.

Tampilkan postingan dengan label @T27-Bayu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @T27-Bayu. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 November 2021

Pengembangan Industri Hijau

Oleh: Bayu Pratama (@T27-Bayu)

Program Studi Ilmu Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Mercu Buana.

 


 ABSTRAK

Industri hijau dapat didefinisikan sebagai industry berwawasan lingkungan yang menyelaraskan pertumbuhan dengan kelestarian lingkungan hidup, mengutamakan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumberdaya alam serta bermanfaat bagi masyarakat ( Permenperin,2011). Perwujudan konsep industry hijau menimbulkan konsekuensi setiap industry harus memperhatikan kepentingan lingkungan ,termasuk didalamnya pemanfaatan bahan baku ramah lingkungan ,penerapan kimia hijau, pengelolaan sampah daur ulang, dan penerapan teknologi untuk energy terbarukan, dan analisisdampak lingkungan yang diterapkan dengan penuh kesungguhan. Berbagai inovasi terus dilakukan seperti energy terbarukan, produksi cleaner, carbon finance,dan rantai pasok berkelanjutan. Di aplikasikan dengan penggunaan mesin ramah lingkungan,penerapan produksi bersih, kebijakan teknis,  penyusunan data inventori, penyusunan grand strategi konservasi energy, implementasi konservasi energy, penyusunan pedoman teknis penurunan emisi GRK pada industry semen,himbauan kepada sector industry, pemberian penghargaan industry hijau, program pengembangan biogas dari limbah industry tahu.

Kata kunci: industri hijau, pengembangan, aplikasi industry hijau

Senin, 15 November 2021

Prinsip, Manfaat, Penerapan KIMIA HIJAU



ABSTRAK

         Green chemistry atau “kimia hijau” merupakan bidang kimia yang berfokus pada pencegahan polusi. Pada awal 1990-an, green chemistry mulai dikenal secara global setelah Environmental Protection Agency (EPA) mengeluarkan Pollution Prevention Act yang merupakan kebijakan nasional untuk mencegah atau mengurangi polusi. Green chemistry merupakan pendekatan untuk mengatasi masalah lingkungan baik itu dari segi bahan kimia yang dihasilkan, proses ataupun tahapan reaksi yang digunakan. Konsep ini menegaskan tentang suatu metode yang didasarkan pada pengurangan penggunaan dan pembuatan bahan kimia berbahaya baik itu dari sisi perancangan maupun proses. Bahaya bahan kimia yang dimaksudkan dalam konsep green chemistry ini meliputi berbagai ancaman terhadap kesehatan manusia dan lingkungan, termasuk toksisitas, bahaya fisik, perubahan iklim global, dan penipisan sumber daya alam.

Kata kunci: kimia hijau, lingkungan, prinsip kimia hijau

 

ABSTRACT

          Green chemistry is a field of chemistry that focuses on preventing pollution. In the early 1990s, green chemistry became known globally after the Environmental Protection Agency (EPA) issued the Pollution Prevention Act which is a national policy to prevent or reduce pollution. Green chemistry is an approach to overcome environmental problems, both in terms of the chemicals produced, the process or the reaction steps used. This concept emphasizes a method based on reducing the use and manufacture of hazardous chemicals both in terms of design and process. The chemical hazards referred to in the green chemistry concept include various threats to human health and the environment, including toxicity, physical hazards, global climate change, and the depletion of natural resources.

Keywords: green chemistry, environment, principles of green chemistry

Senin, 25 Oktober 2021

PERKEMBANGAN REVOLUSI INDUSTRI SAMPAI SAAT INI

 oleh: Bayu Pratama (@T27-Bayu)

ABSTRAK

         Berkembang merupakan sifat alami yang harus dimiliki manusia. Tidak hanya pada dirinya sendiri, manusia juga berusaha untuk mengembangkan sesuatu yang dia kerjakan. Revolusi industri adalah masa dimana pekerjaan manusia di berbagai bidang mulai digantikan oleh mesin. Pada revolusi industri 1.0 atau revolusi generasi pertama merupakan revolusi pada tahap awal yang terjadi pada abad ke-18 yang ditandai dengan adanya penemuan sebuah alat tenun mekanis dengan menggunakan mesin uap. Revolusi industri 2.0 terjadi pada abad ke 19 sampai abad ke 20 dengan ditandai muculnya listrik. Pada revolusi industi 3.0 di tandai dengan teknologi informasi dan penggunaan elektronika menggunakan otomatisasi produksi, revolusi industri 3.0 lahir pada awal 1970. Industri 4.0 pertama kali diciptakan di Jerman dan industri 4.0 ditandai dengan adanya revolusi digital. Industri Kimia Terapan dibidang industri menggunakan bahan baku alam hayati, bahan baku alam non hayati, dan bahan baku lainnya atau bahan mineral. Industry kimia terapan meliputi proses fisika (memanfaatkan sifat fisika seperti pemanasan, pelelehan, penguapan), proses kimia, dan bioproses.

