.

Tampilkan postingan dengan label @A42-EMY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @A42-EMY. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Desember 2016

Aplikasi Kimia Hijau


Kimia hijau diartikan sebagai proses yang lebih efisien, hemat energi dan sumber daya alam serta lebih ramah lingkungan daripada sebelumnya. Dalam 20 tahun terakhir, industri kimia di Jerman, yang tergolong terbesar di Eropa,  sudah mengurangi seperlima kebutuhan energinya – meski begitu hampir 10% seluruh penggunaan energi di Jerman dibutuhkan untuk sektor ini.

Kamis, 08 Desember 2016

Efek Rumah Kaca dalam Kehidupan Sehari-hari



Efek rumah kaca merupakan salah satu penyebab terjadinya fenomena pemanasan global, pemanasan global sendiri memiliki pengertian sebagai naiknya suhu rata-rata dipermukaan bumi baik didarat maupun dilaut.

Rabu, 30 November 2016

pencemaran air sungai di surabaya yang tak kunjung usai


Pencemaran air sungai di Surabaya yang tak kunjung usai
Pencemaran lingkungan banyak sekali terjadi di wilayah indonesia, salah satunya yaitu daerah surabaya. Pencemaran banyak terjadi akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab, salah satunya membuang sampah ke sungai yang membuat air sungai menjadi kotor keruh dan tidak sehat atau tidak layak untuk digunakan.
Pencemaran lingkungan merupakan masalah kita bersama, yang semakin penting untuk diselesaikan, karena menyangkut keselamatan, kesehatan, dan kehidupan kita. Siapapun bisa berperan serta dalam menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, termasuk kita. Dimulai dari lingkungan yang terkecil, diri kita sendiri, sampai ke lingkungan yang lebih luas.
Permasalahan pencemaran lingkungan yang harus segera kita atasi bersama diantaranya pencemaran air tanah dan sungai, pencemaran udara perkotaan, kontaminasi tanah oleh sampah, hujan asam, perubahan iklim global, penipisan lapisan ozon, kontaminasi zat radioaktif, dan sebagainya.
Untuk menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, tentunya kita harus mengetahui sumber pencemar, bagaimana proses pencemaran itu terjadi, dan bagaimana langkah penyelesaian pencemaran lingkungan itu sendiri.

Surabaya merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang memiliki jumlah penduduk terbanyak kedua setelah kota Jakarta. Menurut data yang diambil oleh Dispendukcapil Surabaya pada tahun 2013, jumlah penduduk di Surabaya mencapai 3.153.298 Jumlah dan pertumbuhan penduduk di Surabaya yang tinggi menimbulkan berbagai macam permasalahan yang sampai saat ini masih menjadi pusat perhatian. Permasalahan tersebut meliputi masalah kemacetan, kependudukan, kesehatan, kebersihan lingkungan hidup, pencemaran, dan lain sebagainya. Permasalahan yang saat ini sedang menjadi sorotan utama dan sedang diupayakan penyelesaiannya adalah masalah pencemaran dan kebersihan lingkungan hidup. Pencemaran yang terjadi di Surabaya bisa dibilang cukup tinggi. Pencemaran yang timbul didominasi oleh banyaknya sampah yang dihasilkan dan kurangnya kemampuan untuk mengatasi secara signifikan.Tingkat produksi sampah di Surabaya dari tahun ke tahun juga semakin meningkat. Berdasarkan catatan, volume sampah di Surabaya mengalami peningkatan. Beberapa tahun silam volume sampah kota mencapai sekitar 8.000 ton/hari dan sekarang naik menjadi sekitar 11.000 ton/hari. Hal tersebut diperparah dengan semakin sempitnya lahan untuk menimbun sampah sehingga menyebabkan beberapa sampah ditimbun di dekat pemukiman warga, sungai ataupun fasilitas publik. Hal tersebut tentu sangat merugikan masyarakat sekitaryang tinggal di dekat tempat penimbunan sampah. Ditambah lagi apabila sampah ditimbun di sungai juga akan membuat pencemaran sungai dan memicu banjir. Sebagai contohnya adalah kondisi Kali Tengah yang saat ini sangat memprihatikan.Sungai sepanjang tujuh kilometer yang melintas di wilayah Gresik itu menjadi lokasi pembuangan limbah cair 66 perusahaan. Dengan warna coklat pekat, kini sungai yang bermuara di Kali Surabaya tersebut perlu perhatian serius agar pencemaran dapat dikendalikan karena mengingat Kali Tengah merupakan penyumbang limbah terbesar untuk Kali Surabaya.Kondisi tersebut tentu akan sangat membahayakan bagi masyarakat sekitar bila musim hujan tiba. Sungai yang awalnya sebagai tempat penimbun air hujan agar tidak langsung mengalir ke lingkungan masyarakat, kini akan meluap menjadi banjir karena ketidakmampuan sungai untuk menahan volume air hujan. Hal tersebut tentu akan sangat merugikan masyarakat setempat apalagi bila di dalam sungai tersebut mengandung limbah-limbah yang berbahaya yangmenyebabkan berbagai macam penyakit. Selain itu, kondisi Kali Tengah yang sangat memprihatinkan ini juga merusak ekosistem sungai.Selain kondisi Kali Tengah yang memprihatinkan, keadaan masyarakat di daerah Benowo yang tinggal dekat dengan TPS (Tempat Pembuangan Sampah) juga tak kalah memprihatinkan.Volume sampah yang semakin meningkat masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo (Surabaya Barat) dari sebelumnya 88.000 m3 per hari kini menjadi sekitar 1.300 ton per hari. Hal tersebut tentu sangat memprihatinkan karena lahan yang tersisa semakin sedikit sedangkan produksi sampah per harinya semakin meningkat. Selain itu, tempat penimbunan sampah ini juga berdampak terhadap kenyamanan dan keindahan lingkungan setempat. Di sepanjang tempat penimbunan sampah tercium bau busuk yang menyengat serta keadaan lingkungan sekitar yang kumuh.


