Kimia hijau diartikan sebagai proses
yang lebih efisien, hemat energi dan sumber daya alam serta lebih ramah
lingkungan daripada sebelumnya. Dalam 20 tahun terakhir, industri kimia di
Jerman, yang tergolong terbesar di Eropa, sudah mengurangi seperlima kebutuhan
energinya – meski begitu hampir 10% seluruh penggunaan energi di Jerman
dibutuhkan untuk sektor ini.
Tampilkan postingan dengan label @A42-EMY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @A42-EMY. Tampilkan semua postingan
Kamis, 15 Desember 2016
Kamis, 08 Desember 2016
Efek Rumah Kaca dalam Kehidupan Sehari-hari
Efek
rumah kaca merupakan
salah satu penyebab terjadinya fenomena pemanasan global, pemanasan global
sendiri memiliki pengertian sebagai naiknya suhu rata-rata dipermukaan bumi
baik didarat maupun dilaut.
Rabu, 30 November 2016
pencemaran air sungai di surabaya yang tak kunjung usai
Pencemaran air
sungai di Surabaya yang tak kunjung usai
Pencemaran
lingkungan banyak sekali terjadi di wilayah indonesia, salah satunya yaitu
daerah surabaya. Pencemaran banyak terjadi akibat ulah manusia yang tidak
bertanggung jawab, salah satunya membuang sampah ke sungai yang membuat air
sungai menjadi kotor keruh dan tidak sehat atau tidak layak untuk digunakan.
Pencemaran lingkungan merupakan masalah kita bersama,
yang semakin penting untuk diselesaikan, karena menyangkut keselamatan,
kesehatan, dan kehidupan kita. Siapapun bisa berperan serta dalam menyelesaikan
masalah pencemaran lingkungan ini, termasuk kita. Dimulai dari lingkungan yang
terkecil, diri kita sendiri, sampai ke lingkungan yang lebih luas.
Permasalahan pencemaran lingkungan yang harus segera
kita atasi bersama diantaranya pencemaran air tanah dan sungai, pencemaran
udara perkotaan, kontaminasi tanah oleh sampah, hujan asam, perubahan iklim
global, penipisan lapisan ozon, kontaminasi zat radioaktif, dan sebagainya.
Untuk menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini,
tentunya kita harus mengetahui sumber pencemar, bagaimana proses pencemaran itu
terjadi, dan bagaimana langkah penyelesaian pencemaran lingkungan itu sendiri.
Surabaya merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang
memiliki jumlah penduduk terbanyak kedua setelah kota Jakarta. Menurut data
yang diambil oleh Dispendukcapil Surabaya pada tahun 2013, jumlah penduduk di
Surabaya mencapai 3.153.298 Jumlah dan pertumbuhan penduduk di Surabaya yang
tinggi menimbulkan berbagai macam permasalahan yang sampai saat ini masih
menjadi pusat perhatian. Permasalahan tersebut meliputi masalah kemacetan,
kependudukan, kesehatan, kebersihan lingkungan hidup, pencemaran, dan lain
sebagainya. Permasalahan yang saat ini sedang menjadi sorotan utama dan sedang
diupayakan penyelesaiannya adalah masalah pencemaran dan kebersihan lingkungan
hidup. Pencemaran yang terjadi di Surabaya bisa dibilang cukup tinggi.
Pencemaran yang timbul didominasi oleh banyaknya sampah yang dihasilkan dan kurangnya
kemampuan untuk mengatasi secara signifikan.Tingkat produksi sampah di Surabaya
dari tahun ke tahun juga semakin meningkat. Berdasarkan catatan, volume sampah
di Surabaya mengalami peningkatan. Beberapa tahun silam volume sampah kota
mencapai sekitar 8.000 ton/hari dan sekarang naik menjadi sekitar 11.000
ton/hari. Hal tersebut diperparah dengan semakin sempitnya lahan untuk menimbun
sampah sehingga menyebabkan beberapa sampah ditimbun di dekat pemukiman warga,
sungai ataupun fasilitas publik. Hal tersebut tentu sangat merugikan masyarakat
sekitaryang tinggal di dekat tempat penimbunan sampah. Ditambah lagi apabila
sampah ditimbun di sungai juga akan membuat pencemaran sungai dan memicu
banjir. Sebagai contohnya adalah kondisi Kali Tengah yang saat ini sangat
memprihatikan.Sungai sepanjang tujuh kilometer yang melintas di wilayah Gresik
itu menjadi lokasi pembuangan limbah cair 66 perusahaan. Dengan warna coklat
pekat, kini sungai yang bermuara di Kali Surabaya tersebut perlu perhatian
serius agar pencemaran dapat dikendalikan karena mengingat Kali Tengah
merupakan penyumbang limbah terbesar untuk Kali Surabaya.Kondisi tersebut tentu
akan sangat membahayakan bagi masyarakat sekitar bila musim hujan tiba. Sungai
yang awalnya sebagai tempat penimbun air hujan agar tidak langsung mengalir ke
lingkungan masyarakat, kini akan meluap menjadi banjir karena ketidakmampuan
sungai untuk menahan volume air hujan. Hal tersebut tentu akan sangat merugikan
masyarakat setempat apalagi bila di dalam sungai tersebut mengandung
limbah-limbah yang berbahaya yangmenyebabkan berbagai macam penyakit. Selain
itu, kondisi Kali Tengah yang sangat memprihatinkan ini juga merusak ekosistem
sungai.Selain kondisi Kali Tengah yang memprihatinkan, keadaan masyarakat di
daerah Benowo yang tinggal dekat dengan TPS (Tempat Pembuangan Sampah) juga tak
kalah memprihatinkan.Volume sampah yang semakin meningkat masuk ke Tempat
Pembuangan Akhir (TPA) Benowo (Surabaya Barat) dari sebelumnya 88.000 m3 per
hari kini menjadi sekitar 1.300 ton per hari. Hal tersebut tentu sangat
memprihatinkan karena lahan yang tersisa semakin sedikit sedangkan produksi
sampah per harinya semakin meningkat. Selain itu, tempat penimbunan sampah ini
juga berdampak terhadap kenyamanan dan keindahan lingkungan setempat. Di
sepanjang tempat penimbunan sampah tercium bau busuk yang menyengat serta
keadaan lingkungan sekitar yang kumuh.
