.

Tampilkan postingan dengan label @R06-Yudha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @R06-Yudha. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 November 2020

PENCEMARAN UDARA BERDASARKAN JUMLAH KENDARAAN DAN KONDISI IKLIM

 

PENCEMARAN UDARA BERDASARKAN JUMLAH KENDARAAN DAN KONDISI IKLIM

Oleh : Mochamad Yudha Eka Putra (R06- Yudha)



ABSTRAK

Salah satu penyebab pencemaran udara adalah meningkatnya jumlah kendaraan di Indonesia. Jumlah kendaraan diIndonesia tahun 2016 mencapai 124.215 juta uniot, naik 10-15%. World Health Organizartion (WHO) menyatakan bahwa pencemaran udara merupakan faktor risiko gangguan kesehtana terbesar didunia, diperkirakan data tahun 2016 sekitar 6,5 juta orang meninggal tiap tahun akibat paparan polusi udara. Faktor yang berhubungan dengan konsentrasi pencemar udara adalah jumlah kendaraan, suhu udara, kelembapan udara, kecepatan angin, hujan dan topografi. Untuk mengetahui hubungan jumlah kendaraan dan kondisi iklim dengan konsentrasi CO2 mengukur kosentrasi SO2 dan NO2 di terminal penggaron semarang maka digunakan analitik observasional dengan mendektakan cross sectional. Obyek dan sampel penelitian yaitu udara di lokasi penelitian. Sehingga akan ada hubungan jumlah kendaraan dan kelembaban udara dengan konsentrasi karbon monoksida (p0,05).

Kata Kunci : Jumlah Kendaraan, karbon monoksida, Pencemaran Udara


PENDAHULUAN

Pencemaran udara di perkotaan merupakan permasalahan yang sangat penting dan memerlukan perhatian khusus dari pemerintah. Jumlah kendaraan di Indonesia tahun 2016 mencapai 124.215 juta unit, naik 10-15 %. Jumlah kendaraan meningkat 6 juta unit setiap tahunnya. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kendaraan pada tahun 2011 yaitu 68.839.341 unit. Menurut WHO menyatakan bahwa pencemaran udara merupakan risiko gangguan kesehatan terbesar di dunia diperkirakan data tahun 2016 sekitar 6,5 juta orang meninggal tiap tahun akibat paparan polusi udara. Pencemaran udara di Indonesia mengakibatkan 16.000 kematian setiap tahunnya, 1 dari 10 orang menderita infeksi saluran pernapasan atas dan 1 dari 10 anak menderita asma.

Pencemaran udara dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah faktor iklim. Kondisi ini suhu udara yang tinggi akan menyebabkan bahan pencemar dalam udara berbentuk partikel menjadi kering dan ringan sehingga bertahan lebih lama di udara. Sumber pencemaran udara disebabkan oleh bertambahnya aktifitas manusia yang menghasilkan polutan, salah satunya adalah penggunaan kendaraan yang menghasilkan emisi gas buang kendaraan adalah CO.Tingginya tingkat konsentrasi karbon monoksida (CO) dapat menjadi salah satu penyebab gas rumah kaca yang berpengaruh terhadap naiknya suhu udara dan kelembaban udara di bumi. Sehingga pada hal ini akan terpusat pada pembahasan mengenai hubungan beberapa faktor dengan konsentrasi karbon monoksida yang semakin besar.



PERMASALAHAN

1.  1.  Apa hubungan jumlah kendaraan dengan konsentrasi Karbon Monoksida?

2.   2.   Apa hubungan suhu udara dengan konsentrasi Karbon Monoksida?

3.  3.    Apa hubungan kelembaban udara dengan konsentrasi Karbon Monoksida?

4.    4.   Apa hubungan kecepatan angin dengan konsentrasi Karbon Monoksida?


