.

Tampilkan postingan dengan label @X26-Puncak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @X26-Puncak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Desember 2022

PENGERTIAN, KONSEP DAN DEFINISI INDUSTRI HIJAU

 PENGERTIAN, KONSEP DAN DEFINISI INDUSTRI HIJAU

Oleh : Puncak Windu Sasmita @X26-Puncak


ABSTRAK

    Pembangunan Industri Hijau (green industry) bertujuan untuk mewujudkan Industri yang  berkelanjutan dalam rangka efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelangsungan dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat. I ndustri hijau disamping dapat menunjang pengembangan Industri juga bisa dijadikan sebagai salah satu upaya pemenuhan komitmen penurunan gas Rumah Kaca. Permasalahan yang dikaji bagaimana pelaksanaan program industri hijau sebagai upaya pemenuhan komitmen penurunan gas rumah kaca dan Faktor-faktor apakah yang menjadi penghambat pelaksanaan program industri hijau. Metode pendekatan yang digunakan Yuridis empiris dengan spesifikasi deskriptif analitis, dengan primer dan sekunder serta analisisnya analisis kualitatif.

Kata Kunci: Industri hijau, gas rumah kaca 

ABSTRACT

    Green industry development aims to bring about a sustainable industry in terms of the efficiency and effectiveness of sustainable use of natural resources, enabling industry to align with the continued existence and sustainability of environmental function and benefit communities. The green industry, in addition to supporting the growth of industry, can also be one of the many efforts to achieve a greenhouse-reduction commitment. The question is whether green industrial programs are performing asa glass-gas reduction commitment effort and what factors are a deterrent to executing green industrial programs. An empirical jurisdictional approach with analytic specifications, with the primary and secondary and its analysis of qualitative analysis.


 Keywords: green industry, greenhouse gases

 

PENDAHULUAN

    Industri Hijau adalah Industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan Industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Program ini dikembangkan dengan dua strategi meliputi : pengembangan industri yang sudah ada menjadi industri hijau dan membangun industri baru dengan prinsip industri hijau. Program industri hijau bersifat sukarela dan diberikan 5 penghargaan bagi industri yang telah mencapai tingkat beyond compliance dalam proses produksinya. Pada tahun 2010 – 2015, tercatat sebanyak 458        perusahaan industri yang secara sukarela mengikuti penghargaan industri hijau dan 358 yang memperoleh penghargaan industri hijau. Penghargaan ini merupakan salah satu bentuk insentif yang diharapkan dapat mendorong pelaku industri dalam mewujudkan industri hijau. Pengembangan industri hijau merupakan salah satu upaya efisiensi proses produksi dan merupakan salah satu upaya untuk menurunkan gas Rumah kaca. Industri hijau sebagaimana dilakukan melalui berbagai upaya, antara lain: penerapan produksi bersih, konsenrvasi energi, efisiensi sumber daya, eco-design, proses daur ulang dan low carbon technology, maka akan terjadi efisiensi pemakaian bahan baku, energi dan air, sehingga limbah maupun emisi yang dihasilkan menjadi minimal. Dengan demikian, maka proses produksi akan menjadi lebih efisien yang tentunya akan meningkatkan daya saing produk industri.

 

RUMUSAN MASALAH

1. Definisi industri hijau.

2. Bagaimana Pengembangan industri yang sudah ada menuju industri hijau.

3. Konsep industri hijau.

4. Pengertian industri hijau

 

TUJUAN

1. Memahami arti industri hijau.

2. Mengetahui cara pengembangan nya.

3. Mengetahui konsep industri hijau.


PEMBAHASAN

1. Industri hijau atau industri ramah lingkungan merupakan industri yang dalam proses produksinya mengutamakan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan, sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberi manfaat bagi masyarakat. Industri hijau merupakan salah satu jawaban terwujudnya bumi yang sehat, karena industri hijau merupakan suatu gerakan industri yang berwawasan lingkungan, menselaraskan pembangunan dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup, serta mengutamakan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan.

2. Pengembangan industri hijau dapat dilakukan melalui beberapa penerapan seperti produksi bersih (cleaner production), konservasi energi (energy efficiency), efisiensi sumberdaya (resource efficiency eco-design), proses daur ulang, dan low-carbon technology.

