Sungai sepanjang 269 Km ini termasuk jajaran 10 besar sungai terkotor di Dunia, Sampah yangikut menalir di atas sungai menjadi bukti nyata bahwa sungai tersebut sangat kotor. Tidak hanya sampah warna sungai citarum yang berubah ubah merupakan adanya pencemaran dari limbah industri maupun rumah tangga yang berlebihan. Sampah di Sungai Citarum 70%nya adalah sampah plastik yang sangat sulit untuk ditangain dan juga sangat berbahaya bagi lingkungan karena tidak dapat didegradasi. Selain sampah plastik limbah Industri yang asal dan membuang limbahnya juga sanat pengaruh terhadap kotornya sunga citarum. pencemaran sungai oleh limbah industri sangat berbahaya karena bisa mengandung racun racun yang berbahaya untu manusia.
Upaya Penangan Pencemaran
Kotornya sungai citarum adalah sebuah momok bagi masyarakat terutama yang tinggal dekan dengan sungai tersebut. Perlu ada penangan yang serius untuk membersihkan sungai tersebut. pembersihan sampah plastik merupakan jalan yang harus dilakukan pemerintah untuk membersihkan sungai citarum. Pemerintah juga harus menindak tegas industri industri yang nakal membuang limbahnya ke sungai citarum. dengan memberi sangsi tegas kepada industri nakal akan sangan mengurangi pencemaran limbah di sungai citarum. Tapi yang terpenting adalah kita sebagai masyarakat punya kesadaran sendiri untuk menjaga lingkungan kita sendiri. tidak membuang sampah ke sungai merupakan tindakan yang paling tepat dilaukan untuk mencegah menambahnya sampah di sungai citarum.
Daftar Pustaka
-Hidayat, Atep Afia dan M. Kholil. 2017. Kimia, Industri dan Teknologi Hijau. Jakarta: Pantona Media
-https://en.m.wikipedia.org/wiki/pencemaran-sungai
Kompas, Laporan Jurnalistik. 2011. Ekspedisi Citarum.Jakarta : Penerbit Buku Kompas
https://regional.kompas.com/read/2017/11/22/20092611/sungai-terkotor-di-dunia-pasok-80-persen-air-untuk-jakarta
http://jurnal.usahid.ac.id/index.php/tekno/article/view/26
Tampilkan postingan dengan label @Proyek H06. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @Proyek H06. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 18 Agustus 2018
CITARUM SUNGAI TERKOTOR PEMASOK AIR
Sungai sepanjang 269 Km ini termasuk jajaran 10 besar sungai terkotor di Dunia, Sampah yangikut menalir di atas sungai menjadi bukti nyata bahwa sungai tersebut sangat kotor. Tidak hanya sampah warna sungai citarum yang berubah ubah merupakan adanya pencemaran dari limbah industri maupun rumah tangga yang berlebihan. Sampah di Sungai Citarum 70%nya adalah sampah plastik yang sangat sulit untuk ditangain dan juga sangat berbahaya bagi lingkungan karena tidak dapat didegradasi. Selain sampah plastik limbah Industri yang asal dan membuang limbahnya juga sanat pengaruh terhadap kotornya sunga citarum. pencemaran sungai oleh limbah industri sangat berbahaya karena bisa mengandung racun racun yang berbahaya untu manusia.
Upaya Penangan Pencemaran
Kotornya sungai citarum adalah sebuah momok bagi masyarakat terutama yang tinggal dekan dengan sungai tersebut. Perlu ada penangan yang serius untuk membersihkan sungai tersebut. pembersihan sampah plastik merupakan jalan yang harus dilakukan pemerintah untuk membersihkan sungai citarum. Pemerintah juga harus menindak tegas industri industri yang nakal membuang limbahnya ke sungai citarum. dengan memberi sangsi tegas kepada industri nakal akan sangan mengurangi pencemaran limbah di sungai citarum. Tapi yang terpenting adalah kita sebagai masyarakat punya kesadaran sendiri untuk menjaga lingkungan kita sendiri. tidak membuang sampah ke sungai merupakan tindakan yang paling tepat dilaukan untuk mencegah menambahnya sampah di sungai citarum.
