.

Kamis, 19 Mei 2022

MEMAHAMI PENCEMARAN UDARA

 


Pencemaran udara merupakan salah satu kerusakan lingkungan, berupa penurunan kualitas udara karena masuknya unsur-unsur berbahaya ke dalam udara atau atmosfer bumi. Unsur-unsur berbahaya yang masuk ke dalam atmosfer tersebut bisa berupa karbon monoksida (CO), Nitrogen dioksida (No2), chlorofluorocarbon (CFC), sulfur dioksida (So2), Hidrokarbon (HC), Benda Partikulat, Timah (Pb), dan Carbon Diaoksida (CO2). Unsur-unsur tersebut bisa disebut juga sebagai polutan atau jenis-jenis bahan pencemar udara. Masuknya polutan  ke dalam atmosfer yang menjadikan terjadinya pencemaran udara bisa disebabkan dua faktor, yaitu faktor alam dan faktor manusia. Penyebab pencemaran udara dari faktor adalah alam contohnya adalah aktifitas gunung berapi yang mengeluarkan abu dan gas vulkanik, kebakaran hutan, dan kegiatan mikroorganisme. Polutan yang dihasilkan biasanya berupa asap, debu, dan gas. Penyebab polusi udara yang kedua adalah faktor manusia dengan segala aktifitasnya. Berbagai kegiatan manusia yang dapat menghasilkan polutan antara lain 

1. Pembakaran, Semisal pembakaran sampah, pembakaran pada kegiatan rumah tangga, kendaraan bermotor, dan kegiatan industri. Polutan yang dihasilkan antara lain asap, debu, grit (pasir halus), dan gas (CO dan NO).

1.      2. Proses peleburan; Semisal proses peleburan baja, pembuatan soda, semen, keramik, aspal. Polutan yang dihasilkannya meliputi debu, uap, dan gas.

1.     3. Pertambangan dan penggalian; Polutan yang dihasilkan terutama adalah debu.

Udara adalah salah satu elemen yang sangat penting sebagai penunjang semua mahluk. Bisa kalian bayangkan bagaimana jika di dunia ini tidak ada sedikit saja, maka semua akan mati karena tidak bisa bernafas.

Bukan hanya itu saja peranan penting dari udara ini bukan hanya digunakan untuk manusia tapi semua mahluk hidup. Maka dari itu manusia selaku salah satu mahluk yang mempunyai akal dan pikiran harus bertanggung jawab atas kondisi kesehatan dan kebersihan udara sendiri.

Yang berarti pencemaran udara merupakan sebuah kondisi dimana udara tercampur dengan zat lain atau unsur lain yang mengakibatkan kondisi buruk pada udara menjadi tidak layak atau bahkan membahayakan untuk digunakan mahluk hidup.

Karena udara merupakan salah satu komponen terpenting di dunia yang menunjang kehidupan mahluk hidup. Banyak pengaruh jika keadaan udara terganggu seperti kenyamanan dan keindahan lingkungan juga terganggu.

Di dunia selain masalah tentang air bersih dan kekurangan air, pencemaran udara merupakan masalah yang tidak bisa dianggap remeh. Bahkan banyak negara yang sekarang sudah terlambat untuk memperbaiki jaringan udara seperti Cina, Azerbaijan, Mexico, dan masih banyak lagi yang lainya.

Di beberapa negara tersebut seperti Cina bahkan ketika waktu udara kotor semakin tidak bisa di kondisikan masyarakat hingga menjual udara bersih dalam kantong plastik. Naaah ! Disitu kita bisa melihat betapa parahnya pencemaran udara sekarang ini di dunia.

 

Penyebab Pencemaran Udara

        1. Pembangkit Listrik 


Dalam hal ini hampir sebagian pembangkit listrik konvensional hingga sekarang masih menggunakan bahan bakar yang di rasa masih kurang ramah lingkungan. Beberapa contohnya seperti batu bara, gas, dan minyak.

Hampir sama seperti kasus dari kendaraan bermotor tadi efek dari pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna merupakan hal yang menghasilkan gas berbahaya yang menyebabkan pencemaran udara.

Dari gas itu seperti sulfur dioksida merupakan salah satu penyumbang dari terjadinya pemanasan global yang sekarang terjadi seperti ini.

          1. Limbah Pertanian 


Pada zaman sekarang ini penggunaan pupuk dan zat kimia hampir menjadi salah satu hal wajib untuk meningkatkan produktifitas dari hasil pertanian. Baik itu digunakan untuk pembasmi hama maupun digunakan untuk sebagai penyubur tanaman sendiri.

