.

Tampilkan postingan dengan label @T33-Ibnu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @T33-Ibnu. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Desember 2021

Energi Hijau : Pengertian, Konsep, Sumber Energi Serta Kelebihan dan Kekurangan

Oleh : Ibnu Sopyan (@T33-Ibnu)


 

 

Abstrak

Energi Hijau adalah energi yang dihasilkan dari sumber energi yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan bakar fosil. Karena itulah energi hijau mencakup semua sumber energi terbarukan.

 

Abstract

Green Energy is energy produced from energy sources that are more environmentally friendly than fossil fuels. That's why green energy includes all renewable energy sources.

 

Pendahuluan

Istilah energi hijau tidak hanya mencakup sumber energi terbarukan tetapi dapat diperluas untuk mencakup konservasi energi (contohnya energi hijau juga dipakai untuk menyebut bangunan yang dibangun dengan cara agar tetap dingin di siang hari dan tetap panas di malam hari melalui desain arsitektur yang tidak mengandalkan AC atau sistem pemanas ruangan). Promosi energi hijau tidak hanya dengan menggunakan sumber energi terbarukan di tahun-tahun mendatang, tetapi juga untuk membuat dominasi teknologi bahan bakar fosil saat ini menjadi lebih hijau dan mengurangi tingkat polusi (seperti teknologi batubara bersih).

 

Rumusan Masalah

Dari pendahuluan diatas, terdapat rumusan masalah yaitu :

1. Apa yang dimaksud Energi Hijau?

2. Apa saja konsep dari Energi Hijau?

3. Sebutkan sumber-sumber Energi Hijau?

4. Apa saja kelebihan dan kekurangan Energi Hijau?

 

Tujuan

Setelah mendapat rumusan masalah, kita memiliki tujuan yaitu :

1. Dapat mengetahui pengertian Energi Hijau

2. Dapat memahami konsep dari Energi Hijau

3. Dapat menyebutkan sumber-sumber Energi Hijau

4. Dapat mengetahui kekurangan & kelebihan Energi Hijau

 

Pembahasan
Pengertian Energi Hijau

Energi hijau adalah energi yang dihasilkan dari sumber energi yang lebih ramah lingkungan (atau "hijau") dibandingkan dengan bahan bakar fosil (batubara, minyak, dan gas alam). Karena itulah energi hijau mencakup semua sumber energi terbarukan (surya, angin, panas bumi, biofuel, tenaga air), dan menurut definisi juga harus mencakup energi nuklir meskipun ada banyak penggiat lingkungan yang menentang gagasan mengenai energi nuklir masuk ke dalam energi hijau karena nuklir memiliki masalah limbah, dan efeknya yang berbahaya terhadap lingkungan (Petrescu, 2014).

Konsep Energi Hijau

Energi menjadi bagian penting kehidupan.  Sayangnya, masih ada -pandangan, pemahaman, dan perlakuan terhadap energi yang dipengaruhi oleh kesadaran terdalam yang "purbawi", yaitu naluri pemburu.  Kita mencari, mencari, dan menemukan untuk menemukan dan mengangkat timbunan fosil (minyak bumi dan batubara), kemudian sebagian besar dibakar.  Kita mengejar energi (energy-hunting), bukan membudidayakan energi (energy-farming).  Kita hidup dengan menerapkan diri terlena karena begitu mudah dan murahnya alam menyediakan bahan kebutuhan pokok penggerak kehidupan.  Lupa, bahwa energi fosil yang terbentuk selama dua ratus juta tahun ternyata hanya dihabiskan selama duaratus tahun saja.

