.

Tampilkan postingan dengan label @A02-RAHMAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @A02-RAHMAT. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Desember 2016

9.2 Kimia Industri dan Industri Kimia

KIMIA INDUSTRI DAN INDUSTRI KIMIA


Kimia Industri (Proses Industri Kimia) merupakan proses yang terjadi dalam industri kimia, perhitungan yang menyertai proses-proses berhubungan dengan banyaknya zat yang terlibat (stoikiometri), maupun dengan jumlah panas yang dibebaskan maupun diperlukan dalam suatu proses tertentu. Dengan unit proses pengolahan meliputi : Preparasi (persiapan bahan baku, meliputi penyesuaian bentuk fasa, penyesuaian komposisi, penyesuian kondisi operasi, dan transportasi bahan), Sintesa (mengolah bahan baku menjadi bahan jadi, di mana penentuan jenis dan bahan yang digunakan sebagai reaktor disesuaikan dengan jenis dan tipe reaksi)  dan Finishing (melibatkan proses fisika, diperlukan alat penyesuaian bentuk dan fasa, penyesuaian komposisi dan kemurnian, penyesuaian suhu dan tekanan, serta alat pengepakan).

Industri kimia merupakan relasi antara penelitian yang ada di laboratorium perguruan tinggi atau pusat-pusat penelitian dengan teknik kimia dalam skala industri. Ahli kimia industri memanfaatkan pengetahuan dan pemahaman yang luas, untuk kemudian ditindaklanjuti oleh perusahan yang bergerak di bidang  farmasi, manufaktur polimer, pengolahan petrokimia, ilmu pangan, industri manufaktur, dan sebagainya. Dalam hal ini kimia industri merupakan bagian dari rantai panjang dalam proses desain dan manufaktur.  Ahli kimia industri berurusan dengan ide, desain, pengujian, dan prototipe produk industri baru.

Industri kimia menghasilkan beragam  produk yang dapat  dimanfaatkan dalam beragam aspek kehidupan manusia. Sebagai contoh,  produk industri kimia seperti deterjen, sabun dan parfum dapat dibeli dan dimanfaatkan secara langsung oleh konsumen (produk akhir). Di sisi lainnya sekitar 70 persen bahan kimia yang diproduksi (produk antara) digunakan untuk membuat produk lain. Industri kimia menggunakan berbagai bahan baku yang bersumber dari udara,  mineral dan minyak.

Karakteristik utama dari industri kimia ialah bahwa produk yang dihasilkan hampir selalu membutuhkan proses lebih lanjut sebelum dinikmati  konsumen akhir. Sementara Hidayat (2008), mengemukakan, bahwa industri proses kimia adalah industri yang mengolah bahan baku (bahan mentah) menjadi suatu hasil (produk) dengan memanfaatkan proses-proses kimia. Proses-proses kimia yang dilakukan dalam industri proses kimia adalah reaksi kimia dan peristiwa kimia fisik. Dalam hal ini peristiwa kimia fisik meliputi : Pencampuran molekuler bahan-bahan dengan rumus dan struktur molekul yang berlainan; Pengubahan fase, antara lain : penguapan, pengembunan, pengkristalan; Pemisahan campuran menjadi zat-zat penyusunnya yang lebih murni.

Adapun yang termasuk ke dalam industri proses kimia (Hidayat, 2008), meliputi:

v    Industri kimia dasar: yaitu industri proses kimia yang menghasilkan produk zat kimia dasar, seperti Asam Sulfat (H2SO4) dan Ammonia (NH3).
v    Industri pengolahan minyak bumi (petroleum refinery), antara lain menghasilkan komponen bahan bakar minyak (BBM), seperti : bensin, kerosene, bahan bakar penerbangan, solar, minyak diesel. Selain itu dihasilkan produk selain komponen BBM seperti, pelumas, wax, aspal, solvent maupun produk petrokimia.
v    Industri petrokimia, merupakan industri yang mengolah zat atau bahan yang berasal dari fraksi minyak bumi, seperti  Etilen (C2H4) dan Propilen (C3H6).
v    Industri pengolahan logam.
v    Industri oleokimia, merupakan industri yang mengolah bahan yang berasal dari fraksi minyak atau lemak nabati atau hewani, contohnya industri  CPO (Crude Palm Oil).
v    Industri agrokimia, merupakan industri yang memproduksi pupuk dan bahan kimia pertanian seperti pestisida (insektisida, fungisida, herbisida), zat pengatur tumbuh (ZPT), pupuk urea, pupuk TSP, Pupuk KCl, dan sebagainya.
v    Industri makanan dan minuman yang menghasilkan susu, gula, garam.
v    Industri bahan pewarna dan pencelup.
v    Industri bahan peledak.
v    Industri pulp dan kertas.
v    Industri semen dan keramik.
v    Industri karet, kulit dan plastik.

