.

Tampilkan postingan dengan label @M16-ALFINO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @M16-ALFINO. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Agustus 2019

Pencemaran Tanah terhadap kesehatan











Abstract
Tanah merupakan bagian penting dalam mennunjang kehidupan mahluk hidup di muka bumi.sepertikita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan .Manusia ,hewanhidup dari tumbuhan.Memang ada tumbuhan dan hewan yang hidup di laut.tetapi sebagian besar yang kita makan berasal dari daratan /permukaan tanah.,ketika bahan beracuntelah mencemari permukaan tanah,maka dia akan menguap dan terbawa angina menjadi air hujan dan masuk kedalam tamah, Zat yang beracun di dalam tanah dapat berdampak ke tubuh manusia dan lingkungan sekitar.
Pendahuluan
Pertumbuhan jumlah penduduk serta peningkatan jumlah pembangunan yang mengakibatkan terjadinya pergeseran pola penggunaan lahan di Indonesia. Sering dinjumpai pola penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan kaidah dan penataan Ruang dan kemampuan sertakesesuaian lahan,serta timbul kritis, sehingga hilang pertanian yang subur, dan terjadinya pencemaran Tanah
Pembahasan
Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan mengubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida; masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan; kecelakaan kendaraaan pengangkut minyak, zat kimia atau limbah; air limbah dari tempat penimbunan sampah, serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping).
Ketika suatu zat berbahaya/beracun telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya.
Paparan kronis (terus-menerus) terhadap benzena pada konsentrasi tertentu dapat meningkatkan kemungkinan terkena  leukemia

Pada kesehatan

Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan tergantung pada tipe polutan, jalur masuk ke dalam tubuh dan kerentanan populasi yang terkena. Kromium, berbagai macam pestisida dan herbisida merupakan bahan karsinogenik untuk semua populasi. Timbal sangat berbahaya pada anak-anak karena dapat menyebabkan kerusakan otak dan kerusakan ginjal pada seluruh populasi. Merkuri (air raksa) dan siklodiena dikenal dapat menyebabkan kerusakan ginjal, bahkan beberapa bahkan tidak dapat diobati. PCB dan siklodiena terkait pada keracunan hati. Organofosfat dan karmabat dapat dapat menyebabkan ganguan pada saraf otot. Berbagai pelarut yang mengandung klorin merangsang perubahan pada hati dan ginjal serta penurunan sistem saraf pusat. Terdapat beberapa macam dampak kesehatan yang tampak seperti sakit kepala, pusing, letih, iritasi mata, dan ruam kulit untuk paparan bahan kimia yang disebut di atas. Yang jelas, pada dosis yang besar, pencemaran tanah dapat menyebabkan kematian.
Pencemaran tanah juga dapat memberikan dampak terhadap ekosistem[1]. Perubahan kimiawi tanah yang radikal dapat timbul dari adanya bahan kimia beracun atau berbahaya bahkan pada dosis yang rendah sekalipun. Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan metabolisme dari mikroorganisme endemik dan antropoda yang hidup di lingkungan tanah tersebut. Akibatnya, dapat memusnahkan beberapa spesies primer dari rantai makanan yang dapat memberi akibat yang besar terhadap predator atau tingkatan lain dari rantai makanan tersebut. Bahkan jika efek kimia pada bentuk kehidupan terbawah tersebut rendah, bagian bawah piramida makanan dapat menelan bahan kimia asing yang lama-kelamaan akan terkonsentrasi pada makhluk-makhluk penghuni piramida atas. Banyak dari efek-efek ini terlihat pada saat ini, seperti konsentrasi DDT pada burung yang menyebabkan rapuhnya cangkang telur, meningkatnya tingkat kematian anakan dan kemungkinan hilangnya spesies tersebut.
Dampak pada pertanian terutama perubahan metabolisme tanaman yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan hasil pertanian. Hal ini dapat menyebabkan dampak lanjutan pada konservasi tanaman di mana tanaman tidak mampu menahan lapisan tanah dari erosi. Beberapa bahan pencemar ini memiliki waktu paruh yang panjang dan pada kasus lain bahan-bahan kimia derivatif akan terbentuk dari bahan pencemar tanah utama.