Daftar Pustaka
-Hidayat, Atep Afia dan M. Kholil. 2017. Kimia, Industri dan Teknologi Hijau. Jakarta: Pantona Media
-https://en.m.wikipedia.org/wiki/pencemaran-sungai
Kompas, Laporan Jurnalistik. 2011. Ekspedisi Citarum.Jakarta : Penerbit Buku Kompas
https://regional.kompas.com/read/2017/11/22/20092611/sungai-terkotor-di-dunia-pasok-80-persen-air-untuk-jakarta
http://jurnal.usahid.ac.id/index.php/tekno/article/view/26
Elemen Air dan Masalah yang Dialaminya
Mengenal Lebih Jauh Sifat Air dan Keadaannya Saat Ini
Abstrak
Pencemaran
merupakan hal serius yang dihadapi oleh seluruh manusia salah
satunya yaitu masalah pencemaran air. Pencemaran air dapat di
definisikan sebagai fenomena dimana masuknya satu atau beberapa zat
ke dalam air atau perairan sehingga menimbulkan gangguan atau
kerusakan terhadap ekosistem air yang sudah ada. Pada dasarnya
ekosistem perairan alami seperti lautan atau danau memiliki kemampuan
sendiri untuk membersihkan berbagai zat atau polutan yang masuk
kedalamnya namun apabila masih berada di batas yang aman atau dengan
jumlah yang tidak banyak. Namun apabila polutan yang masuk ke dalam
sebuah ekosistem perairan tersebut dalam jumlah atau kuantitas yang
besar dan dalam jangka waktu yang terus menerus, maka lama kelamaan
perairan tersebut pun akan kehilangan kemampuannya untuk memulihkan
sendiri ekosistemnya. Hal inilah yang melatabelakangi rusaknya
ekosistem-ekosistem perairan di berbagai daerah, karena mereka sudah
terlalu sering dan terlalu banyak menerima polutan sehingga sudah
tidak mampu lagi memiliki kemampuan untuk memulihkan dirinya. Dan
apabila hal ini sudah terjadi maka akan berdampak pada ekosistem lain
dan juga mengancam kehidupan masyarakat karna air merupakan salah
satu elemen pokok yang sangat dibutuhkan oleh manusia.
Pendahuluan
Pencemaran
air pada dasarnya menyangkut jumlah atau jumlah, dengan artian berapa
banyak polutan yang masuk atau dimasukkan ke dalam sebuah perairan
tersebut. Jenis dari polutan-polutan pun ada beberapa macam yang
sangat perlu untuk diidentifikasikan lebih lanjut supaya mengetahui
apakah polutan tersebut termasuk ke dalam golongan limbah berbahaya
dan beracun (B3).
Limbah
Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
Yang
dimaksud sebagai limbah bahan berbahaya dan beracun adalah setiap
limbah yang mengandung bahan berbahaya dan atau beracun yang karena
sifat dan atau konsentrasinya dan atau jumlahnya baik secara langsung
maupun tidak langsung dapat merusak dan atau mencemarkan lingkungan
hidup dan atau membahayakan .
Dampak
yang ditimbulkan oleh limbah B3 yang dibuang langsung ke lingkungan
sangat besar dan dapat bersifat akumulatif, sehingga dampak tersebut
akan berantai mengikuti proses pengangkutan (sirkulasi) bahan dan
jaring-jaring rantai makanan. Mengingat besarnya resiko yang
ditimbulkan tersebut maka pemerintah telah berusaha untuk mengelola
limbah B3 secara menyeluruh, terpadu dan berkelanjutan (Setiyono,
2001).
Sifat
Air
Secara
kimia, air hanya terdiri dari atom Hidrogen (H) dan Oksigen (O) dan
mempunyai sifat unik. Air dijumpai dalam tiga bentuk, yaitu dalam
bentuk padat disebut es, dalam bentuk cair disebut air dan dalam
bentuk gas disebut uap. Dan bentuk air seperti apa yang akan di
jumpai oleh manusia tergantung pada cuaca dimana air itu berada.
Selain itu juga tergantung pada tekanan dan temperatur.
Karakteristik
Air Limbah
Ada
beberapa parameter yang mampu membuat kita mengetahui ketika suatu
ekosistem air telah tercemar, diantaranya :
1.
Suhu
2.
Bau
3.
Warna
4.
Kekeruhan
5.
Padatan
6.
