.

Tampilkan postingan dengan label @S09-Abiel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @S09-Abiel. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 November 2020

Pencemaran Udara Di Sekitar Kita

 

Pencemaran Udara Di Sekitar Kita

 


 

OLEH: ABIEL WIRA PRAMANA (@S09-Abiel)

 

 

ABSTRAK

Pencemaran udara kini semakin kompleks sumber penyebabnya. Sumber pencemaran udara dapat berasal dari berbagai kegiatan antara lain industri, transportasi, perkantoran, dan perumahan. Berbagai kegiatan tersebut merupakan kontribusi terbesar dari pencemar udara yang dibuang ke udara bebas. Sumber pencemaran udara juga dapat disebabkan oleh berbagai kegiatan alam, seperti kebakaran hutan, gunung meletus, gas alam beracun, dll. Dampak dari pencemaran udara tersebut adalah menyebabkan penurunan kualitas udara, yang berdampak negatif terhadap lingkungan hidup. Artikael ini bertujuan untuk mengulas lebih dalam mengenai pengerian, factor, dampak, dan bagaimana cara menanggulangi pencemaran udara. Metode yang digunakan dalam penyusunan artikel ini adalah metode deskriptif. Diharap artikel ini dapat memberikan pengetahuan & wawasan lebih untuk pembacanya.

 

Kata kunci: Pencemaran, udara, lingkungan

 

 

PENDAHULUAN

Manusia merupakan komponen lingkungan alam yang mampu mengelola lingkungan di dunia. Karena manusia adalah makhluk yang memiliki akal dan pikiran, peranannya dalam mengelola lingkungan sangat besar. Manusia dapat dengan mudah mengatur alam dan lingkungannya sesuai dengan yang diinginkan melalui pemanfaatan ilmu dan teknologi yang dikembangkannya. Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat pesat, industri di berbagai bidang juga mengalami kemajuan yang sama cepatnya. Dengan adanya inovasi-inovasi baru membuat industri kini banyak menciptakan produk-produk unggul. Namun sayangnya proses industri kini malah banyak menciptakan efek negatif, salah satunya adalah pencemaran udara.

Pencemaran udara adalah suatu kondisi di mana kualitas udara menjadi rusak dan terkontaminasi oleh zat-zat, baik yang tidak berbahaya maupun yang membahayakan kesehatan tubuh manusia. Pencemaran udara biasanya terjadi di kota-kota besar dan juga daerah padat industri yang menghasilkan gas-gas yang mengandung zat di atas batas kewajaran. Rusaknya atau semakin sempitnya lahan hijau atau pepohonan di suatu daerah juga dapat memperburuk kualitas udara di tempat tersebut. Semakin banyak kendaraan bermotor dan alat-alat industri yang mengeluarkan gas yang mencemarkan lingkungan akan semakin parah pula pencemaran udara yang terjadi.

Pencemaran udara merupakan masalah yang memerlukan perhatian khusus, khususnya untuk daerah-daerah kota besar. Untuk menanggulangi pencemaran tersebut diperlukan peran serta pemerintah, pengusaha dan masyarakat untuk dapat menyelesaikan permasalahan pencemaran udara yang terjadi. Oleh karena itu artikel ini dibuat untuk memberikan wawasan tentang seluk beluk pencemaran udara serta penanggulangannya kepada penulis pada khususnya dan pembaca pada umumnya.

 

PERMASALAHAN

1. Apa itu pencemaran udara?

2. Faktor apa yang menyebabkan terjadinya pencemaran udara ?

3. Bagaimana dampak pencemaran udara?

4. Apa upaya yang dilakukan untuk menanggulangi terjadinya pencemaran udara?

 

PEMBAHASAN

I. Pencemaran Udara

Pencemaran udara diartikan sebagai adanya bahan-bahan atau zat-zat asing di dalam udara yang menyebabkan perubahan susunan atau komposisi udara dari keadaan normalnya. Pencemaran udara disebabkan oleh berbagai macam zat kimia, baik berdampak langsung maupun tidak langsung yang semakin lama akan semakin mengganggu kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan. Pencemaran dapat terjadi dimana-mana. Bila pencemaran tersebut terjadi di dalam rumah, di ruang-ruang sekolah ataupun di ruang-ruang perkantoran maka disebut sebagai pencemaran dalam ruang (indoor pollution). Sedangkan bila pencemarannya terjadi di lingkungan rumah, perkotaan, bahkan regional maka disebut sebagai pencemaran di luar ruang (outdoor pollution).