Dilakukan melalui berbagai upaya antara lain:
(1) Rencana penerapan 5 standar industri hijau yaitu industri tekstil, ubin keramik, semen, baja, serta pulp dan kertas;
(2) Katalog bahan baku ramah lingkungan untuk industri tekstil, ubin keramik, dan makanan;
(3) Pedoman umum dan teknis konservasi energi dan pengurangan emisi gas CO2;
(4) Panduan teknis untuk studi kelayakan untuk implementasi Konservasi Energi dan Pengurangan Emisi CO2;
(5) Panduan pengolahan limbah cair, bahan berbahaya dan beracun (B3);

Selanjutnya,
(6) Panduan produksi bersih
(7) Program restukturasi mesin untuk industri gula, industri tekstil dan produk tekstil serta industri kulit dan alas kaki yang telah dilakukan sejak tahun 2007.
(8) Pemberian penghargaan Industri Hijau sejak tahun 2010 dan pada tahun 2014 telah diberikan penghargaan kepada 256 perusahaan.

 

3. Konsep Industri Hijau menekankan kepada efisiensi serta efektifitas penggunaan bahan baku, jangan sampai terlalu banyak bahan baku yag terbuang percuma. efisien dan efektifitas merupakan salah satukunci utama di konsep hijau. bayangkan betapa banyaknya bahan yang bisa digunakan kalau ternyata bahan tersebut tidak terpakai karena penggunaan bahan baku yang tidak efisien.Input masuk sama dengan output adalah hal minimal yang harus dicapai oleh setiap perusahaan bayangkan betapa sayangnya bahan terbuang, dan dampaknya sangat terasa bagi alam. bahan mentahdiproduksi dengan energi yang berasal dari minyak bumi atau fosil, karena di Indonesia masihdidominasi energi fosil sebesar 37% berdasarkan data dari WWF. berapa banyak karbon yang keluar dan terbuang sia-sia jika kita membuang bahan baku.

KESIMPULAN

Bahwa program industri hijau telah dilaksanakan sejak tahun 2010 tetapi belum signifact menurunkan konsentrasi gas rumah kaca, karena terdapat berbagai faktor penghambat antara lain: substansi hukumnya masih bersifat sukarela, belum ada sanksinya, masih banyak terjadi pembiaran pada industri yang belum menerapkan program industri hijau, terbatasnya industri permesinan nasional untuk mendukung pengembangan industri hijau, masih dominannya profit oriented di kalangan produsen dan konsumen belum banyak yang sadar lingkungan (green consument). Rekomendasi antara perlu mengubah menjadi mandatori, pemberian insentif, peningkatan kepedulian lingkungan baik pada produsen maupun konsumen.




DAFTAR PUSTAKA



Hidayat, Atep Afia. 2022. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Modull 12 KPLI : Industri Hijau. Universitas Mercu Buana, Jakarta.



PENTINGNYA PENERAPAN INDUSTRI HIJAU

 PENTINGNYA PENERAPAN INDUSTRI HIJAU


Oleh : Puncak Windu Sasmita @X26-Puncak

Abstrak

    Pembangunan sektor industri di Indonesia yang telah berjalan sekitar 50 (lima puluh) tahun selain telah memberi dampak positif bagi negara, juga memberikan dampak negatif terhadap permasalahan lingkungan terutama pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah industri serta pemanfaatan sumber daya alam yang tidak efisien. Pemerintah harus terus berupaya memacu pembangunan industri hijau untuk mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan.

Kata Kunci : Penerapan Industri Hijau

Abstract

The development of the industrial sector in Indonesia, which has been running for about 50 (fifty) years, apart from having had a positive impact on the country, has also had a negative impact on environmental problems, especially environmental pollution caused by industrial waste and the inefficient use of natural resources. The government must continue to strive to spur the development of green industries to prioritize efficiency and effectiveness in the use of resources in a sustainable manner.

Rumusan Masalah

1. Pengertian Industri Hijau
2 Penerapan Industri Hijau
3. Manfaat Penerapan Industri Hijau

Pembahasan

Penerapan Industri Hijau

    Sektor industri memang penting dalam perekonomian negara maupun masyarakat, tetapi keadaan alam dan lingkungan tetap harus terjaga selama adanya aktivitas industri. Penerapan industri hijau merupakan salah satu penerapan yang disarankan oleh Kementerian Perindustrian untuk diterapkan oleh sektor industri. Langkah ini tidak hanya untuk industri yang ramah lingkungan, tetapi juga untuk berdaya saing di kancah global. Industri hijau menerapkan 
reduce, recycle, reuse, dan recovery pada proses produksi. Manfaat lain dari menerapkan industri hijau adalah peningkatan keuntungan melalui peningkatan efisiensi sehingga dapat mengurangi biaya operasi, penghematan energi, dan air.