Kesimpulan dan saran
Pencemaran adalah masuk atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan/ atau komponen lain ke dalam air atau udara. Pencemaran juga bisa berarti berubahnya tatanan (komposisi) air atau udara oleh kegiatan manusia dan proses alam, sehingga kualitas air/ udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya.[1].
Untuk mencegah terjadinya pencemaran terhadap lingkungan oleh berbagai aktivitas industri dan aktivitas manusia, maka diperlukan pengendalian terhadap pencemaran lingkungan dengan menetapkan baku mutu lingkungan.
Pencemaran terhadap lingkungan dapat terjadi di mana saja dengan laju yang sangat cepat, dan beban pencemaran yang semakin berat akibat limbah industri dari berbagai bahan kimia termasuk logam berat.

Dafrat pustaka
- Wardhana, W.A., 1995.Dampak pencemaran lingkungan, Andi OFFset yogyakerta, Jakarta


Pencemaran Limbah Pabrik

Pencemaran Limbah Pabrik


Pencemaran, barangkali kita sudah terlampau akrab dengan kata iru di telaingan kita. Terlebih akhir- akhir ini, di saat zaman mulai modern, industri dimana- mana dan mesin- mesin canggih meraja lela. Pencemaran akrab di telinga kita, terlebih kita tinggal di Indonesia. Pencemaran sendiri diartikan sebagai masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan/ atau komponen lain ke dalam air maupun ke dalam udara. Dalam arti lain, pencemaran juga merupakan pengertian dari berubahnya tatanan atau komposisi air atau udara oleh kegiatan manusia dan juga proses alam, sehingga kualiatas air (baca: ciri- ciri air tanah artesis) atau udara (baca: ciri- ciri udara yang bersih dan sehat) tersebut menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan pembentukannya. Itulah garis besar arti dari pencemaran.
Dari definisi pengertian yang telah disampaikan di atas, kita mengetahui bahwasannya pencemaran ini merupakan keadaan yang sungguh tidak baik atau keadaan yang jelas sangat merugikan. Pencemaran membuat materi yang dicampurinya baik air (baca: pencemaran air), udara (baca: polusi udara) maupun tanah (baca: pencemaran tanah) menjadi tidak berfungsi dengan semestinya.
Pengertian Limbah Pabrik
Kita telah mengetahui arti atau makna dari pencemaran yang pada intinya adalah dimasukkannya sesuatu yang dapat menyebabkan materi awalnya menjadi berkeadaan tidak baik dan menyimpang dari fungsi yang sebenarnya. Sementara itu sesuatu yang dapat menyebabkan pencemaran ini sangat beragam (baca: dampak pencemaran air), yakni bisa berupa makhluk hidup, zat, energi maupun komponen- komponen lain. Sesuatu yang menyebabkan pencemaran ini biasanya disebut dengan limbah. Limbah ini dapat kita temukan dalam keseharian kita. bahkan apa saja aktivitas manusia, sangat berpotensi menghasilkan limbah.
Limbah sendiri dibagi menjadi beberapa macam, diantaranya adalah limbah rumah tangga dan juga limbah industri atau limnah pabrik.  Seperti halnya namanya, limbah rumah tangga merupakan limbah yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga manusia sehari- hari. Beberapa aktivitas manusia yang menghasilkan limbah antara lain adalah mencuci, baik piring maupun pakaian dan memasak. Sementara yang dimaksud limbah pabrik adalah segala barang usang dari pabrik yang sudah tidak dipakai lagi yang berbentuk padat, cair maupun gas. Tentu saja limbah- limbah ini dihasilkan dari proses industrialisasi yang dilakukan oleh pabrik.
Pencemaran Limbah Pabrik
Kita sudah mengatahui pengertian dari pencemaran dan juga limbah pabrik. Dengan demikian kita bisa mengetahui dari penggabungan pengertian kata- kata di atas bahwasannya pencemaran limbah pabrik merupakan pencemaran yang disebabkan karena adanya limbah pabrik dari hasil industrialisasi. Limbah pabrik ini bisa saja berbentuk cair, padat maupun gas. Dan pencemaran ini juga bisa menyerang air, udara maupun tanah. Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai pencemaran yang disebabkan oleh limbah pabrik atau limbah insustri.
Macam- macam Limbah Pabrik atau Industri
Industri merupakan salah satu bidang perekonomian yang menjanjikan dalam kesuksesan. Bahkan salah satu tolok ukur suatu negara dikatakan maju adalah apabila mata pencaharaian penduduknya yang semula di bidang pertanian dapat beralih ke bidang industri. Industri di dunia pun ada banyak sekali macamnya, ada industri makanan, industri tekstil, industri pembuatan elektronik, industri pembuatan alat transportasi, hingga pembuatan alat- alat berat.
Industri yang ada pun bisa berskala kecil, menengah maupun berskala besar. Masing- masing skala industri tersebut mempunyai limbahnya masing- masing. Dengan demikian limbah pabrik atau industri ini ada bermacam- macam. Macam- macam limbah industri atau limbah pabrik (baca: sistem pengolahan limbah cair industri) adalah sebagai berikut:
