.

Tampilkan postingan dengan label @A17-DHICO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @A17-DHICO. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Desember 2016

Identifikasi Pencemaran Air



Oleh : Dhico Imtinan Setyowati
Pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia sehingga kualitas air turun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan air tidak dapat berfungsi sesuai peruntukkannya. Badan air yang tercemar ditandai dengan warna gelap, berbau, menimbulkan gas, mengandung bahan organik tinggi, kadar oksigen terlarut rendah, matinya kehidupan di dalam air umumnya ikan dan air tidak lagi dapat dipergunakan sebagai bahan baku air minum.
Untuk menentukan apakah kondisi mutu air berada pada kondisi cemar atau kondisi baik, perlu dilakukan pengukuran parameter kualitas air menggunakan metode-metode tertentu yang sudah terstandarisasi. Beberapa parameter yang sering digunakan sebagai parameter pencemaran air adalah sebagai berikut :

1.       Parameter Fisika

Parameter-parameter fisika yang biasanya digunakan untuk menentukan kualitas airmeliputi suhu, kecerahan dan kekeruhan, warna, konduktivitas, padatan total, padatanterlarut, padatan tersuspensi, dan salinitas
a.       Temperature (suhu)
Suhu berhubungan erat dengan aktifitas organism air dan kelarutan oksigendalam air. Temperatur air secara teoritis dapat bervariasi antara 0oC sampaidengan 100oC. Temperatur air di Indonesia pada umumnya bervariasi antara 15C sampai dengan 35oC.Nilai baku mutu untuk temperature adalah deviasi 3 untuk kelas air I-III dandeviasi 5 untuk kelas air IV. Deviasi diukur dari keadaan normalnya.
b.      Padatan tersuspensi / Total Suspended Solid (TSS)
TSS adalh padatan yang dapat terambil dengan filter. TSS dapat termasuk :endapan lumpur, humus, dan sampah. Tingginya konsentrasi suspended soliddapat menyebabkan beberapa masalah untuk beberapa peralatan industry dankehidupan organism akuatik.Tingginya TSS dapat menghambat masuknya sinar matahari ke dalam perairan.Jika hal tersebut terjadi, proses fotosintesis akan terhambat.
c.       Padatan Terlarut / Total Dissolved Solid (TDS)
TDS adalah padatan dalam air yang dapat melewati filter (biasanya denganukuran pori 0.45 µm. TDS merupakan ukuran jumlah material terlarut dalam air.Material tersebut dapat termasuk : karbonat,bikarbonat, klorida, sulfat, phosphate,nitrate, kalsium, magnesium, sodium, ion organic dan ion-ion yang lain. Perubahan konsentrasiTDS dapat berbahaya karena densitas air menentukan aliran air ke dalam dan keluar sel organism. Jika TDS terlalu tinggi atau rendah, pertumbuhan beberapaorganisme akuatik dapat terganggu, dan mungkin menyebabkan kematian.
d.      Padatan Total
Padatan total merupakan jumlah dari keseluruhan padatan dalam air. Secarakuantitatif, padatan total / total solid (TS) merupakan jumlah dari TSS dan TDS.
e.      Kekeruhan /turbiditas
Turbiditas biasanya berbanding lurus dengan TSS, sebabsemakin banyak padatan tersuspensi dalam air, akan menyebabkan warna airmakin keruh. Turbiditas diukur menggunakan alat nephelometric turbidimeter,dan dinyatakan dalam satuan NTU / Nephelometric Turbidimetri Unit.

2.       Parameter Kimia

a.       pH
pH merupakan ukuran keberadaan ion hydrogen dalam air. Konsentrasi ionhydrogen dalam air murni yang netral adalah 1x10-7g/liter (pH=7). pH berkaitanerat dengan arbondioksida dan alkalinitas. Pada pH<5, alkalinitas dapatmencapai nol. Semakin tinggi nilai pH, semakin tinggi pula nilai alkalinitas dansemakin rendah kadar karbondioksida bebas. Larutan yang bersifat asam (pHrendah) bersifat korosif.