Manfaat Penerapan Industri Hijau

    
    Industri Hijau adalah Industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan Industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Industri hijau juga merupakan sebuah ikon industri yang harus dipahami dan dilaksanakan, di mana industri dalam proses produksinya menerapkan upaya efisiensi dan efektivitas terhadap penggunaan sumber daya secara berkelanjutan.
 Dengan memiliki Konsep Industri Hijau yang menekankan kepada efisiensi serta efektifitas penggunaan bahan baku, jangan sampai terlalu banyak bahan baku yag terbuang percuma. efisien dan efektifitas merupakan salah satukunci utama di konsep hijau. bayangkan betapa banyaknya bahan yang bisa digunakan kalau ternyata bahan tersebut tidak terpakai karena penggunaan bahan baku yang tidak efisien.Input masuk sama dengan output adalah hal minimal yang harus dicapai oleh setiap perusahaan bayangkan betapa sayangnya bahan terbuang, dan dampaknya sangat terasa bagi alam. bahan mentahdiproduksi dengan energi yang berasal dari minyak bumi atau fosil, karena di Indonesia masihdidominasi energi fosil sebesar 37% berdasarkan data dari WWF. berapa banyak karbon yang keluar dan terbuang sia-sia jika kita membuang bahan baku.

Pembangunan sektor industri di Indonesia yang telah berjalan sekitar 50 (lima puluh) tahun selain telah memberi dampak positif bagi negara, juga memberikan dampak negatif terhadap permasalahan lingkungan terutama pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah industri serta pemanfaatan sumber daya alam yang tidak efisien.Dengan semakin terbatasnya sumber daya alam, krisis energi dan menurunnya daya dukung lingkungan, maka tuntutan untuk mengembangkan industri yang ramah lingkungan atau yang dikenal dengan istilah industri hijau (green industry) telah menjadi isu penting.

    Penerapan industri hijau dilakukan dengan penggunaan bahan baku atau proses yang ramah lingkungan, penggunaan kembali material atau limbah dalam proses lain, penggunaan kembali bahan atau sumber daya dalam proses yang sama, pengumpulan limbah untuk digunakan sebagai bahan bakar, dan dalam arti luas adalah penghematan energi dalam proses pembuatannya, dan penggunaan teknologi yang ramah lingkungan atau teknologi rendah karbon. Contoh teknologi yang ramah lingkungan, antara lain biofuel, biogas, panel surya, pembangkit listrik tenaga air, pembangkit listrik tenaga angin, tenaga nuklir, carbon capture and storage, dan smart grids. Selain membantu menyeimbangkan kelestarian lingkungan hidup, penerapan industri hijau dapat dapat meningkatkan efisiensi yaitu keuntungan serta daya saing di pasar global karena dapat mengurangi biaya produksi

Kesimpulan

    Penerapan industri hijau merupakan upaya pencegahan terhadap emisi dan limbah dengan menerapkan sistem industri yang lebih efisien dalam mengubah bahan baku menjadi produk, serta limbah menjadi produk ikutan yang lebih berguna. Penerapan Industri hijau sangat dibutuhkan untuk menjadikan lingkungan manusia yang lebih sehat lagi, industri hijau juga membutuhkan dukungan dan pengawasan dari berbagai pihak pelaku industri, pemerintah maupun masyarakat

Daftar Pustaka

Hidayat, Atep Afia. 2022. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Industri Hijau (Modul  12). Universitas Mercu Buana, Jakarta


PENANGGULANGAN PENCEMARAN UDARA DAN AIR

 PENANGGULANGAN PENCEMARAN UDARA DAN AIR


Oleh : Puncak Windu Sasmita @X26-Puncak


Abstrak

    Pencemaran udara dan air membawa dampak negatif untuk kehidupan manusia. Apalagi di daerah perkotaan sangat banyak sekai pencemaran udara yang disebabkan oleh asap kendaraan yang terlalu padat dijalanan. Dan pencemaran air diperkotaan yang disebabkan dari limbah-limbah pabrik. kita sebagai manusia harus sadar diri akan lingkungan, kita harus menanggulangi permasalahan pencemaran tersebut dengan cara untuk pencemaran udara itu dengan cara naik kendaraan umum atau transportasi umum agar mengurangi asap kendaraan dijalanan. Dan untuk pencemaran air cara menanggulanginya dengan cara membuang limbah pabrik pada tempatnya. 


