.

Tampilkan postingan dengan label @A08-AINI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @A08-AINI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Desember 2016

Jenis dan Penyebab Pencemaran Lingkungan


A. Macam-macam Pencemaran Lingkungan dan Penyebabnya
Berdasarkan bahan pencemarnya, pencemaran lingkungan terbagi menjadi 3, yaitu :

Senin, 05 Desember 2016

Termosfer






 Termosfer (thermosphere) adalah lapisan atmosfer bumi yang berada persis di atas mesosfer dan di bawah eksosfer. Dalam lapisan ini, radiasi ultraviolet (UV) menyebabkan ionisasi. Kata ini berasal dari Bahasa Yunani yang berarti panas, termosfer mulai berada sekitar 85 kilometer (53 mil) di atas permukaan bumi.
Lapisan Termosfer Berada di atas mesopouse dengan ketinggian sekitar 75 km sampai pada ketinggian sekitar 650 km. Pada lapisan ini, gas-gas akan terionisasi, oleh karenanya lapisan ini sering juda disebut lapisan Ionosfer. Molekul Oksigen akan terpecah menjadi oksegen atomik di sini. Proses pemecahan molekul oksigen dan gas-gas atmosfer lainnya akan menghasilkan panas, yang akan menyebabkan meningkatnya suhu pada lapisan ini. Suhu pada lapisan ini akan meningkat dengan meningkaknya ketinggian. Ionosfer dibagi menjadi tiga lapisan lagi, yaitu :
1. Lapisan Udara E Terletak antara 80 – 150 km dengan rata-rata 100 km dpl. Lapisan ini tempat terjadinya proses ionisasi tertinggi. Lapisan ini dinamakan juga lapisan udara KENNELY dan HEAVISIDE dan mempunyai sifat memantulkan gelombang radio. Suhu udara di sini berkisar –70 °C sampai +50 °C .
2. Lapisan udara F Terletak antara 150 – 400 km. Lapisan ini dinamakan juga lapisan udara APPLETON.
3. Lapisan udara atom Pada lapisan ini, benda-benda berada dalam bentuk atom. Letaknya lapisan ini antara 400 – 800 km. Lapisan ini menerima panas langsung dari matahari, dan diduga suhu tertingginya 2500°C (4530°F) tergantung kondisi Matahari
Ciri- ciri Lapisan Termosfer
Lapisan termosfer disebut juga dengan lapisan ionosfer. Seperti halnya dengan lapisan- lapisan atmosfer yang lain, lapisan termosfer atau lapisan inosfer ini mempunyai beberapa ciri khusus yang membedakannya dengan lapisan- lapisan yang lainnya. Beberapa karakteristik atau ciri khusus yang dimiliki oleh lapisan termosfer atau ionosfer ini antara lain adalah sebagai berikut:
1)            Pada lapisan termosfer atau ionosfer ini sebagian molekul atau atom- atom yang berada di lapisan ini mengalami proses ionisasi. Karena terjadinya peristiwa inilah maka timbul nama lain dari lapisan termosfer yakni lapisan ionosfer.
2)            Pada lapisan termosfer atai ionosfer ini terdapat lapisan inversi, yakni lapisan atmosfer yang menunjukkan semakin naik maka suhunya semakin tinggi. hal ini berkebalikan dengan kondisi pada umunya yang semakin naik suhunya akan semakin rendah. Oleh karena itu dinamakan lapisan inversi. Karena adanya lapisan inersi inilah lapisan termosfer atau ionosfer ini mempunyai terperatut yang cukup tinggi hingga mencapai ratusan derajat celcius. Karena keadaannya yang panas ini pula, maka lapisan ini disebut juga dengan lapisan termosfer yang mempunyai arti panas.
3)            Pada lapisan termosfer atau ionosfer ini dapat kita temukan partikel- pertikel ion yang mempunyai fungsi sebagai pemantul gelombang radio. Dan ini merupakan molekul yang sangat berguna bagi manusia, terutama bagi perkembangan teknologi komunikasi.

Fungsi Lapisan Termosfer

Di berbagai penjelasan di atas beberapa sudah disebutkan mengenai fungsi dari lapisan termosfer atau ionosfer ini. Secara umum, lapisan termosfer atau lapisan inosfer ini mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut:
1.    Sebagai tempat terjadinya proses ionisasi dari gas- gas yang dilakukan oleh sinar matahari. Hal ini terjadi dimana molekul oksigen dan juga beberapa gas lain akan terpecah menjadi bentuk oksigen atomik. Dan pecahan lainnya yang menimbulkan panas sehingga terjadinya peningkatan suhu pada udara.
2.    Sebagai pemantul gelombang elektromagnetik yang memantulkan gelombang radio. Gelombang elektromagnetik ini merupakan gelombang yang sangat bermanfaat bagi manusia dan kehidupan manusia serta ruang publik untuk kehidupan. Salah satu fungsi dari lapisan termosfer atau ionosfer ini adalah untuk memantulkan gelombang radio. Kita semua tau bahwasannya radio merupakan salah satu hal yang sangat berguna bagi manusia, terlebih sebgaia alat komunikasi antar manusia. Oleh karena itu lapisan termosfer atau ionosfer ini sangat bermanfaat bagi perkembangan komunikasi manusai karena dapat memantulkan gelombang radio yang nantinya bisa menghubungkan orang- orang dan juga menyampaikan informasi dari radius atau jarak tertentu.
Itulah beberapa fungsi yang sangat terasa bagi manusai yang ditimbulkan dari lapisan termosfer atau lapisan ionosfer ini. selain fungsi yang dituliskan tersebut, masuh banyak fungsi- fungsi yang lainnya yang tiadk dapat disebutkan satu persatu dan mungkin saja tidak dirasakan sebara langsung oleh manusai.
           Ozon merupakan gas yang secara alami terdapat didalm atmosfer. Lapisan ozon mulai dikenal oleh seorang ilmuwan dari Jerman, Christian Friedrich Schonbein pada tahun 1839.
Ozon adalah hasil reaksi antara oksigen dengan sinar ultraviolet dari matahari. Ozon di udara berfungsi menahan radiasi sinar ultraviolet dari matahari pada tingkat yang aman untuk kesehatan kita semua. Ozon juga diproduksi manusia untuk dipergunakan sebagai bahan pemurni air, pemutih, dan salah satu unsur pembentuk plastik. Setiap molekul ozon mengandung 3 atom oksigen dengan rumus kimia O3. Ozon ditemukan terutama di lapisan atmosfer bagian bawah. Kira – kira 10% ozon atmospheric terdapat di Troposfir, suatu lapisan Tamosfir yang paling dekat dengan bumi (mulai dari permukaan bumi hingga 10-16 Km).
          Ozon troposfir terbentuk dari reaksi kimia yang disebabkan adanya gas pencemar hasil aktivitas manusia, sehingga berbahaya terhadap system kehidupan. Sisanya sebanyak 90% terdapat di Stratosfir, terutama antara bagian puncak lapisan trofosfir hingga ketinggian 50 Km. Ozon di stratosfir ini terbentuk secara alami, dikenal dengan lapisan ozon (ozone layer) dan sangat berguna bagi system kehidupan. Istilah 'ozon' atau lebih tepat lagi 'lapisan ozon' mulai mendapat perhatian sekitar tahun 1980an ketika para ilmuwan menemukan adanya 'lubang' di lapisan ozon di Antartika. Lubang tersebut merupakan hasil dari tenaga matahari yang mengeluarkan radiasi ultra yang tinggi. Radiasi itu berpecah menjadi molekul oksigen sekaligus melepaskan atom bebas di mana setengahnya diikat dengan molekul oksigen yang lain untuk membentuk ozon.

