.

Tampilkan postingan dengan label @N04-ROMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @N04-ROMA. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Januari 2020

INDUSTRI HIJAU





Abstrak
Industri hijau adalah industri yang dalam proses produksinya menerapkan upaya efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. Dengan kata lain industri hijau merupakan sebuah industri yang ramah lingkungan.


Untuk mengantisipasi semakin meningkatnya eksploitasi sumber daya alam sebagai bahan baku industri, pemerintah mendorong kepada dunia usaha untuk melakukan penghematan dan melakukan subsitusi bahan baku yang mudah diperbarui. Efisiensi dalam penggunaan energi, salah satu tolok ukur untuk mendapatkan predikat industri hijau. Penganugerahan Penghargaan Industri Hijau merupakan program Kementerian Perindutrian yang dilaksanakan setiap tahun. Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan industri yang telah menerapkan pola penghematan sumber daya dan penggunaan bahan baku dan energi yang ramah lingkungan setra terbarukan. Tujuan penyelenggaraan program ini adalah untuk mendorong motivasi perusahaan industri dalam mewujudkan indutri hijau.



Macam-macam industri hijau
Ø         ekowisata
Ø         pembentukan kebun raya atau hutan kota
Ø         penangkaran satwa liar dan langka,
Ø         pengembangan hutan non hasil kayu seperti getah dan sebagainya.
Ø         pengembangan produk subtitusi impor
Ø         pengolahan limbah energi dari hasil pemanfaatan mikroba
Ø         pemanfaatan panas bumi (geothermal)
Ø         restorasi ekosistem
industri hijau merupakan sebuah industri yang ramah lingkungan. Industri hijau mensyaratkan bahan baku, energi, dan proses yang ramah lingkungan. Terdapat banyak  manfaat yang bisa kita ambil jika kita bisa menerapkan industri hijau dengan baik, karena dengan industri hijau kita dapat mengurangi gas buang yang terjadi dan bisa lebih optimal dalam menjaga lingkungan sekitar.
           
                  Daftar pusaka
Ibrahim, Johnny, 2007, Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif, Malang
Husin, Sukanda, 2014, Penegakan Hukum Lingkungan Indonesia, Jakarta: Sinar Grafika.




Senin, 16 Desember 2019

TEKNOLOGI HIJAU


Abstrak

Teknologil bermakna sebagai penerapan pengetahuan untuk tujuan praktis. Sedangkan teknologi hijau adalah teknik untuk menghasilkan energi dan/atau produk yang tidak mencemari atau meracuni lingkungan hidup. Teknologi hijau masih terus dikembangkan hingga saat ini.
Teknologi hijau merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelestarian atau keberlanjutan kehidupan di planet bumi ini. Kelestarian atau keberlanjutan (sustainabilitas) yang dapat diartikan sebagai perihal pemenuhan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan di masa depan tanpa merusak sumber daya alam, atau pemenuhan kebutuhan saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri

Kata kunci :  Teknologi hijau

Pembahasan

Beberapa teknik untuk pencapaian sustainabilitas tersebut, yang telah banyak dikenal, antara lain :

- Produk Daur Ulang yaitu penciptaan (siklus) produk-produk manufaktur yang sepenuhnya dapat direklamasi atau digunakan kembali.

- Inovasi teknologi hijau merupakan pengembangan teknologi alternatif baik berupa bahan bakar fosil atau bahan kimia hasil dari budidaya tanaman – yang telah terbukti tidak merusak kesehatan dan lingkungan hidup


Bidang-bidang Teknologi Hijau

Studi tentang teknologi hijau yang masih terus dikembangkan dan merupakan kecenderungan teknologi di masa datang, antara lain mencakup bidang-bidang, a.l: Energi terbarukan (renewable energy); Bangunan hijau/ramah lingkungan (green building); Kimia hijau (green chemistry) dan Teknologi Nano Hijau (green nanotechnology).

Mengingat keterbatasan sumber energi berbahan baku fosil (minyak, gas dan batubara), maka energi menjadi masalah yang paling mendesak dalam bidang teknologi hijau, termasuk didalamnya pengembangan bahan bakar alternatif atau energi terbarukan yang efisien.

Strategi Mewujudkan Industri Hijau

Menteri Perindustrian Saleh Husin mengungkapkan ada 2 (dua) strategi dalam mewujudkan industri hijau. Pertama,mengembangkan industri yang sudah ada menuju industri hijau (greening of existing industries). Kedua, membangun industri baru dengan menerapkan prinsip-prinsip industri hijau (creation of new green industries). Hal tersebut disampaikan Menperin dalam paparannya pada acara Tropical Landscapes Summit: A Global Investment Opportunity di Jakarta, Selasa (28/4).

