.

Tampilkan postingan dengan label @R13-indah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @R13-indah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 November 2020

Bumi Terancam Akibat Pencemaran Udara

 Oleh Indah Setyawati ( @R13- Indah)  

 


Sumber : https://www.maxmanroe.com/ 

ABSTRAK

Udara terdiri dari berbagai macam gas, seperti nitrogen, oksigen, karbon dioksida, dan uap air. Sebagian besar udara di Bumi terdiri dari nitrogen, yaitu sebesar 78%, sementara oksigen hanya 21%. Meningkatnya polusi yang ditemukan di udara menandakan terjadinya pencemaran udara. Polusi merupakan kontaminan berbahaya dalam lingkungan alam yang menyebabkan ketidakstabilan, gangguan, dan bahaya bagi ekosistem. Kita mungkin sering mengaitkan polusi udara dengan debu atau asap, tapi jenis-jenis polusi ada beberapa macam. Pencemaran udara dapat disebabkan oleh emisi kendaraan, erupsi gunung vulkanik, emisi industri, maupun kebakaran hutan.  Dampak dari pencemaran udara tidak hanya dirasakan oleh lingkungan, tapi juga oleh manusia. Pertama, polusi udara dapat menyebabkan gangguan pernapasan yang menyulitkan ketika bernapas. Polutan di udara yang meningkat pun dapat mengakibatkan alergi dan masalah jantung. Pencemaran udara juga memiliki efek yang berbahaya terhadap ekosistem. 

Kata Kunci: Bumi, Udara, Pencemaran, Ozon.  

PENDAHULUAN 

Bumi merupakan salah satu planet yang unik karena satu-satunya yang memiliki unsur hidup terlengkap di galaksi bima sakti. Salah satu makhluk hidup yang tinggal di bumi adalah manusia. Manusia dan bumi memiliki hubungan yang sangat erat. Kemajuan teknologi yang dicapai oleh manusia dalam upaya untuk meningkatkan kualitas dan kenyamanan hidupnya memberi dampak yang positif dan negatif. Dampak negatifnya berupa kerugian bagi 

keseimbangan lingkungan hidup. Salah satu bentuk dampak negatifnya, yaitu sulitnya untuk memperoleh udara berkualitas baik dan bersih. Pencemaran udara yang terjadi merupakan masalah pencemaran lingkungan yang terberat bagi daerah perkotaan.  

PERMASALAHAN   

1. Apa itu pencemaran udara ? 

2. Apa dampak dari pencemaran udara ?  

3. Bagaimana solusi untuk mengurangi pencemaran udara ?  

PEMBAHASAN  

A. Pengertian Pencemaran Udara  

Pengertian pencemaran udara adalah suatu kondisi di mana substansi biologi, fisik, dan kimia di lapisan atmosfer bumi yang jumlahnya dapat membahayakan bagi kondisi tubuh makhluk hidup. Pengertian lain yaitu peristiwa masuknya atau tercampurnya unsur-unsur berbahaya ke dalam lapisan udara yang dapat mengakibatkan menurunnya kualitas udara di lingkungan. 

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Reublik Indonesia No 41 tahun 1999 atau PP41/1999, Pencemaran udara adalah masuknya atau dimasukkannya zat, energi dan atau komponen lain ke dalam udara ambien oleh kegiatan manusia, sehingga mutu udara ambien turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan udara ambien tidak dapat memmenuhi fungsinya.  

