.

Tampilkan postingan dengan label @X09-Egi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @X09-Egi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 November 2022

Teknologi Hijau pada Perkembangan Industri

 Oleh: Egi Melgiyansyah(@X09-Egi)

Abstrak

Seiring perkembangan zaman dan didukung dengan adanya revolusi industri merupakan salah satu pendorong adanya pertumbuhan dan kemajuan teknologi.  Dengan adanya teknologi pada bidang industri akan menghasilkan energi dan produk atau barang, tidak hanya itu dengan adanya teknologi juga akan mendorong suatu industri. Teknologi Hijau merupakan salah satu bentuk inovasi teknologi ramah lingkungan, dalam melakukan penerapan teknologi hijau harus berdasarkan prinsip-prinsip tertentu. Teknologi hijau mempunyai karakteristik yaitu memakai sumber daya alam yang dapat diperbaharui, secara garis besar teknologi hijau bisa diterapkan dalam berbagai bidang industri. Dengan adanya teknologi hijau juga merujuk pada jenis produksi energi bersih, yang menggunakan bahan bakar alternatif, serta teknologi yang tidak memicu hal yang berbahaya terhadap masyarakat.

Kata Kunci : Teknologi Hijau, Pendorong, Pertumbuhan, dan Kemajuan Teknologi

Sabtu, 19 November 2022

Industri Hijau dan Lingkungan

 

Oleh: Egi Melgiyansyah(@X09-Egi)

Abstrak

Di berbagai sektor Industri, industri hijau sudah banyak digunakan pada perindustrian, Dalam industri hijau UU Perindustrian  menekankan adanya membangun komitmen berupa tekad untuk mewujudkan industri hijau. Sehingga penerapannya melalui proses produksi bersih dan mengurangi, menggunakan kembali, memulihkan, atau biasa di kenal dengan istilah (reduce,reuse, recycle, recovery).  Sektor Industri memberikan dampak positif bagi perekonomian di Indonesia, tidak hanya itu sektror industri juga memiliki dampak negative terutama pada lingkungan dan ekosistem.  Banyak yang ditimbulkan dari pencemeran akibat industri, antara lain seperti pencemaran air dengan pembuanagan limbah ke sungai, pencemaran udara yang diakibatkan oleh asap aktivitas industri, pencemaran tanah dari akibat pembuangan limbah industri akan tercemar pada lingkungan sekitar. Dengan industri hijau akan mengutamakan eifisiensi  dan efektivitas dalam menggunakan sumber daya berkelanjutan dalam proses produksi  agar dapat memiliki keseimbangan dalam perkembangan industri dan pemeliharaan lingkungan.  Sektor industri memang penting terhadap perekonomian Negara tertapi sektor industri juga harus menjaga lingkungan agar tetap terjaga dari adanya aktivitas industri.

Kata Kunci : Industri Hijau,  Menjaga Lingkungan dari Berbagai Aktivitas Industri

 

Abstract

 In various sectors of industry, green industry has been widely used in industry, and in the green industry industry industry emphasizes that it is a committed commitment to the establishment of green industry. So use them through clean production processes and reduce,reuse, recover, or otherwise in terms of recycling,reuse, recovery. In the second quarter of 2007, the company's net profit in the second quarter of 2007 stood at rp38.3 trillion. Much of what has been done from industrial exposure, such as water pollution with waste removal into rivers, air pollution from industrial activity, soil pollution from industrial waste disposal will be polluted in the neighborhood. With the green industry emphasis on efficiency and effectiveness in using sustained resources in the production process to have a balance in industry development and environmental maintenance. He said the rupiah was expected to strengthen to rp9,100 per dollar in the Jakarta interbank spot market on Tuesday.

 Keywords: green industry, safeguarding the environment from a variety of industrial activities

 

Pendahuluan

Industri hijau merupakan salah satu faktor pendukung bagi perekonomian Negara, dan tidak selalu berdampak positf tetapi juga memiliki dampak negative, dengan adanya pemanfaatan sumber daya alam membutuhkan bahan baku, tetapi tetapi pemanfaatan tersebut dilakukan dengan tidak terkendali dan membuat pencemaran meningkat akibat dari pertumbuhan industri yang pesat.

