.

Tampilkan postingan dengan label @W04-DIRAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @W04-DIRAN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Mei 2022

PENCEMARAN SUMBER AIR, DAMPAK DAN PENANGGULANGANNYA

 

Oleh Diran
(@W04-DIRAN)

Abstrak
Air merupakan sumber kehidupan di muka bumi   ini, kita semua bergantung pada air. Untuk itu  diperlukan air yang dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Air rentan terhadap polusi. Air dikenal sebagai pelarut universal sebab mampu melarutkan lebih banyak zat daripada cairan lain di bumi. Itu sebabnya air sangat mudah tercemar. Pada akhir-akhir ini, persoalan penyediaan air yang memenuhi syarat menjadi masalah seluruh umat manusia. Pencemaran air mengakibatkan krisis air tawar, mengancam sumber-sumber air minum dan kebutuhan penting lainnya bagi manusia dan makhluk hidup lain. Mari bersama-sama mengurangi pencemaran yang terjadi dan akan didapat air yang aman, bersih dan sehat.
Kata kunci Sumber air, Pencemaran, Krisis air

PENDAHULUAN
Persepsi orang berbeda-beda dalam mengartikan pencemaran air atau polusi air ini. Banyak pustaka acuan yang merumuskan definisi istilah tersebut, baik dalam kamus atau buku teks ilmiah. Pencemaran air (Kristanto (2002) adalah penyimpangan sifat-sifat air dari keadaan normal. Air dapat tercemar oleh komponen-komponen anorganik, diantaranya berbagai logam berat yang berbahaya. Komponen-komponen logam berat ini berasal dari kegiatan industri. Sedangkan menurut Ardhana (1994), “Pencemaran Air adalah Pencemaran Limbah Menjadi anaerobik sehingga air sungai busuk dan tidak sehat lagi bagi pertumbuhan mickroorganisme flora dan fauna air itu, Lingkungan hidup yang demikian ini sudah rusak dan tidak layak lagi bagi kebutuhan hidup kita”. 
Pengertian pencemaran air juga didefinisikan dalam Peraturan Pemerintah, sebagai turunan dari pengertian pencemaran lingkungan hidup yang didefinisikan dalam undang-undang. Menurut peraturan pemerintah RI 82tahun 2001 menyebutkan,pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya mahluk hidup,zat,energi,dan atau komponen lain kedalam air atau berubahnya tatanan air oleh kegiatan manusia,sehingga kualitas air turun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan air tidak dapat berfungsi lagi sesuai peruntukannya. Akan tetapi dalam praktek operasionalnya, pencemaran lingkungan hidup tidak pernah ditunjukkan secara utuh, melainkan sebagai pencemaraan dari komponen-komponen lingkungan hidup, seperti pencemaran air, pencemaran air laut, pencemaran air tanah dan pencemaran udara. Air biasanya disebut tercemar ketika terganggu oleh kontaminan antropogenik dan ketika tidak bisa mendukung kehidupan manusia, seperti air minum, dan/atau mengalami pergeseran ditandai dalam kemampuannya untuk mendukung komunitas penyusun biotik, seperti ikan. Fenomena alam seperti gunung berapi, algae blooms, badai, dan gempa bumi juga menyebabkan perubahan besar dalam kualitas air dan status ekologi air.

SUMBER PENCEMARAN
Secara umum ada dua penyebab sumber pencemaran air, yaitu sumber kontaminan langsung dan tidak langsung. Sumber langsung meliputi efluen yang keluar dari industri, TPA sampah, rumah tangga dan sebagainya. Sumber tak langsung adalah kontaminan yang memasuki badan air dari tanah, air tanah atau atmosfir berupa hujan (Pencemaran Ling. Menurut Wardhana (1995), komponen pencemaran air yang berasal dari industri, rumah tangga (pemukiman) dan pertanian dapat dikelompokkan sebagai bahan buangan: padat, cairan berminya, berupa panas, anorganik, zat kimia organic dan olahan bahan makanan.
Dikutip dari, Lina Warlani,6 Juni,2004 Pada dasarnya sumber pencemaran air berasal dari industry, rumah tangga (pemukiman) dan pertanian. Tanah dan air tanah mengandung sisa dari aktivitas pertanian misalnya pupuk dan pestisida. Kontaminan dari atmosfir juga berasal dari aktifitas manusia yaitu pencemaran udara yang menghasilkan hujan asam. Pengaruh bahan pencemar yang berupa gas, bahan terlarut, dan partikulat terhadap lingkungan perairan dan kesehatan manusia dapat ditunjukkan secara skematik sebagai berikut;
 
