous pollutants that pollute clean air. As well as forest fires well as one that pollutes the air. This is a source of problems for the survival of living things on this earth. Air that has been polluted by pollutants not only affects human health but all living things and the environment will also be affected by the air pollution. In humans it will cause dangerous diseases such as respiratory disorders that can lead to death. There is air pollution that can be seen directly, there are also those that cannot be seen, some that smell and some that don't smell. Many ordinary people do not understand the importance of maintaining clean air and the risk will be caused by air pollution. In the introduction of the process of the spread of air pollution to the general public, it can be done by giving a direct example of the process of air pollution such as pollutant fumes coming out of the factory chimney. Besides directly, the process of spreading air pollution can also be explained by doing a simulation or a modeling to see the distribution of pollutants. Modeling can be done using the Gauss dispersion model to model the distribution process of the concentration of pollutants.

 Keywords: Air pollution, Pollutants, Health, Gauss dispersion

 

A. PENDAHULUAN

Pencemaran udara adalah proses masuknya atau dimasukkannya zat pencemar ke udara oleh aktivitas manusia atau alam yang menyebabkan berubahnya tatanan udara sehingga kualitas udara turun sampai ke tingkat tertentu dan tidak dapat berfungsi lagi sesuai peruntukannya. Keberadaan zat pencemar dalam udara dapat membahayakan makhluk hidup termasuk manusia. Oleh karena itu, upaya pemantauan kualitas udara terutama di lingkungan tempat tinggal sangat perlu dilakukan. Sumber pencemaran udara di daerah perkotaan selain dari industri juga berasal dari transportasi. Transportasi merupakan urat nadi perekonomian yang terus berkembang dan meningkat seiring dengan berkembangnya zaman dan teknologi serta peranannya sebagai penunjang pelaksanaan kegiatan pada sektor-sektor yang lain, sehingga pencemaran kendaraan bermotor di kota besar semakin meningkat. Pembakaran bensin dalam kendaraan bermotor merupakan lebih dari separuh penyebab polusi udara. Pembakaran yang tidak sempurna dapat menghasilkan bahan pencemaran seperti jelaga, karbon monoksida, nitrogen oksida, belerang oksida, partikel padatan dan senyawa-senyawa fosfor serta timbal (Istam, 2007).

 

B. RUMUSAN MASALAH

          1. Apa itu pencemaran udara.

            2. Dampak bahan pencemaran udara yang paling membahayakan.

            3. Apa penyebab polusi udara.

 

C. TUJUAN

          1. Mengetahui apa itu pencemaran udara.

            2.  Mengetahui dampak pencemaran udara.

            3. Memahami apa penyebab udara tercemar.

 

D. PEMBAHASAN

    1. Pencemaran udara adalah masuknya atau dimasukkannya zat, energi dan atau komponen lain ke dalam udara oleh kegiatan manusia, sehingga mutu udara turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan atau mempengaruhi kesehatan manusia. Mengacu pada definisi tersebut maka segala bahan padat, gas, cair, panas, mikroorganisme yang ada di udara dan dapat menimbulkan gagguan terhadap kualitas kehidupan disebut polutan udara. Sementara Soedomo (2001) mengemukakan, polutan adalah suatu zat atau bahan yang menyebabkan terjadinya polusi. Suat zat disebut polutan bila keberadaannya di suatu lingkungan dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Dengan kata lain dapat disebut polutan apabila jumlahnya melebihi jumlah normal, berada pada waktu yang tidak tepat dan berada pada tempat yang tidak tepat.

