.

Selasa, 29 Maret 2022

MENGEAL LEBIH DEKAT STRUKTUR ATOM DAN SISTEM PERIODIK UNSUR

 

STRUKTUR ATOM DAN SISTEM PERIODIK UNSUR

Oleh    : yusup ario w (@V01-Yusup)

Nim     : 41617110018

 







Pengertian singkat:

Pembahasan kali ini adalah membahas mengenai struktur atom.  Terlebih dahulu yang perlu diketahui apa yang disebut sebagai spektrum gelombang elektromagnetik. Menurut Kadja (2020) spektrum gelombang elektromagnetik sebagai dasar nanti untuk memahami struktur atom spektrum. gelombang elektro magnetik ialah pengisapan cahaya-cahaya yang manusia gunakan sebagai media untuk melihat melihat setiap hari. cahaya tampak itu merupakan salah satu contoh dari gelombang elektromagnetik.

Perkembangan model atom :

Menurut beberapa sumber (Cahyana, 2010; Hidayat, 2022) diantaranya mengatakan bahwa perkembangan model atom awalnya dikenal dengan berbagai nama diantaranya:

a)      Model Atom Dalton

John Dalton (1776-1844) seorang ilmuwan pertama mengembangkan model atom pada 1803-1808. Hipotesis Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola pejal seperti tolak peluru.

Teori atom Dalton didasarkan pada anggapan:

·         Semua benda terbuat dari atom

·         Atom-atom dari unsur tertentu adalah indentik satu terhadap lainnya dalam ukuran, massa, dan sifat-sifat yang lain.

·         Perubahan kimia merupakan penyatuan dan pemisahan dari atom-atom yang tak dapat dibagi, diciptakan atau dimusnahkan

b)     Model Atom Thomson

Awal abad ke-20, JJ Thomson menggambarkan atom seperti bola kue dengan taburan kismis. Bola itu padat dan bermuatan positif. Di permukaannya, yang tersebar elektron yang bermuatan negatif.

Thomson juga membuktikan adanya partikel yang bermuatan negatif dalam atom. Ia mematahkan anggapan Demokritos dan Dalton bahwa atom adalah partikel terkecil dari unsur atom. Namun, model atom Thomson tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam atom

c)      Model atom Rutherford

Ernest Rutherford, fisikawan yang lahir di Selandia Baru adalah salah satu tokoh yang berjasa dalam pengembangan model atom. Rutherford membuat model atom seperti tata alam surya.

Menurutnya atom adalah bola berongga yang tersusun dari inti atom dan elektron yang mengelilinginya. Inti atom bermuatan positif. Dan massa atom terpusat pada inti atom. Model ini persis seperti bagaimana planet-planet mengitari matahari.

Namun model atom Rutherford tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom. Berdasarkan teori fisika, gerakan elektron mengitari inti ini disertai pemancaran energi. Ini menyebabkan lama-kelamaan energi elektron akan berkurang dan lintasannya makin lama akan mendekati inti dan jatuh ke dalam inti. Kendati demikian, Rutherford telah berjasa mengenalkan konsep lintasan atau kedudukan elektron yang kelak disebut dengan kulit atom.

 

d)     Model atom Bohr

Niels Bohr, fisikawan dari Denmark. beliau ilmuwan pertama yang mengembangkan teori struktur atom pada 1913.

Teori tentang sifat atom yang didapat dari pengamatan Bohr:

·         Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif di dalam suatu lintasan.

·         Elektron bisa berpindah dari satu lintasan ke lintasan yang lain dengan menyerap atau memancarkan energi sehingga energi elektron atom itu tidak akan berkurang

·         Jika berpindah ke lintasan yang lebih tinggi, elektron akan menyerap energi. Sebaliknya, Jika berpindah ke lintasan yang lebih rendah, elektron akan memancarkan energi.

·         elektron-elektron pada tingkat-tingkat energi tertentu-tertentu yang disebut kulit-kulit elektron.

