.

Tampilkan postingan dengan label @H19-FERINA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @H19-FERINA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Agustus 2018

Teknologi Hijau


TEKNOLOGI HIJAU

ABSTRAK

Teknologi adalah suatu input produksi yang dikelola secara sistematis dan efektif. Teknologi merupakan penerapan ilmu pengetahuan untuk tujuan praktis. Menurut Karyono (2009), teknologi masa kini menawarkan kemudahan, kenyamanan dan kecepatan bagi aktifitas menusia. Kondisi saat ini negara berlomba-lomba untuk menemukan, mengembangkan dan menerapkan teknologi hijau, dengan tetap memperhatikan prinsip menimbulkan kenyamanan sosial, ekonomis, dan ramah lingkungan.



Kata kunci : Teknologi, Teknologi hijau

Teknologi merupakan suatu input produksi yang penting dan dapat diperjual belikan di pasar  dunia sebagai suatu komoditas, dapat meliputi barang modal sebagai investasi, tenaga kerja,= denngan spesialisasi tinggi atau sangat terampil dan informasi.
Kuswartojo (2002) mengutip Akira (1998) bahwa teknologi dibedakan dalam 3 kategori, yaitu :
1.       Teknologi Empirik
2.       Teknologi Sosial (teknologi komoditas)
3.       Teknologi Ilmiah (teknologi modern atau teknologi kompleks)
Adapun teknologi lingkungan didefinisikan sebagai teknologi yang lebih sedikit merusak lingkungan. Teknologi hijau (Greentech) dikenal juga sebagai teknologi lingkungan dan teknologi bersih. Teknologi hijau merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelestarian atau keberlanjutan kehidupan di planet bumi ini, merupakan pengembangan dan penerapan produk,peralatan dan sistem yang digunakan untuk kelestarian lingkungan alam dan sumber daya, yang meminimalkan dampak negatif dari aktivitas manusia terhadap lingkungan.
Sedangkan teknologi lingkungan dapat diartikan sebagai aplikasi ilmu lingkungan untuk melestarikan lingkungan alam dan sumber daya untuk mengekang dampak negatif dari keterlibatan manusia.
Ruang lingkup teknologi hijau teknologi hijau sangat luas, beberapa subjek yang paling banyak dibahas diantaranya :
1.       Energi hijau
Menurut BPET (2014), ada banyak alasan mengapa energi terbarukan menjadi pilihan diantaranya relatif tidak mahal, bersifat netral karbon dan tidak menimbulkan polusi.
2.       Bangunan Hijau
Menurut EPA (2014),konsep bangunan hijau mengedepankan pada aspek penggunaan struktur dan proses yang mengutamakan keberlanjutan dan keselarasan dengan lingkungan.
3.       Kimia Hijau
4.       Nanoteknologi Hijau
Dalam hal ini, nanoteknologi hijau merupakan penerapan dari kimia hijau dan teknologi hijau.
Prinsip utama teknologi hijau meliputi 3 aspek yaitu : Kenyamanan Sosial, Ekonomis, dan Ramah lingkungan.


Daftar pustaka :

BPET. 2014. Energi yang Terbarukan. Buku Panduan Energi yang Terbarukan. PNPM Mandiri.
Dalam :
EPA. 2014. Green Building. Environmental Protection Agency.
Dalam :
Hidayat , Atep Afia . Kholil, M. 2017 . Kimia, Industri , Teknologi hijau.
Karyono, T.H. 2009. Teknologi hijau dan pembangunan berkelanjutan. Prosiding seminar “Green technology toward sustainable development”. Fakultas Teknik Terpadu. Universitas Al Zaitun. Indramayu.
Kuswartojo, T.2002. Agenda 21, Global Environmental Facilities (GEF) dan Alih teknologi. Jurnal Teknologi Lingkungan. BPPT. Vol.3, No. 3.


Industri Hijau


INDUSTRI HIJAU

ABSTRAK

Industri hijau sudah menjadi istilah di negara-negara di dunia untuk menanggapi semakin berkurangnya sumber daya alamnya, perubahan iklimnya, polusi udara, pemasan global. Industri hijau menupakan kreasi inovatif dan pengawatean perubahan iklim. Melalui penerapan teknologi hijau diupayakan dapat dipastikan bahwa seluruh industri terus meningkatkan kinerja lingkungannya.