Lapisan ozon melindungi bumi dari paparan sinar Ultra Violet B (UV-B) yang sangat berbahaya bagi makhluk hidup di muka bumi. UV-B yang mempunyai panjang gelombang 280-315 nm, sebagian diserap oleh lapisan ozon, dengan demikian jumlah UV-B yang mencapai bumi jumlahnya sangat sedikit. Paparan UV-B terhadap manusia dapat mengakibatkan penyakit kanker kulit, katarak dan mengurangi system kekebalan tubuh. Paparan UV-B juga dapat merusak kehidupan tanaman, organisme bersel satu dan ekosistem perairan. Sedangkan UV-A (dengan panjang gelombang 315-400 nm) tidak diserap oleh lapisan ozon. Radiasi UV-A dari sinar matahari sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup makhluk hidup di permukaan bumi.
Lapisan ozon sangat penting karena ia menyerap radiasi ultra violet (UV) dari matahari untuk melindungi radiasi yang tinggi sampai ke permukaan bumi. Radiasi dalam bentuk UV spektrum mempunyai jarak gelombang yang lebih pendek daripada cahaya. Radiasi UV dengan jarak gelombang adalah di antara 280 hingga 315 nanometer yang dikenali UV-B dan ia merusak hampir semua kehidupan. Dengan menyerap radiasi UV-B sebelum ia sampai ke permukaan bumi, lapisan ozon melindungi bumi dari efek radiasi yang merusak kehidupan.




1.       Proses kerusakan lapisan ozon :
a.  sinar  UVB memasuki ozon
b.  Energy uv memecah atm klorin dari molekul cfc
c. Klorin ladikal memecah molekul ozon
d.      Membentuk klorin monoksida dan dua atom oksigen
 

e.      Oksigen terlepas ke atmosfir
f.        Atom oksigen di atmosfir memecah molekul klorin monoksida
g.       Menghasilkan oksegen dan klorin radikal bebas
h.      Lalu reaksi siklus memulai lagi

Kerusakan lapisan ozon adalah istilah yang sering digunakan untuk mendeskripsikan berkurangnya atau hilangnya lapisan ozon yang terdapat pada lapisan atmosfir. Berdasarkan laporan dari NASA bahwa lubang ozon di Antartika telah mencapai 29 juta Km². Konsentrasi rata – rata lapisan ozon kurang dari 200 DU dikategorikan sebagai lubang ozon (Ozone Hole). Penyebab rusaknya atau menipisnya lapisan ozon yaitu oleh Bahan Perusak Ozon (BPO) yang diemisikan dari berbagai kegiatan, baik dalam menggunakan atau memproduksi barang mengandung BPO. Ancaman yang diketahui terhadap keseimbangan ozon adalah kloroflorokarbon (CFC) yang mengakibatkan menipisnya lapisan ozon. CFC digunakan oleh masyarakat modern dengan cara yang tidak terkira banyaknya, misalnya dengan :
AC,Kulkas,bahan dorong dalam penyembur (aerosol), diantaranya kaleng semprot untuk pengharum ruangan, penyemprot rambut atau parfum
pembuatan busa,bahan pelarut terutama bagi kilang-kilang elektronik
GAS

PENYEBAB RUSAKNYA OZON

1. CFC pada rengharum ruangan, pendingin pada ac kulkas dll
Ancaman yang diketahui terhadap keseimbangan ozon adalah kloroflorokarbon (CFC) yang mengakibatkan menipisnya lapisan ozon. CFC digunakan oleh masyarakat modern dengan cara yang tidak terkira banyaknya, misalnya dengan :
AC,Kulkas,bahan dorong dalam penyembur (aerosol), diantaranya kaleng semprot untuk pengharum ruangan, penyemprot rambut atau parfum
pembuatan busa,bahan pelarut terutama bagi kilang-kilang elektronik

Satu buah molekul CFC memiliki masa hidup 50 hingga 100 tahun dalam atmosfer sebelum dihapuskan. Dalam waktu kira-kira 5 tahun, CFC bergerak naik dengan perlahan ke dalam stratosfer (10 – 50 km). Molekul CFC terurai setelah bercampur dengan sinar UV, dan membebaskan atom KLORIN. Atom klorin ini berupaya memusnahkan ozon dan menghasilkan LUBANG OZON. Penipisan lapisan ozon akan menyebabkan lebih banyak sinar UV memasuki bumi
2. Banyaknya volume kendaraan yang ada di bumi sangan berakibat negatif pada lapisan ozon. Karbon monoksida yang dihasilkan oleh kendaraan dapat merusak lapisan ozon. Semakin lama, volume kendaraan semakin banyak, semakin banyak pula gas karbon monokida yang di keluarkan, bisa dibayangkan keadaan lapisan ozon beberapa tahun kedepan bila volume kendaraan semakin hari semakin bertambah
3. Penggundulan hutan secara besar2an sangat berakibat buruk pada kualitas udara yang ada di bumi. Gas2 karbon yang merusak lapisan ozon tidak lagi diserap oleh tumbuhan. Sehingga apa lagi yang harus diandalkan untuk menyerap gas2 tersebut untuk membantu mengurangi kerusakan ozon dan tentunya menghasilkan oksigen bagi makhluk hidup?
4. Pada bidang pertanian, penerimaan sinar ultra violet pada tanaman dapat memusnahkan hasil tanaman utama dunia. Hasil kajian menunjukkan hasil tanaman seperti 'barli' dan 'oat' menunjukkan penurunan karena penerimaan sinar radiasi yang semakin tinggi. Tanaman diperkirakan akan mengalami kelambatan pertumbuhan, bahkan akan cenderung kerdil, sehingga merusak hasil panen dan hutan-hutan yang ada.
5. Pada hewan,  Radiasi penuh ini juga dapat mematikan anak-anak ikan, kepiting dan udang di lautan, serta mengurangi jumlah plankton yang menjadi salah satu sumber makanan kebanyakan hewan-hewan laut. Kerusakan lapisan ozon juga memiliki pengaruh langsung pada pemanasan bumi yang sering disebut sebagai "efek rumah kaca". Usaha-usaha untuk mencegah penipisan ozon menjadi mulai dilakukan bersama oleh semua negara di dunia. Usaha itu pun telah di galakkan secara serius melalui UNEP (United Nation Environment Programme) salah satu organisasi PBB yang bergerak dibidang program perlindungan lingkungan dan alam.
6. Asap yang dihasilkan oleh pabrik juga amat sangat berpengaruh dalam memperparah kerusakan lapisan ozon. Sama hal nya seperti asap kendaraan. Gas yang dikeluarkan dapat merusak lapisan ozon,amat mencemari udara, belum lagi limbah cair dan limbah padat yang dihasilkan pabrik, dapat merusak lingkungan.

AKIBAT KERUSAKAN LAPOSAN OZON

1. Menipisnya lapisan ozon dalam atmosfer bagian atas diperkirakan menjadi penyebab meningkatnya penyakit kanker kulit dan katarak pada manusia, merusak tanaman pangan tertentu, mempengaruhi plankton yang akan berakibat pada rantai makanan di laut, dan meningkatnya karbondioksida (lihat pemanasan global) akibat berkurangnya tanaman dan plankton. Sebaliknya, terlalu banyak ozon di bagian bawah atmosfer membantu terjadinya kabut campur asap, yang berkaitan dengan iritasi saluran pernapasan dan penyakit pernapasan akut bagi mereka yang menderita masalah kardiopulmoner.

Oleh karena itu, kita semua harus memandang serius masalah ini dan berupaya untuk mencegah atau meminimalkan penipisan lapisan ozon di alam ini dengan cara meminimalkan penggunaan bahan-bahan yang dapat mempertipis ozon agar generasi yang akan datang dapat mewarisi alam sekitar yang masih baik.

