.

Tampilkan postingan dengan label @N18-SHABILLA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @N18-SHABILLA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Januari 2020

TEKNOLOGI HIJAU


Abstrak

Dalam mempertahankan kehidupan, manusia tidak dapat melepaskan diri dari lingkungan hidupnya. Manusia selalu bergantung dan berinteraksi dengan lingkungan hidupnya secara terus-menerus. Dari hubungan timbal balik manusia dengan lingkungan hidupnya, dalam hal ini ekosistem, manusia memperoleh pengalaman, sehingga ia akan mendapatkan gambaran atau citra terhadap lingkungan hidup.

Dari perjalanan dan pengalaman manusia, seseorang akan mendapatkan petunjuk tentang berbagai hal yang diharapkan dari lingkungan hidupnya. Teknologi merupakan manifestasi dalam arti materil yang lahir dari daya cipta manusia untuk membuat segala sesuatu yang bermanfaat guna mempertahankan kehidupannya. Dalam hal ini kemajuan teknologi adalah sekumpulan pengetahuan ilmiah, mesin, perkakas, serta kemampuan organisasi produksi yang dikelola secara sistematis dan efektif.

Kata kunci: Teknologi hijau, Teknologi.


       I.            PENDAHULUAN

Indonesia mengalami dua permasalahan utama yang berhubungan dengan lingkungan hidup. Pertama, permasalahan lingkungan hidup yang disebabkan kemiskinan akibat dari pertumbuhan penduduk yang tinggi. Kedua, masalah lingkungan hidup berkaitan dengan perusakan dan pencemaran lingkungan yang disebabkan aktivitas manusia yang sering disebut dengan pembangunan.

Pembangunan selama ini dititikberatkan pada pertumbuhan ekonomi, pemerataan hasil pembangunan, dan terjaminnya stabilitas nasional. Saat ini, dibutuhkan pola pembangunan yang berkelanjutan. Gerak pembangunan tidak hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi namun juga mempertimbangkan kelestarian lingkungan hidup. Tujuannya agar setiap kegiatan yang mengatasnamakan kesejahteraan umum tidak lagi menyebabkan kerusakan terhadap lingkungan hidup.

    II.            PERMASALAHAN
1.      Apakah pengertian dari teknologi?
2.      Apakah tujuan dari teknologi?
3.      Apa sajakan prinsip dari teknologi ramah lingkungan?
4.      Apa manfaat yang diberikan dari teknologi ramah lingkungan?
5.      Adakah contoh dari teknologi ramah lingkungan?


 III.            PEMBAHASAN
Pengertian
Kata teknologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu technologia, techne, dan logia, yang berarti studi terapan praktis dari pengetahuan dalam bidang tertentu atau satu cara penyelesaiaan tugas dengan menggunakan proses teknik, metode, atau teknologi pengetahuan. Secara luas, teknologi dapat diartikan sebagai sekumpulan teknik atau pengetahuan manusia tentang cara menggabungkan sumber daya untuk memproduksi yang diinginkan, memecahkan masalah, memenuhi kebutuhan, memuaskan keinginan, serta mencakup metode teknis, keterampilan, proses, alat, dan bahan baku.
Tujuan
Teknologi pada dasarnya bertujuan untuk membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Bagaimanapun, kita patut bersyukur dan mengharga teknologi yang telah mempermudah kita dalam mencukupi kebutuhan hidup. Tetapi, dengan adanya peningkatan polusi dan kerusakan lingkungan, pada akhirnya teknologi ramah lingkungan mulai dikembangkan. Teknologi ramah lingkungan dinilai dapat meningkatkan penghematan energi dan mengurangi pencemaran lingkungan.