Rendahnya
kualitas air Kali Surabaya sangat memprihatinkan. Tidak hanya kondisi
lingkungan yang rusak, tapi juga besarnya ancaman kesehatan bagi masyarakat.
Hal ini mengingat Kali Surabaya merupakan air baku untuk PDAM Surabaya yang
melayani kebutuhan air bersih se-Surabaya.
Virus yang
menjadi sumber penyakit seperti penyebab hepatitis infektif, juga ditemukan
pada badan air Kali Surabaya. Selain itu terdapat juga hewan parasit antara
lain cacing gelang (Ascaris) dan cacing pita. Keberadaan hewan-hewan parasit
tersebut dalam badan air Kali Surabaya merupakan sumbangsih dari tinja yang
dengan bebasnya langsung dibuang tanpa melalui septic tank. Kondisi tersebut
memberikan dampak yang signifikan terhadap kualitas kesehatan masyarakat yang
tinggal di sepanjang Bantaran Kali Surabaya.
Penyebab pencemaran airsungai DAS Brantas
di Surabaya
Penggunaan
air oleh manusia akanmenghasilkan limbah, apabila dibuanglangsung ke lingkungan
akanmenyebabkan terjadinya pencemaran airsehingga
dapat membahayakankehidupan manusia dan mahluk hiduplainnya, baik secara
langsung maupuntidak langsung
Pencemaran
air dapat berasal dariberbagi sumber pencemaran, antara lainberasal dari
industri, limbah rumahtangga, limbah pertanian dan lainnya.
Selain itu, ada beragam tindakan lain selain tindakan preventif yang bisa
kita lakukan. Berikut ini beberapa tindakan yang dapat kita lakukan oleh
masyarakat sebagai Cara mengatasi pencemaran air , yaitu:
·
Gunakan air
dengan bijaksana. Kurangi penggunaan air untuk kegiatan yang kurang berguna dan
gunakan dalam jumlah yang tepat.
·
Kurangi
penggunaan detergen. Sebisa mungkin pilihlah detergen yang ramah lingkungan dan
dapat terurai di alam secara cepat.
·
Kurangi
konsumsi obat-obatan kimia berbahaya. Obat-obatan kimia yang berbahaya seperti
pestisida, dan obat nyamuk cair merupakan salah satu penyebab rusaknya
ekosistem air
·
Tidak
menggunakan sungai untuk mencuci mobil, truk, dan sepeda motor.
·
Tidak
menggunakan sungai untuk wahana memandikan hewan ternak dan sebagai tempat
kakus.
·
Jangan
membuang sampah rumah tangga di sungai/danau. Kelola sampah rumah tangga dengan
baik dan usahakan menanam pohon di pinggiran sungai/danau.
·
Sadar akan
kelangsungan ketersediaan air dengan tidak merusak atau mengeksploitasi sumber
mata air agar tidak tercemar.
·
Mengoptimalkan
pelaksanaan rehabilitasi lahan kritis yang bertujuan untuk meningkatkan
konservasi air bawah tanah
·
Menanggulangi
kerusakan lahan bekas pembuangan limbah B3.
Daftar
pustaka
Pertiwi,Shaly.2012.pencemaran di surabaya, http://www.kompasiana.com/shalygaluh72/pencemaran-di-surabaya-yang-tak-kunjung-usai_5528d7b6f17e613f0c8b45a5
(diakses, 29 november 2016)
Amaliyah,Imroatul.2014.pencemaran air sungai di
surabaya, http://imroatul-amaliyah-feb13.web.unair.ac.id/artikel_detail-94567-ILMU%20ALAMIAH%20DASAR-PENCEMARAN%20AIR%20SUNGAI%20DI%20SURABAYA.html
Husaini, Hayattulloh.2015.pencemaran air di surabaya,http://www.academia.edu/9478275/PENCEMARAN_AIR_SUNGAI_DAS_BRANTAS_DI_SURABAYA
( diakses, 28
november 2016)
Senin, 21 November 2016
PERANAN ILMU KIMIA DALAM BIDANG INDUSTRI PANGAN
PERANAN ILMU KIMIA DALAM BIDANG INDUSTRI PANGAN
PANGAN adalah kebutuhan utama dalam kehidupan seseorang.pangan adalah segala
sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun yang
tidak diolah, yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi
manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lain yang
digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan dan pembuatan makanan atau
minuman.
Pangan dibutuhkan oleh manusia untuk berbagai tujuan. Diantaranya untuk memenuhi kebutuhan gizi manusia, untuk memenuhi rasa kenyang dan rasa puas akan suatu makanan dan minuman, serta untuk meningkatkan status sosial seseorang.
Komponen yang terdapat dalam bahan pangan, seperti air, karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral serta serat adalah komponen gizi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan dan perkembangan sel, melancarkan proses metabolisme tubuh, dan bekerjanya anggota dan jaringan tubuh secara normal, serta untuk memproduksi tenaga.
Dampak negatif dari pangan dapat dilihat jika proses pemilihan dan pengolahan pangan sebelum dikonsumsi tidak memenuhi standar. Apel yang secara ilmu gizinya merupakan buah-buahan yang mengandung antioksidan dan vitamin yang tinggi, jika ditelaah proses perawatan tanaman dan proses pengawetannya akan menyebabkan dampak negatif bagi kesehatan.
