.

Tampilkan postingan dengan label @Proyek C07. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @Proyek C07. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

CARA CERDAS HIJAU-KAN BUMI KITA

CARA CERDAS HIJAU-KAN BUMI KITA
(Oleh : Nur Utami Setianingsih @G11-Nur)

ABSTRAK
Peliknya permasalahan dunia pada masalah zaman sekarang ini membuat para ilmuwan perlu bekerja lebih keras dan lebih cerdas untuk menemukan sebuah terobosan baru yang lebih efektif dan efisien. Tingkat pencemaran yang terus melambung perlu menjadi sorotan utama. Perilaku "kimia hijau" atau green chemistry diciptakan agar masyarakat lebih peka terhadap kondisi bumi saat ini. Teknologi kimia hijau memberikan sejumlah manfaat, antara lain mengurangi limbah, mengurangi biaya perawatan pipa yang mahal, produk yang lebih aman, mengurangi penggunaan energy dan sumber daya alam tak terbarukan, dan meningkatkan daya saing pabrik kimia terhadap pelanggan mereka. Bila konsep kimia hijau diterapkan secara konsisten dan tepat dapat mengurangi bahkan menghilangkan senyawa beracun yang berdampak manusia, biosfir dan lingkungan sekitar.

KATA KUNCI : Kimia Hijau, Green Chemistry

Industri Ramah Lingkungan

INDUSTRI RAMAH LINGKUNGAN



Aktifitas industri tentunya akan menghasilkan limbah baik secara langsung maupun tidak langsung. Limbah yang dihasilkan tentunya akan berdampak pada lingkungan dan masyarakat sekitar. Polusi udara yang dihasilkan misalnya, asap hitam hasil pembakaran pabrik yang bergerak di pembuatan besi dan alumunium sering mengkhawatirkan masyarakat sekitar, asap sisa pembakaran membawa polutan berbahaya yang berdampak buruk bagi kesehatan.

Solusi yang dapat dilakukan untuk menghindari pencemaran lingkungan akibat limbah pabrik adalah dengan Green Chemical Process. Green Chemical Process (Proses Kimia Hijau) merupakan sebuah alternatif baru untuk mengatasi berbagai masalah lingkungan yang dihasilkan dari aktifitas produksi pabrik agar keberadaan industri dan produk-produk yang dihasilkan akan menjadi lebih bersahabat bagi lingkungan terutama masyarakat sekitar. Kelestarian alam turut menjadi salah satu prioritas dari pengoperasian proses kimia hijau ini. Hal-hal yang menjadi bahan pertimbangan dalam industri hijau adalah perancangan proses dan pilihan bahan kimia yang dipakai, perancangan pabrik, hingga proses pengolahan limbah.

Bahan baku yang dipilih dalam melakukan produksi sangat dianjurkan memilih bahan baku yang bersifat terbarukan (renewable) dan juga dapat didaur ulang (recycleable). Dalam menggunakan energi, terutama bagi pabrik-pabrik yang sering melakukan sistem pembakaran untuk menghasilkan produk yang diinginkan sangat disarankan untuk meminimalisir energi yang terbuang (heat integration) yang dapat menyebabkan pemanasan global, dan sangat dianjurkan untuk sebisa mungkin menggunakan bahan bakar nabati (biofuel), atau bisa juga menggunakan energi matahari.

Bahkan, jika memungkinkan, gas CO2 yang terbuang dapat ditangkap kembali (CO2 capture) agar sebisa mungkin meminimalisir pencemaran lingkungan. Metode ini, dapat digunakan pada industri-industri kimia yang bergerak di bidang Petrokimia seperti PT Krakatau Steel. Cara lain untuk meminimalisir limbah udara adalah dengan digunakannya fiter udara yang berfungsi untuk menangkap debu / partikel yang keluar dari cerobong atau stack. Berikut ini beberapa macam filter udara, meliputi :
 
Pengendapan siklon 
Adalah alat yang digunakan untuk mengendapkan debu atau abu yang ikut dalam gas buangan atau udara dalam ruang pabrik yang berdebu. Prinsip kerja pengendap siklon adalah pemanfaatan gaya sentrifugal dari udara atau gas buang yang sengaja dihembuskan melalui tepi dinding tabung siklon, sehingga partikel yang relatif berat akan jatuh ke bawah. Debu, abu atau partikel yang dapat diendapkan oleh siklon adalah berukuran antara 5 – 40 mikro. Makin besar ukuran debu, semakin cepat partikel diendapkan.
Filter basah

Adalah alat yang digunakan untuk membersihkan udara kotor dengan cara menyemprotkan air dari bagian atas alat, sedangkan udara kotor dari bagian bawah alat. Pada saat udara kotor kontak dengan air, maka debu akan ikut semprotan air untuk turun ke bawah.  Bila ingin hasil yang lebih baik, dapat digabungkan pengendap siklon dengan filter basah. Penggabungan kedua alat ini menghasilkan alat penangkap debu yang dinamakan pengendap siklon filter basah.

