.

Kamis, 06 Oktober 2016

Model Atom Terkini



·                                                                                     STRUKTUR ATOM
Perkembangan Model Atom :
1).  Model Atom Dalton
a) Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil.
b) Atom merupakan partikel terkecil yang tidak dapat dipecah lagi.
c) Atom suatu unsur sama memiliki sifat yang sama, sedangkan atom unsur berbeda, berlainan dalam massa dan sifatnya.
d) Senyawa terbentuk jika atom bergabung satu sama lain.
e) Reaksi kimia hanyalah reorganisasi dari atom-atom, sehingga tidak ada atom yang berubah akibat reaksi kimia.

Gambar Model Atom Dalton


Teori atom Dalton ditunjang oleh 2 hukum alam yaitu :
1. Hukum Kekekalan Massa (hukum Lavoisier)  :  massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.
2. Hukum Perbandingan Tetap (hukum Proust) :  perbandingan massa unsur-unsur yang menyusun suatu zat adalah tetap.


Kelemahan Model Atom Dalton :
Menurut teori atom Dalton nomor 5, tidak ada atom yang berubah akibat reaksi kimia. Kini ternyata dengan reaksi kimia nuklir, suatu atom dapat berubah menjadi atom lain.

2).  Model Atom Thomson

a)  Setelah ditemukannya elektron oleh J.J Thomson, disusunlah model atom Thomson yang merupakan penyempurnaan dari model atom Dalton.
b) Atom terdiri dari materi bermuatan positif dan di dalamnya tersebar elektron bagaikan kismis dalam roti kismis.



Gambar Model Atom Thomson


3).  Model Atom Rutherford

a)  Rutherford menemukan bukti bahwa dalam atom terdapat inti atom yang bermuatan positif, berukuran lebih kecil daripada ukuran atom tetapi massa atom hampir seluruhnya berasal dari massa intinya.
b)  Atom terdiri dari inti atom yang bermuatan positif dan berada pada pusat atom serta elektron bergerak melintasi inti (seperti planet dalam tata surya).
Kelemahan Model Atom Rutherford
  • Ketidakmampuan untuk menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke inti atom akibat gaya tarik elektrostatis inti terhadap elektron.
  • Menurut teori Maxwell, jika elektron sebagai partikel bermuatan mengitari inti yang memiliki muatan yang berlawanan maka lintasannya akan berbentuk spiral dan akan kehilangan tenaga/energi dalam bentuk radiasi sehingga akhirnya jatuh ke inti.




Gambar Model Atom Rutherford


4).  Model Atom Niels Bohr
  • Model atomnya didasarkan pada teori kuantum untuk menjelaskan spektrum gas hidrogen.
  • Menurut Bohr, spektrum garis menunjukkan bahwa elektron hanya menempati tingkat-tingkat energi tertentu dalam atom.
Menurutnya :
a) Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan di sekitarnya beredar elektron-elektron yang bermuatan negatif.
b) Elektron beredar mengelilingi inti atom pada orbit tertentu yang dikenal sebagai keadaan gerakan yang stasioner (tetap) yang selanjutnya disebut dengan tingkat energi utama (kulit elektron) yang dinyatakan dengan bilangan kuantum utama (n).
c) Selama elektron berada dalam lintasan stasioner, energi akan tetap sehingga tidak ada cahaya yang dipancarkan.
d) Elektron hanya dapat berpindah dari lintasan stasioner yang lebih rendah ke lintasan stasioner yang lebih tinggi jika menyerap energi. Sebaliknya, jika elektron berpindah dari lintasan stasioner yang lebih tinggi ke rendah terjadi pelepasan energi.
e) Pada keadaan normal (tanpa pengaruh luar), elektron menempati tingkat energi terendah (disebut tingkat dasar = ground state).

Kelemahan Model Atom Niels Bohr :
1.     Hanya dapat menerangkan spektrum dari atom atau ion yang mengandung satu elektron dan tidak sesuai dengan spektrum atom atau ion yang berelektron banyak.
2.     Tidak mampu menerangkan bahwa atom dapat membentuk molekul melalui ikatan kimia.