B. Sumber Pencemaran Udara  

Pencemar udara dibedakan menjadi dua yaitu, pencemar primer dan pencemar sekunder. Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. Karbon Monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari Pembakaran. Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon  dalam smog fotokimia adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder. Efek dari emisi polusi udara dalam konteks global dan hubungannya dengan pemanasan global yg memengaruhi; 

Aktivitas manusia 

  • Transportasi
  • Industri 
  • Pembangkit listrik 
  • Pembakaran (perapian, kompor, furnace, insinerator  dengan berbagai jenis bahan bakar) termasuk pembakaran biomassa secara tradisional 
  • Gas buang pabrik yang menghasilkan gas berbahaya seperti CFC   

C. Jenis – Jenis Pencemaran Udara 

  • Polusi Udara Luar Ruangan. Pencemaran udara luar ruangan adalah paparan pencemaran yang terjadi di luar lingkungan buatan. Contohnya:  

  1. Partikel halus yang dihasilkan pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara dan minyak bumi untuk memproduksi energi.
  2. Gas berbahaya seperti sulfur dioksida, nitrogen oksida, karbon monoksida, uap kimia dan lainnya. 
  3. Ozon di permukaan tanah, bentuk oksigen reaktif dan komponen utama kabut asap kota.
  4. Asap tembakau.  

  •  Polusi Udara Dalam Ruangan. Pencemaran udara dalam ruangan adalah paparan partikel karbon dioksida dan polutan lainnya yang dibawa oleh udara dalam ruangan atau debu. Polusi udara luar bisa masuk ke dalam ruangan dengan membuka jendela, pintu, ventilasi dan lainnya. Contoh polusi udara dalam ruangan:  

  1. Gas seperti karbon monoksida, radon dan lainnya. 
  2. Bahan bangunan seperti asbes, formaldehid, timbal dan lainnya.
  3. Alergen dalam ruangan dan luar ruangan seperti kecoa dan tikus dan lainnya. 
  4. Jamur dan serbuk sari. 


D. Dampak Pencemaran Udara  

1. Masalah kesehatan  

Efek polusi udara mengkhawatirkan sebab memengaruhi pernafasan, jantung bahkan menyebabkan kanker pada tubuh manusia. Anak-anak di daerah yang terpapar polutan udara dapat menderita pneumonia dan asma. Atmodarminto dan Polusi Udara Jakarta 30 Tahun Lalu 

2. Pemanasan global  

Dampak langsung polusi udara adalah perubahan langsung yang dialami seluruh dunia karena pemanasan global. Meningkatnya suhu di seluruh dunia, meningkatkan permukaan laut dan menyebabkan pencairan es di daerah yang lebih dingin dan gunung es. Akibatnya terjadi perpindahan bahkan hilangnya habitat bagi sebagian spesies hewan. Spesies tanaman di daratan maupun perairan juga ikut terkena dampak khususnya terhadap perubahan suhu.  

3. Hujan asam  

Gas berbahaya seperti Nitrogen Oksida dan Sulfur Oksida dilepaskan ke atmosfer selama pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan batu bara. Saat hujan, tetesan air bergabung dengan polutan udara ini menjadi asam dan kemudian jatuh ke tanah dalam bentuk hujan asam. Hujan asam dapat menyebabkan kerusakan besar pada manusia, hewan dan tanaman.  

4. Eutrofikasi  

Eutrofikasi adalah kondisi di mana sejumlah besar nitrogen dalam beberapa polutan bahan kimia berkembang di permukaan laut. Akibatnya, muncul ganggang yang berdampak buruk pada spesies ikan, tanaman dan hewan. Efek negatif pada satwa liar Sama seperti manusia, hewan juga terkena dampak buruk akibat polusi udara. Bahan kimia beracun di udara memaksa spesies satwa liar pindah ke tempat baru. Polutan beracun mengendap di atas permukaan air dan juga dapat memengaruhi hewan laut.  

5. Penipisan lapisan ozon  

Ozon ada di stratosfer bumi dan berfungsi melindungi manusia dari sinar ultraviolet (UV) yang berbahaya. Lapisan ozon yang menipis berakibat tembusnya sinar UV ke bumi dan menyebabkan masalah kulit dan mata. 

 E. Solusi pencemaran udara  

Ada beberapa cara untuk mengurangi pencemaran udara yaitu :  

1. Gunakan moda transportasi umum untuk mengurangi polusi. Hemat energi dengan mengurangi penggunaan elektronik sehingga mengurangi jumlah bahan bakar fosil yang akan dibakar. 