Kata kunci : Air, udara, pencemaran, penanggulangan


Abstract

    Air and water pollution has a negative impact on human life. Especially in urban areas, there is a lot of air caused by vehicle fumes that are too dense on the streets. And urban water pollution caused by factory effluents. we as humans must be self-aware of the environment, we must overcome this pollution by means of air pollution by taking public transportation or public transportation in order to reduce vehicles on the streets as quickly as possible. And for water pollution, how to deal with it by disposing of factory waste in its place.

Keywords: Water, air, pollution, prevention

Pendahuluan

     Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan, dan air tanah akibat aktivitas manusia. Menurut PP no 20 tahun 1990, pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia sehingga kualitas dari air tersebut turun hingga batas tertentu yang menyebabkan air tidak berguna lagi sesuai dengan peruntukannya
Penyebab pencemaran air dapat dibagi menjadi dua yaitu sumber kontaminan langsung dan dan tidak langsung.Sumber langsung meliputi efluen yang keluar industri, TPA sampah, rumah tangga dan sebagainya. Sumber tak langsung adalah kontaminan yang memasuki badan air dari tanah, air tanah atau atmosfer berupa hujan.
    Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti. Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. Udara adalah salah satu elemen yang sangat penting sebagai penunjang semua mahluk. Bisa kalian bayangkan bagaimana jika di dunia ini tidak ada sedikit saja, maka semua akan mati karena tidak bisa bernafas. Bukan hanya itu saja peranan penting dari udara ini bukan hanya digunakan untuk manusia tapi semua mahluk hidup. Maka dari itu manusia selaku salah satu mahluk yang mempunyai akal dan pikiran harus bertanggung jawab atas kondisi kesehatan dan kebersihan udara sendiri. 
    Manusia menjadi penyebab utama dan terbesar terjadinya pencemaran udara. Belum lagi jika kebakaran hutan, sebagai salah satu penyebab polusi udara terbesar, dimasukkan sebagai pencemaran udara yang disebabkan oleh manusia. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar kebakaran hutan dan lahan sengaja dilakukan oleh manusia. Faktor alami penyebab pencemaran udara terbesar lainnya adalah meletusnya gunung berapi. Letusan gunung berapi sangat luar biasa. Meskipun demikian, menurut penelitian, seluruh gunung api di dunia mengeluarkan hanya 0,13 hingga 0,44 miliar ton CO2 per tahunnya. Jumlah ini ternyata tidak sebanding dengan emisi karbon dioksida yang dihasilkan oleh manusia melalui pabrik-pabrik dan kendaraan bermotor. Kendaran bermotor saja menyumbangkan emisi karbon hingga 2 miliar pertahunnya. Pada tahun 2010 saja, berbagai aktivitas manusia telah menambahkan sedikitnya 35 miliar ton emisi karbon dioksida ke atmosfer. Ada banyak sekali penyebab pencemaran udara bahkan tak terhitung jumlahnya. Dan hampir semua di sebabkan oleh tangan manusia sendiri.

Rumusan Masalah
1. Bagaimana dampak pencemaran udara dan air bagi lingkungan?
2. Bagaimana dampak pencemaran udara dan air bagi manusia?
3. bagaimana cara penanggulangan pencemaran udara dan air?
Tujuan
    Agar Mahasiswa dapat menyadari pentingnya menjaga lingkungan, dan agar Mahasiswa tau bagaimana dampaknya jika terjadi pencemaran.

Pembahasan

1) Dampak pencemaran udara dan air bagi lingkungan?

a. Dampak pencemaran udara bagi lingkungan:  Ekosistem juga mendapatkan dampak yang parah dari tingginya polusi udara. Dampak yang cukup parah pada lingkungan adalah hujan asam yang disebabkan tingginya sulfur dioksida dan nitrogen oksida di udara. Hujan asam bisa merusak dan mematikan tumbuhan karena terjadi perubahan komposisi mineral tanah serta menurunkan kualitas air. Dampak berikutnya adalah pemanasan global. Pemanasan global disebabkan oleh tingginya emisi karbon di atmosfer. Gas karbon dioksida merupakan salah satu gas rumah kaca yang akan menahan panas matahari untuk tidak dipantulkan keluar dari atmosfer Bumi. Jika terus terakumulasi, maka suhu Bumi akan meningkat dan menimbulkan masalah yang lebih serius, seperti mencairnya gunung es di kutub.

