.

Tampilkan postingan dengan label @Proyek H06. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @Proyek H06. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Agustus 2018

CITARUM SUNGAI TERKOTOR PEMASOK AIR



Abstrak
Sungi Citarum merupakan sungai yang mengairi banyak sawah dan perairan di Jawa Barat. Sungai Citarum juga memasok 80% air untuk kebutuhan di jakarta. Tetapi pada kenyataanya sungai citarum juga tercatat sebagai sungai terkotor di Indonesia. Oleh karena itu perlu adanya penanggulangan serta kesadaran masyarakat untuk menjaga sungai yang menjadi pemasok air untuk kehidupan sehari hari kita.
Kata kunci : sungai, kotor

Pendahulan
Sungai merupakan salah satu sumber air yang paling dekat dengan kehipan manusia. Pada umumnya air yang kita gunakan sehari hari baik untuk minum, mandi dan lain lain berasal dari air sungai. Tetapi pada kenyataannya air sungai yang kta gunakan jauh dari kata bersih melainkan kotor sekali dan bahkan pernah tercatat sebagai sungai terkotor di Dunia. Sungai citarum merupakan sunga yg mengalir di jawa barat dan banyak digunakan untuk mengairi sawah dan lain lain. Kotornya sungai citarum bisa kita lihatlangsung dari banyaknya sampah yang ada disana.

Kotornya Sungai Citarum

Sungai sepanjang 269 Km ini termasuk jajaran 10 besar sungai terkotor di Dunia, Sampah yangikut menalir di atas sungai menjadi bukti nyata bahwa sungai tersebut sangat kotor. Tidak hanya sampah warna sungai citarum yang berubah ubah merupakan adanya pencemaran dari limbah industri maupun rumah tangga yang berlebihan. Sampah di Sungai Citarum 70%nya adalah sampah plastik yang sangat sulit untuk ditangain dan juga sangat berbahaya bagi lingkungan karena tidak dapat didegradasi. Selain sampah plastik limbah Industri yang asal dan membuang limbahnya juga sanat pengaruh terhadap kotornya sunga citarum. pencemaran sungai oleh limbah industri sangat berbahaya karena bisa mengandung racun racun yang berbahaya untu manusia.

Upaya Penangan Pencemaran
Kotornya sungai citarum adalah sebuah momok bagi masyarakat terutama yang tinggal dekan dengan sungai tersebut. Perlu ada penangan yang serius untuk membersihkan sungai tersebut. pembersihan sampah plastik merupakan jalan yang harus dilakukan pemerintah untuk membersihkan sungai citarum. Pemerintah juga harus menindak tegas industri industri yang nakal membuang limbahnya ke sungai citarum. dengan memberi sangsi tegas kepada industri nakal akan sangan mengurangi pencemaran limbah di sungai citarum. Tapi yang terpenting adalah kita sebagai masyarakat punya kesadaran sendiri untuk menjaga lingkungan kita sendiri. tidak membuang sampah ke sungai merupakan tindakan yang paling tepat dilaukan untuk mencegah menambahnya sampah di sungai citarum.

Daftar Pustaka
-Hidayat, Atep Afia dan M. Kholil. 2017. Kimia, Industri dan Teknologi Hijau. Jakarta: Pantona Media
-https://en.m.wikipedia.org/wiki/pencemaran-sungai
Kompas, Laporan Jurnalistik. 2011. Ekspedisi Citarum.Jakarta : Penerbit Buku Kompas
https://regional.kompas.com/read/2017/11/22/20092611/sungai-terkotor-di-dunia-pasok-80-persen-air-untuk-jakarta
http://jurnal.usahid.ac.id/index.php/tekno/article/view/26