2. PENCAIRAN GUNUNG ES
Lubang ozon di Antartika disebabkan oleh penipisan lapisan ozon antara ketinggian tertentu seluruh Antartika pada musim semi. Pembentukan ‘lubang’ tersebut terjadi setiap bulan September dan pulih ke keadaan normal pada lewat musin semi atau awal musim panas.
Dalam bulan Oktober 1987, 1989, 1990 dan 1991, lubang ozon yang luas telah dilacak di seluruh Antartika dengan kenaikan 60% pengurangan ozon berbanding dengan permukaan lubang pra-ozon. Pada bulan Oktober 1991, permukaan terendah atmosfer ozon yang pernah dicatat telah terjadi di seluruh Antartika

CARA MENGURANGI KERUSAKAN LAPISAN OZON
Beberapa kegiatan ramah ozon (ozone friendly) harus digalakkan dan disosialisasikan untuk mengubah secara bertahap perilaku manusianya. Upaya ini harus selalu menerapkan prinsip 4R (melakukan : reduce, reuse, recycle, replace/replant).

Kurangi pemakaian barang-barang yang memiliki bahan . Di rumah dan perkantoran, minimalkan jumlah Air Conditioner yang digunakan. Perlukah semua ruangan kantor memiliki ada AC, bahkan sering dijumpai jumlahnya lebih dari satu? Atau perlukah setiap kamar tidur dipasang AC hanya karena kita punya uang dan mampu membelinya? Pemborosan yang tidak perlu, disamping kita harus menghemat energi.

Solusinya antara lain : diperlukan desain arsitektur yang lebih baik sehingga udara segar dapat masuk dengan leluasa ke dalam ruangan kantor atau kamar tidur sehingga keperluan AC bisa dikurangi. Sesuaikan kapasitas AC dengan luas ruangan sehingga lebih efektif.
Sakina, kina. 2011. Penyebab Kerusakan lapisan ozon. Tersedia : http://sovasakina.blogspot.co.id/2011/03/lapisan-ozon-penyebab-kerusakan-ozon.html
(di akses tanggal 5 desember 2016)
Anonim.2016. Termosfer. Tersedia: https://id.wikipedia.org/wiki/Termosfer
(di akses tanggal 5 Desember 2016)
Anonim. 2013. Lapisan Termosfer. Tersedia : http://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/meteorologi/lapisan-termosfer
(di akses tanggal 5 desember)

Rabu, 30 November 2016

Pencemaran air laut di kepulauan Riau







Pencemaran air laut di Kepulauan Riau
Pencemaran laut untuk kesekian kalinya terjadi di perairan sekitar Pulau Batam Kepulauan Riau. Gumpalan minyak mentah tidak hanya mengapung menutup permukaan laut, tapi sebagian terdampar mengotori pantai. Kehidupan masyarakat setempat terusik. Kejadian ini juga kian merepotkan Pemerintah Kepulauan Riau. Pasalnya, kasus pencemaran laut, bukan hanya sekali dua kali terjadi tapi sudah berulang kali, bahkan hampir tak terhitung lagi. "Bayangkan, kejadian seperti ini, sudah terjadi sejak saya masih kecil hingga sekarang," ujar seorang pejabat pemerintah setempat. Celakanya, sumber pencemaran sulit dilacak, meski banyak pihak menduga, tumpahan minyak tersebut kemungkinan berasal dari kapal-kapal di perairan negara tetangga Singapura, dan terbawa arus laut ke perairan Pulau Batam. Terhadap kejadian tersebut, Pemerintah Kepulauan Riau berniat melayangkan surat kepada Kementerian Negara Lingkungan Hidup, agar masalah tersebut diusut tuntas. "Jika perlu, kasus pencemaran laut seperti ini dibawah ke Mahkamah Internasional, karena dampaknya sudah sangat mengganggu" ujar sumber di Pemerintah Provinsi Riau. Namun, menurut Kementeriani Lingkungan Hidup sumber penyebab pencemaran tersebut hingga saat ini belum diketahui. Pihak Singapura sudah dihubungi, tapi mereka mengaku tidak tahu menahu asal sumber pencemaran tersebut. Karena itu, untuk sementara yang dapat dilakukan adalah meningkatkan pengawasan di perairan sekitar Pulau Batam, yang bekerja sama dengan TNI-Angkatan Laut. Sejatinya, pencemaran laut oleh tumpahan minyak dan limbah lainnya bukan hanya terjadi di Batam, tapi juga di beberapa perairan laut Indonesia lainnya. Di perairan Teluk Jakarta, misalnya, tumpahan minyak mentah dan jenis limbah lainnya jumlahnya mencapai ratusan karung. Itu pun belum semua limbah berhasil berhasil diangkat dari laut. Beberapa tahun silam, perairan Cilacap juga mengalami pencemaran berat akibat tumpahan minyak dari kapal tanker yang karam di lepas pantai Pelabuhan Cilacap. Jika melihat perkembangan aktivitas di perairan laut Indonesia, maka diperkirakan pencemaran laut, baik oleh tumpahan minyak dal beragam limbah akan meningkat. Secara umum, sumber pencemaran laut oleh tumpahan minyak bersumber aktivitas transportasi minyak, pengeboran minyak lepas pantai, pengilangan minyak dan pemakaian bahan bakar produk minyak bumi. Penyebabnya, bisa karena kesengajaan, atau kecelakaan, seperti kebocoran pipa pemboran minyak atau karamnya kapal tanker pengangkut minyak. Namun apa pun penyebabnya, tumpahan minyak yang mencemari laut pada akhirnya berdampak negatif bagi organisme laut. Laut yang tercemar minyak dapat mengancam kehidupan beberapa jenis burung, dan organisme aquatik pantai, seperti berbagai jenis ikan, terumbu karang, hutan mangrove dan rusaknya wisata pantai. Tumpahan minyak juga akan menghambat/mengurangi transmisi cahaya matahari ke dalam air laut karena diserap oleh minyak dan dipantulkan kembali ke udara. Penanggulangan Penanggulangan pencemaran laut, khususnya di perairan Indonesia, baik berasal dari kapal maupun non-kapal seperti, pelabuhan, anjungan minyak dan gas, dan lain-lain sudah diatur secara nasional dan internasional. Pada lingkup nasional, ketentuan tentang hal tersebut antara lain diatur dalamUndang Undang Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran, Peraturan Presiden No. 109/ 2006 tentang Penanggulangan Keadaan Darurat Tumpahan Minyak di Laut, yang termasuk mengatur organisasinya di tingkat nasional, daerah dan industri/migas. Sedangkan pada level internasional, masalah tersebut antara lain diatur dalam UNCLOS 82, IMO Convention, Konvensi Marpol 73/78, dan CLC. Dengan kata lain, dari aspek payung hukum sesungguhnya sudah cukup memadai. Namun pada pelaksanaannya tampak masih perlu pembenahan. Akar penyebabnya, bukan pada penguasaan teknis dan prosedur yang belum berjalan sebagaimana mestinya, melainkan dalam hal koordinasi dan sinergi antar instansi yang belum maksimal. Dalam penanggulangan pencemaran laut, masing-masing pihak cenderung jalan sendiri-sendiri. Kalau pun dapat berkoordinasi dan melakukan langkah bersama itu pun cenderung lamban. Dalam kasus pencemaran dari pemboran minyak di Celah Timur, misalnya, kejadian tersebut terjadi bulan Agustus 2009. Koordinasi antar instansi dan departemen baru berjalan Desember dan hingga Januari 2010, belum ada tindakan pasti karena masih menunggu hasil penelitian yang akan dilakukan oleh salah satu departemen. Demikian pula, dalam penanggulangan pencemaran perairan laut di Pulau Batam. Inilah potret penanggulangan pencemaran laut di negeri ini. Pada hal Padahal, berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) tentang Penanggulangan Keadaan Darurat Tumpahan Minyak di Laut keterlibatan antar departemen terkait sangat diperlukan. Agar penanganan tumpahan minyak dapat berjalan integratif. Keterlibatan berbagai instansi pemerintah sangat diperlukan karena dampak tumpahan minyak sangatlah luas. Penanggulangan tumpahan minyak sesungguhnya dapat dilakukan dengan membentuk semacam badan penyelenggara (executing agency) untuk menangani tumpahan minyak semacam National Contency plan (NCP). Atau dalam satu wadah yang melibatkan berbagai instansi/departemen secara permanen. Menurut beberapa sumber, konon Pertamina telah memiliki 54 sistem Tanggap Darurat Penanggulangan Tumpahan Minyak Tier. Tapi pengelolaannya masih bersifat lokal dan pembentukannya baru berdasarkan kebutuhan teknis, belum melalui penilaian (assessment) yang mendalam. Dampak dari kondisi yang ada itu tentulah akan terasa bilamana memasuki tahapan pasca lokalisasi tumpahan. Dalam tahap ini mulai dihitung kerugian yang diderita oleh semua pihak akibat pencemaran yang terjadi. Juga, akan dihitung berapa besar kerugian yang harus dibayar oleh pemilik kapal sesuai aturan internasional yang berlaku. Terutama memperkirakan dampak kerusakan terhadap lingkungan dan kehidupan ekonomi masyarakat yang tergantung pada lautan di sekitarnya. Padahal, semestinya semua langkah harus berjalan simultan. (LS2LP)
Pembahasan
Pencemaran laut diartikan sebagai adanya kotoran atau hasil buangan aktivitas makhluk hidup yang masuk ke daerah laut. Pencemaran lingkungan laut merupakan masalah yang dihadapi oleh masyarakat bangsa-bangsa. Pengaruhnya dapat menjangkau seluruh aktifitas manusia di laut dan karena sifat laut yang berbeda dengan darat, maka masalah pencemaran laut dapat mempengaruhi semua negara pantai baik yang sedang berkembang maupun negara-negara maju, sehingga perlu disadari bahwa semua negara pantai mempunyai kepentingan terhadap masalah pencemaran laut. Sumber dari pencemaran laut ini antara lain adalah tumpahan minyak, sisa damparan amunisi perang, buangan sampah dari transportasi darat melalui sungai, emisi trasportasi laut dan buangan pestisida dari pertanian. Namun, sumber utama pencemaran lebih sering terjadi pada tumpahnya minyak dari kapal tanker. Hasil ekspoitasi minyak bumi diangkut oleh kapal tanker ke tempat pengolahan minyak bumi (crude oil). Pencemaran minyak bumi dilepas pantai bisa diakibatkan oleh sistem penampungan yang bocor, atau kapal yang tenggelam yang menyebabkan lepasnya crude oil ke badan perairan (laut lepas). Dampak dari lepasnya crude oil di perairan lepas pantai mengakibatkan limbah tersebut dapat tersebar tergantung kepada gelombang air laut. Penyebaran limbah tersebut dapat berdampak pada beberapa negara. Dampak yang terjadi akibat dari pencemaran tersebut adalah tertutupnya lapisan permukaan laut yang dapat menyebabkan penetrasi matahari berkurang, menyebabkan proses fotosintesis terganggu, pengikatan oksigen terganggu, dan dapat menyebabkan kematian.
Menurut Benny 2002, pencemaran minyak di laut berasal dari:
1.    Operasi Kapal Tanker
2.    Docking (Perbaikan/Perawatan Kapal)
3.    Terminal Bongkar Muat Tengah Laut
4.    Tanki Ballast dan Tanki Bahan Bakar
5.    Scrapping Kapal (pemotongan badan kapal untuk menjadi besi tua)
6.    Kecelakaan Tanker (kebocoran lambung, kandas, ledakan, kebakaran dan tabrakan)
7.    Sumber di Darat (minyak pelumas bekas, atau cairan yang mengandung hydrocarbon (        perkantoran & industri )
8.    Tempat Pembersihan (dari limbah pembuangan Refinery )

