.

Sabtu, 18 Januari 2020

PENCEMARAN TANAH

PENCEMARAN TANAH
Oleh : Hana Muyesca (@P10-HANA)

Abstrak :
Kita semua tahu indonesia negara yang sangat luas kaya akan sumber daya alamnya naun seiring berjalannya waktu kesuburan yang di miliki tanah indonesia banyak yang di gunakan sesuai aturan yang berlaku tanpa memperhatikan dampak jangka panjang yang di hasilkan dari tanah tersebut
Kata Kunci :
Pencemaran, Tanah
I.                   Pendahuluan
Sering berjalannya waktu kesuburan yang di miliki oleh tanah indonesia banyak yang di gunakan sesuai aturan yang berlaku tanpa memperhatikan damapak jangka panjang yang di hasilkan dari pengolahan tanah tersebut. Salah satu di antara nya penyelanggaraan pembangunan di tanah air tidak bisa di sangkal lagi telah telah menimbulkan berbagai dampak positif bagi masyarakat luas seperti pembangunan industri dan pertambangan telah menciptakan lapangan kerja baru bagi penduduk di sekitarnya namun kebersihan itu seringkali di ikuti oleh dampak negatif yang merugikan masyarakat dan lingkungan  
II.                Permasalahan
2.1  Pengertian pencemaran Lingkungan (Tanah)
2.2  Apakah dampak yang ditimbulkan oleh pencemaran tanah ?
2.3  Apa saja penagan yang dapat dilakukan untuk menanggulangi pencemaran tanah ?
III.             Pembahasan
3.1  Pengertian Pencemaran Lingkungan (Tanah)
Pencemaran lingkungan adalah suatu keadaan yang terjadi karena perubahan kondisi tata lingkungan (tanah, udara, dan air) yang tidak menguntungkan (merusak dan merugikan kehidupan manusia, binatang, dan tumbuhan) yang disebabkan oleh kehadiran benda-benda asing (seperti sampah, limbah industri, minyak, logam berbahaya dan sebagainya). Hal ini salah satunya sebagai akibat perbuatan manusia, sehingga mengakibatkan lingkungan tersebut tidak berfungsi seperti semula (Susilo, 2003).
3.2  Dampak Pencemaran Tanah
Berbagai dampak yang di timbulkan akibat pencenaran tanah :
1.      Pada kesehatan
Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan tergantung pada tipe polutan jalur masuk ke dalam tubuh dan kerentanah populasi yang terkena ke onium berbagai macam peptisida dan herbisida merupakan bahan korsinigen untuk semua populasi timbul sangat berbahaya pada anak anak karena dapat menyebabkan kerusaka otot serta kerusakan ginjal pada seluruh populasi.
2.      Pada ekosistem
Pencemaran tanah juga dapat memberikan dampak terhadap ekosistem perubahan tanah yang dedikat dapat timbula dari adanya bahan kimia beracun atau berbahaya bahka pada dosis yang rendah sekalipun perubahan ini dapat menyebabkan perubahan metabolisme jadi mikroganisme an demik dan an taropoda yang hidup di lingkungan tanah Penanganan Pencemaran Tanah
3.3  Penanganan Pencemaran Tanah
1.      Remidiasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar ada 2 jenis remidiasi : in-sibu (on site )dan ex-situ (off site ) pembersihan on site adalah pembersihan di lokasi pemebrsihan ini lebih mudah dan murah. Pembersihan off sita adalah meliputi penggalian tanah yang tercemar dan di bawa kedaerah yang aman 
2.      Bioremidiasi adalah proses pembenahan pencemaran tanah menggunakan mikroganisme (jamur bakteri) dengan mendegradasi zat pencemaran.
IV.             Kesimpulan
Ada beberapa cara untuk mengurangi dampak dari pencemaran tanah , di antara nya dengan remidian bioremidian 
V.                Daftar Pustaka

https://www.academia.edu/32541234/ANALISIS_DAMPAK_LIMBAH_DOMESTIK_TERHADAP_PENCEMARAN_TANAH