Industri Hijau sudah menjadi istilah yang diterapkan oleh berbagai negara di dunia, sebagai tanggapan terhadap makin langkanya sumberdaya alam, perubahan ikiim, polusi udara, pemanasan global, dan sebagainya, yang makin mengarahkan pertumbuhan ekonomi yang harus bergantung pada proses produksi yang bersih dan efisien. Dalam hal ini Industri Hijau merupakan solusi kreatif bagai setiap pemerintahan di negara manapun untuk menumbuh-kembangkan industri yang hemat sumber daya alam

 

Rumusan Masalah

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Industri hijau!

2. Jelaskan penerapan Industri hijau dan apa manfaat penerapan industri hijau!

3. Sebutkan apa saja pencapaian industri hijau?

4. Jelaskan dan sebutkan  prinsip-prinsip yang dikembangkan dalam penerapan Konsep Hijau!

 

Tujuan

1. Memahami pengertian industri hijau

2. Memahami penerapan industri hijau serta manfaatnya

3. Mengetahui apa saja pencapaian industri hijau

4. Memahami prinsip – prinsip yang dikembangkan dalam penerapan kosep hijau

 

Pembahasan

1.  Pengertian Industri hijau

Industri Hijau merupakan industri yang berkomitmen untuk ramah lingkungan dengan berfokus pada pengembangan dan perbaikan secara terus-menerus, dan praktek bisnis yang bertanggung jawab terhadap masyarakat baik di dalam maupun di luar organisasi, serta memperhatikan rantai pasok untuk pembangunan berkelanjutan. Industri Hijau didasarkan pada dua prinsip, yaitu perbaikan terusmenerus dan pembangunan berkelanjutan (Simachokedee dalam GIM, 2013).

 

Sementara menurut Darsono (2014), bahwa Industri Hijau merupakan Penerapan teknologi yang ramah lingkungan yang mampu mengubah lingkungan hidup agar sesuai dengan kehidupan manusia, sumber daya alam diambil dan diolah untuk sebesar-besarnya kesejahteraan manusia secara lestari.

 

2.  Penerapan Industri Hijau

Penerapan industri hijau merupakan upaya pencegahan terhadap emisi dan limbah dengan menerapkan sistem industri yang lebih efisien dalam mengubah bahan baku menjadi produk, serta limbah menjadi produk ikutan (by product) yang lebih berguna.

Manfaat penerapan Industri Hijau

a. Meningkatkan profitabilitas (keuntungan) melalui peningkatan efisiensi sehingga dapat mengurangi biaya operasi, pengurangan biaya pengelolaan limbah dan tambahan pendapatan dari produk hasil samping

b.  Meningkatkan image perusahaan

c. Meningkatkan kinerja perusahaan •

d.  Mempermudah akses pendanaan

e Flexsibelitas dalam regulasi

f.  Terbukanya peluang pasar baru

g.  Menjaga kelestarian fungsi lingkungan

 

3.  Pencapaian Industri Hijau Industri hijau dapat dicapai antara lain melalui:

1. Meningkatkan upaya-uapaya pengelolaan internal/housekeeping;

2. M    2. Meningkatkan proses pengawasan;

           3. Daur ulang bahan/material;

4. Mo  4. Modifikasi peralatan yang ada;

           5. Teknologi bersih;

 6.       6. Perubahan bahan baku;

 7.       7.    Modifikasi produk;

           8. Pemanfaatan produk samping

 

 

   4. Berikut adalah prinsip-prinsip yang dikembangkan dalam penerapan Konsep Hijau secara luas:

1. Efisiensi energi dan energi terbarukan

Energi yang terlepas dalam bentuk kalor dimanfaatkan sebagai sumber energi panas bagi subsistem lain di dalam sistem, atau diserap oleh sistem lain. Panas yang diserap oleh sistem selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Konsep Hijau dilakukan dengan memanfaatkan energi terbarukan yang tersedia di alam. Sumber energi terbarukan yang ada di alam yang paling utama dan berlimpah adalah energi yang disediakan oleh sinar matahari. Sumber energi terbarukan lainnya meliputi angin, energi potensial air, panas bumi dan biomassa.

