.

Tampilkan postingan dengan label @N21-MAY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @N21-MAY. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Desember 2019

Teknologi Hijau









Oleh: MAY ROSE INDAH PRATIWI TEDJO
@N21-MAY




ABSTRAK
Hampir seluruh produk untuk keperluan sehari-hari adalah produk kimiawi. Kimia hijau (green chemistry) mulai mendapat perhatian berbagai negara maju dalam hal penemuan, rancangan dan aplikasi produknya termasuk proses yang dijaga dari penggunaan bahan beracun atau zat yang berbahaya bagi kehidupan. Teknologi” lebih bermakna sebagai penerapan pengetahuan untuk tujuan praktis. Sedangkan “teknologi hijau” adalah teknik untuk menghasilkan energi dan/atau produk yang tidak mencemari atau meracuni lingkungan hidup. Teknologi hijau masih terus dikembangkan hingga saat ini. Untuk masa datang, “teknologi hijau” merupakan suatu bidang yang akan melahirkan banyak inovasi dan perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Boleh dikatakan perkembangan teknologi hijau ini dapat disejajarkan dengan ledakan “teknologi informasi” selama dua dekade terakhir ini.

KATA KUNCI: TEKNOLOGI HIJAU

I. PENDAHULUAN
Teknologi untuk menghasilkan energi dan/atau produk yang tidak mencemari atau meracuni lingkungan hidup. Untuk masa datang, “teknologi hijau” merupakan suatu bidang yang akan melahirkan banyak inovasi dan perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Satu upaya untuk menjaga kelestarian atau keberlanjutan kehidupan. Teknologi hijau adalah aplikasi sains alam sekitar untuk memelihara sumberdaya alam serta mengelola dampak negatif akibat akitivitas manusia. Teknologi hijau adalah teknologi rendah karbon dan lebih ramah lingkungan. Teknologi hijau merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelestarian atau keberlanjutan kehidupan di planet bumi ini. Kelestarian atau keberlanjutan (sustainabilitas) yang dapat diartikan sebagai perihal pemenuhan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan di masa depan tanpa merusak sumber daya alam, atau pemenuhan kebutuhan saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

II. PERMASALAHAN
1. Apa itu Teknologi Hijau?
2. Apa contoh dari Teknologi Hijau?
3. Apa Manfaat dari Teknologi Hijau?
4. Apa Manfaat dari Teknologi Hijau?

III.PEMBAHASAN 

PENGERTIAN KIMIA HIJAU
Teknologi hijau merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelestarian atau keberlanjutan kehidupan di planet bumi ini. Kelestarian atau keberlanjutan (sustainabilitas) yang dapat diartikan sebagai perihal pemenuhan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan di masa depan tanpa merusak sumber daya alam, atau pemenuhan kebutuhan saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

Contoh hasil diterapkannya teknologi ramah lingkungan diantaranya, yaitu:
·         Mobil dengan tenaga matahari
·         Pembangkit tenaga surya
·         Mobil dengan tenaga listrik
·         PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir)
·         Briket, bahan untuk membantu proses memasak
·         Bahan memasak dari kotoran hewan yang di proses

Manfaat Teknologi Hijau
1. Mengatasi jumlah atau hasil dari limbah
2. Teknologi ramah lingkungan tergolong efektif dan efisien
3. Hemat dalam pengeluaran
4. Mengurangi resiko kerusakan yang akan timbul pada alam
5. Memperkecil kondisi yang memungkinkan menurunkan kondisi kesehatan SDM