1.     Limbah cair
Jenis limbah pabrik yang pertama adalah limbah pabrik yang berbentuk cair. Limbah pabrik cair merupakan sisa- sisa produksi dari pabrik yang bentuknya cair. Biasanya limbah pabrik cair ini akan dibuang langsung ke saluran air seperti selokan, kali bahkan lautan. Limbah cair ini sifatnya ada yang berbahaya dan ada pula yang dapat dinetralisir secara cepat.
Limbah pabrik yang berbahaya yang dibuang langsung ke saluran seperti kali, laut (baca: macam-macam laut), maupun selokan tanpa dinetralisir terlebih dahulu pada akhirnya akan mencemari saluran- saluran tersebut sehingga akan menyebabkan ekosistem air menjadi rusak, bahkan banyak makhluk hidup yang akan mati dibuatnya. Contoh limbah cair dari pabrik ini antara lain adalah sisa pewarna pakaian cair, sisa pengawet cair, limbah tempe, limbah tahu, kandungan besi pada air, kebocoran minyak di laut, serta sisa- sisa bahan kimia lainnya.
2.     Limbah padat
Selain limbah cair, jenis limbah pabrik selanjutnya adalah limbah padat. Limbah padat merupakan buangan dari hasil- hasil industri yang tidak terpakai lagi yang berbentuk padatan, lumpur maupun bubur yang berasal dari suatu proses pengolahan, ataupun sampah yang dihasilkan dari kegiatan- kegiatan industri, serta dari tempat- tempat umum. Limbah padat seperti ini apabila dibuang di dalam air pastinya akan mencemari air tersebut dan dapat menyebabkan makhluk hidup yang tinggal di dalamnya akan mati.
Sementara apabila dibuang di wilayah daratan tanpa adanya proses pengolahan, maka akan mencemari tanah (baca: jenis-jenis tanah) di wilayah tersebut. Beberapa contoh dari limbah pabrik padat antara lain adalah plastik, kantong, sisa pakaian, sampah kertas, kabel, listrik, bubur- bubur sisa semen, lumpur- lumpur sisa industri, dan lain sebagainya.
3.     Limbah gas
Selain limbah cair dan limbah padat, ada pula jenis limbah pabrik lainnya yakni limbah gas. Limbah gas merupakan limbah yang disebabkan oleh sumber alami maupun sebagai hasil aktivitas manusia yang berbentuk molekul- molekul gas dan pada umumnya memberikan dampak yang buruk bagi kehidupan makhluk hidup yang ada di Bumi. Limbah gas ini tentu saja berbentuk gas. Oleh karena bentuknya gas, maka limbah pabrik gas ini biasanya mencemari udara (baca: pengertian pencemaran udara). Beberapa contoh limbah gas ini antara lain adalah kebocoran gas, pembakaran  pabrik, asap pabrik sisa produksi dan lain sebagainya.
Itulah beberapa macam limbah yang dapat dihasilkan dari aktivitas industri. Limbah- limbah pabrik tersebut dapat mencemari tanah, air maupun udara yang pada akhirnya akan mencemari lingkungan (baca: fungsi lingkungan) yang menjadi tempat tinggal makhluk hidup. Padahal kita telah mengetahui bahwasannya pencemaran merupakan hal yang tidak baik dan dapat menyebabkan banyak dampak buruk.
Dampak Pencemaran Limbah Pabrik
Pencemaran merupakan peristiwa yang dapat merugikan makhluk hidup. Ada banyak sekali dampak yang dapat ditimbulkan dari pencemaran limbah pabrik ini. Dampak- dampak yang ditimbulkan ini tentu saja merupakan dampak yang buruk (baca: dampak pencemaran lingkungan). Adapun dampak- dampak yang dapat muncul sebab adanya pencemaran limbah pabrik ini antara lain adalah sebagai berikut:
1.     Dampak bagi kesehatan
Dampak kesehatan yang ditimbulkan dari limbah pabrik ini antara lain adalah sebagai berikut:
·         Menyebabkan adanya sampah beracun.
·         Timbul penyakit yang menular dari rantai makanan
·         Timbulnya penyakit jamur.
·         Menyebabkan penyakit kolera, diare, dan tifus.
·         Timbul sampah yang dapat menimbulkan penyakit yang berhubungan dengan tikus.
·         Timbul sampah yang akan menjadi tempat perkembangbiakan lalat sehingga mudah menularkan infeksi.
2. Dampak bagi lingkungan
Selain akan berdampak pada kesehatan, adanya limbah pabrik ini juga dapat menyebabkan dampak buruk bagi lingkungan. Adapun beberapa dampak negatif yang disebabkan oleh limbah pabrik bagi lingkungan antara lain adalah sebagai berikut:
·         Menurunnya kualitas lingkungan
·         Menurunnya estetika atau nilai keindahan lingkungan
·         Terhambatnya pengembangan negara
·         Membuat lingkungan kurang nyaman untuk ditempati
·         Membuat makhluk hidup yang terkena pencemaran menjadi musnah atau mati.
Itulah beberapa dampak negatif yang dapat timbul akibat adanya pencemaran yang dilakukan oleh industri pabrik bagi lingkungan. Maka dari itulah bagi masyarakat yang bertempat tinggal di daerah yang merupakan daerah industri maka hal mengenai limbah ini harus selalu diwaspadai agar tidak merusak lingkungan.
