.

Tampilkan postingan dengan label @S05-Fauzi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @S05-Fauzi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 November 2020

DAMPAK PENCEMARAN UDARA BAGI LINGKUNGAN HIDUP

 

DAMPAK PENCEMARAN UDARA BAGI LINGKUNGAN HIDUP


NAMA : Fauzi Ardiansyah

KODE PESERTA : @S05-Fauzi

NIM : 41620010021

 

Abstrak

Polusi atau pencemaran udara adalah dimasukkannya komponen lain kedalam udara, baik oleh kegiatan manusia secara langsung atau tidak langsung maupun akibat proses alam sehingga kualitas udara turun sampai ketingkatan tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi tidak dapat berfungsi sesuai peruntukkannya. Bumi merupakan tempat berlangsungnya aktivitas manusia, semakin maju perkembangan teknologi berbanding lurus terhadap semakin tingginya kerusakan pada alam. Manusia modern menyumbang potensi meningkatnya pencemaran, salah satunya pencemaran udara dari berbagai polutan yang dihasilkan pabrik, motor, mobil, dan lainnya. Pencemaran udara akan berdampak terhadap kesehatan, khususnya terganggunya sistem pernapasan. Begitu besar dampak dari pencemaran udara maka diperlukan pengelolaan yang tepat agar dapat meminimalisir dampaknya.

Kata kunci: perkembangan teknologi, polusi udara, keluhan kesehatan

 

LATAR BELAKANG

Pencemaran udara adalah suatu kondisi dimana kehadiran satu atau lebih substansi kimia, fisik atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang membahayakan. Berbahaya kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti. Kerusakan lingkungan diakibatkan oleh berbagai faktor, antara lain oleh pencemaran. Pencemaran ada yang diakibatkan oleh alam, dan ada pula yang diakibatkan oleh perbuatan manusia. Pencemaran akibat alam antara lain letusan gunung berapi. Bahan-bahan yang dikeluarkan oleh gunung berapi seperti asap dan awan panas dapat mematikan tumbuhan, hewan bahkan manusia. Pencemaran yang terjadi adalah akibat dari aktivitas yang dilakukan manusia. Lingkungan dapat dikatakan tercemar jika terkontaminasi oleh bahan pencemar yang dapat mengakibatkan gangguan pada mahluk hidup yang ada didalamnya. Gangguan itu ada yang segera nampak akibatnya, dan ada pula yang baru dapat dirasakan oleh keturunan berikutnya. Kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia di mulai dari meningkatnya jumlah penduduk dari abad ke abad. Akibat selanjutnya lingkungan semakin rusak dan mengalami pencemaran. Pencemaran lingkungan terbagi atas tiga jenis, berdasarkan tempat terjadinya, yaitu pencemaran udara, pencemaran air dan pencemaran tanah. Di Indonesia, kerusakan lingkungan akibat pencemaran udara, air dan tanah sudah sangat kritis. Pernah terjadi bencana lingkungan seperti sampah, banjir dan masih banyak lagi. Dalam makalah ini akan dibahas tentang jenis-jenis pencemaran dan penyebabnya serta solusi yang ditawarkan agar kerusakan lingkungan akibat pencemaran dapat diminimalisasi.

 

PERMASALAHAN

Penyebab pencemaran udara bagi lingkungan

Penyebab dan dampak pencemaran udara yang paling utama selalu terkait dengan manusia. Manusia menjadi penyebab utama dan terbesar terjadinya pencemaran udara. Pun manusia pula yang merasakan dampak terburuk dari terjadinya pencemaran udara.

Pencemaran udara merupakan salah satu kerusakan lingkungan, berupa penurunan kualitas udara karena masuknya unsur-unsur berbahaya ke dalam udara atau atmosfer bumi. Unsur-unsur berbahaya yang masuk ke dalam atmosfer tersebut bisa berupa karbon monoksida (CO), Nitrogen dioksida (No2), chlorofluorocarbon (CFC), sulfur dioksida (So2), Hidrokarbon (HC), Benda Partikulat, Timah (Pb), dan Carbon Diaoksida (CO2). Unsur-unsur tersebut bisa disebut juga sebagai polutan atau jenis-jenis bahan pencemar udara.

Masuknya polutan  ke dalam atmosfer yang menjadikan terjadinya pencemaran udara bisa disebabkan dua faktor, yaitu faktor alam dan faktor manusia. Penyebab pencemaran udara dari faktor adalah alam contohnya adalah aktifitas gunung berapi yang mengeluarkan abu dan gas vulkanik, kebakaran hutan, dan kegiatan mikroorganisme. Polutan yang dihasilkan biasanya berupa asap, debu, dan gas.

Penyebab polusi udara yang kedua adalah faktor manusia dengan segala aktifitasnya. Berbagai kegiatan manusia yang dapat menghasilkan polutan antara lain :

1.     Pembakaran; Semisal pembakaran sampah, pembakaran pada kegiatan rumah tangga, kendaraan bermotor, dan kegiatan industri. Polutan yang dihasilkan antara lain asap, debu, grit (pasir halus), dan gas (CO dan NO).

2.     Proses peleburan; Semisal proses peleburan baja, pembuatan soda, semen, keramik, aspal. Polutan yang dihasilkannya meliputi debu, uap, dan gas.