Air laut adalah suatu komponen yang berinteraksi dengan lingkungan daratan, di mana buangan limbah dari daratan akan bermuara ke laut. Selain itu air laut juga sebagai tempat penerimaan polutan (bahan cemar) yang jatuh dari atmosfir. Limbah tersebut yang mengandung polutan kemudian masuk ke dalam ekosistem perairan pantai dan laut. Sebagian larut dalam air, sebagian tenggelam ke dasar dan terkonsentrasi ke sedimen, dan sebagian masuk ke dalam jaringan tubuh organisme laut (termasuk fitoplankton, ikan, udang, cumi-cumi, kerang, rumput laut dan lain-lain).
Kemudian, polutan tersebut yang masuk ke air diserap langsung oleh fitoplankton. Fitoplankton adalah produsen dan sebagai tropik level pertama dalam rantai makanan. Kemudian fitoplankton dimakan zooplankton. Konsentrasi polutan dalam tubuh zooplankton lebih tinggi dibanding dalam tubuh fitoplankton karena zooplankton memangsa fitoplankton sebanyak-banyaknya. Fitoplankton dan zooplankton dimakan oleh ikan-ikan planktivores (pemakan plankton) sebagai tropik level kedua. Ikan planktivores dimangsa oleh ikan karnivores (pemakan ikan atau hewan) sebagai tropik level ketiga, selanjutnya dimangsa oleh ikan predator sebagai tropik level tertinggi.
Ikan predator dan ikan yang berumur panjang mengandung konsentrasi polutan dalam tubuhnya paling tinggi di antara seluruh organisme laut. Kerang juga mengandung logam berat yang tinggi karena cara makannya dengan menyaring air masuk ke dalam insangnya setiap saat dan fitoplankton ikut tertelan. Polutan ikut masuk ke dalam tubuhnya dan terakumulasi terus-menerus dan bahkan bisa melebihi konsentrasi yang di air.
Polutan tersebut mengikuti rantai makanan mulai dari fitoplankton sampai ikan predator dan pada akhirnya sampai ke manusia. Bila polutan ini berada dalam jaringan tubuh organisme laut tersebut dalam konsentrasi yang tinggi, kemudian dijadikan sebagai bahan makanan maka akan berbahaya bagi kesehatan manusia. Karena kesehatan manusia sangat dipengaruhi oleh makanan yang dimakan. Makanan yang berasal dari daerah tercemar kemungkinan besar juga tercemar. Demikian juga makanan laut (seafood) yang berasal dari pantai dan laut yang tercemar juga mengandung bahan polutan yang tinggi.
Salah satu polutan yang paling berbahaya bagi kesehatan manusia adalah logam berat. WHO (World Health Organization) atau Organisasi Kesehatan Dunia dan FAO (Food Agriculture Organization) atau Organisasi Pangan Dunia merekomendasikan untuk tidak mengonsumsi makanan laut (seafood) yang tercemar logam berat. Logam berat telah lama dikenal sebagai suatu elemen yang mempunyai daya racun yang sangat potensil dan memiliki kemampuan terakumulasi dalam organ tubuh manusia. Bahkan tidak sedikit yang menyebabkan kematian.
Pencemaran laut merupakan suatu ancaman yang benar-benar harus ditangani secara sungguh-sungguh. Untuk itu, kita perlu mengetahui apa itu pencemaran laut, bagaimana terjadinya pencemaran laut, serta apa yang solusi yang tepat untuk menangani pencemaran laut tersebut.

