.

Tampilkan postingan dengan label @Q07-Revy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @Q07-Revy. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Maret 2020

TINJAUAN KIMIA HIJAU PADA KEHIDUPAN SEHARI-HARI


Disusun Oleh : Revy Kisworo

ABSTRAK

Kimia hijau membentuk atau mentransformasi materi dengan proses yang dirancang dengan hati-hati sehingga optimal dalam hal produk yang dihasilkan termasuk efisiensi yang dicapai, sehingga baik bahan dasar, proses, dan produk yang dihasilkan akan ramah lingkungan. Dengan penerapan kimia hijau ini maka proses penciptaan materi baru dilakukan dengan berusaha mengurangi atau menghilangkan penggunaan atau produk bahan kimia berbahaya dari mulai perancangan, produksi, dan pemanfaataan bahan kimia tersebut. Motto utama dari pendekatan kimia hijau adalah lebih baik, lebih mudah, dan lebih murah untuk merancang, dan mengembangkan proses-proses dan senyawa yang ramah lingkungan daripada mengatasi akibat buruk dari proses dan produk kimia yang berbahaya bagi lingkungan. Dengan kata lain, mencegah terjadinya polusi lingkungan oleh proses dan produk kimia yang berbahaya jauh lebih baik daripada menangani polusi kimia yang sudah terjadi.

PENDAHULUAN

Penerapan kimia hijau tersebut merupakan reaksi terhadap pengembangan dan pemanfaatan zat-zat kimia yang tanpa kendali sehingga menjadi kontaminan di alam, yang masuk dalam tubuh manusia dan mahluk hidup lain termasuk hewan dan tumbuhan, melalui tanah, air, udara, debu, dan sebagai kontaminan pada makanan. Penelitian menunjukkan bahwa banyak zat-zat kimia, seperti yang berasal dari pestisida di daerah tropis, zat pencegah api pada mebel dan elektronik, ternyata didapati pada tubuh mamalia di lautan termasuk di kutub utara. Dengan penerapan kimia hijau untuk pengembangan berkelanjutan di bidang kimia dan teknologi kimia, oleh dunia industri, akademi, dan pemerintahan, maka diharapkan proses-proses sintesa, pengolahan dan aplikasi zat-zat kimia dapat menurunkan ancaman terhadap kesehatan manusia, mahluk hidup, dan lingkungan, dengan tetap memperhatikan efisiensi dan keuntungan

PEMBAHASAN
Teknologi kimia hijau lebih ramah lingkungan daripada sumber daya  alternatif lain, lebih ekonomis daripada sumber daya  alternatif lain, berfungsi lebih baik daripada sumber daya  alternatif lain. Suatu teknologi yang tidak memenuhi salah satu syarat tersebut tidak akan berhasil di pasaran dan lemah dalam pencegahan polusi lingkungan. Jelas kita tidak bisa berkompromi dengan kerusakan lingkungan yang bergerak cepat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan jenis produk yang berpotensi membahayakan alam terus bertambah. Kegiatan laboratorium kimia juga merupakan sumber bahan kimia yang kemudian limbahnya menimbulkan pencemaran lingkungan. Kimia Hijau ditujukan pada dampak produk dan proses industri terhadap lingkungan. Prinsip utamanya adalah mencegah lebih baik daripada mengobati.

Masyarakat Harus Turut Dalam Mendukung Kimia Hijau
Seorang konsumen tentunya memiliki peran penting dalam menekan perusahaan untuk melakukan reformulasi produk menjadi lebih ramah lingkungan. Adanya tekanan dari konsumen merupakan cara yang efektif dalam menghasilkan perubahan. Jika harga, kualitas dan fungsi yang selama ini menjadi fokus utama masyarakat, maka perusahaan akan kurang tertarik dalam mereformulasikan produk yang dihasilkan. Salah satu contoh kimia hijau yang saat ini sudah diterapkan yaitu busa pemadam kebakaran yang dahulu menggunakan surfaktan terflorinasi yang memiliki efek toksik yang tinggi sehingga mengakibatkan akumulasi pada pencemaran lingkungan, hal ini tentunya tanpa disadari akan mengancam kesehatan seseorang. Saat ini bentuk pengembangan kimia hijau yang digunakan adalah busa pemadam kebakaran yang dibuat dari beberapa komponen campuran (surfaktan hidrokarbon, gula, air, dan pelarut) yang dapat mengurangi dampak pencemaran lingkungan dan menghambat korosi.

Adapun 12 prinsip yang dijadikan pedoman untuk prinsip kimia hijau ini adalah :
1. Mencegah terjadinya limbah lebih baik daripada mengolah dan membersihkannya
2. Ekonomi atom, metoda sintesis yang efisien
3. Melakukan sintesis kimia yang tak menghasilkan racun
4. Mendesain senyawa kimia yang tak beracun
5. Pemakaian pelarut dan bahan-bahan yang aman
6. Mendesain pemakaian energi yang efisien
7. Pemakaian bahan baku  yang dapat diperbaharui
8. Mengurangi senyawa turunan yang tak perlu
9. Pemakaian katalis sangat baik secara stoikiometris
10. Desain bahan kimia dan produk yang dapat terurai
11. Pencegahan polusi lingkungan
12. Pencegahan terhadap kecelakaan kerja

            

SARAN & KESIMPULAN
Kimia Hijau berperan  penting dalam  upaya  untuk  mencegah  atau  mengurangi bahaya  polusi akibat bahan kimia beracun dan berbahaya yang menimbulkan masalah lingkungan. Kimia hijau mempunyai  12  prinsip yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari kimia dengan cara mengurangi/mengganti bahan-bahan kimia yang berbahaya yang digunakan dalam suatu senyawa yang tidak menghasilkan limbah berbahaya yang menimbulkan masalah lingkungan.Disebutkan bahwa sebuah reaksi dikatakan hijau jika tidak menghasilkan produk sampingan atau hanya menghasilkan produk samping ramah lingkungan yang mudah dipisahkan, produktifitas dan selektifitas tinggi, (bila mungkin) tidak memerlukan pelarut ataupun jika menggunakan pelarut sebaiknya gunakan air.