Model atom Bohr menunjukkan bahwa atom terdiri dari beberapa kulit. Kulit ini adalah tempat berpindahnya elektron. Namun model ini memiliki radius dan orbit. Ini tidak sesuai dengan Prinsip Ketidakpastian Heisenberg yang menyatakan radius tidak bisa ada bersamaan dengan orbit. Selain itu, model atom Bohr juga tidak dapat menjelaskan Efek Zeeman. Efek Zeeman adalah ketika garis spektrum terbagi karena adanya medan magnet.

 

e)      Model atom Modern

Setelah abad ke-20, pemahaman mengenai atom makin terang benderang. Model atom modern yang kita yakini sekarang, telah disempurnakan oleh Erwin Schrodinger pada 1926.

Schrodinger menjelaskan partikel tak hanya gelombang, melainkangelombang probabilitas. Kulit-kulit elektron bukan kedudukan yang pasti dari suatu elektron, namun hanya suatu probabilitas atau kebolehjadian saja.

Sebelumnya, Werner Heisenberg juga mengembangkan teori mekanika kuantum dengan prinsip ketidakpastian. Prinsip tersebut kurang lebih berbunyi: "Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan. Yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti atom." Awan elektron di sekitar inti menunjukkan tempat kebolehjadian elektron. Orbital menggambarkan tingkat energi elektrin.

Orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama atau nyaris sama akan membentuk sub-kulit. Kumpulan beberapa sub-kulit akanmembentuk kulit. Dengan demikian, kulit terdiri dari beberapa sub-kulit, dan sub-kulit terdiri dari beberapa orbital. Model atom dengan orbital lintasan elektron ini disebut sebagai model atom modern atau model atom mekanika kuantum yang berlaku hingga saat ini.

 

Sistem periodik :

Sistem periodik unsur kimia adalah susunan dari unsur-unsur berdasarkan nomor atom dan kemiripan sifatnya. Diperlukan seorang yang memperlajari sisitem periodik mengenali, memahami, dan menghafalnya guna menghitung reaksi kimia yang didapat. Dengan tabel periodik unsur, kita dapat nomor atom, konfigurasi elektron, dan sifat setiap unsur.

Unsur-unsur dalam sistem periodik unsur kimia terdiri dari dua kelompok, yakni golongan (lajur vertikal), dan periode (lajur horizontal). Meski nampak rumit, Sobat akan terbiasa dan mudah menghafalnya jika sering berlatih. Berikut adalah hal-hal yang perlu diketahui tentang sistem periodik unsur kimia.

Penggolongan Sistem Periodik

Retno (2020) mengatakan Unsur Sistem periodik bentuk panjang terdiri atas, Periode dan Golongan

a. Periode adalah lajur yang horizontal. Periode menunjukan jumlah kulit elektron yang dimiliki atom. Unsur-unsur yang terletak dalam satu periode memiliki jumlah kulit yang sama.

b. Golongan adalah lajur yang vertikal dan ditulis dengan angka Romawi.

Golongan terdiri dari:

1) Golongan Utama / Gol A (IA -VIIA)  Jika elektron terakhir mengisi orbital s atau p

2) Golongan unsur transisi/ Gol B  jika elektron terakhir mengisi orbital d orbital f (unsur transisi dalam)

Unsur transisi dalam meliputi :

a) deret lantanida karena sifatnya mirip dengan unsur Lantanium

b) deret aktinida karena sifatnya mirip dengan unsur aktinium.

Daftar pustaka :

Cahyana, U. (2010). STRUKTUR ATOM. Jurnal Pendidikan.

Hidayat,  afia atep. (2022). Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur. Universitas mercu buana.

