.

Tampilkan postingan dengan label @R10-Aditya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @R10-Aditya. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 November 2020

PENCEMARAN UDARA

 

Aditya Vieri Saputra (@R10-Aditya)





ABSTRAK

Di zaman revolusi industri 4.0 yang bahkan akan menuju revolusi industri 5.0 ini banyak pabrik-pabrik atau home industry yang menghasilkan bukan hanya produk-produk namun juga limbah atau sisa dari bahan-bahan yang tidak dipakai. Jika tidak dipikirkan dengan baik bagaimana cara mengolah limbah-limbah tersebut maka yang akan terjadi adalah pencemaran lingkungan. Namun itu hanya beberapa faktor dari pencemaran lingkungan masih banyak faktor yang lainnya seperti asap kendaraan bermotor, pembakaran hutan, penggunaan pestisida, dan lain-lain.

keywords: pencemaran lingkungan, limbah, pengendalian produksi.


PENDAHULUAN

Udara dimana di dalamnya terkandung sejumlah oksigen, merupakan komponen esensial bagi kehidupan, baik manusia maupun makhluk hidup lainnya. Udara merupakan campuran dari gas, yang terdiri dari sekitar 78 % Nitrogen, 20 % Oksigen; 0,93 % Argon; 0,03 % Karbon Dioksida (CO2) dan sisanya terdiri dari Neon (Ne), Helium (He), Metan (CH4) dan Hidrogen (H2). Udara dikatakan normal dan dapat mendukung kehidupan manusia apabila komposisinya seperti tersebut diatas. Sedangkan apabila terjadi penambahan gas-gas lain yang menimbulkan gangguan serta perubahan komposisi tersebut, maka dikatakan udara sudah tercemar.

Akibat aktifitas perubahan manusia udara seringkali menurun kualitasnya. Perubahan kualitas ini dapat berupa perubahan sifat-sifat fisis maupun sifat-sifat kimiawi. Perubahan kimiawi, dapat berupa pengurangan maupun penambahan salah satu komponen kimia yang terkandung dalam udara, yang lazim dikenal sebagai pencemaran udara. Kualitas udara yang dipergunakan untuk kehidupan tergantung dari lingkungannya. Kemungkinan disuatu tempat dijumpai debu yang bertebaran dimana-mana dan berbahaya bagi kesehatan. Demikian juga suatu kota yang terpolusi oleh asap kendaraan bermotor atau angkutan yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan.


PERMASALAHAN

1. Apa penyebab pencemaran udara?

2. Zat apa saja yang dapat menyebabkan pencemaran udara?

3. Apa dampak pencemaran udara?

4. Bagaimana cara mengatasi pencemaran udara?



PEMBAHASAN

A. Penyebab Pencemaran Udara

Pencemaran udara dapat disebabkan oleh dua faktor, yaitu:

Faktor alam (internal), yang bersumber dari aktivitas alam

- abu yang dikeluarkan akibat letusan gunung berapi

- gas-gas vulkanik

- debu yang beterbangan di udara akibat tiupan angin

- bau yang tidak enak akibat proses pembusukan sampah organik

Faktor manusia (eksternal), yang bersumber dari hasil aktivitas manusia

- hasil pembakaran bahan-bahan fosil dari kendaraan bermotor

- bahan-bahan buangan dari kegiatan pabrik industri yang memakai zat kimia organik dan anorganik

- pemakaian zat-zat kimia yang disemprotkan ke udara

- pembakaran sampah rumah tangga

- pembakaran hutan.


B. Zat-zat Pencemaran Udara

Ada beberapa polutan yang dapat menyebabkan pencemaran udara, antara lain:

Karbon monoksida (CO)

Gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan bersifat racun. Dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna bahan bakar fosil, misalnya gas buangan kendaraan bermotor.

Nitrogen dioksida (NO2)

Gas yang paling beracun. Dihasilkan dari pembakaran batu bara di pabrik, pembangkit energi listrik dan knalpot kendaraan bermotor.