PEMBAHASAN

A.    Hubungan jumlah kendaraan dengan konsentrasi karbon monoksida

Ada hubungan antara jumlah kendaraan dengan konsentrasi karbon monoksida, semakin tinggi jumlah kendaraan maka semakin tinggi konsentrasi karbon monoksida. Ini karena banyak kendaraan yang berhenti menunggu penumpang dan menghidupkan mesin kendaraan. Hal ini dapat menyebabkan pembakaran yang tidak sempurna. Pada proses pembakaran yang tidak sempurna akan terbentuk karbon monoksida (CO), dengan demikian ada hubungan antara jumlah kendaraan dengan konsentrasi CO. Selain itu juga pada saat terjadi kemacetan yang Panjang, hal itu akan semakin memperkeruh udara.

 

B.     Hubungan suhu udara dengan konsentrasi karbon monoksida

Hubungan keduanya yaitu semakin rendah suhu udara maka semakin tinggi konsentrasi karbon monoksida. Suhu udara yang rendah menyebabkan bahan pencemar tidak dapat menyebar, sehingga bahan pencemar mengalami akumulasi dan konsentrasinya menjadi tinggi.

 

C.     Hubungan kelembaban udara dengan konsentrasi karbon monoksida

Semakin tinggi kelembaban udara maka semakin tinggi konsentrasi karbon monoksida. Dalam keadaan kelembaban udara tinggi kandungan uap air di udara tinggi dan mempunyai sifat menyerap radiasi bumi yang akan menentukan cepatnya kehilangan panas bumi sehingga bahan pencemar yang ada di udara mengalami penguapan.

 

D.    Hubungan kecepatan angin dengan konsentrasi karbon monoksida

semakin rendah kecepatan angin maka semakin tinggi konsentrasi karbon monoksida. Dalam keadaan angin yang tenang angin yang bertiup lemah, polutan akan mencemari tempat tersebut. Angin terjadi karena perbedaan tekanan udara pada suatu daerah. Hal tersebut berkaitan dengan besarnya energi panas matahari yang diterima permukaan bumi.



KESIMPULAN

Jumlah kendaraan yang semakin meningkat sangat mempengaruhi konsentrasi karbon monoksida di udara, selain itu juga ada beberapa faktor yang mempengaruhi konsentrasi karbon monoksida yaitu suhu, angin, dan kelembaban dan juga akan berdampak tidak baik untuk kesehatan manusia dan dapat juga menimbulkan banyak penyakit pernapasan. Dan semoga artikel yamg saya buat ini sangat bermanfaat untuk pembaca agar dapat mengetahui dampak polusi yang diakibatkan oleh kendaraan dan perubahan iklim. Bahwa artikel yang saya bikin lebih dari kata kurang sempurna semoga kedepannya bisa lebih sempurna lagi terimakasih.


DAFTAR PUSTAKA

 

Akmal. Dampak Gas CO terhadap Kesehatan. 2009. http:// vhatal (Akmal): dampak gas CO terhadap kesehatan.htm

Ardani, F. Jumlah Kendaraan di Indonesia. 2016. http://otomotif.kompas.com/read/2016 /08/20/103100215/Anda.Tahu.Populas i.Kendaraan.di.Indonesia

Jati, P. Januari 2016, Laju Penjualan Mobil dan Motor. http://www.cnnindonesia.com/ekonom i/20160216104203-92 111197/januari2016-laju-penjualan-mobil-dan-motormasih-tersendat/

 World Health Organization (WHO). Ambient (Outdoor) Air Quality and Health. 2014






Minggu, 01 November 2020

INDUSTRI MAKANAN PEMBUATAN KERIPIK JAHE

 

INDUSTRI MAKANAN PEMBUATAN KERIPIK JAHE

Mochamad yudha eka putra @R06-yudha

 

