.

Tampilkan postingan dengan label @L05-REXA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @L05-REXA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Agustus 2019

PENERAPAN GREENTECH (TEKNOLOGI HIJAU) UNTUK MASA DEPAN LEBIH BAIK


Rexa Ramadhan
Jurusan Teknik Industri Fakultan Teknik UMB
@L05 – Rexa

ABSTRAK
Saat ini perkembangan teknologi dan informasi sangatlah pesat, banyak didirikan pabrik-pabrik, perkantoran, dan Gedung-gedung guna memenuhi kebutuhan umat manusia yang semakin meningkat. Namun dampak negative yang disebabkan oleh perkembangan itu ialah banyak nya aktifitas industry dan perkantoran yang memakan banyak energi dan menghasilkan limbah.
Kesadaran akan perlunya teknologi yang lebih ramah lingkungan makin meluas. Teknologi yang boros energi terutama sumber energi fosil, kalua tetap dipertahankan berpotensi besar mengancam kerusakan permanen kondisi planet bumi, sekaligus membahayakan kehidupan umat manusia.
Saat ini telah hadir yang Namanya Greentech atau yang dikenal dengan teknologi hijau. Yakni bertujuan untuk mengurangi dampak-dampak negative yang dihasilkan oleh aktifitas industry dan perkantoran, dan juga untuk menjaga iklim dunia dengan cara mendirikan green building, mengoptimalkan aktifitas industry, mengolah limbah dengan teknologi supaya tidak memberikan dampak negative bagi lingkungan, dll.
Kata Kunci: Greentech, Iklim, Teknologi, Limbah, Energi.
PERMASALAHAN
Saat ini telah kita rasakan bersama kondisi bumi yang semakin panas karena disebabkan oleh global warming. Hal ini disebabkan oleh aktifitas manusia yang semakin berkembang dan juga memiliki kebutuhan yang semakin meningkat. Dengan begitu kebutuhan energi dan bahan bakar pun semakin meningkat. Namun pengolahan energi dan bahan bakar masih banyak yang menggunakan metode lama dan belum beralih ke metode Greentech. Yang menyebabkan banyak nya pencemaran udara, air, dan tanah yang disebabkan oleh industry.
PEMBAHASAN
Teknologi pelestarian sumber air (Bio-park) merupakan salah satu teknologi hijau yang digunakan untuk memperbaiki kualitas sumber-seumber air yang tercemar seperti air saluran, sungai dan danau. Proses reduksi bahan-bahan pencemar dalam bio-park terjadi melalui siklus rantai makanan dalam ekosistem akuatik dan ekoteknologi. Di Jepang, teknologi bio-park diterapkan untuk memperbaiki kualitas air danau. (Top Ecology, 2008)
 Teknologi bio-park merupakan upaya adaptasi dan mitigasi dampak pemanasan global yang karakteristik sbb:
1.       Menanam vegetasi.
2.       Memperbaiki kualitas air yang tercemar secara efisien tanpa bahan kimia.
3.       Memanfaatkan lumpur sebagai pupuk organic.
4.       Tidak menghasilkan libah kimiawi.
5.       Bio-park adalah “Zero Emission System”

PENUTUP
Kesimpulan
Perubahan iklim yang diakibatkan pemanasan global telah dirasakan dampaknya dalam kehidupan manusia. Apabila tidak dilakukan upaya pencegahan, dampak pemanasan global di masa yang akan dating merupakan ancaman yang sangat serius bagi kehidupan semua makhluk di bumi.
Saran
Perlu adanya upaya pemerintah dan masyarakat untuk mengkampanyekan penggunaan teknologi hijau secara luas.

DAFTAR PUSTAKA
Top Ecology, 2008, Product & Service Bio-park (Internet).




Sabtu, 24 Agustus 2019

Persawahan positif atau negatif?