Demikianlah dampak- dampak yang bisa ditimbulkan oleh adanya pencemaran oleh limbah pabrik. Dampak negatif tersebut akan selalu terasa apabila tidak diusahakan untuk mengolah limbah secara baik dan benar. Maka dari itulah perlu adanya upaya- upaya tertentu agar limbah yang dihasilkan dapat dinetralisir agar tidak membahayakan, dan apabila sudah terlanjur  tercemar maka harus diupayakan untuk mengatasi pencemaran- pencemaran tersebut.
Upaya Mengatasi Pencemaran Limbah Pabrik
Pencemaran yang terjadi di lingkungan yang diakibatkan oleh limbah pabrik akan menjadi persoalan yang serius apabila tidak mendapatkan perhatian dengan baik. Pencemaran limbah pabrik akan menyababkan dampak- dampak negatif yang sangat merugikan lingkungan dan juga makhluk hidup. Dengan demikian perlu diadakan upaya- upaya agar dapat mengatasi pencemaran yang terjadi (baca: pengolahan limbah rumah tangga). Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi pencemaran yang diakibatkan limbah pabrik antara lain adalah sebagai berikut:
1.     Mengupayakan pengelolahan limbah sebaik mungkin
Limbah yang dihasilkan dari proses produksi pabrik merupakan limbah yang berbahaya, karena sebagain pabrik menggunakan bahan- bahan kimia dalam operasional produksi pabrik mereka. Maka dari itulah harus diupayakan langkah- langkah untuk membuat limbah menjadi ramah lingkungan dan tidak mengandung zat- zat yang berbahaya. setelah limbah- limbah yang dihasilkan ini menjadi ramah lingkungan, maka membuangnya langsung ke lingkungan tidak akan menyebabkan pencemaran.
Contoh yang paling banyak adalah ketika limbah pabrik berupa limbah cair maupun limbah gas. Setelah limbah cair dan gas ini diolah sedemikian rupa, maka bisa dilepas ke alam (misal ke laut dan juga angkasa). Dan pembuangan limbah tersebut secara langsung di lingkungan tidak akan menyebabkan pencemaran air dan juga pencemaran udara.
2.     Tidak membuang limbah cair langsung ke sumber air
Cara bijak yang lainnya adalah tidak membuang limbah pabrik yang cair ke dalam sumber air (baca: proses terjadinya mata air) secara langsung, terlebih tanpa adanya penyaringan dan pengolahan terlebih dahulu. Limbah cair yang langsung berasal dari pabrik, tanpa diolah biasanya akan menyebabkan lingkungan menjadi tercemar. Hal ini karena belum adanya pemisahan antara zat yang berbahaya maupun tidak.
Apabila limbah segar seperti ini langsung di buang ke sungai (baca: manfaat sungai) maupun laut maka akan menyebabkan ekosistem laut dan ekosistem sungai menjadi rusak dan tercemar. Hal ini papsti akan berdampak pada matinya banyak makhluk hidup yang menghuni sumber air tersebut.
3.     Mengubur limbah- limbah yang bersifat organik
Untuk limbah pabrik padat, maka perlu adanya tindakan yang berbeda antara limbah- limbah organik dan non organik. Limbah- limbah yang bersifat organik bisa dikubur karena limbah tersebut dapat terurai dengan abik apabila dikubur di dalam tanah (baca: jenis-jenis tanah). Dengan mengubur limbah- limbah organik maka kita hanya mengatasi keberadaan limbah organik saja, namun juga kita akan mendapatkan tanah yang lebih subur dan dapat digunakan untuk berbagai kepentingan tertentu yang pastinya akan bermanfaat.
4.     Menggunakan kembali limbah- limbah pabrik yang masih bisa didaur ulang
Selain limbah- limbah organik, ternyata limbah anorganik juga mempunyai penanganannya sendiri. limbah pabrik anorganik yang sulit untuk diurai secara alami maka dapat dipilah- pilah. Dan limbah yang bersifat anorganik ini dapat kita daur ulang untuk menjadi sesuatu yang baru. Limbah anorganik yang masih bisa untuk didaur ulang sebaiknya kita daur ulang saja. Disamping kita membantu menangani persoalan limbah padat pabrik, kita juga dapat menghamat bahan baku.
5.     Menanam banyak pepohonan
Cara bijaksana yang selannjutnya adalah menanam banyak pohon di sekitar pabrik. Hal ini lebih mengarah ke limbah gas. Limbah pabrik yang bersifat gas biasanya dibuang melalui cerobong asap dan selanjutnya akan mencemari udara. Udara yang tercemar ini akan menyebabkan penipisan pada lapisan ozon pada akhirnya apabila tidak ditangani dengan baik. Maka dari itulah, kita dianjurkan untuk menanam pepohonan untuk dapat menetralisir udara yang telah tercemar tersebut agar tidak terlalu berbahaya.
Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menangani pencemaran dari Limbah pabrik tersebut. Sebagai manusia yang mengelola Bumi, maka kita harus memeperhatikannya dan mengupayakan usaha- usaha yang baik agar dapat menyelamatkan lingkungan.
Daftar pustaka
https://www.google.com/search?q=pencemaran+lingkungan+industri&oq=pencemara&aqs=chrome.0.69i59j0j69i57j69i60l3.5815j0j7&sourceid=chrome&ie=UTF-8

