.

Tampilkan postingan dengan label @X32-Rifqi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @X32-Rifqi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 November 2022

TEKNOLOGI HIJAU

 Oleh : Rifqi Arnandha (X32-Rifqi)

 

Abstak

            Revolusi industri menjadi salah satu pendorong perkembangan teknologi. Teknologi hijau adalah salah satu inovasi dari teknologi yang ramah lingkungan. Teknologi hijau adalah keterkaitan sebuah teknologi yang dikembangkan untuk menciptakan keadaan yang ramah lingkungan. Teknologi hijau ini bekerja dengan mementingkan prinsip kelestarian lingkungan. Dengan adanya teknologi hijau ini merupakan salah satu upaya dalam menjaga kelestarian dan keberlanjutan kehidupan umat manusia. Teknologi hijau dinilai memiliki berbagai manfaat terutama pada lingkungan.

Kata Kunci: Teknologi hijau, Prinsip, Manfaat, Tujuan

Abstract

The industrial revolution is one of the drivers of technological development. Green technology is one of the innovations of environmentally friendly technology. Green technology is related to a technology developed to create an environment-friendly environment. This green technology works with the principle of environmental sustainability. The existence of green technology is one of the efforts to maintain the preservation and sustainability of human life. Green technology is considered to have various benefits, especially for the environment.

Keywords: Green technology, Principles, Benefits, Goals

Pendahuluan

Teknologi membawa pengaruh besar bagi kehidupan. Hadirnya teknologi yang berkembang kian pesat memberikan banyak manfaat yang memungkinkan manusia bisa mengerjakan pekerjaan dengan lebih praktis dan cepat.

Saat ini, perkembangan teknologi sudah merambah ke berbagai bidang. Mulai dari bidang pertanian, industri besar, bahkan industri terkecil dalam lingkup rumah tangga juga membutuhkan teknologi.

Namun, pemanfaatan teknologi yang tidak tepat dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Untuk mengatasinya, dibuatlah suatu teknologi yang disebut teknologi hijau.

Rumusan Masalah

1.       Pengertian Teknologi Hijau

2.       Contoh Teknologi Hijau

3.       Prinsip-prinsip Teknologi Hijau

4.        

Tujuan

1.       Mengetahui Teknologi Hijau

2.       Mengetahui Teknologi Hijau

3.       Mengetahui Prinsip Teknologi Hijau

Pembahasan

1.       Pengertian Teknologi Hijau

Teknologi hijau adalah teknik untuk menghasilkan energi dan/atau produk yang tidak mencemari lingkungan hidup. Teknologi dikenal juga dengan istilah teknologi ramah lingkungan.

Mengutip Buku Pendalaman Materi Ilmu Pengetahuan Alam oleh Dewi Nur Halimah, teknologi hijau bertujuan menghasilkan berbagai produk dan jasa dengan memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbarui dan tidak menghasilkan limbah yang membahayakan lingkungan.

Selain itu, teknologi hijau juga banyak menggunakan bahan yang didaur ulang. Hal itu tentu saja berperan besar untuk mengurangi pencemaran lingkungan.

Teknologi hijau yang telah diterapkan dalam berbagai bidang merupakan bentuk penerapan teknologi yang memperhatikan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan. Oleh sebab itu, hendaknya masyarakat turut berpartisipasi dengan menggunakan teknologi hijau yang sudah ada.

Menurut (Iravani, 2017) bahwa konsep proses dan teknologi hijau adalah proses dan teknologi yang ramah lingkungan, ditingkatkan dan dimanfaatkan sedemikian rupa sehingga tidak merusak merusak lingkungan dan melestarikan sumber daya alam. Beberapa orang merujuk teknologi hijau sebagai teknologi lingkungan dan teknologi bersih. Harapan yang ada adalah bahwa bidang ini akan membawa kebaruan dan perubahan inovasi dalam kehidupan diurnal yang sama besarnya dengan teknologi informasi. Teknologi Hijau adalah Teknologi yang mempertimbangkan penghematan dalam penggunaan sumber daya alam dan menjaga keberlangsungan ketersediaannya serta meminimalisasi dampak negatif bahkann berusaha meningkatkan kualitas hidup manusia.

2.       Contoh Teknologi Hijau

1. Biopestisida

Mengutip buku BUPELAS: Pemetaan Materi dan Bank Soal IPA oleh Tim Maestro Eduka, biopestisida adalah semua bahan hayati berupa makhluk hidup, seperti hewan, tumbuhan, bakteri, jamur, atau protozoa, yang dapat digunakan untuk membunuh hama dan penyakit.

Biopestisida termasuk teknologi hijau karena menggunakan bahan aktif dari organisme hidup dan tidak menggunakan bahan kimia berbahaya.

2. Biogas

Biogas merupakan gas yang dihasilkan oleh aktivitas bakteri secara anaerobik atau fermentasi bahan-bahan organik. Bahan baku biogas antara lain kotoran sapi, kotoran unggas, kotoran ayam, dan limbah rumah tangga.

Biogas dapat digunakan sebagai gas alternatif untuk memanaskan dan menghasilkan energi listrik. Gas ini bersifat ramah lingkungan dan dapat mengurangi efek rumah kaca hingga penggunaan kayu bakar.

3. Biobag

Biobag adalah tas ramah lingkungan yang terbuat dari tepung singkong atau kulit ari jagung dengan polimer sintetik. Biobag menggunakan bahan-bahan yang mudah terurai dan tidak mencemari lingkungan.