Prinsip dari teknologi ramah lingkungan
Prinsip dari teknologi yang ramah lingkungan ini ada enam, yakni Recycle, Recovery, Reduce, Reuse, Refine, serta Retrieve Energy.
1.      Recycle, sebuah proses mengolah kembali sampah atau benda-benda bekas menjadi barang atau produk baru yang memiliki nilai manfaat.
2.      Recovery, kegiatan pengambilan kembali sebagian material penting dari aliran limbah untuk pemanfaatan ulang dalam proses.
3.      Reduce, mengurangi jumlah limbah dengan cara memaksimalkan pemakaian bahan.
4.      Reuse, menggunakan kembali beberapa bahan yg tidak terpakai atau telah berbentuk limbah serta diolah dengan cara yang berbeda.
5.      Refine, memakai bahan yang ramah lingkungan danlewat sistem yang lebih aman dari teknologi sebelumnya.
6.      Retrieve Energy, penghematan daya dalam satu sistem produksi.
Manfaat dari teknologi ramah lingkungan
Teknologi yang ramah pada lingkungan memberikan manfaat yang sangat besar untuk kehidupan. Di bawah ini akan kita bahas beberapa contohnya:
-          Mengurangi jumlah limbah supaya tak berlebihan hingga dapat menghindari pencemaran lingkungan.
-          Teknologi ini benar-benar efisien serta efektif dalam hal pemakaian sumber daya alam, hingga lingkungan juga bisa tetap terjaga dengan baik.
-          Menekan biaya produksi/hemat.
-          Mengurangi resiko penurunan kondisi kesehatan makhluk hidup, terutama manusia.
Contoh dari teknologi ramah lingkungan
Beberapa contoh teknologi ramah lingkungan serta dapat kita temukan dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya adalah:
-          Sepeda
-          Bahan bakar biodiesel
-          Lampu tenaga surya
-          Mesin tenaga angin
-          Mesin tenaga surya
-          Mobil atau sepeda tenaga listrik
-          Pembangkit listrik tenaga panas bumi


 IV.            KESIMPULAN

Teknologi memang tidak dapat menuntaskan semua persoalan lingkungan. Bukan karena ketidakmampuan untuk mengembangkan teknologi yang super canggih, tetapi karena persoalan lingkungan bersifat multi-dimensi yang tidak semuanya dapat dijangkau oleh teknologi. Dimensi persoalan yang bersifat sosial, hukum, dan politik perlu solusi yang berkesesuaian.

Namun demikian, teknologi dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya kolektif untuk menyelesaikan persoalan lingkungan, terutama untuk penyerasian antara kepentingan ekonomi dan ekologi. Untuk hal ini, Indonesia perlu meningkatkan kemampuannya dalam pengembangan teknologi hijau.


DAFTAR PUSTAKA


Rabu, 18 Desember 2019

INDUSTRI HIJAU


Abstrak

Negara-negara berkembang perlu terus mengembangkan sektor industri, antara lain untuk mengurangi kemiskinan, memenuhi kecukupan barang dan jasa, menciptakan lapangan pekerjaan, dan meningkatkan standar hidup masyarakat. Namun di sisi lain, banyak negara menghadapi degradasi lingkungan yang parah dan penipisan sumber daya yang mengancam peluang bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Terdapat berbagai tantangan bagi industri nasional untuk lebih berdaya saing seperti masalah ketersediaan sumber daya yang semakin menipis juga ketergantungan terhadap bahan baku impor hingga masalah timbulan limbah. Di tingkat global, tuntutan agar diterapkannya standar industri yang menitikberatkan pada upaya efisiensi bahan baku, air dan energi, diversifikasi energi, eco-design dan teknologi rendah karbon dengan sasaran peningkatan produktivitas dan minimalisasi limbah semakin tinggi.

Kata kunci: Industri Nasional, Industri Hijau.


       I.            PENDAHULUAN

Industri hijau adalah industri yang tidak terlepas dari usaha menciptakan revolusi dan ekonomi hijau yang sangat di idamkan bumi saat ini untuk melawan kerusakan selanjutnya. Industri hijau merupakan salah satu jawaban terwujudnyabumi yang sehat, karena industri hijau merupakan suatu gerakan industri yang berwawasan lingkungan, menselaraskan pembangunan dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup, serta mengutamakan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan.

