.

Tampilkan postingan dengan label @V11-IWAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @V11-IWAN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Mei 2022

INDUSTRIALISASI DAN DAMPAKNYA TERHADAP LINGKUNGAN

 INDUSTRIALISASI DAN DAMPAKNYA TERHADAP LINGKUNGAN

OLEH : IWAN SETIAWAN (@V11-IWAN)

 

A. PENDAHULUAN

meningkatnya jumlah angka kehidupan dan kebutuhan akan barang konsumsi hasil manufaktur akibat dari pergeseran gaya hidup dan cara setiap manusia hidup mendorong melesatnya industrialisasi DAN pembangunan masal yang terjadi di dunia. Pembangunan merupakan upaya sadar untuk mengelola dan memanfaatkan sumberdaya alam guna meningkatkan mutu kehidupan rakyat. Sumberdaya alam yang tersedia tidaklah tak terbatas baik dalam jumlah maupun kualitasnya, sedangkan kebutuhan akan sumberdaya tersebut makin meningkat sebagai akibat meningkatnya jumlah penduduk serta meningkatnya kebutuhan. Sejalan dengan itu daya dukung lingkungan dapat terganggu dan kualitas hidup dapat menurun.

Dengan semakin meningkatnya perkembangan industri, baik industri migas, pertanian, maupun industri non migas lainnya, maka semakin meningkat pula tingkat pencemaran lingkungan yang meliputi perairan, udara dan tanah yang disebabkan oleh hasil buangan industri-industri tersebut. Untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh perkembangan industri tersebut perlu dilakukan upaya pengendalian pencemaran lingkungan, salah satunya yaitu dengan menetapkan baku mutu lingkungan.

 

B. INDUSTRIALISASI

Industrialisasi berarti proses pengembangan industri yang mengarah kepada dominasi sektor tersebut dalam kehidupan struktur ekonomi masyarakat. Industri banyak membawa perubahan dalam kehidupan sosial, salah satu yang sering dijadikan acuan adalah adanya peningkatan pendapatan penduduk sehingga fasilitas kehidupan kelihatan semakin baikk bahkan dibeberapa kasus menunjukkan kemewahan.

Sebagai upaya peningkatan efisiensi dalam dunia ekonomi maka proses industrialisasi akan memanfaatkan sebanyak mungkin sumberdaya kemudian diolah semaksimal mungkin sehingga bahan buangan yang dikeluarkan oleh suatu industri umumnya menjadi amat pekat dan berbahaya bagi lingkungan disekitarnya. Berbagai jenis bahan buangan bahkan juga hasil produksi suatu industri tidak mungkin lagi dicerna oleh alam dengan sistem biologisnya sehingga tetap merupakan racun yang semakin tinggi konsentrasinya. Bahkan buangan industri jelas merupakan sumber ancaman kesehatan masyarakat yang ada disekitarnya, bahkan bahaya buangan industri bisa berakibat buruk lebih luas lagi mencapai skala regional, nasional bahkan internasional tergantung kuat dan luasnya penyebaran bahan buangan berbahaya itu.

 

C. DAMPAK POSITIF INDUSTRIALISASI

1. MENINGKATKAN PENDAPATAN NATIONAL

Industrialisasi memungkinkan negara-negara mengoptimalkan sumber daya mereka yang mulai berkurang. Industrialisasi meningkatkan kuantitas dan kualitas akan barang-barang yang diproduksi suatu perusahaan. Inilah yang membuat kontribusi lebih besar pada produk nasional bruto atau Gross National Product (GNP).

 2. STANDAR HIDUP YANG LEBIH TINGGI

Dalam masyarakat industri, tenaga kerja lebih berharga. Apabila produktivitas lebih tinggi maka pendapatan individu meningkat.

3. STABILITAS EKONOMI

Negara yang bergantung pada produksi dan ekspor bahan mentah saja tidak dapat mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang cepat. Permintaan yang terbatas dan fluktuatif akan produk pertanian dan bahan mentah didukung ketidakpastian alam akan menghambat kemajuan ekonomi. Kemajuan ekonomi yang terhambat mengarah pada ekonomi yang tidak stabil atau tidak aman.

4. MENINGKATKAN NERACA PEMBAYARAN

Industrialisasi mengubah pola perdagangan luar negeri di dalam suatu negara. Peningkatan ekspor barang-barang manufaktur lebih menguntungkan dalam valuta asing. Pada saat yang sama memproses bahan mentah di dalam negeri akan membatasi impor barang sehingga menghemat devisa. Dampak orientasi ekspor dan substitusi impor dari industrialisasi membantu meningkatkan neraca pembayaran.

5. MENSTIMULASI KEMAJUAN SEKTOR LAIN

Industrialisasi mendorong kemajuan sektor-sektor ekonomi lainnya. Perkembangan pada satu industri berdampak pada pengembangan dan perluasan industri terkait.

6. PENINGKATAN PELUANG KERJA

Industrialisasi memberikan peningkatan kesempatan kerja di industri skala kecil dan besar. Industri menyerap pekerja yang menganggur dan pengangguran dari sektor pertanian sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat.