2. Efisiensi pemanfaatan sumber daya

Di dalam konsep hijau, sumber daya yang pada umumnya tersedia dalam jumlah terbatas harus dimanfaatkan secara efisien. Teknologi Hijau adalah teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya sehingga mengurangi limbah yang dihasilkan atau yang dikenal sebagai zero-waste. Konsep seperti Recycle dan Reuse adalah penerapan dari siklus materi dan efisiensi pemanfaatan sumber daya dalam Konsep Hijau.

3. Keterkaitan sistem alam – manusia

Alam memberikan sumberdaya bagi manusia, tetapi manusia juga memberikan masukan bagi siklus materi di dalam ekosistem. Pembangunan berwawasan lingkungan yang tidak mengindahkan masyarakat memiliki tendensi untuk gagal dan berpotensi menimbulkan masalah atau bahkan dapat berpotensi menimbulkan bencana. Konsep Hijau harus turut serta dalam mengedepankan pemberdayaan masyarakat sekitar sebagai bagian dari pembangunan yang ramah lingkungan.

4. Green Industrial Park

Innovista Industrial Park di kota Hinnon, Kanada juga membangun pemukiman dan komplek industri berwawasan Hijau dengan membangun bangunan hijau, mempertahankan jalur hijau dan taman kota di sebagian besar kawasan, hingga mendesain tata letak pabrik agar asap pabriknya dapat diserap oleh hutan kota di sekitarnya.

 

 

Kesimpulan

Industri hijau merupakan salah satu faktor pendukung bagi perekonomian Negara, dan tidak selalu berdampak positf tetapi juga memiliki dampak negative dengan adanya industri juga dapat membuka banyak pekerjaan bagi manusia, aktivitas industri seringkali menyebabkan gangguan bagi lingkunga, dan dengan itulah diberlakukannya upaya industri hijau untuk mengurangi dan menanggulangi kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh aktivitas industri.

 

Daftar Pustaka

Hidayat, Atep Afia. 2022. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri,(Industri Hijau) (Modul 10 ) . Universitas Mercu Buana, Jakarta. (Diakses pada 19 November 2022)

Atmawinata, Achdiat. 2012. Efisiensi dan Efektivitas dalam Implementasi Industri Hijau. Dalam https://kemenperin.go.id/download/6297/Efisiensi-dan-Efektivitas-dalam-Implementasi-Industri-Hijau (Diunduh 19 November 202)

Kementrian Perindustria.  2012. KEBIJAKAN PENGEMBANGAN INDUSTRI HIJAU, Workshop Efisiensi Energi di IKM Jakarta., (Diakses pada 19 November 2022).https://iesr.or.id/files/2apr_WORKSHOP_ENERGI.pdf.

2022. PENERAPAN INDUSTRI HIJAU, Binus university. https://student-activity.binus.ac.id/himtri/2022/03/25/penerapan-industri-hijau/.

 



Sabtu, 12 November 2022

Penerapan Kimia Hijau Pada Industri dan Lingkungan



 Oleh: Egi Melgiyansyah(@X09-Egi)


Abstrak

Istilah kimia hijau pertama kali digunakan oleh Paul T. Anastas pada sebuah program khusus yang diperkenalkan organisasi EPA (Environmental Protection Agency) di Amerika Serikat tahun 1991. Program ini dimaksudkan untuk menerapkan pengembangan berkelanjutan di bidang kimia dan teknologi kimia oleh dunia industri, akademi, dan pemerintahan. Konsep kimia hijau mengintegrasikan pendekatan baru untuk proses sintesa, pengolahan, dan aplikasi zat-zat kimia sedemikian rupa dengan itu maka dapat menurunkan ancaman terhadap kesehatan dan lingkungan. Pendekatan baru ini kemudian diberi istilah: kimia yang ramah terhadap lingkungan. Kimia hijau ini merupakan aspek terpenting dalam industri ataupun lingkungan, jadi harus benar-benar di terapkan dan harus dilakukan. Karena pada dasarnya kimia hijau mencakup hal dalam lingkungan agar terdapat dan terjalinnya lingkungan yang sehat, bersih, aman serta nyaman bagi makhluk dan ekosistem.