Pencemaran oleh minyak

            Saat ini industri minyak dunia telah berkembang pesat, sehingga kecelakaan kecelakaan yang mengakibatkan tercecernya minyak dilautan hampirtidak bias dielakkan.Kapal tanker mengangkut minyak mentah dalam jumlah besar tiap tahun.  Apabila terjadi pencemaran miyak dilautan, ini akan mengakibatkan minyak mengapung diatas permukaan laut yang akhirnya terbawa arus dan terbawa ke pantai.
Contoh kecelakaan kapal yang pernah terjadi :
a)    Torrey canyon dilepas pantai Inggris 1967mengakibatkan 100.000 burung mati
b)    Showa maru di selat Malaka pada tahun 1975
c)    Amoco Cadiz di lepas pantai Perancis 1978
            Pencemaran minyak mempunyai pengaruh luas terhadap hewan dan tumbuh tumbuhan yang hidup disuatu daerah. Minyak yang mengapung berbahaya bagi kehidupan burung laut yang suka berenang diatas permukaan air. Tubuh burung akan tertutup minyak. Untuk membersihkannya, mereka menjilatinya. Akibatnya mereka banyak minum minyak dan mence  mari diri sendiri. Selain itu, mangrove dan daerah air payau juga rusak. Mikroorganisme yang terkena pencemaran akan segera menghancurkan ikatan organik minyak, sehingga banyak daerah pantai yang terkena ceceran minyak secara berat telah bersih kembali hanya dalam waktu 1 atau 2 tahun.

Pencemaran oleh logam berat

             Logam berat ialah benda padat atau cair yang mempunyai berat 5 gram atau lebih untuk setiap cm3, sedangkan logam yang beratnya kurang dari 5 gram adalah logam ringan.
      Logam berat, seperti merkuri (Hg), timbal (Pb), arsenik (As), kadmium (Cd), kromium (Cr), seng (Zn), dan nikel (Ni), merupakan salah satu bentuk materi anorganik yang sering menimbulkan berbagai permasalahan yang cukup serius pada perairan. Penyebab terjadinya pencemaran logam berat pada perairan biasanya berasal dari masukan air yang terkontaminasi oleh limbah buangan industri dan pertambangan.
            Jenis-Jenis Industri Pembuang Limbah yang Mengandung Logam Berat :
Kertas                          : Cr, Cu, Hg, Pb, Ni, Zn
Petro-chemical           : Cd, Cr, Hg, Pb, Sn, Zn
Pengelantang              : Cd, Cr, Hg, Pb, Sn, Zn
Pupuk                          : Cd, Cr, Cu, Hg, Pb, Ni, Zn
Kilang minyak             : Cd, Cr, Cu, Pb, Ni, Zn
Baja                             : Cd, Cr, Cu, Hg, Pb, Ni, Sn, Zn
Logam bukan besi      : Cr, Cu, Hg, Pb, Zn
Kendaraan bermotor   : Cd, Cr, Cu, Hg, Pb, Sn, Zn
Semen, keramik         : Cr
Tekstil                          : Cr
Industri kulit                 : Cr
Pembangkit listrik tenaga uap : Cr, Zn
            Logam berat memiliki densitas yang lebih dari 5 gram/cm3 dan logam berat bersifat tahan urai. Sifat tahan urai inilah yang menyebabkan logam berat semakin terakumulasi di dalam perairan. Logam berat yang berada di dalam air dapat masuk ke dalam tubuh manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Logam berat di dalam air dapat masuk secara langsung ke dalam tubuh manusia apabila air yang mengandung logam berat diminum, sedangkan secara tidak langsung apabila memakan bahan makanan yang berasal dari air tersebut. Di dalam tubuh manusia, logam berat juga dapat terakumulasi dan menimbulkan berbagai bahaya terhadap kesehatan.

Pencemaran oleh sampah

            Plastik telah menjadi masalah global. Sampah plastik yang dibuang, terapung dan terendap di lautan. 80% (delapan puluh persen) dari sampah di laut adalah plastik,  sebuah komponen yang telah dengan cepat terakumulasi sejak akhir Perang Dunia II.  Massa plastik di lautan diperkirakan yang menumpuk hingga seratus juta metrik ton.
            Plastik dan turunan lain dari limbah plastik yang terdapat di laut berbahaya untuk satwa liar dan perikanan. Organisme perairan dapat terancam akibat terbelit, sesak napas, maupun termakan.
            Jaring ikan yang terbuat dari bahan plastik, kadang dibiarkan atau hilang di laut. Jaring ini dikenal sebagai hantu jala  sangat membahayakan lumba-lumba, penyu, hiu, dugong, burung laut, kepiting, dan makhluk lainnya. Plastik yang membelit membatasi gerakan, menyebabkan luka dan infeksi, dan menghalangi hewan yang perlu untuk kembali ke permukaan untuk bernapas.
            Sampah yang mengandung kotoran minyak juga dibuang kelaut melalui sistem daerah aliran sungai (DAS). Sampah-sampah ini kemungkinan mengandung logam berat dengan konsentrasi yang tinggi. Tetapi umumnya mereka kaya akan bahan-bahan organik, sehingga akan memperkaya kandungan zat-zat makanan pada suatu daerah  yang tercemar yang membuat kondisi lingkungan menjadi lebih baik bagi pertumbuhan mikroorganisme.
            Aktifitas pernafasan dari organisme ini membuat makin menipisnya kandungan oksigen khususnya pada daerah estuarin. Hal tersebut akan berpengaruh besar pada kehidupan tumbuh-tumbuhan dan hewan yang hidup di daerah tersebut. Pada keadaan yang paling ekstrim, jumlah spesies yang ada didaerah itu akan berkurang secara drastis dan dapat mengakibatkan bagian dasar dari estuarin kehabisan oksigen. Sehingga mikrofauna yang dapat hidup disitu hanya dari golongan cacing saja. Jenis-jenis sampah kebanyakan termasuk golongan yang mudah hancur dengan cepat, sehingga pencemaran yang disebabkannya tidak merupakan suatu masalah besar diperairan terbuka.

Kamis, 24 November 2016

Industri Kecap








  Industri Kecap

Kacang-kacangan dan biji-bijian seperti kacang kedelai, kacang tanah, biji kecipir, koro, kelapa dan lain-lain merupakan bahan pangan sumber protein dan lemak nabati yang sangat penting peranannya dalam kehidupan. Asam amino yang terkandung dalam proteinnya tidak selengkap protein hewani, namun penambahan bahan lain seperti wijen, jagung atau menir adalah sangat baik untuk menjaga keseimbangan asam amino tersebut.
Kacang-kacangan dan umbi-umbian cepat sekali terkena jamur (aflatoksin) sehingga mudah menjadi layu dan busuk. Untuk mengatasi masalah ini, bahan tersebut perlu diawetkan. Hasil olahannya dapat berupa makanan seperti keripik, tahu dan tempe, serta minuman seperti bubuk dan susu kedelai.
Kedelai mengandung protein 35 % bahkan pada varitas unggul kadar proteinnya dapat mencapai 40 - 43 %. Dibandingkan dengan beras, jagung, tepung singkong, kacang hijau, daging, ikan segar, dan telur ayam, kedelai mempunyai kandungan protein yang lebih tinggi, hampir menyamai kadar protein susu skim kering. Bila seseorang tidak boleh atau tidak dapat makan daging atau sumber protein hewani lainnya, kebutuhan protein sebesar 55 gram per hari dapat dipenuhi dengan makanan yang berasal dari 157,14 gram kedelai. Kedelai dapat diolah menjadi: tempe, keripik tempe, tahu, kecap, susu, dan lain-lainnya. Proses pengolahan kedelai menjadi berbagai makanan pada umumnya merupakan proses yang sederhana, dan peralatan yang digunakan cukup dengan alat-alat yang biasa dipakai di rumah tangga, kecuali mesin pengupas, penggiling, dan cetakan.
Kecap merupakan cairan encer atau kental yang berwarna coklat sampai coklat tua, mempunyai rasa dan aroma yang khas dan dipergunakan sebagai bahan penyedap masakan atau makanan. Umumnya kecap dibuat dari bahan baku kedelai, baik utuh ataupun sisa pengambilan minyak (defatted soybean meal) dengan cara fermentasi oleh kapang, ragi dan bakteri, atau cara kimia (hidrolisis oleh asam), atau kombinasi cara fermentasi dan cara kimia. Kecap yang dibuat secara fermentasi rasa dan aromanya lebih enak dari pada kecap yang dibuat secara kimia.
Pembuatan kecap sering dipergunakan atau ditambahkan bahan selain kedelai yaitu tepung atau biji gandum yang dihancurkan dengan jumlah bervariasi dari satu daerah dengan daerah lain. Di Indonesia dan Cina Kecap dibuat dari 100% kedelai dengan tambahan sedikit tepung (beras atau terigu), sedangkan di Jepang kecap dibuat dari campuran kedelai dan gandum dengan perbandingan sama. Kecap berasal dari negara Cina kemudian menyebar ke Jepang, Korea, Thailand, Malaysia, Filipina, Indonesia dan negara-negara barat. Negara industri kecap terbesar didunia adalah Jepang dengan teknologi proses dan peralatan yang lebih maju (modern).
Di Indonesia industri kecap terdapat hampir disemua kota, baik kota besar maupun kota kecil. Umumnya industri tersebut berskala industri kecil dan hanya sedikit yang berskala besar, teknologi yang dipergunakan umumnya masih bersifat tradisional yaitu dengan fermentasi spontan tanpa menggunakan “starter” (bibit kapang) serta persaratan yang dipergunakan relatif sederhana sehingga produk yang dihasilkan mutunya sangat bervarisi. Untuk memperoleh produk kecap yang bermutu baik dan aman untuk kesehatan maka dibuat petunjuk teknis cara pembuatan yang baik dan benar sesuai ketentuan untuk industri kecil pangan berdasar SII 0032-73.