Model Atom Niels Bohr
5).  Model Atom Modern
Dikembangkan berdasarkan teori mekanika kuantum yang disebut mekanika gelombang; diprakarsai oleh 3 ahli :
a) Louis Victor de Broglie
Menyatakan bahwa materi mempunyai dualisme sifat yaitu sebagai materi dan sebagai gelombang.
b) Werner Heisenberg
Mengemukakan prinsip ketidakpastian untuk materi yang bersifat sebagai partikel dan gelombang. Jarak atau letak elektron-elektron yang mengelilingi inti hanya dapat ditentukan dengan kemungkinan – kemungkinan saja.
c) Erwin Schrodinger (menyempurnakan model Atom Bohr)
Berhasil menyusun persamaan gelombang untuk elektron dengan menggunakan prinsip mekanika gelombang. Elektron-elektron yang mengelilingi inti terdapat di dalam suatu orbital yaitu daerah 3 dimensi di sekitar inti dimana elektron dengan energi tertentu dapat ditemukan dengan kemungkinan terbesar.


Model Atom Terkini (Mekanika Kuantum)

   Model atom terkini atau yang biasanya disebut juga model atom kuantum dikembangkan oleh Erwin Schrodinger berdasarkan teori dari ahli Jerman yaitu Werner Heisenberg dan De Broglie.
   Werner Heisenberg mengemukakan "Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan, yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti atom"
Sedangkan Louis de Broglie mengemukakan "bahwa partikel dapat bersifat seperti gelombang" 
   Model atom ini disebut dengan model atom kuantum, dimana model atom ini memiliki orbital lintasan elektron.




Menurut teori mekanika kuantum "elektron itdak bergerak pada lintasan tertentu". Berdasarkan hal tersebut maka model atom mekanika kuantum sebagai berikut:
1.     Atom terdiri atas inti atom yang mengandung proton dan neutron, dan elektron-elektron mengelilingi inti atom berada pada orbital-orbital tertentu yang membentuk kulit atom, hal ini disebut dengan konsep orbital.
2.     Dengan memadukan asas ketidakpastian dari Werner Heisenberg dan mekanika gelombang dari Louis de Broglie maka Schrodinger merumuskan konsep orbital sebagai suatu ruang tempat peluang elektron dapat ditemukan.
3.     Kedudukan elektron pada orbital-orbitalnya dinyatakan dengan bilangan kuantum.

Ciri-ciri model atom mekanika kuantum
1.     Gerakan elektron memiliki sifat gelombang, sehingga lintasannya tidak stasioner seperti model Bohr, tetapi mengikuti penyelesaian kuadrat fungsi gelombang yang disebut orbital 
2.     Orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama atau hampir sama akan membentuk subkulit. Beberapa subkulit bergabung membentuk kulit. Dengan demikian kulit terdiri dari beberapa subkulit dan subkulit terdiri dari beberapa orbital. Walaupun posisi kulitnya sama tetapi posisi orbitalnya belum tentu sama.





Daftar pustaka
lucianitri. 2016. Struktur atom dan system periodic unsur. Blogspot. Dalam link https://lucyanitri.wordpress.com/materi-kimia-kelas-x/struktur-atom-dan-sistem-periodik-unsur/
Hapsanto, Lathif. 2015. Model atom terkini. Blogspot. Dalam link http://lathifhapsanto-0080.blogspot.co.id/2015/04/model-atom-terkini.html 


Dasar Teori Kuantum dan Model Atom Bohr

 Teori ini diajukan oleh Max Planck pada tahun 1900-an, berdasarkan gejala radiasi gelombang elektromagnetik yang dipancarkan dari benda berpijar (hukum pergeseran Wien), dan berdasarkan serapan cahaya  oleh benda hitam sempurna, dikenal sebagai radiasi benda hitam.
JIka sistem menerima atau melepaskan energy, maka energy tersebut harus berupa kuantum (jamak,kuanta). Energy yang berhubungan dengan radiasi, dinyatakan dengan E = h . v , dimana h adalah tetapan Planck yang besarnya 6,626 . 10­-34 J det.
1.       Dasar – dasar Teori Kuantum
Sistem hanya dapat memperoleh atau melepaskan energy dengan satu, dua, atau tiga kuanta dan seterusnya, tidak berupa bilangan sembarang. Berdasarkan hal itu, peruahan energy sistem mekanik dapat ditulis sebagai ∆E=n .h .v dengan n = 1,2,3,…. , dinamakan bilangan kuantum.