Oleh : Rexa Ramadhan

Persawahan sangatlah penting bagi kelangsungan hidup manusia. selai dapat memenuhi kebutuhan manusia dalam hal konsumsi, persawahan juga dapat memberikan dampak positif dan negatif bagi lingkungan.

Positif : Mempertahankan sirkulasi air dan Menciptakan lingkunan yang sejuk

Negatif : Apabila tidak dikelola dengan baik dan menggunakan bahan kimia yang berlebihan akan mencemari tanah dan air

Sabtu, 10 Agustus 2019

Pencemaran Lingkungan: Penyebab, dampak, dan cara mencegah


Oleh: Rexa Ramadhan

ABSTRAK
Di zaman yang serba modern ini banyak industri dan tekhnologi yang berkembang dengan pesat, untuk menambah kenyamanan manusia agar hidupnya lebih efektif dan serba praktis. Disisi lainya manusia tidak memperhatikan apa pengaruh buruk dari perkembangan industri dan teknologi bagi lingkungan hidup, banyak pencemaran lingkungan yang terjadi dimana mana dan menjadi masalah besar bagi umat manusia. Hasilnya zat-zat yang seharusnya tidak ada tetapi malah merebak dan menjadi polutan bagi alam. Pencemaran lingkungan berpengaruh pada kehidupan manusia. Jadi, tidak hanya industri yang menjadi penyebab pencemaran tetapi teknologi yang maju juga menjadi penyebab merebaknya pencemaran lingkungan yang terjadi.
Keyword: industri, teknologi dan pencemaran



PENDAHULUAN
Peningkatan kualitas hidup manusia untuk meningkatkan kenyamanan manusia sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Manusia selalu berupaya untuk meningkatkan kenyamanan mereka agar hidup mereka lebih dapat dinikmati dan juga berguna untuk orang lain. Peningkatan kualitas hidup manusia tidak akan berhenti hingga akhir zaman karena manusia tidak pernah puas. Usaha peningkatan kualitas hidup manusia di mulai sejak revolusi industri yang terjadi di benua Eropa dan kemudian menyebar ke Amerika. Pada saat itu hampir semua manusia mulai menciptakan mesin-mesin baru guna untuk dapat membantu pekerjaan manusia. Dengan bantuan mesin-mesin yang di ciptakan manusia dapat lebih cepat menyelesaikan pekerjaannya. Sumber daya alam juga di gunakan manusia guna memenuhi kebutuhan manusia, akan tetapi manusia kurang bertanggung jawab dalam pengambilan sumber daya alam ini manusia mengeksplor tanpa memperhatikan kelangsungan dari sumber daya alam, manusia juga memanfaatkan teknologi umtuk mengeruk sumber daya alam sebanyak- banyaknya, tanpa memikirkan dampak jangka panjangnya.
Kekhawatiran manusia atas masalah lingkungan ini sudah mulai tampak pada akhir pertengahan abad ke 20 ini. Pencemaran telah terjadi di beberapa wilayah, khususnya di wilayah perkotaan. Kenyataan di lapangan menunjukan bahwa kebanyakan kota-kota besar berkembang dengan mengabaikan kepentingan sosial budaya masyarakat dan sekaligus juga merusak keseimbangan ekosistem. Keadaan ekosistemnya tidak seimbang akibat masuknya polutan ke dalam lingkungan tersebut. Sedangkan lingkungan alami memiliki ekosistem yang seimbang. Seperti contoh, udara di desa terasa segar karena banyak ditumbuhi pepohonan hijau. Hal ini menunjukkan di desa itu udaranya belum tercemar. Adapun di kota yang padat penduduknya, udara akan terasa panas dan pernapasan menjadi tidak nyaman. Hal ini menunjukkan udara sudah tercemar. Maka dari itu manusia harus sadar bahwa pencemaran sudah merebak hampir di setiap daerah, manusia harus melakukan upaya untuk mengurangi pencemaran yang terjadi dan di dasari oleh keinginan sendiri bukan karena paksaan dari orang lain.