Konduktivitas
7.
pH
8.
Potensial Redoks
9.
Alkalinitas
10.
Asidinitas
11.
Kesadahan
12.
Oksigen terlarut
13.
Klorida
14.
Biologi
15.
Penyakit
yang bisa disebabkan oleh air yang tercemar :
1.
Disentri
2.
Tifus
3.
Kolera
dll
Cara
menangani pencemaran air :
1.
Mulai membiasakan diri untuk menggunakan bahan-bahan yang ramah
lingkungan
2.
Melakukan pengolahan limbah dengan cara yang benar
3.
Tidak mendekatkan polutan dengan sumber air
4.
Sebisa mungkin tidak mendirikan industri di dekat sumber air
5.
Tidak membuang sampah di sungai
6.
Rutin melakukan pembersihan sumber air
7.
Mengelola sampah dengan baik
8.
Tidak membuang limbah industri ke dalam sungai
dll
Daftar Pustaka
1, Herlambang, Arie. Pencemaran Air dan Strategi Penanggulangannya. 2006
2. Agustiningsih, Dyah, Setia Budi Sasongko, Sudarno. Analisis Kualitas Air dan Strategi Pengendalian Pencemaran Air Sungai Blukar Kabupaten Kendal. 2012.
3. Susanto, Sunardi, Bening Farawan. Evaluasi Penanganan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Instalasi Elemen Bakar Eksperimental (IEBE). 2014
4. Setiyono. Dasar Hukum Pengelolaan Limbah B3. 2001.
5. Mahyudin, Soemarmo, Tri Budi Prayogo. Analisis Kualitas Air dan Strategi Pengendalian Pencemaran Air Sungai Metro di Kota Kepanjen Kabupaten Malang, 2015
6. Hidayat, Atep Afia, Muhammad Kholil. Kimia, Industro dan Teknologi Hijau. 2017
PENCEMARAN AIR TANAH AKIBAT PEMBUANGAN LIMBAH DOMESTIK DI LINGKUNGAN KUMUH
ABSTRAK
Di daerah Banjar Ubung
Sari, pola penyebaran penduduknya tidak merata dan volume penduduk pendatangnya
cukup besar. Hal ini mengakibatkan makin berkembangnya permukiman-permukiman
yang kurang terencana dengan baik dan kurang terencana sehingga dapat
mengakibatkan sistem pembuangan limbah rumah tangga seperti pembuangan limbah
kamar mandi/wc dan dapur tidak terkoordinasi dengan baik. Limbah tersebut dapat
berakibat pada pencemaran air tanah yang dapat mengakibatkan terjadinya
penyebaran beberapa penyakit menular. Permasalahan pembuangan tinja dan air
seni di daerah tersebut diatasi dengan direncanakan sebuah tangki septik yang
terletak digang/jalan, perencanaan ini dilaksanakan karena lahan yang dikuasai
oleh penduduk sekitar tidak cukup untuk merencanakan tangki septik di halaman
rumah. Selain itu, hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya masalah
lingkungan hidup, masalah kesehatan penduduk sekitar, dan untuk meringankan
beban/biaya pengurasaan tangki septik bagi penduduk sekitar.
Kata Kunci: Banjar Ubung Sari, Pencemaran Air,
Tangki Septik.
PENDAHULUAN
Air menjadi masalah
yang perlu mendapat perhatian yang seksama dan cermat. Karena untuk mendapatkan
air yang bersih, sesuai dengan standar tertentu, saat ini menjadi barang yang
mahal karena air sudah banyak tercemar oleh bermacam-macam limbah dari hasil
kegiatan manusia, baik limbah dari kegiatan rumah tangga, limbah dari kegiatan
industri dan kegiatan-kegiatan lainnya. Dan ketergantungan manusia terhadap air
pun semakin besar sejalan dengan perkembangan penduduk yang semakin meningkat. Oleh
karena itu dalam pembuangan limbah domestik di daerah permukiman tersebut
sebaiknya dilakukan pembuatan sistem jaringan pembuangan limbah yang dapat
menampung dan mengalirkan limbah tersebut secara baik dan benar, agar dapat
mencegah terjadinya kontak antara kotoran sebagai sumber penyakit dengan air
yang sangat diperlukan untuk keperluan hidup sehari-hari. Oleh karena itu,
kualitas dan kuantitas air tanah pada daerah permukiman tersebut harus terjamin,
agar dapat digunakan untuk keperluan hidup sehari-hari sesuai dengan standar
kesehatan dan baku mutu kualitas air.