2. Memahami konsep Reduce (mengurangi), Reuse (gunakan kembali) dan Recycle (daur ulang). 

3. Penggunaan energi bersih seperti matahari, angin dan panas bumi mulai marak dewasa ini. 

4. Pemerintah berbagai negara berusaha mengajak warganya menggunakan panel surya untuk menekan polusi udara.  

5. Gunakan perangkat hemat energi sebab mengkonsumsi lebih sedikit listrik, menurunkan tagihan biaya dan membantu menegurangi polusi. 

 

KESIMPULAN  

Pencemaran udara adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam udara dan atau berubahnya tatanan (komposisi) udara oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, sehingga kualitas udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Akibat pencemaran udara dapat membahayakan kesehatan manusia, kelestarian tanaman dan hewan, dapat merusak bahanbahan, menurunkan daya penglihatan, serta menghasilkan bau yang tidak menyenangkan.  

Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah pencemaran udara adalah penghijauan atau pengadaan hutan kota (ruang terbuka hijau); dapat berbentuk tanaman, jalur hijau, kebun, pekarangan, dan hutan yang dapat berfungsi sebagai paru-paru kota, dan dapat menyediakan oksigen yang diperlukan oleh manusia dan menurunkan kadar beberapa pencemar udara. 

DAFTAR PUSTAKA  

Kangmaruf,2015. Pencemaran udara dan permasalahannya. https://mydokterhewan.blogspot.com/ 

Editor, 2017. Pencemaran udara. https://lingkunganhidup.co/ 

 

Minggu, 01 November 2020

Mengenal Insektisida pada Industri Argokimia

Oleh : Indah Setyawati (@R13-Indah)




Sumber : https://www.pioneer.com/

Abstrak : Insektisida digunakan untuk menghancurkan serangga. Insektisida dapat berupa ovisida yang membunuh telur, larvisida untuk membunuh larva. Contoh pestisida: Organoklorin, organofosfat, karbamat dan piretroid. Pengguna insektisida dalam pengendalian nyamuk/serangga rumah tangga di Jakarta terdapat sebanyak 80%. Sekitar 36,6% menggunakan insektisida semprot/aerosol, 14,8 % insektisida koil/bakar, 15,6% insektisida oles, 12% insektisida elektrik, 12,3% insektisida kombinasi antara bakar, semprot dan oles.

Kata kunci : agrokimia, insektisida, hama, pertanian

Pendahuluan

Agrokimia atau agrochemical, adalah nama umum yang diberikan untuk bahan kimia yang digunakan di pertanian, yang berfungsi untuk membantu pertumbuhan dan keamanan tanaman dan hasil panen. Agrokimia diproduksi untuk melindungi tanaman pertanian dari hama dan untuk meningkatkan hasil panen. agrokimia merupakan seseuatu yang berharga untuk pertanian.

Permasalahan

1.      Apa yang di maksud dengan insektisida?

2.      Apa fungsi dari insektisida ?

3.      Kandungan apa saja yang ada pada insektisida ?

Pembahasan



A.                A. Pengertian Insektisida

Insektisida adalah kolobaorasi yang tercampur dengan bahan kimia dengan sifat racun sehingga kerapkali dipergunakan untuk membunuh serangga. Insektisida adalah bahan-bahan kimia bersifat racun yang dipakai untuk membunuh serangga.  Insektisida dapat memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, tingkah laku, perkembangbiakan, kesehatan, sistem hormon, sistem pencernaan, serta aktivitas biologis lainnya hingga berujung pada kematian serangga pengganggu tanaman. Insektisida termasuk salah satu jenis pestisida.