Sulfur dioksida (SO2)

Gas yang berbau tajam, tidak berwarna dan tidak bersifat korosi. Dihasilkan dari pembakaran bahan bakar yang mengandung sulfur terutama batubara. Batubara ini biasanya digunakan sebagai bahan bakar pabrik dan pembangkit tenaga listrik.

Partikulat (asap atau jelaga)

Polutan udara yang paling jelas terlihat dan paling berbahaya. Dihasilkan dari cerobong pabrik berupa asap hitam tebal.

Hidrokarbon (HC)

Uap bensin yang tidak terbakar. Dihasilkan dari pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna.

Chlorofluorocarbon (CFC)

Gas yang dapat menyebabkan menipisnya lapisan ozon yang ada di atmosfer bumi. Dihasilkan dari berbagai alat rumah tangga seperti kulkas, AC, alat pemadam kebakaran, pelarut, pestisida, alat penyemprot (aerosol) pada parfum dan hair spray.

Timbal (Pb)

Logam berat yang digunakan manusia untuk meningkatkan pembakaran pada kendaraan bermotor. Hasil pembakaran tersebut menghasilkan timbal oksida yang berbentuk debu atau partikulat yang dapat terhirup oleh manusia.


karbon dioksida (CO2)

Gas yang dihasilkan dari pembakaran sempurna bahan bakar kendaraan bermotor dan pabrik serta gas hasil kebakaran hutan.


C. Dampak Pencemaran Udara

Dampak kesehatan

Substansi pencemar yang terdapat di udara dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan. Sehingga dampak kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISNA (infeksi saluran napas atas), termasuk di antaranya, asma, bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya. Beberapa zat pencemar dikategorikan sebagai toksik dan karsinogenik.

Dampak terhadap tanaman

Tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain klorosis, nekrosis, dan bintik hitam. Partikulat yang terdeposisi di permukaan tanaman dapat menghambat proses fotosintesis.

Hujan asam

PH biasa air hujan adalah 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam dan menurunkan pH air hujan. Dampak dari hujan asam ini antara lain:

Mempengaruhi kualitas air permukaan

Merusak tanaman

Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga memengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan

Bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan

Efek rumah kaca

Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan N2O di lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Akibatnya panas terperangkap dalam lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena pemanasan global. Dampak dari pemanasan global adalah:

Pencairan es di kutub

Perubahan iklim regional dan global

Perubahan siklus hidup flora dan fauna

Kerusakan lapisan ozon

Lapisan ozon yang berada di stratosfer (ketinggian 20-35 km) merupakan pelindung alami bumi yang berfungsi memfilter radiasi ultraviolet B dari matahari. Pembentukan dan penguraian molekul-molekul ozon (O3) terjadi secara alami di stratosfer. Emisi CFC yang mencapai stratosfer dan bersifat sangat stabil menyebabkan laju penguraian molekul-molekul ozon lebih cepat dari pembentukannya, sehingga terbentuk lubang-lubang pada lapisan ozon



D. Cara Mengatasi Pencemaran Udara

Gunakan moda angkutan umum

Mendorong diri sendiri dan masyarakat untuk menggunakan moda angkutan umum akan menurunkan tingkat polusi udara.

Hemat energi

Matikan kipas angin, lampu, penyejuk udara saat anda bepergian keluar. Dengan mengurangi pemakaian listrik, berarti kita turut mengurangi penggunaaan bahan bakar fosil dan menyelamatkan udara.

Gunakan sumber energi terbarukan dan ramah lingkungan

Teknologi energi terbarukan ramah lingkungan seperti matahari, angin dan panas bumi semakin sehingga mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.

Gunakan perangkat teknologi atau listrik hemat energi

Melakukan penamanan pohon di sekitar rumah


KESIMPULAN

Udara adalah komponen yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup, terutama manusia sehingga harus selalu dijaga dari hal yang dapat menyebabkab pencemaran udara, baik karena faktor alam maupun karena ulah manusia. Pencemaran udara dapat membahayakan kesehatan manusia, kesehatan tanaman, dapat menyebabkan hujan asam, efek ruma kaca, kerusakan lapisan ozon, dan sebagainya. Sebagai manusia yang baik sudah seharusnya kita belakukan upaya-upaya untuk mengatasi pencemaran udara ini agar tidak semakin buruk.


