.

Tampilkan postingan dengan label @A18-FAKHRIZAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @A18-FAKHRIZAL. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Desember 2016

Definisi Air Dan Pencemarannya

Air adalah senyawa yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di Bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan Bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di Bumi.








Fungsi Air
Karena air merupakan sumber daya alam yang sangat dibutuhkan oleh semua makhluk hidup, maka air mempunyai banyak fungsi. Berikut ini merupakan beberapa fungsi dari air:
·         Membantu tumbuhan melakukan proses fotosintesis
·         Menyuburkan tanah (baca: ciri-ciri tanah subur)
·         Memenuhi kebutuhan cairan pada tubuh makhluk hidup
·         Sebagai sarana membersihkan badan, pakaian, dan peralatan lainnya
·         Menjaga kesehatan tubuh dengan cara meberikan supplay mineral yang cukup
·         Menjaga kecantikan kulit pada manusia
·         Melarutkan berbagai macam penyakit
·         Sebagai rumah bagi semua macam binatang dan tumbuhan air
·         Sebagai penyeimbang suhu di Bumi
Itulah beberapa fungsi atau manfaat dari air yang bisa kita rasakan. Selain manfaat- manfaat yang telah ditulis, masih banyak sekali manfaat air lainnya yang akan kita temukan dalam kehidupan sehari- hari, baik yang kita sadari maupun tidak.
Setelah mengetahui fungsi dari air, maka kita akan menyadari betapa air sangat penting untuk kehidupan makhluk hidup maupun untuk kondisi Bumi sendiri. Air yang  mempunyai banyak fungsi ini tentu saja adalah air yang bersih. Banyak sumber air bersih alami yang dapat kita temukan di permukaan Bumi. Sumbr air bersih yang dapat kita temukan di Bumi diantaranya adalah macam- macam laut, sungai (baca: ekosistem sungai), macam- macam danau, rawa, mata air (baca: proses terjadinya mata air), dan lain sebagainya. Sumber air yang demikian adalah yang terbentuk secara alami. Selain sumber air yang alami, kita juga dapat menemukan sumber air yang sengaja dibuat oleh manusia. Bebrapa sumber air yang sengaja dibuat oleh manusia antara lain berupa sumur, waduk, bendungan (baca: bendungan terbesar di dunia), dan lain sebagainya.
Pencemaran Air
Banyak sumber air bersih yang akan kita dapatkan, namun diantara sumber air bersih tersebut, tidak jarang juga kita menemukan berbagai sumber air yang tercemar (baca: ciri-ciri air tercemar). Air yang tercemar adalah air yang sudah tidak bersih atau tidak murni lagi. Air yang tercemar ini adalah yang tidak mempunyai fungsi seprti air yang semestinya. Selain itu air ini jelas menurun kualitasnya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya pencemaran pada air, diantaranya:
·         Jumlah penduduk yang berada di suatu tempat
·         Jumlah sumber daya alam yang digunakan oleh masing- masing individu
·         Jumlah polutan yang dapat dikeluarkan oleh tiap- tiap sumber daya alam
·         Teknologi yang sedang digunakan
Tahapan Pencemaran Air
Kita semua mengetahui bersama bahwasannya pencemaran air ini adalah air yang telah tercemar, mengandung bahan polutan, kualitasnya menurun, dan mempunyai fungsi yang tidak seperti air murni dan bersih. Namun tahukah Anda bahwasannya pencemaran air ini ternyata dibagi menjadi beberapa tahapan? Menurut WHO, pencemaran air dibagi menjadi 4 tahap. Tahap- tahap pencemaran air oleh WHO antara lain adalah sebagai berikut:
1.    Pencemaran tingkat pertama. Pencemaran ini adalah pencemaran yang ringan, tidak menimbulkan kerugian bagi manusia baik jika dilihat dari kadar zat pencemarnya maupun dilihat dari waktu kontaknya dengan lingkungan.
