.

Tampilkan postingan dengan label @Kel-P05. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @Kel-P05. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Desember 2019

Struktur molekul dan ikatan valensi


ABSTRAK
Molekul ialah kumpulan dari dua atom atau lebih yang berada di dalam susunan tertentu, ia terikat oleh ikatan kimia atau gaya kimia dapat berupa atom-atom sejenis atau yang berlainan jenisnya. Berdasarkan jenis atom yang menyusunnya, molekul dibedakan menjadi molekul unsur dan melekul senyawa.
Kata Kunci : Struktur Molekul, Unsur

Molekul unsur terbentuk dari atom-atom unsur sejenis, sedangkan molekul senyawa terbentuk dari atom-atom yang berbeda jenisnya. Baik molekul unsur maupun molekul senyawa keduanya dapat terdiri atas 2, 3, 4 atau lebih atom. Molekul yang terdiri atas dua atom disebut molekul diatomik, molekul yang terdiri atas tiga atom disebut molekul triatomik, dan molekul yang terdiri atas yang lebih dari tiga atom disebut molekul poliatomik.
Beberapa contoh molekul unsur dan molekul senyawa sebagai berikut:
1. Molekul unsur
a) Molekul diatomik, contohnya molekul gas oksigen (terdiri atas dua atom oksigen) dan molekul gas hydrogen (terdiri atas dua atom hydrogen).
b) Molekul triatomik, contohnya molekul ozon (terdiri atas tiga atom oksigen). 
c) Molekul poliatomik, contohnya molekul fosfor (terdiri atas empat atom fosfor) dan molekul belerang (terdiri atas delapan atom belerang).
2. Molekul Senyawa
a) Molekul diatomic, contohnya molekul gas karbon monoksida (terdiri atas satu atom karbon dan satu atom oksigen) dan molekul hydrogen klorida (terdiri atas satu atom hydrogen dan satu atom klorin).
b) Molekul triatomik, contohnya molekul air (terdiri atas dua atom hydrogen dan satu oksigen) dan molekul karbon dioksida (terdiri atas dua atom oksigen dan satu atom karbon).
c) Molekul Poliatomik, contohnya molekul alcohol (terdiri atas dua atom karbon, enam atom hydrogen, dan satu atom oksigen), molekul gula (terdiri atas dua belas atom karbon, dua puluh dua atom hydrogen, dan sebelas atom atom oksigen), dan molekul asam sulfat (terdiri atas dua atom hydrogen, satu atom sulfur, dan empat atom oksigen).

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BENTUK MOLEKUL
Berdasarkan teori domain electron :
1.      Setiap pasangan elektron pada kulit terluar, baik pasangan elektron ikatan maupun pasangan elektron bebas menempati ruang tertentu, yang disebut domain.
2.      Ikatan rangkap menempati satu domain, karena pasanngan elektron pada ikatan rangkap berada pada daerah atau ruang yang sama diantara dua atom yang berikatan.
3.      Pasangan elektron bebas dan pasanga elektron ikatan rangkap menempati ruang lebih besar dibandingkan ruang yang ditempati pasangan elektron ikatan tunggal.
4.      Setiap pasangan elektron saling tolak – menolak satu sama lain dengan urutan kekuatan tolakan: PEB-PEB > PEI-PEB > PEI-PEI (PEB = pasangan elektron bebas, PEI = pasangan elektron ikatan)
5.      Setiap domain pasangan elektron mengambil tempat sedemikian rupa sehingga tolakan diantara pasangan elektron sekecil mungkin.
6.      Bentuk molekul ditentukan oleh pasangan elektron ikatan

Berdasarkan hibridisasi :
1.      Hanya orbital-orbital yang memiliki tingkat energy berdekatan yang dapat bercampur menghasilkan orbital hibrid yangn baik.
2.      Jumlah orbital hibrid yang dihasilkan sama dengan banyaknya orbital  yang bercampur.
3.      Orbital hibrid diberi lambing sesuai dengan jenis dan jumlah orbital yang bercampur.
4.      Orbital hibrid memiliki tingkat energi diantara tingkat energy orbital-orbital atom yang bercampur. Urutan tingkat energi orbital hibrid: sp  < sp2 < sp3 < dsp2 < d2sp3.
5.      Dalam hibridisasi yang bercampur adalah sejumlah orbital bukan sejumlah elektron.
6.      Orbital – orbital hibrid memiliki orientasi ruang yang menentukan struktur molekul.
Contoh Soal :
PCl3
kita tentukan elektron valensinya terlebih dahulu
15P = 2 8 5
17Cl = 2 8 7
Itu artinya, P memiliki 5 elektron valensi dan Cl memiliki 7 elektron valensi. Langkah selanjutnya, yaitu menentukan Struktur lewis dari senyawa PCl3. Struktur lewisnya adalah


Dari struktur PCl3 itu diperoleh
1.      Jumlah pasangan elektron di sekitar atom pusat (PE) = 4
2.      Jumlah pasangan elektron ikatan (PEI) = 3
3.      Jumlah pasangan elektron bebas (PEB) = 1
Rumus yang diperoleh adalah AX3E, AX3E merupakan bentuk molekul piramida trigonal
Jadi, bentuk molekul PCl3 adalah piramida trigonal.

