.

Tampilkan postingan dengan label @G16-HUSEIN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @G16-HUSEIN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Agustus 2018

Minyak Bumi



Minyak bumi (Bahasa Inggris: petroleum) dijuluki sebagai emas hitam. Minyak bumi adalah cairan kental, berwarna hitam atau kehijauan, mudah terbakar, dan berada di lapisan atas dari beberapa tempat di kerak bumi. Minyak bumi merupakan salah satu bentuk hidrokarbon, yaitu senyawa kimia yang mengandung hidrogen dan karbon. Minyak bumi yang belum diolah disebut minyak mentah (crude oil) dan belum dapat digunakan. Minyak mentah diolah dengan cara dipisah-pisahkan berdasarkan titik didihnya. Hasil pengolahan minyak mentah berupa bensin, solar, avtur, minyak tanah, aspal, plastik, oli, dan LPG.

Pengertian Minyak Bumi


Minyak bumi adalah istilah yang meluas dalam kehidupan sehari-hari. Sebelumnya orang menggunakan istilah minyak tanah atau minyak yang dihasilkan dari dalam tanah namun istilah yang lazim dipakai sekarang adalah miyak bumi sementara kata ‘minyak tanah’ lazim digunakan untuk menyebut bahan bakar kompor minyak atau bahasa Inggrisnya kerosene. Secara harfiah, minyak bumi berarti ‘minyak di dalam perut bumi’. Istilah minyak bumi lebih tepat karena minyak ini terdapat didalam perut bumi bukan didalam tanah.

Bahasa Inggris minyak bumi adalah petroleumyang berasal dari bahasa Yunani πέτρα (petra)yang berarti ‘batu’ dan ἔλαιον (elaison) yang berarti minyak. Kata petroleum pertama kali digunakan dalam karangan De Natura Fossilium yang dikarang pada tahun 1546 oleh Georg Bauer yang berkebangsaan Jerman.

Sejarah Minyak Bumi


Minyak Bumi telah digunakan oleh manusia sejak zaman kuno, dan sampai saat ini masih merupakan komoditas yang penting. Minyak Bumi menjadi bahan bakar utama setelah ditemukannya mesin pembakaran dalam, semakin majunya penerbangan komersial, dan meningkatnya penggunaan plastik.

Lebih dari 4000 tahun yang lalu, menurut Herodotus dan Diodorus Siculus, aspal telah digunakan sebagai konstruksi dari tembok dan menara Babylon; ada banyak lubang-lubang minyak di dekat Ardericca (dekat Babylon). Jumlah minyak yang besar ditemukan di tepi Sungai Issus, salah satu anak sungai dari Sungai Eufrat. Tablet-tablet dari Kerajaan Persia Kuno menunjukkan bahwa kebutuhan obat-obatan dan penerangan untuk kalangan menengah-atas menggunakan minyak Bumi. Pada tahun 347, minyak diproduksi dari sumur yang digali dengan bambu di China.

Pada tahun 1850-an, Ignacy Łukasiewicz menemukan bagaimana proses untuk mendistilasi minyak tanah dari minyak Bumi, sehingga memberikan alternatif yang lebih murah daripada harus menggunakan minyak paus. Maka, dengan segera, pemakaian minyak Bumi untuk keperluan penerangan melonjak drastis di Amerika Utara. Sumur minyak komersial pertama di dunia yang digali terletak di Polandia pada tahun 1853. Pengeboran minyak kemudian berkembang sangat cepat di banyak belahan dunia lainnya, terutama saat Kerajaan Rusia berkuasa. Perusahaan Branobel yang berpusat di Azerbaijan menguasai produksi minyak dunia pada akhir abad ke-19.

Tiga negara yang memproduksi minyak terbanyak adalah Arab Saudi, Rusia, dan Amerika Serikat. Sekitar 80 persen minyak dunia dihasilkan dari Timur Tengah, dengan 62,5 persennya berasal dari Arab 5: Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Irak, Qatar, dan Kuwait.

Pada tahun 1950-an, biaya pengangkutan minyak menggunakan kapal tangker mencapai 33 persen dari harga minyak di teluk Persia, tetapi pada saat pengembangan supertangker pada tahun 1970-an, biaya pengangkutan menurun menjadi hanya 5 persen

Teori Pembentukan Minyak Bumi


Membahas identifikasi minyak bumi tidak dapat lepas dari bahasan teori pembentukan minyak bumi dan kondisi pembentukannya yang membuat suatu minyak bumi menjadi spesifik dan tidak sama antara suatu minyak bumi dengan minyak bumi lainnya. Berikut ini akan dibahas 3.  teori pembentukan minyak bumi.