ABSTRAK

Indonesia dikenal sebagai negara penghasil rempah terbesar di dunia, salah satunya adalah jahe. Jahe (Zingiber officinale rosc) merupakan salah satu jenis tanaman yang termasuk dalam suku Zingiberaceae. Jahe banyak dibudidayakan di daerah bromo, malang terutama di daerah pegunungan. Banyak produk yang dihasilkan dari pemanfaatan jahe sehingga menghasilkan limbah indutri berupa ampas yang biasanya dibuang atau dijadikan pupuk. Padahal ampas jahe tersebut memiliki kandungan yang dapat menyehatkan tubuh dalam pengolahan menjadi berbagai produk. Di era globlisasi yang penuh inovasi ini, banyak kaum milenial yang kurang memperhatikan kesehatan. Mereka lebih tertarik dengan makanan instan yang tidak mengandung nutrisi. Maka penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan bagi peneliti dan masyarakat tentang inovasi dari ampas jahe yang bisa diolah menjadi milenial snack yang menyehatkan dan diminati oleh masyarakat sehingga dapat meningkatkan sumber nutrisi yang diperlukan dalam tubuh. Kandungan utama pada jahe adalah minyak atsiri yang bisa menghangatkan tubuh. Pembuatan ini dilakukan di ruang lab sma mutiara baru bekasi dengan menggunakan metode eksperimen. Hasil dari eksperimen tersebut yaitu produk pangan milenial snack dari ampas jahe berupa stik. Kemudian disebarkan secara acak kepada responden. Jumlah responden sebanyak 50 orang dengan kisaran usia 15 sampai 30 tahun. Dengan demikian peneliti menyimpulkan bahwa ampas jahe yang biasanya menjadi limbah dan dibuang ternyata dapat diolah menjadi produk yang kekinian, praktis, dan menyehatkan. Diharapkan artikel ilmiah ini selanjutnya dapat bisa dipelajari dan dimanfaatkan oleh banyak orang yang membacanya dan dapat lebih maksimal.

 

Kata Kunci : ampas jahe, milenial snack, menyehatkan

I.                    PENDAHULUAN

 

Indonesia dikenal sebagai negara penghasil rempah-rempah terbesar di dunia. Sejarah mencatat bahwa beberapa negara Eropa datang ke bumi nusantara hanya untuk menguasai rempah-rempah yang pada saat itu harga jualnya sangat tinggi di pasaran. Saat ini, Indonesia masih tetap merupakan salah satu negara produsen dan eksportir rempah-rempah terpenting di dunia. Rata-rata rempah Indonesia menyumbang 21,06% dari total pasar rempah di dunia pada tahun 2013. Rempah-rempah di Indonesia dapat dengan mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional maupun dibudidayakan di kalangan masyarakat. Hal ini menandakan betapa aktifnya penduduk Indonesia dalam memanfatkan rempah-rempah yag bisa diolah menjadi bahan masakan, obat-obatan, dan sebagainya. Banyak sekali rempah-rempah di Indonesia, salah satunya adalah jahe. Jahe (Zingiber officinale rosc) merupakan salah satu jenis tanaman yang termasuk dalam suku Zingiberaceae.       Nama “Zingber” berasal dari bahasa Sansekerta “Singabera” dan Yunani “Zingiberi” yang berarti tanduk, karena bentuk rimpang jahe mirip dengan tanduk rusa. Officinale merupakan bahasa Latin dari “Officina” yang berarti digunakan dalam farmasi atau pengobatan. Famili Zingiberaceae terdapat disepanjang daerah tropis dan sub tropis terdiri atas 47 genus dan 1.400 species. Genus Zingiber meliputi 80 pecies yang slah satunya adalah jahe yang merupakan species paling penting dan banyak manfaatnya. Banyak produk yang dihasilkan dari pemanfaatan jahe diantaranya adalah produk minuman sari jahe berskala kecil yang ada di daerah bromo.kabupaten malang Meskipun berskala kecil, namun menghasilkan limbah indutri berupa ampas yang biasanya dibuang atau dijadikan pupuk.

                  

     Ampas jahe merupakan limbah industri jamu maupun minuman kesehatan ataupun jahe instan. Industri-industri tersebut kebanyakan merupakan industri kecil atau menengah, sehingga kapasitas produksinya kecil. Selama ini ampas jahe hanya dibuang atau digunakan sebagai pupuk. Padahal ampas jahe tersebut masih memiliki beberapa kandungan di dalamnya. Ampas jahe tersebut bisa diolah menjadi berbagai produk, seperti digunakan dalam industri makanan, aromaterapi, dan farmasi sehingga memiliki nilai ekonomis yang baik. Namun produk-produk dari jahe ini kurang diminati oleh kaum milenial karena rasa dan baunya yang kurang disukai.