Kata Kunci : revolusi, industri, kimia terapan, fisika, bioproses, hayati, non hayati 

ABSTRACT

       Developing is a natural trait that humans must possess. Not only in himself, humans are also trying to develop something he does. The industrial revolution is a time when human work in various fields is being replaced by machines. The industrial revolution 1.0 or the first generation revolution was a revolution in the early stages that occurred in the 18th century which was marked by the invention of a mechanical loom using a steam engine. The industrial revolution 2.0 occurred in the 19th century to the 20th century marked by the emergence of electricity. In the 3.0 industrial revolution marked by information technology and the use of electronics using production automation, the 3.0 industrial revolution was born in the early 1970s. Industry 4.0 was first created in Germany and industry 4.0 was marked by the digital revolution. The Applied Chemical Industry in the industrial sector uses natural biological raw materials, non-biological natural raw materials, and other raw materials or mineral materials. The applied chemistry industry includes physical processes (using physical properties such as heating, melting, evaporation), chemical processes, and bioprocesses.

Key Words : revolution, industry, applied chemistry, physics, bioprocess, bio-life, non-life

 

Pendahuluan

       Para analisis industri mengkonseptualisasi perkembangan industri di dunia telah mencapai gelombang revolusi industri ke-4 (4IR) atau “Industri 4.0”, ketika proses industri terkait revolusi digital memasuki abad ke-21, sebagai perkembangan lanjut dari gelombang-gelombang revolusi industri sebelumnya. Dalam industri 1.0 tenaga uap air digunakan dalam mekanisasi untuk mengkreasi produksi massa, dan dalam industri 3.0 teknologi elektronika dan teknologi informasi digunakan untuk mengotomasi produksi.

      Industri 4.0 bercirikan kehadiran teknologi-teknologi baru yang meleburkan dunia fisik, digital dan biologis, yang diwujudkan dalam bentuk robot, perangkat computer yang mobile, kecerdasan buatan, kendaraan tanpa pengemudi, pengeditan genetic, digitalisasi pada layanan public, dsb. Pada industri 4.0 peralatan, mesin, sensor, dan manusia dirancang untuk mampu berkomunikasi satu sama lain dengan menggunakan teknologi internet yang dikenal sebagai “Internet of Things (IoT)”.

Rumusan Masalah

1.      Apa pengertian industri 4.0?

2.      Bagaimana sejarah perkembangan revolusi industri?

3.      Apa saja manfaat dari industri 4.0?

Tujuan

1.     Memahami pengertian dari Industri 4.0

2.     Memahami sejarah perkembangan revolusi industry

3.     Memahami manfaat dari industri 4.0

 

Pembahasan

 Industri 4.0

      Revolusi Industri 4.0 atau yang sering disebut dengan cyber physical system merupakan revolusi yang menitikberatkan pada otomatisasi serta kolaborasi antara teknologi saber. Revolusi 4.0 ini sendiri muncul di abad ke-21 dengan ciri utama yang ada adalah penggabungan antara informasi serta teknologi komunikasi ke dalam bidang industri.

     Dengan kemunculan revolusi ini, mengubah banyak hal di berbagai sektor. Dimana yang pada awalnya membutuhkan banyak pekerja untuk menjalankan operasionalnya, sekarang digantikan dengan penggunaan mesin teknologi.

     Menurut Kanselir Jerman yaitu Angela Merkel pada tahun 2014 yang menyatakan arti dari revolusi industri 4.0 sebagai sebuah transformasi komprehensif dari segala aspek produksi yang terjadi di dunia industri melalui penggabungan antara teknologi digital serta internet dengan industri konvensional.

     Selain itu, menurut Schlechtendahl dkk (2015) mendefinisikan revolusi industri yang menekankan pada unsur kecepatan dari ketersediaan sebuah informasi, yaitu sebuah lingkungan industri dimana seluruh entitasnya dapat selalu terhubung serta mampu berbagai informasi dengan mudah antara satu sama lain.

      Di tengah terjadinya revolusi industri 4.0, terdapat 9 teknologi yang menjadi pilar utama dalam pengembangan setiap industri yang ada menjadi siap digital, sebagai berikut.

1.     Internet of Things atau IoT

Internet of Things atau IoT yang merupakan sebuah konsep dimana sebuah objek yang memiliki kemampuan untuk dapat mentransfer data yang ada melalui jaringan tanpa diperlukannya interaksi antar manusia.