2.    Pencemaran tingkat kedua. Pencemaran ini merupakan pencemaran yang sudah menimbulkan iritasi ringan pada panca indera dan juga pada alat vegetatif lainnya, serta menimbulkan gangguan pada komponene ekosistem lainnya.
3.    Pemcemaran tingkat ketiga. Pencemaran ini merupakan pencemaran yang sudah sampai menimbulkan reaksi yang fatal pada tubuh dan juga menyebabkan sakit yang bersifat kronis.
4.    Pencemaran tingkat keempat. Pencemaran ini adalah jenis pencemaran yang paling parah. Pencemaran ini merupakan pencemaran yang telah menimbulkan dan juga menybabkan kematian makhluk hidup di suatu lingkungan yang diakibatkan karena kadar zat pencemarnya terlalu tinggi.
Itulah beberapa tahapan pencemaran air yang telah digolongkan oleh WHO. Indikator yang telah diberikan oleh WHO ini bertahap dari yang paling ringan hingga yang paling berat. Suatu pencemaran bisa terjdi secara bertahap, namun bisa juga langsung dikategorikan tahap pencemaran berat. Hal ini tergantung jenis dan kadar zat pencemar itu sendiri.
Indikator Pencemaran
untuk mengetahui air yang tercemar atau tidak terkadang kita masih sangat sulit untuk membedakannya. Secara sederhana, untuk mengetahui air yang tercemar kita dapat melihat dari warna, bau, dan rasa dari air tersebut. Air yang murni dan bersih adalah air yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Jadi secara umum kita dapat menemui air yang tercemar apabila telah berwarna, berbau, atau berasa. Namun ternyata dengan melihat tampak luarnya saja tidaklah cukup. Pencemaran air juga termasuk dalam kandungan air tersebut. Maka dari itulah untuk mengetahui apakan suatu air tercemar atau tidak, maka bisa dilihat melalui beberapa indikator pencemaran air. Beberapa indokator pencemaran air atau ciri-ciri dari air yang tercemar adalah sebagai berikut:
·         Terjadi perubahan pada suhu air. Air yang mempunyai suhu panas apabila dibuang ke area lingkungan (baca: fungsi lingkungan) secara langsung maka akan dapat merusak lingkungan tersebut.
·         Memiliki pH yang tidak normal. pH normal yang dimiliki air yakni antara 6,5 – 7,5. Apabila air mempunyai pH diatas atau dibawah pH tersebut maka bisa dikatakan bahwa air tersebut telah terkontaminasi oleh polutan.
·         Terjadi perubahan pada warna, bau, dan juga rasa. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa air yang murni dan sehat atau bersih adalah air yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Sehingga apabila kita menemukan air yang berwarna, berbau, dan berasa ini ada kemungkinan air tersebut telah tercemar.
·         Adanya endapan, koloidal, dan bahan terlarut. Bahan- bahan yang demikian apabila terdapat dan bercampur dengan air maka dapat menghalangi masuknya sinar matahari. Ketika sinar matahari sulit masuk maka mikroorganisme yang ada di air tersebut tidak bisa melakukan fotosintesis. Akibatnya air akan kekurangan kandungan oksigen.
·         Timbulnya banyak mikroorganisme. Salah satu tanda air yang tercemar adalah timbulnya banyak miroorganisme. Mikroorganisme sendiri mempunyai peran utama dalam proses degradasi bahan- bahan buangan limbah. Ketika bahan buangan ini meningkat, maka secara otomatis mikroorganisme akan ikut berkembang biak. Perkembangbiakan mikroorganisme ini kemungkinan besar tidak tertutup, sehingga memungkinkan mikroba patogen yang merugikan juga akan ikut berkembang.