Elemen Air dan Masalah yang Dialaminya

Mengenal Lebih Jauh Sifat Air dan Keadaannya Saat Ini











Abstrak

Pencemaran merupakan hal serius yang dihadapi oleh seluruh manusia salah satunya yaitu masalah pencemaran air. Pencemaran air dapat di definisikan sebagai fenomena dimana masuknya satu atau beberapa zat ke dalam air atau perairan sehingga menimbulkan gangguan atau kerusakan terhadap ekosistem air yang sudah ada. Pada dasarnya ekosistem perairan alami seperti lautan atau danau memiliki kemampuan sendiri untuk membersihkan berbagai zat atau polutan yang masuk kedalamnya namun apabila masih berada di batas yang aman atau dengan jumlah yang tidak banyak. Namun apabila polutan yang masuk ke dalam sebuah ekosistem perairan tersebut dalam jumlah atau kuantitas yang besar dan dalam jangka waktu yang terus menerus, maka lama kelamaan perairan tersebut pun akan kehilangan kemampuannya untuk memulihkan sendiri ekosistemnya. Hal inilah yang melatabelakangi rusaknya ekosistem-ekosistem perairan di berbagai daerah, karena mereka sudah terlalu sering dan terlalu banyak menerima polutan sehingga sudah tidak mampu lagi memiliki kemampuan untuk memulihkan dirinya. Dan apabila hal ini sudah terjadi maka akan berdampak pada ekosistem lain dan juga mengancam kehidupan masyarakat karna air merupakan salah satu elemen pokok yang sangat dibutuhkan oleh manusia.


Pendahuluan

Pencemaran air pada dasarnya menyangkut jumlah atau jumlah, dengan artian berapa banyak polutan yang masuk atau dimasukkan ke dalam sebuah perairan tersebut. Jenis dari polutan-polutan pun ada beberapa macam yang sangat perlu untuk diidentifikasikan lebih lanjut supaya mengetahui apakah polutan tersebut termasuk ke dalam golongan limbah berbahaya dan beracun (B3).

Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)

Yang dimaksud sebagai limbah bahan berbahaya dan beracun adalah setiap limbah yang mengandung bahan berbahaya dan atau beracun yang karena sifat dan atau konsentrasinya dan atau jumlahnya baik secara langsung maupun tidak langsung dapat merusak dan atau mencemarkan lingkungan hidup dan atau membahayakan .
Dampak yang ditimbulkan oleh limbah B3 yang dibuang langsung ke lingkungan sangat besar dan dapat bersifat akumulatif, sehingga dampak tersebut akan berantai mengikuti proses pengangkutan (sirkulasi) bahan dan jaring-jaring rantai makanan. Mengingat besarnya resiko yang ditimbulkan tersebut maka pemerintah telah berusaha untuk mengelola limbah B3 secara menyeluruh, terpadu dan berkelanjutan (Setiyono, 2001).

Sifat Air

Secara kimia, air hanya terdiri dari atom Hidrogen (H) dan Oksigen (O) dan mempunyai sifat unik. Air dijumpai dalam tiga bentuk, yaitu dalam bentuk padat disebut es, dalam bentuk cair disebut air dan dalam bentuk gas disebut uap. Dan bentuk air seperti apa yang akan di jumpai oleh manusia tergantung pada cuaca dimana air itu berada. Selain itu juga tergantung pada tekanan dan temperatur.

Karakteristik Air Limbah

Ada beberapa parameter yang mampu membuat kita mengetahui ketika suatu ekosistem air telah tercemar, diantaranya :
1. Suhu
2. Bau
3. Warna
4. Kekeruhan
5. Padatan
6. Konduktivitas
7. pH
8. Potensial Redoks
9. Alkalinitas
10. Asidinitas
11. Kesadahan
12. Oksigen terlarut
13. Klorida
14. Biologi
15.