DAFTAR PUSTAKA :

•                    Rahayu, S.S. 2009. Definisi Kimia Industri. Chemistry.Org. http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-industri/pengenalan-kimia-industri/definisi-kimia-industri/ (Diakses 10-12-2016)
•                    Hidayat, A. 2008. Pengertian Industri Kimia. UII. Yogyakarta. http://arhidayat.staff.uii.ac.id/2008/08/02/pengertian-industri-kimia/ (Diakses 11-12-2016)
•                    Fillaeli, A. 2012. Kimia Industri – Sebuah Pendahuluan. Universitas Negeri Yogyakarta. http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Annisa%20Fillaeli,%20S.Si.,%20M.Si./Kimia%20Industri%20_Industri%20Kimia.pdf (Diakses 12-12-2016)


Rabu, 07 Desember 2016

Lithos & Sphere = Litosfer

LITOSFER


 A. Pengertian Litosfer

Litosfer adalah kulit terluar dari planet berbatu. Litosfer berasal dari kata Yunani, lithos yang berarti berbatu, dan sphere yang berarti padat. Litosfer berasal dari kata lithos artinya batuan, dan sphere artinya lapisan. Secara harfiah litosfer adalah lapisan Bumi yang paling luar atau biasa disebut dengan kulit Bumi
B. Macam-Macam Batuan dalam Litosfer

Batuan merupakan benda alam yang menjadi penyusun utama di muka bumi. Pada umumnya batuan merupakan campuran mineral yang bergabung secara fisik antara satu mineral dengan mineral lainnya. Beberapa batuan hanya tersusun atas beberapa mineral saja dan mineral lainnya dibentuk oleh gabungan mineral yang berasal dari bahan organik dan bahan-bahan vulkanik. Berdasarkan proses terjadinya, batuan dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut.

1.  Batuan Beku

Batuan beku merupakan batuan yang terbentuk dari magma pijar yang membeku dan menjadi padat karena proses pendinginan. Berdasarkan tempat terjadinya pendinginan, batuan beku dapat dikelompokkan menjadi tiga, sebagai berikut.

§  Batuan tubir/batu beku dalam
Batuan tubir hanya terdiri dari kristal, terbentuk jauh di dalam kulit bumi. Bongkahan kristal yang besar besar terjadi karena proses pendinginan yang berjalan lambat. Contoh batuan ini adalah granit.

§  Batuan leleran/batu beku luar
Pembekuan batuan ini terjadi di luar kulit bumi sehingga penurunan temperatur terjadi sangat cepat. Pada pembentukannya kadang-kadang magma sama sekali tidak menghasilkan kristal, tetapi ada juga yang membentuk kristal-kristal kecil, sehingga batuan leleran dapat berupa kristal kecil, kristal besar, dan bahan amorf seperti liparit. Namun, ada juga yang berupa bahan amorf saja seperti batu apung.

§  Batuan korok/batu beku gang
Batuan korok merupakan batuan yang terbentuk di dalam korok-korok atau gang-gang. Proses pendinginan berlangsung lebih cepat karena berada di dekat permukaan, sehingga batuan ini dapat berupa kristal kecil dan kristal besar, tetapi juga ada yang tidak mengkristal, seperti bahan amorf. Contohnya: granit fosfir.

2. Batuan Sedimen

Pelapukan yang dialami oleh batuan beku menyebabkan struktur batuan yang mudah lepas. Bagian yang lepas akan mudah terbawa air, angin, atau es. Bagian yang terangkut ini akan terendap di suatu tempat. Bagian batuan yang mengendap ini lama-kelamaan akan menumpuk dan mengeras membentuk batuan sedimen. Pengerasan batuan ini disebut dengan pembaruan.