KIMIA HIJAU PRINSIP 7-9-10-12

KIMIA HIJAU PRINSIP 7-9-10-12
Oleh : Hana Muyesca (@P10-HANA)

Abstrak :
Kemajuan teknologi dan industri kimia yang berkembang pesat disadari menimbulkan berbagai masalah lingkungan. Dalam beberapa proses, reaksi kimia memegang peranan penting sehingga faktor produktivitas proses industri kimia diarahkan untuk mendapatkan hasil sintesis sebanyak-banyaknya tanpa mempertimbangkan efek yang ditimbulkan.
Kata Kunci :
I.                   Pendahuluan
“Kimia Hijau” merupakan bidang kimia yang berfokus pada pencegahan polusi. Pada awal 1990-an, green chemistry mulai dikenal secara global setelah Environmental Protection Agency (EPA) mengeluarkan Pollution Prevention Act
II.                Rumusan Masalah
Pengurangan pemakaian plastik terus digalakkan saat ini. Tentu tidak hanya plastik, produk lain yang memiliki dampak  kelingkungan terus diupayakan diminimalisir. Itu sebabnya , industri yang berdampak pada pencemaran lingkungan harus dicegah, agar bumi tidak terhancam. Pada asepek itulah prinsip kimia hijau mulai dikumandangkan? Apakah yang dimaksud dengan kimia hijau atau green chemistry itu?
III.             Pembahasan
3.1   Pengertian Kimia Hijau
Green chemistry atau “kimia hijau” merupakan bidang kimia yang berfokus pada pencegahan polusi. Green chemistry merupakan pendekatan yang sangat efektif untuk mencegah terjadinya polusi karena dapat digunakan secara langsung oleh para ilmuwan dalam situasi sekarang.
3.2   Prinsip 7-9
1.      Memaksimalkan atom ekonomi
Metode sintesis yang digunakan harus didesain untuk meningkatkan proporsi produk yang diinginkan dibandingkan dengan bahan dasar.Konsep atom ekonomi ini mengevaluasi sistem terdahulu yang hanya melihat rendemen hasil sebagai parameter untuk menentukan suatu reaksi efektif dan efisiens tanpa melihat seberapa besar limbah yang dihasilkan dari reaksi tersebut
2.      Menggunakan pelarut yang aman
Penggunaan bahan kimia seperti pelarut, ekstraktan, atau bahan kimia tambahan yang lain harus dihindari penggunaannya. Apabila terpaksa harus digunakan, maka harus seminimal mungkin.
3.      Meningkatkan efisiensi energi dalam reaksi
Energi yang digunakan dalam suatu proses kimia harus mempertimbangkan efek terhadap lingkungan dan aspek ekonomi. Jika dimungkinkan reaksi kimia dilakukan dalam suhu ruang dan menggunakan tekanan.
3.3   Prinsip 10-12
1.      Mendesain bahan kimia yang mudah terdegradas
Bahan kimia harus didesain dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, oleh karena itu suatu bahan kimia harus mudah terdegradasi dan tidak terakumulasi di lingkungan.
2.      Penggunaan metode analisis secara langsung untuk mengurangi polusi
Metode analisis yang dilakukan secara real-time dapat mengurangi pembentukan produk samping yang tidak diinginkan.
3.      Meminimalisasi potensi kecelakaan
Bahan kimia yang digunakan dalam reaksi kimia harus dipilih sedemikian rupa sehingga potensi kecelakaan yang dapat mengakibatkan masuknya bahan kimia ke lingkungan, ledakan dan api dapat dihindari.
IV.             Kesimpulan
Kimia Hijau merupakan bidang kimia yang berkaitan dengan polusi dan memiliki 12 prinsip
V.                Daftar Pustaka