Kata Kunci : Kimia hijau, Lingkungan,Makhluk Hidup, dan Ekosistem.

 

 

 

Abstract

 Green chemical terms were first used by Paul t. anastas in a special program launched by the epa protection agency in the United States in 1991. It is intended to implement the ongoing development in chemistry and chemical technologies by the industrial, academy, and government worlds. The green chemical concept integrates a new approach to synthesize, processing, and applications of chemicals in such a way that it can reduce health and environmental threats. The new approach is thus came to be called: environmentally friendly chemistry. This green chemistry is the most important aspect of both the industry and the environment, so it needs to be fully applied and implemented. Because green chemistry basically involves environments to exist and to build a wholesome, clean, safe and comfortable environment for creatures and ecosystems.

Key words: green chemistry, environment, organisms, and ecosystems.

 

Pendahuluan

Konsep kimia hijau biasanya ditampilkan sebagai gabungan dari 12 prinsip yang diusulkan oleh Anastas dan Warner (Anastas & Warner, 1998), apabila diterapkan dapat menunjukkan bagaimana produksi zat kimia dapat memfasilitasi kesehatan manusia dan lingkungan, dengan tetap memperhatikan efisiensi dan keuntungan. Banyak usaha yang mulai memperhatikan pendekatan kimia hijau. Perusahaan bangunan memanfaatkan bahan bangunan yang ramah lingkungan dan menghindari bahan yang terbukti berbahaya bagi kesehatan seperti asbes dan lainnya. Usaha pencucian baju atau laundry juga sudah mengganti pelarut bahan kimia untuk dry cleaning, dari Perchloroethylene (PERC) – Cl2C=CCl2 –, dengan CO2 cair dan surfaktan (Dhage, 2013). PERC terbukti berbahaya bagi air tanah dan diduga bersifat karsinogenik, seperti hampir semua pelarut yang mengandung halogen.

 

Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan kimia hijau!

2. Sebutkan dan jelaskan prinsip-prinsip kimia hijau!

3. Sebutkan dan jelskan manfaat kimia hijau!

4. Pengaplikasian atau penerapan kimia hijau, jelaskan!

 

 

Tujuan

1. Memahami apa itu kimia hijau

2. Mengetahui apa saja prinsip-prinsip yang terdapat pada kimia hijau

3. Mengtahui apa saja manfaat kimia hijau

4. Mengetahin pengaplikasian atau penerapan kimia hijau

 

Pembahasan

1.        Kimia Hijau atau Kimia Berkelanjutan didefinisikan oleh Badan Perlindungan Lingkungan sebagai "desain produk kimia yang mengurangi atau menghilangkan penggunaan zat berbahaya" Dalam beberapa tahun terakhir ada harapan masyarakat yang lebih besar bahwa ahli kimia dan insinyur kimia harus menghasilkan bahan kimia yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. proses dan kemungkinan tren ini akan terus tumbuh selama beberapa dekade mendatang (Dunn, 2012). Dalam artian Kimia hijau merupakan salah satu upaya atau usaha yang dilakukan untuk mengurangi atau menanggulangi pencemaran pada sebuah lingkungan yang diakibatkan dari zat-zat yang berbahaya seperti yang diakibatkan oleh industri, transportasi, limbah rumah tangga dan lain sebagainya.

 

2.        Prinsip-prinsip kimia hijau

1. Pencegahan limbah,

Lebih baik untuk mencegah sedini mungkin terjadinya limbah daripada menanggulangi dan mengelola limbah yang sudah terlanjur terbentuk.