Macam-Macam Teknologi Ramah Lingkungan
1. Biofuel
Biofuel merupakan suatu bahan bakar yang berbentuk padatan, cair, maupun gas. Bahan baku dari pembuatan bahan bakar biofuel ini berasal dari tanaman atau tumbuh-tumbuhan yang berasal dari limbah pertanian, limbah industri, limbah pabrik, limbah komersial, dan limbah domestik.
2. Biogas
Biogas adalah hasil dari produksi teknologi ramah lingkungan. Bentuk atau wujud dari biogas ini adalah dalam wujud gas. Dan sifat yang dimiliki oleh biogas ini yaitu mudah sekali terbakar. Jadi, ketika Anda menggunakan biogas, jauhkan jangkauan sumber api dari biogas tersebut. Karena apabila Anda lalai dalam menjauhkan benda-benda yang menjadi sumber api, dikhawatirkan terjadi hal – hal yang tidak diinginkan akibat dari sahutan biogas pada sumber api.
3. Biopori
Biopori merupakan teknologi ramah lingkungan yang mana dibuat resapan air di dalam tanah yang berbentuk lubang-lubang. Dimana lubang-lubang tersebut merupakan daerah yang dijadikan tempat masuknya air agar meresap ke dalam tanah.

IV. KESIMPULAN
Teknologi hijau merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelestarian atau keberlanjutan kehidupan di planet bumi ini. Kelestarian atau keberlanjutan (sustainabilitas) yang dapat diartikan sebagai perihal pemenuhan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan di masa depan tanpa merusak sumber daya alam, atau pemenuhan kebutuhan saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

V. DAFTAR PUSTAKA
Markey. 2019. Manfaat Teknologi Ramah Lingkungan dan Contohnya
Anggita. 2017. Teknologi Hijau.

Industri Hijau









Oleh: MAY ROSE INDAH PRATIWI TEDJO
@N21-MAY



ABSTRAK
Pembangunan Industri Hijau bertujuan untuk mewujudkan Industri yang berkelanjutan dalam rangka efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelangsungan dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Industri hijau adalah industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberi manfaat bagi masyarakat. Lingkup pembangunan industri hijau meliputi standarisasi industri hijau dan pemberian fasilitas untuk industri hijau.

KATA KUNCI: INDUSTRI HIJAU

I. PENDAHULUAN
Industri Hijau adalah sebuah icon industri yang harus dipahami dan dilaksanakan, yaitu industri yang dalam proses produksinya menerapkan upaya efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. Seiring dengan hal tersebut maka diperlukan dukungan berbagai teknologi: untuk menghasilkan bahan baku tanpa membahayakan kelestarian sumberdaya alam, untuk mengolah bahan baku secara efisien (zero waste), untuk menyediakan energi alternatif pensubstitusi energi fosil, untuk menyediakan bahan pembantu alternatif, serta untuk menangani limbah industri. 


II. PERMASALAHAN
1. Apa itu industri hijau?
2. Apa saja jenis-jenis industri hijau?
3. Apa sasaran pengembangan industri hijau?


III.PEMBAHASAN 

Pengertian Industri Hijau
Industri hijau adalah industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberi manfaat bagi masyarakat

Sasaran Pengembangan Industri Hijau
1.      Tersusunnya standar industri hijau (jenis industri)
2.       Terakreditasinya lembaga sertifikasi (unit)
3.      Tersertifikasi auditor industri hijau (orang)
4.      Bantuan prasarana industri hijau pada sentra IKM (unit)
5.      Bantuan fasilitasi untuk sertifikasi industri hijau (kegiatan)

Dalam rangka mencapai sasaran tersebut di atas, maka akan dilakukan beberapa hal sebagai berikut:
1. Penetapan standar industri hijau, meliputi antara lain:
·   Melakukan benchmarking standar industri hijau di beberapa negara.
·   Menetapkan Panduan Umum penyusunan Standar Industri Hijau dengan memperhatikan sistem standardisasi nasional dan/atau sistem standar lain yang berlaku.
·   Melakukan penyusunan Standar Industri Hijau berdasarkan kelompok Industri sesuai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia.
·   Menetapkan Standar Industri Hijau
·   Memberlakukan Standar Industri Hijau secara wajib yang dilakukan secara bertahap
·   Melakukan pengawasan terhadap perusahaan industri yang Standar Industri Hijaunya diberlakukan secara wajib.
·   Menetapkan Peraturan Menteri mengenai pengawasan terhadap Perusahaan Industri yang Standar Industri Hijaunya diberlakukan secara wajib.
·   Melakukan Mutual Recognition Agreement (MRA) dengan negara yang telah menerapkan standar industri hijau atau standar lainnya yang sejenis