DAFTAR PUSTAKA

TEKNOLOGI HIJAU PADA BANGUNAN



Disusun Oleh : Revy Kisworo

ABSTRAK

Konsep bangunan ramah lingkungan atau green building concept adalah terciptanya konstruksi dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan pemakaian produk konstruksi yang ramah lingkungan, efisien dalam pemakaian energi dan sumber daya, serta berbiaya rendah, dan memperhatikan kesehatan, kenyamanan penghuninya yang semuanya berpegang kepada kaidah bersinambungan.Bangunan hijau juga harus dimulai dengan penggunaan lahan yang sesuai dengan tata ruang kota dan merupakan daerah peruntukan. Selain itu Green Building juga memperhatikan sampai taraf pengoperasian hingga dalam operasional pemeliharaannya. Manfaat Pembangunan Green Building meliputi manfaat lingkungan, manfaat ekonomi, manfaat sosial. Setiap kawasan memiliki peraturan mendirikan bangunan yang harus dipatuhi seperti Koefisien Dasar Bangunan (KDB), Koefisien Lantai Bangunan (KLB), Garis Sepadan Bangunan (GSB), dan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Kata Kunci : Bangunan Ramah Lingkungan, Perkembangan Bangunan, Green Building

PENDAHULUAN

Perkembangan bangunan yang merupakan salah satu sektor penyumbang terbesar terjadinya pemanasan global. Semen sebagai bahan utama dalam pembangunan, ternyata dalam produksinya merupakan penyumbang gas CO2 yang cukup besar. Data dari Inter-Governmental Panel on climate Change/IPCC pabrik semen dalam setahun menghasilkan gas CO2 sekitar 930 juta ton, menempati urutan kedua setelah pembangkit tenaga lintrik atau dengan kata lain berkontribusi sekitar 7% dari total emisi gas CO2 yang berkisar 13.470 juta ton/tahun. Gerakan konstruksi hijau ini mengarah pada keberlanjutan atau sustainabilitas yang mengedepankan keseimbangan antara keuntungan jangka pendek terhadap resiko jangka panjang. Bentuk usaha dalam pengelolaan tidak merusak kesehatan, keamanan dan kesejahteraan masa depan, memperhatikan aspek lingkungan atau yang bernuansa alam. Kegiatan konstruksi dan operasional bangunan menggunakan hampir 40 % dari seluruh energi dan sumber daya alam, 40 % dari emisi gas rumah kaca dihasilkan dari industri konstruksi, dan 40 % menghasilkan limbah konstruksi dan bangunan

PEMBAHASAN

Metode Metode analisis dilakukan dengan membandingkan kriteria green material yang berasal dari peran kebijakan pemerintah serta peran Green Building Council Indonesia (GBCI) yang didasarkan pada siklus pengadaan material bangunan. Kriteria green material didapatkan dari kebiakan pemerintah yang tertuang dalam peraturan serta kriteria GBCI yang tertuang dalam GREENSHIP. Analisis dilakukan dengan mengkategorikan masing-masing kriteria ke dalam siklus pengadaan material bangunan (building material life cycle), sehingga didapatkan peran kriteria green material pada masing-masing tahapan pengadaan. Analisis dan Interpretasi Pembahasan dalam penulisan ini adalah analisis penerapan aspek Green Material dalam kriteria bangunan ramah lingkungan di Indonesia, yaitu dilihat dari peran kebijakan pemerintah berupa peraturan yang berlaku dan peran lembaga penilaian bangunan ramah lingkungan dari Green Building Council Indonesia (GBCI) berupa GREENSHIP. Kemudian kriteria ini akan dihubungkan dengan siklus pengadaan material bangunan (building material life cycle). Seluruh aktivitas dari pengguna ruang sangat menentukan berhasil atau tidaknya penerapan konsep bangunan hijau itu sendiri. Faktor ini sangat dipengaruhi oleh faktor keterlibatan manusia sebagai salah satu sumber daya yang memegang peranan penting dalam keberlangsungan suatu bangunan hijau, contohnya pihak manajemen pengguna sebagai pihak yang memegang tanggung jawab dalam manajemen ruang tersebut. Segala sesuatunya sudah harus dipertimbangkan mulai dari tahap perencanaan / desain hingga tahap operasional, termasuk aktivitas konstruksi yang berkonsep ramah lingkungan sampai dengan pelatihan-pelatihan untuk karyawan sebagai pengguna ruang sebagai sarana edukasi mengenai lingkungan dan aktivitas dalam ruang tersebut. Selain itu, melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat mendorong perilaku ramah lingkungan juga edukasi mengenai penghematan sumber daya dan kesehatan pada pengguna gedung, perubahan perilaku menuju konsep hijau akan terpenuhi. Pelatihan-pelatihan tersebut sebaiknya juga dilakukan secara berkala mengingat cepatnya perkembangan informasi dan teknologi yang terkait dengan lingkungan dan memungkinkannya terjadi pergantian sumber daya manusia dalam ruang tersebut, termasuk jika terdapat penerapan aplikasi invensi teknologi dan manajemen yang mendukung tujuan bangunan hijau.