Kadja, G. T. M. (2020). Struktur atom dan tabel periodik. www.youtube.com. https://www.youtube.com/watch?v=SCMgkuSN0UI

Retno, E. (2020). tabel periodik. Universitas Negri Sebelas Maret. https://spada.uns.ac.id/pluginfile.php/563035/mod_resource/content/1/03 TABEL PERIODIK.pdf

https://akupintar.id/info-pintar/-/blogs/sistem-periodik-unsur-klasifikasi-dan-sifat-unsur-dalam-tabel-periodik

 

RANGKUMAN: PERKEMBANGAN MODEL DAN STRUKTUR ATOM SERTA PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK

Oleh : Aziz Affandi (@V04-Aziz)


A. Perkembangan Model Atom

1. Model Atom Dalton

  • Atom merupakan partikel terkecil dari materi
  • Atom tidak dapat diubah menjadi atom lain
  • Berbentuk bola kosong / bola pejal yang tidak memiliki muatan

Model atom Dalton, seperti bola pejal


2. Model Atom Thompson

  • Atom merupakan bola yang bermuatan positif dengan elektron tersebar di dalam bola
  • Elektron merupakan partikel terkecil dari materi
  • Model atom disebut “roti kismis”

Model atom Thomson seperti roti kismis


3. Model Atom Rutherford

  • Atom mempunyai inti atom yang merupakan pusat atom dimana terletak muatan positif.
  • Elektron beredar mengelilingi inti atom
  • Atom bersifat netral

Model atom Rutherford tata surya


4. Model Atom Bohr

  • Elektron beredar pada lintasan yang disebut kulit-kulit elektron
  • Lintasan-lintasan elektron tersebut mempunyai tingkat-tingkat energi dimana lintasan terdekat inti mempunyai energi terendah
  • Elektron-elektron dapat berpindah-pindah lintasan dengan memancarkan atau menyerap energi.

Model atom Niels Bohr

5. Model Atom Mekanika Gelombang

  • Lintasan-lintasan elektron berupa ‘awan elektron” dimana letak elektron berada pada lapisan “awan  elektron”

Model atom mekanika kuantum



B. Struktur Atom

1. Elektron

Elektron adalah partikel penyusun atom yang bermuatan negative. Penemuan elektron bermula dengan ditemukannya tabung sinar katoda.tabung sinar katoda terbuat dari dua kawat yang diberi potensial listrik yang cukup besar dalam tabung kaca sehingga terjadi pembendaharaan cahaya . 

JJ Thomson meneliti lebih lanjut tentang sinar katoda ini dan dapat dipastikan bahwa sinar katoda merupakan partikel, sebab dapat memutar baling-baling yang diletakkan di antara katoda dan anoda. Dari hasil percobaan tersebut JJ Thomson menyatakan bahwa sinar katoda merupakan partikel penyusun atom yang bermuatan negative yang disebut dengan elektron.

             

Pembelokan sinar katoda oleh medan listrik

Besarnya muatan atom dalam elektron ditemukan oleh Robet Andrew Millikan melalui percobaan tetes minyak Milikan.

 

Diagram percobaan tetes minyak Milikan

2. Proton

Jika massa elektron 0 berarti suatu partikel tidak mempunyai massa padahal partikel materi mempunyai massa yang dapat di ukur.begitu pula kenyataan bahwa atom itu netral.

Eugene Goldstein (1886) melakukan eksperimen dari tabung gas yang memiliki katoda, yang diberi lubang-lubang dan diberi muatan listrik.

 

Percobaan Goldstein untuk mempelajari partikel positif

Ternyata pada saat terbentuk elektron yang menuju anoda terbentuk pula sinar positif yang menuju arah berlawanan melewati lubang pada katoda. Setelah berbagai gas dicoba dalam tabung ini, ternyata gas hidrogenlah yang menghasilkan sinar muatan positif yang paling kecil baik massa maupun muatannya, sehingga partikel ini disebut dengan proton. Massa proton = 1 sma ( satuan massa atom)  dan muatan proton = +1

 

3. Inti Atom

Setelah penemuan proton dan elektron, Ernest Rutherford melakukan penelitian penembakan lempeng tipis. Jika atom terdiri dari partikel yang bermuatan positif dan negative maka sinar alpha yang ditembakkan seharusnya tidak ada yang diteruskan/ menembus lempeng sehingga muncullah istilah inti atom.

Ernest Rutherford dibantu oleh Hans Geiger dan Ernest Marsden menemukan konsep inti atom didukung oleh penemuan sinar X oleh W.C Rontgen dan penemuan zat radioaktif.