Pengendap sistem Gravitasi

Adalah alat yang digunakan untuk membersihkan udara kotor yang ukuran partikelnya relatif cukup besar, sekitar 50 mikro atau lebih. Prinsip kerja alat ini adalah dengan mengalirkan udara kotor ke alat, sehingga pada waktu terjadi perubahan kecepatan secara tiba-tiba, debu akan jatur terkumpul ke bawah akibat gaya beratnya sendiri. Kecepatan pengendapan tergantung pada dimensi alat yang digunakan.

Pengendap elektrostatik

Adalah alat yang digunakan untuk membersihkan udara kotor dalam jumlah (volume) besar dan waktu yang singkat, sehingga udara yang keluar dari alat ini relatif bersih. Alat ini berupa tabung silinder, dimana dindingnya diberi muatan positif, sedangkan tengahnya ada sebuah kawat, yang merupakan pusat silinder, sejajar dinding tabung, diberi muatan negatif. Adanya tegangan yang berbeda akan menimbulkan corona discharga di daerah sekitar pusat silinder. Hal ini menyebabkan udara kotor seolah-olah mengalami ionisasi. Kotoran menjadi ion negatif yang akan ditarik dinding tabung, sedangkan udara bersih akan berada di tengah silinder kemudian terhembus keluar.

Dengan menerapkan Green Chemical Process, diharapkan pabrik-pabrik yang bergerak di bidang industri kimia dapat lebih memperhatikan keramahan lingkungan dalam menghasilkan produknya. Sudah saatnya tercipta industri kimia yang ramah akan lingkungan, sehingga tidak mengganggu keasrian alam, dan profesi-profesi masyarakat seperti bertani, berkebun, nelayan dapat terjaga.

Sumber :

Kimia Hijau dan Aplikasinya

Kimia Hijau dan Aplikasinya

Oleh : arisa savitri eka pratiwi (G21-Arisa)


 Abstrak
Aplikasi kimia hijau sejalan dan seirama dengan prinsip pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Sebagai catatan, pembangunan berkelanjutan merupakan proses pembangunan dengan menerapkan prinsip memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi mada depan.

Kata kunci : Kimia Hijau dan Aplikasi kimia hijau  

Isi

Menurut Mustafa, Istilah kimia hijau pertama kali digunakan oleh Paul T. Anastas pada sebuah program khusus yang diperkenalkan organisasi EPA (Environmental Protection Agency) di Amerika Serikat tahun 1991. Program ini dimaksudkan untuk menerapkan pengembangan berkelanjutan di bidang kimia dan teknologi kimia oleh dunia industri, akademi, dan pemerintahan. Konsep kimia hijau mengintegrasikan pendekatan baru untuk proses sintesa, pengolahan, dan aplikasi zat-zat kimia sedemikian rupa sehingga dapat menurunkan ancaman terhadap kesehatan dan lingkungan. Pendekatan baru ini kemudian diberi istilah: kimia yang ramah terhadap lingkungan (Environmental benign Chemistry), kimia bersih (Clean Chemistry) ekonomi atom (atom economy), kimia yang dirancang jinak/ramah (benign-by-design chemistry).