2.     Big Data

Big Data. Big Data merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan volume data dalam jumlah yang besar, baik data yang terstruktur maupun tidak terstruktur.

3.     Augmented Reality

Augmented Reality atau yang dikenal dengan AR merupakan sebuah teknologi

dimana menggabungkan antara benda dunia maya dua dimensi dengan benda tiga dimensi yang ada ke dalam sebuah lingkungan nyata tersebut, kemudian memproyeksikan benda maya yang ada tersebut ke dalam waktu nyata.

4.     Cyber Security

Cyber Security yang merupakan sebuah bentuk upaya untuk melindungi segala informasi yang dimiliki dari adanya cyber attack.

5.     Artificial Intelligence atau AI

Artificial Intelligence atau yang bisa disebut dengan AI sendiri merupakan sebuah bentuk teknologi komputer maupun sebuah mesin yang memiliki kecerdasan layaknya seorang manusia.

6.     Additive Manufacturing

Additive Manufacturing yang merupakan sebuah terobosan baru yang ada di bidang industri manufaktur dan sering dikenal menggunakan printer 3D.

7.     Simulation

Simulation yang merupakan bentuk perwakilan dari operasi waktu ke waktu. Simulasi seringkali digunakan untuk berbagai konteks, seperti dalam simulasi teknologi yang digunakan untuk optimalisasi kinerja, teknik keselamatan, pengujian, serta pelatihan.

8.     System Integration

System Integration atau sistem integrasi yang merupakan sebuah rangkaian penghubung antara beberapa sistem baik secara fisik maupun fungsional.

9.     Cloud Computing

Cloud Computing yang merupakan sebuah teknologi yang menjadikan internet saat ini sebagai pusat pengelolaan data maupun aplikasi.

 

 Manfaat Industri 4.0

·     Waktu : Setiap karyawan menjadi lebih efisien ketika bekerja dalam proses yang dioptimalkan. Insinyur menghabiskan 31% waktu kerja untuk mencari informasi, waktu yang dapat digunakan untuk aktivitas yang menghasilkan nilai.

·     Biaya : Menyajikan data yang akurat dalam konteks dan format yang tepat yang diperlukan untuk membuat keputusan yang tepat. Informasi yang salah dan keputusan yang salah diambil pada mereka biaya 25% dari pendapatan perusahaan.

·     Fleksibilitas : Mereka menciptakan sistem fleksibel yang siap untuk berubah dan siap untuk peluang baru. Hanya 36% perusahaan yang siap mengoptimalkan proses berdasarkan analisis data.

·     Integrasi : Manufaktur digital melibatkan pengembangan simultan dari produk dan proses produksi. Perusahaan mengurangi 80% waktu dengan gangguan produksi jika mereka menggunakan validasi digital.

·     Pabrik Digital : Pabrik Digital akan memungkinkan optimalisasi semua fase dalam siklus hidup produk. Simulasi virtual desain dan fungsionalitas yang dikembangkan secara paralel dengan perencanaan manufaktur menghasilkan peluncuran pasar yang jauh lebih cepat, pengurangan biaya yang signifikan, dan kualitas yang lebih tinggi.

·     Tempat kerja di Industri 4.0 : Pasar tenaga kerja akan berubah, tetapi sulit untuk memprediksi apakah akan ada lebih banyak atau lebih sedikit pekerjaan secara keseluruhan. Robot masih di awal dan belum bisa menggantikan manusia dalam segala aktivitas. Semua perkiraan didasarkan pada data historis, tetapi teknologi eksponensial benar-benar baru, sehingga efek evolusi dan penggunaan skala besar sulit diprediksi. Risikonya adalah memiliki pengangguran besar-besaran untuk kategori tertentu dan kurangnya keterampilan digital.

Sejarah perkembangan revolusi industri

          Menurut Khambali G.A., dkk. (2018), bahwa penemuan mesin uap oleh James Watt di abad ke-18 menjadi bukti awal mulainya revolusi industri di dunia. Sebelum masa itu, segala kegiatan industri masih berskala rumah tangga dan mengandalkan tenaga manusia. Kini kita semua hidup di abad ke-21 dimana perkembangan zaman sudah melewati berbagai tahap industri. Dari zaman awal mula mesin uap hingga kini ke industri komputerisasi berbasis kecerdasan buatan, tepatnya kita semua hidup di zaman industri jilid keempat.

      Industri 1.0 ditandai dengan mekanisasi produksi untuk menunjang efektivitas dan efisiensi aktivitas manusia. Industri 2.0 dicirikan oleh produksi massal dan standarisasi mutu, sementara industri 3.0 ditandai dengan penyesuaian massal dan fleksibilitas manufaktur berbasis otomasi dan robot. Industri 4.0 selanjutnya hadir menggantikan industri 3.0 yang ditandai dengan cyber fisik dan kolaborasi manufaktur. Istilah industri 4.0 berasal dari sebuah proyek yang diprakarsai oleh pemerintah Jerman untuk mempromosikan komputerisasi manufaktur.

