.

Tampilkan postingan dengan label @T06-Hellio. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @T06-Hellio. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Desember 2021

Manfaat Energi Hijau Dalam Kehidupan Sehari-hari

Oleh: Hellio Dimas Danuarta. HS (@T06-Hellio)

 


Abstrak

Energi hijau merupakan energi yang bersumber dari tanaman hidup (biomassa) yang terdapat di sekitar kita. Energi itu sering disebut sebagai bahan bakar hayati atau biofuel. Energi ini tidak akan pernah habis selama tersedia tanah, air, dan matahari masih memancarkan sinarnya ke muka bumi. Selama mau menanam, membudidayakan, serta mengolahnya menjadi produk bermanfaat seperti bahan bakar.

Selasa, 30 November 2021

Penerapan Teknologi Hijau Pada Kehidupan Manusia

 Oleh: Hellio Dimas Danuarta. HS (@T06-Hellio)



 

Abstrak

Teknologi hijau merupakan sebuah solusi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia tanpa harus mencemari dan merusak lingkungan atau bumi. Beberapa hasil produk dan energi dari teknologi hijau bertujuan untuk mengurangi emisi karbon dioksida, gas rumah kaca, serta mencegah perubahan iklim.

Kata kunci :Teknologi hijau, ramah lingkungan

Senin, 22 November 2021

Definisi dan Manfaat Industri Hijau

Oleh: Hellio Dimas Danuarta. HS (@T06-Hellio)

 


Abstrak

Industri hijau adalah industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. 

Kata kunci : Industri hijau, efisiensi, sumber daya

 

Abstract

Green industry is an industry which in its production process prioritizes efforts for efficiency and effectiveness in using resources in a sustainable manner. 

Keywrods : Green industry, efficiency, resources

 

Pendahuluan

Industri Hijau merupakan Penerapan teknologi yang ramah lingkungan yang mampu mengubah lingkungan hidup agar sesuai dengan kehidupan manusia, sumber daya alam diambil dan diolah untuk sebesar-besarnya kesejahteraan manusia secara lestari. Sedangkan  Menurut UU No. 3/2014 tentang Perindustrian pasal 77 – 83, Industri hijau adalah industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat (Hutahaean, 2017).

Industri Hijau telah menjadi istilah yang diterapkan oleh berbagai negara di dunia, sebagai tanggapan terhadap langkanya sumberdaya alam, perubahan ikiim, polusi udara, pemanasan global, dan sebagainya, yang makin mengarahkan pertumbuhan ekonomi yang harus bergantung pada proses produksi yang bersih dan efisien. Dalam hal ini Industri Hijau merupakan solusi kreatif bagai setiap pemerintahan di negara manapun untuk menumbuhkembangkan industri yang hemat sumber daya alam (Hidayat, 2021).

 

Rumusan Masalah

1. Apa definisi dari industri hijau?

2. Apa saja prinsip-prinsip industri hijau?

3. Apa saja manfaat dari industri hijau?

 

Tujuan Permasalahan

1. Untuk mengetahui definisi dari industri hijau

2. Untuk mengetahui prinsip-prinsip dari industri hijau

3. Untuk mengetahui manfaat dari industri hijau

 

Pembahasan

Industri hijau sering kali didefinisikan sebagai industri berwawasan lingkungan yang menyelaraskan pertumbuhan dengan kelestarian lingkungan hidup, mengutamakan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumberdaya alam serta bermanfaat bagi masyarakat. Menurut US Bureau of Labor & Statistics mendefinisikan industri hijau sebagai industri yang memproduksi baik barang maupun jasa yang bermanfaat bagi lingkungan atau konservasi sumber daya atau yang melibatkan proses produksi ramah lingkungan atau fokus pada efisiensi sumber daya alam yang dibagi menjadi 5 kategori yaitu :