PEMBAHASAN
Penyebab Pencemaran Lingkungan
Pengertian dari pencemaran lingkungan yaitu masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Definisi ini sesuai dengan pengertian pencemaran pada (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982. Sedangkan bahan pencemar disebut dengan polutan. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup, hal ini dapat terjadi jika terdapat pada kondisi: (1). Jumlahnya melebihi jumlah normal (2). Berada pada waktu yang tidak tepat (3). Berada pada tempat yang tidak tepat. Macam-macam pencemaran lingkungan yaitu (1). Pencemaran udara (2). pencemaran air (3). pencemaran daratan.



thumb.viva.co.id
a. Pencemaran Udara
Secara umum penyebab pencemaran udara ada 2 macam yaitu biogenik (secara alamiah), contohnya debu yang berterbangan akibat tiupan angin, abu (debu) yang dikeluarkan dari letusan Gunung berapi berikut gas-gas vulkanik, proses pembusukan sampah organik, dan lain-lain. Penyebab pencemaran udara yang lain adalah antropogenik (karena ulah manusia), contohnya hasil pembakaran bahan bakar fosil, debu atau serbuk dari kegiatan industri, pemakaian zat-zat kimia yang disemprotkan ke udara. Pencemaran udara pada suatu tingkat tertentu dapat merupakan campuran dari salah satu atau lebih dari bahan pencemar, baik berupa padatan, cairan atau gas yang masuk terdispersi ke udara kemudian menyebar ke lingkungan sekitarnya. Kecepatan penyebaran ini sudah tentu akan tergantung pada keadaan geografi dan meteorologi setempat. (Zakaria & Azizah, 2013)
b. Komponen-komponen pencemar udara 
Udara di daerah perkotaan yang mempunyai banyak kegiatan industri dan teknologi serta lalu lintas yang padat, udaranya relatif sudah tidak bersih lagi. Udaranya kotor terkena macam-macam pencemar. Komponen yang paling berpengaruh dalam zat pencemar yaitu karbon monoksida, nitrogen oksida, belerang oksida, hidro karbon dan partikel. Komponen pencemar udara tersebut bisa mencemari udara sendiri-sendiri atau dapat mencemari udara secara bersama-sama. Jumlah komponen pencemar udara tergantung pada sumbernya, gambaran tersebut dapat dilihat data pencemaran udar di Amerika Serikat pada tahun 1968. Penyebab pencemaran udara, secara umum penyebab pencemaran udara ada 2 macam : Yang pertama karena faktor internal (secara alamiah) yaitu (1) debu yang bertebangan akibat tiupan angin. (2) abu yang di keluarakan dari letusan gunung berapi berikut gas-gas vulkanik. (3) proses pembusukkan sampah organik dan lain-lain. Yang kedua karena faktor eksternal (karena ulah manusia) yaitu: (1) hasil pembakaran bahan bakar fosil. (2) debu/serbuk dari kegiatan industri. (3) pemakaian zat-zat kimia yang di semprotkan ke udara (Wisnu Arya, 1995).
Hasil gambar untuk Pencemaran air
http://lipi.go.id
c. Pencemaran Air 
Pencemaran air, air merupakan kebutuhan utama bagi kehidupan manusia, air yang relatif bersih sangat di dambakan oleh manusia baik untuk keperluan hidup sehari-hari, untuk keperluan industri untuk kebrsihan sanitasi kota, maupun untuk keperluan pertanian dan sebagainya. Dewasa ini air menjadi masalah yang perlu di perhatikan dengan saksama karena keberadaan air yang relatif bersih sudah sulit di dapatkan, pencemaran air terjadi dimana-mana. Air sudah banyak tercemar oleh berbagai macam limbah dari hasil kegiatan manusia, baik limbah rumah tangga, limbah dari kegiatan industri dan kegiatan-kegiatan lainya.
