ZAT ADITIF DALAM PANGAN
Abstrak
Dalam kaitannya dengan Kimia Kontekstual berbagai isu mengenai Kimia Pangan banyak menjadi perhatian publik. Sebenarnya ada tiga komponen utama dalam makanan yang menjadi perhatian ahli kimia pangan, yaitu : karbohidrat, lemak dan protein (Domel, 2014). Berbagai komponen lain seperti air, vitamin, mineral, enzim, serta zat aditif juga menjadi bahan kajian Kimia Pangan. Kasus yang paling banyak dibahas misalnya penggunaan zat aditif pengawet seperti formalin pada bahan makanan contohnya ayam potong, mie basah, dsb. Padahal formalin ini biasa digunakan untuk pengawet mayat, bahan pembuat pupuk, pembasmi lalat, dsb. Oleh karena itu, masyarakat sangat perlu mengenal lebih jauh mengenai jenis-jenis zat aditif yang terkandung dalam suatu makanan.
Isi
Pengertian Zat Aditif Makanan
Zat aditif sejak dahulu kala sudah
digunakan oleh manusia seperti halnya garam, cuka, jeruk, lada, dan
berbagai bahan-bahan lainnya yang selalu digunakan untuk zat penambah
rasa saat memasak. Hal tersebut sesungguhnya hanya mempunyai tujuan
dalam membantu memberikan cita rasa pada makanan dan juga memberikan
daya tarik seperti warna pada makanan sehingga akan memunculkan rasa
nafsu makan yang tinggi.
Semua bahan yang dicampurkan pada saat proses
memasak makanan selama proses pengolahannya, proses penyimpanannya, dan
proses pengepakannya bisa disebut sebagai zat aditif makanan.
Fungsi Zat Aditif
Banyak sekali fungsi dari zat aditif yang ditambahkan dalam makanan antara lain :
- Meningkatkan kandungan gizi
- Menjaga kualitas dan tekstur pada makanan
- Membuat makanan menjadi lebih tahan lama
- Memberikan warna sehingga terlihat lebih menarik
- Memberikan cita rasa sedap pada makanan
- Memberikan aroma yang sedap pada makanan
Jenis-jenis Zat Aditif Alami dan Buatan Pada Makanan
Bahan atau zat aditif dapat digolongkan menjadi beberapa kelompok tertentu berdasarkan kegunaannya. Di bawah ini merupakan beberapa contoh zat aditif pada makanan baik alami maupun buatan :
1. Bahan Pewarna
Jika dibandingkan dengan yang lain, zat
aditif yang sering digunakan ialah bahan pewarna. Penggunaan bahan
pewarna yang dilakukan di rumah, biasanya hanya digunakan untuk
menambahkan dan memberi sedikit warna agar tampilan makanan dan juga
minuman menjadi terlihat lebih menarik. Hal tersebut berfungsi untuk
memunculkan dan merangsang nafsu makan.
- Bahan pewarna alami : Daun Pandan, Kunit, Daun Jati, wortel, buah naga, dan lain-lain.
- Bahan pewarna buatan : Biri Berlian, Tartrazain, Kamoizin, Erotrosin, Yellow CFC dan lain-lain.
2. Bahan Pemanis
Hampir semua makanan yang kita jumpai di
pasaran memiliki cita rasa yang manis. Definisi dari pemanis merupakan
suatu zat yang dicampurkan pada suatu makanan dan juga minuman yang
mempunyai fungsi sebagai pemberi rasa yakni manis. Kelebihan yang ditawarkan oleh pemanis
alami yaitu mempunyai nilai kalori yang cukup baik dan sangat mudah
dilakukan proses pencernaan dalam tubuh.
- Alami : Gula Tebu, Gula Aren, Madu dan lain-lain.
- Buatan : Dulsin, sakarin, siklamat aspartam dan lain-lain.
3. Bahan Pengawet
Makanan yang kita temui di pasaran
kebanyakan tidak mempunyai tingkat keawetan yang cukup baik, karena
diakibatkan oleh bakteri dan juga jamur yang akan merubahnya menjadi
makanan basi. Penggunaan
bahan pengawet dapat menjadikan bahan makanan bebas dari kehidupan mikroba baik
yang bersifat patogen maupun non patogen yang dapat menyebabkan kerusakan bahan makanan
seperti pembusukan (Tranggono, dkk, 1990). Oleh
karena itu, sangat penting diperhatikan bahwa penanganan dan pengolahan bahan pangan
dilakukan secara higinies (Buckle, et. al., 1985).
- Alami : Garam dapur, bawang putih, asam cuka.
- Buatan : Natrium benzoat, Asam sorbat, dan lain-lain.
4. Bahan Penyedap atau Penguat Rasa
Makanan yang kita konsumsi sehari-hari tak lepas dari penyedap atau
bumbu masak, karena memang zat tersebut menambah sedap dan menimbulkan
selera makan. Penyedap yang paling kita kenal adalah vetsin atau MSG
(monosodium glutamat) yang dikenal dengan merk dagang seperti
Ajinomoto, Miwon, Royco, Sasa, Masako, dan lain lain.
- Alami : Kunyit, kayu manis, lengkuas, lada, serai dan rempah-rempah lainnya.
- Buatan : Monosodium Glutamat (MSG) Garam inosinat, Garam Guaniat.
Daftar Pustaka
Buckle, K.
A., Edward R. A., Fleet G. H., Souness R., and Wotton M., 1985, Ilmu Pangan, a.b.
Hari Purnomo dan Adiono, UI-Press, Jakarta
Domel, D. 2014. What is Food Chemistry? University of Nebraska.
http://www.math.unl.edu/~jump/Center1/Labs/WhatisFoodChemistry.pdf
Hidayat, Atep
Afia. Dan Kholil, Muhammad.2017. Kimia, Industri dan Teknologi Hijau
Suharyanto. 2017. Zat Aditif Pada Makanan : Pewarna, Pemanis dan Pengawet
https://dosenbiologi.com/biokimia/zat-aditif (diakses tgl 10 Agustus 2018 pkl.19.45)
Sumberpengertian. 2017. Pengertian Zat Aditif, Fungsi, Penggunaan dan Contohnya
http://www.sumberpengertian.co/pengertian-zat-aditif (diakses tgl 10 Agustus 2018 pkl.19.00)
Tranggono,
Z.N., Wibowo D., Murdjiati G., dan Mary A., 1990, Kimia Nutrisi Pangan, PAU
Pangan dan Gizi UGM, Jogjakarta
Oleh : @H23-DEANDRA @ProyekH02
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.