.

Tampilkan postingan dengan label @x01-Anggoro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @x01-Anggoro. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Desember 2022

KIMIA HIJAU

 


 Anggoro Putro Wibowo (@X01-Anggoro)
 
Abstrak

    Kimia hijau, juga disebut kimia berkelanjutan, adalah cabang ilmu kimia yang menganjarkan desain produk dan proses kimia untuk mengurangi atau menghilangkan penggunaan dan pembentukan senyawa-senyawa berbahaya.Pada tahun 1990 Pollution Prevention Act (UU Pencegahan Pencemaran) telah disahkan di Amerika Serikat. Undang-undang tersebut bertujuan membantu mencegah terjadinya masalah pencemaran lingkungan akibat senyawa atau bahan kimia berbahaya.

Kata kunci : Kimia hijau, senyawa

TEKNOLOGI HIJAU

 TEKNOLOGI HIJAU


Anggoro Putro Wibowo (@X01-Anggoro) 

Abstrak

    Teknologi membawa pengaruh besar bagi kehidupan. Hadirnya teknologi yang berkembang kian pesat memberikan banyak manfaat yang memungkinkan manusia bisa mengerjakan pekerjaan dengan lebih praktis dan cepat. Saat ini, perkembangan teknologi sudah merambah ke berbagai bidang. Mulai dari bidang pertanian, industri besar, bahkan industri terkecil dalam lingkup rumah tangga juga membutuhkan teknologi.
    Namun, pemanfaatan teknologi yang tidak tepat dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Untuk mengatasinya, dibuatlah suatu teknologi yang disebut teknologi hijau.

Kata Kunci: teknologi  hijau, teknologi tepat guna

 

Abstract

    Technology has a big influence on life. The presence of technology that is growing rapidly provides many benefits that allow humans to do work more practically and quickly. At present, technological developments have penetrated into various fields. Starting from agriculture, large industry, even the smallest industry within the household scope also requires technology.
    However, inappropriate use of technology can cause environmental damage. To overcome this, made a technology called green technology.


Keywords: green technology, appropriate technology

 

Pendahuluan

    Teknologi hijau adalah teknik untuk menghasilkan energi dan/atau produk yang tidak mencemari lingkungan hidup. Teknologi dikenal juga dengan istilah teknologi ramah lingkungan.
Mengutip Buku Pendalaman Materi Ilmu Pengetahuan Alam oleh Dewi Nur Halimah, teknologi hijau bertujuan menghasilkan berbagai produk dan jasa dengan memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbarui dan tidak menghasilkan limbah yang membahayakan lingkungan.
    Selain itu, teknologi hijau juga banyak menggunakan bahan yang didaur ulang. Hal itu tentu saja berperan besar untuk mengurangi pencemaran lingkungan.
    Teknologi hijau yang telah diterapkan dalam berbagai bidang merupakan bentuk penerapan teknologi yang memperhatikan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan. Oleh sebab itu, hendaknya masyarakat turut berpartisipasi dengan menggunakan teknologi hijau yang sudah ada.

 

Rumusan masalah

1. Apa itu teknologi hijau?

2. Apa itu teknologi tepat guna?

3. Apa itu teknologi ramah lingkungan?

4. Sebutkan prinsip teknologi hijau?

 

Tujuan

Agar mahasiswa bisa memahami lebih jauh mengenai apa itu teknologi tepat guna, apa itu teknologi ramah lingkungan, dan apa yang akan dijelaskan dipembahasan.

PEMBAHASAN

 A. Teknologi Hijau   

    Teknologi merupakan penerapan ilmu pengetahuan untuk tujuan praktis. Dengan kata lain teknologi merupakan penjabaran dan tindak lanjut dari ilmu pengetahuan.Saat ini istilah teknologi hijau (green technology) terus muncul ke permukaan, semakin banyak dibahas dalam berbagai diskusi dan seminar. Teknologi hijau menyangkut penggunaan metode dan bahan untuk menghasilkan produk dan energi yang bersih dan ramah lingkungan. Melalui penerapan teknologi hijau diharapkan melahirkan inovasi dan perubahan dalam peradaban manusia. Bahkan, laju perkembangannya diharapkan seperti perkembangan yang pesat dari teknologi informasi dalam dua dekade terakhir.