DAFTAR PUSTAKA

https://lingkunganhidup.co/pencemaran-udara-pengertian-penyebab-dampak-solusi/

http://www.balitbang.kemhan.go.id/?q=content/dampak-dan-upaya-penanggulangan-pencemaran-udara

http://htotechno.blogspot.com/2014/06/makalah-pencemaran-udara-lengkap.html


Sabtu, 31 Oktober 2020

Industi Sabun dan Detergen

 

Industri Sabun dan Detergen



Oleh: Aditya Vieri Saputra (@R10-Aditya)

Abstrak

Sabun adalah suatu gliserida (umumnya C16 dan C18 atau karboksilat suku rendah) yang merupakan hasil reaksi antara ester (suatu derivat asam alkanoat yaitu reaksi antara asam karboksilat dengan alkanol yang merupakan senyawa aromatik dan bermuatan netral) dengan hidroksil dengan residu gliserol (1.2.3 – propanatriol). Apabila gliserol bereaksi dengan asam – asam yang jenuh (suatu olefin atau polyunsaturat) maka akan terbentuk lipida (trigliserida atau triasilgliserol).

Deterjen merupakan campuran berbagai bahan, juga terbuat dari bahan-bahan turunan minyak bumi yang digunakan untuk membantu pembersihan. Deterjen adalah garam dari sulfonat atau sulfat berantai panjang dari natrium (RSO3- Na+ dan ROSO3-Na+). Deterjen mempunyai keunggulan dalam hal tidak mengendap bersama logam dalam air (Senja 2010).

Keywords: sabun, detergen, kesehatan, pencemaran lingkungan.

Pendahuluan

Kebutuhan deterjen semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah keluarga di Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, peningkatan jumlah kepala keluarga sejak 2010 hingga 2014 mencapai 24,5% dan diperkirakan jumlah ini akan terus meningkat hingga 2017. Peningkatan ini juga dipengaruhi oleh jumlah konsumen yang semakin banyak karena pendapatan yang membaik dan juga daya beli masyarakat yang tinggi. Salah satu bahan kimia anorganik utama yang digunakan dalam industri pembuatan deterjen dan sabun cuci rumah tangga lainnya adalah trisodium fosfat (Na3PO4). Sifatnya yang dapat mempermudah pembentukan busa dan membersihkan kotoran serta mencegah kotoran melekat kembali pada permukaan yang telah dibersihkan. Indonesia sebagai negara berkembang dalam berbagai aspek juga harus meningkatkan pasokan bahan pembuatan bahan pembersih khususnya trisodium fosfat, agar dalam pemasokannya tidak selalu diimpor dari negara lain. Maka dari itu, pendirian pabrik Trisodium Fosfat di Indonesia memiliki peluang yang besar dalam berbagai aspek. Di samping dapat meningkatkan potensi industri kimia dan memenuhi kebutuhan trisodium fosfat dalam negeri, pendirian pabrik ini juga menciptakan lapangan kerja dan menghemat devisa negara.

Permasalahan

1. Apa pengaruh zat yang terkandung didalam sabun dan detergen bagi kesehatan kulit?

 2. Zat apa saja yang berbahaya bagi kesehatan?

 3. Dampak yang ditimbulkan bagi lingkungan?

 4. Hal-hal yang harus diperhatikan agar terhindar dari efek samping pada sabun dan detergen.

5. Cara mengurangi pencemaran lingkungan akibat sabun dan detergen.

Pembahasan

1. Apa pengaruh zat yang terkandung didalam sabun dan detergen bagi kesehatan kulit?

Iritasi

Stratum korneum terdiri dari lapisan sel keratinosit yang sudah mati yang memang akan mengelupas sendiri. Ketika ini terjadi, inti sel dan sitoplasma (cairan dalam sel) menjadi keras dan mengering. Nah, kandungan surfaktan dalam sabun mandi akan lantas bereaksi dengan proses tersebut, sehingga menyebabkan lapisan kulit membengkak. Pembengkakan ini sebenarnya akan membantu bahan-bahan dalam sabun mandi untuk masuk ke lapisan kulit yang lebih dalam. Namun, bila bahan-bahan ini berinteraksi dengan ujung-ujung sel saraf dan sistem kekebalan tubuh, iritasi dan rasa gatal bisa timbul.