Umumnya, polutan yang mencemari udara berupa gas dan asap. Gas dan asap tersebut berasal dari hasil proses pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna, yang dihasilkan oleh mesin-mesin pabrik, pembangkit listrik dan kendaraan bermotor. Selain itu, gas dan asap tersebut merupakan hasil oksidasi dari berbagai unsur penyusun bahan bakar, yaitu: CO2 (karbondioksida), CO (karbonmonoksida), SOx (belerang oksida) dan NOx (nitrogenoksida).

 

II. Factor Penyebab Pencemaran Udara

Pembangunan yang berkembang pesat dewasa ini, khususnya dalam industri dan teknologi, serta meningkatnya jumlah kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar fosil (minyak) menyebabkan udara yang kita hirup di sekitar kita menjadi tercemar oleh gas-gas buangan hasil pembakaran. Secara umum penyebab pencemaran udara ada 2 macam, yaitu :

a. faktor internal (secara alamiah), contoh:

1. Debu yang beterbangan akibat tiupan angin.

2. Abu (debu) yang dikeluarkan dari letusan gunung berapi berikut gas-gas vulkanik.,

3. Proses pembusukan sampah organik, dll

b. faktor eksternal (karena ulah manusia), contoh:

1. Hasil pembakar bahan bakar fosil.

2. Debu/serbuk dari kegiatan industri

3. Pemakaian zat-zat kimia yang disemprotkan ke udara

 

III. Dampak Pencemaran Udara

1. Hujan Asam

Hujan asam adalah hujan yang memiliki kandungan pH (derajat keasaman) kurang dari 5,6. SO2 dan NOx (NO2 dan NO3) yang dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar fosil (kendaraan bermotor) dan pembakaran batubara (pabrik dan pembangkit energi listrik) akan menguap ke udara. Sebagian lainnya bercampur dengan O2 yang dihirup oleh makhluk hidup dan sisanya akan langsung mengendap di tanah sehingga mencemari air dan mineral tanah. SO2 dan NOx (NO2 dan NO3) yang menguap ke udara akan bercampur dengan embun. Dengan bantuan cahaya matahari, senyawa tersebut akan diubah menjadi tetesan-tetesan asam yang kemudian turun ke bumi sebagai hujan asam.

2. Penipisan Lapisan Ozon

Ozon (O3) adalah senyawa kimia yang memiliki 3 ikatan yang tidak stabil. Di atmosfer, ozon terbentuk secara alami dan terletak di lapisan stratosfer pada ketinggian 15-60 km di atas permukaan bumi. Fungsi dari lapisan ini adalah untuk melindungi bumi dari radiasi sinar ultraviolet yang dipancarkan sinar matahari dan berbahaya bagi kehidupan. Namun, zat kimia buatan manusia yang disebut sebagai ODS (Ozone Depleting Substances) atau BPO (Bahan Perusak Ozon) ternyata mampu merusak lapisan ozon sehingga akhirnya lapisan ozon menipis. Hal ini dapat menyebabkan sinar ultraviolet dengan mudah menembus atmosefer bumi

3. Pemanasan Global

Pemanasan global adalah kenaikan suhu rata-rata di seluruh dunia dan menimbulkan dampak berupa berubahnya pola iklim. Permukaan bumi akan menyerap sebagian radiasi matahari yang masuk ke bumi dan memantulkan sisanya. Namun, karena meningkatnya CO2 di lapisan atmosfer maka pantulan radiasi matahari dari bumi ke atmosfer tersebut terhalang dan akan kembali dipantulkan ke bumi. Akibatnya, suhu di seluruh permukaan bumi menjadi semakin panas (pemanasan global). Peristiwa ini sama dengan yang terjadi di rumah kaca. Rumah kaca membuat suhu di dalam ruangan rumah kaca menjadi lebih panas bila dibandingkan di luar ruangan. Hal ini dapat terjadi karena radiasi matahari yang masuk ke dalam rumah kaca tidak dapat keluar. (Asih, 2010) .

 

IV. Penanggulangan Pencemaran Udara

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi polusi udara di bumi ini. Cara-cara tersebut diantaranya adalah:

1. Mengganti bahan bakar kendaraan bermotor dengan bahan bakar bernilai oktan tinggi

Bahan bakar yang mempunyai nilai oktan yang tinggi melakukan pembakaran yang lebih efisien sehingga hanya menghasilkan sedikit gas karbon monoksida (CO).

2. Melakukan penghijauan dan reboisasi

Penghijauan dan reboisasi sangat penting untuk dilakukan agar jumlah tumbuhan menjadi semakin banyak sehingga CO2 yang berada di udara dapat diubah menjadi O2 melalui proses fotosintesis.