Tabel 1. Komposisi zat gizi kecap kedelai dalam 100 gram
N0
Zat gizi
Kecap
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Energi
Air
Protein
Lemak
Karbohidrat
Serat
Abu
Kalsium
Besi
Vitamin B1
Vitamin B2
86 kalori
57,4 gram
5,5 gram
0,6 gram
15,1 gram
0,6 gram
21,4 gram
85 mg
4,4 mg
0,04 mg
0,17 mg
      Sumber: direktorat Gizi Dep. Kesehatan RI

Kecap termasuk bumbu makanan berbentuk cair, berwarna coklat kehitaman,
serta memiliki rasa dan aroma yang khas.

Tabel 2. Komposisi asam amino kecap kedelai (mg/gram nitrogen total)
No
Asam amino
Kecap
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
Nitrogen
Isolensin
Leusin
Lisin
Metionin
Sistin
Fenilalanin
Treonin
Triftofan
Valin
Arganin
Histidin
Alanin
Asam asportat
Asam glutamate
Glisin
Prolin
Serin
0,92
270
430
350
49
57
210
190
30
290
110
54
290
480
1.260
260
520
410
Sumber: Direktorat Gizi Dep. Kesehatan RI
1.    Bahan Baku Kecap
Jenis kedelai dapat dibedakan menjadi 4 macam yaitu : kedelai kuning, kedelai hitam’  kedelai hijau, kedelai  coklat. Jenis-jenis kedelai tersebut dapat didefinisikan sebagai berikut:
·        Kedelai kuning adalah kedelai yang kulit bijinya berwarna kuning, putih atau hijau, yang bila dipotong melintang memperlihatkan warna kuning pada irisan keping bijinya.
·        Kedelai hitam adalah kedelai yang kulit bijinya berwarna  hitam. Kedelai hitam inilah yang biasanya dijadikan kecap.
·        Kedelai hijaua dalah kedelai yang kulit bijinya berwarna hijau yang bila dipotong melintang memperlihatkan warna hijau pada irisan keping bijinya.
·        Kedelai coklat adalah kedelai yang kulit bijinya berwarna coklat.

a.       Biji kedelai
Bentuk  biji kedelai bergantung kultivarnya,  dapat berbentuk bulat, agak gepeng, dan sebagian bulat telur. Sedangkan besar dan bobotnya dibedakan menjadi tiga, yakni :
·        Kedelai berbiji besar, bila bobot setiap 100 bijilebih dari 300 gr.
·        Kedelai berbiji sedang, bila bobot  setiap 100 biji antara 11-13 gr.
·        Kedelai berbiji kecil, bila bobot setiap 100 biji antara 7-11 gr.
b.      Syarat Mutu
·        Syarat Umum
- Bebas dari sisa tanaman (kulit polong, potongan batang dan ranting), batu, kerikil,   tanah, atau biji-bijian  tanaman lainnya.
- Biji kedelai tidakgan hama dan penyakit.
- Biji kedelai tidak memar atau rusak .
- Kulit biji tidak keriput.
·        Syarat Pokok
Tingkat mutu kedelai dapat dikategorikan menjadi tiga, yakni; mutu I,  Mutu II,  mutu III (Tabel 3).

Tabel 3. Syarat pokok mutu kedelai
NO
Kriteria
Mutu I
Mutu II
Mutu III
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Kadar air Maks (% b/b)
Kotoran maks (% bobot )
Butir rusak (% bobot)
Butir keriput (% bobot)
Butir belah (% bobot)
Butir warna lain (% bobot)
13
1
2
0
1
0
14
2
3
5
3
5
16
5
5
8
5
10
Sumber: SK Mentan No. 501/Kpts/TP.830/8/1984

2. Pengelolaan  Limbah
Hasil dari suatu produksi menghasilkan limbah sehingga perlu dilakukan pengolahan. Pengelolaan limbah industri pangan (cair, padat dan gas) diperlukan untuk meningkatkan pencapaian tujuan pengelolaan limbah (pemenuhan peraturan pemerintah), serta untuk meningkatkan efisiensi pemakain sumber daya. Secara umum, pengelolaan limbah merupakan rangkaian kegiatan yang mencakup reduksi (reduction), pengumpulan (collection), penyimpangan (storage), pengangkutan (transportation), pemanfaatan (reuse, recycling), pengolahan (treatment), dan/ atau penimbunan (disposal Timbulnya limbah dan industri pangan, baik-limbah cair, padat maupun gas, tidak dapat dihindari seratus persen. Setelah dilakukan usaha-usaha minimisasi melalui modifikasi proses maupun pemanfaatan (dengan prinsip produksi bersih), langkah berikutnya yang harus dilakukan adalah pengolahan/penanganan limbah tersebut untuk menghindari pencemaran lingkungan. Kriteria utama pengolahan limbah pada umumnya adalah pemenuhan baku mutu yang berlaku dengan biaya minimum.
Berikut diuraikan teknik pengolahan limbah industri pangan skala kecil, meliputi pengolahan limbah cair, limbah padat dan limbah gas. Limbah cair industri pangan  merupakan salah satu sumber pencemaran lingkungan. Jumlah dan  karakteristik air limbah industri bervariasi menurut jenis industrinya. Limbah padat industri pangan terutama terdiri dari bahan bahan organik seperti karbohidrat, protein, lemak, serat kasar dan air. Bahan-bahan ini mudah terdegradasi secara biologis dan menyebabkan pencemaran lingkungan, terutama menimbulkan bau busuk. Salah satu limbah yang dapat diolah dan dimanfaatkat yaitu limbah dari pembuatan kecap. Alternatifnya yaitu dengan cara pemanfaatan limbah tersebut menjadi lebih bermanfaat dan menambah nilai ekonomis.