2. Memaksimalkan ekonomi atom,

 ekonomi atom dikembangkan oleh Barry Trost dari Stanford University (AS), merupakan penerima Presidential Green Chemistry Challenge Award tahun 1998. Konsep ekonomi atom merupakan metode yang mengungkapkan seberapa efusien reaksi tertentu yang menggunakan atom reaktan.

3. Perancangan sintesis dengan bahan kimia yang.d tida:

 berbahaya: Senyawa disusun atau disintesis dengan melakukan berbagai reaksi kimia dengan mengubah struktur molekul, oleh reaksi tertemtu dengan bahan kimia lainnya. Sintesis kimia terbaik adalah yang menggunakan bahan awal yang murah, hanya memerlukan beberapa langkah, dan memiliki output yang baik berupa produk yang sesuai dengan perancangan sintesis,

 4.  Perancangan bahan dan Produk kimia yang aman:

Produk kimia seharusnya dirancang sesuai fungsi yang diinginkan dan meminimalkan terjadinya toksisitas bagi manusia dan lingkungan.

 5.  Pelarut dan senyawa pembantu yang ramah lingkungan (Pelarut Hijau).

 Menurut Santoso (2008), kebanyakan pelarut bersifat mudah terbakar dan beracun, dan semuanya merupakan senyawa organik yang mudah menguap sehingga berkontribusi terhadap polusi udara.

 6. Perancangan untuk efisiensi energi,                                                      

Penggunaan energi dalam proses kimia perlu senantiasa memperhatikan dampak lingkungan dan nilai ekonominya, dalam hal ini jumlahnya harus diminimalisir. Dalam hal ini jika memungkinkan metode sintesis harus dilaksanakan pada suhu kamar dan tekanan kamar atau Standard Ambient Temperature and Pressure (SATP), yaitu acuan dengan suhu 25 oC (298,15 0K) dan tekanan 101 kPa -1 atm.

 7. Penggunaan bahan baku (bahan dasar atau bahan mentah) terbarukan:

Apabila secara teknis dan ekonomi memungkinkan, maka sebaiknya menggunakan bahan bahan baku yang terbarukan. FSE (2015) mengemukakan, bahwa sekitar 90-95 persen dari produk yang kita gunakan dalam kehidupan sehari hari bersumber dari minyak bumi.

8 . Mengurangi tahapan reaksi atau derivative.

 Menurut FSE (2015), prinsip ke delapan dari Kimia Hijau bertujuan untuk menyederhanakan proses dengan melihat sistem a|ami, sehingga diperoleh perancangan produk yang lebih disederhanakan.

9.  Katalisis,

 FSE (2015) menjelaskan, bahwa katalis merupakan bahan kimia yang digunakan terutama untuk mengurangi penggunaan energi dan membuat reaksi berlangsung lebih efisien (bahkan lebih cepat).

10 . Rancangan untuk degradasi (peruraian)

prinsip ini bertujuan untuk merancang produk sedemikian rupa, sehingga berfungsi sebagaimana mestinya, dan ketika sudah tidak dipergunakan bersifat aman dan tidak membahayakan Hngkungan.

11. Analisis seketika (real time) untuk pencegahan polusi:

Metodologi Analitik perlu dikembangkan lebih lanjut untuk memungkinkan kontrol proses dan monitoring seketika, hal itu untuk mengantisipasi terbentuknya zat berbahaya. Dalam hal ini FSE (2015) memberikan ilustrasi dengan seorang yang harus membuat kue, padahal sebelumnya belum punya pengalaman

12. Minimalisir potensi kecelakaan:

Rancangan kimia dan bentuk fisik (padat, cair dan gas) harus sedemikian rupa, sehingga potensi kecelakaan seperti iedakan, kebakaran dan kontaminasi terhadap lingkungan menjadi sangat minima

Dalam hal ini FSE (2015) mengemukakan, bahwa prinsip ke 12 ini lebih berfokus pada keselamatan pekerja dan masyarakat di sekitar lokasi atau kawasan industri. Lebih aman dan lebih baik menggunakan bahan kimia yang tidak menimbulkan ledakan, percikan api dan terbakar di udara dalam melakukan proses produksi. Contoh kasus kecelakaan dan bencana karena tidak menerapkan Prinsip Kimia Hijau sudah sering terjadi, misalnya tregedi Bhopal (Union Carbide).