a.       Efek Fotolistrik
Menurut fisika klasik, jumlah electron yang dilepaskan dan energy yang diperlukan untuk melepaskan electron bergantung pada intensitas (terik sumber) cahaya. Menurut hasil pengamatan efek fotolistrik pernyataan itu tidak benar. Berkas cahaya biru, walaupun teriknya sangat lemah mampu melepaskan elekron dari permukaan logam, sementara berkas cahaya merah tidak mampu melepaskan electron dari permukaan logam yang sama walaupun teriknya dibuat lebih tinggi.
Hasi pengamatan lain menunjukan bahwa energy hanya bergantung pada frekuensi, sebab jika frekuensi cahaya lebih kecil dari harga frekuensi tertentu, disebut fungsi kerja logam  (Φ)  maka tidak ada electron yang lepas, sedangkan jika cahaya memiliki frekuensi diatas fungsi kerja logam, walaupun teriknya lemah, electron dapat dilepaskan dari permukaan logam.
Einsten mengemukakan bahwa radiasi elektromagnetik mempunyai sifat seperti partikel. Partikel ini disebut foton yang memilki energy dengan nilai tertentu sesuai persamaaan planck, E=n .h .v. hal ini mengisyaratkan bahwa energy suatu gelombang Cahaya terpusat pada foton.
Makin banyak energy sebuah foton, makin besar energy yang dialihkan kepada electron, sehingga makin tinggi energy kinetic electron yang dipaskan dari permukaan logam. Besarnya energy kinetic maksimum adalah 〖EK〗maks=  1/2 mv^2 = h (v-v0 )

b.      Spektra Atom Hidrogen
Radiasi dari suatu atom dapat digolongkan kedalam spectra continu, terdapat hampir semua panjang gelombang mulai dari mendekati nol sampe mendekati tak terhinnga. Contoh spectra kontinu adalah radiasi yang dihasilkan dari logam yang dipijarkan.
Jika panjang gelombang atom hidrogen diubah kedalam bentuk frekuensi akan diperoleh sifat pelik, yaitu pasangan jika frekuensi tertentu diitambahkan secara bersamaan akan menghasilkan frekuensi lain yang muncul dalam spectrum hydrogen.

2.       Model Atom Bohr
Menurut Rutherford, atom dibangun oleh ini atom bermuatan positif dan dikelilingi oleh electron bermuatan negative, ternyata model atom ini tidak dapat menerangkan energy yang dilepaskan dalam bentuk radiasi, sebab pada setiap kali perputaran electron dengan percepatan tetap, electron kehilangan energy yang pada akhirnya akan tertarik oleh inti. Perilaku seperti ini menimbulkan gerakan berbentuk spiral yang berakhir dengan jatuhnya electron ke inti. Pada kenyataannya, atom bersifat stabil.
Niels Bohr  Berhasil Menjelaskan Spektrum Atom Gas Hidrogen Dengan Postulat-Postulat Sebagai Berikut :
·     Elektron Dalam Atom Hanya Dapat Beredar Pada Lintasan Dengan Tingkat Energi Tertentu.
·         Pada Lintasan Yang Diijinkan, Elektron Tidak Memancarkan Atau Menyerap Energi
·    Perpindahan Elektron Dari Satu Tingkat Energi Ke Tingkat Energi Lainya Disertai Penyerapan Atau Pelepasan Sejumlah Tertentu Energi.
Lintasan yang dibolehkan untuk electron diberi nomor, n = 1, n = 2, n = 3, dst. Bilangan bulat ini dinamakan bilangan kuantum. Huruf K, L, M, dst. Juga digunakan untuk menyatakan lintasan atau orbit. Lambang huruf tersebut diturunkan dari lambing spektriskopi atom (term symbol atom).

a.          Energi dan Jari – Jari Atom Bohr
Besar – besaran electron pada atom hidrgogen dapat dihitung dengan model ini, diantaranya jari – jariorbit, kecepatan electron pada setiap orbit, dan energy setiap orbit. Jari-jari atom adalah jarak dari inti atom sampai kulit terluar, semakin ke bawah jari-jari atom pada suatu golongan mengalami pertambahan besar. Sebab jumlah kulit yang dimiliki atom semakin bertambah sehingga kulit terluar makin jauh dari inti atom. Kesamaan jumlah kulit atom pada suatu periode bukan menunjukkan kepemilikan besar jari-jari yang sama. Semakin ke kanan proton dan elektron akan semakin bertambah. Hal ini menyebabkan gaya tarik menarik antara inti atom dan elektron bertambah dan semakin merapat.