3. Menghentikan pembakaran hutan

Pembakaran hutan menyebabkan luas hutan yang bertindak sebagai paru-paru dunia berkurang secara signifikan. Selain itu, asap yang timbul dari kebakaran hutan menghasilkan emisi gas CO2 dalam jumlah yang sangat besar.

4. Menggunakan sepeda sebagai alat transportasi

Sepeda tidak menghasilkan emisi gas apapun sehingga sangat ramah lingkungan.

5. Memanfaatkan kendaraan umum

Dengan menggunakan kendaraan umum yang dipakai bersama, berarti kita mengurangi jumlah kendaraan yang beroperasi dan pencemaran udara pun berkurang.

6. Memakai kendaraan yang usianya maksimal 10 tahun

Kendaraan yang usia mesinnya sudah tua melakukan pembakaran yang tidak efisien sehingga menghasilkan banyak gas CO dan tidak ramah lingkungan.

Seluruh masyarakat harus sadar akan dampak buruk polusi udara dan berpartisipasi aktif dalam usaha meminimalisasi polusi di bumi ini agar tingkat polusi dapat benar-benar berkurang sehingga kita dapat menyelamatkan bumi dari kerusakan yang lebih parah dan manusia dapat hidup di lingkungan yang sehat.

 

V. Kesimpulan

Pencemaran udara ialah adanya bahan-bahan atau zat-zat asing di dalam udara yang menyebabkan perubahan susunan atau komposisi udara dari keadaan normalnya. Pencemaran udara disebabkan oleh berbagai macam zat kimia, baik berdampak langsung maupun tidak langsung yang semakin lama akan semakin mengganggu kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan.

Pencemaran dapat terjadi dimana-mana. Bila pencemaran tersebut terjadi di dalam rumah, di ruang-ruang sekolah ataupun di ruang-ruang perkantoran maka disebut sebagai pencemaran dalam ruang (indoor pollution). Sedangkan bila pencemarannya terjadi di lingkungan rumah, perkotaan, bahkan regional maka disebut sebagai pencemaran di luar ruang (outdoor pollution). Pencemaran udara ini dapat menyebabkan dampak bagi lingkungan, manusia, dan hewan seperti penipisan ozon, pemanasan global, dan hujan asam. Kemudian, terdapat cara untuk menanggulangi dari pencemaran udara secara preventif (pencegahan) yakni dengan mengurangi aktivitas yang menghasilkan polutan serta melakukan penghijauan.

 

DAFTAR PUSTAKA

·       Mukono. 2006. Prinsip Dasar Kesehatan Lingkungan Ed. 2. Airlangga University Press: Surabaya

·       Sutiman. 2014. Upaya Pengendalian Pencemaran Udara Melalui Pengembangan Teknologi. Erlangga: Jakarta

·       Asih, Nindi. 2010. Akibat Pencemaran Udara. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan: IAIN Jember

·       Chandra, Budiman. 2007. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta: EGC

Senin, 02 November 2020

Industri Plastik

 

Karakteristik Plastik Serta Proses pembuatannya


Oleh : ABIEL WIRA PRAMANA (@S09-Abiel)

 

Abstrak

        Plastik merupakan salah satu bahan yang paling sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Bahan plastik secara perlahan mulai menggantikan bahan-bahan yang  lain seperti gelas, kayu, dan logam. Hal ini karena bahan plastik memiliki keunggulan-keunggulan yang belum tentu bahan lain miliki,yaitu : ringan, kuat dan mudah dibentuk, tidak bisa berkarat, bisa menjadi isolator listrik yang baik, dan biaya proses yang relative lebih murah. Namun, daya guna plastik juga terbatas karena kekuatannya yang rendah, tidak tahan panas mudah rusak pada suhu yang rendah. Keanekaragaman jenis plastik memberikan banyak pilihan dalam penggunaannya dan cara pembuatannya. Artikel ini bertujuan untuk mengulas bagaimana karakteristik plastik, proses pembuatan plastic,dan peran kimia dalam industri plastik. Metode yang digunakan dalam penyusunan artikel ini adalah metode deskriptif. Diharap artikel ini dapat memberikan pengetahuan & wawasan lebih untuk pembacanya.

 

Kata kunci : plastik, karakteristik, kimia

 

Pendahuluan

        Dalam kehidupan sehari hari kita dapat dengan mudah menjumpai peralatan ataupun barang-barang yang terbuat dari plastik. Plastik banyak digunakan untuk berbagai macam bahan dasar. Penggunaan plastik dapat dipakai sebagai bahan pengemas, konstruksi, elektroteknik, otomotif, mebel, pertanian, peralatan rumah tangga, bahan  pesawat, mainan anak-anak dan lain sebagainya.Penggunaan plastik di berbagai bidang seperti di atas berdasar pada alasan bahwa bahan plastik mempunyai keunggulan dibandingkan dengan bahan lain.