 

3.  Manfaat Kimia Hijau

1. usaha yang melalui proses-proses kimia yang lebih ekonomis karena biaya produksi dan regulasi yang lebih rendah

yaitu dalam proses produksi biaya yang dikeluarkan lebih rendah dibandingkan biaya biasanya.

 

2. Efisien dalam penggunaan energi

Manfaat kimia hijau ini selanjutnya dapat efisien terhadap penggunaan energi sebab energi yang di pakai untuk sebuah sistem produksi lebih cenderung kearah yang dapat mengontrol sistem pemakaian agar tidak terlalu banyak menggunakan energi.

 

3. pengurangan limbah produksi

Manfaat kimia hijau selanjutnya yaitu pengurangan limbah produksi. Limbah yang dihasilkan dari proses produksi memang sangat banyak dalam artian merupakan limbah dari hasil produksi ini mampu di atas dengan baik agar tidak mudah tercemar.

 

4. Pengurangan Kecelakaan

Banyak kecelakaan yang diakibatkan oleh aktivitas Industri tentunya sangat berbahaya, dan untuk mengurangi hal itu perlu adanya keamanan  bagi para pekerja agar tidak terjadi hal yang di inginkan.

 

5. Produk yang lebih aman

Produk yang di produksi sudah dipastikan aman agar tidak merugikan orang lain, dan produk yang di buat berikan label terhadap produk tersebut.

 

6. Tempat kerja dan komunitas lebih sehat

Tempat kerja merupakan suatu terpenting karena kenyamanan untuk para pekerja apabila tempat kerja itu nyaman bagi mereka maka akan menjalin hubungan yang baik antar pekerja maupun komunitas.

 

7. Perlindungan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan

Perlindungan bagi kesehatan mansia dan linkungan hal yang cukup dan harus di perhatikan agar tidak mudah terganggu bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

 

8. Mendapatkan keunggulan yang kompetitif atas produk yang telah dihasilkan

 

Keunggulan produk merupakan salah satu hal yang penting bagi sebuah perusahaan atau pabrik dikarenakan jika produk yang di produksi mencapai target pemasaran. Tetapi dari pada itu perusahaan dan pabrik atau industri harus mempunyai prinsip dan berpegang teguh terhadap  kenyamanan dan keamanan lingkun dan itu perlu di berlakukannya kimia hijau.

 

 

4. Penerapan Kimia Hijau

 

      Implementasi kimia hijau dalam bidang industry mampu dilaksanakan dengan menggunakan pelarut/pereaksi yang ramah lingkungan, mendaur ulang pelarut organic, memakai cairan super kritik, atau menggunakan ionic liquid (ion cair). Selain itu dalam pembuatan limbah tidak memakai bahan kimia, namun memakai mikroorganisme (biodegradasi). Kondisi ini menjadi tantangan, terutama untuk andal kimia yang mengatasi proses bikinan dalam industry untuk mendesain tata cara yang menggunakan bahan kimia dengan limbah yang ramah lingkungan.

Gerakan Green Chemistry juga memajukan pemakaian katalis yang tepat dan bisa mengefisienkan pemakaian energi. Sebab jika alur proses sintesis dapat dipotong otomatis pemakaian energi dapat diminimalkan. Perubahan iklim, peningkatan suhu lautan , kimia stratosfir, dan pemanasan global adalah bidang kajian yang mampu terselesaikan Green Chemistry.               

Pedoman Pemanfaatan Biomaterial Berkelanjutan (Sustainable Biomaterials Guidelines) yang memberi isyarat untuk pendekatan komprehensif kepada siklus buatan, pemanfaatan dan pembuatan limbah untuk praktik pertanian sampai dengan daur ulang dan pengerjaan pupuk. Pedoman tersebut memberi anjuran bagaimana mengolah limbah flora mirip kayu, rumput kering, flora, dan aneka macam bahan mentah pertanian untuk dimanfaatkan kembali. 