Rendahnya kualitas air Kali Surabaya sangat memprihatinkan. Tidak hanya kondisi lingkungan yang rusak, tapi juga besarnya ancaman kesehatan bagi masyarakat. Hal ini mengingat Kali Surabaya merupakan air baku untuk PDAM Surabaya yang melayani kebutuhan air bersih se-Surabaya.
Virus yang menjadi sumber penyakit seperti penyebab hepatitis infektif, juga ditemukan pada badan air Kali Surabaya. Selain itu terdapat juga hewan parasit antara lain cacing gelang (Ascaris) dan cacing pita. Keberadaan hewan-hewan parasit tersebut dalam badan air Kali Surabaya merupakan sumbangsih dari tinja yang dengan bebasnya langsung dibuang tanpa melalui septic tank. Kondisi tersebut memberikan dampak yang signifikan terhadap kualitas kesehatan masyarakat yang tinggal di sepanjang Bantaran Kali Surabaya.




Penyebab pencemaran airsungai DAS Brantas di Surabaya
Penggunaan air oleh manusia akanmenghasilkan limbah, apabila dibuanglangsung ke lingkungan akanmenyebabkan terjadinya pencemaran airsehingga dapat membahayakankehidupan manusia dan mahluk hiduplainnya, baik secara langsung maupuntidak langsung
Pencemaran air dapat berasal dariberbagi sumber pencemaran, antara lainberasal dari industri, limbah rumahtangga, limbah pertanian dan lainnya.

Selain itu, ada beragam tindakan lain selain tindakan preventif yang bisa kita lakukan. Berikut ini beberapa tindakan yang dapat kita lakukan oleh masyarakat sebagai Cara mengatasi pencemaran air , yaitu:

·                     Gunakan air dengan bijaksana. Kurangi penggunaan air untuk kegiatan yang kurang berguna dan gunakan dalam jumlah yang tepat.
·                     Kurangi penggunaan detergen. Sebisa mungkin pilihlah detergen yang ramah lingkungan dan dapat terurai di alam secara cepat.
·                     Kurangi konsumsi obat-obatan kimia berbahaya. Obat-obatan kimia yang berbahaya seperti pestisida, dan obat nyamuk cair merupakan salah satu penyebab rusaknya ekosistem air
·                     Tidak menggunakan sungai untuk mencuci mobil, truk, dan sepeda motor.
·                     Tidak menggunakan sungai untuk wahana memandikan hewan ternak dan sebagai tempat kakus.
·                     Jangan membuang sampah rumah tangga di sungai/danau. Kelola sampah rumah tangga dengan baik dan usahakan menanam pohon di pinggiran sungai/danau.
·                     Sadar akan kelangsungan ketersediaan air dengan tidak merusak atau mengeksploitasi sumber mata air agar tidak tercemar. 
·                     Mengoptimalkan pelaksanaan rehabilitasi lahan kritis yang bertujuan untuk meningkatkan konservasi air bawah tanah
·                     Menanggulangi kerusakan lahan bekas pembuangan limbah B3.




Daftar pustaka
Pertiwi,Shaly.2012.pencemaran di surabaya, http://www.kompasiana.com/shalygaluh72/pencemaran-di-surabaya-yang-tak-kunjung-usai_5528d7b6f17e613f0c8b45a5 (diakses, 29 november 2016)


Husaini, Hayattulloh.2015.pencemaran air di surabaya,http://www.academia.edu/9478275/PENCEMARAN_AIR_SUNGAI_DAS_BRANTAS_DI_SURABAYA ( diakses, 28 november 2016)


Senin, 21 November 2016

PERANAN ILMU KIMIA DALAM BIDANG INDUSTRI PANGAN


PERANAN ILMU KIMIA DALAM BIDANG INDUSTRI PANGAN

     PANGAN adalah kebutuhan utama dalam kehidupan seseorang.pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun yang tidak diolah, yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lain yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan dan pembuatan makanan atau minuman.

Pangan dibutuhkan oleh manusia untuk berbagai tujuan. Diantaranya untuk memenuhi kebutuhan gizi manusia, untuk memenuhi rasa kenyang dan rasa puas akan suatu makanan dan minuman, serta untuk meningkatkan status sosial seseorang.