PENYEBAB PENCEMARAN AIR
Penyebab pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada eutrofikasi. Sampah organic seperti air comberan (sewage) menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem.
Dikutip dari DuniaPendidikan.Co.ID | 2018, penyebab pencemaran air diantanya adalah:
  1. Sampah Organik dan Anorganik
Sampah ini merupakan salah satu penyebab pencemaran air. Hal tersebut dikarenakan banyak sekali sampah yang dibuang di sungai. Hal tersebut menyebabkan air sungai tercemar.
  1. Limbah Industri
Limbah industri merupakan salah satu penyebab utama pencemaran lingkungan. Limbah cair industri yang dibuang ke laut atau sungai tanpa diolah terlebih dahulu bisa mencemari lingkungan perairan. Oleh karena itu, alangkah baiknya kalau sebelum dibuang limbah di olah terlebih dahulu supaya tidak membahayakan lingkungan di sekitar kita.
  1. Pertambangan
Salah satu contoh pencemaran air adalah pertambangan batubara. Hal tersebut dikarenakan saat batubara dibakar maka merkuri yang terkandung di dalamnya telepas bebas di udara. Merkuri itu bisa kembali lagi dan masuk ke dalam tanah sehingga bisa mencemari air.
Contoh Pencemaran Air
  • Limbah pabrik yang dibuang ke sungai tanpa lewat pengolahan. Hal tersebut sangat berbahaya karena senyawa toksik pada limbah itu bisa mengganggu ekosistem sungai.
  • Membuang sampah ke sungai. Salah satu cara mencegah terjadinya pencemaran ialah membuang sampah pada tempatnya. Selain itu, anda juga wajib memisahkan antara sampah organik dan anorganik. Dengan adanya pengelolaan sampah maka anda sdah berkontribusi dalam mencegah timbulnya pencemaran khususnya pencemaran air.
  • Penggunaan bahan peledak untuk menangkap air Hal tersebut bisa mengganggu keseimbangan biota dan ekosistem di laut. Bahkan parahnya bisa mematikan dan merusak banyak jenis hewan dan ikan dan terumbu karang.
  • Limbah nuklir, limbah rumah tangga serta tumpahan minyak di laut pun adalah beberapa contoh pencemaran air.
DAMPAK PENCEMARAN AIR
      1.     Dampak terhadap kehidupan biota air.
Banyaknya zat pencemar pada air limbah akan menyebabkan menurunnya kadar oksigen terlarut dalam air tersebut. Sehingga akan mengakibatkan kehidupan dalam air yang membutuhkan oksigen      terganggu serta mengurangi perkembangannya. Selain itu kematian dapat pula disebabkan adanyazat beracun yang juga menyebabkan kerusakan pada tanaman dan tumbuhan air.
Akibat matinya bakteri-bakteri, maka proses penjernihan air secara alamiah yang seharusnya terjadi pada air limbah juga terhambat. Dengan air limbah menjadi sulit terurai. Panas dari industri juaga akan membawa dampak bagi kematian organisme, apabila air limbah tidak didinginkan dahulu.
      2.     Dampak terhadap kualitas air tanah
Pencemaran air tanah oleh tinja yang biasa diukur dengan faecal coliform telah terjadi dalam skala yang luas, hal ini telah dibuktikan oleh suatu survey sumur dangkal di Jakarta. Banyak penelitian yang mengindikasikan terjadinya pencemaran tersebut.
      3.     Dampak terhadap kesehatan
Peran air sebagai pembawa penyakit menular bermacam-macam antara lain :
  • Air sebagai media untuk hidup mikroba pathogen.
  • Air sebagai sarang insekta penyebar penyakit. jumlah air yang tersedia tak cukup, sehingga bersangkutan tak dapat membersihkan diri
  • Air sebagai media untuk hidup vector penyakit.
Ada beberapa penyakit yang masuk dalam katagori water-borne diseases, atau penyakit-penyakit yang dibawa oleh air, yang masih banyak terdapat di daerah-daerah. Penyakit-penyakit ini dapat menyebar bila mikroba penyebabnya dapat masuk ke dalam sumber air yang dipakai masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan jenis mikroba yang dapat menyebar lewat air antara lain, bakteri, protozoa dan metazoa.
      4.     Dampak terhadap estetika lingkungan
Dengan semakin banyaknya zat organic yang dibuang ke lingkungan perairan, maka perairan tersebut akan semakin tercemar yang biasanya ditandai dengan bau yang menyengat disamping tumpukan yang dapat mengurangi estetika lingkungan.

