.

Tampilkan postingan dengan label @W12-MAULANA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @W12-MAULANA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Juni 2022

ENERGI ALTERNATIF LISTRIK DI SULAWESI SELATAN

 

@W12-MAULANA
Listrik merupakan salah satu komponen terpenting dalam perkembangan teknologi saat ini. Ketergantungan terhadap ketersediaan daya listrik semakin hari semakin meningkat. Perkembangan jumlah penduduk di suatu daerah berbanding lurus dengan kebutuhan energi listrik di daerah tersebut, namun hal tersebut berbanding terbalik dengan penyediaan energi lsitrik. Semakin hari cadangann sumber energi terbarukan yang selama ini menjadi bahan bakar utama pembangkit Indonesia makin menipis, maka dirasa perlu menggunakan energi alternatif yang jumlahnya sangat melimpah di alam. Untuk mengurangi ketergantungan bahan bakar minyak, Pemerintah Indonesia telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional untuk mengembangkan sumber energi sebagai pengganti bahan bakar fosil. Kebijakan tersebut menekankan pada sumber daya yang dapat diperbaharui sebagai alternatif pengganti bahan bakar fosil.

Salah satu energi altenatif yang kini dilirik pemerintah yaitu tenaga angin atau yang lebih sering disebut tenaga bayu. Dari hasil studi yang telah dilakukan, menunjukkan kecepatan angin di beberapa kawasan timur berpotensi menghasilkan tenaga listrik. Misalnya Oelbuluk, NTT kecepatan rata-ratanya 6,1 m/s, Sidrap, Sulawesi Selatan kecepatan rata-ratanya 6,43 m/s dan Jeneponto, Sulawesi Selatan rata-ratanya 7,96 m/s (Iqbal dan Adinandra, 2018).

Sulawesi Selatan yang merupakan daerah industri di Kawasan Timur Indonesia sering mengalami blackout akibat defisit daya listrik. Blackout yang terjadi tentu mempengaruhi proses produksi perusahaan industri. Industri yang membutuhkan konsumsi daya listrik yang besar seperti industri olahan pangan dan plastik terkadang harus mengalami hambatan akibat blackout yang berjam-jam (PT. Kima, 2017). Ditambah juga dengan jumlah konsumen listrik yang terus bertambah. Hasil proyeksi jumlah pelanggan listrik tahun 2013-2017 di Sulawesi Selatan terus mengalami peningkatan dengan pertumbuhan rata-rata 6,12% per tahun atau meningkat dari 1.566.389,75 pelanggan pada tahun 2013 menjadi 1.986.773,15 pelanggan pada tahun 2017.

Hal itu mendorong pemerintah membangun instalasi pembangkit listrik tenaga bayu di daerah tesebut. Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) yang dibangun di areal seluas 100 hektar di perbukitan Pabbaresseng, Desa Mattirotasi, Kabupaten Sidrap memproduksi daya listrik sebesar 75 megawatt (MW). Daya listrik sebesar itu dihasilkan dari 30 turbin angin keluaran Gamesa Lolica Corporation pada menara baja setinggi 80 meter dengan panjang baling-baling 57 meter. Sistem interkoneksi PLTB Sidrap memanfaatkan tapping jaringan PLN SUTT 150 KV Sidrap-Maros yang terdiri dari empat sirkuit. Dua konduktor zebra sepanjang 3 kilometer (8 tower) menuju T/L 150 KV Sidrap-Maros dan terhubung secara double phi. Daya yang dihasilkan PLTB ini dialirkan ke sistem Sulawesi bagian selatan yang meliputi sebagian wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah.

Selain di Sidrap, pembangkit listrik tenaga angin lainnya terdapat di Kabupaten Jeneponto. PLTB Tolo yang dibangun di areal seluas 60 hektar di Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto ini berkapasitas 72 MW yang terdiri dari 20 turbin angin Siemens SWT-3.6-130 dengan masing-masing berkapasitas 6,3 MW. Dengan 60 baling-baling berjenis sovanius (three blade) upwind memiliki rotor yang menghadap arah datangnya angin dengan panjang 63 meter dan tinggi menara 135. PLTB ini terkoneksi dengan jaringan transmisi 150 KV yang melalui gardu Induk Jeneponto.

Kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) tersebut dapat menambah stok kapasitas daya yang tersedia di wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (Sulseltrabar). Saat ini beban puncak di Sulawesi Selatan 1.050 MW, sementara daya listrik yang tersedia bisa menyuplai sampai 1.300 MW. Untuk elektrifikasi asstau daerah yang teraliri listrik, di wilayah Sulseltrabar sudah mencapai 97%. Sedikit di atas rasio elektrifikasi nasional saat ini yakni kurang lebih 96%. Dengan adanya surplus daya kelistrikan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.


Referensi : 

https://www.djkn.kemenkeu.go.id/artikel/baca/13477/PLTB-Alternatif-Energi-terbarukan-di-Sulawesi-Selatan.html


Kamis, 19 Mei 2022

MENGENAL DAMPAK TENTANG PENCEMARAN UDARA PADA KESEHATAN

 @W12-MAULANA


Dampak Pencemaran udara dapat terjadi dimana-mana misalnya di dalam rumah, sekolah dan kantor.  Pencemaran ini disebut pencemaran dalam ruangan (indoor pollution).  Sementara itu pencemaran di luar ruangan (outdoor pollution) berasal dari emisi kendaraan bermotor, industri, perkapalan dan proses alami oleh makhluk hidup.  

Sumber pencemaran udara dapat diklasifikasikan menjadi sumber diam dan sumber bergerak.  Sumber diam terdiri dari industri, pembangkit listrik dan rumah tangga.  Sedangkan sumber bergerak adalah aktifitas kendaraan bermotor dan transportasi laut.

Dari segi kesehatan, pencemaran udara dapat berakibat pada terganggunya kesehatan bagi manusia, diantaranya :

Menimbulkan Penyakit

Udara kotor yang dihasilkan itu ternyata mengandung zat-zat yang berbahaya, mulai dari zat-zat kimia, debu hingga membawa bibit-bibit penyakit. Penyakit yang dihasilkan atau disebabkan oleh adanya pencemaran udara ini, antara lain seperti sesak napas, asma, atau tidak menutup kemungkinan juga bisa menyebabkan terjadinya kanker.

Gatal dan Bersisik

Jika debu menempel pada kulit, maka bisa menimbulkan beberapa macam gejala, sehingga kulit menjadi terasa gatal dan juga bersisik. Usahakan, untuk tetap mandi secara teratur setiap hari, sehingga kulit tetap bersih, terawat dan sehat.

Gangguan pada Sistem Reproduksi

Tidak hanya saluran pernapasan dan tumbuh kembang sang anak saja yang bisa terganggu, pencemaran udara juga bisa mengganggu sistem reproduksi. Bahkan, tidak menutup kemungkinan juga, tak hanya sistem reproduksi yang terganggu, melainkan beberapa organ lain seperti ginjal dan jantung juga bisa terkena.

Referensi :

https://dlhk.bantenprov.go.id/upload/article/Dampak_Pencemaran_Udara.pdf

https://www.pinhome.id/blog/pencemaran-udara/

Kamis, 31 Maret 2022

MENGENAL ATOM DAN STRUKTUR

Oleh : Muhammad Maulana Rizky

 

Atom adalah partikel terkecil dari sebuah susunan materi. Sebagai partikel terkecil, maka atom tidak dapat dipecah atau dibagi menjadi lebih kecil lagi. Secara etimologis, atom berasal dari bahasa Yunani, yakni kata atomos yang berarti “tidak terbagi”.

Proton merupakan partikel bermuatan positif, elektron bermuatan negatif, dan neutron merupakan partikel atom yang netral atau tidak bermuatan. Proton dan neutron terletak di inti atom, sedangkan elektron sebagai kulit atom berada di sekitar inti atom. Konsep atom sendiri mengalami perkembangan dari masa ke masa seiring dinamika pemikiran manusia.


Susunan Elektron Dalam Atom

Elektron yang selalu bergerak mengelilingi inti atom, ternyata memiliki berbagai lapisan kulit atom pada tingkatan energi tertentu :

Konfigurasi Elektron

Konfigurasi elektron merupakan penyusunan atau lapisan elektron berdasarkan tingkat energinya dalam suatu atom, dimana atom memiliki lapisan paling dekat dengan inti sampai yang terluar secara berurutan dari K, L, M, N, O, P, Q, dan seterusnya.

