.

Sabtu, 18 Agustus 2018

Kerusakan Ekosistem Laut


Kerusakan Ekosistem Laut
oleh : hizra fazly *)

Abstrak
Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki ribuan pulau besar maupun kecil yang dipisahkan oleh lautan. Indonesia juga diapit oleh dua samudra, yaitu samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Memiliki wilayah perairan yang luas membuat Indonesia menjadi negara yang kaya akan sumber daya laut. Banyak jenis ikan dan terumbu karang yang hidup di setiap perairan laut indonesia. Tak sedikit juga penduduk Indonesia yang memanfaatkan kekayaan laut yang dimiliki oleh Indonesia untuk mencukupi perekonomian mereka. Diwilayah pesisir banyak warga yang berprofesi sebagai nelayan, pengepul ikan, pembuat jaring untuk mengkap ikan, pembuat bom ikan, dan masih banyak lagi profesi yang ada. Namun ada nelayan di beberapa wilayah di Indonesia yang tidak bijak dalam mengkap ikan. Mereka menggunakan cara yang bisa mematikan semua ikan dari ikan kecil sampai ikan besar dengan menggunakan bom ikan. Cara tersebut dianggap lebih praktis, namaun akibat yang ditimbulkan sangat merugikan bagi ikan, terumbu karang dan juga bagi mereka sendiri. Penggunaan bom ikan bisa merusak tempat tinggal ikan yaitu terumbu karang. Jika terumbu karang rusak maka tidak akan ada lagi ikan diwilayah tersebut. Tetapi tidak semua nelayan di Indonesia seperi itu. Masih banyak nelayan yang bijak dalam memafaatkan sumber daya laut Indonesia. Masih banyak nelayan tradisiaonal yang menagkap ikan dengan menggunakan jarinng dan bahan ramah lingkungan yang lain.
Kata Kunci : Kerusakan ekosistem bawah laut, bom ikan.
Pendahuluan 
 Sebagai negara yang memiliki wilayah laut yang luas, Indonesia sangat kaya akan sumber daya alam bawah laut. Perairan yang hangat dan arus yang tidak terlalu besar menjadikan perairan Indonesia banyak dihuni oleh ikan dan tumbuhan laut yang beragam. Banyak pula ikan dari luar wilayah perairan Indonesia bermigrasi ke perairan Indonesia pada musim-musim tertentu untuk mencari makan dan berkembang biak. Hal ini juga yang membuat perairan Indonesia memiliki jenis ikan yang beragam.
Selain memiliki jenis ikan yang beragam perairan Indonesia juga ditumbuhi berbagai jenis terumbu karang. Terumbu karang banyak hidup di perairan Indonesia dikarenakan laut Indonesia memiliki kriteria yang sesuai untuk terumbu karang bisa hidup dan berkembang. Terumbu karang merupakan ekosistem khas yang terdapat di daerah tropis yang terbentuk dari endapan-endapan masif ter­utama kalsium karbonat yang dihasilkan oleh organisme karang, alga berkapur dan organisme-organisme lain yang mengeluarkan kalsium karbonat. Namun keindahan ekosistem laut di Indonesia semakin hari semakin terancam kerusaknnya. Salah satu ancaman kerusakan ekosistem laut Indonesia adalah para nelayan yang masih menggunakan bom untuk mengkap ikan. Bom ikan mengakibatkan terumbu karang rusak dan ikan-ikan kecil ikut mati.
Permasalahan
bagaimana cara mengatasi atau meminimalisir aktivitas yang dapat menyebabkan rusaknya ekosistem laut di Indonesia.
Pembahasan