1. Penggunaan energi terbarukan,

2. Efisiensi energi,

3. Pengurangan dan penghapusan polusi, pengurangan efek gas rumah kaca, dan/atau penerapan daur ulang,

4. Konservasi sumber daya alam

5. Ketaatan, pelatihan, dan kesadaran akan lingkungan.

 Menurut Atmawinata (2012), prinsip-prinsip yang dikembangkan dalam penerapan Konsep Hijau secara luas yaitu:

Efisiensi energi dan energi terbarukan

      Konsep Hijau dilakukan dengan memanfaatkan energi terbarukan yang tersedia di alam. Selanjutnya pemanfaatan energi terbarukan yang semakin banyak akan mendorong pengurangan penggunaan bahan bakar fosil. Sumber energi terbarukan yang ada di alam yang paling utama dan berlimpah adalah energi yang disediakan oleh sinar matahari. Sumber energi terbarukan lainnyameliputi angin, energi potensial air, panas bumi dan biomassa.

 Efisiensi pemanfaatan sumber daya

            Di dalam konsep hijau, sumber daya yang pada umumnya tersedia dalam jumlah terbatas harus dimanfaatkan secara efisien. Konsep seperti Recycle dan Reuse adalah penerapan dari siklus materi dan efisiensi pemanfaatan sumber daya dalam Konsep Hijau. 

Keterkaitan system alam – manusia

 Alam memberikan sumber daya bagi manusia, tetapi manusia juga memberikan masukan bagi siklus materi di dalam ekosistem. Konsep Hijau harus turut serta dalam mengedepankan pemberdayaan masyarakat sekitar sebagai bagian dari pembangunan yang ramah lingkungan.

Green Industrial Park

        Berbagai industri seperti farmasi, penyulingan minyak, pengolahan limbah pertanian, dan pemurnian air saling terintegrasi dengan memanfaatkan energi dari Power Station yang memanfaatkan bahan baku batu bara di samping penggunaan energi terbarukan lain. Dengan adanya Green Industrial Park dapat membangun pemukiman dan kompleks industri berwawasan Hijau dengan membangun bangunan hijau, mempertahankan jalur hijau dan taman kota di sebagian besar kawasan, hingga mendesain tata letak pabrik agar asap pabriknya dapat diserap oleh hutan kota di sekitarnya.

           Dengan mengaplikasikan konsep industri hijau tentu saja akan mendapatkan manfaat yang sangat besar bagi perusahaan dan kehidupan manusia. Berikut manfaat dari penerapan industri hijau :

v  Meningkatkan profitabilitas (keuntungan) melalui peningkatan efisiensi sehingga dapat mengurangi biaya operasi, pengurangan biaya pengelolaan limbah dan tambahan pendapatan dari produk hasil samping

v  Meningkatkan image perusahaan

v  Meningkatkan kinerja perusahaan

v  Mempermudah akses pendanaan

v  Flexsibelitas dalam regulasi

v  Terbukanya peluang pasar baru

v  Menjaga kelestarian fungsi lingkungan          

 

Kesimpulan

Industri hijau adalah industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. Industri Hijau merupakan Penerapan teknologi yang ramah lingkungan yang mampu mengubah lingkungan hidup agar sesuai dengan kehidupan manusia, sumber daya alam diambil dan diolah untuk sebesar-besarnya kesejahteraan manusia secara lestari. Penerapan konsep industri hijau sangatlah bermanfaat bagi suatu perusahaan bahkan bagi keberlangsungan kehidupan manusia.

 

Daftar Pustaka

Atmawinata, Achdiat. 2012. Efisiensi dan Efektivitas dalam Implementasi Industri Hijau. Pendalaman Struktur Industri. Jakarta, Indonesia. Dalam https://kemenperin.go.id/download/6297/Efisiensi-dan-Efektivitas-dalam-Implementasi-Industri-Hijau.  (Diakses pada 11 November 2021).

 

Hidayat, Atep Afia. 2021. Industri Hijau. Modul Perkuliahan Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Jakarta : Universitas Mercu Buana.   (Diakses pada 11 November 2021).