Kesimpulan

         Seperti yang kita ketahui bahwa era revolusi industri 4.0 ini sudah berada di tengah-tengah kita dan terus bergerak maju. Revolusi industri 4.0 akan membawa banyak perubahan dengan segala konsekuensinya, industri akan semakin kompak dan efisien. Namun ada pula resiko yang mungkin muncul, misalnya berkurangnya Sumber Daya Manusia karena digantikan oleh mesin atau robot. Revolusi industri 4.0 ditandai dengan berkembangnya Internet of Things, kehadirannya begitu cepat. Kehadiran revolusi industri 4.0 memang menghadirkan usaha baru, lapangan kerja baru, profesi baru yang tak terpikirkan sebelumnya.

Daftar pustaka

Firman, Harry. 2019. Pendidikan Kimia di Era Industri 4.0. https://www.academia.edu/38164037/Pendidikan_Kimia_di_Era_Industri_4_0_pdf (Di unduh pada 24 Oktober 2021)

Hidayat, Atep Afia. 2021. Industri Kimia di Masa Depan. https://umb-post.mercubuana.ac.id/pluginfile.php/184525/mod_resource/content/1/Modul%208.doc (Di unduh pada 24 Oktober 2021)

Khambali G.A., dkk. 2018. Revolusi Industri 4.0. Kalimantan Selatan : Universitas Lambung Mangkurat. Dalam : http://himatekkim.ulm.ac.id/id/wp-content/uploads/2018/12/Chem-E-Magz-Edisi-5_Final.pdf. (diunduh pada 24 Oktober 2021).


Selasa, 12 Oktober 2021

KIMIA KONTEKSTUAL : PENCEMARAN LINGKUNGAN

 

Oleh : Bayu Pratama @T27-Bayu

 

ABSTRAK

              Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti. Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global.

 Kata kunci: pencemaran udara, polusi, dampak pencemaran

Senin, 04 Oktober 2021

IKATAN KIMIA

 

IKATAN KIMIA

Oleh : Bayu pratama (@T27-Bayu)

 

ABSTRAK

           Dalam kehidupan sehari-hari kita seringkali menjumpai materi kimia yang ada di sekitar kehidupan kita. Misalnya saja air, bensin, solar, gas-gas yangada di alam dan masih banyak yang lainnya. Namun dengan berfikiran secara abstrak memungkinkan para ilmuwan untuk melakukan penemuan- penemuan mengenai adanya ikatan di dalam materi tersebut. Misalnya saja mengenai apa saja unsur yang berikatan, bagaimana ikatan itu terbentuk dan apa saja jenis-jenis ikatan yang memungkinkan suatu atom berikatan Dengan semakin majunya teori atom, teori tentang ikatan kimia ini juga mengalami perubahan.

 

Kata kunci : Ikatan ion, Ikatan kovalen, Ikatan logam

 

ABSTRACT

           In everyday life we ​​often encounter chemicals that are around our lives. For example, water, gasoline, diesel, natural gases and many others. But by thinking abstractly allows scientists to make discoveries about the existence of bonds in the material. For example, regarding what elements are bonded, how bonds are formed and what types of bonds allow an atom to bond. With the advancement of atomic theory, the theory of chemical bonds has also changed.

Keywords : Ionic bonds, Covalent bonds, Metallic bonds

 

PENDAHULUAN

 

          Senyawa kimia terbentuk dari dua atau lebih atom yang bergabung atau berikatan satu sama lain. Penggabungan ini akan menghasilkan molekul atau senyawa yang sederhana atau kompleks. Atom-atom tersebut terikat satu sama lain dalam senyawa akibat adanya gaya ikatan kimia. Munculnya teori tentang ikatan kimia disebabkan oleh keberadaan golongan unsur gas mulia yaitu pada golongan VIIIA pada sistem periodik. Dengan adanya ikatan kimia tersebut maka baik sifat kimia maupun sifat fisika dari senyawa, seperti dapatmenghantarkan listrik, kepolaran, kereaktifan, bentuk molekul, warna, sifat magnet titik didihyang tinggi dapat dijelaskan melalui berbagai teori ikatan kimia tersebut.

Untuk mengetahui konfigurasi elektron kulit terluar suatu atom, Gilbert N Lewis membuat suatu sistem penulisan dengan sebuah lambang yang dinamakan lambang Lewis. Cara penulisan lambang Lewis ini dengan menuliskan lambang atom yang dikelilingi oleh sejumlah titik. Jumlah titik itu menyatakan jumlah elektron valensi dari suatu atom.