Sumber-sumber Energi Hijau

1. Biomassa, adalah bahan biologis yang hidup atau baru mati yang dapat digunakan sebagai sumber bahan bakar.

2. Energi matahari, merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang paling penting.

3. Energi angin, pada umumnya cara untuk memanfaatkan energy angin yaitu dengan menggunakan kincir angin.

4. Energi air, salah satu contoh penggunaan Air sebagai sumber energi adalah PLTA.

5. Energi panas bumi (Geothermal), adalah energi thermal (panas) yang dihasilkan dan disimpan di dalam bumi.

 

Kelebihan & Kekurangan Energi Hijau

Kelebihan Energi Hijau

1. Tersedia Secara Melimpah dan Dapat Diperbaharui

Sumber energi seperti angin, air, panas bumi dan panas matahari akan selalu tersedia dan tidak akan pernah habis seperti batubara dan minyak bumi. Jadi sumber energi ini dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

2. Ramah Lingkungan

Pemanfaatkan sumber energi alternatif tidak akan menyebabkan kerusakan lingkungan karena kebanyakan energi alternatif tidak menghasilkan limbah dan polusi. Kalaupun menghasilkan limbah atau polusi tidak akan sebesar sumber energi berbahan bakar fosil (Ghosh, S. 2016).

Kekurangan Energi Hijau

1. Biaya Investasi dan Instalasi Awal Mahal

Biaya yang diperlukan untuk pembuatan instalasi awal penggunaan sumber energi hijau tergolong mahal. Misalnya, pembuatan bendungan yang akan digunakan untuk PLTA dan biaya pembuatan / pembelian Panel Surya yang sangat mahal untuk pembuatan PLTS.

2. Kurang Dapat Diandalkan dan Kurang Efisien

Penggunaan sumber energi hijau kebanyakan bergantung pada kondisi alam dan terpengaruh oleh keadaan iklim/cuaca. Sehingga ketika musim kemarau misalnya, maka PLTA yang menggunakan energi air tidak dapat berfungsi secara maksimal karena debit air yang pastinya akan menurun. Sebaliknya, ketika musim hujan, PLTS yang memanfaatkan energi panas matahari tidak akan berfungsi secara maksimal karena sumber panas matahari sangat terbatas pada musim hujan.

Penggunaan sumber energi yang berasal dari alam dirasa belum efisien jika harus menggantikan sumber energi berbahan bakar fosil. Terlebih lagi teknologi yang dimiliki Negara kita belum cukup mendukung dalam pembuatan fasilistas dan sarana pendukung lainnya.

3. Pembiayaan utang sulit dijamin untuk proyek energi hijau baru. Secara historis, tarif utilitas yang tinggi sehingga menyebarkan risiko utilitas di seluruh konsumen (Hesary, Taghizadeh. 2020).

 

Daftar Pustaka

Atep Afia Hidayat. 2021. Modul 15 : Energi Hijau. Fakultas Teknik, Teknik Industri.

Selasa, 30 November 2021

 Definisi, Tujuan Aplikasi dan Prinsip

Teknologi Hijau

 Oleh : Ibnu Sopyan (@T33-Ibnu)



 

Abstrak

Teknologi hijau atau teknologi alam adalah penggunaan sains alam sekitar untuk memelihara sumber dan alam sekitar semula jadi dan mengawal kesan negatif aktiviti manusia. Pembangunan mampam adalah teras pada teknologi alam sekitar yang bermaksud penyelesaian perlu mengambil kira aspek sosial, ekonomi, dan alam sekitar.

 

Abstract

Green technology or natural technology is the use of natural science to preserve natural resources and natural surroundings and control the negative effects of human activities. Mapam development is a core of surrounding natural technology which means that the solution needs to take into account social, economic, and environmental aspects.

 

Pendahuluan

Teknologi hijau merujuk kepada pembangunan dan aplikasi produk, peralatan serta sistem untuk memelihara alam sekitar dan alam semula jadi, dan meminimumkan atau mengurangkan kesan negatif dari pada aktiviti manusia.