·         Meningkatnya radioaktivitas pada air. Salah satu tanda air yang tercemar lainnya adalah meningkatnya radioaktivitas dari air tersebut. Radioaktivitas sendiri merupakan proses timbulnya zat- zat radiaoktif. Zat- zat radioaktif ini dapat kita temui di berbagai kegiatan. Apabila produksi zat radiaoktif di dalam air meningkat, maka hal ini akan menyebabkan kerusakan biologis pada air tersebut apabila tidak segera dilakukan proses penanganan yang tepat.
Itulah beberapa indikator atau ciri- ciri dari air yang tercemar. Ciri- ciri yang disebutkan di atas sudah lengkap. Namun apabila ingin mengetahui lebih lengkap mengenai  hal tersebut bisa dibaca di ciri- ciri air yang tercemar.
Dampak Pencemaran Air
Kita semua mengetahui bahwasannya pencemaran itu bersifat negatif dan juga merusak. Sama halnya dengan pencemaran air ini. Pencemaran air akan membawa dampak yang sangat merugikan bagi lingkugan dan juga kelangsungan hidup dari makhluk hidup itu sendiri. Berikut ini akan dijelaskan mengenai dampak dari pencemaran air.
1.    Menurunkan jumlah oksigen
Air yang tercemar mengandung berbagai macam larutan yang akan menghalangi sinar matahari (baca: lapisan matahari) masuk ke dalam air tersebut. Hal ini akan berakibat tumbuhan- tumbuhan air kesulitan melakukan proses fotosintesis. Fotosintesis pada tumbuhan akan menyebabkan tumbuhan tersebut memproduksi oksigen. Apabila tumbuhan terhalang melakukan fotosintesis, hal ini akan menyebabkan air mendapatkan oksigen yang hanya sedikit.
2.    Mematikan binatang- binatang yang ada di air
Masih dalam kaitan dampak pencemaran air yang menurunkan jumlah oksigen, dampak ini akan diikuti oleh matinya binatang- binatang air. Hal ini karena binatang air bernafas menggunakan oksigen. Ketika jumlah oksigen yang tersedia di dalam air menurun, otomatis binatang akan kesulitan untuk bernafas. Hal ini akan berakibat matinya binatang- binatang air karena tidak meperoleh oksigen untuk bernafas.
3.    Meningkatkan kecepatan reaksi kimia
Air yang tercemar adalah air yang telah mengandung aneka bahan polutan. Banyak jenis polutan yang merupakan bahan- bahan kimia. Ketika air banyak mengandung bahan kimia, hal ini akan meningkatkan kecepatan reaksi kimia yang terjadi di dalam air.
4.    Mengganggu kehidupan binatang dan tumbuhan
Air yang tercemar jelas akan mengganggu kehidupan semua makhluk hidup, baik yang berada di darat (baca: ekosistem darat) maupun di air (baca: ekosistem air), baik berpa manusia, binatang, maupun tumbuh- tumbuhan. Air yang tercemar akan diminum pleh makhluk hidup yang tinggal di daratan. Hal ini akan menyebabkan berbagai polutan masuk ke dalam perut sehingga menimbulkan rasa sakit. Dan untuk binatang serta tumbuhan air, jelas akan terganggu karena air merupakan habitat dari tumbuhan dan bintang air tersebut.
5.    Memgganggu kesuburan tanah
Air yang tercemar jelas akan mengganggu kesuburan tanah. Hal ini karena air akan meresap ke tanah yang ada di sebelah kanan atau kiri. Hal ini berakibat tanah tersebut ikut mengandung berbagai zat polutan. Jika tanah telah tercemar zat polutan, otomatis tanah tersebut tidaklah subur.
6.    Mengganggu produksivitas tumbuhan
Masih serangkaian dengan dampak pencemaran air yang mengganggu kesuburan tanah, hal ini akan otomatis menggnggu produktivitas tumbuhan. Bagaimanapun tumbuhan hidup di atas tanah. Ketika tanah yang mereka tempati tidak subur lagi, dan justru terkontaminasi zat polutan, maka tumbuhan tidak akan produktif lagi. Justru hal ini akan meberikan dampak berupa matinya tumbuh- tumbuhan yang berada di sekitar yang tercemar tersebut.
Itulah beberapa dampak pencemaran udara yang dapat dita rasakan. Selain dampak yang telah disebutkan, pastilah ada dampak lain yang bersifat merugikan. Oleh karena itu, mari kita jaga sumber air kita dari bahaya pencemaran air.