4. Mobil Listrik

Mobil listrik digerakkan menggunakan energi listrik yang disimpan dalam baterai atau tempat penyimpan energi lainnya. Mobil listrik ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar fosil yang menghasilkan emisi gas berbahaya sehingga dapat mengurangi efek rumah kaca.

 

3.       Prinsip Teknologi Hijau

Ada 6 prinsip yang diterapkan pada konsep teknologi hijau, yaitu:

1.       Refine, yang berarti menggunakan bahan ramah lingkungan dan melalui proses yang lebih aman dari teknologi sebelumnya.

2.       Reduce, artinya mengurangi jumlah limbah dengan mengoptimalkan penggunaan bahan.

3.       Reuse, artinya menggunakan kembali bahan-bahan yang sudah tak terpakai atau sudah berupa limbah dan diproses dengan cara yang berbeda.

4.       Recycle, yaitu menggunakan kembali bahan atau limbah dan diproses dengan cara yang sama.

5.       Recovery, yang berarti pemanfaatan material tertentu dari limbah untuk diproses demi keperluan lain.

6.       Retrieve energy, yaitu penghematan energi dalam suatu proses produksi.

 

Kesimpulan

Teknologi yang terus berkembang seiring berkembangnya zaman, kemudian memunculkan berbagai inovasi-inovasi baru untuk kehidupan. Salah satu bentuk perkembangan teknologi yang merupakan inovasi dari teknologi ramah lingkungan yaitu teknologi hijau. Teknologi hijau merupakan teknologi yang mempertimbangkan penghematan dalam penggunaan sumber daya alam dan juga menjaga keberlangsungan ketersediaannya serta meminimalisasi dampak negatif bahkan berusaha meningkatkan kualitas hidup manusia. Teknologi hijau sebagai teknologi yang ramah lingkungan dalam penerapan nya memiliki beberapa prinsip dan tujuan. Selain itu, teknologi hijau memiliki berbagai manfaat dalam usaha melestarikan lingkungan.

DAFTAR PUSTAKA

3, Sep 2021. https://kumparan.com/kabar-harian/apa-yang-dimaksud-dengan-teknologi-hijau-ini-penjelasannya-1wSODJJ4JUt/full

1, Nov 2021. https://www.kompas.com/skola/read/2021/11/01/170000769/mengenal-teknologi-hijau

Asriningpuri, Handajani, Fajar Kurniawati, dan Galih Pambudi. 2015. Teknologi Hijau Warisan Nenek Moyang di Tanah Parahyangan. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan Volume 7, Nomor 1, Januari 2015 Hal. 51-65. Banten : Institut Teknologi Indonesia. Dalam https://journal.uii.ac.id/JSTL/article/view/3507/3100 (Diakses 23 November 2022)

 


Kamis, 17 November 2022

INDUSTRI HIJAU

 Oleh : Rifqi Arnandha (X32-Rifqi) 

ABSTRAK

Pemerintah harus terus berupaya memacu pembangunan industri hijau untuk mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. Hal ini agar pembangunan industri selaras dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Industri Hijau (green industry) bertujuan untuk mewujudkan Industri yang berkelanjutan dalam rangka efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelangsungan dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat. I ndustri hijau disamping dapat menunjang pengembangan Industri juga bisa dijadikan sebagai salah satu upaya pemenuhan komitmen penurunan gas Rumah Kaca. Permasalahan yang dikaji bagaimana pelaksanaan program industri hijau sebagai upaya pemenuhan komitmen penurunan gas rumah kaca dan Faktor-faktor apakah yang menjadi penghambat pelaksanaan program industri hijau. Metode pendekatan yang digunakan Yuridis empiris dengan spesifikasi deskriptif analitis, dengan primer dan sekunder serta analisisnya analisis kualitatif.

Kata kunci : Industri hijau

ABSTRACT

The government must continue to strive to spur the development of green industries to prioritize efficiency and effectiveness in the use of resources in a sustainable manner. This is so that industrial development is in harmony with the preservation of environmental functions and can provide benefits to society. Green Industry (green industry) aims to realize a sustainable Industry in the context of efficiency and effectiveness in the use of natural resources in a sustainable manner so as to align industrial development with the continuity and sustainability of environmental functions and provide benefits to society. Besides being able to support industrial development, the green industry can also be used as an effort to fulfill commitments to reduce greenhouse gases. The problems studied are how the implementation of the green industry program is an effort to fulfill commitments to reduce greenhouse gases and what factors are the obstacles to the implementation of the green industry program. The approach method used is empirical juridical with analytical descriptive specifications, with primary and secondary analysis and qualitative analysis.

Keywords: Green industry

PENDAHULUAN

Industri Hijau adalah Industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan Industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Program ini dikembangkan dengan dua strategi meliputi : pengembangan industri yang sudah ada menjadi industri hijau dan membangun industri baru dengan prinsip industri hijau. Program industri hijau bersifat sukarela dan diberikan 5 penghargaan bagi industri yang telah mencapai tingkat beyond compliance dalam proses produksinya. Pada tahun 2010 – 2015, tercatat sebanyak 458 perusahaan industri yang secara sukarela mengikuti penghargaan industri hijau dan 358 yang memperoleh penghargaan industri hijau. Penghargaan ini merupakan salah satu bentuk insentif yang diharapkan dapat mendorong pelaku industri dalam mewujudkan industri hijau. Pengembangan industri hijau merupakan salah satu upaya efisiensi proses produksi dan merupakan salah satu upaya untuk menurunkan gas Rumah kaca. Industri hijau sebagaimana dilakukan melalui berbagai upaya, antara lain: penerapan produksi bersih, konsenrvasi energi, efisiensi sumber daya, eco-design, proses daur ulang dan low carbon technology, maka akan terjadi efisiensi pemakaian bahan baku, energi dan air, sehingga limbah maupun emisi yang dihasilkan menjadi minimal. Dengan demikian, maka proses produksi akan menjadi lebih efisien yang tentunya akan meningkatkan daya saing produk industri.