Kulit kering dan dehidrasi

Stratum korneum mengandung lipid (sel lemak) yang fungsinya membantu kulit mempertahankan kelembapan. Diyakini, surfaktan dalam sabun mandi mampu menembus stratum korneum dan mengganggu lipid sehingga jumlah lipid menjadi semakin menurun. Jika jumlah lipid menurun, maka kelembapan pada kulit juga berkurang. Air secara alami menguap dari kulit, jika kulit sudah berkurang kelembapannya tentu akan menyebabkan kulit kering dan dehidrasi.

Mengganggu keseimbangan kadar pH kulit

Menurut Verywell.com, zat surfaktan yang terkandung pada sabun umumnya memiliki tingkat pH (juga disebut tingkat keasaman) sekitar 10, sedangkan kulit memiliki pH sekitar 5,5. Kadar pH yang berbeda tersebut dapat menyebabkan ketidakseimbangan sehingga akhirnya menyebabkan iritasi. Bahan pembersih yang baik adalah dapat menyeimbangkan kadar asam pada kulit.

Deterjen juga bertanggung jawab atas banyaknya kasus keracunan dalam rumah, karena hal yang tak disengaja. Biasanya ketidaksengajaan tersebut banyak dilakukan oleh anak-anak. Deterjen memiliki banyak jenis, pun juga banyak masalah kesehatan yang ditimbulkannya. Bahkan, efek jangka panjang dari penggunaan deterjen bisa menyebabkan kanker.

2. Zat apa saja yang berbahaya bagi kesehatan?

Bahan kimia sintetis yang harus diwaspadai:

1.      Methylparaben

2.      Sodium Lauryl Sulfate

3.      Fragrance

4.      Surfaktan

 

3. Dampak yang ditimbulkan bagi lingkungan?

Air berbusa yang dihasilkan dari deterjen, akan menghilang ke saluran pembuangan air dan akan mencemari lingkungan melalui aliran dan proses infiltrasi. Air bekas mencuci ini akan menimbulkan berbagai masalah pencemaran yang juga dapat merusak ekosistem dalam air, seperti: mencemari kualitas air tanah dengan bahan kimia, pertumbuhan ganggang atau tumbuhan air belebihan yang merusak ekosistem dalam air, hingga menipisnya oksigen dalam air yang akhirnya membunuh ikan dan organisme lainnya. Dan akan menimbulkan:

1.      Memicu eutrofikasi

Eutrofikasi adalah suatu kondisi pesatnya pertumbuhan tanaman enceng gondok dan ganggang. Jika kondisi ini dibiarkan maka permukaan sungai atau rawa akan tertutup tanaman ini. Dampak negatif akan dirasakan oleh biota air dibawahnya karena eutrofikasi menghambat sirkulasi oksigen dan sinar matahari. Lalu tumbuhnya ganggang yang pesat dapat meningkatkan unsur hara di dalamnya. Lama kelamaan bukan tidak mungkin kondisi ini dapat menyebabkan biota di dalamnya mati atau bahkan mengalami kepunahan.

2.      Menyebabkan pencemaran air

Kondisi limbah detergen yang tak terkendali akan menyebabkan pencemaran air di got-got yang mengalir ke sungai lalu bermuara di laut. Apabila debit limbah detergen semakin besar maka sangat memungkinkan terjadinya pencemaran terhadap air tanah. Padahal air tanah digunakan sebagai sumber air minum masyarakat, sehingga zat kimia berbahaya penyusun detergen secara tidak langsung akan ikut terminum. 