1. Teori Biogenesis (Organik)


Macquir (Prancis, 1758) merupakan orang 
pertama yang pertama kali mengemukakan pendapat bahwa minyak bumi berasal darri umbuh-tumbuhan. Kemudian M.W Lamanosow (Rusia, 1763) juga mengemukakan hal yang sama. Pendapat di atas juga didukun oleh sarjana lain seperti, Nem Beery, Engler, Bruk, bearl, Hofer. Meeka mengatakan bahwa ”minyak dan gas bumi berasal dari organisme laut yan telah mati berjuta-juta tahun yang lalu dan membentuk sebuah lapisan dalam perut bumi.” Minyak bumi termasuk sumber daya alam yang tidak terbarukan.

Pembentukan minyak bumi dimulai dan bangkai makhluk hidup laut kecil dan tumbuhan yang mengendap di dasar laut dan tertutup lumpur. Semuanya membentuk fosil. Endapan ini mendapat tekanan dan panas yang besar. Secara alami akan berubah menjadi minyak bumi dan gas alam. Massa jenis air lebih besar sehingga minyak bumi akan terdorong dan terapung. Kemudian minyak bumi bergerak dan mencari tempat yang lebih baik untuk berhenti dan terperangkap dalam batuan yang kedap atau kadang-kadang merembes keluar ke permukaan bumi. Hal ini dapat menjelaskan mengapa minyak bumi juga disebut petroleum. (Petroleum berasal dan bahasa latin petrus” artinya batuan dan “oleum” artinya minyak). Untuk rnemperoleh minyak bumi atau petroleum dilakukan pengeboran. Pengeboran menjadi lebih mudah dilakukan karena massa jenis minyak bumi lebih kecil daripada air. Hal ini mengakibatkan minyak terapung di atas air.
Berdasarkan teori Biogenesis, minyak bumi terbentuk karena adanya kebocoran kecil yang permanen dalam siklus karbon. Siklus karbon ini terjadi antara atmosfer dengan permukaan bumi, yang digambarkan dengan dua panah dengan arah yang berlawanan, di mana karbon diangkut dalam bentuk karbon dioksida (C02)(gambar 1.1). Pada arah pertama, karbon dioksida di atmosfir berasimilasi, artinya CO2 diekstrak dari atmosfir oleh organisme fotosintetik darat dan laut. Pada arah yang kedua CO2 dibebaskan kembali ke atmosfir melalui respirasi makhluk hidup (tumbuhan, hewan dan mikroorganisme).

Apabila makhluk hidup tersebut mati, maka 99,9% senyawa karbon dari mahluk hidup akan kembali mengalami siklus sebagai rantai makanan, sedangkan sisanya 0.1 % senyawa karbon terjebak dalam tanah dan dalam sedimen. Inilah yang merupakan cikal bakal senyawa-senyawa fosil atau dikenal juga sebagai embrio minyak bumi. Embrio minyak bumi mengalami perpindahan dan akan menumpuk di salah satu yang kemungkinan menjadi reservoar dan ada yang hanyut bersama aliran air sehingga menumpuk di bawah dasar laut. Karena perbedaan tekanan di bawah laut, embrio tersebut muncul ke permukaan lalu menumpuk di permukaan dan ada pula yang terendapkan di permukaan laut dalam yang arusnya kecil.

2. Teori Abiogenesis (Anorganik)


Barth Barthelot (1866) mengemukakan di dalam minyak bumi terdapat logam alkali, yang dalam keadaan bebas dengan temperatur tingi akan bersentuhan denagn C02 membentuk asitilena. Kemudian Mendeleyev (1877) mengemukakan bahwa minyak bumi tebentuk akibat adanya pengauh kerja uap pada kabida-karbida logam di dalm bumi. Yang lebih ekstrim lagi adalah pernyataan beberapa ahli yang mengemukakan bahwa minyak bumi mulai terbentuk sejak zamn prasejarah, jauh sebelum bumi terbentuk dan besamaan dengan proses terbentuknya bumi.pernyataan itu berdasar fakta ditemukannya material hidrokarbon dalam beberapa batuan meteor dan di atmosfir bebeapa planet lain.