Konsep kimia hijau biasanya ditampilkan sebagai gabungan dari 12 prinsip yang diusulkan oleh Anastas dan Warner (Anastas & Warner, 1998), apabila diterapkan dapat menunjukkan bagaimana produksi zat kimia dapat memfasilitasi kesehatan manusia dan lingkungan, dengan tetap memperhatikan efisiensi dan keuntungan. Kedua belas prinsip kimia hijau itu adalah: 1) pencegahan: pencegahan limbah lebih diutamakan daripada perlakuan terhadap air limbah; 2) atom ekonomi: metode sintesa harus dirancang untuk memaksimalkan pemanfaatan semua materi yang digunakan dalam proses sampai menghasilkan suatu produk; 3) sintesa zat kimia dengan kemungkinan timbulnya bahaya seminimal mungkin: kegiatan pembuatan zat kimia diusahakan menerapkan metode yang dirancang untuk memanfaatkan dan menghasilkan zat-zat dengan toksisitas serendah mungkin bagi kesehatan manusia dan lingkungan; 4) merancang zat kimia yang aman yang dapat digunakan sesuai peruntukannya dengan meminimalisir toksisitas zat tersebut; 5) pemanfaatan pelarut dan zat pendamping yang aman; 6) perancangan sistem untuk mendapatkan efisiensi energi pada temperatur dan tekanan rendah serta ramah lingkungan; 7) sejauh mungkin menerapkan penggunaan bahan mentah yang terbarukan, bukan yang menghabiskan sumber daya; 8) sejauh mungkin mengurangi pemanfaatan zat derivatif seperti zat pencegah, pelindung, atau penghancur; 9) pemanfaatan katalis seselektif mungkin dan yang merupakan reagen dengan sifat stokiometrik yang paling baik; 10) perancangan agar mudah diuraikan, zat-zat kimia yang dihasilkan harus mudah diuraikan saat manfaatnya telah selesai; 11) analisis secara real-time untuk pencegahan polusi; metode-metode analisis harus dikembangkan untuk memungkinkan pemantauan dan pencegahan secara langsung pada setiap tahap dari proses sintesa untuk mencegah terbentuknya zat berbahaya; 12) penerapan kimia aman untuk mencegah kecelakaan, zat-zat yang digunakan dalam proses kimia harus dipilih untuk meminimalisir potensi kecelakaan, termasuk pelepasan zat berbahaya, ledakan, dan kebakaran. Kedua belas prinsip ini diharapkan dapat memotivasi hal-hal yang berhubungan dengan bidang kimia seperti penelitian, pendidikan, dan kebijakan dan persepsi masyarakat. Prinsip pertama menggambarkan ide dasar dari kimia hijau, yang dilanjutkan dengan prinsip-prinsip berikutnya yang menjadi pedoman dalam melaksanakan prinsip pertama itu seperti atom economy, penghindaran toksisitas, pemanfaatan solven dan media lainnya dengan konsumsi energi seminimal mungkin, pemanfaatan bahan mentah dari sumber yang terbarukan, serta penguraian produk kimia menjadi zat-zat nontoksik sederhana yang ramah lingkungan (Dhage, 2013).

Para ahli kimia dapat mengakses berbagai sumber informasi mengenai potensi bahaya molekul zat kimia yang akan dirancang dan zat pendukung yang akan dipilih. Saat ini para ahli kimia hijau sudah terlatih untuk mengintegrasikan berbagai informasi tersebut untuk merancang molekul dengan menghindari atau mengurangi sifat racun/toksik dari molekul tersebut. Sebagai contoh, mereka mungkin merancang molekul yang cukup besar ukurannya sehingga tidak dapat menembus jauh ke dalam paru-paru manusia atau hewan, yaitu tempat efek toksik dapat terjadi. Cara lain adalah mengubah sifat-sifat suatu molekul untuk mencegah absorpsi oleh kulit atau untuk memastikan molekul tersebut akan mudah terurai di lingkungan. Dengan kemajuan di bidang teknologi pembuatan partikel nano, maka perlu diperhatikan atau dibuat peraturan untuk mengurangi dampak kesehatan dan lingkungan yang disebabkan partikel nano ini termasuk aplikasi teknologi dan partikel nano di dunia kedokteran, seperti pencitraan, pemberian obat, disinfektasi, dan perbaikan jaringan (Albrecht, Evans, & Raston, 2006). Partikel nano ini dapat masuk ke tubuh manusia melalui paru, usus besar, kulit, serta dapat masuk ke jaringan otak yang kemungkinan besar dapat menimbulkan masalah kesehatan, meskipun penelitian mengenai ini belum tuntas. Aturan dan regulasi terkait nano partikel dan kesehatan serta lingkungan perlu dikembangkan berdasarkan 12 prinsip kimia hijau. Albrechts et al., (2006) menguraikan dampak nano partikel dan berbagai kemungkinan alternatif yang tidak berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan untuk pemanfaatan nano partikel di berbagai aspek kehidupan. Manfaat pendekatan kimia hijau adalah mengurangi berbagai risiko pada siklus produksi dan pemanfaatan zat kimia. Pendekatan pembaharuan berkelanjutan dalam hal penemuan atau inovasi akan membawa kepada proses dan produk yang aman di dalam ekosistem alami, dan mudah terurai, sehingga menjadi zat gizi untuk alam atau dapat didaur ulang.