 

D. DAMPAK INDUSTRIALISASI TERHADAP PENCEMARAN LINGKUNGAN, SERTA KESEHATAN MASYARAKAT

Kondisi diberbagai negara industri akibat proses industrialisasi, khususnya didalam periode keemasan industri, yang berhasil menghantar penduduk di negeri itu secara berubah menjadi semakin kaya ternayata juga mengalami perubahan-perubahan dalam kesehatan masyarakatnya. Pola penyakit di negara kaya tersebut bergeser ke penyakit non-infeksi seperti penyakit pembuluh darah dan jantung, degenerasi, hormonal, alergi, keganasan, gangguan kehamilan, dan penyakit khronis lainnya. Di samping itu gangguan kesehatan yang semula banyak mengganggu aspek fisik juga perlahan bergeser ke penyakit jiwa/psikis, seperti neoritis, psikosis, dan neuropathi. Penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang lainnya serta kenakalan remaja semakin meningkat. Pola penyakit semacam itu tentu, memerlukan sistem pelayanan kesehatan yang berbeda.

Efek negatif industrialisasi di Indonesia sudah semakin menampak bukan saja pada skala lokal bahkan sudah luas lagi. Kasusu pencemaran sungai dibeberapa tempat yang menjadi sumber air minum warga kota telah sampai ketitik rawan hanya karena ulah beberapa industri multi nasional yang kurang bertanggung jawab dalam mengelola limbahnya, begitula kasus pencemaran udara di zone industri semen telah mencapai titik kritis dimana diwilayah itu sekitar 60% penduduknya mengeluh gangguan pernafasan dibanding daerah kontrol yang hanya 30% belum lagi gangguan penyakit saluran pernafasan dalam bentuk bronchitis khronis dan penurunan faal parunya dalam bentuk kelainan obstruksi (Amsyari, 1997). Reaktor nuklir yang telah dioperasikandi Indonesia walau ukurannya kecil juga dilaporkan memberi perubahan pada kadar radioaktif disekitarnya dan diperkirakan memberi efek fertilitas penduduk (Indradjit, 1986). Kasus penyakit khronis dirumah sakit besar di Kota Ambon yang berkaitan dengan pencemaran juga meningkat begitu pula kasus keracunan oleh pestisida (Amsyari dan Pariani, 1994). Kasus-kasus tersebut hanya merupakan contoh dan dikuatirkan merupakan puncak gunung es yang sesungguhnya besar tapi belum kelihatan secara penuh. Hal ini memberi indikasi kuat bahwa efek negatif industrialisasi telah muncul disamping fakta lain yakni perubahan kondisi ekosistem secara umum.

 

E. USAHA UNTUK MENGURANGI PENCEMARAN INDUSTRI

1. SENTRALISASI KAWASAN INDUSTRI

Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dengan mengadakan kawasan industri ditinjau dari pencegahan pencemaran antara lain:

  • Pengendalian dan pengawasan pencemaran lebih mudah;
  • Dapat dilakukan pengolahan bahan buangan secara serentak;
  • Tidak/kurang mencemari daerah pemukiman.
  • Penentuan lokasi kawasan industri disesuaikan dengan tata guna tanah dan beberapa faktor yang perlu untuk dipertimbangkan yaitu:
  • Jalur transportasi;
  • Tersedianya sarana dan prasarana misalnya penyediaan air baku untuk proses, tempat pembuangan sampah industri, tempat pengolahan limbah cair, tempat pembakaran sampah.
  • Disesuaikan dengan master plan. Agar memperoleh pengendalian dan pengawasan pencemaran, maka untuk ini diperlukan pengaturan lokasi bagi industri yang sejenis

2. PENNGELOLAAN LIMBAH

3. PENERAPAN REGULASI DAN OPERASIONAL YANG KETAT

4. BUDAYA INDUSTRI SUSTAINABILITY

Kesadaran akan pengelolaan sumberdaya yang suatu saat akan habis dan limbah residu yang mencemari lingkungan akan mendoroong pelaku industri untuk terus memperbaiki operasiinya dan menciptakan pemikiran sustainability dimana setelah mengeruk sumberdaya dari alam turut juga melestarikan dan menjaga alam tersebut untuk kembali sehat.

Daftar pustaka :

Muliani, A., & Rijal, M. (2018). Industrialisasi, Pencemaran Lingkungan dan Perubahan Struktur Kesehatan Masyarakat. Biosel: Biology Science and Education7(2), 178-184.

Ridwan, I. R. (2010). Dampak industri terhadap lingkungan dan sosial. Jurnal Geografi Gea7(2).

Rosyanti, N. M., Kuswana, D., & Dewi, R. (2017). Dampak Industrialisasi Terhadap Kehidupan Masyarakat. Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam2(1), 20-40.

Adack, J. (2013). Dampak pencemaran limbah pabrik tahu terhadap lingkungan hidup. Lex Administratum1(3).

Astuti, T., Parenta, T., & Paddu, H. (2014). Peranan Kegiatan Industri Pengolahan Terhadap Pencemaran Lingkungan di Sulawesi Selatan. Jurnal Analisis, Juni3(1), 49-56.


Senin, 04 April 2022

FAKTA-FAKTA IKATAN KIMIA


OLEH : IWAN SETIAWAN (@V11-IWAN)


1. Unsur non logam mereka lebih stabil sebagai molekul 2, mereka tidak berada sebagai atomnya. Pada unsur non logam ada orbital pada sub kulit terluar yang belum terisi penuh oleh elektron.

Contoh :

H2 O2 N2 Stabil

H, O, Atau N Tidak Stabil

 

2. Unsur gas mulia merupakan kebalikan dari unsur non logam dimana mereka lebih stabil sebagai atomnya. Karena pada unsur gas mulia semua orbital kulit terluarnya terisi penuh oleh elektron.