3.     Pertambangan dan penggalian; Polutan yang dihasilkan terutama adalah debu.

4.     Proses pengolahan dan pemanasan; Semisal proses pengolahan makanan, daging, ikan, dan penyamakan. Polutan yang dihasilkan meliputi asap, debu, dan bau.

5.     Pembuangan limbah; baik limbah industri maupun limbah rumah tangga. Polutannya adalah gas H2S yang menimbulkan bau busuk.

6.     Proses kimia; Semisal pada pemurnian minyak bumi, pengolahan mineral, dan pembuatan keris. Polutan yang dihasilkan umunya berupa debu, uap dan gas.

7.     Proses pembangunan; Semisal pembangunan gedung-gedung, jalan dan kegiatan yang semacamnya. Polutannya seperti asap dan debu.

8.     Proses percobaan atom atau nuklir; Polutan yang dihasilkan terutama adalah gas dan debu radioaktif.

PEMBAHASAN

Dampak pencemaran udara menyerang berbagai sektor kehidupan manusia dan makhluk hidup di bumi. Berikut ini adalah dampak pencemaran udara terhadap kehidupan manusia dan lingkungan.

Dampak Kesehatan

Dampak pencemaran debu bisa menyebabkan penyakit paru-paru (bronchitis) serta penyakit saluran pernapasan lainnya. Sedangkan dampak pencemaran oleh zat kimia seperti Karbon Monoksida dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada hemoglobin . Hemoglobin adalah metaloprotein pengangkut oksigen yang mengandung besi dalam sel darah merah. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahun terdapat sekitar 3,2 juta kasus kematian disebabkan oleh pencemaran udara di dunia

Dampak ekonomi

Hasil kajian Bank Dunia menemukan bahwa dampak ekonomi akibat pencemaran udara di Indonesia sebesar Rp 1,8 trilyun. Jumlah ini akan meningkat mencapai 4,3 trilyun pada tahun 2015.

Dampak social

Akibat pecemaran udara, orang-orang tidak dapat menikmati udara sehat. Setiap hari harus melihat dan menghirup asap. Akibatnya, aktifitas sosial menjadi terhambat.

Dampak pada pendidikan

Dari segi pendidikan, dampak pencemaran udara dapat mempengaruhi tingkat belajar para siswa. Mereka terhambat dalam hal berfikir. Terhambat pula dalam menyelesaikan suatu permasalahan.

Dampak terhadap pertanian

Pencemaran udara sangat berpengaruh pada sektor pertanian. Kurangnya lahan hijau tempat pohon melakukan fotosintesis karena dapat mengganggu pertumbuhan pohon. Tanaman juga akan rawan penyakit. Penyakit tersebut antara lain klorosis, nekrosis. Ini menyebabkan sirkulasi udara sehat berkurang. Udara menjadi kotor sehingga tidak baik untuk dihirup.

Hujan asam

Tingkat keasaman (pH) normal air hujan adalah 5,6. Polusi udara akibat SO2 dan NO2 yang bereaksi dengan air hujan akan membentuk asam dan menurunkan pH air hujan. Dampak dari hujan asam ini mempengaruhi kualitas air permukaan. Hujan asam juga melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga mempengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan.

Efek rumah kaca

Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan N2O di lapisan troposfer. Keseluruhan gas ini menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Akibatnya, panas terperangkap dalam lapisan troposfer sehingga menimbulkan fenomena pemanasan global Dampak dari pemanasan global tersebut antara lain pencairan es di kutub, naiknya permukaan air laut, perubahan iklim, perubahan siklus hidup flora fauna.

Kerusakan lapisan ozon

Lapisan ozon yang berada di stratosfer (ketinggian 20-35 km) merupakan pelindung alami bumi. Lapisan ini berfungsi memfilter radiasi ultraviolet B dari matahari. Pembentukan dan penguraian molekul-molekul ozon (O3) terjadi secara alami di stratosfer. Emisi CFC yang mencapai stratosfer dan bersifat sangat stabil menyebabkan laju penguraian molekul-molekul ozon lebih cepat dari pembentukannya. Hal ini menyebabkan terbentuknya lubang-lubang pada lapisan ozon. Kerusakan lapisan ozon menyebabkan sinar UV-B matahari tidak terfilter. Akhirnya, dapat mengakibatkan kanker kulit serta penyakit pada tanaman.

CARA MENGATASI PENCEMARAN UDARA

Cara mengatasi pencemaran udara penting untuk diketahui mengingat saat ini organisasi kesehatan dunia (WHO) memperkirakan bahwa lebih dari 90% penduduk dunia menghirup udara dengan kualitas buruk. Tak sampai di sana, tercatat pula bahwa ada sekitar 7 juta kasus kematian setiap tahunnya akibat pencemaran udara ini. Karena itulah pentingnya mengetahui bagaimana cara mengatasi pencemaran udara dan tentunya tak kalah penting adalah pencegahannya. Bicara pencegahan, Anda bisa mulai dari lingkungan terdekat dulu, karena disadari atau tidak, kualitas udara juga dipengaruhi oleh kebiasaan kita sehari-hari. Sehingga jika dengan menghindari hal-hal yang menyebabkan pencemaran udara, ini bisa sekaligus menjadi cara mengatasi udara. Misalnya saja:

Mengurangi kendaran bermotor

salah satu cara mengatasi pencemaran udara dari asap kendaraan tentunya adalah mulai mengurangi penggunaannya. Karena faktanya polusi udara paling banyak berasal dari asap kendaraan bermotor yang mengandung sulfur dioksida. Solusinya adalah dengan berjalan kaki atau bersepeda. Namun jika Anda harus menempuh perjalanan jauh, sebaiknya mulai menggunakan transportasi umum. Dengan begini, setidaknya Anda bisa mengurangi jumlah kendaraan di jalanan. Dan jika Anda memiliki kendaraan, sebaiknya lakukan uji emisi kendaraan sehingga jumlah gas emisi yang dibuang bisa terkendali dan tidak sampai mencemari lingkungan.