http://febbypunya.blogspot.com/2017/10/penerapan-green-architecture-pada.html


SARAN & KESIMPULAN
pengelompokan/bagian yang perlu diperhatikan, yakni ruang terbuka hijau baik itu melalui area terbuka tidak terbangun, maupun dengan pemanfaatan teknologi seperti green roof dan green wall, sistem sanitasi yang mendukung penghematan dan ketersediaan air bersih, efisiensi penggunaan energi (termasuk listrik) melalui pemanfaatan teknologi bahan bangunan, serta pengolahan limbah rumah tangga (sampah) yang dapat memberi nilai tambah bagi penghuninya. Semua hal di atas diarahkan pada perencanaan yang memperhatikan konsep ekologis dan dapat dijadikan pedoman dalam merencanakan dan membangun rumah yang ramah lingkungan. Menciptakan lingkungan hunian yang nyaman perlu dimulai dengan tindakan nyata dan dapat dilakukan dengan hal-hal kecil terlebih dahulu kemudian menjadikan hal itu sebagai kebiasaan, misalnya merawat tanaman, hemat dalam penggunaan air dan listrik, memilah-milah sampah, dan lain sebagainya. Optimisme dalam menciptakan masa depan bumi yang lebih sehat dan nyaman dapat terasa jika seluruh elemen masyarakat menyadari pentingnya hidup yang selaras dengan alam.


Kamis, 27 Februari 2020

PENERAPAN INDUSTRI HIJAU UNTUK PABRIK INDUSTRI



Disusun Oleh : Revy Kisworo

ABSTRAK

Isu lingkungan menjadi isu global sekarang ini dengan semakin banyaknya lembaga peduli lingkungan yang mempromosikan dan mengajak seluruh kalangan untuk menjaga lingkungan. Industri dinilai menjadi salah satu penyebab isu lingkungan saat ini industri merupakan penyumbang gas CO2, limbah B3, dan limbah padat maupun cair yang sangat membahayakan Selain penyumbang limbah, industri manufaktur juga diklaim sebagai pengguna sumber daya alam dan energi terbesar. Masyarakat mengatakan bahwa menjaga lingkungan menjadi sangat penting sekarang ini, berbagai tekanan dari berbagai pihak mulai dari masyarakat sekitar hingga permintaan pasar akan proses produksi dan produk yang ramah lingkungan. Upaya untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang diakibatkan oleh industri telah banyak dikembangkan oleh masyarakat ataupun industri itu sendiri.

Kata Kunci : Industri Hijau, Karakteristik Industri Hijau, Penerapan Industri Hijau

PENDAHULUAN
Industri hijau merupakan industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan, sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Standar Industri Hijau yaitu penerapan industri yang terkait dengan bahan baku, bahan penolong, energi, proses produksi, produk, manajemen pengusahaan, pengelolaan limbah dan/atau aspek lain yang dibakukan dan disusun secara konsensus oleh semua pihak terkait yang bertujuan untuk mewujudkan industri hijau.

PEMBAHASAN
Melalui Standar Industri Hijau, perusahaan diarahkan untuk lebih efisien dan efektif dalam menggunakan sumber daya alam, bahan baku, energi, air, dan lingkungan hidup serta terus melakukan continuous improvement. Pada  2019, sebanyak 18 perusahaan industri berhasil mendapatkan Sertifikat Industri Hijau. Perusahaan-perusahaan tersebut berhak menggunakan logo industri hijau sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.




KARAKTERISTIK INDUSTRI HIJAU

Hemat dalam menggunakan bahan baku/penolong, energi dan air, Menggunakan kemasan yang dapat di daur ulang dan ekonomis, Menggunakan energi alternative maka dampaknya bisa menghasilkan limbah yang sedikit. Untuk itu sangat dianjurkan apabila suatu perusahaan menyusun Program Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK), yang sudah diterapkan pada Teknis Konservasi Energi dan Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca Pada Industri Pupuk, Keramik, Kimia, Tekstil; Agrokimia, Makanan dan Minuman, serta Pedoman Perhitungan Karbon Pada Industri Baja dan Industri Pulp Kertas, Petunjuk Teknis Perhitungan dan Pelaporan Emisi CO2 Industri Semen.

Apabila perusahaan industri yang telah mendapatkan Sertifikat Industri Hijau berhak menggunakan Logo Industri Hijau dengan syarat :
1. Logo Industri Hijau boleh digunakan di tempat yang mudah terlihat
2. Logo Industri Hijau diharapkan dapat meningkatkan brand value suatu produk 
3. Karena logo tersebut merupakan jaminan bahwa perusahaan industri telah menerapkan proses produksi yang berkelanjutan.


SARAN DAN KESIMPULAN

Penerapan produksi bersih di sektor industri, dengan mendorong pelaku industri menerapkan produksi bersih, terutama untuk mendorong pelaku IKM agar menerapkan produksi bersih. Program-program yang telah dilakukan diantaranya adalah menyusun pedoman teknis produksi bersih untuk beberapa komoditi industri dan memberikan bantuan teknis kepada beberapa industri.
Penyusunan katalog material input ramah lingkungan, penyusunan katalog ini bertujuan untuk menyediakan informasi bagi pelaku industri dalam memilih bahan baku dan bahan penolong yang lebih ramah lingkungan. Pada tahun 2012 telah disusun katalog untuk komoditi industri tekstil, keramik dan makanan. Penyusunan katalog ini akan terus dilakukan dalam rangka mendorong pelaku industri menuju industri hijau.