Penyakit yang bisa disebabkan oleh air yang tercemar :
1. Disentri
2. Tifus
3. Kolera
dll


Cara menangani pencemaran air :
1. Mulai membiasakan diri untuk menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan
2. Melakukan pengolahan limbah dengan cara yang benar
3. Tidak mendekatkan polutan dengan sumber air
4. Sebisa mungkin tidak mendirikan industri di dekat sumber air
5. Tidak membuang sampah di sungai
6. Rutin melakukan pembersihan sumber air
7. Mengelola sampah dengan baik
8. Tidak membuang limbah industri ke dalam sungai
dll





Daftar Pustaka

1, Herlambang, Arie. Pencemaran Air dan Strategi Penanggulangannya. 2006
2. Agustiningsih, Dyah, Setia Budi Sasongko, Sudarno. Analisis Kualitas Air dan Strategi Pengendalian Pencemaran Air Sungai Blukar Kabupaten Kendal. 2012.
3. Susanto, Sunardi, Bening Farawan. Evaluasi Penanganan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Instalasi Elemen Bakar Eksperimental (IEBE). 2014
4. Setiyono. Dasar Hukum Pengelolaan Limbah B3. 2001.
5. Mahyudin, Soemarmo, Tri Budi Prayogo. Analisis Kualitas Air dan Strategi Pengendalian Pencemaran Air Sungai Metro di Kota Kepanjen Kabupaten Malang, 2015
6. Hidayat, Atep Afia, Muhammad Kholil. Kimia, Industro dan Teknologi Hijau. 2017



PENCEMARAN AIR TANAH AKIBAT PEMBUANGAN LIMBAH DOMESTIK DI LINGKUNGAN KUMUH



ABSTRAK

Di daerah Banjar Ubung Sari, pola penyebaran penduduknya tidak merata dan volume penduduk pendatangnya cukup besar. Hal ini mengakibatkan makin berkembangnya permukiman-permukiman yang kurang terencana dengan baik dan kurang terencana sehingga dapat mengakibatkan sistem pembuangan limbah rumah tangga seperti pembuangan limbah kamar mandi/wc dan dapur tidak terkoordinasi dengan baik. Limbah tersebut dapat berakibat pada pencemaran air tanah yang dapat mengakibatkan terjadinya penyebaran beberapa penyakit menular. Permasalahan pembuangan tinja dan air seni di daerah tersebut diatasi dengan direncanakan sebuah tangki septik yang terletak digang/jalan, perencanaan ini dilaksanakan karena lahan yang dikuasai oleh penduduk sekitar tidak cukup untuk merencanakan tangki septik di halaman rumah. Selain itu, hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya masalah lingkungan hidup, masalah kesehatan penduduk sekitar, dan untuk meringankan beban/biaya pengurasaan tangki septik bagi penduduk sekitar.
Kata Kunci: Banjar Ubung Sari, Pencemaran Air, Tangki Septik.

PENDAHULUAN

Air menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian yang seksama dan cermat. Karena untuk mendapatkan air yang bersih, sesuai dengan standar tertentu, saat ini menjadi barang yang mahal karena air sudah banyak tercemar oleh bermacam-macam limbah dari hasil kegiatan manusia, baik limbah dari kegiatan rumah tangga, limbah dari kegiatan industri dan kegiatan-kegiatan lainnya. Dan ketergantungan manusia terhadap air pun semakin besar sejalan dengan perkembangan penduduk yang semakin meningkat. Oleh karena itu dalam pembuangan limbah domestik di daerah permukiman tersebut sebaiknya dilakukan pembuatan sistem jaringan pembuangan limbah yang dapat menampung dan mengalirkan limbah tersebut secara baik dan benar, agar dapat mencegah terjadinya kontak antara kotoran sebagai sumber penyakit dengan air yang sangat diperlukan untuk keperluan hidup sehari-hari. Oleh karena itu, kualitas dan kuantitas air tanah pada daerah permukiman tersebut harus terjamin, agar dapat digunakan untuk keperluan hidup sehari-hari sesuai dengan standar kesehatan dan baku mutu kualitas air.