Sabtu, 24 Agustus 2019

MASALAH LINGKUNGAN HIDUP









PENCEMARAN UDARA
Pencemaran udara adalah karena adanya satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.
Penyebab dan dampak pencemaran udara yang paling utama selalu terkait dengan manusia. Manusia menjadi penyebab utama dan terbesar terjadinya pencemaran udara. Pun manusia pula yang merasakan dampak terburuk dari terjadinya pencemaran udara.
Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global.

1.Industri atau pabrik

Di era modern ini banyak sekali pabrik atau industri yang berdiri di setiap sudut kota. Cerobong – cerobong asap pabrik berdiri kokoh mengepulkan asap sisa pembakaran setiap harinya. Beberapa industri menghasilkan polutan yang sangat berbahaya, diantaranya adalah industi pembuatan plastik, semen, alumunium, baja dan industri kimia sejenisnya. Karbon monoksida, Hidokarbon dan senyawa organik merupakan polutan yang biasa dihasilkan oleh pabrik yang akan mempercepat proses terjadinya efek rumah kaca.

2.Lalu lintas

Di era modern ini kendaraan merupakan kebutuhan yang penting untuk kegiatan sehari-hari kita. Jika dahulu banyak orang yang masih menggunakan transportasi umum untuk berpergian maka kini sebagian besar orang memilih untuk membeli kendaraan sendiri seperti mobil dan motor. Dari tahun ke tahun jumlah kendaraan di Indonesia pun semakin meningkat sehingga menimbulkan kemacetan di jalan raya seperti yang terjadi di Jakarta dan kota besar lainnya. Tidak hanya berdampak pada kemacetan namun kendaraan bermesin yang semakin banyak juga dapat menyebabkan terjadinya peningkatan polusi udara. Kendaraan bermesin biasanya menggunakan bahan bakar diesel atau bensin untuk menghasilkan energi agar kendaraan dapat beroperasi.