DAFTAR PUSTAKA
Warino,joko.2015.pengertian molekul. http://jokowarino.id/pengertian-dan-bentuk-dari-molekul/

Senin, 02 Desember 2019

Wujud Gas



Disusun oleh : @P16-Andi, @P19-Rahmat, dan @P20-Adi

ABSTRAK

Gas adalah salah satu dari empat wujud dasar materi (lainnya adalah padat, cairan, dan plasma). Gas murni dapat tersusun dari atom (misalnya gas mulia seperti neon), molekul elemen yang tersusun dari satu jenis atom (misalnya oksigen), atau molekul senyawa yang tersusun dari berbagai macam atom (misalnya karbon dioksida). Campuran gas akan mengandung beragam gas murni seperti udara. Hal yang membedakan gas dari cairan dan padat adalah pemisahan partikel gas yang sangat besar. Pemisahan ini biasanya membuat gas tak berwarna menjadi tak terlihat oleh pengamatan manusia. Interaksi partikel gas dengan adanya medan listrik dan medan gravitasi dapat diabaikan seperti ditunjukkan oleh vektor kecepatan konstan pada gambar. Salah satu jenis gas yang umum dikenal adalah kukus.

KATA KUNCI : Wujud gas


PENDAHULUAN

Di dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menjumpai zat-zat yang turut serta melengkapi kebutuhan kita. Zat tersebut diantaranya ada zat padat, cair, dan gas. Contoh saja, kapur barus yang kita letakan di dalam almari lama kelamaan akan mengecil karena kapur barus bersama udara di dalam almari dan berubah wujud menjadi gas, hal seperti ini juga disebut dengan menyublim. Berdasarkan contoh tersebutkita bisa menyimpulakan bahwa gas adalah zat yang terbentuk dari molekul-molekul yang bergerak secara acak dengan arah gerakan konstan. Molekul gas bergerak dengan kecepatan tinggi dan saling bertubrukan dengan molekul lain dan juga dengan dinding terus-menerus.


PEMBAHASAN

Pengertian wujud gas

Wujud gas Merupakan suatu materi atau zat yang memiliki volume serta bentuknya akan selalu berubah-ubah mengikuti bentuk wadah yang ditempatinya. Jarak diantara partikel dalam gas sangatlah renggang. Partikel-partikel dalam gas bisa bergerak dengan sangat bebas.


Sifat-sifat benda gas

Setiap jenis benda (padat, cair, gas) mempunyai ciri-ciri dan sifatnya masing-masing. Lalu apa saja sifat sifat zat gas? Dibawah ini akan dipaparkan secara jelas mengenai Sifat Benda Gas beserta penjelsannya.

1. Benda Gas terdapat di segala tempat

Sadarkah kamu jika benda gas ada dimana-mana. Ya, benda gas ada di segala tempat, di rumah, di kamar, di jalan dan di tempat mana pun. Manusia bisa bertahan hidup juga karena menghirup oksigen. Meski wadah terlihat kosong, namun sebenarnya terdapat udara yang tidak bisa dilihat dengan mata.

2. Mengisi seluruh ruangan yang ditempati

Sifat benda gas salah satunya adalah mengisi seluruh ruangan yang ditempatinya. Misalnya saat kita meniup balon, maka semua udara menempati ruangan dalam balon tersebut.

3. Menekan ke segala arah

Benda gas juga memiliki ciri-ciri yaitu menekan ke segal arah. Contohnya pada saat kita meniup balon, maka balon akan mengembang ke segala bagian dikarenakan adanya tekanan gas ke segala arah.

4. Jarak antar partikel benda gas berubah-ubah

Benda gas juga memiliki partikel-partikel penyusun. Jarak antara partikel-partikel yang ada pada benda gas tidak akan tetap dan selalu berubah-ubah sehingga membuat bentuk benda gas pun tidak tetap.

5. Susunan partikel benda gas tidak teratur

Selain jarak antar partikel yang berubah-ubah, susunan partikel benda gas juga tidak teratur melebihi benda padat dan benda cair.

6. Gerakan antar partikel bebas

Selain susunan partikelnya yang tidak teratur, gerakan antar partikel pada zat gas juga sangat bebas, bahkan lebih bebas dibandingkan partikel pada benda cair.

7. Gaya tarik menarik benda gas lemah

Gaya tarik menarik antar partikel pada benda gas sangat lemah, malah hampir tidak ada, tidak seperti benda padat atau benda cair.


Ciri-ciri benda gas

Berikut ini adalah Ciri-Ciri Benda Gas yang harus kalian ketahui, antara lain:

  • Benda gas mempunyai massa
  • Volume benda gas tidak tetap
  • Bentuk benda gas berubah-ubah
  • Gaya tarik antar partikel benda gas terlalu lemah
  • Jarak antar partikel benda gas berubah-ubah
  • Sususan partikel benda gas tidak teratur
  • Gerak antar partikel benda gas bebas
  • Benda gas mengisi seluruh ruangan yang ditempati
  • Benda gas menekan ke segala arah
  • Benda gas terdapat di segala tempat


Perubahan wujud benda gas

Benda gas juga dapat berubah wujud menjadi zat lain seperti benda padat atau benda cair. Perubahan wujud zat gas ini meliput dua hal yaitu:

Perubahan Wujud Benda Gas ke Padat (Mengkristal)

Perubahan wujud gas menuju benda padat disebut mengkristal. Benda gas bisa berubah menjadi benda padat jika zat melepaskan energi panas. Peristiwa perubahan zat ini disebut sebagai mengkristal. Contoh benda gas menjadi padat adalah pada peristiwa berubahnya uap menjadi salju.