 

 

Kesimpulan

Kimia Hijau merupakan hal yang harus di terapkan pada sebuah industri dan lingkungan karena dengan adanya kimia hijau maka pencemaran dan perusakan lingkungan dapat diatasi. Kimia hijau ini merupakan aspek terpenting dalam industri ataupun lingkungan, jadi harus benar-benar di terapkan dan harus dilakukan. Karena pada dasarnya kimia hijau mencakup hal dalam lingkungan agar terdapat dan terjalinnya lingkungan yang sehat, bersih, aman serta nyaman bagi makhluk dan ekosistem. Pendekatan kimia hijau bertujuan untuk menghilangkan dampak buruk zat kimia sejak pada proses perancangan. Praktik pencegahan bahaya dari sejak awal proses pembuatan zat kimia akan bermanfaat bagi kesehatan manusia dan lingkungan, yang meliputi proses perancangan, produksi, penggunaan atau penggunaan kembali, dan pembuangan limbah

 

 

 

Daftar Pustaka

Hidayat, Atep Afia. 2022. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri,(Kimia Hijau) (Modul 10 ) . Universitas Mercu Buana, Jakarta.

Larasati, A. I. Pentingnya Kimia Hijau.

Mustafa, D. (2016). Kimia Hijau dan Pembangunan Kesehatan yang Berkelanjutan di Perkotaan. Peran MST Dalam Mendukung Urban Lifestyle Yang Berkualitas 177 Kimia, 177-192.

 

Minggu, 06 November 2022

Pencemaran Air dan Udara dan Dampaknya Bagi Lingkungan

 Oleh: Egi Melgiyansyah(@X09-Egi)


Abstrak

Pencemaran air dan udara sudah banyak terjadi hal ini  sangat merugikan bagi lingkungan dan makhluk hidup, ketika sudah tercemar itu sangat berdampak besar dan itu sangat berbahaya. Air dan udara merupakan sumber kebutuhan yang sangat penting bagi makhluk hidup, kita semua bergantung pada air dan udara. Air dan udara semestinya harus dijaga jangan sampai tercemar oleh poluta, ketika sudah tercemar maka komposisi air dan udara akan menurun jika menurun maka akan kekurangan air bersih dan udara yang sehat. Limbah merupakan salah satu penyebab utama terjadinya sebuah pencemaran. Limbah adalah hasil pembuangan dari sebuah pemakaian atau kegiatan manusia, zat - zat yang terdapat pada sebuah limbah dapat merusak ekosistem dan lingkungan dan itu perlu penanggulangan atau pencegahan. Seiring berjalannya waktu banyak manusia menggunakan alat transportasi untuk beraktivitas sehingga kualitas komposisi udara menurun dan itu sangat mengganggu bahkan membahayakan lingkungan sekitar, seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Begitu juga pencemaran air banyak pembuangan limbah pabrik dan limbah rumah tangga yang membuang limbah ke sungai ataupun ke saluran air.

Kata Kunci : Pencemaran air dan udara terhadap lingkungan

 

Abstract

Pollution of water and air has happened a lot this is very detrimental to the environment and living things, when it is polluted it has a big impact and it is very dangerous. Water and air are very important sources of needs for living things, we all depend on water and air. Water and air should be maintained not to be polluted by pollutants, when they are polluted, the composition of water and air will decrease, if they decrease, there will be a shortage of clean water and healthy air. Waste is one of the main causes of pollution. Waste is the result of disposal from a use or human activity, the substances contained in a waste can damage ecosystems and the environment and it needs to be overcome or prevented. Over time, many people use transportation for activities so that the quality of the composition of the air decreases and it is very disturbing and even endangers the surrounding environment, such as humans, animals, and plants. Likewise, water pollution is a lot of disposal of factory waste and household waste that throws waste into rivers or into waterways.

Keywords: Water and air pollution on the environment