CAT RAMAH LINGKUNGAN
Senyawa organik yang mudah menguap atau volatile organic compounds (VOC) biasa diidentifikasi sebagai bau sesuatu yang baru dicat, bersifat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Sejak dulu ada cat yang larut dalam air berbentuk bubuk, tetapi tidak mudah didapat. Perusahan cat di Inggris berhasil membuat cat yang sedikit sekali atau tidak mengandung VOC tetapi tetap menarik, misalnya cat yang berbasis pelarut dari tanaman yang tidak berbau, mudah dibersihkan, dan berdaya tutup yang baik. Cat-cat yang diiklankan di Indonesia juga sudah mulai memperhatikan keamanan terhadap kesehatan dan lingkungan.

PLASTIK RAMAH LINGKUNGAN
Sudah ada produk-produk plastik yang berbahan dasar gula dari tanaman hasil pertanian yang terbarukan, seperti jagung, kentang, dan gula dari buah bit, untuk mulai menggantikan plastik yang berasal dari petroleum. Beberapa perusahaan di negara maju telah menghasilkan produk-produk plastik yang ramah lingkungan. Sebagai contoh, perusahaan di Amerika yang memasarkan polimer PLA dari tumbuhan yang berasal dari jagung, digunakan dalam kemasan makanan dan minuman. Perusahaan ini juga berhasil membuat serat yang berasal dari jagung dinamakan Ingeo dan digunakan untuk membuat selimut serta hasil tekstil lain. Pabrik yang memakai polimer PLA sebagai bahan dasarnya juga mengintegrasikan prinsip-prinsip kimia hijau termasuk dalam memilih zat warna untuk produkproduk mereka. Di Amerika Serikat, terdapat perusahaan yang mengganti bahan penguat karpet yang biasanya terdiri atas aspal, polivinil klorida (PVC), dan poliuretan, dengan resin poliolefin, yang berasal dari tanaman dan lebih rendah toksisitasnya. Karpet jenis ini memiliki daya rekat yang tinggi dan tidak mudah menyusut. Saat ini karpet yang ramah lingkungan ini telah digunakan untuk bangunan rumah, sekolah, rumah sakit, dan kantor. Saat ini sudah ada Pedoman Pemanfaatan Biomaterial Berkelanjutan (Sustainable Biomaterials Guidelines) yang memberi arahan untuk pendekatan komprehensif terhadap siklus produksi, pemanfaatan dan pengolahan limbah untuk praktik pertanian sampai dengan daur ulang dan pembuatan pupuk. Pedoman tersebut memberi saran bagaimana mengolah limbah tumbuhan seperti kayu, rumput kering, tanaman, dan berbagai bahan mentah pertanian untuk dimanfaatkan kembali. Pedoman tersebut sesuai dengan prinsip kimia hijau yang ke tujuh yaitu memanfaatkan bahan baku pertanian yang dapat didaur ulang, seperti yang digambarkan pada Gambar 2. Prinsip ini mendasari usaha para ahli kimia untuk memanfaatkan material yang dapat diperbaharui, seperti bahan bakar biogas dan pakan ternak, menghemat penggunaan energi, dan memproduksi zat-zat kimia yang ramah lingkungan pada pengolahan bahan makanan.
Smart City
Konsep kota cerdas diperkenalkan untuk mengusahakan tersedianya kehidupan perkotaan yang baik bagi penduduknya melalui pengelolaan optimal berbagai sumberdaya yang diperlukan. Konsep kota cerdas merupakan proses kegiatan yang dilakukan untuk membuat perkotaan menjadi nyaman untuk kehidupan penduduknya dan siap menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul. Tahun 2008 para walikota di Eropa telah menyepakati kebijakankebijakan pembangunan kota berkelanjutan, yaitu mencapai tujuan 20-20-20 (20% reduksi gas buang/emisi, 20% energi terbarukan, dan 20% peningkatan efisiensi energi) pada tahun 2020 (Woinasroschy, 2016).