Air
Tanah
Air tanah adalah air yang tersimpan/ terperangkap di
dalam lapisan batuan yang mengalami pengisian/penambahan secara terus menerus
oleh alam. Kondisi suatu lapisan tanah membuat suatu pembagian zone air tanah
menjadi dua zone besar:
Zone
air berudara (zone of aeration) Zone ini adalah
suatu lapisan tanah yang mengandung air yang masih dapat kontak dengan udara.
Pada zone ini terdapat tiga lapisan tanah, yaitu lapisan air tanah permukaan,
lapisan intermediate yang berisi air gravitasi dan lapisan kapiler yang berisi
air kapiler. Zone air jenuh (zone of
saturation) Zone ini adalah suatu lapisan tanah yang mengandung air tanah yang
relatif tak terhubung dengan udara luar dan lapisan tanahnya atau aquifer bebas.
Sifat-Sifat
Air Tanah
Air tanah secara umum mempunyai sifat-sifat yang menguntungkan,
khususnya dari segi bakteriologis, namun dari segi kimiawi air tanah mempunyai
beberapa karakteristik tertentu tergantung pada lapisan kesadahan, kalsium,
magnesium, sodium, bikarbonat, pH, dan lain-lainnya. Keuntungan dan kerugian
pemanfaatan air tanah.
Keuntungannya
Pada umumnya bebas dari bakteri pathogen, Dapat
dipakai tanpa pengolahan lebih lanjut, Paling praktis dan ekonomis untuk mendapatkan
dan membagikannya, Lapisan tanah yang menampung air biasanya merupakan tempat
pengumpulan air alami.
Kerugiannya
Air tanah sering kali mengandung banyak
mineral-mineral seperti Fe, Mn, Ca dan sebagainya, Biasanya membutuhkan
pemompaan.
Pencemaran
Air
pencemaran air tanah adalah suatu keadaan air
tersebut telah mengalami penyimpangan dari keadaan normalnya. Keadaan normal
air masih tergantung pada faktor penentu, yaitu kegunaan air itu sendiri dan asal
sumber air (Wardhana, 1995).
Limbah
Limbah adalah zat, energi, dan atau komponen lain
yang dikeluarkan atau dibuang akibat sesuatu kegiatan baik industri maupun
non-industri (Peraturan Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Bali, 1988).
Buangan
industri adalah bahan buangan sebagai hasil sampingan dari
proses produksi industri yang dapat berbentuk benda padat, cair maupun gas yang
dapat menimbulkan pencemaran. Buangan
non-industri adalah bahan buangan sebagai hasil sampingan bukan dari
industri, melainkan berasal dari rumah tangga, kantor, restoran, tempat
hiburan, pasar, pertokoan, rumah sakit dan lain-lain yang dapat menimbulkan
pencemaran.
Prinsip
kerja Tangki septik, tangki septik ini digunakan untuk
mengolah limbah cair rumah tangga. yakni terdiri dari bak pengendap, dan
ditambah dengan suatu filter yang berisi dengan kerikil atau pecahan batu.
Penguraian zat organik dalam limbah cair atau tinja dilakukan oleh bakteri
anaerobik. Bak pengendap terdiri dari dua ruangan, yang pertama berfungsi
sebagai bak pengendap pertama, pengurai lumpur (sludge digestion) dan penampung
lumpur. Sedangkan bak kedua berfungsi sebagai pengendap dan penampung lumpur yang
tidak terendapkan di bak pertama dan luapan air dari bak pengendapan dialirkan
ke media filter dengan arah aliran dari bawah ke atas.