Selama proses perawatan tanaman, begitu banyak kontaminasi pestisida yang menempel dibuah tersebut. Proses pengawetan agar tetap segar sampai di pasaran adalah dengan melapisi buah dengan lilin. Jika dalam mengkonsumsi konsumen tidak melakukan proses sanitasi terlebih dahulu, maka apel yang dikonsumsi tidak memberikan efek yang positif bagi tubuh, malah sebaliknya akan menjadi toksin karena bahan kimia yang terkandung di dalam buah.
Tidak semua masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangannya sesuai dengan pola konsumsi yang baik. Ada beberapa kesalahan yang dilakukan, sehingga pemenuhan pangan hanyalah sebagai pelepasan selera saja.
Kesalahan dalam pemilihan atau pengolahan pangan seringkali terjadi. Ini tidak hanya dalam skala perdagangan atau industri makanan, tapi juga terjadi dalam skala rumah tangga karena ingin mendapatkan cita rasa makanan yang lezat.
Penggunaan MSG (Monosodium glutamat) dengan berbagai merek menjadi andalan ibu-ibu rumah tangga dalam menyajikan makanan yang lezat untuk keluarga. Padahal penggunaan MSG atau bahan tambahan pangan lainnya jika terlalu sering sangat berbahaya bagi kerja metabolisme tubuh. Selain itu proses pengolahan untuk mempertahankan nilai gizi terkadang tidak terlalu diperhatikan.
Sebagai contoh, dari kebiasaan dalam memasak sayur. Sayur seringkali dipotong terlebih dahulu, kemudian dicuci dan direndam dalam air. Padahal, sayur merupakan bahan pangan yang mengandung beberapa vitamin yang larut air, seperti vitamin B dan C. efek dari perendaman sayur yang lama dalam air akan menghilangkan vitamin larut air yang terdapat di dalamnya.
Kesalahan pola konsumsi pangan masyarakat saat ini, harus segera diperbaiki agar status gizi masyarakat dapat terpenuhi dengan benar. Masyarakat harus memahami tentang nilai gizi pangan, pola konsumsi pangan dan hubungan timbal balik antara makanan, pertumbuhan, kesehatan dan penyakit.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh masyarakat tentang pangan yang dikonsumsi, diantaranya : pangan apa yang akan dipilih, bagaimana cara memperolehnya, bagaimana cara penyimpanan dan pemeliharaannya, bagaimana cara mempersiapkannya, siapa yang akan memakannya, kapan, dengan siapa, bagaimana dan dalam jumlah berapa memakannya.
Ilmu pangan sangat berperan dalam proses pengaturan pola konsumsi masyarakat. Di dalam ilmu pangan tercakup ilmu tentang makanan, zat-zat gizi, dan substansi yang terkandung didalamnya, peran dan keseimbangannya untuk kesehatan dan masalah kesehatan.
Di dalam ilmu pangan juga dipelajari sifat fisis, mikrobiologis, dan kimia dari bahan pangan dan proses mengolah bahan pangan tersebut. Selain itu ilmu pangan juga memberikan gambaran tentang sortasi, pengawetan, pemprosesan, pengemasan, distribusi, hingga penggunaan bahan pangan yang aman dan bernutrisi.
Spesialisasinya beragam, diantaranya pemprosesan, pengawetan, pengemasan, penyimpanan dan sebagainya. Ilmu pangan dapat berperan membantu masyarakat untuk memperbaiki status gizi menjadi lebih baik melalui metoda-metoda proses pemilihan bahan, pengolahan dan sanitasi pangan itu sendiri.
Penerapan ilmu pangan yang benar dapat membantu masyarakat Indonesia dalam memperbaiki pola konsumsi yang benar, status gizi yang baik dan meningkatkan kesehatan.
Dalam bidang industri makanan, penerapan ilmu pangan yang benar dapat menciptakan produk pangan yang aman dikonsumsi dan memiliki kualitas yang baik. Semoga penerapan ilmu pangan yang benar dalam pengolahan pangan dapat membangun masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang sehat dan berkualitas.
Pangan dibutuhkan oleh manusia untuk berbagai tujuan. Diantaranya untuk memenuhi kebutuhan gizi manusia, untuk memenuhi rasa kenyang dan rasa puas akan suatu makanan dan minuman, serta untuk meningkatkan status sosial seseorang.
Komponen yang terdapat dalam bahan pangan, seperti air, karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral serta serat adalah komponen gizi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan dan perkembangan sel, melancarkan proses metabolisme tubuh, dan bekerjanya anggota dan jaringan tubuh secara normal, serta untuk memproduksi tenaga.
Dampak negatif dari pangan dapat dilihat jika proses pemilihan dan pengolahan pangan sebelum dikonsumsi tidak memenuhi standar. Apel yang secara ilmu gizinya merupakan buah-buahan yang mengandung antioksidan dan vitamin yang tinggi, jika ditelaah proses perawatan tanaman dan proses pengawetannya akan menyebabkan dampak negatif bagi kesehatan.
Selama proses perawatan tanaman, begitu banyak kontaminasi pestisida yang menempel dibuah tersebut. Proses pengawetan agar tetap segar sampai di pasaran adalah dengan melapisi buah dengan lilin. Jika dalam mengkonsumsi konsumen tidak melakukan proses sanitasi terlebih dahulu, maka apel yang dikonsumsi tidak memberikan efek yang positif bagi tubuh, malah sebaliknya akan menjadi toksin karena bahan kimia yang terkandung di dalam buah.
Tidak semua masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangannya sesuai dengan pola konsumsi yang baik. Ada beberapa kesalahan yang dilakukan, sehingga pemenuhan pangan hanyalah sebagai pelepasan selera saja.
