.

Tampilkan postingan dengan label @L04-YOYOK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @L04-YOYOK. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Agustus 2019

PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA TERHADAP KESEHATAN MANUSIA DAN LINGKUNGAN

Oleh : Yoyok Muji Raharjo

ABSTRAK
Di dalam lingkungan hidup terdapat manusia dan sumberdaya lingkungan yang merupakan satu kesatuan. Sumberdaya lingkungan sebagai kebutuhan memiliki keterbatasan maka dalam pemanfaatannya perlu dikelola secara berkesinambungan dan tepat sehingga dapat juga dinikmati generasi masa datang. Tulisan ini adalah studi literatur dengan tema pencemaran udara dalam antisipasi teknis pengelolaan sumberdaya lingkungan. Metode yang digunakan adalah diskripsi dengan menguarai secara sistematik dari berbagai sumber. Berdasarkan studi ini terdapat lima unsur kimia berbahaya pencemar udara, yaitu : (1) Ozone (O3) , (2) Oksida Karbon (CO dan CO2), (3) Oksida Belerang (SO2 dan SO3), (4) Oksida Nitrogen (NO, NO2, dan N2O), serta (5) Partikel Mokuler (debu, asam, pestisida, dll). Diperlukan pendekatan yang berbeda dalam pengelolaan pencemaran udara, namun yang terpenting selalu dimulai dari perencanaan, pengendalian dan pemantauan serta evaluasi.(Iwan, 2010)

Kata kunci : Pencemaran Udara, Penyebab, Pengendalian.

      I.          PENDAHULUAN
Di dalam lingkungan hidup terdapat manusia dan sumber daya lingkungan yang merupakan satu kesatuan. Sumber daya lingkungan sebagai kebutuhan jasmani dan rohani memiliki keterbatasan sehingga dalam pemanfaatannya perlu dioptimalkan guna kemaslahatan manusia, namun dibalik semua ketersediaan dan keterbatasan yang dimilikinya perlu dikelola secara tepat sehingga sumberdaya alam yang tersedia dapat berkesinambungan sehingga dapat pula dinikmati generasi masa datang.
Keberadaan teknologi yang ditemukan manusia menyebabkan terjadinya terjadi kemajuan-kemajuan di segala kehidupan manusia, akan tetapi keberadaan teknologi yang ditemukan manusia tersebut membawa dampak terhadap menurunnya kualitas lingkungan, seperti pencemaran udara. Udara merupakan sumberdaya sumberdaya lingkungan yang selalu tersedia dimuka bumi yang rentang dengan pencemaran. Seiring dengan semua itu upaya penurunan kualitas lingkungan sangat penting, oleh karena itu pencemaran udara dalam antisipasi teknis pengelolaan sumberdaya lingkungan menjadi topik tulisan ini. (Iwan, 2010)

    II.          PERMASALAHAN
Pencemaran udara yang terjadi di perkotaan mengakibatkan dampak yang merugikan terhadap kesehatan masyarakat. Suatu studi yang dilakukan Asian Development Bank (ADB) pada tahun 2002 menunjukkan bahwa dampak kesehatan akibat pencemaran udara di Jakarta telah menelan biaya perawatan kesehatan sekitar Rp 1,8 triliun dengan korban utama adalah anak-anak, risiko kematian dini, penurunan produksitivitas kerja, gangguan produksi pertanian dan lain sebagainya. Jika tidak dilakukan pengendalian segera, pada tahun 2005, biaya tersebut diperkirakan dapat meningkat hingga Rp 4,3 triliun.1 Meskipun demikian, perhatian pemerintah terhadap upaya pengelolaan udara perkotaan dinilai belum maksimal, antara lain disebabkan oleh koordinasi yang lemah antar instansi pemerintah.
Kelompok masyarakat yang paling parah mengalami dampak akibat pencemaran udara adalah anak-anak khususnya mereka yang berbakat asma yang merupakan kelompok yang sensitif terhadap pajanan polutan udara luar (outdoor air pollutants). Berbagai penelitian yang dilakukan sehubungan dengan dampak polusi udara luar terhadap gangguan kesehatan pada anak memperlihatkan bahwa anak-anak yang tinggal di pemukiman yang dekat dengan jalan raya berisiko lebih tinggi untuk terjadi kasus baru asma, peningkatan gejala asma atau eksaserbasi asma, tingkat absensi sekolah yang lebih tinggi serta tingkat rawat inap di rumah sakit akibat asma yang lebih tinggi. (Laila, 2009)