Daftar Pustaka
Ilmu geografi. 24 june 2016. Dampak Pencemaran air.   http://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/hidrologi/dampak-pencemaran-air

(wikepedia). 2016. Definisi air. https://id.wikipedia.org/wiki/Air

Selasa, 06 Desember 2016

Senyawa Organik Volatil

senyawa organik volatil (VOC)

Senyawa organik volatil adalah senyawa yang memiliki tinggi kelarutan tekanan uap dan air rendah. Banyak VOCs adalah bahan kimia buatan manusia yang digunakan dan diproduksi pada manufaktur cat, obat-obatan dan refrigeran, misalnya. VOCs biasanya adalah pelarut industri, seperti trichloroethylene; bahan bakar oxygenates, seperti metil eter tert-butil (MTBE); atau produk sampingan yang dihasilkan oleh klorinasi dalam pengolahan air, seperti kloroform. VOCs yang sering komponen bahan bakar minyak bumi, cairan hidrolik, cat pengencer dan dry cleaning agen. VOCs adalah air common tanah kontaminan.
Voltile Organic Compound atau lebih dikenal dengan singkatan VOC adalah senyawa yang mengandung karbon yang menguap pada tekanan dan temperatur tertentu atau memiliki tekanan uap yang tinggi pada temperature ruang. VOC yang paling umum dikenal adalah pelarut (solvents), VOC jenis lainnya seperti monomer dan pewangi (fragrance). Kenapa VOC sangat berbahaya dan menjadi perhatian banyak kalangan, sehingga banyak Negara yang membuat peraturan khusus untuk mengurangi dampak dari VOC tersebut. Salah satu sebabnya adalah karena VOCs bereaksi dengan Nitrogen Oksida (NOx)  jika terkena sinar matahari membentuk ground level ozone dan asap atau kabut. Pada konsentrasi tertentu di udara, ozone dapat mempengaruhi kesehatan dan lingkungan.
VOC diatur dengan membatasi jumlah kandungannya didalam produk yang dapat teremisi selama proses atau penggunaan. Ada beberapa jenis peraturan yang mengatur pembatasan kandungan VOC seperti consumer product regulations, process regulations, facility regulations or facility permits. Salah satu regulasi yang banyak digunakan atau dijadikan acuanoleh berbagai industri di dunia adalah EPA (Environmetal Protection Agency)
VOC dapat teremisi sebagai gas dari bahan padatan atau cairan yang mengandung VOC. Efek yang ditimbulkan terhadap kesehatan oleh VOC bisa akut atau kronik tergantung dari jenis VOC yang teremisi. Konsentrasi VOC yang teremisi didalam ruangan jauh lebih tinggi jika dibandingkan diluar ruangan karena terjadi akumulasi VOC didalam ruangan tersebut. Misalnya emisi VOC oleh cat baru diaplikasikan didalam ruangan akan sangat terasa baunya bahkan bisa menyebabkan pusing atau perih dimata. Beberapa contoh produk yang mengemisi VOC dan digunakan didalam ruangan adalah cat, bahan pembersih, bahan bangunan dan furnish, mesin fotokopi, tinta, lem, spidol, dan lain-lain.
Efek kesehatan dari VOC diantaranya adalah iritasi pada mata, hidung dan tenggorokkan, sakit kepala atau pusing, kehilangan koordinasi, mual, kerusakan hati, ginjal, dan sistem saraf pusat. Beberapa organik dapat menyebabkan kanker pada hewan, beberapa dicurigai atau diketahui menyebabkan kanker pada manusia. Tanda-tanda kunci atau gejala yang berhubungan dengan paparan VOC termasuk iritasi konjungtiva, ketidaknyaman hidung dan tenggorokan, sakit kepala, reaksi kulit alergi, dispnea, penurunan kadar serum kolinesterase, mual, muntah, epistaksis, kelelahan, dan pusing.
Beberapa cara untuk mengurangi efek dari VOC adalah menambah ventilasi udara ketika terdapat emisi VOC, mengikuti pentunjuk penggunaan pada label, jangan menyimpan kemasan dalam keadaan terbuka, buang bekas kemasan VOC dan jangan menyimpan VOC melebihi kebutuhan.
Consumer products yang mengandung metilen klorida termasuk diantaranya adalah cat, adhesive remover dan cat semprot. Metilen Klorida diketahui dapat menyebabkan kanker pada hewan. Metilen klorida juga dapat terkonversi menjadi karbon monoksida didalam tubuh yang dapat menyebabkan gejala seperti terpajan karbon monoksida. Berhati-hatilah jika menggunakan produk yang mengandung Metilen Klorida, baca instruksi penggunaan yang terdapat pada label atau MSDS secara hati-hati, dan gunakan produk tersebut pada ruangan terbuka.
Benzen juga merupakan salah satu VOC. Benzen dapat menyebabkan kanker pada manusia. Sumber emisi Benzen diantaranya adalah asap rokok, bahan bakar, cat, emisi dari mobil atau motor. Untuk menghindari emisi Benzen maka jangan merokok didalam ruangan atau tempat-tempat umum, siapkan ventilasi yang cukup pada saat pengecatan dan buang bekas kemasan cat atau bahan bakar.
 Dalam skala yang lebih luas, keberadaan VOC bahkan bisa menyebabkan ekosistem lingkungan terganggu dengan terbentuknya ozon.
Ozon di Stratosfer dan Ozon di Troposfer
Selama ini, ozon dikenal sebagai zat yang melindungi bumi dari sinar ultraviolet. Seringkali terdapat kampanye yang berisi klaim semakin berlubangnya lapisan ozon yang mengganggu kelestarian alam. Ozon di stratosfer memang memiliki fungsi yang baik. Namun demikian, pada lapisan troposfer dimana kita hidup, ozon malah akan mengakibatkan gangguan pada kehidupan. Hal ini dikarenakan ozon atau O3 memang bisa menyebabkan proses biologis dalam tubuh makhluk hidup terganggu.
Volatile Organic Compounds adalah Salah Satu Faktor yang Meningkatkan Ozon di Troposfer
Salah satu bahaya Volatile Organic Compounds adalah peningkatan jumlah ozon di troposfer. Selain VOC, keberadaan ozon di troposfer juga dipicu oleh adanya sinar matahari dan nitrogen oksida. Nitrogen oksida banyak dihasilkan sebagai polusi bahan-bahan yang menggunakan minyak alami sedangkan Volatile Organic Compounds adalah bahan yang biasa dihasilkan oleh aktivitas industri seperti penggunaan cat berbasis minyak. Bertemunya VOC, Nitrogen oksida, dan sinar matahari akan menyebabkan terbentuknya ozon di troposfer. Efek yang diakibatkan oleh peningkatan ozon pada manusia adalah timbulnya gangguan pernafasan hingga serangan jantung iskemik. Sedangkan pada organisme lain, ozon juga bersifat toksik sehingga bisa mengakibatkan kelestarian ekosistem terganggu.
Oleh karena itu, penggunaan bahan-bahan pemicu ozon sebaiknya dikurangi. Penggunaan cat-cat berbasis minyak yang mengandung VOC tinggi bisa diganti dengan penggunaan cat-cat berbasis air. Cat berbasis air atau water-based paint hanya menggunakan pelarut air dalam produksi dan pengencerannya saat aplikasi sehingga sangat aman digunakan.
Incoming search terms:
  • volatile organic compounds adalah
  • bahaya volatile organic compounds (
  • bahaya senyawa volatil
  • formalin dan senyawa organik volatil (sov)
  • solvent benzene yang merupakan VOC
  • apa itu volatile organic compound
  • vocs adalh
  • pengertian volatile organic compound
  • volatil organik compount
  • bahaya bahan organik