2.         Sulfur dioksida: Batubara, minyak bumi, dan bahan bakar lainnya sering tidak murni dan mengandung sulfur serta senyawa  organik (berbasis karbon).  Ketika sulfur yang juga dikenal sebagai belerang mengalami proses pembakaran  dengan oksigen dari udara, maka sulfur dioksida (SO2) diproduksi.  Pembangkit listrik dengan bahan bakar batubara  merupakan  sumber  polutan sulfur dioksida udara terbesar di dunia, yang memberikan kontribusi untuk terbentuknya asap dan hujan asam, serta menimbulkan masalah  kesehatan, terutama  penyakit paru-paru.
Karbon monoksida: Proses pembakaran yang kurang sempurna dan dalam kondisi kekurangan oksigen akan menghasilkan CO.
Karbon dioksida: Gas CO2 diproduksi oleh semua manusia melalui proses pernafasan. Gas tersebut merupakan bahan baku bagi tanaman untuk menghasilkan karbohidrat melalui proses fotosintesis. Gas CO2  biasanya tidak dianggap sebagai  polutan. Namun, CO2  merupakan gas rumah kaca yang dilepaskan oleh mesin industri, mesin mobil dan sepeda motor, serta pembangkit listrik. Sejak awal Revolusi Industri gas CO2  sudah terakumulasi  di atmosfer bumi dan berkontribusi terhadap masalah pemanasan global dan perubahan iklim.
Nitrogen oksida: Nitrogen dioksida (NO2) dan nitrogen oksida (NO) adalah polutan yang dihasilkan sebagai akibat tidak langsung dari pembakaran, yaitu ketika nitrogen dan oksigen dari udara bereaksi bersama-sama. Polusi nitrogen oksida berasal dari mesin kendaraan  dan pembangkit listrik, dan memainkan peran penting dalam pembentukan hujan asam, ozon dan asap. Seperti karbon dioksida, nitrogen oksida juga merupakan gas rumah kaca (berkontribusi terhadap pemanasan global).
Senyawa organik volatil (VOC): Bahan kimia berbasis karbon (organik), dapat menguap dengan mudah pada suhu dan tekanan normal, sehingga  mudah menjadi gas. Oleh karena itu digunakan sebagai pelarut dalam berbagai bahan kimia rumah tangga yang  seperti cat lilin, dan pernis. Namun merupakan salah satu  polutan udara,  diyakini memiliki  efek buruk secara jangka panjang terhadap kesehatan manusia. Selain itu  berperan dalam pembentukan ozon dan asap.
Partikulat: Ini adalah deposit jelaga sebagai polutan udara yang menghitamkan bangunan dan kesulitan menyebabkan gangguan pernafasan. Partikulat memiliki i berbagai ukuran (PM diikuti dengan nomor). Dalam hal ini  PM 10 berarti partikel jelaga kurang dari 10 mikron (10 sepersejuta meter). Di perkotaan yang ramai  sebagian besar partikulat berasal dari asap kendaraan bermotor..
Ozon: Disebut juga  trioxygen, merupakan  jenis gas oksigen yang molekulnya terdiri dari  dari tiga atom oksigen ( rumus kimianya O3) bukan hanya dua atom oksigen konvensional (O 2). Di stratosfer "lapisan ozon" melindungi permukaan bumi dengan cara menyaring atau menghalau sinar ultraviolet dari matahari. Sedangkan di troposfer, ozon merupakan  polutan yang bersifat toksik dam dapat merusak kesehatan.
Chlorofluorocarbons (CFC): Gas CFC telah dintakakan berbahaya dalam pemakainnya, baik untuk pendingin dalam lemari es maupun penyemprot pada kaleng aerosol. CFC terbukti dapat merusak lapisan ozon di stratosfer.
Pembakaran Hidrokarbon tidak sempurna: Minyak bumi  dan bahan bakar lainnya  terbuat dari senyawa organik berdasarkan rantai atom karbon dan hidrogen. Ketika proses pembakaran berlangsung dengan sempurna, maka  dikonversi menjadi karbon dioksida yang relatif  tidak berbahaya dan air. Namun ketika proses pembakaran tidak sempurna maka akan terjadi pelepasan  karbon monoksida yang segera masuk ke atmosfer sebagai asap.
Logam berat: Dalam hal ini  "logam berat"  dapat menyebar ke udara sebagai senyawa beracun atau sebagai aerosol (padatan atau cairan yang tersebar melalui gas dan masuk ke udara), antara lain muncul melalaui knalpot sebagai asap dan sebagai debu atau limbah terkontaminasi dari cerobong asap pembakaran sampah.

3. Penyebab polusi udara adalah faktor manusia dengan segala aktifitasnya. Berbagai kegiatan manusia yang dapat menghasilkan polutan antara lain Pembakaran, seperti pembakaran sampah, pembakaran pada kegiatan rumah tangga, kendaraan bermotor, dan kegiatan industri. Polutan yang dihasilkan antara lain asap, debu, grit (pasir halus), dan gas (CO dan NO). Pembakaran  dari kendaran bermotor menghasilkan polutan udara yang sangat besar. 

 

KESIMPULAN

Pencemaran Udara adalah peristiwa masuknya, atau tercampurnya, polutan (unsur-unsur berbahaya) ke dalam lapisan udara (atmosfer) yang dapat mengakibatkanmenurunnya kualitas udara (lingkungan).Sumber pencemaran dapat berasal dari gejala alam seperti letusan gunung, emisiindustri dan buangan gas dari kendaraan bermotor yang dapat mencemari udara. Hujanasam menyebabkan menurunnya pH perairan dan mengendapnya zat asam di tanah, yangmenyebabkan kerusakan bagi tanaman.Zat-zat yang berasal dari kegiatan industri maupun kendaraan separti Karbonmonoksida (CO), Nitrogen dioksida (NO2), Sulfur dioksida (SO2), Partikulat (asap atau jelaga), Chlorofluorocarbon (CFC), Timbal (Pb), karbon dioksida (CO2)Pencemaran udara tersebut akan mengakibatkan Hujan Asam, Penipisan LapisanOzon Dan Pemanasan Global. Dan berdampak pada lingkungan, manusia, hewan dan tumbuhan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Atep Afia Hidayat, Ir. MP 2022 : Pencemaran Udara Dan Pencemaran Air. Modul 10 Kimia Dan Pengetahuan Lingkungan Industri (Diakses Pada 05 November)