Air Tanah

Air tanah adalah air yang tersimpan/ terperangkap di dalam lapisan batuan yang mengalami pengisian/penambahan secara terus menerus oleh alam. Kondisi suatu lapisan tanah membuat suatu pembagian zone air tanah menjadi dua zone besar:
Zone air berudara (zone of aeration) Zone ini adalah suatu lapisan tanah yang mengandung air yang masih dapat kontak dengan udara. Pada zone ini terdapat tiga lapisan tanah, yaitu lapisan air tanah permukaan, lapisan intermediate yang berisi air gravitasi dan lapisan kapiler yang berisi air kapiler. Zone air jenuh (zone of saturation) Zone ini adalah suatu lapisan tanah yang mengandung air tanah yang relatif tak terhubung dengan udara luar dan lapisan tanahnya atau aquifer bebas.

Sifat-Sifat Air Tanah

Air tanah secara umum mempunyai sifat-sifat yang menguntungkan, khususnya dari segi bakteriologis, namun dari segi kimiawi air tanah mempunyai beberapa karakteristik tertentu tergantung pada lapisan kesadahan, kalsium, magnesium, sodium, bikarbonat, pH, dan lain-lainnya. Keuntungan dan kerugian pemanfaatan air tanah.

Keuntungannya
Pada umumnya bebas dari bakteri pathogen, Dapat dipakai tanpa pengolahan lebih lanjut, Paling praktis dan ekonomis untuk mendapatkan dan membagikannya, Lapisan tanah yang menampung air biasanya merupakan tempat pengumpulan air alami.

Kerugiannya
 Air tanah sering kali mengandung banyak mineral-mineral seperti Fe, Mn, Ca dan sebagainya, Biasanya membutuhkan pemompaan.

Pencemaran Air

pencemaran air tanah adalah suatu keadaan air tersebut telah mengalami penyimpangan dari keadaan normalnya. Keadaan normal air masih tergantung pada faktor penentu, yaitu kegunaan air itu sendiri dan asal sumber air (Wardhana, 1995).

Limbah

Limbah adalah zat, energi, dan atau komponen lain yang dikeluarkan atau dibuang akibat sesuatu kegiatan baik industri maupun non-industri (Peraturan Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Bali, 1988).
Buangan industri adalah bahan buangan sebagai hasil sampingan dari proses produksi industri yang dapat berbentuk benda padat, cair maupun gas yang dapat menimbulkan pencemaran. Buangan non-industri adalah bahan buangan sebagai hasil sampingan bukan dari industri, melainkan berasal dari rumah tangga, kantor, restoran, tempat hiburan, pasar, pertokoan, rumah sakit dan lain-lain yang dapat menimbulkan pencemaran.

Prinsip kerja Tangki septik, tangki septik ini digunakan untuk mengolah limbah cair rumah tangga. yakni terdiri dari bak pengendap, dan ditambah dengan suatu filter yang berisi dengan kerikil atau pecahan batu. Penguraian zat organik dalam limbah cair atau tinja dilakukan oleh bakteri anaerobik. Bak pengendap terdiri dari dua ruangan, yang pertama berfungsi sebagai bak pengendap pertama, pengurai lumpur (sludge digestion) dan penampung lumpur. Sedangkan bak kedua berfungsi sebagai pengendap dan penampung lumpur yang tidak terendapkan di bak pertama dan luapan air dari bak pengendapan dialirkan ke media filter dengan arah aliran dari bawah ke atas.


KESIMPULAN

Dari hasil observasi dan kuisioner didapatkan bahwa keadaan daerah Banjar Ubung Sari sangat padat, hal ini dapat dilihat dari luas lahan yang dikuasai hampir sama dengan luas bangunan yang ditempati yaitu 74,47 %. Sedangkan untuk tempat yang dihuni sebagian besar (55,32 %) adalah bangunan semi permanen, ini disebabkan tanah yang ditempati merupakan tanah kontrakan dan penduduknya sebagian besar penduduk pendatang yang bekerja sebagai pekerja musiman dengan penghasilan yang tidak menentu. Karena keadaan saluran yang tidak berfungsi dengan baik, maka direncanakan saluran yang berbentuk saluran terbuka dengan bentuk segi empat pada bagian atas dan setengah lingkaran pada bagian bawahnya Permasalahan pembuangan tinja dan air seni di daerah tersebut diatasi dengan direncanakan sebuah tangki septik yang terletak di gang/jalan, perencanaan ini dilaksanakan karena lahan yang dikuasai oleh penduduk sekitar tidak cukup untuk merencanakan tangki septik di halaman rumah.