Contoh :

He, Ne, Ar, Kr, Xe, Rn

 

3. Di alam, semua atom berusaha untuk menjadi stabil, proses penyetabilan tersebut meliputi upaya berpasangan melalui pembentukan ikatan yang disebut ikatan kimia.

Ada 2 cara suatu ikatan terbentuk,

a. Transfer electron, terjadi antara atom yang mudah melepas electron dan menangkap electron

Contoh

Na dengan cl menjadi nacl

11Na (2, 8, 1) ---> Na+ (2,8) + e

17Cl (2, 8, 7) + e --> Cl- (2, 8, 8)

b. Pamakaian bersama pasangan elektron, terjadi ketika salahsatu atau kedua atom sulit untuk menangkap elektron

Contoh

17Al (2, 8, 3) dengan Cl dalam AlCl3

 

Jenis ikatan kimia

4. Ikatan ionik = ikatan elektrovalen,

Ikatan ini terjadi ketika 2 atom dimana salah satunya mudah melepaskan atom yang energy ionisasinya kecil, logam golongan 1a dan 2 a merupakan kelompopk yang memiliki energi ionisasi kecil. Kemudian atom lainya merupakan atom yang mudah menangkap elektron dan memiliki afinitas elektron yang besar. Kelompok dg afinitas besar antara lain : non logam golongan 6a dan 7a

 

Contoh :

11Na (2, 8, 1) ---> Na+ (2,8) + E

17cl (2, 8, 7) + e --> Cl- (2, 8, 8)

Na + Cl --> na+ + Cl- (=nacl)

Senyawa dengan ikatan ionik disebut senyawa ionik, karna terbentuk dari gaya tarik elektrostatik yang kuat menyebabkan senyawa ionik memiliki titik leleh yang tinggi. Senyawa ionik juga mempunyai bentuk kristal tanent.

 

5. Ikatan kovalen

Ikatan ini dapat terjadi pada :

a. Antara atom non logam : HCL H2O

b. Antara logam dan non logam ketika logamnya sulit untuk melepas elektron (potensial ionisasi besar). Proses nya merupakan pemakaian bersama pasangan elektron yang berasal dari kedua atom. Ketentuan okta lewis

Contoh

H2

H • + • H --> H : H elektron berikatan menjadi 1 pasang elektron, digunakan oleh 2 atom h. Dengan begitu molekul h2 terdiri dari 1 pasang elektron

Senyawa yang terbentuk karena ikatan kovalen disebut senyawa kovalen, karna terbentuk dari ikatan yang lemah senyawa ini memiliki titik leleh yang rendah.

 

6. IKATAN KOVALEN KOORDINASI

Prinsipnya adalah, pemakaian bersala salahsatu elektron yang berkoordinasi yang hanya berasal dari salah satu pihak.

Contoh : SO2

16S (2, 8, 6) 8O (2, 6)

S & 6e + 2 O 6e --> 

Ditulis O = S --> O.  --> diartikkan sebagai koordinasi.

H3O


 7. SENYAWA KOVALEN POLAR DAN NON POLAR

Senyawa kovalen nonpolar adalah senawa diana selisih keelektronegatifan molekulnya = 0 dan tidak terjadi pemisahan kutub. Tidak memiliki kutub, terbentuk dari atom yang sama. Contoh H2

Senyawa kovalen polar adalah senyawa yang memiliki selisih keelektronegatifan molekul tidak = 0dan terjadi pemisahan kutub positif negatifnya.

 

8. Ciri senyawa polar atau non polar :

a. jika atom penyusun sejenis, sifatnya pasti non polar

b. tak sejenis sipatnya polar.

c. terdiri lebih dari 2 atom, non polar jika atom pusat tidak mempunyai pasangan elektron bebas. Polar jika atom pusatnya mempunyai pasangan elektron bebas.

d.  Bentuk molekul kovalen nonpolar adalah simetris

e. bentuk molekuk kovalen nonpolar adalah asimetri

f. semakin besar beda keelektro negatifanya sifatnya makin polar.

 

9. IKATAN HIDROGEN

Suatu senyawa jika memiliki berat molekul yang besar titik didihnya semakin tinggi. Tetapi ada penyimpangan pada senyawa senya hidrogen 5A, 6A, 7A. adanya ikatan hidrogen membentuk makromolekul dimana memiliki titik didih yang lebih tinggi.

Anomali ini disebabkan molekul-molekul  dapat berikatan dengan sesama molekulnya membentuk makro molekuk melalui ikatan hidrogen.

 

10. IKATAN HIDROGEN TERJADI PADA MOLEKUL KOVALEN NON VOLAR

Merupakan ikatan antara atom H (yang merupakan kutub + dari suatu molekul dengan atom atom berkutub negatif dari molekul lain.

 


Selasa, 29 Maret 2022

EVOLUSI KONSEP ATOM DAN PENGENALAN TABEL PERIODIK UNSUR

 

OLEH : IWAN SETIAWAN (@V11-IWAN)

 

ATOM

Konsep tentang atom pertama sekali dicetuskan oleh Demokritus, menurut Demokritus semua dapat dipecahkan menjadi partikel terkecil, dimana partikel-partikel tidak bisa lagi dibagi lebih lanjut disebut atom. Atom berasal dari kata atomos, (a: tidak, tomos: memotong), tidak dapat dipotong atau tidak dapat dibagi.