2. Pembangunan dan pengembangan lembaga sertifikasi industri hijau yang terakreditasi serta peningkatan kompetensi auditor industri hijau, meliputi antara lain:
·   Menyusun Pedoman Umum Pembentukan Lembaga Sertifikasi
·   Menyusun Standar Kompetensi Auditor Industri Hijau
·   Menyusun Standard Operating Procedure (SOP) Sertifikasi Industri Hijau
·   Menyusun Modul Pelatihan Industri Hijau
·   Menunjuk Lembaga Sertifikasi Industri Hijau yang terakreditasi
·   Menetapkan Pedoman Akreditasi terhadap Lembaga Sertifikasi Industri Hijau
·   Melakukan Pengawasan terhadap Lembaga Sertifikasi Industri Hijau
·   Melakukan pelatihan auditor industri hijau

3. Pemberian fasilitas untuk industri hijau, meliputi:
·   Fasilitas fiskal yang diberikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.
·   Fasilitas non-fiskal berupa :
1.   pelatihan peningkatan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia Industri;
2.   sertifikasi kompetensi profesi bagi sumber daya manusia Perusahaan Industri;
3.   bantuan pembangunan prasarana fisik bagi Perusahaan Industri kecil dan industri menengah; dan
4.   penyediaan bantuan promosi hasil produksi bagi Perusahaan Industri.


Jenis-Jenis industri hijau
1.      pengembangan hutan energi
2.      ekowisata
3.      pembentukan kebun raya atau hutan kota
4.      penangkaran satwa liar dan langka,
5.      pengembangan hutan non hasil kayu seperti getah dan sebagainya.
6.      pengembangan produk subtitusi impor
7.      pengolahan limbah energi dari hasil pemanfaatan mikroba
8.      pemanfaatan panas bumi (geothermal)
9.      restorasi ekosistem


IV. KESIMPULAN
Pembangunan Industri Hijau bertujuan untuk mewujudkan Industri yang berkelanjutan dalam rangka efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelangsungan dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Industri hijau adalah industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberi manfaat bagi masyarakat.


DAFTAR PUSTAKA
LENTERA BISNIS.  2018. Pengertian Industri Hijau
Hestanto. Pembangunan Industri Hijau Indonesia

Senin, 02 Desember 2019

WUJUD GAS














ABSTRAK
materi atau zat dikelompokan menjadi zat tunggal (murni) dan campuran. Zat murni terdiri dari unsur dan senyawa. unsur merupakan zat murni yang palingsederhana. Sedangkan senyawa gabungan dari dua atau lebih unsur yang terbentukmelalui reaksi kimia. Suatu zat bisa berupa gas, cair, atau padat. Saat benda padat berubah menjadi cair, maka disebut meleleh atau melebur atau juga mencair. Jika bendacair berubah menjadi padat, maka disebut menguap. Ada keunikan diantara zattersebut. Ada beberapa zat yang sama yang juga dapat dijumpai dalam bentuk yang berbeda. Air bisa kita jumpai dalam bentuk gas (uap), cair (air), atau padat.Salah satu tujuan mempelajari ilmu Kimia adalah mengkaji tentang  bagaimana partikel berukuran sangat kecil bergabung satu dengan lainnya membentuk strukturmateri yang sangat besar seperti kita lihat sehari-hari, contohnya molekul air. Materiyang kita amati sehari-hari sesungguhnya tersusun dari sejumlah partikel yang bergabung melalui ikatan kimia atau gaya antarmolekul. Dengan diketahuinya jenisikatan yang memperkokoh partikel, diharapkan kita dapat meramalkan bentukgeometri suatu materi, khususnya geometri molekul.