b.      Oksigen terlarut
Oksigen merupakan salah satu gas yang terlarut dalam perairan. Sumber oksigenterlarut dapat berasal dari difusi oksigen yang terdapat di atmosfer (sekitar 35%)dan aktivitas fotosintesis oleh tumbuhan air dan fitoplankton. Kadar oksigen yangterlarut di perairan alami bervariasi, tergantung pada suhu, salinitas, turbulensiair, dan tekanan atmosfer. Semakin besar suhu dan ketinggian serta semakin keciltekanan atmosfer, maka kadar oksigen terlarut semakin kecil. Kelarutan oksigen juga berkurang dengan meningkatnya salinitas, sehingga kadaroksigen di laut cenderung lebih rendah daripada kadar oksigen di perairan tawar

c.       BOD
BOD5merupakan parameter yang dapat digunakan untuk menggambarkankeberadaan bahan organic di perairan. Hal ini disebabkan BOD5dapatmenggambarkan jumlah bahan organic yang dapat diuraikan secara biologis,yaitu jumlah oksigen terlarut yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk memecahkan atau mengoksidasi bahan-bahan organic menjadi karbondioksidadan air. Nilai BOD5yang tinggi menunjukkan semakin besarnya bahan organicyang terdekomposisi menggunakan sejumlah oksigen di perairan. Juga,peningkatan nilai BOD5merupakan indikasi menurunnya kandungan oksigenterlarut di perairan karena adanya aktivitas organism pengurai.

d.      COD
Nilai COD biasanya selalu lebih besar daripada BOD5. Hal tersebut bisadikarenakan pada perairan lebih banyak tercemar bahan organic yang mampudiuraikan secara kimia dibandingkan penguraian secara biologi.Nilai baku mutu untuk COD adalah 10 mg/L untuk air kelas I, 25 mg/L untuk airkelas II, 50 mg/L untuk air kelas III, dan 100 mg/L untuk air kelas IV.

e.      Nitrit (N-NO2-)
Nitrogen dapat ditemukan di perairan dalam bentuk nitrit, nitrat, dan ammonia.Nitrit merupakan senyawa nitrogen beracun yang biasanya ditemukan dalam jumlah yang sangat sedikit. Pada manusia, keracunan nitrit dapat menyebabkanpenyakit yang disebut methemoglobinemia. Hal ini dikarenakan senyawa nitritdapat mengikat hemoglobin dalam darah, sehingga dapat mengurangikemampuan hemoglobin sebagai pembawa oksigen dalam darah. Tingginya kadarnitrit juga dapat mengakibatkan kanker pada lambung dan saluran pernafasanpada orang dewasa.Nilai baku mutu untuk nitrit adalah 0,06 mg/L untuk air kelas I-III, dan 0 mg/Luntuk air kelas IV.

f.        Nitrat (N-NO3-)
Oleh karena nitrit dapat dengan mudah dioksidasikan menjadi nitrat, maka nitratadalah senyawa yang paling sering ditemukan di dalam air bawah tanah maupunair yang terdapat di permukaan. Pencemaran oleh pupuk nitrogen, termasuk ammonia anhidrat seperti juga sampah organic hewan maupun manusia dapatmeningkatkan kadar nitrat di dalam air.

g.       Amoniak (N-NH3)
Amonia di perairan danau dapat berasal dari nitrogen organic dan nitrogenanorganik yang terdapat dalam tanah dan air hasil dekomposisi bahan organicoleh mikroba dan jamur. Selain itu, ammonia juga berasal dari denitrifikasi padadekomposisi limbah oleh mikroba pada kondisi anaerob. Ammonia juga dapatberasal dari limbah domestic dan limbah industry.Nilai baku mutu untuk nitrat adalah 0,5mg/L untuk air kelas I, dan 0mg/L untuk air kelas II-IV.

3.       Parameter Biologi.

Parameter biologis yang sering digunakan untuk mengethui kualitas air adalah kandungan total coliform, termasuk di dalamnya adalah fecal coliform.

Total Coliform
Bakteri coliform dapat digunakan sebagai indicator adanya pencemaran feses ataukotoran manusia dan hewan di dalam perairan. Golongan bakteri ini umumnyaterdapat di dalam feses manusia dan hewan. Keberadaan bakteri ini di dalam airtidak dikehendaki, baik ditinjau dari segi kesehatan, estetika, kebersihan maupunkemungkinan terjadinya infeksi yang berbahaya. Beberapa jenis penyakit dapatditularkan oleh bakteri coliform melalui air, terutama penyakit perut seperti tipus,kolera dan disentri. Bakteri coliform juga merupakan bakteri indicator dalammenilai tingkat higienitas suatu perairan.
  