Memanfaatkan tananman tertentu

Karena dengan menanm pohon di lingkungan itu adalah sumber oksigen dan pohon berfungsi untuk menyumbang oksigen dan bisa menyerap polusi udara asap asap kendaraan bermotor langsung diserap oleh pohon dan kemudian diproses menjadi oksigen

Berhenti merokok

ini adalah kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh banyak orang dan menjadi sumber polusi juga. Meski terlihat tak sebanyak asap kendaraan bermotor, asap dari rokok tetap menjadi sumber polusi. Apalagi gas residu dari asap rokok tak hanya mengotori udara, tapi juga bisa dengan mudah menempel ke benda-benda sekitar. Parahnya lagi, bukan hanya perokok yang akan terkena efeknya, tapi juga orang sekitarnya (perokok pasif).

 

KESIMPULAN

Kasus pencemaran udara di Indonesia sendiri dirasa sudah sangat serius, terutama jika melihat efeknya terhadap kesehatan. Hingga akhirnya Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) turut memberikan beberapa saran bagi pemerintah, misalnya: Membuat peraturan tentang pengendalian polusi udara sesuai standar WHO. Membuat aturan terkait uji emisi kendaraan bermotor, termasuk pengurangan emisi polusi udara dari industri dan sebagainya. Menyediakan sarana transportasi publik yang layak. Dalam hal ini aman, nyaman, dengan tarif terjangkau. Dengan begini bisa membuat orang-orang beralih ke kendaraan umum. Memproduksi kendaraan ramah lingkungan seperti kendaraan listrik, baik untuk kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Mendorong penggunaan pembangkit listrik tenaga alternatif. Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa pembangkit listrik bisa menimbulkan pencemaran, jadi ini bisa diganti dengan tenaga angin atau tenaga matahari. Menambah area hijau secara merata di berbagai titik dengan menanam pepohonan. Masyarakat juga harus mulai memahami kondisi terkait kualitas udara ini, dan betapa besarnya pengaruhnya pada kehidupan. Dengan kesadaran dan pemahaman yang baik, maka dengan sendirinya setiap orang akan menerapkan berbagai cara mengatasi pencemaran udara, termasuk cara pencegahannya, setidaknya dari diri sendiri dan lingkungan terdekat dulu

 

DAFTAR PUSTAKA

https://lingkunganhidup.co/pencemaran-udara-pengertian-penyebab-dampak-solusi/

https://bulelengkab.go.id/detail/artikel/sumber-dan-penyebab-pencemaran-udara-97

https://www.99.co/id/panduan/cara-mengatasi-pencemaran-udara

Minggu, 01 November 2020

INDUSTRI PLASTIK DAN POLIMER

                                                    INDUSTRI PLASTIK DAN POLIMER





DISUSUN OLEH : Fauzi Ardiansyah

KODE PESERTA : @S05-Fauzi

 

Abstrak

Plastik merupakan bahan kebutuhan yang banyak digunakan dalam kehidupan masyarakat modern. Sejak pertama diciptakan, plastik telah banyak dimanfaatkan di berbagai bidang industri baik industri pangan maupun non pangan. Dapat dilihat produk berbahan plastik mulai dari mainan, perlengkapan dapur, alat elektronik sampai sikat gigi yang digunakan setiap hari. Plastik dalam istilah umum yang di pakai untuk Polimer, Polimer adalah makromolekul yang tersusun dari unit-unit monomernya. Sekarang ini kita hidup dalam era polimer: plastik, elastomer (karet sintetis), fiber (serat sintetis), bahan pelapis (cat dan teflon), bahan perekat (semuanya yang disebutkan didepan adalah polimer sintetis) dan polimer alam: karet, protein, amilum, selulosa, semuanya merupakan istilah umum dalam perbendaharaan kata modern yang merupakan bagian dari dunia kimia polimer.

bahwa setiap hari orang kerergantungan terhadap plastik semakin tinggi, namun bahaya yang timbulkannya kurang di sadari oleh masyarakat. Penggunaan bahan plastik dalam kehidupan sehari - hari tidak perlu di khawatirkan jika kita tau cara penggunannya. Plastik yang aman untuk di pakai pada suhu tertentu dan minyak/lemak untuk kemasan makanan adalah plastik yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Namun, tidak semua produk kemasan plastic memenuhi standar SNI. Maka dari itu kita harus lebih teliti untuk memasukan makanan atau minuman panas kedalam plastik. Adapun bahaya plastic bagi kesehatan tubuh manusia bisa menyebabkan kanker, mengganggu system saraf, depresi, pembekakan hati, gangguan reproduksi, radang paru paru. Selain mengaggu kesehatan tubuh ternyata plastic juga menggangu ekosistem lingkungan, yaitu : Mengakibatkan Banjir, menurunkan kesuburan tanah, menjerat hewan, pencemaran air dan polusi udara.