3.      Mengandung bahan yang sulit terurai

Salah satu zat penyusun detergen adalah alkyl benzene sulfonateAlkyl benzene sulfonate bersifat sulit terurai di alam sehingga banyak Negara yang sudah melarang penggunaan zat ini. Apabila jumlah limbah detergen terus bertambah maka kandungan alkyl benzene sulfonate juga akan semakin banyak mencemari lingkungan. Namun saat ini terdapat alternatif penggantinya yaitu linear alkyl sulfonate meskipun zat ini juga hanya mampu terurai 50 persennya saja.

4.      Mengancam ekosistem air laut

Limbah detergen yang mengalir di sungai-sungai akan berujung di laut. Sementara itu, detergen mengandung banyak sekali bahan kimia berbahaya seperti zat pewangi, pemutih, alkyl benzene sulfonatenonylphenol ethoxylates, surfaktan, dan fosfat. Semua zat kimia tersebut dapat mengancam kelangsungan hidup biota laut. 

4. Hal-hal yang harus diperhatikan agar terhindar dari efek samping pada sabun dan detergen.

Solusi dari masalah tersebut adalah sabun biodegradable. Sabun ini memiliki komponen penyusun yang bisa terurai atau dipecah secara alami oleh organisme pengurai. Meski dalam jumlah besar sabun biodegradable tetap membikin ketidakseimbangan ekosistem, namun paling tidak efeknya tak separah sabun kimia modern. Beberapa produsen sabun biodegradable saat ini juga sudah fokus memotong jejak karbon dengan meminimalisir dan mendaur ulang kemasan. Gunakan sabun dengan kandungan emolien yang dapat menjaga kelembapan kulit. Biasanya, emolion terdapat pada banyak sabun cair. Jika sabun sudah sesuai, cara dan aturan pemakaiannya juga harus benar. Misalnya, tidak menggosokkannya terlalu kuat pada kulit atau tidak menggunakan air yang terlalu panas ketika membilasnya. Anda juga tidak disarankan untuk mandi berlama-lama karena bisa membuat kulit kering. Cukup basahi badan, sabuni hingga merata, dan segera bilas bersih tubuh anda.

Melansir laman Organic Consumers Association, langkah yang dapat dilakukan untuk mengganti deterjen untuk membersihkan noda adalah dengan menggunakan bahan sederhana seperti : sabun, air, soda kue, cuka, air lemon, dan boraks untuk membersihkan noda pada pakaian ataupun peralatan rumah tangga lainnya. Namun jika masih belum bisa secara total tak menggunakan detergen, gunakanlah detergen sesedikit mungkin ketika mencuci pakaian. Selain itu, selalu gunakan sarung tangan karet untuk melindungi kulit dari iritasi dan pastikan sirkulasi udara yang baik dalam ruangan dengan membuka jendela ataupun menyalakan kipas angin ketika mencuci. Dan yang terpenting, jangan pernah mencampur 2 jenis pembersih, terutama yang mengandung amonia dan klorin atau pemutih, karena dapat menghasilkan gas beracun yang dapat menyebabkan masalah serius pada saluran pernapasan.

5. Cara mengurangi pencemaran lingkungan akibat sabun dan detergen.

Cara paling sederhana untuk menampung limbah-limbah tersebut yaitu pada suatu tempat penampung atau selokan yang pada tempat tersebut ditanami tanaman air yang dapat menyerap zat pencemar seperti: jaringao, Pontederia cordata (bunga ungu), lidi air, futoy ruas, Thypa angustifolia (bunga coklat), melati air, dan lili air. Akan tetapi cara ini sederhana karena tanaman air memiliki batas kemampuan untuk menyerap zat pengotor, selain itu juga tidak bisa menyerap lemak dan sampah dapur yang ikut terbuang. Limbah sabun atau detergen hendaknya tidak dibuang pada pembuangan septik tank, karena limbah dapat menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk pada septik tank. Selain limbah yang kita olah, dari kita sendiri pun harus tetap memperhatikan gaya hidup yang kita lakukan untuk meminimalisir limbah sabun maupun detergen yang kita hasilkan, diantaranya :