 

Hutahaean, L.S. 2017. Pengembangan Industri Hijau Nasional. Dalam https://umbpost.mercubuana.ac.id/pluginfile.php/223035/mod_resource/content/1/PPT%20Industri%20Hijau.pdf.    (Diakses pada 20 November 2021).

 

 


Senin, 15 November 2021

Definisi & Prinsip-Prinsip Kimia Hijau

Oleh: Hellio Dimas Danuarta. HS (@T06-Hellio)

 

 

Abstrak

Green chemistry merupakan pendekatan untuk mengatasi masalah lingkungan baik itu dari segi bahan kimia yang dihasilkan, proses ataupun tahapan reaksi yang digunakan. Konsep ini menegaskan tentang suatu metode yang didasarkan pada pengurangan penggunaan dan pembuatan bahan kimia berbahaya baik itu dari sisi perancangan maupun proses.

 

Abstract

Green chemistry is an approach to overcome environmental problems, both in terms of the chemicals produced, the process or the reaction steps used. This concept emphasizes a method based on reducing the use and manufacture of hazardous chemicals both in terms of design and process.

 

Pendahuluan

Green chemistry atau “kimia hijau” merupakan bidang kimia yang berfokus pada pencegahan polusi. Pada awal 1990-an, green chemistry mulai dikenal secara global setelah Environmental Protection Agency (EPA) mengeluarkan Pollution Prevention Act yang merupakan kebijakan nasional untuk mencegah atau mengurangi polusi. Istilah kimia digunakan dalam “green chemistry” dimaksudkan karena melibatkan struktur dan perubahan suatu materi. Perubahan tersebut pasti melibatkan energi sebagai sumbernya. 

 Kimia hijau pada awalnya dikembangkan sebagai tanggapan terhadap Undang-Undang Pencegahan Polusi tahun 1990, yang menyatakan bahwa kebijakan nasional Amerika Serikat harus membatasi atau mengurangi polusi dengan menggunakan desain proses yang lebih baik (termasuk produksi perubahan dalam biaya produk, proses pembuatan, penggunaan bahan mentah, dan daur ulang).

 

Permasalahan

1. Apa definisi dari kimia hijau?

2. Apa saja prinsip-prinsip kimia hijau?

Pembahasan

 Menurut EPA (2015), Kimia Hijau (Green Chemistry) adalah desain produk dan proses kimia yang berupaya mengurangi atau menghilangkan penggunaan zat berbahaya. Kimia hijau berlaku untuk seluruh siklus hidup produk kimia, termasuk desain, manufaktur, penggunaan, dan pembuangan akhir.  kimia hijau berhubungan dengan bagaimana mendesain produk kimia dan prosesnya untuk mengurangi atau menghilangkan penggunaan bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi manusia, hewan, dan lingkungan tempat kita tinggal. Bahaya di sini bisa berupa ledakan isik, sifat mudah terbakar, toksikologi-mutagenik, karsinogenik, termasuk perubahan iklim global, penipisan lapisan ozon, pencemaran lingkungan lainnya, dan paparan kimia.

Green Chemistry atau Kimia Hijau memiliki 12 prinsip yang bisa diadaptasi untuk diaplikasikan dalam sikap dan tindakan manusia dengan tujuan  penyelamatan lingkungan. Prinsip-prinsip Green Chemistry dapat diadaptasi untuk diaplikasikan dalam sikap dan tindakan manusia dalam upaya penyelamatan lingkungan yang dapat terwujud melalui Green Education.

Berikut 12 prinsip Kimia Hijau :

1 Mencegah timbulnya limbah dalam proses

Lebih baik mencegah daripada menanggulangi atau membersihkan limbah yang timbul setelah proses sintesis, karena biaya untuk menanggulangi limbah sangat besar.

 

2. Mendesain produk bahan kimia yang aman

Pengetahuan mengenai struktur kimia memungkinkan seorang kimiawan untuk mengkarakterisasi toksisitas dari suatu molekul serta mampu mendesain bahan kimia yang aman. Target utamanya adalah mencari nilai optimum agar produk bahan kimia memiliki kemampuan dan fungsi yang baik akan tetapi juga aman (toksisitas rendah). Caranya adalah dengan mengganti gugus fungsi atau dengan cara menurunkan nilai bioavailability.