b.         Peralihan Antar Tingkat Energy
Menurut model atom Bohr, energy akan diserap atau dipancarkan pada frekuensi tertentu akibat perpindahan electron dari satu orbit ke orbit lain, pada keadaan stabiil atom hydrogen memiliki energy terendah atau electron berada pada tingkat dasarnya adalah pada n = 1. Keadaan dimana n >1 tidak stabil, keadaan ini dinamakan tereksitasi. Electron yang berada pada keadaan tereksitasi akan memancarakan energy ketika kembali ke tingkat dasar, menghasikan garis – garis spectra.
Garis pada deret Lyman terjadi akibat perpindahan electron dari orbit n≥2 ke orbit n = 1 ; Pada deret Balmer terjadi akibat perpindahan electron dari orbit n≥3 ke orbit n = 2 ; Pada deret Paschen, terjadi akibat perpindahan electron dari orbit n≥4 ke orbit n = 3 ; Pada deret Brackett, terjadi akibat perpindahan electron dari orbit n≥5 ke orbit n = 4 ; dan pada deret Pfund terjadi akibat perpindahan electron dari orbit n≥6 ke orbit n = 5.

c.          Kelemahan Model Atom Bohr

·      Terjadi penyimpangan untuk atom yang lebih besar dari hidrogen.
·      Tidak dapat menerangkan efek Zaeman, yaitu spektrum atom yang lebih rumit apabila atom                 ditempatkan pada medan magnet.

DAFTAR PUSTAKA
Sunarya, Yayan . 2014 . Kimia Dasar 1 . Yrama Widya

Rabu, 05 Oktober 2016

Pembelajaran Kimia Kontekstual

dibuat oleh : Putri Ayu dan Raply R. 05 oktober 2016

Pembelajaran Kimia Kontekstual
Kimia kontekstual merupakan suatu ilmu yang mempelajari atau mengenali persoalan-persoalan yang sedang terjadi disekitar kita atau yang sedang hangat diperbincangkan (trending topics). Menurut Mudasir (2012) kimia kontekstual ini dirancang atau mempunyai tujuan untuk membekali mahasiswa dengan persoalan-persoalan disekitar yang berkaitan dengan kimia.  Ada beberapa topics yang sering sekali jadi perbincangan masyrakat bahkan dunia seperti: energi dan minyak bumi, polimer dan plastik, kimia pangan.

1  .      Energi dan pembakaran
Energi yang seringkali digunakan atau menjadi permasalahan pada saat ini ada tiga yaitu batu bara, minyak bumi, dan gas alam. Sumber energi ini sudah ada selama ratusan juta tahun dan mengalami pembentukan pada era paleozoiku, oleh karena itulah dinamakan fosil. Peranan bahan bakar fosil pada saat ini sangat sulit digantikan, dalam hal ini parfit (2013) melaporkan bahwa penggunaan bahan bakar fosil didunia mencapai 320 miliah kWh atau setara dengan 22 lampu yang mempunyai besar 100watt. Bahkan penggunaan ini diprediksikan akan semakin meningkat menjadi 960 miliar kWh atau tiga kali lipatnya. Maka dari itu, tujuan kita dari mempelajari kimia kontekstual ini diharapakan agar kita mampu menemukan energi terbaru yang tergantikan.

2.      Minyak bumi dan produk turunan
Bensin motor, gas, solar merupakan salah satu contoh dari hasil penyulingan minyak bumi. Bahan yang sangat mendasari pembuatan bahan-bahan tersebut adalah minyak mentah, minyak mentah ini kemudian diolah melalu beberapa tahapan sehingga menghasilkan berbagai macam fraksi dan kegunaan fraksi tersebut dapat kita lihat pada tabel.

3.      Polimer dan plastik
Sumberdaya alam banyak menyediakan berbagai macam jenis polimer seperti protein, katun dari wol, dan selulosa. Semua bahan alami ini tergolong makromolekul. Kemudian para ahli kimia mempelajri tentang pemanfaatan polimer dilaboratorium, dan pada akhirnya terbukti bahwa plimer sangta berperan didunia contohnya pada bidang pertanian (mekanisasi pertanian), kesehatan ( termometer,botol,infus,selang infus) serta industri ( peralatan untuk pesawat, komponen untuk omotif). Polimer yang sering dikenal kini dibagi menjadi 4bagian yaitu menurut sumbernya, kegunaanya, aplikasinya, dan fungsional.
Ø  Menurut sumber dibagi menjadi polimer alami dan polimer sintetis
Ø  Menurut kegunaan dibagi menjadi elastomer, fiber, plastik
Ø  Menurut aplikasinya dibagi menjadi polimer komersial dan polimer teknik
Ø  Terkahir yaitu polimer fungsional