Tapi terkadang penggunaan dari pupuk itu terlalu berlebihan menjadikan gas amonia dan NH3 yang terkandung dalam pupuk tersebut keluar berlebihan yang mengakibatkan dampak yang signifikan kepada keadaan atmosfer.

Dampak yang terjadi bisa menjadikan gangguan terhadap kesehatan sendiri dan juga bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya hujan asam.

Referensi :

https://www.pinhome.id/blog/pencemaran-udara/

https://dlh.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/sumber-penyebab-dan-pencemaran-udara-48#:~:text=Pencemaran%20udara%20merupakan%20salah%20satu,dalam%20udara%20atau%20atmosfer%20bumi.













Limbah B3 ( Bahan Berbahaya dan Beracun )

 

Limbah B3 ( Bahan Berbahaya dan Beracun )

Disusun : Radius Bagas (@W09-RADIUS)

Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) adalah setiap bahan yang karena sifat atau konsenterasi, jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusakkan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta mahluk hidup lain (Pasal 1 (17) UU No. 23 1997). B3 dalam ilmu bahan dapat berupa bahan biologis (hidup/mati) atau zat kimia. Zat kimia B3 dapat berupa senyawa logam (anorganik) atau senyawa organik, sehingga dapat diklasifikasikan sebagai B3 biologis, B3 logam dan B3 organik. Menurut data dari Environmental Protection Agency (EPA) tahun 1997, yang menyusun ”top-20” B3 antara lain: Arsenic, Lead, Mercury, Vinyl chloride, Benzene, Polychlorinated B iphenyls (PCBs), Kadnium, Benzo(a)pyrene, Benzo(b)fluoranthene, Polycyclic Aromatic Hydrocarbons, Chloroform, Aroclor 1254, DDT, Aroclor 1260, Trichloroethylene, Chromium (hexa valent), Dibenz[a,h]anthracene, Dieldrin, Hexachlorobutadiene, Chlordane. Dari 20 B3 tersebut, diantaranya adalah logam berat, antara lain Arsenic (As), Lead (Pb), Mercury (Hg), Kadnium (Cd), dan Chromium (Cr),

Pengelompokan Limbah B3 menurut PP Nomor 101 Tahun 2014, limbah B3 dapat dibagi menjadi beberpa jenis, yakni:

1. Limbah B3 dari Sumber Spesifik

Segala macam limbah berbahaya yang berasal dari kegiatan utama industri dapat dikategorikan sebagai jenis limbah B3 dari sumber spesifik. Contoh dari limbah jenis ini di antaranya adalah pelarut terhalogensi seperti klorobenzena dan metilen klorida, pelarut yang tak terhalogensi seperti toluena, aseton dan nitrobenzema, asam atau basa seperti natrium hidroksida, asal sulfat dan asam fostat serta limbah yang tidak spesifik seperti aki bekas dan limbah laboratorium.

Limbah B3 dari sumber spesifik sendiri masih dapat dibagi menjadi 2 jenis, yakni limbah B3 dari sumber spesifik umum dan khusus.

Untuk limbah B3 dari sumber spesifik umum, beberapa contohnya adalah katalis bekas dan limbah karbon aktif dari pabrik pupuk, residu proses produksi dan abu insinerator dari pabrik pestisida serta residu dasar tangki dan sludge dari proses produksi kilang minyak bumi.

Sedangkan untuk limbah B3 dari sumber spesifik khusus beberapa contohnya meliputi slag nikel, copper slag, slag timah putih dan sludge IPAL.

2. Limbah B3 dari Sumber tidak Spesifik

Sama halnya dengan limbah B3 dari sumber spesifik, limbah jenis ini juga berasal dari aktivitas industri. Hanya saja, limbah jenis ini bukan berasal dari kegiatan utama industri melainkan dari kegiatan sampingannya seperti kegiatan pemeliharaan alat, pencucian, pengemasan, pelarutan kerak dan sejenisnya.

Selain itu, limbah B3 yang tidak jelas sumbernya dan belum diketahui secara pasti kandungan racun di dalamnya juga bisa dimasukkan ke dalam jenis limbah B3 dari sumber tidak spesifik.

3. Limbah B3 dari B3 yang Sudah Kadaluwarsa, Tumpah dan Bekas Kemasan B3

Sebagai informasi, limbah B3 juga memiliki masa kadaluwarsanya sendiri. Limbah yang sudah kadaluwarsa ini pun tidak kalah berbahaya. Namun karena memiliki karakter yang berbeda, limbah jenis ini dipisahkan ke dalam kategori sendiri.