 

CARA MENANGGULANGI PENCEMARAN AIR
  • Menempatkan industri pabrik di daerah yang jauh dari pemukiman penduduk Hal tersebut untuk mencegah pencemaran lingkungan baik pencemaran udara, air serta dara
  • Mengawasi penggunaan zat kimia dan pestisida dan cara pembuangannya.
  • Mencegah penggundulan hutan serta melakukan program reboisasi supaya menjaga keseimbangan air. Hal ini dikarenakan pohon bisa membantu mengikat air di dalam tanah sehingga bisa menjaga keseimbangan air di dalam tanah.
  • Membuang sampah pada tempatnya Hal tersebut bisa mengurangi pencemaran air. Salah satu caranya ialah dengan memisahkan antara sampah plastik, sampah organik dsb.
Ada banyak cara menanggulangi pencemaran air yang bisa dilakukan oleh kita, misalnya :
  1. Tidak membuang sampah sembarangan dan selalu membuang sampah pada tempat yang tepat. Jika tempat sampah tidak ada di sekitarmu, sampah bisa di bawa pulang dan ditaruh di tempat sampah di rumahmu. Ini termasuk jika kamu sedang berada ditempat-tempat seperti pantai, sungai, dan tempat-tempat umum.
  2. Gunakan air dengan bijak. Jangan membiarkan air keran mengalir saat sedang tidak digunakan. Selain itu, mengurangi jumlah air yang digunakan saat mencuci dan mandi juga merupakan salah satu cara mengatasi pencemaran air. Jika kita semua melakukan hal ini, kita dapat secara signifikan mencegah kekurangan air dan mengurangi jumlah air kotor di sungai kita.
  3. Tidak membuang bahan kimia, minyak, cat dan obat-obatan ke wastafel atau toilet untuk menghindari dampak pencemaran air.
  4. Gunakan plastik yang lebih cepat terdekomposisi untuk membungkus. Plastik semacam ini lebih ramah lingkungan dan tanah.
  5. Tidak terlalu sering menggunakan pupuk dan pestisida untuk kegiatan pertanian dan peternakan. Karena penggunaan bahan-bahan ini akan meninggalkan residu di tanah yang kemudian terbawa ke badan air. Penumpukan residu ini selain menyebabkan kematian biota perairan karena keracunan, juga dapat mengakibatkan eutrofikasi dan membuat populasi alga dan eceng gondok membeludak di daerah perairan.
  6. Jika kita tinggal dekat dengan badan air, mari mencoba untuk menanam banyak pohon dan bunga di sekitar rumah mu, sehingga ketika hujan, bahan kimia dari rumah Anda tidak mudah mengalir ke dalam air Selain dengan melakukan tindakan di atas, di banyak negara rupanya ada hukum yang sangat ketat terkait dengan pelestarian sumber daya air. Adanya hukum ini tentu merupakan salah satu cara mengatasi pencemaran air yang dapat dilakukan melalui regulasi yang berkesinambungan. Hukum-hukum tersebut biasanya diarahkan pada industri, rumah sakit, sekolah, dan daerah pasar tentang bagaimana cara membuang, merawat, dan mengelola limbah yang dihasilkan dari kegiatan yang dilakukannya.
 
       Di banyak kota maju, limbah juga diolah dengan sangat efisien dan dirancang untuk meminimalkan dampak pencemaran air. Selain itu, ada juga banyak organisasi dan kelompok yang membantu mendidik masyarakat tentang bahaya pencemaran air sehingga hal ini mendorong seluruh masyarakat untuk dapat menjaga lingkungan airnya dengan baik. Dampak lainnya yang tidak kalah merugikan dari pencemaran air adalah terganggunya lingkungan hidup, ekosistem, dan keanekaragaman hayati Air yang tercemar dapat mematikan berbagai organisme yang hidup di air.