 III.          HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Pencemaran Udara
Berdasarkan catatan Salim (2002), pencemaran udara adalah masuknya atau dimasukkannya zat, energy dan atau komponen lain ke dalam udara oleh kegiatan manusia sehingga mutu udara turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan atau mempengaruhi kesehatan manusia. Sementara Soedomo (2001) mengemukakan, polutan adalah suatu zat atau bahan yang menyebabkan terjadinya polusi, dengan kata lain dapat disebut polutan apabila jumlahnya melebihi jumlah normal, berada pada waktu dan tempat yang tidak tepat. (Hidayat, 2018)
Selanjutnya ditulis bahwa jika udara, radiasi matahari sangat berbahaya, suhu mengalami fluktuasi antara 100°C pada siang hari dan –185°C pada malam hari, jadi tanpa udara, anda pun tidak ada, Udaralah yang mengatur lingkungan kita dan sifat-sifat dunia seperti apa yang dimiliki sekarang. Laju pembangunan dewasa ini seakan tidak dapat ditahan, tidak terkecuali pembangunan di sektor industri khususnya di kota-kota besar. Demikian pula halnya meningkatnya pembangunan di sektor-sektor lain serta terusnya bertambah jumlah penduduk dengan segala aktifitas serta mobilitas mengakibatkan pengaruh langsung atau tidak langsung terhadappenurunan kualitas lingkungan, yakni pencemaran udara. Kondisi seperti ini maka diperlukan perencanaan pengendalian, pemantauan dan evaluasi dalam pengelolaan lingkungan guna menjaga kestabilan dan ketersediaan sumberdaya yang termanfaatkan manusia, seperti dalam bentuk antisipasi teknis. (Iwan, 2010)
Dhamono (2004) dalam sebuah tulisannya yang berjudul Polusi Udara menyebutkan bahwa terdapat lima unsur-unsur kimia berbahaya sebagai pencemar udara yang penting, yaitu :
1)     Ozone (O3) ,
2)     Oksida Karbon (CO dan CO2),
3)     Oksida Belerang (SO2 dan SO3),
4)     Oksida Nitrogen (NO,NO2, dan N2O),
5)     Partikel Mokuler (debu, asam, pestisida, dll).
            Dampak pencemaran udara terhadap kesehatan manusia dan lingkungan :
1.     Gangguan pernafasan
2.     Penyebab kanker
3.     Menurunkan produksi pertanian
4.     Hujan asam
5.     Efek rumah kaca / kerusakan lapisan ozon (Hidayat, 2018)

            2. Upaya Pengendalian Pencemaran Udara
            Upaya-upaya pengelolaan lingkungan udara dari gas-gas pencemaran dapat dilakukan dengan berbagai tindakan dan pendekatan non teknis dan teknis. Pendekatan non teknis dapat berupa penerapan instrument kebijakan mengenai pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan, standar baku mutu, peningkatan kesadaran pada semua elemen masyarakat (stakeholder) penting kelestarian lingkungan hidup, sedangkan dari segi teknis adalah dengan penerapan teknologi.
a.     Polusi Udara oleh Gas Ozone (O3) dan Pengelolaannya
Untuk mengantisipasi polusi udara akibat menipisnya lapisan ozon maka langkah-langkah yang dapat dilakukan dengan mengurangi atau meniadakan penggunaan Chlorofluorocarbon (CFC) pada produksi industri-industri, misalnya pada kemasan aerosol dan mesin pendingin sehingga diperlukan modifikasi mesin pengguna CFC dari alat-alat tersebut.

