.

Tampilkan postingan dengan label @B09-Afif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @B09-Afif. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Februari 2017

Dampak Negatif Industri Kimia


Semakin bertambah majunya perkembangan industri membuat banyak orang untuk meneliti setiap aspek yang berhubungan dengan industri, di antaranya yaitu kimia.
Yang kita ketahui kimia adalah cabang dari ilmu fisik yang mempelajari tentang susunan, struktur, sifat, dan perubahan materi. Dimana pada sekarang ini banyak bahan baku industri yang di hasilkan dari pencampuran bahan kimia.

kelompok industri kimia

 PENGELOMPOKKAN INDUSTRI KIMIA DI INDONESIA













  1. Industri mesin dan logam
kelompok industri di Indonesia – Kelompok industri ini antara lain industri mesin perkakas, industri mesin dan alat pertanian, industri mesin listrik, industri pesawat terbang, industri perkapalan, industri mesin dan peralatan pabrik, serta industri besi dan baja. contoh nya seperti dibawah ini:

2. Industri kimia dasar
Kelompok industri ini antara lain sebagai berikut :
a. Industri agrokimia
Menghasilkan pupuk dan pestisida. Industri pupuk urea dan amonia terdapat di Aceh, Palembang dan Gresik.
b. Industri kimia organik
Menghasilkan pigmen, metanol, karbon aktif, dan lain-lain.
c. Industri selulosa dan karet
Mengolah kayu dan karet alam dan menghasilkan pulp (bubur kayu, kertas, dan ban). Pabrik bubur kayu sebagai bahan kertas terdapat di Prapat, Banyuwangi, Jakarta, Samarinda, dan Sampit. Sedangkan pabrik karet terdapat di Pontianak, Palembang, dan Medan. 
Contoh gambarnya dibawah ini: 

d. Industri kimia anargonik
Menghasilkan asam sulfat, soda kaustik, zat asam, dan lain-lain.
3. Kelompok aneka industri
Jenis aneka industri meliputi berbagai macam industri, yaitu industri pangan, industri tekstil, industri kimia, industri alat listrik dan logam, industri alat-alat musik, industri alat tulis, serta industri bahan bangunan dan umum.
4. Industri kecil


Industri kecil umumnya merupakan industri rakyat. Ciri-ciri industri kecil yaitu upah buruh rendah, memerlukan banyak pekerjaan tangan, menggunakan alat yang sederhana, merupakan barang-barang konsumsi, dan dikerjakan di rumah.

Daftar pustaka:
https://www.mindmeister.com/840442725?
new=1#http://photo.kontan.co.id/photo/2010/07/20/776490792p.jpg
http://www.sejarah-negara.com/2014/09/4-kelompok-industri-di-indonesia.html
https://mail.google.com/mail/u/0/#inbox/15a0702c6df6d56e?projector=1
https://www.google.co.id/search?q=INDUSTRI+KIMIA+DASAR&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjAlem-zfXRAhXLQY8KHdKTCzgQ_AUICCgB&biw=1152&bih=696#imgrc=lCkBsG5_ix9x-M:



Pengertian Pencemaran Tanah, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasi

Pengertian Pencemaran Tanah, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasi














1. Pengertian pencemaran tanah 

Pencemaran tanah ialah masuknya atau dimasukannya suatu senyawa organik atau anorganik atau makhluk hidup yang dapat menurunkan kualitas tanah dan merusak organisme di sekitarnya. Pencemaran tanah dapat terjadi akibat terjadinya pencemaran air dan udara. Hal ini karena air dan udara adalah bagian dari tanah. Masuknya polutan ke dalam tanah dapat salah satunya dibawa oleh kedua komponen tersebut.

Tanah merupakan kmponen yang penting bagi makhluk hidup. Selain untuk menopang organisme, tanah merupakan habitat dari semua organisme darat. Kualitas tanah sangat mempengaruhi organisme di dalamnya.Tanah merupakan kmponen yang penting bagi makhluk hidup. Selain untuk menopang organisme, tanah merupakan habitat dari semua organisme darat. Kualitas tanah sangat mempengaruhi organisme di dalamnya.





2. Penyebab dari pencemaran Tanah

A. Limbah Padat dan Cair
Limbah padat dan cair adalah 2 penyebab pencemaran tanah yang paling utama. Limbah padat yang masuk ke dalam tanah akan membuat kerusakan ekosistem tanah dan mematikan banyak organisme. Terutama limbah padat anorganik yang sulit terdekomposisi, kita harus melakukan upaya-upaya pengolahan melalui daur ulang agar ia tidak dibuang begitu saja dan membuat tingkat kesuburan tanah menurun.

