.

Tampilkan postingan dengan label @T08-Marisa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @T08-Marisa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Desember 2021

Mengenal energi hijau

 

Mengenal energi hijau




 

 

Abstrak

Definisi energi hijau paling sederhana adalah energi yang dihasilkan dari sumber energi yang lebih ramah lingkungan (atau "hijau") dibandingkan dengan bahan bakar fosil (batubara, minyak, dan gas alam). Energi menjadi bagian penting dalam kehidupan. Sayangnya, masih ada pandangan, pemahaman, dan perlakuan terhadap energi yang dipengaruhi oleh kesadaran terdalam naluri pemburu, kita mencari dan menggali untuk menemukan dan mengangkat timbunan bekas – bekas fosil (minyak bumi dan batu bara), kemudian, sebagian besar dibakar bukan malah membudidayakan energi hijau tersebut.

Kata kunci : energi, minyak bumi dan gas alam

 

Abstract

The simplest definition of green energy is energy produced from energy sources that are more environmentally friendly (or "green") compared to fossil fuels (coal, oil, and natural gas). Energy is an important part of life. Unfortunately, there are still views, understandings, and treatment of energy that are influenced by the deepest awareness of hunter instincts, we search and dig to find and lift fossil deposits (petroleum and coal), then, most are burned instead of cultivating green energy.

Keywords: energy, petroleum and natural gas

 

Pendahuluan

Sumber energi hijau

Dari sejarah diketahui, manusia telah menggunakan kayu dan material turunan biologisnya yang lain, bisa disebut biomassa, sebagai bahan bakae selama ribuan tahun lalu. Karena itu, sebetulnya bahan bakar minyak (BBM) nabati bukanlah hal baru. Umur jenis ini sebagai “ energi purba “. Ketika manusia belum mengetahui bahwa di dalam perut bumi ada minyak, gas dan batu bara. Pada zaman penjajahan Jepang (1942-1945). Kita sering mendengar ada kewajiban bagi rakyat indonesia menanam pohon kepyar untuk diambil minyaknya sebagai bahan bakar pelumas kendaraan perang dan pesawat terbang balatentara Dai Nippon.

Konsep industri hijau adalah mengutamakan efisiensi dalam proses produksi (penggunaan material, energi dan air dengan intensitas yang rendah), penggunaan energi alternatif, melakukan minimisasi limbah dan pemenuhan baku mutu lingkungan, menggunakan teknologi rendah karbon, serta SDM yang kompeten. Oleh karena itu, dalam rangka mewujudkan program pemerintah berkaitan dengan peningkatkan daya saing industri, yaitu salah satunya menjadikan industri di dalam negeri menjadi industri hijau.

 

Permasalahan

1.       Bagaimana penerapan industri hijau?

2.       Apakah industri hijau akan meningkatkan produktivitas??

 

Pembahasan

Industri pengolaham dan perdagangan merupakan sektor penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan perekonomian nasional. Kedua sektor itu mampu menjadi pengungkit tumbuhnya sektor-sektor ekonomi lainnya. Kontribusi sector industry pengolahan dan perdagangan terhadap PDRB jawa Timur mencapai lebih dari 50% jauh melampaui kontribusi sektor pertanian dan pertambangan. Tak dapat dipungkiri seiring dengan kemajuan teknologi dibidang industri mengharuskan pemakaian bahan baku sumber daya alam yang meningkat bahkan cenderung berlebihan. Terutama sumber daya alam dari fosil yang terbatas dan tidak dapat terbarukan. Sehingga dalam jangka panjang apabila dipakai terus menerus tanpa memperhatikan kelestariannya, akan semakin menipis dan pada limit tertentu akan habis.