1.      MODEL ATOM DALTON  (1760-1844)

Menurut model atom ini, atom merupakan bola pejal yang tidak bermuatan. Selain itu, menurut teori atom ini, atom merupakan kesatuan terkecil yang tidak bisa dibagi-bagi lagi.

Atom suatu unsur sama segala sifatnya, sedangkan atom dari unsur yang berbeda maka berlainan dalam massa dan sifatnya. Setiap atom dapat membentuk molekul dan senyawa. SelanjuTnya beliau juga menegaskan bahwa suatu reaksi kimia hanya melibatkan penata ulang atom-atom, sehingga tidak ada atom yang berubah akibat reaksi kimia.


2.      MODEL ATOM THOMPSON

odel atom Thompson berbentuk seperti roti kismis. Hal itu dikarenakan atom merupakan bola padat bermuatan positif dengan partikel negatif (elektron) yang tersebar didalamnya. Selain itu, muatan positif dan negatif pada atom tersebut jumlahnya sama. Model atom ini dibuktikan dengan penelitian Thomson yang menggunakan sinar tabung katoda. Menurut JJ thompson atom memiliki muatan positif yang terbagi merata keseluruh isi atom. Muatan ini dinetralkan oleh elektron-elektron yang tersebar diantara muatan tersebut. Keadaannya mirip roti kismis, dimana elektron diumpamakan sebagai kismis yang tersebar dalam seluruh bagian dari roti.


3.      MODEL ATOM RUTHERFORD

Model atom Rutherford dikemukakan oleh Ernest Rutherford pada tahun 1911. Dalam teori atom ini, setiap atom mengandung inti atom yang bermuatan positif dengan elektron yang mengelilingi dalam lintasannya. Selain itu, massa atom ini terpusat di inti atom dan sebagian besar volume atom tersebut merupakan ruang hampa, dikutif dari akupintar.id teori oleh rutherford dibuktian dari hasil percobaan penembakan logam oleh sinar alpha, yang dikenal juga dengan Percobaan Geiger-Marsden.


4.      MODEL ATOM BOHR

Model atom Bohr dicetuskan oleh Niels Bohr dan Ernest Rutherford pada tahun 1913. Dalam model atom Bohr, dinyatakan bahwa atom terdiri dari inti atom yang mengandung proton dan neutron dan dikelilingi oleh elektron yang berputar dalam orbitnya (tingkat energi tertentu). Orbit ini dikenal sebagai kulit atom. Beberapa ringkasa hukup Niehls Bohr tentang atom :

a.      Atom memiliki inti atom yang berisi proton, dan beredar di sekitarnya elektron elektor

b.      elektron beredar mengelilingi inti atom dan memiliki orbit masing masing

c.      Sepanjang elektron berada dalam lintasan stasioner energi akan konstan, sehingga tidak ada cahaya yang dipancarkan.

d.      Elektron hanya dapat berpindah dari lintasan stasioner yang lebih rendah ke yang lebih tinggi jika menyerap energi. Dan sebaliknya, jika elektron berpindah dari lintasan stasioner yang tinggi ke yang rendah terjadi pembebasan energi

 

5.      ATOM MEKANIKA KUANTUM

Kegagalan teori atom Bohr dalam menerangkan spektra atom hidrogen dalam medan magnet dan medan listrik, mendorong Erwin Schrodinger mengembangkan teori atom yang didasarkan pada prinsipprinsip mekanika kuantum. Teori atom mekanika kuantum mirip dengan yang diajukan oleh model atom Bohr, yaitu atom memiliki inti bermuatan positif dikelilingi oleh elektron-elektron bermuatan negatif. Perbedaannya terletak pada posisi elektron dalam mengelilingi inti atom

keberadaan elektron-elektron dalam mengelilingi inti atom berada dalam orbit dengan jarak tertentu dari inti atom, yang disebut jari-jari atom, Menurut teori atom mekanika kuantum, posisi elektron dalam mengelilingi inti atom tidak dapat diketahui secara pasti sesuai prinsip Ketidakpastian Heisenberg. Oleh karena itu, kebolehjadian (peluang) terbesar ditemukannya elektron berada pada orbit atom tersebut. Dengan kata lain, orbital adalah daerah kebolehjadian terbesar ditemukannya elektron dalam atom.

Menurut model atom mekanika kuantum, gerakan elektron dalam mengelilingi inti atom memiliki sifat dualisme sebagaimana diajukan oleh de Broglie. Oleh karena gerakan elektron dalam mengelilingi inti memiliki sifat seperti gelombang maka persamaan gerak elektron dalam mengelilingi inti harus terkait dengan fungsi gelombang. Dengan kata lain, energi gerak (kinetik) elektron harus diungkapkan dalam bentuk persamaan fungsi gelombang.

 

SISTEM PERIODIK UNSUR

Tabel periodik adalah suatu bentuk tabel yang berisi susunan unsur- unsur kimia berdasarkan nomor- nomor atom yang dimilikinya. Nomor atom yang tersusun tersebut berisi sejumlah proton dalam konfigurasi elektron tertentu dengan kesamaan sifat yang dimiliki unsur kimia. Tabel periodik terbagi dalam empat blok, yaitu blok s, p, d, dan f. Dalam satu periode atau baris, di bagian kiri itu menunjukan sifat logam, sedangkan bagian kanan untuk menunjukan sifat non logam.