Percobaan Rutherford dapat digambarkan sebagai berikut :

Percobaan Rutherford, hamburan sinar alpha oleh lempeng tipis 

 

4. Neutron

Prediksi dari Rutherford memacu W. Bothe dan H. Becker melakukan eksperimen penembakan partikel alpha pada inti atom Berilium (Be). Ternyata dihasilkan radiasi partikel berdaya tembus tinggi.

Eksperimen ini dilanjutkan oleh James Chadwick. Ternyata partikel yang menimbulkan radiasi berdaya tembus tinggi itu bersifat netral atau tidak bermuatan dan massanya hampir sama dengan proton. Partikel ini disebut neutron dan dilambangkan dengan 01n.

Isotop, Isobar dan isoton

  • Isotop → unsur-unsur yang mempunyai nomor atom sama tetapi nomor massanya berbeda
  • Isobar → unsur-unsur yang mempunyai nomor atom berbeda tetapi nomor massanya sama
  • Isoton → unsur-unsur yang mempunyai jumlah neutron sama

B. Perkembangan Sistem Periodik

Logam & non logam

1. Triade Dobereiner

  • Unsur-unsur yang ada dikelompokkan menjadi satu kelompok yang terdiri dari 3 unsur yang mempunyai sifat-sifat yang sama

2. Hukum Oktaf Newlands

3. Sistem Periodik Mendeleyev

  • Unsur-unsur dikelompokkan menjadi 7 dimana unsur ke 1 sifatnya mirip dengan unsur ke 8, unsur ke 2 sifatnya mirip dengan unsur ke 9 dan seterusnya
  • Merupakan awal terbentuknya sistem periodik modern.
  • Unsur-unsur dibagi dalam lajur vertikal yang disebut golongan dimana unsur-unsur tersebut mempunyai sifat yang sama, secara horisontal unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atom.
  • Mendeleyev mengosongkan tempat-tempat yang belum ditemukan unsurnya bahkan sudah diramalkan sifat-sifat fisika dan kimia dari unsur yang belum diketahui tersebut.

4. Sistem Periodik Modern

Dibagi 2 lajur, yaitu:

1. Lajur horisontal

Disebut periode, unsur-unsur disusun  berdasarkan kenaikan nomor atom dan terdiri dari 7 periode

2. Lajur vertikal

Disebut golongan, unsur-unsur dalam satu golongan mempunyai sifat-sifat kimia yang sama.

Golongan dibedakan atas golongan utama (A) dan golongan transisi (B)

  • Golongan I A → Alkali (logam)
  • Golongan II A → Alkali tanah (logam)
  • Golongan III A → Boron (logam & non logam)
  • Golongan IV A → Karbon (logam & non logam)
  • Golongan V A → Nitrogen (logam & non logam)
  • Golongan VI A → Oksigen (logam & non logam)
  • Golongan VII A → Halogen (non logam)
  • Golongan VIII A → Gas mulia (non logam)

Konfigurasi Eletron dan Menentukan Periode dan Golongan

  • Angka yang dipergunakan yaitu : 2, 8, 18 dan 32
  • Angka sisa yang diperbolehkan : 1 – 8
  • Periode : Jumlah kulit
  • Golongan : Jumlah elektron valensi (jumlah elektron pada kulit terakhir)
  • Contoh: 11Na = 2) 8) 1) → Banyak kulit = 3 (menunjukkan periode), Elektron valensi = 1 (menunjukkan golongan) sehingga Na terletak pada golongan I A dengan periode 3.

Sifat Periodik Unsur-unsur




SUMBER REFERENSI :

Rahman, A. (2018). Simulasi Atom Hidrogen Berdasarkan Atom Klasik Menggunakan Eclipse (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar).

http://www.batan.go.id/index.php/id/infonuklir (diakses 29 Maret 2022)

ST Lestari, S. (2004). Mengurai susunan periodik unsur kimia. Kawan Pustaka.


MENGENAL STRUKTUR ATOM & TABEL PERIODIK

 Oleh : Muhammad IzzulHaq

Struktur Atom 

Merupakan sebuah satuan zat yang tersusun dari inti atom yang dikelilingi oleh elektron bermuatan negatif. Inti atom terdiri atas proton yang bermuatan positif dan neutron yang bermuatan netral.