        Kaum milenial (Millennial Generation) merupakan generasi modern yang hidup di pergantian milenium. Generasi milenial atau yang disebut juga generasi Y ini lahir sekitar tahun 1980-2000. Jadi bisa dikatakan generasi milenial adalah generasi muda masa kini yang saat ini berusia sekita 15-34 tahun. Berdasarkan hasil penelitian Lancaster dan Stillman, Generasi Y dikenal dengan sebutan generasi milenial atau milenium. Generasi ini banyak menggunkaan teknologi komunikasi instan seperti email, SMS, instant messaging, dan media sosial, sehingga dengan kata lain generasi Y adalah generai yang tumbuh pada era internet booming (Syarif Hidayatullah, dkk, 2018). Di era globlisasi yang penuh inovasi ini, banyak kaum milenial yang kurang memperhatikan kesehatan. Mereka lebih tertarik dengan makanan instan yang tidak mengandung nutrisi bahkan membahayakan bagi tubuh. Sehingga generasi milenial sekarang ini mudah terkena penyakit.

      Dari pernyataan diatas, dapat diketahui bahwa kaum milenial saat ini lebih menyukai makanan instan kekinian yang tidak menyehatkan. Masalah utamanya adalah apabila generasi milenial ini terus menerus mengonsumsi makanan yang tidak sehat maka akan menyebabkan masalah kesehatan. Oleh karena itu, penulis ingin membuat suatu inovasi produk makanan berbahan dasar ampas jahe yang cocok untuk generasi milenial sehingga menjadi camilan yang kekinian dan menyehatkan serta dapat berdaya saing di pasaran.

1.2.  RUMUSAN MASALAH

1. Apakah ampas jahe (Zingiber officinale rosc) dapat diolah menjadi camilan milenial?

2. Bagaimana proses pengolahan ampas jahe (Zingiber officinale rosc) menjadi camilan milenial yang menyehatkan ?

3.      Apa keunggulan ampas jahe (Zingiber officinale rosc) sebagai camilan milenial ?

 4.  Apakah produk camilan milenial dari ampas jahe (Zingiber officinale rosc) dapat diminati oleh masyarakat ?

1.2.  METODE PEMBUATAN

Persiapan Bahan dan Alat Mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan secara lengkap. Bahan yag dibutukkan diantaranya adalah jahe, tepung terigu, merica, tepung tapioka, garam dan minyak goreng. Sedangkan alat yang dibutuhkan meliputi parut jahe, wajan, saringan, baskom, pisau.

Tahapan Pembuatan keripik :

a.       Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.

b.  Cuci jahe hingga bersih. Dalam penelitian ini, jahe yang digunakan adalah jahe gajah.

c.    Setelah itu, kelupas kulit jahe menggunakan pisau.

d.    Parut jahe dan ambil ampasnya.

e.  Campurkan tepung terigu, tepung tapioka, garam, dan merica. Lalu, masukkan ampas jahe yang sudah diparut.

f.       Aduk hingga rata. Tambahkan sedikit air

g.     Aduk terus sampai adonan menjadi kalis.

h.     Setelah itu, pipihkan adonan. Kemudian bentuk adonan menyerupai keripik

  Setelah goreng adonan tersebut hingga berwarna kuning keemasan/ kuning                kecoklatan

                  HASIL DAN PEMBAHASAN

   Camilan milenial merupakan makanan ringan kekinian yang sekarang ini banyak dikonsumsi oleh para remaja milenial. Salah satu camilan milenial adalah stik. Stik hasil penelitian dalam karya ini adalah stik berbahan dasar ampas jahe (Zingiber officinale rosc). Stik ampas jahe (Zingiber officinale rosc) ini berbentuk persegi panjang, pipih, seperti kebanyakan stik pada umumnya. Teksturnya renyah dan agak halus. Warna dari keripik ampas jahe adalah kuning keemasan. Rasanya gurih dan pedas. Serta khasiatnya dapat menghangatkan tubuh setelah dikonsumsi.