Istam. 2007. Pencemaran Udara. Digilib Unimed. (Diakses Pada 05 November)

Soedomo  Moestikahadi. 2001. Pencemaran Udara. Bandung: ITB Bandung. (Diakses Pada 05 November)


Sabtu, 22 Oktober 2022

INDUSTRI PENGOLAHAN AIR BERSIH DI PELOSOK INDONESIA

 



Oleh: Anugrah Riyadi (X04-Anugrah)
 

Abstrak

Air merupakan kebutuhan pokok bagi manusia. Seiring dengan pesatnya perkembangan penduduk maka kebutuhan air bersih untuk masyarakat juga semakin meningkat. Peran Pemerintah menjadi sangat penting bagi pembangunan pengolahan air di pelosok yang belum adanya kebutuhan air bersih. Sebagai pusat pengembangan andalan diperlukan dukungan sumber daya yang strategis, termasuk sumber daya air. Curah hujan rata-rata tahunan 3.325 mm namun karena seluruh pelosok Indonesia tediri dari batuan granit dan malihan maka curah hujan yang tinggi itu tidak dapat tersimpan dengan optimal sebagai air tanah, untuk itu perlu adanya pembuatan danau-danau buatan untuk menampung curah hujan tersebut yang airnya dapat diolah menjadi sumber air bersih bagi warga Indonesia, salah satu contoh pemanfaatan cadangan air baku adalah danau-danau yang berada di lingkungan sekitar.

Kata kunci: curah hujan, air, pengolahan

 

Abstract

Water is man's basic necessity. As people grow rapidly, there is a growing need for fresh water. The role of governments is vital for water treatment in areas where there is no need for clean water. A key development center would require strategic resource support, including water resources. The average annual rainfall of 3,325 mm, but since all parts of Indonesia fall from granite rock and malihan in the region, the high rainfall is not stored optimally as groundwater, it is necessary to construct artificial lakes to accommodate the rainfall, which can be treated as a source of fresh water for indonealists, one example of lakes in the surrounding environment.

 Key words: rainfall, water, processing

 

Pendahuluan

Air merupakan sumber kehidupan, tidak hanya bagi manusia, makhluk hidup yang lain juga sangat membutuhan air. Bahkan dapat dipastikan tanpa pengembangan sumber daya air konsisten peradaban manusia tidak akan mencapai tingkat yang dinikmati sampai saat ini. Oleh karena itu, pengembangan dan pengolahan sumber daya air merupakan dasar peradaban manusia. (“Sunaryo, dkk. 2005”). Air bersih merupakan kebutuhan pokok manusia, dimana kebutuhannya dari hari kehari dirasakan semakin meningkat sejalan dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan ketergantungan masyarakat dan juga pola hidup masyarakat terhadap air. Air bersih merupakan salah satu faktor penting bagi kesehatan manusia. Maka dari itu di pelosok air bersih pun menjadi salah satu dari sekian banyak kebutuhan yang sangat diprioritaskan bagi seluruh makhluk hidup. Bagi manusia, air bersih berperan penting dalam berbagai macam bentuk kegiatan sehari-hari. Dalam keperluan rumah tangga saja misalnya, air bersih banyak digunakan untuk keperluan mencuci, memasak makanan dan minuman serta keperluan-keperluan mandi  dan lain sebagainya. Selain keperluan rumah tangga, air bersih juga sangat berperan dalam keperluan-keperluan umum lainnya seperti kegunaannya dalam bidang industri kecil hingga industri besar, perdagangan, peternakan dan pertanian, pelayanan masyarakat, rumah ibadah hingga keperluan umum untuk keindahan taman kota.