Limbah B3 yang tumpah dan bekas kemasan limbah B3 masuk ke dalam jenis limbah yang satu ini. Beberapa contoh limbah lain yang juga masuk ke dalam jenis ini di antaranya adalah tembaga sianida, karbon disulfida, barium sianida, endrin dan gas fluor.

Meski banyak dari limbah B3 yang berasal dari kegiatan industri, beberapa limbah B3 juga ada yang berasal dari kegiatan rumah tangga. Misalnya saja seperti bekas pengharum ruangan, deterjen pakaian dan pemutih pakaian. Hanya saja, pengelolaan limbah B3 industri memang lebih rumit, terlebih mengingat kuantitasnya yang tidak sedikit.

Pengolahan limbah B3 sangat diperlukan untuk mengurangi dampak yang sangat berbahaya contoh pemanfaatan pengolahannya adalah oli bekas yang dioalah kembali menjadi bahan bakar dengan perlakuan panas yang konstan

Refrensi

1.      Sudarmaji Sudarmaji, J. Mukono, C. I. Prasasti. (2006). Toksikologi Logam Berat B3 Dan Dampaknya Terhadap Kesehatan. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 2(23), 129–142.

2.      https://www.universaleco.id/blog/detail/jenis-limbah-b3/87

3.      Muhammad Ade Ariasya, Azharuddin, & Almadora Anwar Sani. (2020). PROSES PENGOLAHAN LIMBAH B3 (OLI BEKAS) MENJADI BAHAN BAKAR CAIR DENGAN PERLAKUAN PANAS KONSTAN. AUSTENIT, 12(2), 48–53.

PENCEMARAN LINGKUNGAN YANG TERJADI PADA KEHIDUPAN MANUSIA

OLEH : Hamid Afifudin

@W07-HAMID

Pencemaran lingkungan didefinisikan sebagai perubahan faktor abiotik akibat kegiatan yang melebihi ambang batas toleransi ekosistem biotik. Misalnya saja penggunaan kendaraan bermotor ataupun alat pengolah bahan baku yang terkadang tidak sesuai dengan standarisasi lingkungan. Ada dua jenis bahan dalam pencemaran:

1.       Degradable, yaitu polutan yang dapat diuraikan kembali atau dapat diturunkan sifat bahayanya ke tingkat yang dapat diterima oleh proses alam. Contohnya adalah kotoran manusia atau hewan dan limbah tumbuhan.

2.       Non-Degradable, yaitu polutan yang tidak dapa diuraikan oleh kemampuan proses alam itu sendiri. Contohnya merkuri, timah hitam, arsenik, dan lain-lain.

Pencemaran lingkungan disebabkan oleh beragam faktor. Namun, faktor terbesarnya adalah manusia. Sadar atau tidak, kita telah berkontribusi dalam proses pencemaran lingkungan. Mulai dari pertambahan jumlah penduduk yang tak terkendali, banyaknya sumber-sumber zat pencemaran sehingga alam tak mampu menetralisir.

Selain itu banyak juga aktivitas sehari-hari yang tanpa disadari menjadi faktor rusaknya lingkungan, diantaranya :

·         Penggunaan kantong plastik secara massif,

·         Pembuangan sampah dan limbah deterjen ke sungai,

·         Penggunaan AC berlebih,

·         Pembuangan limbah elektronik yang tak sesuai aturan,

·         Pembakaran hutan,

·         Penggunaan kendaraan pribadi sehingga menimbulkan lebih banyak polusi,

·         Pembuangan limbah pabrik atau kotoran ke sungai,

·         Penebangan hutan yang mengakibatkan hutan tak mampu menyerap karbon-dioksida lebih banyak, dan lain-lain.