KATA KUNCI: WUJUD GAS

I. PENDAHULUAN
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering melihat zat padat, zat gas, dan cair. misalnya seperti es yang mencair merupakan perubahan wujud zat padat menjadi zat cair.
Semua benda terdiri atas zat atau materi. Walaupun zat-zat penyusun benda itu berlainan jenis atau wujudnya, tetapi ada dua sifat yang sama pada zat-zat itu, yaitu semua menempati ruang dan memiliki massa. Secara umum didifinisikan bahwa zat (materi) adalah sesuatu yang menempeti ruangan dan memiliki massa.

II. PERMASALAHAN
1.Bagaimana sifat benda padat, cair dan gas?
2.Apa saja faktor penyebab perubahan sifat benda?
3.Apakah yang dimaksud dengan perubahan sementara dan perubahan tetap?

III.PEMBAHASAN 
Sifat Benda Padat, Cair Dan Gas
1.Sifat benda padat
Benda padat mempunyai bentuk dan ukuran yang tetap. Contohnya kayu, buku, dan batu. Bentuk dan ukuran benda tersebut tetap walaupun dipindahkan tempatnya.
2.Sifat benda cair
Benda cair memiliki ukuran yang tetap, namun bentuknya berubah-ubah sesuai dengan wadah yang ditempatinya. Contohnya air. Apabila air 1 liter dimasukan kedalam botol maka bentuknya seperti botol dan volumenya tetap 1 liter. Jika dipindahkan kedalam kaleng maka volumenya tetap 1 liter namun bentuknya seperti kaleng.
3.Sifat benda gas
Benda gas memiliki bentuk dan ukuran yang berubah-ubah. Contohnya udara di dalam balon, bentuknya seperti balon dan menempati seluruh ruangan balon.

B.Faktor Penyebab Perubahan Sifat Benda
Wujud benda tidak selalu tetap. Setiap benda yang mendapat perlakuan tertentu pasti akan berubah baik wujud maupun bentuknya. Benda dapat berubah wujud, misalnya dari benda padat berubah menjadi benda cair ataupun sebaliknya. Perubahan wujud benda juga menyebabkan perubahan sifat benda. Berikut diagram perubahan wujud benda.
1.Mencair (melebur)
Mencair adalah peristiwa perubahan wujud dari padat menjadi cair. Contoh: es dipanaskan berubah menjadi air.
2.Membeku
Membeku adalah peristiwa perubahan wujud cair menjadi padat. Contoh: air yang didinginkan (dimasukan ke dalam freezer) akan membeku menjadi es batu.
3.Menguap
Menguap adalah peristiwa perubahan wujud dari cair menjadi gas. Contoh: pakaian yang basah setelah dijemur menjadi kering.
4.Mengembun
Mengembun adalah peristiwa perubahan wujud gas menjadi cair. Contoh: gelas yang berisi es pada dinding bagian luarnya terdapat titik-titik air.
5.Menyublim
Menyublim adalah peristiwa perubahan wujud padat menjadi gas atau sebaliknya. Contoh: kapur barus.

Sebuah benda dapat mengalami perubahan sifat. Perubahan sifat benda meliputi warna, kelenturan dan bau. Perubahan tersebut dipengarauhi oleh beberapa faktor:
1.Pemanasan
Pemanasan suatu benda akan menimbulkan perubahan pada benda. Pemanasan pada benda padat dapat mengubah wujud benda menjadi cair. Contonya lilin, es, dan mentega yang dipanaskan akan menjadi cair. Wujud benda cair apabila dipanaskan maka akan berubah menjadi gas. Contonya air yang dipanaskan akan menjadi uap air. Benda-benda tersebut apabila mengalami proses pemanasan maka sifat dari benda tersebut akan berubah.
2.Pendinginan
Benda yang bersifat cair akan berubah manjadi padat dan keras jika didinginkan. Air merupakan zat cair dan es adalah benda padat. Sifat es berbeda dengan sifat padat. Jadi sifat air berubah setelah mengalami proses pendinginan.
3.Pembakaran
Pembakaran suatu benda akan menyebabkan perubahan pada benda. Kertas yang dibakar akan berubah menjadi abu. Sebelum dibakar sifat kertas adalah berwarna putih, dapat menyerap tinta, dan tidak rapuh. Namun setelah dibakar, kertas berubah menjadi abu yang berwarna hitam, bersifat rapuh, dan tidak dapat menyerap tinta. Plastik yang dibakar akan mejadi hitam dan kayu yang dibakar akan berubah menjadi arang atau abu.
4.Pembusukan
Pembusukan terjadi karena adanya bakteri atau jamur yang menempel. Contohnya, buah, sayuran, daging maupun makan matang. Buah dan sayuran segar akan berubah menjadi lembek ketika membusuk, begitu pula dengan daging dan makanan matang. Pembusukan juga menyebabkan benda berbau busuk dan berlendir. Proses pembusukan mengubah sifat-sifat dari benda.