        Sebagai kemasan, plastik memiliki banyak keunggulan. Plastik cenderung lebih ringan dibanding dengan bahan lain, tidak berkarat, mudah dibentuk, murah dan tidak mudah pecah. Hampir semua pusat perbelanjaan masih menggunakan kantong plastik untuk konsumen-konsumennya karena murah dan mempermudah dalam membawa belanjaan. Selain dalam bentuk kantong plastik polimer ini juga beredar dalam ragam bentuk dan kegunanannya yang beragam. Oleh karena itu artikel ini dibuat untuk memberikan wawasan tentang karakteristik plastik serta aplikasi ilmu kimia dalam indusrti plastik kepada penulis pada khususnya dan pembaca pada umumnya.

 

Permasalahan

1.     Bagaimana karakteristik plastik

2.     Bagaimana proses pembuatan plastik serta aplikasi kimia di dalamnya?


Pembahasan

        Plastik merupakan salah satu bahan yang paling umum kita lihat dan gunakan. Plastik adalah polimer rantai panjang atom mengikat satu sama lain. Rantai ini membentuk banyak unit molekul berulang, atau "monomer". Plastik merupakan suatu makromolekul organik (polimer) yang diperoleh dari polimerisasi, polikondensasi, poliadisi. Sifat plastik pada dasarnya adalah antara serat dan elastomer. Jenis plastik dan penggunaannya sangat luas. Plastik yang banyak digunakan berupa lempeng, lembaran dan film. Plastik mempunyai berbagai sifat yang menguntungkan, diantaranya:

a. Umumnya kuat namun ringan.

b. Secara kimia stabil (tidak bereaksi dengan udara, air, asam, alkali dll)

c. Merupakan isolator listrik yang baik.

d. Mudah dibentuk, khusunya dipanaskan.

e. Biasanya transparan dan jernih.

f. Dapat diwarnai.

g. Fleksibel/plastis

h. Dapat dijahit.

i. Harganya relatif murah.

        Contoh pada pembuatan Kantong Plastik HD / Plastik Kresek menggunakan bahan baku utama dari HDPE atau High Density Polyethylene. HDPE adalah hasil polimerisasi dari etilena yang mempunyai densitas 0.940 atau lebih besar.

        Bahan pewarna adalah bahan yang digunakan untuk memberikan  warna pada plastik. Warna untuk bahan plastik ada bermacam-macam, mulai dari merah, biru, hijau, kuning, putih, hitam dan sebagainya.

        Plastik digolongkan menjadi 2 jenis berdasarkan kemudahannya untuk dibentuk ulang, yaitu: Plastik Thermoset (Thermosetting Plastic), dan Plastik Thermoplas (Thermoplastic Plastic). Plastik Thermoset biasanya lebih keras, lebih kuat, dan tidak mudah larut dalam cairan larut, daripada Plastik Thermoplas.

1.     Beberapa Contoh Plastik yang termasuk Thermoset :

Phenolic, Melamine, Epoxy

2.     Beberapa Contoh Plastik yang termasuk Thermoplas:

Polietilena, Vynil, Polipropilena, Polikarbonat, Polistyrine, Acrylics, Nylon

        Penggolongan plastik berdasarkan kemudahannya untuk dibentuk ulang, dinilai kurang dikenal luas oleh masyarakat. Oleh karena hal itu, maka diperlukan suatu cara yang memudahkan masyarakat untuk dapat mengenali plastik yang dipakai.

        Plastik jenis Thermoplas (Thermoplastic Plastics) yang sering digunakan secara luas, sangat banyak sekali jumlahnya. Untuk memudahkan kita mengidentifikasi jenis plastik yang akan digunakan, biasanya terdapat kode- kode nomor dalam segitiga yang terletak pada bagian bawah/ dasar dari plastik. Seperti berikut ini merupakan penjelasan jenis-jenis dari plastic PET (Poly Etylene Therephtalate); HDPE (High Density Polyethylene); PVC (Poly Vinyl Clhorida); LDPE (Low density polyethilene); PP (Polypropilene); PS (Polystirene); O (Other).

 

·       Jenis-jenis plastik dan karakteristiknya

1. PET – (PolyEthylene Terephthalate)

 


        Tipe dan jenis plastik PET (PolyEthylene Terephthalate) memiliki titik leleh atau lebur yang sangat tingi. Botol air mineral, botol minuman bersoda, botol shampoo, botol obat kumur dan botol untuk selai roti merupakan beberapa contoh jenis dan tipe plastik berjenis PET ini. Daur ulang plastik berjenis jenis dan tipe PET dapat dibuat sebagai karpet dan juga pakaian berbahan polyester.