Industri Hijau (Green Industry)

            Untuk mengantisipasi semakin meningkatnya eksploitasi sumber daya alam sebagai bahan baku industri, pemerintah mendorong kepada dunia usaha untuk melakukan penghematan dan melakukan subsitusi bahan baku yang mudah diperbarui. Efisiensi dalam penggunaan energi, salah satu tolok ukur untuk mendapatkan predikat industri hijau. Penganugerahan Penghargaan Industri Hijau merupakan program Kementerian Perindutrian yang dilaksanakan setiap tahun. Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan industri yang telah menerapkan pola penghematan sumber daya dan penggunaan bahan baku dan energi yang ramah lingkungan setra terbarukan. Tujuan penyelenggaraan program ini adalah untuk mendorong motivasi perusahaan industri dalam mewujudkan indutri hijau.

Kriteria Penilaian :

Proses Produksi : bahan baku, bahan penolong air, teknologi proses, hasil produksi. ( bobot 70%) Manajemen Perusahaan: program efisiensi produksi, system manajemen, penghargaan yang pernah diterima. (bobot 20%). Pengelolaan Lingkungan: Penyediaan bahan baku mutu lingkungan, sarana pengelola limbah dan emisi, kinerja pengelolaan lingkungan. (bobot 10%)

            Tahun 2011 PT Holcim Indonesia Tbk, Cilacap, menerima penghargaan peringkat pertama Industri Hijau yang diserahkan secara langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Penghargaan Industri Hijau diberikan kepada PT. Holcim Indonesia Tbk Cilacap karena perusahaan ini telah melakukan secara terus menerus dan berkesinambungan berinovasi dalam menerapkan prinsip-prinsip industri hijau. Upaya penghematan sumber daya alam secara riil juga terus dilakukan dan menghasilkan sebagian penggantian bahan baku sumber daya alam menggunakan materian sisa industri. Penanganan limbah internal dengan konsep zero waste juga menjadi bagian program kepedulian lingkungan. Kepedulian terhadap lapisan ozon dilakukan melalui komitmen penggantian zat perusak ozon dan penggantian bahan bakar menggunakan biomassa melalui program CDM.

Aspek-aspek Industri Hijau

            Dengan penerapan Industri hijau dapat meningkatkan daya saing dengan proses dan hasil produksi yang ramah lingkungan. Penerapan industry hijau meliputi aspek-aspek:

 ·         Efektifitas dan efisiensi sumber daya alam :

  • Menciptakan produk yang hemat bahan baku yang mudah diperbarui
  • Menggunakan peralatan yang tidak boros energi
  • Meningkatkan ketrampilan SDM untuk memperoleh kinerja maksimal.

·          Konservasi energy:

  • Mengganti energy berasal dari fosildengan energy baru/mix energy/energy nuklir.

            Untuk industry yang menggunakan 6.000 ton/tahun bahan bakar minyak wajib melakukan konservasi energy. Dengan keterbatasan sumber daya alam dan lingkungan, penerapan industry hijau yang lebih efisien dan efektif penggunaan sumber daya alam akan menciptakan keseimbangan dan keselarasan terhadap pelestarian lingkungan dimasa-masa yang akan datang. Mengintensifkan desain produk yang efisien juga dapat menghemat bahan baku dan memperlambat proses eksploitasi sumber daya alam. Di samping itu, dengan upayalebih mendekatkan pekerja kreatif ke daerah suplai bahan baku (pedesaan) akan membantu memunculkan klaster-klaster produksi skala desa. Dampaknya, ekonomi desa akan tumbuh dan mencegah terjadinya urbanisasi.

 

Lebih lanjut Menteri Saleh Husin menjelaskan mengenai konsep industri hijau, yang mengutamakan efisiensi dalam proses produksi dengan karakteristik sebagai berikut: penggunaan, material, energi, dan air dengan intensitas yang rendah; penggunaan energi alternatif; melakukan minimisasi limbah dan pemenuhan baku mutu lingkungan; menggunakan teknologi rendah karbon dan SDM yang kompeten. "Dengan penerapan industri hijau melalui penggunaan teknologi rendah karbon, tentunya akan memberikan dampak penghematan energi, air dan bahan baku. Selain itu juga akan meningkatkan produktivitas dan menghasilkan limbah yang lebih sedikit," papar Menperin.