 

Rumusan Masalah

Dari pendahuluan yang kita baca diatas, terdapat beberapa masalah yaitu :

1. Definisi dari teknologi hijau

2. Apa saja tujuan aplikasi dari teknologi hijau

3. Prinsip-prinsip dari teknologi hijau

 

Tujuan

Dari rumusan masalah diatas, terdapat beberapa tujuan dari artikel ini :

1. Kita menjadi tahu definisi dari teknologi hijau

2. Kita mengetahui tujuan aplikasi teknologi hijau

3. Kita dapat menjabarkan prinsip dari teknologi hijau

 

Pembahasan

Teknologi hijau adalah pendekatan untuk menyelamatkan bumi. Oleh karena itu, baik positif maupun negatifnya perlu diselidiki. Teknologi hijau menggunakan sumber daya alam terbarukan yang tidak pernah abis. Teknologi hijau menggunakan teknik pembangkit energi baru dan inovatif. Nanoteknologi hijau yang menggunakan teknik hijau dan kimia hijau adalah salah satu teknologi hijau terbaru. Salah satu faktor penting terjadinya pencemaran lingkungan adalah pembuangan limbah. Teknologi hijau memiliki jawaban untuk itu juga. Ini dapat secara efektif mengubah pola dan produksi limbah dengan cara yang tidak membahayakan planet ini dan kita bisa menjadi hijau (Soni, 2015).

Perkembangan teknologi hijau semakin pesat, antara lain dengan mengacu pada beberapa konsep yang menjadi tujuan aplikasinya :

1. Konsep berkelanjutan, dimana kebutuhan masyarakat secara terus-menerus dapat dipenuhi tanpa merusak atau menghabiskan sumber daya alam. Dengan kata lain, kebutuhan saat ini dapat terpenuhi tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhannya sendiri.

2. Konsep daur ulang, dimana dalam proses produksi manufaktur dirancang sedemikian rupa supaya dapat didaur-ulang atau digunakan kembali. Setiap kegiatan produksi menggunakan material tertentu, namun hendaknya diupayakan tidak banyak material yang terbuang, baik material bekas pakai atau sisa dari proses produksi.

3. Konsep pengurangan limbah dan polusi, dimana pola produksi dan konsumsi diubah sedemikian rupa sehingga hanya menghasilkan seminimal mungkin limbah dan polusi. Limbah padat dan cair serta polutan selalu dilepaskan dari kegiatan industri, transportasi, maupun rumah tangga.

4. Konsep inovasi, dalam hal selalu berupaya mengembangkan teknologi alternatif. Penggunaan bahan bakar fosil dan bahan bahan kimia pertanian perlu dievaluasi kembali, karena sudah terbukti dapat merusak kesehatan dan lingkungan.

5. Konsep viabilitas, intinya ialah bagaimana kegiatan produksi dan konsumsi ramah lingkungan senantiasa terpelihara keberadaannya. Selain ada juga hidup dan berkembang dengan mendapat dukungan berbagai pihak, baik pemerintah industri perbankan, profesional, akademisi, peneliti dan sebagainya.

Adapun prinsip utama teknologi hijau meliputi tiga aspek, yaitu :

a) Kenyamanan sosial, hakikat dari pengembangan dan penerapan teknologi antara lain untuk menumbuhkan kenyamanan dalam kehidupan masyarakat. Namun dalam hal ini kenyamanan hendaknya bersifat jangka panjang atau berkelanjutan.

b) Ekonomis, penerapan teknologi hijau sedapat mungkin harus rendah biaya dengan nilai manfaat yang seoptimal mungkin. Sebagai gambaran permanfaatan tenaga surya untuk kebutuhan rumah tangga sebenarnya dapat diperluas untuk rumah atau bangunan yang ada di Indonesia.

c) Ramah lingkungan, teknologi hijau merupakan teknologi bersih dan ramah lingkungan. Dengan demikian dalam setiap rancangan, pengembangan, dan aplikasinya prinsip ramah lingkungan harus menjadi salah satu patokan.

 

 

Daftar Pustaka

Atep Afia Hidayat, Ir.MP. 2021. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri : Teknologi Hijau. Dalam modul pembelajaran 13. Fakultas Teknik : Teknik Industri. 

Senin, 22 November 2021

 Definisi, Inovasi, Aplikasi Industri Hijau

Oleh : Ibnu Sopyan (@T33-Ibnu)

 


 

Abstrak

Industri Hijau bertujuan untuk mewujudkan Industri yang berkelanjutan dalam rangka efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelangsungan dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

Abstract

Green Industry aims to create a sustainable industry in the context of efficiency and effectiveness in the use of natural resources in a sustainable manner so as to be able to harmonize industrial development with the continuity and sustainability of environmental functions and provide benefits to the community.