Pengembangan industri hijau ini bisa dilakukan dengan menggunakan bahan baku dari material yang ramah lingkungan, desain barang yang ramah lingkungan, menerapkan teknologi proses dengan sumber daya yang efisien, pengurangan emisi rumah kaca, dan transportasi yang ramah lingkungan.


    II.            PERMASALAHAN
1.      Apa pengertian industri hijau?
2.      Apa saja karakteristik industri hijau?
3.      Apa tujuan dari industri hijau?
4.      Apa manfaat dari industri hijau?


 III.            PEMBAHASAN

Industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberi manfaat bagi masyarakat.

Karakteristik industri hijau:
-          Rendahnya Intensitas Material Input
-          Menggunakan Alternatif Material Input
-          Penerapan Konsep 4R
-          Rendahnya Insenitas Air
-          Penggunaan Energi Alternatif (Biomass)
-          Sumber Daya Manusia yang Kompeten
-          Rendahnya Intensitas Energi
-          Teknologi Rendah Karbon
-          Minimisasi Limbah yang dihasilkan

Tujuan dari industri hijau:
1.      Ekonomi, pembangunan industri yang mampu menyerap tenaga kerja, menghasilkan barang yang diperlukan masyarakat, menghasilkan devisa melalui ekspor, menghemat devisa melalui pengurangan produk impor.
2.      Lingkungan, pembangunan industri yang mampu menjaga keseimbangan ekosistem, memelihara sumber daya berkelanjutan, menghindari eksploitasi sumber daya alam dan fungsi pelestarian lingkungan.
3.      Sosial, pembangunan industri yang dapat memberi manfaat pada masyarakat, seperti peningkatan pendidikan, kesehatan dan keamanan.

Manfaat penerapan industri hijau:
-          Meningkatkan profabilitas melalui peningkatan efesiensi sehingga dapat mengurangi biaya operasi dan pengurangan biaya pengelolaan limbah.
-          Meningkatkan image perusahaan
-          Meningkatkan kinerja perusahaan
-          Mempermudah akses pendanaan
-          Fleksibilitas dalam regulasi
-          Terbukanya peluang pasar baru
-          Menjaga kelestarian fungsi lingkungan

Konsep industri hijau tidak hanya terkait dengan pembangunan industri yang ramah lingkungan tetapi juga berhubungan dengan penerapan sistem industri yang terintegrasi, holistik dan efisien. Di dalam Konsep Hijau secara luas, infrastruktur, desain dan sistem dibuat sedekat mungkin dengan karakteristik ekosistem, dimana energi dimanfaatkan secara efisien dan materi, alat atau bahan baku dimanfaatkan dari satu entitas ke entitas yang lain dalam sistem siklus yang terbarukan (renewable inputs) serta ikut serta dalam mensejahterakan masyarakat.


 IV.            KESIMPULAN

Industri Hijau mampu meningkatkan kesejahteraan manusia dan kesetaraan sosial, yang sekaligus mengurangi risiko lingkungan secara signifikan. Industri Hijau juga berarti perekonomian yang rendah karbon atau tidak menghasilkan emisi dan polusi lingkungan, hemat sumber daya alam dan berkeadilan sosial. Untuk menjalankan Industri hijau tersebut, maka sektor industri harus berperan dalam hal pengurangan resiko lingkungan dari limbah hasil industrinya, bekerja dengan produksi bersih agar bisa mengurangi emisi gas karbon, menghemat penggunaan energi, dan memperhatikan penggunaan bahan baku yang berkelanjutan.