Menteri Perindustrian Saleh Husin, Menurut dia, saat ini sumber daya alam semakin berkurang, permintaan semakin tumbuh akibat pertumbuhan populasi, mesin dan sistem produksi kurang efisien, adanya "kesepakatan tentang lingkungan hidup global dan terjadinya degradasi lingkungan. "Hal ini menyebabkan kita tidak bisa lagi melaksanakan proses business as usual. Oleh karena itu, industri hijau adalah salah satu solusi yang diharapkan," tegas Menperin.

 

Kesimpulan

Dari sejarah diketahui, manusia telah menggunakan kayu dan material turunan biologisnya yang lain, bisa disebut biomassa, sebagai bahan bakae selama ribuan tahun lalu. Karena itu, sebetulnya bahan bakar minyak (BBM) nabati bukanlah hal baru. Umur jenis ini sebagai “ energi purba “. Ketika manusia belum mengetahui bahwa di dalam perut bumi ada minyak, gas dan batu bara. Konsep industri hijau adalah mengutamakan efisiensi dalam proses produksi (penggunaan material, energi dan air dengan intensitas yang rendah), penggunaan energi alternatif, melakukan minimisasi limbah dan pemenuhan baku mutu lingkungan, menggunakan teknologi rendah karbon, serta SDM yang kompeten. Oleh karena itu, dalam rangka mewujudkan program pemerintah berkaitan dengan peningkatkan daya saing industri, yaitu salah satunya menjadikan industri di dalam negeri menjadi industri hijau.

 

Daftar pustaka

 Indah.           Rabu,          2013-01-30.   Penerapan Industri Hijau "Green Industry".  Dalam link  Penerapan Industri Hijau "Green Industry" - Disperindag Prov Jatim (jatimprov.go.id) diakses pada 12 Des. 21

Prihanda,      Rama.       Hendroko,        Roy.   Jakarta 2007. ENERGI HIJAU. Dalam link      Energi hijau: pilihan bijak menuju negeri mandiri energi - Rama Prihandana - Google Buku dikases pada 12 Des. 21

 

 

Senin, 29 November 2021

Teknologi Hijau Asas Kelestarian

 

Teknologi Hijau Asas Kelestarian

Oleh : Marisa Rezzy Rachmawati (T08-Marisa)

 


 

Abstrak

Teknologi Hijau (TH) didefinisikan sebagai pembangunan dan aplikasi produk, peralatan serta sistem untuk memelihara alam sekitar dan alam semula jadi serta meminimum kan atau mengurangkan kesan negatif daripada aktiviti manusia (KeTTHA, 2016). Segala alat, produk serta sistem yang dapat mengurangkan degradasi kualiti persekitaran, rendah atau sifar pembebasan gas rumah hijau, jimat tenaga dan sumber asli, menggunakan sumber Tenaga Boleh Baharu serta selamat pada alam sekitar adalah merupakan TH (Iskandar, 2015). Jika dibandingkan dengan teknologi sedia ada, TH merupakan teknologi yang mesra alam dan lebih rendah kadar pembebasan karbon ke udara.

Kata kunci : teknologi hijau, pembebasan gas

 

Abstract

Green Technology (TH) is defined as the development and application of products, equipment and systems to preserve the environment and nature as well as minimize or minimize the negative impact of human activities (KeTTHA, 2016). All tools, products and systems that can reduce environmental quality degradation, low or zero greenhouse gas emissions, save energy and natural resources, use Renewable Energy sources and be environmentally safe is TH (Iskandar, 2015). Compared to existing technologies, TH is an environmentally friendly technology and lower carbon-to-air emission rate.