Dengan adanya begitu banyak penyebab pencemaran lingkungan itu sendiri menghasilkan berbagai dampak pula kepada lingkungan yang ada dan hal ini dilakukan analisis pada buku Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Macam – Macam Pencemaran :

1.       Pencemaran Udara

Pencemar udara dapat berupa gas dan partikel. Contohnya sebagai berikut: Gas HzS. Gas ini bersifat racun, terdapat di kawasan gunung berapi, bisa juga dihasilkan dari pembakaran minyak bumi dan batu bara. Gas CO dan COz. Karbon monoksida (CO) tidak berwarna dan tidak berbau, bersifat racun, merupakan hash pembakaran yang tidak sempurna dari bahan buangan mobil dan mesin letup. Gas COZ dalam udara murni berjumlah 0,03%. Bila melebihi toleransi dapat mengganggu pernapasan, sumber pencemaran udara lainnya yaitu:

Dampak dari pencemaran udara sendiri adalah Hujan asam, Perubahan cuaca yang ekstrim Penipisan ozon, Peningkatan kasus kerusakan mata hingga Kanker kulit. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengatasi pencemaran udara ini, dimana udara merupakan kebutuhan dasar manusia

2.       Pencemaran Air

Polusi air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar sebagai berikut: Pembuangan limbah industri, sisa insektisida, dan pembuangan sampah domestik, misalnya, sisa detergen mencemari air. Buangan industri seperti Pb, Hg, Zn, dan CO, dapat terakumulasi dan bersifat racun. Bila terjadi pencemaran di air, maka terjadi akumulasi zat pencemar pada tubuh organisme air. Akumulasi pencemar ini semakin meningkat pada organisme pemangsa yang lebih besar. Sumber lainnya yaitu:

·         Bahan Anorganik: Timbal (Pb), arsenik (As), kadmium (Cd), merkuri (Hg), kromium (Cr), nikel (Ni), kalsium (Ca), magnesium (Mg), dan kobalt (Co)

·         Bahan Kimia: Pewarna tekstil, pestisida, dan lain – lain

·         Bahan Organik: Berbentuk limbah yang dapat diuraikan oleh mikroba yang akan memicu meningkatkan populasi mikroorganisme di dalam air

·         Cairan Berminyak

Dampaknya: Media penyebaran penyakit, Peningkatan alga dan eceng gondok, Menurunkan kadar oksigen dalam air hingga mengganggu organisme di perairan, Mengganggu pernapasan karena bau yang menyengat.

3.       Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah Pencemaran tanah disebabkan oleh beberapa jenis pencemaran berikut ini : Sampah-sampah plastik yang sukar hancur, botol, karet sintesis, pecahan kaca, dan kaleng. Detergen yang bersifat non bio degradable (secara alami sulit diuraikan). Zat kimia dari buangan pertanian, misalnya insektisida. Sumber lainnya:

·         Bahan logam: mangan (Mn), besi (Fe), aluminium (Al), timbal (Pb), merkuri (Hg), seng (Zn). asenik (As), dan lain – lain

·         Bahan kimia organik: pestisida (insektisida, herbisida, dan fungisida), deterjen, dan sabun

·         Bahan pupuk anorganik: urea, TSP, ammonium sulfat, dan KCL

·         Zat radioaktif

Dampak: Pertanian, seperti peningkatan salinitas tanah dan penurunan kesuburan tanah Bencana alam, seperti tanah longsor dan erosi hingga Penyumbatan saluran air

4.       Pencemaran Suara

Polusi suara disebabkan oleh suara bising kendaraan bermotor, kapal terbang, deru mesin pabrik, radio/tape recorder yang berbunyi keras sehingga mengganggu pendengaran. Pernah ada kasus warga yang merasa terganggu dengan suara mesin boiler milik pabrik kelapa sawit.

Setiap hari mereka tidak bisa tidur nyenyak, terutama anak-anak karena bising dari mesin itu. Menurut WHO, tingkat pencemaran didasarkan pada kadar zat pencemar dan waktu (lamanya) kontak. Sumber pencemaran suara diantaranya:

·         Percakapan pelan (20 – 30 dB)

·         Radio (50 – 6- dB)

·         Mesin pemotong rumput (60 – 80 dB)

·         Lalu lintas (60 – 90 dB)

·         Truk (90 – 100 dB)

·         Kendaraan bermotor (105 dB)

·         Pesawat terbang (90 – 120 dB)

·         Musik / beat music: 120 dB

·         Mesin jet: 140 dB

·         Roket (140 – 179 dB)

Tingkat pencemaran sendiri dibedakan menjadi 3, yaitu:

·         Pencemaran yang mulai mengakibatkan iritasi (gangguan) ringan pada panca indra dan tubuh serta telah menimbulkan kerusakan pada ekosistem lain. Misalnya gas buangan kendaraan bermotor yang menyebabkan mata pedih.

·         Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan menyebabkan sakit yang kronis. Misalnya pencemaran Hg (air raksa) di Minamata Jepang yang menyebabkan kanker dan lahirnya bayi cacat.