 

Pendahuluan

Diketahui, industri hijau adalah industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sejalan dengan program Making Indonesia 4.0 sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberi manfaat bagi masyarakat.

 

Rumusan Masalah

Dari pendahuluan diatas, terdapat beberapa masalah yaitu ;

1. Definisi dari Industri Hijau

2. Inovasi yang dikembangkan untuk Industri Hijau

3. Pengaplikasian Industri Hijau dalam kehidupan

 

Tujuan

Setelah adanya masalah, kita dapat mengetahui tujuan pembuatan artikel ini ;

1. Untuk mengetahui apa definisi Industri Hijau

2. Untuk memahami inovasi apa saja yang dikembangkan

3. Untuk menelaah pengaplikasiannya dalam kehidupan


Pembahasan

Industri Hijau sudah menjadi istilah yang diterapkan oleh berbagai negara di dunia, sebagai tanggapan terhadap makin langkanya sumber daya alam, perubahan iklim, polusi udara, pemanasan global, dan sebagainya, yang makin mengarahkan pertumbuhan ekonomi yang harus bergantung pada proses produksi yang bersih dan efisien. Dalam hal ini Industri Hijau merupakan solusi kreatif bagai setiap pemerintahan di negara manapun untuk menumbuhkembangkan industri yang hemat sumber daya alam. Sebagaimana dikemukakan oleh Gra dan Talberth 2011. Industri Hijau merupakan industri yang berkomitmen untuk ramah lingkungan dengan berfokus pada pengembangan dan perbaikan secara terus-menerus, dan praktek bisnis yang bertanggung jawab terhadap masyarakat baikdi dalam maupun di luar organisasi.

 

Inovasi hijau didefinisikan sebagai “inovasi yang terdiri dari proses, praktik, sistem, dan produk baru atau yang dimodifikasi yang bermanfaat bagi lingkungan dan berkontribusi pada kelestarian lingkungan”, dapat mengarah pada pengurangan inefisiensi dan rasionalitas penggunaan sumber daya alam, yang merupakan sumber penting pengurangan biaya. Di sisi lain, dengan mempertimbangkan peningkatan kesadaran konsumen tentang dampak lingkungan dari pilihan konsumsi, atribut lingkungan dari produk dan layanan baru dapat digunakan untuk diferensiasi pemasaran. (Calza dkk, 2017)

 

Industri hijau mencakup beragam bisnis, termasuk pembibitan dan produsen rumah kaca, pemasok sekutur, distributor grosir dan eceran, dan layanan desain, konstruksi dan pemeliharaan lanskap. Industri hijau dicirikanoleh pertumbuhan yang cepat, inovasi, dan perubahan selama tiga dekade terakhir, namun, pertumbuhan permintaan yang melambat dan margin operasi yang lebih ketat menunjukkan bahwa industri tersebut semakin matang (Hodges dkk, 2015). Untuk itu, menurut Menperin, pengembangan industri hijau dapat dilakukan melalui beberapa penerapan seperti produksi bersih (cleaner production), konservasi energi (energy efficiency), efisiensi sumberdaya (resource efficiency eco-design), proses daur ulang, dan low-carbon technology. 

 

 

 

Daftar Pustaka

Atep Afia Hidayat, Ir.MP. 2021. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri : Industri Hijau. Modul 12 : Fak. Teknik. Universitas Mercu Buana.