B. Teknologi Tepat Guna

    Menurut Impres No. 3 Tahun 2001, Teknologi tepat guna adalah teknoogi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dapat menjawab permasalahan masyarakat, tidak merusak lingkungan dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara mudah, serta menghasilkan nilai tambah dari aspek ekonomi dan aspek lingkungan hidup. eknologi tepat guna adalah sebuah teknologi yang diciptakan untuk masyarakat tertentu dengan memperlihatkan aspek lingkungan, ekonomi dan politik masyarakat. Misal : Pendeteksi telur, penetas telur, pengiris bawang dengan bantuan mesin, dan lain-lain.

C. Teknologi Ramah Lingkungan

    Teknologi ramah lingkungan adalah sebuah metode atau sistem untuk mencapai tujuan tertentu yang mana dalam pelaksanaannya mengacu pada wawasan lingkungan dan atau memperhatikan kaidah-kaidah lingkungan di sekitarnya.Teknologi ramah lingkungan dapat menekan biaya produksi (hemat) dengan memanfaatkan sumber daya alam sebagai bagian dari teknologi yang mampu menghemat biaya. Contohnya adalah pemanfaatan listrik tenaga surya yang hanya mengandalkan energi matahari tanpa dipungut biaya

D. Prinsip Teknologi Hijau

Prinsip dasar dari teknologi ramah lingkungan ada 6, yaitu refine, reduce, reuse, recycle, recovery, dan retrieve energy.

  • Refine, merupakan penggunaan bahan atau proses yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan atau proses yang ada saat ini.
  • Reduce, merupakan pengurangan jumlah limbah atau kehilangan bahan dengan optimalisasi proses atau operasional menghasilkan limbah yang mengalami pemborosan.
  • Reuse, merupakan pemakaian kembali bahan-bahan atau limbah pada proses yang berbeda.
  • Recycle, merupakan penggunaan kembali bahan-bahan atau sumber daya untuk proses yang sama.
  • Recovery, merupakan kegiatan pengambilan kembali sebagian material penting dari aliran limbah untuk pemanfaatan ulang dalam proses atau dimanfaatkan untuk keperluan lainnya.
  • Retrieve Energy, merupakan pemanfaatan limbah untuk bahan bakar atau dalam arti luasnya adalah penghematan energi dalam proses produksi.   

 

Daftar Pustaka

Hidayat, Atep Afia dan Kholil,Muhammad.2017.Kimia Industri dan Teknologi Hijau,Jakarta:Pantona Media.
Soemarno. 2011. Filosofi Teknologi Hijau

 

 

INDUSTRI ASAM SULFAT

 INDUSTRI ASAM SULFAT


Anggoro Putro Wibowo (@X01-Anggoro) 

Abstrak

    Asam sulfat (H2SO4) merupakan salah satu bahan pendukung dalam industri kimia, seperti untuk produksi asam fosfat, pengolahan minyak bumi, obat-obatan, kertas dan pulp. Berdasarkan BPS, kebutuhan asam sulfat meningkat sekitar 17% per tahun. Itu Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk mempelajari proses pembuatan asam sulfat dari hidrogen sulfida (H2S) sebagai bahan baku menggunakan proses kontak double absorber

Kata Kunci : Asam Sulfat, Hidrogen Sulfida, Proses Kontak

Abstract

    Sulfuric acid (H2SO4) is one of supporting material in the chemical industry, such as for the production of phosphoric acid, petroleum processing, pharmaceuticals, paper and pulp. According to BPS, the demand of sulfuric acid increases about 17% per year. The purpose of this final project is to study the manufacturing process of sulfuric acid from hydrogen sulfide (H2S) as the raw material using contact process of double absorber.