Pengembangan industri yang sudah ada menuju industri hijau,dilakukanmelalui berbagai upaya antara lain: (1) Rencana penerapan 5 standar industri hijau yaitu industri tekstil, ubin keramik, semen, baja, serta pulp dan kertas; (2)Katalog bahan baku ramah lingkungan untuk industri tekstil, ubin keramik, dan makanan; (3) Pedoman umum dan teknis konservasi energi dan pengurangan emisi gas CO2; (4) Panduan teknis untuk studi kelayakan untuk implementasi Konservasi Energi dan Pengurangan Emisi CO2; (5) Panduan  pengolahan limbah cair, bahan berbahaya dan beracun (B3)

Daftar pusaka
Achmad, N., 1986., Kimia Organik Bahan Alam, 89-91, Jakarta, Penerbit Karunka
Anief, M., 2008., Ilmu Meracik Obat, 168-169, Yogyakarta, Gadjah Mada University Press
Ansel, H., 2005., Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, Edisi 4, 607, Jakarta, Universitas Indonesia Press

Senin, 02 Desember 2019

WUJUD GAS




PENGERTIAN
Gas adalah fluida tak berbentuk yang dapat menyebar dan memenuhi ruang yang ditempatinya. Gas merupakan wujud materi yang molekul-molekulnya tidak terikat oleh gaya kehesif. Gas dapat dicairkan dengan cara mengkombinasikan antara menurunnya temperature dan menaiknya tekanan.

SIFAT GAS
·         BENTUK : Mengikuti bentuk wadahnya
·         VOLUME : Tergantung pada tempatnya
·         KOMPRESIBILITAS : Mudah di mampatkan
·          MASSA JENIS : Mempunyai massa jenis yang sangat kecil
·         KEMUDAHAN MENGALIR :  Dapat mengalir

HUKUM HUKUM GAS
a.      Hukum Boyle
Hukum Boyle dikemukakan oleh fisikawan Inggris yang bernama Robert Boyle. Hasil percobaan Boyle menyatakan bahwa apabila suhu gas yang berada dalam bejana tertutup dipertahankan konstan, maka tekanan gas berbanding terbalik dengan volumenya. Untuk gas yang berada dalam dua keadaan keseimbangan yang berbeda pada suhu konstan, diperoleh persamaan sebagai berikut.
V = 1/P
V1 x P1 = V2 x P2 = . . . .
Keterangan:                               
p1 : tekanan gas pada keadaan 1 (N/m2)
p2 : tekanan gas pada keadaan 2 (N/m2)
V1 : volume gas pada keadaan 1 (m3)
V2 : volume gas pada keadaan 2 (m3)

b.      Hukum Charles
Hukum Charles dikemukakan oleh fisikawan Prancis bernama Jacques Charles. Charles menyatakan bahwa jika tekanan gas yang berada dalam bejana tertutup dipertahankan konstan, maka volume gas sebanding dengan suhu mutlaknya. Untuk gas yang berada dalam dua keadaan seimbang yang berbeda pada tekanan konstan, diperoleh persamaan sebagai berikut.
V = T
V1/T1 = V2/T2 atau V1/V2 = T1/T2
Keterangan:
V1 : volume gas pada keadaan 1 (m3)
V2 : volume gas pada keadaan 2 (m3)
T1 : suhu mutlak gas pada keadaan 1 (K)
T2 : suhu mutlak gas pada keadaan 2 (K)

c.       Hukum Gay Lussac
Hukum Gay Lussac dikemukakan oleh kimiawan Perancis bernama Joseph Gay Iussac. Gay Lussac menyatakan bahwa jika volume gas yang berada dalam bejana tertutup dipertahankan konstan, maka tekanan gas sebanding dengan suhu mutlaknya. Untuk gas yang berada dalam dua keadaan seimbang yang berbeda pada volume konstan, diperoleh persamaan sebagai berikut.
P = T
P1/P2 = T1/T2 atau P1/T1 = P2/T2
Keterangan:
T1 : suhu mutlak gas pada keadaan 1 (K)
T2 : suhu mutlak gas pada keadaan 2 (K)
p1 : tekanan gas pada keadaan 1 (N/m2)
p2 : tekanan gas pada keadaan 2 (N/m2)

d.      Hukum Avogadro
V= an
V1/V2 = n1/n2
dimana a = konstanta proporsional gas dan n ialah jumlah partikel dalam gas.
Hukum Avogadro mengenai gas ideal menyatakan bahwa pada temperatur dan tekanan konstan, volume gas akan berbanding lurus secara proporsional dengan jumlah mol dari gas tersebut.