Selasa, 16 November 2021

                                          Pengaplikasian Kimia Hijau Dalam Kehidupan

Oleh : Ibnu Sopyan @T33-Ibnu


 

Abstrak

Kajian green chemistry umumnya mencakup konsep dan pendekatan yang efektif untuk mencegah pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh proses dan produk bahan kimia beracun dan berbahaya. Pembelajaran kimia berbasis green chemistry menjadi salah satu metode yang dapat digunakan sebagai pendekatan untuk mencegah pencemaran akibat bahan-bahan kimia. Kegiatan praktikum di laboratorium berupaya menggunakan prinsip green chemistry yang dapat dilakukan dengan upaya mengurangi, menghilangkan, atau mengganti penggunaan bahan-bahan kimia beracun dan berbahaya yang digunakan dalam percobaan untuk mengurangi kadar pencemar dan volume limbah. Sebagai tenaga pendidik dalam pelaksanaan pembelajaran kimia diharapkan mampu memiliki ilmu pengetahuan, wawasan, serta ketrampilan dalam mengaplikasikan prinsip-prinsip green chemistry.

 

Kata kunci : prinsip green chemistry, pencegahan pencemaran,kimia, praktikum di laboratorium, pelaksanaan pembelajaran kimia

 

Abstract

Green chemistry studies generally include effective concepts and approaches to prevent environmental pollution caused by toxic and hazardous chemical products and processes. Green chemistry based chemistry learning becomes one of the methods that can be used as an approach to prevent pollution caused by chemicals. Laboratory activities attempt to use the principle of green chemistry that can be done by reducing, eliminating or using toxic and hazardous chemicals used in an experiment to reduce levels of pollutants and waste volumes. As educators in the implementation of chemistry learning is expected to have the knowledge, insight, and skills in applying the principles of green chemistry.

 

Keywords: the principle of green chemistry, prevention of chemical contamination, experiment in the laboratory, the implementation of chemistry learning.  


Pendahuluan

Green chemistry atau “kimia hijau” merupakan bidang kimia yang berfokus pada pencegahan polusi. Pada awal 1990-an, green chemistry mulai dikenal secara global setelah Environmental Protection Agency (EPA) mengeluarkan Pollution Prevention Act yang merupakan kebijakan nasional untuk mencegah atau mengurangi polusi.

 

Rumusan Masalah

Berdasarkan pendahuluan diatas, didapat beberapa masalah yakni :

1. Pengertian kimia hijau menurut beberapa ahli

2. Aplikasi kimia hijau dalam kehidupan

3. Manfaat kimia hijau dalam kehidupan

 

Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah diatas, didapat beberapa tujuan yakni :

1. Memahami pengertian kimia hijau

2. Mengetahui cara pengaplikasian kimia hijau dalam kehidupan

3. Mengetahui manfaat kimia hijau dalam kehidupan

 

Pembahasan

Kimia hijau atau kimia berkelanjutan didefinisikan oleh Badan Pelindungan Lingkungan sebagai “desain produk kimia yang mengurangi atau menghilangkan penggunaan zat berbahaya” Dalam beberapa tahun terakhir ada harapan masyarakat yang lebih besar bahwa ahli kimia dan insinyur kimia harus menghasilkan bahan kimia yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, proses dan kemungkinan trend ini akan terus tumbuh selama beberapa dekade mendatang (Dunn, 2012).

Mengacu pada paparan mengenai Prinsip Kimia Hijau, maka produk kimia yang dianggap ideal ialah memiliki sifat : Dapat terurai oleh mikroorganisme (biodegradable) ; Mampu beradaptasi dan sejalan dengan siklus 3R (reuse, recycle, and reduce) ; serta Produk dan proses produksinya tidak menimbulkan bahaya. Adapun aplikasi kimia hijau sudah berkembang di berbagai negara, di AS sendiri terdapat presidential Green Chemistry challenge award (EPA, 2015b).

Manfaat kimia hijau adalah mengusahakan proses-proses kimia yang lebih ekonomis karena biaya produksi dan regulasi yang lebih rendah, efisien dalam penggunaan energi, pengurangan limbah produksi, pengurangan kecelakaan, produk yang lebih aman, tempat kerja dan komunitas yang lebih sehat, perlindungan terhadap kesehatan.

 

Daftar Pustaka/Referensi

Putri, Adinda Choiri. 2021. Pengaplikasian Prinsip-prinsip Green Chemistry. Semarang.