4.      Kimia pangan

Dalam kaitannya terhadap kimia kontekstual ialah banyaknya kasus makanan yang menggunan bahan pengawet seperti formalin dan pewarna makanan. Formalin sering kali saat ini ditemukan pada ayam potong, mie basah, ikan segar, tahu, dan sebagainnya. Padahal formalin sendiri digunakan untuk mengawetkan mayat. Begitu juga dengan penggunaan pewarna makanan, banyak sekali pewarna makanan yang seharusnya tidak digunakan untuk makanan tetapi dideteksi ada dalam suatu makanan


DAFTAR PUSTAKA

anonim, 2016,Modul Perkuliahan, Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri

Ikatan Kovalen dan Senyawa Kovalen

Di Post Oleh : Raniyah Vanka Dira dan Siti Sarah Rizkiya

IKATAN KOVALEN
Ikatan kovalen merupakan salah satu ikatan kimia yang terjadi akibat penggunaan pasangan elektron bersama, dimana hanya bisa dilihat dengan struktur Lewis.

Ada beberapa atom yang sukar melepas atau menerima elektron karena memerlukan atau membebaskan energi yang besar untuk berlangsungnya proses tersebut. Untuk membentuk konfigurasi elektron gas mulia, atom-atom ini saling berikatan melalui pemakaian pasangan elektron bersama. Pemakaian pasangan elektron bersama terjadi pada atom-atom nonlogam. Ikatan antaratom nonlogam yang terjadi melalui pemakaian pasangan elektron bersama disebut ikatan kovalen.
MACAM MACAM IKATAN KOVALEN
1. Ikatan Kovalen Tunggal
Merupakan ikatan kovalen dengan jumlah pasangan elektron yang digunakan bersaam berjumlah satu pasang. Contohnya ikatan pada beberapa senyawa diatomik dari unsur golongan 7 seperti Cl2, Br2, dan F2. Berikut mekanisme pembentukan ikatan kovalen tunggal pada Cl2.



2. Ikatan Kovalen Rangkap Dua

Kalau kovalen tunggal jumlah pasangan elektron yang digunakan bersama adalah sepasang (2 buah elektron), dalam ikatan kovalen rangkap dua ada dua pasang (4 buah) elektron yang digunakan bersama. Contohnya pada senyawa oksigen (O2)


 3. Ikatan Kovalen Rangkap Tiga
Kalau ditanya berpa jumlah pasangan elektron yang digunakan dalam ikatan kovalen rangkap 3 jawabannya adalah 3 pasang (6 buah elektron). Contohnya pada pembentukan senyawa diatomik dari N2.


PENYIMPANGAN KAIDAH OKTET

Kaida oktet sangat bermanfaat untuk meramalkan senyawa yang akan dibentuk leh unsur-unsur. Namun, ada pengecualian atas kaidah ini. Beberapa senyawa bersifat stabil meskipun tidak memenuhi kaidah oktet, misalnya BF3. Atom 5B memiliki konfigurasi elektron 5B: 2,3. Atom B ini memiliki tiga elektron valensi. Distribusi elektron valensi atom B dan pembentukan ikatan pada BF3 sebagai berikut. 
Elektron yang dilingkari pada atom B hanya berjumlah enam sehingga kurang dua elektron untuk memenuhi kaidah oktet. Jadi, senyawa BF3 tidak mengikuti kaidah oktet. Hal ini juga berlaku untuk senyawa Boron lainnya, seperti BH3 dan BCl3.
Bagaimana struktur Lewis PCl5? Konfigurasi elektron atom 15P: 2, 8, 5. Atom P memiliki elektron valensi lima. Oleh karena dalam senyawa PCl5 satu atom P mengikat lima atom Cl, elektron valensi pada atom P harus terdistribusi pada lima posisi. Setiap atom Cl menerima satu elektron dari atom P.
Pada atom P yang dilingkari terdapat sepuluh elektron (kelebihan dua elektron) untuk memenuhi kaidah oktet. Jadi, senyawa PCl5 juga tidak memenuhi kaidah oktet.
SENYAWA KOVALEN
Apa itu Senyawa kovalen?
Senyawa yang terbentuk dari dua atau lebih unsur non-logam, seperti karbon dan hidrogen, yang disebut senyawa kovalen. Dalam senyawa kovalen, atom dari unsur-unsur yang berbeda ada di dalam molekul oleh ikatan kovalen.
Ini adalah ikatan kimia dengan atom berbagi elektron valensi. Gaya tarik antara elektron bersama dan inti positif dari kedua atom memegang atom bersama-sama dalam molekul. Molekul adalah partikel terkecil dari suatu senyawa kovalen yang masih memiliki sifat-sifat senyawa.
Yang terbesar, molekul kovalen yang paling kompleks memiliki ribuan atom. Contoh termasuk protein dan karbohidrat, yang merupakan senyawa pada makhluk hidup. Yang terkecil, senyawa kovalen sederhana memiliki molekul dengan hanya dua atom. Contohnya adalah hidrogen klorida (HCl).