    http://www.biopolish.com/volatile-organic-compounds-dan-bahayanya-280/
    http://healthsafetyprotection.com/voc/

Senin, 28 November 2016

Pencemaran Lingkungan Di NTB


Mataram – Hasil pemantauan dan pengujian kualitas air sungai yang dilakukan Badan Lingkungan Hidup dan Penelitian Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 2012 menunjukkan tingkat pencemaran hampir seluruh sungai di daerah ini memprihatinkan.

Kamis, 24 November 2016

Kimia dalam Industri Tekstil



Bahan-bahan kimia telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan kita, menjadi bagian dari aktifitas kita terutama di bidang industri tekstil.Banyak macam zat kimia yang digunakan dalam industri tekstil, zat kimia tersebut sangat berperan penting dalam proses penyempurnaan. Berikut adalah beberapa macam zat kimia yang sering digunakan dalam industri tekstil:

2.2.1 Soda Api (NaOH)
Sodium hidroksida tersedia dalam bentuk serpihan-serpihan (konsentrat 100%) atau dalam bentuk cair dengan konsentrasi yang bermacam-macam.
Penggunaan dalam industri tekstil:
a)    Untuk mengontrol nilai pH;
b)   Fiksasi pewarna-pewarna reaktif;
c)    Pewarnaan dengan Indigo dan Naftol;
d)   Proses pengelantangan dengan hidrogen peroksida;
e)    Sebagai zat penghilang kanji;
f)    Digunakan untuk proses pemasakan kain kapas, rayon dan poliester;
g)   Proses merserisasi pada kain kapas;
h)   Proses pengurangan berat pada kain poliester;
i)     Penyempurnaan krep pada kain kapas, dll.