1.    Menggunakan sabun dan detergen secukupnya.

2.    Memilih selektif sabun dan detergen yang akan kita gunakan.

3.    Tidak membuang limbah sabun dan detergen sembarangan.

Kesimpulan

Sabun dan detergen sebenarnya banyak membantu kita dalam hal membersihkan sesuatu baik tubuh ataupun pakaian namun jika pada penggunaannya berlebihan atau cenderung salah maka yang akan terjadi sebaliknya yaitu bisa menimbulkan penyakit pada kulit dan mencemarkan lingkungan. Jadi pergunakanlah sabun dan detergen dengan sebaik-baiknya.

Daftar Pustaka

Widya putri, Aditya. 2019. Kali Item Berbusa, Detergen Memang Masalah bagi Lingkungan. https://tirto.id/kali-item-berbusa-detergen-memang-masalah-bagi-lingkungan-ddqH. (diakses tanggal 30/10/2020)

Neverland. 2014. makalah sabun dan detergen. http://neverlandlufi.blogspot.com/2014/02/makalah-sabun-dan-detergen.html. (diakses tanggal 30/10/2020)

Eka putri, Arshinta. 2019. Dampak Negatif Deterjen, Bisa Sebabkan Banyak Masalah Kesehatan Hingga Mencemarkan Lingkungan. https://health.grid.id/read/351819963/dampak-negatif-deterjen-bisa-sebabkan-banyak-masalah-kesehatan-hingga-mencemarkan-lingkungan?page=all. (diakses tanggal 30/10/2020)

Aprinda putri. 2017. Sebenarnya, Sabun Mandi Itu Baik Atau Justru Merusak Kulit?. https://hellosehat.com/hidup-sehat/kecantikan/sabun-dan-cara-kerjanya/#gref. (diakses tanggal 30/10/2020)

Minggu, 11 Oktober 2020

fungsi terapan ilmu kimia

 

Peran Kimia dalam Kehidupan.

Penulis: Aditya Vieri Saputra

R-10 Aditya

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, dan tidak lupa kami haturkan sholawat serta salam kepada junjungan nabi kita yakni nabi Muhammad SAW. Dan saya ucapkan terima kasih kepada dosen kimia dan pengetahuan lingkungan industri yaitu bapak Ir. Atep Afia Hidayat, Mp. yang telah mengajari kami mata kuliah ini, sehingga saya bisa menyelesaikan artikel ini.

Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan kita bersama sekian dan terima kasih.

Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

 

Fungsi terapan ilmu kimia

Pendahuluan.

 

Latar belakang; Kimia berasal dari kata alkimia yakni sebuatan untuk aktivitas atau praktik pada masa silam yang meliputi unsur-unsur kimia, metalurgi, filsafat, astrologi, ilmu mistik dan ilmu pengobatan, secara umum kimia adalah cabang dari ilmu fisik yang mempelajari tentang susunan, struktur, sifat dan perubahan yang terjadi pada materi. Seiring berjalannya waktu topik ini melebar kepada pembahasan seperti sifat-sifat atom, ikatan atom, molekul hingga senyawa dengan spesifikasi ikatan tertentu, interaksi zat- zat melalui gaya- gaya tertentu baik intra mapun inter-molekul, dan interaksi zat melalui reaksi-reaksi kimia sehingga menghasilkan produk reaksi yang beraneka macam jenisnya. Ketika mengatakan kimia masih banyak orang yang mengaitkan hanya dengan bom dan hal yang berbahaya. Pada kenyataannya kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari kimia dan perannya sangat penting dari kita membuka mata sampai menutup mata.

Permasalahan.

 

1. Manfaat ilmu kimia pada kehidupan sehari- hari.

2. Mengapa banyak masyarakat yang hanya mengaitkan kimia dengan hal- hal yang berbahaya?

Pembahasan.