    Kadar oleorosin dan minyak atsiri pada keripik berbahan dasar ampas jahe (Zingiber officinale rosc)menunjukkan rata-rata 3,9% dari berat jahe. Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi ampas jahe (Zingiber officinale rosc) berpengaruh nyata terhadap kadar gizi pada stik yang dihasilkan. Pada penelitian ini kadar gizinya meningkat seiring dengan besarnya penambahanampas jahe (Zingiber officinale rosc). Hal ini diduga karena ampas jahe (Zingiber officinale rosc) merupakan sumber mineral tertinggi pada bahan baku pembuatan keripik.


      Jahe (Zingiber officinale rosc) merupakan salah satu jenis tanaman yang termasuk dalam suku Zingiberaceae. Tanaman ini juga termasuk dalam tanaman rimpang. Jahe banyak sekali ditemukan di daerah peniliti, yaitu Trenggalek. Hal ini disebabkan karena di Trenggalek kebayakan daerahnya adalah pedesaan dan pegunungan. Dalam penelitian ini, jahe yang digunakan adalah jahe gajah yang kemudian diolah sedemikian rupa menjadi camilan milenial berupa stik. Pengolahan stik ampas jahe ini dibuat melaui beberapa proses. Terlebih dahulu jahe diparut dan diambil ampasnya. Setelah itu, dicampurkan pada adonan tepung terigu, tepung tapioka, telur, merica, dan garam. Tujuan pencampuran tersebut adalah agar kandungan oleorosin dan minyak atsiri yang ada pada jahe dapat menghangatkan tubuh saat dikonsumsi. Pipihkan adonan dengan ketebalan sesuai selera. Kemudian adonan tersebut dibentuk sedemikian rupa menjadi stik.

     Produk yang dihasilkan memang berbau menyengat, terasa agak pahit dan pedas serta badan akan terasa hangat setelah mengonsumsinya dikarenakan kandungan yang terdapat pada jahe itu sendiri. Peneliti sengaja membuat perbandingan yang jauh antara ampas jahe dengan bahan yang lain agar manfaat jahe itu lebih terasa. Dengan demikian, para milnial yang mengonsumsi stik ini akan merasakan manfaatnya bagi kesehatan tubuh.

 Keunggulan dari camilan milenial berupa stik ampas jahe ini antara lain jahe (Zingiber officinale rosc) mudah di dapatkan dan tersedia melimpah di daerah peneliti, pengolahannya mudah karena tidak membutuhkan alat dan bahan yang sulit dijumpai, camilan milenial ini memiliki banyak manfaat bagi tubuh antara lain dapat menghangatkan, mengurangi rasa mual, dan mengandung antioksidan yang tinggi, serta lebih menyehatkan dibadingkan dengan camilan milenial instan saat ini

                       KESIMPULAN

 Jahe merupakan tanaman tumbuhhan yang sangat bagus buat tubuh manusia apalagi jahe banyak mengandung zat-zta yang baik untuk tubuh kita maka dari itu manfaat dari pengolahan keripik jahe ini sangat lah bagus untuk mebentuk metabolisme tubuh. Semoga artikel yang saya ketik dapat bermanfaat bagi pembaca artikel saya dan saya sebagai pembikin artikel ini mohon maaf jika banyak kata kata yang kurang sempurna.

 

DAFTAR PUSTAKA

 Dwi dan Diyono ( 2012 ).Pemanfaatan Ampas Jahe Limbah Industri Jamu dan minuman untuk Produksi Minyak jahe dengan destilasi kohobasi vacuum.Jurusan Teknik Kimia PSD III Teknik,UNDIP Semarang : Jawa Tengah.

 Erinda Trias Wardani. Pengaruh Ekstrak Jahe (Zingiber officinale Rosc.) var. Gajah Terhadap Kualitas Spermatozoa Mencit (Mus musculus) yang Terpapar 2-Methoxyethanol. ADLN Perpustakaan, Universitas Airlangga Surabaya : Jawa Timur.

 Yana (2018). Study Jenis Rempah – rempah dan Pemanfaatannya di Pasar Tradisional Angso Duo. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin: Jambi.