RUMUSAN MASALAH

1.       Pengertian Industri Hijau

2.       Definisi Industri Hijau

3.       Konsep Industri Hijau

TUJUAN

1.       Mengetahui Apa Itu Industri Hijau

2.       Mengethui Definisi Industri Hijau

3.       Mengetahui Konsep Industri Hijau

PEMBAHASAN

1.       Pengertian Industri Hijau

Industri Hijau adalah Industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan Industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Industri hijau juga merupakan sebuah ikon industri yang harus dipahami dan dilaksanakan, di mana industri dalam proses produksinya menerapkan upaya efisiensi dan efektivitas terhadap penggunaan sumber daya secara berkelanjutan.

 

2.       Definisi Industri Hijau

Industri hijau atau industri ramah lingkungan merupakan industri yang dalam proses produksinya mengutamakan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan, sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberi manfaat bagi masyarakat. Industri hijau merupakan salah satu jawaban terwujudnya bumi yang sehat, karena industri hijau merupakan suatu gerakan industri yang berwawasan lingkungan, menselaraskan pembangunan dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup

3.       Konsep Industri Hijau

Konsep Industri Hijau menekankan kepada efisiensi serta efektifitas penggunaan bahan baku, jangan sampai terlalu banyak bahan baku yag terbuang percuma. efisien dan efektifitas merupakan salah satukunci utama di konsep hijau. bayangkan betapa banyaknya bahan yang bisa digunakan kalau ternyata bahan tersebut tidak terpakai karena penggunaan bahan baku yang tidak efisien.Input masuk sama dengan output adalah hal minimal yang harus dicapai oleh setiap perusahaan bayangkan betapa sayangnya bahan terbuang, dan dampaknya sangat terasa bagi alam. bahan mentahdiproduksi dengan energi yang berasal dari minyak bumi atau fosil, karena di Indonesia masihdidominasi energi fosil sebesar 37% berdasarkan data dari WWF. berapa banyak karbon yang keluar dan terbuang sia-sia jika kita membuang bahan baku.

KESIMPULAN

Program industri hijau telah dilaksanakan sejak tahun 2010 tetapi belum signifact menurunkan konsentrasi gas rumah kaca, karena terdapat berbagai faktor penghambat antara lain: substansi hukumnya masih bersifat sukarela, belum ada sanksinya, masih banyak terjadi pembiaran pada industri yang belum menerapkan program industri hijau, terbatasnya industri permesinan nasional untuk mendukung pengembangan industri hijau, masih dominannya profit oriented di kalangan produsen dan konsumen belum banyak yang sadar lingkungan (green consument). Rekomendasi antara perlu mengubah menjadi mandatori, pemberian insentif, peningkatan kepedulian lingkungan baik pada produsen maupun konsumen.

DAFTAR PUSTAKA

Hidayat, Atep Afia. 2022. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Modull 12 KPLI : Industri Hijau. Universitas Mercu Buana, Jakarta.

(Diakses Pada 17 November 2022)

Anonim. 2016. Kemenperin Dorong Pengembangan Industri Hijau. Indonesia: Kemenperin

(Diakses pada 17 November 2022)

 


Kamis, 10 November 2022

KIMIA HIJAU DAN PRINSIPNYA

 Oleh : Rifqi Arnandha (X32-Rifqi)

 

ABSTRAK

    Green chemistry umumnya mencakup konsep dan pendekatan yang efektif untuk mencegah pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh proses dan produk bahan kimia beracun dan berbahaya. Pembelajaran kimia berbasis green chemistry menjadi salah satu metode yang dapat digunakan sebagai pendekatan untuk mencegah pencemaran akibat bahan-bahan kimia. Kegiatan praktikum di laboratorium berupaya menggunakan prinsip green chemistry yang dapat dilakukan dengan upaya mengurangi, menghilangkan, atau mengganti penggunaan bahan-bahan kimia beracun dan berbahaya yang digunakan dalam percobaan untuk mengurangi kadar pencemar dan volume limbah. Sebagai tenaga pendidik dalam pelaksanaan pembelajaran kimia diharapkan mampu memiliki ilmu pengetahuan, wawasan, serta ketrampilan dalam mengaplikasikan prinsip-prinsip green chemistry.

Kata Kunci : Kimia, Hijau, Prinsip, Penerapan

ABSTRACT

Green chemistry generally includes effective concepts and approaches to prevent environmental pollution caused by toxic and hazardous chemical processes and products. Green chemistry-based learning is one method that can be used as an approach to prevent pollution due to chemicals. Practical activities in the laboratory attempt to use the principle of green chemistry which can be done by reducing, eliminating, or replacing the use of toxic and hazardous chemicals used in experiments to reduce pollutant levels and the volume of waste. As educators in the implementation of chemistry learning, they are expected to be able to have knowledge, insight, and skills in applying the principles of green chemistry.