Mustafa, Dina. 2016. Kimia Hijau dan Pembangunan Kesehatan yang Berkelanjutan di Perkotaan. Dalam website http://repository.ut.ac.id/7091/1/UTFMIPA2016-07-dina.pdf (Diakses pada 16-11-2021)

Atep Afia Hidayat, Ir,MP. 2021. Kimia Hijau. Materi : Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Fakultas Teknik, Universitas Mercu Buana. Jakarta.

Selasa, 09 November 2021

 Penyebab dan Cara Mengatasi Pencemaran Udara dan Air

Oleh : Ibnu Sopyan @T33-Ibnu


 

Abstrak

Pencemaran lingkungan didefinisikan sebagai perubahan faktor abiotik akibat kegiatan yang melebihi ambang batas toleransi ekosistem biotik. Misalnya saja penggunaan kendaraan bermotor ataupun alat pengolah bahan baku yang terkadang tidak sesuai dengan standarisasi lingkungan.

Kata kunci : abiotik, biotik, standarisasi lingkungan.

 

Abstract

Environmental pollution is defined as changes in abiotic factors due to activities that exceed the tolerance threshold of biotic ecosystems. For example, the use of motorized vehicles or raw material processing equipment which is sometimes not in accordance with environmental standards.

Keywords: abiotic, biotic, environmental standardization.

 

Pendahuluan
Pencemaran air, udara, dan tanah adalah masuknya zat, energi, makhluk hidup dan atau komponen lain ke udara atau ke dalam air, ke tanah sehingga berubahnya komposisi air, udara, tanah oleh kegiatan manusia atau proses alam, sehingga kualitas air, udara, tanah menurun sampai ke tingkat tertentu

 

Rumusan Masalah

Dilihat dari pendahuluan dapat kita simpulkan beberapa masalah :

1. Apa yang di maksud dengan pencemaran udara dan air?

2. Apa saja penyebab terjadinya pencemaran udara dan air?

3. Bagaimana cara menanggulangi masalah pencemaran?

 

Tujuan
Dilihat dari rumusan masalah yang ada, dapat kita simpulkan bahwa tujuan :

1. Untuk mengetahui pengertian dari pencemaran udara dan air

2. Untuk mengetahui apa saja penyebab terjadinya pencemaran udara dan air

3. Untuk mencari tahu cara menanggulangi pencemaran

Pembahasan

Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti. Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. Sedangkan yang dimaksud pencemaran air adalah Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan, dan air tanah akibat aktivitas manusia.

Penyebab pencemaran udara dari faktor adalah alam contohnya adalah aktifitas gunung berapi yang mengeluarkan abu dan gas vulkanik, kebakaran hutan, dan kegiatan mikroorganisme. Polutan yang dihasilkan biasanya berupa asap, debu, dan gas. Penyebab polusi udara yang kedua adalah faktor manusia dengan segala aktifitasnya. Salah satu penyebab pencemaran air yang paling sering ditemukan adalah limbah pabrik yang dibuang ke sungai atau laut. Masalahnya disini adalah, limbah pabrik yang dibuang ke sungai atau laut tersebut belum diolah terlebih dahulu sehingga membuat air menjadi tercemar.

Cara menanggulangi pencemaran udara :

ü Beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

ü Bersepeda dan berjalan kaki.

ü Tidak membakar sampah.

ü Menghentikan kebiasaan merokok.

ü Membatasi pemakaian listrik.

ü Memelihara lebih banyak tanaman.

 

Cara menanggulangi pencemaran air :

ü Melakukan pengolahan limbah dengan benar.

ü Menggunakan bahan - bahan yang ramah lingkungan.

ü Tidak membuang sampah di sungai atau sumber air lainnya.

ü Menggunakan detergen yang ramah lingkungan.

ü Rutin melakukan upaya pembersihan sumber air.

ü Menanam pohon di setiap lahan yang tersedia.