KESIMPULAN
Dari hasil observasi
dan kuisioner didapatkan bahwa keadaan daerah Banjar Ubung Sari sangat padat,
hal ini dapat dilihat dari luas lahan yang dikuasai hampir sama dengan luas
bangunan yang ditempati yaitu 74,47 %. Sedangkan untuk tempat yang dihuni
sebagian besar (55,32 %) adalah bangunan semi permanen, ini disebabkan tanah
yang ditempati merupakan tanah kontrakan dan penduduknya sebagian besar
penduduk pendatang yang bekerja sebagai pekerja musiman dengan penghasilan yang
tidak menentu. Karena keadaan saluran yang tidak berfungsi dengan baik, maka
direncanakan saluran yang berbentuk saluran terbuka dengan bentuk segi empat pada
bagian atas dan setengah lingkaran pada bagian bawahnya Permasalahan pembuangan
tinja dan air seni di daerah tersebut diatasi dengan direncanakan sebuah tangki
septik yang terletak di gang/jalan, perencanaan ini dilaksanakan karena lahan
yang dikuasai oleh penduduk sekitar tidak cukup untuk merencanakan tangki
septik di halaman rumah.
DAFTAR
PUSTAKA
Depkimpraswil Dirjen Perkim, 2003. Panduan
Identifikasi Lokasi Kawasan Perumahan dan Permukiman Kumuh, Jakarta.
Soeparman H.M. dan Suparmin, 2001. Pembuangan Tinja
dan Limbah Cair, EGC, Jakarta.
Sutrisno, T., 2004. Teknologi Penyediaan Air Bersih,
PT Rineka Cipta, Jakarta.
Yudohusodo, S., 1991. Rumah Untuk Seluruh Rakyat,
INKOPPOL Unit Percetakan Bharakerta, Jakarta.
Wardhana, W.A., 1995. Dampak Pencemaran Lingkungan,
Andi Offset Yogyakarta, Jakarta.
Pencemaran Air Sungai Cisadane
Abstrak
Perairan secara alami mengandung berbagai mineral dan senyawa senyawa kimia yang sangat penting bagi kelangsungan dan keseimbangan perairan maupun ekosistem secara umum. Majunya perkembangan zaman yang semakin moderen, serta pembangunan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup manusia, disisi lain sangat berpengaruh buruk terhadap kondisi alami perairan melalui peningkatan senyawa baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.Semakin banyaknya kegiatan pembangunan menyebabkan pencemaran air seperti : pemukiman, industri dan pertanian, banyaknya limbah yang dihasilkan karena kegiatan tersebut mengakibatkan konsentrasi limbah melebihi daya asimilasi (kemampuan menetralisasi) badan air yang terkontaminasi oleh limbah tersebut, sehingga menyebabkan penurunan kualitas air untuk kepentingan bahan baku air minum dan irigasi pertanian pada lingkungan perairan seperti sungai, waduk, bendungan, dan tidak terkecuali adalah sungai Cisadane yang berada di Kota tangerang.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pencemaran di wilayah sungai Cisadane Kota Tangerang, dan juga merumuskan beberapa strategi pengendalian pencemaran air sungai yang mampu diterapkan dalam kehidupan masyarakat secara berkelanjutan.Lokasi penelitian ini adalah sungai Cisadane yang berada di Kota Tangerang Provinsi Banten. Dalam hal ini metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara pengumpulan data-data hasil survey kelokasi dengan prosedur : wawancara tidak terstruktur,(pedoman penelitian hanya memuat pertanyaan-pertanyaan penting masalah yang ingin digali dari responden), sehingga dapat dihasilkan data-data primer, yang akan menjadi pokok penelitian, dan Non Participant Observation (observasi yang penelitinya tidak ikut langsung dalam kegiatan yang sedang diamati), yang menghasilkan data-data skunder yang akan memperkuat data-data primer.Dalam hal ini hasil penelitian diharapkan dapat memberikan strategi yang paling efektif dalam pengendalian pencemaran sungai Cisadane.Isi
Masyarakat disekitar sungai Cisadane
sebenarnya memiliki berbagai alternatif untuk
memenuhi kebutuhan air, antara lain
pengambilan air bawah tanah, dengan membeli
dari perusahaan penyedia air bersih. Tetapi
cara tersebut mengharuskan masyarakat sekitar
mengeluarkan dana yang relatif tidak
kecil.Masyarakat yang tinggal disekitar aliran
sungai Cisadane terpaksa menggunakan air
sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari hari,
yang telah tercemar oleh limbah yang berasal
dari penduduk,industri, dan hasil aktivitas
ekonomi lainnya.