e.       Hukum Gas Ideal (dalam jumlah mol)
PV = nRT
V=Nt/p
PV / n.T=R
Persamaan ini dikenal dengan julukan hukum gas ideal alias persamaan keadaan gas ideal. Keterangan :
P = tekanan gas (N/m2 )
 V = volume gas (m3 )
n = jumlah mol (mol)
R = konstanta gas universal (R = 8,315 J/mol.K)
T = suhu mutlak gas (K)

CONTOH GAS

·         oksigen (O₂)
·         nitrogen (N₂)
·         klorida (Cl₂)
·         karbon dioksida (CO₂)
·         karbon monoksida (CO)
·         nitrogen oksida (NO₂)
·         ammoniak (NH₃)
·         hidrogen (H₂)
·         helium (He)
·         argon (Ar)
·         asam sulfida (H₂S)
·         angin
·         asap

DAFTAR PUSTAKA
https://www.yuksinau.id/zat-gas/
https://id.scribd.com/doc/146989758/Gas-Adalah-Zat-Tidak-Barbentuk
https://www.avkimia.com/2017/04/hukum-hukum-gas.html
https://brainly.co.id/tugas/8225977

Senin, 25 November 2019

KIMIA HIJAU


ROMA WIBERO (@N04-ROMA)
KIMIA HIJAU

ABSTRAK

           Kimia Hijau, bidang kimia yang relatif baru yang memfokuskan kajiannya pada penerapan sejumlah prinsip kimia dalam merancang menggunakan atau memproduksi bahan kimia untuk mengurangi pemakaian atau produksi bahan berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan mahluk hidup dan pelestarian lingkungan. Kajian green chemistry ini mencakup konsep dan pendekatan yang efektif untuk mencegah pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh proses dan produk bahan kimia beracun dan berbahaya.

KATA KUNCI : kimia hijau,penerapan kimia hijau dan pemanfaatan

PENDAHULUAN

           Perkembangan dan pemanfaatan zat-zat kimia yang tanpa kendali, menyebabkan tubuh manusia terkontaminasi oleh sejumlah besar zat kimia sintetis hasil industrialisasi, banyak diantaranya telah diketahui bersifat racun dan penyebab kanker. Zat-zat tersebut masuk ke tubuh manusia melalui produk yang tidak disebutkan sebagai komponen penyusun atau ingredients pada produk-produk makanan atau aditif, makanan yang terkontaminasi zat kimia, udara, air dan debu. Sejak tahun 1990-an Amerika Serikat telah mulai memberikan penghargaan yang berhubungan dengan kimia hijau, namun banyak penerapan kimia hijau yang sebenarnya telah lama dikenal sebelum itu. Berbagai negara juga menerapkan kimia hijau seperti Jerman yang tidak menggunakan pelarut pada proses komersial serta pemanfaatan katalis yang dapat didaur ulang di Inggris (Clark, 2005).

PEMBAHASAN

          Kimia hijau adalah suatu pendekatan terhadap perancangan, proses pembuatan, dan pemanfaatan produk-produk kimia sedemikian rupa sehingga dapat mengurangi atau menghilangkan bahaya dampak buruk zat kimia terhadap lingkungan termasuk manusia. Tujuan utama pendekatan kimia hijau adalah untuk menciptakan zat-zat kimia yang lebih baik dan aman dan secara bersamaan dapat memilih cara-cara yang paling aman dan efisien  untuk mensintesa zat-zat tersebut dan mengurangi sampah kimia yang dihasilkan.
           Pendekatan kimia hijau bertujuan untuk menghilangkan dampak buruk zat kimia sejak pada proses perancangan. Praktik pencegahan bahaya dari sejak awal proses pembuatan zat kimia akan bermanfaat bagi kesehatan manusia dan lingkungan, yang meliputi proses perancangan, produksi, penggunaan atau penggunaan kembali, dan pembuangan limbah yang dihasilkan.
Salah satu prinsip dari kimia hijau adalah mengutamakan pemanfaatan zat-zat alternatif dan terbarukan termasuk pemanfaatan limbah pertanian atau biomass atau produk-produk biologis yang tidak terkait dengan bahan pangan. Secara umum reaksi-reaksi kimia dari bahan-bahan alternatif ini sangat kurang bahayanya dibandingkan jika menggunakan petroleum. Prinsip berikutnya adalah pencegahan limbah, sintesa kimia yang kurang atau tidak berbahaya, dan perancangan zat kimia yang tidak atau kurang berbahaya termasuk pelarut yang lebih aman. Prinsip lain berfokus pada perancangan produk-produk kimia yang mudah dan aman terurai dilingkungan dan efisiensi dan penyederhanaan proses-proses kimia. Lebih jauh lagi, karena proses-proses dalam kimia hijau jauh lebih efisien, maka perusahaan akan menggunakan lebih sedikit bahan mentah dan energi sekaligus menghemat dana untuk pembuangan limbah. Manfaat kimia hijau adalah mengusahakan proses-proses kimia yang lebih ekonomis karena biaya produksi dan regulasi yang lebih rendah, efisien dalam penggunaan energi, pengurangan limbah produksi, pengurangan kecelakaan, produk yang lebih aman, tempat kerja dan komunitas yang lebih sehat, perlindungan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan, dan mendapatkan keunggulan yang kompetitif atas produk yang dihasilkan.
         