Akibat pencemaran air
Akibat pencemaran air adalah penurunan kualitas air dan gangguan penggunaannya. Dalam batas-batas tertentu badan-badan air mampu membersihkan atau memurnikan dirinya sendiri (self purification) terhadap bahan- bahan pencemar yang masuk ke dalamnya. Pencemaran terjadi bila batas daya dukung untuk membersihkan dirinya terlampaui. Dampak negatif dari pencemaran ini antara lain adalah pengurangan oksigen terlarut, peningkatan derajad eutrofikasi, penurunan keanekaragaman biota air, penurunan kualitas air, peningkatan biaya sosial tinggi sebagai akibat langsung maupun tidak langsung.

Penanggulangan terhadap terjadinya pencemaran air
Tidak menggunakan pupuk dan pestisida secara berlebihan, karena sisa pupuk dan pestisida akan mencemari air di lingkungan tanah pertanian. Tidak menggunakan deterjen fosfat, karena senyawa fosfat merupakan makanan bagi tanaman air seperti enceng gondok yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran air.



DAFTAR PUSTAKA
Dian, Ratna. 2010. Identifikasi Pencemaran Air. https://www.scribd.com/doc/32696630/Identifikasi-Zat-Pencemar-Air

( Anonim ). 2016. Komponen Pencemaran Air. http://www.indonesian-publichealth.com/komponen-pencemaran-air/

Warohmah, Nur. 2009. Zat Pencemar Air dan Akibat yang di Timbulkan. http://war27.blogspot.co.id/2009/11/zat-pencemar-air.html

Rabu, 07 Desember 2016

Mengenal Karbonmonoksida



Oleh : Dhico Imtinan Setyowati
Karbon monoksida (CO) adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa. Karbon monoksida terdiri dari satu atom karbon yang secara kovalen berikatan dengan satu atom oksigen. Ikatan tersebut memiliki dua ikatan kovalen dan satu ikatan kovalen koordinasi antara atom karbon dan oksigen. Massa molar karbon monoksida yaitu 28,0101 g/mol, memiliki titik leleh sebesar -205 °C (68 K) dan titik didih sebesar -192 °C (81 K), serta kelarutan dalam air sebesar 0,0026 g/100 mL (20 °C) (Fardiaz, 1992). CO banyak terdapat di sekitar lingkungan dan merupakan hasil produksi pembakaran yang tidak sempurna. Reaksi – reaksi yang menghasilkan gas CO antara lain :
  1. Reaksi pembakaran tidak sempurna dari bahan bakar atau senyawa-senyawa karbon lainnya.  
    2C + O2 à 2CO
  2. Reaksi antara gas karbon dioksida dengan karbon yang terjadi pada tanur pembakar.           
    CO2 + C à 2CO
  3. Reaksi penguraian gas karbon dioksida pada suhu tinggi.                                                 
    CO2 à 2CO + O2
 Beberapa Sumber Penghasil Karbon Monoksida:
  • 0,1 ppm - kadar latar alami atmosfer
  • 0.5 to 5 ppm - rata-rata kadar latar di rumah
  • 5 to 15 ppm - kadar dekat kompor gas rumah
  • 100-200 ppm - daerah pusat kota Meksiko
  • 5,000 ppm - cerobong asap rumah dari pembakaran kayu
  • 7,000 ppm - gas knalpot mobil yang tidak diencerkan - tanpa pengubah katalitik
  • 30,000 ppm - asap rokok yang tidak diencerkan

Di atmosfer, gas karbon monoksida (CO) ditemukan dalam jumlah sedikit, yaitu sekitar 0,1 ppm. Namun, di daerah perkotaan dengan lalu lintas yang padat, konsentrasi gas CO dapat mencapai 10-15 ppm.