2. HDPE – (High Density PolyEthylene)

 


        High Density Polyethylene (HDPE) adalah salah satu tipe dan jenis plastik yang paling umum digunakan di Amerika Serikat. Kantong plastik, botol susu, botol diterjen, botol lotion dan botol-botol alat kecantikan dan mandi, merupakan beberapa contoh kegunaan jenis dan tipe plastik HDPE di kehidupan sehari-hari. Daur ulang HDPE difungsikan untuk memproduksi produk rumput dan taman, ember,  alat-alat perkantoran dan suku cadang kendaraan bermotor.

 

 3. Vinyl – PVC (PolyVinyl Chloride)

 


        Vinyl tidak dibuat dengan bahan alami, namun tipe dan jenis plastik ini dibuat oleh manusia. Vinyl adalah jenis dan tipe plastik yang dibuat dari etilena yang biasa ditemukan dalam minyak mentah dan klorin yang biasa ditemukan dalam garam biasa. Vinyl merupakan jenis plastik yang sangat berbeda dengan plastik lainnya. Vinyl dapat dengan mudah didaur ulang karena daya tahan nya. Vinyil merupakan produk yang terbuat dari bahan yang memiliki jangka hidup yang panjang. Tipe dan jenis plastik vinyl biasa digunakan untuk botol minyak goreng, untuk pengepakan kemasan daging segar dan terkadang tipe dan jenis plastik vinyl digunakan untuk produk-produk berbahaya seperti botol alat pembersih kaca.

 

4. LDPE (Low Density PolyEthylene)

 


        Low Density PolyEthylene (LDPE) adalah termoplastik yang terbuat dari minyak bumi. Tipe dan jenis plastik LDPE biasa digunakan sebagai plastik roti, plastik makanan beku (frozen plastic bags) dan wadah untuk mentega dan margarin. Produsen biasa menggunakan LDPE untuk menciptakan berbagai macam produk plastik, dari pasokan medis hingga pelapis kertas (paper coatings).

 

5. PP (PolyPropylene)

 


       PolyPropylene (PP) adalah tipe dan jenis plastik polimer termoplastik yang digunakan dalam berbagai macam aplikasi termasuk kemasan dan pelabelan. Selain itu hasil daur ulang PolyPropylene dapat diproduksi untuk berbagai macam produk tekstil (misalnya tali dan karpet), alat tulis, peralatan laboratorium dan  komponen otomotif.

 

6. PS (PolyStyrene)

 


        Tipe dan jenis plastik PolyStyrene (PS) digunakan hanya untuk bahan-bahan eksklusif seperti stereofoam, gelas dan piring plastik dan juga karton untuk telur. PolyStyrene adalah salah satu jenis dan tipe plastik yang paling banyak digunakan. Skala penggunaan nya kini sudah menjadi miliaran kilogram per tahun. Daur ulang PolySyrene umumnya digunakan dalam pembuatan kemasan busa pelindung, isolasi, kaset video, mainan, dan produksi meja kantor.

 

7. Others


 

        Tipe dan jenis plastik ini merupakan kategori dari semua jenis lainnya dari plastik. Tipe dan jenis plastik ini biasa digunakan sebagai galon air mineral dan beberapa juga dimanfaatkan sebagai bahan untuk botol jus.

 

·       Proses Produksi Plastik

        Ada banyak cara yang bisa digunakan dalam produksi plastik, dengan menggunakan metode berbeda-beda dan alat yang berbeda-beda pula. Adapun cara produksinya sebagai berikut :

a.     Proses Injection Molding

        Termoplastik dalam bentuk butiran atau bubuk ditampung dalam sebuah hopper kemudian turun ke dalam barrel secara otomatis (karena gaya gravitasi) dimana ia dilelehkan oleh pemanas yang terdapat di dinding barrel dan oleh gesekan akibat perputaran sekrup injeksi dapat dilihat pada Gambar 2.4. Plastik yang sudah meleleh diinjeksikan oleh sekrup injeksi (yang juga berfungsi sebagai plunger) melalui nozzle ke dalam cetakan yang didinginkan oleh air. Produk yang sudah dingin dan mengeras dikeluarkan dari cetakan oleh pendorong hidraulik yang tertanam dalam rumah cetakan selanjutnya diambil oleh manusia atau menggunakan robot. Pada saat proses pendinginan produk secara bersamaan di dalam barrel terjadi proses pelelehan plastik sehingga begitu produk dikeluarkan dari cetakan dan cetakan menutup, plastik leleh bisa langsung diinjeksikan.