Keywords: Chemistry, Green, Principle, Application

A.     PENDAHULUAN

Abad ke-21 ditandai oleh perkembangan yang pesat di bidang teknologi telekomunikasi dan transportasi yang mengakibatan peningkatan percepatan mobilisasi berbagai produk termasuk sumber daya manusia. Perkembangan tersebut menuntut SDM yang berkualitas, oleh karena itu upaya meningkatkan kualitas SDM menjadi agenda pembangunan yang teramat penting. Dalam upaya meningkatkan kualitas SDM, pendidikan mempunyai peranan yang sangat strategis, menyadari akan hal tersebut pemerintah terus melakukan kebijakan yang berkaitan dengan peningkatan mutu, relevansi dan efisiensi ( Nurbaity, 2011 )

Dalam sistem pendidikan nasional untuk meningkatan mutu pendidikan, peningkatan kualitas tenaga pengajar atau guru sangatlah relevan, karena guru sebagai pengajar menjadi bagian yang penting dalam melakukan proses pembelajaran di sekolah. Pembelajaran akan berjalan efisien dan efektif apabila guru memahami materi ajar dengan baik dan memiliki kemampuan mentransfer yang tinggi, menggunakan metode dan pendekatan yang tepat. dalam sistem pendidikan nasional. Pada saat ini muncul berbagai pendekatan dalam pembelajaran, semua ini merupakan upaya agar siswa dapat belajar secara optimal. Banyak ragam inovasi dalam pembelajaran dikembangkan sebagai upaya antisipasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ( Nurbaity, 2011 ).

Green Chemistry adalah suatu falsafah atau konsep yang mendorong desain dari sebuah produk ataupun proses yang mengurangi ataupun mengeliminir penggunaan dan penghasilan zat-zat (substansi) berbahaya ( Mitarlis, 2016 ).

B.    RUMUSAN MASALAH

1.       Pengertian Kimia Hijau

2.       Prinsip Kimia Hijau

3.       Penerapan Kimia Hijau

C.   TUJUAN

1.       Mengetahui Apa Itu Kimia Hijau

2.       Mengetahui 12 Prinsip Kimia Hijau

3.       Mengetahui Cara Menerapkan Kimia Hijau

D.    PEMBAHASAN

A.     Pegertian Kimia Hijau

Dikutip dari jurnal berjudul Pengaplikasian Prinsip-Prinsip Green Chemistry dalam Pelaksanaan Pembelajaran Sebagai Pendekatan untuk Pencegahan Pencemaran Akibat Bahan-Bahan Kimia dalam Kegiatan Praktikum di Laboratorium oleh Adhina Choiri Putri, berikut pengertian kimia hijau menurut para ahli.

Menurut Mitarlis, kimia hijau adalah suatu falsafah atau konsep yang mendorong desain dari sebuah produk ataupun proses yang mengurangi ataupun mengeliminasi penggunaan dan penghasilan zat-zat (substansi) berbahaya.

Sementara menurut Prabawati, kimia hijau adalah meminimalisasi zat berbahaya, penggunaan katalis reaksi dan proses kimia, penggunaan reagen yang tidak beracun, penggunaan sumber daya yang dapat diperbaharui, peningkatan efisiensi atom, penggunaan pelarut yang ramah lingkungan dan dapat di daur ulang.

Prabawati menambahkan bahwa kimia hijau bertujuan untuk mengembangkan proses kimia dan produk kimia yang ramah lingkungan dan sesuai dengan pembangunan berkelanjutan.

Ada pun menurut Ismail Marzuki dan Sattar dalam buku Aplikasi Mikrosimbion Spons dalam Bioremediasi Lingkungan oleh, kimia hijau adalah suatu filosofi yang senantiasa mendorong untuk mencari cara penerapan teknologi atau metode tertentu dalam pemenuhan kebutuhan manusia.

Kimia hijau dimaksudkan untuk membuat berbagai kemudahan dalam kelangsungan kehidupan dengan mengurangi dan mencegah terjadinya potensi pencemaran pada lingkungan maupun pada area sekitarnya, baik yang sifatnya jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian kimia hijau adalah ide untuk membuat produk atau proses kimia untuk mengurangi atau menghilangkan penggunaan dan pembentukan beragam senyawa yang berbahaya bagi kehidupan manusia serta lingkungan.

B.      12 PRINSIP KIMIA HIJAU

1. Pencegahan (Prevention)

Lebih baik melakukan pencegahan terhadap produksi limbah, daripada mengolah dan membersihkan limbah. Sebagaimana telah dikemukakan, kimia hijau bertujuan mengurangi atau menghilangkan penggunaan bahan-bahan kimia yang berbahaya dengan mendesain dari produk-produk kimia dan prosesnya.

2. Ekonomi atom (Atom Economy)

Penerapan metode sintetis baru yang dirancang untuk memaksimalkan penggabungan semua bahan yang digunakan dalam proses ke dalam produk akhir.

Penerapan ini untuk menghasilkan limbah yang lebih sedikit. Dengan limbah yang sedikit, maka lingkungan jadi tidak terlalu rusak.

3. Sintesis kimia yang tidak berbahaya (Less Hazardous Chemical Syntheses)

Perancangan metode sintetis untuk menghindari penggunaan atau menghasilkan zat-zat beracun bagi manusia maupun lingkungan. Dengan merancangkan sintesis kimia yang aman, maka lingkungan dan manusia tidak akan rusak.

4. Merancang bahan kimia yang lebih aman (Designing Safer Chemicals)

Produk kimia yang dihasilkan harus dirancang untuk mempengaruhi fungsi yang diinginkan dan meminimalkan tingkat toksisitasnya.