DAFTAR PUSTAKA

Draft permenperint tentang pedoman penyelenggaraan sertifikasi Industri. (2015). http://www.recpindonesia.org/sites/default/files/Presentation%20Materials/Nd264%2003%20Kebijaka



Jumat, 21 Februari 2020

UPAYA TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN



Disusun Oleh :
Revy Kisworo

ABSTRAK

Kondisi bumi yang terus menurun dari tahun ke tahun serta isu tentang pemanasan global sering dibicarakan akhir-akhir ini. Seperti yang kita ketahui dan rasakan, alam di sekitar kitapun memberikan sinyal bahwa telah terjadi kerusakan serius dan jika tidak ditanggulangi dengan segera akan membahayakan masa depan makhluk hidup di dunia ini. Cuaca yang kian memanas, naiknya permukaan air laut diatas ambang normal adalah contoh nyata efek dari pemanasan global. Dapat diungkapkan bahwa aktifitas pabrik dengan berbagai teknologi mesin serta banyaknya kendaraan bermotor di sebut-sebut sebagai penyumbang emisi terbesar di dunia.
Kondisi yang dilematis dirasakan oleh perusahaan-perusahaan di bidang teknologi mesin, baik itu mesin produksi di pabrik, otomotif ataupun mesin-mesin lainnya. Di satu sisi mereka harus memaksimalkan pendapatan dengan menekan biaya produksi sekecil mungkin, namun di sisi lain mereka juga dituntut untuk mengembangkan / menggunakan teknologi terbaru yang ramah akan lingkungan. Sementara seperti yang kita ketahui bersama baik itu bersumber dari teknologi maupun media masa, bahwa biaya untuk mengembangkan teknologi ramah lingkungan membutuhkan investasi yang sangat mahal.
Kata Kunci : Ramah Lingkungan, Teknologi Ramah Lingkungan, Go Green

PENDAHULUAN

Bisa disebutkan teknologi yang dalam pembuatan dan penerapannya menggunakan bahan baku yang ramah lingkungan, dapat melakukan proses yang sangat efektif dan efisien dan mengeluarkan limbah yang minimal sehingga dapat mengurangi dan mencegah terjadinya pencemaran atau kerusakan lingkungan hidup. Sehingga bisa efisien dalam penggunaan sumber daya (air, energi, penggunaan bahan baku, pengunaan bahan kimia).
Definisi tersebut menjadi latar belakang lahirnya bermacam-macam teknologi terapan yang aman dan bersahabat dengan makhluk hidup maupun alam di sekitarnya. Teknologi yang dimaksud telah banyak di aplikasikan dalam kehidupan manusia, termasuk dalam sektor elektronik, konsumen, energi dan industri, bidang lingkungan, dan bidang transportasi.
PEMBAHASAN
Sumber energi kelistrikan dapat berasal dari matahari, angin, dan air. Sumber energi alternatif juga dipilih karena dapat diperbarui dan tidak mencemari lingkungan. Lingkungan sekitar kita tidak lepas dari pemanfaatan teknologi. Diakui memang, untuk bisa mendapatkan teknologi ini dibutuhkan biaya cukup mahal bila dibandingkan membeli peralatan dengan teknologi konvensional. Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan bagi kita utamanya para pengembang untuk menciptakan teknologi hijau yang ramah akan lingkungan namun juga terjangkau harganya (murah). Beberapa contoh teknologi ramah lingkungan antara lain mobil listrik, sel surya, dan biogas.




Refine, yang berarti menggunakan bahan yang ramah lingkungan serta melalui proses yang lebih aman dari teknologi sebelumnya.
Reduce, yang berarti mengurangi jumlah limbah dengan cara mengoptimalkan penggunaan bahan.
Reuse, yang berarti memakai kembali bahan-bahan yang tidak terpakai atau sudah berupa limbah dan diproses dengan cara yang berbeda.
Recycle, yang berarti hampir sama dengan reuse, hanya saja recycle menggunakan kembali bahan-bahan atau limbah dan diproses dengan cara yang sama.
Recovery, yang berarti pemanfaatan material tertentu dari limbah untuk diproses demi keperluan yang lain.
Retrieve Energy, yang berarti penghematan energi dalam suatu proses produksi.

Manfaat dari Konsep Teknologi Ramah Lingkungan

Teknologi yang ramah terhadap lingkungan tentunya memberikan manfaat yang sangat besar bagi kehidupan sehari-hari, antara lain:

1. Teknologi ramah lingkungan sangat efektif dan efisien dalam hal pemanfaatan sumber daya alam, sehingga lingkungan pun dapat tetap terjaga dengan baik.
2. Teknologi ramah lingkungan dapat mengurangi jumlah limbah agar tidak berlebihan, sehingga bisa mencegah pencemaran lingkungan.
3. Teknologi ramah lingkungan mengurangi risiko penurunan kondisi kesehatan makhluk hidup, khususnya manusia.
4. Teknologi ramah lingkungan dapat menekan biaya produksi (hemat) dengan memanfaatkan sumber daya alam sebagai bagian dari teknologi yang mampu menghemat biaya. Contohnya adalah pemanfaatan listrik tenaga surya yang hanya mengandalkan energi matahari tanpa dipungut biaya.