Sifat-sifat gas CO adalah:
  • Gas yang tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, tidak menyebabkan iritasi, beracun dan berbahaya
  • Tidak mudah larut dalam air
  • Perbandingan berat terhadap udara (1 atm derajat C) 0.967
  • Mudah terbakar dan menghasilkan lidah api berwarna biru, menghasilkan karbon dioksida
Karakteristik biologik yang paling penting dari CO adalah kemampuannya untuk berikatan dengan hemoglobin, pigmen sel darah merah yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh (Anonim, 2008).

Dampak positif Karbonmonoksida
  1. Karbon monoksida digunakan dalam sistem kemasan modifikasi udara Amerika Serikat, utamanya digunakan dalam produk-produk daging segar seperti daging kerbau dan babi. CO berkombinasi dengan mioglobin membentuk karboksimioglobin, sebuah pigmen cerah yang berwarna merah ceri.
  2. Karbon monoksida diproduksi secara alami sebagai pemecahan dari heme, sebuah substrat untuk enzim heme oksigenase. Reaksi enzimatis ini memecahkan heme menjadi CO, biliverdin, dan Fe3+. CO yang diproduksi secara edogen kemungkinan memiliki peran fisiologis yang penting dalam tubuh (misalnya sebagai neurotransmiter atau pelemas pembuluh darah).
  3. CO adalah nutrien bagi bakteri metanogen,  sebuah blok pembangun untuk asetilkoenzim A.
  4. CO juga baru-baru ini dikaji di beberapa laboratorium riset di seluruh dunia atas sifatnya yang anti-peradangan dan sitoprotektif yang dapat digunakan untuk terapi pencegahan kondisi patologis seperti cedera reperfusi iskemia, penolakan trasplan, aterosklerosis, spesi, malaria berat, atau autoimunitas.
Dampak negatif Karbonmonoksida
Apabila CO di udara dihirup oleh paru-paru maka oksigen (yang mutlak dibutuhkan tubuh) akan kalah bersaing dengan CO lebih cepat terikat oleh hemoglobin dibanding oksigen dan membentuk senyawa karboksihemoglobin.
CO (g) + Hb (aq)  à   HbCO (aq)
Gas karbon monoksida (CO) yang masuk dalam sistem peredaran darah akan menggantikan posisi oksigen dalam berikatan dengan hemoglobin (Hb) dalam darah. Gas CO akhirnya mudah masuk ke dalam jantung, otak dan organ vital penunjang kehidupan manusia lainnya. Gas ini sifatnya sangat beracun bagi tubuh manusia, sehingga akibatnya bisa fatal.
Menurut standar kriteria, yang menyebabkan bahaya dari keadaan HbCO adalah sebagai berikut:
1.       Jika HbCO terdapat 2% - 5% akan mempengaruhi sistem saraf sentral
2.       Jika HbCO terdapat 5% mempengaruhi kesehatan jantung



DAFTAR PUSTAKA
Asisul, Khoirot. 2010. Karbonmonoksida. http://asisulkimia.blogspot.co.id/2010/10/karbon-monoksida.html
( Anonim ). 2012. Mengenal Gas Karbonmonoksida. http://lukevery.blogspot.co.id/2012/01/mengenal-gas-karbon-monoksida.html