b.     Proses Ekstruksi



Gambar 2.5  Mesin Ekstruksi Plastik

 

        Ekstrusi adalah proses untuk membuat benda dengan penampang tetap dapat dilihat pada Gambar 2.5. Keuntungan dari proses ekstrusi adalah bisa membuat benda dengan penampang yang rumit, bisa memproses bahan yang rapuh karena pada proses ekstrusi hanya bekerja tegangan tekan, sedangkan tegangan tarik tidak ada sama sekali. Aluminium, tembaga, kuningan, baja dan plastik adalah contoh bahan yang paling banyak diproses dengan ekstrusi. Contoh barang dari baja yang dibuat dengan proses ekstrusi adalah rel kereta api. Khusus untuk ekstrusi plastik proses pemanasan dan pelunakan bahan baku terjadi di dalam barrel akibat adaya pemanas dan gesekan antar material akibat putaran sekrup.

Variasi dari ekstrusi plastik

1)    Blown film

2)    Flat film and sheet

3)    Ekstrusi pipa

4)    Ekstrusi profil

5)    Pemintalan benang

6)    Pelapisan kabel

c.     Proses Blow Molding

        Blow molding adalah proses manufaktur plastik untuk membuat produk-produk berongga (botol) dimana parison yang dihasilkan dari proses ekstrusi dikembangkan dalam cetakan oleh tekanan gas. Pada dasarnya blow molding adalah pengembangan dari proses ekstrusi pipa dengan penambahan mekanisme cetakan dan peniupan.

d.     Proses Thermoforming

        Thermoforming adalah proses pembentukan lembaran plastik termoset dengan cara pemanasan kemudian diikuti pembentukan dengan cara pengisapan atau penekanan ke rongga mold. Plastik termoset tidak bisa diproses secara thermoforming karena pemanasan tidak bisa melunakkan termoset akibat rantai tulang belakang molekulnya saling bersilangan. Contoh produk yang diproses secara thermoforming adalah bakelit.

 

Kesimpulan

1.Plastik adalah suatu polimer yang mempunyai sifat-sifat unik dan luar biasa. Polimer adalah suatu bahan yang terdiri dari unit molekul yang disebut monomer.

2. proses produksi plastik yaitu terdiri dari tahap injection molding, ekstrusi, blow molding, dan therforming.

3. Jenis-jenis plastik PolyEthylene Terephthalate, High Density PolyEthylene, PolyVinyl Chloride, Low Density PolyEthylene, PolyPropylene, PolyStyrene, dan Others.

4. karena ragam fungsi serta keunggulan plastik yang banyak, hal ini menjadikan plastic sebagai komoditas yang bernilai ekonomis di masyarakat kini

 

Daftar Pustaka

·       Lee, Michael. 2009. Kajian Produksi Plastik Termoplastis dan Polietilen. (Skripsi). Bogor: Insitut Pertanian Bogor.

·       http://www.healthylife.com/plastik_

·       http://www.docstoc.com/docs/25118658/Proses-Pembuatan-Plastik

·       http://ivyannoproject.com/2012/06/29/yuk-kenali-tipe-dan-jenis-plastik-disekitarmu/

 

Selasa, 13 Oktober 2020

 

KIMIA TERAPAN PADA PROSES INDUSTRI

 DAN KONSUMSI MASYARAKAT

 

Disusun Oleh:

ABIEL WIRA PRAMANA

Kode Peserta:

@S09-Abiel

 

ABSTRAK

            Kimia terapan tidak dapat kita pisahkan dari dunia industry masa kini yang sudah sangat kompleks dalam sistemnya untuk menciptakan output atau hasil produksi. Bahkan dari penerapannya, kimia pada industri dapat mengubah konsumsi masyarakat. Artikel ilmiah ini bertujuan untuk mengamati dan mengetahui alasan mengapa kimia terapan yang digunakan pada sistem industri dapat membantu proses produksi dan mengubah konsumsi masyarakat. Proses penelitian dilakukan dengan mengamati suatu sistem produksi industri yang menggunakan kimia terapan dan melihat perubahan konsumsi masyarakat berdasarkan hasil output yang yang di produksi.

            Kata kunci: kimia terapan, inudustri, konsumsi

 

 

PENDAHULUAN

            Penerapan Kimia pada suatu proses produksi merupakan faktor yang sangat penting untuk dapat mengubah bahan baku menjadi produk yang diinginkan dan dapat kita gunakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Hal ini sangat berguna dan juga membawa perubahan yang maksimal dalam menunjang suatu industri. Sangat penting bagi kita untuk memahami pentingnya penerapan kimia dalam proses produksi yang telah mempengaruhi semua aspek kehidupan kita seperti Makanan, Pertanian, Dekorasi, Lingkungan, industri, hingga kepada suatu hal seperti konsumsi masyarakat pada umumnya.