Jumat, 17 Januari 2020

PENCEMARAN TANAH

Oleh: @P17-Gimawati

ABSTRAK
 Pencemaran tanah adalah suatu kondisi masuknya satu atau banyak benda kimia, fisik, atau biologis ke dalam tanah di mana benda-benda tersebut bisa merusak struktur tanah dan membuat tanaman menjadi sulit untuk beradaptasi.
Kata Kunci : Pencemaran tanah, polutan.
PEMBAHASAN
Pencemaran tanah terjadi ketika limbah tidak dibuang dengan benar atau dapat terjadi ketika manusia membuang bahan kimia kepada tanah dalam bentuk pestisida, insektisida dan pupuk dalam kegiatan praktek pertanian. Eksploitasi mineral (kegiatan pertambangan) juga telah memberikan kontribusi terhadap kerusakan tanah.
           Penyebab dari pencemaran atau polusi tanah terdiri dari dua sumber utama yaitu polutan alami dan polutan antropogenik (buatan manusia).
1.   Polutan Alami, proses alami dapat menyebabkan akumulasi bahan kimia beracun di dalam tanah, seperti akumulasi tingkat perklorat yang lebih tinggi di tanah Gurun Atacama di Cile karena proses lingkungan yang gersang.
2.   Polutan yang Dihasilkan Manusia, kontaminan buatan manusia adalah penyebab utama polusi tanah, seperti bahan kimia baik organik ataupun non-organik.
Macam-macam komponen penyebab pencemaran tanah, diantaranya :
1.   Limbah Domestik
Limbah domestik dapat berasal dari daerah: pemukiman penduduk, perdagang-an/pasar/tempat usaha hotel dan lain-lain, kelembagaan(kantor-kantor pemerintahan dan swasta) dan wisata, dapat berupa limbah padat dan cair.
a)     Limbah Padat, berupa senyawa anorganik yang tidak dapat dimusnahkan atau diuraikan, seperti plastik, kaleng-kaleng, dan bahan bekas bangunan.
b)     Limbah Cair, berupa tinja, detergen, oli, dan cat yang jika meresap ke dalam tanah akan merusak.
2.      Limbah Industri
Limbah Industri berasal dari sisa-sisa produksi industri. 
a)     Limbah Padat, berupa buangan industri berupa padatan, lumpur, bubur yang berasal dari proses pengolahan. Misalnya sisa pengolahan pabrik gula, pulp, rayon, pengawetan buah.
b)     Limbah Cair, berupa hasil pengolahan dalam suatu proses produksi, misalnya sisa-sisa pengolahan industri pelapisan logam dan industri kimia lainnya. Tembaga, timbal, perak, khrom, arsen dan boron adalah zat-zat yang dihasilkan dari proses industri pelapisan logam yang erupakan zat yang sangat beracun terhadap mikroorganisme dan akan mengakibatkan kematian bagi mikroorganisme yang memiliki fungsi terhadap kesuburan tanah.
3.      Limbah Pertanian
Limbah Pertanian dapat berupa sisa-sisa pupuk sintetik untuk menyuburkan tanah atau tanaman, misalnya pupuk urea dan pestisida untuk pemberantas hama tanaman.
               Berikut ini dampak yang timbulkan akibat pencemaran tanah :
1.       Kesehatan Manusia
Pencemaran tanah dapat mempengaruhi kesehatan manusia dan menimbulkan penyakit dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Penyakit jangka pendek, diantaranya sakit kepala, mual, batuk hingga masalah paru-paru, ruam kulit, dan iritasi mata. Penyakit jangka panjang, seperti karker termasuk leukimia yang disebabkan oleh kontak tanah dengan bahan kimia bensin dan benzena, kerusakan sistem saraf terutama anak-anak yang disebabkan oleh adanya timbal(Pb) di tanah, dan penyakit ginjal serta hati yang disebabkan oleh merkuri(Hg).
2.      Kerusakan Ekosistem
Efek pencemaran tanah terhadap lingkungan dapat mengakibatkan kerusakan ekosistem, seperti :
·        Hilangnya Keanekaragaman Hayati, paparan polutan yang berbahaya dapat mematikan sejumlah jenis tanaman atau hewan sehingga terjadi kelangkaan spesies.
b)     Limbah Cair, berupa tinja, detergen, oli, dan cat yang jika meresap ke dalam tanah akan merusak.