PENUTUP
        Pencemaran air dapat berdampak pada kesehatan, keselamatan dan akhirnya berakibat pada pembangunan ekonomi. Bencana krisis air dapat merupakan ancaman bagi keberlangsungan generasi yang akan datang. Ditinjau dari segi kualitas dan kuantitas, kondisi sumber air makin menurun dan berkembangnya berbagai sumber penyakit. Tingginya pencemaran air disebabkan limbah industri yang tidak diolah dahulu serta limbah rumah tangga pada pemukiman yang dibuang ke badan sungai. Terbatasnya upaya pengendalian pencemaran air diperparah dengan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan serta kurangnya penegakan hukum bagi pelanggar pencemaran lingkungan. Diperlukan pendekatan yang komprehensif dan holistic bagi penanggulangan pencemaran air, agar dapat dipertahankan kualitas lingkungan yangbaik. Pemerintah juga hendaknya mengeluarkan kebijakan yang pada dasarnya merangsang pengguna air untuk melakukan efisiensi dengan menganggap bahwa air merupakan sumberdaya yang terbatas.
 
DAFTAR PUSTAKA
Lina Warlani,6 Juni,2004. “Pencemaran Air: Sumber, Dampak Dan Penanggulangannya” di http://www.rudyct.com/PPS702-ipb/08234/lina_warlina.pdf.
Agustiningsih Dyah, Setia Budi Sasongko dan Sudarno, Analisis kualitas air dan strategi pengendalian pencemaran air sungai blukar kabupaten Kendal. Jurnal PRESIPITASI Vol. 9 No.2 September 2012, ISSN 1907-187X
Evi Naria, 2005. Mewaspadai dampak bahan pencemar timbal  (pb)
Di lingkungan terhadap kesehatan. Jurnal Komunikasi Penelitian, Volume 17 ( 4) 2005.
https://youtu.be/y2CLOnWsc-Q
https://youtu.be/1Rya64TMo6E



Rabu, 23 Maret 2022

REAKSI RANTAI BANYAK DI GUANAKAN PADA REAKSI-REAKSI RADIKAL

Oleh Diran (W04-DIRAN)



PENDAHULUAN

          Reaksi rantai merupakan  salah satu cara bahwa sistem yang tidak dalam kesetimbangan termodinamika dapat melepaskan energi atau meningkatkan entropi untuk mencapai keadaan entropi yang lebih tinggi. Reaksi ini juga merupakan urutan reaksi produk reaktif atau produk sampaingan berantai atau umpan  balik yang positif mengarah ke rantai kejadian yang menguatkan diri. Suatu sistem mungkin tidak dapat mencapai keadaan energi yang lebih rendah dengan melepaskan energi ke lingkungan, karena terhalang atau dicegah dengan cara tertentu dari mengambil jalur yang akan menghasilkan pelepasan energi. Jika suatu reaksi menghasilkan pelepasan energi kecil yang menghasilkan lebih banyak energi yang dilepaskan dalam rantai yang meluas, maka sistem biasanya akan runtuh secara eksplosif sampai sebagian atau seluruh energi yang tersimpan dilepaskan.

PEMBAHASAN

          Reaksi  rantai  atau chain  reaction berlangsung  dalam  sederetan  reaksi  elementer  dan  beberapa  antaranya  reaksi  ini  terjadi  berulang ulang.  Reaksi  rantai  terdiri  atas  tiga tahap  yaitu  inisiasi  (pembukaan  rantai),  propagasi  dan  terminasi  (pemutusan  rantai). Reaksi  berantai adalah  urutan  reaksi  di  mana  produk  reaktif  atau  produk  sampingan menyebabkan  reaksi  tambahan  terjadi.  Dalam  reaksi  berantai,  umpan  balik  positif  mengarah  ke  rantai  peristiwa  yang  memperkuat  dirinya  sendiri. Reaksi  berantai  adalah  salah  satu  cara  sistem  yang  tidak  berada  dalam  kesetimbangan termodinamika  dapat  melepaskan  energi  atau  meningkatkan  entropi  untuk  mencapai  keadaan  entropi   yang  lebih tinggi.  Misalnya,  suatu  sistem  mungkin  tidak  dapat  mencapai keadaan energi  yang  lebih  rendah  dengan  melepaskan  energi  ke  lingkungan, karena  terhalang  atau  dicegah  dalam  beberapa  cara  dari  mengambil jalan  yang  akan  menghasilkan  pelepasan  energi.  Jika  suatu  reaksi menghasilkan  pelepasan  energi  kecil  yang  memungkinkan  pelepasan energi  lebih  banyak  dalam  rantai  yang  meluas,  maka  sistem  biasanya akan  runtuh  secara  eksplosif  sampai  banyak  atau  semua  energi  yang tersimpan dilepaskan.