KESIMPULAN

Wujud gaya hidup ramah lingkungan adalah perilaku kehidupan sehari-hari yang  efisien dalam memanfaatkan sumber daya alam (resource efficiency), misalnya memanfaatkan air dan energi untuk listrik, peralatan teknologi, dan moda transportasi yang kita gunakan sehari-hari; yang tidak atau sedikit mencemari lingkungan, misalnya tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan kantong plastik, dan meminimalisasi timbulan sampah dari produk atau makanan yang kita konsumsi serta perilaku atau kebiasaan yang tidak boros menghasilkan karbon yang mengemisi atmosfer dan berkontribusi pada pemansan global (low carbon). Green lifestyle juga mencakup apa yang disebut green skills, atau bentuk kecakapan yang dalam prakteknya berkontribusi pada peningkatan kualitas lingkungan, seperti composting, membuat lubang biopori, menanam dan merawat tanaman, dan lain sebagainya.ada kalanya pola hidup sederhana, apa adanya dan berada di lingkungan kita telah mampu hidup dengan mengadopsi dan beradaptasi dengan pola hidup disesuaikan dnegan kondisi ekologis. Banyak kehidupan lama yang sudah mentradisi yang ramah lingkungan ternyata telah hilang dimakan zaman sejalan dengan kemajuan teknologi dan modernisasi.  Namun banyak pula kemajuan sains dan teknologi semakin memberikan justifikasi akan pentingnya memproteksi ekologis dibalik upaya mencapai kesejahteraan manusia.

SARAN
1.Sikap ramah lingkungan harus tumbuh dari diri kita sendiri, kita harus sadar bahwa “saya  adalah bagian dari lingkungan”.
2.Tidak selalu mengandalkan orang lain untuk menjaga dan melestarikan lingkungan
3.Menanam pohon minimal di lahan rumah sendiri
4.Ikut serta dalam pelestarian hutan dan lingkungan hidup
5.Tidak merusak lingkungan sekecil apapun.
Contoh : Menebang pohon liar, membuang sampah sembarangan, menggunakan kendaraan bermotor berlebihan dll.

MENGOLAH AIR BERSIH YANG TERCEMAR


Disusun Oleh : Revy Kisworo

ABSTRAK

Saat bencana terjadi, kelangkaan air bersih tentunya menjadi masalah yang perlu diperhatikan. Pada kondisi ini banyak sumber air yang mengalami pencemaran. Lalu bagaimana caranya mengolah air bersih yang terkena pencemaran? Dua pertiga dari berat tubuh manusia adalah air. Hal ini membuat manusia mampu bertahan hidup tanpa makanan selama tiga minggu, tetapi tidak mungkin hidup tanpa air selama lebih dari tiga hari. Kondisi air yang dikategorikan aman dan sehat dikonsumsi adalah jernih, tak berwarna, tak berbau, tak berasa, bebas dari penyakit yang mengandung mikroorgansime dan bebas zat kimia berbahaya. Dengan adanya bencana alam tentunya membuat banyak sumber mata air bersih tercemar, baik karena bahaya biologis (seperti virus, bakteri atau cacing) maupun bahaya kimia (seperti deterjen, pelarut, sianida, logam berat, asam mineral dan organik, senyawa nitrogen, sulfida, amoniak dan senyawa organik beracun biosidal varietas besar).

Kata Kunci : Air bersih, Pengolahan Air, Proses Penyaringan Air

PENDAHULUAN
Salah satu jenis sumberdaya berbasis air yang bermutu baik dan biasa dimanfaatkan oleh manusia untuk dikonsumsi atau dalam melakukan aktivitas mereka sehari-hari termasuk diantaranya adalah sanitasi. Untuk konsumsi air bersih menurut departemen kesehatan, syarat-syarat air bersih layak dikonsumsi adalah tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak mengandung logam berat. Walaupun air dari sumber alam dapat diminum oleh manusia, terdapat risiko bahwa air ini telah tercemar oleh bakteri (misalnya Escherichia coli) atau zat-zat berbahaya. Walaupun bakteri dapat dibunuh dengan memasak air hingga 100 °C, banyak zat berbahaya, terutama logam, tidak dapat dihilangkan dengan cara ini. air yang biasa dipergunakan untuk keperluan rumah tangga yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan apabila diminum harus dimasak terlebih dahulu. Air yang diolah untuk menjadi air bersih berasal dari air permukaan, mata air, dan air tanah.

PEMBAHASAN
Pemurnian air yang banyak dilakukan ada tiga tahap, yaitu penyimpanan, filtrasi dan klorinasi. Tapi sepertinya tiga tahap ini belum cukup untuk benar-benar memurnikan air yang tercemar.
Berikut beberapaa cara lain untuk mengurangi bahaya pencemaran air baik secara biologis maupun kimiawi:

1. Penyaringan dan perebusan
Meski tampak bersih, air yang akan diminum harus disaring dan direbus hingga mendidih setidaknya selama 5-10 menit. Hal ini dapat membunuh bakteri, spora, ova, kista dan mensterilkan air. Proses ini juga menghilangkan karbon dioksida dan pengendapan kalsium karbonat.

2. Disinfeksi kimia
Hal ini berguna untuk memurnikan air yang disimpan pada tempat seperti di genangan air, tangki atau air sumur.

3. Bubuk pemutih
Proses ini merupakan diklorinasi kapur. 2,3 gram bubuk pemutih diperlukan untuk mendisinfeksi 1 meter kubik (1.000 liter) air. Tapi air yang sangat tercemar dan keruh tidak bisa dimurnikan dengan metode ini. Bubuk pemutih merupakan senyawa tidak stabil dengan bau yang menyengat. Ketika senyawa ini terkena udara, cahaya atau kelembaban, maka senyawa ini akan cepat kehilangan kadar klorin, sehingga menjadi tidak efektif.

4. Tablet klorin
Dipasaran, tablet klorin dijual dengan nama tablet halazone. Senyawa ini mungkin cukup mahal tetapi efektif untuk memurnikan air dengan skala kecil. Tablet klorin 'smarter' telah diperkenalkan baru-baru ini. Tablet klorin ini 15-20 kali lebih kuat dari tablet halogen. Satu pil 0.5 gms, cukup untuk mendisinfeksi 20 liter air.