Rabu, 30 November 2016

Pencemaran Udara di Denpasar Bali

Oleh Dhico Imtinan Setyowati


Udara merupakan salah satu komponen lingkungan penting yang paling mendasar untuk mendukung kehidupan makhluk hidup termasuk manusia. Kondisi kualitas udara akhir-akhir ini semakin mengalami penurunan. Isu lingkungan tersebut telah melanda banyak kota di dunia terutama kota-kota besar. Sumber pencemaran udara dapat berasal dari berbagai aktivitas seperti transportasi, industri, perkantoran serta perumahan. Aktivitas-aktivitas tersebut memberikan kontribusi yang sangat besar terdadap pencemaran udara di suatu wilayah. Selain aktivitas manusia seperti yang telah disebutkan tadi, akivitas alam juga berkontribusi dalam pencemaran udara, seperti kebakaran hutan, gunung meletus, gas alam beracun dan lain-lain. Pencemaran udara tersebut menyebabkan penurunan kualitas udara yang berdampak negatif pada kesehatan manusia. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa kasus pencemaran udara merupakan suatu isu lingkungan yang banyak melanda kota besar. Salah satu contoh kota besar yang mengalami pencemaran udara adalah Kota Denpasar.
Denpasar merupakan ibu kota Pulau Bali yang selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Denpasar memiliki pemandangan alam yang sangat indah yang dapat menarik banyak wisatawan dari berbagai negara untuk berwisata ke tempat ini. Selain menyajikan pemandangan alam yang sangat indah, Denpasar juga memiliki daya tarik wisata lain yaitu kebudayaan yang sangat unik dan khas. Potensi/daya tarik wisata yang terdapat di kota tersebut menjadikan Denpasar sangat rentan terhadap isu-isu lingkungan seperti sanitasi lingkungan, pencemaran lingkungan dan kerusakan lingkungan yang mengganggu keindahan serta kelestarian alam lingkungan Kota Denpasar (Sugiarta, 2008). Berdasarkan laporan SLH Kota Denpasar tahun 2008 menunjukkan bahwa Kota Denpasar telah mengalami penurunan kualitas udara. Hal ini antara lain disebabkan oleh kegiatan transportasi dan industri seperti industri pembangkit listrik, kimia, bahan bangunan umum, serta kerajinan dan logam. Namun pencemaran udara yang ditimbulkan dari sumber industri ini tidaklah signifikan. Penyebab utama pencemaran udara di Kota Denpasar adalah kegiatan transportasi. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan volume kendaraan yang naik secara signifikan dalam kurun waktu enam tahun terakhir dengan peningkatan sebesar 7% untuk tiap tahunnya.
Udara terdiri dari campuran bermacam-macam gas yang perbandingannya adalah tetap, tergantung pada suhu, tekanan udara dan lingkungan sekitarnya. Lapisan udara terdapatnya unsur-unsur gas (CO2, O2, O3, dll) yang menyelimuti bumi biasa disebut atmosfir. Dimana lapisan atmosfir terdiri dari :

  • Nitrogen (78.08 %)  
  • Oksigen (20.95%)
  • Argon (0.93%) 
  • Carbon Dioksida (0.031%) dan
  • Unsur-unsur lainnya yang komposisinya sangat kecil

 Ditinjau dari sumbernya, pencemaran udara yang terjadi di Kota Denpasar sebagian besar  bersumber dari sarana transportasi darat, antara lain:


  1. Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dari hari ke hari tidak seimbang dengan pertambahan panjang jalan dan perbaikan kondisi jalan, sehingga jumlah dan kepadatan total kendaraan bermotor di jalan suatu areal tertentu (di Kawasan Kuta).
  2. Meningkatnya laju emisi pencemar dari setiap kendaraan bermotor untuk setiap kilometer  jalan yang ditempuh karena macetnya jalan.
  3. Tingginya biaya pemeliharaan/perawatan kendaraan bermotor sehingga kendaraan tidak dirawat secara teratur.
  4. Pembakaran bahan bakar minyak yang tidak sempurna karena mesin-mesin kendaraan  bermotor sudah tua.
  5. Kurangnya jalur hijau dengan tanaman yang dapat mengabsorpsi bahan pencemar.
  6. Terbatasnya dana untuk melakukan upaya pengawasan, pemantauan, pengujian kualitas udara dan sosialisasi kepada masyarakat.
  7. Pengaturan parkir kendaraan yang kurang optimal.
  8. Jumlah kendaraan bermotor dari tahun ke tahun jumlahnya terus meningkat dimana tahun 2003 jumlah kendaraan bermotor di Kota Denpasar berjumlah 345.332 unit terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, sampai tahun 2007 sebesar 481.086 unit dengan kenaikan rata-ata 7% tiap tahunnya.