Komponen yang terdapat dalam bahan pangan, seperti air, karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral serta serat adalah komponen gizi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan dan perkembangan sel, melancarkan proses metabolisme tubuh, dan bekerjanya anggota dan jaringan tubuh secara normal, serta untuk memproduksi tenaga.

Dampak negatif dari pangan dapat dilihat jika proses pemilihan dan pengolahan pangan sebelum dikonsumsi tidak memenuhi standar. Apel yang secara ilmu gizinya merupakan buah-buahan yang mengandung antioksidan dan vitamin yang tinggi, jika ditelaah proses perawatan tanaman dan proses pengawetannya akan menyebabkan dampak negatif bagi kesehatan.

Selama proses perawatan tanaman, begitu banyak kontaminasi pestisida yang menempel dibuah tersebut. Proses  pengawetan agar tetap segar sampai di pasaran adalah dengan melapisi buah dengan lilin. Jika dalam mengkonsumsi konsumen tidak melakukan proses sanitasi terlebih dahulu, maka apel yang dikonsumsi tidak memberikan efek yang positif bagi tubuh, malah sebaliknya akan menjadi toksin karena bahan kimia yang terkandung di dalam buah.

Tidak semua masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangannya sesuai dengan pola konsumsi yang baik. Ada beberapa kesalahan yang dilakukan, sehingga pemenuhan pangan hanyalah sebagai pelepasan selera saja.

Kesalahan dalam pemilihan atau pengolahan pangan seringkali terjadi. Ini tidak hanya dalam skala perdagangan atau industri makanan, tapi juga terjadi dalam skala rumah tangga karena ingin mendapatkan cita rasa makanan yang lezat.

Penggunaan MSG (Monosodium glutamat) dengan berbagai merek menjadi andalan ibu-ibu rumah tangga dalam menyajikan makanan yang lezat untuk keluarga. Padahal penggunaan MSG atau bahan tambahan pangan lainnya jika terlalu sering sangat berbahaya bagi kerja metabolisme tubuh. Selain itu proses pengolahan untuk mempertahankan nilai gizi terkadang tidak terlalu diperhatikan.

Sebagai contoh, dari kebiasaan dalam memasak sayur. Sayur seringkali dipotong terlebih dahulu, kemudian dicuci dan direndam dalam air. Padahal, sayur merupakan bahan pangan yang mengandung beberapa vitamin yang larut air, seperti vitamin B dan C. efek dari perendaman sayur yang lama dalam air akan menghilangkan vitamin larut air yang terdapat di dalamnya.

Kesalahan pola konsumsi pangan masyarakat saat ini, harus segera diperbaiki agar status gizi masyarakat dapat terpenuhi dengan benar. Masyarakat harus memahami tentang nilai gizi pangan, pola konsumsi pangan dan hubungan timbal balik antara makanan, pertumbuhan, kesehatan dan penyakit.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh masyarakat tentang pangan yang dikonsumsi, diantaranya : pangan apa yang akan dipilih, bagaimana cara memperolehnya, bagaimana cara penyimpanan dan pemeliharaannya, bagaimana cara mempersiapkannya, siapa yang akan memakannya, kapan, dengan siapa, bagaimana dan dalam jumlah berapa memakannya.

Ilmu pangan sangat berperan dalam proses pengaturan pola konsumsi masyarakat. Di dalam ilmu pangan tercakup ilmu tentang makanan, zat-zat gizi, dan substansi yang terkandung didalamnya, peran dan keseimbangannya untuk kesehatan dan masalah kesehatan. 

Di dalam ilmu pangan juga  dipelajari sifat fisis, mikrobiologis, dan kimia dari bahan pangan dan proses mengolah bahan pangan tersebut. Selain itu ilmu pangan juga memberikan gambaran tentang sortasi, pengawetan, pemprosesan, pengemasan, distribusi, hingga penggunaan bahan pangan yang aman dan bernutrisi.

Spesialisasinya beragam, diantaranya pemprosesan, pengawetan, pengemasan, penyimpanan dan sebagainya. Ilmu pangan dapat berperan membantu masyarakat untuk memperbaiki status gizi menjadi lebih baik melalui metoda-metoda proses pemilihan bahan, pengolahan dan sanitasi  pangan itu sendiri.

Penerapan ilmu pangan yang benar dapat membantu masyarakat Indonesia dalam memperbaiki pola konsumsi yang benar, status gizi yang baik dan meningkatkan kesehatan.

Dalam bidang industri makanan, penerapan ilmu pangan yang benar dapat menciptakan produk pangan yang aman dikonsumsi dan memiliki kualitas yang baik. Semoga penerapan ilmu pangan yang benar dalam pengolahan pangan dapat membangun masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang sehat dan berkualitas. 