b.     Polusi Udara oleh Oksida karbon (CO dan CO2) dan Pengelolaannya
Upaya pengelolaan lingkungan udara seperti di atas dapat dilakukan dengan programkonservasi hutan, program hutan kota, dan atau penanaman pohon (vegetasi) yang mana fungsi dari vegetasi ini adalah kemampuannya menyerap zat pencemar CO2 karena saat berfotosintesa memiliki kemampuan menyerap panas yang menyebabkan udara disekitarnya menjadi dingin.

c.      Polusi Udara oleh Sulfur Belerang (SO2 dan SO3) dan Pengelolaannya
Upaya pengelolaan lingkungan udara untuk mengantisipasi kondisi pencemaran yang disebabkan oleh oksida belerang yakni dengan melakukan pembersihan atau pemberantasan SO2 di industri yang menghasilkan gas buang oksida belerang seperti dikilang minyak, industri batu bara dan lain sebagainya walaupun teknologi ini harus dibayar mahal.

d.     Polusi Udara oleh Oksida Nitrogen (NO, NO2 dan N2O) dan Pengelolaannya
Polusi udara dengan oksida nitrogen telah mencapai angka yang cukup signifikan, yakni sekitar 10 % dari semua gas-gas pencemar udara, namun dibalik semua itu peran dan fungsi nitrogen sangat amat penting dalam siklus kesetimbangan alam, yakni sekitar 78 %. Dalam buku Pencemaran Lingkungan yang ditulis oleh Sastrawijaya (2000) dijelaskan bahwa kilat dan kosmis juga mampu mengikat nitrogen dan membentuk senyawa dengan unsure lain, sehingga menghasilkan senyawa yang sangat bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman dan hewan, siklus ini sangat kompleks sehingga banyak yang tidak diketahui pasti dan dalam proses manusia telah mengganggunya.

e.      Polusi Udara oleh Partikael Molekuler dan Pengelolaannya
Upaya pengelolaan lingkungan udara untuk mengantisipasi kondisi pencemaran tersebut yang disebabkan oleh partikel Mokuler yakni dengan penerapan teknologi penyaringan, seperti pada cerobong asap-asap industri dengan memasang filter yang saringan lebih dari ukuran partikel mokuler yang dihasilkan pabrik tersebut sehingga dapat menangkap partikel yang halus. Salah satu cara untuk mengantisipasi pencemaran udara oleh partikel Mokuler adalah dengan menampung partikel dalam bejana terbuka atau lempeng kaca yang diberi perekat, sehingga partikel yang jatuh dapat ditimbang dan dianalisis sehingga dapat ditentukan bentuk antisipasinya. (Iwan, 2010)