Bila elektron terluar berjumlah 1, 2, atau 3, atom cenderung akan melepaskan elektron. Namun, jika jumlah elektron terluarnya berjumlah 4, 5, 6, atau 7, atom cenderung akan menerima elektron. Hal ini dilakukan agar atom tersebut mencapai susunan elektron stabil.

 

 

RUMUSAN MASALAH

1.      Apa itu ikatan kovalen

2.      Apa itu ikatan ion

3.      Apa itu ikatan logam

 

TUJUAN

1.      Untuk mengetahui ikatan kovalen

2.      Untuk mengetahui ikatan ion

3.      Untuk mengeetahui ikatan logam

 

PEMBAHASAN

          Ikatan kimia adalah gaya tarik menarik yang kuat antara atom-atom tertentu bergabung membentuk molekul atau gabungan ion-ion sehingga keadaannya menjadi lebih stabil. Dua atom atau lebih dapat membentuk suatu molekul melalui ikatan kimia. Ikatan kimia terjadi karena penggabungan atom-atom, yang membentuk molekul senyawa yang sesuai dengan aturan oktet. Ikatan kimia terbentuk karena  unsur-unsur  cenderung  membentuk  struktur  elektron  stabil. 

JENIS JENIS IKATAN KIMIA

 

1.                   Ikatan antar atom

 Ikatan ion (heteropolar )

Ikatan ionik adalah sebuah gaya elektrostatik yang mempersatukan ion-ion dalam suatu senyawa ionik. Ion-ion yang diikat oleh ikatan kimia ini terdiri dari kation dan juga anion. Kation terbentuk dari unsur-unsur yang memiliki energi ionisasi rendah dan biasanya terdiri dari logam-logam alkali dan alkali tanah. Sementara itu, anion cenderung terbentuk dari unsur-unsur yang memiliki afinitas elektron tinggi, dalam hal ini unsur-unsur golongan halogen dan oksigen. Pembentukan ikatan ionik dilakukan dengan cara transfer elektron. Dalam hal ini, kation terionisasi dan melepaskan sejumlah elektron hingga mencapai jumlah oktet yang disyaratkan dalam aturan Lewis. 

Sifat sifat ikatan ion:

·                      Bersifat polar sehingga larut dalam pelarut polar

·                      Memiliki titik leleh yang tinggi

·                      Baik larutan maupun lelehannya bersifat elektrolit

 Ikatan kovalen ( homopolar )

 Ikatan kovalen merupakan ikatan kimia yang terbentuk dari pemakaian elektron bersama olehatom-atom pembentuk ikatan. Ikatan kovalen biasanya terbentuk dari unsur-unsur non logam. Dalam ikatan kovalen, setiap elektron dalam pasangan tertarik ke dalam nukleus kedua atom.Tarik menarik elektron inilah yang menyebabkan kedua atom terikat bersama. Ikatan kovalen terjadi ketika masing-masing atom dalam ikatan tidak mampu memenuhi aturanoktet, dengan pemakaian elektron bersama dalam ikatan kovalen, masing-masing atommemenuhi jumlah oktetnya. 

Jenis jenis ikatan kovalen :

·                      Ikatan tunggal merupakan ikatan kovalen yang terbentuk 1pasangan elektron.

·                      Ikatan rangkap 2 merupakan ikatan kovalen yang terbentuk dari dua pasangan elektron

·                      ikatan rangkap 3 yang terdiri dari 3 pasangan elektron

macam-macam jenis ikatan kovalen lain seperti ikatan sigma, pi, delta, dan lain-lain. Senyawa kovalen dapat dibagi mejadi senyawa kovalen polar dan non polar. Pada senyawa kovalen polar, atom-atom pembentuknya mempunyai gaya tarik yang tidak sama terhadap electron pasangan persekutuannya. Sementara itu pada senyawa kovalen non-polar titik muatan negatif elekton persekutuan berhimpit karena beda keelektronegatifan yang kecil atau tidak ada.

 

 Ikatan kovalen koordinasi ( semipolar)

Ikatan kovalen koordinat merupakan ikatan kimia yang terjadi apabila pasangan elektron bersama yang dipakai oleh kedua atom disumbangkan oleh sala satu atom saja. Sementara ituatom yang lain hanya berfungsi sebagai penerima elektron berpasangan saja. Syarat-syarat terbentuknya ikatan kovalen koordinat:

 

 Salah satu atom memiliki pasangan elektron bebas

 Atom yang lainnya memiliki orbital kosong

Susunan ikatan kovalen koordinat sepintas mirip dengan ikatan ion, namun kedua ikatan ini berbeda oleh karena beda keelektronegatifan yang kecil pada ikatan kovalen koordinat sehingga menghasilkan ikatan yang cenderung mirip kovalen.