Pada dasarnya fungsi air bagi
masyarakat dan makhluk hidup lainnya
sangatlah penting, sehingga keberadaan
sumber air harus tetap dijaga baik secara
kuantitas maupun kualitas. Sungai adalah salah
satu sumber air baku untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat tersebut. Namun,
berdasarkan pantauan Kementerian
Lingkungan Hidup Republik Indonesia (LH
RI) tahun 2014, sebanyak 75% sungai di
Indonesia tercemar berat akibat buangan air
limbah rumah tangga termasuk sungai
Cisadane di Kota Tangerang. Hal ini terjadi
akibat sistem buangan air limbah yang
tergolong buruk.Saluran Pembuangan Air
Limbah (SPAL), dan Instalasi Pengelolaan Air
Limbah (IPAL), serta kepemilikan jamban
pada masyarakat sekitar sungai Cisadane yang
kurang memadai mengakibatkan kualitas air
sungai menurun. Penurunan kualitas air
merupakan akibat dan aktivitas manusia yang
tidak peduli terhadap lingkungan dan tidak
mengindahkan kaidah pembangunan
berkelanjutan (Jiao Ding et al, 2015).
Akibatnya akan terjadi gangguan
terhadap kesehatan.Berdasarkan permasalahan
tersebut perlu segera dilakukan penataan dan
pengelolaan jaringan drainase kota di Kota
Tangerang agar permasalahan kualitas air serta
segala akibat yang timbul dapat segera
diatasi/ditanggulangi.
Sungai Cisadane - Kota Tangerang
memiliki 3 aliran daerah sungai (DAS) yang
mengalir didalamnya yaitu DAS Cisadane,
DAS Cirarab, dan DAS Angke. Dari ketiga
DAS tersebut, Sungai Cisadane adalah yang
terpanjang lintasannya dan memiliki lebar
sungai yang paling luas.Kini, ada sekitar 246
industri di Kota Tangerang, diawasi Badan
Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH)
karena banyak dari industri itu yang
membuang limbah cair dan limbah kimia B3
yang berbahaya ke Sungai Cisadane dan
mencemari lingkungan. Pengelolahan limbah
industri harus melalui Instalasi Pengelolaan
Air Limbah (IPAL).Namun fakta di lapangan,
tingkat ketaatan pelaku industri
terhadapketentuan peraturan lingkungan hidup
relatif rendah.Banyak yang masih membuang
limbah ke sungai tanpa dikelola terlebih
dahulu. Dan untuk menindaknya, dilakukan
pemberian sanksi tertulis, sanksi administrasi
paksaan pemerintah, dan negosiasi
penyelesaian sengketa di luar pengadilan.
Sistem pengolahan air limbah di Kota
Tangerang belum dilakukan secara maksimal,
hal ini disebabkan belum dapat
dioperasikannya Instalasi Pengelolaan Air
Limbah.Air limbah yang ada di Kota
Tangerang berasal dari limbah rumah tangga,
air hujan dan limbah industri.Sistem
pembuangan air hujan mengikuti pola aliran
alami dalam hal ini drainase
terbuka.Sedangkan untuk limbah buangan
rumah tangga adalah dengan menggunakan
sistem septic tank dan dibuang ke drainase
terbuka.
Pencemaran air berdampak buruk
terhadap manusia dan mahluk lain. Maka dari
itu diperlukan cara untuk mengendalikan
pencemaran air. Penggunaan air khususnya air
bersih untuk kegiatan sehari-hari tentunya
membuat manusia terhindar dari penyakit.
Sebagian besar tubuh manusia terdiri atas air,
yang berfungsi sebagai pelarut dan peyusun
segala sistem tubuh manusia.
Agar air yang digunakan untuk
kegiatan manusia tidak berdampak negatif bagi
manusia, maka perlu diketahui kualitas sumber
air.Selain dari segi kualitas, jumlah air juga
harus memadai dalam rangka pemenuhan
kebutuhan manusia. Usaha untuk pengendalian
pencemaran sungai antara lain :
- Limbah-limbah industri sebelum dibuang kesungai harus dinetralkan dahulu sehingga tidak lagi mengandung unsur-unsur yang mencemari perairan.
- Melarang membuang sampah ke sungai, sampah harus dibuang ditempat-tempat yang telah ditentukan.
- Mengurangi penggunaan pestisida dalam membasmi hama tanaman.