PENERAPAN KIMIA HIJAU
      Para ahli kimia dapat mengakses berbagai sumber informasi mengenai potensi bahaya molekul zat kimia yang akan dirancang dan zat pendukung yang akan dipilih. Saat ini para ahli kimia hijau sudah terlatih untuk mengintegrasikan berbagai informasi tersebut untuk merancang molekul dengan menghindari atau mengurangi sifat racun/toksik dari molekul tersebut. Sebagai contoh, mereka mungkin merancang molekul yang cukup besar ukurannya sehingga tidak dapat menembus jauh ke dalam paru-paru manusia atau hewan, yaitu tempat efek toksik dapat terjadi. Cara lain adalah mengubah sifat-sifat suatu molekul untuk mencegah absorpsi oleh kulit atau untuk memastikan molekul tersebut akan mudah terurai di lingkungan.

KESIMPULAN
Pendekatan kimia hijau adalah usaha penerapan prinsip penghilangan dan pengurangan senyawa berbahaya melalui usaha perancangan, produksi, dan penerapan produk kimia. Pendekatan kimia hijau berusaha meminimalisir zat berbahaya, pemanfaatan katalis yang aman untuk reaksi dan proses kimia, penggunaan reagen yang tidak beracun, penggunaan Peran MST dalam Mendukung Urban Lifestyle yang Berkualitas 189 sumber daya yang dapat diperbaharui, peningkatan efisiensi pada tingkat atom, dan penggunaan pelarut yang ramah lingkungan. Usaha untuk menerapkan kimia hijau untuk menghasilkan produk industri untuk bangunan dan penggantian zat kimia berbahaya yang digunakan pada berbagai industri dan kesehatan telah dilakukan. Berbagai peraturan mengenai penerapan kimia hijau pada tingkat dunia dan Indonesia telah dibuat. Perlu pengawasan ketat untuk penerapan pendekatan kimia hijau ini untuk mencegah bahaya terhadap kesehatan dan lingkungan.

Daftar pusaka
Amanto, H dan Daryanto. 2006. Ilmu Bahan. Penerbit Bumi Aksara. Jakarta.
Caprette, D.R. 2007. Using a Caunting Chamber. Lab Guides. Rice University.
Chang, R. 2005. Kimia Dasar Konsep-Konsep Inti Jilid 2. Erlangga. Jakarta.
Costech Analytical Technologies. 2011. Elemental Combiustion System CHNS. http://costech analytical.com/.

STRUKTUR MOLEKUL DAN IKATAN VALENSI



STUKTUR MOLEKUL
Struktur molekul adalah penggambaran ikatan-ikatan unsur atau atom yang membentuk molekul. Molekul terdiri dari sejumlah atom yang bergabung melalui ikatan kimia, baik itu ikatan kovalen, ikatan hidrogen dan ikatan ion, serta ikatan-iktan kimia lainnya. Dan atom tersebut berkisar dari jumlah yang sangat sedikit(dari atom tunggal, seperti gas mulia) sampai jumlah yang sangat banyak (seperti pada polimer, protein atau bahkan DNA). Bentuk molekul, yang berarti cara atom tersusun di dalam ruang, mempengaruhi banyak sifat-sifat fisika dan kimia molekul tersebut. Kebanyakan molekul mempunyai bentuk yang didasarkan kepada lima bentuk geometri yang berbeda.
Molekul-molekul di dalam berikatan, mengacu pada beberapa aturan dan bentuk-bentuk ikatan kimia. Apabila molekul ingin berikatan harus sesuai dengan aturan-aturan atau syarat-syarat unsur-unsur tersebut dalam membentuk sebuah molekul. Karena tidak sembarang suatu unsure membentuk molekul.