 

Rumusan Masalah

1. Bagaimana penerapan industri pengolahan air?

2. Bagaimana proses pengolahan air bersih?

3. Bagaimana karakteristik air?

 

Tujuan

1. Untuk memahami penerapannya.

2. Untuk mengetahui proses pengolahan air bersih.

3. Untuk mengetahui karakteristik air.

 

Pembahasan

1. Penerapan air pada industri digunakan pada keseluruhan kegiatan proses produksi yang relatif kompleks. Kuantitas penggunaan air yang cukup tinggi untuk kegiatan proses produksi dan kegiatan operasional seringkali belum mendapat control yang optimal. Kurangnya control dan perhatian tersebut berdampak pada terjadinya inefisiensi, kebocoran, pemborosan dan meningkatnya limbah cair yang dihasilkan. Volume limbah cair yang tinggi selanjutnya mengakibatkan tingginya biaya operasional pengolahan limbah. Salah satu upaya dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan teknik produksi bersih, antara lain dengan melaksanakan tata kelola yang apik, perbaikan proses modifikasi teknologi, maupun penerapan strategi elimination, rethink, reduce, reuse, recycle dan recovery.

2. Teknologi membran merupakan teknologi yang saat ini banyak digunakan dalam teknik pemisahan. Salah satu kegunaannya adalah untuk pengolahan air, seperti air sumur keruh. Air sumur keruh perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum digunakan untuk keperluan sehari-hari. Proses pengolahan air sumur keruh yang biasa dilakukan yaitu secara konvensional dengan menggunakan tawas dan penyaringan. Namun hal tersebut belum bisa mengatasi permasalahan air sumur keruh yang ada. Oleh karena itu, diperlukan adanya teknologi yang handal untuk mengolah air sumur tersebut sehingga aman untuk digunakan sehari-hari. Teknologi membran merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengolah air sumur keruh tersebut. Membran yang dibuat adalah polysulfones

3. Karakteristik fisik air

    1. Kekeruhan

            Kekeruhan air dapat ditimbulkan oleh adanya bahan- bahan anorganik dan organic yang terkandung dalam air seperti lumpur dan bahan yang dihasilkan oleh buangan industri.

    2. Temperatur

            Kenaikan temperatur air menyebabkan penurunan kadar oksigen terlarut. Kadar oksigen terlarut yang terlalu rendah akan menimbulkan bau yang tidak sedap akibat degradasi anacrobic yang mungkin saja terjadi.

    3. Warna     

            Warna air dapat ditimbulkan oleh kehadiran organisme, bahan-bahan tersuspensi yang berwarna dan oleh ekstrak senyawa-senyawa organic serta tumbuh-tumbuhan.

    4. Solid (Zat padat)

            Kandungan zat padat menimbulkan bau busuk, dapat menyebabkan turunnya kadar oksigen terlarut. Zat padat dapat menghalangi penetrasi sinar matahari dalam air.

    5. Bau dan rasa

            Bau dan rasa dapat dihasilkan oleh adanya organisme dalam air seperti alga serta oleh adanya gas seperti H2S yang terbentuk dalam kondisi anaerobic, dan oleh adanya senyawa-senyawa organic tertentu.

Karakteristik Kimia Air

    1. pH

            Pembatasan pH dilakukan karena akan mempengaruhi rasa, korosifitas air dan efisiensi klorinasi.

    2. DO (dissolved oxygen)

            DO adalah jumlah oksigen terlarut dalam air yang berasal dari fotosintesa dan absorbs atmosfer atau udara. Semakin banyak jumlah DO maka kualitas air semakin baik. Satuan DO biasanya dinyatakan dalam satuan persentase saturasi.

    3. BOD (biological oxygen demand)

            BOD adalah banyaknya oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk menguraikan bahan-bahan organik (zat pencerna) yang terdapat pada dalam air buangan secara biologi. BOD dan COD digunakan untuk memontoring kapasitas self .

    4. COD (chemical oxygen demand)

            COD adalah banyaknya oksigen yang dibutuhkan untuk mengodaksi bahan-bahan organik secara kimia.

    5. Kesadahan

            Kesadahan air yang tinggi mempengaruhi efektifitas pemakaian sabun, namun sebaliknya dapat memberikan rasa yang segar. Di dalam pemakaian untuk industri (air ketel, air pendingin, atau pemanas) adanya kesadahan dalam air tidaklah dikehendaki. Kesadahan yang tinggi bisa disebabkan oleh adanya kadar residu terlarut yang tinggi dalam air.

 

Kesimpulan

Lokasi yang sarana dan prasarana pengolahan air bersih tidak berfungsi dan berfungsi sebagian sangat berpengaruh dalam pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat, dan juga mempengaruhi kinerja dari penyelenggaraan program kegiatan, lokasi-lokasi tersebut akan diberikan bimbingan dan arahan untuk memperbaiki kondisi infrastruktur dan kelembagaaan yang ada salah satunya dengan membuat perencanaan kembali yang dapat diajukan kepada pemerintah.

 

Daftar Pustaka

Hidayat, Atep Afia. 2022. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Modull 8 KPLI : Industri Kimia Di Masda Depan. Universitas Mercu Buana, Jakarta.

Sunaryo. 2005. Pengolahan Air Bersih. digilib.unimed