Pengertian kerusakan ekosistem laut

            Perusakan ekosistem laut adalah tindakan yang menimbulkan perubahan langsung atau tidak langsung terhadap sifat fisik dan hayatinya yang melampuai kriteria baku kerusakan laut. Hal ini berarti bahwa perlu ditetapkan kriteria baku kerusakan laut yang berfungsi sebagai tolak ukur untuk menentukan tingkat kerusakan laut. Selain itu juga sangat berguna bagi penentuan status mutu laut. Karena sangat erat kaitannya antara tingkat kerusakan laut dengan status mutu laut itu sendiri.
        Sebagian besar wilayah Republik Indonesia berupa perairan laut yang letaknya sangat strategis. Perairan laut Indonesia selain dimanfaatkan sebagai sarana perhubungan laut lokal maupun internasional, juga memiliki sumber daya laut yang sangat kaya dan penting, antara lain sumber daya perikanan, terumbu karang, padang lamun, mangrove dan pada daerah pesisir dapat dimanfaatkan sebagai obyek wisata yang menarik. Laut juga mempunyai arti penting bagi kehidupan makhluk hidup seperti manusia, juga ikan, tumbuh-tumbuhan dan biota laut lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa sektor kelautan mempunyai potensi yang sangat besar untuk dapat ikut mendorong pembangunan di masa kini maupun masa depan. Oleh karena itu, laut yang merupakan salah satu sumber daya alam, sangat perlu untuk dilindungi. Hal ini berarti pemanfaatannya harus dilakukan dengan bijaksana dengan memperhitungkan kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang. Agar laut dapat bermanfaat secara berkelanjutan dengan tingkat mutu yang diinginkan

Penyebab Kerusakan Ekosistem Laut

Berdasarkan pembahasan diatas terdapat masalah-masalah yang ada pada ekosistem laut yang disebabkan oleh manusia-manusia yang tidak memperdulikan dan tidak menjaga kelestarian alam laut. Berikut merupakan faktor penyebab rusaknya ekosistem laut antara lain:
1.     Terumbu karang yang hidup di dasar laut merupakan sebuah pemandangan yang cukup indah. Banyak wisatawan melakukan penyelaman hanya untuk melihatnya. Sayangnya, tidak sedikit dari mereka menyentuh bahkan membawa pulang terumbu karang tersebut. Padahal, satu sentuhan saja dapat membunuh terumbu karang.
2.     Membuang sampah ke laut dan pantai yang dapat mencemari air laut.
3.     Mungkin tidak banyak yang sadar, penggunaan pupuk dan pestisida buatan pada lahan pertanian turut merusak terumbu karang di lautan. Karena meskipun jarak pertanian dan bibir pantai sangat jauh, residu kimia dari pupuk dan pestisida buatan pada akhirnya akan terbuang ke laut melalui air hujan yang jatuh di lahan pertanian.
4.    Boros  menggunakan air, karena semakin banyak air yang digunakan semakin banyak pula limbah air yang dihasilkan dan akhirnya mengalir ke laut. Limbah air tersebut biasanya sudah mengandung bahan kimia.
5.   Terumbu karang merupakan tujuan wisata yang sangat diminati. Kapal akan lalu lintas di perairan. Membuang jangkar pada pesisir pantai secara tidak sengaja akan merusak terumbu karang yang berada di bawahnya
6.   Penambangan pasir atau bebatuan di laut dan pembangunan pemukiman di pesisir turut merusak kehidupan terumbu karang. Limbah dan polusi dari aktifitas masyarakat di pesisir secara tidak langsung berimbas pada kehidupan terumbu karang. Selain itu, sangat banyak yang pengambilan karang untuk bahan bangunan dan hiasan akuarium.
7.    Masih banyak yang menangkap ikan di laut dengan menggunakan bom dan racun sianida. Ini sangat mematikan terumbu karang
8.     Selain karena kegiatan manusia, kerusakan terumbu karang juga berasal dari sesama mahkluk hidup di laut. Siput drupella salah satu predator bagi terumbu karang.
9.     Pengundulan hutan di lahan atas sedimen hasil erosi dapat mencapai terumbu karang di sekitar muara sungai, sehingga mengakibatkan kekeruhan yang menghambat difusi oksigen ke dalam polip atau hewan karang.
10. Pengerukan di sekitar terum-bu karang Meningkatnya kekeruhan yang meng-ganggu pertumbuhan karang.    