Kesalahan dalam pemilihan atau pengolahan pangan seringkali terjadi. Ini tidak hanya dalam skala perdagangan atau industri makanan, tapi juga terjadi dalam skala rumah tangga karena ingin mendapatkan cita rasa makanan yang lezat.
Penggunaan MSG (Monosodium glutamat) dengan berbagai merek menjadi andalan ibu-ibu rumah tangga dalam menyajikan makanan yang lezat untuk keluarga. Padahal penggunaan MSG atau bahan tambahan pangan lainnya jika terlalu sering sangat berbahaya bagi kerja metabolisme tubuh. Selain itu proses pengolahan untuk mempertahankan nilai gizi terkadang tidak terlalu diperhatikan.
Sebagai contoh, dari kebiasaan dalam memasak sayur. Sayur seringkali dipotong terlebih dahulu, kemudian dicuci dan direndam dalam air. Padahal, sayur merupakan bahan pangan yang mengandung beberapa vitamin yang larut air, seperti vitamin B dan C. efek dari perendaman sayur yang lama dalam air akan menghilangkan vitamin larut air yang terdapat di dalamnya.
Kesalahan pola konsumsi pangan masyarakat saat ini, harus segera diperbaiki agar status gizi masyarakat dapat terpenuhi dengan benar. Masyarakat harus memahami tentang nilai gizi pangan, pola konsumsi pangan dan hubungan timbal balik antara makanan, pertumbuhan, kesehatan dan penyakit.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh masyarakat tentang pangan yang dikonsumsi, diantaranya : pangan apa yang akan dipilih, bagaimana cara memperolehnya, bagaimana cara penyimpanan dan pemeliharaannya, bagaimana cara mempersiapkannya, siapa yang akan memakannya, kapan, dengan siapa, bagaimana dan dalam jumlah berapa memakannya.
Ilmu pangan sangat berperan dalam proses pengaturan pola konsumsi masyarakat. Di dalam ilmu pangan tercakup ilmu tentang makanan, zat-zat gizi, dan substansi yang terkandung didalamnya, peran dan keseimbangannya untuk kesehatan dan masalah kesehatan.
Di dalam ilmu pangan juga dipelajari sifat fisis, mikrobiologis, dan kimia dari bahan pangan dan proses mengolah bahan pangan tersebut. Selain itu ilmu pangan juga memberikan gambaran tentang sortasi, pengawetan, pemprosesan, pengemasan, distribusi, hingga penggunaan bahan pangan yang aman dan bernutrisi.
Spesialisasinya beragam, diantaranya pemprosesan, pengawetan, pengemasan, penyimpanan dan sebagainya. Ilmu pangan dapat berperan membantu masyarakat untuk memperbaiki status gizi menjadi lebih baik melalui metoda-metoda proses pemilihan bahan, pengolahan dan sanitasi pangan itu sendiri.
Penerapan ilmu pangan yang benar dapat membantu masyarakat Indonesia dalam memperbaiki pola konsumsi yang benar, status gizi yang baik dan meningkatkan kesehatan.
Dalam bidang industri makanan, penerapan ilmu pangan yang benar dapat menciptakan produk pangan yang aman dikonsumsi dan memiliki kualitas yang baik. Semoga penerapan ilmu pangan yang benar dalam pengolahan pangan dapat membangun masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang sehat dan berkualitas.
PERANAN MIKROBIOLOGI DALAM INDUSTRI PANGAN DAN NON-PANGAN
Mikrobiologi adalah ilmu yang
mempelajari organisme hidup yang berukuran sangat kecil sehingga tidak dapat
dilihat dengan mata telanjang melainkan dengan bantuan mikroskop. Organisme
yang sangat kecil ini disebut sebagai mikroorganisme, atau kadang-kadang
disebut sebagai mikroba, ataupun jasad renik. Mikroorganisme adalah makhluk hidup
yang kecil penuh dengan misteri, karena kecilnya sehingga tidak dapat dilihat
dengan mata langsung, harus menggunakan alat pembesar berupa miskroskop.
Mikroorganisme dapat melakukan berbagai proses metabolisme di dalam tubuhya
sehingga mikroorganisme dapat dimanfaatkan sebangai mesin hayati penghasil
senyawa-senyawa organik yang diperlukan baik yang berkaitan dengan pangan
maupun nonpangan. Mikroorganisme yang umum digunakan dalam industri terutama
yang tergolong bakteri, kapang, dan khamir atau yeast.
Dunia mikroorganisme terdiri dari 5 kelompok organisme, yaitu bakteri, protozoa, virus, algae, dan cendawan. Mikroorganisme sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Beberapa diantaranya bermanfaat dan yang lain merugikan. Mikroorganisme yang bermanfaat antara lain: yang menghuni tubuh (flora normal), beberapa mikroorganisme yang terlibat dalam proses fermentasi makanan: pembuatan keju, anggur, yoghurt, tempe/oncom, kecap, dll, produksi penisilin, sebagai agens biokontrol, serta yang berkaitan dengan proses pengolahan limbah. Mikroorganisme yang merugikan, antara lain yang sering menyebabkan berbagai penyakit (hewan, tumbuhan, manusia), diantaranya: flu burung yang akhir-akhir ini menggemparkan dunia termasuk Indonesia, yang disebabkan oleh salah satu jenis mikroorganisme yaitu virus. Selain itu, juga terdapat beberapa jenis mikroorganisme yang dapat menyebabakan pencemaran lingkungan.