 IV.          KESIMPULAN DAN SARAN
Udara adalah sumberdaya lingkungan yang suplainya konstan/relatif konstan berapapun jumlahnya dimanfaatkan. Walaupun selalu tersedia udara merupakan sumberdaya yang sangat pentingartinya, oleh karenanya mengetahui, memahami serta melakukannya caracara antisipasi pencemaran udara dalam pengelolaan sumberdaya lingkungan. Terdapat lima unsur-unsur kimia berbahaya sebagai pencemar udara yang penting, yaitu :
1. Ozone (O3) ,
2. Oksida Karbon (CO dan CO2),
3. Oksida Belerang (SO2 dan SO3),
4. Oksida Nitrogen (NO,NO2, dan N2O),
5. Partikel Mokuler (debu, asam, pestisida, dll).
Dari kelima unsur-unsur penting pencemar udara ini diperlukan metode dan cara pendekatan yang berbeda dalam pengelolaannya, diantara adalah antisipasi teknis sesuai dengan karakteristik zat pencemar tersebut. Namun yang paling penting selalu dimulai dari perencanaan, pengendalian dan pemantauan serta evaluasi. Bukan dilakukan yang sifatnya sesat atas dasar keperluannya tetapi untuk kepentingan lingkungan kelangsungan lingkungan hidup yang lebih lama.
Program pengendalian pencemaran udara yang diupayakan oleh pemerintah Indonesia secara nasional adalah Program Langit Biru (PLB) yang dicanangkan pada tanggal 6 Agustus 1996 di Semarang oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup. Program langit biru bertujuan mengendalikan pencemaran udara, khususnya yang bersumber dari sektor transportasi. Tujuannya adalah untuk mencapai kualitas udara ambien yang memenuhi standar kesehatan manusia dan makhluk hidup yang lain. Upaya pengendalian yang terkait dengan program tersebut antara lain adalah: pemantauan kualitas udara ambien, pengendalian pencemaran udara dari sarana transportasi. Hal tersebut meliputi penggunaan bahan bakar bersih, pengembangan manajemen transportasi, mengubah mesin kendaraan, dan memasang alat-alat pembersih polutan pada kendaraan, serta pemantauan emisi gas buang kendaraan bermotor.
Selain itu, dilakukan upaya mempertahankan “paru-paru” kota dengan memperluas pertamanan dan penanaman berbagai jenis tumbuh-tumbuhan sebagai penangkal pencemaran udara. Terkait dengan pemantauan kualitas udara ambien, upaya tersebut telah dilakukan dengan pembangunan stasiun pemantau kualitas udara kontinyu, yaitu pembangunan 33 Stasiun Pemantau Kualitas Udara Permanen dan Sembilan Stasiun Pemantau Kualitas Udara Bergerak di kota-kota di Indonesia sejak tahun 1999. (Laila, 2009)

DAFTAR PUSTAKA

Hidayat, Atep Afia dan M. Kholil. 2008. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Penerbit WR. Yogyakarta

Basri, Iwan Setiawan. 2010. Dalam Jurnal SMARTEK Vol 8 No. 2. Diakses pada 31 Agustus 2019. http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/SMARTEK/article/view/633 

Fitria, Laila. 2009. Dalam Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol 4 No. 3. Diakses pada 31 Agustus 2019. http://indonesia.digitaljournals.org/index.php/KESMAS/article/view/871 


           

Sabtu, 24 Agustus 2019

DARURAT !!! LAPISAN OZON MENIPIS !!

Oleh : Yoyok Muji Raharjo

Lapisan ini berada di lapisan stratosfer bumi yang terletak di sekitar 15-50 km di atas permukaan bumi. Seiring dengan berkembangnya zaman, penggunaan bahan-bahan yang mengandung Bahan Perusak Ozon ( BPO ) telah banyak digunakan oleh masyarakat dunia hingga sekarang. Sehingga menimbulkan kerusakan pada lapisan ozon dengan terbentuknya lubang ozon.

Meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam program perlindungan lapisan ozon, pemahaman mengenai penanggulangan penipisan lapisan ozon, memperkenalkan bahan, proses, produk ,dan teknologi yang tidak merusak lapisan ozon dengan cara mengadakan seminar-seminar dan penyuluhan secara rutin di berbagai organisasi masyarakat.Fungsi atmosfir antara lain sebagai pelindung bumi dari panasnya sinar ultra violet dan infa merah dari matahari, terutama lapisan ozon di atmosfir.