Penerapan ilmu Kimia di bidang industri memiliki kaitan untuk mengubah konsumsi masyarakat. Barang-barang konsumsi yang beredar di pasaran sekarang umumnya tidak lepas dari hasil  proses penerapan ilmu kimia pada industri. Sejak zaman dimana manusia masi menggunakan zat-zat alami yang bersifat tradisional untuk bertahan hidup, di zaman sekarang pengaplikasian zat alami dalam kehidupan tersebut sudah mulai terkikis dengan kimia yang diterapkan pada produksi sauatu industri. Hal ini bertujuan agar produksi lebih efektif dan efisien bahkan dapat membentuk suatu alternatif energi terbarukan yang dapat di konsumsi masyarakat.

 

PERMASALAHAN

1. Proses industri yang mengunakan kimia terapan

2. Pengolahan limbah industri sebagai alternatif yang dapat dikonsumsi masyarakat

 

PEMBAHASAN

1. Proses Industri yang Mengunakan Kimia Terapan

 


Proses Pembuatan Gula

Proses pembuatan gula dari bahan baku tebu secara umum dilakukan dengan tahap yaitu penggilingan tebu, pemurnian nira mentah, penguapan nira encer, dan kristalisasi nira kental.


·         Proses Penggilingan Tebu

Setelah tebu dipanen, langkah yangg di lakukan adalah pemerahan tebu di gilingan. Tebu diperah menghasilkan “nira” dan “ampas”. Penambahan air imbibisi harus diperhitungkan agar tidar mengganggu proses penguapan atau pemborosan energi. Penambahan air imbibisi sekitar 15-16% berat tebu yang digiling. Ampas yang dihasilkan pada proses pemerahan ini digunakan untuk berbagai macam keperluan. Diantaranya digunakan sebagai bahan bakar ketel uap, atau sebagai bahan baku untuk pulp dan apabila berlebih bisa digunakan sebagai bahan partikel board, furfural, xylitol dan  produk lain. Nira yang dihasilkan dari penggilingan dapat mencapai 80-90% berat tebu. Nira inilah yang mengandung gula dan akan di proses lebih lanjut di pemurnian.

 

·         Pemurnian Nira Mentah

Setelah tebu diperah dan diperoleh “nira mentah” (raw juice), lalu dimurnikan. Dalam nira mentah mengandung sukrosa, gula invert (glukosa+fruktosa) ; zat bukan gula, terdiri dari atom-atom (Ca,Fe,Mg,Al) yang terikat pada asam-asam, asam organik dan anorganik, zat warna, lilin, dan sebagainya. Pada proses pemurnian zat-zat bukan gula akan dipisahkan dengan zat yang mengandung gula. Pemurnian dimaksudkan untuk memisahkan kotoran-kotoran yang terbawa nira, hingga diperoleh gula yang jernih.

Proses pemurnian ini dapat dilakukan baik secara fisis maupun kimiawi. Secara fisis dengan cara penyaringan sedangkan secara kimia melalui pemanasan, dan pemberian bahan pengendap. Berdasarkan cara penjernihan nira dikenal 3 macam cara penjernihan:

a. Defekasi

Dalam cara ini nira mentah ditambah Ca(OH)2 dalam keadaan dingin sampai suasana larutan nira menjadi alkalis, kemudian dididihkan dan dibiarkan agar kotoran mengendap.

b. Sulfitasi

Bahan additive dalam proses ini adalah Ca(OH)2 dan gas SO2. Ke dalam nira, ditambahkan Ca(OH)2 berlebih yaitu sekitar 1% lebih banyak dari berat kapur yang diperlukan (diperhitungkan).

c. Karbonatasi

Pada pemurnian secara karbonatasi, bahan aditif yang ditambahkan adalah Ca(OH)2 dan gas CO2. Reaksi yang terjadi pada proses ini yaitu:

Ca(OH)2(aq) + CO2(g) CaCO3(S)

 

·         Penguapan Nira Encer

Penguapan dilakukan dalam vakum multiple effect evaporator.Tujuan dari penguapan ini adalah untuk memisahkan air yang terkandung dalam nira encer sehingga didapatkan larutan nira pekat. Produk yang dihasilkan dalam proses penguapan adalah ”nira kental/pekat” . Nira dari bejana diuapkan dengan menggunakan penambahan uap. Uap bekas ini terdapat dalam sisi ruang uap dan nira yang diuapkan terdapat dalam pipa-pipa nira.