IV. KESIMPULAN
Di alam ini terdapat tiga wujud benda, yaitu padat, cair dan gas. Ketiga wujud tersebut memiliki sifat yang berbeda-beda.Benda dapat berubah wujud, misalnya dari benda padat berubah menjadi benda cair ataupun sebaliknya. Perubahan wujud benda juga menyebabkan berubah pula sifat benda tersebut. Perubahan benda terbagi menjadi dua, yaitu perubahan sementara dan perubahan tetap.

DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Mulyati, Dkk. (2009). Ilmu Pengetahuan Alam Dan Lingkunganku. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional
Rositawaty, S, Aris Muharam.(2008). Senang Belajar Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Nunung, Ningsih. Makalah perubahan wujud zat.

Selasa, 26 November 2019

Struktur Molekul & Ikatan Valensi




STRUKTUR MOLEKUL

     Struktur molekul adalah penggambaran ikatan-ikatan unsur atau atom yang membentuk molekul. Molekul terdiri dari sejumlah atom yang bergabung melalui ikatan kimia, baik itu ikatan kovalen, ikatan hidrogen dan ikatan ion, serta ikatan-iktan kimia lainnya. 

  1. BENTUK MOLEKUL
    1. Bentuk Molekul Berdasarkan Teori  VSEPR
Teori VSEPR adalah teori yang menggambarkan bentuk molekul berdasarkan kepada tolakan pasangan electron disekitar atom pusat. Teori talakan pasangan  electron ini dikenal dengan istilah VSEPR (Valence Shell  Electron Pair of Repulsion)