Elektron Valensi

Berhubungan dengan konfigurasi elektron, elektron valensi merupakan jumlah elektron pada kulit terluar atom suatu unsur yang digunakan untuk membentuk ikatan kimia. Oleh karena itu, susunan elektron valensi suatu unsur sangat mempengaruhi atau merupakan penentu sifat-sifat kimia suatu atom. Unsur-unsur yang memiliki struktur elektron valensi yang sama memiliki sifat kimia yang sama pula.

 

Referensi :

https://tirto.id/apa-saja-teori-atom-menurut-para-ahli-dan-siapa-tokoh-tokohnya-gm2W

https://www.zenius.net/blog/materi-kimia-struktur-atom

 

Selasa, 22 Maret 2022

Mengenal kesetimbangan Kimia Lebih Dekat

 Oleh : Muhammad Maulana Rizky

Kesetimbangan Kimia

Kesetimbangan Kimia merupakan salah satu bentuk reaksi bolak-balik yang mana laju reaksi reaktan dan produk sama dan konsentrasi keduanya tetap.

Kesetimbangan kimia juga hanya terjadi pada reaksi bolak-balik yang mana laju terbentuknya reaktan sama dengan laju terbentuknya suatu produk.

Kesetimbangan kimia terjadi pada reaksi kimia yang reversibel. Reaksi reversibel adalah reaksi yang di mana produk reaksi dapat bereaksi balik membentuk reaktan.

Kesetimbangan kimia akan tercapai ketika laju reaksi maju sama dengan laju reaksi balik dan konsentrasi dari reaktan-reaktan dan berbagai produk-produk tidak berubah lagi.

Jenis-Jenis Kesetimbangan Kimia

1. Kesetimbangan Heterogen

Kesetimbangan heterogen merupakan suatu sistem dimana sebuah reaktan dan produk berbeda fasa. Dalam hal ini fasa yang dimaksud ialah dapat berupa fasa padat, cair, gas, dan larutan.

Namun dalam sistem kesetimbangan ini, fasa padat dan cairan murni (liquid) dapat diabaikan.

2. Kesetimbangan Homogen

Kesetimbangan homogen merupakan suatu bentuk zat – zat yang terlibat pada sebuah reaksi dimana keterlibatan semuanya adalah dengan nilai sama.

Sehingga semua konsentrasi zat yang digunakan dalam menentukan tetapan keseimbangan adalah sama. Akan tetapi yang juga harus diingat dalam kesetimbangan homogen ini bahwa pada gas dan larutan saja yang akan menjadi salah satu faktor yang juga berpengaruh pada suatu tetapan kesetimbangan.

Hukum Kesetimbangan Kimia

Hukum kesetimbangan kimi atau tetapan kesetimbangan adalah perbandingan dari hasil konsentrasi produk berpangkat koefisiennya masing-masing konsentrasi reaktat berpangkat koefisiennya masing-masing. Tetapan kesetimbangan dapat disimbolkan dengan K atau Kc.

Contoh Kesetimbangan Kimia : 

Siklus oksigen yang terdapat didalam tubuh manusia.

Berguna dalam proses fotosintesis.

Pembuatan Amonia (Industri).


Referensi : https://seputarilmu.com/2020/10/kesetimbangan-kimia.html



Kamis, 17 Maret 2022

MENGENAL TERMOKIMIA

 Oleh : Muhammad Maulana Rizky

Termokimia adalah cabang ilmu kimia yang memperhatikan aspek suhu dalam reaksi.Dimana termokimia ini menerapkan hukum pertama termodinamika, yaitu mengenai hukum universal dari kekekalan energi dan perpindahan kalor. Berikut adalah bunyi hukum kekekalan energi:

Contoh termokimia dalam kehidupan sehari-hari

Kalorimeter
Untuk menentukan kalor reaksi, kamu bisa menggunakan alat ukur yang bernama kalorimeter. Kalorimeter merupakan sistem yang dimana tidak ada perpindahan materi dan energi dengan lingkungan di luar kalorimeter tersebut. Nah, kalorimeter ini ada dua jenis, yaitu kalorimeter bom dan sederhana.

Kalorimeter bom adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor yang dilepaskan saat pembakaran sempurna. Sedangkan, kalorimeter sederhana dapat dibuat dari wadah atau gelas yang sifatnya isolator (tidak menghantarkan panas).