DAFTAR PUSTAKA

Depkimpraswil Dirjen Perkim, 2003. Panduan Identifikasi Lokasi Kawasan Perumahan dan Permukiman Kumuh, Jakarta.
Soeparman H.M. dan Suparmin, 2001. Pembuangan Tinja dan Limbah Cair, EGC, Jakarta.
Sutrisno, T., 2004. Teknologi Penyediaan Air Bersih, PT Rineka Cipta, Jakarta.
Yudohusodo, S., 1991. Rumah Untuk Seluruh Rakyat, INKOPPOL Unit Percetakan Bharakerta, Jakarta.
Wardhana, W.A., 1995. Dampak Pencemaran Lingkungan, Andi Offset Yogyakarta, Jakarta.

Pencemaran Air Sungai Cisadane



Abstrak

Perairan secara alami mengandung berbagai mineral dan senyawa senyawa kimia yang sangat penting bagi kelangsungan dan keseimbangan perairan maupun ekosistem secara umum. Majunya perkembangan zaman yang semakin moderen, serta pembangunan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup manusia, disisi lain sangat berpengaruh buruk terhadap kondisi alami perairan melalui peningkatan senyawa baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.Semakin banyaknya kegiatan pembangunan menyebabkan pencemaran air seperti : pemukiman, industri dan pertanian, banyaknya limbah yang dihasilkan karena kegiatan tersebut mengakibatkan konsentrasi limbah melebihi daya asimilasi (kemampuan menetralisasi) badan air yang terkontaminasi oleh limbah tersebut, sehingga menyebabkan penurunan kualitas air untuk kepentingan bahan baku air minum dan irigasi pertanian pada lingkungan perairan seperti sungai, waduk, bendungan, dan tidak terkecuali adalah sungai Cisadane yang berada di Kota tangerang.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pencemaran di wilayah sungai Cisadane Kota Tangerang, dan juga merumuskan beberapa strategi pengendalian pencemaran air sungai yang mampu diterapkan dalam kehidupan masyarakat secara berkelanjutan.Lokasi penelitian ini adalah sungai Cisadane yang berada di Kota Tangerang Provinsi Banten. Dalam hal ini metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara pengumpulan data-data hasil survey kelokasi dengan prosedur : wawancara tidak terstruktur,(pedoman penelitian hanya memuat pertanyaan-pertanyaan penting masalah yang ingin digali dari responden), sehingga dapat dihasilkan data-data primer, yang akan menjadi pokok penelitian, dan Non Participant Observation (observasi yang penelitinya tidak ikut langsung dalam kegiatan yang sedang diamati), yang menghasilkan data-data skunder yang akan memperkuat data-data primer.Dalam hal ini hasil penelitian diharapkan dapat memberikan strategi yang paling efektif dalam pengendalian pencemaran sungai Cisadane.


Isi

Masyarakat disekitar sungai Cisadane sebenarnya memiliki berbagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan air, antara lain pengambilan air bawah tanah, dengan membeli dari perusahaan penyedia air bersih. Tetapi cara tersebut mengharuskan masyarakat sekitar mengeluarkan dana yang relatif tidak kecil.Masyarakat yang tinggal disekitar aliran sungai Cisadane terpaksa menggunakan air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, yang telah tercemar oleh limbah yang berasal dari penduduk,industri, dan hasil aktivitas ekonomi lainnya.