b. Dampak pencemaran air bagi lingkungan: Pencemaran air berdampak luas, misalnya dapat meracuni sumber air minum, meracuni makanan hewan, ketidakseimbangan ekosistem sungai dan danau, pengrusakan hutan akibat hujan asam, dan sebagainya. Di badan air, sungai dan danau, nitrogen dan fosfat (dari kegiatan pertanian) telah menyebabkan pertumbuhan tanaman air yang di luar kendali (eutrofikasi berlebihan). Ledakan pertumbuhan ini menyebabkan oksigen, yang seharusnya digunakan bersama oleh seluruh hewan/tumbuhan air, menjadi berkurang. Ketika tanaman air tersebut mati, dekomposisi mereka menyedot lebih banyak oksigen. Sebagai akibatnya, ikan akan mati, dan aktivitas bakteri menurun. Dampak pencemaran air pada umumnya dibagi atas 4 kelompok, yaitu: 
1. Dampak terhadap kehidupan biota air 
2. Dampak terhadap kualitas air tanah 
3. Dampak terhadap kesehatan 
4. Dampak terhadap estetika lingkungan

2) Dampak pencemaran udara dan air bagi manusia:

a. Dampak pencemaran udara bagi manusia: Dampak polusi udara pada manusia bisa berbeda-beda setiap orang berdasarkan sistem imun dan sensitivitas seseorang. Namun, secara umum, dampak polusi pada manusia terbagi menjadi dua, yaitu dampak jangka pendek dan dampak jangka panjang. Dampak jangka pendek biasanya merupakan efek sementara yang akan menghilang jika polutan menghilang atau dengan pengobatan ringan. Contoh dampak jangka pendek antara lain iritasi pada mata dan tenggorokan, sakit kepala, dan pusing. Sedangkan dampak yang lebih parah antara lain pneumonia dan bronkitis. Dampak jangka panjang biasanya disebabkan oleh paparan polusi udara selama bertahun-tahun dengan dosis yang terlalu besar. Dampak buruknya tidak langsung muncul namun terakumulasi sehingga menimbulkan dampak yang lebih besar. Contoh dampak jangka panjang akibat polusi udara antara lain, kanker paru-paru, penyakit jantung, emfisema, hingga gangguan saraf dan organ lainnya.

b. Dampak pencemaran air bagi manusia: (1) Merembesnya  air septic tank yang mengandung bibit penyakit dalam bentuk bakteri dan virus dari kotoran manusia dan hewan ke sumur-sumur dangkal yang digunakan manusia sebagai sumber air minum. (2) Pembuangan air limbah dari rumah tangga hingga industri yang menyumbangkan patogen berbahaya bagi saluran air termasuk bakteri aman termasuk kolera, giardia, dan tifus serta virus-virus berbahaya lainya seperti hepatitis dan polio.(3) Unsur logam berat, pestisida dan air raksa yang mencemari air kemudian di masuk kedalam tubuh hewan serta diserap tumbuhan sehingga menjadikan sumber makanan manusia ini telah tercemar. (4) Pengolahan sumber air baku yang sudah tidak maksimal sehingga airnya masih mengandung polutan dan akan menyebabkan penyakit kulit bila digunakan untuk membersihkan badan hingga keracunan saat diminum.

3) Bagaimana cara penanggulangan pencemaran udara dan air?

a. Cara penanggulangan pencemaran udara: (1) Mengurangi Penggunaan Kendaraan Bermotor, (2) Hemat Energi, (3) Membeli Produk Daur Ulang, (4) Menggunakan Produk yang Sustainable, (5) Menanam Pohon, (6) Berjalan, Bersepeda atau Memanfaatkan Transportasi Umum, (7) Makan Produk Lokal dan Organik, (8) Mengurangi Makan Daging, (9) Berkebun, (10) Meningkatkan Kesadaran Terhadap Lingkungan.

b. Cara penanggulangan pencemaran air: (1) Melakukan pengolahan limbah dengan benar. (2) Menggunakan bahan - bahan yang ramah lingkungan. (3) Tidak membuang sampah di sungai atau sumber air lainnya. (4) Menggunakan detergen yang ramah lingkungan. (5) Rutin melakukan upaya pembersihan sumber air(6) Menanam pohon di setiap lahan yang tersedia.
 