Tahapan Reaksi Rantai

Reaksi Rantai umumnya mempunyai

1.Tahap Inisiasi

Insiasi adalah tahap pembentukan awal radikal-radikal bebas. Hal ini menyebabkan  jumlah   radikal   bebas   meningkat   pesat.   Dalam klorinasi  metana,  tahap  inisiasi  adalah  pemutusan  secara  homilitik ikatan Cl - Cl.

Tahapan Insiasi :

    • Tahapan ini dicirikan melalui pembentukan radial bebas oleh suatu pembentuk radikal (Intiator).
    • Reaksi diawali dengan pemecahan intiator yang dipicu oleh Peningkatan tenaga akibat tumbukan keras dan Absorbsi  foton  (hѵ)  misal  dengan  penyinaran  sinar matahari, lampu UV atau radiasi gelombang mikro
    • Kenaikan   temperatur   sehingga   melampaui   titik reaktif intiator. Intiator  akan  mengalami  peruraian  menjadi  radikal  titik  reaktif intiator. Pembelahan homolitik atau heterolitik. Intiator  sangat  reaktif  dan  harus  diberikan  dalam  jumlah  sangat sedikit.

 Contoh intiator

 

2. Tahap Propagasi

Propagasi adalah reaksi  yang melibatkan  radikal  bebas  yang mana jumlah radikal bebas akan tetap sama. Setelah terbentuk, radikal bebasklor  akan menjalani  sederetan  reaksi.  Tahap  propagasi  yang  pertama adalah  radikal  bebas  klor  yang  merebut  sebuah  atom  hidrogen  dari dalam molekul metana, menghasilkan radikal bebas metil dan HCl.

Cl• + H:CH3 + 1 kkal/mol → H:Cl + •CH3

 Radikal  bebas  metil  juga  sangat  reaktif.  Dalam  tahap  propagasi kedua,  radikal  bebas  metil  merebut  sebuah  atom  klor  dari  dalam molekul Cl2.

Tahapan Propagasi dan Inhibisi :

    • Tahapan     penyerangan     radikal     pada     molekul     lain     untuk menghasilkan radikal baru lainnya.
    • Apabila jumlah reaktan dalam bentuk molekul netral masih tersedia cukup   banyak,   maka   reaksi   akan   berlangsung   semakin   lama semakin cepat à tahapan propagasi.
    • Seiring  waktu,  jumlah  reaktan  dalam  bentuk  molekul  netral  akan semakin terbatas maka laju reaksi akan berkurang dan radikal akan  menyerang molekul produk → tahapan inhibisi.

 

3.Tahap Terminasi

Terminasi  adalah  reaksi   yang  berujung  pada   turunnya  jumlah radikal  bebas.  Umumnya,  penurunan  ini  diakibatkan  oleh  adanya penggabungan radikal bebas yang masih tersisa.

Cl• + CH3 → CH3 Cl

 Tahapan terminasi :

    • Reaksi  berantai  berhenti  setelah  satu  atau  kedua  reaktan  habis digunakan.
    • Pada    tahapan    ini    radikal-radikal    akan    saling    bereaksi menghasilkan  molekul  baru  yang  relatif  stabil  dan  disebut  sebagai tahapan terminasi.
    • Tahapan ini dapat terjadi melalui proses dimerisasi radikal.
Contoh : 
CH3CH2• + •CH2CH3 → CH3 CH2 CH2 CH3Tahapan   terminasi  dapat   dimanipulasi   dengan   penambahan   agen pendeaktivasi radikal → nitrogen dioksida (NO2).
 
Contoh :
    • Reaksi  pembentukan  HCl  dari  gas  hidrogen  dan  gas  klorida  maka
      • dengan adanya cahaya akan terjadi reaksi :
      • Cl• + H2 → HCl + H•
      • H• + Cl2 → HCl + Cl• dan seterusnya. 
      • Reaksi  berhenti  apabila  radikal  klorida  menjadi  tidak  reaktif  lagi (menjadi  Cl2).  Atau  jika  ditambahkan  gas  NO2 yang  akan  dapat menghentikan reaksi tersebut.

 Reaksi Ledakan

          Reaksi  ledakan  adalah  reaksi  berantai  yang  berlangsung  sangat cepat  dan  mengakibatkan  efek  pelepasan  energi  (panas,  suara).  Kenaikan temperatur  selama  reaksi  berlangsung  secara eksponensial dan  apabila energi  dari  reaksi  eksotermis  tersebut  tidak  dapat  dikeluarkan  dari  sistem maka  energi  tadi  akan  mempercepat  reaksi.  Sampai  batas  tertentu maka sistem akan tidak kuat lagi maka akan timbul ledakan.