Atom adalah partikel terkecil dari suatu zat yang tidak bisa dibagi lagi. Istilah atom ini diberikan oleh seorang filsuf asal Yunani, Demokritus pada 400 SM.  Namun, pendapat ini dibantah oleh Arisoteles yang juga seorang filsuf asal Yunani.

MODEL ATOM

Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, maka terdapat beberapa teori mengenai model atom,  diantaranya adalah :

Model Atom Dalton : merupakan model yang paling sederhana dan dikembangkan oleh John Dalton. Menurut model atom ini, atom merupakan bola pejal yang tidak bermuatan. Atom merupakan kesatuan terkecil yang tidak bisa dibagi-bagi lagi. Unsur kimia yang berbeda akan memiliki jenis atom yang berbeda-beda pula.

Model Atom Thompson : berbentuk seperti roti kismis, karena atom merupakan bola padat bermuatan positif dengan partikel negatif (elektron) yang tersebar didalamnya. Selain itu, muatan positif dan negatif pada atom tersebut jumlahnya sama. Model atom ini dibuktikan dengan penelitian Thomson yang menggunakan sinar tabung katoda.

Model Atom Rutherford : Dalam teori atom ini, setiap atom mengandung inti atom yang bermuatan positif dengan elektron yang mengelilingi dalam lintasannya. Selain itu, massa atom ini terpusat di inti atom dan sebagian besar volume atom tersebut merupakan ruang hampa, lho. Hal ini dibuktikan dari hasil percobaan penembakan logam oleh sinar alpha, yang dikenal juga dengan Percobaan Geiger-Marsden.

Model Atom Bohr : Dalam model atom Bohr, dinyatakan bahwa atom terdiri dari inti atom yang mengandung proton dan neutron dan dikelilingi oleh elektron yang berputar dalam orbitnya (tingkat energi tertentu). Orbit ini dikenal sebagai kulit atom.

Model Atom Mekanika Kuantum : Dalam teori ini, atom terdiri dari inti atom bermuatan positif dan awan-awan elektron yang mengelilinginya. Daerah kebolehjadian ditemukannya elektron dinamakan orbital. Menurut teori ini, ada empat jenis orbital, yaitu s, p, d, f.


TABEL PERIODIK

Yaitu sebuah tabel yang menggambarkan unsur – unsur kimia. Unsur – unsur tersebut di susun berdasarkan sesuai dengan nomor atom.

Nomor atomnya yakni sesuai dengan jumlah proton dalam inti atom, konfigurasi elektron, dan keberulangan sifat kimia”.

Selain itu tabel periodik terbagi menjadi 4 blok yang pertama blok -s, -p, -d, dan -f. Namun umumnya, dalam satu periode baris, umunya sebelah kiri bersifat logam dan untuk sebelah kanan bersifat non-logam.

Ciri–Ciri Unsur Logam

- Kerapatan pada unsurnya tinggi

- Unsur bersifat konduktor

- Padat (dapat dibentuk/ditempa)

Ciri – Ciri Unsur Non Logam:

- Kerapatan pada unsurnya rendah

- Unsur bersifat isolator

- Rapuh


Referensi : 

https://latiseducation.com/artikel/158/Mengenal-Struktur-Atom-%7C-Kimia-Kelas-X

https://www.pinhome.id/blog/tabel-periodik-kimia/

https://kumparan.com/berita-hari-ini/struktur-atom-pengertian-dan-partikel-partikel-yang-menyusunnya-1wu0nt89qKE/full

SISTEM STRUKTUR ATOM DAN PERIODIK UNSUR

 

ATOM

Definisi Atom

Atom tersusun dari inti atom (proton dan neutron) bermuatan positif dan elektron bermuatan negatif yang mengelilingi inti. Sebagian besar volume atom merupakan ruang kosong dan bersifat netral. Salah satu konsep ilmiah tertua adalah bahwa semua materi dapat dipecah menjadi zarah (partikel) terkecil, dimana partikel-partikel itu tidak bisa dibagi lebih lanjut.