Terimakasih

Sabtu, 10 Agustus 2019

PENCEMARAN LINGKUNGAN : Pengertian, Jenis, Dampak, Penanggulangan

Oleh : Yoyok Muji Raharjo

ABSTRAK
Di zaman yang serba modern ini banyak industri dan tekhnologi  yang berkembang dengan pesat, untuk menambah kenyamanan manusia agar hidupnya lebih efektif dan serba praktis. Disisi lainya manusia tidak memperhatikan apa pengaruh buruk dari perkembangan industri dan teknologi bagi lingkungan hidup, banyak pencemaran lingkungan yang terjadi dimana mana dan menjadi masalah besar bagi umat manusia. Hasilnya  zat-zat yang seharusnya tidak ada tetapi malah merebak dan menjadi polutan bagi alam. Pencemaran lingkungan berpengaruh pada kehidupan manusia. Jadi, tidak hanya industri yang menjadi penyebab pencemaran tetapi teknologi yang maju juga menjadi penyebab merebaknya pencemaran lingkungan yang terjadi.

Keyword : pencemaran, pengertian, jenis, dampak dan penanggulangan


A. Pengertian

Pengertian dari pencemaran lingkungan yaitu masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Definisi ini sesuai dengan pengertian pencemaran pada (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).
Sedangkan bahan pencemar disebut dengan polutan. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup, hal ini dapat terjadi jika terdapat pada kondisi :
(1)Jumlahnya melebihi jumlah normal
(2)Berada pada waktu yang tidak tepat
(3)Berada pada tempat yang tidak tepat. (Widyawati,2013)


B. Jenis-jenis

            a.         Pencemaran Udara
Pencemaran udara diartikan sebagai adanya bahan- bahan atau zat-zat  asing di dalam udara yang menyebabkan perubahan susunan (komposisi) udara dari keadaan normalnya. Kehadiran bahan atau zat asing di dalam udara dalam jumlah tertentu serta berada di udara dalam waktu yang cukup lama, akan dapat menggangu kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan.

Penyebab pencemaran udara, secara umum penyebab pencemaran udara ada 2 macam : Yang pertama karena faktor internal (secara alamiah) yaitu (1) debu yang bertebangan akibat tiupan angin. (2) abu yang di keluarakan dari letusan gunung berapi berikut gas-gas vulkanik. (3) proses pembusukkan sampah organik dan lain-lain. Yang kedua karena faktor eksternal (karena ulah manusia) yaitu:  (1) hasil pembakaran bahan bakar fosil. (2) debu/serbuk dari kegiatan industri. (3) pemakaian zat-zat kimia yang di semprotkan ke udara. (WisnuArya, 1995:72 dalam jurnal Widyawati,2013).

b.         Pencemaran Air
Air tercemar apabila air tersebut telah menyimpang dari keadaan normalnya. Keadaan normal air masih tergantung pada faktor penentu, yaitu kegunaan air itu sendiri dan asal sumber air. Ukuran air disebut bersih dan tidak tercemar tidak di tentukan oleh kemurnian air. Untuk menetapkan standart air yang bersih tidaklah mudah, karena tergantung pada faktor penentu, faktor penentu tersebut antara lain adalah (1) kegunaan air: air untuk minum, air untuk keperluan rumah tangga, air untuk industri, air untuk mengaliri sawah, air untuk kolam perikanan, dan lain-lain. (2) Asal sumber air: air dari mata air di pegunungan, air danau, air sungai, air sumur, air hujan, dan lain-lain

Indikator atau tanda bahwa air lingkungan telah tercemar adalah adanya perubahan atau tanda yang dapat di amati melalui:
(1) Adanya perubahan suhu air,
(2) Adanya perubahan pH atau konsentarsi ion Hidrogen,
(3) Adanya perubahan warna,bau dan rasa air,
(4) Timbulnya endapan, koloidal, bahan terlarut,
(5) Adaanya mikroorganisme,
(6) Meningkatnya radioaktivitas air lingkungan.
Adanya tanda atau perubahan tersebut menunjukkan bahwa air sudah tercemar. (WisnuArya, 1995:72 dalam jurnal Widyawati,2013).