3. Teori Duplex


Teori Duplex merupakan perpaduan dari Teori Biogenetik dan Teori Anorganik. Teori Duplex yang banyak diterima oleh kalangan luas, menjelaskan bahwa minyak dan gas bumi berasal dari berbagai jenis organisme laut baik hewani maupun nabati. Diperkirakan bahwa minyak bumi berasal dari materi hewani dan gas bumi berasal dari materi nabati.

Akibat pengaruh waktu, temperatur, dan tekanan, maka endapan Lumpur berubah menjadi batuan sedimen. Batuan lunak yang berasal dari Lumpur yang mengandung bintik-bintik minyak dikenal sebagai batuan induk (Source Rock). Selanjutnya minyak dan gas ini akan bermigrasi menuju tempat yang bertekanan lebih rendah dan akhirnya terakumulasi di tempat tertentu yang disebut dengan perangkap (Trap).

Dalam suatu perangkap (Trap) dapat mengandung (1) minyak, gas, dan air, (2) minyak dan air, (3) gas dan air. Jika gas terdapat bersama-sama dengan minyak bumi disebut dengan Associated Gas. Sedangkan jika gas terdapat sendiri dalam suatu perangkap disebut Non Associated Gas. Karena perbedaan berat jenis, maka gas selalu berada di atas, minyak di tengah, dan air di bagian bawah. Karena proses pembentukan minyak bumi memerlukan waktu yang lama, maka minyak bumi digolongkan sebagai sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui (unrenewable).

Sumber :

Minyak bumi (id.wikipedia.org)



Pengertian minyak Bumi (moalizm.blogspot.com)

TEORI PEMBENTUKAN MINYAK BUMI (migasnet11rizki8002.blogspot.com)

Minyak Bumi - Kimia 10 SMA (aditya-pandhu.blogspot.com)

MAKALAH KIMIA "Minyak Bumi" (blogsiantar4all.blogspot.com)



Bioteknologi dan Dampak Bagi Kehidupan


 



Mengenal Bioteknologi

Secara harfiah, pengertian bioteknologi terdiri atas 2 kata yaitu bio (yang berarti hidup) dan teknologi (yang berarti ilmu terapan).


Dari 2 asal kata tersebut, pengertian bioteknologi dapat diartikan sebagai suatu ilmu terapan atau teknologi yang menggunakan atau memanfaatkan mahluk hidup sebagai komponen utama dalam pembuatan produk baik dalam bentuk barang maupun jasa yang berguna bagi kehidupan manusia.


Menurut Nahason Bastin ( 2016 ),Bioteknologi mengalami kemajuan yang sangat pesat. Semua orang berlomba - lomba melakukan rekayasa genetika, yaitu dengan menyisipkan sepotong gen yang memiliki sifat tertentu ke dalam sel lain. Rekayasa genetika ini disebut dengan DNA rekombinan. Misalnya memanfaatkan bakteri untuk menghasilkan insulin, memanfaatkan jamur untuk dapat menghasilkan antibiotika seperti penisilin, dan memanfaatkan virus untuk menghasilkan vaksin. Setelah mengenal Bioteknologi, sekarang kita membahas macam-macam Bioteknologi. Dalam sejarah Bioteknologi terdiri atas 2 macam yaitu Bioteknologi Konvensional dan Bioteknologi Modern.



Bioteknologi Modern 

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, para ahli telah mulai mengembangkan bioteknologi dengan memanfaatkan prinsip-prinsip ilmiah melalui penelitian. Bioteknologi modern merupakan praktik bioteknologi yang didasari dengan prinsip-prinsip ilmiah hasil penelitian sebelumnya. Perkembangan bioteknologi modern ini dimuali sejak ditemukannya struktur helik ganda DNA dan teknologi rekombinasi DNA pada awal tahun 1950-an. Bioteknoligi modern didasari oleh beberapa ilmu biologi yaitu mikrobiologi, genetika dan biokomia, dengan dasar ketiga ilmu tersebut dan ditemukannya struktur helik ganda DNA memungkinkan manusia untuk memanipulasi suatu organisme pada taraf seluler ataupun molekuler.dengan bioteknologi modern dapat dilakukan perbaikan galur dengan cepat dan tepat serta dapat diprediksi, dapat merancang galur dengan bahan genetik tambahan yang tidak pernah ada pada galur induknya. Ciri-ciri bioteknologi modern biasanya steril, produksi dalam jumlah banyak (massal), kualitas berstandar. Adapun beberapa contoh dari bioteknologi modern yaitu :

1. Tanaman atau Hewan transgenik

Tanaman atau hewan transgenik merupakan salah satu produk bioteknologi modern yang dilakukan dengan suatu metode untuk merekayasa genetik dengan cara menyisipkan gen yang dikehendaki ke dalam suatu organisme (Nurcahyo, 2011).