 

3. Mendesain proses sintesis yang aman

Metode sintesis yang digunakan harus didesain dengan menggunakan dan menghasilkan bahan kimia yang tidak beracun terhadap manusia dan lingkungan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan dua cara yaitu meminimalkan paparan atau meminimalkan bahaya terhadap orang yang menggunakan bahan kimia tersebut.

 

4. Menggunakan bahan baku yang dapat terbarukan

Penggunaan bahan baku yang dapat diperbarui lebih disarankan daripada menggunakan bahan baku yang tak terbarukan didasarkan pada alasan ekonomi. Bahan baku terbarukan biasanya berasal dari produk pertanian atau hasil alam, sedangkan bahan baku tak terbarukan berasal dari bahan bakar fosil seperti minyak bumi, gas alam, batu bara, dan bahan tambang lainnya.

5. Menggunakan katalis

Penggunaan katalis memberikan selektifitas yang lebih baik, rendemen hasil yang meningkat, serta mampu mengurangi produk samping. Peran katalis sangat penting karena diperlukan untuk mengkonversi menjadi produk yang diinginkan. Dari sisi green chemistry penggunaan katalis berperan pada peningkatan selektifitas, mampu mengurangi penggunaan reagen, dan mampu meminimalkan penggunaan energi dalam suatu reaksi.

 

6. Menghindari derivatisasi dan modifikasi sementara dalam reaksi kimia

Derivatisasi yang tidak diperlukan seperti penggunaan gugus pelindung, proteksi/deproteksi, dan modifikasi sementara pada proses fisika ataupun kimia harus diminimalkan atau sebisa mungkin dihindari karena pada setiap tahapan derivatisasi memerlukan tambahan reagen yang nantinya memperbanyak limbah.

 

7. Memaksimalkan atom ekonomi

Metode sintesis yang digunakan harus didesain untuk meningkatkan proporsi produk yang diinginkan dibandingkan dengan bahan dasar.Konsep atom ekonomi ini mengevaluasi sistem terdahulu yang hanya melihat rendemen hasil sebagai parameter untuk menentukan suatu reaksi efektif dan efisiens tanpa melihat seberapa besar limbah yang dihasilkan dari reaksi tersebut.Atom ekonomi disini digunakan untuk menilai proporsi produk yang dihasilkan dibandingkan dengan reaktan yang digunakan.Jika semua reaktan dapat dikonversi sepenuhnya menjadi produk, dapat dikatakan bahwa reaksi tersebut memiliki nilai atom ekonomi 100%.

 

8. Menggunakan pelarut yang aman

Penggunaan bahan kimia seperti pelarut, ekstraktan, atau bahan kimia tambahan yang lain harus dihindari penggunaannya. Apabila terpaksa harus digunakan, maka harus seminimal mungkin. Penggunaan pelarut memang sangat penting dalam proses sintesis, misalkan pada proses reaksi, rekristalisasi, sebagai fasa gerak pada kromatografi, dan lain-lain. Penggunaan yang berlebih akan mengakibatkan polusi yang akan mencemari lingkungan. Alternatif lain adalah dengan menggunakan beberapa tipe pelarut yang lebih ramah lingkungan seperti ionic liquids, flourous phase chemistry, supercritical carbon dioxide, dan “biosolvents”. Selain itu ada beberapa metode sintesis baru yang lebih aman seperti reaksi tanpa menggunakan pelarut ataupun reaksi dalam media air.

 

9.     Meningkatkan efisiensi energi dalam reaksi

Energi yang digunakan dalam suatu proses kimia harus mempertimbangkan efek terhadap lingkungan dan aspek ekonomi. Jika dimungkinkan reaksi kimia dilakukan dalam suhu ruang dan menggunakan tekanan. Penggunaan energi alternatif dan efisien dalam sintesis dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode baru diantaranya adalah dengan menggunakan radiasai gelombang mikro (microwave), ultrasonik dan fotokimia.