PERANAN MIKROBIOLOGI DALAM INDUSTRI PANGAN DAN NON-PANGAN


       Mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari organisme hidup yang berukuran sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang melainkan dengan bantuan mikroskop. Organisme yang sangat kecil ini disebut sebagai mikroorganisme, atau kadang-kadang disebut sebagai mikroba, ataupun jasad renik.        Mikroorganisme adalah makhluk hidup yang kecil penuh dengan misteri, karena kecilnya sehingga tidak dapat dilihat dengan mata langsung, harus menggunakan alat pembesar berupa miskroskop. Mikroorganisme dapat melakukan berbagai proses metabolisme di dalam tubuhya sehingga mikroorganisme dapat dimanfaatkan sebangai mesin hayati penghasil senyawa-senyawa organik yang diperlukan baik yang berkaitan dengan pangan maupun nonpangan. Mikroorganisme yang umum digunakan dalam industri terutama yang tergolong bakteri, kapang, dan khamir atau yeast.
       Dunia mikroorganisme terdiri dari 5 kelompok organisme, yaitu bakteri, protozoa, virus, algae, dan cendawan. Mikroorganisme sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Beberapa diantaranya bermanfaat dan yang lain merugikan. Mikroorganisme yang bermanfaat antara lain: yang menghuni tubuh (flora normal), beberapa mikroorganisme yang terlibat dalam proses fermentasi makanan: pembuatan keju, anggur, yoghurt, tempe/oncom, kecap, dll, produksi penisilin, sebagai agens biokontrol, serta yang berkaitan dengan proses pengolahan limbah. Mikroorganisme yang merugikan, antara lain yang sering menyebabkan berbagai penyakit (hewan, tumbuhan, manusia), diantaranya: flu burung yang akhir-akhir ini menggemparkan dunia termasuk Indonesia, yang disebabkan oleh salah satu jenis mikroorganisme yaitu virus. Selain itu, juga terdapat beberapa jenis mikroorganisme yang dapat menyebabakan pencemaran lingkungan.
       Bila bahan baku yang murah dapat diubah menjadi bahan yang berguna, maka proses ini dilaksanakan sebangai industri. Persyaratan suatu proses industri mikroba adalah:
1.      Organisme.
Organisme yang digunakan harus mampu menghasilkan produk dalam jumlah yang tinggi. Mikroba haruslah memiliki ciri yang stabil, pertumbuhanya cepat dan non-patogen.


2.      Medium.
Substrat yang dugunakan oleh mikroba harus murah dan mudah diperoleh dalam jumlah besar.
3.      Produk yang dihasilkan mudah diperoleh dan dimurnikan.

B.  Sumber dan cara memperoleh mikroba.
a.       Sumber.
Sumber-sumber mikroba yang digunakan dalam industri adalah:
1.      Alami : alam.
2.      Lembaga koleksi kultur: jumlah dan jenis beragam.
b.      Cara memperoleh.
1.       Isolasi: pemisahan suatu kultur mikroba dari campuran biakan mikroba di alam  untuk memperoleh sel individu yang diinginkan untuk industri.
Hal-hal yang harus diperhatikan: menentukan sampel apa yang akan diambil dari alam, lokasi dan media apa yang akan digunakan.
Metode pengambilan sampel: padatan (tanah, serpihan batu, kayu dll) diambil dengan menggunakan spatula atau pinset steril disimpan menggunakan kantong plastik steril, cairan atau semi cair (air, lumpur dll) diambil dengan menggunakan pipet steril disimpan menggunakan botol atau tabung polipropilen steril dalam suhu rendah.
Teknik isolasi: Penggoresan (streak-plate) & penyebaran (spread-plate), penuangan (pour-plate), kultur yang diperkaya (enrichment culture), pengenceran berseri (serial-dilution), isolasi sel tunggal.
2.      Seleksi.
Tujuan untuk mendapatkan galur dengan kinerja terbaik, rendemen lebih tinggi, tidak menghasilkan produk sampingan yang tidak dikehendaki, peningkatan kemampuan penggunaan sumber C dan N yang murah, penurunan biaya produksi, perubahan morfologi sel menjadi bentuk yang lebih mudah dipisahkan dari produk dengan pendekatan genetik.
3.      Identifikasi.
Metode untuk identifikasi mikroba adalah dengan menggunakan ciri/karakteristik: morfologi, nutrisional, kultural, metabolik, susunan kimiawi, susunan antigen, patogenik, dan genetik.
Contoh:
- tidak terdapat bakteroklorofil
- sel tidak berbentuk filamen
- gram positif
- berbentuk batang
- menghasilkan endospora
- katalase positif
- aerobik
- nitrit negatif
- VP (Voges Proskauer) negatif
Maka mikroba yang dimaksud adalah Bacillus megaterium

C. Kriteria mikroorganisme yang dimanfaatkan dalam industri.
       Mikroba yang dimanfaatkan dalam industri harus memenuhi kualifikasi:
1.      Mampu berkembang cepat dalam media yang disediakan dan mudah dibudidayakan dalam jumlah yang besar.
2.      Mampu bertahan dengan sifat fisiologi konstan pada kondisi yang diinginkan, menghasilkan enzim-enzim yang diperlukan, serta melangsungkan perubahan kimia yang diinginkan.
3.      Pada kondisi seperti itu, mikroba harus mampu melangsungkan transpormasi-transpormasi dengan relatif sederhana dan dalam kondisi lingkungan yang dimodifikasi. Karena reaksi enzimatik pada umumnya eksotermik, maka tidak perlu menggunakan energi luar yang besar kuantitasnya.
4.       Dapat disimpan dalam jangka waktu yang panjang.
5.      Dapat dikembangkan dengan rekayasa genetik.