Kesimpulan

  Menggunakan transportasi umum dapat mengurangi pencemaran udara akibat asap knalpot kendaraan bermotor. Dan memakai air yang dari tanah lebih baik dari pada memakai air yang mengalir dari sungai.

Daftar Pustaka

Hidayat, Atep Afia. 2022. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Termodinamika dalam Ilmu Kimia (Modul  10). Universitas Mercu Buana, Jakarta. ( Diakses pada tanggal 2 November 2022 ) 
Anonim, “Udara Bersih: Kenyataan, Harapan, dan Tantangan, diakses dari www.langitbiru.menlh.go.id tanggal 19 Maret 2008 5 Anonim, “Advokasi Pencemaran Udara”, diakses dari www.walhi.com tanggal 17 Maret 2008  



JENIS PESTISIDA DAN DAMPAKNYA

 JENIS PESTISIDA DAN DAMPAKNYA



Oleh : Puncak Windu Sasmita (@X26-Puncak)


Abstrak

       Bagi seorang petani, pestisida merupakan zat yang mudah dijumpai. Dalam bertani sering kali petani berurusan dengan hama-hama yang mengganggu tanaman. Selain mengganggu tanaman, hama pertanian juga dapat menurunkan hasil panen, bahkan yang terburuk dapat menyebabkan kegagalan panen.

Untuk mengatasi permasalahan hama ini, biasanya digunakan suatu racun yang sering disebut dengan pestisida. Pestisida berperan dalam perlindungan tanaman dan pengendalian penyakit sebagai upaya menjaga produktivitas khususnya pada tanaman pangan. Meskipun begitu, zat ini juga memiliki beberapa efek samping yang mungkin berbahaya baik bagi manusia maupun lingkungan.

Kata kunci : Pestisida, Manfaat, Dampak

Abstract

       For a farmer, pesticides are easy to find. Farmers in farming often deal with pests that annoy plants. Apart from crop loss, agricultural pests can also bring down crop yields, even the worst can cause crop failure. To address the problem of pests, a poison often called pesticides is used. Pesticides play a role in protecting plants and disease control as efforts to preserve productivity especially in food crops. Even so, it also has some possible side effects for both human and the environment.

Keywords: Pesticide, Benefit, Impact

 

Pendahuluan

       Pestisida adalah senyawa beracun yang digunakan untuk membunuh dan membasmi hama yang menyerang tanaman. Pestisida umumnya digunakan dibidang pertanian untuk melindungi tanaman dari serangan hama, namun terkadang juga digunakan dirumah tangga untuk membasmi serangga seperti nyamuk. Pestisida biasa dikelompokkan menurut cara pembuatannya, berdasarkan organisme target sasarannya (OPT) dan menurut  jenis senyawa penyusun racun pestisida.

 

Permasalahan

1. Apa itu pestisida?

2. Apa saja jenis jenis pestisida?

3. Bagaimana cara kerja pestisida dalam membunuh hama?

4. Apa saja contoh produk pestisida?

5. Apa dampak yang ditimbulkan dari zat pestisida?

Tujuan

1. Mengetahui pengertian dari pestisida

2. Mengetahui berbagai macam perbedaan jenis pestisida

3. Memahami cara kerja zat pestisida dalam membunuh hama

4. Mengetahui apa saja contoh produk pestisida?

5. Memahami dampak yang ditimbulkan akibat dari penggunaan pestisida

 

Pembahasan

1. Definisi Pestisida

       Pestisida adalah semua zat, bahan atau senyawa kimia beracun yang digunakan untuk membunuh atau membasmi hama pengganggu tanaman. Menurut asal katanya, istilah pestisida berasal dari kata pesticide. Kata "pest" berarti organisme penganggu tanaman (hama) dan "cida/cide" yang berarti pembunuh.

2. Jenis jenis Pestisida

       Pestisida oleh para ahli dikelompokkan untuk mempermudah pengenalannya. Pestisida dapat dikelompokkan berdasarkan jenis sasaran, bentuk fisik, bentuk formulasi, cara kerjanya, cara masuk, golongan senyawa, dan asal bahan aktifnya.