Kata kunci : Industri hijau

Menurut Darsono (2014), Industri hijau merupakan penerapan teknologi yang ramah lingkungan yang mampu mengubah lingkungan hidup agar sesuai dengan kehidupan manusia, sumber daya alam yang diambil dan diolah untuk sebesar-besarnya kesejahteraan manusia secara lestari. Dalam setiap proses produksi pasti menghasilkan sisa atau limbah. Limbah industri tidak dapat dibiarkan begitu saja. Jika demikian maka sang industriawan terkesan tidak bertanggung jawab serta kurang bermoral (Hidayat, 2013).
Penerapan industri hijau menjadi penentu utama bagai peningkata daya saing dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Industri hijau dapat berperan dalam mengentaskan kemiskinan, penghematan energi, lebih memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja (Unido, 2011).
Pengaplikasian Industri hijau menurut Kepenperin (2012) dapat dicapai melalui :
a.       Meningkatkan upaya-upaya pengelolaan internal/housekeeping
b.       Meningkatkan proses pengawasan
c.       Daur ulang bahan/material
d.       Modifikasi peralatan yang ada
e.       Teknologi bersih
f.        Perubahan bahan baku
g.       Modifikasi produk
h.       Pemanfaatan produk samping
Berbagai manfaat yang dapat kita rasakan dengan penerapan industri hijau ini antara lain :
1.       Meningkatkan profitabilitas melalui peningkatan efisiensi sehingga dapat mengurangi biaya operasi, pengurangan biaya pengolahan limbah dan tambahan pendapatan dari produk hasil samping
2.       Meningkatkan image perusahaan
3.       Meningkatkan kinerja perusahaan
4.       Mempermudah akses pendanaan
5.       Flexsibelitas dalam regulasi
6.       Terbukanya perluang pasar baru
7.       Menjaga kelestarian Fungsi lingkungan.
Banyaknya cara mewujudkan ekonomi hijau. Menurut Zakiyudin (dalam Ramadhiani, 2015), saat ini Indonesia mengandalkan industri sumber daya alam sebagai penggerak utama ekonomi nasional.
Adapun Departemen Perindustrian Thailand pada tahun 2011 meluncurkan Proyek Industri Hijau, yaitu dengan mencapai 5 tingkat perkembangan industri hijau, yaitu :
1.       Level 1 : Green commitment
2.       Level 2 : Green Activity
3.       Level 3: Green system
4.       Level 4 : Green culture
5.       Level 5: Green network


Daftar Pustaka :
Darsono, V. 2014. Panduan Pengelolaan Green Industry. Cahaya Atma Pusaka.Yogyakarta.
Hidayat, A.A. 2013. Lingkungan Yes! Industri Perusak Lingkungan No!.
Dalam :
Hidayat , Atep Afia . Kholil, M. 2017 . Kimia, Industri , Teknologi hijau.
Kemenperin. 2012. Kebijakan Pengembangan Industri Hijau. Workshop Efisiensi Energi di IKM. Jakarta,28 Maret 2012.



Kimia Hijau


KIMIA HIJAU

ABSTRAK

Menurut Collins (2001),Ilmu kimia dapat memainkan peran penting untuk mencapai peradaban yang berkelanjutan di Planet Bumi. Secara garis besar kimia hijau merupakan suatu cara untuk mengurangi penggunaan zat kimia dalam suatu produk. Karena kimia hijau berupaya semaksimal mungkin mengurangi dampak negatif dari berbagai proses kimia maka terdapat 12 prinsip utama dalam kimia hijau. Mengacu pada paparan mengenai prinsip kimia hijau, maka produk kimia yang di anggap ideal adalah produk dan proses pembuatannya tidak menimbulkan bahaya bagi manusia.