B. Proses Pembuatan Kecap Kedelai
1. Alat dan Bahan
Alat:                                
·        Tampah
·        Kompor
·        Panci
·        Kain saring
·        Botol
·        Sendok
·        Basom
·        Pengaduk
Bahan:
·        Kedelai hitam
·        Air
·           Bumbu (daun saalm, daun jeruk. Engkuaskemiri, wijen)
·        Garam
·        Jamur (laru)

2. Prosedur pembuatan kecap kedelai
a.      Penyortiran
Menyiapkan biji kedelai hitam yang tua. Bebas dari sisa tanaman batu, kerikil, tanah, biji kedelai tidak luka, bebas serangan hama dan penykit, tidak memar atau rusak, kulit biji tidak  keriput. Caranya biji kedelai diletekan pada tampah kemudian di tampi.
b.      Pencucian
Setelah disortir, kedelai dicuci dengan air bersih. Tujuannya agar kotoran – kotoran yang masih melekat atau tercampur dapat hilang.
c.      Perebusan 
Perebusan dilakukan selama 2  jam. Caranya biji kedelai dimasukan ke dalam panci kemudian direbus dengan kompor. Banyaknya air dalam perebusan sampai terendam atau sekitar 2,5 kali volume bahan. Tujuannya agar mendapatkan biji kedelai yang lunak dan kulitnya mudah dikupas.
d. Penirisan
Penirisan dilakukan  dengan menggunakan kalo selama 0,5 – 1 jam sampai kedelai dingin.
e. Penjamuran
Setelah kedelai dingin dilakukan penjamuran menggunakan laru kecap dengan perbandingan 1 kg bahan membutuhkan 1 gram laru jenis Rhizopus. Sp.
f. Penggaraman
Biji kedelai yang telah berjamur dimasukan dalam larutan garam 20 %. Maksudnya mencampur 200 gram garam kedalam air 1 liter. Sebagai patokan untuk 1 kg bahan membutuhkan 4 liter larutan garam 20 %.
g. Penyaringan I
Selanjutnya dilakukn penyaringan  dengan menggunakan kalo. Hasil utamanya berupa filtrat, sedangkan hasil sampingnya berupa ampas.
h. Perebusan II
Sebelum direbus, kedalam filtrat ditambahkan gula kelapa yang dicairkan, bumbu-bumbu penyedap dan air bersih. Sebagi patokan  untuk 1 liter filtrat membutuhkan 2 kg gula kelapa yang telah dicairkan atau larutkan dalam 0,5 liter air.
i.   Penyaringan II
Selanjutnya dilakukan penyaringan II dengan menggunakan kain penyaring.
j. Pembotolan
Pembotolan dengan menggunakan botol yang bersih. Kemudian cairan kecap dimasukan ke dalam botol dan di  tutup rapat.
Catatan :
1)      Pemberian jamur harus sesuai jumlahnya dengan banyaknya kedelai, agar
2)      tidak menimbulkan kegagalan jamur yang tumbuh.
3)      Setelah direbus dan ditiriskan, kedelai harus didinginkan dengan sempurna.
4)      Bila tidak, jamur yang ditebarkan diatasnya akan mati.
5)      Bahan baku untuk pembuatan kecap, selain dari kacang kedelai dapat juga
6)      dari biji kecipir, dengan proses pembuatan yang sama.



C. Pembahasan
Pada proses pembuatan kecap ada langkah -langkah yang perlu dipersiapkan terutama penyiapan bahan-bahan dan peralatan yang dibutuhkan termasuk bahan baku adalah kedelai dan bahan pembantu  yaitu jamur, gula kelapa, garam, garam, bumbu, air. Pada dasarnya cara membuat kecap kedelai terdiri dari empat tahapan besar yaitu perebusan biji kedelai yang telah disortir penjamuran atau fermentasi , penggaraman dan perebusan akhir. Proses pembuatan kecap tahap pertama yaitu penyortiran  yang bertujuan agar memperoleh memeperoleh produk kecap kedelai yang berkualitas prima, caranya biji kedelai diletakan pada tampah kemudian ditampi serta dibuang ranting,pasir, batu dan benda asing lainnya.
Tahap selanjutnya biji kedelai dilakukan pencucian  atau dibilas dengan air bersih, alangkah baiknya menggunakan air yang mengalir, Tujuan dari pencucian ini adalag untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang masih melekat atau tercampur dengan biji kedelai. Kemudian dilakukan tahap perebusan I yang berlangsung selama 2 jam atau sampai biji kedelai lunak, caranya biji kedelai dmasukan ke dalam panci dan direbus dengan kompor atau alat lain, Banyaknya air yang digunakan dari 100 kg kedelai hitam yaitu 500 liter air bersih atau dengan pedoman seluruh biji kedelai dapat terendam,  maka akan menghasikan air kotor sebanyak 200 liter. Dari perebusan ini mendapatkan biji biji kedelai yang lunak dan kulitnya mudah dikupas. Selanjutnya dilakukan penirisan, biji kedelai dipindahkan ketempat peniris atau menggunakan kalo, selanjutnya didinginkan sekitar 0,5- 1  jam sampai keadaan kedelai dingin.
Kemudian tahap selanjutnya yaitu penjamuran. Setelah kedelai dingin dilakkukan penjamuran. Jangan melakukan penjamuran jika keaadn kedelai belum dingin, sebab bibit jamur yang diberikan dapat mati apabila kedaan masih panas. Jamur yang digunakan menggunakan jamur kecap. Apabila tidak ada dapat menggunakan jamur tempe. Tahap panjamuran ini mennetukan berhasil tidaknya membuat kecap kedelai sebab kecap ini dihasilkan dari kedelai yang diolah secara permentasi dengan menggunakan jenis Rhizopus sp. JaMur ini diperoleh dari laru, dari 100 kg kedelai hitam kering menggunakan larut 100 gram. Cara penjamuran, laru diusapkan atau dicampur dan diadk bersama kedelai secara merata, kemudian diangin-anginkan sebentar dan disimpan sekitar 4 – 5 hari. Pada akhir penejmuran ini nampak biji kedelai sudah ditumbhi jamur berwarna putih secara merata (untuk jamur tempe) atau berwarna kehijau-hijaun (untuk jamur kecap).
Tahapan selanjutnya yaitu penggaraman. Biji kedelai yang telah berjamur dimasukkan ke dalam larutan garam, yaitu dalam 800 kg kedelai yang telah direbus ditambahkan 80 kg garam + 400 liter air. Rendaman dalam larutan garam ni berlangsng ± 1 bulan. Selama proses penggaraman dijemur dipanas matahari sambil diaduk-aduk. Selanjurnya yaitu penyaringan I, setelah proses penggaraman kemduian di saring menggunakan kalo hasil utama penyaringan ini berupa filltrat sedangkan hasil samping berupa ampas kedelai yang rasanya sangat asin. Kedalai ampas ini yang dapat dimanfatkan sebagai pakan ternak, pupuk organik, atau  dapat dijadikan lauk-pauk.
Tahap berikutnya perebusan II, sebelum direbus kedalam filtrat perlu ditambahkan gula kelapa yanng di cairkan, bumbu-bumbu penyedap dan air bersih untuk 1 liter filtrat membutuhkan 2 kg gula kelapa yang telah dicairkan atau dilarutkan dalam 0,5 liter air. Sedangkan kebutuhan bumbu penyedap tergantung selera, misalnya dau sereh, daun salam, daun jeruk, lengkuas kemiri, bawang putih, biji adas, wijen semuanya dimasukan kecuali daun salam dan sereh disangrai terlebih dahulu, kemudian digiling halus dan dimasukan kedalam filtrat. Perlu juga ditambah air bersih dengan perbandingan 1:1 antara air bersih dengan filtrat .
Perebusan dapat dihentikan apabola sudah tidak terbentuk buih-buih.Tahapan selanjutnya yaitu penyaringan II, dengan menggunakan kain saring tujuanya untuk mendapatkan kecap yang bersih dari kotoran.Kemudian tahap pembotolan, botol-botol yang akan digunakan harus dicuci bersih atau di sterilisasi terlebih dahulu. Kemudian cairan kecap dimasukan kedalam botol dan ditutup rapat. Dari proses pembutan kecap ada limbah yang di hasilkan sehiga perlu dilakukan penagan an agar lebih bermanfaat dan menambah nilai ekonomis serta tidak mencemari lingkungan.Dibawah ini adalah diagram alir proses pembuatan kecap, jumlah bahan , serta jumlah limbah yang dihasilkan.
D. Penanganan limbah
Produk buangan dari produksi kecap berupa limbah padat yang berupa ampas kedelai dan bumbu serta campuran semi kecap, sedangkan limbah cair berupa air buangan sisa pencucuian alat/mesin produksi dan air sisa rebusan kedelai. Limbah cair yang dihasilkan apabila di buang  diharapkan memenuhi persyaratran untuk dibuang ke lingkungan. Beberapa tahap yang dilakukan dalam pengolahan limbah supaya tidak mencemari lingkungan adalah :
1. Koagulasi
Proses koagulasi adalah proses pemberian koagulan (contoh: Tawas, PAC) dengan maksud mengurangi gaya tolak-menolak antar partikel koloid sehingga partikel koloid bisa bergabung menjadi flok-flok kecil.
2. Flokulasi
Proses pemberian flokulan dengan maksud menggabungkan flok-flok kecil yang telah terbentuk pada proses sebelumnya sehingga menjadi besar dan mudah untuk diendapkan. Dalam proses flokulasi mengalami pengadukan lambat memberikan kesempatan flok-flok kecil menjadi semakin besar dan mencegah pecahnya kembali flok-flok yang telah terbentuk.
3. Kolam Biologis
Kolam ini digunakan untuk mengencerkan hasil saringan air setelah mengalami proses koagulasi dan flokulasi. Setelah melalui kolam biologis, air dibuang ke saluran air/lingkungan. Industri telah memastikan bahwa air limbah buangan aman bagi lingkungan sekitar, dan sampai sekarang tidak ada keluihan warga sekitar mengenai aktivitas industri tersebut.
Sedangkan apabila dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair, harus ada perlakuan khusus, dibawah ini adalah diagram pembuatan pupuk organik cair :