Jika ditinjau dari tempat terjadinya pengendapan, batuan sedimen dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, sebagai berikut:

§  Batuan sedimen kontinental, merupakan batuan sedimen yang pengendapannya terjadi di laut, misalnya, tanah los dan tanah gurun pasir.

§  Batuan sedimen marine, merupakan batuan sedimen yang pengendapannya terjadi di laut, misalnya, endapan radiolaria di laut dalam, lumpur biru di pantai, dan lumpur merah.

§  Batuan sedimen lakustre, merupakan batuan sedimen yang pengendapannya terjadi di danau, misalnya, tuf danau dan tanah liat danau.

Berdasarkan proses pembentukannya batuan sedimen dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut:

§  Batuan sedimen klastik yaitu batuan asal yang mengalami penghancuran secara mekanis dari ukuran besar menjadi kecil, kemudian mengendap membentuk batuan endapan klastik. Contoh umum batuan endapan klastik adalah batuan pasir dan batu lempung (shale).

§  Batuan sedimen kimiawi yaitu batuan yang terjadi karena proses kimiawi, seperti penguapan, pelarutan, dehidrasi, dan sebagainya. Contoh batuan sedimen kimiawi yang terjadi secara langsung adalah batuan sedimen kapur yang dinamakan stalaktit dan stalagmit yang terdapat di gua-gua kapur.

§  Batuan sedimen organik yaitu batuan yang terjadi karena selama proses pengendapannya mendapat bantuan dari organisme, yaitu sisa-sisa rumah atau bangkai binatang yang tertimbun di dasar laut seperti kerang, dan terumbu karang.

Sedangkan berdasarkan Perantara atau Mediumnya, batuan sedimen di bagi menjadi:

§  Batuan sedimen aeris (aeolis). Pengangkutan batuan ini adalah oleh angin. Misalnya: tanah los dan pasir di gurun.

§  Batuan sedimen glasial. Pengangkutan batuan ini adalah dilakukan melalui madia perantara es. Contohnya moraine.

§  Batuan sedimen aquatis. Batuan sedimen yang terdiri atas batubatu yang sudah direkat antara satu sama lain.



3. Batuan Metamorf

Batuan malihan adalah batuan hasil ubahan dari batuan asal (batuan beku dan batuan endapan) akibat proses metamorfosis. Metamorfosis adalah suatu proses yang dialami batuan asal akibat dari adanya tekanan atau temperatur yang meningkat atau tekanan dan temperatur yang samasama meningkat.

Perubahan batuan dapat terjadi karena bermacam-macam hal, antara lain sebagai berikut.

§  Suhu tinggi, berasal dari magma karena berdekatan dengan dapur magma sehingga metamorfosis ini disebut metamorfosis kontak. Misalnya: marmer dari batu kapur dan antrasit dari batu bara.

§  Tekanan tinggi, berasal dari adanya endapan-endapan yang sangat tebal di atasnya. Contohnya batu pasir dari pasir.

§  Tekanan dan suhu tinggi, terjadi jika ada pelipatan dan geseran pada waktu terjadi pembentukan pegunungan. Metamorfosis ini disebut metamorfosis dinamo. Misalnya, batu asbak dan batu tulis.

§  Penambahan bahan lain, pada saat terjadi perubahan bentuk terkadang terdapat penambahan bahan lain. Jenis batuan metamorf tersebut dinamakan batuan metamorf pneumatalitis.

C. Contoh Gambar dari Batuan Beku,Batuan Sedimen dan Batuan Metamorf

1.            Batuan Beku
Granit

·         Ciri : terdiri atas kristal-kristal kasar, warna putih sampai abu-abu, kadang-kadang jingga, Batuan ini banyak di temukan di daerah pinggiran pantai dan di pinggiran sungai besar ataupun di dasar sungai.
·         Cara terbentuk : dari pendinginan magma yang terjadi dengan lambat di bawah permukaan bumi
·         Kegunaan : sebagai bahan bangunan

2.            Batuan Sedimen
Batu Pasir

·         Ciri : tersusun dari butiran-butiran pasir, warna abu-abu, kuning, merah
·         Cara terbentuk : dari bahan-bahan yang lepas karena gaya beratnya menjadi terpadatkan dan terikat
·         Kegunaan : sebagai material di dalam pembuatan gelas/kaca dan sbg kontruksi bangunan