Kata kunci : Kimia Hijau

Kimia hijau menurut EPA (2015a) merupakan desain produk dan proses kimia yang berupaya mengurangi atau menghilangkan penggunaan zat berbahaya. Dalam hal ini,  kimia hijau merupakan konsep dan pemikiran mengenai kimia untuk menyelamatkan lingkungan dari pencemaran. Kimia hijau berupaya mewujudkan kondisi produksi tetap optimal, manusia tetap sehat, dan lingkungan selalu bersih dan lestari. Dan teori lain menyebutkan yaitu bersumber dari Manahan (2006), bahwa kimia hijau merupakan pendekatan filosofis baru yang dapat diaplikasikan, sehinggga memberi kontribbusi yang cukup nyata terhadap pembangunan berkelanjutan. Kimia hijau dapat memberikan kontribusi dalam tiga hal utama yaitu pertama, teknologi energi terbarukan yang akan menjadi pilar utama dari peradaban teknologi tinggi yanng berkelanjutan (Collins,2001). Kedua, reagen yang digunakan oleh industri kimia harus mulai diganti dengan sumber yang terbarukan. Ketiga, perllu ada teknologi alternatif pengendalian polusi yang lebih mumpuni.
Pada prinsipnya, kimia hijau memanfaatkan pengetahuan kimia yang berlaku untuk proses produksi, penggunaan, dan pembuangan akhir bahan kimia dengan cara meminimalkan penggunaan bahan yang dapat menimbulkan kerusakan pada lingkungan. Selanjutnya United States Environmental Protection Agency (US-EPA) menjelaskan 12 prinsip utama Kimia Hijau (EPA, 2015a), yang meliputi :
1.      Prevent waste
2.       Maximise atom economy
3.       Less hazardous chemical syntheses
4.       Safer chemicals and products
5.       Safer solvents and reaction condition
6.       Increase energy efficiency
7.       Use renewable feedstock
8.       Avoid chemical derivatives (Protecting group)
9.       Use catalysts
10.   Design chemical and products to degrade after use
11.   Analyse in real time to prevent pollution
12.   Minimise potential for accidents


Mengacu pada paparan mengenai Prinsip kimia hijau, maka produk kimia yang dianggap ideal ialah memiliki sifat :
1.       Dapat terurai oleh mikroorganisme (biodegradable)
2.       Mampu beradaptasi dan sejalan dengan siklUS 3R (Reuse, Recycle, Reduce)
3.       Serta produk dan proses produksinya tidak menimbulkan bahaya.


Daftar Pustaka :
Collins, T. 2001. Toward Sustainable Chemistry. Science 05 Jan 2001: Vol. 291, Issue 5501, pp. 48-49.
Dalam :
EPA. 2015a. Basic of Green Chemistry. United States Environmental Protection Agency.
Dalam :
Hidayat , Atep Afia . Kholil, M. 2017 . Kimia, Industri , Teknologi hijau.
Manahan, S.E. 2005. Green Chemistry – And The Ten Commandments of Sustainability. Chemchar Research, Inc. Columbia – USA.
Dalam :

Sabtu, 18 Agustus 2018

Klasifikasi Limbah

KLASIFIKASI LIMBAH

ABSTRAK

Limbah dapat menimbulkan pencemaran  dan BISA sangat beracun. Jenis polutan kimia juga dapat berpotensi meracuni ekosistem perairan seperti polutan logam berat Cadmium, merkuri, timbal dan arsen. Selain limbah dari bahan kimia, limbah radioaktif juga dapat menyebabkan pencemaran yang berbahaya bagi kehidupan seperti yang terjadi di  Jepang, karena pembangkiit listrik tenaga nuklir mengalami kerusakan. Limbah minyak dan limbah nutrisi (limbah dari kompos atau pupuk) juga dapat merusak lingkungan jika pembuangannya tidak di kendalikan.


Kata kunci : Limbah, pencemaran 

Untuk mengidentifikasi pencemaran air sehingga kualitasnya diketahui dapat dilakukan melalui dua cara. Cara pertama dengan mengambil sample air, kemudian mengukur konsentrasi bahan kimia yang terkandung di dalamnya. Sedangkan cara kedua ialah dengan menganalisa kondisi kehidupan satwa seperti ikan, serangga dan hewan invertebrata yang habitatnya di sekitar perairan. Karena menurut Woodford (2015), Jika disekitar badan sungai atau badan perairan lainnya tidak ditemukan kehidupan satwa, dapat diduga kualitas air sudah memburuk.