Perubahan Wujud Benda Gas ke Cair (Mengembun)

Perubahan wujud gas menuju benda cair disebut mengembun. Dalam peristiwa ini zat melepaskan energi panas. Contoh benda gas menjadi cair adalah rumput di lapangan pada pagi hari menjadi basah padahal sore harinya tidak hujan.


Contoh benda gas

Terdapat banyak contoh contoh benda gas. Contoh benda gas dapat ditemui di sekitar kita pada kehidupan sehari-hari. Bahkan benda gas selalu ada dimana-mana karena gas adalah udara itu sendiri. Kita juga bisa hidup karena menghirup oksigen di sekeliling kita. Berikut adalah sejumlah contoh bendat gas di sekitar kita pada kehidupan sehari-hari lengkap.


  • Udara
  • Asap
  • Uap
  • Oksigen
  • Karbondioksida
  • Nitrogen
  • Helium : Gas Balon
  • Sulfur : Gas Belerang
  • Metana
  • Gas Bercaun : Methil Broide, Chlorien, Nitric Oxide
  • dan lain-lain


Hukum-hukum gas

Hukum Avogrado

Hukum Avogrado menyatakan volume gas sebanding dengan jumlah molekul gas tersebut.

Hukum Boyle

Hukum Boyle menyatakan bahwa tekanan dan volume gas, jika salah satu jumlah dinaikkan maka jumlah yang lain akan meningkat selama temperatur dan jumlah mol dijaga konstan.

Hukum Charles

Hukum Charles menyatakan bahwa temperatur dan volume suatu gas sangat berkaitan.

Hukum Tekanan Gas (Hukum Gay-Lussac)

Hukum Gay-Lussac menyatakan temperatur dan tekanan gas sangat relevan.


Daftar pustaka

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Gas
https://www.yuksinau.id/zat-gas/
https://www.gurupendidikan.co.id/zat-padat-gas-cair/
https://www.studiobelajar.com/teori-kinetik-gas/
https://thegeekhost.com/contoh-benda-gas/

Senin, 18 November 2019

IKATAN KIMIA


IKATAN KIMIA




Disusun oleh : @P16-Andi, @P19-Rahmat, @P20-Adi



ABSTRAK

Ikatan kimia merupakan interaksi gaya Tarik menarik antara 2 atom atau molekul yang menyebabkan suatu senyawa diatomic  atau poliatomik menjadi stabil. Dalam percobaan ini, larutan NaCl direaksikan dengan larutan AgNO3 menghasilkan endapan AgCl dan senyawa baru Na(NO)3.


  I,
PENGERTIAN IKATAN KIMIAIkatan kimia adalah ikatan yang terbentuk antar atom atau antar molekul dengan cara :

Ikatan kimia adalah ikatan yang terbentuk antar atom atau antar molekul dengan cara :

Ikatan kimia adalah ikatan yang terbentuk antar atom atau antar molekul dengan cara :
  • Atom yang satu melepaskan elektroEn, sedangakan atom yang lain menerima elektron (serah terima elektron)
  • Penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari masing-masing atom yang berikatan
  • Penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah satu atom yang berikatan
 Tujuan pembentukan ikatan kimia adalah guna terjadi pencapaian kestabilan suatu unsur. Kestabilan unsur terjadi apabila suatu unsur mengikuti aturan oktet. Aturan Oktet adalah kecenderungan unsur-unsur untuk menjadikan konfigurasi elektronnnya sama seperti gas mulia. Unsur gas mulia (Gol VIIIA) mempunyai elektron valensi sebanyak 8 (oktet) atau 2 (duplet, hanya unsur Helium).
 Sebelum mengetahui jenis-jenis ikatan kimia, kita harus mengetahui apa itu konfigurasi elektron. Konfigurasi elektron adalah susunan elektron-elektron pada sebuah unsur. Susunan elektron berbentuk sub kulit-sub kulit, yang masing-masing sub kulit terdiri dari elektron yang berbeda. Kulit K : 2, L : 8, M : 8,  N : 8. Dengan adanya konfigurasi elektron, kita dapat mengetahui letak unsur disistem periodik (periode dan golongan).Contoh :  Buat konfigurasi elektron Na11Na : 2, 8, 1  à artinya, unsur Na terletak pada golongan 1,  periode ke tiga.
 Namun, di dalam terdapat sub kulit, maka untuk golongan B pada sistem periodik, konfigurasi elektron dibuat berdasarkan Asas Afbau. Karena untuk unsur yang berada di golongan B, konfigurasi elektron menggunakan prinsip kulit K,L,M,N tidak bisa digunakan (Hanya untuk golongan A), tetapi Asas Afbau dapat digunakan untuk di semua golongan (A dan B).Artikel Penunjang : Konfigurasi Elektron dan Elektron ValensiBerdasarkan perubahan konfigurasi elektron yang terjadi pada pembentukan ikatan kimia, maka dari itulah ikatan kimia dibedakan menjadi ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi, dan ikatan logam. 