Pada dasarnya fungsi air bagi masyarakat dan makhluk hidup lainnya sangatlah penting, sehingga keberadaan sumber air harus tetap dijaga baik secara kuantitas maupun kualitas. Sungai adalah salah satu sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut. Namun, berdasarkan pantauan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (LH RI) tahun 2014, sebanyak 75% sungai di Indonesia tercemar berat akibat buangan air limbah rumah tangga termasuk sungai Cisadane di Kota Tangerang. Hal ini terjadi akibat sistem buangan air limbah yang tergolong buruk.Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL), dan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), serta kepemilikan jamban pada masyarakat sekitar sungai Cisadane yang kurang memadai mengakibatkan kualitas air sungai menurun. Penurunan kualitas air merupakan akibat dan aktivitas manusia yang tidak peduli terhadap lingkungan dan tidak mengindahkan kaidah pembangunan berkelanjutan (Jiao Ding et al, 2015).

Akibatnya akan terjadi gangguan terhadap kesehatan.Berdasarkan permasalahan tersebut perlu segera dilakukan penataan dan pengelolaan jaringan drainase kota di Kota Tangerang agar permasalahan kualitas air serta segala akibat yang timbul dapat segera diatasi/ditanggulangi.

Sungai Cisadane - Kota Tangerang memiliki 3 aliran daerah sungai (DAS) yang mengalir didalamnya yaitu DAS Cisadane, DAS Cirarab, dan DAS Angke. Dari ketiga DAS tersebut, Sungai Cisadane adalah yang terpanjang lintasannya dan memiliki lebar sungai yang paling luas.Kini, ada sekitar 246 industri di Kota Tangerang, diawasi Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) karena banyak dari industri itu yang membuang limbah cair dan limbah kimia B3 yang berbahaya ke Sungai Cisadane dan mencemari lingkungan. Pengelolahan limbah industri harus melalui Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).Namun fakta di lapangan, tingkat ketaatan pelaku industri terhadapketentuan peraturan lingkungan hidup relatif rendah.Banyak yang masih membuang limbah ke sungai tanpa dikelola terlebih dahulu. Dan untuk menindaknya, dilakukan pemberian sanksi tertulis, sanksi administrasi paksaan pemerintah, dan negosiasi penyelesaian sengketa di luar pengadilan. Sistem pengolahan air limbah di Kota Tangerang belum dilakukan secara maksimal, hal ini disebabkan belum dapat dioperasikannya Instalasi Pengelolaan Air Limbah.Air limbah yang ada di Kota Tangerang berasal dari limbah rumah tangga, air hujan dan limbah industri.Sistem pembuangan air hujan mengikuti pola aliran alami dalam hal ini drainase terbuka.Sedangkan untuk limbah buangan rumah tangga adalah dengan menggunakan sistem septic tank dan dibuang ke drainase terbuka.

Pencemaran air berdampak buruk terhadap manusia dan mahluk lain. Maka dari itu diperlukan cara untuk mengendalikan pencemaran air. Penggunaan air khususnya air bersih untuk kegiatan sehari-hari tentunya membuat manusia terhindar dari penyakit. Sebagian besar tubuh manusia terdiri atas air, yang berfungsi sebagai pelarut dan peyusun segala sistem tubuh manusia. Agar air yang digunakan untuk kegiatan manusia tidak berdampak negatif bagi manusia, maka perlu diketahui kualitas sumber air.Selain dari segi kualitas, jumlah air juga harus memadai dalam rangka pemenuhan kebutuhan manusia. Usaha untuk pengendalian pencemaran sungai antara lain : 