Terdapat beberapa limbah yang dapat menyebabkan pencemaran air dan lingkungan, diantaranya :
1. Limbah manusia 
 Berdasarkan dara dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2013, ternyata 780 juta penduduk tidak memiliki akses terhadap air bersih (air minum). Sedangkan 2,5 miliar ternyata tidak memilliki fasilitas sanitasi yang layak . Dari data tersebut sudah dapat dipastikan bahwa sebagian limbah manusia memasuki kawasan perairan tanpa mengalami pengolahan terlebih dahulu, sehingga terjadi pencemaran terhadap air poermukaan dan air bawah tanah. 

2. Limbah Nutrisi
Ssecara teori dan praktek limbah dapat dikelola dan dijadikan kompos atau pupuk, dengan demikian terjadi pengembalian nutri ke lingkungan. Dimana nutrisi seperti nitrogen dan fosfor akan dimanfaatkan kembali oleh mikroorganisme dan makroorganisme di sekitar perairan. Masalahnya jika limbah yang masuk dlam vollume yang besar maka kemampuan sumberdaya perairan untuk merehabilitasi dirinya sendiri menjadi telampaui.

3. Limbah cair
Menurut Said (2011), limbah cair adalah limbah yang berwujud cair. Limbah cair terlarut dlam air, selalu berpindah dan tidak pernah diam. Contoh limbah cair adalah air bekas mencuci pakaian, air bekas pencelupan warna pakaian, dan sebagainya. Selain itu limbah cair juga dapat berasal dari limbah industri yang keluar daru pabrik ke perairan/badan air.

4. Limbah kimia
Jenis polutan lainnya yang berpotensi meracuni ekosistem perairan ialah logam berat seperti cadmium (Cd), Merkuri (Hg), Timbal (Pb), Arsen (As). Saifullah (2013) menjelaskan baw\hwa beberapa kasus pencemaran  air yang menimbulkan korban manusia seperti pada akhir tahun 1950, yaitu mewabahnya penyakit yang sangat  mengerikan, yang terkenal sebagai penyakit itai-itai (aduh-aduh).

5. Limbah radioaktif
Menurut WNA (2015) adalah tujuan utama dalam mengelola dan membuang limbah radioaktif adalah untuk melindungi masyarakat dan lingkungan.


Daftar pustaka :

Alkhadi, M. 2013. Isu Lingkungan Hidup - mewaspadai dampak kemajuan teknologi dan polusi lingkungan global yang mengancam kehidupan. Graha Ilmu.

Hidayat, Atep Afia. Kholil, Muhammad. 2017. Kimia, Industri dan teknologi hijau. 

Said, N.I. 2011. Pengelolaan Limbah Domestik. BPPT. Jakarta.
Saifullah. 2013. Paradigma Pembangunan Lingkungan Hidup Di Indonesia.
Dalam :
http://saifullah.lecturer.uin-malang.ac.id/2013/11/20/paradigma-pembangunan-lingkungan-hidup-di-indonesia/

WHO. 2013. Diarrhoeal Disesase. Media Centre-World Health Organization.
Dalam :
http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs330/en/

Woodford, C. 2015. Water Pollution: An Introduction. Explainthatstuff!.
Dalam :
http://www.explainthatstuff.com/waterpollution.html

WNA. 2015. Radioacrive Waste Management. World Nuclear Association.
Dalam :
http://www.world-nuclear.org/info/Nuclear-Fuel-Cycle/Nuclear-Wastes/Radioactive-Waste-Management/

PENCEMARAN UDARA


PENCEMARAN UDARA

ABSTRAK
Pencemaran udara merupakan polusi udara gas yang dilepaskan ke udara dalam jumlah banyak dan merupakan hasil dari kegiatan manusia yang menyebabkan mutu udara turun pada tingkat tertentu yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia (Woodfood, 2014 ; Salim, 2002). Pencemaran udara dapat berdampak pada kesehatan manusia seperti penyakit kanker yang berbahaya, berdampak pada pertanian, dan juga berdampak pada iklim atau cuaca di Bumi.