2.      Limbah Industri
Limbah Industri berasal dari sisa-sisa produksi industri.
a)     Limbah Padat, berupa buangan industri berupa padatan, lumpur, bubur yang berasal dari proses pengolahan. Misalnya sisa pengolahan pabrik gula, pulp, rayon, pengawetan buah.
b)     Limbah Cair, berupa hasil pengolahan dalam suatu proses produksi, misalnya sisa-sisa pengolahan industri pelapisan logam dan industri kimia lainnya. Tembaga, timbal, perak, khrom, arsen dan boron adalah zat-zat yang dihasilkan dari proses industri pelapisan logam yang erupakan zat yang sangat beracun terhadap mikroorganisme dan akan mengakibatkan kematian bagi mikroorganisme yang memiliki fungsi terhadap kesuburan tanah.
3.      Limbah Pertanian
Limbah Pertanian dapat berupa sisa-sisa pupuk sintetik untuk menyuburkan tanah atau tanaman, misalnya pupuk urea dan pestisida untuk pemberantas hama tanaman.
               Berikut ini dampak yang timbulkan akibat pencemaran tanah :
1.       Kesehatan Manusia
Pencemaran tanah dapat mempengaruhi kesehatan manusia dan menimbulkan penyakit dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Penyakit jangka pendek, diantaranya sakit kepala, mual, batuk hingga masalah paru-paru, ruam kulit, dan iritasi mata. Penyakit jangka panjang, seperti karker termasuk leukimia yang disebabkan oleh kontak tanah dengan bahan kimia bensin dan benzena, kerusakan sistem saraf terutama anak-anak yang disebabkan oleh adanya timbal(Pb) di tanah, dan penyakit ginjal serta hati yang disebabkan oleh merkuri(Hg).
2.      Kerusakan Ekosistem
Efek pencemaran tanah terhadap lingkungan dapat mengakibatkan kerusakan ekosistem, seperti :
·    Hilangnya Keanekaragaman Hayati, paparan polutan yang berbahaya dapat mematikan sejumlah jenis tanaman atau hewan sehingga terjadi kelangkaan spesies.
·   Menurunkan Kesuburan Tanah, hilangnya biota-biota atau mikroflora tanah dapat menyebabkan tanah menjadi tidak subur seperti sedia kala.
·   Perubahan Struktur Tanah, struktur tanah dapat mengalami perubahan apabila terdapat polutan yang mematikan komponen penting dalam tanah.
Penanganan yang dapat dilakukan terhadap pencemaran tanah, diantaranya :
1.   Remidiasi, kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (on-site) dan ex-situ (atau off-site). Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah, terdiri dari pembersihan, dan venting (injeksi). Pembersihan off-site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Setelah itu di daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar. Pembersihan off-site ini jauh lebih mahal dan rumit.
2.  Bioremediasi, proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbon dioksida dan air).
Daftar Pustaka
·  Hidayat, Atep Afia dan Muhammad Kholil. 2018. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Jakarta: Wahana Resolusi.
    As’ari, Fuad, dkk. 2018. Pencemaran Tanah. Dalam https://pollutiononmyearth.weebly.com/pencemaran-tanah.html (Diunduh pada 13 Oktober 2018)
· Admin. 2017. Pengertian Pencemaran Tanah, Penyebab, Akibat dan Solusi. Dalam https://lingkunganhidup.co/pengertian-pencemaran-tanah-penyebab-akibat-solusi/ (Diunduh pada 13 Oktober 2018)
·       Admin. 2018.  Pencemaran Tanah : Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya. Dalam http://www.ebiologi.net/2015/07/pencemaran-tanah-pengertian-penyebab.html
(Diunduh pada 13 Oktober 2018)
·       Diniari, Embun Bening. 2017. Dampak Pencemaran Tanah dan Penanggulangannya. Dalam https://blog.ruangguru.com/dampak-pencemaran-tanah-dan-penanggulangannya
 (Diunduh pada 13 Oktober 2018)