B. JENIS – JENIS IKATAN KIMIA

1. Ikatan Ion

Ikatan ion (elektrovalen), adalah ikatan yang terbentuk akibat adanya perpindahan (serah-terima) elektron dari satu unsur ke unsur yang lain. Kedua ikatan tersebut berikatan dengan adanya gaya elektrostatis. Unsur yang cenderung melepaskan elektron adala unsur logam sedangkan unsur yang cenderung menerima elektron adalah unsur nonlogam.

Ikatan yang terbentuk apabila unsur logam melepas elektron dan diikuti dengan unsur nonlogam yang menerima elektron”Dengan kata lain, satu memberi dan satu menerimaContoh ikatan ion adalah :Unsur Na dengan Cl yang membentuk senyawa NaCl.11Na : 2,8,1 à Na+17Cl : 2,8,7 à Cl-Na+ + Cl- à NaCl
 Unsur Na melepaskan 1 elektron valensinya sehingga konfigurasi elektronnya sama dengan gas mulia (8), dan unsur Cl menerima 1 elektron pada kulit terluarnya sehingga konfigurasi elektronnya sama dengan gas mulia (8). Jika unsur melepaskan elektron, maka unsur tersebut bermuatan positif, namun jika unsur menerima elektron, maka unsur tersebut bermuatan negatif.Senyawa yang mempunyai ikatan ion antara lain :
  • Golongan alkali (IA) [kecuali atom H] dengan golongan halogen (VIIA). Contoh : NaF, KI, dan CsF
  • Golongan alkali (IA) [kecuali atom H] dengan golongan oksigen (VIA). Contoh : Na2S, Rb2S, Na2O
  • Golongan alkali tanah (IIA) dengan golongan oksigen (VIA). Contoh “ CaO, BaO, MgS
 2. Ikatan Kovalen

Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi karena pemakaian pasangan elektron secara bersama oleh dua atom yang belikatan. Ikatan kovalen terjadi akibat ketidakmampuan salah satu atom yang akan berikatan untuk melepaskan elektron, yang dalam pembentukannya, masing-masing atom mempunyai orbital pada kulit terluar yang berisi elektron tunggal. Dan kedua orbial tersebut saling tumpang-tindih (overlap) sehingga  sebuah pasangan elektron terbentuk, kemudian dipakai secara bersama oleh kedua atom. Ikatan kovalen terbentuk oleh sesama unsur non logam.
“ikatan yang terbentuk akibat adanya pemakaian elektrom bersama-sama antara unsur non logam”Dengan kata lain, sama-sama memberi dan menerimaContoh ikatan kovalen :Unsur H dengan N membentuk senyawa NH31H : 1      à H+7N : 2, 5  à N-3H+ + N-3 à NH3 
Unsur H membutuhkan 1 elektron untuk memenuhi aturan oktet, sedangkan unsur N membutuhkan 3 elektron untuk memenuhi aturan oktet. Oleh karena itu, kedua unsur tersebut sama-sama memberi dan menerima (saling memakai) 
Jenis
 – jenis ikatan kovalen.

.A. Berdasarkan jumlah pasangan elektronnya, ikatan kovalen dibagi menjadi :


  • Ikatan kovalen tunggal, adalah ikatan kovalen yang menggunakan satu pasang elektron. Contoh: H-Cl, H-H
  • Ikatan kovalen rangkap dua, adalah ikatan kovalen yang menggunakan dua pasang elektron. Contoh: O=O
  • Ikatan kovalen rangkap tiga, adalah ikatan kovalen yang menggunakan tiga pasang elektron. Contoh: HChttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9I9D3A5AXf06wMZep87DbC8U4mUdK3u9YseJYrbtEorbjZfT-9QveoknxImJ93T9DhW_oCPRqbUX6q22xSS8KWCMob7YjvxpKeemos3tZ0Xez2-59eN5XMi7KCWw-Abj8MLKL8hl0q1Ur/s640/arlinadesign.gifCH
b. Berdasarkan kepolarannya, ikatan kovalen dibagi menjadi :
  • Ikatan kovalen polar, terjadi antara dua atom dengan keelektronegatifan berdeda (unsur yang berbeda). Contoh : ikatan H-Cl, H-F, N-H
  • Ikatan kovalen nonpolar, terjadi antara dua atom dengan keelektronegatifan sama (unsur yang sama). Contoh: ikatan  H-H, O=O, Cl-Cl

3. Ikatan Kovalen KoordinasiIkatan Kovalen Koordinasi adalah ikatan yang terbentuk dengan cara penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah satu atom yang berikatan [Pasangan Elektron Bebas (PEB)], sedangkan atom yang lain hanya bisa menerima pasangan elektron yang digunakan bersama.“Ikatan yang  terbentuk apabila pasangan elektron yang dipakai bersama hanya berasal dari salah satu unsur yang berikatan”Dengan kata lain, ada satu menerima, dan ada yang tidak menerima. 