Kata kunci : pencemaran,polutan,polusi

Pencemaran udara secara garis besar merupakan penurunan kualitas udara karena polusi gas dari kegiatan manusia. Seperti yang dikatakan Akhadi (2013), bahwa pencemaran udara tak lain merupakan kerusakan yang terjadi secara sistematis pada salah satu bagian atmosfer, tepatnya lapisan troposfer. Polutan yang dilepaskan dari permukaan bumi akan masuk langsung ke lapisan troposfer sebagai bagian atmosfer yang bersinggungan langsung dengan permukaan bumi. Besarnya tingkat pencemaran udara terjadi akibat semakin pesatnya pembangunan yang terjadi di era masa kini. Seperti pembangunan gedung untuk sarana dan prasarana dan teknologi yang semakin modern dalam aktifitas industri telah menyebabkan perubahan kondisi lingkungan secara drastis, diantaranya komposisi udara.
Menurut Woodford (2014), terdapat sepuluh bahan yang menimbulkan pencemaran udara dengan dampak yang paling membahayakan, yaitu diantaranya :
  •  Sulfur dioksida (SO2)
  •  Karbon monoksida (CO)
  • Karbon dioksida (CO2)
  •  Nitrogen Oksida (NO)
  • Senyawa Organik Volatil
  •  Partikulat
  • Ozon
  • Chlorofluorocarbons (CFC)
  • Pembakaran Hidrokarbon tidak sempurna
  • Logam berat
Penyebab pencemaran udara
Menurut Woodford (2014), faktor alam yang memberikan kontribusi terhadap pencemaran udara misalnya erupsi gunung berapi yang mengeluarkan debu dan gas vulkanik, kebakaran hutan, dan gas yang dilepaskan dari proses peluruhan radioaktif di dalam bumi. Penyebab polusi udara kedua adalah faktor manusia dengan segala aktifitasnya. Berbagai kegiatan manusia yang dapat menghasilkan polutan antara lain (Alamendah, 2014) dan (Woodford, 2014) : pembakaran, seperti pembakaran pada kegiatan rumah tangga, kendaraan bermotor dan kegiatan industri. Polutan yang dihasilkan antara lain asap, debu, grit (pasir halus), dan gas (CO dan NO).
Dampak pencemaran udara
  •    Kesehatan manusia : sekitar 10-20 persen penyakit kanker disebabkan oleh pencemaran udara, dengan waktu keterpengaruhan yang berlangsung lama dan merupakan kombinasi dengan penyebab lainnya. Sementara menurut Sandra (2013) mengungkapkan hasil penelitiannya di Kota Surabaya, bahwa keluhan pernafasan yang dirasakan polisi lalu lintas (Polantas) lebih banyak daripada polisi yang bertugas di dalam ruangan. Disebutkan pula bahwa kadar SO2  diketahui mempunyai pengaruh yang signifikan dapat menimbulkan batuk kering dan sesak nafas disertai batuk, dan dapat menurunkan fungsi paru Polantas.
  •  Dampak terhadap  pertanian : Residu kimia seperti logam berat yang bersumber dari emisi knalpot kendaraan bermotor dapat terakumulasi dan mempengaruhi metabolism tanaman. Ancaman terbesar untuk pertanian muncul dari adanya karbon dioksida yang terakumulasi di atmosfer, bersama-sama gas rumah kaca lain menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim.


Daftar Pustaka
Akhadi, M. 2013. Isu Lingkungan Hidup. Graha Ilmu. Jakarta.
Alamendah. 2014. Sumber dan Penyebab Pencemaran Udara.
Dalam :
Salim, E. 2002. Green Company. Astra Intenasional. Jakarta.
Sandra, C. 2003. Pengaruh Penurunan Kualitas Udara Terhadap Fungsi Paru dan Keluhan Pernafasan pada Polisi Lalulintas Polwiltabes Surabaya. Jurnal IKESMA Volume 9 Nomor 1 Maret 2013.


Woodford, C. 2014. Air Pollution. Explainthatstuff!.
Dalam :