Penamaan dan Menulis Rumus untuk senyawa kovalen

1.      Pahami arti senyawa kovalen. 
Senyawa kovalen terbentuk dari dua unsur non logam atau lebih. Nam sneyawa didasarkan pada banyaknya atom yang ada. Awalan yang ditambahkan pada nama senyawa adalah istilah Latin untuk jumlah molekul.


2.  Pelajari awalannya. 
Ingatlah awalannya hingga 8 atom:
1 atom – “Mono-“
2 atom – “Di-“
3 atom – “Tri-“
4 atom – “Tetra-“
5 atom – “Penta-“
6 atom – “Heksa-“
7 atom – “Hepta-“
8 atom – “Okta-“


3. Berilah nama senyawa. 
Dengan menggunakan awalan yang benar, berilah nama senyawa yang baru. Kamu menambahkan awalan ke bagian senyawa manapun yang memiliki atom banyak.



Sifat Senyawa kovalen

Ikatan kovalen pada senyawa kovalen bertanggung jawab untuk banyak sifat senyawa. Karena elektron valensi dibagi dalam senyawa kovalen, bukan ditransfer antara atom seperti mereka dalam senyawa ionik, senyawa kovalen memiliki sifat yang sangat berbeda dari senyawa ionik.

  1. Banyak senyawa kovalen, terutama yang mengandung karbon dan hidrogen, mudah terbakar. Sebaliknya, banyak senyawa ion tidak membakar.
  2. Banyak senyawa kovalen tidak larut dalam air, sedangkan sebagian besar senyawa ionik larut dengan baik dalam air.
  3. Tidak seperti senyawa ionik, senyawa kovalen tidak memiliki elektron yag bebas bergerak, sehingga mereka tidak bisa menghantarkan listrik.
  4. Molekul-molekul individu senyawa kovalen lebih mudah dipisahkan dari ion dalam kristal, sehingga sebagian besar senyawa kovalen memiliki titik didih yang relatif rendah. Hal ini menjelaskan mengapa banyak dari mereka menjadi cairan atau gas pada suhu kamar.

Daftar Pustaka

1. Fungsi. 2016. Pengertian, contoh senyawa kovalen, sifat dan penamaan http://fungsi.web.id/2015/05/pengertian-contoh-senyawa-kovalen-sifat-dan-penamaan.html (diakses tgl 5 Oktober 2016)

2. Anonim. 2011. Pengertian dan Jenis-jenis Ikatan Kovalen.

3. Anonim. 2016 Cara Memberi Nama Senyawa Kimia. http://id.wikihow.com/Memberi-Nama-Senyawa-Kimia (diakses tgl 5 Oktober 2016)
4. Hasannudin. 2015. Ikatan Kovalen. http://kimiadasar.com/ikatan-kovalen/ (diakss tgl 5 Oktober 2016)
5. Anonim. 2013. Macam-macam Ikatan Kovalen. http://rumushitung.com/2013/09/04/ikatan-kovalen-sifat-senyawa-kovalen/ (diakses tgl 5 Oktober 2016) 

Partikel Dasar Atom

Partikel Dasar Atom
Pengetahuan imuwan tentang atom bukan berdasarkan pengamatan lagsung terhadap atom,sebab aom terlalu kecil untuk dapat diamati dan diukur secara langsung. Diameter atom diyakini sekira 30 sampai 150 pm. Dengan alat pembesar apapun atom belum dapat diamati, tetapi gejala yang ditimbulkan oleh atom itu yang dapat diukur, seperti jejak atom,nyala,difraksi, dan yang lainnya. Sampai saat ini, teori atom yang paling mutakhir adalah berdasarkan teori mekanika kuantum dengan berbagai asumsi dan teorema.