Cara Mengatasi Perusakan Ekosistem Laut

Cara mengatasi kerusakan di lingkungan laut, sebenarnya ada dalam diri manusia itu sendiri tergantung dari kemauan mereka mau atau tidaknya seseorang melakukan hal tersebut. Diantaranya:
1.   Meningkatkan pendayagunaan potensi laut dan dasar laut Peningkatan pendayagunaan potensi yang ada di lingkungan laut, baik luar maupun dalam laut. Misalnya dalam pendayagunaan lingkungan laut sebagai pariwisata,budidaya rumput laut, maupun budidaya ikan. Dimana dalam peningkatan ini peran pemerintah juga harus diikut sertakan dalam proses pendayagunan laut ini, seperti yang sudah diatur dalam Undang-Undang Repubik Indonsia Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan yaitu dalam BAB IV Pasal 8 Ayat 1 dan Pasal 9 Ayat 1 dan Ayat 2.
2.   Meningkatkan harkat dan taraf hidup nelayan
Penangkapan ikan sebagai cara mencari nafkah para nelayan ataupun untuk indutri perikanan dapat diperbolehkan. Asal cadangan ikan yang mereka tangkap tidak dalam keadaan punah, sedangkan untuk ikan yang belum mencapai besar tertentu, harus dilepaskan kembali ke dalam laut, yang teah diatur dalam Undang-Undang Repubik Indonsia Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan yaitu dalam BAB III Pasal 5 dan Pasal 6.
3.   Mengembangkan potensi industri kelautan
Pengendalian pencemaran oleh indutri, hendaknya bersifat bahwa jumlah bahan yang mengakibatkan polusi tidak harus berbahaya dan tidak mengganggu keberadaan biota laut. Oleh karena itu, buangan limbah sebelum dialirkanke sungai ataupun perairan perlu teknik pengolahan imbah seuai bata yang ditentukan. Hasil ampah yang berasal dari kegiatan manusia harus di kurangi dan didorong untuk mendaur ulang kotoran maupun limbah lain. Bahkan, kalau perlu melarang pembuangan semua limbah ke lingkungan laut.
4.   Mempertahankan daya dukung dan kelestarian fungsi lingkungan laut.
Penanggulangan kerusakan tersebut,diharapkan warga yang ada di daerah pesisir laut untuk dapat mempertahankan aset-aset yang terdapat dalam lingkungan laut tersebut, menyadari akan kepentingan laut dan ekosistemnya yaitu sebagai sumber hayati, meletarikan kemampuan alam untuk menjadikan sumber mata pencaharian penduduk sekitar laut sehingga menadikan suatu kesejahteraan masyarakatnya.

Kesimpulan

1.  Perusakan ekosistem laut adalah tindakan yang menimbulkan perubahan langsung atau tidak langsung terhadap sifat fisik dan hayatinya yang melampuai kriteria baku kerusakan laut.
2. Penyebab kerusakan ekosistem laut adalah aktivitas-aktivitas manusia yang tidak peduli atau kurang memperhatikan kelestarian alam serta tidak menjaga keindahan alam laut.
3. Cara mengatasi atau meminimalisir kerusakan ekosistem laut manusia harus lebih mengindahkan dan memperhatikan kelestarian alam laut, serta harus lebih peduli dan menjaga alam laut. Selain itu beberapa yang harus diperhatikan diantaranya Meningkatkan pendayagunaan potensi laut dan dasar laut Peningkatan pendayagunaan potensi yang ada di lingkungan laut, baik luar maupun dalam laut, Meningkatkan harkat dan taraf hidup nelayan, Mengembangkan potensi industri kelautan dan mempertahankan daya dukung dan kelestarian fungsi lingkungan laut.


Daftar Pustaka








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.