Kata kunci : sampah plastik, bahaya plastik, manfaat plastic

 

PENDAHULUAN

Kebutuhan masyarakat akan plastic semakin meningkat.Sebagai kemasan, plastic memiliki banyak keunggulan. Plastik cenderung lebih ringan dibanding dengan bahan lain, tidak berkarat, mudah  dibentuk, murah dantidak mudah pecah. Hampir semua pusat perbelanjaan masih menggunakan kantong plastic bagi konsumen. Sebagai contoh, kantong belanja di hipermarket,supermarket, dan minimarket masih berupa kantong plastik. Demikian pula ditoko-toko lain, seperti toko buku, bahkan di   pasar tradisional. Menurut Prasetyo(2008) plastik yang dikonsumsi  masyarakat Indonesia mencapai 1,5  juta  ton atau tujuh kilogram per kapita. Plastik-plastik tersebut kemudian hanya dibuang setelah sekali dipakai.Bahkan, sebagian plastik tersebut dibuang di tanah begitu saja. Plastik yang beredar di pasaran   pada umumnya  berasal dari polimer sintetis yang tidak dapatdiuraikan. Menumpuknya sampah plastik      di permukaan tanah menyebabkantertutupnya  pori-pori tanah sehingga air tidak dapat diserap ke dalam tanah.Dengan tidak terserapnya air ke dalam tanah, dalam jangka panjang dapatmenyebabkan banjir. Bukan hanya di darat, dilaut pun, sampah plastic menyebabkan matinya ribuan hewan laut.Untuk mengatasi hal itu, hingga kini plastic diolah dengan cara  daurulang. plastik hasil daur ulang tersebut  memiliki kualitas yang tidak terlalu bagus.

 

 

PERMASALAHAN

1.     Apa yang dimaksud dengan plastic ?

2.     Sebutkan jenis-jenis plastic ?

3.     Adakah dampak penggunaan plastik pada lingkungan dan bagaimana penanggulangannya ?

 

 

 

 

 

PEMBAHASAN

 

A.     PENGERTIAN PLASTIK

Plastik merupakan senyawa organik yang sangat mudah dibentuk, punya rantai yang sangat panjang karena dibentuk dari polimerisasi bahan organik dan punya berat molekul yang sangat besar. Plastik  terbuat dari karbon, hidrogen dan  atom – atom lainnya yang terikat dalam rantai molekul panjang yang disebut polimer. Plastik tidak ditemukan di alam, tetapi dibuat dari produk – produk batubara, minyak bumi, katun, kayu gas, garam dan air. Plastik digunakan untuk membuat berbagai macam materi, termasuk perabot, komputer dan mainan.  Plastik sangat berguna karena kuat, ringan dan tahan terhadap panas dan bahan kimia dibandingkan banyak materi lain. Semua plastik adalah polimer sintesis. Polimer adalah bahan yang molekul – molekulnya terdiri dari molekul sederhana yang disebut monomer dan membentuk rantai yang panjang. Monomer terdiri atas Karbon dan Hidrogen dan terkadang elemen lain seperti oksigen dan nitrogen. Polimer sintetis terbagi menjadi 2 macam, yaitu termoplastik dan termoset.

 

B.    JENIS-JENIS PLASTIK

1.     PET (Polyethylene terephthalate)

Plastik jenis ini biasanya digunakan sebagai bahan botol plastik untuk air minum kemasan dan biasanya tidak berwarna atau transparan. Penggunaannya hanya cocok untuk sekali pakai dan sangat tidak dianjurkan untuk diisi air hangat apalagi air panas. Meskipun cukup aman dan tidak mengandung BPA, namun kontak suhu panas dapat meracuni makanan dengan antimon dan metaloid beracun. Produk yang biasa menggunakan jenis plastic PET yaitu air mineral, minuman botol plastik, atau bumbu dapur. Sebagai produk sekali pakai, plastik kemasan ini menjadi salah satu sumber sampah plastik terbesar di muka bumi.

2.     Plastik HDPE (High Density Polyethylene)

Plastik jenis ini biasa digunakan untuk botol jus, detergen, botol sampo, dan kantong belanjaan. Dengan sifatnya sebagai plastik kemasan sekali pakai, maka volume sampah plastik HDPE juga cukup banyak di lingkungan.

3.     Jenis Plastik PVC (Polyvinyl Chloride)

Bentuknya bisa fleksibel ataupun kaku dan biasa digunakan untuk pipa, plastik kemasan bungkus makanan, mainan anak, dan lantai vinyl. Selain membahayakan ginjal dan hati, zat bernama DEHP di dalam plastik PVC juga dapat memengaruhi hormon maskulin menjadi feminine.

4.     Plastik LDPE (Low Density Polyethylene)

Plastik LDPE secara umum memiliki standar food grade yang artinya baik untuk berbagai makanan dan minuman. Biasanya plastik kemasan ini digunakan untuk kantong roti, kantong sampah, karton susu, dan juga gelas minuman.