Secara teori dalam minyak bumi yang digunakan sebagai bahan bakar tersebut mengandung senyawa hidrokarbon yang kemudian dibakar menghasilkan senyawa karbondioksida dan air. Namun pada kenyataannya mesin tidak dapat membakar hidrokarbon hingga bersih sehingga kenalpot kendaraan mengeluarkan zat-zat berbahaya yang menyebabkan pencemaran udara lebih parah. Hasil pembakaran tidak sempurna tersebut menghasilkan senyawa Carbon monoksida (CO) yang merupakan gas beracun, Nitrogen oksida dan senyawa organik volatil (VOC).  Zat – zat tersebut merupakan penyebab pencemaran udara yang berbahaya sehingga udara menjadi berkabut coklat, biru atau hitam dan membentuk ozon. Ozon ini sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat menganggu pernafasan yang serius dan dalam jangka panjang dapat menimbulkan berbagai penyakit yang lebih akut.

3.Letusan gunung berapi

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak gunung berapi sehingga tidak menutup kemungkinan terjadi bencana alam letusan gunung berapi. Salah satunya adalah letusan gunung kelud yang terjadi pada tahun lalu. Letusan gunung kelud tersebut merupakan salah satu letusan gunung berapi yang memberikan dampak letusan gunung berapi menjadi pencemaran udara, banyak abu vulkanik yang bertaburan dimana-mana. Dalam abu vulkanik tersebut diketahui mengandung logam seperti timah, tembaga, seng, krom besi dan silika. Gas dan abu vulkanik akibat letusan gunung tersebut selain menganggu aktifitas sehari – hari juga dapat menganggu kesehatan pernafasan kita.

Dampak Pencamaran Udara

Adapun dampak dari pencemaran udara dapat kita rasakan sekarang. Pencemaran udara paling tinggi ialah tentunya di wilayah industri atau dengan populasi yang padat. Tentunya kita tidak nyaman dengan udara yang kita hirup sekarang ini tidak sehat seperti sebelumnya. Sehingga penggunaan masker dapat mengurangi udara yang tercemar pada wilayah tercemar. Berikut merupakan dampak dari pencemaran udara:

1. Pemanasan global
Pemanasan global atau disebut dengan global warming merupakan suatu peristiwa dimana terjadi peningkatan terhadap suhu atmosfer bumi. Dampak yang ditimbulkan oleh perubahan suhu tentu sangat dirasakan oleh penghuni bumi sekarang ini, perubahan iklim yang ekstrim, mencairnya es di kutub tentu dapat berdampak pada kepunahan penduduk bumi jika hal ini tidak segera diatasi. Lalu apakah yang menyebabkan pemanasan global???? Tak lain tak bukan ialah gas – gas yang dihasilkan dari berbagai kegiatan organisme terutama manusia. Bermula dari revolusi industri, cebong – cerobong asap yang meuntahkan isiya ke atmosfer berdampak pada atmosfer bumi. Meningkatnya senyawa – senyawa seperti karbondioksida dan karbonmonoksida membuat semacam lapisan yang menghalangi pembuangan panas bumi ke luar atmosfer. Dengan semikian, bumi terperangkap dalam panas yang dihasilkan oleh aktivitas makhluk di dalamnya (peristiwa ini disebut dengan efek rumah kaca). Selain itu, meningkatnya CFC di atmosfer menyebabkan kerusakan pada lapisan ozon. Sinar ultraviolet yang masuk ke bumi akan difilter ratusan kali oleh lapisan ini agar energi yang masuk tidak merusak kehidupan organisme di dalamnya. CFC di atmosfer akan bereaksi dengan oksigen penyusun ozo, dengan demikian lapisan ozon menjadi rusak dan berlubang. Dengan demikian sinar ultraviolet yang masuk ke bumi sekarang ini tidak dapat difilter seperti sebelumnya.

2. Hujan asam
Hujan asam ialah hujan yang mana airnya memiliki pH yang rendah (asam). Hujan asam disebabkan oleh tingginya senyawa belerang, nitrogen, dan karbon di udara akibat aktivitas manusia atau karena proses alam. Dampak yang ditimbulkan dari hujan asam ialah pada pertumbuhan tumbuhan dan organisme. Berubahnya pH tanah dan air akibat hujan asam tentu akan menggangu pertumbuhan dan perkembangan organisme.

3. Penurunan kesehatan
Menurunnya kualitas udara tentu akan mempengaruhi kesehatan organisme berbagai penyakit bermunculan akibat dari udara yang tercemar. Seperti kita lihat pada daerah yang terkena bencana kabut asap, terjadi peningkatan penderita ispa, sesak napas, dan lainnya. Asap – asap yag dihasilkan dari berbagai pembakaran seperti industri, kendaraan bermotor, atau rokok pun berpotensi menjadi pemicu sel kanker di dalam tubuh. Kerusakan lapisan ozon akibat meningkatnya penggunaan cfc (dengan penggunaan mesin pendingin) menyebabkan radiasi ultraviolet yang dipaparkan oleh sinar matahari tidak dapat difilter. Dengan demikian, kanker kulit pun makin meningkat.