 

 Ikatan Logam

Ikatan logam merupakan salah satu ciri khusus dari logam, pada ikatan logam ini elektron tidakhanya menjadi miliki satu atau dua atom saja, melainkan menjadi milik dari semua atom yangada dalam ikatan logam tersebut. Elektron-elektron dapat terdelokalisasi sehingga dapat bergerakbebas dalam awan elektron yang mengelilingi atom-atom logam. Akibat dari elektron yang dapatbergerak bebas ini adalah sifat logam yang dapat menghantarkan listrik dengan mudah. Ikatanlogam ini hanya ditemui pada ikatan yang seluruhnya terdiri dari atom unsur-unsur logam semata.

 

2. Ikatan Antara Molekul

 

 Ikatan Hidrogen

Ikatan hidrogen merupakan gaya tarik menarik antara atom H dengan atom lain yang mempunyai keelektro negatifan besar pada satu molekul dari senyawa yang sama. Ikatan hidrogen merupakan ikatan yang paling kuat dibandingkan dengan ikatan antar molekul lain, namun ikatan ini masih lebih lemah dibandingkan dengan ikatan kovalen maupun ikatan ion. Ikatan hidrogen ini terjadi pada ikatan antara atom H dengan atom N, O, dan F yang memiliki pasangan elektron bebas. Kekuatan ikatanhidrogen ini dipengaruhi oleh beda keelektronegatifan dari atom-atom penyusunnya. Semakin besar perbedaannya semakin besar pula ikatan hidrogen yang dibentuknya. Kekuatan ikatan hidrogen ini akan mempengaruhi titik didih dari senyawa tersebut. Semakin besar perbedaan keelektronegatifannya maka akan semakin besar titik didih dari senyawa tersebut.

 

 Ikatan van der walls

Gaya Van Der Walls dahulu dipakai untuk menunjukan semua jenis gaya tarik menarik antarmolekul. Namun kini merujuk pada gaya-gaya yang timbul dari polarisasi molekul menjadi dipolseketika. Ikatan ini merupakan jenis ikatan antar molekul yang terlemah, namun sering dijumpaidiantara semua zat kimia terutama gas. Pada saat tertentu, molekul-molekul dapat berada dalamfase dipol seketika ketika salah satu muatan negatif berada di sisi tertentu. Dalam keadaa dipolini, molekul dapat menarik atau menolak elektron lain dan menyebabkan atom lain menjadidipol. Gaya tarik menarik yang muncul sesaat ini merupakan gaya Van der Walls.

 

KESIMPULAN

Dapat disimpulkan bahwa atom-atom saling mengikatkan diri satu sama lain karena ingin menyetarakan kestabilan mereka, sesuai dengan kaidah oktet atau seperti halnya golongan gas mulia yang telah memiliki kestabilan yang tidak dapat terelakkan lagi (hukum alam).  Adapun jenis-jenis ikatan kimia terdiri atas 3 macam, yang pertama adalah ikatan ion yang merupakan ikatan antara unsur-unsur logam dan non-logam, kedua adalah ikatan kovalen yaitu pemakaian elektron secara bersama-sama oleh unsur non-logam dan unsur non-logam, serta ikatan logam yang merupakan pemakaian elektron secara bersama-sama oleh atom-atom logam.

 

DAFTAR PUSTAKA

Andell A. 2013. Ikatan kimia.  http://andellaforester.blogspot.com/2014/04/makalah-ikatan-kimia.html

Hidayat, Atep Afia. 2021. Ikatan Kimia. Modul Perkuliahan Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Jakarta: Universitas Mercu Buana.

Senin, 27 September 2021

TEORI ATOM dan SISTEM PERIODIK UNSUR

 TEORI ATOM dan SISTEM PERIODIK UNSUR

oleh:Bayu Pratama (@T27-Bayu)

ABSTRAK 

                Struktur atom merupakan satuan terkecil dalam materi baik itu berupa benda cair, padat, dan gas. Atom yang ada menjadi bahan dasar pembentuk materi-materi yang ada sampai kepada bentuk yang kita rasakan.  Seperti air, kayu, handphone, dan bentuk-bentuk materi yang tak kasat mata misalnya gas dan angin.

Kata kunci : Atom, Struktur, Periodik, Unsur.



ABSTRACT

              The atomic structure is the smallest unit in matter whether it is a liquid, solid, or gas. Atoms that exist are the basic building blocks of existing materials to the form that we perceive. Such as water, wood, mobile phones, and other forms of material that are invisible to the eye such as gas and wind

Keywords : Atom, Structure, Periodic, Elements.