Bentuk molekul didasarkan kepada jumlah electron yang saling tolak-menolak disekitar atom pusat yang akan menempati tempat sejauh munkin untuk meminimumkan tolakan.
12
  • Symbol – symbol dalam teori  VSEPR
  1. A            : Atom pusat
  2. X            : Jumlah pasangan electron ikatan
  3. E            : jumlah Pasangan electron bebas
Rumusan tipe molekul  dapat ditulis dengan lambang  AXnEm   (jumlah pasangan electron)
Catatan: ikatan rangkap dua atau rangkap tiga dihitung satu pasang electron ikatan
Cara meramalkan bentuk molekul dengan teori VSEPR
  1. Tentukan struktur lewis dari rumus moleku
  2. Tentukan jumlah PEB dan PEI atom pusat
  3. Prediksi besar sudut ikatan dan arah yang munkin akibat tolakan
  4. Gambar bentuk molekul dan beri nama sesuai dengan  jumlah PEI dan PEB
Catatan 2            : tolakan antara PEB-PEB> PEB-PEI>PEI-PEI
Lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut ini:
529_originalvsepr1
Terdapat sekitar tujuh bentuk molekul yang sederhana, yaitu bentuk
linear, trigonal planar, trigonal piramidal, segiempat datar, tetrahedral,
tirogonal bipiramidal, dan oktahedral.
1.    Bentuk Linear
Suatu molekul dikatakan linear jika atom-atom yang menyusun
molekul tersebut berada dalam suatu garis lurus. Contohnya, BeCl2
 dan CO2. Sudut yang dibentuk oleh ikatan antara dua atom melalui atom
pusat sebesar 180°.
2.    Trigonal Planar
Suatu bentuk molekul dikatakan trigonal planar jika di dalam
molekulnya terdapat empat buah atom dan semua atom berada pada
bidang yang sama. Atom pusat dikelilingi oleh tiga atom lain yang berada
pada sudut-sudut segitiga. Sudut ikatan yang dibentuk di antara dua
ikatan melalui atom pusat sama besar yaitu 120°. Contohnya, molekul
BCl3  dan BF3.
3.    Trigonal Piramidal
Trigonal piramidal adalah suatu bentuk molekul dengan empat buah
muka segitiga sama sisi. Suatu molekul dikatakan berbentuk trigonal
piramidal jika memilki empat buah atom. Atom pusat ditempatkan pada
sudut puncak limas, dan atom lainnya berada pada sudut-sudut limas
yang berada pada bidang datar segitiga. Contohnya, molekul NH3.
4.    Bujur Sangkar
Suatu bentuk molekul dikatakan bujur sangkar jika dalam molekul
terdapat lima buah atom dan semua atom berada pada bidang datar yang
sama. Atom pusat dikelilingi oleh empat atom lain yang berada pada sudut-
sudut segiempat. Sudut ikatan yang dibentuk antara dua ikatan yang
melalui pusat sama besar, yaitu 90°. Contohnya, molekul XeF4.
5.    Tetrahedral
Tetrahedral adalah limas segiempat dengan muka segitiga sama sisi.
Suatu bentuk molekul tergolong tetrahedral jika dalam molekulnya
terdapat lima buah atom. Atom pusat ditempatkan pada pusat tetrahedral  
dan empat atom lain berada pada sudut-sudut tetrahedral yang terlihat
pada ujung-ujung bidang segitiga sama sisi. Sudut ikatan yang dibentuk
sama besar, yaitu 109,5°. Contohnya, molekul CH4.
6.    Trigonal Bipiramidal
Trigonal bipiramidal terdiri atas dua buah limas yang bagian alasnya
berimpit. Suatu molekul memiliki bentuk trigonal bipiramidal jika dalam
molekulnya terdapat enam buah atom.
Dalam trigonal bipiramidal, atom pusat ditempatkan pada pusat alas
yang berimpit dan dikelilingi oleh lima atom lain yang ditempatkan  pada
sudut-sudut trigonal bipiramidal. Dalam bentuk molekul ini sudut ikatan
tidak sama. Sudut ikatan yang terletak pada pusat bidang datar segitiga
masing-masing 120°, sedangkan sudut ikatan antara bidang pusat dan titik
sudut atas serta bawah bidang adalah 90°. Contohnya, molekul PCl5.
7.    Oktahedral
Oktahedral adalah bentuk yang memiliki delapan muka segitiga,
dibentuk dari dua buah limas alas segiempat yang berimpit. Suatu molekul
memiliki bentuk oktahedral jika tersusun dari tujuh atom.
Atom pusat ditempatkan pada pusat bidang segiempat yang berimpit.
Enam atom lain terletak pada sudut-sudut oktahedral. Sudut antarikatan
yang terbentuk sama besar, yaitu 90°. Contohnya, molekul SF6 dan XeF6



2.Bentuk  Molekul menurut Teory Hibridisasi
yaitu bentuk molekul yang didasarkan kepada bentuk orbital kulit terluarnya, dimana terjadi pengabungan beberapa orbital membentuk orbital yang baru yang tingkat energinya sama yan disebut dengan hibridisasi.
Pembentukan  orbital hibrida dapat dilihat dari contoh berikut:
molekul PCl5
3
tabel-hibridisasi
sp
sp