Dunia mikroorganisme terdiri dari 5 kelompok organisme, yaitu bakteri, protozoa, virus, algae, dan cendawan. Mikroorganisme sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Beberapa diantaranya bermanfaat dan yang lain merugikan. Mikroorganisme yang bermanfaat antara lain: yang menghuni tubuh (flora normal), beberapa mikroorganisme yang terlibat dalam proses fermentasi makanan: pembuatan keju, anggur, yoghurt, tempe/oncom, kecap, dll, produksi penisilin, sebagai agens biokontrol, serta yang berkaitan dengan proses pengolahan limbah. Mikroorganisme yang merugikan, antara lain yang sering menyebabkan berbagai penyakit (hewan, tumbuhan, manusia), diantaranya: flu burung yang akhir-akhir ini menggemparkan dunia termasuk Indonesia, yang disebabkan oleh salah satu jenis mikroorganisme yaitu virus. Selain itu, juga terdapat beberapa jenis mikroorganisme yang dapat menyebabakan pencemaran lingkungan.
Bila bahan baku yang murah dapat diubah
menjadi bahan yang berguna, maka proses ini dilaksanakan sebangai industri.
Persyaratan suatu proses industri mikroba adalah:
1.
Organisme.
Organisme
yang digunakan harus mampu menghasilkan produk dalam jumlah yang tinggi.
Mikroba haruslah memiliki ciri yang stabil, pertumbuhanya cepat dan
non-patogen.
2.
Medium.
Substrat
yang dugunakan oleh mikroba harus murah dan mudah diperoleh dalam jumlah besar.
3.
Produk yang dihasilkan mudah diperoleh dan dimurnikan.
B.
Sumber dan cara memperoleh mikroba.
a.
Sumber.
Sumber-sumber
mikroba yang digunakan dalam industri adalah:
1.
Alami : alam.
2.
Lembaga koleksi kultur: jumlah dan jenis beragam.
b.
Cara memperoleh.
1. Isolasi: pemisahan suatu kultur mikroba dari
campuran biakan mikroba di alam untuk
memperoleh sel individu yang diinginkan untuk industri.
Hal-hal yang harus diperhatikan: menentukan sampel apa yang akan diambil dari alam, lokasi dan media apa yang akan digunakan.
Metode pengambilan sampel: padatan (tanah, serpihan batu, kayu dll) diambil dengan menggunakan spatula atau pinset steril disimpan menggunakan kantong plastik steril, cairan atau semi cair (air, lumpur dll) diambil dengan menggunakan pipet steril disimpan menggunakan botol atau tabung polipropilen steril dalam suhu rendah.
Teknik isolasi: Penggoresan (streak-plate) & penyebaran (spread-plate), penuangan (pour-plate), kultur yang diperkaya (enrichment culture), pengenceran berseri (serial-dilution), isolasi sel tunggal.
Hal-hal yang harus diperhatikan: menentukan sampel apa yang akan diambil dari alam, lokasi dan media apa yang akan digunakan.
Metode pengambilan sampel: padatan (tanah, serpihan batu, kayu dll) diambil dengan menggunakan spatula atau pinset steril disimpan menggunakan kantong plastik steril, cairan atau semi cair (air, lumpur dll) diambil dengan menggunakan pipet steril disimpan menggunakan botol atau tabung polipropilen steril dalam suhu rendah.
Teknik isolasi: Penggoresan (streak-plate) & penyebaran (spread-plate), penuangan (pour-plate), kultur yang diperkaya (enrichment culture), pengenceran berseri (serial-dilution), isolasi sel tunggal.
2. Seleksi.
Tujuan untuk mendapatkan galur dengan kinerja terbaik, rendemen lebih tinggi, tidak menghasilkan produk sampingan yang tidak dikehendaki, peningkatan kemampuan penggunaan sumber C dan N yang murah, penurunan biaya produksi, perubahan morfologi sel menjadi bentuk yang lebih mudah dipisahkan dari produk dengan pendekatan genetik.
Tujuan untuk mendapatkan galur dengan kinerja terbaik, rendemen lebih tinggi, tidak menghasilkan produk sampingan yang tidak dikehendaki, peningkatan kemampuan penggunaan sumber C dan N yang murah, penurunan biaya produksi, perubahan morfologi sel menjadi bentuk yang lebih mudah dipisahkan dari produk dengan pendekatan genetik.
3. Identifikasi.
Metode untuk identifikasi mikroba adalah dengan menggunakan ciri/karakteristik: morfologi, nutrisional, kultural, metabolik, susunan kimiawi, susunan antigen, patogenik, dan genetik.
Contoh:
- tidak terdapat bakteroklorofil
- sel tidak berbentuk filamen
- gram positif
- berbentuk batang
- menghasilkan endospora
- katalase positif
- aerobik
- nitrit negatif
- VP (Voges Proskauer) negatif
Maka mikroba yang dimaksud adalah Bacillus megaterium
Metode untuk identifikasi mikroba adalah dengan menggunakan ciri/karakteristik: morfologi, nutrisional, kultural, metabolik, susunan kimiawi, susunan antigen, patogenik, dan genetik.
Contoh:
- tidak terdapat bakteroklorofil
- sel tidak berbentuk filamen
- gram positif
- berbentuk batang
- menghasilkan endospora
- katalase positif
- aerobik
- nitrit negatif
- VP (Voges Proskauer) negatif
Maka mikroba yang dimaksud adalah Bacillus megaterium
C. Kriteria
mikroorganisme yang dimanfaatkan dalam industri.
Mikroba yang dimanfaatkan dalam industri
harus memenuhi kualifikasi:
1.
Mampu berkembang cepat dalam media yang disediakan dan mudah
dibudidayakan dalam jumlah yang besar.
2.
Mampu bertahan dengan sifat fisiologi konstan pada kondisi yang
diinginkan, menghasilkan enzim-enzim yang diperlukan, serta melangsungkan
perubahan kimia yang diinginkan.
3.
Pada kondisi seperti itu, mikroba harus mampu melangsungkan
transpormasi-transpormasi dengan relatif sederhana dan dalam kondisi lingkungan
yang dimodifikasi. Karena reaksi enzimatik pada umumnya eksotermik, maka tidak
perlu menggunakan energi luar yang besar kuantitasnya.