 Contoh Reaksi Rantai

    • Radikal Bebas pada Klorinasi Metana

Salah  satu  contoh  reaksi  rantai  adalah  reaksi Radikal  Bebas Klorinasi Metana.Reaksi  methana  yang  dicampurkan  dengan  khlor  dan  terkena sinar  matahari atau  energi akan  menyebabkan  reaksi  berantai  berupa ledakan dan menghasilkan produk berupa methana terkhlorinasi dan HCl.

    •  Tahapan pada Klorinasi Metana

  1. Tahap Inisiasi
  2. Tahap Propagasi
  3. Tahapan Terminasi

  

KESIMPULAN

          Reaksi rantai atau chain reaction berlangsung dalam sederetan reaksi elementer dan beberapa antaranya reakasi ini terjadi berulang-ulang. Reaksi rantai terdiri atas tiga tahap yaitu inisiasi, propagasi, dan terminasi. Reaksi ledakan adalah termasuk reaksi berantai yang berlangsung sangat cepat dan mengakibatkan efek pelepasan energi panas dan suara.

 

REFERENSI

https://www.youtube.com/watch?v=9XuUic3EklY


Kamis, 17 Maret 2022

APLIKASI TERMODINAMIKA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Oleh Diran (W04-DIRAN)

Abstrak

Dalam kehidupan sehari-hari, Termodinamika sekarang sudah terdengar tidak asing, banyak sekali peristiwa termodinamika yang terjadi dalam kehidupan.  Termodinamika juga merupakan salah satu teori utama fisika yang mempelajari tentang hubungan antara energi dan kerja dari suatu sistem. Termodinamika juga merupakan suatu ilmu yang dicerminkan sebagai ilmu yang mempelajari besaran fisis tertentu yang menggambarkan sikap zat di bawah pengaruh kalor.

Kata Kunci: Hukum termodinamika, energy, teori fisika 


PENDAHULUAN

Termodinamika adalah salah satu ilmu dari bagian fisika yang membahas mengenai perubahan energi dan panas menjadi bentuk energi lain. Hukum ke 1dan hukum ke 2 menjadi acuan dalam membahas mengenai perubahan energi. Pengukuran di dalam termodinamika tidak dinyatakan dengan besaran mikroskopis melainkan dengan besaran makroskopis. Termodinamika membahas mengenai hubungan antara energi, kerja, panas, entropi dan kespontanan proses. Termodinamika berhubungan dekat dengan mekanika statistika di mana hubungan termodinamika berasal. Termodinamika  adalah dua kata bahasa Yunani yaitu thermos yang artinya  panas (Hot) dan dynamic yang artinya perubahan.

Ilmu dinamika ini menggambarkan usaha untuk mengubah kalor (perpindahan energi yang disebabkan perbedaan suhu) menjadi energi serta sifat-sifat pendukungnya. Termodinamika berhubungan erat dengan fisika energi, panas, kerja, entropi dan kespontanan proses.

Selain itu, Termodinamika juga berhubungan dengan mekanika statik. Cabang ilmu Fisika ini mempelajari suatu pertukaran energi dalam bentuk kalor dan kerja, sistem pembatas dan lingkungan. Aplikasi dan penerapan Termodinamika bisa terjadi pada tubuh manusia, peristiwa meniup kopi panas, perkakas elektronik, Refrigerator, mobil, pembangkit listrik dan industri, adalah peristiwa Termodinamika yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.

 

PEMBAHASAN


Banyak orang yang tidak sadar kalau dalam sehari-harinya aplikasi termodinamika
 banyak sekali dijumpai di sekitarnya. Termodinamika bisa merubah sistem yang berada di dunia industry. Pada umumnya termodinmika menggunakan kayu bakar untuk memasak dan berkembang saat ini menggunakan listrik untuk memasak. Hal ini karena termodinamika merupakan hukum-hukum yang menyangkut banyak hal dalam kehidupan sehari-hari.