Air tercemar apabila air tersebut telah menyimpang dari keadaan normalnya. Keadaan normal air masih tergantung pada faktor penentu, yaitu kegunaan air itu sendiri dan asal sumber air. Ukuran air disebut bersih dan tidak tercemar tidak di tentukan oleh kemurnian air. Untuk menetapkan standart air yang bersih tidaklah mudah, karena tergantung pada faktor penentu, faktor penentu tersebut antara lain adalah (1) kegunaan air: air untuk minum, air untuk keperluan rumah tangga, air untuk industri, air untuk mengaliri sawah, air untuk kolam perikanan, dan lain-lain. (2) Asal sumber air: air dari mata air di pegunungan, air danau, air sungai, air sumur, air hujan, dan lain-lain (Wisnu Arya, 1995). 
Indikator atau tanda bahwa air lingkungan telah tercemar adalah adanya perubahan atau tanda yang dapat di amati melalui: (1) Adanya perubahan suhu air, (2) Adanya perubahan pH atau konsentarsi ion Hidrogen, (3) Adanya perubahan warna,bau dan rasa air, (4) Timbulnya endapan, koloidal, bahan terlarut, (5) Adaanya mikroorganisme, (6) Meningkatnya radioaktivitas air lingkungan. Adanya tanda atau perubahan tersebut menunjukkan bahwa air sudah tercemar (Wisnu Arya, 1995).
d. Komponen Pencemaran Air 
Berbagai macam kegiatan industri dan teknologi yang ada saat ini apabila tidak di sertai dengan progam pengelolaan limbah yang baik, akan memungkinkan terjadinya pencemaran air. Bahan bauangan dan air limbah penyebab utama terjadinya pencemaran. 
Erat kaitanya dengan masalah indikator pencemaran air seperti pada uraian di atas, ternyata komponen pencemaran air akut menentukan bagaimana indikator tersebut bisa terjadi. Komponen pencemaran air di kelompokan sebagai berikut: (1) bahan buangan padat, (2) bahan buangan organik, (3) bahan buangan anorganik, (4) bahan buangan olahan bahan makanan, (5) bahan buangan cairan berminyak, (6) bahan buangan zat kimia, (7) bahan buangan berupa panas (Wisnu Arya, 1995).
Hasil gambar untuk Pencemaran darat
thegorbalsla.com
e. Pencemaran Daratan (tanah) 
Tanah merupakan sumber daya alam yang mengandung benda organik dan anorganik yang mampu mendukung pertumbuhan tanaman. Sebagai faktor produksi pertanian tanah mengandung hara dan air, yang perlu di tambah untuk pengganti yang habis dipakai. Pencemaran tanah dapat terjadi karena hal-hal berikut.
Pertama, pencemaran secara langsung. Misalnya karena menggunakan pupuk secara berlebihan, pemberian pestisida atau insektisida, dan pembuangan limbah yang tidak dapat di uraikan seperti plastik. Pencemaran juga dapat melalui air. Air yang mengandung bahan pencemar (polutan) akan mengubah susunan kimia tanah sehingga menggangu jasad yang hidup di dalam atau di permukaan tanah. Pencemaran juga dapat melalui udara, udara yang tercemar akan menurunkan hujan yang mengandung bahan pencemar ini, akibatnya tanah akan tercemar juga. Daratan mengalami pencemaran apabila ada bahan-bahan asing, baik yang bersifat organik maupun anorganik, berada di permukaan tanah yang menyebabkan daratan menjadi rusak, tidak dapat memberikan daya dukung bagi kehidupan manusia. Dalam keadaan normal daratan harus memberikan daya dukung bagi kehidupan manusia, baik untuk pertanian, peternakan, kehutanan, maupun untuk pemukiman. Apabila bahan-bahan asing tersebut berada lama di daratan dalam jangka waktu yang lama akan menimbulkan gangguan terhadap kehidupan manusia, hewan, maupun tumbuhan, maka dapat dikatakan bahwa dataran telah mengalami pencemaran. Kalau hal ini terjadi maka kenyamanan hidup, yang merupakan sasaran peningkatan kualitas hidup tidak dapat tercapai (Tresna, 2009).