Proton dan Neutron

Pada tahun 1913 Moseley menemukan bahwa panjang gelombang sinar x bervariasi tergantung dari bahan sasarannya. Dengan menghubungkan hal ini ke persamaan matematis disimpulkan bahwa setiap unsur dapat ditetapkan dengan suatu bilangan bulat yang disebut nomor atom. Tahun 1919 Rutherford mengembangkan satuan dasarmuatan positif yang disebut proton hasil risetnya dari jalur lintasan partikel α di udara. Konsep yang dipopulerkan oleh Rutherford adalah inti mengandung sejumlah proton yang sama dengan nomor atomnya dan sejumlah partikel netral yang disebut neutron agar sesuai dengan massa atom.

Elektron

Elektron ialah partikel yang mempunyai muatan energi negatif. Penemu alektron yaitu William Crokes dan dilanjutkan oleh JJ Thompson 1897. Crokes meneliti sinar katoda. Sinar muncul dari berasal dari katoda mengarah kepada anoda. Dari penelitian tersebut terbukti bahwa sinar katoda tersebut mempunyai kandungan partikel dengan muatan negatif. Partikel tersebut disebut dengan elektron.

Inti atom

Inti atom ditemukan Ernest Rutherford pada 1910.  Rutherford menembakkan sinar alfa yang mempunyai muatan positif ke sebuah lempeng emas tipis. Dalam penelitian itu, Rutherford mendapat bantuan oleh kedua muridnya yaitu Hans Geiger dan Ernest Marsden . Inti atom sendiri terdiri dari proton dan neutron yang disebut dengan nukleon.

Afinitas elektron

Afinitas elektron adalah besarnya energi yang diperlukan ketika mengikat satu elektron dari bentuk atom netral dalam wujud gas sehingga terbentuk ion dengan muatan -1. 

Contohnya: Cl (g) + 1e- → Cl- (g) (– 349 kJ) 

Jika 1 mol atom klorin menangkap 1 mol elektron untuk membentuk 1 mol ion klorin, energi yang akan dibebaskan adalah sebesar 349 kJ. Jadi, harga afinitas elektron untuk klorin adalah sebesar – 349 kJ/mol. Unsur yang mempunyai afinitas elektron bertanda negatif mempunyai kecenderungan lebih besar menyerap elektron daripada unsur yang afinitas elektronnya bertanda positif. Makin negatif nilai afinitas elektron, berarti makin besar kecenderungan menyerap elektron.


PERIODIK UNSUR

Tabel periodik terdiri dari:

7 baris horizontal yang disebut periode.

18 kolom vertikal yang disebut golongan.


 Sifat Fisika Unsur

Beberapa sifat fisik unsur-unsur:

  • ·         Energi ionisasi (ionization energy) energi minimum yang diperlukan untuk melepaskan 1 elektron dari atom berwujud gas pada keadaan dasarnya.
  • ·         Afinitas elektron (electron affinity) perubahan energi untuk proses penambahan elektron ke atom gas terisolasi atau ion.
  • ·         Elektronegativitas (electronegativity) kemampuan relatif sebuah atom untuk menarik elektron dalam suatu ikatan kimia.
  • ·         Jari-jari atom (atomic radius) setengah jarak antara 2 inti pada atom-atom yang berdekatan


Elektronegatifitas

Keelektronegatifan adalah kemampuan suatu atom untuk menarik elektron ke dalam ikatannya ketika atom-atom tersebut membentuk ikatan. Keelektronegatifan diukur dengan menggunakan skala Pauling yang besarnya antara 0,7 sampai 4. Unsur yang mempunyai harga keelektronegatifan besar, cenderung menerima elektron dan akan membentuk ion negatif. Unsur yang mempunyai harga keelektronegatifan kecil, cenderung melepaskan elektron dan akan membentuk ion positif.