Contoh kovalen koordinasi :
Senyawa NH3 dengan H+ membentuk NH4+

4. Ikatan Logam

Ikatan logam adalah ikatan yang terbentuk akibat adanya gara tarik menarik yang terjadi antara muatan pisitif dari ion-ion logam dengan muatan negatif dari elektron-elektron yang bebas bergerak. Atom-atom logam dapat diibaratkan bola ping-pong yang terjejal rapat satu sama lain. Atom logam mempunyai sedikit elektron valensi, sehingga sangat mudah untuk dilepaskan dan membentuk ion positif. Maka dari itu kulit terluar atom logam relatif longgar 9terdapat banyak tempat kosong) sehingga elektron dapat berpindah dari satu atom ke atom lain. Mobilitas elektron dalam logam sedemikian bebas, sehingga elektron valensi logam mengalami delokalisasi yaitu suatu keadaan dimana elektron valensi tersebut tidak tetap posisinya pada satu atom, tetapi senantiasa berpindah-pindah dari satu atom ke atom lain. Elektron-elektron valensi tersebut berbaur membentuk awan elektron yang menyelimuti ion-ion positif logam.

DAFTAR PUSTAKA
https://www.quipper.com/id/blog/mapel/kimia/ikatan-kimia-dalam-atom/
https://www.gurupendidikan.co.id/ikatan-kimia/
https://www.studiobelajar.com/ikatan-kimia/
https://www.inirumahpintar.com/2018/11/pengertian-ikatan-kimia-jenis-contoh-ikatan-kimia.html
https://www.sridianti.com/3-jenis-ikatan-kimia-ikatan-ion-ikatan-kovalen-dan-ikatan-logam.html
l





  

Selasa, 12 November 2019

Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur



Disusun oleh : @P16-Andi, @P19-Rahmat, dan @P20-Adi

Abstrak

Atom merupakan materi paling kecil dari suatu benda yang tidak dapat dibagi maupun dipisah dengankonfigurasi elektron reaksi apapun. Partikel penyusunnya adalah proton, elektron dan neutron.Proton dan neutron berada di dalam inti atom sedangkan elektron berada di dalam ruang seputar inti. Proton memiliki muatan positif, sedangkan elektron bermuatan negatif di mana neutron memiliki muatan netral atau tidak bermuatan. Setelah mengetahui apa itu atom maka kini kita juga harus mengetahui apa itu sistem periodik unsur. Sistem periodik unsur merupakan upaya pengelompokan unsur-unsur berdasarkan kemiripan sifatnya. Keperiodikan sifat unsur-unsur meliputi  perubahan secara periodik jari-jari atom, afinitas elektron, energi ionisasi dan keelektronegatifan unsur-unsur tersebut Hubungan antara sistem periodik dan sifat atom dari unsur-unsur tersebut ialah sistem periodik unsur mengacu pada pembahasan sifat-sifat atom dimana unsur yang sifatnya sama itu terletak pada golongan yang sama dalam sistem periodik unsur tersebut. Ikatan kimia tersebut juga adalah ikatan atom yang terikat satu sama lain dalam senyawanya disebabkan oleh adanya gaya. Ada 2 jenis ikatan kimia yang terjadi, yakni ikatan ion dan ikatan kovalen.

PEMBAHASAN

Struktur atom

Sampai sekarang tidak ada alat yang bisa melihat bentuk dan susunan atom. Penyelidikan dilakukan dengan fenomena yang ditimbulkannya. Setelah disetujui ternyata atom memiliki sifat listrik. Atom tersusun dari partikel-partikel penyusun yang terdiri dari Elektron, Proton dan Neutron.

1. Elektron

Bermula dengan ditemukannya tabung sinar katode oleh Karl Ferdinand Braun. Ia beralih radiasi dari kutub negatif (katode) menuju kutub positif (anoda) yang disebut sinar katode . Sifat sinar katode ini disempurnakan oleh Sir William Crookes.
Kemudian penelitian sinar katode disempurnakan oleh Joseph John Thomson .JJ Thomson menemukan muatan elektron yaitu sebesar 1,76 x  10 18  coulomb / gram.Penyelidikan lebih lanjut dilakukan Robert A.Milikan dengan percobaan tetes minyak.Milikan mengutip itu memuat 1 elektron adalah 1,6022 x  10 -19  C
J.J Thomson kemudian mengutipatom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan mengandung muatan negatif elektron. Teori ini dikenal dengan teori roti kismis.

2. Inti Atom dan Proton

Tahun 1886, Eugene Goldstein memindahkan tabung sinar katoda dengan melubangi lempeng katodenya. Ia menemukan sinar yang menembus lubang katodenya yang disebut sinar kanal . Selanjutnya, Wilhelm Wien menyatakan bahwa sinar kanal tersebut disebut proton. Untuk mengetahui kedudukan partikel-partikel tersebut, Ernest Rutherford melakukan percobaan dengan hamburan sinar alfa terhadap lempeng tipis emas. Rutherford menyimpulkan bahwa atom terdiri dari atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, dinyatakan oleh elektron yang bermuatan negatif.