3.            Batuan Metamorf
Batu Marmer

·         Ciri : campuran warna berbeda-beda, mempunyai pita-pita warna, kristal-kristalnya sedang sampai kasar, bila ditetesi asam akan mengeluarkan bunyi, keras dan mengkilap jika dipoles
·         Cara terbentuk : terbemtuk bila batu kapur mengalami perubahan suhu dan tekanan tinggi
·         Kegunaan : untuk membuat patung dan lantai


DAFTAR PUSTAKA :

§  Yulianto,Irfan.2013.Pengertian Litosfer. http://irfanyulianto.com/pengertian-litosfer-dan-lapisannya/ (Diakses 4-12-2016)
§  Fathoni,Ahmad.2015.Macam-Macam Batuan. http://www.zonasiswa.com/2014/07/litosfer-lapisan-kerak-bumi.html (Diakses 5-12-2016)
§  Noviyanti,Putri.2014.Jenis Batuan. http://materi-forever.blogspot.co.id/2014/01/jenis-batuan-batuan-beku-sedimen-dan.html (Diakses 6-12-2016)


Rabu, 30 November 2016

Pencemaran Lingkungan Sumatera Utara (Horas Mejuah-juah!)

Pencemaran Lingkungan Di Sumatera Utara



Di Sumatera Utara khususnya Kota Medan, pencemaran lingkungan sudah sampai taraf mengkhawatirkan. Kabar tak sedap datang dari hasil penelitian Badan Perlindungan Lingkungan Hidup Amerika mengenai tingkat polusi udara sejumlah kota di dunia, Kota Medan ditetapkan sebagai kota keempat penyandang kota paling berpolusi, di bawah Ludhiana (India), Lanzhou (Tiongkok) dan Mexicali (Meksiko).Penelitian yang berlangsung pada periode Agustus-September 2014 itu menggunakan metode pengukuran tingkat kualitas udara . Hasil penelitian mengungkapkan, tingkat polusi udara di Medan berada di angka 110 micron diameter. Tingkat pencemaran udara di atas 100 mikron diameter dianggap telah membahayakan paru-paru. Penggunaan kendaraan bermotor merupakan penyebab utamanya. Penyebab lain gas buangan dari asap industri serta dari sumber pembakaran lain seperti asap rumah tangga, pembakaran sampah, kebakaran hutan dan lain-lain. Selain menekan pencemarannya, keadaan tersebut seharusnya diimbangi dengan perbanyakan lahan terbuka hijau untuk memenuhi kebutuhan udara segar bagi masyarakat.

 Tidak berbeda dengan udaranya, air di Medan yang sebenarnya menjadi sumber kehidupan dan menopang kebutuhan manusia juga sudah sangat tercemar. Terbukti, dua sungai besar yaitu Sungai Deli dan Sungai Belawan yang merupakan sumber air di Medan saat ini berstatus tercemar. Di tengah dan hilir, limbah dari industri baik besar maupun kecil yang tidak memiliki instalasi pengelolaan air limbah  dan limbah domestik dari rumah tangga menambah kadar kerusakan ekosistem air sungai. Kadar kebutuhan oksigen biologis dan kebutuhan oksigen kimiawi sungai, dua indikator pengukuran kualitas air diyakini sudah sangat jauh melampaui ambang batas yang ditentukan. Eksploitasi daerah aliran sungai tanpa terkendali dan tidak mempertimbangkan dampak lingkungan akan semakin memperluas pencemaran, seiring meningkatnya aktivitas yang mendukung perkembangan wilayah dan pertambahan jumlah penduduk.

Selain pencemaran udara dan air, tanah di Medan juga tak kalah tercemarnya. Kejadian ini diakibatkan oleh besarnya sampah yang dihasilkan masyarakat, baik sampah rumah tangga, industri, pertanian dan peternakan, maupun sampah pelaku usaha yang setiap harinya menyumbang kurang lebih 1.800 ton. Limbah domestik menjadi penyumbang terbesar, baik organik dan anorganik. Disinilah masalah terbesarnya, kurangnya wawasan akan pemisahan sampah organik dan anorganik memperlambat waktu degradasi sampah, akibatnya sampah tertimbun semakin banyak. Penggunaan wadah plastik, kaleng, styrofoam, kertas, kaca dan yang lainnya harus segera ditekan agar investasi sampah tidak semakin tinggi dan merusak kualitas tanah. Untuk sampah kaleng dan kaca saja butuh waktu puluhan bahkan ratusan tahun agar dapat terdegradasi.