RUMUS STRUKTUR MOLEKUL
Rumus empiris  sebuah senyawa menunjukkan nilai perbandingan paling sederhana unsur-unsur penyusun senyawa tersebut. Sebagai contohnya, air selalu memiliki nilai perbandingan atom hidrogen berbanding oksigen 2:1. Etanol pula selalu memiliki nilai perbandingan antara karbon, hidrogen, dan oksigen 2:6:1. Namun, rumus ini tidak menunjukkan bentuk ataupun susunan atom dalam molekul tersebut. Contohnya, dimetil eter juga memiliki nilai perbandingan yang sama dengan etanol. Molekul dengan jumlah atom penyusun yang sama namun berbeda susunannya disebut sebagai isomer.
Perlu diperhatikan bahwa rumus empiris hanya memberikan nilai perbandingan atom-atom penyusun suatu molekul dan tidak memberikan nilai jumlah atom yang sebenarnya. Rumus molekul menggambarkan jumlah atom penyusun molekul secara tepat. Contohnya, asetilena memiliki rumus molekuler C2H2, namun rumus empirisnya adalah CH.

TEORI IKATAN VALENSI
Teori ini dikemukakan oleh Linus Pauling  sekitar tahun 1931. Teori  ini menyatakan bahwa ikatan antara ligan dengan logam merupakan ikatan kovalen koordinasi, dengan pasangan elektron bebas yang disumbangkan oleh ligan. Logam pusat menyediakan orbital-orbital kosong yang telah mengalami hibridisasi untuk ditempati oleh PEB dari ligan. Jenis hibridisasi orbital menentukan bentuk geometris senyawa kompleks yang terbentuk. Pembentukan ikatan dalam senyawa kompleks juga dapat ditinjau sebagai reaksi Asam-Basa Lewis, dimana ligan merupakan Basa Lewis yang memberikan PEB.

Hibridisasi
Geometris
Contoh
sp2
Trigonal planar
[HgI3]-
sp3
Tetrahedral
[Zn(NH3)4]2+
d2sp3
Oktahedral
[Fe(CN)6]3-
dsp2
Bujur sangkar/ segi empat planar
[Ni(CN)4]2-
dsp3
Bipiramida trigonal
[Fe(CO)5]2+
sp3d2
Oktahedral
[FeF6]3-

PEMBENTUKAN IKATAN VALENSI

Melibatkan beberapa tahapan, meliputi :
·         promosi elektron
·         pembentukan orbital hibrida
·         pembentukan ikatan antara logam dengan ligan melalui overlap antara orbital hibrida logam yang kosong dengan orbital ligan yang berisi pasangan elektron bebas.

ELEKTRONETRALITAS dan BACKBONDING
Dalam TIV, reaksi pembentukan kompleks merupakan reaksi Asam Basa Lewis. Atom logam sebagai asam Lewis mendapatkan elektron dari ligan yang bertindak sebagai basa Lewis, sehingga mendapatkan tambahan muatan negatif. Dengan demikian densitas elektron pada atom logam akan menjadi semakin besar sehingga kompleks menjadi semakin tidak stabil. Pada kenyataannya senyawa kompleks merupakan senyawa yang stabil, sehingga diasumsikan walaupun mendapatkan tambahan muatan negatif dari PEB yang didonorkan oleh ligan, atom pusat memiliki muatan yang mendekati nol atau hampir netral. Ada dua pendekatan yang dapat digunakan untuk menerangkan hal ini :

(1)      Elektronetralitas
Ligan donor umumnya merupakan atom dengan elektronegativitas yang tinggi, sehingga atom ligan tidak memberikan keseluruhan muatan negatifnya, sehingga elektron ikatan tidak terdistribusi secara merata antara logam dengan ligan

(2)      Backbonding
Pada atom logam dengan tingkat oksidasi yang rendah, kerapatan elektron diturunkan melalui pembentukan ikatan balik (backbonding) atau resonansi ikatan partial. Ionpusat memberikan kembali pasangan elektron kepada ligan melalui pembentukan ikatan phi (π).