2. Hibridoma

Hibridoma merupakan suatu metode untuk menggabungkan dua jenis sel dengan tujuan mendapatkan sel hibrid yang memiliki kemampuan kedua sel induknya (Nurcahyo, 2011). Pembuatan antibodi monoklonal dapat dilakukan dengan metode hibridoma. Hibridoma dilakukan dengan cara menggabungkan sel meiloma dengan sel limfosit spesifik. Sel gabungan tersebut memilki sifat gabungan dari kedua sel asalnya, yaitu menghasilkan antibodi spesifik yang diturunkan dari sel limfosit spesifik dan mempunyai sifat dapat hidup terus menerus yang didapat dari sel meiloma (Hasibuan, 1998). 

3. Rekayasa Genetika

Rekayasa genetika yaitu metode untuk memanipulasi genetik suatu organisme dengan cara menambahkan atau mengurangi gennya sehingga memiliki sifat sesuai dengan yang diharapkan. Ilmuwan menggunakan rekayasa genetika untuk membuat sel bakteri dapat menghasilkan hormon insulin manusia (Nurcahyo, 2011).

Dengan adanya bioteknologi modern secara prospektif akan mampu menghasilkan produk-produk penemuan baru (Nurcahyo, 2011). Selanjutnya penemuan baru ini akan membantu dalam hal perkembangan bioteknologi yang lebih spesifik dalam bidang farmasi, kedokteran, pertanian, peternakan, forensik, kelautan, lingkungan serta lingkungan dan sosial.


Bioteknologi Konvensional


Menurut Hastuti (2011) , Bioteknonologi konvensional adalah bioteknologi yang memanfaatkan mikroorganisme untuk memproduksi produk-produk dari mikroorganisme tersebut, seperti alkohol, bahan makanan dan gula. Bioteknologi dalam artian pemanfaatan mikroorganisme untuk mengolah makanan dan minuman, telah dikenal sejak jaman dahulu sebelum masehi. Proses yang biasa dilakukan mikroorganisme ini disebut dengan proses fermentasi dan akan menghasilkan produk yang bermanfaat bagi manusia seperti tempe, tape, yoghurt dan keju. Salah satu ciri dari bioteknologi tradisional adalah penggunaan mikroorganisme secara langsung dalam mengubah bahan pangan. Bioteknologi mikroba ini merupakan suatu perkembangan ilmu teknologi yang menggunakan agen hayati dalam menghasilkan suatu produk, dan agen tersebut adalah mikroba

Penggunaan mikroba dalam ilmu bioteknologi pada umumnya menggunakan teknik fermentasi. Fermentasi merupakan suatu cara untuk mengubah substrat menjadi produk tertentu yang dikehendaki dengan menggunakan bantuan mikroba. Produk-produk tersebut biasanya dimanfatkan sebagai minuman atau makanan. Fermentasi merupakan suatu cara yang telah dikenal dan digunakan sejak lama. Sebagai suatu proses fermentasi memerlukan (Dwidjoseputro, 1989):

1. Mikroba sebagai inokulum.

2. Tempat (wadah) untuk menjamin proses fermentasi berlangsung dengan optimal.

3. Substrat sebagai tempat tumbuh (medium) dan sumber nutrisi bagi mikroba.


Kelebihan dan Kekurangan Bioteknologi (Modern dan Konvensional)


A. Bioteknologi Modern


1. Kelebihan :

-  Perbaikan sifat genetik dilakukan secara terarah.


- Dapat mengatasi kendala ketidaksesuaian genetik.

- Hasil dapat diperhitungkan.

- Dapat menghasilkan jasad baru dengan sifat baru yang tidak ada pada jasad alami.

- Dapat memperpendek jangka waktu pengembangan galur jasad / tanaman baru.

- Dapat meningkatkan kualitas dan mengatasi kendala alam dalam sistem budidaya tanaman.