 

PENDAHULUAN

                Segala sesuatu benda dalam alam ini mempunyai unsur dan partikel dalam penyusunannya. Suatu zat atau benda memiliki beberapa partikel dalam menyusun dirinya, mulai dari partikel dalam ukuran makro hingga partikel yang berukuran mikro. Dalam partikel berukuran mikro, zat-zat itu akan tersusun atas partikel yang lebih kecil lagi sehingga pada akhirnya tidak dapat dibagi lagi. Partikel itulah yang disebut dengan atom.

             Di dalam atom, terdapat yang namanya elektron dan inti atom. Elektron ditemukan oleh Michael Faraday (1791-1867) dengan sebutan sinar katode yang didapatinya ketika dia melihat ada listrik di dalam tabung gas yang divakumkan. Sinar katode ini dikenal sebagai elektron ketika George Stoney mengusulkannya pada tahun 18

Setelah ditemukannya elektron, diketahui ternyata di dalam inti atom ada yang namanya proton dan neutron. Penemuan proton terdapat pada percobaan tabung Croock oleh Eugen Goldstein dan percobaan Rutherford. Percobaan tabung Croock dilakukan dengan cara tabung dialiri gas hidrogen bertekanan rendah. Kemudian, ia menghubungkan kedua elektrodenya dengan listrik bertegangan tinggi. Sehingga,  sinar yang diteruskan bergerak menuju katode yang artinya sinar tersebut bermuatan positif yang dikenal sebagai proton. Rutherford juga melakukan percobaan dengan cara menembakkan lapisan tipis emas menggunakan partikel α. Hasil dari percobaan Rutherford menunjukkan bahwa muatan positif atom seluruhnya terpusat di inti.

Untuk penemuan neutron, percobaan dilakukan oleh J.Chadwick dengan menembakkan unsur berilium oleh partikel alfa. Hasil dari percobaan ini adalah sinar yang keluar dari target berilium tidak dipengaruhi oleh medan magnet. Chadwick menyimpulkan bahwa partikel yang keluar dari unsur berilium tidak bermuatan  dan memiliki massa hampir sama dengan massa proton. Partikel tersebut dinamakan neutron.

RUMUSAN MASALAH

1.      Apa itu sistem periodik unsur?

2.      Bagaimana perkembangan teori model atom?

3.      Ada berapa golongan pada sistem periodik?

4.      Apa saja sifat sifat sistem periodik unsur?

TUJUAN

1.      Untuk mengetahui sistem periodik unsur.

2.      Untuk mengetahui perkembangan teori model atom.

3.      Mengetahui berapa banyak golongan pada sistem periodik.

4.      Untuk mengetahui apa saja sifat pada sistem periodik.

PEMBAHASAN

Konsep atom pertama kali dikemukakan oleh Democritus. Atom berasal dari kata atomos (dalam bahasa Yunani = tidak, tomos = dibagi), jadi atom merupakan partikel yang sudah tidak dapat dibagi lagi. Menurut Dalton konsep atom Democritus ini tidak bertentangan dengan Hukum Kekekalan Massa dan Hukum Kekekalan Energi, sehingga Dalton membuat teori tentang atom yang salah satunya adalah materi tersusun atas partikel-partikel terkecil yang tidak dapat dibagi lagi. Dalam pembagiannya striktur atom terdiri atas 3 inti materi yang memiliki fungsi dan tungasnya tersendiri. Yaitu proton, elektron, dan neutron. Proton dan Neutron berada dalam inti atom. Sedangkan, elektron berputar mengelilingi inti atom berupa proton dan neutron.

Perlu diketahui bahwasanya Proton merupakan struktur atom yang bermuatan positif (+). Neutron merupakan struktur atum yang bermuatan netral. Dan elektron merupakan struktur aton yang bermuatan negatif (-). Sehingga, dalam struktur atom yang berada dalam sistem periodik unsur yang kita ketahui dipengaruhi oleh daya tarik menarik antara elektron dan proton dalam inti atom.

 

 

Perkembangan Teori Model Atom

1.      Teori Atom Dalton

Materi terdiri atas atom yang tidak dapat dibagi lagi, semua atom dari unsur kimia tertentu memiliki massa dan sifat yang sama, unsur kimia yang berbeda akan memiliki jenis atom yang bebeda, senyawa tersusun atas dua jenis atom atau lebih dengan perbandingan tetap dan tertentu.

2.      Teori Atom Thomson

Mengasilkan teori yaitu, atom bukan sebagai partikel terkecil dari suatu benda, atom berbentuk bola pejal, dimana terdapat muatan listrik positif dan negatif yang tersebar merata di seluruh bagian seperti roti kismis.