B.     Sejarah Penggunaan Insektisida

Para pekerja kebun diketahui telah menggunakan sabun untuk mengontrol pertumbuhan hama serangga sejak awal tahun 1800an. Di awal abad ke 19, sabun yang terbuat dari minyak ikan paling banyak digunakan. Cara-cara tersebut cukup efektif, meski harus diberikan berkali-kali dan kadang justru mematikan tanaman. Belakangan diketahui juga adanya penggunaan campuran bawang putih, bawang merah, dan lada atau berbagai jenis makanan lainnya, tetapi tidak cukup efektif membunuh serangga.

Penggunaan insektisida sintetik pertama dimulai pada tahun 1930an dan mulai meluas setelah berakhirnya Perang Dunia II. Pada tahun 1945 hingga 1965, insektisida golongan organoklorin  dipakai secara luas baik untuk pertanian maupun kehutanan. Salah satu produk yang paling terkenal adalah insektisida DDT yang dikomersialkan sejak tahun 1946. Selanjutnya mulai bermunculan golongan insektisida sintetik lain seperti organofosfat, karbamat, dan pirethroid pada tahun 1970an.

Sejak tahun 1995, tanaman transgenik yang membawa gen resistensi terhadap serangga mulai digunakan.

 

C.     Jenis – Jenis Insektisida

Insektisida dibedakan menjadi dua golongan, yakni;

1.      Organik.

Pengertian insekstisida organik adalah bahah kimia yang dapat mengandung unsur karbon untuk membunuh serangga yang menganggu tanaman. Sehingga inteksida ini umumnya dapat bersifat alami, adalah diperoleh dari makhluk hidup sehingga disebut insektisida hayati.

2.      Anorganik.

Sedangkan insektisida anorganik adalah bahan kimia yang biasanya diproduksi oleh perusahaan dengan menamkankan pada penghacur hama, sesuai dengan ketentuan dalam pengguanaannya.

 

D.             D.   Kandungan Dalam Insektisida

Adapaun untuk beberapa kandungan senyawa dalam insekstisida ini, antara lain adalah sebagai berikut;

1.      Senyawa Organosofat

Insektisida golongan ini bisa dibuat dari molekul organik dengan penambahan fosfat. Insektisida sintetik yang masuk dalam golongan ini ialah Chlorpyrifos, Chlorpyrifos-methyl, Diazinon, Dichlorvos, Pirimphos-methyl, Fenitrothion, serta Malathion.

2.      Senyawa Organoklorin

Insektisida golongan ini bisa dibuat dari molekul organik dengan penambahan klorin. Insektisida organoklorin bisa bersifat sangat persisten, di mana senyawa ini mashi tetap aktif hingga bertahun-tahun. Oleh karena itu, kini insektisida golongan organoklorin sudah dilarang penggunaannya karena begitu memberikan dampak buruk terhadap lingkungan.

3.      Karbamat

Insektisida golongan karbamat diketahui sangat efektif yaitu mematikan banyak jenis hama pada suhu tinggi serta meninggalkan residu dalam jumlah sedang. Namun, insektisida karbamat akan dapat terurai pada suasana yang terlalu basa. Salah satu contoh karbamat yang sering dipakai ialah bendiokarbamat.

4.      Pirethrin atau Pirethroid Sintetik

Insektisida golongan ini terdiri dari dua katergori, ialah berisfat fotostabil serta bersfiat tidak non fotostabil namun kemostabil. Produknya sering dicampur dengan senyawa lain untuk dapat menghasilkan efek yang lebih baik. Salah satu contoh produk insektisida ini ialah Permethrin.

5.      Pengatur Tumbuh Serangga

Insektisida golongan ini adalah hormon yang berperan dalam siklus pertumbuhan serangga, misalnya yaitu menghambat perkembangan normal. Beberapa contoh produknya ialah Methoprene, Hydramethylnon, Pyriproxyfen, serta Flufenoxuron.