Di kutip dari Berbagi, Rabu 15 Januari 2020 dalam  “ https://www.kampungilmu.web.id/2020/01/termodinamika-dalam-kehidupan-sehari.html#comment-form” 

    Aplikasi termodinamika yang sangat sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari ialah adanya embun diluar gelas yang berisi es. Hal ini disebabkan udara yang berada di luar gelas (sistem) banyak mengandung uap air, gelas yang berisi es bersuhu rendah dan terasa dingin sehingga udara yang bersentuhan dengan gelas akan mengalami penurunan suhu. Udara yang mengandung uap air juga akan mengalami penurunan suhu. Jika suhu udara sudah sangat rendah maka uap air akan mengembun dan berubah menjadi tetesan-tetesan air di luar gelas tersebut. Peristiwa tersebut sesuai dengan hukum II Termodinamika. Pada peristiwa tersebut terjadi proses penyerapan panas di dalam gelas. Peristiwa tersebut merupakan sistem tertutup karena hanya terjadi proses pertukaran kalor dan tidak terjadi proses pertukaran zat. Peristiwa tersebut menggunakan media sebagai pembatas rigid yaitu mempertukarkan kalor menggunakan gelas sebagai media.

    Dalam kehidupan sehari-hari banyak di jumpai fenomena yang menggambarkan hukum ke 0 termodinamika. Misalnya pada saat kita membuat air hangat untuk mandi. Kita mencampur air panas dengan air dingin. Pada saat air panas dicampur dengan air dingin, maka kalor akan berpindah dari air panas ke air dingin. Proses perpindahan panas ini berlangsung beberapa saat hingga tercapai kesetimbangan termal antara air panas dengan air dingin. Pada saat tercapai kesetimbangan termal antara air panas dengan air dingin, temperatur air panas akan turun sedangkan temperatur air dingin akan naik menuju ke temperatur kesetimbangan termal.

    Pada seseorang mencelup badan ke dalam air hangat yang sudah mencapai kesetimbangan termal, maka tubuh kita akan merasakan panas air. Hal ini menunjukan ada sebagian kalor yang berpindah dari air ke tubuh kita. Hal ini terjadi karena tubuh memiliki temperatur yang lebih rendah dibandingkan dengan campuran air hangat.Setelah berendam beberapa saat kita tidak akan merasa panas lagi, karena telah tercapai kesetimbangan termal antara tubuh dan air. Ketiks seseorang itu keluar dari bak mandi setelah berendam dari air panas, maka tubuh akan terasa dingin. Ini terjadi karena temperatur ruangan lebih rendah dibandingkan dengan temperatur tubuh kita akibatnya sejumlah kalor dari tubuh berpindah ke udara di sekitar kita. Pada saat kalor keluar dari tubuhkita, kita akan merasa lebih dingin.Masih banyak lagi contoh penerapan hukum ke 0 termodinamika di sekitar kita.


Beberapa contoh Aplikasi yang sering kita jumpai dalam keseharian adalah:
1.      Es batu
Suatu es didalam gelas yang menyebabkan terjadi pengembunan diluar gelas, padahal terpisahkan oleh medium gelas  yang memisahkan permukaan luar dan permukaan dalam. 
 
2.      Perubahan suhu tubuh.
Selain itu ada banyak sekali peralatan rumah tangga yang memanfaatkan konsep termodinamika.Termodinamika merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang perubahan suhu atau perubahan panas. Berbicara tentang termodinamika tidak lepas dari suhu dan kalor.
3.      Proses pembuatan popcorn
Biasanya popcorn dimasukkan ke dalam wadah tertutup. Selanjutnya, wadah tertutup tersebut dipanasi dengan nyala api kompor. Adanya tambahan kalor dari nyala api membuat biji popcorn dalam panci kepanasan dan meletup. Ketika meletup, biasanya biji popcorn berjingkrak-jingkrak dalam panci dan mendorong penutup panci. Gaya dorong biji popcorn cukup besar sehingga kadang tutup panci bisa berguling.
4.      Sistem kerja dari AC
AC mengubah energi listrik menjadi energi kinetik pada kondensor (berfungsi untuk membuang panas refrigerant ke lingkungan), kemudian mengubahnya menjadi energi kinetik pada evaporator (berfungsi memberikan udara dingin pada ruangan dengan cara perpindahan panas ke ruangan), dan kemudian mengubah energi kinetik pada kompresor (berfungsi memberikan tekanan pada refrigerant).
5.      Termos
Aplikasi termodinamika yang lainnya ialah termos. Termos merupakan alat yang cara kerjanya menggunakan konsep hukum I Termodinamika. Termos merupakan sebuah sistem terisolasi, hal ini karena tabung yang digunakan sebagai wadah untuk menyimpan air terisolasi dengan lingkungan luarnya. Di antara tabung bagian dalam termos dengan bagian luar dipisahkan oleh suatu ruang hampa udara. Ruang hampa udara ini berfungsi untuk mencegah perpindahan kalor antara lingkungan dengan tabung bagian dalam termos ataupun sebaliknya, bahan yang bersifat adiabatik, sehingga menghambat terjadinya pertukaran kalor antara sistem ke lingkungan dan sebaliknya, sehingga tidak terjadi penurunan suhu.Termos juga merupakan contoh sistem terisolasi yang cukup mudah ditemukan.  