 

                      



Senin, 12 Oktober 2020

Pengolahan limbah cair dengan biofilter dan tanaman kiambang


                                      Dibuat oleh : Mochamad Yudha Eka Putra
                                      Kode peserta : @ R06- Yudha
                           
                                                            ABSTRAK

Air limbah domestik (rumah tangga) merupakan limbah cair hasil buangan dari perumahan 
(rumah tangga), bangunan perdagangan, perkantoran dan sarana sejenis. Salah satu upaya dalam 
pengelohan limbah Domestik adalah dengan cara pengolahan biofilter aerob menggunakan media 
bioball dan tanaman kiambang. Proses ini dilakukan dengan cara pembiakan bakteri ( Seeding) 
selama 2 minggu, dilanjutkan dengan Aklimatisasi selama 3 hari dengan arah aliran down flowup 
flo dan dilakukan secara duplo menggunakan reaktor yang terbuat dari kaca dengan dimensi 
tertentu, biobal dan tanaman kiambang dan debit 0,34 ml/ detik menghasilkan efisiensi 
penurunan BOD sebesar 68,98% dari konsentrasi awal BOD 785,5 mg/L menjadi 235,29 mg/L. 
Sedangkan efisiensi penurunan minyak lemak sebesar 96,60% dari konsentrasi awal 5213 mg/L 
menjadi 177,5 mg/L. Tujuan dari penelitian Limbah cair domestik dengan menggunakan lumpur 
aktif adalah agar dapat mengetahui kandungan air yang terdapat dilimbah tersebut, seperti 
minyak dan limbah pada rumah tangga, perkantoran dan bangunan perdagangan dengan 
menggunakan biofilter Anaerob. Dari hasil yang dilakukan oleh biofilter terhadap limbah cair 
tersebut menghasilkan dapat menurunkan parameter terhadap BOD dan miyak lemak dengan 
cara pengolahan oleh biofilter dan tanaman kiambang terhadap BOD dan minyak lemak untuk 
menurunkan kadar bahan pencemaran di air
kata kunci : biofilter aerob,biobal,tanama kiambang

1. PENDAHULUAN
Pesatnya perkembangan pada zaman sekarang dan banyaknya pendatang dari luar daerah 
yang mengakibatkan bertambahnya para penduduk kota yang dikarenakan para penduduk 
dari luar daerah datang kekota, yang mengakibatkan lahan diperkotaan berkurang untuk 
membangun pemukiman dan yang terjadi para penduduk membangun pemukiman 
disekitaran bantara kali atau sungai. Yang mengakibatkan para penduduk membuang bekas 
limbah rumah tangga ke sungai dan pembuang limbah perkantoran yang dibuang ke sungai.
 Permasalahan lingkungan saat ini yang dominan adalah limbah cair yang berasal dari 
hasil kegiatan rumah tangga dan industri. Limbah cair yang dibuang begitu saja ke air tanpa 
diproduksi terlebih dahulu mengakibatkan dampak negatif pada perairan disekitar sungai. 
Pengelolahan limbah cair dalam produksi dimaksudkan untuk mengurangi dampak bahan 
kimia yang terdapat di buang limbah tersebut.


 Salah satu upaya dalam mengolah limbah rumah tangga dengan cara sederhana yaitu 
dengan menggunakan biofilter aerob yang menngunakan biobal dan tanaman, konsep
teknlogi pengolahan limbah ini dengan cara cara pembiakan bakteri ( Seeding) selama 2
minggu, dilanjutkan dengan Aklimatisasi selama 3 hari dengan arah aliran down flowup flo
dan dilakukan secara duplo menggunakan reaktor yang terbuat dari kaca dengan dimensi
tertentu, biobal dan tanaman kiambang dan debit 0,34 ml/ detik menghasilkan efisiensi
penurunan BOD sebesar 68,98% dari konsentrasi awal BOD 785,5 mg/L menjadi 235,29
mg/L. Sedangkan efisiensi penurunan minyak lemak sebesar 96,60% dari konsentrasi awal
5213 mg/L menjadi 177,5 mg/L.