·         Pencemaran yang kadar zat-zat pencemarnya demikian besarnya sehingga menimbulkan gangguan dan sakit atau kematian dalam lingkungan. Misalnya pencemaran nuklir.

 

Dampak Pencemaran Lingkungan

Dampak Pencemaran Lingkungan yang lebih terasa saat ini adalah pemanasan global (global warming). Dimana suhu bumi meningkat yang menyebabkan beberapa es di kutub utara mencair dan terjadinya kenaikan permukaan air laut.

Pemekatan hayati juga merupakan salah satu dampak yang akan ditimbulkan dari adanya pencemaran lingkungan.

Proses pemekatan hati ini dapat diartikan sebagai peningkatan kadar bahan pencemar yang melalui tubuh makhluk hidup tertentu. Pemekatan hayati ini juga disebut sebagai amnalgamasiasi. Sebagai contoh untuk menggambarkan kasus ini adalah suatu perairan yang telah tercemar, maka bahan pencemar yang ada di air tersebut akan menempel pada alga yang hidup di wilayah perairan tersebut.

Ketika alga dimakan ikan- ikan kecil maka ikan kecil akan terkontaminasi bahan pencemar. Ketika ikan-ikan kecil tersebut dimakan oleh ikan-ikan besar, maka ikan besar juga akan mengandung berbagai bahan pencemar yang dimiliki oleh ikan kecil. Dan ketika ikan-ikan besar ditangkap nelayan dan dimakan oleh manusia, maka bakteri atau polutan tersebut akan masuk ke dalam tubuh manusia melalui ikan-ikan besar tersebut.

Ketika manusia mengonsumsi beberapa makanan yang yang berupa hewan atau tumbuhan yang telah terkontaminasi bahan pencemar, maka segala kemungkinan buruk bisa terjadi. Beberapa kemungkinan buruk dari mengonsumsi  bahan makanan yang tercemar adalah keracunan atau meninggal dunia. George Tyler Miller (1979) dalam bukunya yang berjudul Living in The Environment menjelaskan bahwa akibat pencemaran lingkungan terhadap kehidupan dikelompokkan ke dalam 6 tingkatan. Adapun tingkatan tersebut adalah sebagai berikut.

Tingkatan 1: Gangguan estetika, misalnya bau

Tingkatan 2: Kerusakan properti, misalnya bahan logam menjadi karatan

Tingkatan 3: Gangguan pada tumbuhan/hewan, misalnya penurunan hasil pertanian

Tingkatan 4: Gangguan pada kesehatan manusia, misalnya penyakit saluran pernapasan

Tingkatan 5: Kerusakan secara genetik dan reproduksi manusia

Tingkatan 6: Gangguan pada ekosistem secara luas, misalnya perubahan iklim global

 

Mind Mapping terhadap Pencemaran Lingkungan :



Referensi :

https://dlh.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/pencemaran-lingkungan-dari-limbah-perumahan-89

https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5765860/pencemaran-lingkungan-pengertian-jenis-dan-penyebab-terjadinya

 

 

 

UDARA SEBAGAI ALAT BANTU KEHIDUPAN

 

 



Abstrak :

Udara adalah suatu campuran gas yang terdapat pada lapisan yang mengelilingi bumi. Komposisi campuran gas tersebut tidak selalu konstan dan selalu berubah dari waktu ke waktu. Komponen yang konsentrasinya paling bervariasi adalah air yang berupa uap air dan karbon dioksida. Jumlah air yang terdapat di udara bervariasi tergantung dari cuaca dan suhu (Fardiaz, 1992). Wallace and Hobbs (1977) dan Barry (1976), menyatakan bahwa udara dalam istilah meteorologi disebut dengan atmosfir. Atmosfir merupakan campuran gas- 3 gas yang tidak bereaksi satu dengan lainnya (innert). Menurut Rozari (1986), atmosfir terdiri dari selapis campuran gas-gas, sehingga sering tidak tertangkap oleh indera manusia kecuali apabila berbentuk cairan (uap air) dan padatan (awan dan debu). Udara yang sehat menjadikan manusia lebih kuat.