Pencegahan dan Penanggulangan

Menimbang pada penyebab pencemaran udara dan dampak yang ditimbulkannya, kita sebagai khalifah di muka bumi tentu perlu untuk melakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan pencemaran udara yang terjadi agar keberlangsungan kehidupan dimuka bumi ini dapat tetap terjaga. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah dampak pencemaran udara tersebut misalnya
>Dengan membuat jalur hijau berupa penanaman pohon-pohon di kota-kota besar  agar CO2 sebagai salah satu bahan pencemaran udara dapat terserap kembali melalui daur oksigen dan fotosintesis.

>Mengurangi penggunaan minyak bumi dan bahan bakar fosil pada industri, pembangkit listrik, dan rumah tangga untuk mengurangi jumlah limbah udara yang terlepas ke atmosfer.

>Memanfaatkan energi alternatif yang ramah lingkungan, seperti biogas, energi surya, atau energi panas bumi.

>Melakukan pengawasan lebih ketat di wilayah hutan yang rawan terbakar.

>Melarang warga membakar hutan saat melakukan land clearing lahan pertani
an.

>Tidak melakukan percobaan nuklir secara masif untuk mengurangi pencemaran radioaktif.

Daftar Pustaka
1.Mukono. 2006. Prinsip dasar Kesehatan Lingkungan Edisi Kedua, Surabaya : Airlangga University Press.
2.Sunu, Pramudya. 2011. Melindungi Lingkungan ISO 14001, Jakarta : PT Grasindo

SUMBER ENERGI DARI EMAS HITAM (Minyak Bumi)

SUMBER ENERGI DARI EMAS HITAM (Minyak Bumi)


                                    @M16-ALFINO 41617120044











Minyak Bumi dan Barang Produk Turunannya  ;                                 

Energi dari pembakaran terutama dengan menggunakan bahan bakar fosil,bisa berupa batu bara, minyak bumi dan gas alam.dalam hal ini ketiga hal tersebut mengalami masa pembentukan selama ratusan juta tahun, oleh sebab itu dinamakan bahan bakar fosil. Era saat bahan bakar fosil terbentuk disebut priode Karbon (Carbboniferous Periode), termasuk Era Paleozoikum. Adapun Era paleozoikum memiliki ciri :Tanda-tanda kehidupan mulai terjadi,antera lain dengan munculnya beragam mokroorganisme ,hewan kecil tanpa tulang belakang, berbagai jenis ikan ,ganggang atau herba; pada saat itu kondisi bumi belum stabil dengan kondisi iklim yang masih berubah-ubah ditandai dengan curah hujan besar.adapun Era paleozoikum terjadi kurang lebih 340 juta tahun yang lalu(periode kerbon diduga terjadi sekitar 360 sampai 286 juta tahun yang lalu).
(Indoenergi,2012)

Minyak mentah yang juga di sebut juga sebagai Emas Hitam keluar dari tanah berupa campuran kompleks hidrokarbon dengan beragam bobot molekul.Minyak mentah (crude oil) melalui pipa masuk kedalam kilang berupa cairan hitam pekat dan beraroma tidak sedap. Di dalam kilang minyak mentah dipisahkan dalam berbagai fraksi dengan beragam manfaat. Di dalam kilang terjadi proses distilasi fraksional yang memisahkan beragam senyawa dengan mengunakan perbedaan titik didih.