5. Filter
Ada beberapa jenis filter, antara lain filter keramik 'lilin' dan UV filter. Bagian utama dari sebuah filter keramik 'lilin' ini adalah lilin yang terbuat dari porselin atau tanah infusorial. Permukaannya dilapisi dengan katalis perak sehingga bakteri yang masuk ke dalam akan dibunuh. Metode ini menghilangkan bakteri yang biasanya ditemukan dalam minum air, tetapi tidak efektif dengan virus yang bisa lolos saringan.
Alat UV filter umumnya terdiri dari prefilter, yaitu filter kotoran fisik. Kartrid karbon menghilangkan air dari kotoran organik yang berwarna, bau, bebas klorin dan lainnya. Sedangkan berkas sinar UV berfungsi untuk menghilangkan bakteri dan virus.


                           http://nanosmartfilter.com/tag/instalasi-pengolahan-air-limbah/

SARAN DAN KESIMPULAN

Dilakukannya proses dengan penghematan zat kimia pada pengolahan air. Penggunaan bahan kimia dan pemakaian air sesuai dengan bahan baku yang digunakan. Dengan berkurangnya bahan kimia yang dipergunakan secara logis pasti akan berkurang pula kandungan zat pencemar yang terkandung dalam air. Proses mencegah pencemaran dengan melakukan :
1. Pengontrolan penggunaan zat kimia dan air.
2. Modifikasi proses pengurangan penghematan zat kimia dan air subtitusi zat kimia
3. Pemakaian kembali (reuse) dan pengambilan kembali (recycling).

Kamis, 20 Februari 2020

PENCEMARAN AIR PADA IRIGASI SUNGAI SEKITAR AREA INDUSTRI CIU JAWA TENGAH


Disusun Oleh : Revy Kisworo

ABSTRAK

Pencemaran air bisa dikatakan masuknya komponen yang bercampur dengan air sehingga menurunkan kualitas air. Komponen tersebut antara lain adalah unsur, energi, dan zat lainnya.Pencemaran air antara lain adalah pencemaran air laut, pencemaran air tanah, air sungai, dan air danau.
Pencemaran air adalah menurunnya kualitas air akibat masuknya makhluk hidup, zat, energi ke dalam air akibat aktifitas manusia. Penurunan kualitas air tersebut dapat disebabkan secara sengaja oleh aktifitas manusia. Contohnya adalah membuang sampah dan limbah di sungai dan lain – lain.

Kata Kunci : Pencemaran, Limbah Industri, Efek Pencemaran air, Pencemaran Lingkungan

PENDAHULUAN
Air dapat membantu anda membersihkan tubuh sehingga tubuh anda terbebas dari kuman dan penyakit. Oleh karena itu, kita harus menjaga lingkungan kita agar tidak tercemar sehingga air yang kita gunakan selalu bersih. Selain itu air dapat membantu dalam bidang pertanian. Bisa disebutkan air adalah sumber utama penghidupan, termasuk di dalamnya adalah tanaman. Apabila tanaman kekurangan air dapat mengganggu proses metabolisme di dalamnya sehingga dapat menyebabkan layu lalu mati. Air sangat penting dalam mengalirkan irigasi.
Dengan contoh limbah industri menjadi salah satu penyebab utama pencemaran lingkungan. Limbah cair industri yang dibuang ke laut atau sungai tanpa diolah terlebih dahulu dapat mencemari lingkungan perairan. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika sebelum dibuang limbah diolah terlebih dahulu agar tidak membahayakan lingkungan di sekitar kita.

PEMBAHASAN
Pencemaran dapat terjadi karena industri tidak mengikuti peraturan mulai dari izin lingkungan, termasuk tata cara mengolah air limbah sebelum dibuang, air limbah harus memenuhi baku mutu yang ada dan memiliki izin pembuangan air limbah dari bupati/wali kota setempat. Menerbitkan penetapan daya tampung beban pencemaran (DTBP). Dengan mencantumkan beban pencemaran eksisting dan beban pencemaran yang ideal. Sehingga status mutu air sungai tersebut masuk kelas 2. Juga kontribusi beban pencemaran dari sumber-sumber pencemaran yang ada di segmen dan atau kabupaten/kota. DTBP ini jadi dasar bagi pemda untuk menerbitkan izin pembuangan air limbah. Dengan contoh pencemaran air yang terjadi di daerah Solo Jawa Tengah ini diakibatkan dari perindustrian ciu. Efek bau limbah buangan yang diduga berasal dari industri rumahan pembuat ciu tersebut membuat warga kesal, buangan limbah yang diduga berasal dari Desa Bekonang ini dibuang ke saluran irigasi. Limbah buangan Ciu membuat terganggunya irigasi pada pertanian warga setempat. Adanya limbah Ciu yang dibuang ke saluran irigasi baunya begitu menyengat. Pemerintah setempat meninjau sejauh ini dampak dari pembuangan limbah Ciu itu belum berpengaruh terhadap kesehatan warga. Namun, air limbah yang masuk ke saluran irigasi ditakutkan bisa saja masuk ke area persawahan. Bila sudah masuk ke area persawahan, bisa mengancam hasil pertanian mereka.