Jenis Pengelompokan Sistem Periodik Unsur

Pengelompokan unsur hingga kesusunan saat ini melalui banyak evaluasi dan pendapat para ahli. Berikut beberapa pengelompokan unsur menurut para ahli :

a.      Pengelompokkan Unsur menurut Antoine Lavoisier

Aristokrat dan ahli kimia Prancis Antoine Laurent Lavoisier adalah tokoh yang sangat penting dalam sejarah kimia, yang temuannya setara dengan dampak penemuan Isaac Newton pada bidang fisika. Buku Lavoisier yang paling terkenal, Traité élémentaire de chimie, diterbitkan pada tahun 1789 oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Prancis yang elite, dapat dianggap sebagai buku teks kimia modern pertama dan berisi teori tentang sifat unsur-unsur di alam.  Melalui bukunya ini Lavoisier menjadi pembuka jalan atas penemuan-penemuan unsur-unsur kimia dan cikal bakal tabel unsur periodik. Ia juga berhasil mempublikasikan daftar 33 unsur, di mana semua unsur dikelompokkan berdasarkan sifat logam, non-logam, gas, dan tanah

 

b.      Pengelompokan Unsur Menurut Johann Wolfgang Dobereiner

Setelah Lavoisier, pada tahun 1829 seorang ahli kimia Jerman bernama Johann Dobereiner (1780–1849), menempatkan unsur-unsur kimia dalam tiga kelompok yang disebut triad.  Dobereiner mengelompokkan unsur-unsur di mana dalam satu triade yang disusun berdasarkan massa atomnya, unsur kedua setiap trade merupakan massa rata-rata dari unsur pertama dan ketiga.  Salah satu triad tersebut adalah lithium, natrium, dan kalium. Sistem Triade ini didasarkan pada sifat fisik dan kimia suatu unsur.  Dobereiner menemukan bahwa massa atom dari ketiga elemen ini, serta triad lainnya, membentuk sebuah pola. Hukum Dobereiner kemudian dikenal dengan Hukum Triade atau Hukum Triad.


c.      Pengelompokan Unsur Menurut John Newlands

John Newlands adalah seorang kimiawan asal Inggris. Ia mengelompokkan unsur-unsur periodik kimia berdasarkan kenaikan massa atom. Newlands menyimpulkan bahwa sifat kimia dan fisika suatu unsur akan berulang setiap interval kedelapan. Contohnya adalah unsur kedelapan akan memiliki sifat yang mirip dengan unsur pertama, sedangkan unsur kesembilan akan memiliki sifat yang mirip dengan unsur kedua, dan seterusnya.  Newlands menyebut peraturan ini dengan istilah Hukum Oktaf karena menyerupai periodisitas oktaf musik.  Tabel pengelompokan unsur-unsur periodik menurut Newlands adalah sebagai berikut:


d.      Pengelompokan Unsur Menurut Dmitri Mendeleev

Setelah Newlands, tabel unsur periodik disempurnakan oleh Dmitri Mendeleev. Ia adalah seorang ahli kimia asal Rusia. Mendeleev mengembangkan klasifikasi periodik unsur kimia dan menempatkan unsur-unsur yang memiliki kemiripan sifat secara vertikal dan kemudian disebut golongan, dan menempatkan unsur-unsur yang disusun berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya secara horizontal yang kemudian disebut periode.  Sistem ini menyatakan ketika semua unsur kimia yang diketahui disusun menurut kenaikan berat atom, tabel yang dihasilkan menunjukkan pola berulang, atau periodisitas, sifat-sifat dalam kelompok unsur.  Dalam versi tabel unsur periodik tahun 1871 yang diciptakan, ia meninggalkan celah di tempat-tempat di mana ia percaya unsur-unsur yang belum ditemukan saat itu akan menemukan tempat dalam tabel periodik kimia.  Dia bahkan meramalkan kemungkinan sifat dari tiga elemen potensial. Bukti selanjutnya dari banyak ramalannya dalam masa hidupnya membawa ketenaran Mendeleev sebagai pendiri hukum periodik unsur kimia. Tabel Pengelompokkan unsur-unsur periodik menurut Mendeleev adalah sebagai berikut:


e.      Pengelompokkan Unsur Menurut Henry Moseley

Setelah ditemukan adanya struktur atom yaitu partikel penyusun atom yang terdiri dari Proton, Elektron, dan Neutron, di mana elektron mengitari neutron dan proton yang berada di inti atom. Dikenal sebagai hukum Moseley, penemuan mendasar tentang nomor atom ini merupakan tonggak sejarah dalam memajukan pengetahuan tentang atom.  Pada tahun 1914 Moseley menerbitkan sebuah makalah di mana ia menyimpulkan bahwa nomor atom adalah jumlah muatan positif dalam inti atom. Dia juga menyatakan bahwa ada tiga unsur yang tidak diketahui, dengan nomor atom 43, 61, dan 75, antara aluminium dan emas.  Henry Moseley mengemukakan pentingnya nomor atom, dalam penempatan unsur-unsur pada tabel periodik, dan kemudian Moseley memperbaharui tabel unsur periodik milik Mendeleev.  Tabel periodik menurut Moseley inilah kemudian dikembangkan hingga menjadi tabel unsur periodik yang saat ini kita gunakan dan kita temui di pelajaran kimia, seperti di bawah ini.