4.
Dapat disimpan dalam jangka waktu
yang panjang.
5.
Dapat dikembangkan dengan rekayasa genetik.
D.
Pemanfaatan mikroba dalam industri.
Beberapa
contoh pemanfaatan mikroorganisme dalam industri adalah:
1.
Produksi massa sel: protein sel tunggal untuk pakan ternak, manusia dan
pestisida.
2.
Penggunaan bagian-bagian dari sel: biokatalis (enzim), polisakarida
(xantan, alginat), pigmen dan lipid.
3.
Fermentasi untuk produksi metabolit primer: alkohol, asam organik,
vitamin dan lain-lain.
4.
Fermentasi untuk produksi metabolit sekunder: antibiotik, toksin, dan
komponen flavor.
5.
Aplikasi aktivitas mikroorganisme dalam:
a.
Pengawetan seperti keju, yoghurt, pikel.
b.
Pengolahan seperti roti, kecap.
c.
Pengolahan limbah dan pembersihan bahan-bahan beracun seperti
penghilangan fosfat,H2S dan lain-lain.
6.
Bidang pertanian: merangsang fiksasi nitrogen.
7.
Proses dalam berbagai industri di luar industri makanan dan minuman,
umpamanya meningkatkan atau menjaga kualitas tekstil dan serat ataupun bahan
kayu dan lain-lain.
Banyak reaksi kimia dapat berlangsung
dengan memanfaatkan mikroorganisme pada kondisi terkontrol. Beberapa reaksi
yang sudah lama dikenal dan sudah dipelajari dalam satuan-satuan proses, antara
lain: oksidasi reduksi, hidrolisis dan esterfikasi. Namun demikian, masih
banyak reaksi kimia yang dilangsungkan atas bantuan mikroorganisme, namun
sangat kompleks dan tidak mudah diklasifikasi.
Medium yang digunakan untuk menghitung
total mikroorganisme pembentuk asam di dalam bahan pangan mengandung indikator,
dimana pembentukan asam oleh koloni mikroorganisme akan mengubah pH medium
disekitarnya sehingga terjadi perubahan warnah, akibatnya koloni pembentuk asam
akan mudah dibedakan dari koloni lainnya dan mudah dihitung. Untuk
mikroorganisme yang memproduksi asam dalam jumlah tinggi digunakan indikator
ungu bromcresol, hijau atau biru bromcresol. Untuk mikroorganisme yang
memproduksi asam dalam jumlah yang sedang, digunakan indikator merah fenol.
Perhitungan koloni pada medium spesifik didasarkan atas beberapa karakteristik
yakni: ciri-ciri koloni seperti ukuran, bentuk, warna dan reaksi biokimia
didalam medium, misalnya produksi asam atau hidrolisis arginin, identifikasi
dengan cara mengambil koloni yang terpisah dari cawan dan menginokulasikannya
pada berbagai medium uji yang berbeda-beda.
A. Kelemahan penggunaan mikroba dalam industri
makanan.
Salah satu kelemahan dari penggunaan mikroba dalam industri makanan
adalah dapat menyebabkan keracunan. Sebelum membahas mengenai senyawa racun
dari mikroba, perlu terlebih dahulu dipahami dua istilah yang mirip
pengertiannya, yaitu infeksi dan keracunan. Infeksi adalah suatu istilah yang
digunakan bila seseorang setelah mengkonsumsi makanan atau minuman yang
mengandung bakteri patogen mendapat gejala-gejala penyakit. Keracunan yang juga
disebut intoksikasi disebabkan menkonsumsi makanan yang telah mengandung
senyawa beracun yang diproduksi oleh mikroba, baik bakteri maupun kapang.
Beberapa senyawa racun yang dapat menyebabkan intoksikasi adalah:
1.
Bakteri.
a.
clostridium botulinum.
Senyawa beracun yang diproduksi clostridium botulinum disebut botulinin
dan keracunan yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi makanan yang mengandung botulinin
disebut botulisme. Botulinin merupakan neurotoksin yang sangat
berbahaya bagi manusia dan sering akut dan menyebabkan kematian.
b.
Pseudomonas cocovenenans
Senyawa beracun yang dapat diproduksi
oleh Pseudomonas cocovenenans adalah
toksoflavin dan asam bongkrek. Pada umumnya tempe bongkrek yang jadi atau
berhasil dengan baik (kompak dan putih warnahnya) hanya ditumbuhi kapang tempe Rhizopus oligosporus, tetapi tempe yang
gagal dan rapuh disamping R. oligosporus
biasanya juga tumbuh sejenis bakteri yang disebut Pseudomonas cocovenenans, bakteri yang sebenarnya tidak dikehendaki
ada dalam tempe bongkrek. Bakteri ini yang menyebabkan terbentuknya toksin
dalam tempe bongkrek.
2.
Kapang.
Mikotoksin merupakan senyawa beracun yang diproduksi oleh kapang (mold)
atau jamur. Perlu dijelaskan bahwa tidak semua kapang memproduksi toksin, bhkan
beberapa diantaranya berguna bagi proses pengolahan makanan seperti tempe,
tauco, kecap dan keju. Toksin yang terbentuk terdifusi ke dalam makanan
sehingga kebiasaan menghilangkan atau mengerok kapang dari permukaan makanan
tidak dapat menghilangkan bahaya racun yang sudah terlanjur tersebar. Karena
itu cara tersebut sebaiknya dihindarkan.