Dampak pencemaran dapat diklasifikasikan sesuai dengan parameter pencemar yang ada diantaranya :

1)      SO2
Secara fisik, gas ini dapat merusak  bangunan akibat korosi. Hasil pembakaran kendaraan bermotor, industri pembuatan kertas dan peleburan logam merupakan kontributor emisi SO. Selain menyebabkan hujan asam, gas SO2 mengalami  perubahan wujud menjadi aerosol sulfat di awan dan air hujan yang menyebabkan kerusakan permanen  pada paru-paru apabila terhirup oleh hewan dan manusia.
2)      NOx ( Nitrogen Oksida )
Apabila terpapar gas nitrogen dapat menimbulkan iritasi pada paru-paru, mata dan hidung. Nitrogen dioksida selain dihasilkan dari asap kendaraan bermotor juga dari pembakaran batu  bara dan pembangkit energi listrik (SLH Kota Denpasar, 2008; Sugiarta, 2008; Widyatmoko, 2013).
 3)      CO ( Karbon Monooksida )
Apabila gas ini dihirup dalam  jumlah yang tinggi menyebabkan rasa pusing, pingsan bahkan kematian ketika terpapar secara terus-menerus. Ketika ibu hamil terpapat gas ini maka berat janin mengecil, merusak otak dan kematian pada  janin. Selain kendaraan bermotor, kegiatan industri, pembakaran sampah padat dan hutan memberikan  pasokan gas CO yang tinggi (Sugiarta, 2008; Kusminingrum dan Gunawan, 2008; Widyatmoko, 2013).
 4)      Pb ( Timbal )
        Timbal secara kumulatif dalam jangka waktu 10 tahun dapat menimbulkan berbagai gangguan kronis mulai dari organ ginjal, hati, jantung dan sistem saraf (Sari, 2010).

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Denpasar Anak Agung Bagus Sudharsana mengatakan, tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi, menjadikan kota Denpasar rentan terhadap pencemaran lingkungan.Tingginya tingkat pertumbuhan penduduk yang tidak disertai kesadaran memelihara dan menjaga lingkungan, menjadi faktor utama permasalahan tersebut. Pemerintah Kota Denpasar telah melakukan beberapa program melalui lembaga/dinas terkait, swasta maupun masayarakat. Beberapa programnya adalah:


  1. Telah dicanangkan penggunaan bensin tanpa timbal di Bali (khususnya Kota Denpasar) sejak Bulan Juli 2003.
  2. Beberapa gerakan penghijauan (oleh pemerintah, swasta maupun masyarakat ), seperti : gerakan sejuta pohon, gerakan bakti penghijauan pemuda, lomba perindangan dan kebersihan sekolah, lomba taman kantor dan rumah tinggal.
  3. Pelaksanaan uji kir bagi kendaraan umum secara berkala oleh Dinas Perhubungan.
  4. Lomba uji emisi kendaraan dinas/operasional di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar  pada tahun 2004.
  5. Penataan tata ruang wilayah dan mempertahankan kawasan Ruang Terbuka Hijau Kota (RTHK) atau taman kota.
  6. Gerakan Jumat bebas mobil bagi pegawai pemerintah Kota Denpasar.
  7. Membangun Instalasi Pengelolaan Sampah Terpadu (IPST) melalui empat kabupaten/kota yaitu Denpasar, Gianyar, Badung dan Tabanan.
  8. Pelaksanaan pemantauan kualitas udara ambien melalui Air Quality Mangement System (AQMS atau ISPU) secara kontinyu dan sifatnya permanen.


DAFTAR PUSTAKA
Carolina,Maria, Puspita,Clara, Rakhmadany.,Afry, Hellian,Yonnet. 2013. Makalah. Pencemaran Udara dan Upaya Pengendaliannya di Kota Denpasar, Bali. https://www.scribd.com/doc/225977392/Pencemaran-Udara-Dan-Upaya-Pengendaliannya-Di-Kota-Denpasar-Bali
Kusminingrum , Nanny, G. Gunawan. November 2008. Polusi Udara Akibat Aktivitas Kendaraan Bermotor di Jalan Perkotaan Pulau Jawa dan Bali. http://pu.go.id/uploads/services/infopublik20130926120104.pdf  .27 November 2016.

( Anonym ). 2014. Evaluasi Kualitas Udara Di Kota Denpasar. http://www.denpasarkota.go.id/index.php/baca-berita/9482/Evaluasi-Kualitas-Udara-Di-Kota-Denpasar.

( Anonym ). 2014. Pencemaran Lingkungan di Denpasar Sangat Tinggi. http://suluhbali.co/pencemaran-lingkungan-di-denpasar-sangat-tinggi/