5. Pelarut dan alat bantu yang lebih aman (Safer Solvents and Auxiliaries)

Sebisa mungkin meminimalkan atau menghindari penggunaan bahan pembantu (zat pelarut, zat pemisah, dan sejenisnya). Jika harus digunakan, maka gunakan bahan pembantu yang bersifat lebih aman atau tidak berbahaya bagi lingkungan.

6. Desain untuk efisiensi energi (Design for Energy Efficiency)

Persyaratan energi dari proses kimiawi untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan ekonominya. Apabila memungkinkan, maka sebaiknya metode sintetis dilakukan pada suhu dan tekanan sekitar.

7. Penggunaan bahan baku terbarukan (Use of Renewable Feedstocks)

Bahan mentah atau bahan baku yang digunakan harus dapat diperbaharui (jika memungkinkan secara teknis dan ekonomis). Dengan memperbaharui bahan baku yang telah digunakan, maka limbah pun akan berkurang.

8. Mengurangi derivatif atau turunan (Reduce Derivatives)

Mengurangi turunan yang tidak perlu (penggunaan kelompok pemblokiran, perlindungan, modifikasi sementara proses fisik atau kimiawi) atau dihindari apabila memungkinkan, karena langkah-langkah tersebut memerlukan reagen tambahan dan dapat menghasilkan limbah.

9. Katalisis (Catalysis)

Penggunaan reagen katalitis (selektif mungkin) lebih baik daripada reagen stoikiometri. Dari sisi kimia hijau, penggunaan katalis berperan pada peningkatan selektifitas, mampu meminimalkan penggunaan energi dalam suatu reaksi.

10. Desain untuk degradasi (Design for Degradation)

Produk kimia yang dihasilkan harus dirancang sedemikian rupa sehingga pada akhir fungsinya, produk tersebut dapat terurai menjadi produk degradasi yang tidak berbahaya dan tidak bertahan lama di lingkungan.

11. Analisis real-time untuk pencegahan polusi (Real-time analysis for Pollution Prevention)

Pengembangan metodologi analitik yang diperlukan untuk memungkinkan analisis real-time untuk pencegahan polusi, pemantauan dan pengendalian dalam proses sebelum pembentukan zat berbahaya.

12. Penggunaan bahan kimia yang Lebih Aman Secara Inheren untuk pencegahan kecelakaan (Inherently Safer Chemistry for Accident Prevention)

Penggunaan zat dalam proses kimia apabila memungkinkan menggunakan zat kimia yang berpotensi rendah kecelakaan, termasuk ledakan, kebakaran, dan sejenisnya.

C.      Penerapan Kimia Hijau

1. Dalam hubungannya dengan keamanan pangan, konsep kimia hijau diterapkan dengan konsep pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) untuk mengurangi dampak buruk penggunaan zat-zat kimia untuk lingkungan pertanian.

2. Menggunakan energi alternatif sebagai pengganti sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, seperti biogas, biodiesesl, biofuel, dan lainnya.

3. Menerapkan 3R dalam penggunaan energi, yaitu reuse (menggunakan kembali), recycle (daur ulang), dan reduce (mengurangi).

4. Penggunaan cat ramah lingkungan dan tidak mengandung VOC (zat yang mudah menguap, sehingga dapat bersifat berbahaya bagi kesehatan). Misalnya, cat yang berbasis pelarut dari tanaman yang tidak berbau, mudah dibersihkan, dan berdaya tutup yang baik.

5. Menggunakan plastik yang ramah lingkungan untuk mulai menggantikan plastik yang berasal dari petroleum. Beberapa produk plastik ramah lingkungan tersebut dibuat dari hasil pertanian, seperti jagung, kentang, dan gula dari buah bit.

6. Penerapan teknologi daur ulang pelarut organik yang digunakan untuk langkah-langkah pembuatan zat kimia, seperti pada sistem fermentasi, ekstraksi, pembentukan dan tahap akhir produk. Pelarut-pelarut yang berbahaya bagi lingkungan diganti dengan pelarut yang ramah lingkungan seperti jenis dari soy methyl ester dan laktat ester yang berasal dari kedelai, yang mampu menggantikan pelarut yang merupakan turunan produk minyak bumi terklorinasi.

KESIMPULAN

Green chemistry memiliki peranan penting untuk mencegah pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh proses dan produk bahan kimia beracun dan berbahaya. Prinsip Green Chemistry dapat diapliaksikan dalam pembelajaran kimia, salah satunya yaitu dalam kegiatan praktikum di laboratorium. Hal yang dapat dilakukan diantaranya mengurangi atau mengganti bahan-bahan kimia berbahaya yang digunakan dalam suatu reaksi kimia atau sintesis suatu senyawa yang menghasilkan limbah berbahaya yang dapat menimbulkan masalah lingkungan.

Pembelajaran kimia dengan pendekatan green chemistry bukanlah tujuan yang absolut tetapi mempunyai dedikasi terhadap proses pembangu-nan yang bekelanjutan, di mana lingkungan dipertimbangkan sejalan dengan kimia.

Pembelajaran kimia baik di sekolah menengah maupun di perguruan tinggi perlu dirancang pembelajaran teori maupun praktikum di laboratorium dengan mengaplikasikan prinsip-prinsip green chemistry.