Daftar pustaka
Hidayat, Atep Afia dan M. Kholil. 2017. Kimia, Industri dan Teknologi Hijau. Jakarta: Pantona Media

"Menghijaukan" Bumi



Oleh                      : @G14 – Bayu Prayudha

Abstrak                :
Green Chemistry adalah paradigma yang menggiatkan rancangan proses dan produk yang bisa memperkecil bahkan menghilangkan penggunaan maupun pembentukan bahan kimia beracun dan berbahaya. Green Chemistry mengembangkan inovasi proses kimia yang menggeser, menambah/mengurangi atau memperbaharui proses kimia tradisional-konvensional menjadi lebih ramah terhadap lingkungan maupun manusia tanpa meninggalkan prinsip-prinsip optimasi proses produksi. Penerapan Green Chemistry adalah langkah penting menuju pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

Kata Kunci           : Green Chemistry, sustainable development, 12 prinsip Green Chemistry, aplikasi Kimia Hijau

Kamis, 15 Februari 2018

Definisi Industri Hijau





Ada bebrapa definisi dari Industri Hijau, menurut Wikipedia IndonesiaKimia hijau, juga disebut kimia berkelanjutan, adalah filsafat penelitian dan rekayasa/teknik kimia yang menganjurkan desain produk dan proses yang meminimasi penggunaan dan penciptaan senyawa-senyawa berbahaya.
Dari beberapa sumber yang di baca oleh penulis (Muhammad Ainun Na’im), kimia hijua adalah proses pengembangan technology proses produksi dengan cara yang lebih ramah lingkungan  dan menguntungkan / kontribusi bagi kehidupan manusia dan perkembangan industri itu sendiri. Ada beberapa aspek yang langsung bersinggungan dengan kehidupan industri :

Aspek – aspek kehidupan yang bersinggungan langsung dengan industry hijau  :
1.   Ekonomi
Salah satu tujuan utama dari industri adalah menujang kebutuhan ekonomi masyarakat, sehingga kehidupan manusia dapat tetap berlangsung dan berkembang. Industri juga bertujuan untuk menyerap tenaga kerja, menghasilkan produk yang diperlukan masyarakat (ramah lingkungan), menghasil devisa negara melalui ekspor serta menghemat devisa negara melalui pengurangan impor produk.


2.   Lingkungan
Tujuan kedua adalah tetap menperhatikan kesehatan lingkungan sekitar, menjaga keseimbangan ekosistem, memelihara sumbet daya yang berkelanjutan, menghindari ekploitasi sumber daya alam dan fungsi pelestarian lingkungan.   

3.   Sosial
Pembangunan industri yang dapat memberi manfaat pada masyarakat. Sebagai contoh : Peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan dan keamanan. Sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.

Disisi lain penerapan industri hijau juga ditujukan untuk memberikan kontribusi lebihterhadap perusahaan itu sendiri, dengan penerapan industri hijau perusahaan dapat menghemat dalam penggunaan bahan baku, efisiensi waktu produksi sehingga menigkatkan kapasitas produksi yang akan berdampak langsung ke kemajuan perusahaan.

Adapun Ciri – Cirii dari Industri Hijau Itu Sendiri :
a.    Proses produksi dengan menggunakan bahan baku yang lestari
b.    Penggunaan bahan baku seminimal mungkin.
c.    Proses produksi hemat bahan, air dan energy.
d.    Proses produksi bebas bahan berbahaya dan beracun.
e.    Penerapan daur ulang untuk limbah padat.
f.     Pengurangan emisi arau gas rumah kaca sebagai polutan yang berbahaya secara substansial.
g.    Produk yang dihasilkan memiliki daya tahan dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang.

Penerapan industri hijau dilaksanakan dengan pemenuhan terhadap Standar Industri Hijau (SIH) yang secara bertahap dapat diberlakukan secara wajib.
Pemenuhan terhadap Standar Industri Hijau oleh perusahaan industri dibuktikan dengan diterbitkannya sertifikat industri hijau yang sertifikasinya dilakukan melalui suatu rangkaian proses pemeriksaan dan pengujian oleh Lembaga Sertifikasi Industri Hijau (LSIH) yang terakreditasi. Proses pemeriksaan dan pengujian dalam rangka pemberian sertifikat industri hijau dilaksanakan oleh auditor industri hijau yang wajib memiliki sertifikasi kompetensi auditor industri hijau.
Untuk mendorong percepatan terwujudnya Industri Hijau, pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah dapat memberikan fasilitas kepada perusahaan industri baik fiskal maupun non fiskal. Strategi pengembangan Industri Hijau akan dilakukan yaitu:
  1. mengembangkan industri yang sudah ada menuju industri hijau; dan
  2. membangun industri baru dengan menerapkan prinsip-prinsip industri hijau.
Sasaran Pengembangan Industri Hijau
  1. Tersusunnya standar industri hijau (jenis industri)
  2.  Terakreditasinya lembaga sertifikasi (unit)
  3. Tersertifikasi auditor industri hijau (orang)
  4. Bantuan prasarana industri hijau pada sentra IKM (unit)
  5. Bantuan fasilitasi untuk sertifikasi industri hijau (kegiatan)