Keywords : green technology, gas release

 

Pendahulaan

Kelestarian alam sekitar berkait rapat dengan penciptaan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Sebagai pemimpin, manusia mempunyai hak dan tanggung jawab dalam memastikan alam sekitar sentiasa dipelihara dengan baik. Sebaliknya, mutakhir ini, telah wujud pelbagai pencemaran dan kerosakan yang berpunca daripada tindakan manusia sendiri. Bagi mengatasi masalah ini, teknologi hijau telah diwujudkan sebagai usaha untuk menetralkan kembali alam semula jadi dengan penciptaan peralatan yang berasaskan hijau. Selain menjamin kelestarian alam sekitar, teknologi hijau juga menjimatkan penggunaan tenaga. Konsep teknologi hijau saling berkaitan dengan tenaga hijau. Aktiviti yang melibatkan tenaga hijau dilihat sebagai medium untuk membantu manusia melihara kelestarian alam sekitar yang direalisasikan melalui industri teknologi hijau. Pembentukan teknologi hijau bertujuan merawat penyakit alam yang sedia ada melalui penglibatan manusia. Prinsip Islam berkaitan hubungan manusia dan alam merupakan asas kepada penggunaan tenaga hijau yang lestari.

Tenaga hijau merupakan tenaga yang dihasilkan daripada sumber alam semula jadi seperti cahaya matahari, air, angin dan pemanasan geotermal.Sumber alam ini merupakan tenaga alternatif berbanding dengan tenaga konvensional yang berasaskan arang batu dan minyak. Antara tenaga hijau yang dibangunkan di Malaysia ialah biojisim, fotovolta suria, biogas dan hidro. Peningkatan projek tenaga hijau ini bertujuan untuk mengatasi masalah kehabisan tenaga dalam jangka masa tertentu. Pembudayaan teknologi hijau amat penting untuk kelestarian hidupan. Dari aspek alam sekitar kesan kepada alam sekitar dapat. Hal ini terjadi kerana tiada kesedaran sivik dalam diri mereka dan mereka sering memandang enteng tentang isu alam sekitar yang kini menjadi hidangan wajib dalam berita-berita yang dipaparkan dalam media massa arus perdana.

 

Permasalahan

1.       Apa Tujuan dan Contoh penggunaan Teknologi hijau dalam Kelestarian?

2.       Apa saja dampak dari teknologi yg tidak ramah lingkungan?

 

Pembahasan

Tujuan penggunaan teknologi hijau

Pada intinya, penggunaan teknologi hijau ditujukan untuk melindungi lingkungan, memperbaiki kerusakan lingkungan, serta melestarikan sumber daya alam di Bumi. Beberapa hasil produk dan energi dari teknologi hijau bertujuan untuk mengurangi emisi karbon dioksida, gas rumah kaca, serta mencegah perubahan iklim.

Menurut Handajani Asriningpuri, dkk dalam jurnal Teknologi Hijau Warisan Nenek Moyang di Tanah Parahyangan (2015), teknologi hijau mempertimbangkan penghematan dalam penggunaan sumber daya alam, menjaga ketersediaannya, serta mengurangi dampak negatif yang mungkin ditimbulkan.

Contoh teknologi hijau :

Mengutip dari situs Green Technology, berikut ini beberapa contoh teknologi hijau:

1.      Bangunan hijau

Adalah produk yang proses pembuatan bangunannya menggunakan teknologi hijau. Mulai dari pemilihan bahan bangunan sampai pemilihan lokasi.

2.      Energi alternatif

Teknologi hijau mengembangkan energi alternatif atau energi yang terbarukan. Contohnya biogas yang merupakan gas alternatif untuk menghasilkan listrik, sebagai bahan bakar, dan untuk penerangan.

3.      Kendaraan listrik

Jenis kendaraan ini digunakan dengan memanfaatkan energi listrik yang tersimpan dalam baterai atau tempat penyimpanan energi lainnya. Misalnya mobil listrik dan sepeda listrik. Jenis kendaraan ini lebih ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar fosil.

 

4.      Daur ulang

Kegiatan daur ulang juga termasuk teknologi hijau, karena ada proses pengolahan dan pemanfaatan kembali suatu barang. Contoh bahan yang sering didaur ulang ialah plastik, kaca, kertas, serta bahan logam. Namun, ada juga yang mendaur ulang limbah elektronik dan suku cadang mobil.