Sebagai tenaga pendidik, hal yang dapat dilakukan ialah mengkaji dan merevisi percobaan-percobaan yang selama ini dilakukan, mencari alternatif dan memilih materi praktikum serta mengembangkan, merancang dan melakukan percobaan- percobaan baru yang berorientasi green chemistry. Sedangkan untuk mahasiswa atau calon tenaga pendidik dapat melakukan percobaan yang berorientasi pada green chemistry.

DAFTAR PUSTAKA

Hidayat, Atep Afia. 2022. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Modull 11 KPLI : Kimia Hijau. Universitas Mercu Buana, Jakarta.

(Diakses Pada 10 November 2022)

Yulaika Ramadhani, 2022. https://tirto.id/contoh-penerapan-kimia-hijau-di-kehidupan-prinsip-green-chemistry-gwDn

(Diakses, Pada 10 November 2022)

2022,https://kumparan.com/kabar-harian/12-prinsip-kimia-hijau-dan-pengaplikasiannya-dalam-kehidupan-1yXNyVyU5Qb/full

(Diakses Pada 10 November 2022)

Adhina Choiri Putri, https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jcs/article/downloadSuppFile/14585/2460

(Diakses Pada 10 November 2022)



Kamis, 03 November 2022

PENCEMARAN AIR

 Oleh Rifqi Arnandha (X32-Rifqi)


Abstrak

       Air merupakan kebutuhan utama bagi proses kehidupan di bumi, sehingga tidak ada kehidupan seandainya tidak ada air di bumi. Namun, air dapat menjadi malapetaka jika tersedia dalam kondisi yang tidak benar, baik kualitas maupun kuantitas airnya. Air yang bersih sangat dibutuhkan manusia, baik untuk keperluan sehari-hari, untuk keperluan industri, untuk kebersihan sanitasi kota, dan sebagainya.

Kata Kunci : Air, Dampak, Tercemar

Abstract

       Water is the main requirement for the process of life on earth, so that there is no life if there is no water on earth. However, water can be disastrous if it is available in the wrong conditions, both in terms of water quality and quantity. Clean water is needed by humans, both for daily needs, for industrial purposes, for city sanitation, and so on.

Keywords: Water, Impact, Polluted

A.   Pendahuluan

       Di zaman sekarang, air menjadi masalah yang memerlukan perhatian serius. Untuk mendapatkan air yang baik sesuai dengan standar terntentu sudah cukup sulit untuk di dapatkan. Hal ini dikarenakan air sudah banyak tercemar oleh bermacammacam limbah dari berbagai hasil kegiatan manusia. Sehingga menyebabkan kualitas air menurun, begitupun dengan kuantitasnya. Telah terjadi banyak pencemaran air, misal di Provinsi Banten pencemaran terjadi di perairan pantai utara Serang yaitu di kecamatan Tirtayasa dimana warga setempat mengandalkan sungai Ciujung untuk keperluan mandi dan kebutuhan lainnya seperti pengairan bagi tambak sehingga hasil tambak menjadi tidak optimal. Secara kimiawi, pencemaran telah terjadi sungai Ciujung karena air sungai sering menjadi hitam dan mengeluarkan bau menyengat. Hal ini ditenggarai akibat limbah pabrik.

B.    Rumusan Masalah

1.       Pengertian Pencemaran Air

2.       Penyebab Pencemaran Air

3.       Dampak Pencemaran Air Di Lingkungan Sekitar

 

C.   Tujuan

1.       Mengetahui Apa Itu Pencemaran Air

2.       Mengetahui Dampak Dari Pencemaran Air

3.       Mengetahui Penyebab Air Tercemar

 

D.   Pembahasan

A.             Pengertian Pencemaran Air

       Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai macam fungsinya sangat membantu kehidupan manusia. Kemanfaatan terbesar danau, sungi, lautan dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya berpotensi sebagai objek wisata.

B.   Penyebab Pencemaran Air

       Berdasarkan defisini dari pencemaran air, dapat diketahui bahwa penyebab pencemaran air dapat berupa masuknya makhluk hidup, zat, energi ataupun komponen lain sehingga kualias air menurun dan air pun tercemar. Banyak penyebab pencemaran air, tetapi secara umum dapat dikategorikan menjadi 2 (dua) yaitu sumber kontaminan langsung dan dan tidak langsung.Sumber langsung meliputi efluen yang keluar industri, TPA sampah, rumah tangga dan sebagainya. Sumber tak langsung adalah kontaminan yang memasuki badan air dari tanah, air tanah atau atmosfir berupa hujan. Pada dasarnya sumber pencemaran air berasal dari industri, rumah tangga (pemukiman) dan pertanian. Tanah dan air mengandung sisa dari aktifitas pertanian seperti pupuk dan pestisida. Kontaminan dari atmosfir juga berasal dari aktifitas manusia yaitu pencemaran udara yang menghasilkan hujan asam.

Selain itu pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda, seperti:

1. Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada eutrofikasi.

2. Sampah organik seperti air comberan (sewage) menyebabkan peningkatan kebutuhan

oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang

dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem.

3. Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam

berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek

termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga

mengurangi oksigen dalam air.