DAFTAR PUSTAKA
http://viviruthmia.web.unej.ac.id/2015/04/05/teori-ikatan-valensi-dan-teori-orbital-molekul/
http://chaliq-chemistry.blogspot.com/2012/03/struktur-molekul.html
http://kamuskimia29.blogspot.com/2013/12/teori-ikatan-valensi.html
http://staffnew.uny.ac.id/upload/132304792/pendidikan/struktur-molekul.pdf


Selasa, 19 November 2019

PENCEMARAN AIR 2


ROMA WIBERO (@N04-ROMA)

PENCEMARAN AIR
ABSTRAK
Air merupakan salah satu sumber kehidupan. Air juga memiliki fungsi yang sangat vital dalam kehidupan. Hal ini dikarenakan hampir seluruh penyusun tubuh manusia adalah air. Selain itu, air digunakan untuk kebutuhan sehari – hari seperti untuk mandi, mencuci baju dan peralatan masak serta untuk pengairan dan lain – lain.  Pada akhir-akhir ini, persoalan penyediaan air yang memenuhi syarat menjadi masalah seluruh umat manusia. Dari segi kualitas dan kuantitas air telah berkurang yang disebabkan oleh pencemaran.
PENDAHULUAN

Air merupakan komponen lingkungan yang penting bagi kehidupan. Makhluk hidup di muka bumi ini tak dapat terlepas dari kebutuhan akan air. Air merupakan kebutuhan utama bagi proses kehidupan di bumi, sehingga tidak ada kehidupan seandainya di bumi tidak ada air. Namun demikian, air dapat menjadi malapetaka bilamana tidak tersedia dalam kondisi yang benar, baik kualitas maupun kuantitasnya. Air yang relatif 2 bersih sangat didambakan oleh manusia, baik untuk keperluan hidup sehari-hari, untuk keperluan industri, untuk kebersihan sanitasi kota, maupun untuk keperluan pertanian dan lain sebagainya.

PEMBAHASAN
Pencemaran air adalah proses menurunnya kualitas air di sungai, danau, laut atau penampungan air lain akibat aktifitas manusia. Penyebab pencemaran air sering diakibatkan sampah dan limbah hasil kegiatan manusia. Dampak pencemaran air pun bisa berbahaya karena menyebabkan banyak kerugian.
Terjadinya pencemaran air bisa terjadi di lingkungan sekitar kita. Baik itu di danau, sungai, mata air atau lautan, pencemaran air membuat wilayah perairan menjadi tercemar. Indikasinya bisa terjadi perubahan warna, rasa, bau hingga kualitas air itu sendiri.
Pengertian Pencemaran Air
Pengertian pencemaran air adalah terjadinya fenomena perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air misalnya seperti danau, sungai, lautan dan air tanah yang terjadi akibat aktivitas manusia, baik secara langsung atau tidak langsung.
Definisi pencemaran air yang lain adalah menurunnya kualitas air akibat masuknya makhluk hidup, zat, energi ke dalam air yang disebabkan aktifitas manusia. Penurunan kualitas air tersebut dapat disebabkan secara sengaja atau tidak sengaja oleh aktifitas manusia.
Penyebab pencemaran air memang diakibatkan oleh kegiatan manusia, utamanya adalah sampah dan limbah yang dibuang sembarangan. Dampak pencemaran air pun berbahaya bagi organisme air dan juga bagi manusia, karena bisa mengakibatkan banjir dan menjadi sarang penyakit.
Penyebab Pencemaran Air
Apa saja penyebab pencemaran air? Pencemaran air disebabkan oleh berbagai jenis sampah dan limbah. Berikut adalah jenis-jenis penyebab pencemaran air beserta penjelasannya.
1. Limbah Rumah Tangga
Dari hal yang kecil, limbah rumah tangga juga bisa menyebabkan polusi air. Limbah rumah tangga ini bisa berupa air sabun, sampah rumah tangga dan sebagainya yang terkesan sepele, tapi memiliki dampak kerusakan yang cukup besar pada air.
2. Limbah Industri
Limbah pabrik atau industri juga menjadi salah satu faktor penyebab pencemaran air yang paling besar. Biasanya limbah industri ini langsung dibuang ke perairan tanpa diolah terlebih dahulu, sehingga dapat menyebabkan air menjadi tercemar.
3. Sektor Pertanian
Kegiatan pertanian juga dapat menghasilkan limbah yang mencemari air. Limbah pertanian ini berasal dari pupuk kimia dan pestisida yang digunakan untuk memelihara tanaman. Hal ini juga mencemari air yang terkandung di dalam tanah.
4. Penggunaan Bahan Peledak Untuk Menangkap Ikan
Faktor penyebab pencemaran air berikutnya adalah penggunaan bahan peledak untuk menangkap air. Cara ini memang dilarang, tapi masih sering dipraktekkan, sehingga dapat menyebabkan pencemaran air serta dapat merusak ekosistem air.
5. Detergen
Detergen juga menjadi penyebab pencemaran air. Penggunaan detergen dan pembuangan limbah detergen langsung ke dalam air akan menyebabkan pencemaran air. Maslaah yang timbul selain air yang tercemar adalah dapat mematikan ikan-ikan dan organisme air lainnya.
Dampak Pencemaran Air
Ada beberapa dampak dan akibat pencemaran air yang bisa merugikan. Dampak negatif pencemaran air ini berbahaya bagi manusia, makhluk hidup dan juga lingkungan sekitar.
Banjir
Dampak pencemaran air dapat menyebabkan terjadinya bencana banjir. Penumpukan sampah di sungai dan perairan tentu membuat air tersumbat. Efeknya akan terjadi banjir yang tentu merugikan masyarakat.
Tanah Longsor
Selain banjir, bencana lain yang juga bisa melanda akibat adanya pencemaran air adalah tanah longsor. Tentu bencana tanah longsor sangat merugikan masyarakat karena bisa menyebabkan kerugian materi dan bahkan korban jiwa.