Teknologi tidak ramah lingkungan merupakan bentuk penerapan teknologi yang tidak memperhatikan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan. Beberapa prinsip teknologi tidak ramah lingkungan di antaranya adalah teknologi tersebut menghasilkan sisa atau limbah yang dapat membahayakan lingkungan, sumber energi yang digunakan adalah sumber energi yang tidak dapat diperbarui, selain itu penerapan teknologi tidak ramah lingkungan ini kurang memperhatikan kelestarian lingkungan. Beberapa contoh teknologi yang tidak ramah lingkungan adalah teknologi yang digunakan dalam pengolahan minyak bumi dan pengolahan batu bara.

1. Teknologi Pengolahan Minyak Bumi

Petroleum atau minyak mentah pada umumnya “light crude oil” merupakan cairan hitam dan lengket yang keluar dari bumi dan mengandung berbagai senyawa hidrokarbon yang dapat terbakar, serta sedikit sulfur, oksigen, dan nitrogen. Minyak ini terbentuk dari makhluk hidup yang telah mati pada jutaan tahun yang lalu terjebak dalam suatu ruang yang ditutupi oleh bebatuan di dalam tanah atau di dasar laut.

 

2. Teknologi Pengolahan Batubara

Batubara merupakan bahan bakar fosil berbentuk padat yang terbentuk dari beberapa tahapan dan berasal dari tanaman darat yang terkubur 300-400 juta tahun lalu kemudian terpapar panas yang tinggi dan tekanan selama jutaan tahun. Saat ini ada banyak pembangkit listrik yang menggunakan batubara untuk menghasilkan listrik. Cina, Amerika Serikat, dan India merupakan tiga negara terbesar dalam pembakaran batubara. Cina merupakan negara yang menjadi penyumbang emisi CO2 dan SO2 terbesar di dunia, yang merupakan salah satu komponen penyebab hujan asam dan menyebabkan penyakit pada manusia.

 

Kesimpulan

Populasi masyarakat dunia kini semakin meningkat secara eksponen berikutan peningkatan taraf hidup, kemudahan kesihatan, keperluan harian serta prasarana kehidupan yang semakin selesa. Bagi sesebuah negara yang membangun, pola peningkatan populasi penduduk kini memerlukan penyediaan tenaga kerja dalam bidang industri, pendidikan, perubatan, pentadbiran dan sebagainya. Oleh itu, semakin bertambah penduduk dunia maka kadar permintaan terhadap sesuatu keperluan dan sumber semula jadi turut meningkat secara mendadak. Namun, pengurusan sumber semula jadi yang tidak terancang boleh menyumbang kepada pencemaran alam sekitar dan ketidakseimbangan ekosistem bio. Penebangan hutan tidak terkawal, pelepasan asap berbahaya dari kilang dan kenderaan bermotor, pembakaran terbuka, pembuangan sisa-sisa pepejal dan air sisa ke dalam sungai, penerokaan tanah yang berleluasa menjadi antara faktor utama terjejasnya kualiti hidup manusia dan alam sekitar. Sekiranya hal ini berterusan sehingga beberapa tahun lagi tanpa pengawasan dan tidak diatasi, nescaya bumi yang kita diami ini akan musnah. Masalah utama yang sedang dihadapi oleh masyarakat dunia sekarang ialah isu perubahan iklim dan keselamatan tenaga. Kedua-dua cabaran ini harus ditangani dengan bijak dan secara kolektif demi memastikan kelangsungan hidup penghuni bumi baik manusia, haiwan dan tumbuhan pada masa akan datang. Di Malaysia khususnya, Kementerian Tenaga, Teknologi Hijau dan Air (KeTTHA) telah diamanahkan untuk memegang satu portfolio berkaitan Teknologi Hijau. Teknologi Hijau telah dikenal pasti sebagai salah satu cara dan penyelesaian dalam melestarikan alam sekitar.