 D. Pemanfaatan mikroba dalam industri.
Beberapa contoh pemanfaatan mikroorganisme dalam industri adalah:
1.      Produksi massa sel: protein sel tunggal untuk pakan ternak, manusia dan pestisida.
2.      Penggunaan bagian-bagian dari sel: biokatalis (enzim), polisakarida (xantan, alginat), pigmen dan lipid.
3.      Fermentasi untuk produksi metabolit primer: alkohol, asam organik, vitamin dan lain-lain.
4.      Fermentasi untuk produksi metabolit sekunder: antibiotik, toksin, dan komponen flavor.
5.      Aplikasi aktivitas mikroorganisme dalam:
a.       Pengawetan seperti keju, yoghurt, pikel.
b.      Pengolahan seperti roti, kecap.
c.       Pengolahan limbah dan pembersihan bahan-bahan beracun seperti penghilangan fosfat,H2S dan lain-lain.
6.      Bidang pertanian: merangsang fiksasi nitrogen.
7.      Proses dalam berbagai industri di luar industri makanan dan minuman, umpamanya meningkatkan atau menjaga kualitas tekstil dan serat ataupun bahan kayu dan lain-lain. 
       Banyak reaksi kimia dapat berlangsung dengan memanfaatkan mikroorganisme pada kondisi terkontrol. Beberapa reaksi yang sudah lama dikenal dan sudah dipelajari dalam satuan-satuan proses, antara lain: oksidasi reduksi, hidrolisis dan esterfikasi. Namun demikian, masih banyak reaksi kimia yang dilangsungkan atas bantuan mikroorganisme, namun sangat kompleks dan tidak mudah diklasifikasi.
        Medium yang digunakan untuk menghitung total mikroorganisme pembentuk asam di dalam bahan pangan mengandung indikator, dimana pembentukan asam oleh koloni mikroorganisme akan mengubah pH medium disekitarnya sehingga terjadi perubahan warnah, akibatnya koloni pembentuk asam akan mudah dibedakan dari koloni lainnya dan mudah dihitung. Untuk mikroorganisme yang memproduksi asam dalam jumlah tinggi digunakan indikator ungu bromcresol, hijau atau biru bromcresol. Untuk mikroorganisme yang memproduksi asam dalam jumlah yang sedang, digunakan indikator merah fenol. Perhitungan koloni pada medium spesifik didasarkan atas beberapa karakteristik yakni: ciri-ciri koloni seperti ukuran, bentuk, warna dan reaksi biokimia didalam medium, misalnya produksi asam atau hidrolisis arginin, identifikasi dengan cara mengambil koloni yang terpisah dari cawan dan menginokulasikannya pada berbagai medium uji yang berbeda-beda.

A.    Kelemahan penggunaan mikroba dalam industri makanan.
       Salah satu kelemahan dari penggunaan mikroba dalam industri makanan adalah dapat menyebabkan keracunan. Sebelum membahas mengenai senyawa racun dari mikroba, perlu terlebih dahulu dipahami dua istilah yang mirip pengertiannya, yaitu infeksi dan keracunan. Infeksi adalah suatu istilah yang digunakan bila seseorang setelah mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung bakteri patogen mendapat gejala-gejala penyakit. Keracunan yang juga disebut intoksikasi disebabkan menkonsumsi makanan yang telah mengandung senyawa beracun yang diproduksi oleh mikroba, baik bakteri maupun kapang.
       Beberapa senyawa racun yang dapat menyebabkan intoksikasi adalah:
1.      Bakteri.
a.      clostridium botulinum.
       Senyawa beracun yang diproduksi clostridium botulinum disebut botulinin dan keracunan yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi makanan yang mengandung botulinin disebut botulisme. Botulinin merupakan neurotoksin yang sangat berbahaya bagi manusia dan sering akut dan menyebabkan kematian.
b.      Pseudomonas cocovenenans
       Senyawa beracun yang dapat diproduksi oleh Pseudomonas cocovenenans adalah toksoflavin dan asam bongkrek. Pada umumnya tempe bongkrek yang jadi atau berhasil dengan baik (kompak dan putih warnahnya) hanya ditumbuhi kapang tempe Rhizopus oligosporus, tetapi tempe yang gagal dan rapuh disamping R. oligosporus biasanya juga tumbuh sejenis bakteri yang disebut Pseudomonas cocovenenans, bakteri yang sebenarnya tidak dikehendaki ada dalam tempe bongkrek. Bakteri ini yang menyebabkan terbentuknya toksin dalam tempe bongkrek.
2.      Kapang.
       Mikotoksin merupakan senyawa beracun yang diproduksi oleh kapang (mold) atau jamur. Perlu dijelaskan bahwa tidak semua kapang memproduksi toksin, bhkan beberapa diantaranya berguna bagi proses pengolahan makanan seperti tempe, tauco, kecap dan keju. Toksin yang terbentuk terdifusi ke dalam makanan sehingga kebiasaan menghilangkan atau mengerok kapang dari permukaan makanan tidak dapat menghilangkan bahaya racun yang sudah terlanjur tersebar. Karena itu cara tersebut sebaiknya dihindarkan.
       Mikotoksin yang terkenal adalah aflatoksin. Aflatoksin adalah senyawa beracun yang diproduksi oleh Aspergillus flavus, atau oleh jenis Aspergillus lainnya misalnya Aspergillus parasiticus