Unsur-unsur yang segolongan, keelektronegatifannya semakin ke bawah semakin kecil, karena gaya tarik-menarik inti semakin lemah. Unsur-unsur yang seperiode, keelektronegatifannya semakin ke kanan semakin besar. Keelektronegatifan terbesar pada setiap periode dimiliki oleh golongan VII A (unsur-unsur halogen). Harga kelektronegatifan terbesar terdapat pada fluor (F) yakni 4,0 dan harga terkecil terdapat pada fransium (Fr) yakni 0,7


Sifat logam dan non logam

Sifat-sifat unsur logam yang spesifik adalah mengilap, menghantarkan panas dan listrik, dapat ditempa menjadi lempengan tipis, serta dapat direntangkan menjadi kawat/kabel panjang. Sifat-sifat logam tersebut merupakan pembeda dengan unsur-unsur bukan logam. Sifat-sifat logam dalam sistem periodik, semakin ke bawah semakin bertambah dan semakin ke kanan semakin berkurang.

Unsur-unsur yang berada pada batas antara logam dengan bukan logam menunjukkan sifat ganda, misalnya saja:

a. berilium dan aluminium adalah logam yang memiliki beberapa sifat bukan logam. Zat-zat ini disebut unsur-unsur amfoter,

b. boron dan silikon adalah unsur bukan logam yang memiliki beberapa sifat logam yang disebut metaloid (semilogam).


Referensi

http://staffnew.uny.ac.id/upload/198001032009122001/pendidikan/struktur-atom.pdf

https://iup-ugm.com/struktur-atom/

http://repositori.kemdikbud.go.id/22167/1/X_Kimia_KD-3.4_Final.pdf

http://repository.billfath.ac.id/kriesna/2019/10/kriesna_materi_4___atom_dan_sistem_periodik_unsur.pdf


Jumat, 25 Maret 2022

Jenis Kesetimbangan Kimia



Jenis Kesetimbangan Kimia
Oleh : Tasya Ariibah (@W24-TASYA)




Kesetimbangan kimia 

terdiri atas dua macam, yaitu kesetimbangan statis dan kesetimbangan dinamis. Kesetimbangan statis terjadi jika reaksi kimia yang dihasilkan merupakan reaksi kimia satu arah atau reaksi kimia yang tidak dapat kembali lagi seperti semula.
Sedangkan kesetimbangan dinamis terjadi jika reaksi kimia yang dihasilkan merupakan reaksi kimia dua arah atau reaksi kimia yang bisa kembali lagi seperti semula.


Besaran dan Rumus Kesetimbangan Kimia

Karena reaksi kesetimbangan berlaku untuk reaksi bolak balik yang tak pernah usai maka, ada harga K konstanta atau tetapan kesetimbangan yang akan didapatkan dari reaksi kesetimbangan. K ini  didapat dengan membandingkan kondisi panah dengan produk.

K = produk Reaktan

Ada dua harga K dihitung pada reaksi kesetimbangan yaitu tetapan konsentrasi (Kc)
Dan tetapan tekanan (Kp)

Kc

Harga Kc hanya dipengaruhi oleh senyawa dengan wujud larutan (aq) atau gas (g) saja.
Rumusan menghitung Kc adalah sebagai berikut:

Misalkan ada reaksi:
2A(g) + 3B(s) ↔ A2B3(aq)
Karena B berbentuk solid alias padatan ,maka B tidak masuk pada persamaan K
Kp
Harga Kp hanya dipengaruhi oleh senyawa/ unsur dengan wujud gas saja.

Rumusan persamaan  Kp :
Misalnya:
2A(g) + 3B(aq) ↔ AB3(g)
Maka untuk persamaan Kp, B tidak akan masuk ke dalam persamaan karena
larutan (aq).