  1. Limbah-limbah industri sebelum dibuang kesungai harus dinetralkan dahulu sehingga tidak lagi mengandung unsur-unsur yang mencemari perairan. 
  2. Melarang membuang sampah ke sungai, sampah harus dibuang ditempat-tempat yang telah ditentukan.
  3. Mengurangi penggunaan pestisida dalam membasmi hama tanaman.
  4. Setiap perusahaan minyak diwajibkan memiliki peralatan yang dapat membendung tumpahan minyak dan menyedotnya kembali. 
Dengan demikian tumpahan minyak tidak akan menyebar luas sehingga pengaruhnya terhadap pencemaran dapat berkurang. Akan tetapi peranan masyarakat juga sangat penting terhadap pencemaran lingkungan karena kurangnya kesadaran akan akibatakibat yang berdampak negatif karena pencemaran air sungai.Pemberdayaan masyarakat adalah untuk membentuk individu dan masyarakat menjadi mandiri. Kemandirian tersebut meliputi kemandirian berpikir, bertindak dan mengendalikan apa yang mereka lakukan. Pemberdayaan masyarakat merupakan strategi pembangunan. Dalam perspektif pembangunan ini, disadari betapa penting kapasitas manusia dalam upaya meningkatkan usaha untuk pengendalian pencemaran sungai Cisadane Kota Tangerang. Slamet (2003), menjelaskan lebih rinci bahwa yang dimaksud dengan masyarakat berdaya adalah masyarakat yang tahu, mengerti, faham termotivasi,berkesempatan, memanfaatkan peluang, berenergi, mampu bekerjasama, tahu berbagai alternative, mampu mengambil keputusan, berani mengambil resiko, mampu mencari dan menangkap informasi dan mampu bertindak sesuai dengan situasi.  

Contoh parameter analisa air yang penting adalah:
  1. Parameter Fisik: Total Dissolved Solid (TDS), Kekeruhan.
  2. Parameter Kimia: Phospat, Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Dissolved Oxygen (DO)
Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001, Pencemaran air adalah masuknya makhluk hidup, zat, energi atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia, sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak dapat berfungsi sesuai peruntukkannya. Industrialisasi dan urbanisasi telah membawa dampak pada lingkungan. Pembuangan limbah industri dan domestik/rumah tangga ke badan air merupakan penyebab utama pencemaran air. Pencemaran air terjadi ketika energi dan bahan-bahan yang dirilis, menurunkan kualitas air untuk pengguna lain. Polusi air mencakup semua bahan limbah yang tidak dapat diurai secara alami oleh air. Dengan kata lain, apa pun yang ditambahkan ke air, ketika melampaui kapasitas air untuk mengurainya, disebut polusi. Polusi, dalam keadaan tertentu, dapat disebabkan oleh alam, 
seperti ketika air mengalir melalui tanah dengan keasaman yang tinggi. Tetapi yang lebih sering menyebabkan polusi pada air adalah tindakan manusia yang tidak bertanggung jawab sehingga polutan dapat masuk ke air (Safe Drinking Water Foundation,n.d.). 
Pencemaran air permukaan dapat mengakibatkan resiko kesehatan. Hal ini disebabkan karena air permukaan atau yang lebih dikenal dengan air sungai tersebut sering digunakan secara langsung sebagai air minum atau sumber air minum. Kekhawatiran juga muncul ketika air permukaan tersebut terhubung dengan sumur dangkal yang digunakan untuk minum air. Selain itu, aliran air sungai memiliki peran penting karena sering digunakan masyarakat sekitarnya untuk mencuci dan membersihkan, untuk pertanian perikanan dan ikan, dan untuk rekreasi (Kjellstrom, et al., n.d.).

Secara umum, ada dua sumber utama pencemaran air, yaitu sumber pencemar air dari titik tetap/tidak bergerak (point sources) dan sumber pencemar air dari titik tidak tetap/bergerak (non point sources). Sumber pencemar dari titik tetap antara lain pabrik, fasilitas pengolahan air limbah, sistem septik tank, dan sumber lain yang jelas membuang polutan ke sumber air. Sumber tidak tetap lebih sulit untuk diidentifikasi, karena tidak dapat ditelusuri kembali ke lokasi tertentu. 
Sumber tidak tetap termasuk limpasan termasuk sedimen, pupuk, bahan kimia dan limbah dari peternakan hewan, bidang, situs konstruksi dan tambang. Landfill juga bisa menjadi sumber tidak tetap pencemaran, jika zat lindi dari TPA ke dalam persediaan air (Kjellstrom, et al., n.d.). 
Menurut Mulyanto (2007), sumber tidak tetap juga bisa berasal dari hujan 
dan salju cair mengalir melewati lahan dan menghanyutkan pencemar-pencemar 
diatasnya seperti pestisida dan pupuk dan mengendapkannya dalam danau, telaga, 
rawa, perairan pantai dan air bawah tanah serta kota-kota dan pemukiman yang juga menjadi penyumbang pencemar (Minyak, n.d.).