 

 

 

Daftar Pustaka/Referensi

Hidayat, Atep Afia. 2021. Pencemaran Udara dan Pencemaran Air. Dalam modul 10 mata kuliah Teknik Industri. (diakses pada 8-11-2021)

Senin, 01 November 2021

 Pemanasan Global dan Dampaknya Terhadap Kehidupan

Oleh : Ibnu Sopyan @T33-Ibnu

 


 

 

Abstrak

Pemanasan global, atau yang disebut dengan efek rumah kaca, mengacu pada peningkatan rata-rata suhu bumi, yang pada gilirannya menyebabkan perubahan iklim. Efek Rumah Kaca adalah hasil dari proses empat langkah. Pertama, sinar matahari memancar dari matahari, melalui ruang angkasa ke atmosfer bumi. Kedua, sinar matahari memasuki atmosfer dan menghantam bumi. Beberapa di antaranya berubah menjadi energi panas dalam bentuk cahaya inframerah. Panas diserap oleh udara dan tanah di sekitarnya, yang pada gilirannya membuat itu hangat. Ketiga, sinar inframerah, yang dipancarkan ke atmosfer, terperangkap oleh gas-gas rumah kaca. Gas menyerap cahaya dan dipancarkan kembali ke permukaan bumi dan lebih menghangatkannya. Gas rumah kaca terutama karbon dioksida, metana, dan dinitrogen oksida. Pemanasan global yang disebabkan oleh efek rumah kaca, efek umpan balik dan matahari variasi siklus. Pemanasan global yang disebabkan oleh perubahan iklim dan cuaca ekstrim peristiwa, naiknya permukaan laut, peningkatan curah hujan cenderung merugikan efek pada kesehatan manusia yang menyertai malnutrisi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi tentang pemanasan global, dan bagaimana mengubah sikap masyarakat terhadap lingkungan dengan konservasi, efisiensi energi, pengurangan energi, dan pendekatan pendidikan.

Kata kunci : pemanasan global, efek rumah kaca

 

Abstract

Global warming, or what has been called the Greenhouse effect, refers to an average increase in the earth's temperature, which in turn causes changes in climate. The Greenhouse Effect is the results from a four step process. First, sunlight  radiates from the sun, through space to earth's atmosphere. Second, the sunlight enters the atmosphere and hits earth. Some of it turns into heat energy in the form of infrared light. The heat is absorbed by surrounding air and land, which in turn makes it warm. Third, infrared rays, which are remitted into the atmosphere, are trapped by greenhouse gases. The gas absorbs the light and is remitted back to the earth's surface and warms it even more. Greenhouse gases primarily carbon dioxide, methane, and   nitrous oxide. Global warming caused by greenhouse effect, feedback effect and solar  cycle variations. Global warming caused by climate changes and extreme weather, rising sea levels, increasing of precipitation are likely to have detrimental effects on human health that accompany malnutrition. The objective of this study is to give information about global warming, and how to change people attitude toward environment by conservation, efficiency of energy, reduction of energy, and educational approach.

Keywords : global warming, greenhouse effect

 

Pendahuluan

Pemanasan global (global warming) adalah suatu bentuk ketidakseimbangan ekosistem di bumi akibat terjadinya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan di bumi (Utina, 2008). Ketidakseimbangan ekosistem di bumi ini juga ditandai dengan meningkatnya populasi dunia dari tahun ke tahun.

 

Rumusan Masalah

1. Apa yang menyebabkan Global Warming?

2. Pencemaran lingkungan apa yang sangat berbahaya?

3. Sebutkan dampak Global Warming dalam kehidupan!

 

Tujuan

1. Untuk mengetahui penyebab terjadinya Global Warming

2. Untung mengetahui pencemaran yang paling berbahaya

3. Untuk mengetahui dampak yang disebabkan oleh Global Warming

 

Pembahasan

Penyebab terjadinya pemanasan global dipengaruhi oleh peningkatan umum suhu udara dan laut di permukaan bumi. Pemanasan global dapat menyebabkan berbagai perubahan seperti kesehatan global, cuaca ekstrem, kualitas pangan, dan masih banyak lagi. Pemanasan global atau juga dikenal dengan global warming saat ini menjadi masalah yang dihadapi bumi. Pemanasan global menyebabkan serangkaian perubahan bagi lingkungan. Penyebab terjadinya pemanasan global salah satunya adalah berbagai aktivitas manusia. Para ilmuwan sepakat bahwa sejumlah aktivitas manusia berkontribusi terhadap pemanasan global dengan menambahkan gas rumah kaca dalam jumlah yang berlebihan ke atmosfer. Gas rumah kaca seperti karbon dioksida menumpuk di atmosfer dan memerangkap panas yang biasanya akan keluar ke atmosfer. Oleh karena itu, memperpanjang umur bumi kita harus mengetahui cara mencegah pemanasan global ini. 