Dampak Pencemaran Lingkungan

1.      Dampak Pencemaran Udara

                a. Mengganggu Kesehatan Manusia
Substansi pencemar atau polutan yang terdapat di udara dapat masuk ke dalam tubuh kita melalui sistem pernafasan. Namun tak jarang sistem kekebalan tubuh kita mengalamai penurunan, dan jika pada saat itu keadaan udara penuh polusi maka tubuh akan mudah terserang infeksi pernafasan yang serius seperti asma, bronkitis. Partikulat berukuran besar kemungkinan akan tertahan di saluran pernafasan bagian atas, sedangakan partikulat kecil atau gas akan masuk ke saluran pernafasan bagian bawah hingga mencapai paru – paru dan itulah yang menyebabkan tumbuhnya bibit penyakit.

b. Terjadinya Hujan Asam
Pencemaran udara dalam jangka panjang dapat menimbulkan hujan asam, yaitu ketika dalam air hujan mengandung tingkat keasaman atau pH dibawah 5,5. Efek negatif hujan asam adalah merusak sarana prasarana atau infrastruktur di bumi seperti menyebabkan korosi bangunan, merusak ekosistem perairan seperti menyebabkan ikan – ikan mati, menyebabkan tumbuhan layu, kering dan mati, dan yang terakhir adalah menganggu pernafasan manusia.

2.      Dampak Pencemaran Air

Air yang telah tercemar dapat mengakibatkan kerugian yang besar bagi manusia. Kerugian yang disebabkan oleh pencemaran air dapat berupa, air tidak bermanfaat lagi dan air menjadi sebab timbulnya penyakit. Air yang tidak dapat dimanfaatkan lagi akibat pencemaran air merupakan kerugian yang terasa secara langsung oleh manusia. Bentuk kerugian langsung ini berupa:

(1)    Air tidak dapat digunakan lagi untuk keperluan rumah tangga
(2)    Air tidak dapat digunakan untuk keperluan industri
(3)    Air tidak dapat digunakan untuk keperluan pertanian

Air yang menjadi penyebab penyakit karena air lingkungan kotor dapat menimbulkan kerugian yang lebih dalam lagi yaitu kematian. Kematian dapat terjadi karena pencemaran yang terlalu parah sehingga air telah menjadi sebab berbagai macam penyakit. Penyakit yang ditimbulkan oleh pencemaran air dapat berupa:

(1)    Hepatitis A
(2)    Polliomyelitis
(3)    Cholera
(4)    Typhus Abdonalis
(5)    Dysentri Amoeba
Pencemaran yang menyebabkan kerugian yang besar akan terjadi apabila tidak ada pengawasan secara ketat terhadap pengolahan limbah

3.      Dampak Pencemaran Daratan/Tanah

Bentuk dampak pencemaran pencemaran daratan bergantung pada komposisi limbah padat yang dibuang serta jumlahnya. Bentuk dampak pencemaran daratan dapat berupa dampak langsung dan dampak tidak langsung.
Dampak langsung akibat pencemaran daratan ini adalah adanya timbunan limbah padat dalam jumlah besar yang akan menimbulkan pemandangan tidak sedap, kotor dan bau. Kondisi ini biasanya muncul di TPA. Timbunan sampah yang menggunung karena belum diolah menyebabkan pemandangan disekitar tempat tersebut menjadi kumuh dan kotor. Kesan kotor ini dapat berpengaruk pada psikis penduduk disekitar tempat pembuangan tersebut
Dampak tak langsung akibat pencemaran daratan contohnya  yaitu berkembangbiaknya nyamuk. Hal ini antara lain disebabkan karena limbah padat yang dibuang manjadi sarang nyamuk. Limbah padat yang berupa kaleng, ban dan lain-lainya, bial hujan dapat terisi air kemudian menjadi tempat nyamuk bertelur dan berkembangbiak. Baik tikus,lalat dan nyamuk adalah binatang yang dapat menimbulkan penyakit seperti kaki gajah, malaria dan demam berdarah

Upaya Penanggulangan Dampak Pencemaran Lingkungan

Untuk menanggulangi pencemaran tersebut ada 2 macam cara utama, yaitu Penanggulangan secara non teknis  dan penanggulangan secara teknis.