f. Penyebab Pencemaran Daratan 
Kemajuan industri dan teknologi sudah berkembang pesat selain dapat menimbulkan pencemaran terhadap udara dan air, dapat juga menimbulkan pencemaran daratan. 
Wisnu Arya (1995) mengemukakan, pencemaran daratan relative lebih mudah diamati di bandingkan dengan pencemaran udara maupun pencemaran udara maupun air. Secara garis besar pencemaran daratan dapat disebabkan oleh: (1) Faktor internal, yaitu pencemaran yang disebabkan oleh peristiwa alam, seperti letusan gunung berapi yang memuntahkan debu, pasir, batu dan bahan vulkanik lainya yang menutupi dan merusakan daratan sehingga daratan menjadi tercemar. Pencemaran karena faktor internal ini tidak terlalu menjadi beban pemikiran dalam masalah lingkungan karena dianggap sebagai musibah bencana alam. (2) Faktor internal, yaitu pencemaran daratan karena ulah manusia. Pencemaran daratan karena faktor eksternal merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian yang sungguh-sungguh agar daratan tetap dapat memberikan daya dukung alamnya bagi maunusia. 
Pencemaran daratan pada umumnya berasal dari limbah padat yang di kumpulkan di suatu tempat yang di sebut dengan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) atau Dump Station. Bahan pembuangan terdiri dari beberapa macam komponen baik bersifat organic maupun anorganik. Bahan buangan padat kota besar di Negara industry padat akan berbeda dengan bahan buangan yang di hasilkan oleh kota kecil yang tidak ada kota industrinya. Susunan komponen pencemar daratan yang berasal dari bahan buangan atau limbah kota besar di Negara industri menurut (Wisnu, 1995) yaitu:

Komponen
Presentase
Kertas
41%
Limbah bahan makanan
21%
Gelas
12%
Logam (besi)
10%
Plastik
5%
Kayu
5%
Karet dan kulit
3%
Kain (serat tekstil)
2%
Logam lainya (alumunium)
1%
Tabel 1: Komponen pencemar udara
Makin banyak bahan buangan organik dibandingkan dengan bahan buangan anorganik akan makin baik dipandang dari sudut pelestarian lingkungan, karena bahan organik lebih mudah didegradasi dan menyatu kembali dengan lingkungan alam (Wisnu, 1995).

Dampak Pencemaran Lingkungan

a. Dampak Pencemaran Udara
Hasil gambar untuk Dampak pencemaran udara
carakus.com
Dampak pencemaran udara saat ini merupakan masalah yang serius yang dihadapi oleh Negara-negara industri. Akibat yang ditimbulkan oleh pencemara udara ternyata sangat merugikan. Pencemaran tersebut tidak hanya mempunyai akibat langsung terhadap kesehatan manusia saja, akan tetapi juga dapat merusak lingkungan lainya,seperti hewan, tumbuhan, bangunan gedung dan lain sebagainya. Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan di Amerika Serikat pada tahun 1980, kematian yang disebabkan oleh pencemaran udara mencapai angka kurang lebih 51.000 orang. Angka tersebut cukup mengerikan karena bersaing keras dengan angka kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung, kanker, AIDS dan lain sebagainya. Menurut para ahli, pada sekitar tahun 2000-an kematian yang disebabkan oleh pencemaran udara mencapai 57.000 orang per tahunya.Selama 20 tahun angka kematian yang disebabkan oleh pencemaran udar naik mendekati 14% atau mendekati 0,7% per tahun. Selain itu kerugian materi yang disebabkan oleh pencemaran udara, apabila diukur dengan uang dapat mencapai 12-16 juta US dollar per tahun. Suatu angka yang sangat berarti bila dibelanjakan untuk keperluan kesejahteraan umat manusia (Wisnu Arya, 1995).