Daftar pustaka :
Amir.2013.peranan ilmu kimia dalam bidang pangan,http://muhamadamirr.blogspot.co.id/2013/03/peranan-ilmu-kimia-dalam-bidang-pangan.html (diakses, 21 november 2016)
Hartinah,Rahmah.2013.pseudomonas coccovennenans,http://rahmahhartinah.blogspot.co.id/2013/12/pseudomonas-coccovenenans.html (diakses, 21 movember 2016)

Yaman,Novitasari.2015. makalah Mikrobiologi industri,


Dosenbiologi.2015. Peran Clostridium Botulinum dalam Kehidupan Sehari-hari, http://dosenbiologi.com/bakteri/peran-clostridium-botulinum-dalam-kehidupan-sehari-hari (diakses 21 november 2016)







Rabu, 05 Oktober 2016

STRUKTUR ATOM DAN POLIELEKTRON



STRUKTUR ATOM DAN POLIELEKTRON

Struktur Atom Polielektron

DEVINISI STRUKTUR ATOM
  1. Struktur atom merupakan satuan dasar materi yang terdiri dari inti atom beserta awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya.
  2. Istilah atom berasal dari Bahasa Yunani, yang berarti tidak dapat dipotong ataupun sesuatu yang tidak dapat dibagi-bagi lagi.
ATOM POLIELEKTRON
Atom tersusun dari :
1. inti atom (berupa proton & neutron)
2. kulit atom yg mengandung elektron-elektron, Elektron (-) yang berada pada lintasan-lintasan tertentu bergerak mengelilingi inti atom (+), Jumlah elektron sama dengan jumlah proton sehinga secara keseluruhan atom bersifat netral.
(Naila Vinenzia, 2015)


Konfigurasi elektron adalah penyebaran/penyusunan elektron dalam kulit-kulit atom, jumlah elektron maksimum yang menempati setiap kulit di rumuskan 2n^2. 
Kuantum adalah bilangan yang digunakan untuk menyatakan kedudukan.
a. Bilangan Kuantum Utama (n)
    Bilangan kuantum utama (n) memiliki nilai n = 1, 2, 3, ..., n. 
b. Bilangan Kuantum Azimut ( A )
    Bilangan kuantum azimut menunjukkan subkulit yang ditempati elektron. 
    Nilai: 0…..(n-i)
c. Bilangan Kuantum Magnetik (m)
    Menyatakan letak elektron dalam suatu orbital yang dipengaruhi medan magnet. 
    Nilai: -/…….+/
d. Bilangan Kuantum Spin (s)
    Arah putaran elektron terhadap sumbunya. Nilai: +1/2               /-1/2

Pada atom hidrogen, setiap orbital dengan nilai bilangan kuantum utama sama memiliki tingkat-tingkat energi sama atau terdegenerasi.
Pada atom berelektron banyak, orbital-orbital dengan nilai bilangan kuantum utama sama memiliki tingkat energi yang sedikit berbeda.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikBi5OoCCRoepNsCEftRwyfckNfPswrUMq_TppNJsH4yuhtq7QlFncWEm4kmPR825Epw1lnj85_6EXX4zXoenTz8VTZJJlSaOTHhMUmQYKtVQRLsizaJ7fPQH1teXtojlA6NHmwyx0u40/s1600/Picture1.png

(Winy Puspa Lestari, 28 September 2014)




Pengertian dan Penjelasan
http://rahmikimia.files.wordpress.com/2011/05/konfigurasi-e-bohr.jpg 
 Atom tersusun dari : 

1. inti atom (berupa proton & neutron

2. kulit atom yg mengandung elektron-elektron, Elektron (-) yang berada pada lintasan-lintasan tertentu bergerak mengelilingi inti atom (+), Jumlah elektron sama dengan jumlah proton sehinga secara keseluruhan atom bersifat netral

Kulit terdiri atas subkulit yang berisi orbital-orbital dengan bilangan kuantum utama yang sama. Jumlah orbital dalam setiap kulit dinyatakan dengan  rumus  n^2 dan jumlah maksimum elektron yang dapat menempati setiap kulit dinyatakan dengan rumus 2n^2

Contoh
 
Berapa jumlah orbital dan jumlah maksimum elektron dalam kulit M? 
Penyelesaian:
Kulit M memiliki bilangan kuantum, n = 3 maka jumlah orbital dalam kulit M adalah 32 = 9 orbital dan jumlah maksimum      elektronnya sebanyak 2(3)^2= 18 elektron

 (Sahril Saifudin, 2015)

Jumlah elektron maksimum tiap kulit dalam atom
Jumlah elektron maksimum dalam tiap-tiap kulit atom
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgv1R5dV0Z3x1Ym8y7XfFONhYQXznq_3MeIP0OsIjqVUlcSpHpFVRZkmwmmi4S-J2ozFhPITyfHv48am0pbDhyRoTfa-cwpNY3O8MQsbnpECj9UORwug9ZvvRmtL2gt3cYpQd9NeQv2DG8/s320/tabel.png
Konfigurasi Elektron
Aturan-aturan dalam pengisian konfigurasi elektron:
1.Pengisian dimulai dari tingkat energi paling rendah ketingkat energi paling tinggi dari kulit K, L,M dan seterusnya
2.Jika jumlah elektron yang tersisa ≤ 8 di tempatkan pada kulit berikutnya
3.Jumlah maksimum elektron pada kulit terluar adalah 8