Ditinjau dari jenis organisme  yang menjadi sasaran penggunaan pestisida dapat dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain:

  1. Insektisida adalah bahan yang mengandung senyawa kimia yang bisa mematikan semua jenis serangga.
  2. Fungisida adalah bahan yang mengandung senyawa kimia beracun dan bisa digunakan untuk memberantas dan mencegah fungsi/cendawan.
  3. Disebut bakterisida karena senyawa ini mengandung bahan aktif beracun yang bisa membunuh bakteri.
  4. Nermatisida, digunakan untuk mengendalikan nematoda.
  5. Akarisida atau mitisida adalah bahan yang mengandung senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh tungau, caplak dan laba-laba.
  6. Rodenstisida adalah bahan yang mengandung senyawa kimia beracun yang digunakan untuk mematikan berbagai jenis binatang pengerat, misalnya tikus.
  7. Moluskisida adalah pestisida untuk membunuh moluska, yaitu : siput,bekicot serta tripisan yang banyak dijumpai di tambak.
  8. Herbisida adalah senyawa kimia beracun yang dimanfaatkan untuk membunuh tumbuhan pengganggu yang disebut gulma.
  9. Ovisida, berasal dari kata Latin “Ovum” yang berarti telur, berfungsi untuk merusak telur.
  10. Pedukulisida, berasal dari kata Latin “Pedis” yang berarti kutu, tuma, berfungsi untuk membunuh kutu atau tuma.
  11. Piscisida, berasal dari kata Yunani “Piscis” yang berarti ikan, berfungsi untuk membunuh ikan.
  12. Termisida, berasal dari kata Yunani “Termes” yang artinya serangga pelubang kayu berfungsi untuk membunuh rayap.

 

B. Berdasarkan Sifat dan Cara Kerja Racun Pestisida

  1. Racun Kontak, Pestisida jenis ini bekerja dengan masuk ke dalam tubuh serangga sasaran lewat kulit (kutikula) dan di transportasikan ke bagian tubuh serangga tempat pestisida aktif bekerja.
  2. Racun Pernafasan (Fumigan), Pestisida jenis ini dapat membunuh serangga dengan bekerja lewat sistem pernapasan.
  3. Racun Lambung, Jenis pestisida yang membunuh serangga sasaran jika termakan serta masuk ke dalam organ pencernaannya
  4. Racun Sistemik, Cara kerja seperti ini dapat memiliki oleh insektisida, fungisida dan herbisida. Racun sistemik setelah disemprotkan atau ditebarkan pada bagian tanaman akan terserap ke dalam jaringan tanaman melalui akar atau daun, sehingga dapat membunuh hama yang berada di dalam jaringan tanaman seperti jamur dan bakteri. Pada insektisida sistemik, serangga akan mati setelah memakan atau menghisap cairan tanaman yang telah disemprot.
  5. Racun Metabolisme, Pestisida ini membunuh serangga dengan mengintervensi proses metabolismenya.
  6. Racun Protoplasma, Ini akan mengganggu fungsi sel karena protoplasma sel menjadi rusak.

 

C. Berdasarkan Bentuk Fisiknya Pestisida dapat berupa

  1. Cair.
  2. Padat
  3. Aerosol

 

D. Berdasarkan asal bahan aktif, pestisida dapat digolongkan menjadi :

  1. Sintetik Anorganik : garam-garam beracun seperti arsenat, flourida, tembaga sulfat dan garam merkuri
  2. Organik Organo khlorin : DDT, SHC, endrin, dieldrin, dll.
  3. Heterosiklik : Kepone, mirexOrganofosfat : klorpirifos, prefonofos, dll.
  4. Karbamat : karbofuran, SPMC, dll. Dinitrofenol : Dinex, dll.

3. Cara kerja zat pestisida dalam membunuh hama

       A) Pestisida Racun Sistemik

    Untuk jenis pestisida seperti ini cara kerjanya tidak langsung membunuh OPT. Racun pestisida setelah disemprotkan akan menempel pada tanaman. Kemudian racun ini akan terserap ke dalam jaringan tanaman melalui daun atau akar. Yang termasuk pestisida racun sistemik umumnya adalah insektisida, fungisida dan herbisida.

- Contoh insektisida sistemik misalnya insektisida berbahan aktif dimehipo, imidakloprid, fipronil, asefat, dll.

- Contoh fungisida sistemik adalah fungisida berbahan aktif karbendazim, difenokonazol, dll

- Contoh herbisida sistemik adalah herbisida berbahan aktif glifosat, 2,4-D, metsulfuron metal, dll.