Mikotoksin yang terkenal adalah aflatoksin. Aflatoksin adalah
senyawa beracun yang diproduksi oleh Aspergillus flavus, atau oleh jenis
Aspergillus lainnya misalnya Aspergillus parasiticus
Daftar pustaka :
Amir.2013.peranan ilmu kimia dalam bidang pangan,http://muhamadamirr.blogspot.co.id/2013/03/peranan-ilmu-kimia-dalam-bidang-pangan.html
(diakses, 21 november 2016)
Hartinah,Rahmah.2013.pseudomonas coccovennenans,http://rahmahhartinah.blogspot.co.id/2013/12/pseudomonas-coccovenenans.html
(diakses, 21 movember 2016)
Yaman,Novitasari.2015. makalah Mikrobiologi industri,
http://novitasariyaman.blogspot.co.id/2015/10/makalah-mikrobiologi-industri.html
(diakses, 21 november 2016)
Dosenbiologi.2015.
Peran Clostridium Botulinum dalam Kehidupan Sehari-hari, http://dosenbiologi.com/bakteri/peran-clostridium-botulinum-dalam-kehidupan-sehari-hari
(diakses 21 november 2016)
Augustina,2016.MITOKSIN,http://www.saranasatwa.com/index.php?option=com_content&view=article&id=140:mikotoksin&catid=35:artikel&Itemid=57
(diakses 21 november 2016)
Rabu, 05 Oktober 2016
STRUKTUR ATOM DAN POLIELEKTRON
STRUKTUR ATOM DAN POLIELEKTRON
Struktur Atom Polielektron
DEVINISI STRUKTUR ATOM
- Struktur atom merupakan satuan dasar materi yang terdiri dari inti atom beserta awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya.
- Istilah atom berasal dari Bahasa Yunani, yang berarti tidak dapat dipotong ataupun sesuatu yang tidak dapat dibagi-bagi lagi.
ATOM
POLIELEKTRON
Atom tersusun dari :
1. inti atom (berupa proton & neutron)
2. kulit atom yg mengandung elektron-elektron, Elektron (-) yang berada
pada lintasan-lintasan tertentu bergerak mengelilingi inti atom (+), Jumlah
elektron sama dengan jumlah proton sehinga secara keseluruhan atom bersifat
netral.
(Naila Vinenzia, 2015)
(Naila Vinenzia, 2015)
Konfigurasi
elektron adalah penyebaran/penyusunan elektron dalam kulit-kulit atom, jumlah
elektron maksimum yang menempati setiap kulit di rumuskan 2n^2.
Kuantum
adalah bilangan yang digunakan untuk menyatakan kedudukan.
a. Bilangan
Kuantum Utama (n)
Bilangan kuantum utama (n) memiliki nilai n = 1, 2, 3, ..., n.
b. Bilangan
Kuantum Azimut ( A )
Bilangan kuantum azimut menunjukkan subkulit yang ditempati
elektron.
Nilai: 0…..(n-i)
c. Bilangan
Kuantum Magnetik (m)
Menyatakan letak elektron dalam suatu orbital yang dipengaruhi medan
magnet.
Nilai: -/…….+/
d. Bilangan
Kuantum Spin (s)
Arah putaran elektron terhadap sumbunya. Nilai: +1/2
/-1/2
Pada atom
hidrogen, setiap orbital dengan nilai bilangan kuantum utama sama memiliki
tingkat-tingkat energi sama atau terdegenerasi.
Pada atom
berelektron banyak, orbital-orbital dengan nilai bilangan kuantum utama sama
memiliki tingkat energi yang sedikit berbeda.
(Winy Puspa Lestari, 28 September 2014)
Pengertian dan Penjelasan
Atom tersusun dari :
1. inti atom (berupa proton & neutron
2. kulit atom yg mengandung elektron-elektron, Elektron (-) yang berada pada lintasan-lintasan tertentu bergerak mengelilingi inti atom (+), Jumlah elektron sama dengan jumlah proton sehinga secara keseluruhan atom bersifat netral
Kulit terdiri atas subkulit yang berisi orbital-orbital dengan bilangan kuantum utama yang sama. Jumlah orbital dalam setiap kulit dinyatakan dengan rumus n^2 dan jumlah maksimum elektron yang dapat menempati setiap kulit dinyatakan dengan rumus 2n^2
Contoh
Berapa jumlah orbital dan jumlah maksimum
elektron dalam kulit M?
Penyelesaian:
Kulit M memiliki bilangan kuantum, n = 3 maka jumlah orbital dalam kulit M
adalah 32 = 9 orbital dan jumlah maksimum
elektronnya sebanyak 2(3)^2= 18 elektron
(Sahril Saifudin, 2015)
Jumlah
elektron maksimum tiap kulit dalam atom
Jumlah
elektron maksimum dalam tiap-tiap kulit atom
Aturan-aturan
dalam pengisian konfigurasi elektron:
1.Pengisian
dimulai dari tingkat energi paling rendah ketingkat energi paling tinggi dari
kulit K, L,M dan seterusnya
2.Jika jumlah
elektron yang tersisa ≤ 8 di tempatkan pada kulit berikutnya
3.Jumlah
maksimum elektron pada kulit terluar adalah 8
B. Contoh
soal
Tulislah
konfigurasi elektron dari:
|
Contoh
soal
|
Jawab:
Nah untuk
menjawabnya, maka langsung saja.
1. Jumlah
elektron = 8
Konfigurasi
elektron K= 2 L= 6
2.Jumlah
elektron = 18
Konfigurasi
elektron K= 2 L= 8 M= 8
3.Jumlah
elektron = 38
Konfigurasi
elektron K= 2 L=8 M= 18 N=8 O=2
Mudah bukan
belajar konfigurasi elektron dan contoh soalnya, semoga dapat
membuat teman-teman pembaca lebih paham.
(Garda,2013
KONFIGURASI ELEKTRON BERDASARKAN
KULIT ATOM
Konfigurasi elektron
di setiap kulit atom dapat terisi elektron maksimum 2n2, dimana n
adalah urutan kulit atom.