3. Neutron

Tahun 1932,  James Chadwick menemukan kejanggalan pada penelitian Rutherford. Penelitiannya menunjukkan kesalahan pada saat membandingkan massa atom hidrogen dan massa atom helium. Chadwick melakukan percobaan partikel alfa terhadap boron dan parafin. Ketika partikel alfa ditembakkan pada lapisan logam boron, ternyata logam ini memancarkan sinar yang mirip dengan gelombang elektromagnetik berenergi tinggi. Sinar tersebut tidak dibelokkan oleh medan listrik atau medan magnet. Percobaan selanjutnya menunjukkan sinar tersebut merupakan partikel netral yang memiliki massa lebih besar dari massa proton. Partikel ini diberi nama neutron

Perkembangan Teori Atom

1. Model Atom Dalton

  • Atom yang berbentuk seperti bola pejal yang sangat kecil.
  • Atom merupakan partikel yang tidak dapat dipecah lagi.
  • Atom yang tidak sama memiliki sifat yang sama
  • Senyawa terbentuk jika atom bergabung satu sama lain.
  • Reaksi kimia luar reorganisasi dari atom-atom

2. Model Atom Thomson

Setelah ditemukannya elektron oleh JJ Thomson, disusunlah model atom Thomson yang merupakan penyempurnaan dari model atom Dalton. Menurut Thomson:


  • Atom terdiri dari bahan bermuatan positif dan tersebar elektron (bagaikan kismis dalam roti kismis)
  • Atom negatif, yaitu muatan positif dan muatan negatif sama


3. Model Atom Rutherford

  • Rutherford menemukan bukti dalam atom yang merupakan inti atom yang bermuatan positif, berukuran lebih besar dari ukuran atom tetapi massa atom lebih besar dari massa intinya.
  • Atom terdiri dari inti atom yang bermuatan positif dan berada pada pusat atom serta elektron bergerak lintas inti (seperti planet dalam tata surya).
  • Atom negatif aktif.
  • Jari-jari inti atom dan jari-jari atom sudah dapat ditentukan.


4. Model Atom Niels Bohr


  • Model atomnya didasarkan pada teori kuantum untuk menjelaskan variasi gas hidrogen.
  • Menurut Bohr, spektrum garis batas menunjukkan elektron hanya menentukan tingkat-energi tertentu dalam atom.

Menurutnya:

a. Atom yang terdiri dari inti yang bermuatan positif dan yang mengelilingi elektron-elektron yang bermuatan negatif.

b. Elektron mengeluarkan inti atom pada orbit tertentu dengan gerakan stasioner (tetap), selanjutnya disebut dengan tingkat energi utama (kulit elektron) yang ditentukan dengan bilangan kuantum utama (n).

c. Selama elektron tetap dalam lasion stasioner, energinya akan tetap.

d. Elektron hanya dapat berpindah dari lintasan stasioner yang lebih rendah ke lintasan stasioner yang lebih tinggi jika menyerap energi. Lebih, jika elektron pindah dari lintasan stasioner yang lebih tinggi ke rendah terjadi pelepasan energi.

5. Model Atom Modern (Mekanika Kuantum)

Dikembangkan berdasarkan teori mekanika kuantum yang disebut mekanika gelombang; diprakarsai oleh 3 ahli:

1. Louis Victor de Broglie

Menyatakan apa yang dimiliki sifat dualisme sebagai bahan dan sebagai gelombang.

2. Werner Heisenberg

Mengemukakan prinsip pokok untuk materi yang mendorong partikel dan gelombang.

3. Erwin Schrodinger (menyelesaikan model Atom Bohr)
Berhasil menyusun persamaan gelombang untuk elektron dengan menggunakan prinsip mekanika gelombang.

Teori tentang Model Atom Modern:


  • Atom terdiri dari inti atom yang mengandung proton dan neutron sedangkan elektron-elektron bergerak mengitari inti atom dan berada pada orbital-orbital tertentu yang membentuk kulit atom.
  • Orbital adalah daerah 3 dimensi di sekitar inti sedangkan elektron dengan energi tertentu dapat ditemukan dengan yang terbesar.
  • Kedudukan elektron pada orbital-orbitalnya ditentukan dengan bilangan kuantum.


Sistem Periodik Unsur

Perkembangan Sistem Periodik

1. Triade Dobereiner

menyatakan: Bila tidak-tidak dikelompokkan berdasarkan karakteristik dan di nomor massa atomnya, maka disetiap kelompok berisi tiga tidak ada di mana jumlah massa di tengah merupakan rata-rata dari massa yang tidak rata di tepi. - Dikemukakan oleh Johan Wolfgang Dobereiner (Jerman).

2. Oktaf Newlands

menyatakan: Jika tidak-tidak disusun berdasarkan massa atom, maka sifat tidak akan berulang kali setelah tidak kedelapan
-  Dikemukakan oleh John Newlands (Inggris).
- Unsur-unsur dikelompokkan berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya (Ar).
- Unsur ke-8 memiliki sifat mirip dengan kimia pertama; uns ke-9 memiliki sifat yang mirip dengan uns ke-2 dst.
- Sifat-sifat tidak ditemukan secara berkala atau periodik setelah 8 tidak disebut Hukum Oktaf Berdasarkan Daftar Oktaf Newlands di atas; Uns H, F dan Cl memiliki kemiripan sifat.