6.      Fumigan

Fumigan ialah gas-gas mudah menguap yang dapat membunuh hama serangga. Fumigan hanya boleh digunakan yaitu oleh personel terlatih karena tingkat toksisitasnya yang tinggi. Contoh-contohnya ialah Metil Bromida (CH3Br), Aluminium Fosfit, Magnesium Fosfit, Kalsium Sianida, serta Hidrogen Sianida.

 

E.     Fungsi Insektisida






Sumber : https://8villages.com/

Insektisida berguna untuk dapat mengendalikan berbagai hama serta mengatur dan atau menstimulir pertumbuhan tanaman atau bagian-bagian tanaman sehingga bisa memaksimalkan hasil pertanian. Meskipun kanduangan dari pestisida tersebut berbahaya bagi lingkungan.

 

F.      Efek Penggunaan Insektisida

Insektisida sering kali digunakan melebihi dosis yang seharusnya karena petani beranggapan semakin banyak insektisida yang diaplikasikan maka akan semakin bagus hasilnya. Beberapa petani bahkan mencampurkan perekat pada insektisidanya agar tidak mudah larut terbawa air hujan. Namun, penggunaan perekat ini justru mengakibatkan tingginya jumlah residu pestisida pada hasil panen yang nantinya akan menjadi bahan konsumsi manusia.  Menurut data WHO sekitar 500 ribu orang meninggal dunia setiap tahunnya dan diperkirakan 5 ribu orang meninggal setiap 1 jam 45 menit akibat pestisida dan/atau insektisida 

Penggunaan insektisida sintetik juga dapat mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan. Hal ini dikarenakan insektisida tertentu dapat tersimpan di dalam tanah selama bertahun-tahun, dapat merusak komposisi mikrob tanah, serta mengganggu ekosistem perairan

 

Kesimpulan

Insektisida termasuk salah satu jenis pestisida. Insektisida adalah senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh serangga pengganggu (hama serangga). Insektisida bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan, tingkah laku, perkembang biakan, kesehatan, memengaruhi hormon, penghambat makan, membuat mandul, sebagai pemikat, penolak, serta aktifitas lainnya yang dapat memengaruhi organisme pengganggu tanaman. Efek insektisida  tidak hanya berpengaruh pada hama, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan manusia. Gangguan kesehatan yang disebabkan paparan pestisida bisa berupa kerusakan saraf, iritasi kulit dan mata, hingga kanker.

 

Daftar Pustaka

Reagan, 2020. Ragam insektisida dan manfaatnya dalam dunia pertanian. http://kitacerdas.com/definisi-insektisida/

Materi, pertanian, 2018. Insektisida. https://dosenpertanian.com/pengertian-insektisida/

 Thohari, anwar, 2018. Argokimia, jenis, dan efeknya. https://sainskimia.com/agrokimia-jenis-dan-efeknya/

 


Minggu, 11 Oktober 2020

Kandungan Kimia dalam Pasta Gigi

Oleh : Indah Setyawati (@R13-Indah)

sumber: https://health.grid.id/

Abstrak

Karies gigi pada anak usia dini masih banyak terjadi. Sebagian penyebabnya adalah kebersihan gigi yang kurang, anak belum bisa memelihara kesehatan gigi dan mulutnya secara mandiri. Salah satu bahan bantu untuk membersihkan gigi adalah pasta gigi. Pemilihan bahan tersebut harus tepat, agar menghasilkan kebersihan yang optimal dan tidak memberikan dampak negatif. Produk dipasaran yang ditawarkan umumnya mengaku yang terbaik, dengan keunggulan yang ditonjolkan masing-masing, mulai dari mengandalkan merk, kemasan yang menarik, harga rendah, kualitas yang ditonjolkan. Namun kita harus mencermati bahan – bahan kimia yang terdapat pada komposisi pasta gigi. Penambahan kandungan bahan kimia pada pasta gigi membuat gigi menjadi tidak sehat atau rusak, misal ada plak gigi, warna gigi tidak putih bersih.