PENCEMARAN AIR

Oleh: @P17-Gimawati
I.                   PENDAHULUAN
Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan.
Berbagai macam fungsinya sangat membantu kehidupan manusia. Pemanfaatan terbesar danau, sungai, lautan dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya berpotensi sebagai objek wisata.

II.                PEMBAHASAN
Akibat Pencemaran Air
· Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya kandungan oksigen (O­2) yang  dapat menyebabkan kematian.
· Terjadinya ledakan ganggang dan tumbuhan air (eurotrifikasi)
·  Pendangkalan dasar perairan
· Tersumbatnya penyaring reservoir dan menyebabkan perubahan ekologi
·Dalam jangka panjang adalah kanker dan kelahiran cacat
·Akibat penggunaan pastisida yang berlebihan sesuai selain membunuh hama dan penyakit,    juga membunuh serangga dan maskhluk berguna terutama predator
  Kematian biota kuno, seperti: plankton, iank, bahkan burung
 Kekurangan sumber air
 Mutasi sel, kanker, dan leukimia
Ada berbagai jenis sumber pencemaran air diantaranya seperti sampah yang berasal dari masyarakat baik itu dari limbah rumah tangga maupun dari limbah pertanian dalam skala kecil maupun dalam skala besar. Saat ini tercatat ada beberapa jenis polutan yang mampu membuat pencemaran air diantaranya adalah sumber bahan yang mengandung bibit penyakit, limbah yang membutuhkan oksigen tinggi serta waktu yang lama untuk terurai, bahan yang tidak sedimen serta bahan yang mengandung radioaktif panas tinggi. semua bahan tersebut memiliki dampak yang tidak baik dan berbahaya bagi kesehatan manusia.
Berikut ini adalah beberapa sumber pencemaran air:

1.       . Pencemaran dari Pertanian
Limbah dari pertanian yang masuk ke dalam air sebenarnya tidak berbahaya bagi keberlangsungan ekosistem air namun karena saat ini banyak petani menggunakan pupuk kimia dan juga pestisida dalam jumlah banyak maka mampu mengakibatkan kerusakan pada ekosistem yang ada. Hal ini akan lebih parah jika pestisida yang digunakan adalah jenis dari herbisida dan insektisida.
2.    
           Pencemaran dari Peternakan dan Perikanan
Air dapat mengalami pencemaran dari kegiatan peternakan dan perikanan jika tidak dilakukan pembuangan yang benar pada kotoran hewan dan juga sampah lainnya. ada beberapa hal yang bisa dilihat untuk melihat ciri-ciri dari terjadinya pencemaran oleh peternakan dan perikanan ini antara lain adalah sebagai berikut:
Adanya kotoran hewan dalam jumlah besar pada perairan yang membuat air terkontaminasi oleh berbagai virus dan bakteri dari kotoran tersebut dan terjadinya perubahan warna dan rasa di dalam air tersebut sehingga membuat air sangat mudah menyebabkan penyakit bagi siapa saja yang mengkonsumsi.

3.       Pencemaran dari Industri
Para pelaku industri sangat rawan menghasilkan berbagai jenis limbah yang dapat mencemari air. Ini biasanya dilakukan oleh mereka para pelaku bisnis industri yang kurang memahami adanya pencemaran ini atau hanya sekedar untuk menekan biaya pengolahan limbahnya saja. berikut ini beberapa jenis industri yang mampu mencemari air dari hasil industrinya:
1.       Industri produk makanan
2.       Indukstri produk tekstil
3.       Industri pulp dan kertas
4.       Industri bahan kimia
5.       Industri penyamakan kulit
6.       Industri electroplating

4.       Pencemaran dari Aktivitas Perkotaan
Daerah perkotaan menjadi salah satu tempat yang rawan terjadi pencemaran air. Hal ini tidak jauh dari jumlah populasi penduduk yang kian pesat sedangkan lahan tetap sehingga menyebabkan munculnya berbagai pemukiman padat penduduk dengan sanitasi yang tidak memadai. Pencemaran air di perkotaan juga bisa disebabkan karena hasil dari pabrik, limbah rumah tangga, kotoran manusia, limbah cair dan lainnya.
Berikut ini adalah jenis jenis bahan pencemar air :