c.         Pencemaran Tanah
Tanah merupakan sumber daya alam yang mengandung benda organik dan anorganik yang mampu mendukung pertumbuhan tanaman. Sebagai faktor produksi pertanian tanah mengandung hara dan air, yang perlu di tambah untuk pengganti yang habis dipakai. Pencemaran tanah dapat terjadi karena hal-hal berikut. Pertama, pencemaran secara langsung. Misalnya karena menggunakan pupuk secara berlebihan, pemberian pestisida atau insektisida, dan pembuangan limbah yang tidak dapat di uraikan seperti plastik. Pencemaran juga dapat melalui air. Air yang mengandung bahan pencemar (polutan) akan mengubah susunan kimia tanah sehingga menggangu jasad yang hidup di dalam atau di permukaan tanah.

Secara garis besar pencemaran daratan dapat disebabkan oleh:
(1) Faktor internal, yaitu pencemaran yang disebabkan oleh peristiwa alam, seperti letusan gunung berapi yang memuntahkan debu, pasir, batu dan bahan vulkanik lainya yang menutupi dan merusakan daratan sehingga daratan menjadi tercemar. Pencemaran karena faktor internal ini tidak terlalu menjadi beban pemikiran dalam masalah lingkungan karena dianggap sebagai musibah bencana alam.

(2) Faktor internal, yaitu pencemaran daratan karena ulah manusia. Pencemaran daratan karena faktor eksternal merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian yang sungguh-sungguh agar daratan tetap dapat memberikan daya dukung alamnya bagi manusia. (Widyawati,2013).

d.         Pencemaran Suara
Pencemaran Suara disebabkan ketika kebisingan yang mengganggu sistem pendengaran pada telinga, yang lebih jauh dapat menimbulkan masalah psikologis seperti stress, hipertensi, gangguan pendengaran, dan sebagainya. Pencemaran suara bisa disebabkan oleh mesin di industri, knalpot kendaraan, music keras, dan sebagainya. (Hidayat, 2018)

e.         Pencemaran Radioaktif
Pencemaran radioaktif menimbulkan dampak yang berbahaya, disebabkan oleh terjadinya kerusakan instalasi nuklir, pembuangan limbah nuklir, yang tidak tepat, kecelakaan dan sebagainya. (Hidayat, 2018)

f.          Pencemaran Thermal
Pencemaran thermal (panas) terjadi karena kenaikan suhu secara berlebihan dalam lingkungan, sehingga menciptakan perubahan yang tidak di inginkan selama jangka waktu yang lama. Penyebab pencemaran thermal antara lain: polutan industri, polutan kendaraan bermotor, polutan rumah tangga, pembakaran sampah, dan sebagainya (Hidayat, 2018)

g.         Pencemaran Cahaya
Pencemaran cahaya terjadi karena pencahayaan berlebihan di suatu lokasi umumnya perkotaan. Pemakaian sumber cahaya secara berlebihan itu antara lain untuk keperluan periklanan, hiburan dan keindahan kota. (Hidayat, 2018)


C. Dampak Pencemaran

            Akibat adanya pencemaran lingkungan terhadap kehidupan maka pencemaran dapat dikelompokkan ke dalam 6 tingkatan (G. Tyler Miller Jr., 1979). Berikut urutan tingkatan akibat terjadinya pencemaran terhadap lingkungan, diurutkan dari tingkatan akibat yang paling ringan sampai tingkatan akibat yang paling berat, yaitu:

Class 1: nuisance and aesthetic insult (bau, rasa, kerusakan warna bangunan, dan kejelekan lainnya);
Class 2: property damage (bahan logam menjadi karatan, bangunan menjadi kotor, dan pakaian menjadi kotor);
Class 3: damage to plant and animal life (bercak-bercak daun, daun rontok, berkurangnya hasil sayuran, berkurangnya fotosintesis, keracunan, sesak nafas, dan gangguan pada saraf pusat hewan);
Class 4: damage to human health (berkurangnya oksigen dalam darah, iritasi mata, iritasi kulit, kerusakan sistem pernafasan, dan kanker);
Class 5: human genetic and reproductive damage (akibat ini belum diketahui dengan pasti, tetapi sangat mungkin terjadi);
Class 6: major ecosystem disruption (perubahan iklim lokal dan regional, bahkan mungkin perubahan iklim global).