Pencemaran air dapat menyebabkan berkurangnya keanekaragaman atau punahnya populasi organisme perairan seperti benthos, perifiton, dan plankton. Dengan menurunnya atau punahnya organisme tersebut maka sistem ekologi perairan dapat terganggu. Sistem ekologi perairan (ekosistem) mempunyai kemampuan untuk memurnikan kembali lingkungan yang telah tercemar sejauh beban pencemaran masih berada dalam batas daya dukung lingkungan yang bersangkutan. Apabila beban pencemaran melebihi daya dukung lingkungannya maka kemampuan itu tidak dapat dipergunakan lagi. Pencemaran air selain 
mengakibatkan dampak buruk pada lingkungan dan menurunkan keanekaragaman serta mengganggu estetika juga berdampak negatif bagi kesehatan makhluk hidup, karena di dalam air yang tercemar selain mengandung mikroorganisme patogen, juga mengandung banyak komponen beracun (Nugroho, 2006 dalam Minyak, n. d.). Penggunaan air yang tidak memenuhi persyaratan (tercemar) dapat menimbulkan terjadinya gangguan kesehatan. Ganguan kesehatan tersebut dapat berupa penyakit menular maupun penyakit tidak menular. Menurut Slamet (2002).beberapa penyakit bawaan air yang sering ditemukan di Indonesia adalah (Pratiwi, 2007) :

  • Cholera, merupakan penyakit usus halus yang akut dan berat. Penyakit ini disebabkan oleh Vibrio cholera. Gejala utama dari penyakit ini adalah muntaber, dehidrasi dan kolaps, sedangkan gejala khasnya adalah tinja yang menyerupai air cucian beras. 
  • Tipus Abdomalis, merupakan penyakit yang menyerang usus halus. Penyebab penyakit ini adalah Salmonella typhi. Gejala utamanya adalah panas yang terus menerus dengan taraf kesadaran yang semakin menurun. 
  • Hepatittis A, merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Hepatitis A. gejala utamanya adalah demam akut, dengan perasaan mual dan muntah, hati membengkak dan mata menjadi kuning. 
  • Dysentrie, disebabkan oleh Entamoeba hystolitica. Gejala utamanya adalah tinja yang bercampur darah dan lendir. Selain itu, adapula penyakit yang diakibatkan karena keracunan bahan kimia melalui air seperti keracunan cadmium, keracunan merkuri, dan keracunan kobalt.

Daftar Pustaka

Abdullah, 2015. Drainase Merupakan Fasilitas Dasar Sebagai Sistem Guna Memenuhi Kebutuhan Masyarakat Dalam Perencanaan Kota. Aria. Surabaya

Jiao Ding et al, 2015. Klasifikasi Kualitas Air Sungai, Jaka. Bandung


Minyak dan Lemak. (n. d.). 18 Agustus 2018.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/28636/4/Chapter%20II.p

df

Pratiwi, Astri Wulandari. (2007). Gambaran Kualitas Bakteriologis Air pada
Depot Air Minum Isi Ulang di Wilayah Kota Bogor.. Skripsi Program
Sarjana. FKM-UI. Depok.


Safe Drinking Water Foundation. (n. d.) . Water pollution. 118 Agustus 2018
http://www.safewater.org/PDFS/resourcesknowthefacts/WaterPollution.
pdf

Salmin. (2005). Oksigen Terlarut (DO) dan Kebutuhan Oksigen Biologi (BOD) 
sebagai Salah Satu Indikator untuk Menentukan Kualitas Perairan. 
ISSN 0216-1877. Oseana, Volume XXX, Nomor 3, 2005 : 21 – 26.

Wardhana, Wisnu Arya. (2004). Dampak Pencemaran Lingkungan. Penerbit : 
Andi ;Yogyakarta.