 

10.  Mendesain bahan kimia yang mudah terdegradasi

Bahan kimia harus didesain dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, oleh karena itu suatu bahan kimia harus mudah terdegradasi dan tidak terakumulasi di lingkungan. Seperti sintesis biodegradable plastik, bioderadable polimer, serta bahan kimia lainya.

 

 11. Penggunaan metode analisis secara langsung untuk mengurangi polusi

Metode analisis yang dilakukan secara real-time dapat mengurangi pembentukan produk samping yang tidak diinginkan. Ruang lingkup ini berfokus pada pengembangan metode dan teknologi analisis yang dapat mengurangi penggunaan bahan kimia yang berbahaya dalam prosesnya.

 

 12.  Meminimalisasi potensi kecelakaan

Bahan kimia yang digunakan dalam reaksi kimia harus dipilih sedemikian rupa sehingga potensi kecelakaan yang dapat mengakibatkan masuknya bahan kimia ke lingkungan, ledakan dan api dapat dihindari.

 

Kesimpulan

Kimia Hijau merupakan paradigma yang menggiatkan rancangan proses dan produk yang bisa memperkecil bahkan menghilangkan penggunaan maupun pembentukan bahan kimia beracun dan berbahaya. Peranan kimia hijau sangatlah penting bagi keberlangsungan hidup manusia, karena tanpa adanya kimia hijau mungkin kesehatan bumi sekarang sangatlah mengenaskan. Kimia Hijau memiliki 12 prinsip yang bisa diadaptasi untuk diaplikasikan dalam sikap dan tindakan manusia dengan tujuan  penyelamatan lingkungan dan kehidupan manusia.

Daftar Pustaka

Hidayat, Atep Avia. 2021. Kimia Hijau. Modul perkuliahan Kimia dan pengetahuan lingkungan industri. Universitas Mercubuana. (diunduh 15 November 2021)

 

Anwar, Muslih. 2015. Kimia Hijau/Green Chemistry. Dalam

http://bptba.lipi.go.id/bptba3.1/?lang=id&u=blog-single&p=343

 

Putri A.C. 2019. Pengaplikasian Prinsip-Prinsip Green Chemistry dalam Pelaksanaan Pembelajaran Kimia sebagai Pendekatan untuk Pencegahan Pencemaran Akibat Bahaan-Bahan Kimia dalam Kegiatan Praktikum di Laboratorium.  Journal of Creativity Student 2. Vol. 2 No. 2 Tahun 2019. Semarang : Universitas Negeri Semarang. Dalam https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jcs/article/view/14585/10402.  (Diunduh pada 15 November 2021).

 

 


Senin, 08 November 2021

Penyebab Pencemaran Air dan Dampak Yang Dihasilkan Terhadap Lingkungan

 Oleh: Hellio Dimas Danuarta. HS (@T06-Hellio)

 


Abstrak

Pencemaran lingkungan merupakan masalah yang sangat sering terjadi di Indonesia, seiring berjalannya waktu tingkat pencemaran lingkungan di Indonesia kian bertambah buruk, Terutama pencemaran air yang makin hari makin mengenaskan, bahkan saat ini mendapatkan air bersih tidaklah semudah dulu, dikarenakan air yang ada pada saat ini sudah tercemar dengan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh dan menurunkan kualitas air.

Kata kunci : pencemaran lingkungan, pencemaran air, tercemar

Senin, 01 November 2021

Jenis-Jenis Pencemaran Lingkungan Yang Sering Terjadi di Indonesia dan Dampak Pencemaran Lingkungan

Oleh: Hellio Dimas Danuarta. HS (@T06-Hellio)



Abstrak

Permasalahan lingkungan atau pencemaran lingkungan saat ini memang menjadi masalah yang paling sering terjadi di negara kita yang tercinta yaitu Indonesia. Permasalahan lingkungan ini bisa disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungannya, dan aktivitas manusia yang tidak mengelolah sampah dan limbah dengan benar. Pencemaran lingkungan dapat berakibat fatal bagi keberlangsungan hidup manusia, oleh karena itu kita semua harus bertanggung jawab untuk mengatasi masalah ini. Maka dari itu kesadaran diri masing-masing sangat di butuhkan supaya menciptakan lingkungan yang sehat dan sejahtera.