5.     Jenis Plastik PP (Polypropylene)

jjuga minuman. engan daya tahan yang baik terhadap panas, polypropylene terbukti tidak menghasilkan zat kimia berbahaya sebanyak jenis lainnya. Biasanya digunakan untuk botol plastik yoghurt, botol susu bayi, dan wadah makanan antar. Dari semua jenis jenis plastik yang ada, plastik PP ini yang paling direkomendasikan untuk makanan dan minuman.

6.     Jenis Plastik PS (Polystyrene)

styrofoam dan juga wadah makanan sekali pakai lainnya umumnya dibuat dari bahan PS atau polystyrene ini. Dalam keadaan panas, plastik ini dapat menghasilkan zat styrene yang dapat meracuni makanan dan minuman kita. Tidak hanya itu, bahan plastik ini juga tidak dapat mengurai dengan tanah dan akan menimbulkan gas beracun bila dibakar. Alhasil, plastik kemasan ini tidak sekadar menimbulkan sampah plastik tetapi juga menghasilkan polusi yang mencemari lingkungan sekitar.

7.     Jenis Lainnya (Umumnya Polycarbonate)

jenis plastik yang termasuk dalam kategori ini berarti dibuat dari bahan lainnya selain enam bahan di atas. Bahayanya juga sangat tinggi dan terbukti dapat menimbulkan zat BPA dan/atau zat BPS yang merusak tubuh. Bahayanya di antaranya gangguan mood, pertumbuhan, fungsi seksual, fungsi reproduksi dan juga pubertas. Sebisa mungkin hindari pemakaian plastik ini untuk berbagai makanan dan minuman kamu ya!

 

 

C.    BAHAYA PLASTIK BAGI LINGKUNGAN

1.     Plastik berbahaya bagi kesehatan manusia

Bahan kimia yang keluar dari plastik ditemukan dalam darah dan jaringan tubuh dari hampir semua manusia hidup. Adapun, manusia yang terpapar oleh plastik berisiko lebih besar untuk mengalami kanker, cacat lahir, gangguan imunitas, gangguan endokrin dan penyakit berbahaya lainnya.

2.     Plastik mengancam kelestarian satwa liar

Sekarang ini, kehidupan satwa liar telah menyatu dengan sampah plastik. Mereka pun salah mengira plastik sebagai makanan mereka dan memberikannya kepada anak-anak mereka. Bahkan, sampah plastik pun telah mencemari daerah-daerah terpencil dari bumi. Di laut sendiri, sampah plastik telah melebih jumlah zooplankton dengan perbandingan 36:1. Dilansir dari Biological Sciences, lebih dari 260 spesies, antara lain invertebrata, kura-kura, ikan, burung laut dan mamalia yang telah tercemar sampah plastik sehingga mereka mengalami gangguan makan dan pergerakan. Plastik pun mengancam reproduksi, laserasi (luka-luka pada kulit dan daging), bisul hingga kematian.

3.     Plastik sendiri gak bisa hilang

Plastik adalah material yang mampu bertahan selamanya. Mirisnya, 33 persen bahan plastik hanya dipakai sekali lalu dibuang, seperti botol air kemasan, kantong plastik dan sedotan. Plastik sendiri gak bisa terurai dan hanya menjadi potongan yang lebih kecil dan kecil lagi. membuang material plastik bisa bertahan hingga 2.000 tahun, bahkan bisa lebih lama

4.     Plastik merusak air tanah bumi

Di Amerika Serikat terdapat ribuan tempat pembuangan sampah. Adapun, sampah-sampah plastik yang terkubur memiliki bahan kimia berbahaya yang mengalir keluar dan meresap hingga ke air tanah. Nantinya, air tersebut akan mengalir ke danau dan sungai.

5.     Plastik bisa menarik polutan (bahan yang mengakibatkan polusi)

Bahan kimia yang terkandung dalam plastik memberikan sifat kaku atau fleksibel, tahan api, bisphenol, phthalates dan bahan kimia berbahaya lainnya. Adapun, racun tersebut bersifat menolak air dan akan menempel pada benda-benda berbasis minyak, seperti sampah plastik. Dengan begini, bahan kimia beracun yang terkandung dalam plastik akan terakumulasi dengan plastik lain dan akan mencemari samudera di seluruh dunia.

6.     Sampah plastik menumpuk dan menggunung di bumi

Dilansir dari PLoS One, lebih dari 5 triliun potongan plastik seberat lebih dari 250.000 ton mengapung di laut. Amerika sendiri membuang lebih dari 30 juta ton plastik per tahun, Sementara, hanya delapan persen plastik yang didaur ulang. Selebihnya berakhir di pembuangan sampah, dibakar, atau menjadi sampah sembarangan. 

 

 

D.    CARA PENANGGULANGAN PLASTIK

Penumpukan limbah plastik tentu tidak dapat dibiarkan. Penanggulangan limbah plastik dengan cara menguburnya ditanah tentu bukan merupakan solusi yang baik mengingat sifatnya yang sulit terurai di alam, apalagi dengan cara membakarnya dimana saat proses pembakaran dihasilkan senyawa kimia berbahaya bagi manusia. Terdapat beberapa cara penanggulangan limbah plastik selain mengubur ataupun membakarnya,antara lain meliputi mengurangi penggunaan kantong plastik dengan menggantinya dengan alat (kain) untuk membungkus barang atau dikenal dengan furoshiki ; pengolahan limbah plastik menggunakan metode fabrikasi; dan penggunaan plastik biodegradable yang lebih mudah terurai di alam.