·         Kristalisasi Nira Kental

Proses kristalisasi adalah proses pembentukan kristal gula. Sebelum dilakukan kristaliasi dalam pan masak ( crystallizer ) yaitu tempat dimana nira pekat hasil penguapan dipanaskan terus-menerus sampai mencapai kondisi lewat jenuh, sehingga timbul kristal gula. Langkah pertama dari proses kristalisasi adalah menarik masakan (nira pekat) untuk diuapkan sehingga mendekati kondisi jenuhnya. Pada keadaan lewat jenuh maka akan terbentuk suatu pola kristal sukrosa. Titik kristalisasi gula tebu terjadi pada 78-800 Brix. Langkah selanjutnya yaitu memasukkan bibit gula yang berupa kristal-kristal gula halus kedalam pan masak kemudian melakukan proses pembesaran kristal. Pemasukanbibit gula bertujuan agar pembentukan kristal gula bisa berlangsung serempak dan homogen. Setelah diperkirakan proses masak cukup, selanjutnya larutan dialirkan ke palung pendingin(receiver) untuk proses kristalisasi. Di palung pendinginan larutan mulai mendingin dan mulai membentuk butiran butiran Kristal yang kita sebut sebagai gula.

 

2. Pengolahan Limbah Industri Sebagai Alternatif yang Dapat Dikonsumsi Masyarakat

Dari penerapan kimia pada industri kita bisa melihat banyak sumber daya baru yang bisa di ciptakan bahkan dapat membuat suatu sumber daya energy alternatif yang mengubah konsumsi masyarakat yang ketergantungan kepada sumber daya alam yang tidak terbarukan seperti gas alam, minyak bumi, serta batu bara. Hal ini jelas bahwa penerapan kimia pada industri membawa pengaruh yang positif pada kebiasaan konsumsi masyarakat umum. Berikut merupakan salah satu contoh limbah yang berasal dari proses penerapan kimia industry diubah menjadi produk alternatife yang bermanfaat.

 

·         Limbah Bagasse

 (Ampas) Satu diantara energi alternatif yang relatif murah produksinya dan ramah lingkungan adalah pengembangan bioetanol dari limbah-limbah pertanian (biomassa) yang mengandung banyak lignocellulose seperti bagas (limbah padat industri gula). Indonesia memiliki potensi limbah biomassa yang sangat melimpah seperti bagas. Industri gula khususnya di luar jawa menghasilkan bagas yang cukup banyak. Limbah padat pabrik gula (PG) berpotensi besar sebagai sumber bahan organik yang berguna untuk kesuburan tanah. Menurut Budiono (2008), ampas (bagasse) tebu mengandung 52,67% kadar air; 55,89% C-organik; N-total 0,25%; 0,16% P2O5; dan 0,38% K2O. Hasil pengomposan campuran blotong, ampas (bagasse) dan abu ketel diinkubasi dengan bioaktivator mikroba selulolitik selama 1 dan 2 minggu, kemudian diaplikasikan ke lahan tebu. Pemberian kompos 10 ton/ha mampu meningkatkan bobot tebu sebanyak 16,8 ton/ha. Hal ini jelas dapat meningkatkan kuantitas panen.

 

SIMPULAN

Kimia terapan pada industri telah mengubah cara produksi menjadi lebih efisien dan terarah, bahkan kimia terapan dapat membentuk suatu output sumber daya terbarukan yang menjadi alternatif konsumsi masyarakat. Bisa kita lihat berdasar contoh pemaparan proses produksi pabrik gula di atas. Kimia terapan sangat membantu dalam tahapan produksi pabrik gula tersebut. Selain itu, kimia terapan juga berhasil menciptakan produk sumberdaya terbarukan seperti biogas,etanol,dll sebagai alternatif konsumsi masyarakat. Dengan demikian, penerapan kimia pada industri sangat berpengaruh kepada proses industri itu sendiri dan juga berpengaruh terhadap konsumsi masyarakat.

 

DAFTAR PUSTAKA

·         Anonym. 2012. Proses Pembuatan Gula Pasir Dari Tebu.

http://r3870me.wordpress.com/proses-pembuatan-gulapasir-dari-tebu/.

·         Risvank. 2011. Pemurnian Nira Di Pabrik Gula.

http://www.risvank.com/pemurnian-nira-di-pabrikgula/.

·         Anonym. 2009. Penelitian Gula. http://www.ipard.com/

penelitian/penelitian_gula.asp#atas.

·         Mucharomah. 2007. Pemanfaatan Bagasse.

http://ejournal.unud.ac.id/abstrak /mucharomah

%20pra. %20100102007.pdf.