Referensi :

3.    Modul Kimia Industri 012

Selasa, 13 Februari 2018

Penerapan Kimia Hijau Untuk Kota Yang Cerdas

Oleh : Farichatus Sa'diyah (G13-Farichatus)

Abstrak :
Konsep kota cerdas diperkenalkan untuk mengusahakan tersedianya kehidupan perkotaan yang baik bagi penduduknya melalui pengelolaan optimal berbagai sumber daya yang diperlukan. Konsep kota cerdas merupakan proses kegiatan yang dilakukan untuk membuat perkotaan menjadi nyaman untuk kehidupan penduduknya dan siap menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul. Untuk tercapainya kota yang cerdas, maka perlu dikembangkan semua sistem dan strukturnya; baik sumber daya listrik dan gas, air, transportasi dan sebagainya. Dalam pembentukan kota cerdas, perlunya konsep kimia hijau untuk pengelolaan pembangunan berkelanjutan yang berfokus pada produksi dan teknologi penerapan Ilmu Kimia yang ramah lingkungan.

Kata Kunci : kimia, hijau, kota cerdas

Minggu, 11 Februari 2018

Pentingnya Kimia Hijau (Green Chemistry)


Oleh: Fitri Nurul Karimah (@G15-Fitri)


Abstrak

Dengan terjadinya kerusakan pada bumi ini, diperlukan aplikasi pada prinsip Kimia Hijau (Green Chemistry). Dengan prinsip sebagai berikut berikut (1) pencegahan terbentuknya limbah, (2) ekonomi atom, (3) sintesis kimia yang tidak berbahaya, (4)perancangan produk kimia yang aman, (5) pemakaian bahan pelarut dan pembantu yang aman, (6) perancangan efisiensi energi, (7) penggunaan bahan baku terbarukan, (8) pengurangan langkah proses, (9) penggunaan katalis untuk mempercepat proses, (10) perancangan produk terbarukan yang ramah lingkungan, (11) analisis real time untuk pencegahan polusi, (12) menghindari penggunaan bahan kimia yang berbahaya, toksis, dan tak ramah lingkungan. Dengan pelaksanaan  ke-12 prinsip tersebut, berarti green chemistry dapat dipandang sebagai suatu langkah penting menuju kelestarian lingkungan  atau pembangunan berkelanjutan.

Keyword: kimia hijau, green chemistry, kelestarian lingkungan

Sabtu, 10 Februari 2018

GREEN CHEMISTRY



Oleh : CHANDRA EKA PRASETYA (@G04-CHANDRA)


Abstrak : 

Kimia hijau disebut juga Kimia Berkelanjutan adalah suatu filosofi penelitian dan rekayasa yang menganjurkan perencanaan suatu produk dan proses untuk meminimalisasi atau meniadakan penggunaan senyawa-senyawa kimia berbahaya bagi kesehatan. Sedangkan Kimia Lingkungan adalah cabang ilmu kimia yang membahas lingkungan hidup dan zat-zat kimia di alam dan Kimia Hijau berupaya mencari cara untuk mengurangi dan mencegah pencemaran lingkungan dari sumbernya.

Sebagai suatu filosofi kimia, Kimia Hijau berlaku untuk Kimia Organik, Kimia AnOrganik, Biokimia, Kimia Analisis dan bahkan Kimia Fisika. Kimia Hijau lebih terfokus kepada terapan pada Industri dan sebenarnya berlaku juga pada cabang Ilmu Kimia Lainnya. Fokus dari Kimia Hijau ini sebenarnya adalah meminimalisasi bahaya dan memaksimalisasi dengan efisien penggunaan bahan-bahan kimia dalam mencapai atau menghasilkan suatu produk.