Contoh penanggulangan secara non teknis yaitu:

1.       Penyajian Informasi Lingkungan
2.       Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
3.       Perencanaan Kawasan Kegiatan Industri dan Teknologi
4.       Pengaturan dan Pengawasan Kegiatan
5.       Menanamkan Perilaku Disiplin

 Sedangkan penanggulangan secara teknis dapat dilakukan dengan cara:

1.       Mengubah Proses Penanggulangan Terhadap Pencemaran Lingkungan
2.       Mengganti Sumber Energi
3.       Mengolah Limbah
4.       Menambah Alat Bantu



DAFTAR PUSTAKA :

·         Anonim.2016.Medan dan Lingkungannya.Medan Bisnis. http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2015/05/13/163554/medan-dan-lingkungannya/#.WD2DbPlEnIU (Diakses 28-11-2016)
·         Widyawati,Arrum Dian.2013.Jurnal Ilmiah : Pencemaran Lingkungan. http://jurnalilmiahtp2013.blogspot.co.id/2013/12/pencemaran-lingkungan.html
(Diakses 28-11-16)

Selasa, 22 November 2016

Industri Parfum

INDUSTRI PARFUM


Parfum adalah produk yang sudah tidak asing lagi dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi saat ini aroma parfum yang ditawarkan sudah semakin beragam, baik yang dikhususkan untuk pria, wanita, ataupun untuk keduanya. Kata parfum sendiri berasal dari bahasa latin “per fumum” yang berarti melalui asap. Riwayat parfum telah ada sejak zaman Mesopotamia kuno sekitar lebih dari 4000 tahun yang lalu. Pada zaman dahulu, orang-orang menggunakan tanaman herbal, rempah-rempah dan bunga dan dicampurkan bersama untuk membuat wewangian. Selanjutnya pada pertengahan abad ke-15 parfum mulai dicampur minyak dan alkohol. Meskipun demikian, parfum baru mengalami kemajuan pesat pada abad ke-18 dengan munculnya beragam aroma wewangian dan botol yang indah
Bibit parfum diperoleh dari ekstrak atau sari wewangian yang umumnya diperoleh dari proses penyulingan, ekstraksi, atau perendaman dari berbagai bahan-bahan tumbuh-tumbuhan seperti akar, kulit batang, atau bunga. Hasil yang didapatkan dari cara penyulingan ini masih asli dan belum tercampur bahan apapapun.

Bahan Dasar Pembuatan Bibit Parfum:
Bahan dasar yang dapat digunakan untuk pembuatan bibit parfum ini  antara lain: bunga melati, cendana, mawar,  bunga matahari, lavender, kenanga, akar-akaran, biji-bijian dan sebagainya. Selain bunga-bungaan yang telah disebutkan, anda juga bisa mencoba mengekstrak jenis campuran bahan lain untuk mendapatkan aroma yang unik.

Contoh Spesifikasi Bau Parfum dan Zat Kimia

No
Spesifikasi Bau
Nama Zat Kimia
1
floral, jasmine.
Amil salisilat
2
herbaceous
Amilsinamat aldehida
3
rocy, citrus
Sitronelol
4
musk, sweet
Galaksolida
5
rose
Geraniol

Tiga Cara yang Umum Dipakai Untuk Mendapatkan Ekstrak atau Sari Wewangian :
·         Ekstraksi, yaitu memerangkap wewangian dengan larutan (petroleum ether).
·         Penyulingan atau destilasi.
·         Cara perendaman (maceration).

Cara Membuat Bibit Parfum Dengan Proses Penyulingan:

Alat-alat yang diperlukan :

·         Mesin blender (mesin penghancur bahan).
·         Alat penyulingan (destilasi) yang berkapasitas 5- 10 kg.
·         Kompor sebagai sumber panas.

Bahan-bahan :

·         Bahan dasar misalnya: bunga melati, cendana, mawar,  bunga matahari, lavender, kenanga, akar-akaran, biji-bijian dan sebagainya.
·         mineral oil (phenyl ether alkohol).
·         fixative.