2.2.2   Asam Klorida (HCl)
HCl adalah cairan kekuning-kuningan dengan aroma kuat yang menusuk, bersifat sangat korosif.
Penggunaan dalam industri tekstil
a)    Sebagai unsur saponifikasi bagi zat warna Indigosol;
b)   Sebagai zat penghilang kanji pada jenis kanji alam, dll.

2.2.2   Sodium Nitrit (NaNO₂)
Sodium nitrit adalah bubuk kristal putih kekuning-kuningan yang dapat dilarutkan dalam air. Senyawanya adalah agen oksidasi yang kuat.
Penggunaan dalam industri tekstil:
a)    Sebagai unsur oksidasi untuk pembentukan pewarna tangki (
vat dye) Leuco menjadi bentuk yang tidak dapat dilarutkan (fiksasi), dll.

2.2.3   Hidrogen Peroksida (H₂O₂)
Hidrogen peroksida memiliki sifat oksidasi yang kuat dan merupakan agen pengelantangan yang hebat. Hidrogen peroksida juga mudah terbakar.
Penggunaan dalam industri tekstil:
a)    Untuk pengelantangan oksidatif pada katun;
b)   Oksidasi pewarnaan dengan Indigo dan pewarna tangki (vat dyes), dll.

2.2.4   Sodium Ditionit (Na₂S₂O₄)
Sodium ditionit (juga dikenal dengan sodium hidrosulfit) adalah bubuk kristal putih dengan aroma belerang. Senyawa ini adalah garam yang larut dalam air, dan dapat digunakan sebagai agen pereduksi dalam bentuk larutan encer.
Penggunaan dalam industri tekstil:
a)    Untuk pengelantangan reduktif pada katun;
b)   Reduksi pewarna tangki (vat dyes) dan Indigo ke dalam bentuk yang dapat larut dalam air, dll.

2.2.5   Sodium Karbonat (Na₂CO₃)
Sodium karbonat adalah bubuk kristal putih yang dikenal juga sebagai abu soda.
Penggunaan dalam industri tekstil:
a)    Untuk menyesuaikan pH pada kolam pewarna;4
b)   Memperbaiki kemurnian pada pewarna dalam proses pewarnaan;
c)    Penyempurnaan krep pada kain rayon;
d)   Digunakan untuk proses pemasakan kain wol dan sutera (degumming), dll.

2.2.2   Sodium Silikat (Na2SiO3)
Sodium silikat (water glass) adalah senyawa alkali yang kuat.
Penggunaan dalam industri tekstil:
a)    Digunakan sebagai bahan pengikat untuk zat-zat pewarna reaktif;
b)   Sebagai stabilisator dalam proses pengelantangan dengan peroksida, dll.

2.2.3   Zat warna Naftol dan zat warna reaktif
Zat warna Naftol dan zat warna reaktif termasuk dalam golongan senyawa Azo. Senyawa azo merupakan bahan kimia yang berbahaya apabila masuk ke dalam tubuh dan terakumulasi. Senyawa Azo mampu mereduksi amina aromatik yang menghasilkan arylamines yang dapat menimbulkan alergi pada kulit. Selain itu, bahan penyempurna pewarnaan yang digunakan untuk kedua zat warna tersebut adalah sama yaitu zat warna naftol memerlukan bahan berupa garam diazium dan natrium hidroksida sebagai pelekatan zat warna ke dalam kain, sedangkan zat warna reaktif memerlukan natrium hidroksida dan alkali untuk proses pelekatannya.
Penggunaan dalam industri tekstil:
a)      Digunakan bersama garam diazonium untuk mewarnai katun yang digunakan untuk batik dalam suhu ruang;
b)      Digunakan untuk mewarnai serat selulosa, dll.