Dengan demikian apa pun jenis bahan pencemar tersebut, dari mana pun asal sumber bahan pencemar di lingkungan hidup akan menimbulkan akibat negatif atau masalah kepada lingkungan. Akibat tersebut bisa sederhana hanya berupa gangguan estetika, akan tetapi juga bisa berupa kerusakan yang fatal dari ekosistem. (Rochmad, 2006)


D. Penalaran Penanggulangan Pencemaran

Untuk menanggulangi pencemaran tersebut ada 2 macam cara utama, yaitu Penaggulangan secara non teknis  dan penaggulangan secara teknis.

Contoh penanggulangan secara non teknis yaitu:
(1) Penyajian Informasi Lingkungan,
(2) Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL),
(3) Perencanaan Kawasan Kegiatan Industri dan Teknologi,
(4) Pengaturan dan Pengawasan Kegiatan,
(5) Menanamkan perilaku disiplin.

Sedangkan penanggulangan secara teknis dapat dilakukan dengan cara:
(1) Mengubah proses,
(2) Mengganti sumber energy,
(3) Mengolah limbah,
(4) Menambah alat bantu


Daftar Pustaka                                     

Hidayat, Atep Afia dan M.Kholil. 2018. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Penerbit WR. Yogyakarta

Widyawati, Arrum Dian, 2013. dalam Jurnal Ilmiah Pencemaran Lingkungan. http://jurnalilmiahtp2013.blogspot.com/2013/12/pencemaran-lingkungan.html

Rochmad, Subardan. 2006. dalam Modul Ruang Lingkup Pencemaran http://repository.ut.ac.id/4450/1/BIOL4420-M1.pdf


Sabtu, 03 Agustus 2019

CABANG ILMU KIMIA TERKINI


Oleh : Yoyok Muji Raharjo 

ABSTRAK
Sains (ilmu kimia) sebagai proses merupakan langkah-langkah yang ditempuh para ilmuwan untuk melakukan penyelidikan dalam rangka mencari penjelasan tentang gejala-gejala alam. Langkah tersebut adalah merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, merancang eksperimen, mengumpulkan data, menganalisis dan akhimya menyimpulkan. Dari sini tampak bahwa karakteristik yang mendasar dari Sains ialah kuantifikasi artinya gejala alam dapat berbentuk kuantitas.

Kata Kunci : Kimia Terkini 

Sebagai salah satu cabang sains kimia terus mengalami perkembangan, sehingga harus dibagi menjadi beberapa cabang, seperti: 

Matematika 
     Matematika adalah ilmu yang mempelajari hal-hal seperti besaran, struktur, ruang, dan perubahan. Para matematikawan merangkai dan menggunakan berbagai pola, dan menggunakannya untuk merumuskan konjektur baru, dan membangun kebenaran melalui metode deduksi yang ketat diturunkan dari aksioma-aksioma dan definisi-definisi yang bersesuaian.