DAFTAR PUSTAKA

Atep Afia Hidayat dan Muhammad Kholil. 2018. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri
Andianto, Jacinta Avenia. 2018. Industri Hijau di http://jacintaavenia.blogspot.com
Hutahaean, Lintong Sopandi. 2017. Pengembangan Industri Hijau Nasional di http://apki.net
Kementrian Perindustrian. 2017. Standar Industri Hijau di https://docplayer.info
Lentera Bisnis. 2018. Pengertian Industri Hijau di https://www.lenterabisnis.com

Senin, 02 Desember 2019

Wujud gas dan Hukum-hukum gas



Wujud Gas & Hukum-Hukum Gas

Oleh @Kel-N05, @N12-Alfina, @N17-Wida, @N18-Shabilla

Abstrak
Sebuah partikel, atom atau molekul yang bebas akan berupa gas, tetapi bila sejumlah besar partikel itu berdekatan dan bergabung dapat berbentuk cairan atau padatan. Penggabungan itu bergantung pada besarnya daya tarik antara partikel tersebut. Setiap besaran dapat diukur dengan cara dan alat tertentu. Hubungan antara besaran-besaran itu disebut hukum gas. Hukum-hukum tersebut dapat dijelaskan dengan teori kinetik gas ideal. Gas yang menyimpang dari hukum tersebut disebut gas nyata.

Kata Kunci: Hukum gas, Gas ideal, Wujud gas

       I.            PENDAHULUAN
Pada saat tertentu, zat hanya berada dalam satu wujud saja. Tetapi zat dapat berubah dari wujud wujud satu ke wujud yang lain (padat/cair/gas). Partikel gas selalu bergerak secara bebas ke segala arah, akibatnya gas akan mengisi ruangan yang dapat dimasukinya. Oleh karena itu, menyimpan bejana harus dalam bejana (ruang) tertutup rapat. Suatu sistem gas akan mempunyai suhu tertentu. Partikel itu mempunyai volume dan jumlah partikel tertentu. Partikel itu mempunyai energy kinetik yang menyebabkan ruangan memiliki suhu tertentu. Gerakan itu menimbulkan tekanan terhadap dinding bejana.

    II.            PEMBAHASAN
Suatu gas mempunyai besaran yang dapat berubah nilainya. Besaran tersebut diantaranya:
a.      Volume
Volume gas sama dengan ukuran ruang yang ditempatinya, dengan kerapatan homogen. Cara mengukur volume gas bergantung pada bentuk ruang.
b.      Tekanan gas
Karena partikel gas selalu bergerak, maka terjadi tabrakan dengan dinding bejana dengan kerapatan sama. Tabrakan itu dirasakan sebagai gaya persatuan luas disebut tekanan.
c.       Suhu
Partikel cairan mempunyai energi kinetik yang dapat diperbesar dengan member kalor. Cairan yang energy kinetiknya besar akan bersuhu lebih tinggi.
d.      Jumlah partikel
Suatu sistem selalu mengandung sejumlah partikel yang harus dinyatakan dalam mol (6,02 x 10²³ partikel)
Variabel gas mempunyai hubungan satu sama lain. Hubungan itu disebut hokum gas yang dapat dinyatakan dalam persamaan. Hukum itu hanya berlaku bila gas
bersifat ideal, yaitu bila tekanan sekitar 1 atm atau lebih rendah.
a.      Hukum Boyle (1662)
“Pada suhu tetap, volume yang ditempati suatu gas berbanding terbalik dengan tekanan gas tersebut.”




Secara matematika, hukum itu dapat dinyatakan:




Bila tekanan diubah maka volum gas juga berubah maka rumus di atas dapat ditulis sebagai berikut:
Keterangan:
P1 = tekanan gas mula-mula (atm, cm Hg, N/m2, Pa)
P2 = tekanan gas akhir (atm, cm Hg, N/m2, Pa)
V1 = volum gas mula-mula (m3, cm3)
V2 = volum gas akhir (m3, cm3)
b.      Hukum Charles (1787)
“Pada tekanan tetap, volume gas berbanding lurus dengan suhu mutlaknya.”