Rumus kalorimeter bom :

Keterangan: Ckalorimeter= kapasitas kalor pada kalorimeter (J°C-1 atau JK-1), dan T = perubahan suhu (°C atau K).

Rumus kalorimeter sederhana:

qreaksi = – (qkalorimeter + qlarutan)

atau

qreaksi = – qlarutan

qreaksi = m x c x ∆T

Keterangan: q = kalor reaksi (J atau KJ), m = massa (g atau kg), c = kalor jenis (J/g°C atau K/kg K), dan T = perubahan suhu (°C atau K).

Persamaan Termokimia

Termokimia melibatkan suatu reaksi kimia, tentu saja kalau ada reaksi kimia berarti ada “reaktan” dan “produk/hasil”. Kamu bisa lihat pada reaksi yang terjadi antara gas metana (CH4) dan molekul oksigen (O2), kemudian akan menghasilkan produk berupa gas karbon dioksida (CO2) dan air (H2O).

persamaan termokimia

Pada reaksi tersebut, bisa kita lihat bahwa bahan bakar bergabung dengan oksigen untuk menghasilkan air dan karbon dioksida. Reaksi itu disebut dengan reaksi pembakaran. Kemudian, ketika bahan bakar (pada reaksi di atas adalah metana) diharapkan dapat melepas panas, maka disebut dengan reaksi eksoterm. Sebaliknya, reaksi yang menyerap panas disebut dengan reaksi endoterm.

Rumus Perubahan Entalpi

Perubahan termokimia erat kaitannya dengan istilah “sistem” dan “lingkungan”. Dimana sistem dianggap sebagai reaktan dan produknya, sedangkan lingkungan adalah segala sesuatu yang di luar reaktan dan produknya. Di sini juga kamu akan mengenal istilah entalpi, yaitu besar energi kimia yang dimiliki suatu zat pada tekanan tetap. Namun, entalpi tidak akan berubah apabila tidak ada energi yang diserap ataupun dilepaskan. Entalpi dinyatakan dengan huruf H (heat content), dengan satuannya yaitu Joule.

Rumus perubahan entalpi (∆H) adalah sebagai berikut:

∆H = Hproduk – Hreaktan

Dengan catatan: 1) Bila ∆H positif, berarti terdapat energi/kalor yang diserap dari lingkungan ke dalam sistem (reaksi endoterm). 2) Sebaliknya, bila ∆H bernilai negatif, berarti terdapat energi/kalor yang dilepas oleh sistem ke lingkungan (reaksi eksoterm).

Ciri-ciri reaksi endoterm yaitu terjadi penurunan suhu yang menyebabkan suhu lingkungan menjadi dingin. Sedangkan, ciri-ciri dari reaksi eksoterm adalah terjadi kenaikan suhu, sehingga suhu lingkungan menjadi panas.

REFERENSI :

https://www.zenius.net/blog/termokimia-materi-kimia-kelas-11

Kamis, 10 Maret 2022

SIFAT-SIFAT MATERI

 

SIFAT-SIFAT MATERI

Oleh : Muhammad Maulana Rizky ( @W12-MAULANA )

Materi merupakan sesuatu yang mempunyai tempat, massa, berat dan sifat sehingga dapat ditangkap oleh panca idra, atau dapat dilihat, diraba, dirasa, didengan, dan dibau. Suatu zat dapat dikenali karena adanya ciri khas atau sifat-sifat dari zat itu yang membedakan dengan zat lain. Ilmu kimia merupakan bagian dari salah satu bidang sains yang mempelajari tentang susunan, komposisi, struktur, sifat-sifat materi dan perubahannya, serta energi yang menyertai perubahan tersebut. Materi atau zat (Saing, 2012) adalah memiliki massa dan menempati ruang. Materi menempati ruang bahwa benda dapat ditempatkan dalam suatu ruang atau wadah tertentu sedangkan materi mempunyai massa, memiliki maksud bahwa benda yang termasuk materi dapat diukur, ditimbang dengan menggunakan alat ukur tertentu yaitu neraca atau timbangan. Massa (Hidayati, 2016) adalah ukuran ketahanan materi terhadap suatu gaya, yang ditandai dengan perubahan kecepatannya. Istilah materi meliputi segala sesuatu yang dapat dilihat dan disentuh (seperti air, pohon, dan tanah), serta yang tidak dapat dilihat dan disentuh (seperti udara).