Keywords: Sulfuric Acid, Hydrogen Sulfide, Contact Process

Pendahuluan 

    Perkembangan industri kimia di Indonesia cenderung mengalami peningkatan setiap tahunya baik secara kuantitas maupun kualitasnya. Hal tersebut menyebabkan kebutuhan akan bahan baku maupun bahan penunjang akan meningkat pula. Menurut Badan Pusat Statistik menyebutkan bahwa dari tahun
2011 hingga 2015 kebutuhan asam sulfat mengalami kenaikan
dari 346.125,9 ton/tahun menjadi 416.790,2 ton/tahun. Asam sulfat merupakan salah satu bahan penunjang yang sangat penting dan banyak dibutuhkan industri kimia, antara lain untuk produksi asam fosfat, yang digunakan untuk pembuatan pupuk fosfat, pengolahan minyak bumi, farmasi, kertas dan pulp. Dikarenakan saat ini pabrik asam sulfat di Indonesia masih mengimport bahan baku berupa sulfur yang menelan biaya
banyak, maka
dari itu diperlukan bahan pengganti belerang yaitu dengan H2S. Menurut Tri (2016) Hidrogen sulfida (H2S) merupakan suatu gas tidak berwarna, sangat beracun, mudah terbakar dan memiliki karakteristik bau telur busuk. H2S umumnya ditemukan di natural gas, produk pemurnian minyak, dan biogas. Gas ini dapat menyebabkan dampak yang buruk bagi kesehatan, terutama pada saluran pernafasan. 

 

Rumusan Masalah

1. Bagaimana sejarah asam sulfat?

2. Bagaimana memproduksi asam sulfat?

3. Apa saja bahan baku asam sulfat?

4. Bagaimana pemasarannya?

 

Tujuan

    Agar mahasiswa/i  mengenal lebihb dalam tentang bagaimana cara memproduksi serta mamasarkan asam sulfat dikalangan masyarakat.

 

Pembahasan

A. Sejarah Asam Sulfat

    Asam sulfat pertama kali ditemukan di Iran oleh Al-Razi pada abad ke-9. Pembuatannya melalui pembakaran belerang dengan saltpeter, pertama kali dijelaskan oleh Valentinus pada abad ke-15. Asam sulfat merupakan bahan yang sangat penting dalam perdagangan pada abad ke-1700an. Pada tahun 1746, Roebuck dari Birmingham (Inggris) memperkenalkan proses kamar timbal. Produk yang dihasilkan oleh proses ini memiliki konsentrasi yang rendah (77-78% H2SO4). Proses yang menarik,
namun sekarang sudah kuno.
Proses kontak pertama kali ditemukan pada tahun 1831 oleh Winkler, seorang Inggris, yang patennya mencakup aspek- aspek penting dari proses kontak yang modern , yaitu dengan melewatkan campuran sulfur dioksida dan udara melalui katalis, kemudian diikuti oleh absorpsi sulfur trioksida di dalam asam sulfat 98,5% sampai 99% (Kirk & Othmer, 1981).
    Pada tahun 1889, diketahui bahwa proses kontak dapat
ditingkatkan dengan menggunakan oksigen secara berlebihan di dalam campuran gas reaksi. Dalam periode 1900 sampai 1925, banyak pabrik asam sulfat yang dibangun dengan menggunakan platina sebagai katalis. Pada tahun 1930, proses kontak ini telah dapat bersaing dengan proses bilik pada segala konsentrasi asam yang dihasilkan. Sejak pertengahan tahun 1920-an, kebanyakan fasilitas yang baru dibangun dengan menggunakan proses kontak dengan katalis vanadium. Berbagai penyempurnaan telah dilakukan, baik terhadap peralatan maupun terhadap katalis (Kirk& Othmer, 1981). Proses kontak sekarang telah banyak mengalami
penyempurnaan dan dewasa ini telah menjadi suatu proses
industri yang murah, kontinu dan dikendalikan secara otomatis. Semua pabrik asam sulfat yang baru menggunakan proses kontak dengan katalis vanadium. Salah satu kelemahan proses kamar timbal yang menyebabkan orang tidak memakainya lagi adalah karena proses ini hanya mampu menghasilkan asam sulfat dengan konsentrasi sampai 78% saja. Pemekatannya merupakan suatu operasi yang mahal, sehingga pada tahun 1980, hanya tinggal satu pabrik saja yang menggunakan proses kamar timbal yang masih beroperasi di Amerika Serikat (Kirk & Othmer, 1981).