 

    Cara kerjanya kalor dimasukkan kedalam termos dan tidak dapat keluar karena terhambat oleh kaca dengan warna putih mengkilap. Alasan kenapa semua termos kita memiliki kaca putih mengkilap di dalamnya adalah karena dibandingkan warna gelap, putih sedikit menyerap kalor.Selain hal di atas termodinamika juga terjadi pada  pada manusia dan hewan.Manusia melakukan kerja karena manusia mempunyai energi. Manusia mendapatkan energi dari makanan yang di komsumsinya setiap hari yang mengandung mengandung energi kimia. Prosesnya energi kimia yang masuk ke dalam tubuh dari makanan menyebabkan energi kimia di dalam tubuh juga akan bertambah. Energi tersebut digunakan manusia untuk melakukan kerja baik untuk bekerja, belajar, berolahraga dan melakukan aktivitas yang lain. Energi tersebut juga digunakan untuk mengganti sel-sel tubuh yang rusak ataupun untuk pertumbuhan. Ketika melakukan kerja atau aktivitas secara tidak langsung kita membuang kalor pada lingkungan melalui keringat. Sisa-sisa eergi yang tidak digunakan juga akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses metabolisme. Setelah melakukan kerja energi di dalam tubuh akan menurun dan perut terasa lapar, sehingga kita disarankan untuk makan lagi agar tubuh tetap mempunyai energi yang cukup untuk beraktivitas kembali.


KESIMPULAN

Termodinamika merupakan suatu ilmu yang  mempelajari energi, energi dapat berubah menjadi bentuk lain secara alami atau melalui rekayasa atau melalui teknologi. Energi juga dapat di ciptakan dan juga dapat di musnahkan.. Keseimbangan energi pada sistem di dasari atas prinsip dan hokum. Teori termodinamika berlaku pada keadaan panas atau sistem dengan keadaan setimbang pada saat dimulai maupun diakhiri. Setelah abad ke-19 Masehi.  Perkembangan teori termodinamika beralih ke fisika quantum yaitu terjadi setelah abad 19 dan pada transisi fasa. Pada aktu itu secara fenomena pengembangnnya di tujukan pada sistem-sistem makroskopik. Pada pelajaran ilmu fisika, perumusan termodinamika menjadi suatu aksioma yang meliputi tiga hukum termodika .Konsep utama yang melandasi ketiga hukum termodinamika adalah energi dan entropi.

 

Referensi:

 https://www.kampungilmu.web.id/2020/01/termodinamika-dalam-kehidupan-sehari.html#comment-form

https://www.quipper.com/id/blog/mapel/fisika/pengertian-termodinamika-lengkap/

https://id.wikipedia.org/wiki/Termodinamika

https://www.youtube.com/watch?v=NilKh3R9Ayk

https://www.youtube.com/watch?v=G4LoxciRhUk

Kamis, 10 Maret 2022

PENTINGNYA BELAJAR ILMU KIMIA DI LINGKUNGAN MASYARAKAT

Oleh :DIRAN (@W04-DIRAN)

                                                   Abstrak
        Mempelajari Ilmu kimia sangat penting dalam kehidupan, Baik dalam dunia industri juga dalam bidang kedokteran. Tanpa kita sadari hampir seluruh produk-produk yang kita gunakan sehari-hari,dalam pembuatannya menggunakkan bahan kimia,baik itu ilmu kimia terapan, penggabungan dengan ilmu fisika ataupun dengan penggabungandengan ilmu IPA.  Kimia analisis telah berada di garis depan dari semua ilmu sejak manusia tertarik oleh dunianya. Dibanding dengan cabang ilmu kimia lainnya seperti kimia anorganik, organik, fisik dan biokimia, maka kimia analisis mempunyai peranan yang lebih luas.Kimia analisis bisa juga dipakai di cabang ilmu pengetahuan lain seperti ilmu pertanian,lingkungan, kedokteran, kelautan dan lainnya.