Keyword: pasta gigi, bahan kimia, flouride

Pendahuluan

Kimia adalah cabang dari ilmu fisik yang mempelajari tentang susunan, struktur, sifat, dan perubahan materi. Ilmu kimia meliputi topik-topik seperti sifat-sifat atom, cara atom membentuk ikatan kimia untuk menghasilkan senyawa kimia, interaksi zat-zat melalui gaya antarmolekul yang menghasilkan sifat-sifat umum dari materi, dan interaksi antar zat melalui reaksi kimia untuk membentuk zat-zat yang berbeda. 

Pasta gigi adalah bahan semi aqueous yang digunakan bersama-sama sikat gigi untuk membersihkan deposit dan memoles seluruh permukaan gigi serta memberi rasa nyaman pada rongga mulut. Penambahan aroma akan memberikan rasa nyaman dan menyegarkan pada rongga mulut. Definisi pasta gigi yang dikeluarkan oleh American Council on Dental Therapeutics (1970). Pasta gigi adalah suatu bahan yang digunakan dengan sikat gigi untuk membersihkan tempat-tempat yang tidak dapat dicapai. Menyikat gigi menggunakan pasta gigi dianjurkan dua kali sehari, yaitu sesudah makanan dan sebelum tidur

Metode permasalahan

Pasta gigi sudah menjadi kebutuhan sehari-hari yang harus dibeli saat belanja di supermarket. Setiap hari paling tidak pasta gigi digunakan minimal dua kali untuk membersihkan gigi. Pasta gigi mempunyai banyak rasa dan juga dijual dalam berbagai fungsi tertentu, seperti pasta gigi dengan fungsi memutihkan gigi, membersihkan dan melindungi gigi dari bakteri, membuat mulut terasa segar sepanjang hari, mencegah gigi berlubang, dan masih banyak lagi.

Sebenarnya, apa sih kandungan yang terdapat dalam pasta gigi sehingga sangat bermanfaat untuk gigi?

Kandungan dalam pasta gigi

Beberapa komposisi bahan pada pasta gigi adalah:

1. Agen abrasif. Merupakan bahan kasar, seperti kalsium karbonat, dikalsium fosfat dihidrat, dan magnesium trisilikat. Agen abrasif berfungsi untuk membantu mengusir sisa makanan, bakteri, dan beberapa noda di gigi.

2. Perasa. Pemanis buatan, termasuk sakarin yang sering ditambahkan pada pasta gigi untuk membuat rasanya lebih baik. Rasa pasta gigi biasanya merupakan campuran dari beberapa komponen. Pasta gigi tersedia dalam banyak rasa, seperti rasa mint, lemon-lime, dan bahkan rasa permen karet serta buah-buahan (untuk anak-anak). Mayoritas orang lebih memilih pasta gigi yang memiliki rasa mint yang membuat mulut terasa segar dan bersih, meskipun hanya beberapa menit. Sensasi ini biasanya timbul karena kandungan perasa dan detergen dalam pasta gigi yang menyebabkan iritasi ringan pada mukosa mulut.

3. Pewarna. Juga ditambahkan ke pasta gigi, seperti titanium dioksida untuk pasta putih dan berbagai pewarna makanan untuk pasta atau gel berwarna.

4. Humektan. Digunakan dalam pasta gigi untuk mencegah hilangnya air dalam pasta gigi sehingga pasta gigi tidak menjadi keras ketika terkena udara saat dibuka. Humektan yang paling sering digunakan adalah gliserol dan sorbitol. Sorbitol dengan dosis besar dapat menyebabkan diare karena bertindak sebagai pencahar osmotik. FAO/WHO merekomendasikan penggunaan sorbitol dibatasi sebesar 150 mg/kg/hari. Oleh karena itu, penggunaan 60-70% pasta gigi yang mengandung sorbitol oleh anak kecil harus diawasi oleh orang tua.