Setiap materi memiliki sifat tertentu yang khas, yang memudahkannya untuk dikenali dan dibedakan dengan zat lainnya. Sifat materi dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu sifat fisika dan sifat kimia. Sifat fisika suatu materi dapat dilihat dan diukur secara langsung, yang termasuk sifat fisika misalnya warna, bau, kerapatan, titik leleh, titik beku, kelenturan, dan kekuatan. Dalam perubahan ini, zat tidak akan menghasilkan zat baru, dan hanya menyangkut dalam perubahan keadaan, misal wujud dan bentuknya.

Gambar 1. Sifat Fisika

Contoh perubahan fisika: air yang menguap, air yang mencair, lampu pijar yang sedang menyala, proses dari destilasi, kawat nikrom yang sedang dibakar hingga berpijar, dan masih banyak lagi. Perubahan fase adalah perubahan yang terjadi ketika zat dicairkan, dibekukan, direbus, dipadatkan, disublimasikan, atau disimpan. Mereka juga perubahan fisika karena mereka tidak mengubah sifat zat. 

 
Gambar 2. Perubahan Fisika Mencair
Gambar 3. Perubahan Fisika Menguap

Sifat kimia ialah sifat yang berhubungan dengan kemampuan sebuah zat untuk bereaksi atau berubah menjadi zat lain. Untuk mengukur dan mengamati sifat kimia hanya dapat dilakukan melalui reaksi. sifat kimia adalah mengukur sifat itu harus mengarah pada perubahan struktur kimia zat.

Gambar. 4 Sifat Kimia

Contoh perubahan kimia adalah gas hidrogen dapat berubah menjadi air jika direaksikan dengan gas oksigen. Setelah gas hidrogen dan gas oksigen bereaksi, dihasilkan zat baru, yaitu air yang sifatnya berbeda dengan sifat zat pembentuknya.  Kayu terbakar, besi berkarat dan makanan membusuk juga merupakan contoh dari perubahan kimia.

Gambar 5. Kayu Terbakar
Gambar 6. Besi Berkarat

Ada dua macam sifat materi berdasarkan hubungannya (Sari, 2014) dengan kuantitas (jumlah) suatu materi, yaitu: sifat ekstensif dan sifat intesif.

1. Sifat ekstensif adalah sifat yang bergantung pada banyak sedikitnya jumlah zat atau materinya semakin banyak jumlahnya berarti semakin berat, misalnya volume, massa, berat, massa jenis berat, panjang, molaritas, dan normalitas. Contoh, gula pasir yang beratnya 1000 gram P 1.4 Materi Kurikuler Kimia SMP dan SMA  jumlahnya lebih banyak dibandingkan gula pasir yang beratnya 500 gram.

2 Sifat intensif, adalah sifat yang tidak bergantung pada banyak sedikitnya jumlah zat atau materinya, misalnya: suhu,wujud suatu zat, indeks bias, titik beku, titik didih. Contohnya, berapapun jumlahnya warna dari gula pasir adalah putih. Sifat intensif materi meliputi kerapatan, temperatur, warna, bau, dan rasa.  

Referensi :

Hidayati, F. N. (2016). IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA KELAS X PADA MATERI

ELASTISITAS DAN HUKUM HOOKE DI SMA NEGERI 1 INDRALAYA. JURNAL

INOVASI DAN PEMBELAJARAN FISIKA, 3(2).

Ramlawati, dkk. 2017. Sumber Belajar Penunjang PLPG 2017 Mata Pelajaran IPA Bab IIV

Zat dan Karakteristiknya. Jakarta, Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan

Direktorat Jenderal Guru Dan Tenaga Kependidikan 2017.

Saing, K. P. (2012). Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan

permainan kartu untuk meningkatkan prestasi belajar fisika siswa kelas VII B di

SMPK Angelus Custos II Surabaya” (Doctoral dissertation, Widya Mandala Catholic University Surabaya).

Sari, K. N. (2014). Keefektifan Model Pembelajaran POE (Predict-Observe-Explain)

terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Materi Perubahan Sifat Benda pada Siswa

kelas V SD Negeri Kejambon 4 Kota Tegal (Doctoral dissertation, Universitas Negeri

Semarang).