 

Daftar pustaka

Ajim,           nanang.         CONTOH TEKNOLOGI TIDAK RAMAH LINGKUNGAN. Dalam link  Contoh Teknologi Tidak Ramah Lingkungan | Mikirbae.com diakses pada tanggal 28 Nov. 21

Markom,          Nuzian.       Desember 2014.         KELESTARIAN ALAM SEKITAR . dalam link 7_Kelestarian_Alam_Sekitar.pdf (archive.org) diakses pada tanggal 28 Nov. 21

Modul        Asas            Kelestarian..  dalam link Modul_Asas_Kelestarian_Aktiviti_Murid_29092017.pdf (usm.my). diakses pada 28 Nov. 21

 

 

Sabtu, 20 November 2021

Pengembangan Industri Hijau dalam Gas Rumah Kaca

 

Pengembangan Industri Hijau dalam Gas Rumah Kaca

Oleh : Marisa Rezzy Rachmawati (T08-Marisa)

 

 


Abstrak

Industri hijau adalah industri yang dalam proses produksinya menerapkan upaya efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. industri hijau mensyaratkan bahan baku, energi, dan proses yang ramah lingkungan. Selain itu dibutuhkan teknologi yang ramah lingkungan sehingga bisa se efisien mungkin dalam penggunaan sumber daya alam. Industri hijau juga mensyaratkan adanya limbah buang yang tidak terlalu merusak lingkungan.

Kata Kunci : industri hijau, sumber daya

 

Abstract

Green industry is an industry that in the production process implements efficiency and effectiveness efforts in the sustainable use of resources. Green industry requires environmentally friendly raw materials, energy, and processes. In addition, environmentally friendly technology is needed so that it can be as efficient as possible in the use of natural resources. The green industry also requires waste waste that is not too damaging to the environment.

Keywords : green industry, resources

 

Pendahuluan

Pengembangan industri hijau yang dilakukan melalui beberapa penerapan seperti produksi bersih, konservasi energi, efisiensi sumber daya, proses daur ulang, dan low carbon energy, program industri hijau diharapkan akan terjadi efisiensi pemakaian bahan baku, energi dan air, sehingga limbah maupun emisi yang dihasilkan menjadi minimal, maka proses produksi akan menjadi lebih efisien yang tentunya akan meningkatkan daya saing produk industri. Di samping itu pengembangan industri hijau merupakan salah satu usaha untuk mendukung komitmen Pemerintah Indonesia dalam menurunkan Gas Rumah Kaca sebagai upaya mengatasi pemanasan global yang telah terjadi sampai saat ini. Komitmen penurunan gas rumah kaca yang dilakukan pemerintah Indonesia di sektor industri dilatarbelakangi oleh antara lain: 1) Indonesia telah menyatakan komitmennya pada Conference of Parties (COP) 15 tahun 2009 untuk menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 26% (dengan usaha sendiri) dan sebesar 41% (jika mendapat bantuan internasional) pada tahun 2020. Komitmen Indonesia tersebut diperkuat melalui dokumen Nationally Determined Contribution (NDC) Republik Indonesia yang pertama pada bulan November 2016 dengan ditetapkannya target unconditional sebesar 29% dan target conditional sampai dengan 41% dibandingkan skenario business as usual (BAU) di tahun 2030. Secara nasional, target penurunan emisi pada tahun 2030 berdasarkan NDC adalah sebesar 834 juta ton CO2e pada target unconditional (CM1) dan sebesar 1,081 juta ton CO2e pada target conditional (CM2). 2) Pada Bulan September 2009 bersama 20 negara Asia lainnya, Indonesia juga menandatangani Manila Declaration on Green Industry di Filipina. Dalam deklarasi ini, Indonesia menyatakan tekad untuk menetapkan kebijakan, kerangka peraturan dan kelembagaan yang mendorong pergeseran ke arah industri yang efisien dan rendah karbon atau dikenal dengan istilah industri hijau. 3) Komitmen Indonesia ini diperkuat pada tahun 2016 dengan meningkatkan komitmennya menjadi penurunan emisi GRK sebesar 29% sebagai konsekuensi dari persetujuan paris (pada COP21).