1)     LPG
Menurut bluegas LPG merupakan gas hasil produksi dari kilang minyak (kilang BBM) dan kilang gas, yang komponen utamanya adalah gas propane (C3H8) dan butana (C4H10), lebih kurang 99% dan selebihnya adalah gas pentane (C5H12) yang dicairkan. LGG lebih berat dari udara dengan berat jenis, sekitar 2,01 (dibandingkan dengan udara) tekanan uap LPG dalam tabung cair sekitar 5,0 - 6,2 kg/cm2.
2)     Aviator Turbine (Avtur)
Avtur merupakan bahan bakar untuk pesawat terbang yang menggunakan mesin turbin. Avtur ini sering disebut sebagai Jet-A1. Bahan bakar avtur ini terbuat dari bahan kerosin, karena terbuat dari kerosin maka karakteristik avtur ini mirip dengan kerosin dimana salah satunya adalah sama-sama memiliki rantai karbon dan senyawa hidrokarbon (parafinik dan naftenik) yang sama.Mutu dari avtur ini dinilai dari beberapa aspek seperti kemurniannya, performa pada suhu yang rendah dan model pembakaran pada turbin. Berdasarkan aspek tersebut maka avtur harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan sebelum digunakan seperti titik beku pada suhu maksimal -47 derajat Celcius dan titik nyala minimal pada suhu 38 derajat Celcius.
3)     Aviation Gasoline (Avgas)
Menurut prosesindustri.com Performa atau kualitas avgas ditentukan oleh karakteristik anti ketukan (anti knock) yang ditujukan oleh bilangan oktan (octane number). Bahan bakar ini memiliki sifat yang sangat mudah menguap serta mudah terbakar pada temperatur normal. Karena sifatnya tersebut, sehingga dalam menangani produk ini, segala prosedur dan peralatan harus mendapatkan perhatian serius, titik beku dari avgas maksimum -58°C.
4)     Kerosin
Kerosin atau minyak tanah merupakan cairan yang mudah terbakar. Kerosin ini didapat dari proses destilasi minyak bumi pada suhu 150-275 derajat Celcius dengan rentang rantai karbon antara C12-C15. Untuk mengurangi kadar pengkaratan dan kadar belerang pada kerosin ini maka kerosin ini perlu diolah lebih lanjut pada unit Merox atau Hydrotreater dan juga kualitasnya sebagai bahan bakar akan ditingkatkan di unit Hydrocracking.
5)     Bensin
Bensin atau gasoline adalah salah satu hasil olahan minyak bumi yang terkenal di masyarakat sekitar. Komponen utama yang terdapat pada bensin adalah oktana dan n-heptana. Bensin yang sering digunakan sebagai bahan kendaraan bermotor maka kualitasnya ditentukan berdasarkan karakteristik jumlah bilangan oktan. Dimana apabila semakin tinggi jumlah bilangan oktan pada bensin tersebut maka semakin tinggi pula kualitas dari bensin tersebut. Agar jumlah bilangan oktan pada bensin bertambah maka perlu dilakukan penambahan zat aditif seperti TEL (Tetra Ethyl Lead) dan MTBE (Methyl Tertiary Butyl Ether).

6)     Solar
Solar atau diesel pada umumnya digunakan sebagai bahan bakar dalam pembakaran mesin diesel, baik itu mesin kendaraan ataupun mesin industri. Solar didapat dari proses destilasi pada suhu 200-300 derajat Celcius, dimana titik nyalanya berada diantara 40-100 derajat Celcius. Solar ini tidak mudah menguap seperti LPG pada suhu yang normal, akan tetapi solar memiliki kandungan sulfur yang lebih tinggi dibandingankan dengan bensin atau kerosin.
7)     Aspal
Aspal merupakan senyawa hidrokarbon yang memiliki sifat yang kental dan melekat, umumnya berwarna coklat kehitaman dan tahan terhadap air serta mengandung sulfur, oksigen dan klor yang tinggi. Aspal merupakan hasil dari fraksi minyak bumi yang diolah menjadi 2 jenis, yaitu aspal cair dan aspal padat. Aspal ini sering digunakan untuk memperhalus jalan raya yang fungsi utamanya adalah untuk mengikat batuan agar tidak terlepas dari permukaan jalan, untuk mengisi ruang yang kosong, sebagai bahan perekat dan pelapis.
8)     Parafin
Parafin merupakan nama umum dari hidrokarbon alkan. Bentuk padat dari parafin adalah lilin parafin. Parafin ini sering digunakan diberbagai industri sebagai bahan utama seperti dalam furnitur yang menggunakan palpis berbahan dasar parafin sebagai cat dan tinta. Parafin ini juga dapat digunakan sebagai bahan dasar malam untuk membatik, selain itu parafin juga dapat digunakan sebagai bahan kecantikan. Parafin yang digunakan sebagai bahan kecantikan perlu diolah terlebih dahulu agar aman ketika digunakan, apabila tidak diolah secara khusus maka yang terjadi nantinya akan menimbulkan efek yang buruk bagi wajah.


Daftar pustaka
- Moore,2017,
- science-Resourcea,2009
- Setiadevana,2008
- Indoenergi,2012