2. Kelebihan pada berbagai bidang :

- Pertanian dan Peternakan, menciptakan bibit-bibit unggul yang akan memberikan produk bermutu tinggi secara kualitas dan kuantitas, meningkatnya sifat resistensi tanaman terhadap hama, dan penyakit tanaman.

- Lingkungan dan Pelestarian, mengatasi masalah pelestarian spesies langka dan hampir punah.

- Kesehatan, mampu menciptakan produk obat untuk penyakit.

- Industri, menciptakan pemberantas hama secara biologis dan tanaman tahan hama dalam tubuhnya disisipi gen bakteri.

- Pertambangan, melakukan pengolahan biji besi dan masalah sumber daya energi.

3. Kekurangan : 

- Relatif mahal.

- Memerlukan kecanggihan tekhnologi.

- Pengaruh jangka panjang belum diketahui

4. Kekurangan pada berbagai bidang :

- Etika/ Moral, bertentangan dengan nilai budaya dan agama, merusak etika dan moral, serta melanggar hukum alam.

- Sosial ekonomi, menimbulkan kesenjangan antara negara/ perusahaan, harus adanya perizinan dalam menggunakan produk, menimbulkan kesenjangan ekonomi, dan menyingkirkan plasma nutfah.

- Kesehatan, kematian, gen yang resisten terhadap antibiotik, dan adanya kandungan bahan kimia yang baru pada produk.

- Lingkungan, mengganggu keseimbangan alam dan kelestarian organisme, pencemaran biologi, dan penyalahgunaan hak pribadi.



B.  Bioteknologi Konvensional

1. Kelebihan : 

- Relatif murah.

- Teknologi sederhana.

- Pengaruh jangka panjang umumnya sudah diketahui karena sistemnya sudah mapan.

- Meningkatkan nilai gizi dari produk-produk makanan dan minuman, seperti air susu menjadi yoghurt, mentega, keju.

- Menciptakan sumber makanan baru, misalnya dari air kelapa dapat dibuat Nata de coco.

- Secara tidak langsung dapat meningkatkan perekonomian rakyat karena bioteknologi konvensional tidak banyak membutuhkan biaya karena biaya yang digunakan relatif murah

2. Kekurangan : 

- Perbaikan sifat genetik tidak terarah.

- Tidak dapat menatasi masalah ketidak sesuaian genetik.

- Hasil tidak dapat diperkirakan sebelumnya.

- Memerlukan waktu lama untuk menghasilkan galur baru.

- Tidak dapat mengatasi kendala alam dalam mengatasi budidaya tanaman misal masalah hama




KESIMPULAN


Kesimpulannya bioteknologi terdiri atas 2 kata yaitu bio (yang berarti hidup) dan teknologi (yang berarti ilmu terapan). Dari 2 asal kata tersebut, pengertian bioteknologi dapat diartikan sebagai suatu ilmu terapan atau teknologi yang menggunakan atau memanfaatkan mahluk hidup sebagai komponen utama dalam pembuatan produk baik dalam bentuk barang maupun jasa yang berguna bagi kehidupan manusia. 

Bioteknologi dibagi menjadi 2 macam yakni, Bioteknologi Konvensioal dan Bioteknologi Modern. Jadi, dari dua macam bioteknologi tersebut sangat bermanfaat bagi kehidupan makhluk hidup. Selain itu, bioteknologi juga dapat menimbulkan berbagai dampak positif maupaun dampak negatif dalam berbagai bidang.




Daftar Pustaka

BUKU REKAYASA REPRODUKSI Dan BIOTEKNOLOGI By Nahason Bastin 2016.

Nurcahyo, Heru. 2011. Diktat Bioteknologi. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta

http://www.ebiologi.com/2015/11/pengertian-bioteknologi-konvensional-modern.html

Habibie, Aji Mirza. 2011. “Manfaat dan Dampak Penerapan Bioteknologi. “ http://livebiologi.blogspot.com/2011/12/manfaat-dan-dampak-penerapan.html. Diakses pada 11 September 2016 pukul 16.05

Hasibuan, Adria P.M. 1998. Pembuatan Antibodi Monoklomal Terhadap Salmonella typhimurium Dengan Teknik Hibridoma. Batan: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Aplikasi Isotop dan Radiasi.


Hastuti, Utami Sri. 2010. Petunjuk Praktikum Mikrobiologi. Malang: UMM Press.


Dwidjoseputro. 1989. Dasar-dasar Mikrobiologi. Malang: Djambatan.