4. Seperti limbah pabrik yg mengalir ke sungai seperti di sungai citarum.

C.   Dampak Pencemaran Air Di Lingkungan Sekitar

       Pencemaran air berdampak luas, misalnya dapat meracuni sumber air minum, meracuni makanan hewan, ketidakseimbangan ekosistem sungai dan danau, pengrusakan hutan akibat hujan asam, dan sebagainya. Di badan air, sungai dan danau, nitrogen dan fosfat (dari kegiatan pertanian) telah menyebabkan pertumbuhan tanaman air yang di luar kendali (eutrofikasi berlebihan). Ledakan pertumbuhan ini menyebabkan oksigen, yang seharusnya digunakan bersama oleh seluruh hewan/tumbuhan air, menjadi berkurang. Ketika tanaman air tersebut mati, dekomposisi mereka menyedot lebih banyak oksigen. Sebagai akibatnya, ikan akan mati, dan aktivitas bakteri menurun. Dampak pencemaran air pada umumnya dibagi atas 4 kelompok, yaitu:

1. Dampak terhadap kehidupan biota air

2. Dampak terhadap kualitas air tanah

3. Dampak terhadap kesehatan

4. Dampak terhadap estetika lingkungan

 

 

D.   Penutup

       Air merupakan elemen yang sanagat penting bagi kehidupan, tidak hanya untuk manusia melainkan untuk makhluk hidup lainnya karena sejatinya setiap makhluk hidup membutuhkan air untuk hidup, sperti manusia yang membutuhkan air untuk mandi, masak, mencuci dan lain-lain, begitu juga dengan hewan yang membutuhkan air untuk minum an membersihkan diri, dan juga tumbuh-tumbuhan yang memerlukan air untuk bisa tetap hidup. Maka dari itu kita sebagai mansuao harus bisa menjaga sumber-sumber air agar tetap bersih dan tidak cermar serta mencari solusi untuk air yang yang sudah tercemar, salah satu hal yang ringan untuk bisa mencegah pencemaran air adalah dengan tidak membuang sampah kesungai atau tidak membuang limbah-limbah yang dapat memicu terjadinya pencemaran pada air.

DAFTAR PUSTAKA

Atep Afia Hidayat, Ir. MP 2022 : Pencemaran Udara Dan Pencemaran Air

Modul 10 Kimia Dan Pengetahuan Lingkungan Industri

http://pandisuryadi-berbagiilmu.blogspot.com/2011/01/karya-ilmiah-dampak-pencemaran-air-oleh.html

https://restorasibumi.blogspot.com/%E2%80%A6/cara-mencegah-pencemaran-air.html

 


Minggu, 23 Oktober 2022

INDUSTRI PENGOLAHAN AIR BERSIH

Oleh : Rifqi Arnandha (X32-Rifqi)

Abstrak

Seiring dengan pesatnya perkembangan penduduk maka kebutuhan air bersih untuk masyarakat juga semakin meningkat. Peran Pemerintah menjadi sangat penting bagi pembangunan pengolahan air di pelosok yang belum adanya kebutuhan air bersih. Sebagai pusat pengembangan andalan diperlukan dukungan sumber daya yang strategis, termasuk sumber daya air. Curah hujan rata-rata tahunan 3.325 mm namun karena seluruh pelosok Indonesia tediri dari batuan granit dan malihan maka curah hujan yang tinggi itu tidak dapat tersimpan dengan optimal sebagai air tanah, untuk itu perlu adanya pembuatan danau-danau buatan untuk menampung curah hujan tersebut yang airnya dapat diolah menjadi sumber air bersih bagi warga Indonesia, salah satu contoh pemanfaatan cadangan air baku adalah danau-danau yang berada di lingkungan sekitar.

 Abstract

Water is man's basic necessity. As people grow rapidly, there is a growing need for fresh water. The role of governments is vital for water treatment in areas where there is no need for clean water. A key development center would require strategic resource support, including water resources. The average annual rainfall of 3,325 mm, but since all parts of Indonesia fall from granite rock and malihan in the region, the high rainfall is not stored optimally as groundwater, it is necessary to construct artificial lakes to accommodate the rainfall, which can be treated as a source of fresh water for indonealists, one example of lakes in the surrounding environment.

Pendahuluan

Air merupakan sumber kehidupan, tidak hanya bagi manusia, makhluk hidup yang lain juga sangat membutuhan air. Bahkan dapat dipastikan tanpa pengembangan sumber daya air konsisten peradaban manusia tidak akan mencapai tingkat yang dinikmati sampai saat ini. Oleh karena itu, pengembangan dan pengolahan sumber daya air merupakan dasar peradaban manusia. (“Sunaryo, dkk. 2005”). Air bersih merupakan kebutuhan pokok manusia, dimana kebutuhannya dari hari kehari dirasakan semakin meningkat sejalan dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan ketergantungan masyarakat dan juga pola hidup masyarakat terhadap air. Air bersih merupakan salah satu faktor penting bagi kesehatan manusia. Maka dari itu di pelosok air bersih pun menjadi salah satu dari sekian banyak kebutuhan yang sangat diprioritaskan bagi seluruh makhluk hidup. Bagi manusia, air bersih berperan penting dalam berbagai macam bentuk kegiatan sehari-hari. Dalam keperluan rumah tangga saja misalnya, air bersih banyak digunakan untuk keperluan mencuci, memasak makanan dan minuman serta keperluan-keperluan mandi  dan lain sebagainya. Selain keperluan rumah tangga, air bersih juga sangat berperan dalam keperluan-keperluan umum lainnya seperti kegunaannya dalam bidang industri kecil hingga industri besar, perdagangan, peternakan dan pertanian, pelayanan masyarakat, rumah ibadah hingga keperluan umum untuk keindahan taman kota.