Kata kunci : pencemaran, pencemaran lingkungan, dampak pencemaran

Senin, 25 Oktober 2021

Contoh Penerapan Revolusi Industri 4.0

Oleh: Hellio Dimas Danuarta. HS (@T06-Hellio)

 


Abstrak

    Sektor industri adalah penggerak roda perekonomian suatu negara karena mampu menciptakan lapangan kerja yang luas dan nilai tambah yang besar sehingga dapat menyelesaikan suatu masalah yaitu dapat mengurangi tingkat kemiskinan dan tingkat pengangguran. Industri 4.0 atau revolusi industri keempat merupakan istilah yang umum digunakan untuk tingkatan perkembangan industri teknologi di dunia. Untuk tingkatan keempat ini, dunia memang fokus kepada teknologi-teknologi yang bersifat digital.

Kata kunci : industri, sektor industri, revolusi industri, industri 4.0

 

Abstract

    The industrial sector is the driving force behind a country's economy because it is able to create large jobs and great added value so that it can solve a problem, namely reducing poverty and unemployment rates. Industry 4.0 or the fourth industrial revolution is a term commonly used for the level of development of the technology industry in the world. For this fourth level, the world is focused on digital technologies.

Keywords : industry, industrial sector, industrial revolution, industry 4.0

 

Pendahuluan

    Seperti yang kita ketahui bahwa sektor industri merupakan salah satu sektor yang berperan penting dalam pembangunan nasional. Keunggulan-keunggulan sektor industri tersebut diantaranya memberikan kontribusi bagi penyerapan tenaga kerja dan mampu menciptakan nilai tambah (value added) yang lebih tinggi pada berbagai komoditas yang dihasilkan.

    Revolusi industri merupakan perubahan besar cara manusia memproduksi barang atau jasa. Semakin berkembangnya zaman, maka revolusi industri semakin berkembang. Revolusi industri didukung dengan sumber daya manusia yang memadai dan kemudahan mengeksplorasi teknologi. Revolusi dimulai pada abad ke-18 dan terus berlanjut hingga saat ini yang sering disebut sebagai revolusi industri 4.0.

 

Rumusan Masalah

1. Apa definisi dari Revolusi Industri 4.0?

2. Apa saja keuntungan dari Revolusi Industri 4.0?

3. Apa contoh penerapan Industri 4.0?

 

Tujuan

1.                  Untuk memahami definisi dari Industri 4.0

2.                  Untuk mengetahui keuntungan dari Industri 4.0

3.                  Untuk mengetahui contoh penerapan Industri 4.0

 

Pembahasan

    Menurut Kanselir Jerman, Merkel (2014) revolusi industri 4.0 adalah transformasi komprehensif dari keseluruhan aspek produksi di industri melalui penggabungan teknologi digital dan internet dengan industri konvensional. Industri 4.0 mulai dicetuskan pertama kali oleh sekelompok perwakilan ahli berbagai bidang asal Jerman, pada tahun 2011 lalu di acara Hannover Trade Fair. Pada saat itu, dipaparkan bahwa, indsutri saat ini memulai inovasi baru. Inovasi baru tersebut di antaranya ialah Internet of Things (IoT), Big Data, percetakan 3D, Artifical Intelligence (AI), kendaraan tanpa pengemudi, rekayasa genetika, robot dan mesin pintar.