Kata Kunci : Udara,Pencemaran udara, Penyebab dan Penanggulanggannya

PEMBAHASAN

1.     Udara

Udara adalah suatu campuran gas yang terdapat pada lapisan yang mengelilingi bumi. Komposisi campuran gas tersebut tidak selalu konstan dan selalu berubah dari waktu ke waktu. Komponen yang konsentrasinya paling bervariasi adalah air yang berupa uap air dan karbon dioksida. Jumlah air yang terdapat di udara bervariasi tergantung dari cuaca dan suhu (Fardiaz, 1992). Wallace and Hobbs (1977) dan Barry (1976), menyatakan bahwa udara dalam istilah meteorologi disebut dengan atmosfir. Atmosfir merupakan campuran gas- 3 gas yang tidak bereaksi satu dengan lainnya (innert). Menurut Rozari (1986), atmosfir terdiri dari selapis campuran gas-gas, sehingga sering tidak tertangkap oleh indera manusia kecuali apabila berbentuk cairan (uap air) dan padatan (awan dan debu). Lutgens dan Tarbuck (1982) menyatakan bahwa lapisan atmosfir mempunyai ketinggian sekitar 110 km dari permukaan tanah dan bagian terbesar berada di bawah ketinggian 25 km, karena tertahan oleh gaya gravitasi bumi

2.     Pencemaran Udara

Pada masa sekarang ini hampir semua kegiatan manusia memasukkan pencemar ke dalam atmosfer. Dampak pencemaran dari kegiatan manusia akan berpengaruh dan berakibat kepada lingkungan alam saja, akan tetapi berakibat dan berpengaruh pula terhadap kehidupan tumbuhan seperti penurunan produktivitas pertanian, hewan dan juga manusia seperti menyebabkan penyakit sehingga dapat menimbulkan kematian . Tingkat pencemaran yang telah dicapai menimbulkan kekhawatiran di seluruh dunia. Pencemaran lingkungan tersebut tidak dapat dihindari dan semakin hari terus meningkat. Udara yang belum tercemar selain mengandung uap air, gas-gas innert juga mengandung aerosol yaitu campuran partikel-partikel padat dan cair yang sangat halus. Aerosol berupa partikel cair atau padat yang tersuspensi di dalam gas. Ukuran partikel aerosol antara 0,001 – 100 um. Partikel-partikel yang berdiameter kurang dari 2,5 um pada umumnya dianggap halus dan partikel yang berdiameter lebih besar dari 2,5 um dianggap kasar. Pada udara, selain gas juga terdapat aerosol yang terdiri dari partikel debu, abu, garam, dan asap. Jenis aerosol yang dominan di udara yang mengakibatkan pencemaran




Pengertian pencemaran udara adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam udara dan atau berubahnya tatanan (komposisi) udara oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, sehingga kualitas udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (KEPMEN KLH No. 02/Men-KLH/I/1988). BAPEDAL (1999), mendefinisikan bahwa pencermaran udara adalah adanya kontaminasi atmosfir oleh gas, cairan atau limbah padat serta produk samping dalam konsentrasi dan waktu sedemikian rupa yang mengakibatkan gangguan, kerugian atau memiliki potensi merugikan terhadap kesehatan dan kehidupan manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan dan benda serta menciptakan ketidak nyamanan. Selain itu, dapat membahayakan daya penglihatan dan menghasilkan bau yang tidak menyenangkan. Pengertian lain dari KLH (1987), World Bank (1978), dan Canter (1977) menyatakan bahwa pencemara udara adanya atau masuknya satu atau lebih zat pencemar atau kombinasinya di atmosfir dalam jumlah dan waktu tertentu baik yang masuk ke udara secara alami maupun aktivitas manusia, yang dapat menimbulkan gangguan pada manusia, hewan, tumbuhan, dan terhadap harta benda atau terganggunya kenyamanan dan kenikmatan hidup dan harta benda. Pencemaran udara tidak mengenal secara tegas batas wilayah pengaruhnya, baik

di kota maupun di daerah-daerah lainnya

A.    Sumber Pencemaran Udara

Pencemaran udara disebabkan oleh sumber alami maupun oleh kegiatan manusia Sumber pencemar udara dibedakan menjadi pencemar primer dan sekunder.

a)     pencemar primer.

Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran.

b)     Pencemar sekunder

adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon dalam smog fotokimia adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder.Belakangan ini tumbuh keprihatinan akan efek dari emisi polusi udara dalam konteks global dan hubungannya dengan pemanasan global (global warming) yang mempengaruhi kegiatan manusia,seperti :

1.      Transportasi

2.     Industri

3.     Pembangkit listrik

4.     Pembakaran (perapian, kompor, furnace,[insinerator]dengan berbagai jenis bahan bakar

5.     Gas buang pabrik yang menghasilkan gas berbahaya seperti (CFC)

3.     Penyebab Pencemaran Udara

Sumber pencemaran udara berdasarkan pergerakannya dapat

dikelompokkan menjadi dua, yaitu (Krisnayya dan Bedi, 1986 dan Sutamihardja,

1985 KLH 1987 ):

1.      Sumber pencemaran yang tidak bergerak (industri, pemukiman, dan pembangkit tenaga listrik) yang menghasilkan unsur-unsur polutan ke atmosfirsebagai berikut : kabut asam, oksida nitrogen, CO, partikel- partikel padat, hidrogen sulfida (H2S), metil merkatan (CH3SH), NH3, gas klorin, H2S, flour, timah hitam, gas-gas asam, seng, air raksa, kadmium, arsen, antimon, radio nuklida, dan asap

2.      bergerak (kendaraan bermotor atau transportasi) yang menghasilkan CO, SO2, oksida nitrogen, hidrokarbon, dan partikel-partikel padat. Menurut Andrews (1972), penyebab pencemaran udara terbagi tiga kelompok, yaitu :

1.     Gesekan permukaan, seperti menggergaji, menggali, gesekan (gosokan) dari beberapa bahan (aspal, tanah, besi, dan kayu) yang membuang partikel padat ke udara dengan berbagai ukuran.

2.     Penguapan yang berasal dari cairan yang mudah menguap, seperti bensin, minyak cat, dan uap yang dihasilkan oleh industri logam, kimia dan lainnya.

3.     Pembakaran, seperti pembakaran bahan bakar fosil (minyak, solar, bensin, batubara, pembakaran hutan, dsb.). Pembakaran tsb. merupakan proses oksidasi sehingga menghasilkan gas-gas CO2, CO, SOx, NOx, atau senyawa hidrokarbon yang tidak terbakar dengan sempurna.

Selanjutnya, Hehanusa (1986), menjelaskan bahwa sumber pencemar udara terutama SOx dan NOx dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu dari alam, anthropogenik, dan campuran antara keduanya. Proses alam yang banyak menyebabkan peningkatan konsentrasi SOx dan NOx di udara adalah :

1.      Proses dekomposisi biologis,

2.      Kegiatan yang berhubunan dengan vulkanik,

3.     Aktivitas geotermal, dan

4.      Kilat atau petir.

Sumber pencemar anthropogenik

atau akibat aktivitas manusia adalah dipakainya secara besar-besaran bahan bakar fosil. Sumber pencemar campuran antara keduanya adalah pemakaian pupuk di bidang pertanian yang melalui proses biologis akan melepaskan SOx dan NOx ke udara dan pembakaran hutan.

A.    Dampak pencemaran udara terhadap kesehatan secara tidak langsung.

Pencemaran udara selain berdampak langsung bagi kesehatan manusia/individu, juga berdampak tidak langsung bagi kesehatan. Efek SO2 terhadap vegetasi dapat menimbulkan pemucatan pada bagian antara tulang atau tepi daun. Emisi oleh fluor (F), sulfur dioksida (SO2) dan ozon (O3) mengakibatkan gangguan proses asimilasi pada tumbuhan. Pada tanaman sayuran yang terkena/mengandung pencemar Pb mempunyai potensi bahaya terhadap kesehatan masyarakat apabila tanaman sayuran tersebut dikonsumsi oleh manusia.

B.    Pencemaran udara berdasarkan pengaruhnya terhadap gangguan kesehatan dibedakan menjadi 3 jenis :

1.     Irintasia. Biasanya polutan ini bersifat korosif, merangsang proses peradangan hanya pada saluran pernapasan bagian atas, yaitu saluran pernapasan mulai dari hidung hingga tenggorokkan. Misalnya sulfur dioksida, sulfur trioksida, amoniak, dan debu. Iritasi terjadi pada saluran pernapasan bagian atas dan juga dapat mengenai paru-paru itu sendiri.

2.     Asfiksia. Hal ini terjadi karena berkurangnya kemampuan tubuh dalam menangkap oksigen atau mengakibatkan kadar O2 menjadi berkurang. Keracunan gas karbon monoksida mengakibatkan CO akan mengikat hemoglobin, sehingga kemampuan hemoglobin mengikat O2 berkurang dan terjadilah asfiksia. Penyebabnya adalah gas nitrogen, oksida, metan, gas hidrogen dan helium.