Limbah cair umumnya dihasilkan oleh industri. Salah satu karakteristik yang paling penting dari limbah cair adalah tingkat keasamannya yang tinggi. Limbah cair yang sangat asam bila langsung dibuang ke tanah tentu akan menjadi penyebab pencemaran tanah sehingga membuat banyak organisme tanah mati. Oleh karena itu, diperlukan teknologi semacam instalasi pengolahan limbah cair agar sebelum di buang, limbah tersebut tidak lagi membahayakan bagi kelangsungan ekosistem yang ada di tanah. Salah satu yang termasuk limbah cair ini misalnya air cucian baju kita, limbah cair tahu, dan limbah industri.

B. Pestisida dan Pupuk

Banyak petani di Indonesia yang menggunakan pupuk anorganik, pestisida, dan insektisida untuk meningkatkan hasil panen tanaman budidayanya supaya lebih tinggi. Di satu sisi, hal ini tentu bagus karena kita akan mendapatkan lebih banyak makanan, tetapi di sisi lain penggunaan bahan-bahan tersebut akan membuat tanah pertanian jadi tercemar residu atau sisa racun dan menjadi salah satu penyebab pencemaran tanah. 

C. Bahan kimia
Industri kimia dan pembangkit listrik tenaga nuklir menghasilkan limbah yang harus disimpan di suatu tempat. Begitupun dengan produksi pupuk, insektisida, pestisida, dan farmasi yang juga menghasilkan banyak limbah padat maupun cair. Dalam beberapa kasus, limbah-limbah tersebut memang disimpan dan diolah dengan cara yang ramah lingkungan, tetapi pada beberapa kasus lain, industri membuang limbahnya secara langsung ke tanah di sekitar lingkungannya sehingga limbah-limbah tersebut menjadi penyebab pencemaran tanah.



3. Dampak Pencemaran Tanah.

Dampak Pencemaran Tanah
Adapun dampak dari pencemaran tanah ialah sebagai berikut:

A. Dampak terhadap kesehatan

Pencemaran tanah oleh limbah – limbah industri atau tumah tangga baik cair atau padatan dapat menurunkan kualitas lingkungan. Bpaparan benzena yang terendap di tanah mampu menyebabkan leukimia (kanker sel darah putih), dan lain sebagainya.

B. Dampak terhadap ekosistem

Kerusakan tanah oleh limbah – limbah tersebut juga akan merusak ekosistem yang ada. Tanah merupakan habitat bagi organisme terestrial (daratan). Bagaimana kelangsungan hidup organisme – organisme ini jikalau tanah tempat tinggal mereka mengalami kerusakan akibat pencemaran. Peguburan sampah – sampah padat yang tidak dapat diuraikan oleh dekomposer, tentu akan membuat kesuburan tanah menurun. Selain itu, mengganggu kehidupan organisme yang hidup di dalam tanah. Tanah yang subur mengandung berbagai macam mineral yang dibutuhkan organisme. Tanah yang tidak subur menyebabkan tumbuhan akan sulit berkembang. Jika hal demikian terjadi maka dapat dipastikan, wilayah dengan pencearan taah tersebut akan mengalami kekeringan, tandus, dan lainnya.




4. Cara Mengatasi

- Memilah sampah yang mudah terurai dan sulit terurai
- Menggunakan sampah organik yang mudah terurai sebagai pupuk kompos
- Menggunakan kembali sampah yang sulit terurai, seperti kardus, kain, botol, dan plastik
- Mengadakan penyuluhan tentang pengelolaan sampah kepada masyarakat
- Membuang sampah pada tempat yang telah disediakan
- Mengurangi penggunaan pestisida buatan atau mengantinya dengan pestisida alami
- Mengolah limbah industri sebelum dibuang ke lingkungan


Sumber:

Sabtu, 21 Januari 2017


PENCEMARAN UDARA





PENGERTIAN

Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.
Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global.
Pencemaran udara di dalam ruangan dapat mempengaruhi kesehatan manusia sama buruknya dengan pencemaran udara di ruang terbuka.