Hasil gambar untuk Dampak pencemaran air
mochazzi.wordpress.com
b. Dampak Pencemaran Air
Air yang telah tercemar dapat mengakibatkan kerugian yang besar bagi manusia. Kerugian yang disebabkan oleh pencemaran air dapat berupa, air tidak bermanfaat lagi dan air menjadi sebab timbulnya penyakit. 
Air yang tidak dapat dimanfaatkan lagi akibat pencemaran air merupakan kerugian yang terasa secara langsung oleh manusia. Bentuk kerugian langsung ini berupa: (1) Air tidak dapat digunakan lagi untuk keperluan rumah tangga, (2) Air tidak dapat digunakan untuk keperluan industri, (3) Air tidak dapat digunakan untuk keperluan pertanian (Wisnu Arya, 1995). 
Air yang menjadi penyebab penyakit karena air lingkungan kotor dapat menimbulkan kerugian yang lebih dalam lagi yaitu kematian. Kematian dapat terjadi karena pencemaran yang terlalu parah sehingga air telah menjadi sebab berbagai macam penyakit. Penyakit yang ditimbulkan oleh pencemaran air dapat berupa: (1) HepatitisA, (2) Polliomyelitis, (3) Cholera, (4) Typhus Abdonalis, (5) Dysentri Amoeba, (6) Ascariasis, (7) Trachoma, (8) Scabies, (9) Keracunan Kadmium, (10) Keracunan Air Raksa, (11) Keracunan Bahan Insektisida. Pencemaran yang menyebabkan kerugian yang besar akan terjadi apabila tidak ada pengawasan secara ketat terhadap pengolahan limbah (Wisnu Arya, 1995).

Hasil gambar untuk Dampak pencemaran darat
ilmulingkungan.com
c. Dampak Pencemaran Daratan
Bentuk dampak pencemaran pencemaran daratan bergantung pada komposisi limbah padat yang dibuang serta jumlahnya. Bentuk dampak pencemaran daratan dapat berupa dampak langsung dan dampak tidak langsung. 
Dampak langsung akibat pencemara daratan ini adalah adanya timbunan limbah padat dalam jumlah besar yang akan menimbulkan pemandangan tidak sedap, kotor dan bau. Kondisi ini biasanya muncul di TPA. Timbunan sampah yang menggunung karena belum diolah menyebabkan pemandangan disekitar tempat tersebut menjadi kumuh dan kotor. Kesan kotor ini dapat berpengaruk pada psikis penduduk disekitar tempat pembuangan tersebut (Wisnu Arya, 1995). 
Dampak tak langsung akibat pencemaran daratan contohnya yaitu berkembangbiaknya nyamuk. Hal ini antara lain disebabkan karena limbah padat yang dibuang manjadi sarang nyamuk. Limbah padat yang berupa kaleng, ban dan lain-lainya, bial hujan dapat terisi air kemudian menjadi tempat nyamuk bertelur dan berkembangbiak. Baik tikus,lalat dan nyamuk adalah binatang yang dapat menimbulkan penyakit seperti penyakit pest, kaki gajah, malaria dan demam berdarah (Wisnu Arya, 1995).

Usaha Penaggulangan Dampak Pencemaran Lingkungan
Untuk menanggulangi pencemaran tersebut ada 2 macam cara utama, yaitu Penaggulangan secara non teknis dan penaggulangan secara teknis. Contoh penanggulangan secara non teknis yaitu: (1) Penyajian Informasi Lingkungan, (2) Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), (3) Perencanaan Kawasan Kegiatan Industri dan Teknologi, (4) Pengaturan dan Pengawasan Kegiatan, (4) Menanamkan perilaku disiplin. Sedangkan penanggulangan secara teknis dapat dilakukan dengan cara: (1) mengubah proses, (2) Mengganti sumber energy, (3) Mengolah limbah, (4) Menambah alat bantu (Wisnu Arya, 1995).