2. METODE DAN PEMERSALAHAN
Akibat populasi penduduk khususnya di perkotaan yang cukup tinggi, sehingga kebutuhan
akan tempat tinggal yang cukup besar membuat area pemukiman tidak tertata, Dan limbah
rumah tangga maupun perkantoran dibuang begitu saja ke sungai atau kali tanpa melalui
proses pengolahan limbah berdampak ke polusi sungai. Dimana akibat dari limbah tersebut
akan berakibat kepada pendangkalan sungai, air sungai berubah menjadi keruh bahkan
kehitam hitaman dan berbau serta membuat biota sungai tidak berkembang dengan baik
bahkan mati khususnya ikan yang hidup di sungai.



 Dan akibat dari pendangkalan sungai itu sendiri tentunya dimusim hujan sungai tidak
dapat menampung debit air yang datang sehingga dapat menyebabkan banjir. Untuk itu perlu
dibuat suatu rencana agar air limbah tidak langsung masuk ke sungai tetapi melalui proses
pengolahan air limbah tersebut atau menggunakan tanaman kiambang.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Limbah domestik atau rumah tangga merupakan bahan organik yang umumnya terdiri dari
unsur-unsur yang sudah terurai. Bahan organik yang terkandung di dikomposisi oleh
mikroorganisme melalu proses oksidasi sederhana dan unsur hara bahkan organik yang didapat
akan dimanfaatkan oleh bakteri Hetrotrof sebagi bahan makanan secara fisik keadaan air limbah
juga terdapat cairan minyak yang sangat pekat, berwarna kuning dan berbau tajam dan memiliki
tingkat percemaran yang tinggi untuk parameter BOD.


 Dengan menggunakanmtode pengolahan limbah menggunakan Biobal dan tanaman
kiambang, akan terjadi proses perkembangbiakkan bakteri sehingga mampu menurunkan beban
pencemar. Karena degan adanya media biobal yang berfungsi sebagai media filter yang terbuat
dari plastik berbentuk bulat demngan rongga-rongga yang digunakan sebagai tempat tinggal
bakteri atau mikroorganisme, dan juga karena adanya aktivitas mikroorganisme pada tanaman
kiambang yang membantu menurunkan konsentrasi (BOD) pada air limbah domestik, karenakemampuan akar tanaman kiambang berfungsi sebagai alat penyerapan air dan unsur hara serta
mineral.
 Proses filterasi yang dilakukan oleh media biobal pada akar tanaman kiambang yang terdapat
didalam reaktor, terjadi karena kemampuan partikel-partikel media maupun sistem perakaran
membentuk filter yang dapat menahan partikel-partikel solit yang terdapat dalam air limbah
juga menyebabkan konsentrasi minyak, lemak yang terdapat dalam limbah rumah tangga
menurun.

KESIMPULAN
Dengan menggunakan instalasi pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan metode biobal dan
tanaman kiambang dapat mengurangi kadar BOD dan minyak yang terdapat didalam air
limbah sesuai baku mutu keputusan Menteri lingkungan hidup Republik Indonesia No.
112 Tahun 2003 sehingga biota sungai dapat berkembang biak dan tetap terjaga.

DAFTAR PUSTAKA


Metcalf dan Eddy, inc. 2003. Wastewater Engineering: Treatment, Disposal and Reuse.
McGraw-Hill, inc: USA.

Said, N. 2005. Aplikasi bioball untuk media biofilter strudi kasus pengolahaan air limbah
pencucian jeans. Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Lingkungan (BPPT). Jurnal; Vol 1
No. .

Tri Apriadi, 2008. jurnal Kombinasi bakteri dan tumbuhan air sebagai bioremediator dalam
mereduksi kandungan bahan organik limbah kantin. INSTITUT pertanian Bogor 2008.

Herlambang, A dan R. Marsidi. 2003, proses Denitrifikasi dengan Sistem Biofilter untuk
pengolahan air Limbah yang Mengandung Nitrat. jurnal Teknologi Lingkungan; Vol 4 (1): 46-
55

Haryanti, Sri, Nintya Setiari, Rini Budi Hastuti, Endah Dwi Hastuti, dan Yulita Nurchayati.
2009. Respon fisiologi dan Anatomi Eceng Gondok di Berbagai Perairan Tercemar. Jurnal