sp2
sp2
sp3
sp3
GAYA ANTAR MOLEKUL
Gaya antarmolekul adalah gaya aksi di antara molekul-molekul yang menimbulkan tarikan antarmolekul dengan berbagai tingkat kekuatan. Pada suhu tertentu, kekuatan tarikan antarmolekul menentukan wujud zat, yaitu gas, cair, atau padat. Kekuatan gaya antarmolekul lebih lemah dibandingkan ikatan kovalen maupun ikatan ion. Ikatan kimia dan gaya antarmolekul memiliki perbedaan. Ikatan kimia merupakan gaya tarik menarik di antara atom- atom yang berikatan, sedangkan gaya antarmolekul merupakan gaya tarik menarik di antara molekul (perhatikan Gambar 2.23).
Ada tiga jenis gaya antarmolekul, yaitu gaya dipol-dipol, gaya London, dan ikatan hidrogen. Gaya dipol-dipol dan gaya London dapat dianggap sebagai satu jenis gaya, yaitu gaya van der Waals.
  1. Gaya Dipol-Dipol
Gaya dipol-dipol adalah gaya yang terjadi di antara molekul-molekul yang memiliki sebaran muatan tidak homogen, yakni molekul-molekul dipol atau molekul polar. Molekul-molekul polar memiliki dua kutub muatan yang berlawanan. Oleh karena itu, di antara molekul-molekulnya akan terjadi antaraksi yang disebabkan kedua kutub muatan yang dimilikinya. Pada antaraksi dipol-dipol, ujung-ujung parsial positif suatu molekul mengadakan tarikan dengan ujung-ujung parsial negatif dari molekul lain yang mengakibatkan orientasi molekul-molekul sejajar. Tarikan dipol-dipol memengaruhi sifat-sifat fisik senyawa, seperti titik leleh, kalor peleburan, titik didih, kalor penguapan, dan sifat fisik lainnya.

Semakin kuat gaya antaraksi antarmolekul, semakin besar energi yang diperlukan untuk memutuskannya. Dengan kata lain, semakin tinggi titik didihnya. Hal ini menunjukkan bahwa dalam molekul polar terjadi gaya antaraksi yang relatif lebih kuat dibandingkan dalam molekul nonpolar.
bab12-5-638
  1. Gaya London
Gaya London adalah gaya yang terjadi pada atom atau molekul, baik polar maupun nonpolar. Gaya London atau disebut juga gaya dispersi, yaitu gaya yang timbul akibat dari pergeseran sementara (dipol sementara) muatan elektron dalam molekul homogen. Dalam ungkapan lain, dapat dikatakan bahwa  gaya London terjadi akibat kebolehpolaran atau distorsi “awan elektron” dari suatu molekul membentuk dipol sementara (molekul polar bersifat dipol permanen). Mengapa awan elektron dapat terdistorsi? Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut.
  1. Pada sekumpulan besar molekul, setiap saat selalu terjadi tumbukan antarmolekul, tumbukan ini menimbulkan dipol sementara membentuk muatan parsial positif pada salah satu ujung molekul dan muatan parsial negatif pada ujung yang lain (terdistorsi).
  2. Molekul-molekul yang terdistorsi selanjutnya menginduksi molekul lain membentuk dipol terinduksi.
  3. Akibat terbentuk dipol sementara pada sejumlah molekul yang bertumbukan dan menginduksi sejumlah molekul lain membentuk dipol terinduksi, menimbulkan gaya tarik-menarik di antara molekul- molekul tersebut. Gaya tarik-menarik seperti ini dinamakan gaya London.
  4. Gejala tersebut berlangsung secara terus menerus dan berimbas kepada molekul-molekul lain sehingga terjadi gaya London di antara molekul-molekul yang ada. Dengan demikian, gaya London adalah gaya antaraksi antaratom atau molekul yang memiliki dipol sementara dengan jarak yang sangat berdekatan satu sama lain. Kekuatan gaya London dipengaruhi oleh ukuran, bentuk molekul, dan kemudahan distorsi dari awan elektron. Sentuhan di antara atom atau molekul dengan luas permukaan sentuhan besar menghasilkan peluang lebih besar membentuk dipol sementara dibandingkan bidang sentuh yang relatif kecil. Semakin besar luas permukaan bidang sentuh molekul, semakin besar peluang terjadinya dipol sementara.
  1. Ikatan Hidrogen