                                        https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-50342117
KESIMPULAN DAN SARAN
Dengan optimalisasi instalasi pengolah air limbah, ada baiknya warga dan masyarakat setempat bekerja sama mengadakan konsep suaka ikan di sungai. Ada zona-zona khusus di mana ikan dibiarkan berkembang biak dan melarang siapapun menangkap, apalagi sampai mati karena air tercemar. Konsep suaka ikan ini, katanya, mendorong semua pihak, baik industri, instansi terkait, dan warga, bersama menjaga sungai tetap lestari. Ikan jadi penanda air sungai bersih dan memenuhi ambang batas bagi kehidupan. Konsep suaka ikan makin banyak mendapat dukungan, dan mulai tereplikasi di lokasi berbeda untuk merestorasi sungai. Terutama sungai-sungai dengan tingkat pencemaran tinggi.

Sabtu, 15 Februari 2020

SUMBER DAYA AIR PADA KEHIDUPAN


Disusun Oleh : Revy Kisworo

ABSTRAK

Pendayagunaan Sumberdaya Air adalah upaya penatagunaan, penyediaan, penggunaan, pengembangan, dan pengusahaan sumberdaya air secara optimal agar berhasil dan berdaya guna. Kesulitan pemanfaatan sumberdaya air dan layanan air bersih sudah sangat terasa terutama di pusat – pusat pertumbuhan kota yang terus mengalami pertumbuhan penduduk mengikuti laju deret ukur. Kurang efektifnya pengelolaan sumberdaya air dan debit sungai yang memiliki andal cukup besar. Selain itu, ada beberapa masalah terkait sumber daya air meliputi: polusi air, masalah banjir, kekeringan, dan kemunduran masalah kualitas air.

PENDAHULUAN

Sumberdaya Air adalah air, sumber air, dan daya air yang terkandung didalamnya, merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan manfaat untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia dalam segala bidang. Dalam menghadapi ketidakseimbangan antara ketersediaan air yang cenderung menurun dan kebutuhan air yang semakin meningkat, sumberdaya air wajib dikelola dengan memperhatikan fungsi sosial, lingkungan hidup, dan ekonomi secara selaras.

PEMBAHASAN

KUALITAS SUMBERDAYA AIR

Mengacu pada hasil penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa peneliti terdahulu terhadap masyarakat di beberapa tempat di Indonesia, dimana didapat hasil bahwa kebutuhan air bagi masyarakat Indonesia berkisar antara 100 liter sampai dengan 145,2 liter per hari. Untuk mendapatkan hasil kualitas sesuai dengan Standar Kualitas yang dikeluarkan oleh Menkes yakni Kepmenkes 907 tahun 2002 tentang Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum, maka sumberdaya air yang dipergunakan bagi kepentingan masyarakat harus dikelola dan disaring terlebih dahulu.

KEBUTUHAN AIR PADA MASA DEPAN
Air adalah sumber utama kehidupan. Segala bentuk kehidupan di alam ini mutlak memerlukan air dalam proses kehidupannya. Sekitar 70 persen bagian dari tubuh kita terdiri dari air dan tidak seorangpun dapat bertahan hidup lebih dari 5 hari tanpa minum air. Dalam kehidupan sehari-hari, sumber daya air dipergunakan manusia antara lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya seperti minum, mandi, memasak, mencuci, hiasan (kolam dan air mancur), usaha perikanan (ikan, kepiting, udang, kerang), sumber mineral (garam, kalium) dan sumber tambang (minyak bumi, timah, gas alam dan sejenisnya), tempat rekreasi (pantai dan danau yang indah), industri (pabrik dan pembangkit listrik), bertani dan bercocok tanam, peternakan, perdagangan (hotel dan restaurant) transportasi (pelayaran) dan lain-lain. Makhluk hidup lain seperti tumbuhan dan hewan juga memerlukan air untuk bertahan hidup, semua telah diatur dalam keseimbangan ekosistem yang baik di alam. Kebutuhan akan tersedianya air dan energi dengan harga yang terjangkau dalam jumlah dan mutu yang cukup, serta keamanan pangan akan menjadi tantangan utama yang bagi manusia karena bumi sedang mengalami krisis air yang sangat mengkhawatirkan. Walaupun sebagian besar permukaan bumi diselimuti air, hanya beberapa persen saja yang layak untuk dikonsumsi manusia. Ini menjadi masalah karena manusia tidak dapat hidup tanpa air.





KESIMPULAN
Ternyata kita sebagai masyarakat yang peduli akan pentingnya sumber daya air dalam negara Indonesia ini. Pengelolaan sumber daya air sangat menentukan bagaimana kita bisa menjaga dan merawat agar kelak menjadi sumber mata pencaharian untuk anak cucu kita nanti. Pengelolaan sumber daya air harus dilestarikan bukan malah untuk dirusak agar semua umat manusia di dunia dapat merasakan manfaatnya.

SARAN
Sebagai masyarakat yang mengerti betapa pentingnya melestarikan dan mengelola sumber daya air diharapkan pada semua lapiran masyarakat dapat melakukan partisipasi untuk menjaga dan mengelola supaya dapat tetap terjaga sampai nanti.