3.     Anestesia. Bersifat menekan susunan syaraf pusat sehingga kehilangan kesadaran, misalnya aeter, aetilene, propan,e dan alkohol alifatis. Toksis. Titik tangkap terjadinya berbagai jenis, yaitu : menimbulkan gangguan pada sistem pembuatan darah, misalnya benzene, fenol, toluen dan xylene. Keracunan terhadap susunan syaraf, misalnya karbon disulfid, metil

Pengendalian Pencemaran Udara

1.      Usaha alam mengatasi udara tercema Alam secara diam-diam mengatasi udara yang sudah tercemar agar bahan pencemar dapat hilang,namun manusia perlu memperhatikan alam sekitarnya dan mengendalikannya agar bahan pencemar yang dihasilkan manusia sedikit mungkin masuk ke atmosfer bimi. Hal tersebut dikarenakan kemampuan alam mempunyai batas tertentu. Apabila bahan pencemar terlalu banyak di atmosfer mengakibatkan sisa bahan pencemar tidak dapat dilenyapkan dan lama kelamaan akan bertumpuk dan kemudian akan berdampak negatif terhadap manusia,tanaman, dan hewan.Bahan Pencemar yang berada di lapisan Troposfer mudah dibersihkan oleh alam dalam waktu relatif singkat, sedangkan bahan yang berada di lapisan Stratosfer memerlukan periode waktu yang panjang untuk melenyapkannya. Usaha lam utnuk menghilangkan bahan pencemar melalui :

a.       Angin

Angin mempunyai arah ,kecepatan serta bisa terjadi turbelensi.

b.     Sinar Matahari

Melalui Sinar Matahari akan terjadi proses fotokimia pada gas sehingga gas akan berubah bentuk menjadi partikulat. Partikulat-partikulat ini kemudian mengalami agregasi dan oleh pengaruh gaya berat, partikulat akan mengendap.

c.       Gaya Gravitas

Partikel yang berikuran kecil ,engalami agregasi.

d.      Kilat/Halilintar

Loncatan Potensial yang terjadi pada awan akan timbul kilat, melalui kilat ini partikel akan beralih bentuk,disamping itu melalui kilat akan terbentuk ozon dan kelak akan mengoksidasi partikel partikulat.

e.      Hujan

Air Hujan yang jatuh ke permukaan bumi akan menyertai debu/partikulat serta partikel

f.      Turbelensi Panas

Adanya turbelensi panas pada lapisan atmosfer/troposfer maka udara pada lapisan ini akan bergeser dan diganti oleh udara yang lain

Usaha manusia mengatasi udara tercemar

Udara yang sudah tercemar sulit bagi para ilmuwan untuk mengatasi udara yang sudah tercemar . Para ilmuwan hanya bisa menyarankan agar udara yang sudah tercemar. Para ilmuwan hanya bisa menyarankan agar udara yang sudah tercemar jangan bertambah bahan cemaran lagi. Saran yang diajukan oleh para ilmuwan perlu didukung oleh pengetahuan tentang udara bersih, pengetahuan tentang udara kotor ; pengetahuan tentang batas emisi; pengetahuan standar kontrol; alat ukur jumlah emisi,kualitas udara;pengetahuan praktis tentang cara-cara mengurangi bahan polutan emisi ke atmosfer; pengecekan kadar gas, partikulat di dalam atmosfer setiap bulan sekali untuk mengetahui apakah ada kenaikan kadar gas/partikulat. Maka sudah seharusnya manusia menjaga lingkungannya agar tidak terjadi pencemaran di udara. Kita harus memiliki sikap pengendalian diri yaitu dapat mengendalikan diri kita untuk menjaga lingkungan,membersihkan lingkungan kita mengupayakan agar lingkungan tidak tercemar dengan cara membuang sampah di tempatnya, jangan merokok di sembarang tempat, menggunakan mobil pribadi maksimal 10 tahun , dan penanaman hutan dll.

 

Mind Mapping Pencemaran Udara


 

SUMBER REFERENSI

(Farida, 2004)

Farida. (2004). PENCEMARAN UDARA DAN PERMASALAHANNYA. 2004 Farida , 1-16.

Diakses 19 Mei 2022

https://rudyct.com/PPS702-ipb/09145/farida.pdf

 

(Megalina, 2015)

Megalina, Y. (2015). PENGARUH PENCEMARAN UDARA DI DAERAH TERMINAL AMPLAS BAGI KEHIDUPAN. JURNAL Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 21 Nomor 79 Tahun XXI Maret 2015, 94-101.

Diakses 19 mei 2022 https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/jpkm/article/viewFile/4832/4258