SUMBER POLUSI 

Pencemar udara dibedakan menjadi dua yaitu, pencemar primer dan pencemar sekunder. Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran. Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon dalam smog fotokimia adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder.
Belakangan ini tumbuh keprihatinan akan efek dari emisi polusi udara dalam konteks global dan hubungannya dengan pemanasan global yg memengaruhi;
Aktivitas manusia
Transportasi
Industri
Pembangkit listrik
Pembakaran (perapian, kompor, furnace, insinerator dengan berbagai jenis bahan bakar) termasuk pembakaran biomassa secara tradisional[2][3]
Gas buang pabrik yang menghasilkan gas berbahaya seperti CFC
 
Sumber alami
Dalam kondisi tertentu, vegetasi dapat menghasilkan senyawa organik volatil yang signifikan yang mampu bereaksi dengan polutan antropogenik membentuk polutan sekunder
Sumber-sumber lain
Transportasi
Kebocoran tangki gas
Uap pelarut organik
 

DAMPAK 

 Dampak kesehatan
 
Substansi pencemar yang terdapat di udara dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan. Jauhnya penetrasi zat pencemar ke dalam tubuh bergantung kepada jenis pencemar. Partikulat berukuran besar dapat tertahan di saluran pernapasan bagian atas, sedangkan partikulat berukuran kecil dan gas dapat mencapai paru-paru. Dari paru-paru, zat pencemar diserap oleh sistem peredaran darah dan menyebar ke seluruh tubuh.
Dampak kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISPA (infeksi saluran pernapasan atas), termasuk di antaranya, asma, bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya. Beberapa zat pencemar dikategorikan sebagai toksik dan karsinogenik.
Diperkirakan dampak pencemaran udara di Jakarta yang berkaitan dengan kematian prematur, perawatan rumah sakit, berkurangnya hari kerja efektif, dan ISNA pada tahun 1998 senilai dengan 1,8 trilyun rupiah dan akan meningkat menjadi 4,3 trilyun rupiah pada tahun 2015.
Dampak terhadap tanaman
Tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain klorosis, nekrosis, dan bintik hitam. Partikulat yang terdeposisi di permukaan tanaman dapat menghambat proses fotosintesis.
 
REFERENSI
 
^ "Reports". WorstPolluted.org. Diarsipkan dari versi asli tanggal 11 August 2010. Diakses tanggal 2010-08-29. ^ David Pennise and Kirk Smith. "Biomass Pollution Basics" (PDF). WHO. ^ "Indoor air pollution and household energy". WHO and UNEP. 2011. ^ a b Goldstein, Allen H., Charles D. Koven, Colette L. Heald, Inez Y. Fung (2009-05-05). "Biogenic carbon and anthropogenic pollutants combine to form a cooling haze over the southeastern United States". Proceedings of the National Academy of Sciences. Diakses tanggal 2010-12-05. ^ Evidence growing of air pollution’s link to heart disease, death di Wayback Machine (diarsipkan Juni 3, 2010) // American Heart Association. May 10, 2010 ^ "Newly detected air pollutant mimics damaging effects of cigarette smoke" (PDF). Diakses tanggal 2010-08-29. ^ "Infant Inhalation Of Ultrafine Air Pollution Linked To Adult Lung Disease". Sciencedaily.com. 2009-07-23. Diakses tanggal 2010-08-29.

KIMIA DAN INDUSTRI



                  
                     KIMIA DAN INDUSTRI
 


Industri kimia
merujuk pada suatu industri yang terlibat dalam produksi zat kimia. Industri ini mencakup petrokimia, agrokimia, farmasi, polimer, cat, dan oleokimia. Industri ini menggunakan proses kimia, termasuk reaksi kimia untuk membentuk zat baru, pemisahan berdasarkan sifat seperti kelarutan atau muatan ion, distilasi, transformasi oleh panas, serta metode-metode lain.
Industri kimia terlibat dalam pemrosesan bahan mentah yang diperoleh melalui penambangan, pertanian, dan sumber-sumber lain, menjadi material, zat kimia, serta senyawa kimia yang dapat berupa produk akhir atau produk antara yang akan digunakan di industri lain.