Rumusan Masalah

1.       Bagaimana penerapan industri pengolahan air?

2.       Bagaimana proses pengolahan air bersih?

3.       Bagaimana karakteristik air?

Tujuan

1.       Untuk memahami penerapannya.

2.       Untuk mengetahui proses pengolahan air bersih.

3.       Untuk mengetahui karakteristik air.

 

Pembahasan

 

1.       Penerapan air pada industri digunakan pada keseluruhan kegiatan proses produksi yang relatif kompleks. Kuantitas penggunaan air yang cukup tinggi untuk kegiatan proses produksi dan kegiatan operasional seringkali belum mendapat control yang optimal. Kurangnya control dan perhatian tersebut berdampak pada terjadinya inefisiensi, kebocoran, pemborosan dan meningkatnya limbah cair yang dihasilkan. Volume limbah cair yang tinggi selanjutnya mengakibatkan tingginya biaya operasional pengolahan limbah. Salah satu upaya dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan teknik produksi bersih, antara lain dengan melaksanakan tata kelola yang apik, perbaikan proses modifikasi teknologi, maupun penerapan strategi elimination, rethink, reduce, reuse, recycle dan recovery.

 

2.       Teknologi membran merupakan teknologi yang saat ini banyak digunakan dalam teknik pemisahan. Salah satu kegunaannya adalah untuk pengolahan air, seperti air sumur keruh. Air sumur keruh perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum digunakan untuk keperluan sehari-hari. Proses pengolahan air sumur keruh yang biasa dilakukan yaitu secara konvensional dengan menggunakan tawas dan penyaringan. Namun hal tersebut belum bisa mengatasi permasalahan air sumur keruh yang ada. Oleh karena itu, diperlukan adanya teknologi yang handal untuk mengolah air sumur tersebut sehingga aman untuk digunakan sehari-hari. Teknologi membran merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengolah air sumur keruh tersebut. Membran yang dibuat adalah polysulfones

 

3.       Karakteristik fisik air

a)       Kekeruhan

       Kekeruhan air dapat ditimbulkan oleh adanya bahan- bahan anorganik dan organic yang terkandung dalam air seperti lumpur dan bahan yang dihasilkan oleh buangan industri.

b)      Temperatur

       Kenaikan temperatur air menyebabkan penurunan kadar oksigen terlarut. Kadar oksigen terlarut yang terlalu rendah akan menimbulkan bau yang tidak sedap akibat degradasi anacrobic yang mungkin saja terjadi.

c)       Warna    

       Warna air dapat ditimbulkan oleh kehadiran organisme, bahan-bahan tersuspensi yang berwarna dan oleh ekstrak senyawa-senyawa organic serta tumbuh-tumbuhan.

d)      Solid (Zat padat)

       Kandungan zat padat menimbulkan bau busuk, dapat menyebabkan turunnya kadar oksigen terlarut. Zat padat dapat menghalangi penetrasi sinar matahari dalam air.

e)       Bau dan rasa

       Bau dan rasa dapat dihasilkan oleh adanya organisme dalam air seperti alga serta oleh adanya gas seperti H2S yang terbentuk dalam kondisi anaerobic, dan oleh adanya senyawa-senyawa organic tertentu.

 

4.       Karakteristik Kimia Air

a)       pH

 Pembatasan pH dilakukan karena akan mempengaruhi rasa, korosifitas air dan efisiensi klorinasi.

b)      DO (dissolved oxygen)

        DO adalah jumlah oksigen terlarut dalam air yang berasal dari fotosintesa dan absorbs atmosfer atau udara. Semakin banyak jumlah DO maka kualitas air semakin baik. Satuan DO biasanya dinyatakan dalam satuan persentase saturasi.

c)       BOD (biological oxygen demand)

      BOD adalah banyaknya oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk menguraikan bahan-bahan organik (zat pencerna) yang terdapat pada dalam air buangan secara biologi. BOD dan COD digunakan untuk memontoring kapasitas self .

d)      COD (chemical oxygen demand)

       COD adalah banyaknya oksigen yang dibutuhkan untuk mengodaksi bahan-bahan organik secara kimia.

e)       Kesadahan

       Kesadahan air yang tinggi mempengaruhi efektifitas pemakaian sabun, namun sebaliknya dapat memberikan rasa yang segar. Di dalam pemakaian untuk industri (air ketel, air pendingin, atau pemanas) adanya kesadahan dalam air tidaklah dikehendaki. Kesadahan yang tinggi bisa disebabkan oleh adanya kadar residu terlarut yang tinggi dalam air

Kesimpulan

Lokasi yang sarana dan prasarana pengolahan air bersih tidak berfungsi dan berfungsi sebagian sangat berpengaruh dalam pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat, dan juga mempengaruhi kinerja dari penyelenggaraan program kegiatan, lokasi-lokasi tersebut akan diberikan bimbingan dan arahan untuk memperbaiki kondisi infrastruktur dan kelembagaaan yang ada salah satunya dengan membuat perencanaan kembali yang dapat diajukan kepada pemerintah.

Daftar Pustaka

Hidayat, Atep Afia. 2022. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Modull 8 KPLI : Industri Kimia Di Masda Depan. Universitas Mercu Buana, Jakarta.

2021, A Simanjuntak. Pengolahan Air Bersih    http://digilib.unimed.ac.id/42877/9/9.%20NIM.%203143131006%20CHAPTER%20I.pdf

Sunaryo, dkk, 2005 Pengolahan Sumber Daya Air http://digilib.unimed.ac.id/17838/3/309431014%20BAB%20I.pdf

RJ Rumapea, 2012. Instalasi Pengolahan Air Bersih  

https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/edev