 

1. Manfaat ilmu kimia pada kehidupan sehari- hari.

a. Bidang Kesehatan

·         Pembuatan obat- obatan yang menemukan cara interaksi antara obat dengan penyakit yang diderita.

·         Membuat makanan atau minuman yang kaya akan nutrisi, vitamin, protein, dan masih banyak lagi.

    b. Bidang Pertanian

§  Memberikan informasi isi kandungan tanah terkait dengan kesuburan tanah tersebut agar para petani dapat mengetahui tanaman atau tumbuhan yang tepat untuk ditanami.

§  Pembuatan pupuk, pestisida, dan insektisida

     c. Bidang Geologi

v  Membantu proses penelitian unsur- unsur yang menyusun mineral dan tahap pendahuluan untuk eksplorasi.

v  Memahami serta mengerti temuan para peneliti tentang bebatuan atau benda-benda alam.

     d. Bidang Biologi

Ø  Diperlukannya pengetahuan tentang struktur dan sifat senyawa yang terlibat dalam proses-proses tersebut, seperti karbohidrat, protein, vitamin, enzim, lemak, dan asam nukleat.

 

 

2. Mengapa banyak masyarakat yang hanya mengaitkan kimia dengan hal- hal yang berbahaya?

Kata bahan kimia bisa dimengerti sebagai sinonim dari materi; bahan kimia adalah segala sesuatu yang memiliki massa. Ini termasuk zat-zat dalam kehidupan sehari-sehari seperti air, kafein, dan gula. Zat- zat dan molekul- molekul yang ada ditabel periodik pun juga bahan- bahan kimia, namun banyak produsen baik dalam aspek makanan atau jenis barang lainnya yang menggunakan kata” barang ini bebas dari bahan kimia” dari kata- kata tersebut masyarakat akan menjadi berpikiran bahwa bahan kimia merupakan zat yang berbahaya.

Dan terkadang masyarakat pun salah menafsirkan nama- nama dari bahan kimia, karena sesungguhnya nama tersebut tidak ada kaitannya dengan bagaimana bahayanya zat tersebut. Jika seseorang ingin membuat atau menemukan bahan- bahan kimia yang baru maka mereka harus mengubah bentuk bahan kimia yang ada. Seseorang itu selalu menggunakan bahan-bahan sumber secara natural sebagai material awal untuk molekul baru namun eksperimen mereka pun terkadang gagal atau kurang telitinya sehingga zat yang dicampurkan dosisnya terlalu banyak sehingga terjadinya ledakan atau kecelakaan ringan dalam bekerja.

Jadi berbahayanya bahan kimia itu tergantung dari dosis atau takarannya, karena didalam apel pun terdapat sianida namun dalam dosis yang sedikit, pada saat membakar atau menggoreng sesuatu pun jika terdapat sedikit gosong itu tidak akan membuat anda kanker, namun jika anda langsung meminum satu gallon air atau minum kopi espresso enam liter itu yang akan berbahaya. Produk- produk sintetis yang dibuat dilaboratorium tidak selalu lebih atau kurang berbahaya dibanding bahan kimia yang ditemukan dialam karena dialam pun banyak tumbuhan yang berbahaya jika dikonsumsi.

 Kesimpulan



          

Semua ilmu kimia atau bahan kimia dapat dimanfaatkan didalam kehidupan sehari- hari jika pengolahannya tepat dan sesuai maka hasilnya pun akan bermanfaat, namun sebaliknya jika dalam pengolahannya tidak tepat dan sesuai malah akan menjadi berbahaya bagi diri sendiri ataupun orang lain.

 

Daftar Pustaka

Alexandra Gellé. 2018. What does a chemical do? Addressing misconceptions about chemistry. diterjemahkan dari bahasa Inggris oleh Ahmad Nurhasim.

Catatan Bahtiar. 2016. Manfaat Ilmu Kimia Untuk Kehidupan.

Febiyanto. 2017. Sejarah Kimia Bagian 1: Asal Muasal Kimia?

Wikipedia. 2020. Sejarah kimia