- Setiap perusahaan minyak diwajibkan memiliki peralatan yang dapat membendung tumpahan minyak dan menyedotnya kembali.
Dengan demikian tumpahan minyak tidak akan
menyebar luas sehingga pengaruhnya terhadap
pencemaran dapat berkurang.
Akan tetapi peranan masyarakat juga sangat
penting terhadap pencemaran lingkungan
karena kurangnya kesadaran akan akibatakibat
yang berdampak negatif karena
pencemaran air sungai.Pemberdayaan
masyarakat adalah untuk membentuk individu
dan masyarakat menjadi mandiri. Kemandirian
tersebut meliputi kemandirian berpikir,
bertindak dan mengendalikan apa yang mereka
lakukan. Pemberdayaan masyarakat
merupakan strategi pembangunan. Dalam
perspektif pembangunan ini, disadari betapa
penting kapasitas manusia dalam upaya
meningkatkan usaha untuk pengendalian
pencemaran sungai Cisadane Kota Tangerang.
Slamet (2003), menjelaskan lebih rinci bahwa
yang dimaksud dengan masyarakat berdaya
adalah masyarakat yang tahu, mengerti, faham
termotivasi,berkesempatan, memanfaatkan
peluang, berenergi, mampu bekerjasama, tahu
berbagai alternative, mampu mengambil
keputusan, berani mengambil resiko, mampu
mencari dan menangkap informasi dan mampu
bertindak sesuai dengan situasi.
Contoh parameter analisa air yang penting adalah:
- Parameter Fisik: Total Dissolved Solid (TDS), Kekeruhan.
- Parameter Kimia: Phospat, Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Dissolved Oxygen (DO)
Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001, Pencemaran air adalah masuknya makhluk hidup, zat, energi atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia, sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak dapat berfungsi sesuai peruntukkannya. Industrialisasi dan urbanisasi telah membawa dampak pada lingkungan. Pembuangan limbah industri dan domestik/rumah tangga ke badan air merupakan penyebab utama pencemaran air. Pencemaran air terjadi ketika energi dan bahan-bahan yang dirilis, menurunkan kualitas air untuk pengguna lain. Polusi air mencakup semua bahan limbah yang tidak dapat diurai secara alami oleh air. Dengan kata lain, apa pun yang ditambahkan ke air, ketika melampaui kapasitas air untuk mengurainya, disebut polusi. Polusi, dalam keadaan tertentu, dapat disebabkan oleh alam,
seperti ketika air mengalir melalui tanah dengan keasaman yang tinggi. Tetapi yang lebih sering menyebabkan polusi pada air adalah tindakan manusia yang tidak bertanggung jawab sehingga polutan dapat masuk ke air (Safe Drinking Water Foundation,n.d.).
Secara umum, ada dua sumber utama pencemaran air, yaitu sumber pencemar air dari titik tetap/tidak bergerak (point sources) dan sumber pencemar air dari titik tidak tetap/bergerak (non point sources). Sumber pencemar dari titik tetap antara lain pabrik, fasilitas pengolahan air limbah, sistem septik tank, dan sumber lain yang jelas membuang polutan ke sumber air. Sumber tidak tetap lebih sulit untuk diidentifikasi, karena tidak dapat ditelusuri kembali ke lokasi tertentu. Sumber tidak tetap termasuk limpasan termasuk sedimen, pupuk, bahan kimia dan limbah dari peternakan hewan, bidang, situs konstruksi dan tambang. Landfill juga bisa menjadi sumber tidak tetap pencemaran, jika zat lindi dari TPA ke dalam persediaan air (Kjellstrom, et al., n.d.).
Menurut Mulyanto (2007), sumber tidak tetap juga bisa berasal dari hujan
dan salju cair mengalir melewati lahan dan menghanyutkan pencemar-pencemar
diatasnya seperti pestisida dan pupuk dan mengendapkannya dalam danau, telaga,
rawa, perairan pantai dan air bawah tanah serta kota-kota dan pemukiman yang juga menjadi penyumbang pencemar (Minyak, n.d.).