 

KESIMPULAN

Limbah plastik adalah barang buangan yang berupa plastik yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga, yang lebih dikenal sebagai sampah), yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis.Dampak plastik terhadap lingkungan merupakan akibat negatif yang harus ditanggung alam karena keberadaan sampah plastik. Karena bukan berasal dari senyawa biologis, plastik memiliki sifat sulit terdegradasi (non-biodegradable). Plastik diperkirakan membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun hingga dapat terdekomposisi (terurai) dengan sempurna. Sampah kantong plastik dapat mencemari tanah, air, laut, bahkan udara. Pemanfaatan limbah plastik dapat dilakukan dengan pemakaian kembali (reuse) maupun daur ulang (recycle)

 

DAFTAR PUSTAKA

http://yuumukhlis.blogspot.com/2017/03/contoh-makalah-pengolahan-limbah-plastik.html

 

Srinovaz, 2017 https://bisakimia.com/2017/12/27/penjelasan-plastik-dan-jenis-jenisnya/ diakses pada tanggal 27 Desember 2017

 

Rahmatika Elmi, 2020 https://www.99.co/blog/indonesia/jenis-plastik-kegunaan-bahaya/ diakses pada tanggal 3 april 2020

 

Alviandita Haniv Tegar, 2020 https://rri.co.id/humaniora/info-publik/859811/dampak-negatif-sampah-plastik-kesehatan-hingga-lingkungan diakses pada tanggal 30 juni 2020 13.37 

Jumat, 09 Oktober 2020

BAHAYA PENCEMARAN UDARA DI LINGKUNGAN

 

BAHAYA PENCEMARAN UDARA DI LINGKUNGAN



 

 

 

Disusun oleh : Fauzi Ardiansyah

Kode peserta : @S05-Fauzi

 

ABSTRAK

Udara adalah faktor penting dalam kehidupan, namun, di era modern, sejalan dengan perkebangan pembangunan fisik kota dan pusat industry, serta berkembangannya transpotrasi telah menyebabkan kalitas udara mengalami perubahan. Dari yang mulanya segar, kini, menjadi kotor akibat dari terjadinya pencemaran udara karena alat transportasi. Lewat metode kepustakaan, maka, tampak dan jelas ada beberapa hal yang harus mendapatkan perhaian yang serius, diantaranya : pemberian angkutan umum kecil lebih dibatasi, control jumlah kendaraan pribadi, pengaturan lalu lintas ,uji emisi harus dilakukan secara berskala pada kendaraan umum maupun pribadi, penanaman pohon berdaun lebar di pinggir jalan yang lalu lintasnya padat serta di sudut sudut kota. Dengan adanya pedoman atau pengujian pencemaran udara yang dilihat dan dihitung berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kosentrasi polutan dan mengetahui tingkat pencemaran udara, dengan menggunakan perbedaan Indeks Standar Pencemara Udara (ISPU) serta mengetahui solusi yan tepat dalam penangananya. Tipe penelitian yang digunakan adalah pengujian manual dan dianalisis diLaboratorium. Hasil penelitian pada kosentrasi polutan terhadap waktu berbanding terbalik dan perhitungan Indeks Standar Pencemaran udara di kategorikan sedang pada rentang

Kata kunci: pencemaran udara, emisi gas buang, kehidupan, lingkungan

 

PENDAHULUAN

Pencemaran udara atau polusi udara kian hari semakin meningkat, ini sangat memprihatinkan mengingat pencemaran adalah hal yang sangat membahayakan bagi kelangsungan makhluk hidup dan lingkungannya. Di kota-kota besar, kontribusi gas buang kendaraan bermotor sebagai sumber polusi udara mencapai 60-70%. Sedangkan kontribusi gas buang dari cerobong asap industri hanya berkisar 10-15%, sisanya berasal dari sumber pembakaran lain,misalnya dari rumah tangga, pembakaran sampah, kebakaran hutan, dll. Sebenarnya banyak polutan udara yang perlu diwaspadai, tetapi organisasi kesehatan dunia (WHO) menetapkan beberapa jenis polutan yang dianggap serius.

Polutan udara yang berbahaya bagi kesehatan manusia, hewan,serta mudah merusak harta benda adalah partikulat yang mengandung partikel aspa dan jelaga, hidrokarbon, sulfur dioksida, dan nitrogen oksida. Semuanya diemisikan oleh kendaraan bermotor. WHO memperkirakan bahwa 70% penduduk kota di dunia pernah menghirup udara kotor akibat emisi kendaraan bermotor, sedagkan 10% sisanya menghirup udara yang bersifat marginal. Akibatnya fatal bagi bayi dan anak-anak. Orang dewasa yang beresiko tinggi, misalnya wanita hamil, usia lanjut, serta orang yang telah memiliki riwayat penyakit paru dan saluran pernapasan menahun. Celakanya, para penderita maupun keluarganya tidak menyadari bahwa berbagai akibat negatif tersebut berasal dari polusi udara akibat emisi kendaraan bermotor yang semakin memprihatinkan.