·         Berdasar Jenis Bahannya pencemar air dibedakan menjadi
a. Bahan pencemar fisik
    Bahan pencemar fisik diantaranya adalah sampah, lumpur, pasir, dan sebagainya.
b. Bahan pencemar kimia
    Bahan pencemar kimia antara lain zat-zat organik bisa berupa lemak, minyak, detergen, sabun, zat       warna, karbohidrat, protein maupun zat-zat anorganik (unsur bebas, logam berat, asam, basa, dan       garam) dan zat radioaktif.
c. Bahan pencemar biologis
    Bahan pencemar biologis dapat dibagi menjadi dua yaitu mikroorganisme patogen dan              mikroorganisme yang pertumbuhannya tidak terkendali (bloming ) karena eutrofikasi. Mikroorganisme patogen terutama berasal dari tinja manusia. Ada 4 kelompok mokroorganisme yang terkandung dalam tinja yaitu virus, bakteri, protozoa, dan cacing. Mikroorganisme yang pertumbuhannya tidak terkendali antara lain adalah fitoplankton, ganggang ,dan eceng gondok.

·         .Berdasar Mudah tidaknya Terurai
Berdasarkan mudah tidaknya terurai secara biologis oleh bakteri yang ada di air, bahan pencemar diklasifikasikan menjadi dua, yaitu bahan pencemar yang mudah terurai ( biodegradable) dan bahan kimia yang sukar busuk (nonbiodegradable ) Bahan pencemar yang mudah busuk misalnya karbohidraPencemaran Air, Penyebab dan Akibat Pencemaran Airt, lemak, dan protein. Bahan pencemar yang sukar busuk misalnya plastik, karet, kaca, kain, kayu, detergen ABS, dan lain-lain.Lama pembusukan dapat bertahun-tahun.



Akibat Pencemaran Air
Akibat pencemaran air adalah penurunan kualitas air dan gangguan penggunaannya. Dalam batas-batas tertentu badan-badan air mampu membersihkan atau memurnikan dirinya sendiri (self purification) terhadap bahan- bahan pencemar yang masuk ke dalamnya. Pencemaran terjadi bila batas daya dukung untuk membersihkan dirinya terlampaui. Dampak negatif dari pencemaran ini antara lain adalah pengurangan oksigen terlarut, peningkatan derajad eutrofikasi, penurunan keanekaragaman biota air, penurunan kualitas air, peningkatan biaya sosial tinggi sebagai akibat langsung maupun tidak langsung.

Cara Mengatasi Polusi Air Efektif
·         Menanam tanaman berkayu tebal
     Tanaman yang tanaman berkayu tebal yang dapat menyerap air sumur. Dengan demikian, pasokan air sumber daya yang cukup lahan dan air dapat dipertahankan.
·         Jangan membuang sampah ke sungai
      Jika limbah dibuang dari satu rumah tangga ke sungai saja mencemari sungai. Bagaimana jika setiap rumah tangga di Indonesia membuang limbah rumah tangga mereka ke dalam aliran sungai. Akibatnya sungai menjadi sangat kotor dan tercemar. Pendangkalan sungai pun terjadi yang akhirnya dapat menyebabkan banjir. Banjir mengalirkan air yang terkontaminasi ke daerah perumahan dapat menyebabkan wabah penyakit, seperti diare, penyakit kulit, dan lain sebagainya.

     Sumber Referensi;
2.       

3.      Maya Sari, 2016. Pencemaran Air. http://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/hidrologi/pencemaran-aiR
4.       
     4. Basbang. Pencemaran Air, Penyebab dan Akibat Pencemaran Air. http://blog.uklis.net/2014/02/pencemaran-air-dan-akibatnya.html

5.      Dudung, 2016. Pengertian, Penyebab dan Dampak Polusi Air Lengkap dengan Cara Penanggulanganya. http://www.dosenpendidikan.com/pengertian-penyebab-dan-dampak-polusi-air-lengkap-dengan-cara-penanggulangannya/