Jadi persamaan Kp nya seperti ini :
Kesetimbangan Dinamis

Sedangkan kesetimbangan dinamis terjadi jika reaksi kimia yang dihasilkan
merupakan reaksi kimia dua arah atau reaksi kimia yang bisa kembali lagi
seperti semula.
Berikut ini beberapa ciri-ciri dalam kesetimbangan dinamis:
  • Reaksi berlangsung terus-menerus dengan arah yang berlawanan.
  • Terjadi pada ruang tertutup, suhu, dan tekanan tetap.
  • Kecepatan reaksi ke arah produk (hasil reaksi) sama dengan kecepatan
  • reaksi ke arah reaktan (zat-zat pereaksi).
  • Tidak terjadi perubahan makroskopis, yaitu perubahan yang dapat
  • dilihat, tetapi terjadi perubahan mikroskopis, yaitu perubahan tingkat
  • partikel (tidak dapat dilihat).
  • Setiap komponen tetap ada.
  • Simbol kesetimbangan dalam reaksi kimia adalah

Contoh :
Pada reaksi kesetimbangan peruraian gas N 2 O 4  menjadi gas NO 2 , tercapai
keadaan setimbang saat kecepatan terurainya N 2 O 4  sama besarnya dengan
kecepatan membentuk kembali N 2 O 4 .
 N 2 O 4(g)  ⇄ 2 NO 2(g)
(a) Reaksi dimulai, campuran reaksi terdiri dari N 2 O 4  tidak berwarna.
(b) N2O4 terurai membentuk NO 2  cokelat kemerahan, warna campuran
jadi cokelat.
(c) Kesetimbangan tercapai, konsentrasi NO 2  dan N 2 O 4  konstan dan
warna campuran mencapai warna final.
(d) Karena reaksi berlangsung terus-menerus dengan kecepatan sama,
maka konsentrasi dan warna konstan.

1. Kesetimbangan Homogen

Kesetimbangan homogen adalah kesetimbangan kimia dimana seluruh zat
yang terlibat dalam persamaan reaksi mempunyai wujud sama. Misalnya:

Kesetimbangan antara gas-gas

Contoh :
N 2 (g) + 3H 2 (g) ↔ 2 NH 3 (g)

Kesetimbangan antara ion-ion dalam larutan

Contoh :
Fe 3+ (aq) + SCN - (aq) ↔ Fe(SCN) 2+ (aq)

2. Kesetimbangan Heterogen

Kesetimbangan homogen adalah kesetimbangan kimia dimana seluruh zat
yang terlibat dalam persamaan reaksi mempunyai wujud sama. Misalnya:

Kesetimbangan dalam sistem padat dan gas

Contoh :
CaO(s) + SO 2 (g) ↔ CaSO 3 (s)

Kesetimbangan dalam sistem padat dan larutan

Contoh :
Fe 3 O 4 (s) + 4 CO(g) ↔ 3Fe(s) + 4CO 2 (g)
Pada saat terjadi kesetimbangan reaksi, ada beberapa kemungkinan
perubahan konsentrasi pada pereaksi dan hasil reaksi. Beberapa kemungkinan
yang terjadi pada kesetimbangan P + Q R + S dapat kalian pelajari pada gambar
berikut:

Pada gambar, diketahui 3 kemungkinan yang terjadi pada pereaksi dan hasil
reaksi saat tercapai keadaan setimbang, yaitu:

1. Konsentrasi hasil reaksi lebih besar daripada konsentrasi pereaksi (Gambar a)
2. Konsentrasi hasil reaksi lebih kecil dari pada konsentrasi pereaksi (Gambar b)
3. Konsentrasi hasil reaksi sama dengan konsentrasi pereaksi (Gambar c)

Dari gambar juga terlihat bahwa pada saat setimbang, jumlah pereaksi dan
hasil reaksi adalah konstan, sehingga perbandingannya juga konstan.

Kesetimbangan Statis

Kesetimbangan statis terjadi jika  reaksi  kimia yang dihasilkan
merupakan  reaksi  kimia satu arah, yang tidak dapat kembali lagi seperti
semula.



Daftar Pustaka

https://www.ruangguru.com/blog/kesetimbangan-kimia-jenis-jenis-reaksi-dan-
tetapan

https://www.rumuskimia.net/2018/04/kesetimbangan-dinamis.html

https://www.nafiun.com/2013/06/reaksi-kesetimbangan-homogen-dan-
heterogen.html

https://www.gramedia.com/literasi/kesetimbangan-kimia/