KESIMPULAN
Air sebagai komponen lingkungan hidup akan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh komponen lainnya. Air yang kualitasnya buruk akan mengakibatkan kondisi lingkungan hidup menjadi buruk sehingga akan mempengaruhi kondisi kesehatan dan keselamatan manusia serta kehidupan makhluk hidup lainnya. Penurunan kualitas air akan menurunkan dayaguna, hasil guna, produktivitas, daya dukung dan daya tampung dari sumber daya air yang pada akhirnya akan menurunkan kekayaan sumber daya alam (natural resources depletion).
            Air sebagai komponen sumber daya alam yang sangat penting maka harus dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Hal ini berarti bahwa penggunaan air untuk berbagai manfaat dan kepentingan harus dilakukan secara bijaksana dengan memperhitungkan kepentingan generasi masa kini dan masa depan. Untuk itu air perlu dikelola agar tersedia dalam jumlah yang aman, baik kuantitas maupun kualitasnya, dan bermanfaat bagi kehidupan dan perikehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya agar tetap berfungsi secara ekologis, guna menunjang pembangunan yang berkelanjutan.

DAFTAR PUSAKA
Tresna Sastrawijaya, Pencemaran Lingkungan, Rineka Cipta, Jakarta, 2009. Daud Silalahi, Hukum Lingkungan Dalam Sistem Penegakkan Hukum Lingkungan Indonesia, Edisi Ke-3, 2001, Alumni, Bandung. Daud Silalahi, Pengaturan Hukum Sumber Daya Air dan Lingkungan Hidup di Indonesia, Alumni, Bandung, 2003. Daud Silalahi & Kristianto, Hukum Lingkungan Dalam Perkembangan Di Indonesia, Cv Keni Media, Bandung, 2015. Djatmoko, Margono, Wahyono, Pendayagunaan Industrial Waste Management (Kajian Hukum Lingkungan Indonesia), PT. Citra Aditya Bakti, Bandung, 2002.



PENCEMARAN UDARA


ROMA WIBERO (@N04-ROMA)

PENCEMARAN UDARA

ABSTRAK
Udara sangat penting bagi kehidupan yang ada di bumi, Saat ini banyak tempat-tempat yang udaranya sudah mulai tercemar, karena ulah segelintir manusia yang kurang bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan, karena yang merusak lingkungan itu umumnya manusia, jarang sekali atau tidak mungkin misalnya hewan sampai merusak lingkungan hidup.

PENDAHULUAN
Pencemaran udara di perkotaan merupakan permasalahan yang sangat penting dan memerlukan perhatian khusus dari pemerintah.1 Jumlah kendaraan di Indonesia tahun 2016 mencapai 124.215 juta unit, naik 10-15 %. Jumlah kendaraan meningkat 6 juta unit setiap tahunnya.2 Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kendaraan pada tahun 2011 yaitu 68.839.341 unit.3 Menurut WHO menyatakan bahwa pencemaran udara merupakan risiko gangguan kesehatan terbesar di dunia diperkirakan data tahun 2016 sekitar 6,5 juta orang meninggal tiap tahun akibat paparan polusi udara.