3. Sistem Periodik Mendeleev

- Dua ahli kimia, Lothar Meyer (Jerman) dan Dmitri Ivanovich Mendeleev (Rusia) berdasarkan prinsip dari Newlands, membuat penggolongan.

- Lothar Meyer lebih mengutamakan sifat-sifat kimia sementara Sementara Mendeleev lebih mengutamakan kenaikan massa atom.

- Menurut Mendeleev: sifat-sifat tidak fungsi periodik dari massa atom relatifnya . Artinya: jika tidak-tidak disusun menurut kenaikan massa atom relatifnya, maka sifat tertentu akan berulang secara periodik.

- Unsur-unsur yang memiliki sifat-sifat yang Terpilih pada satu lajur tegak, disebut Golongan.

- Sementara lajur horizontal, untuk tak-tak-sesuai pada kenaikan massa atom relatifnya dan disebut Periode.
Sistem Periodik Modern

- Dikemukakan oleh Henry G Moseley, yang menentukan sifat-sifat yang tidak mewakili fungsi periodik dari nomor atomnya.

- berhubungan: sifat dasar tidak ditentukan oleh nomor atomnya bukan oleh massa atom relatifnya (Ar).

- Pada lajur mendatar disebut periode , lajur tegak disebut golongan.

PENUTUP

Kesimpulan

Struktur atom merupakan satuan dasar materi yang terdiri dari inti atom beserta awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya. Inti atom mengandung campuran proton yang bermuatan positif dan neutron yang bermuatan netral (terkecuali pada Hidrogen-1 yang tidak memiliki neutron).
Model atom Dalton memiliki kelebihan yaitu mulai membangkitkan minat terhadap penelitian mengenai model atom. Namun terdapat pula kelemahan yaitu teori atom Dalton tidak dapat menerangkan suatu larutan dapat menghantarkan arus listrik. Bagaimana mungkin bola pejal dapat menghantarkan arus listrik? padahal listrik adalah elektron yang bergerak.

Daftar pustaka

https://bisakimia.com/2013/08/05/struktur-atom-dan-sistem-periodik-unsur/http://kimiashs.blogspot.com/2015/01/kelas-x-bab-ii-struktur-atom-dan-sistem.html?m=1
http://wwwilmuduniaku.blogspot.com/2016/11/makalah-kimia-struktur-atom-sistem.html?m=1

Senin, 07 Oktober 2019

KESETIMBANGAN KIMIA

KESETIMBANGAN KIMIA



ABSTRAK
Kimia adalah ilmu tata susunan, sifat, dan reaksi suatu unsur atau zat. Sedangkan ilmu kimia adalah bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam (Natural Science) yang mengambil materi (matter) sebagai objek. Yang dikembangkan oleh ilmu kimia adalah deskripsi tentang materi, khususnya kemungkinan  perubahan menjadi benda lain (transformation of matter) secara permanen serta energi yang terlibat dalam perubahan termasud. Kesetimbangan kimia adalah reaksi yang dicapai ketika konsentrasi dari reaktan dan prodak konstan.

Kata Kunci : Kesetimbangan kimia, Ciri-ciri kesetimbangan, Jenis dan factor yang berpengaruh pada kesetimbangan kimia.

I.       PENDAHULUAN
Prinsip kesetibangan kimia pertama kali ditemukan oleh Berthollt sedangakn kajian ditemukan oleh Guldberg dan Waage. Mereka menunjukan bahwa reaksi kesetimbangan dapat di dedikasi dalam dua arah, dan mereka bershasil menunjukkan hubungan matematis antara konsentrasi pereaksi dan produk dalam kesetimbangan. Cepat lambatnya suatu reaksi mencapai kesetimbangan bergantung pada laju reaksi, semakin besar laju reaksi maka semakin cepat. Kesetimbangan kimia hanya dapat berlangsung dalam sistem tertutup.

II.    PEMBAHASAN
Kesetimbangan kimia terjadi pada reaksi kimia yang reversibel. Reaksi reversibel adalah reaksi yang di mana produk reaksi dapat bereaksi balik membentuk reaktan. Kesetimbangan kimia tercapai ketika laju reaksi maju sama dengan laju reaksi balik dan konsentrasi dari reaktan-reaktan dan produk-produk tidak berubah lagi.
Lihat juga materi StudioBelajar.com lainnya:
Ikatan Hidrogen
Gas Mulia
Untuk persamaan reaksi reversibel yang berada dalam kesetimbangan pada temperatur tertentu berikut
aA + bB cC +dD
konstanta kesetimbangan, K, dapat dinyatakan sebagai rasio dari perkalian konsentrasi reaktan-reaktan dibagi perkalian konsentrasi produk-produk, di mana konsentrasi dari masing-masing substansi dipangkatkan koefisien stoikiometri dalam persamaan reaksi setara.