B) Pestisida Racun Kontak

    Pestisida ini akan bekerja dengan baik jika terkena atau kontak langsung dengan OPT sasaran. Racun pada pestisida tersebut akan masuk ke jaringan tubuh organisme target. Selanjutnya akan terjadi gangguan fungsi fisiologis organisme target yang berakibat pada kematian. Yang termasuk pestisida racun kontak umumnya adalah insektisida, fungisida dan herbisida.

Untuk jenis insektisida, penggunaan racun kontak sangat efektif untuk mengendalikan serangga yang menetap dan tidak tersembunyi, seperti ulat, kutu daun, dan semut. Racun ini kurang bekerja baik terhadap serangga-serangga yang mempunyai mobilitas tinggi atau tersembunyi, seperti lalat, kutu kebul dan belalang.

- Contoh insektisida racun kontak misalnya yang berbahan aktif golongan piretroid (sipermetrin, deltametrin), klorpirifos, bpmc, dll.

- Contoh fungisida kontak misalnya yang berbahan aktif mankozeb, maneb, zineb, ziram, dll.

- Contoh herbisida kontak adalah yang berbahan aktif parakuat.

C) Racun Lambung

    Racun yang terdapat dalam insektisida ini baru bekerja jika bagian tanaman yang telah disemprot dimakan oleh hama. Di lambung inilah kerja racun mulai bereaksi. Racun lambung ini biasanya berhubungan dengan racun pestisida sistemik.

D) Racun Pernapasan

Insektisida jenis ini dapat membunuh serangga jika terhisap melalui organ pernafasan hama. Racun ini sering digunakan untuk mengendalikan hama gudang. Jenis racun ini sering disebut sebagai racun fumigan.

4. Contoh produk dari pestisida

       Berikut ini beberapa contoh produk-produk pestisida :

 1. Regent

 2. Alika

 3. Antracol

 4. Abamektin

 5. Abacel

 6. Curacron

 7. Confidor

 8. Cabrio

 9. Cronus

 10. Cruiser

5. Dampak yang ditimbulkan akibat pestisida

       Dampak Penggunaan pestisida ada yang baik dan juga buruk tergantung bagaimana kita dalam menggunakannya. Kalau bisa gunakanlah zat ini sesuai dengan takarannya dan jangan berlebihan karena bukannya membantu manusia dalam membasmi hama malah akan berbalik akan membuat kita malah keracunan.

A) Dampak positif

  1. Dapat diaplikasikan dengan mudah
  2. Dapat diaplikasikan dalam areal yang luas dalam waktu singkat
  3. Mudah diperoleh dan memberikan keuntungan ekonomi terutama jangka pendek
  4. dapat diaplikasikan hampir di setiap waktu dan setiap tempat
  5. Hasilnya dapat dirasakan dalam waktu singkat

B) Dampak Negatif Pestisida

  1. Kematian musuh alami organisme pengganggu
  2. Kenaikan populasi pengganggu
  3. Dapat menyebabkan timbulnya resistensi
  4. Keracunan pestisida
  5. Keracunan terhadap ternak dan hewan peliharaan
  6. Keracunan pada ikan dan biota lainnya
  7. Keracunan terhadap satwa liar
  8. Keracunan terhadap makanan
  9. Residu
  10. Pencemaran Lingkungan
  11. Menghambat Perdagangan

 

Kesimpulan

       Pestisida memang memiliki manfaat yang dapat membantu petani dalam mengendalikan hama pengganggu tanaman mereka. Namun, disisi lain dalam penggunaan zat pestisida sebaiknya jangan berlebihan. Karena segala sesuatu yang berlebihan itu akan memiliki dampak negatif. Jika kita memakai terlalu banyak pestisida selain tanah yang akan menjadi tidak subur, manusia juga bisa keracunan yang bisa berakibat kematian. Karena itu penggunaan pestisida sebaiknya secukupnya saja.

 

Daftar Pustaka

Hidayat, Atep Afia. 2022. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Termodinamika dalam Ilmu Kimia (Modul  7). Universitas Mercu Buana, Jakarta. ( Diakses pada 22 Oktober 2022 )

Dika, Raputra. 2016. Pestisida: Pengertian, Jenis, Fungsi dan Contohnya. Dalam https://www.glosaria.com/2016/12/pestisida.html ( Diakses pada 22 Oktober 2022 )