PEMBAHASAN

     PENGERTIAN
Pencemaran udara adalah suatu kondisi dimana kehadiran satu atau lebih substansi kimia, fisik atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang membahayakan. Berbahaya kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, menggangu estetika dan kenyamanan, atau merusak property. Polusi udara merupakan salah satu jenis dari pencemaran lingkungan hidup selain pencemaran lingkungan hidup selain pencemaran tanah, pencemaran air, pencemaran udara.

Pencemaran udara adalah perusakan terhadap kualitas udara. Kerusakan kualitas ini disebabkan oleh berbagai sumber, baik sumber biologis maupun non bioligis. Polusi udara dapat bersumber dari berbagai macam, antara lain : asap kendaraan motor, asap pabrik, limbah industri, limbah rumah tangga dan lain lain. Beberapa sumber ini juga menjadi sumber pencemaran tanah.

 SUMBER PENCEMARAN UDARA
Sumber pencemaran udara terdiri dari dua sumber, yaitu :
A.      Sumber pencemaran udara alamiah, misalnya akibat letusan gunung berapi. Bisa juga berupa kebakaran hutan, nitrifikasi dan dentrifikasi biologi.
B.      Sumber pencemaran udara berasal dari manusia. Sumber pencemaran jenis ini misalnya dari transportasi, emisi pabrik. Zat penyebab pencemaran udara yang bersumber dari kegiatan manusia antara lain karbon monoksida (co), oksida sulfur.

DAMPAK PENCEMARAN UDARA
Pemanasan Global, sudah bukan masalah baru lagi bagi kita. Setiap tahunnya suhu bumi mengalami peningkatan dan itu terjadi di seluruh bagian bumi. Seiring meningkatnya polusi udara, maka tidak heran jika suhu udara juga mengalami kenaikan. Saat ini es yang berada di kutub sudah mencair akibatnya volume air laut ikut mengalami kenaikan dan ada kemungkinan pulau – pulau kecil akan tenggelam
Hujan asam, akan timbul saat tingkat keasaman berada di bawah 5,5 dan hal ini disebabkan oleh belerang dan nitrogen yang bereaksi dengan oksigen hingga menghasilkan nitrogen dioksida. Selanjutnya beraksi kembali saat bertemu dengan uap air hingga akhirnya terbentuk asam sulfat dan asam nitrat.
             
              CARA MENGATASI POLUSI UDARA
Gunakan Transportasi Umum
Mendorong lebih banyak orang untuk menggunakan moda transportasi umum menjadi lebih banyak, akan mampu untuk mengurangi polusi. Juga, cobalah untuk menggunakan mobil dengan cara yang lebih bijak. Jika Anda dan rekan Anda berasal dari wilayah yang sama dan memiliki rencana yang sama, maka Anda bisa mengajak mereka berangkat bersama-sama dengan satu mobil sehingga lebih hemat energi, uang, dan mengurangi polusi udara.

Reboisasi Hutan
Reboisasi merupakan kegiatan untuk menanam kembali hutan yang pohon-pohonya telah habis ditebang. Kegiatan semacam ini sangat perlu dilakukan, karena mengingat dalam kesehariannya manusia banyak memanfaatkan kayu sepeti untuk membuat kertas, perabot rumah tangga, membangun rumah, dan masih banyak lagi. Hal ini menjadi begitu penting karena hutan dapat membuat udara bersih yang banyak mengandung oksigen.
 Memahami Konsep Daur Ulang
Berlaku bijaklah dalam memilah barang-barang untuk dibuang, jangan terlalu mudah membuah barang-barang yang tidak berguna bagi Anda. Karena dalam kenyataannya barang-barang tersebut masih bisa digunakan lagi untuk hal lain. Misalnya Anda dapat menggunakan toples bekas untuk menyimpan sereal atau makanan.
Menggunakan Sumber Energi Bersih
Ada banyak sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Seperti sumber energi bersih yang berasal dari matahari, angin, dan panas bumi. Sumber energi ini dapat diperbarui sehingga akan lebih aman digunakan dan mengurangi polusi yang timbul akibat pembakaran bahan bakar fosil untuk menghasilkan energi listrik.

DAFTAR PUSAKA
Amaliana A. Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Paparan Nitrogen Dioksida (NO2) Pada Pedagang Kaki Lima di Terminal Pulogadung Jakarta Timur. 2016. 3.
Roza V, Mirna I, Anita S. Korelasi Antara Konsentrasi Particulate Matter (PM10) di udara dan  Kandungan Timbal (Pb) Dalam Rambut Petugas SPBU di Kota Pekanbaru. Jurnal Dinamika Lingkungan. 2015;2(1):52-60.