B. Contoh soal
Tulislah konfigurasi elektron dari:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeUnJJ-pCA2ffMZcjljryIGsZC38KX_cTQUexgXj41k65iXXWZF6JQ12HmKJmxQSE7zLwepFugERLctWObqWi2wIylrBOcUftu4iXmsctsxAwvJQKI-rqgIjk1e0-PnIoIrtnnFqvirqs/s1600/contoh.gif
Contoh soal

Jawab:
Nah untuk menjawabnya, maka langsung saja.
1. Jumlah elektron = 8
Konfigurasi elektron K= 2 L= 6
2.Jumlah elektron = 18
Konfigurasi elektron K= 2 L= 8 M= 8
3.Jumlah elektron = 38
Konfigurasi elektron K= 2 L=8 M= 18 N=8 O=2

Mudah bukan belajar konfigurasi elektron dan contoh soalnya, semoga dapat membuat teman-teman pembaca lebih paham.
(Garda,2013
KONFIGURASI ELEKTRON BERDASARKAN KULIT ATOM
Konfigurasi elektron di setiap kulit atom dapat terisi elektron maksimum 2n2, dimana n adalah urutan kulit atom.
  • Jika n = 1 maka 2n2 sama dengan 2 elektron
  • Jika n = 2 maka 2n2 sama dengan 8 elektron
  • Jika n = 3 maka 2n2 sama dengan 18 elektron
  • Jika n = 4 maka 2n2 sama dengan 32 elektron

Setiap kulit memiliki lambang dimana K sama dengan kulit pertama dekat dengan inti atom, L setelahnya, M setelah L, dan N setelah M. Banyaknya kulit yang terisi elektron menunjukkan periode. Elektron disusun sedemikian rupa pada masing-masing kulit dan diisi maksimum sesuai daya tampung kulitnya. Jika masih ada sisa elektron yang tidak bisa lagi ditampung pada kulit tersebut maka diletakkan pada kulit selanjutnya.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglLMClUNCMZnCYmcpL0d0lrXoQn5BJkXCGpAhyphenhyphenlGel5wMXM0K4HrcrumSmMUPFnntf3ATyDmf4hDq0kGZiEikPHBKCep5YTCereY9HnXznJ1BOhhcAV8thIW8rgc5618NgSDEU7rrUBgM/s400/Tabel+1.png
PENGISIAN KONFIGURASI ATOM PADA ATOM GOLONGAN UTAMA
Tabel diatas adalah pengisian konfigurasi elektron pada atom golongan utama.

D. ELEKTRON VALENSI
Elektron yang berperan dalam reaksi pembentukan ikatan kimia dan dalam reaksi kimia adalah elktron terluar atau elektron valensi. Jumlah elktron valensi ditentukan berdasarkan elektron yang terdapat pada kulit terakhir dari konfigurasi elektron atom tersebut. Unsur yang memiliki jumlah elektron valensi yang sama akan memiliki sifat kimia yang sama pula.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiL29Ej2-OnwqeIHfQKDkHBUUpcAsOHhvFAxsbmNjlJR0vYJ07-Af9QcKRpqFq1VTYReprhfj0VIGpdijjkd8Q5mPgMPBMgbJmTGzKDQT14Hiv-bM-EGHegvdmvB4DEV_uhJEFgwmFlNOI/s400/Elektron+Valensi.png
ELEKTRON VALENSI
Tabel diatas adalah tabel penentuan jumlah elektron valensi sekaligus hubungan konfigurasi elektron dan elektron valensi.

E. PERATURAN UNTUK MENENTUKAN KONFIGURASI ELEKTRON
1. Asas Aufbau
Menurut asas ini, elektron dalam atom sebisa mungkin memiliki energi terendah. Pengisian elektron pada orbital selalu dimulai dari orbital 1s atau tingkat energi terendah. Jika orbitas 1s sudah penuh, elektron akan masuk ke dalam orbital 2s, demikian seterusnya.
Besarnya tingkat orbital bergantung pada harga bilangan kuantum utama (n) dan bilangan kuantum azimuth (l). Orbital dengan harga n+ l lebih besar mempunyai tingkat energi lebih besar. Bila harga n+ l  sama maka orbital yang mempunyai harga n lebih besar mempunyai energi yang lebih besar.
Urutan tingkat energi dalam pengisian elektron sebagai berikut .
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0Aq6S7zvh5hHhxbLXVWzcVyVjgLrvP9rWdW-Bw1cWWAHKilOds3EOMT8IvvJ9KWUGFTbJqFQBFOM9DjMLNlLSi8meFCh01-2KJ7OwhZ0Vl3uN2d-BV1NsiffoRBvIXHcWnuHZyWQSz-k/s1600/Pengisian+Elektron.png
PENGISIAN ELEKTRON
2. Larangan Pauli
Asas larangan pauli menyebutkan tidak mungkin dalam sebuah atom ada dua elektron dengan harga keempat bilangan kuantum yang sama. Maksudnya, dalam sebuah atom, dua buah elektron mungkin memiliki harga n, l, dan ml yang sama, tetapi harga snya pasti berbeda. Jadi, larangan pauli menjelaskan suatu orbital maksimum yang hanya dapat ditempati dua elektron yang arah spinnya berlawanan. Subkulit s mempunyai 1 orbital, elektron maksimalnya 2.
  •  Subkulit p memiliki 3 orbital dan elektron maksimumnya 6
  • Subkulit p memiliki 5 orbital dan elektron maksimumnya 10
  • Subkulit p memiliki 7 orbital dan elektron maksimumnya 14
  • Jumlah maksimum elektron pada kulit ke –n = 2n2