E. Pembuatan pupuk organik cair
Dari 100 kg kedelai hitam kering, menghasilkan air limbah kotor dari bekas perendaman dan rebusan kedelai sebanyak 499 liter air kotor berasal dari bekas pencucian dan 200 liter air kotor bekas air rebusan, jadi keseluruhan 699 liter. Langkah –langkah dalam pembuatan limbah cair tersebut adalah menyiapkan wadah  seperti drum, kemudian masukan rumput hijau kedakam drum tersebut, selanjutnya masukan rumput hijau dan air kotor bekas pencucian serta air kotor bekas rebusan kedelai hingga rumput terendam seluruhnya. Selanjutnya tambahkan EM4(2 cc/liter) dari jumlah air, diaduk hingga merata, kemudian tutup dan biarkan selama 7-14 hari. Tahap selanjutnya dilakukan penyaringan yang bertujuan untuk mendapatkan pupuk organik cair yang jernih. Kemudian dikemas dalam botol dan siap untuk digunakan. Pupuk ini digunakan untuk tanaman  buah agar tumbuh maksimal karena didalam  mengandung unsur-unsur yang dirombak. EM4 adalah kultur campuran dari organisme mikro yang terdiri dari bakteri Lactobacillus, Actinomyces, Streptomyces, ragi jamur dan bakteri fotosintetik yang bekerja saling menunjang dalam proses dekomposisi bahan organik (Heddy, 2000).
Proses dekomposisi bahan organik dengan inokulasi EM4 berlangsung secara fermentasi baik dalam keadaan aerob dan anaerob. Proses ini akan menghasilkan senyawa-senyawa organik berupa asam amino, asam laktat, gula, alkohol, vitamin, protein dan senyawa organik lainnya yang dapat mengikat ion-ion yang dibutuhkan oleh tanaman. Ion-ion tersebut berada dalam keadaan stabil (antioksidan) sehingga mudah diserap oleh tanaman (Higa dan Wididana, 1996). Untuk mengatasi masalah pH pada tanah masam biasanya dilakukan pemberian kapur. Pemanfaatan kapur yang kemudian disusul dengan pemberian abu limbah pertanian akan memberikan hasil yang baik. Suryanto (1996) menyatakan abu memberikan pengaruh lebih baik daripada kapur terhadap tanah gambut karena kandungan unsur P, K, dan unsur mikro lainya. Simatupang  et al. (1998) menambahkan bahwa pemberian abu sekam dapat mensubsitusi dan mengurangi kebutuhan pupuk K serta dapat meningkatkan hasil padi di lahan pasang surut.

F. Pembuatan kecap dari air rebusan kedelai
Cara pembuatan pada prinsipnya sama dengan kecap kedelai yaitu empat tahapan besar  perebusan biji kedelai yang telah disortir penjamuran atau fermentasi , penggaraman dan perebusan akhir.
Air rebusan kedelai dimasak dengan dibubuhi gula 20% garam, kemudian dtambah bumbu seperti lengkuas, daun salam, daun saledri, peda asin atau teri asin , kemudan dimasak hingga hampir setengah, jadi kadar garamnya menjadi 40 %, apabila rasanya ingin manis tambahkan gula aren sama seperti membuat kecap kedelai.  Akan tetapi gizinya kurang tidak setinggi gizi kecap kedelai, tetapi kalau dibuat dari air rebusan kedelai ditambah ikan asin sarinya mengandung protein yang lumayan, apalagi bila sering dijemur dan dibiarkan agak lama. Terjadi proses fermentasiyang dapat membuat kecap itu menjadi wangi gurih merangsang.

G. Pembuatan lauk pauk dari ampas kecap
Ampas yang di hasilkan dari sisa penyaringan sebayak 50 kg bisa di buat lauk pauk untuk teman makan, akan tetapi rasanya sangat asin sehingga perlu dilakukan pengolahan yaitu dengan  perendaman, penambahan bumbu - bumbu kemudian dimasak dengan cara di goreng atau ditumis. Bisa juga di buat campuran dengan sayur karena dalam kedelai ini masih mengandung banyak protein.

H. Pembuatan pakan ternak
Ampas kedelai bisa juga di buat pakan ternak bisa langsung dikasihkan atau dicampur dengan pakan yang lain
Analisis perbandingan dengan Teknik Produksi Bersih
Beberapa tahap produksi dari pembuatan kecap dibandingkan dengan teknik produksi bersih :
a.       Penghematan energi dengan menggunakan boiler dan ketel uap untuk memperoleh hasil dengan proses yang lebih efisien. Ketel uap yang digunakan juga telah mengalami modifikasi dengan menggunakan katub. Penggantian ketel bioler yang tidak efisien, tanpa isolasi dan tanpa katup pengaman dengan suatu paket boiler dengan efisiensi termal 90%.
b.      Penggunaan energi listrik digunakan sepanjang hari tanpa memperhatikan usaha penghematan, ini dapat terlihat dari lampu-lampu di dalam ruang produksi yang dibiarkan hidup di siang hari. Padahal dapat terlihat bahwa sudah dibangun atap untuk masuknya sinar matahari dalam pabrik.
c.       Penghematan air melalui penggunaan ulang air bekas untuk mencuci. Air pencuci botol pengemas kecap digunakan kembali untuk membersihkan lantai dan juga masuk dalam kolam biologis untuk mengencerkan limbah cair proses produksi. Penurunan konsumsi air dan biaya pengolahan air sebesar lebih dari 40% melalui pemakaian ulang air. Sumber air yang digunakan dari Sumur bawah tanah yang ada di lokasi pabrik.


Daftar Pustaka
Archibald,wildan.2014.makalah kimia industri makalah kecap.[online]. Tersedia:
(di akses 23 november 2016)
Maulyana,borgo.2014.Proses pembuatan kecap.[online]. Tersedia
(di akses 23 november 2016)