Gas rumah kaca yang selanjutnya disebut GRK adalah gas yang terkandung dalam atmosfer, baik alami maupun antropogenik, yang menyerap dan memancarkan kembali radiasi inframerah. Gas rumah kaca (GRK) adalah gas-gas yang ada di atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca sehingga berpotensi menimbulkan kenaikan suhu bumi. Ada beberapa jenis gas yang dapat digolongkan sebagai GRK yaitu antara lain karbon dioksida (CO2), Nitrogen oksida (N2O), Metana (CH4), Sulfurheksaflorida (SF6) perflorokarbon (PFCs) dan hidroflorokarbon (HFCs). Gas-gas tersebut sebenarnya muncul secara alami di lingkungan, tetapi dapat juga timbul akibat aktivitas manusia. GRK jika tidak dikendalikan bisa meningkatkan suhu bumi atau yang disebut pemanasan global, selanjutnya bisa menimbulkan perubahan iklim. Perubahan iklim adalah berubahnya iklim yang diakibatkan langsung atau tidak langsung oleh aktivitas manusia sehingga menyebabkan perubahan komposisi atmosfer secara global dan perubahan variabilitas iklim alamiah yang teramati pada kurun waktu yang dapat dibandingkan.

 

 

Permasalahan

1.      Apakah dampak dari gas rumah kaca yang berupa co2?

2.      Apakah teknologi rendah karbon menjadi salah satu prinsip industri hijau?

 

 

Pembahasan

dampak dari gas rumah kaca yang berupa co2

1.      Ekosistem dan Lingkungan

Dampak dari meningkatnya CO2 di atmosfer antara lain: meningkatnya suhu permukaan bumi, naiknya permukaan air laut, anomali iklim, timbulnya berbagai penyakit pada manusia dan hewan (Astin, 2008). Apabila kadar CO2 di udara terus meningkat dan melebihi batas tolerasi yaitu melebihi 0,0035 % serta tidak segera diubah oleh tumbuhan menjadi oksigen, maka dapat menyebabkan terbentuknya gas rumah kaca yang efeknya akan meningkatkan pemanasan global suhu bumi (global warming). Hal tersebut terjadi karena sebagian sinar matahari yang masuk ke bumi dipantulkan ke luar angkasa. Karena tertahan oleh adanya rumah kaca, maka sinar tersebut tetap berada di permukaan bumi dan akan meningkatkan suhu bumi (pemanasan global). Pemanasan global ini dapat mengakibatkan bahaya kekeringan yang hebat yang mengganggu kehidupan manusia dan mencairnya lapisan es di daerah kutub.

2.      Kesehatan Manusia

Pada kesehatan karbon dioksida bersifat racun bergantung konsentrasinya. Kadar normal CO2 yang terkandung dalam udara segar (yaitu udara di permukaan laut) adalah 0,036%-0,039%, tergantung pada lokasinya. Jadi kadar di atas angka tersebut sudah harus kita waspadai. Secara umum karbon dioksida (CO2) bersifat beracun pada jantung dan menyebabkan menurunnya gaya kontraktil. Konsentrasi yang lebih besar dari 1.000 ppm akan menyebabkan ketidaknyamanan. Pada konsentrasi 2.000 ppm, mayoritas penghuni akan merasakan ketidaknyamanan yang signifikan dan banyak yang akan mual-mual dan sakit kepala. Pada konsentrasi 3% berdasarkan volume di udara, karbon dioksida (CO2) bersifat narkotik ringan dan menyebabkan peningkatan tekanan darah dan denyut nadi serta menurunkan daya dengar. 