Beberapa hasil penelitian tentang polusi udara dengan segala resikonya telah dipublikasikan, termasuk resiko kanker darah. Namun, jarang disadari entah berapa ribu warga kota yang meninggal setiap tahunnya karena infeksi saluran pernapasan, asma, maupun kanker paru-paru akibat polusi udara kota. Meskipun sesekali telah turun hujan langit di kota-kota besar di Indonesia tidak biru lagi. Udara kota telah dipenuhi oleh jelaga dan gas-gas yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Diperkirakan dalam sepuluh tahun mendatang terjadi peningkatan jumlah penderita penyakit paru-paru dan saluran pernapasan. Bukan hanya infeksi saluran pernapasan akut yang kini menempati urutan pertama dalam pola penyakit diberbagai wilayah di Indonesia, tetapi juga meningkatnya jumlah penderita penyakit asma dan kanker paru-paru.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dari pembahasan di atas bahwa polusi udara sangat berbahaya bagi kesehatan manusia,hewan. Semua disebabkan oleh kendaraan bermotor dan gas gas yang berbahaya. Orang dewasa yang beresiko tinggi, misalnya wanita hamil, usia lanjut, serta orang yang telah memiliki riwayat penyakit paru dan saluran pernapasan menahun, Udara kota telah dipenuhi oleh jelaga dan gas-gas yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Diperkirakan dalam sepuluh tahun mendatang terjadi peningkatan jumlah penderita penyakit paru-paru dan saluran pernapasan. Bukan hanya infeksi saluran pernapasan akut yang kini menempati urutan pertama dalam pola penyakit diberbagai wilayah di Indonesia, tetapi juga meningkatnya jumlah penderita penyakit asma dan kanker paru-paru.

 

PERMASALAHAN

A.     Asap kendaraan bermotor dapat menyebabkan terjadinya polusi udara di lingkungan

 

Asap kendaraan bermotor mengandung beberapa zat yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan, diantaranya adalah karbon dioksida, karbon monoksida, oksida nitrogen dan oksida belerang. Berikut ini kerugian yang ditimbulkan gas-gas tersebut:
1. Karbon dioksida. Karbon dioksida tergolong gas rumah kaca, sehingga peningkatan kadar karbon dioksida di udara dapat mengakibatkan peningkatan suhu permukaan bumi.
2. Karbon monoksida. Gas ini bersifat racun, dapat menyebabkan rasa sakit pada mata, saluran pernafasan dan paru-paru. Jika masuk ke dalam darah melalui pernafasan, karbon monoksida bereaksi dengan hemoglobin dalam darah membentuk COHb (karboksihemoglobin).
3. Oksida Belerang Belerang oksida, apabila terisap oleh pernapasan, akan berekasi dengan air dalam sluran pernapasan dan membentuk asam sulfat yang akan merusak jaringan dan menimbulkan rasa sakit. Oksidasi belerang juga dapat larut dalam air hujan dan menyebabkan hujan asam.
4. Oksida nitrogen. NOx bereaksi dengan bahan-bahan pencemar lain dan menimbulkan fenomena asap-kabut atau smog. Smog menyebabkan berkurangnya daya pandang, iritasi pada mata dan saluran pernapasan, membuat tanaman layu, serta menurunkan kualitas materi.
5. Nitrogen Monoksida (NO). Zat ini elemahkan sistem pernapasan paru dan saluran nafas sehingga paru mudah terserang infeksi.

 

Seberapa besar alih asap kendaraan bermotor dalam menyebabkan polusi udara?
            Sebuah sumber menyatakan bahwa konstribusi gas buang kendaraan bermotor sebagai sumber polusi udara mencapai 60-70%, dibandingkan dengan industri yang hanya berkisar antara 10-15%. Sedangkan sisanya berasal dari rumah tangga, pembakaran sampah, kebakaran hutan/ladang dan lain-lain.

 

Hal yang sama secara lebih jelas dikutip dalam berita berikut:
“Penyebab paling signifikan dari polusi udara di Jakarta adalah kendaraan bermotor yang menyumbang andil sebesar ±70 persen. Hal ini berkorelasi langsung dengan perbandingan antara jumlah kendaraan bermotor, jumlah penduduk dan luas wilayah DKI Jakarta. Berdasarkan data Komisi Kepolisian Indonesia, jumlah kendaraan bermotor yang terdaftar di DKI Jakarta (tidak termasuk kendaraan milik TNI dan Polri) pada bulan Juni 2009 adalah 9.993.867 kendaraan, sedangkan jumlah penduduk DKI Jakarta pada bulan Maret 2009 adalah 8.513.385 jiwa. Perbandingan data tersebut menunjukkan bahwa kendaraan bermotor di DKI Jakarta lebih banyak daripada penduduknya. Pertumbuhan jumlah kendaraan di DKI Jakarta juga sangat tinggi, yaitu mencapai 10,9 persen per tahun. Angka-angka tersebut menjadi sangat signifikan karena ketersediaan prasarana jalan di DKI Jakarta ternyata belum memenuhi ketentuan ideal.Panjang jalan di DKI Jakarta hanya sekitar 7.650 kilometer dengan luas 40,1 kilometer persegi atau hanya 6,26 persen dari luas wilayahnya. Padahal, perbandingan ideal antara prasarana jalan dan luas wilayah adalah 14 persen. Dengan kondisi yang tidak ideal tersebut, dapat dengan mudah dipahami apabila kemacetan makin sulit diatasi dan pencemaran udara semakin meningkat.” (kabarindonesia.com tahun 2010)