 



Sumber :

https://akupintar.id/info-pintar/-/blogs/perkembangan-model-atom-dalton-thompson-rutherford-bohr-dan-mekanika-kuantum#:~:text=Model%20atom%20yang%20paling%20sederhana,tidak%20bisa%20dibagi%2Dbagi%20lagi.

 https://www.gramedia.com/literasi/tabel-periodik/#Pengertian_Tabel_Periodik

 https://www.zenius.net/blog/materi-kimia-sistem-periodik-unsur

 Sunarya, Y., & Agus, S. (2007). Mudah dan Aktif Belajar Kimia. PT Grafindo Media Pratama.


Senin, 21 Maret 2022

MEMAHAMI DASAR KESETIMBANGAN KIMIA

 MEMAHAMI DASAR KESETIMBANGAN KIMIA

OLEH : IWAN SETIAWAN (@V11-IWAN)

 

Pendahuluan

Kesetimbangan kimia merupakan kondisi saat kedua reaktan serta produk muncul dalam konsentrasi yang tidak mempunyai kecenderungan lebih lanjut guna berubah seiring berjalannya waktu. Ilmuwan awal yang mencetuskan gagasan kesetimbangan dalam ilmu Kimia merupakan Berthollt, kala menjadi penasihat Napoleon di Mesir (respon kesetimbangan bisa diselidiki dalam 2 arah). Kesetimbangan kimia berlangsung pada reaksi kimia yang reversibel. Reaksi reversibel merupakan reaksi yang di mana produk reaksi bisa bereaksi balik membentuk reaktan. Kesetimbangan kimia tercapai pada saat laju reaksi maju sama dengan laju reaksi balik serta konsentrasi dari reaktan- reaktan serta produk- produk tidak berganti lagi.

 

A.     REAKSI REVERSIBLE DAN REAKSI IREVERSIBLE

Menurut Erti Suherti SSi. Dkk, Reaksi kimia terdapat 2 jenis reversibel (sanggup balik) serta irreversibel (satu arah). Pada reaksi pembakaran, hasil pembakaran tidak bisa diganti menjadi zat semula (pereaksi). Reaksi serupa ini digolongkan sebagai reaksi yang tidak bisa balik (berlangsung satu arah/ berkesudahan) ataupun disebut reaksi irreversibel. Kebalikan dari reaksi tersebut merupakan reaksi reversibel ialah reaksi yang arahnya bolak- balik ataupun berlangsung 2 arah. Pada reaksi reversibel zat- zat hasil reaksi bisa silih bereaksi kembali sebagai zat pereaksi.

 

B.     MAKNA KESETIMBANGAN DINAMIS

Jika pada suatu reaksi, zat-zat akibat reaksi tidak bisa bereaksi kembali sebagai pereaksi maka dianggap reaksi satu arah.

 contoh:

Pembakaran metana berlangsung pada satu arah. Persamaan reaksinya:

CH4(g) + 2O2(g) → CO2(g) + 2H2O(g)

Jika hasil reaksi (CO2 + H2O) direaksikan lagi, tidak akan membuat

pereaksi kembali (CH4 + O2), namun menjadi H2CO3.

Fenomena ini memberikan fakta bahwa reaksi di atas merupakan reaksi satu arah atau reaksi yg tidak dapat kembali (irreVersible). Jika dalam suatu reaksi akibat-yang akan terjadi reaksi dapat membentuk pereaksi lagi maka dianggap reaksi dapat balik (reversible).

 Contoh reaksi reversible:

Jika gas N2 serta gas H2 direaksikan pada reaktor tertutup akan

terbentuk gas NH3. Persamaannya:

N2(g) + 3H2(g) → 2NH3(g)

Gas NH3 yg terbentuk bisa diuraikan kembali MENJADI pereaksi.

Persamaannya:

2NH3(g) → N2(g) + 3H2(g)

 

Contoh diatas menunjukkan bahwa reaksi yang bisa kembali (reersible) atau reaksi dua arah. Suatu reaksi dapat digolongkan ke pada reaksi kesetimbangan dinamis (equilibrium reaction) Jika reaksi yg bisa kembali (reversible) berlangsung menggunakan Kecepatan yg sama, baik kecepatan ke arah hasil reaksi juga kecepatan ke arah pereaksi dan reaksinya tidak bergantung pada ketika

Menurut yayan suryaha dan agus setiabudi dalam bukunya yang berjudul mudah dan aktif belajar kimia, pada sistem kesetimbangan dinamis, reaksi yang menuju hasil reaksi dan reaksi yang menuju pereaksi berlangsung secara bersamaan dengan laju yang sama sehingga konsentrasi masing-masing zat pada sistem kesetimbangan tidak berubah.

Keadaan kesetimbangan dinamis dapat dianalogikan sebagai seseorang yang berjalan pada eskalator, tetapi arahnya berlawanan dengan arah eskalator. Eskalator bergerak ke bawah serta orang tersebut bergerak ke atas menggunakan kecepatan yg sama. Akibatnya, orang tersebut seperti berjalan di tempat. Secara makrokospik, kedudukan orang tersebut tidak berubah karena tidak bergeser asal posisinya, tetapi secara mikroskopik terjadi perubahan terus menerus,

 

 

  Persamaan kimia untuk reaksi kesetimbangan dinyatakan dengan dua arah anak panah, misalnya pada reaksi pembentukan amonia, persamaan kimianya ditulis sebagai berikut.

N2(g) + 3H2(g) ⇄  2NH3(g) atau 2NH3(g) ⇄  N2(g) + 3H2(g)

lihat reaksi pembentukan belerang trioksida berikut.