 

B. Produksi Asam Sulfat

    Kebutuhan produksi asam sulfat di Indonesia akan terus meningkat seiring dengan berkembangnya kegiatan perindustrian, perdagangan dan jasa, serta pertumbahan penduduk di Indonesia. Semakin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap suatu produk, akan berbanding lurus terhadap semakin meningkatnya pula kebutuhan suatu industri terhadap ketersediaan bahan bakunya. Untuk itulah pendirian pendirian pabrik asam sulfat ini diharapkan mampu memudahkan industri lainnya yang
menggunakan asam sulfat sebagai
bahan baku atau bahan intermediet untuk memudahkan kegiatan produksinya. Asam sulfat merupakan asam mineral (anorganik) yang kuat. Zat ini larut dalam air pada semua perbandingan. Asam sulfat mempunyai banyak kegunaan dan merupakan salah satu produk
utama
industri kimia. Asam sulfat merupakan bahan yang mempunyai kegunaan yang sangat luas dalam industri kimia. Asam sulfat  adalah asam kuat yang mudah bereaksi dengan banyak senyawa organik untuk menghasilkan produk yang bermanfaat, dan akan membentuk garam sedikit larut atau endapan dengan kalsium hidroksida dengan hidroksida. Produk ini digunakan dalam industri kimia sebagai bahan intermediate untuk menghasilkan bahan kimia yang lain, antara lain sebagai bahan baku pembuatan asam fosfat, aluminium sulfat, sebagai katalis, asam klorida (Kirk & Othmer, 1967)

C. Bahan Baku Asam Sulfat 

    Bahan baku yang digunakan untuk memproduksi asam sulfat yaitu H2S. Gas H2S merupakan gas berbahaya yang banyak dihasilkan oleh sebagian besar proses industri seperti, industri manufaktur pulp dan kertas serta dari hasil pembakaran bahan bakar fosil dan akibat aktivitas gunung berapi.

D. Pemasaran Asam Sulfat

    Kebutuhan masyarakat terhadap asam sulfat dari tahun ke tahun selalu menunjukkan peningkatan. Dengan demikian, perlu adanya peningkatan kapasitas produksi asam sulfat di Indonesia yang sudah beroperasi dapat dilihat kapasitas pabrik sebesar 6900 ton/tahun. Pabrik bekerja secara kontinyu dalam 1 tahun selama 300 hari, sehingga kapasitas produksi menjadi sebesar 23 ton/hari.Berdasarkan data kebutuhan asam sulfat, kebutuhan permintaan asam sulfat yang tinggi tidak diimbangi dengan adanya produksi asam sulfat yang berimbang sehingga Indonesia masih menggunakan asam sulfat impor untuk memenuhi kebutuhan pembangunan di Indonesia. Dengan demikian, potensi pasar dalam negeri untuk produk asam sulfat masih besar. Beberapa industri yang membutuhkan asam sulfat diantaranya adalah untuk produksi asam fosfat, pembuatan gypsum, pembuatan pupuk fosfat, pengolahan minyak bumi, farmasi, kertas dan pulp.  

Kesimpulan

     Bahan Baku pembuatan Asam Sulfat Bahan baku yang digunakan dalam proses pembuatan asam sulfat adalah belerang, oksigen, air dan katalis vanadium pentaoksida sebagai bahan Page 5 pembantu. Dimana belerang dan vanadium pentaoksida di impor langsung dari Singapura, sedangkan oksigen di dapat dari udara bebas.

Daftar Pustaka

Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta. Putri, A. H., F. Y. Hawari, N. E. Mudia, dan N. H. Hasibunan. Tanpa Tahun.  

Preparasi Asam Sulfat Skala Industri di Indonesia. Padang : FMIPA Universitas Negeri Padang Ulandari, R., L. Muis, dan I. G. 

Prabasari. 2020. Pra Rancang Pabrik Pembuatan Asam Sulfat dari Sulfur, Oksigen, dan Air Menggunakan Proses Kontak dengan Kapasitas 160. Ton/Tahun. Jurnal Engineering. 2(1) : 32-39.