Biokimia
     Biokimia adalah bidang ilmu yang mempelajari pengetahuan tentang struktur, fungsi dan interaksi biomolekul yang menyusun sel, mekanisme reaksi katalisis enzim, energetika dan reaksi-reaksi metabolisme sel, proses sinyal transduksi yang terkait dengan fungsi biologis dan fisiologis sel pada tingkat molekuler dan  informasi genetik. Beberapa materi dalam biokimia seperti Protein, DNA, dan Ekspresi Genetik, Membran dan Komunikasi Antar Sel, serta Tranduksi Energi dan Metabolisme

Kimia Fisik
     Kimia Fisik  adalah ilmu yang mempelajari fenomena makroskopik, mikroskopik, atom, subatom dan partikel dalam sistem dan proses kimia berdasarkan prinsip-prinsip dan konsep-konsep fisika, dengan bidang khusus termodinamika kimia, kimia kuantum, dan kinetika

Kimia Analisis
   Menurut Hidayat dan Kholil bahwa Kimia analisis adalah bekaitan erat dengan analisis zat, mempeelajari pemisahan dan identifikasi senyawa kimia, baik secara kualitatif maupun kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Dalam hal ini analisis kualitati menunjukka adanya indikasi dari suatu identitas zat kimia pada sampel. Sedangkan analisis kuantitatif menunjukkan jumlah dari senyawa yang di identifikasi. Beberapa materi kimia analisis seperti Asam Basa, Hidrolisis Garam, Larutan Penyangga, Kelarutan, Pemisahan, dan sebagainya.

Kimia organik
    Kimia organik adalah percabangan studi ilmiah dari ilmu kimia mengenai struktur, sifat, komposisi, reaksi, dan sintesis senyawa organik. Senyawa organik dibangun terutama oleh karbon dan hidrogen, dan dapat mengandung unsur-unsur lain seperti nitrogen, oksigen, fosfor, halogen dan belerang.

Bioteknologi
      Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.

Menurut Hidayat dan Kholil bahwa Aplikasi bioteknologi meliputi :

Sektor kedokteran-farmasi yang menghasilkan produk berupa : 
antibiotic, vaksin, vitamin, hormone, inhibitor enzim, dan sebagainya.

Sektor industri pangan yang menghasilkan produk berupa : 
susu bahan penguat rasa, protein zat tunggal asam amino, zat pewarna, zat pemanis, aroma, antioksidan.

Sektor pertanian yang menghasilkan produk berupa : 
bio pestisida, pakan ternak, silase, pupuk, produksi embrio dan sebagainya.

Sektor kimia yang menghasilkan produk berupa : 
etanol, aseton, butanol, asam organik, gliserol, surfaktan, parfum, dan sebagainya.

Sektor energi yang menghasilkan produk berupa : 
etanol, aseton, butanol, metana, biomassa dan sebagainya.

Sektor lingkungan untuk penanganan air, pengelolaan limbah, akumulasi dan pengambilan metal, detoksifikasi dan sebagainya.

Kimia anorganik 
     Kimia anorganik adalah cabang kimia yang mempelajari sifat dan reaksi senyawa anorganik. Ini mencakup semua senyawa kimia kecuali yang berupa rantai atau cincin atom-atom karbon, yang disebut senyawa organik dan dipelajari dalam kimia organik.

Technical writing 
     Technical writing  adalah penulis yang dipekerjakan untuk mempermudah penyampaian bahasa untuk disajikan ke masyarakat. Mereka mengubah bahasa khusus seperti bahasa komputer menjadi bahasa umum yang biasa kita baca.

Scientific computing
  Scientific computing adalah bagian dari ilmu komputer yang memfokuskan diri untuk mengembangkan model matematika dan teknik analisa kuantitatif untuk memecahkan masalah yang muncul baik di ilmu komputer sendiri maupun di bidang yang lain

Fisika
     Fisika adalah ilmu mengenai alam, yang mempelajari unsur-unsur dasar pembentuk alam semesta, gaya-gaya yang bekerja di dalamnya, dan akibat-akibatnya; mencakup rentang yang luas: dari partikel sub atom pembentuk semua materi sampai kelakukan alam semesta sebagai suatu kesatuan kosmos.

Daftar Pustaka
Hidayat, Atep Afia dan M. Kholil, 2018. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Penerbit WR. Yogyakarta.
https://www.kamusq.com/2013/06/matematika-adalah-pengertian-dan.html