Proses pembuatan :

·         Bahan dasar (misalnya: bunga melati) dihancurkan menjadi kecil-kecil menggunakan blender.
·         Masukkan bahan dasar yang sudah hancur tadi kedalam mesin penyulingan yang telah berisi air bersih.
·         Selanjutnya adalah proses penyulingan (destilasi) yaitu dengan merebusnya sampai diperoleh uap (embun) hasil sulingan di dalam pipa kondensor, Uap (embun) hasil sulingan tersebut adalah sari minyak wangi (bibit parfum).
·         Campurkan Uap (embun) hasil sulingan dengan mineral oil (phenyl ether alkohol) dan fixative untuk memperoleh bibit parfum yang awet dan tahan lama.
·         Proses terakhir adalah memasukkan bibit parfum ke dalam botol kemasan dengan menggunakan suntikan.

Dampak Positif Penggunaan Parfum :

·         Aroma parfum dapat membuat suasana hati seseorang menjadi lebih baik. Karena beberapa aroma parfum memiliki efek relaksasi ketika dihirup.
·         Salah satu cara menghilangkan stres adalah dengan menyempotkan parfum pada tubuh. Dengan ini stres Anda akan berkurang secara perlahan.
·         Tubuh beraroma tidak sedap tentu sangat menganggu bukan? Sebab, aroma tidak sedap dapat menurunkan rasa percaya diri Anda. Semprotkan parfum pada tubuh Anda agar selalu wangi, dan menjadi lebih percaya diri.
·         Tak banyak yang tahu kalau kinerja fisik manusia akan meningkat hanya dengan mencium parfum. Sebab, parfum dapat merangsang otak Anda agar menjadi lebih aktif.

Dampak Negatif Penggunaan Parfum :

·         Parfum dapat menyebabkan kekeringan mulut dan tenggorokan, kerusakan pita suara, mengantuk, dan depresi.
·         Parfum memiliki efek narkotik dan iritasi pada kulit, mata, mulut, dan tenggorokan.
·         Parfum bersifat karsinogenik, cairannya dapat meresap ke dalam sistem tubuh melalui kulit, dan uapnya dapat mengiritasi mata.
·         Parfum menyebabkan iritasi saluran pernapasan bagian atas dan penurunan tekanan darah.
·         Parfum bersifat seperti narkotik, merusak hati, dan menyebabkan anemia.

DAFTAR PUSTAKA :

·         Anonim.2013.Sejarah Parfum.http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/33081/5/Chapter%20I.pdf (Diakses 20-11-2016)
·         Fathurrohman,Muhammad Nurdin.2013.Cara Membuat Bibit Parfum(Penyulingan).Industri Rumah Tangga. https://cara-membuat-sendiri.blogspot.co.id/2013/10/cara-membuat-bibit-parfum-penyulingan.html (Diakses 20-11-2016)
·         Utomo,Eddhy.2014.Kandungan Kimia Pada Parfum. http://rangkuman-ipa.blogspot.co.id/2014/11/kandungan-kimia-pada-pewangi-atau-parfum.html (Diakses 20-11-2016)
·         Fashion Beauty,Okezone.2015.Dampak Positif & Negatif Penggunaan Parfum. http://lifestyle.okezone.com/read/2015/08/26/194/1202607/efek-positif-parfum-bagi-tubuh (Diakses 22-11-2016)





Rabu, 05 Oktober 2016

Partikel Dasar Atom

Partikel Dasar Atom
Pengetahuan imuwan tentang atom bukan berdasarkan pengamatan lagsung terhadap atom,sebab aom terlalu kecil untuk dapat diamati dan diukur secara langsung. Diameter atom diyakini sekira 30 sampai 150 pm. Dengan alat pembesar apapun atom belum dapat diamati, tetapi gejala yang ditimbulkan oleh atom itu yang dapat diukur, seperti jejak atom,nyala,difraksi, dan yang lainnya. Sampai saat ini, teori atom yang paling mutakhir adalah berdasarkan teori mekanika kuantum dengan berbagai asumsi dan teorema.

Kamis, 22 September 2016

Termokimia




Perubahan energi yang dipelajari atas hasil dari kerja mekanik terhadap sistem atau kestabilan kontak termal antara dua sistem pada suhu berbeda.