- Jika n = 1 maka 2n2 sama dengan 2 elektron
- Jika n = 2 maka 2n2 sama dengan 8 elektron
- Jika n = 3 maka 2n2 sama dengan 18 elektron
- Jika n = 4 maka 2n2 sama dengan 32 elektron
Setiap kulit
memiliki lambang dimana K sama dengan kulit pertama dekat dengan inti atom, L
setelahnya, M setelah L, dan N setelah M. Banyaknya kulit yang terisi elektron
menunjukkan periode. Elektron disusun sedemikian rupa pada masing-masing kulit
dan diisi maksimum sesuai daya tampung kulitnya. Jika masih ada sisa elektron
yang tidak bisa lagi ditampung pada kulit tersebut maka diletakkan pada kulit
selanjutnya.
Tabel diatas
adalah pengisian konfigurasi elektron pada atom golongan utama.
D. ELEKTRON
VALENSI
Elektron yang
berperan dalam reaksi pembentukan ikatan kimia dan dalam reaksi kimia adalah
elktron terluar atau elektron valensi. Jumlah elktron valensi ditentukan
berdasarkan elektron yang terdapat pada kulit terakhir dari konfigurasi
elektron atom tersebut. Unsur yang memiliki jumlah elektron valensi yang sama
akan memiliki sifat kimia yang sama pula.
Tabel diatas
adalah tabel penentuan jumlah elektron valensi sekaligus hubungan konfigurasi
elektron dan elektron valensi.
E.
PERATURAN UNTUK MENENTUKAN KONFIGURASI ELEKTRON
1. Asas
Aufbau
Menurut asas
ini, elektron dalam atom sebisa mungkin memiliki energi terendah. Pengisian
elektron pada orbital selalu dimulai dari orbital 1s atau tingkat energi
terendah. Jika orbitas 1s sudah penuh, elektron akan masuk ke dalam orbital 2s,
demikian seterusnya.
Besarnya tingkat
orbital bergantung pada harga bilangan kuantum utama (n) dan bilangan kuantum
azimuth (l). Orbital dengan harga n+ l lebih besar mempunyai tingkat energi
lebih besar. Bila harga n+ l sama maka orbital yang mempunyai harga n
lebih besar mempunyai energi yang lebih besar.
Urutan tingkat
energi dalam pengisian elektron sebagai berikut .
2. Larangan
Pauli
Asas larangan
pauli menyebutkan tidak mungkin dalam sebuah atom ada dua elektron dengan harga
keempat bilangan kuantum yang sama. Maksudnya, dalam sebuah atom, dua buah
elektron mungkin memiliki harga n, l, dan ml yang sama, tetapi harga snya pasti
berbeda. Jadi, larangan pauli menjelaskan suatu orbital maksimum yang hanya
dapat ditempati dua elektron yang arah spinnya berlawanan. Subkulit s mempunyai
1 orbital, elektron maksimalnya 2.
- Subkulit p memiliki 3 orbital dan elektron maksimumnya 6
- Subkulit p memiliki 5 orbital dan elektron maksimumnya 10
- Subkulit p memiliki 7 orbital dan elektron maksimumnya 14
- Jumlah maksimum elektron pada kulit ke –n = 2n2
3. Kaidah Hund
Contohnya pada
subkulit p dengan l = 1 dan ml = +1,0,-1 maka elektron maksimumnya 6. Urutan
pengisian elektron dalam orbital sebagai berikut.
Contoh
konfigurasi elektron unsur C (Z = 6)
Pengisiannya
sebagai berikut : 2 elektron menempati orbital subkulit 1s berikutnya 2
elektron menempati 2s dan sisanya 2 elektron menempati orbital-orbital 2p
secara paralel.
F. CARA
PENULISAN KONFIGURASI ELEKTRON
1. Dua cara
penulisan urutan subkulit
Subkulit ditulis
berdasarkan urutan tingkat energinya
Contoh :
Subkulit ditulis
sesuai urutan nomor kulit yang sama kemudian untuk kulit berikutnya lebih tinggi
Contoh :
3. Orbital
penuh dan setengah penuh
Berdasarkan
percobaan dapat ditunjukkan bahwa orbital yang terisi penuh atau setengah penuh
merupakan struktur yang relatif lebih stabil. Ada beberapa penyimpangan
pengisian elektron berdasarkan atauran aufbau dengan berdasarkan percobaan.
(Soft Ilmu,2015)
DAFTAR
PUSTAKA
Vinenzia
Zahira, Naila.2013.materi kimia SMA,http://materi-kimia-sma.blogspot.co.id/2013/07/konfigurasi-elektron.html
(diakses, 05 oktober 2016)
Puspa Lestari,Winy.2014.Struktur
Elektron atom polielektron,http://winypuspalestari41614110108.blogspot.co.id/2014/09/struktur-elektron-atom-polielektron.html
(diakses, 05 oktober 2016)
Saifudi,Sahril.2015.Pengertian dan penjelasan atomhttp://sahrilsaifudin-0087.blogspot.co.id/2015/04/v-behaviorurldefaultvmlo.html
Saifudi,Sahril.2015.Pengertian dan penjelasan atomhttp://sahrilsaifudin-0087.blogspot.co.id/2015/04/v-behaviorurldefaultvmlo.html
SoftIlmu.2015.Pengertian
sejarah hukum Hund asas aufbau penulisan
konfigurasi elektron dan valensi,http://www.softilmu.com/2015/11/Pengertian-Sejarah-Hukum-Hund-Asas-Aufbau-Penulisan-Konfigurasi-Elektron-dan-Elektron-Valensi-Adalah.html
Garda.2013.Konfirgurasi
elektron dan contoh soalnya,http://garda-pengetahuan.blogspot.co.id/2013/01/konfigurasi-elektron-dan-contoh-soalnya.html
Langganan:
Postingan (Atom)