DAFTAR PUSTAKA
Wardhana, Arya Wisnu. 2009. Dampak Pencemaran Lingkungan. Yogyakarta: Andi Offset
Sastrawijaya, T.A. 2009. Pencemaran Lingkungan. Jakarta: Rineka Cipta
Zakaria, Nurdin. Azizah, R. 2013. Analisis Pencemaran Udara (SO). Jakarta: The Indonesian Journal of Occupation Safety and Health
Widyawati, Arrum Dian. 2013. Pencemaran Lingkungan. http://jurnalilmiahtp2013.blogspot.com/2013/12/pencemaran-lingkungan.html (Diakses pada tanggal 10 Agustus 2019. 12:20)

Jumat, 09 Agustus 2019

LIMBAH INDUSTRI KIMIA


Hallo pembaca setia!
Perkenalkan nama gue Rexa Ramadhan dari Universitas Mercubuana. postingan ini adalah article pertama gue di blog Kimintekhijau.com. Nah jadi, gue bakal nulis postingan ini dengan gaya yang berbeda, gaperlu terlalu baku yang paling penting adalah apa yang gue sampein itu bisa sama-sama di cerna dan terima dengan mudah. oke langsung aja kita ke inti ya.


PENGANTAR

Materi yang akan gue sampaikan kali ini adalah seputar industri kimia. Industri kimia adalah sebuah industri yang memproduksi sesuatu yang dimana dalam prosesnya pembuatan barang jadi nya menggunakan senyawa kimia. Walaupun barang yang di produksi merupakan kebutuhan kita sehari-hari seperti alat mandi, makanan, minuman, maupun barang kecantikan, namun limbah yang dihasilkan oleh industry kimia sangat lah berbahaya apabila tidak diolah dengan baik. Mungkin beberapa dari kita sudah tau dampak yang dihasilkan oleh industri atau pabrik-pabrik yang memproduksi bahan kimia. Contoh nya seperti pembuangan limbah cair yang dapat merusak ekosistem air sungai atau laut disekitaranya, limbah gas yang dapat merusak atau membuat polusi udara dan hujan asam, limbah padat yang yang apabila dibuang ke darat, maka akan merusak tanah.

PEMBAHASAN

Limbah Industri adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi dari industri yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia, senyawa organik dan anorganik dengan konsentrasi dan kuantitas terntentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan dan manusia.


JENIS-JENIS LIMBAH

Limbah dapat di spesifikasikan menjadi beberapa kategori. Diantaranya adalah sebagai berikut.


Hasil gambar untuk limbah cair
nanosmartfilter.com
1. Limbah cair
Limbah cair ini juga dikenal sebagai entitas pencemar air. Sesuai dengan namanya, yang disebut sebagai limbah cair adalah limbah yang mempuyai bentuk cair. Biasanya limbah industri cair ini akan dibuang langsung ke saluran air seperti selokan, sungai.




Hasil gambar untuk limbah padat
materibelajar.co.id
2. Limbah Padat 
Limbah padat merupakan buangan dari hasil- hasil industri yang tidak terpakai lagi yang berbentuk padatan, lumpur maupun bubur yang berasal dari suatu proses pengolahan, ataupun sampah yang dihasilkan dari kegiatan- kegiatan industri, serta dari tempat- tempat umum. Beberapa contoh dari limbah industri padat antara lain adalah plastik, kantong, sisa pakaian, sampah kertas, kabel, listrik, bubur- bubur sisa semen, lumpur- lumpur sisa industri, dan lain sebagainya.


Hasil gambar untuk limbah gas
ebilogi.com
3. Limbah Gas
Limbah gas merupakan limbah yang disebabkan oleh sumber alami maupun sebagai hasil aktivitas manusia yang berbentuk molekul- molekul gas dan pada umumnya memberikan dampak yang buruk bagi kehidupan makhluk hidup yang ada di Bumi. Limbah gas ini tentu saja berbentuk gas. Beberapa contoh limbah gas ini antara lain adalah kebocoran gas, pembakaran pabrik, asap pabrik sisa produksi dan lain sebagainya.