5. Zat pengikat. Zat pengikat merupakan koloid hidrofilik yang mengikat air dan digunakan untuk menstabilkan formulasi pasta gigi dengan mencegah pemisahan fase padat dan fase cair. Contoh zat pengikat yang digunakan adalah karet alami (karaya dan tragakan), koloid rumput laut (alginat dan karet karagenan), dan selulosa sintetis (karboksimetil selulosa dan selulosa hidroksietil).

6. Deterjen. Deterjen, seperti natrium lauril sulfat, menghasilkan busa ketika Anda menyikat gigi. Deterjen membantu menghilangkan tumpukan dan emulsi plak pada gigi.

7. Fluoride sangat penting bagi kesehatan gigi karena penggunaan fluoride pada pasta gigi dapat mengurangi risiko karies gigi. Seperti dilansir dari dentalhealth, penurunan prevalensi karies gigi yang tercatat di negara-negara maju selama 30 tahun terakhir dapat dikaitkan dengan meluasnya penggunaan pasta gigi yang mengandung fluoride. Sekarang ini, banyak pasta gigi yang mengandung 0,1% (1000 ppm) fluoride, biasanya dalam bentuk sodium monofluorofosfat (MFP). 100 g pasta gigi mengandung 0,76 g MFP (setara dengan 0,1 g fluoride).

 

Hasih dan pembahasan

Zat kimia yang terkandung dalam pasta gigi dapat menembus kulit di rongga mulut, memasuki darah, dan mulai terakumulasi dalam tubuh sehingga menyebabkan efek samping.


. Beberapa kandungan dalam pasta gigi yang dilaporkan memiliki efek samping bagi tubuh antara lain:

1. Detergen Menurut beberapa penelitian, sodium lauryl sulfate (SLS) dapat menyebabkan sariawan pada mulut.

2. Agen perasa Agen perasa, seperti spearmint, peppermint, menthol, carvone, cinnamal, anethole, dilaporkan pernah menyebabkan alergi pada rongga mulut penggunanya.

3. Fluoride Pasta gigi yang aman untuk anak-anak mengandung fluoride sebanyak 250-500 ppm, dengan catatan jangan sampai tertelan oleh anak. Adapun, untuk dewasa, kandungan fluoride maksimum adalah 1.000 ppm. Penggunaan fluoride yang berlebihan dapat menyebabkan fluorosis pada email gigi, bahkan membahayakan organ dalam tubuh lainnya.

4. Agen antibakteri – triclosan Dilaporkan dapat menyebabkan alergi pada rongga mulut anak-anak.

5. Propolis, hexylresorcinol, azulene, dipentene, cocamidopropyl betaine, dan parabens juga dilaporkan menyebabkan alergi pada beberapa pasien. Sementara itu, logam belum pernah digunakan atau ditemukan di dalam komposisi pasta gigi.

Untuk menghindari efek negatif dari pasta gigi, cara pengaplikasian pasta gigi untuk anak di atas usia dua tahun dan dewasa yang dianjurkan oleh asosiasi kedokteran gigi dunia adalah dengan menekan pasta gigi masuk hingga ke sela-sela bulu pasta gigi, sebesar biji kacang polong.


Kesimpualan

Pasta gigi adalah bahan semi aqueous yang digunakan bersama-sama sikat gigi untuk membersihkan deposit dan memoles seluruh permukaan gigi serta memberi rasa nyaman pada rongga mulut. Di balik manfaatnya merawat gigi, kandungan pasta gigi ternyata punya dampak negatif bagi kesehatan

Penggunaan pasta gigi yang berlebihan memiliki efek samping yang kurang baik bagi kesehatan kita. Ada beberapa kandungan dalam pasta gigi yang dilaporkan memiliki efek samping bagi tubuh

Daftar pustaka


vertamala, Arinda. 2020. Mengenal kandungan dalam pasta gigi. Jakarta: hallodoc

fajri, Wardah. 2013. Efek samping pakai pasta gigi berlebihan. Jakarta : kompas