3.      Teori Atom Rutherford

Muatan listrik negatif (elektron) terletak sangat jauh dari inti dan untuk menjaga kestabilan jarak muatan listrik negatif terhadap inti, maka muatan listrik negatif senantiasa bergerak mengelilingi inti.

4.      Teori Atom Niels Bohr

Menggabarkan model atom bohr dengan bentuk seperti tata surya yang terkadang diistilahkan

sebagai model atom tata surya.

 

Sistem Periodik Unsur

Sistem periodik unsur adalah susunan unsur-unsur berdasarkan urutan nomor atom dan kemiripan sifat unsur-unsur tersebut. Disebut “periodik”, sebagaimana terdapat pola kemiripan sifat unsur dalam susunan tersebut. Sistem periodik unsur (tabel periodik) modern yang saat ini digunakan didasarkan pada tabel yang dipublikasikan oleh Dmitri Mendeleev pada tahun 1869.

 

Sifat-sifat sistem periodik

1.      Jari-jari atom, Panjang pendeknya jari-jari atom tergantung pada jumlah kulit elektron dan muatan inti atom. Semakin banyak muatan inti atom, makin besar gaya tarik inti atom terhadap elektronnya sehingga elektron lebih dekat ke inti.

2.      Energi inonisasi, Energi minimum yang diperlukan atom unruk melepaskan satu elektron yang terikat paling lemah dari suatu atom atau ion dalam wujud gas.

3.      Afinitas elektron, Besarnya energi yang dihasilkan atau dilepaskan oleh atom netral dalam bentuk gas untuk mengkap satu elektron sehingga membentuk ion negatif.

4.      Keelektronegatifan, Kecenderungan suatu atom dalam menarik pasangan elektron yang dhinakan bersama dalam membentuk ikatan.

 

Klasifikasi unsur

Pada tahun 1984, J.A.R. Newlands mengusulkan untuk mengklasifikasikan unsur berdasarkan urutan kenaikan berat atom. Unsur-unsur dapat dikenali dari nomor urut dan dibagi menjadi tujuh golongan yang mempunyai sifat yang berhubungan dengan tujuh unsur yang dikenal saat itu yaitu hidrogen, litium, berilium, boron, karbon, nitrogen dan oksigen. Hubungan ini diistilahkan dengan hukum oktaf, dengan analogi tujuh interval dari skala musik.

 

Golongan

Golongan adalah kolom vertikal di tabel periodik unsur. Golongan dianggap sebagai metode yang paling penting dalam mengklasifikasikan unsur-unsur yang berbeda. Golongan adalah unsur-unsur yang memiliki susunan elektron terluar yang sama. Elektron terluar juga disebut elektron valensi. Karena memiliki jumlah elektron valensi yang sama, unsur-unsur dalam golongan yang sama mempunyai sifat kimia yang sama.

 

 

           KKESIMPULAN

           

                atom telah banyak menghasilkan berbagai perspektif definisinya dari beberapa ilmuwan dan telah banyak mengalami perkembangan dari masa ke masa. mulai dari tahun 1803 oleh John Dalton, 1897 oleh Joseph John Thomson, 1911 oleh Ernest Rutherford, 1900 oleh Max Planck, dan 1913 oleh Niels Bohr. Selain itu, atom tersusun atas proton, elektron dan neutron serta memiliki nomor atom dan nomor massa atom. Sistem periodik unsur adalah susunan unsur-unsur berdasarkan urutan nomor atom dan kemiripan sifat unsur-unsur tersebut. Sistem periodik terdiri dari klasifikasi unsur, golongan dan periode.

 

DAFTAR PUSTAKA        

Hidayat, Atep Afia. 2021. Struktur Atom Dan Sistem Periodik Unsur. Modul Perkuliahan Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Jakarta: Universitas Mercu Buana.

Ismunandar. 2013. Kimia Dasar 1 : Struktur Atom. Bandung : ITB. Dalam https://www.youtube.com/watch?v=aLVrlGdYmEA&t=6s. (diunduh pada 26 September 2021).

Kadja G.T.M. 2020. Kuliah Online Kimia Dasar B – Latihan Struktur Atom dan Tabel Periodik. Bandung : ITB. Dalam https://www.youtube.com/watch?v=yoBF5eNQlCc. (diunduh pada 26 September 2021).

Kadja G.T.M. 2020. Kuliah Online Kimia Dasar B – Struktur Atom dan Tabel Periodik 1/2. Bandung : ITB. Dalam https://www.youtube.com/watch?v=SCMgkuSN0UI&t=1s. (diunduh pada 26 September 2021).

Kadja G.T.M. 2020. Kuliah Online Kimia Dasar B – Struktur Atom dan Tabel Periodik 2/2. Bandung : ITB. Dalam https://www.youtube.com/watch?v=I6XBGVIaWsc. (diunduh pada 26 September 2021).