    Revolusi Industri 4.0 menerapkan konsep automatisasi yang dilakukan oleh mesin tanpa memerlukan tenaga manusia dalam pengaplikasiannya. Tentu saja hal ini menimbulkan pro dan kontra, hal ini dapat menyebabkan beberapa macam bidang pekerjaan dapat digantikan oleh kecerdasan buatan (AI) atau robot yang beroperasi secara otomatis. Tetapi dibalik semua itu terdapat banyak sekali manfaat atau keuntungan yang diberikan dari perkembangan Revolusi Industri 4.0.

Berikut keuntungan revolusi industri 4.0 :

1. Memiliki potensi utnuk memberdayakan individu serta masyarakat, menciptakan peluang baru bagi sosial, ekonomi, dan pengembangan diri.

2. Minim resiko Human Error karena komputer memiliki kontrol penuh sehingga hasil pekerjaan cenderung konsisten.

3. Meningkatnya efisiensi produktivitas pada proses produksi sehingga Anda dapat memproduksi barang dengan volume yang lebih banyak dan mengandalkan sumber daya yang lebih sedikit.

4. Data yang terhubung ke cloud komputing terjamin keamanannya.

5. Sistem yang digunakan lebih canggih dan dikontrol serta dikendalikan secara real time.

6. Meningkatkan visibilitas terhadap status ketersediaan barang serta proses pengiriman.

7. Memangkas biaya untuk meng-handle rantai pasokan.

 

    Berikut salah satu contoh penerapan dari revolusi industri 4.0 :

E - Commerce

E-Commerce yang merupakan transformasi dari industri retail yang tersentuh pengaruh teknologi yang kemudian berubah menjadi hal tersebut. Pada awalnya, E-commerce merupakan sebuah platform yang digunakan untuk transaksi jual beli antar pengguna yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan pengusaha besar. Salah satu platform e-commerce terlama yang ada di Indonesia seperti Tokobagus, Kaskus FJB, serta Berniaga. Namun, dengan seiring berjalannya waktu serta perkembangan teknologi dan infrastruktur logistik, industri e-commerce ini menjadi sangat menjanjikan dan berkembang hingga masuk ke industri retail konvensional. Hal ini terjadi dikarenakan, penggunaan e-commerce memberikan pengalaman berbelanja yang lebih mudah untuk digunakan serta nyaman dibandingkan dengan cara yang lama.

 

Kesimpulan

    Revolusi industri merupakan perubahan besar cara manusia memproduksi barang atau jasa. Semakin berkembangnya zaman, maka revolusi industri semakin berkembang. Pada era ini industri sudah mencapai ke revolusi keempat yang dikenal sebagai Industri 4.0.

    Industri 4.0 atau revolusi industri keempat merupakan istilah yang umum digunakan untuk tingkatan perkembangan industri teknologi di dunia. Untuk tingkatan keempat ini, dunia memang fokus kepada teknologi-teknologi yang bersifat digital. Semakin majunya peradaban maka semakin canggih pula teknologi yang berkembang, apalagi pada era digitalisasi dimana semua kegiatan dapat di jalankan secara otomatis. Dengan adanya revolusi ini sendiri membawa banyaknya perubahan di berbagai sektor. Seperti yang pada awalnya banyak perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah yang besar, sekarang dapat digantikan dengan penggunaan mesin teknologi.

 

Daftar Pustaka

 

Andrew. 2021. Pengertian Revolusi Industri 4.0 : Jenis, Dampak dan Contoh Penerapannya. Dalam

https://www.gramedia.com/best-seller/revolusi-industri-4-0/

Hidayat, Atep Afia. 2021. Modul Perkuliahan Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri : Industri Kimia di Masa Depan. Jakarta : Universitas Mercu Buana (diakses pada 23 Oktober 2021)

 

Insight, Talenta. 2021. Mengenal Era Revolusi Industri 4.0 dan Keuntungannya, Dalam

https://www.talenta.co/blog/insight-talenta/mengenal-era-revolusi-industri-4-0-dan-keuntungannya/

 

Yasmin, Puti. 2020. Apa Itu Revolusi Industri 4.0 dan Contohnya. Dalam  

https://finance.detik.com/industri/d-5313643/apa-itu-revolusi-industri-40-dan-contohnya