DAFTAR PUSTAKA
[Departemen PU Direktorat Sumberdaya Air]. (2006). “Inventarisasi Kondisi Sungai dan Muara di Belitung”, Provinsi Bangka Belitung..
https://readersblog.mongabay.co.id/rb/2014/04/17/air-dan-energi-tantangan-keberlanjutan-masa-depan/
M.R. Djuwansah. Pendugaan Potensi Sumberdaya Air di Wilayah Pesisir, Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI.
https://www.pu.go.id/berita/view/12715/pembangunan-bendung-di-papua-untuk-mendukung-ketahanan-pangan

Jumat, 14 Februari 2020

PENCEMARAN UDARA PADA PERTAMBANGAN BATUBARA


Disusun Oleh : Revy Kisworo

ABSTRAK

Batubara merupakan salah satu bahan sumber daya energi yang sangat besar. Indonesia pada tahun 2006 mampu memproduksi batubara sebesar 162 juta ton dan 120 juta ton diantaranya diekspor. Sementara itu sekitar 29 juta ton diekspor ke Jepang. Indonesia memiliki cadangan batubara yang tersebar di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera, sedangkan dalam jumlah kecil, batubara berada di Jawa Barat, Jawa Tengah, Papua, dan Sulawesi. Indonesia memiliki cadangan batubara yang sangat besar dan menduduki posisi ke-4 didunia sebagai Negara pengekspor batubara.



PENDAHULUAN

Di masa yang akan datang  batubara menjadi salah satu sumber energi alternatif potensial untuk menggantikan potensi minyak dan gas bumi yang semakin menipis. Pengembangan  pengusahaan pertambangan batubara secara ekonomis  telah mendatangkan hasil yang cukup besar, baik sebagai pemenuhan kebutuhan dalam negeri maupun sebagai sumber devisa. Bersamaan dengan itu, eksploitasi besar-besaran terhadap batubara secara ekologis sangat memprihatinkan karena menimbulkan dampak yang mengancam kelestarian fungsi lingkungan hidup dan menghambat terselenggaranya sustainable eco-development.

PEMBAHASAN

PENAMBANGAN BATUBARA DAN DAMPAK PENAMBANGAN BATUBARA
Dampak positifnya adalah meningkatnya devisa negaradan pendapatan asli daerah serta menampung tenaga kerja sedangkan dampak negatif dari kegiatan penambangan dapat dikelompokan dalam bentuk kerusakan permukaan bumi, ampas buangan (tailing), kebisingan, polusi udara, menurunnya permukaan bumi, dan kerusakan karena transportasi alat dan pengangut berat. Karena begitu banyak dampak negatif yang ditimbulkan oleh kegiatan penambangan maka perlu kesadaran kita terhadap lingkungan sehingga dapat memenuhi standar lingkungan agar dapat diterima pasar. Apalagi kebanyakan komoditi hasil tambang biasanya dijual dalam bentuk bahan mentah sehingga harus hati-hati dalam pengelolaannya karena bila para pemakai mengetahui bahan mentah yang dibeli mencemari lingkungan, maka dapat dirasakan tamparannya terhadap industri penambangan kita. Sementara itu, harus diketahui pula bahwa pengelolaan sumber daya alam hasil penambangan adalah untuk kemakmuran rakyat. Salah satu caranya adalah dengan pengembangan wilayah atau community development. Perusahaan pertambangan wajib ikut mengembangkan wilayah sekitar lokasi tambang termasuk yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia. Karena hasil tambang suatu saat akan habis maka penglolaan kegiatan penambangan sangat penting dan tidak boleh terjadi kesalahan. Seperti halnya aktifitas pertambangan lain di Indonesia, Pertambangan batubara juga telah menimbulkan dampak kerusakan lingkungan hidup yang cukup besar, baik itu air, tanah,Udara, dan hutan, Air. Disamping itu, penambagan batubara juga menghasilkan gas metana, gas ini mempunyai potensi sebagi gas rumah kaca. Kontribusi gas metana yang diakibatkan oleh aktivitas manusia, memberikan kontribusi sebesar 10,5% pada emisi gas rumah kaca. Dari hasil panel antar Pemerintah Negara anggota PBB tentang Perubahan Iklim, gas metana mempunyai potensi pemanasan global 21 kali lebih besar dibandingkan dengan karbon dioksida selama 100 tahun terakhir. Jika PLTU batubara menghasilkan bahaya pada emisi hasil bakarnya, maka proses penambangan batubara dapat menghasilkan gas-gas berbahaya. Gas-gas berbahaya ini dapat menimbulkan ancaman bagi para pekerja tambang dan merupakan sumber polusi udara. Disamping itu penambangan batubara merusak vegetasi yang ada, menghancurkan profil tanah genetic, menggantikan profil tanah genetic, menghancurkan satwa liar dan habitatnya, degradasi kualitas udara, mengubah pemanfaatan lahan dan hingga pada batas tertentu dapat megubah topografi umum daerah penambangan secara permanen. 




KESIMPULAN
Pada pertambangan batubara rakyat memberikan kontribusi positif maupun negatif terhadap lingkungan sekitar. Lingkungan sosial merasakan dampak positif terutama sosial ekonomi dimana peningkatan pendapatan bagi penambang maupun usaha yang mendukung tambang, misalkan yaitu rumah makan. Sedangkan dampak negatif berdasarkan kerusakan lingkungan yang dirasakan masyarakat yaitu dengan rusaknya bentang alam dimana bekas tambang tidak lagi bisa ditanami tumbuhan, rutinitas banjir setiap kali hujan turun sejak beroperasinya pertambangan batubara dan jalan publik yang rusak menyebabkan banyaknya terjadi tingkat kecelakaan.

SARAN
Dengan orientasi teknologi preventif yaitu pengembangan sarana jalan/jalur khusus untuk   pengangkutan batubara sehingga akan mengurangi masalah transportasi. Pejalan kaki akan terhindar dari ruang udara yang kotor. Menggunakan masker debu agar meminimalkan risiko terpapar/terekspose oleh debu batu bara. Pendekatan lingkungan yang ditujukan bagi penataan   lingkungan sehingga akan terhindar dari kerugian yang ditimbulkan akibat kerusakan lingkungan. Upaya reklamasi dan penghijauan kembali.