2SO2(g) + O2(g) ⇄  2SO3(g)

Jika konsentrasi masing-masing zat dalam sistem kesetimbangan itu diukur. Kemudian hasilnya dituangkan ke dalam bentuk grafik hubungan antara konsentrasi zat dan waktu reaksi maka kurva yang terbentuk seperti :

 

 

 

 C.     HUKUM KESETIMBANGAN KIMIA DAN KETETAPAN KIMIA

Dikutip dari buku paket keahlian kimia kesehatan SMK yang di tulis oleh Erti Suherti S.Si. Menurut hukum Cato Guldberg dan Waage : “Dalam keadaan kesetimbangan pada suhu tetap, maka hasil kali konsentrasi zat-zat hasil reaksi dibagi dengan hasil kali konsentrasi pereaksi yang sisa di mana masing- masing konsentrasi itu dipangkatkan dengan koefisien reaksinya adalah tetap.”

Jika reaksi kesetimbangan dinyatakan sebagai :

xA + yB ⇄ pC + qD

maka hubungan antara konsentrasi pereaksi dan produk reaksi dapat dirumuskan sebagai berikut:

Dimana Q adalah kuotion reaksi.

Pada keadaan setimbang, nilai Q adalah tetap dan inilah yang dikenal sebagai tetapan kesetimbangan Kc (subscrib c menyatakan konsentrasi). Jadi tetapan kesetimbangan Kc dirumuskan sebagai berikut :

Meramalkan apakah reaksi telah setimbang atau belum.

Untuk suatu set nilai konsentrasi zat-zat pereaksi dan produk reaksi, dapat diramalkan apakah reaksi telah mencapai kesetimbangan atau belum. Hal ini dilakukan dengan membandingkan kuotion reaksi (Q) dan tetapan kesetimbangan (Kc).

Q < Kc

Reaksi berlangsung ke arah produk/ kanan

Q > Kc

Reaksi berlangsung ke arah reaktan/ kiri

Q = Kc

Reaksi setimbang

 

 

SUMBER :

Sunarya, Y., & Agus, S. (2007). Mudah dan Aktif Belajar Kimia. PT Grafindo Media Pratama.

Suherti, E. (2016). Guru pembelaran : Modul paket keahlian kimia kesehatan sekolah menengah kejuruan (1st ed.). DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN.

Kesetimbangan Kimia. Studio Belajar. (2016). Retrieved 21 March 2022, from https://www.studiobelajar.com/kesetimbangan-kimia/.

Edra, R. (2021). Kesetimbangan Kimia: Jenis-Jenis, Persamaan Reaksi, dan Tetapan | Kimia Kelas 11. Ruangguru.com. Retrieved 21 March 2022, from https://www.ruangguru.com/blog/kesetimbangan-kimia-jenis-jenis-reaksi-dan-tetapan.


Senin, 14 Maret 2022

TERMODINAMIKA DAN HUKUM - HUKUMNYA OLEH : IWAN SETIAWAN (@V11-IWAN)

 

TERMODINAMIKA DAN HUKUM - HUKUMNYA 

OLEH : IWAN SETIAWAN (@V11-IWAN)


A. KONSEP DASAR TERMODINAMIKA

Menuru DRA. Hartatiek Dalam bukunya yang berjudul Termodinamika, Termodinamika didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan empiris yang berusaha mendapatkan rumusan dan kaitan-kaitan antara besaran fisis tertentu yang menggambarkan perilaku zat akibat pengaruh kalor. Dalam buku itu ditulis juga bahwa termodinamika adalah ilmu pengetahuan yang didasarkan pada eksperimen (empiris). Koordinat makroskopik yang digunakan untuk menggambarkan perilaku zat jumlahnya tidak besar, misal-nya tekanan, suhu, volume, dan komposisi. Koordinat ini memiliki ciri umum: (1) tidak menyangkut pengandaian khusus, (2) dapat diterima indera sacara langsung, dan (3) dapat diukur langsung.

Menurut Paken Pandiangan, S.Si, M.Si, dan Drs. Didi Teguh Chandra, M.Sc, ermodinamika adalah ilmu tentang energi, yang membahas tentang hubungan antara energi panas dengan usaha. Seperti telah diketahui bahwa energi di alam dapat terwujud dalam berbagai bentuk, misalnya energi panas dan kerja, yaitu energi kimia, energi listrik, energi nuklir, energi gelombang elektromagnet, dan energi akibat gaya magnet. Drs. Didi Teguh Chandra, M.Sc Juga menulis kan bahwa Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lain, baik secara alami maupun hasil rekayasa teknologi. Selain itu, energi di alam semesta bersifat kekal, tidak dapat dibangkitkan atau dihilangkan, yang terjadi adalah perubahan energi dari satu bentuk menjadi bentuk lain tanpa ada pengurangan atau penambahan. Prinsip ini disebut sebagai prinsip konservasi atau kekekalan energi. (hukum termodinamika 1). Termodinamika banyak terjadi di dalam kehidupan sehari hari, contoh sederhana adalan Bumi yang menerima energy radiasi elektromagnetik matahari, energy tersebut terkonversi menjadi energy pana, gelombang laut, fotosintesis, dsb.

Dalam termodinamika didefinisikan sejumlah besaran fisika tertentu yang disebut koordinat sistem yaitu besaran-besaran makrokospik yang dapat menggambarkan keadaan kesetimbangan sistem, oleh karena itu disebut variabel keadaan (state variable) sistem. 8 koordinat itu adalah.