Senyawa yang mengandung atom hidrogen dan atom yang memiliki keelektronegatifan tinggi, seperti fluorin, klorin, nitrogen, dan oksigen dapat membentuk senyawa polar, Akibatnya, atom hidrogen menjadi lebih bermuatan positif. Akibat dari gejala tersebut, atom hidrogen dalam molekul polar seolah-olah berada di antara atom-atom elektronegatif. Apa yang akan terjadi jika atom hidrogen yang bermuatan parsial positif berantaraksi dengan atom-atom pada molekul lain yang memiliki muatan parsial negatif dan memiliki pasangan elektron bebas. Anda pasti menduga akan terjadi antaraksi di antara molekul-molekul tersebut sebab molekulnya polar. Berdasarkan hasil pengamatan, dalam senyawa-senyawa polar yang mengandung atomhidrogen ada antaraksi yang lebih kuat dibandingkan antaraksi dipol maupun gaya London. Antaraksi ini dinamakan ikatan hydrogen.
Kim26-4IkatanHidrogen

IKATAN VALENSI
     Dalam bentuk molekul dikenal adanya teori ikatan valensi. Teori ini menyatakan bahwa ikatan antar atom terjadi dengan cara saling bertindihan dari orbital-orbital atom. Elektron dalam orbital yang tumpang tindih harus mempunyai bilangan kuantum spin yang berlawanan. Pertindihan antara dua sub kulit s tidak kuat, oleh karena distribusi muatan yang berbentuk bola, oleh sebab itu pada umumnya ikatan s – s relatif lemah.
Sub kulit “p” dapat bertindih dengan sub kulit “s” atau sub kulit “p” lainnya, ikatannya relatif lebih kuat, hal ini dikarenakan sub kulit “p” terkonsentrasi pada arah tertentu.



FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BENTUK MOLEKUL

 Berdasarkan teori domain elektron:
1.      Setiap pasangan elektron pada kulit terluar, baik pasangan elektron ikatan maupun pasangan elektron bebas menempati ruang tertentu, yang disebut domain.
2.      Ikatan rangkap menempati satu domain, karena pasanngan elektron pada ikatan rangkap berada pada daerah atau ruang yang sama diantara dua atom yang berikatan.
3.      Pasangan elektron bebas dan pasanga elektron ikatan rangkap menempati ruang lebih besar dibandingkan ruang yang ditempati pasangan elektron ikatan tunggal.
4.      Setiap pasangan elektron saling tolak – menolak satu sama lain dengan urutan kekuatan tolakan: PEB-PEB > PEI-PEB > PEI-PEI (PEB = pasangan elektron bebas, PEI = pasangan elektron ikatan)
5.      Setiap domain pasangan elektron mengambil tempat sedemikian rupa sehingga tolakan diantara pasangan elektron sekecil mungkin.
6.      Bentuk molekul ditentukan oleh pasangan elektron ikatan.

Berdasarkan hibridisasi :
1.      Hanya orbital-orbital yang memiliki tingkat energy berdekatan yang dapat bercampur menghasilkan orbital hibrid yangn baik.
2.      Jumlah orbital hibrid yang dihasilkan sama dengan banyaknya orbital  yang bercampur.
3.      Orbital hibrid diberi lambing sesuai dengan jenis dan jumlah orbital yang bercampur.
4.      Orbital hibrid memiliki tingkat energi diantara tingkat energy orbital-orbital atom yang bercampur. Urutan tingkat energi orbital hibrid: sp  < sp2 < sp3 < dsp2 < d2sp3.
5.      Dalam hibridisasi yang bercampur adalah sejumlah orbital bukan sejumlah elektron.
6.      Orbital – orbital hibrid memiliki orientasi ruang yang menentukan struktur molekul. 

DAFTAR PUSTAKA