Pencemaran udara merupakan yang paling berbahaya jika dibandingkan dengan jenis pencemaran lainnya. Hal yang paling dominan ialah konsumsi bahan bakar untuk kepenuan hidup sehari-hari, seperti untuk memasak, kendaraan bermotor, kegiatan industri, dan sebagian nya. Hasil proses pembakaran antara lain melepaskan sejumlah besar bahan kimia ke udara, sekaligus menimbulkan pencemaran. Penggunaan bahan bakar minyak, kayu dan batubara menimbulkan efek samping dihasilkan nya polutan udara. Dari proses penggunaan batubara dilepaskan sulfur dioksida ke udara yang sifatnya beracun, selain itu berpotensi menimbulkan pemanasan global dan hujan asam, ditandai dengan peningkatan suhu, hujan tidak menentu dan kekeringan terjadi di seluruh dunia. Sehingga banyak hewan dan tumbuhan yang mengalami kesulitan untuk kelanjutan hidupnya. Polutan di udara berkaitan dengan peningkatan jumlah penderita penyakit asma dan kanker paru-paru pada manusia.

Salah satu contoh dampak yang ditimbulkan dari pemanasan global adalah mencairnya glasier dan es di kutub. Hal ini akan mengakibatkan naiknya permukaan air laut dan membuat sebagian daerah terendam air laut. Contoh dampak buruk lainnya dari pemanasan global adalah seperti curah hujan yang tinggi, kegagalan panen, hilangnya terumbu karang, kepunahan berbagai spesies, hingga penipisan lapisan ozon pada atmosfer bumi. Terdapat berbagai cara untuk menanggulangi permasalahan yang sudah sejak lama ini. Salah satunya adalah dengan mengurangi pemakaian bahan bakar fosil seperti minyak dan batu bara. Pasalnya, bahan bakar fosil adalah penyebab terbesar tingginya kadar CO2 di bumi. Cara lainnya adalah dengan melakukan reboisasi, yaitu proses penanaman kembali hutan yang telah ditebang dan memperbanyak lahan hijau. Dengan begitu, CO2 akan terserap oleh tumbuhan dan mengurangi dampak pemanasan global. Terakhir, kita bisa mengurangi pemakaian plastik untuk menghindari tumpukan limbah plastik yang bisa menghasilkan gas metana. Selain itu, limbah plastik akan sulit terurai oleh lingkungan. Mulailah beralih ke bahan yang lebih mudah terurai.

Kesimpulan                                                                                             

Pemanasan global sangat berdampak negatif bagi alam semesta ini, seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim, punahnya berbagai jenis hewan dan munculnya berbagai penyakit.

Daftar Pustaka/Referensi

Abdi, Husnul. 2021. 10 Penyebab Terjadinya Pemanasan Global dan Cara Mengatasinya. Dalam Liputan6.com https://hot.liputan6.com/read/4644077/10-penyebab-terjadinya-pemanasan-global-dan-cara-mengatasinya#:~:text=Penyebab%20pemanasan%20global%20secara%20umum,dengan%20gas%20rumah%20kaca%20tersebut (Diakses pada 1-11-2021)

Pengelola Web Direktorat SMP. 2021. Pemanasan Global dan Dampak Buruknya Bagi Kehidupan Bumi. Dalam website pembelajaran SMP. https://ditsmp.kemdikbud.go.id/pemanasan-global-dan-dampak-buruknya-bagi-kehidupan-bumi/ (Diakses pada 1-11-2021)

Atep Afia Hidayat dan M. Kholil. 2018. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. WR. Yogyakarta.