B. HUKUM TERMODINAMIKA 0 = KESETIMBANGAN THERMAL

” Jika 2 buah benda berada dalam kondisi kesetimbangan termal dengan benda yang ke 3, maka ketiga benda tersebut berada dalam kesetimbangan termal satu dengan lainnya”. Dikutif dari Djukarna.wordpress.com, djukarna Memberikan analogi Untuk lebih memahami tentang isi hukum ke 0 termodinamika, bunyi hukum ini dapat ditulis ulang dengan kata-kata yang lebih sederhana yaitu  Jika benda A mempunyai temperatur yang sama dengan benda B dan benda B mempunyai temperatur yang sama dengan benda C maka temperatur benda A akan sama dengan temperatur benda C atau disebut ketiga benda (benda A, B dan C) berada dalam kondisi kesetimbangan termal. Kondisi ini dapat digambarkan sebagai berikut:


 

C. HUKUM TERMODINAMIKA 1 = KEKEKALAN ENERGY

Dikutif dari http://file.upi.edu/ mengenai artikel termodinamika Karya Weindartun, Hukum termodinamika 1 terkait dengan kekekalan energi. Hukum ini menyatakan perubahan energi dalam dari suatu sistem termodinamika tertutup sama dengan total dari jumlah energi kalor yang disuplai ke dalam sistem dan kerja yang dilakukan terhadap sistem. Hukum pertama termodinamika adalah konservasi energi. Secara singkat, hukum tersebut menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan tetapi hanya dapat berubah dari bentuk yang satu ke bentuk yang lainnya.

Dalam artikel tersebut juga ditulis bahwa, Energi sestem (Es) adalah jumlah energi kinetik molekul-molekul system ( energi termal) dan energi potensial atom-atom dalam molekul (energi kimia). Energi Es bergantung pada keadaan system,berubah ketika keadaan berubah.Misalnya,perubahan isobaric pada gambar 11.4d, sumber panas meningkatkan energi termal system.Jika sumber panas adalah bagian dari lingkungan, energi Eε lingkungan juga berubah. Hukum pertama termodinamika mengatakan bahwa energi Eu semesta

Eu = Es + E.

Tidak berubah.Ini berarti, jika Es dan Eε adalah energi sistem dan lingkungan ketika sistem berada pada satu keadaan dan E’s dan E’ε adalah energi ketika sistem berada pada keadaan lain, maka

E’s + E’ε = Es + Eε atau (E’s – Es ) + ( E’ε - E ε )

Seperti sebelumnya, delta digunakan sebagai awalan yang berati “perbedaan dalam“ atau „perubahan dari“.Secara spesifik ∆ES adalah energi dari keadaan akhir sistem dikurangi energi dari keadaan awal,

∆ES = E’S – ES

Dan ∆ES adalah energi akhir lingkungan dikurangi energi awal

∆Eε = E’ε – Eε

Hubungan simbol-simbol persamaan ini dapat dituliskan

∆ES + ∆Eε = 0 atau ∆ES = - ∆Eε

HUKUM PERTAMA TERMODINAMIKA

 

D. HUKUM KEDUA TERMODINAMIKA

Dalam Artikel termodinamika dari website http://file.upi.edu/ tentang termodinamika karya weindartun juga dijelaskan mengenai hukum termodinamika 2 bahwa Hukum kedua termodinamika terkait dengan entropi. Entropi adalah besaran yang menggambarkan tingkat keacakan sistem. Semakin acak benda maka benda akan semakin homogen (sejenis) dan entropinya akan semakin besar. Hukum ini menyatakan bahwa total entropi dari suatu sistem termodinamika terisolasi cenderung untuk meningkat seiring dengan meningkatnya waktu, mendekati nilai maksimumnya.

Hukum termodinamika 2 tentang arah aliran kalor menyatakan bahwa "Kalor mengalir secara spontan (alamiah) dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah, dan tidak mengalir secara spontan dalam arah kebalikannya."

Hukum Termodinamika 2 tentang entropi menyatakan bahwa "Dalam sebuah sistem tertutup, setiap proses termodinamika akan menghasilkan peurbahan entropi lebih besar dari 0 untuk proses irreversible, dan perubahan entropi sama dengan 0 untuk proses reversible."

 

 

Sumber :

Pandiangan, P., & Chandra, D. T. Tinjauan Ulang Termodinamika.

hukum ke nol termodinamika. djukarna.wordpress. (2012). Retrieved 14 March 2022, from https://djukarna.wordpress.com/tag/hukum-ke-nol-termodinamika/.

File.upi.edu. (2016). Retrieved 14 March 2022, from http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._FISIKA/195708071982112-WIENDARTUN/ThermoMklh-1.pdf.

Dra. Hartatiek M.Si. (2009). Paket Tutorial Termodinamika [Ebook]. Universitas Negeri Malang. Retrieved 14 March 2022, from.

Swawikanti, K. (2022). Belajar Prinsip dan Hukum Termodinamika dari Termos | Fisika Kelas 11. Ruangguru.com. Retrieved 14 March 2022, from https://www.ruangguru.com/blog/hukum-dan-prinsip-termodinamika#:~:text=Hukum%20II%20Termodinamika%20tentang%20Arah%20Aliran%20Kalor%20berbunyi%3A,secara%20spontan%20dalam%20arah%20kebalikannya.%22.