3. Kaidah Hund
Contohnya pada subkulit p dengan l = 1 dan ml = +1,0,-1 maka elektron maksimumnya 6. Urutan pengisian elektron dalam orbital sebagai berikut.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ6PvTi2xg_Wt2AD3irGx-vPH_VI1c6qrrr4pVfit5OTy8jcKuV4WGmAfQgGXr4vOMUSm7bzprCty0wt2IlF3nVvvjtEgSBFIX8aEi2floACVTjjO6pKvQ4mcYSmpVxtwqm3L9bxP_z5o/s400/Subkulit+Elektron.png
URUTAN PENGISINA ELEKTRON DALAM ORBITAL
Contoh konfigurasi elektron unsur C (Z = 6)
Pengisiannya sebagai berikut : 2 elektron menempati orbital subkulit 1s berikutnya 2 elektron menempati 2s dan sisanya 2 elektron menempati orbital-orbital 2p secara paralel.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDpyoEW4xsM3zsz9NWjWRKic43Dk6z6YenMsXngd7aNXGZhVwbhaJqQa3A3YatUVdP45dk0xygKctyb_yDN_PGNSNOtO-dvbf7bRfEPkAausvtwdr0UtvvdlfTK16JZ0OrCZvm0gKq2WY/s1600/Konfigurasi+Elektron+Unsur.jpg
CONTOH KONFIGURASI ELEKTRON UNSUR
F. CARA PENULISAN KONFIGURASI ELEKTRON
1. Dua cara penulisan urutan subkulit
Subkulit ditulis berdasarkan urutan tingkat energinya
Contoh : 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5NM_nY3zAm_IpnoA8CoK1lcBS3fIXrFFpA3cL48UQjBI9eYg-MtTuszH1q7le1I5ppjuVy4hFK8KoxeSR4xbu5eIYo2t3BoY-E8mGoRjF3zB5sI7-XQkd5OuAAkzWJkT3Mm14bav2PD4/s200/Contoh+1.jpg
Subkulit ditulis sesuai urutan nomor kulit yang sama kemudian untuk kulit berikutnya lebih tinggi
Contoh : 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilH5ePGTlu1J6n6vbt9I53-4hXFhkswdMz46wYjkV1muZMOow9lhRF-Y3H3_e_-3t-WWglIxQww0Mxsuxlru1OJkEN8Zr0smGYCMecqDHS-oNDMH_KdSmH6GP2Gg9FUY4c0cFMEMF-3SQ/s200/Contoh+2.jpg
3. Orbital penuh dan setengah penuh
Berdasarkan percobaan dapat ditunjukkan bahwa orbital yang terisi penuh atau setengah penuh merupakan struktur yang relatif lebih stabil. Ada beberapa penyimpangan pengisian elektron berdasarkan atauran aufbau dengan berdasarkan percobaan.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaF_EvHQ77QIJ1AZ5ISlLeh25UQf6B31XjuFy4BTWob_IyuLhzKkjOq5KLMD7mbk7IBB5ebp9BZoe3eWhSkUK2_Awm4CnTYIPBKIu-nn8j7GOtftYMzO2JAJGTfSqAXWW86YTAw4xQlvo/s1600/Orbital+Penuh+dan+Setengah+Penuh.png
(Soft Ilmu,2015)

DAFTAR PUSTAKA
Vinenzia Zahira, Naila.2013.materi kimia SMA,http://materi-kimia-sma.blogspot.co.id/2013/07/konfigurasi-elektron.html (diakses, 05 oktober 2016)

Puspa Lestari,Winy.2014.Struktur Elektron atom polielektron,http://winypuspalestari41614110108.blogspot.co.id/2014/09/struktur-elektron-atom-polielektron.html (diakses, 05 oktober 2016)

Saifudi,Sahril.2015.Pengertian dan penjelasan atomhttp://sahrilsaifudin-0087.blogspot.co.id/2015/04/v-behaviorurldefaultvmlo.html
SoftIlmu.2015.Pengertian sejarah hukum Hund asas aufbau  penulisan konfigurasi elektron dan valensi,http://www.softilmu.com/2015/11/Pengertian-Sejarah-Hukum-Hund-Asas-Aufbau-Penulisan-Konfigurasi-Elektron-dan-Elektron-Valensi-Adalah.html