Produk rumah tangga

Kategori dalam produk rumah tangga di antaranya sabun, deterjen, dan kosmetik.
Konsumen umumnya jarang bersentuhan langsung dengan kimia dasar namun polimer dan beberapa kimia khusus dapat mereka temukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti plastik, bahan pembersih, kosmetik, cat dan pelapis, barang elektronik, mobil dan material lainnya.[2] Produk-produk kimia khusus ini dipasarkan oleh perusahaan kimia ke perusahaan pembuat barang jadi, yang biasanya produknya adalah pestisida, polimer, bahan kimia elektronik, surfaktan, kimia konstruksi, bahan pembersih industri, senyawa aroma, pelapis, aditif makanan, kimia kertas, kimia minyak, perekat kertas, perekat, kosmetik, pengolahan air, katalis, dan bahan kimia tekstil. Produk-produk ini jarang dijual langsung pada konsumen
Ilmu sains
Ilmu sains mencakup di antaranya berbagai turunan kimia dan biologi, obat, diagnostik, produk kesehatan hewan, vitamin, dan pestisida. Meskipun secara volume sangat kecil, namun harganya sangat tinggi. Produk-produk ilmu sains ini umumnya diproduksi dengan spesifikasi sangat tinggi dan diawasi pemerintah. Pestisida yang termasuk juga di dalam kategori ini juga mencakup herbisida, insektisida, dan fungsisida.
Pada pertemuan kali ini saya akan membahas:
 herbisida, pestisida, fungisida
Pengertian Herbisida : bahan kimia yang dapat menghambat pertumbuhan atau mematikan tumbuhan. Herbisida mempengaruhi proses pembelahan sel, perkembangan jaringan, pembentukan klorofil, respirasi, fotosintesis, metabolisme, nitrogen, aktivitas enzim dan sebagainya. Herbisida sangat diperlukan tumbuhan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.
Pengertian Pestisida: Bahan yang digunakan untuk mengendalikan, menolak, atau membasmi organisme pengganggu
Pengertian fungisida : pestisida yang secara spesifik untuk membunuh atau menghambat penyakit jamur.
PERKEMBANGAN INDUSTRI NASIONAL
Peluang  pengembangan industri kimia nasional masih terbuka lebar di masa mendatang. Dengan jumlah  penduduk sekitar 230 Juta jiwa dan ketersediaan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia memiliki peluang menempatkan diri pada garis depan pengembangan industri kimia.Hal tersebut disampaikan Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian, Muhammad Khayam pada pembukaan Pameran International Chemical Summit and Exhibition (InaChem 2016) dan Indonesia Building Mechanical & Electrical Expo 2016 di Jakarta, Rabu (27/7/2017).

Sebagaimana kita ketahui bahwa kehidupan manusia tidak lepas dari pemanfaatan bahan kimia yang diproduksi oleh industri kimia,” ujarnya. Oleh karena itu, produksi dan konsumsi produk kimia sering digunakan sebagai tolok ukur tingkat kemajuan dan kesejahteraan suatu negara.
Menurut Khayam, rantai nilai industri kimia terkait erat dengan sektor ekonomi produktif yaitu pangan, sandang, dan papan, serta penyediaan bahan baku berbagai industri hilir antara lain industri elektronik dan otomotif.

“Berbagai industri kimia telah tumbuh dan berkembang di Indonesia antara lain industri petrokimia, oleokimia, agrokimia, dan sebagainya. Industri kimia tersebut juga menghasilkan berbagai produk kimia untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia,” paparnya.

Lebih lanjut, Khayam menegaskan, pihaknya terus menjalin hubungan erat dengan stakeholder industri kimia untuk menyelaraskan persepsi dan komitmen bersama. Berbagai komitmen antara lain meningkatkan penggunaan sumber daya domestik, memperluas pasar dalam negeri dan ekspor, serta menginisiasi upaya reindustrialisasi di masa mendatang.  

Wujud nyata komitmen tersebut dituangkan dalam upaya peningkatan investasi baru, penerapan teknologi mutakhir, dan peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN),” tuturnya.

Di samping itu, kata Khayam, upaya penghiliran pembangunan industri migas dan batu bara akan berfokus pada pembangunan industri petrokimia atau pupuk, antara lain di Teluk Bintuni dan Aceh. “Sehingga migas dan batu bara yang digunakan sebagai bahan baku industri dapat memiliki nilai lebih dibanding menjualnya sebagai komoditas,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama Direktur Eksekutif Federasi Industri Kimia Indonesia (FIKI) Suhat Miyarso mengatakan, industri kimia tahun ini berusaha menjaga kinerja dengan target pertumbuhan sebesar 6 persen di tengah kondisi perekonomian yang penuh tekanan.

“Target pertumbuhan ini dicanangkan dengan asumsi pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,4 persen dan iklim usaha yang kondusif serta tekanan perlambatan ekonomi dunia dapat dikendalikan,” ujarnya.

Dia mengimbau kepada para anggota FIKI untuk terus melakukan efisiensi, inovasi dan pengembangan produk serta mencari terobosan-terobosan guna menjaga kinerja industri kimia Indonesia dengan memanfaatkan sumber daya dalam negeri. “Salah satu terbosan yang bisa diangkat adalah bio refinery dan karet,” ulasnya.
http://www.pengertianpakar.com/2015/05/pengertian-dan-klasifikasi-herbisida.html#
https://brainly.co.id/tugas/2257413
https://id.wikipedia.org/wiki/Industri_kimia#Teknologi
https://id.wikipedia.org/wiki/Industri_kimia