3.      Hewan dan tumbuhan

Efek CO2 terhadap hewan cenderung mirip dengan efek terhadap manusia, yaitu tidak berakibat langsung pada tubuh hewan. Dampak bagi tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat polusi udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, penyakit yang sering terjadi pada tanaman adalah terdapat bintik pada tanaman terutama di daun sehingga menghambat proses foto sintesis, bintik tersebut dapat berupa CO2 hasil asap kendaraan maupun pabrik. Pada umumnya peningkatan konsentrasi karbondioksida lingkungan akan meningkatkan kecepatan fotosintesis tanamaan, dan menurunkan kecepatan respirasinya. 

 

Teknologi rendah karbon yang menjadi salah satu prinsip industri hijau :

Industri merupakan salah satu sektor yang diminta untuk dapat mengganti atau merekayasa teknologi produksinya dengan yang rendah karbon. Hal ini sebagai komitmen Indonesia dalam upaya menurunkan emisi gas rumah kaca pada tahun 2030 sebesar 29 persen. Permasalahan yang dikaji bagaimana pelaksanaan program industri hijau sebagai upaya pemenuhan komitmen penurunan gas rumah kaca dan Faktor-faktor apakah yang menjadi penghambat pelaksanaan program industri hijau. Industri hijau disamping dapat menunjang pengembangan Industri juga bisa dijadikan sebagai salah satu upaya pemenuhan komitmen penurunan gas Rumah Kaca.Metode pendekatan yang digunakan Yuridis empiris dengan spesifikasi deskriptif analitis, dengan primer dan sekunder serta analisisnya analisis kualitaif. Kesimpulan bahwa program industri hijau telah dilaksanakan sejak tahun 2010 tetapi belum signifact menurunkan konsentrasi gas rumah kaca, karena terdapat berbagai faktor penghambat antara lain: substansi hukumnya masih bersifat sukarela, belum ada sanksinya, masih banyak terjadi pembiaran pada industri yang belum menerapkan program industri hijau, terbatasnya industri permesinan nasional untuk mendukung pengembangan industri hijau, masih dominannya profit oriented di kalangan produsen dan konsumen belum banyak yang sadar lingkungan (green consument). Rekomendasi antara perlu mengubah menjadi mandatori, pemberian insentif, peningkatan kepedulian lingkungan baik pada produsen maupun konsumen.

 

Kesimpulan

Berdasarkan permasalahan, hasil penelitian dan analisis yang sudah dilakukan sebelum ini maka membuat kesimpulan bahwa program industri hijau adalah komitmen, Indonesia pada Manila Declaration on Green Industri di Filipina pada September 2009, yaitu Indonesia mendorong pergeseran ke arah industri yang efisien dan rendah karbon. Meskipun program industri hijau telah dilaksanakan sejak th 2010 akan tetapi belum maksimal menurunkan konsentrasi gas rumah kaca, terbukti dari data terakhir hanya mampu menurunkan 17,59 % untuk emisi dan 25,98 % untuk IPPU.

 

 

Daftar pustaka

Aminah,         Yusriyadi .       31 October 2018        IMPLEMENTASI PROGRAM INDUSTRI HIJAU DALAM RANGKA KEBIJAKAN PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA - CORE dalam link https://core.ac.uk/display/267890565 (diakses pada 20 Nov. 21).

Aminah, Aminah and Yusriadi , Yusriadi.           (2018)       Pelaksanaan Program Industri Hijau sebagai Upaya Pemenuhan Komitmen Penurunan Gas Rumah Kaca   . Pelaksanaan Program Industri Hijau sebagai Upaya Pemenuhan Komitmen Penurunan Gas Rumah Kaca - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR) dalam link https://eprints.undip.ac.id/73410/ (diakses pada 20 Nov. 21).

Hamid         Muhammad,      Hafizhan.   1 maret 2020      DAMPAK GAS RUMAH KACA | Pencemaran Udara dalam link DAMPAK GAS RUMAH KACA | Pencemaran Udara (itb.ac.id) (diakses pada 20 Nov. 21).