Dalam perhitungan konstanta kesetimbangan reaksi homogen (semua substansi dalam reaksi berfasa sama), konsentrasi substansi dalam sistem larutan dapat dinyatakan dalam konsentrasi molar, sehingga K dapat juga ditulis Kc. Untuk reaksi homogen dalam fasa gas, konsentrasi substansi dalam wujud gas dapat dinyatakan sebagai tekanan parsial substansi, dan simbol konstanta kesetimbangannya menjadi Kp. Sebagai contoh, hukum kesetimbangan kimia untuk reaksi berikut dapat ditulis dalam 2 bentuk: 

N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g)

Dalam perhitungan konstanta kesetimbangan reaksi heterogen (reaksi di mana terdapat lebih dari 1 fasa) yang melibatkan substansi dalam wujud cairan murni atau padatan murni, konsentrasi substansi cair dan padat tersebut diabaikan dan tidak ikut diperhitungkan. Contohnya:
CaCO3(s) CaO(s) + CO2(g) 
P4(s) + 6Cl2(g) 4PCl3(l)
Untuk mengetahui apakah reaksi telah mencapai kesetimbangan dan memprediksikan arah reaksi, ditentukan nilai dari kuosien reaksi, Qc, dengan mensubstitusikan nilai konsentrasi masing-masing substansi (produk dan reaktan).


Contoh soal Kesetimbangan Kimia

Pada temperatur 430°C, tetapan kesetimbangan Kc untuk reaksi H2(g) + I2(g) 2HI(g) adalah 54,3. Diketahui pada eksperimen dengan temperatur yang sama, konsentrasi awal H2, I2, dan HI berturut-turut adalah 0,00623 M, 0,00414 M, dan 0,0224 M. Hitunglah konsentrasi masing-masing spesi pada keadaan setimbang.
Jawab:
[H2]0 = 0,00623 M
[I2]0 = 0,00414 M
[HI]0 = 0,0224 M
Kc = 54,3
Pertama, kita tentukan nilai kuosien reaksi, Qc, untuk mengetahui apakah sistem telah setimbang atau belum, dan ke arah mana reaksi berlangsung jika belum setimbang.
Karena Qc (19,5) < Kc (54,3), reaksi akan berlangsung dari arah kiri ke kanan hingga mencapai kesetimbangan. Jadi, konsentrasi H2 dan I2 akan berkurang dan konsentrasi HI akan bertambah sampai reaksi setimbang.
Selanjutnya, asumsikan bahwa konsentrasi H2 berkurang sebanyak x hingga reaksi setimbang, lalu kita buat persamaan stoikiometri dengan MRS (Mula-mula, Reaksi, Setimbang).
Dengan menyelesaikan persamaan kuadrat dalam bentuk ax^2 + bx + c = 0 dengan rumus  diperoleh: x = 0,0114 M atau x = 0,00156 M.
Penyelesaian x = 0,0114 M tidak mungkin karena nilainya lebih besar dari konsentrasi awal H2 dan I2. Jadi, penyelesaian yang benar adalah x = 0,00156 M.
Jadi, pada kesetimbangan kimia tersebut, konsentrasi masing-masing spesi

faktor yang Mempengaruhi Kesetimbangan Kimia

Asas Le Châtelier menyatakan bahwa bila pada sistem kimia yang berada dalam kesetimbangan diberi gangguan, maka sistem akan menggeser posisi kesetimbangan ke arah reaksi yang dapat menghilangkan efek dari gangguan tersebut. Faktor-faktor (gangguan) yang dapat mempengaruhi kesetimbangan kimia-

Referensi Kesetimbangan Kimia

Brown, Theodore L. et al. 2015. Chemistry: The Central Science (13th edition). New Jersey: Pearson Education, Inc.
Chang, Raymond. 2010. Chemistry (10th edition). New York: McGraw Hill
Gilbert, Thomas N. et al. 2012. Chemistry: The Science in Context (3rd edition). New York: W. W. Norton & Company, Inc.
Jespersen, Neil D., Brady, James E., & Hyslop, Allison. Chemistry: The Molecular Nature of Matter (6th edition). New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.
Petrucci, Ralph H. et al. 2011. General Chemistry: Principles and Modern Applications (10th edition). Toronto: Pearson Canada Inc.
Purba, Michael. 2006. 
Kimia 2A untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.
Silberberg, Martin S. 2009. Chemistry: The Molecular Nature of Matter and Change (5th edition). New York: McGraw Hill
Artikel: Kesetimbangan Kimia
Kontributor: Nirwan Susianto, S.Si.
Alumni Kimia FMIPA UI
DAFTAR PUSTAKA
https://www.studiobelajar.com/kesetimbangan-kimia/
unarya, Yayan. 2010. Kimia Dasar 1
Dewi,  L.J.E. 2009. Pengembangan Media Pembelajaran Reaksi Kesetimbangan Kimia. Dalam file:///C:/Users/us3r/Downloads/170-376-1-SM.pdf
Anonim. 2019. Kesetimbangan Kimia. Dalam https://www.academia.edu/32585061/KESETIMBANGAN_KIMIA
Lukum, Astin., Lukman A.R. Laliyo dan Kostiawan Sukamto. 2015. Metakognisi Mahasiswa dalam Pembelajaran Kesetimbangan Kimia. Dalam file:///C:/Users/us3r/Downloads/Astin-