Secara matematika, hukum itu dapat dinyatakan:
Keterangan:
V: volume gas (m3),
T: temperatur gas (K), dan
k: konstanta.
c.       Hukum Gay-Lussac
“Tekanan suatu gas dengan massa tertentu berbanding lurus dengan suhu mutlak, bila volume dijaga tetap.”



Secara matematika, hukum itu dapat dinyatakan:
Keterangan:
T1 : suhu mutlak gas pada keadaan 1 (K)
T2 : suhu mutlak gas pada keadaan 2 (K)
P1 : tekanan gas pada keadaan 1 (N/m2)
P2 : tekanan gas pada keadaan 2 (N/m2)
d.      Hukum Gabungan
Hukum Boyle, Charles, dan Gay-Lussac secara matematis dapat digabung menjadi satu hukum, yang disebut hokum gabungan. Hukum ini lebih umum dan mencakup ketiga hukum terdahulu. Jika T=T maka menjadi hokum Boyle. Jika P=P akan menjadi hokum Charles dan jika V=V akan menjadi hukum Gay-Lussac.


Secara matematika, hukum itu dapat dinyatakan:
Keterangan:
T1 : suhu mutlak gas pada keadaan 1 (K)
T2 : suhu mutlak gas pada keadaan 2 (K)
P1 : tekanan gas pada keadaan 1 (N/m2)
P2 : tekanan gas pada keadaan 2 (N/m2)
V1 = volum gas mula-mula (m2)
V2 = volum gas akhir (m2)
e.       Hukum Tekanan Parsial Dalton
“Tekanan total campuran gas adalah jumlah tekanan parsial semua komponennya.”
Secara matematika, hukum itu dapat dinyatakan:
P total = Pa + Pb + Pc + … (maka)
Jika tekanan total gas dan jumlah mol masing masing gas dalam campuran diketahui kita bisa menghitung tekanan parsial gas tersebut dengan menggunakan rumus berikut:
                                                Pa =  ) x P total
f.       Hukum Avogadro
Avogadro mempelajari reaksi -reaksi gas. Dari pengamatannya terhadap jumlah pereaksi dan hasil reaksi pada tekanan dan suhu yang sama didapatkanlah persamaan yang dirumuskan dalam hukumnya yang berbunyi:
"Pada suhu dan tekanan yang sama, gas - gas yang volumenya sama mempunyai jumlah molekul yang sama"
Secara matematika, hukum itu dapat dinyatakan:
Jumlah partikel = V atau n = V
Jika ada dua gas yang berada pada keadaan suhu dan tekanan yang sama, maka berlaku rumus:
                                               
Keterangan:
V1  = volum gas 1
V2  = volum gas 2
n1   = mol 1
n2  = mol 2

 III.            KESIMPULAN
Hubungan antar volume, tekanan, suhu, dan mol gas disebut hukum gas, diantaranya adalah hukum Boyle, hukum Charles, hukum Gay Lussac, hukum Avogadro dan tekanan parsial Dalton. Hukum tersebut dapat dijelaskan dengan teori kinetik gas ideal yang bertolak dari asumsi bahwa tidak terdapat interaksi antar partikel. Hubungan volume, tekanan, suhu, dan mol gas nyata dapat ditentukan dengan beberapa rumus, antara lain dengan persamaan van der Waals.


Daftar Pustaka :
S, Syukuri, 1999, Kimia Dasar 2, Bandung ITB, halaman 266 – 288.
Anonim, 2017, Wujud Zat, Online di http://tpb.ipb.ac.id/
Chandra, Agus, Fany, 2018, Zat dan Wujudnya di http://file.upi.edu
Anonim. Hukum Boyle di https://fisikazone.com
Wahyu, Endah. Hukum Charles di https://endahwrn.wordpress.com
Anonim. Hukum-Hukum Gas Ideal di https://fisikazone.com
Vernandes, Andrian. Hukum-Hukum Gas di https://www.avkimia.com