DAMPAK LIMBAH INDUSTRI

Mungkin beberapa dari kita sudah tau dampak yang dihasilkan oleh industri atau pabrik-pabrik yang memproduksi bahan kimia. Berikut adalah detailnya.


Hasil gambar untuk DAMPAK LIMBAH CAIR
https://triazis13.wordpress.com
1. Limbah cair
Limbah cair ini sifatnya ada yang berbahaya dan ada pula yang dapat dinetralisir secara cepat. Limbah industri yang berbahaya yang dibuang langsung ke saluran seperti sungai, laut, maupun selokan tanpa dinetralisir terlebih dahulu pada akhirnya akan mencemari saluran-saluran tersebut sehingga akan menyebabkan ekosistem air menjadi rusak, bahkan banyak makhluk hidup yang akan mati dibuatnya.



Hasil gambar untuk dampak limbah padat
materibelajar.co.id

2. Limbah Padat 
Limbah padat apabila dibuang di dalam air pastinya akan mencemari air tersebut dan dapat menyebabkan makhluk hidup yang tinggal di dalamnya akan mati. Sementara apabila dibuang di wilayah daratan tanpa adanya proses pengolahan, maka akan mencemari tanah di wilayah tersebut.





Hasil gambar untuk dampak limbah gas
http://informazone.com

3. Limbah Gas 
Oleh karena bentuk limbah ini adalah gas, maka limbah tersebut akan menguap ke atas awan dan akan meyebabkan hujan asam dan tentu saja akan merusak polusi dan kesehatan paru-paru manusia.







Pengolahan limbah Industri kimia

Dikarenakan dampak yang dihasilkan oleh limbah industri kimia ini sangat lah tidak baik bagi keseimbangan maupun kesehatan ekosistem bumi, maka dari itu para peneliti telah menemukan cara untuk “mengurangi” dampak negative dari limbah tersebut. Berikut adalah detailnya.

Hasil gambar untuk Pengolahan limbah padat
https://www.slideshare.net

1. Pengolahan limbah padat 
Proses industrialisasi memang banyak sekali menimbulkan limbah. salah satu jenis limbah yang dapat dihasilkan dari proses industri adalah limbah yang berbentuk padat. Untuk mengatasi limbah padat cara yang dapat kita lakukan antara lain sebagai berikut: 1). Penimbunan Terbuka (pembakaran dan membiarkan diurai oleh mikroorganisme), 2). Sanitary Landfill (melakukan pembakaran didalam lubang, dan panas nya diubah menjadi listrik), 3). Insenerasi, 4). Mengubah menjadi kompos padat, 5). Daur Ulang.

Hasil gambar untuk Pengolahan limbah cair
http://planetcopas.blogspot.com

2 Pengolahan Limbah Cair 
Limbah cair penanganannya berbeda dengan limbah padat, tentu saja hal ini karena bentuknya yang berbeda. Untuk limbah cair sendiri, pengolahan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut: 1). Pengolahan Primer (penyaringan, pengapungan), 2). Pengolahan sekunder (Menggunakan mikroorganisme untuk menguraikan), 3). Pengolahan tersier khusus, 4). Desinfeksi, 5). Slude treatment (pengolahan lumpur).

Hasil gambar untuk Pengolahan limbah gas
http://narkoo.blogspot.com

3. Limbah Gas
Pengolahan limbah gas pada bidang industri dapat dilakukan sebagai berikut: 1). Mengontrol emisi gas buang, 2). Menghilangkan materi Partikulat dari udara pembuangan.






DAFTAR PUSTAKA

Hidayat, Atep Afia dan M.Kholil, 2018, Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri, Penerbit WR, Yogyakarta.