 

B.     Bahaya Bahan Kimia bagi polusi udara

 

Polusi Udara

Kelembaban udara bergantung pada konsentrasi uap air, dan H2O yang berbeda-beda konsentrasinya di setiap daerah. Kondisi udara di dalam atmosfer tidak pernah ditemukan dalam keadaan bersih, melainkan sudah tercampur dengan gas-gas lain dan partikulat-partikulat yang tidak kita perlukan. Gas-gas dan partikulat-partikulat yang berasal dari aktivitas alam dan juga yang dihasilkan dari aktivitas manusia ini terus-menerus masuk ke dalam udara dan mengotori/mencemari udara di lapisan atmosfer khususnya lapisan troposfer. Apabila bahan pencemar tersebut dari hasil pengukuran dengan parameter yang telah ditentukan oleh WHO konsentrasi bahan pencemarnya melewati ambang batas (konsentrasi yang masih bisa diatasi), maka udara dinyatakan dalam keadaan tercemar. Pencemaran udara terjadi apabila mengandung satu macam atau lebih bahan pencemar diperoleh dari hasil proses kimiawi seperti gas-gas CO, CO2, SO2, SO3, gas dengan konsentrasi tinggi atau kondisi fisik seperti suhu yang sangat tinggi bagi ukuran manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Adanya gas-gas tersebut dan partikulat-partikulat dengan konsentrasi melewati ambang batas, maka udara di daerah tersebut dinyatakan sudah tercemar. Dengan menggunakan parameter konsentrasi zat pencemar dan waktu lamanya kontak antara bahan pencemar atau polutan dengan lingkungan (udara), WHO menetapkan empat tingkatan pencemaran sebagai berikut:

Pencemaran tingkat pertama; yaitu pencemaran yang tidak menimbulkan kerugian bagi manusia.

Pencemaran tingkat kedua; yaitu pencemaran yang mulai menimbulkan kerugian bagi manusia seperti terjadinya iritasi pada indra kita.

Pencemaran tingkat ketiga; yaitu pencemaran yang sudah dapat bereaksi pada faal tubuh dan menyebabkan terjadinya penyakit yang kronis.

Pencemaran tingkat keempat; yaitu pencemaran yang telah menimbulkan sakit akut dan kematian bagi manusia maupun hewan dan tumbuh-tumbuhan.

Indonesia merupakan negara di dunia yang paling banyak memiliki gunung berapi (sekitar 137 buah dan 30% masih dinyatakan aktif). Oleh sebab itu Indonesia mudah mengalami pencemaran secara alami. Selain itu adanya kebakaran hutan akibat musim kemarau panjang ataupun pembakaran hutan yang disengaja untuk memenuhi kebutuhan seperti terjadi di Kalimantan dan di Sumatera dalam tahun 1997 dan tahun 1998 menyebabkan terjadinya pencemaran yang cukup menghawatirkan, karena asap tebal hasil kebakaran tersebut menyeberang ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Asap tebal dari hasil kebakaran hutan ini sangat merugikan, baik dalam segi ekonomi, transportasi (udara, darat dan laut) dan kesehatan. Akibat asap tebal tersebut menyebabkan terhentinya alat-alat transportasi karena dikhawatirkan akan terjadi tabrakan. Selain itu asap itu merugikan kesehatan yaitu menyebabkan sakit mata, radang tenggorokan, radang paru-paru dan sakit kulit. Pencemaran udara lainnya berasal dari limbah berupa asap yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar kedaraan bermotor dan limbah asap dari industri.

Noviyanto, 2020. Lingkungan Hidup. Semarang https://www.noviyanto.com/tag/lingkungan-hidup/

 

KESIMPULAN

Kesimpulan nya adalah  pencemaran udara selain disebabkan oleh faktor alam, pencemaran udara lebih banyak disebabkan oleh manusia, misalnya dari kendaraan bermotor, kegiatan industri dan sebagainya. selain dapat membahayakan lingkungan, pencemaran udara juga dapat membahayakan kesehatan manusia. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan juga berpengaruh terhadap kualitas lingkungan sendiri, apalagi di jaman globalisasi ini pembangunana dimana mana. Termasuk pembangunan pabrik yang kalau tidak di perhatikan dapat membahayakan lingkungan. Pencemaran udara dapat memberikan dampak yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan hidup kurangnya perhatian dari pemerintah juaga memengaruhi perkembangan pencemaran yang kian hari kian meningkat.

DAFTAR PUSTAKA

Megawati, 2013. https://treasurewithinus.wordpress.com/2011/06/13/karya-tulis-ilmiah-pencemaran-udara-oleh-megawati/diakses pada tanggal 13 juni 2011

Marayoga, T. 2010. Polusi udara di Jakarta. Jakarta : Kabari Indonesia https://media.neliti.com/media/publications/129678-ID-emisi-karbon-sebagai-dasar-implementasi.pdf

Noviyanto, 2020. Lingkungan Hidup. Semarang https://www.noviyanto.com/tag/lingkungan-hidup/