Pencemaran air dapat menyebabkan berkurangnya keanekaragaman atau punahnya populasi organisme perairan seperti benthos, perifiton, dan plankton. Dengan menurunnya atau punahnya organisme tersebut maka sistem ekologi perairan dapat terganggu. Sistem ekologi perairan (ekosistem) mempunyai kemampuan untuk memurnikan kembali lingkungan yang telah tercemar sejauh beban pencemaran masih berada dalam batas daya dukung lingkungan yang bersangkutan. Apabila beban pencemaran melebihi daya dukung lingkungannya maka kemampuan itu tidak dapat dipergunakan lagi. Pencemaran air selain
mengakibatkan dampak buruk pada lingkungan dan menurunkan keanekaragaman serta mengganggu estetika juga berdampak negatif bagi kesehatan makhluk hidup, karena di dalam air yang tercemar selain mengandung mikroorganisme patogen, juga mengandung banyak komponen beracun (Nugroho, 2006 dalam Minyak, n. d.). Penggunaan air yang tidak memenuhi persyaratan (tercemar) dapat menimbulkan terjadinya gangguan kesehatan. Ganguan kesehatan tersebut dapat berupa penyakit menular maupun penyakit tidak menular. Menurut Slamet (2002).beberapa penyakit bawaan air yang sering ditemukan di Indonesia adalah (Pratiwi, 2007) :
- Cholera, merupakan penyakit usus halus yang akut dan berat. Penyakit ini disebabkan oleh Vibrio cholera. Gejala utama dari penyakit ini adalah muntaber, dehidrasi dan kolaps, sedangkan gejala khasnya adalah tinja yang menyerupai air cucian beras.
- Tipus Abdomalis, merupakan penyakit yang menyerang usus halus. Penyebab penyakit ini adalah Salmonella typhi. Gejala utamanya adalah panas yang terus menerus dengan taraf kesadaran yang semakin menurun.
- Hepatittis A, merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Hepatitis A. gejala utamanya adalah demam akut, dengan perasaan mual dan muntah, hati membengkak dan mata menjadi kuning.
- Dysentrie, disebabkan oleh Entamoeba hystolitica. Gejala utamanya adalah tinja yang bercampur darah dan lendir. Selain itu, adapula penyakit yang diakibatkan karena keracunan bahan kimia melalui air seperti keracunan cadmium, keracunan merkuri, dan keracunan kobalt.
Daftar Pustaka
Abdullah, 2015. Drainase Merupakan
Fasilitas Dasar Sebagai Sistem Guna
Memenuhi Kebutuhan Masyarakat
Dalam Perencanaan Kota. Aria.
Surabaya
Jiao Ding et al, 2015. Klasifikasi Kualitas Air Sungai, Jaka. Bandung
Minyak dan Lemak. (n. d.). 18 Agustus 2018.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/28636/4/Chapter%20II.p
df
Pratiwi, Astri Wulandari. (2007). Gambaran Kualitas Bakteriologis Air pada
Depot Air Minum Isi Ulang di Wilayah Kota Bogor.. Skripsi Program
Sarjana. FKM-UI. Depok.
Safe Drinking Water Foundation. (n. d.) . Water pollution. 118 Agustus 2018
http://www.safewater.org/PDFS/resourcesknowthefacts/WaterPollution.
pdf
Salmin. (2005). Oksigen Terlarut (DO) dan Kebutuhan Oksigen Biologi (BOD)
Jiao Ding et al, 2015. Klasifikasi Kualitas Air Sungai, Jaka. Bandung
Minyak dan Lemak. (n. d.). 18 Agustus 2018.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/28636/4/Chapter%20II.p
df
Pratiwi, Astri Wulandari. (2007). Gambaran Kualitas Bakteriologis Air pada
Depot Air Minum Isi Ulang di Wilayah Kota Bogor.. Skripsi Program
Sarjana. FKM-UI. Depok.
Safe Drinking Water Foundation. (n. d.) . Water pollution. 118 Agustus 2018
http://www.safewater.org/PDFS/resourcesknowthefacts/WaterPollution.
Salmin. (2005). Oksigen Terlarut (DO) dan Kebutuhan Oksigen Biologi (BOD)
sebagai Salah Satu Indikator untuk Menentukan Kualitas Perairan.
ISSN 0216-1877. Oseana, Volume XXX, Nomor 3, 2005 : 21 – 26.
Wardhana, Wisnu Arya. (2004). Dampak Pencemaran Lingkungan. Penerbit :
Andi ;Yogyakarta.
Langganan:
Postingan (Atom)

